LAPORAN KEUANGAN TRIWULAN 1 2008 by pharmphresh30

VIEWS: 753 PAGES: 12

									                                 PT. DUTA KIRANA FINANCE Tbk
                             CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                         Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal
                                      31 Maret 2008 dan 2007


1, UMUM

  Pendirian Perusahaan

  PT. Duta Kirana Finance Tbk ("Perusahaan") didirikan pada tanggal 22 Februari 1995 berdasa
  akta notaris Ny. Toety Juniarto, S.H, No. 36. Akta No. 36 tersebut telah mendapatkan penge
  dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Kepu
  No. C2-4738.HT.01.01.TH.95 tanggal 20 April 1995 dan diumumkan dalam Berita N
  Republik Indonesia No. 98, tanggal 8 Desember 1995. Anggaran Dasar Perusahaan
  mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan terakhir telah diaktakan berdasarkan akta n
  Leolin Jayayanti, S.H, No.70 tanggal 21 Juni 2007 dan telah dilaporkan ke Departemen
  dan Hak Asasi Manusia No. W7-HT01.01.12761, tanggal 10 September 2007 mengenai perset
  perubahan susunan dewan direksi, komisaris dan komisaris independen dan lain-lain
  berhubungan langsung dengan agenda Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan.

  Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, kegiatan utama Perusahaan adalah b
  pembiayaan.

  Perusahaan telah memperoleh ijin usaha dari Menteri Keuangan (Cfm Surat Keputusa
  415/KMK/117/1995 tertanggal 5 September 1995) sebagai Lembaga Pembiayaan yang antara
  bergerak dalam bidang sewa guna usaha, anjak piutang dan pembiayaan konsumen.

  Perusahaan berkedudukan di jalan Agus Salim No. 60, Jakarta Pusat.

  Perusahaan mulai melakukan kegiatan usahanya secara komersial tahun 1997

  Pada tanggal 28 Oktober 1997, Perusahaan memperoleh Surat Pemberitahuan Efektif atas Per
  an Pendaftaran Emisi Saham No. S-2506/PM/1997 dari Ketua Badan Pengawas Pasar M
  (BAPEPAM) untuk melakukan Penawaran Umum Perdana kepada masyarakat sejumlah 26.000
  saham dengan nilai nominal dan harga penawaran Rp 500 setiap saham. Perusahaan telah me
  roleh persetujuan untuk mencatatkan seluruh sahamnya di Bursa Efek Surabaya berdasarkan
  Direksi PT. Bursa Efek Surabaya No. T2-077/EMT/LIST/XI/97 tanggal 17 November 1997

  Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan

  Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan adalah sebagai berikut :


             Dewan Komisaris                                              Dewan Direksi
  1, Diana Trisno     - Komisaris Utama               1, Iib Wibawa Prawiranegara - Direktur U
  2, Sherly Tandiano - Komisaris                      2, Regina Pondaag            - Direktur
  3, Silvia Andri    - Komisaris Independen




                                                  5
                             PT. DUTA KIRANA FINANCE Tbk
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN ( Lanjutan )


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING

  Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan

  Laporan Keuangan ini telah disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku um
  Indonesia, yaitu Standar Akuntansi Keuangan dan Peraturan Badan Pengawas Pasar
  ( BAPEPAM )

  Dasar pengukuran dalam penyusunan laporan keuangan ini adalah konsep biaya per
  ( historical cost ). Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung
  method ) dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan penda
  Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan ini adalah Rupiah.

  Dasar penyusunan laporan keuangan yaitu dasar akrual kecuali untuk laporan arus kas.

  Kas dan Bank

  Kas dan Bank meliputi kas dan bank yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang
  tanggal penempatan, tidak dibatasi penggunaannya dan tidak digunakan sebagai jaminan..

  Tagihan Anjak Piutang

  Tagihan anjak piutang Perusahaan merupakan anjak piutang dengan "recourse", maka Perus
  mempunyai hak untuk menerima pembayaran dari transferor (perusahaan pengalih piutang) a
  piutang tagihan tidak tertagih pada tanggal jatuh tempo.

