Docstoc

Pelajaran perang gerilya

Document Sample
Pelajaran perang gerilya Powered By Docstoc
					PERANG GERILYA
Kolonel W THRAYER

Di China, Yugoslavia dan Cuba perang gerilya pernah mengalahkan kekuatan militer regui-er. Di Yunani, Malaysia dan Philipina mereka mengancam keberadaan pemerintah yangberkuasa. Di Cyprus dan Kenya, gerilya dapat dilumpuhkan, tetapi hanya dengan usaha militer; yang memakan banyak biaya, dan konsesi politik. Dari bermacam pandangan yang ia dapatkan pada latihannya di West Point, pengetahuannya terhadap pandangan Tito dan perjalanan panjang karirnya di US Foreign Service, Charles W.Thayer menyusun taktik dan strategi operasi gerilya pada pertengahan tahun dua puluhan. Dia pernah mendiskusikan siasat perlawanaw Cuba dan Vietnam yang menunjukkan bagaimana gerilyamenjadi satu-satunya aksi militer yang dengan gemilang dapat memerangi bayang-bayang perang nuklir. " Thayer meletakkan dasar-dasar penting dalam Politik International Kontemporer."Walter Millis "Dia adalah seorang pakar siasat yang dapat membuat segala sesuatu menjadi menarik dengan membawakan kisah orang'-orang yang berubah dari seorang pemikir kelas teri menjadi seorang yang mempunyai nama besar seperti Tito dan Che Guivara."Richard Tregaskis

KATA PENGANTAR

Banyak orang lebih dari yang saya sebut di sini yang telah membantu saya dalam mempersiapkan karangan ini. Tetapi saya berikan ucapan terima kasih secara khusus pada orang-orang berikut atas saran dan kritik terhadap karangan ini. W Avereil Harriman, Deputy Under Secretary of State; James Eliot Cross, beliau seorang pakar sekaligus penulis buku "conflict in the shadows"; brigjen. Samuel B Griffith, USMC yang menterjemahkan Mao Tze Tung dan Sun Tzu secara ilmiah dan mengagumkan. Saya mengutipnya cukup banyak dari sana. Roger Hilsman, dahulunya seorang praktisi, dan sekarang telah menulis "Director of Intelligence and Research; Mayjen Victor H Krulak, USMC, Special Assistancce for Counter for Insurgency and Special Activities; Mayjen Edward G Landsale, USAF yang mensuplai banyak materi dalam kampanye Magsaysay melawan Huks (gerombolan gerilya komunis di Filipina),. juga penulis "Cuban Invasion". Saya secara khusus telah berhutang budi kepada teman sependidikan saya di West Point, Mayjen William P Yarbrough, Commander of The U.S Army Special Warfare School dan beberapa stafnya yang membantu saya merencanakan, mengecek serta menyelsasikan karangan ini. Akhirnya saya mengucapkan terima kasih pada Rogelio David di Washing : ton DC atas ketekunannya dalam mempersiapkan penelitian untuk karangan ini. Sebagaimana akan anda lihat bal~va pandangan dari nama-nama di atas tidaklah selalu sesuai dengan pendapat saya sendiri. C.W.T ,

PENDAHULUAN (INTRODUCTION}

Tentara yang lemah, kurang terlatih dan kurang perlengkapan, dipimpin oleh tentara amatir seringkali sukses melawan kekuatan superior dibawah pimpinan seorang profesional adalah pokok bahasan dalam buku ini. Ini tidakIah semata-mata ditujukan bagi para spesialis atau ahli tapi lebih berkenaan dengan teknik dan masalah taktik dalam operasi gerilya. Tidak akan diungkapkan di sini, bagaimana bersembunyi untuk mengadakan serangan tiba-tiba atau menghindar ketika menjumpai seseorang, bagaimana meledakkan urung--urung (culvert) atau memanjat pohon atau melepaskan diri darinya ketika parasut tersangkut di pohon itu. Perpustakaan sudah lebih dari cukup untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tadi. Di sisi lain, ada percobaan untuk menyelidiki sebab--sebab utama konflik gerilya, sumber kekuatan mereka yang mengagumkan, dan persembunyian mereka yang tanpa kelemahan. Akhirnya hal ini memberi pelajaran berbagai cara untuk mencegah gerakan-gerakan perlawanan dan mengeksploitasi kelemahan-kelemahan yang memudahkan berhasiinya serangan terhadap mereka. Di antara para profesional, seperti tentara-tentara amatir saja, mempunyai kaisep yang keliru bahwa grilya merupakan sisa-sisa terakhir keromantisan dan keberadaan mereka di hutanhutan yang san9at terpencil di luar batas pertahanan nasional kita. Ketika benar bahwa gerilya sudah setua sejarah, pada tahun-tahun sejak PD II telah mencapai bentuk baku pada setiap peperangan yang terjadi di seluruh dunia. Di China, Yugoslavia, Indichina dan Cuba, mereka berhasil mencapai tujuan. Di Yunani, Malaysia, Pilipina, mereka hampir saja menyingkirkan teman-teman kita. Di Aljier dan Indonesia berhasil mengusir musuh-musuhnya. Di Cyprus dan Kenya, gerilya dapat dikalahkan, akan tetapi hanya dengan usaha militer yang banyak memakan biaya serta dengan jangkauan politik. Saat ini, pada setiap kondisi berlaku bahwa kepastian gerilya, kornunis dan non komunis, mungkin terletak pada beberapa kali percobaan untuk mengeksploitir dan melawan kita dengan menahan teman-teman kita melawan diktator korr~nis (sayap kiri) atau diktator otoriter (sayap kanan). Dari keduanya dapat kita lihat kemungkinan bahwa kita mereka tuduh mendukung gerakangerekan gerilya melawan reZim yang berkuasa. Penting artinya untuuk merrx~lihkan citra kita, bahwa kita tidak hanya mempertahankan teman-teman pada operasi pengacauan tetapi juga untuk mendukung mereka dalam operasi gerilya melawan kekuatan tirani. Sistem perang gerilya didefinisikan: "Perang yang tidak sewajarnya (Irregular War) dilakukan dengan gerombolan-gerombolan bebas." Dapat dibagi dalam dua tipe. t`1ungkin muncul secara spontan sebagai bagian perlawanan rakyat terhadap pemerintah. Dalam beberapa kasus, yang terjadi adalah pemlberontakan dan mungkin jika hal ini muncul maka akan menyebabkan revolusi. Pada awal terjadinya revolusi Amerika dan revolusi Castro melawan Hatista merupakan contoh tipe ini. Meskipun kedua-duanya mendapatkan bantuan dari luar, mereka mengutamakan penduduk asli yang berperang hingga terjadinya revolusi. Revolusi Amerika cenderung sering dikonsolidasikan pada kekuatan konvensional yang sering menyebabkan perang terbuka. Pada kasus Castro, pemerintah Batista sudah berantakan sebelum gerilya dikonsolidasikan. Mau Mau dan revolusi Aljier semuanya jatuh/luluh dibawah kekuatan musuh. Pada kasus kedua, bantuan dari negara lain ditujukan dalam usaha untuk melunakkan dan menjatuhkan musuh dengan cara mengeksploitasi kekuatan perlawanan di dalam negara sendiri. Pada kasus ini sering disebut "resistance". Julian Amery, sevrang eks praktisi

mendifinisikan resistance sebagai "operasi Iangsung melawan musuh dengan anggota (bagian) musuh sendiri yang tidak puas dengan keadaan diantara para penduduk." Musuh mungkin berupa negara lawan dalam perang terbuka atau dalam perang dingin. Menurut Arnery, resistance dapat berupa pemberontakan (revolusi), sabotase, gerilya, teror atau pembangkangan penduduk sipil, penyebarluasan propaganda, penyusupan para agen dan pelepasan para tawanan. Selama PD II, Maquis di Prancis, Tito dan Mikhailovitch di Yugoslavia dan gerilya melawan Jepang di Asia Tenggara merupakan gerakan-gerakan perlawanan (resistance). t.lntuk tujuan studi, sistem ger.ilya meletakkan kedua tipe, kecuali melakuukan penawanan pasif juga propaganda subversib yang tak disertai kekuatan angkatan bersenjata. Gerilya dapat berubah rr~enjadi perang terbuka ketika kekuatan dan perlengkapan untuk menghantam kekuatan musuh yang besar telah tersedia. Atau dapat juga sisa-sisa kekuatan operasi gerilya diorganisir disamping kekuatan lawan atau jika tidak keduluan diganyang oleh musuh. Studi klasik tentang seni perang, termasuk Clausewitz, yang sebelum ini mendapat sedikit perhatian dalam teori atau filosof perang non konvensional. Pada kenyataannya beberapa jendral sangat enggan untuk melakukan gerilya, karena bagi mereka serangan tiba-tiba bukanlah pola yang lazim, taktik kucing-kucingan (sembunyi-sembunyi) merupakan sesuatu yang rendah menurut kode etik militer, kehormatan dan kesatriaan yang dibawa (dipegang) oleh tentara sepanjang hidupnya. Hal ini sepertinya sudah diasosiasikan dengan profesi mereka. Clausewitz, orang Prusia mengemukakan pandangannya "setiap zaman rr~miliki pola perang, tergantung kondisi dan anggapannya sendiri-sendiri." Ketika dia tidak meramalkan ka~disi yang diakibatkan adanya perang nuklir yang menekankan meningkatnya peran masyarakat (rakyat) dalam perang sejak revolusi Perancis. Perkembangan perang modern ke arah bentuk (model) yang ganjil sebagaimana dia ikuti selama seratus tahun. Clausewitz mendalami seni perang dalam invasi'Tartar sampai pada periode Napoleon. Pada gerombolan Tartar ia dapatkan masukan betapa besarnya kepahlawanan bersama dengan keluarga mereka. Objek mereka biasanya menguasai padang rumput atau mencari rampasan perang. Metode yang mereka lakukan ialah menghancurkan atau mengen~dalikan daerah yang mereka taklukkan. Mereka merupakan negara perang. Clausewitz mengatakan tentang Tartar "orang-orangnya semuanya adalah bagian dari perang. ~~ Pada republik-republik kuno, kecuali. Romawi, angkatan perang hanya merupakan hak rakyat jelata dan sebagai hasilnya adalah sesuatu ayng kecil dan tidak teratur yang digunakan untuk usaha-usaha besar untuk menghancurkan musuh dan membebaskan kota yang dicaplok. Selama zaman pertengahan, tentara merupakan bagian terpenting dalam kehidupan kaum feodal dan perang hanya terbatas pada periode yang pendek. Ketentaraan diikat dengan semangat feodal, sebagian merupakan pegawai resmi dan sebagian yang lain orang-orang bayaran. Clausewitz berkata "tiada zaman yang persatuan nasionalnya begitu lemah dan individu-individu begitu merdeka." Dari sistem ini, berdirinya angkatan bersenjata secara berangsurangsur berkembang. Negarane~gara bagian lebih dipersatukan dan tentara bayaran dijadikan peggawai tetap bagi negara. Sebagai negara bagian ia berkembang dan persatuan internalnya meningkat setelah didirikannya angkatan bersenjata . Dibawah Louis XIV angkatan bersenjata mencapai puncaknya. Kekuatan militer didasarkan pada pendaftaran pada dinas dan gaji. Pembayaran didapat dari perbendaharaan negara, yang bagi penguasa nampak sebagai milik pribadinya. Hubungan antar negara bagian terlalu ditentukan oleh penguasa bukan oleh rakyat. Rakyat yang pada invasi Tartar merupakan "segalanya" maka pada ' abad XVIII menjadi "mutlak tidak ada" sepanjang menyangkut masalah perang.

Tapi akhirnya r~x.~ncul revolusi Perancis dan menanjaklah Napoleon Bonaparte. Semenjak itu perang tiba-tiba menjadi urusan rakyat. "Semua beban bangsa", Clausewitz menulis, "Semakin berat". Untuk mempertahankan diri dari Perancis, bangsa lain menindaklanjuti penambahan pasukan bukan hanya ratusan tetapi ratusan ribu. Clauusewitz menulis dalam karangannya tentang perkembangan perang dan dia berspekulasi tentang masa depan perang-perang di Eropa. Apakah akan diadakan dengan seluruh kekuatan negara atau apakah dukungan rakyat terhadap pemerintah memudar lagi dan angkatan bersenjata kembali melemah. Clauusewitz cenderung meragukan hal ini. Batas kerusakan pertama, dia indikasikan sebagai suatu yang sulit dibangun lagi. Clausewitz tentu tidak dapat mengetahui bahwa sampai 100 tahun limit akan meluas menjadi suatu seperti yang Napoleon impikan. Perang tidak hanya mempengaruhi para lelaki dewasa bangsa itu, tetapi juga mempengaruhi industri dan setiap sumber daya. Pesawat pembom akan membuat perang meluas ke permukiman yang juah dari front (garis peperangan). Setiap wanita dan anakanak akan merasakan adanya kekuatan ini. Meskipun individu atau partaipartai mungkin dapat mengontrol (mengendalikan) nasib negara, setiap pendu duk akan diserang. Untuk perlindungan mereka ada benteng-benteng atau pabrik. . Dengan perkembangan senjata nuklir dan roket, perang terlihat melampaui batas ancaman. Hai ini harus dibayar tidak hanya dengan uang atau sumber alam, tetapi korban-korban akan terjadi. Lebih jauh, polarisasi kekuatan antara Timur dan Harat banyak sekali menghilangkan kombinasi kekuatan yang potensial. Manipulasi terhadapnya memberikan dorongan terjadinya perang seperti abad lalu. Bangsa (ras) manusia pada dasarnya suka damai seperti yang saya yakini. Bahaya perang nuklir telah mengancam dan kalau sampai terjadi, harus kita bayar mahal. Sayangnya, terlalu banyak bukti (fakta) pembunuhan dalam kehidupan manusia. Dan ketika satu bentuk pembunuhan yakni perang terbuka (kaivensional)- sudah usang oleh ancaman nuklir, orang akan menemukan alternatif lain yang lebih kecil resikonya. Pada kondisi khusus, hal ini benar jika lawan-lawan mengusahakan tercapainya tujuan dengan cara tak lazim (unconventia~al). Pada zaman pertengahan, rrx.~suh menyerbu kota-kota dan desa-desa. Pada saat Napoleon, mereka menyerang seluruh negara. Namun sekarang, searah dengan pertumbuhan orang, negara saling serang karena tendensi ideologi. Ideologi-ideologi itu s~,diri mungkin primitif seperti yang diperlihatkan oleh Hitler atau oleh Kremlin. Tapi sekarang apakah ambisi pribadi dan pemimpin negara, mungkin dia tidak dapat mengharapkan pada rakyatnya untuk melakukan perang dengan tujuan penaklukan itu sendiri. Tujuannya harus diembel-embeli slogan seperti "Lsvensr~n", "defense of dsnocracy" (mempertahankan demokrasi), "defense of socialism" (mempertahankan sosialisme), "Liberation" (kebebasan) atau "self determination" (mengatur nasib sendiri). Selalu saja penuh sumber (sebab musabab), pemimpin-pemimpin militan Kanunis dihadapkan pada dilema krisis nuklir atau stagnasi yang harus mereka pelajari ke belakang dalam sejarah. Sampailah mereka pada bentuk konflik yang direnovasi dan dimodernisasi sehingga terlihat sangat cocok dengan kebutuhan mereka. Sesuatu yang hanya r~mbutuhkan kekuatan manusia dan perlengkapan yang murah nilainya adalah dengan mengizinkan para penyokong untuk mempekerjakan penduduk asli dari daerah miskin (terbelakang). Hal ini lebih bermanfaat daripada apa yang dilakukan oleh para tentara. Dorongan dan dukungan dapat diberikaii secara sembunyi-sembunyi dan pada saat terjadi kegagalan dia dapat cuci tangan (memungkiri). Kekurangannya adalah harus tergantung pada keberhasilan mereka membuat musuh melalukukan kesalahan besar. Sesuatu yang penting untuk diingat, bagaimanapun sistem perang gerilya bukanlah penemuan para komunis. Gerilya pertama kali ditemukan di Cina 2000 tahun sebelum Marx. Para Komunis hanyalah mengadopsi dan menyesuaikannya karena menurut teori revolusi massa

