PENGARUH TRUST IN A BRAND TERHADAP BRAND LOYALTY PADA by morgossi7a2

VIEWS: 3,275 PAGES: 19

									                                                                                    ISSN 1410-4628


       PENGARUH TRUST IN A BRAND TERHADAP BRAND LOYALTY PADA
            KONSUMEN AIR MINUM AQUA DI KOTA DENPASAR

                                        Gede Riana
                                    Jurusan Manajemen
                      Fakultas Ekonomi, Universitas Udayana, Denpasar


                                           ABSTRAK

        Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari secara empirik pengaruh dari variabel trust
in a brand yang meliputi brand characteristic, company characteristic, dan consumer – brand
characteristic terhadap brand loyalty. Merek yang diteliti adalah merek air minum Aqua, yang
respondennya diambil dari para pengguna air minum Aqua yang ada di Kota Denpasar.
        Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara bersama-sama dan parsial variabel trust
in a brand berpengaruh signifikan terhadap brand loyalty. Pengaruh variabel trust in a brand
terhadap brand loyalty adalah sebesar 0,971 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000.
Sebaliknya, secara parsial pengaruh variabel trust in a brand adalah sebagai berikut. Pertama
brand characteristic berpengaruh signifikan terhadap brand loyalty dengan koefisien beta
sebesar 0,668 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000, di mana brand characteristic
berpengaruh dominan terhadap brand loyalty.
        Company characteristic mempunyai pengaruh signifikan terhadap brand loyalty dengan
koefisien beta sebesar 0,224 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000. Consumer – brand
characteristic juga berpengaruh signifikan terhadap brand loyalty dengan koefisien beta sebesar
0,165 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000.
        Dalam upaya meningkatkan loyalitas merek, pihak perusahaan harus senantiasa
meningkatkan dan mempertahankan kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan. Brand
characteristik sebagai salah satu variabel yang berpengaruh dominan harus tetap dapat
dikendalikan secara langsung oleh perusahaan.

Kata kunci: trust in a brand, brand loyalty


           THE EFFECT OF TRUST IN A BRAND TO LOYALTY OF AQUA DRINK
                   WATER CUSTOMERS IN DENPASAR CITY


                                              ABSTRACT

         This research is aimed to study empirically the effect of trust in a brand variable which
includes brand characteristic, company characteristic and consumer – brand characteristic to
brand loyalty. The mark being researched is drink water of Aqua of which respondents are take
from the use of Aqua drink water in Denpasar City.
         The result of this research shows that simultaneous and partial variable of trust in a
brand have significant effect to brand royalty. The effect of trust in a brand to brand royalty is
0.971 with significance level of 0.000. While partially, the effect of trust in a brand variable is
as follows: first, the brand characteristic has significant effect to brand loyalty with beta
coefficient of 0.668 with significance level of 0.000, where brand characteristic has dominant
effect to brand loyalty. The company characteristic has significant effect to brand loyalty with
beta coefficient of 0.224 with significance level of 0.000. Consumer – brand characteristic also
has significant to brand loyalty with beta coefficient of 0.165 with significance level of 0.000




BULETIN STUDI EKONOMI Volume 13 Nomor 2 Tahun 2008                                            184
                                                                                 ISSN 1410-4628


        In the effort to increase loyalty to brand, the company must increase and maintain trust
of customers to the company. Brand characteristic is as one of the most dominant variable must
remain to be controlled directly by the company.

Key words: trust in a brand, brand loyalty


1. PENDAHULUAN                                      harus mempunyai aura, harus konsisten,
                                                    kualitasnya harus dijaga dari waktu ke
1.1 Latar Belakang Masalah
                                                    waktu, selain tentunya juga harus
       Dalam kondisi persaingan yang
                                                    mempunyai kredibilitas.
semakin ketat, setiap perusahaan harus
                                                           Agar tampil menjadi yang terbaik,
mampu bertahan hidup, bahkan harus dapat
                                                    tentu suatu merek harus terlihat seksi di
terus berkembang. Salah satu hal penting
                                                    pasar hingga mampu membuat konsumen
yang perlu dilakukan dan diperhatikan oleh
                                                    tertarik membelinya. Agar terlihat seksi,
setiap perusahaan adalah mempertahankan
                                                    merek tersebut harus memiliki costumer
pelanggan yang telah ada, terus menggarap
                                                    value jauh di atas merek-merek yang lain.
pelanggan-pelanggan potensial baru agar
                                                    Selain itu, harus mampu meningkatkan
jangan sampai pelanggan meninggalkan
                                                    keterlibatan emosi pelanggan sehingga
perusahaan menjadi pelanggan perusahaan
                                                    pelanggan     mempunyai        ikatan    dan
lain. Dengan kata lain perusahaan harus
                                                    keyakinan terhadap merek tersebut.
mampu         mempertahankan       loyalitas
                                                           Sebagai salah satu produsen air
pelanggan.
                                                    minum terbesar dan pertama di Indonesia,
       Loyalitas pelanggan terhadap merek
                                                    tentu Aqua tidak menghendaki            para
produk merupakan konsep yang sangat
                                                    pelanggannya beralih ke produk lain. Oleh
penting khususnya pada kondisi tingkat
                                                    sebab itu, tuntutan untuk selalu menjadi
persaingan yang sangat ketat dengan
                                                    yang terbaik harus menjadi komitmen
pertumbuhan yang rendah. Pada kondisi
                                                    organisasi agar para pengguna air minum
demikian loyalitas pada merek sangat
                                                    masih tetap          setia untuk selalu
dibutuhkan agar perusahaan dapat bertahan
                                                    mengkonsumsi air minum Aqua. Kesetiaan
hidup.     Di     samping     itu,    upaya
                                                    pelanggan tidak dapat begitu saja diraih,
mempertahankan loyalitas merek ini
                                                    tetapi memerlukan proses panjang untuk
merupakan upaya strategis yang lebih
                                                    meyakinkan bahwa Aqua merupakan air
efektif dibandingkan dengan upaya menarik
                                                    minum terbaik.
pelanggan baru.
                                                           Membangun kepercayaan konsumen
       Persoalan merek menjadi salah satu
                                                    telah dilakukan oleh perusahaan air mineral
persoalan yang harus dipantau secara terus-
                                                    Aqua sejak didirikan. Hal ini dibuktikan
menerus oleh setiap perusahaan. Merek-
                                                    dengan inovasi yang telah dilakukan oleh
merek yang kuat, teruji, dan bernilai tinggi
                                                    PT Tirta Investama untuk selalu
terbukti tidak hanya sukses mengalahkan
                                                    memberikan      yang      terbaik     kepada
hitungan-hitungan rasional, tetapi juga
                                                    konsumen. Inovasi tersebut berupa selalu
canggih mengolah sisi - sisi emosional
                                                    melakukan pengembangan dan diversifikasi
konsumen. Merek bisa memiliki nilai tinggi
                                                    terhadap produk Aqua serta membangun
karena ada brand building activity yang
                                                    aliansi dengan merek terkenal, yaitu
bukan sekadar berdasarkan komunikasi,
                                                    Danome untuk memperkuat pasar.
tetapi merupakan segala macam usaha lain
untuk memperkuat merek tersebut.
                                                    1.2 Rumusan Masalah
       Dari komunikasi, merek bisa
                                                          Dari latar belakang masalah yang
menjanjikan sesuatu, bahkan lebih dari
                                                    telah   diuraikan    dapat     dirumuskan
janji, merek juga mensinyalkan sesuatu
                                                    permasalahan sebagai berikut.
(brand signaling). Merek akan mempunyai
                                                    (1) Apakah variabel brand characteristic,
reputasi jika ia memiliki kualitas dan
                                                        company characteristic, dan consumer-
karisma. Agar memiliki karisma, merek
                                                        brand characteristic secara bersama-

