Your Federal Quarterly Tax Payments are due April 15th Get Help Now >>

VIRUS H1N1 by sofyanarifin

VIEWS: 855 PAGES: 6

									VIRUS H1N1 (STAIN MEKSIKO) / SWINE FLU PT ASTRA INTERNATIONAL TBK INFORMASI & ANTISIPASI INFEKSI VIRUS H1N1 ( STRAIN MEKSIKO ) ATAU SWINE FLU Sehubungan dengan penyebaran virus baru H1N1 yang telah menjadi perhatian global, maka sebagai wujud kepedulian PT Astra International Tbk, bersama ini kami informasikan bebrapa hal mengenai infeksi virus H1N1 ( Strain Meksiko )/ SWINE FLU :

l. PEMAHAMAN DASAR TENTANG SWINE FLU / FLU MEKSIKO

1) Pengertian Swine Flu atau Flu Meksiko adalah penyakit influenza yang disebabkan oleh virus influenza A subtype H1N1 sehingga gejalanya mirip dengan influenza biasa.

2) Gejala yang bisa ditemukan yaitu : · · · Demam, Batuk, Pilek, Lesu, Letih, Nyeri tenggorokan, nafas cepat atau sesak nafas, Kadang disertai nyeri otot, mual, muntah dan diare.

3) Sumber penularan : · Awalnya melalui babi yang terinfeksi virus H1N1

· Namun pada perkembangannya penyakit ini dapat ditularkan antar manusia, ( manusia ke manusia ) 4) Cara penyebaran virus antar manusia sama seperti flu biasa ( musiman ) · Menular melalui udara ketika penderita batuk atu bersin.

· Dapat juga tertular karena menyentuh suatu barang yang terkontaminasi oleh virus dan kemudian memegang hidung atau mulut Referensi: CDC Atlanta, WHO, Depkes RI. II. ANTISIPASI UNTUK MENCEGAH INFEKSI VIRUS H1N1 / SWINE FLU 1. PROMOTIF · Memberikan informasi mengenai infeksi virus baru H1N1 ( Strain Meksiko ) kepada seluruh karyawan berdasrkan sumber-sumber yang terpercaya, contoh : WHO, Depkes · Mensosialisasikan budaya Pola Hidup Bersih dan Sehat, Terutama pake sabun. Sebaiknya mencuci tangan menggunakan antiseptik sebalum dan sesudah melakukan aktifitas. 2. PREVENTIF · Menyediakan fasilitas cuci tangan dengan sabun antiseptik di lingkungan kerja/perusahaan. · Menjaga kebersihan lingkungan kerja dan lingkungan rumah.

· Apabila mendapatkan kawan yang datangdari Negara sumber penularan yang mengalami demam tinggi yang mirip swine flu, dianjurkan untuk segera berkonsultasi ke tempat pelayanan kesehatan. · Meningkatkan kewaspadaan jika akan melakukan perjalanan ke Negara sumber penularan yamg mengalami demem tinggi yang mirip swine flu, dianjurkan untuk segera berkonsultasi ke tempat pelayanan kesehatan. · Meningkatkan kewaspadaan jika akan melakukan perjalanan ke Negara

sumber penularan, dianjurkan menggunakan masker dan kaca mata. · Menutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin, sebaiknya menggunakan masker apabila menderita flu yang gejalanya hampir mirip dengan infeksi virus H1N1. Masker yang direkomendasikan type Face Mask N95. · Meningkatkan daya tahan tubuh dengan pola makan bergizi dan istirahat cukup. · Membekali kompetensi petugas medis di lingkungan kerja masing-masing mengenai pemahaman, cara pencegahan dan penanggulangan tentang virus H1N1 yang benar sebagai sumber informasi dan konsultasi bagi karyawan. · 3. KURATIF Apabila kasus Virus Flu H1N1 sudah ditemukan di Indonesia, dan ditemukan dilingkungan pekerjaan, lakukan hal-hal sebagai berikut : · Jika terdapat karyawan mengalami sakit flu, segera periksakan ke dokter / pelayanan kesehatan · Jika dokter mendiagnosa flu biasa, maka selama ditempat kerja harus memakai masker ( direkomendasikan masker type N95 ) · Jika dokter mendiagnosa positif terjangkit virus H1N1, maka dilarang masuk kerja dan dirawat dirumah sakit Rujukan Pemerintah untuk kasus Swine Flu. · Jika ada karyawan positif didiagnosa terjangkit virus H1N1/Swine Flu segera menyampaikan/melaporkan kepada 4. POSKO INFORMASI DAN KOMUNIKASI Informasi Posko Kejadian Luar Biasa (KLB) Departmen Kesehatan RI : Alamat : Jl. Percetakan Negara, No.29 Jakarta Pusat Website : www.penyakitmenular.info ; www.pppl.depkes.co.id Email : pi_p...@yahoo.com SMS Gateway : 0813 1813 9990 Telepon Posko KLB : 021- 425 71 25 Fax : 021-428 77 588 / 428 70 284 Tetap waspada dan tenang.

