Pusat Sumber Belajar Masuk Desa by variablepitch346

VIEWS: 620 PAGES: 4

									http://www.teknologipendidikan.net

Pusat Sumber Belajar Masuk Desa ?
Abu Khaer*)

Belajar , Sumber Belajar dan Pusat Sumber Belajar Kata “belajar” merupakan salah satu kata kunci dalam bidang pendidikan dan sering dipadankan dengan: membaca, berlatih dan sejenisnya. Berbagai aktifitas seperti mendengarkan penjelasan guru di dalam kelas, membaca buku pelajaran, mengerjakan soal-soal latihan, praktikum di laboratorium adalah sejumlah varian dari bentuk seseorang belajar. Upaya merekayasa agar terjadi proses belajar lazim disebut pembelajaran. Beragam pendekatan digunakan sebagai dasar kajian masalah belajar, baik dilihat dari sisi proses yang terjadi maupun dampak yang dihasilkan dari aktivitas belajar. Dalam melakukan aktifitas belajar, seseorang akan berinteraksi dengan sumbersumber belajar baik yang sengaja dirancang (by design) maupun yang dimanfaatkan (by utilization). Ketersediaan dan kemudahan mengakses pesan pembelajaran adalah sebuah kondisi positif yang perlu diciptakan agar aktivitas belajar menjadi efektif dan efisien. Bidang Teknologi Pembelajaran yang didefinisikan sebagai “ the theory and practice of design, development, utilization, management and evaluation of processes and resources for learning (Seels dan Richey, 1994) meresepkan bahwa sumber-sumber belajar perlu disediakan secara memadai sesuai dengan karakteristik bidang studi dan karakristik pebelajar (learners). Sejumlah sumber belajar perlu dikelola secara optimal dalam suatu wadah atau lembaga Pusat Sumber Belajar (PSB). Perpustakaan, laboratorium, tempat-tempat workshop pada lembaga-lembaga pendidikan secara konseptual merupakan PSB. Merill dan Drop (dalam Mudhoffir, 1992) mendefinisikan PSB sebagai: “an organized activity consisiting of director, staff and equipment housed in one or more specialized facilities for production, procurement and presentation of instructional materials and provision of developmental and planning services related to the curriculum and teaching on a general university, campus” PSB bertujuan meningkatkan keefektifan kegiatan pembelajaran dengan menyediakan berbagai macam pilihan untuk menunjang pembelajaran konvensional dan mendorong penggunaan cara-cara baru yang nonkonvensional.

http://www.teknologipendidikan.net

Berdasarkan tujuan tersebut PSB memiliki sejumlah fungsi, yaitu: fungsi pengembangan sisitem instruksional, fungsi informasi, fungsi pelayanan media, fungsi produksi dan fungsi administratif.

Menuju Masyarakat Belajar Sejalan dengan upaya pemerintah menurunkan angka buta aksara penduduk usia 15 tahun ke atas hingga 5% dalam 5 tahun ke depan (Depdiknas 2005) dan tumbuhnya kesadaran masyarakat akan informasi, perlu ditindaklanjuti dengan penyediaan fasilitas untuk pengembangan potensi masyarakat. Teridentifikasi, sejumlah program pendidikan (termasuk wajib belajar 9 tahun) , pelatihan dan penyuluhan telah dilaksanakan untuk masyarakat pedesaan melalui dinas-dinas terkait. Bentuk-bentuk pembelajaran seperti ini perlu didukung oleh tersedianya sumber-sumber belajar dengan segala kemudahannya agar hasil belajar yang diperoleh dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Tersedianya PSB di desa-desa atau kelurahan diasumsikan dapat mempermudah warga masyarakat (termasuk siswa sekolah, guru) berinteraksi dengan sumber-sumber belajar menuju masyarakat belajar. Secara filosofis Hicks dan Tillin (1977) berpendapat bahwa pengetahuan adalah bagian yang esensial untuk meneruskan evolusi masyarakat. Kunci untuk maju dalam masyarakat adalah dengan menghimpun dan memanfaatkan

pengetahuan yang tersimpan dalam berbagai bentuk media. Mudahnya akses pengetahuan akan berdampak pada berlangsungnya pendidikan sepanjang hayat, perubahan-perubahan sikap masyarakat, kondisi ekonomi, pengembangan apresiasi budaya, keterampilan dan pemanfaatan waktu senggang yang bermakna. Setiap orang dapat mengakses pengetahuan secara bebas untuk memilih sesuai dengan kebutuhannya. Gagasan mendirikan PSB di desa/kelurahan dilatarbelakangi pertimbangan sebagai berikut: 1. Setiap desa/kelurahan sebagian besar memiliki minimal satu Sekolah Dasar. Di sejumlah desa ada yang memiliki dua unit sekolah atau lebih. Keberadaan PSB merupakan nilai tambah bagi siswa maupun guru untuk meningkatkan keefektifan dan efisiensi pembelajaran, sehingga bisa meningkatkan mutu pendidikan.

http://www.teknologipendidikan.net

2. Perpustakaan umum yang relatif memadai saat ini baru ada di tingkat propinsi atau kabupaten/kota. Dari aspek aksesibilitas kondisi semacam ini belum mendudukung pemerataan pemerolehan pengetahuan masyarakat. 3. Desa/kelurahan merupakan satuan komunitas yang cakupan wilayahnya tidak terlalu luas sehingga aspek keterjangkauan pelayanan relatif mudah.

Alternatif bentuk dan jenis pelayanan PSB di desa/kelurahan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat dalam rangka pengembangan potensi daerah. Dengan kekhasan desa/kelurahan, pelayanan PSB bisa dilengkapi dengan tempat dan peralatan praktik atau latihan untuk program kursus atau diklat. Dari segi pengelolaan, kegiatan PSB disinergikan dengan kegiatan-kegiatan pembelajaran yang diselenggarakan lintas sektoral (pendidikan, pertanian, perindustrian dan sebagainya). Secara sederhana bagan berikut menunjukkan peran PSB dalam memfasilitasi warga masyarakat untuk belajar.

Masyarakat Belajar

Program-program diklat, penyuluhan (lintas sektoral)

Pusat Sumber Belajar

Lembaga Pendidikan/sekolah

Warga Masyarakat

http://www.teknologipendidikan.net

Kepustakaan Depdiknas. 2005. Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional Tahun 20052009. Hics, Warren B. and Tillin, Alma M. 1977. Managing Multimedia Libraries. London: R.R. Bowker Company. Mudhoffir, 1992. Prinsip-prinsip Pengelolaan Pusat Sumber Belajar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Seels, Barbara B. and Richey, Rita C. 1994. Instructional Technology: The Definition and Domains of the Field. Washington DC: Association for Educational Communication and Technology.

*) Drs. Abu Khaer, M.Pd., bekerja pada Balai Pengembangan Media Televisi, Pustekkom Depdiknas di Surabaya.


								
To top