yang mereka anut sangat baik. Pada keberhasilan pertama revolusi komunis, gerilya Rusia memainkan sedikit peran dan sebagian besar penyerangan dilakukan oleh "Tentara Merah". Musuh-musuhnya menerapkan sistem konvensional. Lenin dan Stalin keduanya diperkirakan akan dibantu oleh gerilya proletar dalam melawan musuh-musuhnya. Tak satupun pernah terjadi. Angkatan bersenjata gerilya menyerang Jerman. Orang-orang Rusia melakukan penyerangan bukan dengan tendensi revolusi tapi untuk "Ibu Rusia". Gerilya-gerilya Polandia dan Yugoslavia melakukan penyerangan untuk kemerdekaan bangsa, meskipun pada kejadian-kejadian selanjutnya, gerakangerakan mereka lebih didasari oleh paham P1arxis dan dibelokkan oleh rejim Komunis. Teori modern pertama tentang sistem perang gerilya bukanlah dari para komunis tetapi berasal dari sarjana inggris, T.E. Lawrence, yang menulis "Sevent pillars of Wisdon" (Tujuh pilar kebijaksanaan). Dia mengungkapkan dasar-dasar strategi prinsip dari perang non konv~sional. Namun, Master-Strategi dari Perang Gerilya Komunis, Mao Tse Tung harus dihargai karena melakukan studi secara mendetail pertama kali mengenai sistem perang non konvenmsional, strategi dan taktiknya. Tulisannya memulai beberapa studi dari perang gerilya modern. Pada bab berikut ini prinsipprinsip utama dia bicarakan dengan mendalam. Salah satu prinsip yang kita perhatikan, oleh Mao mendapatkan penekanan ialah gerilya tergantung pada dukungan yang diberikan oleh penduduk, kontra revolusi tidak akan berhasil melawan perang gerilya. Doktrin Komunis ditujukan masyarakat untuk melakukan aksi militan melawan sistem non Komunis, tentu idealnya menginspirasikan gerilya melawan kekuatan Superior. Meskipun, ini tidak berarti hanya seperti seruan. Pada sekitar 195b dapat kita lihat perkembangan di Budapest yang menunjukkan betapa efektifnya slogan anti-Komunis mempengaruhi penduduk sehingga mereka siap melakukan aksi kepahlawanan (heroik) yang cenderung berlebihan dan ganj i 1 . Pun, gerilya komunis sukses luar biasa. Pada 1948 Kremlin ambil bagian bagi perkembangan di Burma, Malaysia, Indonesia dan Yunani. Semua pergerakan dapat dipadamkan, kecuali Hurma dan Indonesia yang belum bersih dari pengaruh Komunis. Perang gerilya bukanlah penemuan, bukan pula monopoli dan bukan juga senjata ampuh bagi Komunis. Lebih tepatnya, bentuk perang ini sesuai dengan kondisi yang ada pada setiap jaman. Walapun terdapat keanehan-keanehan, ini semua disusun oleh Clausewitz diatas prinsipprinsip yang sama hanya saja bentuk sistem perangnya yang diubah (disesuaikan dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya). Mungkin orang paling terkenal dalam prinsip-prinsip itu adalah Ciausewitz yang dalam pernyataannya, "l.~ar is nothing, bLrt cov~tinuation of pc~litical intercaurse with mixture or other means" (Perang tidak ada, yang ada adalah kelanjutan hubungan politik dengan campuran atau maksud lain). Implikasi penuh dari pernyataan tersebut akan lebih jelas seperti apa yang akan saya ungkapkan tentang sistem perang gerilya dalam buku ini sejauh pandangan saya. Clausewits berpendapat bahwa usaha untuk menyerang dan mengalahkan musuh menghasilkan dua faktor : sejumlah harta, termasuk kekuatan tentara dan perlengkapannya menambah kekuatan negara pada masa yang akan datang. Clausewits menambahkan bahwa pada beberapa peperangan menuntut banyak korban karena r~suh memperbesar dan memperluas pertahanan dan perlawanannya. Jika tuntutan-tuntutan gerilya lunak musuh lebih suka berdamai dan membokongnya. Ciausewitz mengatakan bahwa ancaman (ultimatuum) setiap perang adalah tujuan politis yang dilakukan untuk mengakhiri atau merusak musuh. Bagaimanapun, dia menambahkan bahwa kemenagan tidak harus membawa kerusakan (kehancuran) pihak pasukan musuh, teruutama jika rrxrsuh lebih kuat. Pada kejadian ini, mungkin kalau dapat memancing

keluarnya kekuatan musuh yang lebih besar lagi maka nilai keberhasilannya akan lebih tinggi. Hal paling penting adalah memancing (membawa) musuh keluar batas pertahanan dan menguras tenaga fisik mereka dengan pengerahan tenaga secara terus-~erus. Pada buku ini saya melihat bahwa proses membuat letih dan menguras tenaga lawan akan memungkinkan strategi gerilya lebih terarah. Sebaliknya, ketika kekuatan musuh superior (Iebih besar), penyerangan bisa lebih tersembunyi. Dalam beberapa peperangan, hanya perlu menguasai provinsi. Pada yang lainnya mungkin ~rlu menguasai ibuu kota. Kerusakan fisik dari pihak musuh adalah sine qua non seperti yang pernah Napoleon pelajari dari orang Rusia. Kegagalan menghancurkan angkatan bersenjata musuh akan menyebabkan dia kalah. Dalam kasus-kasus seperti ini, Clausewitz rr~mperingatkan, komamdan harus rr~ngenal dimana pusat kekuatan 'muusuh dan dimana titik lemahnya musuh untuk menentukan konsentrasi (pemusatan) serangan. Dalam negara-negara bagian pada umumnya negara bagian yang kecil tergantung kepada yang lebih besar (untuk membebaskan Hongaria pada 1956, Washington merealisasikan suatu langkah pertama yaitu menghancurkan kekuatan senjata Sovyet). "Dalam pemberontakan nasia~al", Clausewitz mengatakan, "pusat kekuatan yang harus dihancurkan terletak pada pemimpin-pemimpin dan umum bahwa sesuatu yang baru harus ditegakkan". Dengan kata lain dia menyarankan meletakkan gerakan gerilya pada suatu kepemimpinan dan menarik dukungan massa. Dalam buku ini, selanjutnya kami akan mengungkap secara detail dua inti gerakan gerilya karakter kepemimpinannya dan sebab-sebab penyerangan. Tetapi pertama kali ijinkanlah kami mencermati cara pencarian solusi dari perjalanan "unconventional war" (perang non konvensional) yang telah berlalu di Vietnam untuk membahas operasi para pemberontak dan di Cuba pada sisi lain.

DITENTUKAN DENGAN PENGATURAN

Gerilya tak pernah memenangkan perang, tetapi sebaliknya sering dikalahkan lawan~lawannya. Tidak terkecuali Kola~el Thanh dari angkatan bersenjata Vietnam Selatan. Mengomandani 9O0 orang dalam satu resimen di i'ayninh, sekitar ~O mil arah barat Saigon, kolonel Tanh diperintahkan untuk menghancurkan kekuatan gerilya komunis, Vietcong. Dia adalah seorang tentara yang berpengalaman, senrang tentara yang terlatih secara profesional, pernah ambil bagian dalam training yang diselenggarakan U.S Army I~Af~ (Military Aid and Advisory Group). Dia aktif sejak tahun i954: Telah menunjukkan kecakapannya selama aktif bertugas di kawasan itu. Pada Januari 19b0 ada perayaan Tet yakni tahun baru bagi orang-orang Vietnam. Karena situasi genting yang diakibatkan oleh serangan-serangan vietccx~g, Presiden Diem memerintahkan peniadaan perayaan Tet di kamp angkatan bersenjata serta tak ada hari libur bagi tentara. Bagi orang Viatnam, Tet sama artinya dengan perayaan Natai. Perintah dari presiden Diem dianggap sepi saja. Sebagian anah buah Tanh menggerutu marah oleh pembatasanpembatasan yang menurut mereka itu semua tidak dapat diterima dengan akal. Segala deskripsi keadaan medan di sana, setiap distrik dijaga dengan baik secara teratur. Hutan yang mengelilingi gubug, 4arak, stasion komunikasi, dan gudang senjata diawasi dari jauh. Deretan menara (suar) dengan jarak 100 yaed berdiri mengelil.ingi batas pertahanan tperimeter) dan diantara menara satu dan lainnya diberi pagar kawat berduri. Para tentara disiapkan membentuk barisan dalam formasi memukul rrn~ndur apabila ada seksi yang disen~ ang. Setiap unit akan tahu seksi mana yang harus dipertahankan. Karena adanya alarm di seluruh sudut perimeter. Sehari sebelumnya, pegawai inteli.jen kolonel Thanh mendapatkan selentingan (info) bahwa gerilya Vietcong bermaksud meyerang markasnya. Segera, ia menyiapkan 30 orang terbaiknya untuk menyapu hutan di sekitarnya. Tetapi rr~reka tidak mene~nukan tanda-tanda akan adanya penyerangan. Perlu diketahui tentara-tentara tadi sudah berpengalaman dalam menyapu hutan bakau, rawarawa dan sungai. Oleh karenanya, kol~el Thanh secara cukup beralasan menganggap isu adalah salah satu media perang urat saraf yang diterapkan Vietcong dan selama ini terbukti merupakan pendukung ampuh terhadap setiap peperangan. Ketika sebagian tentaranya secara diam-diam keluar dari kamp untuk merayakan Tet di kampung terdekat, para bawahannya yang sebenarnya melihat haI ini merasa tak cukup punya alasan untuk mengganggu kol~el Thanh (atau memotong mimpinya, yang mungkin telah bermimpi merayakan Tet di Saigon bersama keluarganya). Kira-kira i mil dari tempat kediaman Kol. Thanh, seorang Vietnam yang bernama Vinh Hn tersenyum-senyum (agak gugup) ketika mata-ma:tanya melaporkan bahwa sebagian tentara Thanh merayakan Tet di desa. Inilah saat yang dia harapkan. Selama berminggu-minggu dia merencanakan diadakannya serangan mendadak di malam hari. Waktu demi waktu dia menunggu saat yang tepat untuk menyusup ke daerah pertahanan, menyelinap diantara tumpukan barang beserta beberapa bawahannya yang bertugas untuk memlrlai penyerangan. Sebenarnya kerr~ngkinan terjadinya hal ini telah disadari oleh Thanh. Mengapa justru sehari sebelumnya dia memerintahkan operasi patroli ? Gerilya yang dilakukan Vinh Ho telah cukup lama menghilang sejak pasukan pemerintah Vietnam menyapu bersih daerah semak belukar dengan menggunakan perser~jataan mutakhir, perbekalan dan perlengkapan lengkap, terus memburu dan mencari para gerilyawan. Kontak Vinh Ho melaporkan bahwa di belakangnya terdapat 300 kekuatan gerilyawan yang ditempatkan di daerah-daerah yang sudah ditentukan di sekitar garis pertahanan lawan. Disamping itu terdapat 300 yang lain khusus untuk tujuan tertentu (di luar penyerangan ). Mereka bukanlah bagian unit penyerangan, tetapi para petani dari desa yang bersekutu dengan Vietkong.

Seperti layaknya waktu latihan saja, Vinh Ho benar-benar bisa melakukan penyusupan se~cara sempurna. Hal ini tidaklah sulit karena pos penjagaan cukup jauh untuk mengetahui kehadirannya tanpa menggunakan lampu sorot (proper lights). Suatu hal yang mustahil untuk mengamati seluruh daerah pertahanan secara total. Secara gesit Vinh Ho menyelinap ke gubuk Thanh memasang bom plastik di dekat dinding lalu menyelinap kembali. Tanda pertama operasi gerilya Vietminh (Vietnam Utara) diberikan ketika bilik yang ditempati Thanh hancur meledak dalam sekejap mata. Ledakan ini secara efektif menghantan Kol. Thanh. Waktu selanjutnya barisan Vietcong menyerbu setiap pos penjagaan dan secepatnya ~lumpuhkan mereka. Sebagian yang lain memutuskan komunikasi yang mungkin bisa digunakan untuk ~cari bantuan ke luar. Tentara pemerintah Vietnam segera bangkit dari tidur mereka, dan segera menempati pos masing-masing di dalam lingkungan perirr~ter. Mereka telah tampak siap temput. Tapi tampaknya mereka terdesak oleh serangan Vietc~g. Ketika itu gelombang barisan Vietcong yang lain menyerbu gudang senjata dan memuat persenjataan yang ada ke dalam truk dan melarikannya ke hutan. Heberapa jam kemudian regu penol~g yang tiba di Tayninh dengan berjalan kaki menemukan semua tentara Vietnam tewas di situ dan mereka juga menemukan 4 atau 5 mayat gerilyawan Vietcong. Kembali ke hutan, Vinh Hv telah menguasai 600 senapan bahu buatan A.S. cukup untuk mempersenjatai serangan kedua yang sedahsyat serangan pertama. Sampai hari itu, Vietnam Selatan dengan ib.000 tentara A.S. telah melancarkan perang di hutan yang dibiayai oleh A.S. dengan lebih dari setengah milyar dollar A.S. selama setahun. Akan tetapi jalan terang selesainya pertikaian belum kunjung tiba. Konflik Vietnam yang melibatkan pihak A.S. yang sejak awal memperlihatkan kekuatan penuh, namun belum juga berhasil menyelesaikan perang disebabkan mereka tidak memahami tipe perang yang :.., dilancarkan oleh orang-orang Vietnam. Pada 20 Juli 1954, Perancis menghentikan perlawanan mereka terhadap kekuatan Komunis di Indocina dan mengakhiri masa penjajahannya. Akhirnya Amerika turun tangan untuk mengisi kekosongan setelah ditinggalkan Perancis. Mereka merasa menjadi pelindung bagi pemerintah republik Vietnam Selat~n di bawah Presiden Diem. 5ejak 1954 rejim Diem dihadapkan pada kekuatan perlawanan yang sangat spektakuler. Gerilyawan-gerilyawan yang disusupkan oleh Vietnam Utara melakukan teror dan pembunuhan terhadap para pemimpin baik tingkat propinsi maupun desa yang mendukung Diem. Tahun 1957, pemerintah Vietnam Selatan mengumumkan "Vietminh (Vietnam Utara Komunis) kekuasaannya telah terpisah dan tidak punya wewenang/kekuatan di Vietnam Selatan". Dua tahun kemudian penasihat militer senior A.S. di Saigon melaporkan kepada Washington bahwa Vietcaig (gerilya komunis) berangsur-angsur berubah menjadi ancaman serius bagi negara. Dengan penuh percaya diri, penasihat militer A.S. melakukan penataan dan pelatihan kepada tentara Vietnam Selatan. Dengan satu-satunya metode penyerangan yang diberikan oleh para jendral yakni sistem perang kawensionai Eropa pada P.D. II. Kekuatan dikelompokkan dalam batalyon-batalyon dan kemudian batalyon menjadi divisi-divisi yang dibekali peralatan lengkap dengan senjata artileri, tank, infantri bermotor dan perangkat-perangkat modern lainnya. Mereka secara merata dimasukkan dalam dua corps militer dengan markas besar masing-masing. Ketika kalangan militer sibuk, penasihat ekonomi A.S. tak mau ketinggalan. D~gan logika klasik yang tak terbantah, rr~reka menawarkan modernisasi bagi Vietnam. Dimulai dengan proyek-proyek dasar seperti rel kereta api, jalan raya, saluran-saluran air, dan bangunan industri dasar di kota-kota yang lebih besar dengan harapan pada waktu yang akan datang

pembangunan industri juga menyebar ke desa-desa. Demikian pula propaganda dan fasilitas pendidikan yang melancarkan misi A.S. Di ibukota Vietnam Selatan (Saigon) diselenggarakan sistem demokrasi langsung ala Eropa barat lengkap dengan pemerintah dan kelompok oposisinya. Tidak ketinggalan juga membudayakan kepada kaum intelektual Saigon dengan orkestra simponi, eksibisi s~i dan aktifitas-aktifitas budaya ala Amerika lainnya. Seandainya saja pihak Vietnam Utara tidak melanggar perjanjian, rr~ungkin usaha-usaha yang ditempuh Amerika Serikat telah berhasil dengan baik. Sayangnya, pihak komunis terlalu lama memainkan peranannya. Pertama tampak terjadinya ketidakadilan di Vietnam Selatan. Setelah Perancis mengakhiri penjajahannya, lahirlah rejim baru (Diem). Lahirnya rejim ini nyaris tanpa tantangan kecuali beberapa pembunuhan terhadap pendukung Diem. Ketika para teroris meningkatkan aksi pembunuhannya, yaitu mencapai 25 orang tiap bulannya di tahun i958 pemerintah Saigon telah terorganisir secara baik. Hal ini merupakan hasil usaha Diem dan sebagian lagi hasil bantuan ekonomi Amerika. Akhirnya, Vietnam Utara meningkatkan aksinya dengan target yang lebih besar yakni jatuhnya rejim Diem. Propaganda para teroris berlanjut menjadi operasi gerilya dengan kekuatan penuh. Sekali lagi orang-orang Vietnam Selatan dan "penasihat" Amerikanya melakukan reaksi yang bersifat kawensional. Tatkala gerombolan gerilya Vietcong berada di suatu tempat, Tentara Demokratik Vietnam menyerbu mereka dengan tank, tetapi mereka tak menemukan apa-apa. Pada saat yang tepat para gerilyawan menyelinap, menyembunyikan diri ke dalam hutan, manakala Tentara Pemerintah Vietnam menyapu daerah itu dengan peralatan perang yang lengkap, maka yang terjadi hanyalah penyerbuan dan pengejaran sia-sia. I~ota-kota besar diberi pengamanan kota, sementara bagi desa-desa kecil masih menjadi daerah kekuasaan para gerilyawan. Dalam waktu yang relatif cepat, orang-orang desa yang menginginkan perbaikan ekonomi tetapi sampai beberapa tahun berlalu diabaikan Saigcm, berbalik rr~njadi tidak loyal lagi kepada Diem dan menjadi pendukung gerilyawan. Ada juga yang sedapat mungkin berusaha bersikap netral. Pada 19b0 suatu wilayah yang cukup luas beberapa mil dari Saigon didominasi oleh para gerilyawan. Para pendukung.Diem menyingkir ke kota-kota besar. Pada awal tahun itu kekuatan gerilya telah cukup mantap untuk menyerang seluruh batalyon Pasukan Vietnam dan rr~rampas semua perlengkapan ~rangnya. Pada tahun 1961, setiap satu senjata gerilyawan yang berhasil dirampas pasukan pemerintah, para gerilyawan sebaliknya merampas dua senjata dari Tentara pemerintah. Ekonomi negara secara menyeluruh lumpuh total. Pada tahun itu, Vietnam yang biasanya mengekspor beras secara besar-besaran justru mengimpor 40.000 ton untuk me~nsuplai para pengungsi di daerah perlindungan di kota-kota. Seperti pada awal 19b0, para perwakilan politik A.S. di Saigon mulai mengevaluasi, barangkali ada sesuatu yang salah mengenai strategi yang diterapkan Vietnam Selatan. Dengan bantuan orang-orang yang mendukung Diem, mereka merombak program-program secara total dengan sistem pendekatan yang baru. Setelah mendapatkan restu dari pihak militer meskipun dengan susah payah, maka terbentuklah sistem poiitik baru. Meskipun rencana ini mendapatkan dukungan luar biasa dari pemerintah Washingta~, untuk menentukan prioritas utama kemudian rr~mpraktekannya secara tuntas sempat berlarut-larut sampai satu tahun lamanya. Pada Desember l9bi, ketika program kerja sudah saatnya memperlihatkan hasil, moral orang Vietnam runtuh sampai pada kondisi yang ~nyedihkan. Rencana itu sendiri meskipun keiihatannya r~mbawa perbaikan tetapi ternyata juga bermasalah. Diharapkan berjalan mulus oleh Washington, tetapi yang terjadi di Saigon sangat tidak memuaskan .

