PEMBUATAN SIMULASI RANGKAIAN RESISTOR INDUKTOR DAN KAPASITOR

Document Sample
PEMBUATAN SIMULASI RANGKAIAN RESISTOR INDUKTOR DAN KAPASITOR Powered By Docstoc
					               PEMBUATAN SIMULASI
RANGKAIAN RESISTOR, INDUKTOR, DAN KAPASITOR
                         (RLC)
BERBASIS VISUAL BASIC SEBAGAI MEDIA BELAJAR



                        SKRIPSI
      Diajukan dalam rangka penyelesaian studi Strata 1
         untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan




                       Disusun oleh:


          Nama         : Febry Jauhari
          NIM          : 5301403025
          Prodi        : S1 Pendidikan Teknik Elektro
          Jurusan      : Teknik Elektro




                  FAKULTAS TEKNIK
      UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
                           2007
                        HALAMAN PENGESAHAN



Skripsi dengan judul " Pembuatan Simulasi Rangkaian Resistor, Induktor, dan
Kapasitor ( RLC ) Berbasis Visual Basic Sebagai Media Belajar “, telah
dipertahankan dihadapan sidang panitia ujian skripsi jurusan Teknik Elektro
Universitas Negeri Semarang yang diselenggarakan pada :
        Hari         : Senin
        Tanggal      : 13 Agustus 2007

Ketua                                         Sekretaris



Drs. Djoko Adi Widodo, M.T.                   Drs. R. Kartono, M.Pd.
NIP. 131570064                                NIP. 131474229

Pembimbing I                                  Penguji I



Drs. Suryono, M.T.                            Drs. Suryono, M.T.
NIP. 131474228                                NIP. 131474228

Pembimbing II                                 Penguji II



Drs. Herdi Saputra                            Drs. Herdi Saputra
NIP. 131570074                                NIP. 131570074

                                              Penguji III



                                              Tatyantoro Andrasto, S.T, M. T.
                                              NIP. 132232153

                           Dekan Fakultas Teknik



                              Prof. Dr. Soesanto
                               NIP. 130875753
                     MOTTO DAN PERSEMBAHAN



MOTTO

  “ Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka

  merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri “. ( QS. Ar Ra’d : 11 )



PERSEMBAHAN

  Skripsi ini adalah wujud dari rasa syukurku kepada Allah SWT atas segala

  rahmat dan kenikmatan yang dianugerahkan kepadaku dan juga sebagai salah

  satu bentuk baktiku kepada kedua orang tuaku. Kupersembahkan skripsi ini

  kepada :

  1. Bunda tercinta yang selalu memperhatikan, memotivasi, dan memberi
     dukungan lahir dan batin.
  2. Bapak yang selalu memimpinku.
  3. Adik dan keluargaku.
  4. Almamaterku.
  5. Rini, Ali dan semua sahabatku yang selalu membantu dan mendukungku.
  6. Teman – teman Pendidikan Teknik Elektro 2003.
                                   ABSTRAK


Febry Jauhari, Pembuatan Simulasi Rangkaian Resistor, Induktor, Dan
Kapasitor ( R L C ) Berbasis Visual Basic Sebagai Media Belajar. Skripsi,
Program Studi S1 Pendidikan Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas
Negeri Semarang. 2007.

        Pemahaman tentang rangkaian resistor, induktor, dan kapasitor sangat
diperlukan dalam bidang elektronika dasar. Sehingga diperlukan adanya media
belajar yang menarik dan inovatif agar dapat dengan mudah dipahami.
        Penelitian ini ingin mendapatkan suatu media belajar yang menarik dan
inovatif dengan memanfaatkan software visual basic. Yaitu dengan cara membuat
program simulasi rangkaian resistor, induktor, dan kapasitor. Dengan adanya
program simulasi ini diharapkan dapat merangsang minat siswa untuk belajar
elektronika dasar.
        Pengumpulan materi yang dilakukan melalui buku referensi dan media
internet. Selanjutnya merancang suatu sistem dengan membuat flowchart. Setelah
itu baru dilaksanakan proses pembuatan aplikasi dengan cara membuat desain
tampilan program dan menuliskan kode – kode program dalam bahasa visual
basic. Langkah terakhir adalah pengujian program.
        Program simulasi ini berisi tentang simulasi perhitungan dasar elektronika,
dan disertakan pula rumus – rumus yang digunakan sesuai dengan program yang
ada.
        Setelah dilakukan penelitian, diperoleh suatu program simulasi rangkaian
resistor, induktor, dan kapasitor yang menarik dan interaktif. User dapat
berinteraksi dengan software dengan cara memberikan input kedalam program
dan program akan mengolahnya serta menampilkan hasilnya sebagai respon.
        Software simulasi ini masih memerlukan adanya penyempurnaan,
sehingga dapat dikembangkan menjadi software yang lebih sempurna.
                            KATA PENGANTAR



       Puji syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena

atas segala rahmat dan bimbingan-NYA, penulis dapat menyelesaiakan skripsi

dengan judul " Pembuatan Simulasi Rangkaian Resistor, Induktor, dan Kapasitor

( RLC ) Berbasis Visual Basic Sebagai Media Belajar “ guna memperoleh gelar

Sarjana Pendidikan.

       Penulis sadar bahwa penyusunan skripsi ini dapat terlaksana dengan baik

atas bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu penulis menyampaikan ucapan terima

kasih kepada :

1. Prof. Dr. H. Sudijono Sastroatmodjo, M. Si. , selaku Rektor UNNES

2. Prof. Dr. Soesanto, selaku Dekan Fakultas Teknik

3. Drs. Djoko Adi Widodo, M.T. , selaku Ketua Jurusan Teknik Elektro

4. Drs. R. Kartono, M.Pd. , selaku Ketua Prodi Pendidikan Teknik Elektro

5. Drs. Suryono, M. T. , selaku Dosen Pembimbing I

6. Drs. Herdi Saputra , selaku Dosen Pembimbing II

7. Semua pihak yang telah membantu

       Dengan terbatasnya kemampuan dan pengetahuan penulis, maka skripsi ini

masih belum sempurna. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran

membangun demi kebaikan bersama. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi

semua pihak khususnya insan pendidikan Indonesia.



                                                      Semarang, Agustus 2007

                                                                       Penulis
                                               DAFTAR ISI



                                                                                                      Halaman

HALAMAN JUDUL ................................................................................. i

HALAMAN PENGESAHAN ................................................................... ii

MOTTO DAN PERSEMBAHAN ............................................................ iii

ABSTRAK ................................................................................................ iv

KATA PENGANTAR .............................................................................. v

DAFTAR ISI ............................................................................................. vi

DAFTAR GAMBAR ................................................................................ viii

DAFTAR TABEL ..................................................................................... xi

DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................. xiii

BAB I        PENDAHULUAN

             A. Latar Belakang ..................................................................... 1

             B. Rumusan Masalah ................................................................ 3

             C. Pembatasan Masalah ............................................................ 3

             D. Penegasan Istilah .................................................................. 4

             E. Tujuan .................................................................................. 6

             F. Manfaat ................................................................................ 6

             G. Metodologi Penelitian .......................................................... 7

             H. Sistematika Skripsi ............................................................... 8

BAB II LANDASAN TEORI

             A. Pendahuluan ......................................................................... 10

             B. Rangkaian Listrik ................................................................. 12

                  1. Rangkaian Seri ............................................................... 12
                2. Rangkaian Paralel ........................................................... 19

                3. Aplikasi Rangkaian Listrik Dasar .................................. 24

           C. Visual Basic ......................................................................... 34

                1. Pengertian Visual Basic .................................................. 34

                2. Kelebihan dan Kekurangan Visual Basic........................ 34

                3. Istilah – Istilah Dalam Visual Basic................................ 36

           D. Kerangka Berfikir ................................................................ 38

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PROGRAM

           A. Perancangan Program .......................................................... 39

                1. Pengumpulan Bahan ...................................................... 39

                2. Pembuatan Flowchart ..................................................... 40

                3. Perancangan Tampilan Program .................................... 41

           B. Pembuatan Program ............................................................. 47

              1. Spesifikasi Hardware dan Software .................................. 47

              2. Pembuatan Program .......................................................... 47

              3. Pengujian Program ............................................................ 48

BAB IV HASIL DAN ANALISIS

           A. Hasil ..................................................................................... 49

           B. Analisis Hasil Pengujian Program ....................................... 64

BAB V PENUTUP

           A. Kesimpulan .......................................................................... 73

           B. Saran ..................................................................................... 73

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................... 75

LAMPIRAN
                                        DAFTAR GAMBAR



                                                                                                   Halaman

Gambar 1. Simbol Resistor ....................................................................... 10

Gambar 2. Simbol Induktor ....................................................................... 11

Gambar 3. Simbol Kapasitor ..................................................................... 11

Gambar 4. Hubungan Seri ......................................................................... 13

Gambar 5. Resistor Seri dan Ekivalennya ................................................. 13

Gambar 6. Induktor Seri dan Ekivalennya ................................................ 14

Gambar 7. Kapasitor Seri dan Ekivalennya .............................................. 15

Gambar 8. RLC Seri .................................................................................. 15

Gambar 9. Hubungan Paralel .................................................................... 19

Gambar 10. Resistor Paralel dan Ekivalennya .......................................... 20

Gambar 11. Induktor Paralel ..................................................................... 20

Gambar 12. Kapasitor Paralel ................................................................... 21

Gambar 13. RLC Paralel ........................................................................... 22

Gambar 14. Penggambaran Teorema Thevenin dan Rangkaian

                 Ekivalennya .......................................................................... 24

Gambar 15. Rangkaian Sederhana Teorema Thevenin ............................. 25

Gambar 16. Penyederhanaan Rangkaian Thevenin .................................. 25

Gambar 17. Hubungan Segitiga – Bintang ............................................... 26

Gambar 18. Rangkaian Filter Pasif ........................................................... 28

Gambar 19. Rangkaian Oscilator R – C .................................................... 30

Gambar 20. Rangkaian Oscilator Clapp .................................................... 30
Gambar 21. Rangkaian Oscilator Colpits .................................................. 31

Gambar 22. Rangkaian Oscilator Hartley ................................................. 32

Gambar 23. Rangkaian Oscilator Armstrong ............................................ 33

Gambar 24. Flowchart Program ................................................................ 40

Gambar 25. Rancangan Tampilan Form Salam Pembuka ........................ 42

Gambar 26. Rancangan Tampilan Form Home ........................................ 43