BULETIN STUDI EKONOMI Volume 13 Nomor 2 Tahun 2008                                         185
                                                                               ISSN 1410-4628


    sama berpengaruh signifikan terhadap         group of seller, and to differentiate those
    brand loyalty pada konsumen air              goods or services from those of competitors
    minum Aqua ?                                 “. Suatu merek pada gilirannya memberi
(2) Apakah variabel brand characteristic,        tanda pada konsumen mengenai sumber
    company characteristic, dan consumer         produk tersebut. Di samping itu, merek
    – brand characteristic secara parsial        melindungi, baik konsumen maupun
    berpengaruh signifikan terhadap brand        produsen dari para kompetitor yang
    loyalty pada konsumen air minum Aqua         berusaha memberikan produk-produk yang
    serta variabel mana yang berpengaruh         tampak identik.
    dominan ?                                           Merek sebenarnya merupakan janji
                                                 penjual untuk secara konsisten memberikan
1.2 Tujuan Penelitian                            keistimewaan, manfaat, dan jasa tertentu
      Sesuai dengan permasalahan yang            kepada pembeli. Merek-merek terbaik
telah dirumuskan, tujuan penelitian yang         memberikan jaminan mutu. Akan tetapi,
hendak dicapai adalah sebagai berikut.           merek lebih dari sekadar simbol. Merek
(1) Untuk mengetahui pengaruh secara             dapat memiliki enam level pengertian
    bersama-sama       variabel      brand       (Kotler, 2000: 460) yaitu sebagai berikut.
    characteristic, company characteristic,      (1) Atribut: merek mengingatkan pada
    dan consumer – brand characteristic              atribut tertentu. Mercedes memberi
    terhadap brand loyalty pada konsumen             kesan sebagai mobil yang mahal, dibuat
    air minum Aqua.                                  dengan baik, dirancang dengan baik,
(2) Untuk mengetahui pengaruh secara                 tahan lama, dan bergengsi tinggi.
    parsial variabel brand characteristic,       (2) Manfaat: bagi konsumen, kadang
    company characteristic, dan consumer             sebuah       merek      tidak    sekadar
    – brand characteristic terhadap brand            menyatakan atribut, tetapi manfaat.
    loyalty pada konsumen air minum Aqua             Mereka membeli produk tidak membeli
    serta variabel yang           dominan            atribut, tetapi membeli manfaat. Atribut
    berpengaruh.                                     yang dimiliki oleh suatu produk dapat
                                                     diterjemahkan        menjadi     manfaat
2. TINJAUAN PUSTAKA                                  fungsional dan atau emosional. Sebagai
                                                     contoh : atribut “tahan lama“
2.1   Landasan Teori
                                                     diterjemahkan        menjadi     manfaat
2.1.1 Pengertian Merek (Brand)                       fungsional “tidak perlu cepat beli lagi,
      Keahlian yang sangat unik dari                 atribut “mahal“ diterjemahkan menjadi
pemasar profesional adalah kemampuannya              manfaat emosional “bergengsi”, dan
untuk       menciptakan,      memelihara,            lain-lain.
melindungi, dan meningkatkan merek. Para         (3) Nilai: merek juga menyatakan sesuatu
pemasar mengatakan bahwa pemberian                   tentang nilai produsen. Jadi, Mercedes
merek adalah seni dan bagian paling                  berarti kinerja tinggi, keamanan,
penting dalam pemasaran.                             gengsi, dan lain-lain.
      Menurut     American      Marketing        (4) Budaya: merek juga mewakili budaya
Association (Kotler, 2000 : 460), merek              tertentu. Mercedes mewakili budaya
adalah nama, istilah, tanda, simbol,                 Jerman, terorganisasi, efisien, bermutu
rancangan, atau kombinasi dari hal-hal               tinggi.
tersebut,   yang    dimaksudkan      untuk       (5) Kepribadian: merek mencerminkan
mengidentifikasi barang atau jasa dari               kepribadian       tertentu.    Mercedes
seorang atau kelompok penjual dan untuk              mencerminkan pimpinan yang masuk
membedakannya dari produk pesaing.                   akal (orang), singa yang memerintah
      Menurut Aaker (1991 : 7), merek                (binatang), atau istana yang agung
adalah “ A distinguishing name and / or              (objek).
symbol (such as logo, trade mark, or             (6) Pemakai: merek menunjukkan jenis
package design ) intended to identify to             konsumen        yang     membeli     atau
goods or services of either one seller of a          menggunakan          produk     tersebut.

BULETIN STUDI EKONOMI Volume 13 Nomor 2 Tahun 2008                                       186
                                                                              ISSN 1410-4628


    Mercedes menunjukkan pemakainya              Loyalitas merek menunjukkan adanya suatu
    seorang diplomat atau eksecutif.             ikatan antara pelanggan dengan merek
      Pada     intinya    merek      adalah      tertentu dan ini sering kali ditandai dengan
penggunaan nama, logo, trade mark, serta         adanya pembelian ulang dari pelanggan.
slogan untuk membedakan perusahaan               Mowen (2002 : 109) mengemukakan bahwa
perusahaan dan individu-individu satu sama       loyalitas dapat didasarkan pada perilaku
lain dalam hal apa yang mereka tawarkan.         pembelian aktual produk yang dikaitkan
Penggunaan konsisten suatu merek, simbol,        dengan proporsi pembelian.
atau logo membuat merek tersebut segera                 Perusahaan yang mempunyai basis
dapat dikenali oleh konsumen sehingga            pelanggan yang mempunyai loyalitas merek
segala sesuatu yang berkaitan dengannya          yang tinggi dapat mengurangi biaya
tetap diingat. Dengan demikian, suatu            pemasaran perusahaan karena biaya untuk
merek dapat mengandung tiga hal, yaitu           mempertahankan pelanggan jauh lebih
sebagai berikut.                                 murah dibandingkan dengan mendapatkan
(1) Menjelaskan      apa    yang      dijual     pelanggan baru. Loyalitas merek yang
    perusahaan.                                  tinggi dapat meningkatkan perdagangan.
(2) Menjelaskan apa yang dijalankan oleh         Dan dapat menarik minat pelanggan baru
    perusahaan.                                  karena mereka memiliki keyakinan bahwa
(3) Menjelaskan profil perusahaan itu            membeli produk bermerek minimal dapat
    sendiri.                                     mengurangi risiko. Keuntungan lain yang
      Suatu        merek      memberikan         didapat dari loyalitas merek adalah
serangkaian janji yang di dalamnya               perusahaan dapat lebih cepat untuk
menyangkut kepercayaan, konsistensi, dan         merespons gerakan pesaing.
harapan. Dengan demikian, merek sangat
penting, baik bagi konsumen maupun               2.1.3 Kepercayaan terhadap Merek (Trust
produsen.     Bagi     konsumen,     merek              In a Brand)
bermanfaat untuk mempermudah proses                     Pemahaman yang lengkap tentang
keputusan pembelian dan merupakan                loyalitas merek tidak dapat diperoleh tanpa
jaminan akan kualitas. Sebaliknya, bagi          penjelasan mengenai kepercayaan terhadap
produsen, merek dapat membantu upaya-            merek (trust in a brand) dan bagaimana
upaya untuk membangun loyalitas dan              hubungannya dengan loyalitas merek.
hubungan berkelanjutan dengan konsumen.          Dalam pemasaran industri, para peneliti
                                                 telah menemukan bahwa kepercayaan
                                                 terhadap sales dan supplier merupakan
2.1.2 Loyalitas Merek (Brand Loyalty)            sumber dari loyalitas.
      Loyalitas merek (brand loyalty)                   Menurut Lau dan Lee (1999 : 44 ),
merupakan suatu konsep yang sangat               terdapat tiga faktor yang mempengaruhi
penting    dalam    strategi   pemasaran.        kepercayaan terhadap merek. Ketiga faktor
Keberadaan konsumen yang loyal pada              ini berhubungan dengan tiga entitas yang
merek sangat diperlukan agar perusahaan          tercakup dalam hubungan antara merek dan
dapat bertahan hidup. Loyalitas dapat            konsumen. Adapun ketiga faktor tersebut
diartikan sebagai suatu komitmen yang            adalah merek itu sendiri, perusahaan
mendalam untuk melakukan pembelian               pembuat       merek,    dan      konsumen.
ulang produk atau jasa yang menjadi              Selanjutnya Lau dan Lee memproposisikan
preferensinya secara konsisten pada masa         bahwa kepercayaan terhadap merek akan
yang akan datang dengan cara membeli             menimbulkan loyalitas merek. Hubungan
ulang merek yang sama meskipun ada               ketiga faktor tersebut dengan kepercayaan
pengaruh situasional dan usaha pemasaran         merek dapat digambarkan sebagai berikut.
yang     dapat   menimbulkan     perilaku               Brand characteristic mempunyai
peralihan.                                       peran yang sangat penting dalam
       Aaker (1996 : 8) mendefinisikan           menentukan       pengambilan      keputusan
brand loyalty sebagai “A measure of the          konsumen untuk mempercayai suatu merek.
attachment that a costumer has a brand“.         Hal ini disebabkan oleh konsumen

