analisis novel

Document Sample
analisis novel Powered By Docstoc
					TUGAS BAHASA INDONESIA ANALISIS NOVEL

Di susun oleh : M. A. Ishaq Fanani XI IPS 4 / 19

Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Tuhan YME sehingga makalah sinopsis yang saya ambil dari novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata akhirnya sudah sampai pada hasil yang saya harapkan. Tujuan dari adanya sinopsis ini adalah untuk membantu agar para pembaca mengerti isi dari novel tersebut dan dapat menggugah hati para pembaca agar lebih menghargai pendidikan. Serta dapat mengetahui dengan jelas isi dari novel tersebut. Tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah banyak membantu menyempurnakan sinopsis ini.Makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu untuk kritik dan sarannya sangat dihaapkan. Semoga makalah sinopsis ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan saya ucapkan mohon maaf apabila dalam pembuatan sinopsis ini ada kata yang tidak diharapkan atau tidak berkenan bagi pembaca.

Malang, 18 April 2009

Penulis

DAFTAR ISI

Kata Pengantar………………………………………………………………………...i Daftar Isi………………………………………………………………………...ii Bab I Pendahuluan………………………………………………..…………….1 1.1 Latar Belakang……………………………………………………….1 1.2 Masalah………………………………………………………………1 1.3 Tujuan………………………………………………………………..1 Bab II Pembahasan………………………………………………………………2 2.1 Sinopsis………………………………………………………………2 2.2 Unsur Intrinsik……………………………………………………….7 2.3 Unsur ekstrinsik…………………………………………………….11 2.4 Resensi Novel………………………………………………………13 Bab III Penutup…………………………………………………………………16 3.1 Kesimpulan……………………………………….……………..….16 3.2Kritik dan saran…………………………….…………………...…...16

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Penyusunan makalah ini khusus ditujukan untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia yaitu menganalisis novel yang diangkat dari novel yang berjudul “Laskar Pelangi”. Tugas ini dimaksudkan supaya para siswa memahami dan menguasai materi resensi novel.

1.2. Masalah  Mencari unsur ektrinsik novel  Mencari unsur intrinsik novel  Membuat resensi novel

1.3. Tujuan  Memahami unsur ektrinsik pada novel yang sedang dibahas  Memahami unsur intrinsik pada novel yang sedang dibahas  Menyusun resensi serta sinopsis novel dengan memprehatikan unsur-unsur pendukung novel

BAB II PEMBAHASAN 2.1. SINOPSIS : PAGI itu, ketika aku masih kecil, aku duduk di bangku panjang dapan sebuah kelas. Sebatang pohon filicium tua yang rindang meneduhiku. Ayahku duduk di sampingku, memeluk pundakku dengan kedua lengannya dan tersenyum

mengangguk-angguk pada setiap orangtua dan anak-anaknya yang duduk berderetderet dibangku panjang lain di dapan kami. Hari itu adalah hari yang agak penting: hari pertama masuk SD. Di ujung bangku-bangku panjang tadi ada sebuah pintu terbuka. Kosen pintu sudah miring karena seluruh bangunan sekolah sudah doyong seolah akan roboh. Di mulut pintu berdiri dua orang guru seperti para penyambut tamu dalam perhelatan. Mereka adalah seorang bapak tua berwajah sabar, Bapak K.A. Harfan Efendy Noor, sang kepala sekolah dan seorang wanita muda berjilbab, Ibu N.A. Muslimah Hasfari atu Bu Mus. Seperti ayahku, mereka berdua juga tersenyum. Mereka menunggu dengan perasaan cemas, tegang, serta penuh harap karena setelah beberapa jam mereka hanya mendapatkan sembilan orang murid baru. Semuanya menunggu seorang murid lagi dan berharap sekolah ini tidak dibubarkan hanya karena kekurangan seorang murid lagi. Akhirnya, setelah ditunggu-tunggu beberapa jam lamanya, seorang murid yang diharapkan kedatangannya tak kunjung datang juga. Tampak kegelisahan yang terpancar dari wajah cantik ibu guru satu ini. Begitu pula Pak Mus yang sangat antusias menunggu datangnya seorang lagi. Sampai akhirnya, dengan rasa penyesalan dan kekecewaan yang teramat dalam, akhirnya sekolah SD Muhamadiyah ini diputuskan untuk ditutup. Raut wajah Ibu Mus terlihat sangat kecewa, dan tanpa terasa beliau meneteskan air mata. Pak Mus telah memutuskan untuk membacakan pidato penutupan pada sekolah ini. Para murid yang hanya bejumlah sembilah inipun merasakan hal yang sama dengan perasaan yang dirasakan oleh Ibu Mus dan Pak Harfan. Namun tiba-tiba, pada waktu Pak Mus hendak menyiapkan diri untuk membacakan pidato tanda sekolah ini akan ditutup dan semua murid telah putus harapannya untuk dapat menuntut ilmu, terlihat seorang murid dengan sedikit