Gambar 27. Rancangan Tampilan Form Program .................................... 44

Gambar 28. Rancangan Tampilan Form Bantuan ..................................... 45

Gambar 29. Rancangan Tampilan Form Tutorial ..................................... 46

Gambar 30. Tampilan Form Selamat Datang ............................................ 49

Gambar 31. Tampilan Form Home ............................................................ 50

Gambar 32. Tampilan Form Simulasi Pembacaan Kode Warna

                Resistor ................................................................................. 50

Gambar 33. Tampilan Form Simulasi Pembacaan Kode Kapasitor .......... 51

Gambar 34. Tampilan Form Simulasi Menentukan Kode Warna

                Resistor ................................................................................. 51

Gambar 35. Tampilan Form Simulasi Menentukan Kode Kapasitor ........ 52

Gambar 36. Tampilan Form Simulasi Rangkaian Resistor Seri ............... 52

Gambar 37. Tampilan Form Simulasi Rangkaian Resistor Paralel .......... 53

Gambar 38. Tampilan Form Simulasi Rangkaian Kapasitor Seri ............. 33

Gambar 39. Tampilan Form Simulasi Rangkaian Kapasitor Paralel ........ 54

Gambar 40. Tampilan Form Simulasi Rangkaian Induktor Seri .............. 54

Gambar 41. Tampilan Form Simulasi Rangkaian Induktor Paralel .......... 55

Gambar 42. Tampilan Form Simulasi Hukum Ohm ................................. 55
Gambar 43. Tampilan Form Simulasi Teorema Thevenin ........................ 56

Gambar 44. Tampilan Form Simulasi Transformasi Hubungan

               Segitiga Bintang ................................................................... 56

Gambar 45. Tampilan Form Simulasi Reaktansi Kapasitif ...................... 57

Gambar 46. Tampilan Form Simulasi Reaktansi Induktif ........................ 57

Gambar 47. Tampilan Form Simulasi Rangkaian High Pass Filter

               R – C .................................................................................... 58

Gambar 48. Tampilan Form Simulasi Rangkaian High Pass Filter

               L – C ..................................................................................... 58

Gambar 49. Tampilan Form Simulasi Rangkaian Low Pass Filter

               R – C .................................................................................... 59

Gambar 50. Tampilan form Simulasi Rangkaian Low Pass Filter

               L – C ..................................................................................... 59

Gambar 51. Tampilan Form Simulasi Rangkaian Oscilator R – C ........... 60

Gambar 52. Tampilan Form Simulasi Rangkaian Oscilator Clapp .......... 60

Gambar 53. Tampilan Form Simulasi Rangkaian Oscilator Colpits ........ 61

Gambar 54. Tampilan Form Simulasi Rangkaian Oscilator Hartley ........ 61

Gambar 55. Tampilan Form Simulasi Rangkaian Oscilator Armstrong ... 62

Gambar 56. Tampilan Form Simulasi Rangkaian RLC Seri .................... 62

Gambar 57. Tampilan Form Simulasi Rangkaian RLC Paralel ................ 63

Gambar 58. Tampilan Form Bantuan ....................................................... 63

Gambar 59. Tampilan Form Tutorial ........................................................ 64
                                        DAFTAR TABEL



                                                                                                    Halaman

Tabel 1. Hasil Pengujian Program Simulasi Pembacaan Kode Gelang

         Warna Resistor ........................................................................... 54

Tabel 2. Hasil Pengujian Program Simulasi Pembacaan Kode Nilai

         Kapasitor .................................................................................... 55

Tabel 3. Hasil Pengujian Program Simulasi Menentukan Gelang

         Warna Resistor ............................................................................ 55

Tabel 4. Hasil Pengujian Program Simulasi Menentukan Kode

         Kapasitor ..................................................................................... 56

Tabel 5. Hasil Pengujian Program Simulasi Hambatan Total Seri ........... 56

Tabel 6. Hasil Pengujian Program Simulasi Hambatan Total Paralel ...... 56

Tabel 7. Hasil Pengujian Program Simulasi Induktansi Total Seri ........... 57

Tabel 8. Hasil Pengujian Program Simulasi Induktansi Total Paralel ...... 57

Tabel 9. Hasil Pengujian Program Simulasi Kapasitansi Total Seri ......... 57

Tabel 10. Hasil Pengujian Program Simulasi Kapasitansi Total Paralel .. 57

Tabel 11. Hasil Pengujian Program Simulasi Hukum Ohm ..................... 58

Tabel 12. Hasil Pengujian Program Simulasi Teorema Thevenin ............ 58

Tabel 13. Hasil Pengujian Program Simulasi Transformasi Hubungan

           Segitiga Bintang Dan Bintang Segitiga ................................... 58

Tabel 14. Hasil Pengujian Program Simulasi Perhitungan Reaktansi

           Kapasitif .................................................................................. 59
Tabel 15. Hasil Pengujian Program Simulasi Perhitungan Reaktansi

            Induktif .................................................................................... 59

Tabel 16. Hasil Pengujian Program Simulasi Filter R – C ....................... 59

Tabel 17. Hasil Pengujian Program Simulasi Filter L – C ........................ 59

Tabel 18. Hasil Pengujian Program Simulasi Oscilator R – C ................. 59

Tabel 19. Hasil Pengujian Program Simulasi Oscilator Clapp ................. 60

Tabel 20. Hasil Pengujian Program Simulasi Oscilator Colpits ............... 60

Tabel 21. Hasil Pengujian Program Simulasi Oscilator Armstrong ......... 60

Tabel 22. Hasil Pengujian Program Simulasi Oscilator Hartley ............... 60

Tabel 23. Hasil Pengujian Program Simulasi RLC Seri ........................... 61

Tabel 24. Hasil Pengujian Program Simulasi RLC Paralel ...................... 61
                           DAFTAR LAMPIRAN



1. Surat Tugas Dosen Pembimbing

2. Lembar Bimbingan Skripsi Dosen Pembimbing I

3. Lembar Bimbingan Skripsi Dosen Pembimbing II

4. Surat Pernyataan Selesai Bimbimgan

5. Perhitungan Matematis

6. Kode Program
                                      BAB I

                               PENDAHULUAN



A. Latar Belakang

          Kemajuan teknologi memberikan banyak kemudahan dalam kehidupan

   manusia. Salah satu contohnya adalah untuk membantu menyelesaikan

   masalah – masalah dalam dunia pendidikan yang mengarah pada

   pengembangan sumber daya manusia.

          Contoh dari kemajuan teknologi adalah adanya sistem komputerisasi

   diberbagai instansi khususnya instansi pendidikan. Dalam hal pendidikan,

   komputer dapat dipergunakan sebagai alat bantu ( media ) dalam proses

   belajar mengajar, baik untuk guru maupun siswa. Komputer juga bisa

   berfungsi sebagai media tutorial, alat peraga dan juga alat uji.

          Sebagai media tutorial, komputer memiliki keunggulan dalam hal

   interaksi, menumbuhkan minat belajar mandiri serta dapat disesuaikan dengan

   kebutuhan siswa / anak. Sebagai media alat peraga, komputer mempunyai

   kelebihan dapat memperagakan percobaan tanpa adanya resiko kegagalan

   fungsi kerja. Sebagai alat uji, komputer memiliki keunggulan dalam

   keobyektifan, ketepatan dan kecepatan dalam penghitungan.

          Rangkaian listrik merupakan pengetahuan dasar yang harus dipahami

   oleh seseorang sebelum mempelajari ilmu elektronika secara lebih jauh.

   Rangkaian listrik dapat terbentuk dari rangkaian resistor, induktor, dan

   kapasitor   serta   kombinasi    antara   resistor,   induktor,    dan   kapasitor.
Rangkaian – rangkaian tersebut merupakan dasar dari aplikasi rangkaian

elektronika yang sudah berkembang saat ini.

       Visual basic merupakan software yang dapat digunakan untuk

membuat suatu program aplikasi. Pemrograman menggunakan visual basic

dirasa lebih mudah dibandingkan menggunakan bahasa pemrograman yang

lain karena visual basic sudah menyajikan beberapa “ tools “ yang dibutuhkan

dalam menyusun aplikasi.

       Untuk membantu memahami rangkaian listrik terutama rangkaian

resistor, induktor, dan kapasitor perlu adanya media belajar yang menarik dan

inovatif. Salah satunya adalah dengan menggunakan software yang berisi

simulasi rangkaian resistor, induktor, dan kapasitor. Dengan bantuan software,

seseorang tidak perlu merangkai rangkaian resistor, induktor, dan kapasitor

bila hanya ingin mengetahui perhitungan – perhitungan dasar dari rangkaian

resistor, induktor, dan kapasitor. Sebagai contoh, bila ingin mengetahui

besarnya frekuensi output dari rangkaian osilator LC. Dengan bantuan

software, user cukup memasukkan nilai – nilai dari komponen pembentuk

osilator. Maka secara otomatis komputer akan memproses nilai tersebut dan

menampilkan hasilnya. Sehingga tanpa merangkai rangkaian osilator, dapat

diketahui besarnya frekuensi output dari rangkaian osilator. Untuk keperluan

analisis elektronika, juga dapat digunakan bantuan software sebagai bahan

perbandingan antara praktikum dengan teori. Jadi, dengan adanya software

simulasi rangkaian resistor, induktor, dan kapasitor akan didapatkan suatu

media belajar yang menarik. Software tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk
  merancang suatu rangkaian listrik dasar sebelum dibuat rangkaian yang

  sebenarnya, sehingga dapat mengurangi resiko kegagalan fungsi kerja yang

  mungkin akan terjadi.

         Berdasarkan pemikiran diatas, kiranya penting dan perlu untuk dibuat

  suatu inovasi pembelajaran tentang media belajar elektronika. Untuk itu maka

  penulis tertarik untuk membuat suatu software komputer menggunakan visual

  basic, dimana didalam software tersebut berisi simulasi dan tutorial tentang

  rangkaian resistor, induktor, dan kapasitor yang dapat digunakan sebagai

  media belajar sehingga siswa lebih tertarik untuk belajar elektronika.



B. Rumusan Masalah

         Dari penjelasan diatas, dirumuskan suatu permasalahan, dapatkah

  visual basic digunakan untuk membuat software simulasi rangkaian resistor,

  induktor, dan kapasitor ( R L C ) sebagai media belajar.



