PERBANKAN SYARIAH (2)
Document Sample


BULETIN EKONOMIKA DAN BISNIS ISLAM
- Edisi: III/VI - 9 Jumadil Tsaniyah 1428 H / 25 Juni 2007
Laboratorium Ekonomika dan Bisnis Islam (LEBI) FEB UGM
PERBANKAN SYARIAH (2) *
Buletin Le Bishawaab pada edisi III/VI ini akan membahas tentang akad-akad
(perjanjian) transaksi keuangan di Perbankan Syariah. Sebagai pengantar, perlu dijelaskan
terlebih dahulu tentang tujuan dan manfaat dari keberadaan (operasional) Perbankan Syariah,
yaitu:
1) Mengarahkan kegiatan ekonomi umat untuk ber-muamalat secara Islam, khususnya
muamalat yang berhubungan dengan perbankan, agar terhindar dari praktek-praktek riba
atau jenis-jenis usaha/perdagangan lain yang mengandung unsur gharar (tipuan),
dimana jenis-jenis usaha tersebut selain dilarang dalam Islam, juga telah menimbulkan
dampak negatif terhadap kehidupan ekonomi rakyat.
2) Untuk menciptakan suatu keadilan di bidang ekonomi dengan jalan meratakan
pendapatan melalui kegiatan investasi, agar tidak terjadi kesenjangan yang besar antara
pemilik modal dengan pihak yang membutuhkan dana.
3) Untuk meningkatkan kualitas hidup umat dengan jalan membuka peluang usaha yang
lebih besar terutama kelompok miskin, yang diarahkan kepada kegiatan usaha yang
produktif, menuju terciptanya kemandirian usaha.
4) Untuk menanggulangi masalah kemiskinan, yang pada umumnya merupakan program
utama dari negara-negara yang sedang berkembang. Upaya bank syariah di dalam
mengentaskan kemiskinan ini berupa pembinaan nasabah yang lebih mengutamakan
sifat kebersamaan dari siklus usaha yang lengkap seperti program pembinaan
pengusaha produsen, pembinaan pedagang perantara, program pembinaan konsumen,
program pengembangan modal kerja dan program pengembangan usaha bersama.
*
oleh Duddy Roesmara Donna, MSi.
5) Untuk menjaga stabilitas ekonomi dan moneter. Aktivitas bank syariah diharapkan mampu
menghindarkan dari gejolak pemanasan ekonomi akibat inflasi dan menghindari
persaingan yang tidak sehat antar lembaga keuangan.
6) Untuk menyelamatkan ketergantungan umat Islam terhadap bank konvensional.
Setelah diketahui tujuan dan manfaat dari keberadaan bank syariah, perlu juga dilihat
perbedaan-perbedaan mendasar antara bank syariah dan bank konvensional (lihat Tabel 1).
Tabel 1.
Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional
No Perbedaan Bank Syariah Bank Konvensional
1 Falsafah Tidak berdasarkan bunga, Berdasarkan bunga
spekulasi, dan ketidakjelasan
2 Operasionalisasi • Dana masyarakat berupa • Dana masyarakat
titipan dan investasi yang berupa simpanan yang
baru akan mendapatkan harus dibayar bunganya
hasil jika ’diusahakan’ pada saat jatuh tempo.
terlebih dahulu. • Penyaluran pada sektor
• Penyaluran pada usaha yang menguntungkan,
yang halal dan aspek halal tidak
menguntungkan. menjadi pertimbangan
utama.
3 Aspek Sosial Dinyatakan secara eksplisit Tidak diketahui secara
dan tegas yang tertuang tegas
dalam misi dan visi
organisasi
4 Organisasi Harus memiliki Dewan Tidak memiliki Dewan
Pengawas Syariah Pengawas Syariah
Sumber: dikutip dari Sudarsono, H., 2004, Bank dan Lembaga Keuangan Syariah Deskripsi
dan Ilustrasi, Penerbit Ekonisia: Yogyakarta.
Prinsip Pembiayaan Bank Syariah
Sebagaimana bank pada umumnya, bank syariah mempunyai produk-produk keuangan.
Salah satu produk bank syariah adalah pembiayaan yang dalam terminologi umum disebut
kredit. Pembiayaan merupakan penyaluran dana kepada pihak yang membutuhkan. Prinsip
penyaluran dana dalam bank syariah terbagi menjadi empat akad (perjanjian), yaitu:
1. Akad jual beli (bai’)
- Murabahah adalah transaksi jual beli di mana bank syariah menyebutkan
keuntungannya. Bank bertindak sebagai penjual dan nasabah bertindak sebagai
pembeli. Harga jual adalah harga beli bank ditambah keuntungan.
- Salam adalah transaksi jual beli di mana barang yang diperjualbelikan belum
ada sehingga barang diserahkan secara tangguh dan pembayaran dilakukan
secara tunai.
- Istishna adalah trasaksi jual beli yang mirip salam tetapi pembayarannya dapat
dilakukan dalam beberapa kali (termin) pembayaran.
2. Akad sewa (ijarah)
Transaksi ijarah dilandasi adanya perpindahan manfaat. Pada prinsipnya, ijarah sama
dengan prinsip jual beli, perbedaannya terletak pada objek transaksinya. Jika pada jual
beli objek transaksinya adalah barang, maka pada ijarah adalah jasa.