Muncul pertanyaan "Bagaimana efektifitas r~cana dalam praktek? Apakah terlalu terpengaruh dengan situasi perang dan jika tidak hal apakah yang ~r~ngecewakan ?" tetapi untuk menjawab sekian pertanyaan tersebut, menurut f-~mat saya dapat kita maklumi adanya kedangkalan sikap di dalam penyelesaian masalah-masalah yang terjadi di sana. Pertama, penting artinya bagi kita untuk mempelajari atau menge~al se~cara mendalam karakter dasar dan prinsipprinsip fundamen dari operasi gerilya. Hal ini untuk memperjeias arah dalam menerjuni arus perang di Vietnam, seperti apa yang saya utarakan pada penulisan saya di bagian akhir. Di lapangan, kenyataan penting yang menyebabkan kekalahan adalah ketidakmampuan para pejabat pemerintah untuk mengenal secara dalam dan seterusnya memberikan reaksi yang tepat terhadap operasi Vietcong. Dan terkesan para penasehat A.S. terlalu berlagak seperti juga halnya pendahulu mereka yakni Perancis. Jauh sebelum A.S. datang ke Vietnam, Perancis selalu dikejutkan oleh situasi menghindarnya kekuatan Ho Chi Minh terhadap peperangan terbuka. Dari pengalaman ini, jelas bahwa apa yang dilakukan oleh Vietcong terhadap Arnerika bukanlah suatu hal yang baru. Hal itu juga telah mereka lakukan terhadap Perancis. SLngguh,penasihat militer A.S. di Saigon tidak lagi memiliki pilihan lain kecuali melayani model perang yang tak biasa mereka lakukan (unconventional warfare). Perancis pernah mempelajari dan berkesimpulan bahwa bagi Vietminh dengan divisi kecil dalam medan seberat "The Seventeenth Parallel" akan membutuhkan 40.000 tenaga. Sebaliknya, infiltrasi beberapa ribu tentara pilihan untuk menghancurkan negara itu dengan jalan gerilya ternyata terasa lebih mudah dan murah. Cara ini telah terbukti berhasil gemilang dalam mengusir Perancis. Dan tampaknya kecil sekali/ tidak ada alasan bagi Vietnam Utara untuk tidak dapat mengusir Amerika segemilang mereka mengusir Perancis. Dan seandainya kali ini gagal, Ho Chi Minh dapat mengelak (memungkiri) seluruh operasi yang mereka lakukan. Hal ini dapat dilakukan karena cara ini dilakukan dengan sedikit saja tokoh yang muncul ke permukaan. Ancaman bagi Vietnam selatan yang sesungguhnya, bukanlah serangan fra~tal (terbuka) yang dilakukan oleh divisi yang menyeberang batas "The Seventeenth Parallei" akan tetapi justru operasi gerilya. Gerilya ini bukanlah terdiri dari corp-corp militer, akan tetapi terdiri dari unitunit pengacau yang sangat Iihai. Pada akhir tahun perjuangannya, Perancis dapat belajar dari pengalaman. Untuk menyerang para gerilyawan dilakukan dengan komando-komando kecil yang dioperasikan di darat dan armada kecil "boat tempur" untuk sungai dan rawa-rawa. Akan tetapi taktik Perancis tadi oleh Amerika Serikat ditinggalkan. Pada peperangan de~mi peperangan, tentara pemerintah Vietnam menerjuninya dengan kekuatan yang terbagi-bagi dalam batalyon-batalyon yang formasi serangannya tidak menentu. Situasi ini berlanjut sampai meletusnya pemberontakan anti kanunis yang diwarnai dengan pengepungan terhadap istana presiden hingga waktu yang berlarut-larut. Mao Tse Tung di Cina, komunis di Malaysia dan Yunani, juga the Huks di Pilipina telah berulangkali menunjukkan bahwa gerilya dalam medan yang luas tergantung pada desa-desa. Ketergantungan ini mencakup soal memperoleh 'makanan, merekrut anggota baru dan juga dalam hal jaringan intelijen. Dari keadaan ini kita bisa mengambil kesimpuian bahwa pertahanan yang mereka rryiliki bukanlah pertahanan frontal. Bukan pertahanan yang jelas, terdiri dari bentengbenteng, kawat berduri lengkap dengan pos-pos penjagaan. Akan tetapi setiap dusun kecil merupakan pertahanan bagi para gerilyawan. Pertahanan semacam ini tidaklah dapat dihancurkan dengan peralatan perang canggih, senjata artileri ataupun tank, tetapi dengan senapan berjarak tembak jauh yang khusus didesain untuk meredam gerilya. Selain itu juga dengan cara mencari dukungan dan simpati para penduduk desa melalui janji-janji perbaikan

keadaan ekonomi dan sosiai serta memberikan jaminan keamanan atau perlindungan terhadap serangan balas dendam Vietcong. Namun di sini kami juga melihat bahwa segera terjadi kontroversi. Pembangunan ekonomi berupa pendirian proyek-proyek dasar ternyata hanya terpusat di kota-kota. Di desa-desa para petani tetap terabaikan. Maka bukanlah keajaiban, yaitu ketika Vietca~g berada pada kondisi lemah, mereka dapat menggunakan orang-orang desa untuk memperoleh makanan, obatobatan dan juga anggota gerilya baru. Pada waktu yang tepat, yaitu dimulainya sekaligus pembangunan ekonomi dan militer, waktu itu gerilyawan Vietcong hanya tinggal beberapa ribu, mungkin saja penasihat militer A.S. dengan dungunya mengatakan bahwa Vietcong akan segera "berhenti sebagai ancaman besar". Akhirnya setelah menjalani sendiri, seharusnya Amerika bisa belajar dari pengalaman bahwa ada strategi pertempuran yang begitu dahsyat. Amerika dipaksa belajar dari hal-hal sulit serta pahit bagi mereka. Itulah pengalaman yang sangat berharga. By then it almost too late. t'',1

II. CARA YANG SALAH (THE WRONG WAY)

Sebagaimana dugaan orang, dalam pesta Cocktail di Philadelphia percakapannya keras,.ngelantur dan terkesan bodoh. Diantara para tamu, wartawan iokal berpindah-pindah dari satu kelompok ke kelompok lain mendengarkan secara sepintas dan rnendapatkan jawaban-jawaban yang sama sekali tak dimengerti olehnya. Dalam sebuah kesempatan dia berada dalam suatu kelompok yang mengerumuni seorang laki-laki kecil berbicara dengan aksen Inggris. Setelah mendengarkan selama beberapa menit, si wartawan menanyai lakilaki kecil tadi yang tidak lin adalah seorang akuntan. Akuntan menjawab bahwa dia adalah seorang konsul dari negara di Amerika Selatan. Selanjutnya ketika pulang sampai di ~umah wartawan itu dengan susah payah dapat menginggat adanya tanda-tanda, disamping apa yang dibicarakan laki-laki kecil tadi. Akan tetapi apa yang ia dengar adalah sesuatu yang sangat mengerikan. Apakah itu ser~a hanyalah sebuah sensasi ataukah memng suatu kebenaran ? Dia dan jutaan orang Amerika yang lain, baru mendapatkan kepastiannya pada Senin pagi, 17 April 1961. Ketika itu Radio-radio memberitakan invasi Cuba. Beberapa jam sebelumnya, yakni pada pukul 01:00 dinihari, satu armada kapal, termasuk kapal pengangkut (cargo), dua buah tank dan beberapa kapal pembantu, siaga penuh di sebelah selatan Cuba. Satu regu manusia katak menyelam secara diam-diam dan berenang ke tempat-tempat dimana mereka memasang tanda. Dua jam kemudian dua batalyon pertama dari angkatan perang itu mengggempur pantai. Secara serempak 175 pasukan payung diterjunkan pada tiap-tiap mil dengan periengkapan untuk meledakkan jalan-jalan masuk yang mungkin bisa digunakan oleh Castro untuk menggerakkan kekuatan pertahanannya. Invasi hanya mendapat sedikit masalah di jam pertama. Setelah pendaratan pertama di teluk babi pendaratan berikutnya segera dilakukan. Dengan menggunakan lima buah tank, mereka segera menyerbu setiap tempat dan merangsek maju. Akhirnya mereka dapat r~nguasai hampir 20 mil dari pantai. Ketika berita invasi diterimanya pagi hari, Castro sedang berada di Havana. Dia terkejut bukan main. Selama beberapa bulan, lusinan agen rahasianya di Miami melaporkan bahwa sebuah ekspedisi kekuatan telah disiapkan. Dua hari sebelumnya, pesawat-pesawat pembom tua meraung-raung dan menggempur pangkalan udara, namun gagal untuk melumpuhkan operasi udara Castro yang terdiri dari dua buah jet, dua Sea Furies dan sepasang pesawat tua H-26. Sudah jelas baginya bahwa serangan udara yang dilancarkan pasti akan diikuti serangan darat. Dia segera menyiagakan 30.000 tentara ditambah para milisi yang total kekuatannya seperempat juta orang yang diperlengkapi dengan tanktank masing-masing mempunyai rr~riam 37 mm Cannon dan 120 mm howitzers. ' Ketika komandan lokal di dekat teluk babi menyiarkan lewat radio tentang pendaratan Castro segera menggerakkan tentaranya dengan menggunakan jalan raya dan rel kereta api menuju ke daerah serbuan. Dia memerintah kan setengah lusin pesawat tempurnya untuk tidak menghiraukan serangan darat dan hanya mengkonsentrasikan diri pada armada serbuan. Penyerbu merencanakan serangan udara kedua yang ditujukan ke pangkalan udara Cuba, tetapi agaknya kegagalan serangan udara pertama menyebabkan rencana serangan kedua dibatalkan. Keenam pesawat Castro dikonsentrasikan pada armada kapal yang berada di teluk babi, segera membuat kerusakan serius, sungguh-sungguh fatal dan hancur. Sea Fury menyerang kapal induk "The Houston" yang bermuatan 3000 ton, terdiri cadangan amunisi, cadangan tentara, perlengkapan dan disitu juga terdapat Kapten Manuel Artrine, komandan ekspedisi. Setelah diserang bagian haluannya, The Houston kandas di pantai berpasir dua mil dari pantai dan praktis tersingkir dari operasi. Orangorang yang terdampar bersama kapal itu merasa tak ada artinya dan tak punya harapan untuk melakukan penyerbuan lagi. Di lain pihak mereka juga tidak dapat rrwlndur .

Beberapa alasan mengapa sampai terjadi seperti itu adalah karena pasukan terjun payung yang ditugaskan untuk meledakkan fasilitas-fasilitas di sekitar pantai dan menutup jalan bagi pasukan Castro, ternyata gagal dalam misi mereka. Maka pada 24 jam pertama setelah pendaratan, Castro dapat menggerakkan pasukannya dan membuat garis pertahanan meskipun hanya dengan sedikit kekuatan militer yang dipunyai Castro. Hari-hari selanjutnya, Houitzer dan Canon menghadang pasukan musuh dan sedikit demi sedikit dapat menghentikan serangan musuh. Situasi yang berkembang selan.jutnya adalah amunisi para penyerbu menipis, sedangkan cadangan yang mereka miliki berada di dalam kapal induk yang terdampar. Tak ada yang dapat mereka lakukan. "Jika kami mempunyai banyak amunisi", tentara lainnya rr~enyahut "kami mungkin bisa keluar atau bahkan menang". Dinihari Rabu, hari ketiga penyerbuan, Castro berpindah karena mungkin dari pembunuhan, dan pada tengah hari kekuatan para penyerbu tersebar, tercerai berai dan menjadi buron. Sebagian telah menyerahkan diri. 5ebagian kecil saja yang dapat meloloskan diri r~nggunakan boat menghindari jangkauan pesawat-pesawat Castro. Dan sebagian kecil yang lainnya dapat mengatur siasat untuk meloloskan diri dari kepungan kekuatan militer Castro dan melarikan diri ke bukit-bukit. Salah satu diantara mereka mencoba memberi kabar lewat radio bahwa penyerbuan berakhir dengan tragis. Pesan yang menyedihkan ini diterima di Amerika Serikat. "Cuba memanggil -.Kami butuh bantuan di Cuba". Namun bantuan tidak pernah datang. Bagaimana penyerbuan bisa gagal ? Kami mulai d~gan alasan kemiliteran. Kami dahului dengan lusinan kritik dan analisa yang sudah men~adi rahasia umum dan begitu cepat disebarluaskan oleh pers. Secara urr~m, kritik terhadap operasi Cuba adalah karena Gedung Putih memerintahkan pembatalan serangan udara kedua. Dalam penghancuran Angkatan Udara Castro yang relatif kecil, kekuatan serbuan harus difokuskan pada serangan udara. Argumen ini kurang memuaskan. Karena serangan pertama mengalami kegagalan total, maka merupakan sesuatu yang sulit diterima akal, bahwa serangan udara akan berhasil dengan gemilang. Lebih jauh meski~n dengan superioritas angkatan udara, terdapat pertanyaan apakah 1200 orang yang didaratkan di teluk babi dengan Iima buah tank dapat menahan kekuatan militer Castro yang terdiri dari ~0.000 tentara ditambah puluhan bahkan ratusan ribu milisi yang dilengkapi dengan 120 mm howitzers. Hal ini menunjukkan juga bahwa menempatkan semua perlengkapan, sebagian besar amunisi dan pimpinan tertinggi dalam satu kapal ~rupakan suatu kesalahan. Kegagalan pasukan payung dalam meledakkan jalan-jalan keluar juga termasuk suautu kesalahan militer. Misalnya saja mereka berhasil dengan baik, paling tidak gerakan serangan Castro dapat ditunda untuk beberapa ~am. Namun terdapat pertanyaan lagi, apakah ini cukup bagi para penyerbu untuk membenahi diri dan melakukan koordinasi sehingga terjadi keseimbangan kekuatan lagi ? Disini akan kita lanjutkan aspek politik dari rencana p~yerbuan. Tetapi sebelumnya, kita akan kembali kepada Pesta Cocktail di Philadelphia. Castro sendiri mengatakan bahwa penyerbuan menggunakan strategi yang dinilainya mengejutkan baik mengenai tempat maupun waktunya. Akan tetapi tak satupun orang mengatakan ketidaktahuannya tentang akan datangnya serangan Tak hanya agen-agennya, tetapi kebanyakan orang Amerika pun mengetahui dengan pasti selama berbulan-bulan bahwa p~yerbuan akan dilancarkan. Se~orang ka~sul yangg turut hadir dalam pesta Cocktail membicarakan secara berulang-ulang bahwa ribuan pengungsi Cuba rr~larikan diri dari rejim diktator Castro. Dari sini timbul pertanyaan apakah operasi dengan skala sebesar ini dapat dikoordinasikan secara rahasia. Ter~adi perdebatan sengit, tanpa strategi kejutan dari penyerangan maka tidak akan dapat bertahan sampai beberapa waktu lamanya.

Berikut ini kritik-kritik lain tentang r~cana militer. Jenis latihan dan frekw~sinya apakah akan lebih baik jika yang dilakukan adalah sedikit kursus tapi banyak latihan bagi pasukan. Jenis latihan, kualitas perlengkapan dan faktor-faktor militer lainnya kerapkali rnenjadi sebab kegagalan. Akan tetapi semua alasan yang diker~kakan mempunyai hubungan kesesuaian dengan syair kuno : For want a nail, the shoe is lost For want a shoe, the horse is lost For want a horse, the rider is lost Tak satupun kekuatan yang hilang, yang dibutuhkan adalah pengangkut perbekalan lengkap dan peluang suksespun terbuka. Invasi Cuba bukanlah tidak mempunyai pelajaran dari yang pernah berhasii. Sekitar 150 tahun sebelumnya, Napoleon Banaparte mendarat dari Elba di Cannes dengan pasukan yang kurang dari seribu orang dan senjata 'terbatas. Selama dua puluh hari yang tanpa pertumpahan darah dia dapat menjatuhkan monarki Perancis. Untuk memperbandingkan pendaratan Napoleon dengan penyerbuan Cuba, akan terasa menggelikan. Tapi hal ini bukanlah tak berharga. Napoleon merupakan seorang buangan pertama yang dapat memimpin Perancis mencapai jaman keemasan. Sesuatu yang penting artinya, rute yang diambil dari Cannes menuju Paris melewati Dauphine, dimana mereka m~damaikan perselisihan antara kaum bangsawan dengan para petani. Kapten Manuel Artrine, komandan penyerbuan Cuba adalah seorang prajurit muda yang praktis tak dikenal. Mungkin satu-satunya rintangan terbesar dari usaha penggulingan Castro adalah kenyataan bahwa dia tergolong pemimpin yang berhasil, populer dan seorang revolusioner yang terhormat. Beberapa cara uuntuk menggulingkannya, harus r~menuhi syarat-syarat tertentu yang mengacu pada hal-hal yang bersifat kontra revolusioner. Dan sampailah pada pertanyaan atas beberapa perubahan populer termasuk pembagian tanah yang telah dia lakukan. Akan tetapi suatu kenyataan juga, bahwa hukum yang dia terapkan amatlah buruk. Afiliasinya dengan komunis mengancam perdamaian regional dan sikap anti Amerikanya sangat tegas ia tampakkan. Masyarakat Amerika sangat gusar pada Gastro. Sebagian besar partai politik di A.8. menjanjikan penyingkiran Castro. Lebih jauh dia telah mengusir sebagian warga Cuba. Sebagian besar rekan-rekan revolusinya yang terhormat, pernah berjuang bersamanya di bukitbukit, meninggalkannya dan melarikan diri ke Amerika. Para diplomat, warta~ wan, dan orang-orang Amerika yang berada di Cuba melaporkan bahwa sebagian besar penduduk yang tinggal di pulau itu siap melawan Castro. Mereka terdiri dari beberapa kelompok atau faksi-faksi politik yang mempunyai perbedaan pendapat. Namun, apakah perancang rencana operasi mengetahui keadaan ini atau tidak, fakta diatas membuka adanya pertanyaan . Apakah lawan-lawan Castro mempunyai cukup kekuatan untuk menyatukan perjuangan ? ~rang-orang yang pernah mengamati kelompok orang-orang buangan, apakah dari Polandia, Hongaria, atau Korea akan mengetahui betapa sulitnya untuk menyatukan mereka di bawah tekanan. Itu hanya bisa dilakukan dengan sistem kepemimpinan yang efektif. Politisi-politisi senior dan terhormat, pertama kali dalam pembuangan meninggalkan organisasi partai mereka. Kekuatan politik dan semua kelengkapan politik lainnya diteruskan oleh generasi penerus ~reka. Untuk menghindarkan pendapat masyarakat yang macam-macam tentang pembuangan seorang politisi mereka mencari celah tx~kum yang menyudutkan suatu kelompok politik. Cara inilah yang sering dilakukan sebelum revolusi Rusia, orang-orang komuunis yang berada di pembuangan menyatukan diri bersama-sama dalam doktrin Marx yang akhirnya hancur oleh perpe~cahan. Para buangan Cuba pun tak terkecuali. Mereka termasuk penganut paham sayap kanan. Ikut di dalamnya para politisi moderat yng menyesalkan kebijakan anti demokrasi dari Batista dan

