STUDI PENGELOLAAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN DI WILAYAH PENGENDAPAN by pharmphresh22

VIEWS: 0 PAGES: 11

									                                                                        Pengelolaan Lingkungan…(Arif, et al)



            STUDI PENGELOLAAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN
              DI WILAYAH PENGENDAPAN PASIR SISA TAMBANG

     Study on Environmental Management Sustainability in the Deposition Area

                     Arif Sumantri*, Nanny Harmani**, Bambang Wibisono***

Abstract. Mineral mining is important sector which contributes significantly to the national and local
government’s revenue as well as for local community prosperity. Most mineral mining to the ore process is
using flotation process, which produces concentrate with tailing as waste products. Tailing is finely ground
natural rock residue from the processing of mineralized ore which amount to approximately 96-97% of the
processed ore and only 3-4% concentrate containing copper, gold and silver. Tailing should be managed
properly to minimize environmental impact. The objective of this study is to identify the elements of
mineral mining environmental management system, to study existing environmental policy and to design
sustainable model on the tailing handling. Case study was done in the Modified Ajkwa Deposition Area
(Mod-ADA) at the Mimika Regency, Papua.. This research was using soft system methodology (SSM) and
policy development was using the total system intervention (TSI) procedure which highlighted
environmental care, complementarism and community development. The system modeling techniques used
were Strategic Assumption Surfacing and Testing (SAST), Interpretative Structural Modeling (ISM) and
Issue Management Technology (IMT)with Face validation by expert survey and FGD. Effective cost
parameter and related SME business feasibility were calculated through field survey. The strategic policy
model was formulated based on COMHAR sustainable development themes: satisfaction of human needs
by the efficient use of resource, respect for ecological integrity and bio diversity, social equity and good
decision making.This study resulted conceptual model which consists of the tailing management model
(PETAS) for the physical environmental aspect and the Mod-ADA land rehabilitation (RELAW) for the
biological aspect. The strategic policy model was developed according to environmental management and
monitoring procedure (RKPL). The strategy should be strengthened by community empowerment and local
environmental forum for stakeholder engagement. Based on the model formulation, the policy implication
is carried out through regional control of Informal Mining, community participation in the reclamation of
deposition area activities and activities and optimalization of the CSR-fund with CSER guideline. The
long–term solution of Mod-ADA environmental management is tailing processing to increase added value
such as cement industry. This plan should be supported by integrated EIA and environmental audit in line
with the clean development mechanism (CDM) principles.

Keywords: Mineral mining, tailing management, sustainability, strategic policy


PENDAHULUAN                                              capai 49,5% dan 94,2%. Selain itu, PTFI juga
                                                         memberikan kontribusi terhadap realisasi
                                                         Penerimaan Dalam Negeri APBN 2006
         Pertambangan merupakan salah satu
                                                         sebesar 2,23% melalui pembayaran Pajak dan
sektor pembangunan yang sangat penting
                                                         pembayaran kepada pemerintah lainnya
sehingga pengembangannya secara ber-
                                                         (Penerimaan Negara Bukan Pajak atau
kelanjutan perlu dilakukan karena ber-
                                                         PNBP) sebesar Rp 14,6 triliun. Kontribusi
hubungan erat dengan pendapatan nasional
                                                         PTFI terhadap APBD Papua mencapai Rp
dan daerah serta memberikan manfaat bagi
                                                         313 miliar (10%) sedangkan terhadap APBD
masyarakat di sekitar tambang. Sektor per-
                                                         Kabupaten Mimika mencapai Rp 533 miliar
tambangan juga berkontribusi signifikan pada
                                                         (65%).
pembangunan daerah. Menurut LPEM-UI
pada tahun 2006 PTFI telah menyumbangkan                         Sampai saat ini, manusia masih
2,5% terhadap pendapatan Produk Domestik                 memerlukan dukungan hasil sumberdaya
Bruto (PDB) Indonesia. Sedangkan kon-                    pertambangan dan komoditi tambang untuk
tribusi terhadap Produk Domestik Regional                mempertahankan serta meningkatkan kese-
Bruto (PDRB) Papua dan PDRB Mimika                       jahteraannya, sehingga keberadaan pertam-
untuk tahun yang sama masing-masing men-                 bangan secara signifikan merupakan sektor

* Doktor Ilmu Lingkungan PSL IPB & Staf Pengajar Poltekkes Depkes Jur. Kesehatan Lingkungan
** Magister Kesehatan Masyarakat FKM UI & Staf Pengajar Poltekkes Depkes Jur. Kesehatan Lingkungan
*** Doktor Ilmu Lingkungan PSL IPB & CEO SDM PT. Freeport
Jurnal Ekologi Kesehatan Vol. 7 No. 2, Agustus 2008 : 758 - 768