mengalami kelatarbelakangan berlari-lari dengan gembiranya dan di tepat di belakangnya seorang Ibu mengikuti langkahnya dengan sabar. Seorang ibu itu berkata kepada Pak Harfan dan Ibu Mus bahwa ia akan menyekolahkan anaknya yang benama Harun itu dengan perasaan berharap anaknya mampu diterima di SD Muhamadiyah tersebut. Kontan kehadiran Harun dan Ibunya tersebut membuat semua yang hadir, begitu juga dengan Pak Harfan dan Bu Mus sangat bahagia. Mereka semua menyambut Harun dengan perasaan haru dan sukacita. Lagi-lagi Bu Mus meneteskan air mata untuk yang kedua kalinya, namun berbeda dengan yang pertama kali tadi, sekarang Bu Mus sangat bahagia dan sangat lega sekolah yang bernama SD Muhamadiyah ini tak jadi ditutup berkat kehadiran Harun. Pak Harfan pun akhirnya membacakan pidato penyambutan bagi kesepulu murid barunya. Dari sanalah akhirnya di mulai cerita kesepuluh murid baru. Di pagi hari itu, Bu Mus melakukan penempatan tempat duduk. Ibu yang satu ini sangatlah sabar. Umumnya Bu Mus mengelompokkan tempat duduk berdasarkan kemiripan. Ke sepuluh murid ini bernama Ikal, Lintang, Sahara, Mahar, A Kiong, Syahdan, Kucai, Borek, Trapani, dan tentu saja Harun. Pada saat diatur tempat duduknya ada satu anak yang bernama Lintang, dai anak seorang nelayan yang sangat miskin, setiap hari dia bersepeda sejauh 40 km dari rumahnya yang berada di Tanjong Kelumpang, desa yang sangat jauh di tepi laut sampai ke sekolah. Setiap hari ia selalu melewati 4 kawasan pohon nipah yang lumayan seram, tak jarang ada buaya yang sangat besar menyebrang disitu (kadang malah nongkrong). Walaupun begitu ia tetap semangat, ia tak sekalipun pernah membolos dari sekolah yang meskipun terkadang karena saking jauhnya jarak perjalanan tersebut terkadang ia tiba hanya untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dia nanti akan menjadi orang yang paling jenius yang pernah ada di dunia ini (mungkin). Ikal dan Lintang sebangku karena mereka sama-sama berambut ikal. Trapani duduk dengan Mahar karena mereka berdua paling tampan, penampilan mereka seperti para pelantun irama semenanjung idola orang Melayu pedalaman. Namun Borek dan Kucai didudukkan bersama bukan karena mereka miriptapi karena mereka sama-sama susah diatur. Tak lama kemudian, Pak Harfan pun mengenalkan dirinya sebagai kepala sekolah sekaligus sebagai guru menemani Ibu Mus yang merupakan guru satu-satunya