Castro. Diantara mereka ada pula para pengikut Castro sendiri yang menganjurkan kelangsungan reformasi yang dicanangkannya tanpa melewati politik, hukum, dan sosial yang telah dia lakukan tatkala dia telah kuat. Namun tak satupun dari mereka yang cukup berwibawa serta piawai dalam menyatukan potensi dari para buangan. Seandainya saja mereka dapat disatukan di bawah gerakan politik yang efektif, sesungguhnya "backing Amerika" mereka dapat ~merankan fungsinya sebagaimana mestinya. Bagaimana untuk menyelesaikan persoalan ini ? Salah satu alternatif yang menurut pandangan orang Amerika sudah cukup r~menuhi syarat, diuji apakah banyak berperan baik dari sisi keuangan ataupun sisi lainnya. Metode ini ditinggalkan di lapangan karena dirasakan terlalu banyaknya campur tangan dan pendiktean dari Amerika. Lebih jauh diakui bahwa seseoran9 yan9 oleh Amerika dianggap seba9ai yang terbaik belum t~tu baik menurut pandangan orang Cuba. Lain daripada itu, salah satu penilaian para politisi buangan, mereka dapat meramalkan jika usaha berhasil pemerintahan akan ternodai oleh cacat dan diperalat oleh imperialisme Yankee tA.S.). Lihat saja babak kedua ketika pemerintah akan dipilih dengan sistem pemilihan yang telah populer, mereka lebih senang mvgok dan menunggu· Akhirnya dengan mererapkan tekanan intensif, sponsor Amerika mengatur arah pergerakan, arah gerakan bersama di bawah para pemimpin sayap kanan eks pengikut diktator Batista. Hanya dengan 35 bekas tentara Batista berhasil mematahkan serbuan musuh dengan prestasi yang mengagumkan. Namun, para sekutu mengevaluasi bahwa Frait Demokratik Revolusi~er adalah organisasi yang dibentuk tanpa solidaritas polotik se~ati dan dengan naksud memecah belah dengan cara menghasut. Ketika beberapa disiden di Havana membentuk gerakan di bawah tanah Permukiman Revolusi, terdiri dari sebagian besar pengikut Castro sendiri yang menuntut kelangsungan reformasi asli tanpa metode drastis, persatuan front selalu ~cah. Karena luasnya penyebaran program untuk mempersatukan para anggota dalam fraat, merupakan sesuatu hal yang tak mungkin. Untuk menentukan awal program secara spesifik adalah tujuan nasional yang positif. Satu-satunya tujuan mereka yang bersifat negatif adalah pengurangan personal Castro. Mereka tidak saling menyepakati dalam hal bagaimana cara mengalahkan dia. Para sponsor A.S. dalam operasi menyadari sepenuhnya tentang ikatan yang lemah dalam gerakan. Mereka meramalkan bahwa yang pertama terjadi adalah pergolakan politik. Tetapi mereka merasa; hal ini lebih baih daripada kekejaman pemerintahan Castro. Apakah mereka gagal mengevaluasi akibat total dari kurangnya persatuan dalam sebuah operasi. Kemudian tindakan spekulasi akan dilancarkan oleh orang-orang Cuba tanpa prasarat penting dari suatu pemberontakan. Masalah kedua bagi A.S. adalah menunggu membengkaknya masalah menjadi lebih besar dari semula. Bagaimana dapat sebuah kekuatan yang relatif kecil yang didaratkan di Cuba berhasil menggempur an9katan bersenjata Castro itupun kalau jumlah milisinya diabaikan? Pemecahan klasik, Castro sendiri rr~nemukannya, tentu saja operasi gerilya. Pada babak awal rencana, hal ini ~harus mendapat perhatian serius. Lawan-lawan Castro yakni beberapa bekas rekan-rekannya pada saat gerilya, rr~mpunyai saran penting bahwa hanya dengan metode seperti ini operasi dapat berhasil. Para "Kolega Amerika" mereka nampak mau ~erima nasihat itu, pada pertama kali pendaratan-bel~rapa gerakan bawah tanah Cuba melakuukan gerilya. Mereka menyiapkan aksi sabotase mendahului serangan puncak. Hebrapa anggota anti Castro menyusun kekuatan di pegunungan Escambuy dan melakukan bebrapa usaha pengopersian radio dan mensuplai apa-apa yang dibutuhkan secara mati-matian.

Akan tetapi usaha-usaha untuk membantu gerilyawan anti Castro dan membina mereka untuk menyusun basis-basis kekuatan gagal karena berbagai macam alasan, diantaranya menahan diri dari rival-rival politik yang menjadi lawan. Kecurigaan rr~ndalam terhadap tujuan ultimatum yang dikeluarkan kelompok buangan, para gerilyawan segan terhadap para bawahan mereka sendiri. Sejak dicabutnya bantuan yang mereka butuhkan dari luar negeri maka relatif mudah bagi Castro untuk memblokade mereka di daerah pegunungan yang mereka gunakan untuk berlinmdung serta memaksa merka kelaparan. Selanjunya para penduukung ~nerika membuat model lain gerilya, basis lain dan opersi gerilya Iain yang mempunyai jaringan dengan gerakan bawah tanah Cuba, membangun kekuatan yang dapat diberi bantuan lewat udara. Namun gerakan bawah tanah yang ada terlalu rapuh persatuannya. Terpeccah dalam faksifaksi yang mudah digoyahkan ditambah dengan ketidakdisiplinan dalam ~njaga sekuriti. Setiap usaha untuk memperlengkapi komunikasi dan r~mberikan latihan, selalu kandas dan membuat mereka frustasi. Tim demi tim hancur-takluk dibawah kekuatan kontra inteligen Castro yang mantab dan efisien serta berkembang cepat. Setiap pemimpin gerilya dalam sejarah selalu menekankan perlunya organisasi yang tangguh, disiplin tinggi = inti/pokok dedikasi para pejuuang sebagai sarat berhasilnya operasi gerilya. Para romantis idealis yang memanfaatkan hutan untuk menghancurkan kelaliman dan melahirkan hukum liberal dan pengakuan hak-hak asasi manusia. Mereka cenderung menrapkan hukum yang keras untuk meredam penyelewengan/menccegah pengkhianatan dan menghindari terbaog ; karnya rahasia-rahasia penting kalu mereka dipaksa dibawah ancaman/siksaan. Hanya setelah mereka dapat mengatasi kelemahan para pengikutnya dalam mempelajari pentingnya metode ilegal dalam menamkan disiplin diantara mereka sendiri dan para anggota diasntara pendduk sipil. Dalam kenyataan, apakah basis gerakan demokratis dapat menghilangkan kebengisan dan kedisiplinan brutal dalam kekuatan gerilya. Para perencana di Washington sebenarnya mengetahui bahwa dalam waktu yang lama dan setelah jatuh korban-korban jiwa, gerkan bawah tanah di pulau itu dapat mengorganisir diri demi mencapai tujuan. Pergerakan-pergerakan totaliter pernah berkembang dan maju pesat. Para komunis rr~lengkapi dengan program siap pakai dan membuat doktrin-doktrin yang ~mperbolehkan atau memaafkan ketidakdisiplinan, akan tetapi memperkeras teror berdarah dingin terhadap yang ceroboh dan berkhianat. :1.. :~' Namun pendukung-pendukung di Washington menjalankan secara intensif terhadap bebrapa pelaku intervensi Cuba. Biasanya ketidaksabarasn masyarakat A.S. karena mereka jengkel selelu mendenganr kabar kegagalan Washington untuk menjatuhkan Castro. Hasl ini sangat menekan orang-orang A.S. yang mempunyai keterkaitan dengan situasi ini. Pertumbuhan yang efisien dari polisi Castro merupakan faktor yang utama yang sangat urgen bagi mereka untuk maju. Faktor ketiga adalah pengetahuan bahwa dalam bebrapa bulan, pilot-pilot terlatih yang dipunyai komunis dilengkapi dengan jet buatan Cheko dioperasikan di udara. Ini tidak membawa kerugian yang bersifat fatal sebagaimana terlihat setelah intervensi. Jet tempur bukanlah sarana penyerangan yang efektif pada perang gerilya. Rencana asli dari geriiya di pegunungasn dalam bentuk gerilya yang biasa dilakukan harus diladeni dengan penuh kesabaran. Dalam situasi seperti ini jet tempur hanya memerankan fungsi kecil saja. Berikut ini alasan lain mengapa strategi gerilya klasik ditinggalkan. Para penasihat militer meyakini ke~gganan untuk melakukan operasi "irregular" yang ada dan tetap ada diantara "regulars" di Pentagai.

Karena perang revolusia~er dan perangnya o~ang-orang Indian sudah meninggalkan kebiasaan aktifitas mata-mata dan serangan individu dalam angkatan bersenjata A.S, aspek menarik dari sistem gerilya yaitu pembentuka keprofesionalan tentara. Cara para gerilyawan mendapatkan makanan terlihat primitif dibandingkan dengan sistem logistik berbelit-belit yang pernah mereka pelajari. Taktik seadanya terdiri dari gerombolan kecil, tak semenarik permainan strategi yang pernah mereka pelajari di bangku pendidikan Fort Leavenworth. Metode teror yang tak dapat dilakukan dari operasi gerilya benar-benar bertentangan dengan ka~sep kesatriaan militer yang ditanamkan di Akademi Militer mengamanatkan semboyan "Tugas, Kehormatan, Negara". Radar dan tank, senjata berat dan roket, jet tempur dan jip tempur relatif tidak berguna di hutan dalam p~yerangan irregular ttidak sewajarnya). Senjata primitip untuk penyerangan gerilya seperti pisau, tombak/lembing, pistol dan granat genggam tidaklah menarik sebagaimana perangkat perang modern yang mahal. Tipuan "Politik" seperti yang terjadi pada gerakan-gerakan bawah tanah merupakan suatu pantangan bagi para t~tara yangg me<niliki kepercayaan ketika serangan dimulai, maka aspek politik adalah yang terakhir. 5ebagai alasan, sistem perang gerilya merupakan hal yang tidak baik dan menjatuhkan keprofesionalan para perwira. Sebuah pandangan yang harus mereka refleksikan atau mereka gambarkan didalam pemberitaan bagi para pendukung operasi Cuba. Dalam setiap kejadian, keputusan yang dibuat untuk mengalahkan operasi gerilya adalah cara peperangan yang lazim yaitu perang terbuka. Entah bagaimana, sungguh diharapkan pendaratan yang hebat dari para tentara akan cukup ' menyalakan api pemberontakan yang akan diteruskan oleh penduduk setempat rr~lawan Castro. Pada kenyataannya, diluar dugaan, pada gelombang pertama i '~; penyerbuan (invasi), 4000 cadangan senjata diberikan untuk mempersenjatai para pendatang baru. Mao Tse Tung menganalogikan antara gerilya dengan ikan serta penduduk sipil denggan air. Hanya jika suhu air atau sikap penduduk sipil cocok maka ikan atau gerilya diharapkan dapat bertahan. Para pendukung invasi Cuba dihadapkan pada keputusan yang sulit, apakah suhu air atau sikap penduduk sipil cukup tanggap terhadap datangnya bantuan dari para penyerbu? Washington beruntung tidak menemukan kesulitan berarti mengenai suhu politik di negara itu. Tidak hanya para pembangkang, tetapi para diplomat dan warga Amerika yang berada di Cuba yang mempunyai hubungan luas dan pengetahuan mendalam mengenai negara itu selalu rr~laporkan kepada Washington tentang adanya bibit-bibit perlawanan terhadap Castro. Dari informasi tersebut menunjukkan bahwa golongan atas Cuba dan penduduk kota yang terpelajar mernpunyai sikap perlawanan yang lebih besar. Ketidakseimbangan impor dan menurunnya pertumbuhan ekonomi dari rezim keduanya membutuhkan kerja keras untuk mengatasinya. Meskipun disatu sisi ada segolongan yang memperoleh keuntungan (kemajuan) material dari reformasi Castro, tetapi pada prinsipnya para petani selama dekade itu tetap berada pada keadaan miskin. Meskipun dukungan terhadap Castro menurun, dibandingkan saat-saat sebelumnya setelah dia menjatuhkan Batista, tetap saja kita bertanya apakah golongangolongan yang menentang telah siap untuk menyingkirkannya ? Lebih jauh, perasaan anti Amerika yang ditanamkan oleh propaganda Castro, begitu kuat. Slogan "Yankee Imperialism" adalah fitnah tak beralasan yang ditimpakan terhadap Amerika. Sebagaimana dijabarkan oleh Szuiz dan Meyer dalam "The Cuban Invasion", perasaan dendam pada Amerika mempunyai sejarah yang dalam di negara itu. Meskipun Amerika sering memberikan bantuan bagi Cuba pada waktu-waktu sulit dengan penuh kemurahan hati

dan cenderung boros. Bisnis Amerika terutama perusahaan-perusahaan gula kemungkinan bisa tutup kalau putus hubungan dengan Cuba, karena di Amerika sendiri kekurangan lahan pertanian. Intervensi Amerika Serikat di Cuba pada perempat pertama abad ini, telah terhapus dari ingatan orang-orang Cuba. Apakah semua kepastian ini cukup t~ralasan, bahwa suhu politik sudah cukup matang untuk berhasilnya pemberontakan?. Sebagai evaluasi kita tahu jawabannya kini. Apakah yang tertinggal dari perhitungan? Mungkin semangat para buangan yang masih kurang kuat. Mungkin informan Washinton terlalu menitikberatkan keperluan bisnis dan penguasaan tanah. t~h.uigkin juga kesukarari untuk membahas semangat juga lepas dari perhitungan. Mungkin penekanan terhadap sikap,poiitik orang lain juga terjadi kekeliruan. Kesiapan individu uuntuk memulai pemberontakan sangat ditentukan oleh kesederhanaan dan pengalaman politik serta duukungan keuangan mereka. Golongan menengah Cuba bukanlah orang-orang yang tolol atau buta masalah politik. Posisi mereka seperti para petani Cina dan Malaysia yang pernah kehilangan hak milik tanah mereka. Faktor menentukan bagi pengambilan keputusan oleh setiap orang adalah resiko atas hidupnya dan keyakinan berhasilnya perubahan serta bertahan. Kenyataanya, dalam rekruitment anggota gerilya, bagi yang bersedia diperintahkan untuk menempati camp dan bagi yang tidak mau, mereka diancam pembunuhan atas dirinya. Para pengikut di Havana untuk bergerilya atau menyingkir ke gunung-gunung di Cuba. Tetapi untuk mengikuti pasukan ini, di teluk babi pada April pagi sama saja dengan bunuh diri. Banyaknya faktor-faktor tersebut diabaikan dalam pembuatan keputusan untuk pemakaian rr~tode yang lazim dalam situasi yang tak lazim ditandai dengan pendirian para pendukung gerakan bawah tanah Cuba. Jika kecurigaan mengenai ketenangan p~duduk pada keberadaan para penyerbu akan dijadikan dasar kebijaksanaan usaha-usaha yang akhirnya akan meningkatkan suhu politik. Maksud semua ini adalah, gerakan bawah tanah Cuba terlihat sebagai pemberi perintah. Tak satupun yang dapat memberikan informasi dan menyabot mobilisasi Castro tapi dapat saja dilakukan propaganda dan penyebaran informasi yang menghancurkan po~xrlaritasnya. Para pendukuung di Washington, bagaimanapun, telah m~gakhiri sekuritas dan kerahasiaan gerakan bawah tanah Havana yang begitu rumit. HaI ini karena mereka tidak memberi informasi kepada gerakan bawah tanah Cuba, tetapi justru melakukan taktik penyerangan yang mengejutkan banyak pihak. Gerakan bawah tanah tertegun karena ketidaktahuannya tentang hal ini. Ketika berita pe~ndaratan sampai pada Castro, bagaimanapun dia mememrintahkan pasukannya menuju pantai dan polisi-polisi rahasianya mengepung (mengawasi) para disiden potensial di Havana. Dalam waktu beberapa jam saja ribuan orang tak bersalah ditangkap. Terjadi kesibukan di p~jara, stadion olahraga dan gedung-gedung bioskop. Para pemimpin gerakan bawah tanah dibuat tidak dapat membantu para p~dukung dan kolega mereka di pantai. Ofisial Amerika yang merencanakan operasi di teluk babi merupakan seorang yang memiliki kemampuan intelijen tinggi yang pada medan-medan lain sering membawa kemenangan. Kenapa akhirnya rencana mereka gagal totai? Akan terlihat dua jawaban. Dari p~galaman yang pernah mereka lalui ternyata tak banyak memberi pelajaran bagaimana menyelesaikan problemproblem yang tidak Iazim dijumpai. Kedua, menghadapi lawan, ~rlengkapan militer yang mereka bawa sangatlah lemah. Revolusi Guatemala yang direkayasa oleh Washingtai memberikan satu pelajaran. Aiasannya Castro di Cuba tidak sama dengan Guatemala. Di samping perbedaan-perbedaan geografis, regim Arbenz di Guatemala Iebih kecil dibandingkan dengan kekuatan revoiusioner Cuba

dengan pemimpin-pemimpinnya. Dalam bidang politik pemerintah Castro memiliki kecfudukan yang lebih kuat dengan kuatnya loyalitas rakyat, dibandingkan rezim Arbenz di Guatemala. Tanpa akar politik yang nyata, usaha penggulingan kekuasaan ini berbeda dengan tradisi Amerika latin "coups d'etat". Kegagalan perencana-~rencana A.S. dalam it~nvasi Cuba diindikasikan dengan penerapan langkah-langkah yang salah. Tapi apakah hanya dengan kriteria yang tepat yang diterapkan untuk keadaan seperti Cuba dan apakah seharusnya mengontroi setiap pengambilan keputusan dari para perencana diser~a tingkatan, dari rencana awal ~ggunakan para buangan untuk menjatuhkan Castro dengan langkah militer berupa satu serangan konvensional? Kami siap mengerahkan ~reka untuk mengikuti kursus pada pelajaran ini. Ijinkan kami memberikan penutupan dengan mencermati krisis yang bersifat khusus dari sistem perang tak lazim (unconventional warfare) sebagaimana yang ditunjukkan dalam kasus-kasus khusus. :~. f:~