yang strategis dalam kerangka pem-bangunan                           Penelitian      dilakukan    dengan
umat manusia (Djajadinigrat 2007). Namun,                    pendekatan sistem melalui soft system
tetap tidak terlepas dari masalah dampaknya                  methodology (SSM) (Checkland 1981).
terhadap lingkungan seperti pembuangan                       Tahapan penelitian dilakukan dengan studi
limbah tambang, pencemaran logam berat                       pustaka, survai lapangan dan focus groups
(air raksa, arsen), dan lain sebagainya.                     discussion (FGD). Diskusi kelompok (FGD
Berbagai isu aktifitas pertambangan yang                     I) dilakukan untuk memunculkan asumsi
kurang     berwawasan      lingkungan   dan                  dasar model kebijakan dengan metode
penurunan kualitas lingkungan pertambangan                   strategic assumption surfacing and testing
perlu     diperhatikan    untuk    menjamin                  (SAST) (Eriyatno dan Fadjar 2007). Survai
keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan                      pakar dengan metode intepretative structural
manusia dan kelestarian lingkungan serta                     modelling (ISM) (Saxena et al 1992).
menjamin iklim investasi yang kondusif bagi                  Pengambilan contoh dilakukan dengan
investor pertambangan berskala besar.                        seleksi pakar secara sengaja (purposive)
                                                             terhadap calon responden. Responden survai
        Pengelolaan limbah pertambangan
                                                             pakar terdiri atas: pakar tim TRMP (Tailing
mineral (emas dan tembaga) yang telah
                                                             and River Management Project), praktisi
dilakukan oleh perusahaan pertambangan
                                                             (Green Team PTFI), serta Akademisi,
masih belum mampu mengatasi degradasi
                                                             Pemerintah Daerah, dan Pemerintah Pusat
kualitas lingkungan bio-fisik dan masalah
                                                             (Kementerian      LH,     Dephut,   ESDM).
sosial kemasyarakatan, meskipun beberapa
                                                             Berdasarkan analisis situasional, asumsi
kegiatan pertambangan telah berorientasi
                                                             dasar dan elemen kunci disusun model
pada industri bersih yang berwawasan
                                                             konseptual kebijakan pengelolaan lingkungan
lingkungan. Perubahan lingkungan di sekitar
                                                             di wilayah Mod-ADA.
pertambangan dapat terjadi setiap saat,
sehingga manajemen pengelolaan limbah                                Teknik pengolahan dan analisis data
yang efektif menjadi indikator keberlanjutan                 untuk kegiatan rehabilitasi menggunakan
pertambangan mineral.                                        nisbah manfaat terhadap biaya lingkungan,
                                                             sedangkan analisis usaha untuk kegiatan
        Penelitian ini bertujuan identifikasi
                                                             usaha produktif. Pengujian model kebijakan
permasalahan        pelaksanaan       sistem
                                                             dilakukan dengan face validation (Sargent
pengelolaan     lingkungan     pertambangan
                                                             1998), sedangkan analisis aspek sosial dan
mineral serta identifikasi asumsi pendukung
                                                             kebijakan yang sudah ada dilakukan dengan
model kebijakan dan mendisain model
                                                             deskriptif.
konseptual kebijakan pengelolaan lingkungan
pertambangan mineral yang berkelanjutan.                     HASIL DAN PEMBAHASAN
Studi kasus penelitian di wilayah Mod-ADA
                                                                    Komitmen perusahaan pertambangan
Kabupaten Mimika, Papua yang berupa
                                                             melakukan reklamasi selama operasional
kegiatan penanganan pasir sisa tambang.
                                                             pertambangan disesuaikan dengan Undang-
                                                             undang No. 41 tahun 1999 mengenai
                                                             kewajiban melakukan reklamasi lahan bekas
BAHAN DAN CARA
                                                             pertambangan      oleh   pemegang      ijin
        Studi kasus dilaksanakan Maret 2007                  pertambangan. Kegiatan reklamasi di
sampai dengan Januari 2008 di wilayah kerja                  wilayah pengendapan sirsat diarahkan pada
PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kabupaten                    peningkatan jumlah tanaman dan luas daerah
Mimika, Papua. Lokasi kajian difokuskan di                   yang dapat ditanami.
wilayah Modified Ajkwa Deposition Area
                                                                     Berdasarkan hasil survai, kegiatan
(Mod-ADA) sebagai pengendapan pasir sisa
                                                             pemeliharaan lingkungan biologis melalui
tambang dan dialirkan melalui sungai.
                                                             revegetasi lahan sirsat dilakukan dengan
Observasi lapang sistem pengelolaan
                                                             penanaman berbagai jenis tanaman per-
lingkungan pertambangan dilakukan di Pusat
                                                             kebunan dan kehutanan untuk memperbaiki
Reklamasi Mod-ADA, natural succession
                                                             kesuburan lahan. Dalam pencapaian target
discovery park (NSDP), serta lokasi kegiatan
                                                             revegetasi, perusahaan pertambangan meng-
revegetasi dan rehabilitasi sekitar area
                                                             alokasikan anggaran biaya yang besar dengan
pengendapan.
                                                             rincian disajikan pada Tabel 1.
                                                                        Pengelolaan Lingkungan…(Arif, et al)




                   Tabel 1. Analisis pengelolaan lingkungan biologik (revegetasi)

 No.                 Kegiatan                     Luasan          Tenaga kerja           Biaya efektif
                                                   (Ha)             (orang)                (Rp/ha)
 1.     Budidaya mangrove                               9,1           18                   34.240.106,-
 2.     Penanaman Land Cover Crop                     19,6            11                    1.069.722,-
 3.     Penanaman Rumput Phragmites                      25           17                   23.298.460,-
        Karka
 4.     Penanaman Rumput Vetiver                        1,1             11                 118.741.229,-
 5.     Penanaman King Grass                           12,4             11                  41.527.893,-
 6.     Budidaya sengon                                   1             11                  36.190.517,-

       Perusahaan    pertambangan      juga              63.700 unit dengan anggaran sebesar US$
melakukan pemeliharaan lingkungan fisik                  12,5 juta, sedangkan pemeliharaan tanggul
daerah pengendapan Mod-ADA dengan                        barat dan timur sepanjang 20 km diperlukan
kegiatan utamanya, yaitu pembuatan gabion                anggaran sebesar US$ 8-12 juta per tahun
atau bronjong kawat berisi batu-batuan yang              (Tabel 2). Anggaran kedua kegiatan tersebut
dibangun sebagai penghambat aliran sirsat.               setiap tahun mengalami peningkatan.
Dalam pelaksanaannya ditargetkan sebanyak


                    Tabel 2. Analisis pengelolaan lingkungan fisik (rehabilitasi)

 No.              Kegiatan                  Target         Tenaga kerja       Biaya efektif
                                                             (orang)
 1.     Pembersihan saluran air           1.421 Ha              6                92.008.641 Rp/ha
        dan kolam
 2.     Pembuatan                       63.700 Unit              50             12.5000.000 US$
        gabion/bronjong
 3.     Pemeliharaan Tanggul                 20 km              250             8.000.000 – US$/tahu
                                                                                12.000.000 n