di sekolah ini. Pak Mus memberikan cerita-cerita serta pesan yang sangatlah berharga bagi kehidupan kesepuluh murid yang oleh Bu Mus diberi nama “Laskar Pelangi” karena kecintaan mereka terhadap pelangi. Beliau telah membuat para laskar pelangi ini pun jatuh cinta kepadanya. Apabila Pak Harfan pergi, mereka memandang lekatlekat sosok tubuh beliau. Satu jam dengannya terasa hanya satu menit bagi kesepuluh laskar pelangi ini. Ada semacam pengaruh yang lembut dan baik terpancar darinya. Ia mengesankan sebagai pria yang yang kenyang akan pahit dan getir perjuangan dan kesusahan hidup, berpengetahuan seluas samudra, bijak, berani mengambil resiko, dan menikmati daya tarik dalam mencari-cari bagaimana cara menjelaskan sesuatu agar setiap orang mengerti. Tidak susah menggambarkan sekolah SD Muhamadiyah ini, keadaan yang sudah reot dengan atap yang bolong dan pasti bocorjika hujan tiba, dan bisa roboh kalau ditabrak anak kambing ngamuk. Mereka tidak mempunyai seragam, apalagi P3K, kalau sakit bakal diberi obat yang sangat pahit yaitu pil APC yang katanya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Yang rutin datang pun hanya pemberantas nyamuk. Sekolah ini sangat mirip dengan gudang kopra, malam harinya buat kandang ternak. Esoknya Bu Mus mengadakan acara pemilihan ketua kelas dan yang ditunjuk oleh Bu Mus adalah Kucai. Awlanya Kucai tak setuju dengan usulan Bu Mus, tetapi yang lainnya sangat setuju jika Kucai yang ditunjuk sebagai ketua kelas. Kucai pun sengaja menunjuk Borek, namun Borek malah melakukan sesuatu kebodohan yang justru membuat Bu Mus kagum dengannya. Hingga pada akhirnya, Kucailah yang yang menjadi ketua kelas karena kesembelan temannya memilih ia yang menjadi ketua kelas. Ia menerima keputusan ini dengan pasrah dan berusaha menjalankan tugasnya sebaik mungkin. Namun, di tengah-tengah kebahagiaan yang mereka alami, mereka dilanda suatu kejadian yang termat menyedihkan yaitu meninggalnya kepala sekolah yang sangat mereka cintai. Kepergian Pak Harfan merupakan pukulan terberat bagi kesepuluh laskar pelangi, terutama Bu Mus. Hingga sempat membuat Bu Mus enggan mengajar sekolah lagi. Namun ia tersadar ia masih mempunyai kesepuluh laskar pelangi yang harus ia perjuangkan, ia harus membuat mereka bangkit dan menatap indahnya dan kerasnya kehidupan ini kembali. Hingga seiring berjalannya waktu, semakin terlihat karakter serta keajaiban yang mereka miliki. Banyak kisah yang terukir dari kesepuluh laskar pelangi ini.

Tengoklah Mahar, seorang pesuruh tukang parut kelapa sekaligus seniman dadakan yang imajinatif, tak logis, kreatif, dan sering diremehkan oleh sahabat-sahabatnya, namun ia berhasil mengangkat derajat sekolah kampung mereka. Pernah pada saat giliran Ikal untuk membeli kapur ia bertemu dengan seseorang yang paling cantikyang pernah ia lihat. Orang itu bernama A Ling namun tidak lama setelah itu dia pergi ke Jakarta mengikuti Bibinya. Atau pernah pada suatu malam hari ada anak yang bernama Flo hilang, walaupun telah dicari ke seluruh pelosok pulau juga tidak ketemu. Akhirnya para polisi menggunakan alternative lain yaitu bertanya kepada tuk bayan tula, seorang petapa yang tinggal di pulau yang sangat terpencil, banyak orang pergi ke sana tibatiba hilang begitu saja. Akhirnya setelah bertanya kepada tuk bayan tula walaupun sudah pagi ia belum juga ditemukan. Karena Kucai sering bilang ada gubuk di seberang sungai paling angker/sungai buta, jadinya mereka harus menyebrangi sungai buta walaupun banyak buaya dan ular, akhirnya Flo ketemu juga. Karena kejadian Flo sejak pagi itu, Kucai menjadi seorang yang tergila-gila dengan ilmu ghaib walaupun nantinya insyaf lagi. Keajaiban terjadi lagi karena Lintang berhasil memperoleh piagam karena ia telah memenangkan lomba mata pelajaran dan artinya SD SMP Muhamadiyah telah memiliki 2 prestasi, setelah sebelumnya Mahar pada saat karnaval di sekolah SD PN Timah, Maharlah yang dipercayakan sebagai pemimpin kelompok. Karena Maharlah sekolah ini mendapat piala pertamanya setelah bertahun-tahun didirikan. Dan Ketujuh laskar pelangi lainnya yang sangat membanggakan. Tak ayal, kejadian yang paling menyedihkan melanda sekolah Muhamaddiyah ketika Lintang, siswa paling jenius anggota laskar pelangi itu harus berhenti sekolah padahal cuma tinggal satu triwulan menyelesaikan SMP. Ia harus berhenti karena ia anak laki-laki tertua yang harus menghidupi keluarga sebab ketika itu ayahnya meninggal dunia. Native Belitong kembali dilanda ironi yang besar karena seorang anak jenius harus keluar sekolah karena alasan biaya dan nafkah keluarga justru disekelilingnya PN Timah menjadi semakin kaya raya dengan mengekploitasi tanah leluhurnya. Meskipun awal tahun 90-an sekolah Muhamaddiyah itu akhirnya ditutup karena sama sekali sudah tidak bisa membiayai diri sendiri tapi semangat, integritas,