  Anjak piutang dengan "recourse" diakui sebagai tagihan anjak piutang sebesar nilai piutang
  diperoleh. Selisih antara tagihan anjak piutang dengan jumlah pembayaran kepada tran
  ditambah retensi diakui selama periode anjak piutang. Tagihan anjak piutang dengan "reco
  dinyatakan sebesar nilai bersih yang dapat direalisasi dan retensi disajikan sebagai pengu
  tagihan anjak piutang.

  Piutang Pembiayaan Konsumen

  Piutang pembiayaan konsumen merupakan piutang kepada konsumen untuk pembiayaan pem
  kendaraan bermotor, pembelian dan renovasi rumah dan ruko.

  Selisih antara jumlah piutang angsuran dengan pokok piutang pembiayaan konsumen meru
  pendapatan yang belum diakui dan akan diakui sebagai pendapatan selama periode pembiayaa




                                                6
                              PT. DUTA KIRANA FINANCE Tbk
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN ( Lanjutan )


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING - Lanjutan

   Penyisihan Piutang Ragu-ragu

   Perusahaan melakukan penyisihan untuk kerugian aktiva produktif berdasarkan ev
   manajemen terhadap kemungkinan tidak tertagihnya aktiva produktif ( penanaman sewa
   usaha, anjak piutang dan piutang pembiayaan konsumen ).

   Saldo aktiva produktif dihapuskan atas beban masing-masing penyisihan untuk kerugian
   produktif pada saat manajemen berpendapat bahwa aktiva tersebut sudah tidak dapat tertagih la


   Aktiva Tetap

   Aktiva tetap, dinyatakan sebesar biaya perolehan, dikurangi akumulasi penyusutan. Peny
   dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (Straight-Line Method). Mulai tanggal 1 J
   2003 Perusahaan menggunakan masa manfaat sesuai dengan Keputusan Menteri Keu
   Republik Indonesia No. 138/KMK.03/2002 tentang jenis - jenis harta yang termasuk
   kelompok harta berwujud bukan bangunan untuk keperluan penyusutan, dengan rincian s
   berikut :
                                                                                   tahun

   Kelompok I Renovasi Kantor                                                            4
   Kelompok I Peralatan                                                                  4
   Kelompok II Peralatan                                                                 8
   Kelompok Kendaraan                                                                    8

   Perusahaan memiliki lukisan yang dicatat sebagai aktiva tetap tetapi tidak dilakukan penyu
   atas aktiva tersebut.

   Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi pada saat terja
   pemugaran dan penambahan dalam jumlah signifikan yang memenuhi kriteria sebagaimana
   dalam PSAK No. 16 mengenai "Aktiva Tetap", dikapitalisasi. Aktiva tetap yang sudah
   digunakan lagi atau yang dijual, biaya perolehan serta akumulasi penyusutan dikeluarka
   kelompok aktiva tetap yang bersangkutan dan laba atau rugi yang terjadi dibukukan dalam la
   laba rugi tahun yang bersangkutan.

   Pengakuan Pendapatan dan Beban

   Perusahaan mengakui pendapatan (beban) bunga berdasarkan waktu secara proporsional de
   memperhatikan hutang pokok dan suku bunga yang berlaku,. kecuali penghasilan dari admin
   denda dan premi asuransi diakui pada saat penerimaan.
                                                  7


                               PT. DUTA KIRANA FINANCE Tbk
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN ( Lanjutan )


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING - Lanjutan

   Taksiran Pajak Penghasilan

   Perusahaan telah menerapkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan ( PSAK ) N
   "Akuntansi Pajak Penghasilan" yang mensyaratkan perhitungan pengaruh pajak atas pem
   aktiva dan penyelesaian kewajiban sebesar nilai tercatat, dan pengakuan serta pengukuran a
   dan kewajiban pajak tangguhan untuk pengaruh pajak yang mungkin terjadi pada masa yang
   datang atas kejadian-kejadian yang diakui pada laporan keuangan termasuk rugi fiskal dari t
   tahun sebelumnya.