BULETIN STUDI EKONOMI Volume 13 Nomor 2 Tahun 2008                                      187
                                                                               ISSN 1410-4628


melakukan penilaian sebelum membeli.             2.1.4 Faktor Pembentuk Kepuasan
Karakteristik merek yang berkaitan dengan               Pelanggan
kepercayaan      merek      meliputi    dapat           Konsep trust (kepercayaan) menjadi
diramalkan, mempunyai reputasi, dan              suatu isu yang populer dalam bidang
kompeten.                                        pemasaran dengan munculnya orientasi
       Company characteristic yang ada di        relasional dalam aktivitas pemasaran. Trust
balik     suatu     merek      juga     dapat    dipandang sebagai dasar dalam hubungan
mempengaruhi         tingkat     kepercayaan     dengan konsumen dan trust merupakan
konsumen terhadap merek tersebut.                atribut terpenting      yang dimiliki oleh
Pengetahuan konsumen tentang perusahaan          merek. Para peneliti pemasaran menyatakan
yang ada di balik merek suatu produk             bahwa trust merupakan faktor fundamental
merupakan dasar awal pemahaman                   yang dapat mengembangkan loyalitas
konsumen terhadap merek suatu produk.            konsumen.
Karakteristik ini meliputi reputasi suatu               Adanya kepuasan pada konsumen
perusahaan, motivasi perusahaan yang             akan menimbulkan kepercayaan, karena
diinginkan, dan integritas suatu perusahaan.     adanya konsistensi merek dalam memenuhi
       Consumer-brand          characteristic    harapan konsumen Di samping itu, merek
merupakan merupakan dua kelompok yang            yang dipilih dapat melindungi, menjaga
saling mempengaruhi. Oleh sebab itu,             keselamatan, keamanan, dan kepentingan
karakteristik konsumen – merek dapat             konsumen. Dengan demikian, keyakinan
mempengaruhi        kepercayaan      terhadap    mengenai keandalan dan kenyamanan
merek. Karakteristik ini meliputi kemiripan      merupakan hal yang penting dari trust
antara konsep emosional konsumen dengan          (kepercayaan).
kepribadian merek, kesukaan terhadap                    Menurut      Irawan (2003 : 16),
merek, dan pengalaman terhadap merek..           kepuasan pelanggan merupakan salah satu
      Konsep diri merupakan totalitas            alat ukur untuk melihat daya saing suatu
pemikiran dan perasaan individu dengan           perusahaan. Berdasarkan beberapa artikel
acuan dirinya sebagai objek sehingga sering      ilmiah tentang kepuasan pelanggan,
kali dalam konteks pemasaran dianalogkan         terdapat lima faktor utama yang
merek sama dengan orang. Suatu merek             menentukan tingkat kepuasan pelanggan.
dapat memiliki kesan atau kepribadian.                  Pertama adalah kualitas produk.
Kepribadian merek adalah asosiasi yang           Konsumen atau pelanggan akan merasa
terkait dengan merek yang diingat oleh           puas bila hasil evaluasi menunjukkan
konsumen        dan      konsumen       dapat    bahwa produk yang mereka gunakan
menerimanya.          Konsumen seringkali        berkualitas. Beberapa dimensi yang
berinteraksi dengan merek seolah-olah            berpengaruh dalam membentuk kualitas
merek tersebut adalah manusia. Dengan            produk adalah        performance, features,
demikian, kesamaan antara konsep diri            reliability, conformance to spesification,
konsumen dengan kepribadian merek                durability, serviceability, estetika, dan
sangat berkaitan dengan kepercayaan              perceived quality.
konsumen terhadap merek tersebut.                       Kedua adalah kualitas pelayanan.
      Kesukaan          terhadap        merek    Pelanggan akan merasa puas apabila
menunjukkan kesukaan yang dimiliki oleh          mereka mendapatkan pelayanan yang baik
suatu kelompok terhadap kelompok lain            atau sesuai dengan yang diharapkan.
karena kesamaan visi dan daya tarik. Untuk       Dimensi kualitas pelayanan sudah banyak
mengawali hubungan suatu kelompok harus          dikenal      yang     meliputi   reliability,
disukai atau mendapat simpati dari               responsiveness, assurance, emphaty, dan
kelompok yang lain. Bagi konsumen, untuk         tangible.
membuka hubungan dengan suatu merek,                    Ketiga adalah faktor emosional.
maka konsumen harus menyukai dahulu              Konsumen         merasa     bangga      dan
merek tersebut.                                  mendapatkan keyakinan bahwa orang lain
                                                 akan kagum terhadap dia apabila
                                                 menggunakan produk dengan merek

BULETIN STUDI EKONOMI Volume 13 Nomor 2 Tahun 2008                                       188
                                                                              ISSN 1410-4628


tertentu. Kepuasan ini bukan semata-mata               consumer – brand characteristic
karena kualitas produk tersebut, tetapi                secara bersama-sama berpengaruh
social value yang membuat pelanggan                    signifikan terhadap brand loyalty.
menjadi puas terhadap merek produk               (2)   Secara parsial variabel brand
tertentu.                                              characteristic,              company
       Keempat adalah harga. Produk yang               characteristic, dan consumer – brand
mempunyai kualitas yang sama, tetapi                   characteristic berpengaruh signifikan
menetapkan harga yang relatif murah akan               terhadap brand loyalty dan yang
memberikan nilai yang lebih tinggi kepada              mempunyai        pengaruh    dominan
pelanggan. Di sini jelas bahwa faktor harga            adalah variabel brand characteristic.
juga merupakan faktor yang penting bagi
pelanggan untuk mengevaluasi tingkat             3.2 Identifikasi Variabel
kepuasannya.                                           Variabel-variabel dalam penelitian ini
       Kelima adalah biaya dan kemudahan         meliputi tiga variabel independen (X), yaitu
untuk mendapatkan produk atau jasa.              brand characteristic (X1), company
Pelanggan yang tidak perlu mengeluarkan          characteristic (X2), dan consumer – brand
suatu biaya tambahan atau tidak perlu            characteristic (X3). Sebaliknya, variabel
membuang waktu untuk mendapatkan suatu           dependen (Y) hanya satu yaitu brand
produk atau jasa akan cenderung puas             loyalty.Variabel-variabel serta indikator
terhadap produk atau jasa tersebut.              penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 1.

2.2 Penelitian Sebelumnya                        3.3 Penentuan Populasi dan Sampel
       Penelitian sebelumnya dilakukan oleh            Teknik pengambilan sampel dilakukan
Ibnu Chouldum “Pengaruh Variabel Brand           dengan Quota Accidental Sampling, yaitu
Trust terhadap Pembentukan Brand                 dengan penetapan jumlah anggota sampel
Loyalty“ (2004). Hasil penelitian ini            secara qkota atau jumlah terhadap
membuktikan bahwa ada pengaruh yang              konsumen yang mudah ditemui pada saat
signifikan     antara variabel brand trust       survei dilakukan. Sebelum survei dilakukan
dengan pembentukan brand loyalty.                calon responden diberikan penjelasan
Variabel brand trust yang digunakan adalah       tentang indikator penelitian yang berupa
fiability, intentionality, dan overall           pernyataan     sehingga   hasil    jawaban
satisfaction.                                    responden yang didapat dari sampel
       Persamaan penelitian ini dengan           nantinya mewakili sifat- sifat populasi di
penelitian sebelumnya adalah sama-sama           mana sampel tersebut ditarik. Para
menguji pengaruh variabel brand trust            pengguna air mineral sebagai calon
terhadap brand loyalty.                          responden ditemui di lokasi tersebut dan
       Sebaliknya, perbedaan penelitian ini      ditawari kesediaannya untuk menjadi
dengan penelitian sebelumnya adalah dalam        responden.
variabel brand trust yang digunakan.                    Karena adanya keterbatasan waktu,
Penelitian ini menggunakan tiga variabel         tenaga, dan biaya, batasan jumlah sampel
brand trust, yaitu brand characteristic,         yang diambil dari seluruh populasi adalah
company characteristic, dan consumer-            sebanyak lima sampai dengan sepuluh kali
brand characteristic.                            jumlah indikator dari variabel bebas yang
                                                 diteliti (Santosa: 2001). Jadi, atas dasar
3. METODE PENELITIAN                             kriteria tersebut diatas dapat ditentukan
                                                 jumlah sampel minimal yang diambil
3.1 Hipotesis
                                                 adalah:
     Hipotesis yang diajukan sebagai
jawaban sementara terhadap permasalahan          n = 5 x I = 5 x 19 = 95
yang diajukan dalam penelitian ini adalah
                                                 Keterangan:
sebagai berikut.
                                                 n = Ukuran sampel
(1) Variabel     brand     characteristic
                                                 I = Jumlah indikator variabel bebas yang
     company      characteristic     dan
                                                 diteliti