keluruhan budi, dan ketekunan yang diajarkan Pak Harfan dan Bu Muslimah tetap hidup dalam hati para laskar pelangi. Akhirnya kedua guru itu bisa berbangga karena diantara sebelas orang anggota laskar pelangi sekarang ada yang menjadi wakil rakyat, ada yang menjadi research and development manager di salah satu perusahaan multi nasional paling penting di negeri ini, ada yang mendapatkan bea siswa international kemudian melakukan researsh di University de Paris, Sorbonne dan lulus S2 dengan predikat with distinction dari sebuah universitas terkemuka di Inggris. Semua itu, buah dari pendidikan akhlak dan kecintaan intelektual yang ditanamkan oleh Bu Mus dan Pak Harfan. Kedua orang hebat yang mungkin bahkan belum pernah keluar dari pulau mereka sendiri di ujung paling Selatan Sumatera sana. Banyak hal-hal inspiratif yang dimunculkan buku ini. Buku ini memberikan contoh dan membesarkan hati. Buku ini memperlihatkan bahwa di tangan seorang guru, kemiskinan dapat diubah menjadi kekuatan, keterbatasan bukanlah kendala untuk yang maju, sangat dan luas. pendidikan Paling bermutu laskar memiliki pelangi definisi dan dan dimensi miskin

tidak

sekolah

Muhamaddiyah menunjukkan bahwa pendidikan yang hebat sama sekali tak berhubungan dengan fasilitas. Terakhir cerita laskar pelangi memberitahu kita bahwa bahwa guru benar-benar seorang pahlawan tanpa tanda jasa. 2.2. Unsur intrinsik 2.2.1. Alur Tema Tema khusus : Pendidikan Alasan : Karena novel tersebut mengangkat kisah realita kehidupan pendidikan di Indonesia Tema umum : Perjuangan memperjuangkan sekolah Alasan : Sepuluh anak berjuang mempertahankan sekolahnya demi memuaskan dahaga mereka akan ilmu-ilmu

2.2.2. Latar / Setting a. Waktu : Pada waktu kesepuluh Laskar pelangi berjuang dalam pendidikannya mulai dari SD sampai SMP b. Tempat : SD SMP Muhamadiyah, di Belitong, Sumatera

c. Sosial : Perbedaan / terjadinya kesenjangan sosial antara rakyat miskin dengan PN Timah yang kaya raya

2.2.3. Alur Cerita 1. Tahapan Alur  Tahap penyituasian : Yaitu pada saat hari pertama penerimaan murid baru di SD Muhamadiyah kekurangan seorang murid dan sekolah hampir ditutup, namun dengan kehadiran seorang murid yang bernama Harun telah menyelamatkan pembodohan di kampong paling miskin di pulau belitong yang kaya akan tambang timah. ( halaman 1-8 )  Tahap pemunculan konflik : Ketika Bu Mus dengan segala usahanya dan semangat kesepuluh laskar pelangi mampu berjuang dan melewati masamasa sulit serta kebahagiaan bersama. ( halaman 157 )  Tahap peningkatan konflik : Ketika Mahar dan Lintang berusaha mengharumkan nama SD SMP Muhamadiyah lewat kemahiran dan kepintaran mereka dalam perlombaan cerdas cermat dan karnaval saat perayaan HUT RI dan mampu mengalahkan sekolah milik PN Timah. (halaman 363 )  Tahap klimaks : Pada saat Lintang si murid paling jenius di antara yang lainnya meninggalkan bangku sekolah karena ia harus mengurus adikadiknya setelah kematian Ayahnya. Di sanalah akhir dari cerita perjuangan para kesepuluh Laskar Pelangi. ( halaman 430 )  Tahap penyelesaian :. Yaitu pada saat tembok PN Timah mampu dihancurkan dan kemiskinan dapat dilawan oleh rakyat Belitong. Dan kebahagiaan yang akhirnya mampu diraih oleh kesepuluh laskar pelangi. (halaman 481 ) 2. Alur yang di pakai a. Alur maju Alasan : karena penulis menceritakan kejadian dari awal hingga akhir, tanpa ada flash-back