C. Pembatasan Masalah

         Materi elektronika mencakup banyak hal. Mulai dari pembahasan

  materi yang sederhana seperti pengenalan komponen elektronika dasar,

  penyelesaian rumus – rumus sederhana, sampai pembahasan mengenai

  rumus – rumus untuk menghitung suatu besaran tertentu. Agar tidak

  menyimpang dari tema yang ditentukan, maka perlu adanya suatu pembatasan

  masalah. Software simulasi rangkaian resistor, induktor, dan kapasitor yang
   dibuat berisi tentang komponen dan rangkaian resistor, induktor, serta

   kapasitor ( RLC ).



D. Penegasan Istilah

   1. Simulasi

                 Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ketiga ( Tim penyusun

      kamus, 2003 : 1068 ), simulasi didevinisikan sebagai berikut :

      a. Metode pelatihan yang memperagakan sesuatu dalam bentuk tiruan

          yang mirip dengan keadaan yang sesungguhnya.

      b. Penggambaran suatu sistem atau proses dengan peragaan berupa model

          statistik atau pemeranan.

                 Jadi yang dimaksud dengan simulasi dalam skripsi ini adalah

      bentuk tiruan dari rangkaian resistor, induktor, dan kapasitor yang didesain

      mirip dengan keadaan yang sesungguhnya dengan memakai sistem

      komputerisasi. Sehingga dalam aplikasinya, pemakai program ( user )

      hanya memberi input nilai komponen dan secara otomatis nilai yang

      diinputkan akan diproses oleh komputer sesuai dengan program yang

      dipilih.



   2. Rangkaian Resistor, Induktor, dan Kapasitor ( R L C )

                 Rangkaian listrik adalah sekumpulan peranti seperti resistor dan

      sumber – sumber dimana pada peranti – peranti tersebut terminal –

      terminalnya dihubungkan satu sama lain dengan penghubung kawat ( Chi
   Kong Tse, 2002 : 4 ). Sehingga rangkaian RLC dapat diartikan sebagai

   rangkaian listrik yang terdiri dari kombinasi antara resistor, induktor, dan

   kapasitor baik secara seri maupun paralel. Rangkaian RLC biasanya

   digunakan didalam rangkaian – rangkaian respon frekuensi.



3. Visual Basic

          Visual Basic ( VB ) merupakan software komputer yang

   dikembangkan dari bahasa pemrograman BASIC yang dapat digunakan

   untuk membangun program atau aplikasi komputer.



4. Media belajar

          Media adalah sebuah alat yang mempunyai fungsi menyampaikan

   pesan (Bovee, 1997). Pembelajaran adalah sebuah proses komunikasi

   antara pembelajar, pengajar dan bahan ajar. Komunikasi tidak akan

   berjalan tanpa bantuan sarana penyampai pesan atau media. Jadi, media

   pembelajaran merupakan suatu alat yang digunakan untuk menyampaikan

   pesan pembelajaran sehingga dapat merangsang minat untuk belajar.

   Media pembelajaran sangat penting karena merupakan sub sistem dalam

   sistem pembelajaran. Sehingga pembelajaran tidak akan berjalan lancar

   tanpa adanya media pembelajaran.
E. Tujuan

        Tujuan dari pembuatan simulasi rangkaian resistor, induktor, dan

  kapasitor ( R L C ) menggunakan visual basic sebagai media belajar adalah

  untuk mendapatkan suatu media belajar yang menarik dan inovatif dengan

  memanfaatkan kemajuan teknologi.



F. Manfaat

  1. Secara Umum

             Secara umum manfaat dari adanya program simulasi RLC ini

     adalah merangsang minat siswa agar memiliki keinginan untuk belajar

     elektronika. Selain itu siswa juga diharapkan memiliki kemampuan

     menganalisa data hasil praktikum elektronika berdasarkan teori yang ada,

     buku panduan, dan hasil dari program simulasi RLC.



  2. Manfaat Untuk Lembaga Pendidikan

             Adanya media belajar yang menarik dan inovatif akan berdampak

     pada meningkatnya motivasi belajar peserta didik. Sehingga prestasi

     peserta didik juga akan meningkat. Hal tersebut dapat mengharumkan

     nama baik lembaga pendidikan.

             Begitu juga untuk Jurusan Teknik Elektro UNNES. Dengan adanya

     software simulasi rangkaian resistor, induktor, dan kapasitor sebagai

     media belajar, maka media pembelajaran yang dapat digunakan sebagai

     penunjang belajar mahasiswa Teknik Elektro akan bertambah. Sehingga
      motivasi belajar mahasiswa akan meningkat dan diharapkan prestasi

      mahasiswa juga akan meningkat.



   3. Manfaat Bagi Penulis

             Manfaat yang penulis peroleh dari pembuatan software simulasi

      rangkaian resistor, induktor, dan kapasitor berbasis visual basic sebagai

      media belajar adalah bertambahnya pengetahuan dan pengalaman penulis

      tentang bahasa pemrograman khususnya visual basic.



G. Metodologi Penelitian

   1. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen.

   2. Teknik pengumpulan bahan sebagai materi dari software.

      a. Studi Pustaka atau pencarian bahan dari buku referensi.

      b. Pencarian bahan melalui media Internet.

   3. Pembuatan flowchart.

   4. Perancangan tampilan program.

   5. Pembuatan program.

   6. Pengujian program.
H. Sistematika Skripsi

          Untuk mempermudah dalam memahami keseluruhan isi dari penulisan

   skripsi, maka skrisi disusun dalam 3 bagian, yaitu :

   1. Bagian Awal Skripsi, terdiri dari :

      a. Halaman judul.

      b. Halaman pengesahan.

      c. Abstrak.

      d. Motto dan persembahan.

      e. Kata pengantar.

      f. Daftar isi.

      g. Daftar gambar.

      h. Daftar lampiran.



   2. Bagian Isi Skripsi, terdiri dari :

      a. BAB I Pendahuluan, berisi tentang :

          − Latar belakang.

          − Perumusan masalah.

          − Pembatasan masalah.

          − Penegasan istilah.

          − Tujuan penelitian.

          − Manfaat penelitian.

          − Sistematika penulisan Skripsi.
   b. BAB II Landasan Teori.

   c. BAB III Metodologi Penelitian.

   d. BAB IV Hasil dan Analisis.



3. Bagian Akhir Skripsi, terdiri dari :

   a. Kesimpulan.

   b. Saran.

   c. Daftar pustaka.

   d. Lampiran.
                                   BAB II

                           LANDASAN TEORI



A. Pendahuluan

         Suatu rangkaian listrik umumnya dicirikan oleh adanya satu atau lebih

  sumber yang dihubungkan dengan satu atau lebih beban sebagai penerima

  tenaga listrik ( Budiono Mismail, 1995 : 12 ). Menurut Budiono Mismail

  ( 1995 : 13 ), komponen – komponen yang menjadi beban ini disebut unsur

  atau parameter rangkaian. Unsur – unsur tersebut adalah :

  a. Unsur rangkaian yang memerlukan tegangan sebanding dengan arus yang

     mengalir didalamnya. Konstanta pembandingnya disebut resistansi. Benda

     fisis yang memiliki sifat resistif adalah resistor. Didalam sistem satuan

     Internasional ( SI ), resistansi dinyatakan dalam Ohm ( Ω ) dan

     disimbolkan seperti pada gambar 1.




                             Gambar 1. Simbol Resistor



     Konstanta atau parameter rangkaian tersebut erat hubungannya dengan

     penggunaan tenaga sebagai panas dalam rangkaian.
b. Unsur rangkaian yang membutuhkan tegangan sebanding dengan turunan

   waktu atau kecepatan perubahan arus yang mengalir didalamnya.

   Konstanta pembandingnya disebut induktansi. Benda fisis yang bersifat

   induktif adalah induktor. Didalam sistem satuan Internasional ( SI ),

   induktansi dinyatakan dalam Henry ( H ) dan disimbolkan seperti pada

   gambar 2.




                        Gambar 2. Simbol Induktor



   Parameter rangkaian tersebut erat hubungannya dengan medan magnet

   yang timbul dalam rangkaian tersebut.



c. Unsur rangkaian yang memerlukan arus sebanding dengan turunan waktu

   tegangan diantara kutub – kutubnya. Konstanta pembandingnya disebut

   kapasitansi. Didalam sistem satuan Internasional ( SI ), kapasitansi

   dinyatakan dalam Farad ( F ) dan disimbolkan seperti pada gambar 3.




                         Gambar 3. Simbol Kapasitor

   Benda yang bersifat kapasitif adalah kapasitor. Parameter rangkaian

   tersebut erat hubungannya dengan medan listrik rangkaian.
B. Rangkaian Listrik

            Sekumpulan peranti seperti resistor dan sumber – sumber dimana pada

   peranti – peranti tersebut terminal – terminalnya dihubungkan satu sama lain

   dengan     penghubung     kawat     –    kawat    disebut    rangkaian     listrik

   ( Chi Kong Tse, 2002 : 4 ). Berdasarkan devinisi tersebut, rangkaian listrik

   dapat diartikan sebagai sekumpulan piranti seperti resistor, induktor, kapasitor,

   sumber tegangan, serta komponen – komponen elektronika yang lain dimana

   terminal – terminal pada masing – masing piranti tersebut dihubungkan satu

   sama lain dengan kawat ( konduktor ).