BULETIN STUDI EKONOMI Volume 13 Nomor 2 Tahun 2008                                      189
                                                                                ISSN 1410-4628


      Karena lokasi penelitian mempunyai         3.6 Uji Validitas dan Reliabilitas
wilayah yang cukup luas, responden yang                 Validitas adalah suatu ukuran yang
dijadikan sampel penelitian diperluas            menunjukkan tingkat keabsahan dan
menjadi enam kali jumlah indikator               kevalidan suatu alat ukur atau instrumen
variabel bebas menjadi         114 orang         penelitian. Validitas menunjukkan sejauh
responden. Dari 114 orang responden yang         mana suatu alat ukur mampu mengukur apa
digunakan sebagai sampel penelitian dicari       yang diukur dalam suatu penelitian. Alat
responden yang telah berkeluarga, baik laki      pengukur yang absah akan mempunyai
laki maupun perempuan, baik yang                 validitas yang tinggi. Untuk menguji
berpendidikan maupun tidak berpendidikan,        validitas alat ukur atau instrumen penelitian
berstatus pekerja atau tidak bekerja, dan        terlebih dahulu di cari nilai (harga) korelasi
semua responden adalah pengguna air              dengan mennggunakan rumus korelasi
minum merek Aqua.                                Product Moments Pearson.
                                                        Reliabilitas mengarah pada keajegan
3.4 Jenis dan Sumber Data                        suatu alat ukur. Tingkat reliabilitas
      Data     yang     digunakan      dalam     memperhatikan sejauh mana alat ukur dapat
penelitian ini meliputi dua jenis data, yaitu    diandalkan dan dipercaya sehingga hasil
sebagai berikut.                                 pengukuran tetap konsisten jika dilakukan
(1) Data primer merupakan data yang              pengukuran berulang-ulang terhadap gejala
      diperoleh dari hasil penyebaran            yang sama dengan alat ukur yang sama
      kuesioner kepada warga masyarakat          pula.
      Kota Denpasar yang mengkonsumsi
      air minum Aqua.                            3.7 Teknik Analisis Data
(2) Data sekunder, yaitu data yang
                                                 3.7.1 Metode Suksesif Interval
      bersumber dari PT Tirta Investama
                                                       Sebelum melakukan analisis regresi
      dan sumber-sumber lain yang telah
                                                 berganda, tahap awal yang dilakukan
      tersedia     sebelumnya      berkaitan
                                                 adalah melakukan pengolahan data dengan
      dengan penelitian.
                                                 mengubah data ordinal menjadi data
                                                 interval dengan menggunakan metode
3.5 Teknik Pengumpulan Data
                                                 suksesif interval.
(1) Wawancara
                                                       Metode suksesif interval berfungsi
    Teknik wawancara digunakan untuk
                                                 untuk mengubah data ordinal menjadi
    mengumpulkan data dengan melakukan
                                                 interval. Suatu daftar pertanyaan biasanya
    pertanyaan langsung kepada para
                                                 menghasilkan data ordinal misalnya dengan
    responden dan pihak yang berkompeten
                                                 skala likert di mana tidak menunjukkan
    dalam penelitian. Wawancara dilakukan
                                                 perbandingan antarjawaban secara nyata.
    dengan metode angket yang berisi
                                                 Dengan data interval perbandingan antara
    berbagai pertanyaan tentang variabel
                                                 jawaban yang sebanarnya akan terlihat
    penelitian.. Data dikumpulkan dengan
                                                 tajam sehingga selanjutnya dapat diolah
    cara membagikan angket kepada para
                                                 untuk memperoleh suatu nilai jawaban
    calon responden khususnya pengguna
                                                 responden.
    air minum Aqua pada tempat-tempat
    penjualan air minum Aqua.
                                                 3.7.2 Uji Asumsi Regresi Berganda
(2) Observasi
                                                 a. Uji Linieritas
    Teknik pengumpulan data dengan
                                                        Linieritas adalah keadaan yang
    melakukan      pengamatan      langsung
                                                 menunjukkan hubungan antara variabel
    terhadap objek yang diteliti dalam
                                                 brand loyalty dengan variabel brand
    mengumpulkan informasi penelitian.
                                                 charakteristic, company characteristic, dan
    Observasi dilakukan dengan melihat
                                                 consumer-brand characteristic         bersifat
    dokumen-dokumen, arsip-arsip, baik
                                                 linier (garis lurus) dalam range variabel
    yang berupa laporan maupun catatan
                                                 independen tertentu. Linieritas diuji dengan
    yang tersedia pada perusahaan.


BULETIN STUDI EKONOMI Volume 13 Nomor 2 Tahun 2008                                        190
                                                                              ISSN 1410-4628


menggunakan       scatter   plot    (diagram     SRESID dengan ZPRED di mana sumbu Y
pencar).                                         adalah Y yang telah diprediksi dan sumbu
                                                 X adalah residual (Y prediksi – Y
b. Uji Normalitas                                sesungguhnya) yang telah di- studentized
      Tujuan uji normalitas adalah untuk         (Ghozali, 2001 : 69).
mengetahui apakah distribusi sebuah data
mengikuti atau mendekati distribusi normal,      e. Uji Autokorelasi
yakni distribusi data dengan bentuk lonceng            Uji autokorelasi dilakukan untuk
(bell shaped). Data yang baik adalah data        mengetahui apakah terjadi           korelasi
yang mempunyai pola seperti distribusi           antarvariabel bebas dalam penelitian. Untuk
normal, yaitu distribusi data tersebut tidak     mengetahui ada tidaknya autokorelasi,
menceng ke kanan dan ke kiri.                    dapat dilihat dari nilai Durbin – Watson
      Uji normalitas pada multivariate           test. Apabila nilai Durbin – Watson test
sebenarnya sangat kompleks karena harus          mendekati nilai 2, maka dapat dikatakan
dilakukan pada sebuah variabel secara            bahwa tidak terjadi autokorelasi pada
bersama-sama. Namun, uji ini bisa juga           variabel bebas.
dilakukan pada sebuah variabel dengan
logika bahwa jika secara individual tiap-        3.7.3 Analisis Regresi Berganda
tiap variabel memenuhi asumsi normalitas,               Model regresi digunakan untuk
maka secara bersama-sama (multivariate)          mengasumsikan bahwa terdapat hubungan
variabel-variabel      tersebut    dianggap      linier antara variabel brand loyalty dengan
memenuhi asumsi normalitas.                      variabel brand characteristic, company
                                                 characteristic, dan consumer – brand
c. Uji Multikolinieritas                         characteristic.
       Adanya multikolinieritas merupakan               Adapun model persamaan regresi
pelanggaran      dalam    asumsi     klasik.     yang dapat diperoleh dalam analisis ini
multikolinieritas maksudnya tidak boleh          adalah :
terjadi hubungan antarvariabel bebas
                                                 Y = β0+ β1 X1 + β2 X2 + β3 X3 + e
(independent). Untuk mendeteksi gejala
multikolinieritas dapat dilakukan dengan         Keterangan:
menggunakan besaran VIF (Variance                Y        =    Brand Loyalty
Influence Faktor) dan angka toleran.             β0       =    Constanta
Pedoman suatu model regresi yang bebas           β1β2β3 =      Koefisien Regresi
multikol apabila mempunyai nilai VIF             X1       =    Brand characteristic
lebih kecil daripada 10 dan angka tolerance      X2       =    Company characteristic
mendekati 1 (Santosa, 2000 : 206).               X3       =    Consumer-brand
                                                               characteristic
d. Uji Heteroskedastisitas
       Uji heteroskedastisitas bertujuan               Pada dasarnya analisis regresi adalah
untuk menguji apakah dalam model regresi         untuk memperoleh persamaan regresi
terjadi ketidaksamaan variance dan               dengan cara memasukkan perubah satu
residual satu pengamatan ke pengamatan           demi satu sehingga dapat diketahui
lain. Jika variance dan residual satu            pengaruh yang paling kuat sampai dengan
pengamatan ke pengamatan yang lain tetap,        yang paling lemah.
maka terjadi homokedastisitas. Model
regresi    yang      baik     adalah     yang    4.    PENGARUH VARIABLE TRUST
homokedastisitas      atau    tidak    terjadi         IN BRAND TERHADAP BRAND
heteroskedastisitas (Ghozali, 2001 : 69).              LOYALTY
       Uji heteroskedastisitas dilakukan         4.1 Gambaran Umum PT Tirta
dengan cara melihat plots antara nilai               Investama
prediksi    (ZPRED)        dengan    residual          Perusahaan  air   minum    Aqua
(SRESID). Deteksi ada tidaknya pola              mempunyai sejarah pendirian yang unik,
tertentu pada grafik scarplots antara            adalah Bapak Tirto Utomo seorang