III. PENYEHAB (THE CAUSE) Ketika orang-orang Jepang memukul mundur Jendral Mac Arthur dan pasukannya dari Kepulauan Philipina, partai komunis setempat di Manila r~nduduki pegunungarr dan membentuk gerombolan-gerombolan gerilya yang disebut "Huks", untuk mengacau penjajah. Kemudian, ketika kedatangan kembali Mac Arthur, mereka muncui kembali di hutan untuk

waktu yang singkat dalam upaya untuk memperoleh keuntungan mengontrol pemerintah Philipina yang terbentuk pada saat kepulauan itu mendapat kemerdekaannya tahun 19%. Tetapi karena mereka gagal dalam upaya itu, mereka kembali ke hutan dan memulai Iagi aksi pengacauan . Propaganda Huks kepada para petani yang hilang tanahnya dan ditimpa kemiskinan adalah sepenuhnya dan mereka segera memperoleh keuntungan reputasi Iayaknya Robin Hood. Terutama sekali kekuatan mereka di Luzon tengah, mereka sering mendominasi wilayah yang luas di pinggiran negara itu. Basis-basis utama mereka berada dalam hutan yang sulit dijangkau dan didaerah berawa di sekitar gunung Arayat, tidak jauh dari Manila. Tahun 1950 mereka begitu kuat sehingga tetap m~ganccam untuk ~yerbu Manila sendirian. Pada saat yang kritis, Presiden Quirino bernama Ramon Magsaysay, seorang muda bekas gerilyawan yang bersemangat tinggi, sebagai sekretaris pertahanan Nasional, dia merasa bertanggung jawab untuk menumpas pemberontakan Huks. Di bawah sekretaris baru itu pasang surut keadaan mulai mengubah i-iuks sebagai musuh. Tetapi tahun 1951 dalam wilayah yang luas, terutama sekali di sekitar kota Propinsi San Fernando, masih banyak didominasi oleh basis-basis I-~ks, pada lereng-lereng gunung Arayat. Seorang tua yang biasa dipanggil Jose Balayub memiliki gubug di daerah pinggiran di sebuah desa'petani tak jauh dari san Fernando. Dia seorang petani padi yang miskin dan hampir tak mempunyai tanah dan terobsesi, sebagai bagian dari petani Philipina, dengan kebencian pahit pada rezim pusat di Manila. Tiga kali dalam hidupnya orang-orang Philipina ~janjikan pemerintahan sendiri. sebagai seorang anak, pahlawan Jose adalah Aquihaldo, seorang revolusioner yang berusaha untuk merebut kemerdekaan pertama dari orang-orang Spanyoi dan kemudian dari Amerika. Terlebih dahulu orang-orang Amerika telah memberi janji untuk pemerintahan sendiri ketika mereka merebut kepulauan dari orang-orang Spanyol yang telah diduduki selama 50 tahun. Meskipun kepastian-kepastian itu baik. Ketika pada akhirnya tahun 19% ~reka r~mbuat ikrar dan mengakui kemerdekaan. Jose dan Compatriot-nya telah yang ketiga kalinya merasakan kepahitan dan tidak diangkat. Untuk kemerdekaan baru, rezim Philipina akhirnya memadamkannya untuk kepuasan semua pihak. Jauh dari ungkapan sebagian besar para petani yang kehilangan tanahnya, politikus-politikus di Manila rupanya hanya mewakili sedikit dari pemilik tanah dan orang-orang bisnis yang licik d.i Manila. Pada akhirnya apa yang dikatakan oleh Huks dan Jose serta teman-temannya para petani tidak ada alasan untuk tidak setuju. Pada pemilihan setelah mereka memilih para calon, dimana mereka berharap mungkin dapat membantu mereka. Tetapi setiap saat ada usaha untuk mengorupsi sebagian besar hasil pemilihan, dengan taktik memasukkan isian yang menyolok pada kotak suara. Kaki tangan tuan-tuan tanah telah memegang pos-posnya. Tetapi pada tahun i951, setahun setelah Magsaysay mengambil alih departemen pertahanan, sebuah pemilihan untuk Senator, K~ggres dan pejabat setempat terselenggara dengan cara berbeda, Pada permintaan komisi pemilihan, mereka meminta tentara untuk ikut mengawasi pemilihan dan kemudian pada penghitungan kotak-kotak suara. Hasilnya membuat kekhawatiran di antara para poiitikus dan keterkejutan pada Jose Balayub dan temantemannya. Beberapa malam seteiah pemilihan Jose, setelah selesai bekerja di sawahnya dengan hati-hati menutup pintu gubugnya secara halus dan beranjak untuk tidur, tetapi ia tidak bisa tidur. Saat itu dia tatx~ akan kedatangan secara berkala pasukan pencari rnakanan ternak dari Huks. Selama beberapa tahun ia telah mengumpulkan makanan obat dan informasi untuk Huks, yang diberikan pada pertemuan malam hari. Anaknya sendiri telah bergabung dengan para gerilyawan dengan ijinnya. Setelah semua dari t-~ks, seperti Aguinaldo 50 tahun sebelumnya, yang hanya sendiri, dia t~lah mempunyai alasan siapa yang berdiri untuk para petani dan

berbicara d~gan tegas rr~nentang korupsi di Manila dan sikap tunduk pada pemerintah kolonialis dari Amerika. Menjelang malam Jose mendengar langkah-langkah kaki yang sudah ia kenal diluar dan kurus kering, tubuh tuanya menjadi kaku. Ada ketukan di pintu tetapi Jose tetap tidak bergerak terbaring di pelber colinya. Ada suara dari iuar memanggilnya dengan suara serak tetapi Jose tidak menyahutnya. Dengan tidak sabar para pendatang itu mengeraskan suaranya dan mulai lagi mengetuk pintu. Jose tahu bahwa kepura-puraannya tidak ada gunanya sehingga pada akhirnya dia ganti memanggil dan berkata pada mereka agar pergi. Para pendatang itu terlihat terkejut tetapi tetap berusaha dan bersuara tinggi bertanya apa yang terjadi. &rkankah Jose selalu didatangi ~reka sebelumnya? Apakah Jose mendadak menolak memberi makan dan membiarkan mereka kelaparan di kamp mereka di pegunungan? Apakah yang terjadi dengan anak lakilakinya? Jose tahu dia tidak akan pernah menjelaskan tetapi ia tetap bersikeras untuk menolak membukakan pintu. Jose berkata kepada mereka agar mereka mengatakan kepada anaknya untuk kembali ke rumah dan kembali bekerja di sawah. ~ . SLara bujukan dari para pendatang itu berubah menjadi kelihatan marah. Mereka mulai memlrkui pintu dengan ujung senapannya dan Jose tahu itu hanya sebuah gertakan sebelum ia mau menyerah. Jose naik dari peibet dan berdiri gemetar di te~ngah ruangan, kerrdian pintu gubug itu rubuh dan ada gerilyawan 2ialar~x-~ posisi berdiri memukul. Ada 3 orang dari ~reka, semuanya tentara dengan senjata berbayonet tertentu di ujungnya. Satu dari mereka rr~lai maju .1. r:~ dan mengangkat ujung senapannya. Itu se~a yang Jose ingat sampai ia sadar di Rumah Sakit Tentara di San Fernando. Di dekat tempat tidurnya ada 6 orang teman-temannya dan ada familinya yang berdiri menangis terisak-isak karena khawatir Jose tidak akan dapat bertahan dengan luka karena bay~et yang ia alami malam sebelumnya. Di samping mereka Jose melihat ada seorang tentara angkatan udara yang sedang dalam inspeksi ke rur~rah sakit. Dengan lemah orang tua itu meminta seorang teman untuk memberi makanan tentara itu. Tetapi orang Amerika itu malah mengacau suasana keluarga malang itu dan mengatakan pada dokter bahwa orang tua malang itu telah mati. Jose bagaimanapun juga bersikeras dan pada akhirnya tentara itu datang ke tempat tidur. Nafasnya m~unjukkan kesakitan, Jose mengatakan padanya apa yang telah terjadi pada malam sebelurmya. Dia juga m~gatakan mengapa ia menolak membantu Huks. Di pemilihan hari selasa sebelur~ya, dia berkata para calon telah dipilih untuk pemilihan yang sudah berlangsung. Pada akhirnya, dia berkata, pada saat akan memperoleh sebuah pemerintahan untuknya, perusakan, penumpasan oleh Huks tidak lagi ada. Tentara itu, Kola~el (sekarang Jendral) Edward Lansdale, saat sekarang ini di Pentagon dan tidak kehilangan kesempatan untuk menceritakan kisah ini, bagaimana 1'1agsaysay mengacaukan Huks dengan pemilihan suara. Itu sudah waktunya. Untuk kalangan militer Amerika pandangan tetap melekat secara luas bahwa gerilyawan-gerilyawan itu hanyalah bandit-bandit yang dapat dihadapi hanya dengan peluru. Tradisi ini kembali setengah abad pada gerilyawan Aguinaldo yang mengadakan pemberaatakan setelah perang Spanyol-Amerika, memberi kepada Amerika pengalaman pertama tentang gerilya sev~njak Indian Amerika menggulung daerah penampungan mereka. Bagaimana reaksi tentara terhadap pekerjaan yang digambarkan sebagai takdir Kompi "C" pada infanteri ke-9 ~rika Serikat pada 28 September 1901, Kompi itu ditempatkan di Balanga di pulau Samar dimana Kompi itu telah disewa untuk membersihkan gerilyawan-geriiyawan. Enampuluh sembilan tentara dan orang-orang Kompi tengah menikmati sarapan pada pagi itu

di camp mereka di hutan. Mereka tidak memiliki pengalaman sebelurmya dengan baik, tidak tahu banyak tentang taktik mereka dan setelah waktu yang panjang tugas serdadu di China sungguh-sungguh secara tidak sadar berada di atas bahaya, bandit-bandit itu bisa menyusahkan tentara reguler. Penjaga malam telah menjadi diam dan komando Kompi dengan jelas melihat tidak periu memindah mereka selama jam-jam siang hari. Orang-orang telah mengatur senjata-senjata mereka pada satu sisi di camp di sekitar tempat dapur yang penuh sesak, ketika para gerilyawan menyerang dari hutan, dari b9 tentara dan orang-orang itu, 24 mengatur pelarian dan mencari jalan untuk kembali kepada pimpinan mereka. Empatpuluh lima dari mereka terbunuh. Kekhawatiran terhadap berita pembunuhan massal di Samar menyebabkan markas 'besar tentara Amerika Serikat di Philipina dengan cepat berubah menjadi marah dan gusar. Jendral Jake Smith telah memerintahkan untuk masuk ke pulau !. Samar dan membunuh siapa saja, hal ini lebih dari 10 tahun lalu. Rupanya Jendral Smith melaksanakan misi ini dengan sebaik-baiknya dengan tujuan ketika berita-berita tentang aktivitasnya sampai di Konggres dia dengan cepat ditarik kembali dan pengadilan perang untuk kebrutalannya. Tidak sampai suasana tenang dengan cara-cara kemanusiaan yang dilakukan, pemberontakan Philipina akhirnya padam. Magsaysay sendiri tidak mempercayai sepenutnya pada pemungutan suara. Ketika dia memberi komando untuk operasi anti Huks, dia menggambarkan strateginya menghadapi Huks sebagai usaha kekuatan senjata dengan mati-matian atau rr~ggunakan tangan persahabatan sep~uhnya. Sampai kemudian operasi balik bergel~nbang telah diatur oleh suatu komando tertinggi yang lethorgic dan angkatan kepolisian yang menggunakan cara tradisional, taktik konvensional. Pasukan dan polisi dikonsentrasikan pada posisi statis untuk mempertahankan kota-kota dan desa-desa penting, dan hanya ketika, terutama secara khusus, Huks menyerang memaksa mereka harus mengambil tindakan yang mereka atur d~gan cara pembersihan wilayah secara konvensional tempat yang mereka anggap itu merupakan persembunyian Huks. Pembersihan itu dilaksanakan secara formal dan merupakan rencana pokok pada operasi utama yang menjadi pemikiran di sekolah-sekolah staff dan komando. Ada waktu-waktu tertentu, garisgaris fase dan bahkan prioritas dukungan. Jika FW;ks beraksi seperti serdadu konvensional, mungkin mereka akan dapat ditaklukan. Tetapi kenyataannya mereka beraksi seperti geriyawan yang menjengkelkan. Ketika para pendukung mereka seperti Jose, di kota-kota dan desa-desa melihat ada persiapan untuk operasi utama, rr~reka ~yewa kurir untuk memberi tahu mereka. Dleh sebab itu dengan cepat Huks bubar dan menghilang ke Landscape atau bergerak kewilayah lain. Hasil-hasil dari model operasi tersebut, sebagai orang yang berpartisipasi di dalarmya, tidak ada pukulan, beberapa perjalanan dan beberapa ksalahan. Magsaysay memulai dengan keras operasi militernya yang pertama dengan memindah .iendral-jendral dan staff tentara yang tidak efektif, mengorganisir kembali polisi militer dan kemudian memerintahkan unit-unit untuk meninggalkan pos-pos statis mereka dan masuk ke dalam hutan dalam unit-unit kecil untuk pengejaran secara aktif terhadap Huks. Mao Tse Tung menyatakan kepada tentara-terttara gerilyanya . "Kita mundur ketika musuh mendapatkan keuntungan, mengacaukannya ketika dia Iengah, menyerang ketika dia lelah dan mengejar ketika dia ~ndur". Lebih dahulu mungkin jenderal-jendral yang menetap dan tidak populer yang telah mengomando pasukan Philipina sampai Magsaysay memindah mereka, hal ini merupakan metode seperti kebanyakan strategi militer yang hampir baru. Dua ribu lima ratus tahun lalu Sung Tzu ahli strategi militer ~rtama yang tahu sejarah, menulis : buatlah musuh dalam ketegangan dan buatiah mereka capai; Ketika musuh dalam ketenangan

: usahakan buat dia letih; Ketika dia makmur : ~paksa dia menderita keiaparan; Ketika istirahat : buat dia untuk bergerak. Dalam operasi-operasi militer Indian F~merika di abad 19, abad yang ,.::.; .> telah dipraktekkan oleh jendral-jendral Amerika dalam mengorganisir pembersihan sukusuku Indian secara besar-besaran selama bulan-bulan musim panas. Ketika keadaan cuaca baik untuk operasi militer dan selama musim salju yang buruk membuat serdadu-serdadu itu memberhentikan o~rasi militernya. Jendral Crook, satu dari sebagian besar orang yang sukses memerangi orang Indian Amerika adalah diantara yang pertama kali merasakan kegagalan dari bermacammacam metode. Daiam operasi militernya melawan Geraoimo dia melatih dan mengajar pasukannya sehingga mereka dapat bertempur di 5uatu wilayah dalam kondisi cuaca bagaimanapun, kemudian dia berangkat untuk mengejar Indian. Memburu mereka dari satu gunung ke gunung yang Iain. Sampai akhirnya dengan strategi tanpa belas kasihan dia dapat melum~hkan perlawanan mereka. Magsaysay sekarang menggunakan rencana aksi tanpa belas kasihan dalam perburuan melawan Huks. Ketika janda Presiden Quezon disergap dan dibunuh k-~.ks, Magsaysay memerintahkan kekuatan 3000 orang masuk ke hutan untuk rr~lakukan pengejaran. Selama 7 bulan mereka mengejar pembunuh-pembunuh itu sampai mereka dapat melaporkan setiap orang dari 259 anggota Huks yang tersangkut pembunuhan itu telah dibunuh atau ditangkap. Pada saat yang sama kekuatan senjata Magsaysay terasa tidak lebih penting dari usaha secara sembunyi-sembunyi, berdarah dingin dan sering tipu muslihat kebrutalan Huks mereka gunakan. Pernah dia diperkenalkan dengan penuh kekhawatiran petani yang bercerita kepadanya bahwa beberapa Huks meminta senjata untuk menangkap mereka: Bahkan Magsaysay memberi segenggam pil tidur dengan perintah untuk ~aruhnya di C~a cola dan menawarkannya kepada Huks. Sasudah itu dia menjelaskan bahwa para petani hanya membutuhkan sebuah kapak untuk menebas kepala mereka. Beberapa minggu kemudian sekembalinya ke tempat itu Magsaysay rnendapati lima tengkorak terkoyak. Magsaysay suka membesarkan hati bawahannya untuk masuk kedalam lingkaran yang ada trik kotornya manakala dibutuhkan. Satu dari mereka mengomando satu pasukan kota yang sangat mencurigai satu mayor sebagai ag~ Huks. Bagaimanapun juga mayor itu dengan p~uh semangat menyangkal hal itu dan tidak cukup bukti, komandan itu tidak dapat menahan dia secara legal. Tetapi pada saat yang tepat, suatu hari pasukannya menangkap kurir Huks di dekat kota yang m~nbawa dokumen penting dan dapat untuk membuktikan kejahatan. Komandan itu melihat kesempatannya dan seketika itu juga da.a memanggil massa untuk diadakan pertemuan di wilayah kota dan sebelum penduduk dengan ramah menyampaikan ucapan selamat kepada mayor untuk memberikan informasi tentang kurir yang tertangkap itu. Pada malam yang sama mayor dan keluarganya membawa penjilat dalam rumah tangganya ke markas militer dan meminta suaka dari ~mbalasan Huks yang diketahuinya Huks akan menyerang dia yang menurut dugaan karena pengkhianatan kurir mereka. Tetapi tindakan Magsaysay secara jelas tidak dalam lingkup militer. ':Aktifitas politik hidup diantara serdadu gerilya dan revolusi". Mao telah ~nulis dan menambahkan satu dari beberapa abiter dikta yang sangat berhar .;::.' .l. qa bagi crrang-orang Marxis : dalam perang kontra revolusi (dalam jorgan Marxis anti Komunis) biasanya tidak ada tempat bagi aktifitas.gerilya: Prestasi Mayor Magsasay menunjukkan bahwa aktifitas politik hanya bisa hidup baik dalam pergerakan pemberontakan balasan dan pada kontra revolusi sebagai revolusioner atau komunis. Seorang bekas gerilyawan seperti dirinya sendiri, Magsaysay adalah seorang