            Dalam penerapannya, rangkaian listrik dapat berupa rangkaian seri,

   paralel, dan campuran antara seri dan paralel. Analisis terhadap suatu

   rangkaian sering akan menjadi lebih mudah dilaksanakan jika sebagian dari

   rangkaian dapat diganti dengan rangkaian lain yang ekivalen dan yang lebih

   sederhana ( Sudaryatno Sudirham, 2002 : 53 ). Impedansi adalah kuantitas

   yang lebih mudah untuk digunakan bila kita menangani masalah – masalah

   rangkaian seri, dan admitansi untuk masalah – masalah rangkaian paralel

   ( Dennis Roddy dan John Coolen, 1990 : 21 )



   1. Rangkaian seri

               Dua elemen dikatakan terhubung seri jika mereka hanya

      mempunyai satu simpul bersama dan tidak ada elemen lain yang

      terhubung pada simpul itu ( Sudaryatno Sudirham, 2002 : 53 ).
      Gambar 4. Hubungan Seri ( Sudaryatno Sudirham, 2002 : 53 )



a. Resistor seri

   Menurut Budiono Mismail ( 1995 : 41 ), jika terdapat n buah resistor

   yang dihubungkan seri dalam suatu rangkaian, maka resistansi setara

   serinya diperoleh dengan menjumlahkan masing – masing resistansi

   dalam rangkaian itu. Secara matematika, ditulis :

     Rs = R1 + R2 + ... + Rn = ∑ R                                      (1)

   ( Sumber : Budiono Mismail, 1995 : 41 )




          Gambar 5. ( a ) Resistor seri ; ( b ) Rangkaian ekivalennya
b. Induktor seri

   Menurut Budiono Mismail ( 1995 : 46 ), jika terdapat n buah induktor

   yang dihubungkan seri dalam suatu rangkaian, dapat digantikan oleh

   induktansi setara yang besarnya sama dengan jumlah masing – masing

   induktansi tersebut. Jadi :

     Ls = L1 + L2 + ... + Ln = ∑ L                                     (2)

   ( Sumber : Budiono Mismail, 1995 : 47 )




         Gambar 6. ( a ) Induktor seri ; ( b ) Rangkaian ekivalennya



c. Kapasitor seri

   Berbeda dengan resistor dan induktor, kapasitansi total kapasitor yang

   dirangkai secara seri tidak sama dengan jumlah keseluruhan dari

   kapsitansi masing – masing kapasitor. Menurut Budiono Mismail

   ( 1995 : 44 ), kapasitor- kapasitor yang dihubungkan seri dinyatakan

   seperti resistansi yang resistornya dihubungkan paralel. Rumus umum
   kapasitansi setara dengan n buah kapasitor yang dihubungkan seri

   adalah :

     1   1   1         1     1
       =   +   + ... +    =Σ                                       (3)
     Cs C1 C2          Cn    C

   ( Sumber : Budiono Mismail, 1995 : 44 )




        Gambar 7. ( a ) Kapasitor seri ; ( b ) Rangkaian ekivalennya



d. RLC seri




        Gambar 8. Rangkaian RLC seri ( Ralph J Smith, 1990 : 178 )
Gambar 8 merupakan gambar dari rangkaian resistor, induktor, dan

kapasitor ( RLC ) yang dirangkai secara seri. Besarnya impedansi dari

rangkaian RLC seri adalah :

                        1             ⎡      1 ⎤
  Z RLC = R + jϖL +         = R+    j ⎢ϖL −                    (4)
                       jϖ C           ⎣     ϖC ⎥
                                               ⎦

( Sumber : Sudaryatno Sudirham, 2002 : 197 )



Menurut Sudaryatno Sudirham ( 2002 : 197 ), reaktansi dari impedansi

ini mengandung bagian induktif (         X L = jϖL ) dan kapasitif

           1
( XC =         ) yang keduanya merupakan fungsi dari frekuensi.
          jϖ C

Bagian induktif berbanding lurus dengan frekuensi sementara bagian

kapasitifnya berbanding terbalik.

Besarnya frekuensi resonansi dari gambar 8 adalah :

           1
 ϖ0 =         rad / det ik                                     (5)
           LC

   atau

            1
  f0 =            Hz                                           (6)
          2π LC

( Sumber : Ralph J Smith, 1990 : 179 )
Rangkaian RLC seri beresonansi bila sudut fasa θ sama dengan nol

( Dennis Roddy dan John Coolen, 1990 : 26 ). Sehingga :

  X = X L + XC = 0                                              (7)

   atau

  X L = −XC                                                     (8)

( Sumber : Dennis Roddy dan John Coolen, 1990 : 26 )



Jadi, berdasarkan persamaan 4 dan persamaan 8, nilai impedansi saat

terjadi resonansi adalah :

  Z RLC = R                                                     (9)

   dan arus yang mengalir saat resonansi adalah :

       VS
 I=                                                            ( 10 )
       R
( Sumber : Sudaryatno Sudirham, 2002 : 197 )



Beberapa parameter digunakan untuk menyatakan resonansi secara

lebih detil. Salah satunya adalah faktor kualitas ( Q ) yang

didefinisikan sebagai perbandingan antara reaktansi induktif pada saat

resonansi dengan resistansinya (Sudaryatno Sudirham, 2002 : 197 ).
Karena pada saat resonansi | XL | = | XC | , maka :

      ϖ 0L          1       L/C
 Q=          =          =                                     ( 11 )
         R       ϖ 0 RC     R

( Sumber : Sudaryatno Sudirham, 2002 : 197 )



Parameter lain adalah lebar pita resonansi yang didefinisikan sebagai

selang frekuensi dimana impedansi tidak berbeda jauh dari nilai

impedansi pada saat resonansi ( Sudaryatno Sudirham, 2002 : 197 ).

Jika batas frekuensi rendah adalah ω1 dan batas frekuensi tingginya

adalah ω2 , maka :

         ⎡      ⎛ 1 ⎞
                       2  ⎤
            1
 ω1 = ω0 ⎢−   + ⎜         ⎥
                ⎜ 2Q ⎟ + 1⎥
                     ⎟                                        ( 12 )
         ⎢ 2Q   ⎝    ⎠
         ⎣                ⎦

   dan

          ⎡      ⎛ 1 ⎞
                        2  ⎤
          ⎢  1             ⎥
 ω 2 = ω0        ⎜ 2Q ⎟ + 1⎥
               + ⎜    ⎟                                       ( 13 )
          ⎢ 2Q   ⎝    ⎠
          ⎣                ⎦
( Sumber : Sudaryatno Sudirham, 2002 : 197 )



   Lebar frekuensi resonansi ( band width ) adalah :

 BWres = ϖ 2 − ϖ 1                                            ( 14 )

( Sumber : Sudaryatno Sudirham, 2002 : 198 )
2. Rangkaian paralel

          Dua elemen dikatakan terhubung paralel jika mereka terhubung

   pada dua simpul yang sama ( Sudaryatno Sudirham, 2002 : 53 ). Gambar

   rangkaian paralel secara umum ditunjukkan pada gambar 9.




                            +




                                                 +
                                 Elemen 1




                                                      Elemen 2
                            V1




                                                 V2
                                            I1




                                                                 I2
                            -




                                                 -


       Gambar 9. Hubungan Paralel ( Sudaryatno Sudirham, 2002 : 53 )



   a. Resistor paralel

      Resistansi setara n buah rasistansi yang dihubung paralel sama dengan

      jumlah kebalikan masing – masing resistansi itu ( Budiono Mismail,

      1995 : 42 ). Bentuk persamaannya adalah :

        1   1   1         1     1
          =   +   + ... +    =Σ                                       ( 15 )
        RP R1 R2          Rn    R

      ( Sumber : Budiono Mismail, 1995 : 42 )
       Gambar 10. ( a ) Resistor paralel ; ( b ) Rangkaian ekivalennya



b. Induktor paralel

   Sama halnya dengan resistor yang dirangkai secara paralel, besarnya

   induktansi total paralel adalah jumlah kebalikan dari masing – masing

   induktansi induktor. Jadi dapat dirumuskan :

     1   1   1         1     1
       =   +   + ... +    =Σ                                       ( 16 )
     LP L1 L2          Ln    L

   ( Sumber : Budiono Mismail, 1995 : 48 )




       Gambar 11. ( a ) Induktor paralel ; ( b ) Rangkaian ekivalennya
c. Kapasitor paralel

   Kapasitor yang dirangkai secara paralel akan memiliki kapaitansi total

   seperti resistor yang dirangkai secara seri. Secara matemaitika dapat

   ditulis :

    Cp = C1 + C2 + ... + Cn = ∑ C                                  ( 17 )

   ( Sumber : Budiono Mismail, 1995 : 45 )




       Gambar 12. ( a ) Kapasitor paralel ; ( b ) Rangkaian ekivalennya



d. RLC paralel

   Pada rangkaian RLC paralel, besarnya admitansi dirumuskan dengan

   persamaan :

                        1           ⎡      1 ⎤
    Y = G + jϖ C +          = G + j ⎢ϖC −                          ( 18 )
                       jϖ L         ⎣     ϖL ⎥
                                             ⎦

   ( Sumber : Ralph J Smith, 1990 : 182 )

                                                       1
   dimana G merupakan konduktansi yang nilainya =
                                                       R
        Gambar 13. RLC paralel ( Ralph J Smith, 1990 : 182 )



Sama halnya dengan rangkaian RLC seri, rangkaian RLC paralel

beresonansi bila sudut fasa θ sama dengan nol, sehingga :

 ⎡      1 ⎤
 ⎢ϖC − ϖL ⎥ = 0                                                ( 19 )
 ⎣        ⎦

( Sumber : Sudaryatno Sudirham, 2002 : 198 )



Berdasarkan persamaan 18 dan 19, besarnya admitansi pada gambar 13

dapat dihitung dengan persamaan :

                        1
Y =G     dimana   G=        maka
                        R
        1
 Y=                                                            ( 20 )
        R
Admitansi suatu rangkaian didefinisikan sebagai perbandingan dari

arus phasor yang melalui rangkaian dan tegangan pahasor pada

rangkaian tersebut ( Dennis Roddy dan John Coolen, 1990 : 19 ). Jadi,

          I
 Y=                                                            ( 21 )
          V


Berdasarkan persamaan 20 dan persamaan 21, arus yang melewati

rangkaian RLC paralel pada gambar 13 dapat dihitung dengan rumus

                            1
I = Y .V      dimana Y =        maka
                            R

       V
 I=                                                            ( 22 )
       R


Faktor kualitas dari rangkaian RLC paralel dapat dihitung dengan

rumus :

      ϖ 0C           1      R
 Q=           =         =                                      ( 23 )
          G       ϖ 0GL     L/C

( Sumber : Sudaryatno Sudirham, 2002 : 198 )



Nilai dari frekuensi resonansi rangkaian RLC paralel dapat dihitung

dengan persamaan 5 dan persamaan 6. Sedangkan nilai frekuensi batas

atas, batas bawah, dan band width berturut – turut diberikan pada

persamaan 12, 13, dan 14.
3. Aplikasi rangkaian listrik dasar

   a. Teorema Thevenin

      Menurut Sudaryatno Sudirham ( 2002 : 66 ), secara umum rangkaian

      listrik terdiri dari dua bagian rangkaian yang menjalankan fungsi

      berbeda, yang dihubungkan oleh terminal interkoneksi. Satu bagian

      disebut seksi sumber dan bagian yang lain disebut seksi beban.