2.2.5. Penokohan 1. Tokoh-tokoh dalam novel

~ Ikal;Andrea Hirata.Ikal merupakan julukan yang diberikan oleh warga kampung Belitong. ~ Lintang; Lintang Samudra Basara bin Syahbani Maulana Basara ~ Sahara; N.A. Sahara Aulia Fadillah binti K.A. Muslim Ramdhani Fadillah ~ Mahar; Mahar Ahlan bin Jumadi Ahlan bin Zubair bin Awam ~ A Kiong; Muhammad Jundullah Gufron Nur Zaman ~ Syahdan; Syahdan Noor Aziz bin Syahari Noor Aziz ~ Kucai; Mukharam Kucai Khairani ~ Borek alias Samson ~ Trapani; Trapani Ihsan Jamari bin Zainuddin Ilham Jamari ~ Harun; Harun Ardhli Ramadhan bin Syamsul Hazana Ramadhan ~ Bu Mus; N.A. Muslimah Hafsari ~ Pak Harfan; K.A. Harfan Efendy Noor ~ Flo; Floriana ~ A-Ling ; Njoo Xian Ling

2. Karakter tokoh dalam novel  Ikal : tokoh „aku‟ dalam cerita ini. Ikal yang selalu menjadi peringkat kedua merupakan anak yang pintar. Ia sangat menyukai sastra, terlihat dari kesehariannya yang senag menulis puisi. Ia menyukai A Ling sepupu dari A Kiong.  Lintang : Teman Ikal yang luar biasa jenius. Lintang telah menunjukkan minat besar untuk bersekolah semenjak hari pertama berada di sekolah. Ia berasal dari keluarga yang miskin. Ayahnya bekerja sebagai nelayan miskin yang tidak memiliki perahu dan harus menanggung kehidupan 14 jiwa anggota keluarga. Cita-citanya terpaksa ia tinggalkan agar ia dapat bekerja untuk membiayai kebutuhan hidup keluarganya semenjak ayahnya meninggal.  Sahara : Satu-satunya gadis dalam anggota laskar pelangi. Merupakan gadis keras kepala yang berpendirian kuat yang sangat patuh pada agama terbukti ia merupakan gadis berjilbab yang cantik dan selalu rajin menunaikan sholat dan mengaji, gadis yang ramah dan pandai, ia baik

kepada siapa saja kecuali pada A Kiong yang semenjak mereka masuk sekolah sudah ia basahi dengan air dalam termosnya.  Mahar : Tampan, ia memiliki bakat dan minta besar pada seni. Pertama diketahui ketika tanpa sengaja Bu Mus menunjuknya untuk bernyanyi di depan kelas saat pelajaran seni suara.  A Kiong : Kendatipun ia memiliki wajah yang buruk rupa, ia memiliki rasa persahabatan yang tinggi dan baik hati, serta suka menolong pada siapapun kecuali Sahara. Namun, meski mereka selalu bertengkar, ternyata mereka berdua saling mencintai.  Syahdan : Anak nelayan yang ceria tak pernah menonjol. Merupakan anak yang mempunyai tipe pekerja keras. Dengan bekerja keras pada akhirnya dia menjadi aktor sungguhan Walaupun kalau ada apa-apa dia pasti menjadi seorang yang paling tidak diperhatikan.  Kucai : Ketua kelas sepanjang generasi sekolah Laskar Pelangi. Laki-laki ini sejak kecil terlihat bisa menjadi politikus dan akhirnya diwujudkan ketika ia dewasa menjadi ketua fraksi di DPRD Belitong.  Borek : Pria besar maniak otot dan selalu menjaga citranya sebagai lakilaki macho. Ketika dewasa ia menjadi kuli di toko milik A Kiong dan Sahara.  Trapani : Pria tampan yang pandai dan baik hati ini sangat mencintai ibunya. Dan apapun yang ia lakukan harus selalu didampingi ibunya. Seperti misalnya ia akan tampil sebagai band yang di komando oleh Mahar, ia tidak mau tampil jika tidak ditonton Ibunya.  Harun : Pria yang memiliki keterbelakangan mental dan memulai sekolah dasar ketika ia berumur 15 tahun. Laki-laki jenaka ini senantiasa bercerita tentang kucingnya yang berbelang tiga dan melahirkan tiga anak yang masing-masing berbelang tiga pada tanggal tiga pada tanggal tiga kepada Sahara dan senang sekali menanyakan kapan libur lebaran kepada Bu Mus.  Bu Muslimah : Bernam lengkap N.A. Muslimah Hapsari Hamid binti K.A. Abdul Hamid. Dia adalah Ibunda Guru bagi Laskar Pelangi dan berhati lembut.  Pak Harfan : Bernama lengkap N.A. Harfan Efendi Noor bin K.A. Fadilah Zein Noor. Ia adalah orang yang sangat baik hati dan penyabar meski murid – murid awalnya takut untuk melihatnya. Seperti pada saat beliau