BULETIN STUDI EKONOMI Volume 13 Nomor 2 Tahun 2008                                      191
                                                                              ISSN 1410-4628


eksportir minyak Pertamina, yang dulu            mengetahui sejauh mana suatu pengukuran
sering menjadi delegasi perminyakan              secara tepat memberikan hasil bila
Indonesia untuk mengikuti kongres                dilakukan pengukuran kembali terhadap
perminyakan.     Pada     suatu     kongres      subjek yang sama. Sebaliknya, uji
perminyakan di Jakarta, Bapak Tirto Utomo        reliabilitas merupakan suatu cara untuk
mendapatkan suatu teguran dari delegasi          melihat keajegan suatu alat ukur terhadap
luar negeri yang mengalami sakit perut           instrumen pertanyaan.
(diare). Setelah diselidiki penyebabnya                Uji validitas yang dilakukan terhadap
adalah air minum yang kurang sehat.              30 responden dengan 24 pernyataan yang
      Bertolak dari pengalaman di atas,          terdiri atas 19 pernyataan pada variabel X
Bapak Tirto Utomo mempunyai ide untuk            dan 5 pernyataan pada variabel Y, setelah
membuat air minum dalam kemasan yang             dilakukan pengujian didapatkan hasil yang
sehat dan aman diminum setiap saat.              dapat dilihat pada Tabel           2 yang
Setelah melalui berbagai proses, pada tahun      menyatakan bahwa semua variabel adalah
1974 berdirilah PT Golden Missisipi yang         valid. Sebaliknya, pengujian terhadap
memproduksi air minum dalam kemasan              reliabilitas instrumen dengan menggunakan
dengan merek Aqua.                               rumus alpha cronbach dapat dilihat pada
      Seiring dengan semakin membaiknya          Tabel 3, yaitu semua variabel X dan Y
pemasaran dan banyaknya permintaan akan          mempunyai nilai alpha di atas 0,6. Jadi,
air minum dalam kemasan Aqua, pada               instrumen tersebut dapat dikatakan reliabel.
tahun 1984 dibuka cabang perusahaan di
Pandaan, Jawa Timur, yaitu PT Tirta              4.4 Deskripsi Hasil Penelitian
Jayamas Unggul. Pada tahun 1987 dibuka                 Dari pernyataan pada kuesioner yang
lagi anak cabang perusahaan yaitu PT Tirta       telah diajukan kepada responden diperoleh
Dewata Semesta di Banjar Gumasih, Desa           berbagai macam tanggapan terhadap
Mambal, Abiansemal, Badung, Bali. Pada           variabel trust in a brand. Berbagai
tahun 1998 PT Tirta Dewata Semesta               tanggapan dari responden tersebut telah
diganti namanya menjadi          PT. Tirta       diringkas dan disajikan di bawah ini.
Investama.
                                                 4.4.1 Brand characteristic.
4.2 Aliansi Strategis Aqua – Danone                    Brand characteruistic (karakteristik
       Langkah strategis Aqua untuk              merek) berkaitan dengan kepercayaan
menghadapi era globalisasi diputuskan            konsumen       terhadap     suatu    merek.
dengan menjalin aliansi strategis dengan         Keercayaan di sini menyangkut tentang
pemain global yang telah mempunyai               kinerja     merek      dapat    diramalkan,
reputasi tinggi di bidang air minum dalam        mempunyai reputasi dan kompetensi merek.
kemasan, yaitu grup Danone. Aliansi ini          Dari distribusi terhadap skor jawaban yang
sesuai dengan komitmen Aqua kepada               diberikan    oleh     responden    terhadap
pelanggan untuk memproses produknya              pertanyaan karakteristik merek dapat dilihat
dengan menggunakan peralatan canggih             pada Tabel 4.
dan modern serta didukung oleh tim yang                Variabel brand characteristic (X1)
terlatih, berkualitas, dan profesional. Aqua     diukur dengan menggunakan dua belas
bergabung dengan grup Danone pada 4              buah pernyataan. Pensekoran dilakukan
September 1998 dan pada awal Januari             dengan menggunakan skala Likert dengan
2000 melahirkan sebuah kesepakatan Co-           interval skor 1 sampai dengan 5. Seluruh
branding, yang berarti pada setiap produk        skor jawaban yang terkumpul untuk
Aqua tercantum kedua logo perusahaan.            variabel brand characteristic adalah
                                                 sebanyak 1.368 pernyataan, yang berasal
4.3 Uji Validitas dan Reliabilitas               dari 114 responden dengan 12 jumlah
      Data    yang      diperoleh  melalui       pertanyaan, dengan distribusi skor jawaban
kuesioner sebelum diolah dan dianalisis          pada Tabel 4.
dilakukan uji validitas dan reliabilitas               Untuk kepentingan penilaian jawaban
kuesioner. Uji validitas dimaksudkan untuk       responden, maka pengelompokan kategori

BULETIN STUDI EKONOMI Volume 13 Nomor 2 Tahun 2008                                      192
                                                                              ISSN 1410-4628