                Gambar 14. ( a ) Penggambaran Teorema Thevenin

                           ( b ) Rangkaian ekivalennya



      Menurut Malvino ( 2003 : 14 ), Thevenin dapat membuktikan bahwa

      betapapun rumitnya suatu rangkaian seperti pada gambar 14.a ,

      rangkaian tersebut akan menghasilkan arus beban yang sama dengan

      rangkaian sederhana pada gambar 14.b.

      Secara sederhana penggambaran dari rangkaiannya ditunjukkan pada

      gambar 15.
          Gambar 15. Rangkaian sederhana teorema thevenin



Langkah – langkah untuk menyederhanakan rangkaian pada gambar 15

adalah sebagai berikut :

1. Lepas hambatan beban ( RL ) kemudian hubung singkatkan

   tegangan sumber ( VS ) sehingga rangkaian menjadi seperti pada

   gambar 16.




             Gambar 16. Penyederhanaan rangkaian thevenin



2. Hitung besarnya hambatan thevenin ( RTh ), tegangan thevenin

   ( VTh ), dan arus pada hambatan beban ( IL ).

           ⎛ R1R 2 ⎞
     RTh = ⎜          ⎟ + R3                                ( 24 )
           ⎝ R1 + R 2 ⎠

           ⎛ R2 ⎞
     VTh = ⎜          ⎟VS                                   ( 25 )
           ⎝ R1 + R 2 ⎠
               VTh
        IL =
             RTh + RL                                           ( 26 )

   ( Sumber : Malvino, 2003 : 14 )



b. Transformasi hubungan segitiga – bintang

   Menurut Sudaryatno Sudirham ( 2002 : 56 ), dalam beberapa

   rangkaian mungkin terjadi hubungan yang tidak dapat disebut sebagai

   hubungan seri, juga tidak paralel. Hubungan semacam ini mengandung

   bagian rangkaian dengan tiga terminal yang mungkin terhubung

   segitiga ( Δ ) atau terhubung bintang ( Y ). Menggantikan hubungan Δ

   dengan hubungan Y yang ekivalen, atau sebaliknya, dapat mengubah

   rangkaian menjadi hubungan seri atau paralel.




                 Gambar 17. Hubungan segitiga – bintang



   Persamaan untuk menghitung hambatan ekivalen dari transformasi

   hubungan segitiga menjadi bintang pada gambar 17 adalah sebagai

   berikut :
                   RA RB
     R1 =                                                           ( 27 )
               RA + RB + RC

                   R A RC
     R2 =                                                           ( 28 )
               R A + RB + RC

                   RB RC
     R3 =                                                           ( 29 )
               R A + RB + RC
   ( Sumber : Sudaryatno Sudirham, 2002 : 56 )



   Persamaan untuk menghitung hambatan ekivalen dari transformasi

   hubungan bintang menjadi segitiga pada gambar 17 adalah sebagai

   berikut :

               R1 R2 + R2 R3 + R1 R3
     RA =                                                           ( 30 )
                        R3

               R1 R2 + R2 R3 + R1 R3
     RB =                                                           ( 31 )
                        R2

               R1 R2 + R2 R3 + R1 R3
     RC =                                                           ( 32 )
                        R1
   ( Sumber : Sudaryatno Sudirham, 2002 : 56 )



c. Filter Frekuensi atau tapis frekuensi

   Suatu tapis melewatkan satu jalur frekuensi sementara menolak satu

   sama lain ( Malvino, 2004 : 240 ). Filter – filter elektris dapat dibuat
dengan menggunakan resistor dan kapasitor, resistor dan induktor, atau

ketiga komponen tersebut sekaligus sekurang – kurangnya harus

terdapat satu komponen jenis reaktif ( Dennis Roddy dan John Coolen,

1990 : 55 ).




                  Gambar 18. Rangkaian filter pasif



Besarnya frekuensi cut off ( Fc ) untuk filter dengan komponen resistor

dan kapsitor ( filter R – C ) dapat dihitung dengan rumus :

           1
 Fc =                                                           ( 33 )
         2πRC
( Sumber : Malvino, 2004 : 263 )
   untuk filter dengan komponen induktor dan kapasitor ( filter L – C )

   dapat dihitung dengan rumus :

                  1
    Fc =                                                             ( 34 )
                2π LC
   ( Sumber : Malvino, 2004 : 258 )



   Pada low pass filter, frekuensi antara nol dan frekuensi cutt off disebut

   pass band dan frekuensi diatas frekuensi cut off disebut stop band

   ( Malvino, 2004 : 240 ). Sehingga frekuensi output dari low pass filter

   adalah dari frekuensi input terendah sampai frekuensi cut off.

   Pada high pass filter, frekuensi antara nol dan frekuensi cut off

   merupakan stop band. Frekuensi diatas frekuensi cut off merupakan

   pass band ( Malvino, 2004 : 241 ). Sehingga frekuensi output dari

   high pass filter adalah dari frekuensi cut off sampai frekuensi input

   tertinggi.



d. Rangkaian Oscilator

   Oscilator merupakan rangkaian elektronika yang dapat menghasilkan

   gelombang sinus. Menurut Malvino ( 2004 : 362 ), Pada frekuensi

   dibawah 1 MHz, dapat digunakan oscilator R – C agar didapat

   gelombang sinus yang hampir sempurna. Dan diatas 1 MHz digunakan

   oscilator L – C.
1. Oscilator R – C




                Gambar 19. Rangkaian oscilator R – C



   Besarnya frekuensi yang dihasilkan oleh oscilator R – C dapat

   dihitung dengan rumus :

              1
     Fo =                                                 ( 35 )
            2πRC
   ( Sumber : Malvino, 2004 : 371 )



2. Oscilator Clapp




                 Gambar 20. Rangkaian oscilator clapp
   Besarnya frekuensi yang dihasilkan oleh oscilator clapp dapat

   dihitung dengan rumus :

               1
     Fo =                                                 ( 36 )
            2π LCTotal

   ( Sumber : Malvino, 2004 : 382 )



   Besarnya kapasitansi total ( CTotal ) adalah :

                    1
     CTotal =                                             ( 37 )
                1   1   1
                  +   +
                C1 C2 C3

   ( Sumber : Malvino, 2004 : 382 )



3. Oscilator Colpits




                 Gambar 21. Rangkaian oscilator colpits
   Besarnya frekuensi yang dihasilkan oleh oscilator colpits dapat

   dihitung dengan persamaan 36 dan besarnya kapasitansi total

   ( CTotal ) adalah :

                 C1 C 2
    C Total =                                              ( 38 )
                C1 + C 2

   ( Sumber : Malvino, 2004 : 378 )



4. Oscilator Hartley




                  Gambar 22. Rangkaian oscilator hartley



   Besarnya frekuensi yang dihasilkan oleh oscilator Hartley dapat

   dihitung dengan rumus :

                   1
     Fo =                                                  ( 39 )
            2π LTotal C

   ( Sumber : Malvino, 2004 : 381 )
   Besarnya induktansi total ( LTotal ) adalah :

     LTotal = L1 + L 2                                               ( 40 )

   ( Sumber : Malvino, 2004 : 381 )



5. Oscilator Armstrong

                                                             Vcc




                                                             F out


                                             C
                                                     L




                                       Rangkaian Resonansi


                Gambar 23. Rangkaian oscilator armstrong



   Besarnya frekuensi yang dihasilkan oleh oscilator Armstrong dapat

   dihitung dengan rumus :

                1
    Fo =                                                             ( 41 )
           2π LC
   ( Sumber : Malvino, 2004 : 380 )
C. Visual Basic

   1. Pengertian Visual Basic

              Visual Basic berasal dari kata visual dan basic. Kata “ visual “

      mengacu pada cara yang digunakan untuk membuat Graphical User

      Interface ( GUI ). Dengan cara ini kita tidak banyak menuliskan instruksi

      pemrograman dalam kode – kode baris, tetapi dengan cara melakukan drag

      dan drop obyek – obyek yang akan digunakan ( Wahana Komputer,

      2003 : 1 ).

              Kata “ basic “ merupakan bagian bahasa BASIC ( Beginners All

      Purpose Symbolic Instruction Code ), yaitu sebuah bahasa pemrograman

      yang dalam sejarahnya sudah banyak digunakan oleh para programmer

      untuk menyusun aplikasi ( Wahana Komputer, 2003 : 2 ).

              Jadi, visual basic merupakan sebuah software untuk membangun

      program atau aplikasi komputer yang dikembangkan dari bahasa BASIC

      dimana didalamnya sudah berisi statemen, fungsi, dan keyword.



   2. Kelebihan dan Kekurangan Visual Basic

              Kelebihan visual basic dibanding dengan bahasa pemrograman

      yang lain adalah visual basic mampu menambahkan sendiri sebagian kode

      program secara otomatis kedalam program. Jadi tidak seperti pada bahasa

      pemrograman yang lain dimana kita harus menuliskan kode program

      untuk segala sesuatunya. Selain itu, visual basic juga mempunyai banyak

      sarana untuk membangun program aplikasi berbasis windows dengan
cepat dan efisien. Visual basic juga dapat digunakan untuk membuat

program aplikasi yang sederhana maupun yang komplek, database, dan

DHTML.

       Selain itu, visual basic sudah mengenal beberapa jenis operator

matematik yang dapat digunakan untuk pengoperasian aritmatik seperti

penjumlahan, pengurangan, pembagian, dan perkalian.

       Dalam hal tampian program, visual basic mampu membuat file

yang berekstensi “ jpg “ untuk dijadikan sebagai background. Hal tersebut

akan membuat tampilan program yang dibuat dengan menggunakan visual

basic akan menjadi lebih menarik.

       Visual basic khususnya visual basic 6.0 memiliki fasilitas

“ Package and Deployment wizard “ yang akan mempermudah proses

pendistribusian program yang sudah jadi. Sehingga aplikasi yang dibuat

dengan menggunakan visual basic dapat diubah atau dicompile menjadi

suatu program yang dapat diinstall seperti program – program aplikasi

komputer yang lain dan dapat berjalan tanpa adanya program visual basic.

