BARUT STUDI KELAYAKAN JEMBATAN KH HASAN BASRI by murplelake82

VIEWS: 156 PAGES: 2

									
		BARUT STUDI KELAYAKAN JEMBATAN KH HASAN BASRI
		
Thursday, 03 September 2009 20:21 -




Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Barut) Kalimantan Tengah mulai tahun 2009 melakukan
studi kelayakan (feasibility study) untuk perubahan konstruksi atau desain ulang jembatan KH
Hasan Basri Muara Teweh.

   Muara Teweh, 3/9 (Antara/FINROLL News)-Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Barut)
Kalimantan Tengah mulai tahun 2009 melakukan studi kelayakan (feasibility study) untuk
perubahan konstruksi atau desain ulang jembatan KH Hasan Basri Muara Teweh.

 "Saat ini sedang dilakukan survei studi kelayakan jembatan hingga Desember nanti, guna
diketahui apakah pembangunannya tetap dilokasi yang ada atau dipindah," kata Kepala Bidang
Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum Barut, Shalahuddin di Muara Teweh, Kamis.

 Perubahan konstruksi ulang bagian bawah jembatan yang melintasi pedalaman Sungai Barito
tersebut untuk memudahkan arus lalulintas sungai terutama angkutan batubara dan kayu
serta kapal bertonase besar.

 Jembatan sepanjang 270 meter dengan lebar lima meter berkonstruksi baja Australia yang
dibangun tahun 1990 lalu oleh Bupati Barut ketika itu dijabat A Dj.Nihin, kondisinya sekarang
apabila ketinggian air sungai Barito diatas normal angkutan batubara tidak bisa melewati
jembatan tersebut.

 "Untuk menyesuaikan kondisi sekarang bagian tengah jembatan itu akan di tinggikan sehingga
arus angkutan sungai pada saat air naik atau banjir tetap bisa melewati bagian bawah jembatan
itu," katanya.

 Saat ini sejumlah investor batubara baik yang berada di wilayah Kabupaten Barut dan
Kabupaten Murung Raya (Mura) sering mengalami kendala saat membawa tongkang batubara
karena tidak bisa melewati jembatan ketika air sungai tinggi.

 Sementara Bupati Barito Utara, Achmad Yuliansyah mengatakan redesain jembatan ini
merupakan salah satu program prioritas yang membutuhkan dana relatif besar sehingga perlu
dukungan baik pihak provinsi maupun pemerintah pusat.

Jembatan yang namanya diambil dari nama seorang tokoh nasional kelahiran Muara Teweh,
Kabupaten Barut yaitu mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat almarhum
KH Hasan Basri yang juga mertua Menteri Perindustrian RI, Fahmi Idris.

"Untuk perencanaan desain jembatan tersebut akan diprogramkan tahun depan," katanya.


 Jembatan yang diresmikan tanggal 19 Pebruari 1995 lalu oleh mantan Menteri Penerangan RI,
Harmoko ini merupakan satu-satunya sarana angkutan penumpang dan barang yang
menghubungkan wilayah Kabupaten Barut dan Kabupaten Mura untuk akses baik keluar
daerah maupun sebaliknya melalui tranportasi darat.



                                                                                           1/2

		BARUT STUDI KELAYAKAN JEMBATAN KH HASAN BASRI
		
Thursday, 03 September 2009 20:21 -




 Warga masyarakat di kabupaten pedalaman Sungai Barito bila bepergian keluar daerah
misalnya ke Banjarmasin dan wilayah Kalimantan Selatan lainnya serta beberapa kota di
Kalteng seperti Palangka Raya, Buntok dan Tamiyang Layang, jembatan itu sarana
satu-satunya akses keluar daerah.

 "Dengan redesain bagian tengah jembatan itu diharapkan dilakukan tahun depan, sehingga
semua pemakai angkutan sungai tidak lagi terganggu," kata Achmad Yuliansyah. (K009) (




                                                                                        2/2

								
To top