Macam-macam Bencana Alam

Document Sample
Macam-macam Bencana Alam Powered By Docstoc
					Macam-macam Bencana Alam
Rabu, 29 Oktober 2008 04:25 -




Tornado
 Angin Tornado adalah suatu angin pusaran kuat skala menengah dari kumpulan arus kuat
awan gelap yang merentang ke permukaan bumi. Saat muncul angin Tornado, kerap disertai
dengan satu atau beberapa pilar awan berbentuk corong seperti “belalai gajah” dari dasar awan
dan menjulur ke bawah, dengan disertai badai angin dan hujan, petir atau rambun (batu es).
Jika Tornado melewati permukaan air, ia dapat menarik air ke atas, dan membentuk tiang air,
berdekatan dengan awan. Jika melewati daratan, kerap akan merobohkan rumah,
menumbangkan tiang listrik, bahkan menarik manusia, ternak atau benda-benda lain ke dalam
pusarannya dan dibawa ketempat lain.

 Angin Tornado kerap terjadi pada saat hujan disertai petir di musim panas, dan sebagian
besar muncul pada sore hari hingga menjelang malam, skala terjangannya kecil, diameter
Tornado umumnya berkisar antara puluhan hingga ratusan meter. Waktu berlangsungnya
Tornado biasanya hanya beberapa menit, paling lama juga tidak lebih dari beberapa jam.
Terjangan anginnya sangat kuat, kecepatan angin di sekitar pusat dapat mencapai 100-200
meter/jam. Daya perusaknya sangat kuat, tempat yang dilalui angin Tornado, kerap akan
membuat pohon-pohon yang dilaluinya tercabut dari akarnya, menjungkir balikan mobil,
menghancurkan bangunan dan sebagainya, terkadang menarik pergi manusia.

 Secara umum, angin Tornado merupakan suatu Siklon (pusaran angin). Saat ia mengadakan
kontak dengan permukaan bumi, diameternya berlainan dari beberapa meter hingga 1 km,
namun rata-rata berkisar ratusan meter. Jangkauan dampak yang diakibatkannya, dari
beberapa meter hingga puluhan kilometer bahkan ratusan kilometer, tempat yang dilaluinya
akan menyapu segala macam benda. Di atas samudera, terutama di daerah tropis, jika muncul
pemandangan serupa disebut Tornado laut.

  Sebagian besar Tornado di belahan bumi utara berpusar berlawanan dengan jarum jam,
sebaliknya di belahan bumi selatan berpusar searah jarum jam. Mekanisme yang persis
terjadinya Tornado saat ini masih dalam penelitian, umumnya mengganggap berhubungan
dengan aktivitas atmosfer.

 Sejak dari abad ke 19, ketepatan ramalan cuaca meningkat drastis, radar cuaca dapat
memprediksi angin Tornado, Typhoon (Taufan) dan berbagai badai perusak lainnya.

 Meski angin Tornado merupakan angin dengan kecepatan angin tertinggi dan perusak terkuat,
namun karena jangkauan perusaknya terbatas, maka hanya digolongkan dalam urutan terakhir.


  Typhoon
  Sistem siklon (pusaran angin) daerah tropis yang agak kuat yang terjadi di perairan laut
selatan dan Samudera Pasifik barat, disebut Thypoon. Pada 1989 silam, World Meteorological
Organization (WMO) menetapkan, bahwa menurut ukuran rata-rata kekuatan angin terkuat di
sekitar pusat pusaran angin daerah tropis, pusaran angin daerah tropis dibagi 4 kategori yaitu
tekanan rendah tropis, badai angin tropis, badai angin tropis kuat dan Taufan. Pusaran angin
tropis dengan kekuatan angin di bawah 8 tingkat disebut tekanan rendah tropis, 8-9 tingkat
disebut badai angin tropis, 10-11 tingkat disebut badai angin tropis kuat, 12 atau di atas 12



                                                                                          1/3
Macam-macam Bencana Alam
Rabu, 29 Oktober 2008 04:25 -




tingkat disebut Taufan. Pusaran angin tropis dengan kekuatan angin 12 tingkat atau di atas 12
tingkat di sekitar pusat Australia, samudera pasifik timur, samudera atlantik disebut Typhoon.

  Ditinjau dari kejadian rata-rata bertahun-tahun, Typhoon di belahan bumi utara sebagian besar
terjadi pada Juli-Oktober, terutama awal Agustus, September paling sering terjadi Thypoon.
Namun tahun yang tidak sama bisa berselisih cukup besar.

 Meski daya perusak Thypoon tidak sehebat Tornado, namun karena dampaknya luas, maka ia
digolongkan dalam urutan ke-4.

  Gempa bumi
  Gempa bumi, yaitu getaran cepat litosfer. Berdasarkan sebab terjadinya gempa bumi dapat
dibagi dua jenis : gempa bumi tektonik dan gempa bumi vulkanik. Gempa bumi tektonik
dampaknya paling luas pada manusia. Terjadinya gempa bumi ini karena tegangan bagian
dalam bumi, sehingga menyebabkan perubahan struktural bumi. Lapisan batuan dalam kerak
bumi, dimana dibawah efek tegangan bumi dalam jangka panjang, akan terjadi kemiringan dan
lekukan, saat tegangan bumi yang terakumulasi melampaui batas maksimum yang dapat
ditahan lapisan batuan, maka akan terjadi kesalahan letak dan retakan secara tiba-tiba di
daerah lapisan batuan yang lemah, sehingga energi yang terakumulasi dalam jangka waktu
panjang tiba-tiba dilepaskan, dan menyebar ke 4 penjuru dalam bentuk gelombang gempa,
sehingga terjadi getaran di permukaan bumi.