       Kekurangan yang terdapat pada visual basic adalah, visual basic

hanya dapat bekerja didalam operating system berbasis windows ( under

windows ).
3. Istilah – Istilah Dalam Visual Basic

   a. Form

       Form merupakan “ window “ atau sebuah lembar kerja yang akan

       menjadi tampilan program yang merupakan tempat pengguna program

       berinteraksi dengan program.

   b. Project

       Project adalah sekumpulan file yang terorganisir dan digunakan untuk

       membangun sebuah aplikasi. File dapat berupa form beserta perintah –

       perintah yang terdapat didalam form.

   c. Syntax

       Syntax merupakan sekumpulan perintah yang berupa kode – kode

       dalam bahasa pemrograman.

   d. Kontrol intrinsik

       Kontrol intrinsik adalah kontrol – kontrol dasar yang digunakan untuk

       menyusun suatu aplikasi. Didalam visual basic, kontrol intrinsik

       terkumpul menjadi satu dalam sebuah “ Tool Box “.

   e. Statement

       Statement dapat diartikan sebagai sebuah pernyataan yang mewakili

       suatu perintah. Contohnya adalah statement erorr yang merupakan

       pernyataan bila terjadi error pada program maka program akan

       diperlakukan seperti pada ketentuan yang dibuat programer. Apakah

       program akan dihentikan dan meminta untuk diperbaiki atau program

       akan ditutup.
f. Deklarasi

   Deklarasi   merupakan     suatu   perintah   yang   berfungsi      sebagai

   penjembatan antara variabel yang ditulis programer dengan visual

   basic sehingga variabel tersebut dapat dibaca oleh visual basic.

g. Variabel

   Variabel merupakan suatu besaran yang nilainya dapat berubah – ubah

   selama terjadinya proses pada program. Penulisan nama variabel tidak

   boleh menggunakan spasi.

h. Eksekusi

   Eksekusi merupakan proses menjalankan program.

i. Kompile

   Kompile merupakan proses menerjemahkan bahasa pemrograman

   yang ditulis oleh programer menjadi bahasa mesin sehingga dapat

   dibaca oleh “ mesin “. Dalam hal ini kata “ mesin “ mengacu pada

   visual basic.

j. Windows form designer

   Merupakan jendela atau sebuah windows yang merupakan tempat

   mendesain tampilan program.

k. Windows code editor

   Merupakan jendela atau sebuah windows yang merupakan tempat

   menuliskan perintah – perintah dalam kode bahasa pemrograman.
      l. Propeti kontrol intrinsik

          Properti kontrol intrinsik dapat diartikan sebagai ciri atau identitas dari

          kontrol intrinsik. Diantaranya yaitu berisi tentang nama kontrol

          intrinsik, warna latar belakang, jenis font, dan lain sebagainya.



D. Kerangka Berfikir

          Melihat beberapa kelebihan yang terdapat didalam program visual

   basic yang diantaranya :

   a. Dapat digunakan untuk membuat aplikasi windows.

   b. Mampu digunakan untuk operasi aritmatika.

   c. Tampilan program akhir mampu didesain sesuai kreatifitas programmer.

   Maka penulis berinisiatif untuk memanfaatkan visual basic sebagai penyusun

   sebuah software simulasi elektronika dasar dengan pokok bahasan rangkaian

   RLC. Ide dasar dari software simulasi ini adalah pembuatan aplikasi operasi

   aritmatika sederhana dimana rumus – rumus yang dimasukkan kedalam

   program adalah rumus – rumus yang dipakai dalam bidang elektronika

   khusunya rumus – rumus tentang rangkaian listrik. Sehingga akan tercipta

   sebuah program aplikasi perhitungan – perhitungan elektronika dengan

   tampilan yang menarik dan dapat diopersikan pada sistem operasi windows.
                                   BAB III

          PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PROGRAM



A. Perancangan Program

        Proses perancangan program dibagi menjadi tiga tahap yaitu

  pengumpulan bahan, pembuatan flowchart program, dan perancangan

  tampilan program.



  1. Pengumpulan Bahan

            Pengumpulan bahan ini bertujuan untuk mendapatkan materi

     tentang komponen resistor, induktor, dan kapasitor yang akan digunakan

     sebagai “ content “ atau isi dari program simulasi. Pengumpulan materi

     yang dilakukan adalah :

     1. Studi Pustaka atau pencarian bahan melalui buku referensi.

        Bahan - bahan yang dicari melalui buku – buku referensi antara lain

        mengenai materi elektronika dasar khususnya tentang komponen

        resistor, induktor, dan kapasitor serta tentang aplikasi visual basic.

     2. Pencarian materi di Internet.

        Selain dari buku, materi yang diperlukan juga penulis cari melalui

        media internet sebagai tambahan bahan referensi khususnya tentang

        media pembelajaran dan aplikasi komputer sebagai media belajar.
2. Pembuatan flowchart

          Flowchart dari software simulasi rangkaian resistor, induktor, dan

   kapasitor yang dibuat adalah sebagai berikut :




                            Gambar 24. Flowchart program
   Keterangan :

   Setelah user melakukan start ( membuka aplikasi simulasi rangkaian

   resistor, induktor, dan kapasitor ) maka “ form “ salam pembuka akan

   muncul. setelah itu muncul form menu utama. Pada form menu utama user

   dapat memilih program yang akan dijalankan. Setelah user memilih

   program, maka form program yang dipilih akan mucul. Pada form

   program tersebut user diminta memasukkan nilai – nilai dari komponen

   yang ada. Setelah semua nilai input dimasukkan dan user menekan tombol

   OK, maka nilai – nilai tersebut akan diproses. Bila terdapat kesalahan yang

   berupa ketidak sesuaian input yang ditetapkan maka akan muncul pesan

   error yang menginformasikan letak kesalahan dan user diminta untuk

   memperbaiki atau mengganti input yang sesuai. Bila input sudah sesuai

   maka hasil perhitungan akan muncul. setelah proses eksekusi selesai

   dilakukan, user dapat memilih untuk melakukan perhitungan lagi dengan

   menekan tombol reset ataupun dapat kembali ke form menu utama yaitu

   dengan menekan pilihan home. User juga dapat langsung keluar dari

   program yaitu dengan menekan pilihan keluar dari program. Bila user

   memilih keluar dari program, maka aplikasi secara otomatis akan

   menutup.



3. Perancangan tampilan program

          Membuat tampilan program berarti menambahkan form kedalam

   sebuah project dan menempatkan obyek – obyek penyusun tampilan
program seperti menu dan kontrol – kontrol yang lain, kemudian mengatur

properti dari masing – masing obyek sehingga obyek tersebut berfungsi

sesuai dengan yang diinginkan dan program menjadi “ userfriendly “ .

       Agar proses pembuatan program dapat berjalan lancar, maka perlu

adanya rancangan atau sket dasar yang akan menjadi acuan pembuatan

program. Salah satunya yaitu membuat rancangan tampilan program yang

akan disajikan. Rancangan tampilan pada software yang penulis buat

adalah sebagai berikut :

1. Rancangan form salam pembuka :




            Gambar 25. Rancangan tampilan form salam pembuka



   Keterangan :

   a. Nama Program, memuat nama software yang penulis buat yaitu “

       Simulasi Rangkaian Resistor, induktor, dan kapsitor ( RLC ) “.
   b. Identitas programer, merupakan menu yang terhubung dengan

      form yang memuat tentang identitas penulis.

   c. Menu keluar, merupakan menu yang berfungsi untuk menutup

      aplikasi.

   d. Menu lanjutkan, merupakan menu yang terhubung dengan form

      home yang berisi daftar program yang terdapat didalam software.



2. Rancangan form home




                  Gambar 26. Rancangan tampilan form home



   Keterangan :

   a. Pilihan program, berisi daftar pilihan program simulasi yang

      terdapat didalam software simulasi RLC.
   b. Menu keluar, merupakan menu yang berfungsi untuk menutup

      aplikasi.

   c. Menu bantuan, merupakan menu yang berfungsi untuk memuka

      form bantuan yang berisi cara menggunakan program.



3. Rancangan form program simulasi




              Gambar 27. Rancangan tampilan form program



   Keterangan :

   a. Nama program simulasi, memuat nama program simulasi yang

      dipilih user.

   b. Menu box, berisi menu – menu yang memiliki fungsi tertentu.

   c. Gambar rangkaian, memuat gambar rangkaian sesuai dengan

      program simulasi yang dipilih user.
   d. Input box, merupakan tempat memasukkan nilai - nilai yang akan

      diproses.

   e. Output box, merupakan tempat tampilan hasil pemrosesan.

   f. Control box, berisi kontrol – kontrol yang digunakan didalam

      program. Misalnya tombol OK, tombol reset, dan lain sebagainya.

   g. Box Navigasi, merupakan kotak pesan yang akan membantu user

      dalam menjalankan program.



4. Rancangan form bantuan




               Gambar 28. Rancangan tampilan form bantuan



   Keterangan :

   a. Menu bantuan, berisi tentang daftar isi dari form bantuan.
   b. Text bantuan, berisi tentang teks bantuan sesuai dengan jenis

      bantuan yang dipilih user.

   c. Tombol keluar, merupakan tombol untuk menutup form bantuan.



5. Rancangan form tutorial




                Gambar 29. Rancangan tampilan form tutorial



   Keterangan :

   a. Menu tutorial, berisi tentang daftar isi dari form tutorial.

   b. Text tutorial, berisi tentang teks tutorial dan rumus – rumus sesuai

      dengan jenis tutorial yang dipilih user.

   c. Tombol keluar, merupakan tombol untuk menutup form tutorial.
B. Pembuatan Program

  1. Spesifikasi Hardware dan Software

            Spesifikasi komputer yang penulis gunakan untuk membuat

     software simulasi rangkaian resistor, induktor, dan kapasitor adalah :

     a. Spesifikasi Hardware

            Processor      : Intel Pentium II / 400 MHz

            RAM            : 192 MB

     b. Spesifikasi Software :

            Microsoft Windows XP Professional version 2002 dengan

            DirectX.9

            Visual Basic 6.0 Enterprise Edition

            Microsoft Visio 2002

            Microsoft Paint

            Adobe Photoshop 7



  2. Pembuatan program

            Proses pembuatan program dimulai dari penyusunan obyek yang

     diperlukan dan menuliskan kode – kode perintah yang berupa bahasa

     pemrograman atau disebut “ syntax “ yang merupakan urutan logika sesuai

     dengan alur program pada flowchart.

            Yang perlu diperhatikan dalam proses pembuatan program adalah

     urutan penyusunan syntax. Karena, walaupun kita sudah menuliskan

     syntax secara benar tetapi tidak tepat dalam menempatkan syntax, maka
   dalam proses eksekuasi program tidak akan berjalan sesuai dengan yang

   kita harapkan. Misalnya, bila kita akan memasukkan perintah untuk

   menghapus text tetapi text yang akan kita hapus masih dalam keadaan

   terkunci, maka urutannya adalah perintah untuk membuka kunci text baru

   perintah untuk menghapus text.

