Manajemen Risiko Bencana Berbasis Masyarakat Mencari Jati Diri di

Document Sample
Manajemen Risiko Bencana Berbasis Masyarakat Mencari Jati Diri di Powered By Docstoc
					                   Manajemen Risiko Bencana Berbasis Masyarakat
                           Mencari Jati Diri di Indonesia
                           Simposium Nasional Kedua

                               Hotel Sofyan Cikini, 12 – 13 April 2006

I. Latarbelakang
A. Konteks Bencana di Indonesia
Indonesia, dilihat dari konteks geografis dan geologis merupakan daerah yang rawan bencana seperti
bencana tsunami, letusan gunung api dan tanah longsor/gerakan tanah, gempa dan lainnya. Salah satu
dampak dari bencana tersebut adalah, selama dekade terakhir (1994~2004), lebih kurang 6,8 juta
penduduk Indonesia telah menjadi korban berbagai bencana. Ditambah dengan banyaknya korban karena
bencana Tsunami Aceh dan Nias yang terjadi diakhir 2004 yang korbannya mencapai 220 ribu jiwa.

B. Cara Pandang terhadap Bencana
Bencana-bencana tersebut tidak disebabkan oleh alam semata, namun merupakan kombinasi dariberbagai
resiko bahaya (hazard), kondisi kerentanan, ketidakmampuan atau kelemahan kemampuan bertindak untuk
mengurangi potensi konsekuensi negatif yang ada. Kenyataannya, pilihan pembangunan dapat
menciptakan kondisi dimana resiko bahaya justru berkembang menjadi bencana. Akhir-akhir ini bencana
bukan lagi dilihat dari sebab musabab-nya namun ditikberatkan pada dampak yang dapat ditimbulkannya.

Terkait dengan hal tersebut, harus ada perbahan paradigma penanggulangan bencana,yaitu:
1. Dari respon darurat ke manajemen resiko: penanganan bencana dipandang sebagai rangkaian
   tindakan khusus terbatas pada keadaan darurat diubah menjadi manajemen resiko sehingga dampak
   merugikan dari suatu gejala alam dapat dikurangi atau dihilangkan sama sekali.
2. Perlindungan rakyat sebagai perwujudan kewajiban pemerintah untuk menyediakan perlindungan
   sebagai hak azasi rakyat. Hal ini menempatkan penanggulangan bencana sebagai salah satu
   perwujudan tanggungjawab – bukan kemurahan - pemerintah untuk memberikan sebaik mungkin
   perlindungan terhadap rakyat dari risiko bencana.
3. Dari tanggung jawab pemerintah menjadi urusan bersama masyarakat. Dalam hal membawa
   penanggulangan bencana dari ranah pemerintahan kearah urusan kemaslahatan bersama,
   penanggulangan bencana berbasis masyarakat, praktik tanggung jawab sosial korporasi, dan
   penguatan strategi-strategi penanganan tradisional menjadi tema-tema sentral.


II. Pendekatan Berbasis Komunitas : Sebuah Pilihan
Salah satu spekulasi tentang parahnya dampak bencana adalah karena kelemahan strategi
penanggulangan bencana topdown yang mengabaikan potensi sumberdaya dan kapasitas setempat atau
malah, dalam beberapa kasus, meningkatkan kerentanan masyarakat terhadap risiko bencana.

Spekulasi ini kemudian memunculkan suatu proposisi Manajemen Risiko Bencana Berbasis Masyarakat
(community-based disaster risk management/CBDRM) yang berargumen bahwa program manajemen risiko
bencana perlu menggunakan pendekatan berbasis komunitas. Proposisi ini mengadvokasikan ruang dan
kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk berperan dan terlibat lebih aktif dalam manajemen risiko
bencana. Ini berarti masyarakat dengan tingkat kerentanan yang tinggi akan dilibatkan dalam perencanaan
dan pelaksanaan manajemen resiko bencana ditingkat lokal, propinsi, dan nasional dalam bentuk kerja
sama dengan semua entitas. Ini dilaksanakan dari tindakan pencegahan, langkah-langkah kesiap-siagaan,
tindakan tanggap bencana, serta tindakan pemulihan setelah terjadi bencana.