                                                         sayuran dan buah-buahan. Di daerah
Reklamasi Wilayah Pengendapan
                                                         reklamasi dapat ditanami lebih dari 28
        Dalam upaya pemulihan kesuburan                  varietas tanaman pertanian serta pembibitan
lahan sirsat dilakukan penanaman berbagai                59 jenis pohon tahunan dan 36 jenis tanaman
jenis tanaman lokal (tanaman perkebunan,                 musiman. Pada triwulan pertama tahun 2007
kehutanan maupun tanaman pertanian) serta                dihasilkan 5.882 bibit pohon tahunan dan
perluasan wilayah penanaman. Perbaikan                   7.536 bibit tanaman musiman (PTFI 2007).
kesuburan lahan sirsat dengan penanaman
                                                                 Hingga akhir triwulan pertama tahun
legume cover crop (LCC) di antara baris
                                                         2007 terdapat 31 kontrak pekerjaan reklamasi
pohon tanaman perkebunan mencapai 81.200
                                                         yang aktif, sebanyak 26 kontrak (84%)
m2. Penanaman tanaman perkebunan dan
                                                         dikelola oleh kontraktor lokal, 4 kontrak
kehutanan pada tahun 2007 mencapai 2.000
                                                         (13%) oleh kontraktor non-lokal serta 1
jenis pohon yang tersebar di wilayah
                                                         kontrak (3%) dilakukan oleh Dinas
penanaman seluas 3,2 hektar. Untuk
                                                         Peternakan.
mencegah erosi aliran sungai dilakukan
penanaman akar wangi (Vetiver zizanoides)                Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
di daerah Mod-ADA dan Tanggul Barat Baru
                                                                Berdasarkan Kontrak Karya Kedua
seluas 15.200 m2. Selain itu, juga dilakukan
                                                         yang ditandatangani pada tahun 1991 yang
penanaman tanaman pertanian seperti sayur-
* Doktor Ilmu Lingkungan PSL IPB & Staf Pengajar Poltekkes Depkes Jur. Kesehatan Lingkungan
** Magister Kesehatan Masyarakat FKM UI & Staf Pengajar Poltekkes Depkes Jur. Kesehatan Lingkungan
*** Doktor Ilmu Lingkungan PSL IPB & CEO SDM PT. Freeport
Jurnal Ekologi Kesehatan Vol. 7 No. 2, Agustus 2008 : 758 - 768



menyatakan bahwa luas wilayah kerja                          Sosial Kemasyarakatan
sebesar 100 km2 yang tertutup untuk umum.
                                                                     Berdasarkan hasil FGD ditemukan
Dengan demikian kegiatan usaha produktif
                                                             permasalahan dan perihal yang terkait
non pertambangan tidak dilakukan di lokasi
                                                             dengan     kegiatan    penanganan      sirsat,
pertambangan.       Pemenuhan    kebutuhan
                                                             diantaranya adanya indikasi pencemaran
pertambangan diperoleh melalui pembelian
                                                             sungai yang disebabkan oleh kegiatan PI
lokal produk pertanian pada triwulan ketiga
                                                             dalam     mengolah      sirsat,   partisipasi
tahun 2007 mencapai 5,387 milyar rupiah
                                                             masyarakat lokal dalam kegiatan pengelolaan
dan produk non pertanian dari UKM lokal
                                                             lingkungan masih kurang, penegakan
sebesar 13,69 milyar rupiah. Selain itu,
                                                             peraturan      pengelolaan       lingkungan
perusahaan pertambangan juga melakukan
                                                             pertambangan      yang     belum     terarah,
kontrak kegiatan pengelolaan lingkungan
                                                             ketergantungan yang sangat tinggi kepada
yang menyerap tenaga kerja sebanyak 1.727
                                                             perusahaan tambang, transparansi informasi
orang dengan komposisi 55% berasal dari
                                                             pengelolaan lingkungan masih terbatas, serta
tenaga kerja lokal.
                                                             adanya     persaingan     antar    kelompok
        Melalui program pembangunan                          masyarakat.
kapasitas    dan    ekonomi     masyarakat,
perusahaan pertambangan menyalurkan dana
kemitraan pada LPMAK sebesar USD                             Asumsi Model Kebijakan
51.828.368. Dana kemitraan tersebut pada                              Hasil FGD terhadap asumsi model
tahun 2006 yang digunakan dalam kegiatan                     kebijakan pengelolaan pertambangan mineral
pengembangan ekonomi masyarakat sebesar                      dengan menggunakan teknik SAST diperoleh
8,1     persen.    Pelaksanaan     program                   asumsi-asumsi dasar terkait aspek ekologi,
pembangunan        ekonomi      masyarakat                   ekonomi dan sosial kemasyarakatan. Gambar
difokuskan pada pembangunan kapasitas dan                    1 menunjukkan tingkat pengaruh dan
pembinaan       UKM     melalui    kegiatan                  kepastian asumsi terhadap keberhasilan
peningkatan      pendapatan     masyarakat                   model, pada kuadran II dengan kepentingan
perdesaan atau RIGA (Rural Income                            dan kepastian yang tinggi disintesa lebih
Generation Activities). Jumlah kelompok                      lanjut untuk identifikasi asumsi-asumsi yang
yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut                  paling strategis, yaitu: 1) Perusahaan
sebanyak 1.363 kelompok dengan total                         pertambangan harus memiliki kegiatan
bantuan yang diterima sebesar USD                            pengelolaan lingkungan yang baku dan
1.175.214.                                                   suksesi     alami     merupakan     kegiatan
         Hasil    survai   lapangan      juga                pengelolaan lingkungan dalam reklamasi
menemukan adanya kegiatan Pertambangan                       selama operasional pertambangan, serta 2)
Informal (PI) oleh kelompok masyarakat                       Keterbukaan informasi kegiatan pengelolaan
lokal dan pendatang. Kelompok penambang                      lingkungan dan alokasi dananya serta adanya
tersebut rata-rata beranggotakan 10 orang                    kesadaran masyarakat untuk berperan aktif
dengan aktivitas pertambangan di wilayah                     dalam pengelolaan lingkungan. Asumsi-
pengendapan Mod-ADA yang tertutup untuk                      asumsi yang terletak pada kuadran IV dengan
masyarakat umum. Dengan menggunakan                          tingkat kepentingan yang tinggi tetapi
peralatan sederhana seperti ember, selang,                   memiliki ketidakpastian dengan sintesa
kuali/wajan, sekop, papan dan kain karpet                    sebagai berikut: 1) Ketersediaan dana
dihasilkan pasir emas rata-rata 2 gram per                   pengelolaan     lingkungan    dan    kondisi
hari, sehingga selama 20 hari kerja per bulan                infrastruktur daerah, 2) Kesiapan dan
setiap penambang informal pendapatannya                      ketersediaan SDM lokal untuk terlibat dalam
dapat mencapai Rp. 5.200.000,- dengan net                    program pemberdayaan masyarakat serta
B/C sebesar 5,5. Menurut Ghose & Surendra,                   adanya jaminan legalitas usaha oleh
2007; Aspinal, 2001 small scale mining atau                  pemerintah pusat dan daerah, dan 3) Jaminan
pertambangan informal selain mengganggu                      keamanan dalam pelaksanaan program-
lingkungan juga memberikan manfaat                           program.
ekonomi bagi masyarakat sekitarnya.
Jurnal Ekologi Kesehatan Vol. 7 No. 2, Agustus 2008 : 758 - 768