  Dua pola penyebaran Gelombang gempa: Gelombang bujur (longitudinal) dan gelombang
lintang (tranversal). Kecepatan penyebaran gelombang bujur sangat cepat, kekuatan
sebarannya sangat kuat, jadi saat terjadi gempa. Pertama lebih dulu mencapai permukaan
bumi, saat demikian, orang-orang yang berada di pusat gempa akan merasa terguncang.
Selanjutnya gelombang lintang tiba, kemudian bumi mulai goyang, bila parah, akan
mengakibatkan rumah roboh, tanah merekah, jalan raya berubah bentuk (retak).

 Besar kecilnya gempa umumnya menggunakan tingkat gempa untuk menentukan skalanya.
Semakin besar energi yang dilepaskan gempa, maka skalanya juga semakin tinggi. Setiap
bertambah satu tingkat, maka energinya juga akan meningkat kurang lebih 30 kali lipat.

 Gempa bumi adalah suatu fenomena alam yang umum. Rata-rata setiap hari di atas bumi ada
gempa bumi, dan rata-rata terjadi 5 juta kali setiap tahun, di antaranya gempa bumi yang terasa
kurang lebih 50.000 kali, sedang gempa keras di atas 7 pada skala richter rata-rata kurang dari
20 kali.
 Gempa bumi desktruktif yang kuat dalam waktu singkat dapat merobohkan rumah,
menghancurkan jembatan, waduk dan bangunan, yang secara langsung menimbulkan bencana
hebat pada manusia. Bahkan dapat mengakibatkan bencana banjir, kebakaran, Tsunami, zat
beracun dan dan bencana sekunder lainnya. Karena itu digolongkan dalam urutan ke-3.

 Tsunami
 Tsunami adalah suatu gelombang laut yang memiliki daya perusak yang kuat. Aktivitas bumi
seperti gempa bawah laut, letusan gunung berapi atau tanah longsor dan sebagainya
kemungkinan juga akan mengakibatkan Tsunami.



                                                                                          2/3
Macam-macam Bencana Alam
Rabu, 29 Oktober 2008 04:25 -




  Ketika terjadi gempa, stratum (lapisan) dasar laut mengalami keretakan, sebagian stratum
naik atau tenggelam secara tiba-tiba, dan inilah yang mengakibatkan segenap lapisan dari
dasar laut hingga ke permukaan mengalami “goncangan” keras. “Goncangan” ini tidak sama
dengan gelombang yang biasa kita jumpai. Gelombang laut umumnya hanya naik di sekitar
permukaan, tingkat kedalamannya tidak besar. Sedang “goncangan” air laut yang disebabkan
gempa adalah fluktuasi segenap sistem air dari permukaan laut ke permukaan, energi yang
terkandung didalamnya sangat mengejutkan.

  Gelombang dahsyat menjulang tinggi saat Tsunami, ketinggiannya bisa mencapai lebih dari
puluhan meter, membentuk “dinding air”. Selain itu, gelombang panjang Tsunami sangat besar,
bisa menyebar ribuan km dengan pengikisan energi yang sangat kecil. Karena sebab di atas,
jika Tsunami mencapai pesisir pantai, maka “Dinding air” akan menerjang ke daratan, dan
menimbulkan ancaman serius terhadap jiwa dan harta benda manusia.

 Karena kedahsyatannya yang berdampak luas, sehingga Tsunami di golongkan dalam urutan
ke-2.

  Letusan gunung berapi
  Gunung berapi bukan gunung yang menyemburkan “api”, yang disemburkannya adalah suatu
zat kental bersuhu tinggi, dan zat ini disebut magma (lahar). Saat gunung berapi meletus,
pemandangan akan tampak sangat menakjubkan. Karena suhunya yang tinggi, dan mendapat
tekanan kuat dari kerak bumi, karena itu, jika bertemu dengan daerah yang agak tipis dan
bercelah, maka laharnya akan meluncur ke permukaan dengan deras.

  Terjadinya gunung berapi adalah di bawah permukaan bumi, daerah yang semakin dalam,
maka suhunya juga akan semakin tinggi, di kedalaman sekitar 20 mil, tingginya suhu cukup
melumerkan sebagian besar batuan. Saat batuan lumer akan mengembang dan perlu ruang
yang lebih luas. Materi yang dilumerkan oleh suhu tinggi ini akan naik menelusuri celah. Saat
tekanan lahar lebih besar dari tekanan batuan di permukaannya, akan meletus dan membentuk
sebuah gunung berapi.

  Ketika gunung berapi meletus, akan diiringi dengan gemuruh yang menggetarkan bumi,
batu-batuan beterbangan, dan lahar yang bukan main panasnya menyembur deras dari bawah
tanah, menelan segala yang benda di sekelilingnya, dan dalam sekejab mata, sekitar puluhan
mil lingkungan tersebut diselimuti dalam sehamparan kabut tebal. Bahkan terkadang, karena
letusan gunung berapi, dapat membuat tanah datar dalam sekejab membentuk sebuah gunung
besar yang menjulang tinggi, seperti pembentukan gunung Kilimanjaro di dekat khatulistiwa dan
gunung ke tuo pa ke xi. Terkadang, bisa juga dalam sekejab menelan segenap desa dan kota
kabupaten, seperti kota Longbei misalnya.

 Letusan gunung berapi yang keras bukan saja dapat menghancurkan kota kabupaten, bahkan
bisa mengubah sebagian besar atau bahkan iklim sedunia. Karena itu, gunung berapi
digolongkan dalam urutan pertama dan memang pantas mendapat sebutan penghancur
ekstrem.




                                                                                        3/3