Docstoc

1_Editing data

Document Sample
1_Editing data Powered By Docstoc
					Editing_1Editing data / Sudomo Ostip, S.Si – PT. Duta Informatika

LATIHAN 1: EDITING DATA ATRIBUTE LATIHAN 2 : EDITING DATA GRAFIS MEMBUAT OBJEK POLYGON MEMOTONG POLYGON MENJADI DUA BAGIAN MEMBUAT OBJEK LINE MEMBUAT OBJEK POINT MEMBUAT OBJEK POINT ATAU VERTEX DENGAN KOORDINAT MEMBUAT MULTIPART LINE ATAU POLYGON SETTING SNAP MERGE OBJEK MEMOTONG POLYGON DENGAN POLYGON LAIN INTERSECT OBJEK SPLIT LINE MEMOTONG GARIS DENGAN BATAS GARIS RESHAPING POLYGON ATAU LINE

2-2

D

ra ft
hal 1 - 1

2-3 2-5 2-6 2-7 2-8 2-9 2-9 2-10 2-11 2-12 2-12 2-13 2-14 2-15 2-15 2-19 2-22

LATIHAN 3 : SPATIAL ADJUSTMENT Transformasi Rubber sheeting Edgematcing

Editing_1Editing data / Sudomo Ostip, S.Si – PT. Duta Informatika

LATIHAN 1 : EDITING DATA ATTRIBUTE

2

-

Pilih layer yang akan diedit Klik tombol Editor Toolbar yang berada pada Toolbar Klik Editor menu dan klik start editing

ra ft D
hal 1 - 2

1

3

-

Klik kanan, pilih Attribute Table Klik baris yang akan diedit

4

Editing_1Editing data / Sudomo Ostip, S.Si – PT. Duta Informatika

LATIHAN 2 : EDITING DATA GRAFIS

EDITOR TOOLBAR

SNAPPING ENVIRONMENT

1. MEMBUAT OBJEK POLYGON

-

Klik Editor menu dan klik start editing

D

-

Klik tombol Editor Toolbar yang berada pada Toolbar

ra ft
hal 1 - 3

Klik tombol Editor Toolbar yang berada pada Toolbar Klik Editor menu dan klik start editing Set Task Current dengan memilih Create New Feature

Editing_1Editing data / Sudomo Ostip, S.Si – PT. Duta Informatika

-

Klik Sketch Tool ( gambar pensil )

-

Klik Editor menu dan klik Snapping Pilih layer, kemudian aktifkan Vertek Mulai digitasi, setelah selesai tekan F2 untuk mengakhiri .

D
hal 1 - 4

ra ft

Editing_1Editing data / Sudomo Ostip, S.Si – PT. Duta Informatika

2. MEMOTONG POLYGON MENJADI DUA BAGIAN

-

Klik Editor menu dan klik start editing Klik Polygon yang akan di potong Klik Edit Task, Pilih Cut Polygon Feature Klik Sketch Tool ( gambar pensil ) Buat garis pemotong, klik kanan, tekan F2 untuk mengakhiri Polygon akan terbagi menjadi dua.

D
hal 1 - 5

ra ft

Editing_1Editing data / Sudomo Ostip, S.Si – PT. Duta Informatika

3. MEMBUAT OBJEK LINE

-

Klik Editor menu dan klik start editing Set Task Current dengan memilih Create New Feature

-

Set Target untuk memilih layer aktif Klik Sketch Tool ( gambar pensil )

Mulai digitasi, setelah selesai tekan F2 untuk mengakhiri .