Flu Babi Tidak Dapat Dihentikan
Kasus flu A terus bertambah di Bali dan korbannya selama ini adalah wisatawan yang berwisata di Bali. Namun kini telah muncul kasus penularan flu A/H1N1 pada masyarakat lokal Bali.

Virus H1N1 yang juga dikenal sebagai Flu Babi sekarang ini tidak dapat dihentikan, demikian dikatakan organisasi kesehatan dunia WHO, Senin (13/07). Lebih lanjut WHO menuntut pabrik farmasi untuk segera memproduksi vaksin virus H1N1. Pekerja di bidang kesehatan harus didahulukan dalam pemberian vaksin. Dan setiap negara harus memutuskan sendiri, siapa saja yang selanjutnya juga harus diberi vaksin, demikian dikatakan pimpinan WHO yang bersangkutan, Marie-Paule Kieny. Menurut laporan resmi, Amerika Serikat akan mengeluarkan 884 juta Dollar tambahan untuk membeli bahanbahan pembuat vaksin ini. Dana tersebut diberikan oleh beberapa perusahaan farmasi seperti perusahaan Sanofi, Aventis dan Novartisi. Di seluruh dunia diperkirakan lebih dari satu juta orang sudah terinfeksi Flu Babi dan sekitar 500 orang meninggal. Sementara itu di Indonesia, kasus Flu Babi semakin bertambah. Sampai minggu lalu dilaporkan 64 orang terinfeksi virus H1N1. Di Bali, di mana banyak wisatawan asing datang, sekarang ini juga muncul kasus penularan pada masyarakat lokal. Sejak 7 hari terakhir, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar, merawat 8 pasien H1N1. Pasien terakhir yang masuk adalah seorang warga Denpasar, Bali. Selain itu RSUP Sanglah Denpasar juga merawat 3 warga negara Indonesia lainnya. Sedangkan 4 pasien suspekt virus H1N1 lainnya merupakan wisatawan yang sedang berlibur di Bali, seorang dari Selandia Baru, seorang dari Amerika Serikat dan 2 orang dari Australia. Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUP Sanglah Denpasar dr. Lanang Suartana mengungkapkan, sebagai antisipasi penularan H1N1 yang semakin meluas di Bali, harus ada kewaspadaan pada tingkat masyarakat lokal. Mengingat penyebaran H1N1 saat ini sudah terjadi dari manusia ke manusia. Saat berkunjung ke Obyek wisata, wisatawan juga berbaur dengan masyarakat lokal. Lanang Suartana menegaskan, pada dasarnya masyarakat Bali sangat rentan terinfeksi penularan H1N1 dari wisatawan. Terutama masyarakat Bali yang bekerja di sektor pariwisata, seperti pemandu wisata dan karyawan biro perjalanan wisata. Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Bali dr. Nyoman Sutedja berharap, kepada pelaku pariwisata untuk meminta wisatawan yang mengalami gangguan kesehatan untuk menggunakan masker dan melakukan cek kesehatan. Sementara itu, salah satu sopir Biro perjalanan Wisata, Nyoman Purna, menyatakan tidak begitu khawatir terhadap penularan H1N1, mengingat wisatawan yang datang ke Bali harus menjalani tes kesehatan begitu tiba di Bandara Ngurah Rai Bali. Berdasarkan data RSUP Sanglah Denpasar, kasus flu babi atau H1N1 di Bali secara keseluruhan telah mencapai 20 kasus. Dari 20 kasus tersebut, tujuh orang telah dinyatakan positif terinfeksi virus H1N1.