          Statement error juga harus diperhatikan letaknya. Biasanya

   statement error diletakkan diawal penulisan syntax. Hal tersebut

   dimaksudkan agar dalam proses eksekusi nanti bila ditemukan error akan

   segera dapat dideteksi oleh komputer.

          Setelah semua syntax dan tampilan selesai dibuat dan tidak

   terdapat error, maka proses selanjutnya adalah mengkompile file menjadi

   program installer atau didalam visual basic dikenal dengan sebutan “

   Package And Deployment “. Pada proses package and deployment, file

   yang sudah dibuat akan dibuat menjadi sebuah paket yang siap untuk

   didistribusikan. Sehingga dalam penggunaannya user tidak memerlukan

   lagi software visual basic sebagai software induknya.



3. Pengujian program

          Pengujian program ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil

   perhitungan oleh program simulasi RLC sudah sesuai dengan teorinya atau

   belum sesuai. Pengujian dilakukan dengan cara membandingkan hasil

   perhitungan   manual    secara   matematis   dengan     hasil   pemrosesan

   menggunakan program simulasi RLC.
                                    BAB IV

                           HASIL DAN ANALISIS



A. Hasil

           Dari penelitian yang dilakukan, diperoleh software simulasi rangkaian

   resistor, induktor, dan kapasitor dengan tampilan sebagai berikut :

   1. Form Selamat Datang




                       Gambar 30. Tampilan form selamat datang
2. Form Home




                      Gambar 31. Tampilan form home



3. Form simulasi pembacaan kode warna resistor




      Gambar 32. Tampilan form simulasi pembacaan kode warna resistor
4. Form simulasi pembacaan kode kapasitor




        Gambar 33. Tampilan form simulasi pembacaan kode kapasitor



5. Form simulasi menentukan kode warna resistor




      Gambar 34. Tampilan form simulasi menentukan kode warna resistor
6. Form simulasi menentukan kode kapasitor




        Gambar 35. Tampilan form simulasi menentukan kode kapasitor



7. Form simulasi rangkaian resistor seri




           Gambar 36. Tampilan form simulasi rangkaian resistor seri
8. Form simulasi rangkaian resistor paralel




         Gambar 37. Tampilan form simulasi rangkaian resistor paralel



9. Form simulasi rangkaian kapasitor seri




          Gambar 38. Tampilan form simulasi rangkaian kapasitor seri
10. Form simulasi rangkaian kapasitor paralel




         Gambar 39. Tampilan form simulasi rangkaian kapasitor paralel



11. Form simulasi rangkaian induktor seri




          Gambar 40. Tampilan form simulasi rangkaian induktor seri
12. Form simulasi rangkaian induktor paralel




         Gambar 41. Tampilan form simulasi rangkaian induktor paralel



13. Form simulasi hukum ohm




                Gambar 42. Tampilan form simulasi hukum ohm
14. Form simulasi teorema thevenin




             Gambar 43. Tampilan form simulasi teorema thevenin



15. Form simulasi transformasi hubungan segitiga bintang




      Gambar 44. Tampilan form simulasi transformasi hubungan segitiga
                                 bintang
16. Form simulasi reaktansi kapasitif




             Gambar 45. Tampilan form simulasi reaktansi kapasitif



17. Form simulasi reaktansi induktif




              Gambar 46. Tampilan form simulasi reaktansi induktif
18. Form simulasi rangkaian high pass filter R - C




       Gambar 47. Tampilan form simulasi rangkaian high pass filter R - C



19. Form simulasi rangkaian high pass filter L - C




     Gambar 48. Tampilan form simulasi rangkaian high pass filter L - C
20. Form simulasi rangkaian low pass filter R - C




       Gambar 49. Tampilan form simulasi rangkaian low pass filter R - C



21. Form simulasi rangkaian low pass filter L - C




     Gambar 50. Tampilan form simulasi rangkaian low pass filter L - C
22. Form simulasi rangkaian oscilator R - C




          Gambar 51. Tampilan form simulasi rangkaian oscilator R - C



23. Form simulasi rangkaian oscilator clapp




        Gambar 52. Tampilan form simulasi rangkaian oscilator clapp
24. Form simulasi rangkaian oscilator colpits




         Gambar 53. Tampilan form simulasi rangkaian oscilator colpits



25. Form simulasi rangkaian oscilator hartley




       Gambar 54. Tampilan form simulasi rangkaian oscilator hartley
26. Form simulasi rangkaian oscilator armstrong




       Gambar 55. Tampilan form simulasi rangkaian oscilator armstrong



27. Form simulasi rangkaian RLC seri




          Gambar 56. Tampilan form simulasi rangkaian RLC seri
28. Form simulasi rangkaian RLC paralel




          Gambar 57. Tampilan form simulasi rangkaian RLC paralel



29. Form bantuan




                     Gambar 58. Tampilan form bantuan
   30. Form tutorial




                        Gambar 59. Tampilan form tutorial



B. Analisis Hasil Pengujian Program

          Hasil pengujian program dan perhitungan secara matematis adalah

   sebagai berikut :



   Tabel 1. Hasil pengujian program simulasi pembacaan kode gelang warna
            resistor
                                              Hasil
    No.     Kode Warna            Teori               Simulasi    Selisih
     1 Cokelat
        Hitam                 100 K Ω            100 K Ω           0Ω
        Kuning                toleransi 5 %      toleransi 5 %
        Emas
     2 Merah
        Merah                 22 K Ω             22 K Ω            0Ω
        Oranye                toleransi 10 %     toleransi 10 %
        Perak
  3    Kuning
       Ungu                  47 K Ω             47 K Ω             0Ω
       Oranye                toleransi 1 %      toleransi 1 %
       Cokelat


Tabel 2. Hasil pengujian program simulasi pembacaan kode nilai kapasitor

                                             Hasil
 No.     Kode Kapasitor          Teori               Simulasi     Selisih

  1              222             2,2 nF               2,2 nF       0F


  2              103             10 nF                10 nF        0F


  3              333             33 nF                33 nF        0F



Tabel 3. Hasil pengujian program simulasi menentukan gelang warna resistor

                                             Hasil
 No.      Nilai Resistor         Teori             Simulasi     Keterangan
                             Cokelat            Cokelat
  1    100 K Ω               Hitam              Hitam
       toleransi 5 %         Kuning             Kuning            Sesuai
                             Emas               Emas
                             Merah              Merah
  2    22 K Ω                Merah              Merah
       toleransi 10 %        Oranye             Oranye            Sesuai
                             Perak              Perak
                             Kuning             Kuning
  3    47 K Ω                Ungu               Ungu
       toleransi 1 %         Oranye             Oranye            Sesuai
                             Cokelat            Cokelat
Tabel 4. Hasil pengujian program simulasi menentukan kode kapasitor

                                           Hasil
 No.        Nilai kapasitor        Teori           Simulasi         Keterangan

  1             2,2 nF             222               222              Sesuai


  2             10 nF              103               103              Sesuai


  3             33 nF              333               333              Sesuai



Tabel 5. Hasil pengujian program simulasi hambatan total seri

                                                 Hasil
       Rn         Nilai Resistor         Teori           Simulasi     Selisih
      N=2       R1 = 10 Ω                130 Ω            130 Ω        0Ω
                R2 = 120 Ω
      N=5       R1 = 10 Ω            471810 Ω        471810 Ω           0Ω
                R2 = 120 Ω
                R3 = 1 KΩ
                R4 = 680 Ω
                R5 = 470 KΩ


Tabel 6. Hasil pengujian program simulasi hambatan total paralel

                                                 Hasil
       Rn         Nilai Resistor        Teori            Simulasi     Selisih
      N=2       R1 = 10 Ω              9,23 Ω             9,23 Ω       0Ω
                R2 = 120 Ω
      N=5       R1 = 10 Ω             9,024 Ω            9,024 Ω        0Ω
                R2 = 120 Ω
                R3 = 1 KΩ
                R4 = 680 Ω
                R5 = 470 KΩ
Tabel 7. Hasil pengujian program simulasi induktansi total seri

                                                 Hasil
    Ln          Nilai Induktor          Teori            Simulasi      Selisih
   N=2        L1 = 10 mH               110 mH            110 mH         0H
              L2 = 100 mH
   N=5        L1 = 10 mH              1,11007 H      1,11007 H          0H
              L2 = 100 mH
              L3 = 50μH
              L4 = 20 μH
              L5 = 1 H


Tabel 8. Hasil pengujian program simulasi induktansi total paralel

                                                 Hasil
    Ln          Nilai Induktor          Teori            Simulasi      Selisih
   N=2        L1 = 10 mH              9,09 mH            9,09 mH        0H
              L2 = 100 mH
   N=5        L1 = 10 mH              14,25 μH           14,25 μH       0H
              L2 = 100 mH
              L3 = 50μH
              L4 = 20 μH
              L5 = 1 H


Tabel 9. Hasil pengujian program simulasi kapasitansi total seri

                                                 Hasil
    Cn          Nilai Kapasitor         Teori            Simulasi      Selisih
   N=2        C1 = 100 μF              0,99 nF           0,99 nF        0F
              C2 = 100 nF
   N=5        C1 = 100 μF              42,7 pF           42,7 pF        0F
              C2 = 100 nF
              C3 = 10 nF
              C4 = 500 pF
              C5 = 47 pF


Tabel 10. Hasil pengujian program simulasi kapasitansi total paralel

                                                 Hasil
    Cn          Nilai Kapasitor        Teori             Simulasi      Selisih
   N=2        C1 = 100 μF             100,1 μF           100,1 μF       0F
              C2 = 100 nF
   N=5       C1 = 100 μF             100,11 μF      100,11 μF        0F
             C2 = 100 nF
             C3 = 10 nF
             C4 = 500 pF
             C5 = 47 pF


Tabel 11. Hasil pengujian program simulasi hukum ohm

                                     Hasil
    Nilai Komponen         Teori            Simulasi       Selisih
 R= 10 K Ω             V = 50 KV          V = 50 KV      0V
 I=5A
 V = 12 V              I = 0,12 mA        I = 0,12 mA    0A
 R = 100 K Ω
 V=6V                  R = 1,2 M Ω        R = 1,2 M Ω    0Ω
 I = 5 uA


