DISBUN WASPADAI PEREDARAN BIBIT KELAPA SAWIT PALSU

Document Sample
DISBUN WASPADAI PEREDARAN BIBIT KELAPA SAWIT PALSU Powered By Docstoc
					
		DISBUN: WASPADAI PEREDARAN BIBIT KELAPA SAWIT PALSU
		
Sunday, 23 August 2009 02:16 -




 Para pekebun di Kabupaten Lampung Timur diminta mewaspadai peredaran bibit kelapa sawit
palsu, karena banyak ditemukan bibit palsu tersebut dalam setahun terakhir.

    Sukadana, Lampung Timur, 22/8 (Antara/FINROLL News)- Para pekebun di Kabupaten
Lampung Timur diminta mewaspadai peredaran bibit kelapa sawit palsu, karena banyak
ditemukan bibit palsu tersebut dalam setahun terakhir.

"Selama tahun 2008, banyak ditemukan bibit kelapa sawit palsu di sejumlah daerah, seperti di
Kabupaten Lampung Timur, Lampung Selatan, Lampung Utara, Lampung Tengah dan Tulang
Bawang," kata Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Lampung, Sutomo, di Bandarlampung,
Sabtu.

Menurutnya, penemuan bibit palsu di Provinsi Lampung itu, merupakan hasil penelitian UPTD
Badan Pengawasan dan Pengujian Mutu Benih (BP2MB) di Tegineneng Lampung Selatan.

 Kerugian yang disebabkannya mencapai Rp20,18 miliar, dengan penggunaan bibit palsu
sebanyak 308.000 bibit.

Dia menjelaskan, akibat bibit palsu ini sebagian besar tanaman kelapa sawit tidak
menghasilkan buah karena mandul.

 Kalaupun ada buahnya, ujarnya, produktivitasnya sangat rendah atau hanya 50 persen dari
produktivitas bibit asli atau resmi.

 Ditambahkannya, maraknya bibit palsu itu, seiring meningkatnya luas lahan tanaman kelapa
sawit rakyat di Provinsi Lampung dalam sepuluh tahun terakhir.

 Berdasarkan data dari Dinas Perkebunan Provinsi Lampung, luas lahan mencapai 143 ribu
hektare, diantaranya perkebunan rakyat (52 persen), swasta (40 persen), dan perkebunan
besar negara (8 persen).

 Sementara itu, ada enam jenis bibit asli atau resmi kelapa sawit, yakni bibit dari Pusat
Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) di Medan dengan harga Rp2.000/butir, bibit PT Perusahaan
Perkebunan di Medan yang harganya Rp2.700/butir, bibit dari PT Socfin Indonesia di Medan
dengan harga Rp2.750/butir,

Kemudian, bibit dari PT Bina Sawit Makmur di Palembang seharga Rp2.700/butir, bibit dari PT
Tunggal Yunus Estate di Riau seharga Rp2.800/butir, dan bibit dari PT Dami Mas Sejahtera di
Riau dengan harga Rp2.800/butir.

Selain itu, Dinas Perkebunan Provinsi Lampung bersama instansi terkait sepakat untuk
menanggulangi penggunaan dan peredaran bibit palsu, terutama di sentra tanaman rakyat.

Beberapa usaha konkret yang dilakukan dinas, antara lain memfasilitasi penyediaan bibit



                                                                                          1/2

		DISBUN: WASPADAI PEREDARAN BIBIT KELAPA SAWIT PALSU
		
Sunday, 23 August 2009 02:16 -




unggul (model waralaba), pengawasan atau bimbingan teknis penggunaan bibit kelapa sawit,
serta bekerja sama dengan Kepolisian Daeral (Polda) Lampung untuk mengawasi peredaran
dan pemusnahan bibit sawit palsu.

(PSO-047) (T




                                                                                     2/2

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:705
posted:1/9/2010
language:Indonesian
pages:2