Pencegahan Virus H1N1 (Novel Influenza) Dua bulan sudah berlalu sejak menyebarnya virus H1N1 (Novel Influenza) di beberapa negara di dunia, termasuk di Jepang. Untuk itu, ada baiknya kita mewaspadai virus ini dengan mengetahui hal-hal sebagai berikut. Gejala Novel Influenza Gejala flu jenis ini hampir sama dengan gejala flu pada umumnya, yaitu suhu badan di atas 38 derajat celcius, batuk, tenggorokan sakit, sakit pada persendian, sakit kepala, dan rasa letih. Ada juga gejala yang diiringi diare dan muntah. Bila seseorang memiliki gejala seperti telah disebutkan, ada kemungkinan orang tersebut telah terkena virus Novel Influenza dan dapat membuat orang di sekitarnya terinfeksi. Obat ampuh untuk virus ini adalah Tamiflu dan Relenza yang bisa diperoleh di toko obat, dan tentunya harus dengan resep dokter. Belum ditemukan vaksin yang efektif untuk virus ini. Virus yang awalnya dikenal sebagai FLU BABI ini, kenyataannya tidak diinfeksikan dari mengkonsumsi babi ataupun makanan yang bersumber dari babi. Cara Penyebaran Virus H1N1 Virus ini dapat menyebar dalam 7 hari dengan 2 cara penyebaran: 1.Menghirup udara yang mengandung virus ini akibat orang yang terinfeksi batuk ataupun bersin. 2.Memegang/menyentuh tempat-tempat yang terkena virus. Misalnya menyentuh pegangan pada kendaraan umum kemudian menyentuh wajahnya. Cara Pencegahan Virus H1N1 Untuk menghindari terkena virus ini ada beberapa langkah yang dapat dilakukan : 1.Gunakan masker di tempat umum, terlebih bagi mereka yang sedang kurang fit, atau mungkin sedang pilek atau batuk. Gunakan masker meliputi hidung, mulut dan dagu, rekatkan pada kulit sehingga tidak ada sela antara kulit dan masker. Sebaiknya gunakan masker sekali pakai yang lebih efektif menahan virus ini. 2.Mencuci tangan dengan sabun selama lebih dari 15 detik, terutama setelah pulang dari bepergian. Gosoklah seluruh bagian tangan, sampai ke sela-sela jari, bagian depan dan belakang tangan, basuhlah dengan air mengalir, setelah itu keringkanlah dengan handuk bersih. Sebaiknya hindari pemakaian handuk untuk bersama-sama. 3.Berkumur setelah pulang dari bepergian dapat menghindari infeksi melalui mulut. Berkumur dilakukan sebanyak 2-3 kali setelah mencuci tangan. Pastikan berkumur dengan menggunakan satu gelas untuk satu orang, hindari pemakaian gelas bersama. 4.Lakukan etika batuk, yaitu saat anda batuk ataupun bersin, tutuplah mulut dan hidung dengan tissue ataupun kain dan menghindar dari orang lain sekitar 2 meter jaraknya. Jika tissue ataupun kain tidak ada, gunakan tangan Anda untuk menutupnya kemudian bercuci tanganlah. 5.Hindari pergi ke tempat ramai ataupun travelling. Sebaiknya menyimpan cukup persediaan makanan sehingga tidak perlu sering keluar rumah. Dan sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi cukup nutrisi dan cukup olahraga sehingga keseimbangan hidup dapat terjaga. Jika Anda merasa salah satu gejala yang telah disebutkan di atas melekat pada diri Anda, pertama kali yang harus Anda lakukan adalah menelpon Pusat Konsultasi Kesehatan sebelum pergi ke rumah sakit. Pusat Konsultasi ini akan menyarankan rumah sakit mana yang dapat Anda kunjungi. Pastikan Anda menggunakan masker saat Anda datang ke rumah sakit, dan pastikan Anda berusaha sebaik mungkin untuk tidak menularkan sakit Anda kepada orang di sekitar Anda.