                                                         I                 Paling Pasti          II
                                                                            3


                                                                             2
                                                                                                              A,B,D




                                         enting
                                                                             1




                                                                                                                          Paling P
                                                                                     C,F,J




                            aling Tidak P
                                                                             0




                                                                                                                                  enting
                                                  -3    -2         -1            0           1            2           3
                                                                            -1




                           P
                                                                                                      I        H,K

                                                                            -2
                                                                                                                E,G

                                                                             -3
                                                             III        Paling Tidak Pasti       IV



                                                        Gambar 1. Peta kuadran asumsi

                                                                                      lingkungan fisik dan model pengelolaan
Pendekatan Sistem                          dan         Pembangunan
                                                                                      lingkungan biologik wilayah Mod-ADA.
Berkelanjutan
                                                                                      Selain itu, dalam pemodelan digunakan
         Dalam pengelolaan pertambangan                                               metode ISM untuk identifikasi struktur kedua
mineral yang kompleks diperlukan strategi                                             sub model tersebut.
yang sistematis untuk mengurangi dampak
negatifnya. Pendekatan sistem digunakan
untuk merumuskan kompleksitas masalah                                                 Model Pengelolaan                                    Lingkungan   Fisik
secara terstruktur dan kebijakan yang terarah.                                        Wilayah Mod-ADA
        Kebijakan      publik    merupakan                                                    Pengendalian sirsat pada daerah
kebutuhan setiap negara, khususnya dalam                                              pengendapan harus diupayakan agar tidak
konteks pemerintahan yang dapat mendorong                                             menimbulkan      dampak      negatif    pada
atau menekan aktivitas masyarakat pada satu                                           lingkungan bio-fisik. Terkait hal itu, upaya
negara. Kebijakan publik dibuat oleh                                                  pengendalian lingkungan fisik diarahkan
organisasi publik (pemerintah) sebagai                                                pada pengelolaan aliran air dan perluasan
pengambil      keputusan      yang     dapat                                          endapan di dataran rendah dengan river
mengarahkan masyarakat mencapai tujuan                                                training melalui pembangungan tanggul-
publik tertentu (Dunn 2001). Model                                                    tanggul dan gabion (bronjong) serta
kebijakan publik tertinggi di daerah berupa                                           pengendapan     secara    mekanis.      Hasil
peraturan daerah. Peran setiap negara/daerah                                          wawancara pakar diperoleh 5 (lima) elemen
(pemerintah pusat/daerah) semakin penting                                             ISM yang terdiri atas: (1) sasaran program,
dalam rangka membangun dayasaing global                                               (2) kebutuhan program, (3) perihal yang
bagi negara atau daerahnya. Dalam                                                     berubah dan dapat diubah, (4) tolok ukur
pencapaiannya sangat tergantung pada                                                  sasaran dan (5) aktivitas yang diperlukan
kebijakan publik yang ditetapkan (Miraza                                              dalam pelaksanaan program.
2005).
                                                                                               Hasil analisa dengan teknik ISM
         Oleh karena itu, perumusan model                                             menunjukkan       bahwa      aktivitas  yang
kebijakan pengelolaan pertambangan mineral                                            diperlukan dalam pengelolaan lingkungan
yang berkelanjutan didasarkan pada empat                                              fisik adalah perancangan konstruksi tanggul
tema sustainable development, yaitu:                                                  dan pembuatan tanggul (1), pembuatan kanal
kepuasan kebutuhan manusia dengan                                                     (sistem saluran) dan mekanisme pengaliran
efisiensi     penggunaan       sumberdaya,                                            endapan pasir sisa tambang (3) serta
menghargai      integritas   ekologi    dan                                           pembuatan permeable dikes untuk penahan
keanekaragaman hayati, keadilan sosial serta                                          sedimen (4). Hubungan level hirarki aktivitas
pengambilan keputusan yang tepat (Comhar                                              dalam      pengelolaan    lingkungan    fisik
2007). Berdasarkan keempat tema tersebut,                                             ditunjukkan pada Gambar 2(a). Ketiga
rumusan model konseptual pengelolaan                                                  aktivitas tersebut memiliki daya pendorong
lingkungan pertambangan mineral terdiri atas                                          tertinggi dengan tingkat ketergantungan yang
dua sub model, yaitu model pengelolaan                                                rendah (Gambar 2.b).
Jurnal Ekologi Kesehatan Vol. 7 No. 2, Agustus 2008 : 758 - 768



                                         6. Penyediaan dana                                                     5. Pengerahan tenaga
               Level 3                      pengendalian pasir sisa                                                kerja
                                            tambang




                                                                                      2. Penanaman rumput
               Level 2                                                                  penahan erosi yang
                                                                                        sesuai kondisi lahannya




