PERANSERTA MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN by pharmphresh22

VIEWS: 358 PAGES: 14

									  PERANSERTA MASYARAKAT
  DALAM PENGELOLAAN
  LINGKUNGAN


   Oleh
   Lala M. Kolopaking

Pelatihan Dosen-dosen Perguruan Tinggi Negeri Se
Jawa-Bali dalam Bidang AUDIT LINGKUNGAN,
Departemen Biologi FMIPA IPB, 11-20 September 2006
Hotel Graha Dinar, Cisarua Bogor
Pendahuluan
 Peranserta masyarakat dalam pengelolaan
 lingkungan adalah subyek bahasan cukup
 luas
 Membatasi bahasan Peranserta masyarakat
 dalam konteks Audit Lingkungan
 Peranserta dalam proses evaluasi yang
 dilakukan oleh penanggung jawab usaha
 dan/atau kegiatan untuk menilai tingkat
 ketaatan terhadap persyaratan hukum yang
 berlaku dan/atau kebijaksanaan dan standar
 yang ditetapkan oleh penanggung jawab
 usaha dan/atau suatu kegiatan
 Prinsip Dasar Pengelolaan LH & SDA


CEGAH PENCEMARAN & KERUSAKAN DARI SUMBER
   Replace – Ganti bahan baku / teknologi proses

    KURANGI PENCEMARAN SAAT PROSES/                   Insentif
             HEMAT SUMBER DAYA                        ekonomi
   Reduce – Kurangi beban pencemaran & hemat          Kebijakan
                  sumber daya
           Recycle – Daur ulang limbah                Peraturan
                                                      Penegakan
              MANFAATKAN LIMBAH                       hukum
         Reuse – Gunakan kembali limbah
                                                      Teknologi
        Recovery – Pulihkan manfaat limbah
                                                      Good
                                                      Governance
                 BUANG LIMBAH
           (aman & memenuhi Peraturan)

                                                   Perubahan Perilaku
 Kebijakan & Instrumen Manajemen Lingkungan
                                                                   Project
                                                                    level
     PROTOKOL                 Market based Instrument
       KYOTO                                                                 Ecosystem
                                                                               Level

KONVENSI                      Program DAS Kritis
 BAZEL                                                                              Global
                                                                                     level

      Teknologi                 Cleaner      Audit                     Kebijakan
                   Prokasih                               Langit
                                 Prod                                  Lingkungan
                                                          Biru

                                     UKL &
                                      UPL          Eko
      Peraturan    Pantai & AMDAL                 label
      Perundang-   Laut                                    Adipura
                                                                      Kepedulian
      an           Lestari                 ISO
                                                                      Konsumen
                                          14000


PROTOKOL                      Keanekaragaman
MONTREAL                          Hayati
                                                                                National/
PROTOKOL               Good Enviromental Governance                            Kabupaten
CARTAGENA                                                                        level
Instrumen Manajemen Lingkungan & Siklus Proyek

                               Studi
            Pra Studi        Kelayakan
            Kelayakan                    Desain
                                         Tapak

                              AMDAL
                    Tata
 Rencana            Ruang
  Umum                                            Desain
                                                   Rinci

           Audit            ISO 14000
           Lingk.           Ekolabel
                            Implemen-
                            tasi AMDAL     Kons-
           Tahap
                                           truksi
           Audit
                              Ope-
                              rasi
•Memulai Aksi Ad-hoc di Tingkat Komunitas




                           MUSYAWARAH




  HASIL DENGAN
   PEMBAGIAN                                AKSI BERSAMA
    YANG ADIL
•Melanjutkan Usaha Dari Komunitas ke Kelurahan dan ke
Kebijakan Pengembangan Kota, Bahkan Antar-Kota


       Mekanisme Pemberdayaan:                                  I
    Ekonomi, Sosial, Budaya, Politik                    NI S AS
                                                    ORGA AL
                                                         M
                                              N       FOR
                                           UNA
                                       HIMP MPOK
                                          O
                           K           KEL
                       OMPO
                    KEL
            U
     INDIVID
                                         Ekonomi/
                                                     Ekonomi/
                                          Teknis/
                                                      Politik
                                        Pemasaran
       Bantuan        Bantuan
      cuma-cuma       bergulir
                                             Jejaring
• Pengendalian Kelembagaaan Pengelolaan Kolaboratif


                       KESAMAAN OPINI




        AKSI BERSAMA                  PENGORGANISASIAN



     Mengenal Perbaikan Aksi SetiapTahapan
                   si
               er a                           Sw
            Kop                                  a   sta




LSM
                         Komunitas
                                                           BUMN/D


                            Desa
                        Kecamatan

                          Daerah

      Pemeri             Nasional
                                                  nggi
            n   tah
                                     Perg uruan Ti
Issu Kritis

 Pengembangan partisipasi
 masyarakat perlu dilakukan dengan
 teknik-teknik partisipatif. Adalah
 naif, apabila mengharapkan
 partisipasi masyarakat dilakukan
 dengan cara-cara tidak partisipatif
 Audit Lingkungan baik menerapkan
 pendekatan PLA atau PIM
     Posisi PRA dalam Kontinum Analisis
     Situasi dan Analisis Hasil Partisipatif


                    PRA
                          ZOPP         LFA
                   PLA
        RRARA                                PIM




Analisis situasi                                   Analisis hasil

                                 Kontinum
Pendekatan tersebut akan mendatangkan beberapa hal:



Memberikan ruang partisipatif bagi multi-pihak yang
menjadi pemangku kepentingan jenis kegiatan usaha dari
sebuah perusahaan untuk terlibat secara langsung dalam
upaya pengendalian dampak lingkungan yang ditimbulkan:
Membentuk media belajar sosial bersama untuk
mengetahui status ketaatan perusahaan terhadap
peraturan perundangan-undangan yang berlaku;
Membentuk instrumen benchmarking bagi perusahaan
untuk mengukur kinerja pengelolaan lingkungan yang telah
dilakukan dengan melakukan pembandingan kinerja
terhadap kinerja perusahaan lainnya;
Membentuk alat promosi bagi perusahaan berkenaan
dengan kepeduliannya terhadap lingkungan, sehingga
meningkatkan citra perusahaan;
Memberi bahan informasi bagi pemasok teknologi
lingkungan terutama yang berkaitan dengan teknologi
ramah lingkungan yang dibutuhkan oleh perusahaan.
Penutup

  Audit lingkungan akan memberi keuntungan kepada
perusahaan.    Diantaranya, seperti kerjasama dengan
komunitas lokal, mendapat citra baik sehingga
memudahkan dapat ijin operasi, dan dapat menarik
investor atau pihak lain untuk bekerja sama. Demikian
juga, dengan masyarakat, dapat terhindar dari menjadi
korban pencemaran dan perusakan lingkungan.

  Namun demikian, apabila prosesnya hanya menjadi
sebuah media kepentingan perusahaan-perusahaan
dengan    mengatasnamakan     kepedulian      terhadap
lingkungan dan melupakan prinsip hidup bersama
dengan masyarakat sebagai sebuah keadaban. Adalah
sebuah langkah semu, sehingga boleh jadi hal itu hanya
akan membawa keburukan bagi masyarakat.

								
To top