penilaian dilakukan (selanjutnya model ini       kepercayaan responden terhadap air mineral
akan terus digunakan) sebagai berikut.           Aqua.
a. Kategori sangat setuju, setuju, dan
    cukup setuju dikelompokkan ke dalam          4.4.3 Consumer – Brand Characteristic
    penilaian setuju.                                  Karakteristik konsumen – merek
b. Kategori sangat tidak setuju dan tidak        merupakan totalitas pemikiran dan perasaan
    setuju dikelompokkan ke dalam                individu dengan acuan dirinya sebagai
    penilaian tidak setuju.                      objek sehingga sering kali dalam konteks
      Mengacu pada distribusi skor pada          pemasaran dianalogkan merek sama dengan
Tabel 4 dapat diketahui bahwa sebanyak           orang. Konsumen sering kali berinteraksi
81,94 % responden setuju dengan kondisi          dengan merek seolah olah merek tersebut
dari dimensi brand characteristic air            adalah manusia sehingga kesamaan antara
mineral Aqua dan 18,06 % responden               konsep diri konsumen dengan merek dapat
menyatakan tidak setuju. Ini menunjukkan         membangun kepercayaan terhadap merek.
bahwa dimensi brand characteristic dapat               Distribusi skor jawaban responden
membentuk        kepercayaan     responden       terhadap pertanyaan karakteristik konsumen
terhadap air mineral Aqua.                       – merek dapat dilihat pada Tabel 6.Variabel
                                                 consumer – brand characteristic (X3)
4.4.2 Company Characteristic                     diukur dengan menggunakan tiga buah
       Karakteristik perusahaan yang ada di      pernyataan. Seluruh skor jawaban yang
balik merek akan berpengaruh terhadap            terkumpul untuk variabel consumer – brand
loyalitas merek. Karakteristik perusahaan        characteristic    adalah sebanyak      342
merupakan dasar awal pemahaman                   pernyataan, yang berasal dari 114
konsumen       terhadap    suatu    produk.      responden dengan 3 jumlah pertanyaan.
Karakteristik ini meliputi reputasi suatu        Mengacu pada distribusi skor jawaban pada
perusahaan serta integritas perusahaan di        Tabel 6 diketahui 38 jawaban (11.11 %)
balik merek tersebut.                            sangat setuju, 87 jawaban (25.44 %) setuju,
       Dari hasil distribusi terhadap skor       121 jawaban (35.38 %) cukup setuju, 85
jawaban responden terhadap brand                 jawaban (24.85 %) tidak setuju, dan
characteristic terhadap pertanyaan yang          jawaban yang sangat tidak setuju sebanyak
diberikan kepada responden dapat dilihat         11 jawaban (3.22 %).
pada Tabel 5. Variabel company                         Apabila ditinjau dari jawaban
characteristic     (X2)    diukur    dengan      responden, yang sangat setuju, setuju, dan
menggunakan empat buah pernyataan.               cukup setuju sebanyak 246 responden atau
Seluruh skor jawaban yang terkumpul              71,93 %, sedangkan total jawaban
untuk variabel company characteristic            responden yang tidak setuju dan sangat
adalah sebanyak 456 pernyataan, yang             tidak setuju sebanyak 96 atau 28.07 % Ini
berasal dari 114 responden dengan 4 jumlah       berarti bahwa dimensi consumer – brand
pertanyaan. Mengacu pada distribusi skor         characteristic      dapat       membentuk
pada Tabel 5 diketahui 41 jawaban (8.99          kepercayaan responden terhadap air mineral
%) sangat setuju, 137 jawaban (30.04 %)          Aqua.
setuju,    149 jawaban (32.68 %) cukup
setuju, 111 jawaban (24.34 %) tidak setuju,      4.4.4 Brand Loyalty
dan jawaban yang sangat tidak setuju                   Loyalitas merek dapat dipandang
sebanyak 18 jawaban (3.95 %).                    sebagai komitmen internal dalam diri
       Apabila ditinjau dari jawaban             konsumen untuk membeli dan membeli
responden, yang sangat setuju, setuju, dan       ulang suatu merek tertentu meskipun ada
cukup setuju sebanyak 327 atau 71,71 %,          pengaruh situasional dan usaha pemasaran
sedangkan total jawaban responden yang           yang     dapat   menimbulkan      perilaku
tidak setuju dan sangat tidak setuju             peralihan.   Distribusi   skor    jawaban
sebanyak 129 atau 28.29 %. Jadi, dapat           responden terhadap pertanyaan loyalitas
dijelaskan bahwa dimensi           company       merek dapat dilihat pada Tabel 7. Variabel
characteristic       dapat       membentuk       brand loyalty (Y) diukur dengan

BULETIN STUDI EKONOMI Volume 13 Nomor 2 Tahun 2008                                      193
                                                                                ISSN 1410-4628


menggunakan lima buah pernyataan.                       Uji    multikolinearitas   digunakan
Seluruh skor jawaban yang terkumpul              untuk mengetahui apakah model regresi
untuk        variabel       consumer-brand       ditemukan adanya korelasi antarvariabel
characteristic adalah sebanyak 570               bebas yang digunakan dalam penelitian.
pernyataan, yang berasal dari 114                Untuk       mendeteksi     gejala     adanya
responden dengan 5 jumlah pertanyaan,            multikolinearitas dapat dilakukan dengan
dengan distribusi skor jawaban pada Tabel        menggunakan besarnya nilai               VIF
7.                                               (Variance Influence Faktor) dan angka
       Mengacu pada distribusi skor pada         tolerance. Pedoman suatu model agar
Tabel 7, 76 jawaban (13.16 %) sangat             terbebas dari multikolineritas adalah
setuju, 193 jawaban (34.21 %) setuju, 169        apabila nilai VIF-nya lebih kecil daripada
jawaban (29.82 %) cukup setuju, 113              10.
jawaban (19.30 %) tidak setuju, dan                     Dalam analisis ini didapat nilai
jawaban yang sangat tidak setuju sebanyak        Variance Influence Faktor (VIF) seperti
19 jawaban (3.51 %). Apabila ditinjau dari       terlihat dalam Tabel 8. Dari hasil analisis,
jawaban responden yang sangat setuju,            didapat ketiga variabel bebas dalam
setuju, dan cukup setuju sebanyak 438            penelitian nilai VIF-nya di bawah 10. Ini
responden atau 77,19 %, sedangkan total          berarti bahwa tidak terjadi multikolinearitas
jawaban responden yang tidak setuju dan          antara variabel bebas tersebut.
sangat tidak setuju sebanyak 132 atau 22.81
%. Ini menunjukkan bahwa responden               4.5.4 Heterokedastisitas
loyal terhadap air mineral Aqua.                        Hasil      uji      heterokedastisitas
                                                 menunjukkan bahwa dalam model tidak
4.5 Hasil Pengujian Asumsi Klasik                terjadi ketidaksamaan yang artinya tidak
                                                 terjadi      heterokedastisitas.       Untuk
4.5.1 Uji Linearitas
                                                 mendeteksi heterokedasitas dapat dilakukan
      Uji linearitas dilakukan dengan
                                                 dengan meregresikan nilai residual absolut
menggunakan diagram pencar (scatter plot)
                                                 (E-abs) variabel terikat terhadap semua
dengan memberikan tambahan garis
                                                 variabel bebas. Model regresi yang baik
regresi.Berdasarkan hasil pengujian yang
                                                 adalah       apabila       tidak       terjadi
ada pada lampiran dapat dilihat bahwa garis
                                                 heterokedastisitas. Menurut Imam Gozali
regresi pada scatter plot semuanya
                                                 (2002), suatu regresi dikatakan tidak
mengarah ke kanan atas. Hal ini
                                                 heteros jika nilai Sig dari t hitung > 0.05.
membuktikan bahwa adanya linearitas
                                                 Dari hasil perhitungan dengan SPSS
antara variabel brand characteristic,
                                                 didapat korelasi Range Spearmans pada
company characteristic, dan consumer
                                                 Tabel 9 bahwa tingkat signifikan hasil
brand characteristic dengan brand loyalty.
                                                 korelasi untuk tiap-tiap variabel bebas >5%.
                                                 Ini berarti bahwa dari persamaan regresi
4.5.2 Uji Normalitas
                                                 yang       digunakan        tidak      terjadi
      Uji normalitas dimaksudkan untuk
                                                 heterokedastisitas atau dengan kata lain
mengetahui apakah distribusi sebuah data
                                                 terjadi homokedastisitas.
mengikuti atau mendekati distribusi normal.
Berdasarkan hasil uji normalitas serta
                                                 4.5.5 Uji Autokorelasi
sesuai dengan grafik output yang ada pada
                                                        Ada tidaknya autokorelasi dalam
lampiran, deteksi normalitas dapat dilihat
                                                 penelitian     ini    dideteksi       dengan
dari penyebaran titik-titik pada sumbu
                                                 menggunakan uji Durbin – Watson. Ukuran
diagonal dari grafik. Dalam grafik terlihat
                                                 yang digunakan untuk menyatakan ada
data menyebar di sekitar garis diagonal dan
                                                 tidaknya autokorelasi, yaitu apabila nilai
mengikuti arah garis diagonal. Dengan
                                                 statistik Durbin – Watson mendekati 2,
demikian, maka model dalam penelitian ini
                                                 maka dapat dinyatakan bahwa data
sudah memenuhi uji normalitas.
                                                 pengamatan di antara variabel bebas
                                                 tersebut tidak memiliki autokorelasi.
4.5.3 Uji Multikolinearitas


BULETIN STUDI EKONOMI Volume 13 Nomor 2 Tahun 2008                                        194
                                                                              ISSN 1410-4628