                          1. Perancangan                                            3. Pembuatan kanal dan                    4. Pembuatan permeable
                Level 1      konstruksi dan                                            mekanisme pengaliran                      dikes untuk retensi
                             pembuatan tanggul                                         endapan pasir sisa tambang                sedimen



                                                                                              (a)

                                                                                                       7
                                                                   [IV] Independent                                              [III] Linkage

                                                                                                      1, 2, 4
                                                                                                       6
                                   Daya Pendorong (Driver Power)




                                                                                                       5


                                                                                                       4

                                                                   0        1            2          3 3         43       5         6             7


                                                                                                       2                               5, 6


                                                                                                       1

                                                                   [I] Autonomous                                             [II] Dependent
                                                                                                       0

                                                                                         Ketergantungan (Dependence)



                                                                                                (b)

                       Gambar 2. (a) Grafik Driver Power – Dependence dan
           (b) Level hirarki aktivitas yang diperlukan dalam pengelolaan lingkungan fisik


                                                                                                      penyediaan dana operasional (Gambar 3).
         Berdasarkan     hasil   identifikasi
                                                                                                      Dalam teknis pelaksanaannya perusahaan
struktur model diperoleh model konseptual
                                                                                                      pertambangan melibatkan usaha lokal dan
pengelolaan lingkungan fisik di wilayah
                                                                                                      masyarakat agar menumbuhkan kepedulian
Mod-ADA yaitu Model Pengendalian
                                                                                                      pengelolaan lingkungan serta penguatan eko-
Endapan Pasir sisa tambang pada Aliran
                                                                                                      nomi masyarakat. Selain itu, disosialisasikan
Sungai (PETAS) yang memiliki sasaran
                                                                                                      kesadaran bersama untuk menjaga keutuhan
stabilitas wilayah pengendapan dengan resiko
                                                                                                      ekologi dan keanekaragaman hayati dalam
lingkungan yang rendah dan didukung
                                                                                                      aktivitas pertambangan.
kebijakan manajemen perusahaan dalam
pengelolaan lingkungan fisik melalui
Jurnal Ekologi Kesehatan Vol. 7 No. 2, Agustus 2008 : 758 - 768


                                                                                                                       Pemerintah Pusat
                                                                                                           regulasi


                                      Perusahaan                                                                 regulasi                    Evaluasi
                                     Pertambangan
                                                                          Kontrak kerja
                                                                                                                 Pemerintah Daerah                Dinas Teknis
                            Pusat            Pusat Pengamatan
                           Pelatihan            Lingkungan
                                                                                                    pembinaan
                                                                                                                            Pertimbangan
                                                                                                                            Pengawasan
                Bank
                                                                       pembinaan
                               Dana Kemitraan                                                                                         pembinaan


                        Lembaga
                       Masyarakat
                                                                                                                            Pengawasan
                       Lokal (LML)                               Pendampingan
                                                                                                                            Independen
                                                                  Pembiayaan
                                                                                      UMK                 Masyarakat
                                                                                                                                     LSM
                                                                                    Konstruksi              Lokal
                                                                                                                       pendampingan
                       Dana Operasional
               CSR




                                                    Pengawasan
                                                      Internal
                                                                               Pengendalian Aliran
                                                                               Pasir Sisa Tambang

                                                                                                                       Pengawasan
                                                                                  River Traininig                       Eksternal




                                                                     Tanggul                     Sistem Gabion



                                                                                                                            Pengawasan
                                                evaluasi                                                                    Independen
                                                                     Stabilitas wilayah pengendapan dengan
                                                                        resiko pencemaran yang rendah




                Gambar 3. Model Program Pengendalian Endapan Pasir sisa tambang
                                  pada Aliran Sungai (PETAS)

        Kebijakan     perusahaan     tersebut                                                Model Pengelolaan Lingkungan Biologik
didukung kebijakan pemerintah daerah dalam                                                   Wilayah Mod-ADA
upaya     pembinaan       masyarakat      dan
                                                                                                      Adanya aliran sirsat secara kontinyu
pendampingan usaha penunjang aktivitas
                                                                                             selama aktivitas pertambangan dapat
pertambangan dan pengelolaan lingkungan.
                                                                                             mengakibatkan perubahan biologik di
Pembiayaan program pembinaan diberikan
                                                                                             wilayah Mod-ADA. Berbagai tanaman hutan
oleh perusahaan pertambangan sebagai
                                                                                             tropis mengalami kerusakan karena sebagian
implikasi kegiatan CSR dalam bentuk dana
                                                                                             wilayahnya menjadi area pengendapan.
operasional dan dana kemitraan. Dana
                                                                                             Tanah penutup yang banyak mengandung
operasional dikelola oleh perusahaan secara
                                                                                             unsur hara tertutup endapan sirsat, sehingga
langsung untuk kegiatan pengelolaan
                                                                                             terjadi penurunan kesuburan tanah yang
lingkungan dan pemberdayaan masyarakat,
                                                                                             berakibat tanaman lokal dan perintis juga
sedangkan dana kemitraan diberikan kepada
                                                                                             mengalami kerusakan. Oleh karena itu,
Lembaga Masyarakat Lokal seperti Lembaga
                                                                                             rehabilitasi lahan di wilayah pengendapan
Pengembangan Masyarakat Amungme dan
                                                                                             yang tidak digunakan untuk pengendapan
Kamoro (LPMAK). Lembaga tersebut
                                                                                             diupayakan menjadi lahan produktif. Selain
bertanggungjawab dalam pelaksanaan dan
                                                                                             itu, pemulihan dan peningkatan kesuburan
pendamping program CSR. Berkaitan dengan
                                                                                             lahan juga dilakukan agar dapat ditumbuhi
pelaksanaan    CSR      pemerintah     dalam
                                                                                             tanaman asli setelah masa tambang berakhir
pengawasannya secara tegas menentukan
                                                                                             (Kuiper 2000). Kegiatan rehabilitasi juga
batasan    tanggung     jawab    perusahaan
                                                                                             merupakan         wahana        pembelajaran
pertambangan, sehingga sasaran pengelolaan
                                                                                             keterampilan berusaha dan pengetahuan
lingkungan untuk menjaga keutuhan ekologi
                                                                                             lingkungan hidup masyarakat sekitarnya.
wilayah pengendapan pasir sisa tambang
                                                                                             Berdasarkan hal tersebut, pendekatan sistem
tercapai dengan resiko pencemaran yang
                                                                                             dengan metode ISM untuk strukturisasi
minimal.
                                                                                             model ditemukan enam elemen program
                                                                                             yang terdiri atas: (1) sasaran program, (2)
                                                                                             kendala program, (3) perihal yang berubah
Jurnal Ekologi Kesehatan Vol. 7 No. 2, Agustus 2008 : 758 - 768