   Perusahaan telah menerapkan PSAK No. 46 taksiran pajak penghasilan dihitung berdasa
   taksiran penghasilan kena pajak dalam tahun yang bersangkutan dan tidak melakukan penangg
   pajak (deffered tax) atas perbedaan waktu pengakuan penghasilan dari beban antara laporan
   tujuan komersial dan pajak.

   Imbalan Kerja

   Imbalan kerja jangka pendek

   Imbalan kerja jangka pendek diakui pada saat terhutang kepada karyawan berdasarkan me
   akrual.

   Program imbalan pasca kerja berdasarkan Undang-Undang No. 13/2003

   Sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan 13/2003 pasal 156 dalam hal terjadi pemu
   hubungan kerja, pengusaha diwajibkan membayar uang pesangon dan atau uang penghargaan
   kerja dan uang penggantian hak (ganti kerugian) yang seharusnya diterima karyawan. Besa
   Pesangon, Uang Penghargaan Masa Kerja dan Ganti Kerugian di Perusahaan tergantung dari
   kerja dan sebab-sebab pemutusan hubungan kerja.

   Program imbalan pasca kerja tambahan

   Berdasarkan peraturan perusahaan tahun 2005 BAB VIII Pemutusan Hubungan Kerja diseb
   bahwa untuk karyawan yang mengundurkan diri atas permintaan sendiri berhak atas
   penggantian hak dan Uang Pisah seperti diatur dalam Pasal 46 ayat 4.

   Metode Penilaian Aktuarial

   Metode Penilaian Aktuarial Projected Unit Credit digunakan untuk menentukan nilai kini kew
   imbalan pasti, biaya kini dan biaya jasa lalu (jika dapat diterapkan). Metode Projected Unit C
   adalah metode imbalan yang diakru yang diperhitungkan secara prorata sesuai jasa atau m
   imbalan dibagi tahun jasa.

   Pada 1 Januari 2005, perhitungan dilakukan berdasarkan pada Program Undang-Un
   Ketenagakerjaan (Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13 yang diperkenalkan pada tangg
   Maret 2003, dan pengakuannya dimulai pada 1 Januari 2005). Biaya jasa lalu yang telah
   diakibatkan karena penerapan pertama kali program Undang-Undang Ketenagakerjaan N
   tahun 2003 harus diakui langsung, dan untuk yang belum vested diamortisasi selama sisa
   kerja.

                                               8


                             PT. DUTA KIRANA FINANCE Tbk
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN ( Lanjutan )


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING - Lanjutan

   Perubahan Kebijakan Akuntansi

   Perusahaan memperlakukan penerapan awal PSAK No. 24 (revisi 2004) "Imbalan Kerja" se
   perubahan kebijakan akuntansi dengan menggunakan pendekatan retrospektif sebaga
   ditentukan dalam PSAK 25 " Laba atau Rugi Bersih untuk Periode Berjalan, Kesalahan Men
   dan Perubahan Kebijakan Akuntansi".

   Laba (Rugi) per Saham

   Laba (rugi) per saham dihitung dengan membagi laba (rugi) bersih dengan jumlah ra
   tertimbang saham biasa yang beredar pada tahun yang bersangkutan.
9
sarkan
gesahan
putusan
 Negara
n telah
 notaris
  Hukum
 tujuan
 n yang


bidang


san No.
a lain




rnyata
Modal
 0.000
empe
n Surat




Utama
mum di
  Modal


erolehan
 ( direct
danaan.




g sejak




sahaan
apabila


g yang
ansferor
course"
gurang




mbelian


 upakan
 an.
evaluasi
a guna


  aktiva
 lagi.




nyusutan
 Januari
uangan
  dalam
 sebagai




usutan


adinya
 diatur
 tidak
an dari
aporan




dengan
nistrasi,
No. 46,
mulihan
 aktiva
 g akan
 tahun-


sarkan
gguhan
  untuk




metode




 utusan
n masa
ar Uang
ri masa




 butkan
as uang




wajiban
 Credit
metode


Undang
 gal 25
  vested
 No. 13
a masa




ebagai
aimana
ndasar




ata rata

								
To top