D

ra ft
hal 1 - 6

Editing_1Editing data / Sudomo Ostip, S.Si – PT. Duta Informatika

4. MEMBUAT OBJEK POINT

-

Klik Editor menu dan klik start editing Set Task Current dengan memilih Create New Feature

-

Set Target untuk memilih layer aktif

Klik point menggunakan Sketch Tool (gambar pensil )

D
hal 1 - 7

ra ft

Editing_1Editing data / Sudomo Ostip, S.Si – PT. Duta Informatika

5. MEMBUAT OBJEK POINT ATAU VERTEX DENGAN KOORDINAT

-

Set Task Current dengan memilih Create New Feature Set Target untuk memilih layer aktif Klik point menggunakan Sketch Tool ( gambar pensil ) Tekan F6 untuk memasukkan nilai koordinat, kemudian tekan Enter Masukan Koordinat X dan Y, tekan Enter

D
hal 1 - 8

ra ft

Editing_1Editing data / Sudomo Ostip, S.Si – PT. Duta Informatika

6. MEMBUAT MULTIPART LINE ATAU POLYGON

-

Buat Polygon atau Line Setelah selesai, klik kanan pilih finish Part Kemudian buat lagi Polygon atau Line Setelah selesai, klik kanan pilih finish Sketch (F2)

7. SETTING SNAP Klik Editor Tool, pilih Snapping Untuk Poligon pilih Chek Vertek dan Edge Untuk Line pilih Chek Vertek dan End Chek Edit Sketch yang akan digunakan

D
hal 1 - 9

ra ft

Editing_1Editing data / Sudomo Ostip, S.Si – PT. Duta Informatika

8. MERGE OBJEK

-

Klik tombol Editor Toolbar yang berada pada Toolbar Klik Editor menu dan klik start editing Pilih Objek yang akan dimerge Klik tombol Editor Toolbar Pilih merge

D
hal 1 - 10

ra ft

Editing_1Editing data / Sudomo Ostip, S.Si – PT. Duta Informatika

9. MEMOTONG POLYGON DENGAN POLYGON LAIN

-

Klik tombol Editor Toolbar yang berada pada Toolbar Buat Objek baru diatas objek Pilih Objek yang akan diunion Klik tombol Editor Toolbar Pilih Clip, chek Discard the area that intersects Klik

D
hal 1 - 11

ra ft

Editing_1Editing data / Sudomo Ostip, S.Si – PT. Duta Informatika

10. INTERSECT OBJEK

-

Klik tombol Editor Toolbar yang berada pada Toolbar Pilih Objek yang akan diclip Klik tombol Editor Toolbar Pilih clip, kemudian pilih Preserve Area atau Discard Area Klik OK

11. SPLIT LINE -

Klik tombol Editor Toolbar yang berada pada Toolbar Pilih Objek garis yang akan di Split Klik Split Tool Klik Spot pada garis yang akan displit

D

ra ft
hal 1 - 12

Editing_1Editing data / Sudomo Ostip, S.Si – PT. Duta Informatika

12. MEMOTONG GARIS DENGAN BATAS GARIS

-

Klik Task pada Editing Toolbar, pilih Extend/Trim Feature Klik Editing Tool Pilih garis yang akan dipotong Klik Skecth Tool pada Editor Toolbar Buat batas garis pemotong, tekan F2

ra ft
1

2

D
Klik Editing Tool Pilih garis yang akan diperpajang Klik Skecth Tool pada Editor Toolbar Buat batas garis batas, tekan F2 hal 1 - 13

3

MENAMBAH PANJANG GARIS ( EXTEND ) Klik Task pada Editing Toolbar, pilih Extend/Trim Feature

Editing_1Editing data / Sudomo Ostip, S.Si – PT. Duta Informatika

2

3

1

13. RESHAPING POLYGON ATAU LINE • • • • •

Klik Task pada Editing Toolbar, pilih Reshape Feature Klik Editing Tool

Klik Skecth Tool pada Editor Toolbar Buat garis baru pada objek, tekan F2

D

Pilih Polygon atau garis yang akan direshape

ra ft
hal 1 - 14

Editing_1Editing data / Sudomo Ostip, S.Si – PT. Duta Informatika

Latihan 3 : Spatial Adjustment Spatial Adjustment adalah proses pembetulan data spasial agar

sesuai/mendekati karakteristik data yang benar sesuai dengan kaidah GIS data dan logika kebenaran data dan informasi. Proses Spatial Adjustment bisa berupa : Transformasi Penarikan obyek (rubber sheet) Penyesuaian obyek pada batas tepi peta (edgematching)