dan dapat diubah dari program, (4)                                                                          biologik tersebut untuk menumbuhkan
komponen masyarakat yang terlibat, (5)                                                                      kemandirian masyarakat setempat pada saat
lembaga yang terkait, dan (6) tolok ukur                                                                    masa operasional pertambangan selesai.
pencapaian target program.                                                                                  Level hirarki sasaran model pengelolaan
                                                                                                            lingkungan biologik ditunjukkan pada
         Hasil analisis menunjukkan bahwa
                                                                                                            Gambar 4(a). Daya pendukung dan tingkat
elemen sasaran pengelolaan lingkungan
                                                                                                            ketergantungan ditunjukkan pada Gambar
biologik adalah mengurangi kerusakan lahan
                                                                                                            4(b) yang terlihat bahwa mengurangi
sekitar pertambangan. Sub elemen tersebut
                                                                                                            kerusakan lahan sekitar pertambangan
mempengaruhi upaya perbaikan kesuburan
                                                                                                            memiliki daya pendorong tertinggi dengan
lahan endapan pasir sisa tambang serta dapat
                                                                                                            tingkat ketergantungan yang rendah.
menciptakan peluang usaha bagi masyarakat
sekitar. Efek sasaran pengelolaan lingkungan


  Level 4                          5. Menumbuhkan kemandirian
                                                                            (a)                                          [IV] Independent
                                                                                                                                                           5
                                                                                                                                                                               [III] Linkage
                                                                                                                                                                                                   (b)
                                      masyarakat setempat




                                                                                         Daya Pendorong (Driver Power)
                                                                                                                                           1               4
                3. Menciptakan peluang usaha           4. Sarana pendidikan kepedulian
  Level 3          bagi masyarakat sekitar                lingkungan kepada masyarakat
                   pertambangan                                                                                                                      2     3


                                                                                                                         0             1         2             3         4     5               6
                                                                                                                                           4               2       3


                                   2. Memperbaiki kesuburan lahan
  Level 2                             endapan pasir sisa tambang                                                                                           1                       5


                                                                                                                             [I] Autonomous                                  [II] Dependent
                                                                                                                                                           0
                                     1. Mengurangi kerusakan lahan
  Level 1                               sekitar pertambangan                                                                                   Ketergantungan (Dependence)




            Gambar 4. (a) Grafik Driver Power – Dependence dan (b) Level hirarki sasaran dalam
                                     pengelolaan lingkungan biologik

                                                                                                            penanaman kembali dengan tanaman lokal
        Oleh karena itu, pemulihan kondisi
                                                                                                            musiman atau pohon tahunan seperti
lahan endapan sirsat sebagai upaya untuk
                                                                                                            mangrove dan tanaman produktif lainnya
menjaga keutuhan ekologi dan keaneka-
                                                                                                            seperti buah-buahan dan sayuran serta
ragaman hayati di wilayah pengendapan
                                                                                                            tanaman perintis dari kelompok rerumputan.
tersebut tidak hanya dilakukan oleh
                                                                                                            Selain itu, juga dilakukan reboisasi
perusahaan pertambangan. Namun peran
                                                                                                            (penghijauan) untuk tanah marjinal di pusat
serta masyarakat lokal sangat diperlukan
                                                                                                            reklamasi dan sekitar wilayah pengendapan.
sehingga perusahaan pertambangan bersama
                                                                                                            Untuk      mendukung      model     tersebut
pemerintah melalui program CSR melakukan
                                                                                                            pelaksanaannya diarahkan pada UMK lokal
pendidikan lingkungan dan pengembangan
                                                                                                            sebagai upaya peningkatan peranserta
usaha produktif untuk mengalihkan kegiatan
                                                                                                            masyarakat. Dukungan lembaga penelitian
pertambangan informal yang tidak terkendali.
                                                                                                            diperlukan    dalam     upaya    pendidikan
Dengan demikian, model pengelolaan
                                                                                                            lingkungan dan pendampingan teknis.
lingkungan biologi yang melibatkan mas-
                                                                                                            Pengawasan dilakukan oleh lembaga
yarakat     dirumuskan     dalam    Program
                                                                                                            independen yang menjadi mediasi hubungan
Rehabilitasi Lahan Wilayah Mod-ADA
                                                                                                            masyarakat dengan stakeholder lainnya.
(RELAWI) (Gambar 5). Berdasarkan model
tersebut, dilakukan kegiatan revegetasi yaitu
                                                                                                                                               Pengelolaan Lingkungan…(Arif, et al)


                                                                                                                                                                        Pemerintah Pusat
                                                                                                                                                 regulasi




                                                                                                                                                                                               Evaluasi
                                                                          Perusahaan
                                                                                                                                           regulasi
                                                                         Pertambangan
                                                                                                           kontrak kerja




                                  dana reklamasi
                                                                                                                                           Pemerintah Daerah                               Dinas Teknis
                                                           Pusat Pengamatan                Pusat
                                                              Lingkungan                 Reklamasi
                                                                                                                                                      pertimbangan
                                                                                                                                                      pengawasan
                                                                                                      Pengawasan
                                                                                                        Internal
                                                   Bank          dana kemitraan                                                                                               pembinaan