politikus yang wajar. Mungkin dia pernah membaca buku Mao. Dia lebih suka mengikuti insting politiknya. Tetapi untuk alasan apapun, dia mengikuti nasehat gerilyawan komunis Cina dan mengerahkan kekuatan penuh pada orang-orang komunis Philipina. Ketika dia menjadi komandan, Huks diperkirakan mempunyai lebih kurang I2.000 tentara gerilyawan, lebih lanjut ada perkiraan bahwa 17 juta orang Philipina yang terakhir satu juta diantaranya secara aktif mendukung Huks dengan memberikan makanan, suplai, informasi dan rekruit ketika dibutuhkan. Di pihak lain tentara Philipina berjumlah 30.000 orang. Pengamat netral pada saat itu memperkirakan bahwa perr~crintah sendiri dapat menghitung lebih dari satu juta pendukung aktif. Magsaysay tahu melalui pengalaman peribahasa lama bahwa "diperlukan 20 orang tentara untuk dapat menangkap seorang gerilyawan" dan hanya dengan rasio 5:~, pasukannya tidak memadai untuk membuat Huks menyerah dengan aksi militer sendirian. Untuk alasan aksi politik dia menyimpulkan bahwa melakukan sesuatu tidak hanya yang diingini tetapi yang diperiukan. Mao membagi aktifitas politik ke dalam tiga hal : Sebagai penerapan terhadap pasukan, sebagai penerapan terhadap rakyat dan sebagai penerapan terhadap musuh. Dia menekankan kebutuhan untuk pendirian politiknya sebagai maksud untuk memelihara ke~iisiplinan diantara pasukannya. Dasar bagi disiplinan gerilyawan harus menjadi kata hati tiap individu. Dengan gerilya kedisiplinan yang dipaksa tidak efektif. Tentu saja satu alasan untuk hal ini bahwa pada gerombolan gerilyawan, pribadi tentara tidak bisa rr~enjadi orang yang berdisiplin, urakan seperti unit organisasi konvensional. Banyak waktunya dia habiskan untuk dia sendiri dengan sendirian. Jalan pertempurannya kadang-kadang di bawah pengawasan penuh komandannya. Selain dari itu, pada tentara bagaimanapun kekerasan dan resiko pada operasi militer menanamkan sikap akan loyalitas te~ntara itu, dalam pertempuran gerilya dimana kekerasan acialah jauh lebih besar, dimana makanan dan senjata langka dan tidak ada bantuan , maka tuntutan loyalitas dengan sewajarnya akan meningkat. Demikian pula diantara gerilyawan yang diluar perlindungan hukum, kesempatan untuk kejahatan, perampokan, pemerkosaan, dan bahkan pembelotan serta pengkhianatan adalah jauh lebih tinggi daripada unit organisasi konvensional. Seperti nasehat Mao, Magsaysay memulai aksi politiknya diantara pasukannya sendiri. Ketika dia menjadi komandan moral dan disiplin pasukannya tidak ada yang baik. Setelah memecat tentara-tentara yang tidak cakap, suka korupsi, laiai dan malas, dia menerapkan perbaikan moral dengan cara membagi-bagikan hadiah dan pranosi bagi mereka yang cakap, cerdas dan serdadu yang serupa itu, dengan suatu cara dia gunakan ajudan-ajudannya sampai jemu, dia temui serdadu-serdadunya di kamp dan berpartisipasi dalam operasi pertempuran. Dengan seringnya dia menggembar-gemborkan yang kelihatan dan dia secara bertahap menarik loyalitas dan memperbaiki kepercayaan dari pasukannya. Tetapi ketika dia melakukan pekerjaan yang lebih serius rintangannya adalah merosotnya moral dan disiplin pasukannya yang merupakan bencama besar dalam hubungan antar mereka dan hubungan mereka dengan rakyat sipil. Pasukan reguler yang pernah disewa dalam operasi anti Huks dengan sasaran untuk penyergapan siang malam penembakan gelap dan pengeboman banyak dikhawatiri oleh rakyat yang berada di wilayah yang diduduki oleh Huks. Ini bisa dimengerti sebab pasukan itu cenderung untuk tidak memperhatikan mereka semua. Pasukan itu adalah pembunuh potensial, konsekwensinya mereka memperlakukan rakyat sipil dengan kekejaman yang brutal. Kapanpun suatu bentrokan terjadi dan menundukkan daerah yang rakyatnya tidak setia kepada pemerintahan dan mereka juga berlaku tidak berperasaan ketika menyerang.

Rakyat membalas mereka dengan kesungguhan. Pertimbangan pasukan sebagai pembunuh bayaran tuan-tuan tanah dan pemerintah yang m~indas, mereka dengan perasaan senang melindungi Huks dan kapanpun mungkin bisa mengacau kekuasaan pemerintah. Suatu pandangan cerdik waktu itu telah digambarkan dengan sebuah truk yang bermuatan tentara, yang menarik di sebuah desa di siang bolong. Pasukan itu berdiri diatas truk, senjatasenjata mereka dalam keadaan siap dan pandangan mereka mengancam pada penduduk yang tidak bersalah, siap untuk menembak gerakan senjata yang mungkin ada di tengah penduduk itu. Para petani yang saling bermusuhan memandang ke arah serdadu-serdadu itu dan dengan hati-hati mencatat nomor-nomor mereka dan peralatan-peralatan mereka sedapat mungkin menginformasikan ke teman-teman mereka dan sanak familinya dalam gerombolan Huks tentang pendatan-pendatang baru itu. Magsaysay tahu bahwa dia tidak dapat membuat kemajuan melawan para gerilyawan kecuali kalau pendirian ini diubah. Untuk menggunakan analogi favorit Mao, dia telah membuat suhu air diantara rakyatnya baik untuk pasukannya dan tidak baik untuk Huks. Melalui setiap cara imaginasi dan menempa serdadu-serdadu itu ide-ide yang membuat mereka menjadi teman rakyat setempat. Dia melengkapi patrolinya dengan obat-obatan dan ahli medis serta menginstruksikan kepada mereka untuk mengobati petani yang sakit jika mereka menemuinya. Dia juga memerintahkan mereka untuk rnenolong para petani dalam memperbaiki jalan dan jembatan menolong meperbaiki rumah-rumah sekolah dan tempat bermain untuk anak-anak, serta bergaul dengan mereka seperti teman dan pembantu kapan saja memungkinkan. HaI yang lebih jauh dalam kebencian rakyat, dia mendesak presiden Quirino untuk memecat pegawai yang lalai di Manila dan memerangi secara terus-menerus di parlemen korupsi yang sudah menjadi hal yang biasa di dalam dan luar pemerintahan. Dia memerintah tentara untuk memberikan nasihat kepada para petani perkara sewa-menyewa dengan tuan tanah dan turun tangan kapan saja jalan keadilan berubah melawan mereka. Aksi sendiri terbesarnya untuk memenangkan pendukung aktif rakyat adalah untuk menjamin kejujuran pada pemilihan setempat dan nasional. Pemilihan pada tahun 1949 yang menyebabkan pemerintahan Quirino menjadi terkenal tidak jujur. Bukan hanya pemilihan terbuka yang telah tergadaikan tetapi pemutaran pemilihan telah mengisi hal-hal yang tidak perlu dengan nama "Kematian jiwa" dan anak-anak serta bahkan dengan nama-nama bungabungaan dan tumbuh-tumbuhan. Pemilih secara terbuka telah diancam di tempat pemberian suara dan kotak pemilihan suara teiah diisi sampai sedemikian meluas dimana-mana nomornomvr kotak sering jauh melebihi dari jumlah rakyat yang memilih. Pada tahun 1951, seperti yang kita catat kanisi dari pemilihan regional Philipina meminta dia untuk menjamin pemilihan dua tahunan yang jujur. Setelah itu dia menempatkan pasukanpasukannya sendiri di tempat-tempat pemilihan untuk mengawasi secara terbuka kotak-kotak suara dan melihat kotak-kotak itu dihitung secara adil. Hasil-hasil dari aksi ini, seperti Jose Balayub tunjukkan d~gan cepat dan meyakinkan menandai poin yang menentukan dalam perang melawan Huks. f`'lengikuti formula Mao, Magsaysay juga r~merintahkan kepada aktivisnya langsung kepada musuh. Dia mulai dengan menawari Huks dan para pendukung mereka untuk diberi hadiah dan secara ikhlas menyuap mereka untuk memberikan informasi tentang aktifitas mereka satu dari usaha pertamanya yang menjadi bahan cemoohan pada waktu kolega politiknya membujuk pejabat-pejabat komunis untuk ~ngkhianati pertemuan pejabat tinggi Komunis. Sebagai hasilnya dia dapat menangkap kunci pimpinan bawah tanah di Manila dan merebut dokumen serta daftar nama yang tak ternilai harganya. Dengan satu gerak ini, dia menghilangkan kepemimipinan gerombolan Huks dan basis urban yang vital di ibukota.

Setelah itu dia menawarkan am~esti dan membayar hadiah yang pokok untuk semua pengembalian senjata dengan tanpa syarat. Mungkin langkah yang paling efektif yang dilakukan Magsaysay untuk melawan Huks sendiri adalah jawabannya mengenai permohonan yang meyaki.nkan pada "Tanah yang hilang". Dengan usaha besar dia mengatur untuk membujuk pemerintah dan badan pembuat undangundang untuk menye~diakan uang dan kekuasaan guna mengklain kembali daerah subur antar Luzon dan Mindanau, pulau terbesar kedua di kepulauan Philipina, untuk proyek transmigrasi yang dilaksanakan oleh korps pengembangan ekonomi yang dia tetapkan dengan tentara di dalamnya. Insinyur-insinyur dari tentara dan perusahaan peralatan besar dengan traktor , buldozer, serta kekuatan membabat wilayah hutan-hutan itu, memota~g jalan, memancangkan sumur-sumur, membangun kompleks perumahan, sekolah dan tempat bermain serta membersihkan tanah untuk penyuburan. Kemudian dia ~menawarkan kepada siapa saja, Huks yang menyerah maka ia akan mendapatkan sebidang tanah. Para pemimpin komunis dalam jajaran Huks menyadari seketika ~ ~ d.~. itu juga bahwa penawaran seperti itu akan merusak slogan paling efektif mereka dan bisa menghabiskan pengikut-pengikutnya. Dengan pemberian mereka itu mereka merusak rencana sebagai sebuah trik dan penipuan. Tetapi sedikit demi sedikit jajaran Huks dan barisannya merasa jemu sebagai orang-orang yang diburu seperti buronan, maka mereka mulai ada yang membelot dan setiap berita pembelotan dilancarkan, mereka kembali ke hutan menyembunyikan diri, dimana EDCO bukan hanya isapan jempol tetapi kenyataan. Pada buian Mei 1954, empat tahun setelah Magsaysay memulai pertempurannya melawan Huks, pemimpin mereka Luis Taruc, akhirnya menyerah. Setelah itu pejuang Huks yang aktif terkurung menjadi beberapa ratus saja dan jutaan pendukungnya diantara para petani telah menutup pintu mereka untuk memberi makanan. Pemberontakan Huks adalah untuk semua maksud dan berbagai tujuan yang lebih. Usaha orang-orang Komunis adalah satu hal yang dikontrol dari bawah tanah, yang sebenarnya kendor tidak berdaya. , Mao Tse Tung telah disebut sebagai ahli strategi peperangan gerilyawan Komunis. Magsaysay mungkin mempertimbangkan siasat para ahli siasat pemberaotakan balasan anti Komunis. Penaklukannya pada pergerakan kebebasan Komunis dengan menyingkirkan penyebabnya dan merusak dukungan demomstrasinya kembali yang penting pada sebab atau tujuan setiap pergerakan pemberontakan. Dengan kepemimpinan, membentuk apa yang Clausewitz sebut dengan "Center of Gravity (pusat gravitasi)". Bagaimanapun juga tujuan sebuah pergerakan pemberontakan tidak selalu identik dengan apa yang ada pada Huks. Pun sering dengan mudah disingkirkan. Tradisional atau sejarah sebab gerilya itu telah memukul mundur atau mengacau penjajah. Pertama gerilya menggunakan nama orang spanyol yang bertempur dalam gerombolan melawan tentara penjajahan Napolea~. Gerilyawan Mao diilhami secara prinsip oleh kebulatan tekad untuk membersihkan Cina dari invasi orang-orang Jepang dan ya,ng kedua untuk mendirikan rejim Komunis. Orang-orang partai Rusia berjuang untuk nempertahankan sistem Sovyet bukanlah yang utama, tetapi untuk memaksa penjajah keluar dari bumi Rusia. Orangorang Perancis Maquis, or-ang-orang Polandia di bawah tanah Chetniks dan gerilyawan Yugoslavia, semuanya memulai sebagai rasa nasionalisme langsung melawan penjajah. Bagaimanapun juga tidak semua pergerakan gerilyawan seperti tipe ini. Sering mereka bangkit melawan musuh dalam selimut - rejim yang berkuasa. Untuk sema.ta-mata alasanalasan politik pergerakan pemberontakan dapat muncul untuk mempertahankan atau kembali menetapkan politik~ yang benar seperti pemberontakan orang-orang Polandia dan Hongaria

pada tahun 1956. Di atas dasar ekonomi sebuah pergerakan untuk tanah bagi tanah yang hilang sering berkembang secara utama di negara-negara pertanian seperti di pembera~takan Huks. Di negara industri kondisi kerja dapat menggerakkan rakyat untuk bangkit melawan pemerintah seperti orang-orang di Berliner Timur yang bangkit melawan Komunis pada tahun 1953. Penyebabnya mungkin agama seperti di revolusi Vendee seteiah revolusi Perancis atau rasial seperti pemberonta :..i C.. .x:. u.~ kan Yahudi di Warsawa atau gerombolan gerilyawan Indian Amerika di abad terakhir. Secara rasional, apapun alasannya, itu harus masuk akal maupun yang rr~rnaksakan. Hal itu harus meminta sebuah pandangan hidup setelah berjuang yang dapat menopang moral gerilyawan muda yang sendirian, seperti dia hidup kedinginan dan kelaparan di gua-gua pegunungan. Hal itu harus mampu menanggulangi ketakutannya ketika dia bertugas dalam sebuah misi sendirian yang penuh dengan resiko dan rintangan. Itu juga merupakan sebuah proses rr~ral yang tinggi dan menarik, yang menggunakan pelanggaran terhadap norma-norma tradisiaial pada perilaku hidup ketika gerilyawan muda disewa untuk membunuh saingan, musuh atau orang di dekatnya yang tidak bersalah dengan kejam. Suatu sebab diilhami oleh nafsu kekuasaan oleh segolongan kecil orang atau secara sederhananya untuk perampasan yang hanya akan memperoleh prajurit upahan, diluar perlindungan dan kriminal. Untuk pendukung-pendukung bukan pejuang yang kurang berani pada petempur-petempur yang mempercayakan pada makanan, suplai dan informasi vital, harus juga membenarkan resiko pe~mbalasan musuh terhadap dirinya dan keluarganya jika musuh menemukan pengkhianatannya. Penyebab harus r~ncul untuk menjadi tak mencapai sukses dengan cara yang kurang garang. Hanya untuk politik atau sistem legal kelihatan menyangkal memperbaiki akan resiko pada kekerasan itu dapat diterima. Akhirnya, tidak ada persoalan bagaimana baiknya sebab boleh kelihatan kecuali ada beberapa harapan pada penyelesaian dan kalau itu merupakan kemenangan dari beberapa kesempatan untuk membela diri, tak ada seorangpun kecuali tolol, maniak bunuh diri atau fanatik akan resiko hidupnya untuk itu. Sejarah, bagaimanapun juga memberikan beberapa contoh sebuah alasan yang lebih menarik pendukung populer semata-mata untuk alasan rasional. Fakta ini menunjukkan bahwa setiap pergerakan pemberontakan mempunyai banyak unssar irrasional. Nasionalisme yang fanatik, frustasi yang ekstrim dengan persoalan-persoalan sosial atau keadilan politik dan kegilaan pada pembalasan, adalah diantara motif-motif emosional yang paling banyak menyebabkan kebengisan para gerilyawan dalam komunitas sipil. Pada masyarakat yang lebih primitif, seperti Kikuyu bahkan motivasinya kurang rasional yang ditimbulkan oleh dukun dan dukun obat yang dapat memulai pergerakan seperti Mau Mau. Dalam menambah untuk rr~ndorong kekerasan, sebuah sebab harus mampu mengganggu loyalitas tradisional atau loyalitas sejarah. Dalam negara sipil, loyalitas-loyalitas ini mungkin yang menjadikan adanya suatu bangsa, sebuah sistem negara atau bahkan untuk suatu partai politik tunggal (tidak diperlukan oleh orang-orang komunis). Tetapi dalam wilayah yang loyalitasnya kurang berkembang sering terbatas pada keluarga, suku bangsa atau masyarakat. .`,:' Orang-orang desa yang hanya memiliki kontak langsung dengan rejim pusat. Secara berkala dikunjungi tukang pajak dalam waktu-waktu normal, atau pemimpin kepercayaan pada waktu-waktu kelaparan dalam suatu upacara menghormat penguasa pusat. . Dalam perang dunia II, sebagai caitoh, arang Perancis Maquis sering memamerkan loyalitas kepahlawanannya untuk sebuah simbol, hanya saja lebih dari suatu konsep filosofi sistem