bercerita tentang kisah para nabi, semua murid sangat senang dan ketika beliau pulang murid-muridnya selalu menatap lekat-lekat pada dirinya.  Flo : Bernama asli Floriana. Seorang anak tomboy yang berasal dari keluarga kaya. Dia tidak sombong walaupun menjadi anak orang kaya. Buktinya ia malah berkeinginan untuk bersekolah di SD SMP Muhamadiyah dan sama sekali tidak merasa malu.  A Ling : Cinta pertama Ikal yang merupakan saudara sepupu A Kiong. Dia adalah perempuan yang cantik, hingga ia mampu membuat Ikal jatuh hati padanya.

2.2.6. Amanat Amanat yang dapat dipetik ialah :  Bahwa sebagai penyakit sosial, kemiskinan harus diperangi dengan metode yang tepat guna membebaskan mereka dari peliknya kehidupan.  Bahwa pendidikan adalah memberikan hati kita kepada anak-anak, bukan sekedar memberikan instruksi atau komando  Bahwa setiap anak memiliki potensi unggul yang akan tumbuh menjadi prestasi cemerlang pada masa depan, apabila mereka diberi kesempatan dan keteladanan oleh orang-orang yang mengerti akan makna pendidikan yang sesungguhnya  Hidup ini dapat kita lalui dengan bahagia apabila kita semangat dalam menjalankan kewajiban kita, dan sabar dalam menghadapi cobaan  Kita dapat meniru semangat yang berkobar dari kesepuluh laskar pelangi di dunia pendidikan, agar kita mampu meraih cita-cita setinggi langit

2.2.7. Gaya bahasa Penulis memakai gaya bahasa campuran Alasan : Karena penulis masih memakai bahasa-bahasa asing (memakai kata serapan) Bukti : Dan dalam terawangannya itu ia yakin mengatakan bahwa setelah dewasa ia akan menjadi seorang sutradara sekaligus seorang penasihat spiritual dan Hypnotherapist ternama

2.3. Unsur ekstrinsik 2.3.1. Latar Belakang Pengarang Andrea Hirata lahir di Belitong. Meskipun studi mayornya ekonomi, ia amat menggemari sains (fisika, kimia, biologi, astronomi) dan tentu saja sastra. Edensor adalah novel ketiganya setelah novel – novel best seller Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi. Andrea lebih mengidentikkan dirinya sebagai seorang akademis dan backpaper. Sekarang ia tengah mengejar mimpinya yang lain untuk tinggal di Kye Gompa, desa tertinggi di dunia, di Himalaya. Andrea berpendidikan ekonomi dari Universitas Indonesia. Ia mendapat beasiswa dari Uni Eropa untuk studi master of science di Universitas de Paris, Sorbonne, Prancis, dan Sheffield Hallam University, United Kingdom. Tesis Andra di bidang Ekonomi telekomunikasi mendapat penghargaan dari kedua universitas tersebut dan ia lulus cum laude. Tesis itu telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia dan merupakan buku teori ekonomi telekomunikasi pertama yang ditulis oleh orang Indonesia. Buku itu telah beredar sebagai referensi ilmiah. Saat ini Andrea tinggal di Bandung dam masih bekerja di kantor pusat PT Telkom. Hobinya naik komidi putar.

2.3.2. Keyakinan dan pandangan hidup pengarang Penulis adalah seorang yang optimis dan bersemangat dalam menjalani hidupnya, terutama dalam hal pendidikan. Ia selalu mendeskripsikan hidup sebagai suatu tantangan bagi penulis hidup teka-teki yang harus dicari jawabnya.