                                                           Lembaga
                                                          Masyarakat
                         CSR                                                                                                                                            Pengawasan
                                                          Lokal (LML)
                                                                         Pendampingan                                                                                   Independen
                                                                         Pembiayaan                                   UMK                Masyarakat
                                                                                                                                                                                 LSM
                                          Yayasan                                                                   Pertanian              Lokal
                            dana operasional                            Pendampingan                                                                      pendampingan
            penelitian




                            dana operasional




                                                                                                                                                       Dampak positif
            Litbang
        Perguruan Tinggi                                                                                  Pemulihan Lahan Endapan
                                                                                                          Pasir Sisa Tambang dengan
                                                                                                                   Reklamasi
                               informasi dan penelitian
                                                                                                                                                        Pengawasan
                                                                                                                                                         Eksternal
                                                                                     Evaluasi         Revegetasi                Rehabilitasi



                                                                                                                                                                                      Pengawasan
                                                                                                                                                                                      Independen
                                                                                                  Minimalisasi              Pemberdayaan Masyarakat
                                                                                                Degradasi Lahan            untuk Pelestarian Lingkungan

                         umpan balik informasi




           Gambar 5. Model Program Rehabilitasi Lahan Wilayah Mod-ADA (RELAWI)

                                                                                                  Standar/Baku Mutu Lingkungan



                                Kebijakan Manajemen                                                                                                                       Peraturan
                               Lingkungan Perusahaan                              Rencana Pengeleloaan dan Pemantauan Lingkungan                                           Daerah
                                                                                                      (RKPL)



                                                                Model Pengendalian                                                            Model
                                                                Endapan pasir sisa                                                         Rehabilitasi
                                                                  tambang pada                                                            Lahan Wilayah
                                                                  Aliran Sungai                                                             Mod-ADA
                                                                     (PETAS)                                                                (RELAWI)



                                                                                                Upaya Pemberdayaan Masyarakat




                                                                                                    Kelompok Masyarakat




      Gambar 6. Model kebijakan strategi rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan
                                      Kebijakan Strategi

                                                                                                                    tersebut merupakan model kebijakan strategis
        Upaya   pengelolaan    lingkungan
                                                                                                                    dalam RKPL yang didukung oleh
pertambangan mineral didasarkan pada
                                                                                                                    standar/baku mutu lingkungan. Kebijakan
Rencana Pengelolaan dan Pemantauan
                                                                                                                    pelaksanaan RKPL tersebut juga bersinergi
Lingkungan (RKPL). Ketentuan pelaksanaan
                                                                                                                    dengan upaya pemberdayaan masyarakat
RKPL tersebut mengacu pada Peraturan
                                                                                                                    melalui program PETAS dan RELAWI untuk
Daerah yang mengatur kegiatan pengelolaan
                                                                                                                    menjaga kelestarian lingkungan (Gambar 6).
lingkungan biologik pertambangan. Selain
itu, perusahaan pertambangan sebagai                                                                                Implikasi Kebijakan
pelaksana teknis diharuskan mempunyai
                                                                                                                            Berdasarkan hasil verifikasi dengan
manajemen lingkungan fisik dan prosedur
                                                                                                                    in-depth interview terhadap rekomendasi
standar operasi (PSO). Kedua ketentuan
                                                                                                                    model kebijakan pengelolaan lingkungan
* Doktor Ilmu Lingkungan PSL IPB & Staf Pengajar Poltekkes Depkes Jur. Kesehatan Lingkungan
** Magister Kesehatan Masyarakat FKM UI & Staf Pengajar Poltekkes Depkes Jur. Kesehatan Lingkungan
*** Doktor Ilmu Lingkungan PSL IPB & CEO SDM PT. Freeport
Jurnal Ekologi Kesehatan Vol. 7 No. 2, Agustus 2008 : 758 - 768