      Berdasarkan hasil analisis pada                   Pengaruh variabel trust in a brand
lampiran dapat diketahui bahwa nilai             terhadap brand loyalty secara parsial dapat
Durbin – Watson sebesar 2.025. Nilai             dilihat pada Tabel 11. Pada tabel dapat
tersebut dapat dinyatakan mendekati nilai 2.     dilihat bahwa variabel trust In a brand
Jadi, disimpulkan bahwa tidak terjadi            yang meliputi brand characteristic,
autokorelasi di antara variabel bebas dalam      company characteristic, dan consumer
penelitian.                                      brand     characteristic  secara     parsial
                                                 berpengaruh signifikan terhadap brand
4.6 Analisis Regresi Berganda                    loyalty.
                                                        Secara partial brand characteristic
4.6.1 Analisis Regresi Variabel Trust in a
                                                 berpengaruh signifikan terhadap brand
      Brand terhadap Brand Loyalty
                                                 loyalty yaitu dengan koefisien beta sebesar
      Secara Bersama-sama
                                                 0,668 dan tingkat signifikan 0,000.
      Pengujian hipotesis penelitian ini
                                                 Company characteristic secara signifikan
dilakukan dengan menggunakan model
                                                 berpengaruh terhadap brand loyalty dengan
matematis analisis regresi linear berganda.
                                                 koefisien beta sebesar 0,224 dan tingkat
Sesuai dengan hasil analisis pada Tabel 10,
                                                 signifikan 0,000, sedangkan      consumer
secara matematis model tersebut dapat
                                                 brand characteristic secara signifikan
diformulasikan sebagai berikut :
                                                 berpengaruh terhadap brand loyalty dengan
Y    = -0.660 + 0.289X1 + 0.243X2 +              koefisien beta sebesar 0,165 dan tingkat
       0.203X3                                   signifikan sebesar 0,000.
Keterangan :
Y = Brand Loyalty                                5 SIMPULAN DAN SARAN
X1= Brand characteristic.                        5.1 Simpulan
X2= Company characteristic                             Berdasarkan hasil penelitian setelah
X3= Consumer-brand characteristic.               diolah dengan menggunakan alat analisis
       Berdasarkan hasil analisis dapat          yang digunakan dapat disimpulkan sebagai
diketahui bahwa secara bersama-sama              berikut.
pengaruh variable trust in a brand terhadap      (1) Secara bersama-sama variabel trust in a
brand loyalty adalah sebesar 94,2 %,                 brand      yang      meliputi      brand
sedangkan sisanya sebesar 5,8 % brand                characteristic      (X1),       company
loyalty dipengaruhi oleh variabel-variabel           characteristic (X2), dan consumer-
lain selain trust in a brand.                        brand          characteristic       (X3)
a. Konstanta sebesar -0,660 menyatakan               mempengaruhi brand loyalty. Besarnya
     bahwa      jika    tidak     ada   brand        pengaruh variabel trust in a brand
     characteristic, company characteristic,         tersebut adalah 0.942 dengan tingkat
     dan consumer – brand characteristic             signifikan 0.000.
     (X1, X2, dan X3 adalah 0), maka tidak       (2) Secara parsial variabel trust in a brand
     ada brand loyalty.                              yang meliputi brand characteristic,
b. Koefisien regresi brand characteristic            company characteristic, dan consumer
     (X1)      sebesar     0,289,     company        – brand characteristic berpengaruh
     characteristic (X2) sebesar 0,243, dan          signifikan terhadap brand loyalty.
     consumer – brand characteristic (X3)            Brand characteristic (X1) secara
     sebesar 0,203        semuanya bertanda          signifikan berpengaruh terhadap brand
     positif. Artinya, terjadi pengaruh yang         loyalty dengan koefisien beta sebesar
     positif/searah antara variabel bebas            0.668 dengan tingkat signifikan 0.000,
     dengan variabel terikat.                        company characteristic (X2) cukup
                                                     signifikan berpengaruh terhadap brand
4.6.2 Analisis Regresi Trust in a Brand              loyalty dengan koefisien beta sebesar
      terhadap Brand Loyalty secara                  0.224 dan tingkat signifikan 0.000, dan
      Parsial                                        consumer – brand characteristic (X3)
                                                     cukup signifikan berpengaruh terhadap


BULETIN STUDI EKONOMI Volume 13 Nomor 2 Tahun 2008                                      195
                                                                               ISSN 1410-4628


    brand loyalty dengan koefisien beta              Sebagai Panduan bagi Peneliti”. Jurnal
    sebesar 0.165 dan tingkat signifikan             Ekonomi dan Bisnis Indonesia. Vol 14/3:
    0.000. Dari ketiga variabel trust in a           73-88.
    brand tersebut brand characteristic          Gujarati, Damodar N. 1995. Basic Econometric.
    yang berpengaruh dominan terhadap                Third Edition. New York: McGraw – Hill
    brand loyalty.                                   Book Company.
                                                 Irawan, Handi. 2003. Indonesian Customer
5.2 Saran – Saran                                    Satisfaction. Jakarta: PT. Alex Media
       PT Tirta Investama khususnya divisi           Computindo.
distribusi       sebaiknya         senantiasa
                                                 Kotler Philip. 2000. Manajemen Pemasaran.
mempertahankan dan meningkatkan brand                Edisi Milenium. Jakarta: Prenhallindo.
characteristic. Hal ini disebabkan oleh
variabel brand characteristic merupakan          Lau, Geok Then and Sook Han Lee. 1999.
variabel yang paling kuat dan dominan                “Consumers Trust in a Brand and the Link
berpengaruh terhadap brand loyalty dan               to Brand Loyalty”. Journal of Market
                                                     Focused Management.
variabel tersebut dapat dikendalikan secara
langsung      oleh     perusahaan.    Upaya      Mowen. John C / Michael Minor. 2001.
peningkatan       kepercayaan      konsumen         Perilaku Konsumen. Jakarta: Penerbit
terhadap brand characteristic tersebut              Erlangga.
dapat dilakukan         melalui peningkatan      Rangkuti, Fredddy. 2002 The Power of Brands,
intensitas    kegiatan      kegiatan    yang        Teknik Mengelola Brand Equity dan
berhubungan dengan masyarakat sehingga              Strategi Pengembangan Merek. Jakarta:
citra dan kredibilitas perusahaan dapat terus       Gramedia Pustaka.
terjaga.                                         Sakaran Uma. 1992. Research Methods for
                                                     Business, A Skill Building Approach.
                                                     Second Edition. New York: John Willey &
           DAFTAR PUSTAKA                            Sons, Inc.

Aaker A David. 1997. Ekuaitas Merek. Edisi       Sudjana. 1996. Teknik Analisis Regresi dan
   Indonesia. Jakarta : Mitra Utama.                 Korelasi bagi Para Peneliti. Bandung:
                                                     Tarsito.
Blackstone, Elena Delgado and Jose Lius
    Manuera – Aleman. 2001. “Brand Trust In      Sugiyono. 2003. Metode Penelitian Bisnis.
    Context of Consumer Loyalty”. European           Bandung : CV Alfabeta.
    Journal of Marketing. Vol 35 (11/12).        Tjiptono, Fandi. 1997. Strategi Pemasaran.
Darmmesta, Basu Swasta. 1999. “Loyalitas             Yogyakarta: Penerbit Andi.
   Pelanggan. Sebuah Kajian   Konseptual




BULETIN STUDI EKONOMI Volume 13 Nomor 2 Tahun 2008                                       196
                                                                                      ISSN 1410-4628


LAMPIRAN
                                               Tabel 1
                                   Variabel dan Indikator Penelitian
 No                 Variabel                                           Indikator
  1      Trust in a Brand.                   1. Merek dengan reputasi tinggi.
                                             2. Tidak mengganggu kesehatan.
         Brand Characteristik                3. Pengetahuan publik tentang merek ..
         a. Brand Reputation                 4. Keandalan merek air minum.
         b. Brand Predictability             5. Berita positif tentang merek air minum.
         c. Brand Competence                 6. Pengetahuan konsumen tentang merek
                                             7. Kinerja merek dapat diantisipasi.
                                             8. Merek yang konsisten dengan kualitasnya.
                                             9. Harapan konsumen terhadap merek.
                                             10. Berbeda dengan merek air minum yang lain
                                             11. Efektivitas produk dibandingkan dengan merek lain.
                                             12. Merek yang paling dapat memenuhi kebutuhan
  2      Company Characteristik              13.   Kepercayaan terhadap perusahaan.
         a. Trust in Company                 14.   Perusahaan tidak akan menipu pelanggan.
         b. Company Reputation               15.   Perhatian perusahaan terhadap pelanggan..
         c. Company Trust Perceived          16.   Keyakinan pelanggan terhadap produk perusahaan
            Motive
  3      Consumer – Brand                    17. Ada kesamaan merek dengan emosi pelanggan.
         Characteristik                      18. Merupakan merek favorit.
         a. Similarity between               19. Merek yang sesuai dengan kepribadian pelanggan.
            consumer Self – Concept
         b. Brand Personality
         c. Brand Liking