Virus H1N1 Lebih Ganas dari Perkiraan

Virus H1N1 yang menyebabkan flu babi masih dianggap enteng oleh masyarakat karena daya bunuhnya masih rendah. Baru-baru ini tim peneliti internasional mengungkapkan bahwa virus H1N1 ternyata lebih ganas dari yang selama ini diperkirakan. Penelitian yang diketuai oleh virologis Yoshihiro Kawaoka menampilkan dengan detail gambar virus dan kualitas patogeniknya. Berbeda dengan yang selama ini dikira, ternyata virus H1N1 mampu menginfeksi bagian dalam sel di paru-paru, yang akan mengakibatkan pneumonia dan pada beberapa kasus, kematian. Virus flu biasa hanya menginfeksi satu sel pada sistem pernapasan atas. "Ada kesalahpahaman tentang virus ini," kata Kawaoka, profesor patobiologikal dari UW-Madison School of Veterinary Medicine. "Orang mengira patogen virus ini serupa dengan flu biasa. Hasil studi kami memberi bukti nyata bahwa ia berbeda," katanya. Kemampuan virus itu menginfeksi paru-paru, kata Kawaoka, sama menakutkannya dengan pandemi virus lain, misalnya saja yang terjadi pada tahun 1918 yang membunuh 10 juta orang di akhir Perang Dunia I. Penelitian Kawaoka juga menunjukkan, orang yang lahir sebelum tahun 1918 memiliki antibodi untuk melawan virus H1N1 yang baru. Karenanya, mungkin saja virus ini akan lebih berbahaya dari pandemi sekarang, mengingat kemampuan virus ini berevolusi menjadi bentuk baru. Selain itu, makin banyak orang tertular virus ini, makin besar peluang virus ini berubah jadi mematikan. Dalam penelitiannya, Kawaoka dan timnya menginfeksi beberapa hewan percobaan dengan virus flu biasa dan virus flu yang jadi pandemi. Ternyata, virus H1N1 lebih mudah menggandakan diri pada sistem pernapasan dibandingkan dengan flu biasa, dan menyebabkan lesi pada paru-paru.

WASPADA VIRUS H1N1 VERSI BARU (FLU BABI) SAAT ini masyarakat internasional dalam keadaan siap mengatasi ancaman penyebaran virus flu babi jenis baru. Wabah ini mungkin akan menjadi pandemi, demikian menurut ketua organisasi kesehatan dunia, Dr Keiji Fukuda. Terdeteksi satu versi baru virus H1N1. H1N1 adalah jenis virus yang menyebabkan wabah flu musiman pada manusia. Versi yang baru ditemukan ini memuat materi genetik dari versi yang biasanya ada pada babi dan unggas. Virus yang menyerang pernapasan ini menular lewat batuk atau bersin dan dapat juga melalui kontak langsung dengan penderita. Masa inkubasinya 3 sampai 5 hari. Di Meksiko, 81 orang diperkirakan tewas karena wabah virus flu babi manusia. Sebagian besar korban tewas di Meksiko sejauh ini adalah orang dewasa bukannya anak-anak atau orang tua. Kanada menjadi negara terbaru yang memastikan kasus-kasus virus ini terdapat dalam tubuh manusia. Kasus mematikan terjadi di dua lokasi yang saling berjauhan yaitu dua kasus di British Colombia di Kanada Barat dan empat kasus di propinsi Nova Scotia di bagian Atlantik. Kasus tidak mematikan di Amerika Serikat tercatat 8 kasus dipastikan terjadi diantara para pelajar New York, tujuh di California, dua di Texas, dua di Kansas dan satu di negara bagian Ohio. Departemen Kesehatan Indonesia pun bersiap dengan menetapkan enam langkah.??Menurut Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Depkes Tjandra Yoga Aditama, enam langkah itu adalah pertama, mengumpulkan data dan kajian ilmiah tentang penyakit ini dari berbagai sumber.??Kedua, berkoordinasi dengan WHO untuk memantau perkembangan. Ketiga, membuat surat edaran kewaspadaan dini. Keempat,melakukan rapat koordinasi dengan para kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan.??Kelima, berkoordinasi dengan Badan Litbangkes untuk kemungkinan pemeriksaan spesimen. Keenam, berkoordinasi dengan Departemen Pertanian dan Departemen Luar Negeri untuk merumuskan langkah-langkah tindakan penanggulangan. Lalu apa yang bisa kita lakukan adalah menjaga perilaku hidup bersih dan sehat, menutup hidung dan mulut apabila bersin, mencuci tangan pakai sabun setelah beraktivitas, dan segera memeriksakan kesehatan apabila mengalami gejala flu.


								
To top