Lebih jauh pendekatan ini meyakini bahwa masyarakat yang selalu waspada dan siap menghadapi resiko
bahaya yang mungkin terjadi di lingkungan mereka, cenderung lebih tahan banting, serta mampu
meningkatkan ketahanan diri mereka sendiri. Sehingga, pada saatnya, akan terbangun organisasi
komunitas yang mempunyai kemampuan lokal untuk menangani resiko bencana.


III. Pencarian Jati Diri Manajemen Risiko Bencana Berbasis Komunitas (CBDRM)
Saat ini terdapat banyak lembaga yang mengaku telah melakukan CBDRM yang semua ingin menekan
risiko bencana. Tetapi dalam keragaman itu terdapat pula kesenjangan pendekatan yang masing-masing
mempunyai konsepsi, persepsi, teknik dan materi berbeda-beda. Tampak perlunya suatu kesepahaman,
tanpa harus menyeragamkan, model-model setidaknya mengenai prinsip-prinsip umum, materi dasar dan
tahapan CBDRM.



                                                                                                     1
Dalam kaitan itu Masyarakat Penanggulangan Bencana Indoensia (MPBI) telah melaksanakan suatu
Simposium Nasional pada Agustus 2004 yang dihadiri oleh berbagai LSM nasional dan internasional,
kelompok masyarakat, Palang Merah Indonesia, dan lembaga pemerintah yang menerapkan pengurangan
risiko bencana berbasis masyarakat. Keluaran dari Simposium nasional ini dibawakan oleh MPBI ke
Konferensi Regional di Bangkok.

Dua tahun setelah simposium ini, terjadi beberapa tonggak bersejarah yang terus merubah jati diri CBDRM
di Indonesia, antara lain terjadinya bencana Tsunami dan gempabumi di Aceh, Sumut dan Nias, disusun
dan dibahasnya RUU-Penanggulangan Bencana, Konferensi sedunia tentang Pengurangan Risiko Bencana
dan sebagainya. Oleh karenanya, dipandang perlu untuk melaksanakan Simposium Nasional Kedua untuk
meninjau kembali perkembangan terakhir dan merancang jalan kerjasama kedepan diantara pemangku
kepentingan dalam CBDRM.

IV. Kegiatan :
     •      Berangkat dari hal tersebut, MPBI dan berbagai pemangku kepentingan lainnya akan mengadakan
            Simposium Nasional Kedua Tentang CBDRM selama 2 hari.
     •      Tempat /waktu : Jakarta, tanggal 12 – 13 April 2006
A. Tujuan :
     •      Menjembatani pemahaman bersama tentang prinsip-prinsip dasar, strategi dan proses-proses
            CBDRM dari berbagai pelaku di Indonesia.
     •      Memfasilitasi pembahasan terhadap pemahaman bersama tentang kerangka kerja CBDRM.
     •      Menyusun suatu rangkaian rekomendasi untuk para pemangku kepentingan dan pemerintah,
            diantaranya, masukan untuk RUU-PB.
B. Output :
     •      Adanya Panduan dan prinsip-prinsip standar model CBDRM
     •      Adanya framework yang komprehensif tentang CBDRM
     •      Ada kesepakatan tentang rekomendasi dan rencana tindak lanjut tentang CBDRM

C. Tim Fasilitator :
    • Puji Pujiono dengan anggota tim Banu Subagyo, Faisal Djalal, dan Iskandar Leman, ET Paripurno,
        Vidarina

D. Alur :

No                   Mata Acara/Tujuan                 Luaran                         Penanggungjawab

