Hubungan antara Persepsi tentang Bahaya Merokok dengan Intensi
Document Sample


Penulis : Desy Mega Aditia
Fakultas : Psikologi
Program Studi : Psikologi
IPK : 3.00
Pembimbing I : Tri Kurniati Ambarini. S.Psi. M.Psi.
Pembimbing II :
Hubungan antara Persepsi tentang Bahaya Merokok dengan Intensi
untuk Merokok pada Remaja dengan Pola Asuh Permisif
Abstrak :
ABSTRAK
Desy Mega, 110511118, Hubungan antara Persepsi tentang Bahaya Merokok dengan Intensi untuk
Merokok pada Remaja dengan Pola Asuh Permisif, Skripsi, Fakultas Psikologi Universitas Airlangga,
2009.
16 + 100 halaman, 72 lampiran.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara persepsi tentang bahaya
merokok dengan intensi untuk merokok pada remaja dengan pola asuh permisif. Yang dimaksud persepsi
tentang bahaya merokok adalah suatu proses menerima, menyeleksi, mengorganisasikan, dan
menginterpretasikan informasi mengenai risiko atau bahaya merokok yang diterima oleh individu. Intensi
untuk merokok adalah dorongan dalam diri individu yang mengarahkannya pada keinginan untuk merokok
baik di masa sekarang atau di masa yang akan datang. Sementara pola asuh permisif merupakan salah
satu tipe pola asuh yang dikarakteristikkan dengan orangtua yang memberikan banyak kebebasan kepada
anak dengan sangat sedikit arahan, menetapkan sedikit batasan yang jelas dan tegas bagi perilaku anak,
dan membuat sedikit tuntutan pada anak.
Sampel penelitian ini berjumlah 47 orang pelajar kelas VIII sebuah sekolah menengah pertama negeri di
Surabaya yang terdiri dari 33 orang pelajar laki-laki dan 14 orang pelajar perempuan. Ke-47 pelajar
tersebut terpilih dari total 151 orang pelajar kelas VIII karena memiliki skor dalam kategori tinggi pada
kuesioner pola asuh permisif.
Data mengenai persepsi tentang bahaya merokok dan intensi untuk merokok diperoleh melalui kuesioner
yang terdiri dari 48 aitem dan 45 aitem yang dibuat sendiri oleh peneliti. Analisis data dilakukan dengan
teknik statistik nonparametrik Spearman Rank dengan bantuan SPSS 14.0.
Hasil analisis data penelitian menunjukkan adanya korelasi antara persepsi tentang bahaya merokok
dengan intensi untuk merokok yang bersifat invers (berkebalikan) sebesar 0,308 dengan p < 0,05. Hal
ini menunjukkan bahwa semakin positif persepsi tentang bahaya merokok pada sampel penelitian ini, maka
akan semakin rendah intensinya untuk merokok, ataupun sebaliknya. Namun demikian, kontribusi persepsi
tentang bahaya merokok terhadap intensi untuk merokok hanyalah sebesar 30,8%. Artinya, terdapat faktor
lain sebesar 69,2% selain persepsi tentang bahaya merokok yang dapat mempengaruhi intensi untuk
merokok seorang remaja dengan pola asuh permisif.
ABSTRACK
Desy Mega, 110511118, Hubungan antara Persepsi tentang Bahaya Merokok dengan Intensi untuk
Merokok pada Remaja dengan Pola Asuh Permisif, Skripsi, Fakultas Psikologi Universitas Airlangga,
2009.
16 + 100 halaman, 72 lampiran.
Page 1
Penulis : Desy Mega Aditia
Fakultas : Psikologi
Program Studi : Psikologi
IPK : 3.00
Pembimbing I : Tri Kurniati Ambarini. S.Psi. M.Psi.
Pembimbing II :
This research was aimed to examined the correlation between smoking risk perception and the intention to
smoke among the permissive parenting adolescents. The smoking risk perception was defined as
individual’s receiving, selecting, organizing, and interpreting process of information concerning
the smoking hazards. Intention to smoke was referred to one’s internal motives which lead him/her
to a will of smoking in the present time or in the future. Meanwhile, permissive parenting was one of three
parenting styles which characterized by parents giving much freedom with a few tuitions, setting a few
clear rules to the child’s behaviors, and making a few demands to the child.
The sample of this research was 47 students of the 8th grade of a public junior high school in Surabaya
consisted of 33 male students and 14 female students. Those students were selected from the total 151
students of the 8th grade whose categorized in high score of the permissive parenting questionnaire.
The data concerning smoking risk perception and the intention to smoke was collected with a 48 items
questionnaire of smoking risk perception and a 45 items questionnaire of intention to smoke made by the
researcher. Analysis of the data were done using Spearman Rank nonparametric statistic technique with
the help of SPSS version 14.0.
The result showed that there was an inverse correlation between the smoking risk perception and the
intention to smoke that was equal to 0,308 with p < 0,05. This correlation meant the more positive of
smoking risk perception, the lower of intention to smoke it would be. But it must be noted that the
contribution of the smoking risk perception was only 30,8% to the intention to smoke. In other words, there
were other factors for about 69,2% aside from the smoking risk perception itself that could also give
contribution to the intention to smoke towards permissive parenting adolescents.
Page 2
Related docs
Get documents about "