2.3.3. Psikolog pengarang Pengarang merupakan sosok yamg imajinatif, kreatif, ulet, semngat, dan optimistis. Sifat semngatnya itu yang membuat pengarang mampu menciptakan novel-novel penyemangat terutama Laskar Pelangi ini. Dalam novel ini terlihat sekali bagaiman pengarang bersemangat dalm memperjuangkan pendidikan walaupun kemiskinan teru saja mendera. Pengarang melalui hidupnya dengan gembira dan menyenangkan.

2.3.4. Keadaan sosial masyarakat Penulis berada di tengah-tengah masyarakat yang dulunya merupakan pusat penghasilan Timah yaitu Belitong. Kondisi miskin tak membuat pengarang

menyerah dalam memperjuangkan pendidikannya. Hingga akhirnya lingkungan yang awalnya sangat kurang menyadari pendidikan, menjadi suatu lingkungan yang sangat berwawasan dan berpengetahuan.

2.4 Resensi

Sepuluh Murid-Murid Berbakat
Judul Buku Penulis Negara Bahasa Genre Penerbit Tanggal terbit Halaman ISBN : Laskar Pelangi : Andrea Hirata : Indonesia : Indonesia : Roman : Yogyakarta: Bentang Pustaka : 2008 : xviii + 534 halaman; 20,5 cm : 979-3062-79-7

Ini adalah kisah heroik kenangan 11 anak Belitong yang tergabung dalam ”Laskar Pelangi”: Syahdan, Lintang, Kucai, Samson, A Kiong, Sahara, Trapani, Harun, Mahar, Flo dan sang penutur cerita – Ikal. Andrea Hirata, yang tak lain adalah Ikal, dengan cerdas mengajak pembaca mengikuti tamasya nostalgia masa kanak-kanak di pedalaman Belitong yang berada dalam kehidupan kontras: kaya dengan tambang timah, tapi rakyatnya tetap miskin dalam kesehariannya. Ini adalah cerita tentang semangat juang menyala-nyala dari anak-anak kampung Belitong untuk mengubah nasib melalui sekolah, yang harus mereka dapat dengan terengah-engah. Sebagian besar orang tua mereka lebih suka melihat anakanaknya bekerja membantu orang tua di ladang, atau bekerja menjadi buruh kasar di PN Timah, daripada sekolah yang tak jelas masa depannya. Derita sekolah itu tergambar jelas ketika SD Muhammadiyah di kampung miskin itu terancam tutup kalau murid baru sekolah itu tidak mencapai 10 orang. kesebelas anak itulah yang telah menyelamatkan masa depan suar pendidikan yang hampir redup digilas ekonomi. Kesebalas anak itu memiliki keunikan masing-masing. Diantara 11 anak Laskar Pelangi itu, Lintang dan Mahar adalah 2 diantara yang paling menonjol. Lintang jenius dalam bidang eksakta, Mahar ahli di bidang seni budaya. Mereka seolah mewakili otak kanan dan otak kiri manusia. Lintang memiliki semangat juang