yang berpegang pada harapan masa depan. Para petani di Vietnam Selatan, bagaimanapun juga, menemukan itu merupakan kesulitan untuk memberikan loyalitas mereka kepada pemerintah pusat di Saigon, tidak diperlukan karena itu tidak menyenangkan bagi mereka, tetapi mereka selalu sederhana tidak dapat memperkenalkan daya tarik desa mereka pada pemerintahan pusat yang jauh. Dalam banyak wilayah, sikap masing-masing desa terhadap gerombolan gerilyawan atau kekuatan pemberqntakan balasan sebagian besar akan ditentukan yang mereka dapat dari penyerangan. Dalam risalah peperangan di Cina, Ma;o Tse Tung membiarkan aturan-aturan yang tepat untuk perilaku pasukannya terhadap penduduk sipil, termasuk haI-hal yang detil seperti tidak boleh mand.i di depan wanita-wanita dan tidak.mengambil makanan tanpa penggant.i. Magsaysay seperti yang kita catat, menyadari, bahwa pasukannya tidak dapat melaksanakan dengan sukses suatu operasi kontra pemberantakan kecuali kalau hubungan mereka dengan penduduk setempat sangat terbukti dengan bantuan sipil. "Civil action", seperti itu disebut mempu~yai tujuan ganda. Yang paling segera adalah menjadikan pelaksananya lebih populer diantara penduduk sehingga mereka bisa beroperasi tanpa takut akan adanya pengkhianatan dan bisa memperoleh sumber i.nformasi yang tak ternilai. Melawan r~suh, dalam p~gertian ini aksi sipil dapat berjalan baik untuk gerilya maupun untuk kontra pemberontakan lainnya. Di sisi lain, dalam pengertian Iebih dalam, aksi sipil cenderung bermaksud untuk menunjukkan persoalan rejim pusat yang ditunjukkan oleh pasukannya untuk kesejahteraan massa dan untuk memperkuat loyalitas para petani kepada penguasa. Ketika dilakukan aleh orang luar, sebagai contoh oleh perwira penghubung Amerika, ketika itu mungkin membuat perwira itu lebih populer, hanya akan menunjukkan banyaknya orang luar. Oleh karena itu, ketika aksi si.pil dikerjakan oleh staff penghulxrng luar negeri, hal itu harus bertujuan untuk menunjukkan kerja pemerintah setempat dan bukan kerja orang Iuar yang murah hati. Seperti yang pernah kita lihat aksi sipil dapat berjalan dalam berbagai bentuk. Baik Mao maupun Magsaysay s~nghargai keterangan intern pa;ra dukun diantara para petani terbelakang. Maa memerintahkan gerilyawannya membiasakan diri mereka dengan dukundukun itu. Yang dalam peri.stiwa medis barat hal itu tidak ditemukan, untuk penyerbuan rakyat sipil s~rti yang kita catat Magsaysay menyewa dokter-dokter tentara dengan pasukan pemberontakan. Balasannya dengan perintah yang seksama untuk membunuh penduduk sipil :' % yang sakit. Mengingat alasan yang sejati, pergerakan pribumi dan sebuah perang kebebasan pemimpin komunis mempunyai hal yang umum, mereka juga mempunyai perbedaan yang mendasar. Untuk sebab yang pertama merupakan tujuan yang paling mahal , untuk orang-orang komunis sebab adalah suatu alat untuk sebuah akhir pendirian suatu rejim komunis. Prasyarat mendasar baik pada gerakan sejati dan pada perang kebebasan orang-orang komunis yang tidak sejati adalah adanya keresahan yang nyata atau yang dibuat tampak nyata pada seluruh jajaran pasukan. Pergerakan sejati berjuang untuk menghilangkan keresahankeresahan itu. Pergerakan tidak sejati memanfaatkan itu untuk menarik pendukung dalam sebuah pergerakan pemimpin Komunis. Dalam pergerakan k~nis menyatakan sebab mungkin dalam kenyataan menjadi tidak dapat diperoleh sama sekali. seperti janjijanji industrialisasi dan kekayaan dengan cepat, janji dari pergerakan komunis di Asia Tenggara. Tetapi ini pada soal atau hubungan kecil untuk tujuan kepemimpinan, lama sebelum janji itu datang menjelang, itu rencana untuk mengontrol secara penuh atas penduduk ~lalui pemaksaan kekuatan politik angkatan kepolisian. 5eperti yang kita catat, doktrin MarXis-Lenin, selalu saja, idealnya sesuai untuk membangunkan keinginan besar rakyat. Dari manifesto tahun i948

untuk pengumuman Krushchev terakhir orang-orang Komunis mengajarkan tujuan dengan berhati-hati kepada pembantu perkembangan aksi militan melawan rejim Komunis. Seperti semua operasi orang-orang Komunis, "Perang kebebasan" memakai dua bentuk dasar. Heberapa diakui orang-orang Komunis dan menyatakan kediktatoran kerakyatan seperti tujuan mereka. Sebagaimana seringnya mereka mengakui dari luar dan kepada seluruh jajaran pasukannya untuk tidak menjadi Komunis dan beroperasi di bawah Slogan-slogan seperti pembaharuan pertahanan. Mereka mengurangi atau mencoba rnenyembunyikan sama sekali simpatisan Komunis mereka dan hubungan mereka dengan pergerakan Komunis Internasional. Mao, sebagai contoh menyatakan 6ahwa tujuan pergerakannya adalah untuk mengusir imperialisme orang-orang Jepang dan mendirikan negara Cina yang bebas dan berbahagia. Dia bahkan mendorong para gerilyawannya untuk menyebarkan pamflet-pamflet Kuomintang kepada organisasi internasional. Tujuan pokoknya bagaimanapun juga tidak diartikan sebagai pendirian kembali sistem Komunis Kuomintang, tetapi untuk pembebasan kediktatoran Komunis. Seruan mendasar Komunisme untuk mereka yang tergabung secara nyata pada pergerakan Komunis atau kepada mereka yang berada dalam pusat inti pelindung organisasi yang berubah dengan sangat cepat dari wilayah ke wilayah dan kelas ke kelas. Di Inggris dan F~merika Serikat sebagai contoh, mereka yangg bergabung adalah tepat untuk menjadi orangorang yang tidak bisa rr~ngatur komunitas hidupnya. Di Itali dan Perancis banyak dari mereka yang tergabung dalam partai melakukan proses melawan ketidakcukupan kebera,daan politik, karena partai-partai tidak mewakili ide-ide mereka tentang kemajuan sosial atau ekonomi. . Dalam sebuah studi yang mahal tentang seruan Komunis untuk pergerakan kebebasan rakyat di Asia Tenggara gerilyawan Komunis di Malaya Lucian w Dye dengan hati-hati telah mempelajari motif-motif yang meriarik orang-orang Cina Malaysia terhadap Komunis dan sesudah itu membuat mereka jadi r~nolaknya. Dia menganjurkan kepada orang-orang Malaysia agar menjadi anggota partai sebagaimana rakyat yang bergabung dengan dinas pemerintah. Memandang komunisme sebagai sistem masa depan, mereka mencoba untuk menambah keuntungan pribadi dan karir dengan bekerjasama seperti halnya seorang muda Amerika yang bergabung dengan dinas Luar negeri. Apapun seruan dan keuntungan-keuntungan organisasinya, pergerakan Komunis juga bekerja melalui rintangan yang membuat ini jauh dari komplotan yang tak terkalahkan itu menyatakan akan terjadi dan sering dipertimbangkan menjadi musuh. Untuk satu hal, kerahasiaan operasi-operasi dan keuangannya serta sumber sinismenya sendiri membuat itu secara khusus untuk melakukan infiltrasi melalui kesempatankesempatan dan para dukun. Partai-partai Komunis Asia Tenggara telah menjadi teka-teki bagi pengecoh yang telah mencuri uang dan rahasia mereka. Tetapi yang lebih pe~nting, sejak doktrinnya kaku selain kebijaksanaankebijaksanaannya kurang berdasarkan pada prinsip daripada kebijaksanaan lokal atau pada arus persyaratan pusat di Moskow, itu mudah diserang untuk rr~engklenik yang membagi kepemimpinannya dan merusak persatuan serta disiplin pokok operasi gerilya. ' Cacat terbesar yang dideritanya akan nampak berlalu dengan cepat secara alami pada daya tariknya. Kekalahan kasarnya pada kebijaksanaan untuk menyesuaikan diri dengan persyaratan Uni Sovyet sering mengecewakan intelektuan barat. Kegagaiannya untuk membuat kemajuan dan menjadikan status sosiai lebih tinggi untuk orang-orang pekerja t`'lalaysia, Dye menetr~.~kan, kekecewaan banyak diterima hanya setelah satu setengah atau dua tahun pelayanan.

Orang-orang yang ~ngatur untuk menjaga hidupnya sering diawasi dari pembelotan hanya dengan tidak bertoleransi pada masyarakat non kanunis dalam hidupnya. Mereka seperti suku-suku askaris Afrika yang melayani kekuatan koloniai lnggris dan Jerman di Afrika sebelum Perang Dunia I. Orng-orang Askaris yang bergabung dengan tentara kolonial, kehilangan hak dan posisi mereka di dalam suku bangsa mereka. Mereka jadi tidak dapat kembali ke rumah ~reka dengan kehormatan. Mereka menghabiskan hidup di dinas militer. Demikian pula dengungan partai-partai Komunis di banyak tempat hanya menjadi seperti anak-anak telantar yang kehilangan rumah secara spiritual seperti pengikut setia yang fanatik. Senjata yang penting untuk melawan rintangan-rintangan pergerakan Komunis adalah kekhawatiran. Pergerakan teror sebagai senjata oleh gerilyawan atau kontra pemberontakan menjadi subyek pada babak yang terpisah. Disini tidak hanya perlu untuk mengutarakan bahwa indoktrinasi melalui rasa ketakutan adalah standar praktis pertempuran gerilya Komunis. Sikap kepala batu lawan harus dihilangkan, p~gkhianat-pengkhianat harus dimusnahkan. ·: Jadi membesarkan hati dengan takdir-takdir musuhnya hal itu menyusul dengan pergerakan menemukan kerahasiaan diri mereka sendiri dan keluarga mereka suatu argumen yang baik untuk sisa kesetiaan terhadap alasannya. Bagaimana seseorang mempertahankan alasan yang efektif, menjadikan itu perang kebebasan Komunis sejati atau tidak ? Beberapa unit militer telah mengusulkan bat~wa jalan terbaik untuk membuat persetujuan dengan para geriiyawan adalah untuk menccegah kerusakankerusakan atau perasaan ketidakpuasan yang membuat mereka menjadi keras. Pertimbangan ini, bagaimanapun juga, mengingatkan suatu penulisan resep obat oleh dokter untuk penderita insamnia : "tidurlah dengan pulas". Perasaan ketidakpuasan sering tak terelakkan dan terhindarkan dalam rr~mperkenalkan perubahan dunia yang cepat. Lebih lanjut, seperti yang kita indikasikan, dimana tidak ada keresahan yang nyata, itu kadang-kadang mungkin mencipta mereka seperti pepatah Rusia mengatakan ; "Ketika tidak ada ikan, udang karang akan ada". Secara mebdasar ada dua jaian untuk memperlakukan pemberiontakan gerilyawan : politik bijaksana atau kekuatan polisi. Magsaysay telah menunjukkan sebuah contoh tipe pertama. tDi bab lain kita akan m~guji variasi lain pada pendekatan magsaysay : Dimana tidak ada pemberontakan yang bisa diisolasi dari pendukungnya secara ideologi; Kalau seccara fisik memang mungkin seperti halnya dalam kanunis di Malaya). Yang membedakan ciri-ciri metode ini adalah penaklukan pemberontakan tanpa pengorbanan, pengendalian normal pada pemerintahan populer. Sejak itu sering tidak mungkin bag~i pasukan Magsaysay untuk mengumpulkan fakta-fakta yang memadai untuk melawan orang yang dicurigai dalam pemberontakan, dia tidak leluasa untuk menghapus hak diperiksa di rr~.ka hakim dan menahan orang yang dicurigai dalam pemberontakan tanpa ijin dari pengadilan. Tetapi dengan pengecualian ini yang dia gunakan secara cermat, konstitusi Philipinna dengan semua jaminan kebebasan sipil sisa dalam kekuatan yang seluruhnya merupakan konflik. Metode kedua mengenai pembuatan persetujuan dengan gerilyawan adalah melalui kekuatan orang yang kejam tanpa memperhatikan terhadap konstitusi atau aturan legal lainnya atau aturan etika. Pembenaran kebrutalan mereka di bawah slogan pertempuran "senjata dengan senjata", telah menjadi seruan utama terhadap mereka yang Mao sebut sebagai "orang militer militan sederhana sebaik seperti mereka terhadap hak-hak sipil yang tak begitu bararti. Itu merupakan metode kerja orang-orang Rusia di Berlin pada tahun 1959 dan kemudian di Budapest tahun 1956. Secara ~dasar itu merupakaan pendekatan Chiang kai-shek yang biasa melawan orang-orang Korrxrnis tahun 1930, dan dimana orang-orang Pranccis melawan

Vietnam dan kemudian melawan pemberontakan Aljazair. De~ngan nama stabilitas, itu merupakan suatu pendekatan terbagus pada diktator militer di Amerika Latin dan dilain tempat. Pola ini dikenal, ketika pembera~takan populer atau pergerakan gerilyawan berkembang menjadi fase pertempuran. Semua polisi dan kekuatan mili ~~::io ter diperintahkan bukan hanya bertempur melawan gerilaywan tetappi juga melawan semua unsur, yang bisa menjadikan orang-orang yang diccurigai mendukung atau bahkan memberi simpati pada pergerakan. Penggunaan pembalasan dendam dan teror tanpa 'pembedaan, tanpa pengendalian hukum, itu dapat dilakukan jika menyerang lebih dulu dan dengan cukup bersemangat menghentikan pergerakan. Metode ini mempunyai dua kekurangan. Berada dalam posisi untuk menyerang, sewaktu akan melancarkan serangan tersebut tergantung dari efisiensi, kekuatan polisi politik dan sistem intelegensi. Seperti sebuah sistem yang mahal baik dalam kekuatan manusianya maupun dalam pembatasan itu mengganggu kebebasan sipil pada umurrw~ya. Itu tidak ada toleransi dengan tentara-tentara malas atau kepuasan diri untuk mengorganisasi kadernya, tempat persembunyian tentara atau tempat menyembunyikan.diri bagi mereka. Jadi lebih jauh, sistem Soviet sendiri telah dapat untuk menghasilkan kemewahan in.i guna memperluas kesuksesan pemberontakan pada perasaan tidak senang negara satelit sebenarnya adalah tidak mungkin. Rintangan kedua adalah ketidakpermanenannya. Sebagai pengurang keresahan terhadap batas toleransi, cenderung untuk membuat lebih frustasi sehingga potensi orang-orang sipil pendukung untuk pergerakan massa dan potensi rekrut untuk geranbolan gerilyawan menjadi besar. Sementara keuntungan-keuntungan metode politik bijaksana lebih banyak daripada metode kekuatan polisi adalah jelas dengan s~dirinya, itu harus terlahir dalam pikiran dimana suatu program modernisasi dan perbaikan tidak selalu pasti bisa mencegah melawan pergerakan massa. Misalnya, sebuah pemerintahan yang populer dapat dipengaruhi keadaan sekitar dan menjadi korban kontrol pergerakan massa minoritas yang cemeriang. Modernisasi dan industrialisasi lebih mahal dari bidang ekonomi dan spiritual. Pada tahap awal mereka menghentikan pengorbanan material dan kesulitan psikologis dalam menyesuaikan diri, yang mudah dimanfaatkan oleh tujuan komunis pada gangguan negara atau dengan menentang secara konvensiaial semua perubahan. Ada kalanya kita bahkan menemukan paradoks pertolongan konservatif yang ekstrim dan persekongkolan pergerakan komunis untuk menghalangi perrbaikan. Gerilyawan Cuba, ihe Guivara, berpendapat bahwa perbaikan negara adalah paling umum dan merupakan isu populer gerilyawan dalam perang modern. Tetapi setiap sistem masa jabatan pertanahan punya pendukung sebaik pencelanya. Petani-petani yang lebih makmur atau petani-petani primitif, dibatasi oleh adat dan tradisi, adalah sering menentang untuk perbaikan tanah seperti pemilik tanah yang Iuas. Sejarah jabatan pertanahan di Eropa Barat, telah sering menjadi perbandingan terhadap sebuah perluasan akordion secara tetap dan pengontrakan. Sebuah revolusi membagikan tanah dalam bagian-bagian kecil kepada orangorang miskin, tidak ekonomis dan tidak efisien. Petani yang lebih berhasil 'atau yang beruntung secara bertahap mengambil alih ladang-ladang petani yang kurang berhasii. Jadi yang luas semakin luas yang sempit semakin sempit. Akhirnya ada perbaikan kembali pembagian tanah dan proses kembali dari awal. Sejak proporsi besar beberapa penduduk biasanya secara politik lembut, itu akan melempar dukungannya dan akan baik untuk sisi perang gerilya. Yang menyediakan personil keamana terbesar dan membiarkan untuk mengikuti rutinitas normalnya dengan

