Analisis Ekonomi Dan Pemasaran Usaha Budidaya Ikan Nila by variablepitch336

VIEWS: 5,361 PAGES: 1

									Analisis Ekonomi Dan Pemasaran Usaha Budidaya Ikan Nila ( Oreochromis niloticus) Di Kolam Kawasan Irigasi Mentaos Timur Kelurahan Banjarbaru Utara Provinsi Kalimantan Selatan YUDI CANDRA JAYA

ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan selama 4 bulan, bertempat di Kawasan irigasi Mentaos Timur Kelurahan Banjarbaru Utara Kalimantan Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komponen biaya dan keuntungan usaha budidaya ikan nila di kolam Kawasan Irigasi Mentaos Timur. Selain itu untuk mengetahui perkembangan kondisi usaha budidaya serta untuk mengetahui struktur pasar dan perilaku ikan nila di Kawasan Irigasi Mentaos Timur. Metode yang digunakan adalah metode survei dan wawancara. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah secara kuantitatif meliputi analisis keuntungan dan RCR (Retun Cost Ratio).Analisis secara kualitatif meliputi Analisis Struktur Pasar untuk mengetahui saluran pemasaran, jumlah penjual danpembeli, kemudahan keluar masuk pasar sedangkan analisis perilaku pasar digunakan untuk mengetahui praktek dalam penentuan harga, strategi produsen dalam menhadapi persaingan, kerjasama antar petani atau antar pedagang dan praktek ketidakjujuran. Analisis struktur dan perilaku pasar digunakan metode deskriptif. Dari Hasil analisis data didapat rerata keuntungan Rp 3.881.375,00. Untuk analisis RCR (Return Cost Ratio) diperoleh nilai 1,53 berarti usaha budidaya yang dilakukan pembudidaya menguntungkan dan layak untuk diteruskan. Pola saluran pemasaran ikan nila di kawasan Mentaos Timur terdapat satu pola saluran dimulai dari pembudidaya, pedagang pengecer dan konsumen akhir. Dalam analisis struktur pasar didapat bahwa jumlah pembudidaya lebih banyak daripada pedagang pengecer. Untuk kemudahan keluar masuk pasar diketahui bahwa pelaku pasar di dalamnya bersifat bebas. Untuk analisis perilaku pasar didapat hasil bahwa dalam penentuan harga pedagang pengecer berperan besar karena mereka yang menjual kepada konsumen akhir. Dalam pemasaran hasil budidaya antar pembudidaya tidak terlihat persaingan. Untuk kerjasama antar pedagang terlihat pada saat membeli hasil produksi, maksudnya dalam setiap kegiatan tersebut terdapat 2 atau lebih pedagang pengecer pada satu produsen. Untuk kerjasama antar petani ikan tidak terlihat sedangkan dalam praktek kejujuran hanya didasari rasa saling percaya antar pedagang dan pembudidaya. Di kawasan Irigasi Mentaos Timur usaha budidaya semakin berkembang, ini dapat dilihat dari semakin bertambahnya masyarakat yang melakukan aktivitas budidaya.


								
To top