Tabel 12. Hasil pengujian program simulasi teorema thevenin

                                         Hasil
  Nilai Komponen             Teori               Simulasi         Selisih
 R1 = 100 K Ω          Rth = 65,03 KΩ        Rth = 65,03 KΩ   Rth = 0 Ω
 R2 = 22 K Ω           Vth = 2,16 V          Vth = 2,16 V     Vth = 0 V
 R3 = 47 K Ω           IL = 33,22 uA         IL = 33,22 uA    IL = 0 A
 RL = 100 Ω
 Vs = 12 V


Tabel 13. Hasil pengujian program simulasi transformasi hubungan segitiga

          bintang dan bintang segitiga

                                     Hasil
   Nilai Komponen           Teori          Simulasi               Selisih
 R1 = 100 K Ω          Ra = 168,81 KΩ Ra = 168,81 KΩ            Ra = 0 Ω
 R2 = 22 K Ω           Rb = 360,64 KΩ Rb = 360,64 KΩ            Rb = 0 Ω
 R3 = 47 K Ω           Rc = 79,34 KΩ   Rc = 79,34 KΩ            Rc = 0 Ω
 Ra = 168,81 KΩ        R1 = 100 K Ω    R1 = 100 K Ω             R1 = 0 Ω
 Rb = 360,64 KΩ        R2 = 22 K Ω     R2 = 22 K Ω              R2 = 0 Ω
 Rc = 79,34 KΩ         R3 = 47 K Ω     R3 = 47 K Ω              R3 = 0 Ω
Tabel 14. Hasil pengujian program simulasi perhitungan reaktansi kapasitif

                                        Hasil
   Nilai Komponen            Teori             Simulasi         Selisih
 C = 50 nF              Xc = 31,85 Ω        Xc = 31,85 Ω     Xc = 0 Ω
 F = 100 KHz


Tabel 15. Hasil pengujian program simulasi perhitungan reaktansi induktif

                                        Hasil
   Nilai Komponen            Teori             Simulasi         Selisih
 L = 10 mH              XL = 6,28 Ω         XL = 6,28 Ω      XL = 0 Ω
 F = 100 Hz


Tabel 16. Hasil pengujian program simulasi filter R - C

                                        Hasil
   Nilai Komponen             Teori             Simulasi         Selisih
 R = 10 KΩ              Fc = 1,59 KHz       Fc = 1,59 KHz    Fc = 0 Hz
 C = 10 nF


Tabel 17. Hasil pengujian program simulasi filter L - C

                                        Hasil
   Nilai Komponen             Teori             Simulasi         Selisih
 L = 1 mH               Fc = 50,35 KHz      Fc = 50,35 KHz   Fc = 0 Hz
 C = 10 nF


Tabel 18. Hasil pengujian program simulasi oscilator R - C

                                        Hasil
   Nilai Komponen             Teori            Simulasi         Selisih
 R = 10 KΩ              Fo = 1,59 KHz       Fo = 1,59 KHz    Fo = 0 Hz
 C = 10 nF
Tabel 19. Hasil pengujian program simulasi oscilator clapp

                                       Hasil
   Nilai Komponen             Teori            Simulasi            Selisih
 C1 = 10 nF             Fo = 225,87 KHz   Fo = 225,87 KHz        Fo = 0 Hz
 C2 = 50 pF
 C3 = 47 nF
 L = 10 mH


Tabel 20. Hasil pengujian program simulasi oscilator colpits

                                         Hasil
   Nilai Komponen             Teori               Simulasi         Selisih
 C1 = 10 nF             Fo = 22,52 KHz       Fo = 22,52 KHz      Fo = 0 Hz
 C2 = 10 nF
 L = 10 mH


Tabel 21. Hasil pengujian program simulasi oscilator armstrong

                                         Hasil
   Nilai Komponen             Teori               Simulasi         Selisih
 C = 10 nF              Fo = 15,92 KHz       Fo = 15,92 KHz      Fo = 0 Hz
 L = 10 mH


Tabel 22. Hasil pengujian program simulasi oscilator hartley

                                         Hasil
   Nilai Komponen             Teori               Simulasi         Selisih
 C1 = 10 nF             Fo = 11,26 KHz       Fo = 11,26 KHz      Fo = 0 Hz
 L1 = 10 mH
 L2 = 10 mH
Tabel 23. Hasil pengujian program simulasi RLC seri

                                      Hasil
 Nilai Komponen            Teori              Simulasi          Selisih
 R = 10 Ω            Fo = 31,85 KHz      Fo = 31,85 KHz     Fo = 0 Hz
 L = 50 mH           F1 = 31,83 KHz      F1 = 31,83 KHz     F1 = 0 Hz
 C = 500 pF          F2 = 31,86 KHz      F2 = 31,86 KHz     F2 = 0 Hz
 E = 12 V            Q = 1000            Q = 1000           Q=0
                     BW = 31,85 Hz       BW = 31,85 Hz      BW = 0 Hz
                     Z = 10 Ω            Z = 10 Ω           Z=0Ω
                     I = 1,2 A           I = 1,2 A          I=0A


Tabel 24. Hasil pengujian program simulasi RLC paralel

                                      Hasil
 Nilai Komponen            Teori              Simulasi          Selisih
 R = 10 Ω            Fo = 31,85 KHz      Fo = 31,85 KHz     Fo = 0 Hz
 L = 50 mH           F1 = 31,85 Hz       F1 = 31,85 Hz      F1 = 0 Hz
 C = 500 pF          F2 = 31,85 MHz      F2 = 31,85 MHz     F2 = 0 Hz
 E = 12 V            Q = 0,001           Q = 0,001          Q=0
                     BW = 200 MHz        BW = 200 MHz       BW = 0 Hz
                     Y = 0,1 Mho         Y = 0,1 Mho        Y = 0 Mho
                     I = 1,2 A           I = 1,2 A          I=0A




       Hasil teori pada tabel 1 sampai tabel 24 merupakan hasil perhitungan

manual. Sedangkan hasil simulasi merupakan hasil perhitungan meggunakan

program simulasi RLC. Format penulisan hasil pada perhitungan teori adalah

dua angka dibelakang koma dan pada program simulasi merupakan format

penulisan pada visual basic yang telah ditentukan oleh programer.

       Pada tabel 1 dan 2 dapat dilihat bahwa antara hasil pembacaan kode

resistor dan kapasitor secara menual dengan pembacaan menggunakan

program simulasi tidak ditemukan perbedaan hasil. Begitu juga pada tabel 3
dan 4, hasil penentuan kode warna resistor dan kode kapasitor secara manual

dengan hasil pemrosesan program adalah sama.

       Pada tabel 5 sampai tabel 24, selisih antara perhitungan manual dengan

simulasi adalah nol ( 0 ). Atau dapat dikatakan bahwa hasil perhitungan

matematis secara manual adalah sama dengan hasil perhitungan menggunakan

program simulasi.

       Adanya kesamaan hasil antara perhitungan manual dengan pemrosesan

program simulasi disebabkan oleh rumus yang digunakan untuk menghitung

nilai – nilai yang diinputkan adalah sama. Oleh karena itu, program simulasi

ini dapat digunakan sebagai media belajar elektronika dasar khususnya pada

pokok bahasan komponen dan rangkaian RLC.
                                    BAB V

                                 PENUTUP



A. Kesimpulan

           Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa program aplikasi

  Visual Basic dapat digunakan untuk membuat software simulasi rangkaian

  resistor, induktor, dan kapasitor. Dari pengujian program terlihat bahwa tidak

  terdapat selisih antara hasil program dengan perhitungan secara matematis.

  Sehingga software ini dapat digunakan sebagai media belajar elektronika

  dasar. Kesimpulan akhir dari penelitian ini adalah program aplikasi Visual

  Basic dapat digunakan untuk membuat software simulasi rangkaian resistor,

  induktor, dan kapasitor yang dapat digunakan sebagai media belajar

  elektronika dasar.



B. Saran

           Program aplikasi ini secara umum sudah dapat digunakan untuk

  membantu belajar dan analisa dari rangkaian – rangkaian RLC sederhana.

  Tampilan dari program juga tidak seperti tampilan program – program

  windows klasik. Tetapi masih terdapat beberapa kekurangan yang apabila

  kekurangan tersebut diperbaiki, maka akan menambah sempurnanya program

  aplikasi ini. Kekurangan – kekurangan tersebut antara lain :
a. Program simulasi RLC yang dibuat masih terbatas pada sistem operasi

   windows. Sehingga program tidak dapat dioperasikan kedalam sistem

   operasi linux.

b. Program simulasi RLC yang dibuat juga belum dapat menampilkan grafik

   yang mungkin dibutuhkan dalam aplikasi tertentu.
                             DAFTAR PUSTAKA



Adi, Saiful. 2007. Komputer Adalah Media Belajar Anak. http : // saifuladi.

       wordpress. com

Ena, Ouda Teda. Membuat Media Pembelajaran Interaktif dengan Piranti Lunak

       Presentasi. http://www.ialf.edu/kipbipa/papers/OudaTedaEna.doc.

Malvino. 2003. Prinsip – Prinsip Elektronika Buku Satu ( alih bahasa :

       Joko Santoso ). Jakarta : Salemba Teknika.

Malvino. 2004. Prinsip – Prinsip Elektronika Buku Dua ( alih bahasa :

       Joko Santoso ). Jakarta : Salemba Teknika.

Mismail, Budiono. 1995. Rangkaian Listrik. Bandung : Penerbit ITB.

Noname. 2004. Teknologi Komunikasi dan Informatika Untuk Pendidikan.

       www.depdiknas.go.id.

Pandia, Henry. 2002. Visual Basic 6 Tingkat Lanjut. Yogyakarta : Andi.

Roddy, Dennis dan John Coolen. 1990. Komunikasi Elektronika ( alih bahasa :

       Kamal Idris ). Jakarta : Erlangga.

Smith, Ralph J. 1990. Rangkaian, Piranti, dan Sistem ( alih bahasa :          Adhi

       Susanto ). Jakarta : Erlangga.

Sudirham, Sudaryatno. 2002. Analisis Rangkaian Listrik. Bandung : Penerbit ITB.

Tim Penyusun Kamus. 2003. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga.

       Jakarta : Balai Pustaka.

Tse, Chi Kong. 2002. Analisis Rangkaian Linear ( alih bahasa : Eddy Djuhdi

       Hardjapamekas ). Jakarta : Erlangga.

Wahana Komputer. 2000. Pemrograman Visual Basic 6.0 . Yogyakarta : Andi.