CAIRAN TUBUH DAN MINERAL MAKRO by fersi

VIEWS: 7,642 PAGES: 16

									CAIRAN TUBUH DAN MINERAL MAKRO

PRESENT BY
SECOND GROUP :

Agung Suganda Weny Wulan Sari Listya P. Imanda Radian Ilmaskal Dewi Yurika Sari Novia Putri Annisa Fersi Jimmy Windyos

(0810333062) (0810333063) (0810333075) (0810333088) (0810333089) (0810333091) (0810333096) (0810333103)

Pengertian Air dan Cairan Tubuh
Air adalah bagian utama tubuh, yaitu 55-60% dari berat badan orang dewasa atau 70% dari bagian tubuh tanpa lemak (lean body mass). Cairan tubuh adalah media semua reaksi kimia di dalam sel, yang terdiri atas cairan intraseluler dan ekstraseluler. Cairan ekstraseluler terdiri atas cairan interstial yang terdapat di sela-sela sel dan cairan intravaskuler berupa plasma darah.

Keseimbangan Cairan Dan Elektrolit
A. Disosiasi Garam Dalam Air Misalnya NaCl dalam air akan terdisosiasi sehingga terbentuk ion-ion positif dan negatif  Elektrolit. B. Daya Tarik Elektrolit Terhadap Air Molekul air bersifat polar sehingga dapat menarik elektrolit. C. Air Mengikuti Elektrolit Air akan bergerak ke arah larutan elektrolit yang berkonsentrasi lebih tinggi  tek. Osmosis.

Ketidakseimbangan Cairan dan Elektrolit
Apabila tubuh kehilangan elektrolit dalam jumlah banyak, akan terlihat gejala seperti mutah-muntah, diare, berkeringat luar biasa, terbakar, luka / perdarahan. Elektrolit pertama yang hilang adalah Na dan Cl.

Keseimbangan Asam Basa
PH normal untuk berbagai cairan tubuh adalah : Darah : 7,35 – 7,45 Pankreas : 8,00 Lambung : < 2,00 Urin : 6,00
Pengatur kes. As-ba : • Pengaturan oleh sistem Buffer • Pengaturan melalui sistem ekskresi

MINERAL??
Mineral merupakan bagian dari tubuh yang memegang peranan penting dalam pemeliaharaan fungsi tubuh, baik pada tingkat sel, jaringan, organ, maupun fungsi tubuh secara keseluruhan, dan berperan dalam berbagai tahap metabolisme, terutama sebagai kofaktor dalam aktivitas enzim-enzim.

Penggolongan Mineral
• Mineral Makro  mineral yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah lebih dari 100 mg sehari. • Mineral Mikro  mineral yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah kurang dari 100 mg sehari.

MINERAL MAKRO
1. Natrium (Na) • Fungsi : sebagai kation utama dalam cairan ekstraseluler, menjaga keseimbangan cairan dalam kompartemen tersebut, mengatur tekanan osmosis agar cairan tidak keluar dari darah dan masuk ke dalam sel-sel. • Kebutuhan : 35-40% Na ada di dalam tubuh manusia. Hampir seluruh Na dikonsumsi (3 hingga 7 gram sehari) dan diabsorpsi di usus halus. Sedangkan menurut WHO (1990) menganjurkan menkonsumsi garam dapur adalah 6 gram sehari. Taksiran kebutuhan natrium sehari untuk orang dewasa adalah sebanyak 500 mg sehari. • Sumber : garam dapur, kecap, sayuran, buah-buahan, dan margarine. • Kekurangan : kejang, apatis, dan kehilangan nafsu makan. • Kelebihan : menimbulkan keracunan yang dalam keadaan akut akan menyebabkan edema dan hipertensi.

2. Klorida (Cl)
• Fungsi : sebagai anion utama dalam cairan ekstraseluler, berperan dalam memelihara keseimbangan cairan dan elektrolit, memelihara keseimbangan asam basa, memelihara suasana asam didalam lambung, dan mengatur sistem renin angiotensin aldosteron yang mengatur keseimbangan caiarn tubuh. • Kebutuhan : di dalam makanan terdapat dalam bentuk garam dapur (NaCl) dan garam lainnya. Cl tidak pernah kurang dalam makanan sehari-hari. Kebutuhan minimum sehari ditaksir sebanyak 750 mg. • Sumber : garam dapur, beberapa sayuran, dan buah-buahan. • Kekurangan : muntah-muntah, diare kronis, dan keringat berlebihan. • Kelebihan : menimbulkan keracunan yang dalam keadaan akut akan menyebabkan edema dan hipertensi.