A. Transformasi Adalah salah satu tool dalam lingkup Spatial Adjustment yang berfungsi untuk mentransform (merubah nilai koordinat) dari suatu feature sehingga akan menghasilkan feature yang baru dengan koordinat yang berbeda dengan koordinat aslinya, sedangkan bentuk dari feature itu sendiri akan dipertahankan

Transformasi memerlukan paling tidak 4 (empat) titik awal dan 4 (empat) titik target. Semakin banyak jumlah titik sekutu akan semakin baik hasil yang dicapai. ArcMapà Add Data

D

sesuai aslinya.

ra ft
hal 1 - 15

Editing_1Editing data / Sudomo Ostip, S.Si – PT. Duta Informatika

Klik Editorà Start Editing Klik Editorà Optionàmasukan snapping tolerance, lakukan pengukuran jarak terlebih dulu untuk menentukan snapping tolerance nya. Klik Editor à Snapping, check semua checkbox yang ada Klik Spatial adjustmen, pilih Transfomasi Affine Klik Spatial Adjustmenà Set Adjust Data, check data yg akan ditransformasi

Create link transformasi:

D
hal 1 - 16

ra ft

Editing_1Editing data / Sudomo Ostip, S.Si – PT. Duta Informatika

Klik Links àView link table utk melihat nilai titik sekutu transformasi Klik AdjustàFinish:

Membuat link table:

Parameter nilai koordinat transformasi dapat dibuat dengan membuat table koordinat sekutu pada text file (Notepad). Formatnya adalah sbb: <ID> <dari x> <dari y> <x tujuan> <y tujuan> spasi

Anda tidak perlu menuliskan judul table. File ini akan disimpan format txt file, dan digunakan dalam proses transformasi dengan cara memanggil fie tsb dengan mengklik àlinksàopen links file

D

ra ft
hal 1 - 17

Editing_1Editing data / Sudomo Ostip, S.Si – PT. Duta Informatika

Rubbersheeting Vs Edgematching

Rubbersheeting bisa merubah bentuk di semua segment line, bisa dilakukan multiple links untuk menambah akurasi feature. Edgematching akan merubah/mempengaruhi vertex terakhir dari segment line saja

Rubbersheeting : bisa dilakukan pembatasan pada area mana akan dilakukan justifikasi.

B. RUBBER SHEETING : ArcMap, Add data Editor à Start Editing EditoràOption, snapping tolerance

D
hal 1 - 18

ra ft

Editing_1Editing data / Sudomo Ostip, S.Si – PT. Duta Informatika

EditoràSnapping, check vertex, edge, end checkbook

D
hal 1 - 19

ra ft

Editing_1Editing data / Sudomo Ostip, S.Si – PT. Duta Informatika

Klik Spatial Adjustment àRubbersheeting Klik Spatial Adjustment àAdjust Data, check peta2 (source)

Klik Spatial Adjustment àOption Pilih source dan target layer

D
hal 1 - 20

ra ft

Editing_1Editing data / Sudomo Ostip, S.Si – PT. Duta Informatika

Klik Link, created 4 link Buat limit area Adjust

Ø Delete limit area Ø Finish

D
hal 1 - 21

ra ft

Editing_1Editing data / Sudomo Ostip, S.Si – PT. Duta Informatika

C. EDGEMATCING ArcMap, Add data Editor à Start Editing EditoràOption, snapping tolerance

EditoràSnapping, check vertex, edge, end checkbox

D
hal 1 - 22

ra ft

Editing_1Editing data / Sudomo Ostip, S.Si – PT. Duta Informatika

Klik Spatial Adjustment àEdge Snap Klik Spatial Adjustment àAdjust Data, check peta2 (source)

Pilih source dan target layer

D
hal 1 - 23

ra ft

Klik Spatial Adjustment àOption

Editing_1Editing data / Sudomo Ostip, S.Si – PT. Duta Informatika

Klik Link, created 4 link Adjust Finish

Edge Snap

D
hal 1 - 24

ra ft


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:126
posted:1/11/2010
language:Indonesian
pages:24