yang tiada tara dalam belajar. Dia rela menempuh perjalanan dengan kereta angin sejauh 80 km pergi pulang demi dapat memuaskan dahaga ilmu pegetahuan. Saking semangatnya hingga akan tercium karet terbakar dari sepatunya yang aus digerus pedal sepeda. Jika ada aral melintang di jalan dan terlambat sampai sekolah, tiada masalah baginya, asal dapat menyanyikan lagu ”Padamu Negeri” pada akhir jam pelajaran. Filicium adalah pohon yang menjadi saksi seluruh drama kehidupan Laskar Pelangi. Pohon itu menaungi sekolah mereka yang hampir roboh. Pohon itu menjadi markas setiap pertemuan mereka: membicarakan soal-soal di sekolah, merancang karya untuk festival 17 Agustus, atau tempat Lintang memberi kuliah tentang ilmu fisika. Pohon itu pulalah yang menjadi saksi kerinduan Ikal pada gadis manis keturunan cina, anak pemillik toko Sinar Harapan yang memiliki jari lentik dan kuku cantik. Anak-anak Laskar Pelangi itu hidup dalam kebahagiaan masa kecil dan menyimpan mimpi masing-masing untuk hari esok. Tapi siapa yang sanggup melawan sang nasib? Dua belas tahun kemudian, Ikal menyaksikan perubahan nasib teman-temannya yang sungguh diluar dugaan. Sang nasib sungguh menjadi sebuah misteri yang maha gelap. Anak-anak Laskar Pelangi itu boleh punya cita-cita setinggi langit, tapi nasib jualah yang menentukan episode kehidupan mereka selanjutnya. Sang nasib bisa jadi adalah ketiadaan kepedulian pemerintah akan bibit-bibit unggul mutiara anak bangsa yang harus terhempas oleh himpitan ekonomi. Mereka adalah anak-anak harapan bangsa yang terpaksa harus tunduk oleh gilasan nasib yang semestinya bisa diupayakan oleh pemerintah yang punya amanah dan kuasa untuk memajukan pendidikan. Lintang, sang jenius itu misalnya kini harus terpuruk jadi sopir tronton karena harus menjadi tulang punggung keluarga, menjadi pengganti ayahnya. Tapi Lintang punya jawaban, ” jangan sedih Ikal, paling tidak aku telah memenuhi harapan ayahku agar tidak jadi nelayan….” Bagi Ikal, kata-kata itu semakin menghancurkan hatinya, ia marah, kecewa pada kenyataan begitu banyak anak pintar yang harus berhenti sekolah karena alasan ekonomi. Ia mengutuki orang-orang bodoh sok pintar yang menyombongkan diri, dan anak-anak orang kaya yang menyia-nyiakan kesempatan pendidikan. Novel Laskar Pelangi penuh dengan taburan wawasan yang luas bak samudra dari penulisnya yang paham betul tentang ilmu eksakta, seni budaya, dan humaniora. Kita

akan dibuat tersenyum geli dari humor kecil yang dilontarkannya, terharu dan bahkan menangis ketika membaca kisah heroik kesebelas anak Laskar Pelangi. Kelemahan novel ini, menurut saya, hanya terletak pada cara mengakhiri cerita. Semestinya, novel ini sudah ditutup pada bab 33: Anarkonisme, yang menceritakan kejatuhan Babel (Bangka Belitung) yang dulu bergelimbang Timah. Bab 34: Gotik, menurut saya menjadi ekor cerita yang membingungkan. Karena penutur ”Aku” secara tiba-tiba menjadi orang lain, dan bukan lagi Ikal. Bab 34 ini menjadi mubazir. Kekuatan novel ini terletak pada sentilan humaniora tentang pentingnya pendidikan sekolah dan sekaligus kuatnya moral agama. Novel ini wajib baca bagi generasi muda yang terlena dengan gelimang kemudahan ekonomi dan tak lagi kenal jerih payah untuk menggapai masa depan. Novel ini juga wajib baca bagi para pendidik, bagi pemerintah yang selalu alpa pada pentingnya pendidikan. Buah dari kealpaan itu diantaranya adalah, kini kita menjadi bangsa yang sering menjadi bahan olok-olok oleh bangsa lain, karena kita rajin mencetak manusia yang tak punya kualitas.

BAB III PENUTUP

3.1. Kesimpulan Dari resensi novel tersebut dapat disimpulkan bahwa unsur pendukung dalam penyusunan novel ini adalah unsur intrinsik serta unsur ekstrinsik. Dan dari unsurunsur ini dapat kita ketahui kejelasan dari isi novel serta kekurangan dan kelebihan yang ada pada novel ini.

3.2. Kritik dan Saran 3.2.1. Kritik Menurut saya isi dari novel ini sangat mendukung bagi para pembaca karena ceritanya yang dapat dijadikan suatu contoh dalam hidup terutama dalam pendidikan. Beberapa kelebihan dalam novel ini yaitu, terdapat banyak kata – kata sulit untuk dimengerti yang digunakan oleh penulis dan di halaman belakang terdapat glosarium untuk katakata sulit tadi, sedangkan dilihat dari segi peminat novel ini banyak disukai mulai dari kalangan anak – anak hingga dewasa. 3.2.2 Saran Sebaiknya penulis dapat lebih mengangkat kebudayaan yang ada di Indonesia agar bisa terlihat oleh dunia luas bahwa Indonesia mempunyai kebudayaan yang bagus untuk di terapkan pada kehidupan sehari-hari.


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:77392
posted:1/10/2010
language:Indonesian
pages:18
Description: laskar pelangi