3. Kalium (K)
• Fungsi : memelihara keseimbangan caiaran elektrolit serta asam basa, berperan dalam transmisi saraf dan relaksasi otot, dan sebagai katalisator dalam banyak reaksi biologik, terutama dalam metabolisme energi dan sintesis glikogen dan protein, serta berperan dalam pertumbuhan sel. • Kebutuhan : Kekurangan K jarang terjadi. Kebutuhan minimum ditaksir sebanyak 2000 mg sehari. • Sumber : tumbuh-tumbuhan dan hewan, terutama buahbuahan, sayur-sayuran, dan kacang-kacangan. • Kekurangan : lemah, lesu, kehilangan nafsu makan, kelumpuhan, mengigau, dan konstipasi. • Kelebihan : menyebabkan gagal jantung dan bisa berakibat kematian, serta terjadi gangguan fungsi ginjal.

4. Kalsium (Ca)
• Fungsi : berperan dalam pembentukan tulang dan gigi, mengatur pembekuan darah, katalisator reaksi-reaksi biologik, kontraksi otot, pengendalian Ca dalam darah, dan dalam tulang. • Kebutuhan : dalam keadaan normal sebanyak 30-50% dikonsumsi dan diabsorpsi tubuh. Kebutuhan minimum ditaksir sebanyak 600-700 mg sehari. • Sumber : susu, keju, ikan, sereal, kacang-kacangan, tahu, tempe, dan sayuran hijau. • Kekurangan : gangguan pertumbuhan, tulang kurang kuat, osteoporosis, dan osteomalasia. • Kelebihan : menimbulkan batu ginjal atau gangguan ginjal, dan mangakibatkan konstipasi.

5. Fosfor (P)
• Fungsi : klasifikasi tulang dan gigi, mengatur pengalihan energi, absorpsi dan trasportasi zat gizi, bagian dari ikatan tubuh esensial, dan pengaturan keseimbangan asam basa. • Kebutuhan : bayi dapat menyerap 85-90% P dari air susu ibu (ASI). Sebanyak 65-70% dari susu sapi. Kebutuhan minimum ditaksir sebanyak 1000 mg sehari. • Sumber : daging, ayam, ikan, telur, susu, kacangkacangan, dan sereal. • Kekurangan : kerusakan tulang, bayi lahir prematur, dan kurang nafsu makan. • Kelebihan : menimbulkan kejang-kejang.

6. Magnesium (Mg)
• Fungsi : sebagai katalisator dalam reaksi biologik termasuk reaksi-reaksi yang berkaitan dengan metabolisme energi, karbohidrat, lipida, protein dan asam nukleat serta dalam sintesis, degradasi, dan stabilitas bahan DNA. Berperan dalam transmisi syaraf, kontraksi otot dan pembekuan darah, serta mencegah kerusakan gigi. • Kebutuhan : ± 60% dari 20-28 mg Mg dalam tubuh terdapat di dalam tulang dan gigi, 26% di otot dan selebihnya di jaringan lunak lainnya serta cairan tubuh. Kebutuhan minimum sebanyak 180-300 mg sehari. • Sumber : sayuran hijau, sereal, tumbuk, biji-bijian, kacang-kacangan, daging, susu, dan cokelat. • Kekurangan : muntah-muntah, diare, penurunan fungsi ginjal, kurangnya nafsu makan, mudah tersinggung, dan gagal jantung, serta sering berhalusinasi. • Kelebihan : mangakibatkan gagal ginjal.

7. Sulfur (S)
• Fungsi : berperan dalam menstabilkan molekul protein, memelihara keseimbangan asam basa, dan sebagai bahan pembentuk rambut, kuku, serta kulit. • Kebutuhan : • Sumber : • Kekurangan :

Thank you…


								
To top