3. Akad bagi hasil (syirkah)
- Musyarakah merupakan bentuk umum dari usaha bagi hasil. Transaksi
musyarakah dilandasi keinginan para pihak yang bekerja sama untuk
meningkatkan nilai aset secara bersama-sama.
- Mudharabah adalah bentuk spesifik dari musyarakah dalam produk perbankan
syariah. Mudharabah adalah bentuk kerja sama antara dua atau lebih pihak di
mana pemilik modal (shahibul mal) mempercayakan sejumlah uang kepada
pengelola (mudharib) dengan suatu perjanjian pembagian keuntungan.
4. Akad pelengkap
- Hiwalah (alih utang piutang), bertujuan untuk membantu supplier mendapatkan
modal tunai agar dapat melanjutkan produksinya. Bank mendapatkan ganti biaya
atas jasa pemindahan piutang.
- Rahan (gadai), bertujuan untuk memberikan jaminan pembayaran kembali
kepada bank dalam memberikan pembiayaan. Barang yang akan digadaikan
harus mempunyai kriteria, yaitu: milik nasabah sendiri, jenis ukuran, sifat, dan
nilainya ditentukan berdasarkan nilai riil pasar, dan dapat dikuasai tetapi tidak
boleh dimanfaatkan oleh bank.
- Qardh adalah pinjaman uang. Aplikasi qardh dalam Perbankan Syariah biasanya
dalam hal: pinjaman talangan haji, pinjaman tunai dari produk kartu kredit
syariah, pinjaman kepada pengusaha kecil, dan sebagai pinjaman kepada
pengurus bank.
- Wakalah (perwakilan), aplikasi yang terjadi apabila nasabah melakukan kuasa
kepada bank untuk mewakili dirinya melakukan pekerjaan jasa tertentu, seperti
pembukuan L/C, inkaso dan transfer.
Wa’ad
Akad
Tabarru’ Tijarah
Not for profit transaction For profit transaction
Natural Certainty
1.Qard Contracts
2.Wadiah Natural Uncertainty
3.Wakalah Contracts
4.Kafalah
5.Rahn
1. Murabahah
6.Hibah
2. Salam
7.Waqf 3. Istishna’ 1. Musyarakah (wujuh,
4. Ijarah ‘inan, abdan, uwafadhah,
mudharabah)
2. Muzara’ah
3. Musaqah
4. Mukhabarah
Teori Pertukaran
Teori Percampuran
Gambar 1.
Pemetaan Akad-akad Bank Syariah
Sumber : Adiwarman A.K. (2004). Bank Islam: Analisa Fiqih dan Keuangan.
Karakteristik Prinsip Pembiayaan
Prinsip pembiayaan dalam bank syariah terbagi menjadi empat, yaitu prinsip jual
beli/bai’, prinsip sewa/ijarah, prinsip bagi hasil/syirkah, dan prinsip pelengkap (Karim, 2003: 86-
101). Prinsip jual beli dan sewa memiliki karakteristik natural certainty contract, yang berarti
bawa kontrak dilakukan dengan menentukan secara pasti nilai nominal dari keuntungan di awal
kontrak perjanjian. Prinsip jual beli didasarkan pada transaksi riil (pembelian barang atau jasa
dilakukan oleh bank syariah kemudian nasabah mengangsur kepada bank syariah). Nasabah
tidak akan secara langsung mendapatkan uang tunai dari bank syariah. Produk pembiayaan
yang menggunakan prinsip jual beli adalah murabahah, salam, dan istishna.
Prinsip bagi hasil memiliki karakteristik natural uncertainty contract, yang berarti kontrak
dilakukan tidak dengan menyepakati nominal keuntungan yang akan diterima melainkan
menyepakati nisbah bagi hasil yang akan diterima sehingga tidak ada kepastian nilai nominal
yang akan diterima karena tergantung pada keuntungan usaha. Prinsip ini mengharuskan
pemanfaatan dana pada bank syariah menggunakan dana yang dimohon untuk usaha
produktif. Produk pembiayaan yang menggunakan prinsip bagi hasil adalah musyarakah dan
mudharabah.
Prinsip pelengkap dalam bank syariah pada dasarnya adalah prinsip tabaru’ (kebaikan).
Jadi, tidak ada keuntungan yang disepakati pada kontrak perjanjian. Transaksi tidak
bermotifkan keuntungan, tetapi diperbolehkan mengenakan biaya administrasi.
DAFTAR BACAAN
Boesono, B.H, 2007, “Antara Idealisme Usaha dan Nilai-nilai Rohani”, 17 Februari dalam
http://batampos.co.id.
Donna, D.R, 2006, Variabel-variabel yang Mempengaruhi Pembiayaan Perbankan Syariah di
Indonesia, FE UGM: Yogyakarta. Tesis.
Karim, A.A., 2004. Bank Islam: Analisa Fiqih dan Keuangan.
Schaik, D., 2001, “Islamic Banking”, The Arab Bank Review, 3 (1): hal. 45-52.
Sudarsono, H., 2004, Bank dan Lembaga Keuangan Syariah Deskripsi dan Ilustrasi, Penerbit
Ekonisia: Yogyakarta.
Tim BEINEWS, 2004, “Apa Itu Bank Syariah”, BEI NEWS Edisi 18 Tahun V, Januari-Februari.
Other docs by kellena99
Get documents about "