  4      Brand Loyalty                       20. Selalu ingin membeli merek air minum tertentu..
                                             21. Tidak melakukan pembelian bila tidak tersedia.
                                             22. Mencari di tempat-tempat yang tersedia.
                                             23. Merekomendasikan kepada konsumen air minum
                                                 yang lain.
                                             24. Bersedia membayar lebih tinggi




BULETIN STUDI EKONOMI Volume 13 Nomor 2 Tahun 2008                                                 197
                                                                                       ISSN 1410-4628


                                          Tabel 2
                                     Hasil Uji Validitas

  Variabel            Indikator   Pearson Corr          Sig ( 2-tailed)       Keterangan
      X1              X1-1           0.690                  0.000                  Valid
                      X1-2           0.726                  0.000                  Valid
                      X1-3           0.856                  0.000                  Valid
                      X1-4           0.749                  0.000                  Valid
                      X1-5           0.565                  0.001                  Valid
                      X1-6           0.461                  0.010                  Valid
                      X1-7           0.785                  0.027                  Valid
                      X1-8           0.404                  0.000                  Valid
                      X1-9           0.726                  0.000                  Valid
                      X1-10          0.883                  0.000                  Valid
                      X1-11          0.762                  0.000                  Valid
                      X1-12          0.685                  0.000                   valid
       X2             X2-1           0.784                   0.000                   Valid
                      X2-2           0.734                   0.000                   Valid
                      X2-3           0.823                   0.000                   Valid
                      X2-4           0.807                   0.000                   Valid
       X3             X3-1           0.859                   0.000                   Valid
                      X3-2           0.609                   0.000                   Valid
                      X3-3           0.843                   0.000                   Valid
       Y          Y1                 0.661                   0.000                   Valid
                  Y2                 0.650                   0.000                   Valid
                  Y3                 0.674                   0.000                   Valid
                  Y4                 0.448                   0.000                   Valid
                  Y5                 0.655                   0.000                   Valid
Sumber : Hasil Analisis


                                          Tabel 3
                                    Hasil Uji Reliabilitas

           Variabel               Nilai Alpha                        Keterangan

             X1                     0.7495                                Reliable
             X2                     0.7484                                Reliable
             X3                     0.8294                                Reliable
              Y                     0.7400                                Reliabel
Sumber : Hasil Analisis




BULETIN STUDI EKONOMI Volume 13 Nomor 2 Tahun 2008                                               198
                                                                                         ISSN 1410-4628


                                               Tabel 4
                       Distribusi Skor Jawaban Pertanyaan Brand Characteristic

                Jawaban                                    Skor jawaban
                                              Jumlah                      Persentase

 Sangat Setuju (5)                              249                         18.20
 Setuju (4)                                     529                         38.67

 Cukup setuju (3)                               343                         25.07

 Tidak Setuju (2)                               212                         15.50

 Sangat Tidak Setuju (1)                         35                         2.56
Sumber : Hasil Penelitian


                                                Tabel 5
                      Distribusi Skor Jawaban Pertanyaan Company Characteristic
                Jawaban                                    Skor jawaban
                                                Jumlah                      Persentase
 Sangat Setuju (5)                                41                           8.99
 Setuju ( 4 )                                     137                         30.04

 Cukup setuju ( 3 )                               149                         32.68

 Tidak Setuju ( 2 )                               111                         24.34

 Sangat Tidak Setuju ( 1 )                         18                          3.95
Sumber : Hasil Penelitian

                                               Tabel 6
                       Distribusi Skor Jawaban Consumer – Brand Characteristic
                Jawaban                                    Skor jawaban
                                                Jumlah                      Persentase
 Sangat Setuju (5)                                38                          11.11
 Setuju ( 4 )                                      87                         25.44

 Cukup setuju ( 3 )                               121                         35.38

 Tidak Setuju ( 2 )                                85                         24.85

 Sangat Tidak Setuju ( 1 )                         11                          3.22
Sumber : Hasil Penelitian




BULETIN STUDI EKONOMI Volume 13 Nomor 2 Tahun 2008                                                 199
                                                                                                  ISSN 1410-4628


                                                    Tabel 7
                                      Distribusi Jawaban Brand Loyalty
                  Jawaban                                            Skor jawaban
                                                       Jumlah                        Prosentase
 Sangat Setuju (5)                                       76                             13.16
 Setuju ( 4 )                                           193                             34.21

 Cukup setuju ( 3 )                                     169                             29.82

 Tidak Setuju ( 2 )                                     113                             19.30

 Sangat Tidak Setuju ( 1 )                               19                             3.51
Sumber : Hasil Penelitian

                                                     Tabel 8
                                         Nilai VIF untuk Variabel Bebas
                                                                   Collinearity Statistic
                Variabel Bebas
                                                      Tolerance                        VIF

 Brand Characteristic                                  0.252                          3.969
 Company Characteristic                                0.219                          4.564
 Consumer-Brand Characteristic                         0.628                          1.592

Sumber : Hasil analisis


                                                  Tabel 9
                         Korelasi antara Residual ( E-abs) dengan X1, X2, dan X3
       Variabel              Koefisien          Sig               Kondisi               Keterangan
                             Korelasi
 Brand                        0.164            0.080            Sig > 0.05          Heteroskedastisitas
 characteristic
 Company                      0.008            0.937            Sig > 0.05          Heteroskedastisitas
 characteristic


 Consumer-brand               0.015            0.875            Sig > 0.05          Heteroskedastisitas
 characteristic


 Sumber : Hasil analisis




BULETIN STUDI EKONOMI Volume 13 Nomor 2 Tahun 2008                                                          200
                                                                                            ISSN 1410-4628


                                                 Tabel 10
                        Analisis Regresi Trust in a Brand terhadap Brand Loyalty
 Model      R       R            Adj. R       Df 1     Df 2     Sig.      F           Sig.
                    Square       Square

 1          .971    .943         .942         3        110      .000      612.117     .000

 Sumber : Hasil analisis



                                              Tabel 11
                   Hasil Uji Regresi Berganda Variabel X1, X2, dan X3, terhadap Y
             Variabel                     Koefisien           Statistik             Sig.
                                          Regresi(b)              t
 (Konstanta )                              -0.660

 Brand characteristic ( X1)                 0.289             14.791                0.000

 Company characteristic (X2)                0.243              4.633                0.000

 Consumer-brand characteristic
 (X3)
                                            0.203              5.752                0.000

 Sumber : Hasil analisis




                                          Uji Autokorelasi
                                                               b
                                                    Model Summary


                                                               Change Statistics
                           Adjusted Std. Error ofR Square                                      Durbin-W
  Model     R     R Square R Squarethe Estimate Change F Change df1           df2 Sig. F Change atson
  1         .971a    .943      .942   .699860       .943 612.117       3       110        .000   2.025
     a.Predictors: (Constant), Consumer brand chraracteristic, Brand Characteristic, Company Characteristic
     b.Dependent Variable: Brand Loyalty




BULETIN STUDI EKONOMI Volume 13 Nomor 2 Tahun 2008                                                    201
                                                                                                                                                       ISSN 1410-4628


                                                                                   Tabel 12
                                                    Analisis Regresi Trust in a Brand terhadap Brand Loyalty secara Parsial

                                                         Variabel                                                   Standard zed             Signifikan
                                                                                                                     Coeffficien
 Brand Characteristic (X1)                                                                                                0,668                0,000
 Company Characteristic (X2)                                                                                              0,224                0,000

 Consumer Brand Characteristic (X3)                                                                                       0,165                0,000

Sumber : Hasil Analisis




                                                                                                      Uji Normalitas

                                                                                      Normal P-P Plot of Regression Standardized Residua
                                                                                      Dependent Variable: Brand Loyalty
                                                                             1.00




                                                                              .75
                                                         Expected Cum Prob




                                                                              .50




                                                                              .25



                                                                             0.00
                                                                                    0.00        .25           .50             .75     1.00


                                                                                      Observed Cum Prob



                                                                                                      Uji Linieritas
                                            Scatterplot
                                            Dependent Variable: Brand Loyalty
                                      4
   Regression Standardized Residual




                                      3


                                      2


                                      1


                                      0


                                      -1


                                      -2

                                      -3
                                           -4       -3                       -2            -1    0        1           2           3


                                            Regression Standardized Predicted Value




BULETIN STUDI EKONOMI Volume 13 Nomor 2 Tahun 2008                                                                                                               202

								
To top