pertambangan mineral yang berkelanjutan                      yang terus menerus, aktivitas pertambangan
perlu segera ditindaklanjuti oleh pemerintah,                informal yang belum terkendali dan
lembaga      legislatif   serta    perusahaan                pemanfaatan dana lingkungan yang belum
pertambangan terutama dalam hal yaitu                        optimal.
Pemerintah Pusat mengkaji ulang rencana
                                                             2.       Asumsi strategis model kebijakan
pelaksanaan pajak lingkungan sebesar 0,5%
                                                             pengelolaan     lingkungan    pertambangan
dari keuntungan perusahaan, serta undang-
                                                             adalah perusahaan pertambangan memiliki
undang CSR yang menurut sebagian besar
                                                             kegiatan pengelolaan lingkungan yang baku
pengusaha sebagai pajak tambahan. Perihal
                                                             dan suksesi alami merupakan bagian
penetapan UU No.2 tahun 2008 mengenai
                                                             pengelolaan lingkungan dalam reklamasi
royalti pertambangan yang berada di areal
                                                             selama       operasional     pertambangan.
hutan. Selain itu, Pemerintah Daerah
                                                             Keterbukaan informasi kegiatan pengelolaan
mengupayakan adanya penegakan hukum
                                                             lingkungan dan alokasi dananya serta
untuk mendorong perusahaan pertambangan
                                                             sosialisasi kesadaran masyarakat untuk
melaksanakan pengembangan masyarakat
                                                             berperan     aktif    dalam     pengelolaan
(community development) yang sesuai
                                                             lingkungan.
keunikan wilayah serta mengupayakan usaha
pertambangan       yang     berpihak     pada                3.     Elemen kunci program pengelolaan
masyarakat      dan     ramah     lingkungan.                lingkungan fisik adalah stabilitas tanggul dan
Mengupayakan adanya keterpaduan usaha                        pembuatan sistem saluran aliran sirsat
kegiatan pertambangan dengan aktivitas                       dengan tolok ukur program karakteristik
pertambangan informal melalui kemitraan                      endapan     sirsat    dan     luas     wilayah
yang saling menguntungkan. Kemitraan                         pengendapan. Dalam program pengelolaan
dilakukan dalam upaya pemberdayaan                           lingkungan biologik sasarannya adalah
masyarakat untuk pengelolaan lingkungan                      mengurangi      kerusakan     lahan     sekitar
dan optimalisasi dana lingkungan melalui                     pertambangan.
pemberdayaan Lembaga Keuangan Mikro                          4.     Model     konseptual    pengelolaan
untuk Usaha Mikro–Lingkungan (bibit,                         lingkungan pertambangan mineral terdiri atas
tanaman, konstruksi, dsb). Untuk itu                         dua sub model, yaitu model Pengendalian
pertambangan informal perlu dilakukan                        Endapan Pasir Sisa Tambang pada Aliran
mekanisme registrasi usaha dan pembinaan                     Sungai    (PETAS)     untuk    pengelolaan
penggunaan teknologi tepat guna dalam                        lingkungan fisik dan Rehabilitasi Lahan
pertambangan rakyat.                                         Wilayah Mod-ADA (RELAWI) untuk
        Dengan     adanya    dua     model                   pengelolaan lingkungan biologi. Kedua
pengelolaan lingkungan pertambangan yang                     model      didukung      dengan      upaya
melibatkan peranserta masyarakat diperlukan                  pemberdayaan masyarakat.
antara lain mekanisme guided CSR atau                        5.      Implikasi kebijakan adalah penataan
Tanggungjawab Sosial Perusahaan Terarah                      Pertambangan      Informal   (PI)   melalui
(TSPT) untuk lingkungan hidup yang                           peraturan daerah, yang didukung upaya
berkelanjutan. CSR sebagai instrumen                         pemberdayaan masyarakat dalam reklamasi
ekonomi merupakan kebijakan sepenuhnya                       wilayah pengendapan serta optimalisasi dana
dari perusahaan yang sadar lingkungan,                       pengelolaan lingkungan dengan penetapan
sedangkan sebagai command and control                        berdasarkan konsensus stakeholder pada
CSR merupakan kebijakan pemerintah                           evaluasi periodik RKPL.
sepenuhnya dalam bentuk pajak lingkungan
(environmental tax) atau denda limbah
(penalty).                                                   SARAN
                                                             1.       Perusahaan           pertambangan
KESIMPULAN                                                   mengupayakan        integrasi      aktivitas
                                                             Pertambangan Informal dengan kegiatan
1.     Faktor      yang      mempengaruhi                    pelestarian lingkungan yang sudah ada.
penurunan daya dukung lingkungan Mod-                        Perusahaan juga harus mengoptimalkan CSR
ADA adalah endapan pasir sisa tambang                        dengan dana operasional atau dana
berjumlah 200.000 ton per hari dengan aliran
                                                                         Pengelolaan Lingkungan…(Arif, et al)



lingkungan untuk kegiatan reklamasi dalam                Djajadiningrat, ST. 2007. Pertambangan lingkungan
upaya peningkatan kepedulian lingkungan                          dan kesejahteraan masyarakat. Makalah
                                                                 Seminar       Ilmiah     Nasional:     Mining,
dan    menumbuhkan      usaha    produktif                       Environment       and     People     Welfare’,
masyarakat.                                                      International Center for Coastal and Small
                                                                 Island Environment Studies, Universitas Sam
2.      Pemerintah pusat lebih tegas                             Ratulangi.
terhadap pelaksanaan CSR oleh perusahaan                 Dunn, WN. 2001. Pengantar Analisis Kebijakan Publik.
pertambangan yang sadar lingkungan tetapi                        Gadjah Mada University Press.
bagi     perusahaan      yang  kesadaran                 Eriyatno dan Fadjar S. 2007. Riset Kebijakan: Metode
                                                                 Penelitian untuk Pascasarjana. IPB Press.
lingkungannya rendah CSR ditetapkan                      Ghose, MK and Surendra R. 2007. Contribution of
sebagai pajak lingkungan.                                        small-scale      mining     to     employment,
                                                                 development and sustainability – an indian
3.       Pemerintah melakukan penataan                           scenario. Environment, Development and
usaha Pertambangan Informal melalui                              Sustainability 9:283–303.
mekanisme registrasi usaha. Pemerintah                   Kuiper, JR. 2000. Full Reclamation and Closure Plan
daerah melakukan fasilitasi perusahaan                           Molycorp Questa Mine, NM. Amigos Bravos
                                                                 PO Box 238 Taos, NM 87571.
pertambangan, stakeholder dan masyarakat
                                                         [LPEM] Lembaga Penelitian Ekonomi dan Manajemen.
untuk koordinasi pengelolaan limbah pasir                        2006. Analisis Dampak Ekonomi PT Freeport
sisa tambang termasuk upaya peningkatan                          Indonesia.     Jakarta:   Fakultas    Ekonomi
nilai tambahnya.                                                 Universitas Indonesia.
                                                         Miraza, BH. 2005. Perencanaan dan Pengembangan
                                                                 Wilayah. ISEI Bandung.
DAFTAR PUSTAKA                                           [PTFI] PT Freeport Indonesia. 2007. Laporan
                                                                 Pelaksanaan Pengelolaan dan Pemantauan
Aspinall, C. 2001. Mining Minerals and Sustainable               Lingkungan. Departemen Lingkungan PTFI.
        Development (MMSD). International Institute              Jakarta.
        for Environment and Development (IIED).          Sargent, RG. 1998. Verification and Validation of
Checkland, PB. 1981. System Thinking System                      Simulation Models. Proceeding of the Winter
        Practice. Chichester:John Wiley.                         Simulation Conference. Page 121-130.
Comhar. 2007. Principles for Sustainable Development.    Saxena, JP, Sushil and P Vrat. 1992. Hierarchy and
        Comhar–The           National      Sustainable           Classification of Program Plan Elements Using
        Development Partnership.                                 Interpretative Structural Modelling. System
                                                                 Practice Vol 5(6): 651-670.




* Doktor Ilmu Lingkungan PSL IPB & Staf Pengajar Poltekkes Depkes Jur. Kesehatan Lingkungan
** Magister Kesehatan Masyarakat FKM UI & Staf Pengajar Poltekkes Depkes Jur. Kesehatan Lingkungan
*** Doktor Ilmu Lingkungan PSL IPB & CEO SDM PT. Freeport

								
To top