Hari Pertama, 12 April 2006

09.00 - 09.15 Registrasi
09.15 – 09:30 Pembukaan                                                             MPBI
09:30 – 10:00 Paparan tentang logika dan               Peserta   memahami       dan Fasilitator
              proses Simposium dan laporan             menyepakati acara simposium
              dari Simposium Nasional – I
10.00 – 10.15 Coffee break
CBDRM DI INDONESIA
10.15 – 12.00 Presentasi narasumber :                  Pemaparan tentang berbagai     GTZ, PMI, Pusat
              mempresentasikan konsep dan              konsep dan model CBDRM         Studi UPN, ADPC,
              model CBDRM                              beserta elemen dan             OXFAM        GB,
                                                       tahapannya yang diadopsi       Depsos
                                                       masing-masing aktor
12.00 – 12.45        Lokakarya-1: Konsep dan model
12.45 – 13.00        Presentasi tim perumus tentang konsep/model CBRDM
13.00 – 13.45        Ishoma
13.45 – 15.30        Presentasi praktik CBDRM:        Identifikasi model dan hikmah 8 organisasi pelaku
                     Pencegahan :                     dari       kegiatan    empiris CBDRM            di
                     • Gunung berapi                  pelaksanaan CBDRM oleh Indonesia
                     • Gempa bumi                     berbagai pelaku.
                     • Kebakaran hutan
                     • Kekeringan
                     Respon :
                     • Banjir dan tanah longsor
                     • Perkotaan
                     Rehab dan Rekon :



                                                                                                      2
                 •    BRR        dng      masa
                      Rehabilitasi          dan
                      rekonstruksi Aceh
                 • IIDP : Pengalaman di Nias
15.30 – 15.45    Coffee break
15.45 – 16.45    Lokakarya-1: Praktik
16.45 – 17.00    Presentasi tim perumus tentang Praktik CBRDM
17.00 – 17.15    Pembagian Kelompok untuk pembahasan hari kedua
Hari Kedua, 13 April 2006

09.00 - 09.15 Registrasi
09.15 – 09.30 Pembukaan dan penjelasan tentang alur diskusi kelompok             Fasilitator
KERANGKA KERJA MAKRO
09.30 – 11.00 Diskusi panel tentang Kerangka Kerja Makro (masing-masing 20 menit):
                   • Hyogo Framework for Action dan CBDRM (ISDR)
                   • Kerangka kerja dan proses-proses regional Asia (ADPC)
                   • RUU-PB dan CBDRM (Anggota Pansus RUU PB DPR-RI)
              Tanya-jawab (30 menit)
11.00 – 11.45 Lokakarya-3: prospek CBDRM di Indonesia
11:45 – 12:00 Coffee break
12:00 – 12.30 Pleno : Presentasi dan diskusi Inventarisasi pemikiran tentang Fasilitator dan co –
              dari kerja kelompok tentang arah, materi, dan strategi fasilitator
              prospek CBDRM Indonesia          CBDRM di Indonesia.
12.30 – 12.45 Presentasi Tim perumus tentang prospek CBRDM di Indonesia
12.45 – 13.30 Ishoma
13.30 – 14.30 Lokakarya-4: Langkah tindak lanjut
14:30 – 14:45 Coffee break
14:45 – 15:30 Pleno : Presentasi dan diskusi Rekomendasi dan rencana Fasilitator dan Co-
              dari kerja kelompok tentang kerja tindak lanjut                   fasilitator
              tindak lanjut Simposium
16.30 – 16.45 Presentasi tim perumus kepada peserta tentang tindak lanjut simposium
16.45 – 17.00 Kesimpulan
17.00 – 17.10 Penutup


E. Penutup
Kerangka ini akan disesuaikan dengan perkembangan simposium.


Untuk keterangan lebih lanjut hubungi:
Hening Parlan, Koordinator Program MPBI HP 0813 103 60759

                                               ###




                                                                                               3