campur tangan atau gangguan terakhir. Pendeknya, sistem dimana dapat menjanjikan teman perlindungan terbesar dan musuhnya pengacau terbesar akan memperoleh bagian terbesar dari massa netral yang lain. Masalah ini, bagaimanapun juga, diterapkan hanya untuk mereka yang memegang diri mereka sendiri karena mereka mempertimbangkan diri mereka tidak terpengaruh oleh isu-isu yang dipertaruuhkan. Jadi kita kembali pada masalah asli kita dimana alasan yang menarik pengikut terbesar adalah seperti akan menjadi pemenang. Tetapi untuk menyelesaikan ini, harus efektif mempropagandakannya diantara massa netral yang lain, untuk sebuah alasan, tidak ada masalah bagaimana kekuatan penuh di lain hal, hanya dapat menarik dengan menjadikan pengertian. Hal ini merupakan tugas para propagandis. Lebih dahulu untuk propaganda PD IT, orang-orang bisnis membesarkan harapan temantemannya, bujukan netral dan memperdaya musuh merupakan pertimbangan serdadu profesional sebagai suatu operasi yang memperdayakan dan tercela. Bagaimanapun juga, jendral-jendral yang sukses melewati sejarah telah mernikirkan itu dengan lebih baik. "5emua pertempuran", Sung Tzu menulis 20-500 tahun lalu "adalah berdasarkan tipu muslihat". Dengan perluasan perang keseluruhan terhadap batas PD II, propaganda diterima di dalamnya sekalipun dengan nama yang Iebih baik "perang psikologi" : Jenderal Eisenhower sering mengutip sebagai " perang psi" yang bernialai b divisi, selama pertempurannya di Eropa. Setelah perang ketika kesatuan-kesatuan gerilyawan dihapuskan, "perang psi" tetap digunakan angkatan perang Amerika dan kadang-kadang menjadi inti dari kesatuan perang khusus baru. Tentara Perancis, keunggulannya karena pengalaman pahit mereka dari perang Tndochina, yang baru pertama kali mereka belajar secara serius metode perang psikologi modern, dan mengangkatnya menjadi ilmu pengetahuan. Pembagian propaganda menjadi dua aspek : Perang psikologi dan aksi psikologi. Yang pertama terdiri atas propaganda operasi langsung melawan musuh, sedang yang kedua mengarah pada teman-teman sendiri atau orang netral. Seperti yang dipraktekkan orang-orang Perancis di Indochina dan Aljazair, perang psikologi digunakan dalam setiap alat pada bujukan dari truncheon untuk cuci otak. Perang psi Amerika praktis lebih membatasi pada selebaran-selebaran, Ioudspeaker dan radio dan pelaksanaannya mereka sendiri yang menjaga untuk operasi sepanjang garis reklar~ khusus, dan juga para humas. Tidak ada keragu-raguan yang seharusnya dievaluasi dan diatur propaganda adalah senjata yang penggunaannya lebih di semu:a operasi wilayah. Dalam perang yang tak tentu, dimana opini publik merupakan "pusat gaya tierat", itu tidak tersalurkan. Bagaimanapun juga, mungkin karena itu sering diasosiasikan dengan memasang iklan yang biasa menggunakan iklan untuk memjual produk mereka. Propaganda mempunyai sebuah tendensi untuk menjadi terlalu banyak menjual dirinya sendiri. Itu sering terkesan bahwa latihan bagi penghasut-penghasut komunis penuh dengan ketrampilan tentang psikologi rakyat yang kebanyakan mereka bisa menyebabkan revolusi melebihi propaganda hanya ketika dunia barat, ketidaktahuan pengetahuan ini, menunggu bantuan yang tidak ada. Dalam semangat mereka untuk membuktikan superioritas kelanpok manipulator komunis pendukungnya nampak melupakan keresahan anti komunis di Poz~an dan Budapest atau bahkan pemerintah mendukung kerusuhan melawan duta asing yang dikeluarkan di Moskow. Satu pengetahuan yang baik, komentator politik telah mengusulkan untuk membelanjakan satu milyar dolar guna mengemban9kan ilmu pengetahuan psikologi perang dan manipulasi rakyat serta mengorganisir kader trampil untuk menghapuskan pergerakan kebebasan komunis. Fakta tersebut, meskipun namanya perang psikol~i adalah bukan sebuah metode perang secara keseluruhan tetapi merupakan alat yang mahal seperti bagian dari suatu artileri yang tidak akan berguna tanpa amunisi yang baik. Alat propaganda -loudspeaker, radio, percetakan

pers dapat dijalankan oleh mekanis terampil manapun tetapi efektifitasnya tidak dapat diukur dengan jumlah atau desibel (suara). Lebih lanjut, ketika pembuatan naskah tulisan atau selebaran memerlukan pertimbangan ketrampilan dalam menyeleksi tema dan rr~tode penyajian, tidak ada naskah atau selebaran, tidak ada masalah bagaimana ketrampilan diubah, bisa menjadi efektif tanpa unsur yang semestinya. Clausewitz menyatakan pada akhirnya "opini publik" akan diperoleh melalui kemenangankemenangan yang besar. Tanpa kesuksesan, propaganda merupakan alat yang relatif lemah. Usaha untuk kebohongan besar Coebbles atau yang menunjukkan kesalahan pada propaganda komunis adalah tidak hanya untuk bebas masyarakat, tetapi dalam perjalanan jauh, adalah kekaiahan diri sendiri. Semenjak propaganda harus disesuaikan untuk tingkat audiens (pertemuan dengan para pembesar?, itu jarang yang murni bersifat teori alasan atau argumentasinya, tidak masalah bagaimana logikanya, adalah meyakinkan. Di Malaysia orang-orang Inggris mene~kan propaganda yang amat berguna dalam operasi mereka melawan komunis tetapi hanya ketika mereka sesuatu yang nyata dan meyakinkan untuk dikatakan. Pendeknya, pemimpin gerilyawan atau k~tra pembera~takan yang tidak berhasil tidak dapat menaksir terlalu tinggi jangkauan senjata propaganda. ~Propaganda tanpa alasan yang efektif tidak dapat dengan sendirinya rnengaIahkan sebuah pergerakan massa. Yang terbaik dilakukan adalah membantu persiapan akal atau memperbesar gejolak sekali dilancarkan. Pemberontakan di Budapest tahun 1956 tidak dimulai dengan penyiapan penyiaran barat tetapi karena frustasi rakyat itu sendiri. Jadi propaganda adalah senjata yang mahal dalam pasukan liar atau kontra pemberontakan. Itu bukan kekuatan dalam 'dirinya sendiri dan secara langsung tergantung pada kenyataan politik dan peristiwa militer untuk amunisi yang dirancang untuk p~girim. Sebagaimana Kremlin sendiri kadang-kadang telah menemukan keadaan memalukan bagi mereka; alasan-alasan efektif tidak sering kita temukan atau mudah dihasilkan. Bahkan ketika alasan ada, tinggal ada: masalah datang yaitu keapatisan massa, keyakinan rr~reka bahwa pergerakan merupakan per~uangan berharga. Kesulitan apapun ~uga, merupakan masalah menyangkut keberadaan kepernimpinan yang dapat mengomando loyalitas pengikut, mengilhami itu untuk menanggung penderitaan kehidupan gerilyawan dan ~n~aga kesatuan tanpa adanya pergerakan massa manapun mati. l~ntuk itu, mari kita melihat titik berat yang ke ke~iua - kepemimpinan. IV. KEPEMTMPINAN Dalam sebuah rumah petani yang luas di desa Brajici, di lereng gunung Ravna Gora di 5erbia, dua orang sedang duduk berhadapan di depan sebuah meja bundar yang besar. Salah satunya, yang punya rumah, duduk agak membungkuk, wajahnya sebagian tertutupi oleh jenggot yang abu-abu keccoklatan. Matanya mengenakan kacamata berframe baja, terlihat biru pucat dan polos. Saat dia berbicara gayanya lembut dan jantan. Tetapi dibalik suara yang lembut dan mata yang polos itu dapat diduga bahwa ia seorang yang keras. Menandakan sikap keras seorang prajurit profesional. Tamunya adaiah seorang yang kecil pendek gemuk. Dia bercukur rapi dan wajahnya yang tampan juga merupakan potongan orang kuat, individu yang tekun, tapi wajahnya bukan menandakan kekerasan seorang prajurit melainkan menandakan seseorang yang selama 40 tahun hidupnya r~ajalani hidup yang keras - sering dalam penjara. Meskipun dia tak bicara banyak, matanya mengisyaratkan kewaspadaan yang tajam dan dia mendengarkan secara serius segala sesuatu yang dibicarakan. Kedua orang itu terlihat tidak wajar, sederhana dan kepercayaan diri mereka yang secara wajar menarik pengikut dan seperti secara alami memerintah. Tiap dari mereka rr~mpunyai

dua pembantu di sisinya dan di belakang mereka berdiri pengawal-pengawai yang dipersenjatai dengan bermacam-macam pistol, belati dan senapan. Menandakan tidak adanya kepercayaan yang satu terhadap yang lain. Seperti pemimpin mereka, pengawal-pengawal itu berseragam lengkap, jenggot yang kasar dan rambut,panjang. Sedang yang lain, terlihat bercukur rapi lebih muda dan kelihatan baru sebentar dalam kemiliteran. Mereka tampak tertarik dengan segala sesuatu yang dibicarakan dan yang berjenggot bahkan kadang-kadang ngobrol tentang keadaan yang aktual, tapi pemimpin mereka mendengarkan dengan santai dan sabar. Draja Mikhailovitch, pemilik rumah yang berjenggot lebat, adalah seorang l~tnan kolonel dari ketentaraan kerajaan Yugoslavia dan sekarang komandan gerilyawan Chetnik yang melawan pendudukan Jerman.. Seorang yang setia pada negara, dia diangkat oleh raja Peter yang terbuang, sebagai menteri pertahanan pemerintahan pengasingan di London dan hanya mewakili pemerintahan kerajaan yang tersisa di negara asal. Peranannya secara resmi telah dikenal oleh pemerintah sekutu barat dan stafnya adalah seorang pegawai penghubung berkebangsaan Inggris, kapten William Hudson. Untuk beberapa bulan BBC telah menyiarkan cerita kesuksesannya dan dia memiliki re~tasi sebagai gerilyawan di seluruh dunia. Tamunya Josip Broz, yang dia panggil dirinya dengan Tito, adalah kepala pendukung kuat gerilyawan dan partai komunis Yugoslavia. Tetapi dia ~tidak merasakan banyak reputasi atau keharuman nama international. Bahkan Kremlin tampaknya segan mengenal agennya. Tentu saja, beberapa orang luar pernah mendengarnya dan bahkan ada desas desus yang beredar bahwa ia seorang wanita. Pada saat pertemuan itu tidak banyak pilihan antara kekuatan tentaratentara mereka. Keduanya kecil, suplai yang sedikit dan tentara yang lemah. Gerilyawan kekurangan tenaga profesional yang mampu membangkitkan senmangat dan antusias. Chetnik lemah dalam fantisme ideologi yang mereka kompensasi dengan semangat nasionalisme Serbia dan kesetiaan pada raja muda mereka. Kedua orang itu kharismatik, pemimpin yang para pengikutnya secara fanatik setia pada mereka. Diantara para Chetnik, Draja adalah yang paling dipuji oleh raja sendiri. Diantara orang komunis Yugo Tito telah membangun reputasi yang tampaknya memt~ri rasa cemas terhadap bapak komunisme, Stallin. Tetapi ada beberapa persamaan diantara mereka. Meskipun keduanya purapura berkebangsaan sama dan mempunyai tujuan ~mbebaskan Yugoslasvia dari Jerman, tujuan utama mereka sangat berbeda. Tujuan Mikhailovitch adalah mempertahankan Serbia yang dicintainya dan menggalang satu kekuatan yang pada satu saat dapat memperbaikai aturan lama dimana dia adalah pejuang: kerajaan, gereja dan pandangan hidup 5erbia. Pura-puranya, Tito menyatakan bahwa gerakan geriya adalah partai politik, bagaimanapun juga, berarti dia adalah s~rang komunis yang sangat berarti yang dilupakan sesaat dimana tujuan utamanya adalah revolusi sosial, pembaharuan yang sangat bertentangan. Tujuan dari pertemuan di Brujici yang diadakan Tito adalah untuk menentukan beberapa macam komando yang terpadu atau sebuah sistem suplai yang terpadu dan operasi yang terpadu. Seperti yang dilihatnya sebagi prajurit yang profesional, keraguan Tito berubah menjadi terasa yakin pada akhirnya, dalam politik utama perjuangan untuk kontrol perlawanan, Mikhilovitch akan menjadi mangsa empuk dari taktik infiltrasi partai komunis. Mikhailovitch sebaliknya, melihat ada satu keuntungan kecil bergabung dengan kekuatan Tito. Secara individu dia pasti mendapatkannya tidak memuaskan, bahkan dia adalah bekas orang hukuman. Mikhailovitch adalah seorang menteri kabinet. Dia telah menerima janji bantuan dan senjata dari sekutu. Tito adalah kepala dari partai politik yang tidak sah. Disamping dia mempunyai ide yang cemerlang mengenai aksi yang ofensif atas tentara

reguler Jerman. Sebagai seorang profesional, Mikhailovitch memperingatkan Tito bahwa gerilya tidak punya harapan untuk menang melawan kekuatan yang diorganisasi sedemikian baik seperti tentara Jerman. Negoisasi ini, seperti yang telah diselesaikan oleh mereka, tidak memuaskan, Tito kecewa, Mikhailovitch hilang melihat ia pergi. Mereka tidak pernah keterrx~ 1 ag i . Lima tahun kemudian Draja MIkhailovitch, bekas menteri, meninggalkan lubang perlindungan dekat kota Visegrad di perbatasan Serbia tempat dimana ' dia bersembunyi. Empat pengikut terakhirnya menghilang. Bajunya compang camping dan kotor. Jenggotnya simbol dari perlawanannya, kusut dan kotor. Wajah yang kurus dan matanya yang cekung menggambarkan dia kehausan dan kelaparan. Saat itu gelap, dan secara perlahan, dia pergi ke rumah terdekat dengan harapan dia akan mendapat roti. Tiba-tiba dia dikepung prajurit Tito dan sebelum ia sempat menggerakkan tangannya dia sud~.h diborgol. Empat bulan kemudian kembali berakhir di Beograd. Dia dituduh berkhianat, dipenjara sebagai penjahat perang dan dieksukusi. Bagaimana legenda Robin hood Serbia, yang mempunyai segala sesuatu yang disenanginya pada saat pertemuan di Brajici empat tahun sebelumnya, telah dikalahkan oleh seorang anak Black Smith kecil, Tito. Seorang perwira penghubung Inggris dengan tentara Mikhailovitch telah menunjukkan bahwa Mikhailovitch sebagai prajurit profesional baru kemudian berubah m~jadi politisi. Sedangkan Tito seorang politisi tapi kemudian menjadi prajurit. Secara dangkal saja satu ker~ngkinan akibat dari rivalitas mereka pada situasi ini adalah perang yang lebih jauh. Misalnya, seperti yang saya sebutkan, tujuan utama mereka sama-sama untuk memperoleh kekuatan politik dari para penjajah dan mengembalikannya kepada Yugo. Mikhaillovitch tidak merahasiakan tujuan utamanya untuk merubah kerajaan Yugo. Tito sedikit iebih spesifik ketika dia r~negaskan instruksinya dari Moskow yang berbunyi : " Pada saat ini Anda khawatir dengan kebebasan dari penindasan Fasis, tidak dengan revolusi sosial ". Dari pada itu dia mengumumkan pergerakannya merupakan yang paling bersemangat melawan Jerman, bahkan termasuk pendeta-pendeta; untuk yang telah dia percayai atas seluruh orang komunis Yugo , pergerakannya akan telah gagal dari awalnya. Ketika ada pertemuan yang bertempat di Brajici pada tahun 1941, tentara Jerman mengklaim keberhasilan rekor tidak ada kerusakan di Eropa. Dimana-mana tentara mereka mengalami kemajuan . Meskipun Mikhailovitch dan Tito, keduanya percaya bahwa kemenangan pendudukan akan berakhir dan Hitler pada~akhirnya akan kalah, tahun 1941 adalah waktu yang sulit untuk membicarakan struktur Yugo pasca Hitler. Sebaliknya, keduanya mengerr~ukakan pentingnya usaha-usaha umum untuk mengakhiri pendudukan Jerman. Namun demikian, bahkan pada saat tidak adanya pemimipin untuk beberapa saat atau terjadi kehilangan pandaangan atas tujuan utamanya. Salah seorang memperbaharui kerajaaan, sedang yang lainnya menggantikannya dengan kediktatoran komunis. Setelah waktu berlalu dan Jerman terhenti di Stalingrad dan di Afrika Utara dan bahkan kemenangan sekutu jadi lebih dari sekedar harapan. Pengikut mereka telah memikirkan tujuan setelah kemenangan dan persaingan antara dua kelompok yang berkembang lebih besar. Demikian puia pada mulanya tiap kelompok tidak hanya berbeda tujuan tapi juga berbeda konsep atas cara terbaik untuk berjuang melawan Jerman. Setiap kelompok juga mempunyai hal ini seperti pergerakan yang berkembang secara cepat ditemukan bahwa cara pertentangan ditimbulkan oleh pengaruh yang kuat atas daya tariknya itu sendiri. . Pada awalnya sebagai kelompok perlawan Mikhailovitch yang terkenal, Cetnik menarik semua penghargaan seluruh patriot Serbia dari pandangan

politik. Serangan pertama mereka yang sukses atas Jerman sangat gamblang dilaporkan oleh BBC dan oleh radio sekutu lainnya. Bagaimanapun juga ini meletakkan loyalitas mereka pada tingkat yang ekstrim. Tidak dilaporkan oieh BBC tetapi diketahui oleh tiap orang Serbia adalah reaksi kekejaman Jerman - balas dendam. Bagi tiap prajurit dan pegawai Jerman membunuh penduduk, menangkap banyak pria, wanita dan anak-anak biasanya diantara kota dan desa-desa terkerr~ka dan menembak mereka tanpa perikemanusiaan. Beberapa reporter menyebutkan bahwa seratus penduduk ditembak oleg tiap prajurit Jerman, yang lainnya me~nbunuh lebih banyak, sekitar 300 orang. Seluruh desa dan kota diratakan, pada distrik-distrik dimana para Chetnik beroperasi. Retribusi paling ringan yang dikumpulkan, secara wajar saja, terasa sangat berat untuk dilakukan. Pada awalnya Churchil menyambut revolusi Yuga dan menyatakan bahwa negara tersebut telah "menemukan jiwanya". Tapi para korban kekejaman Jerman mulai berpikir apakah orang-orang akan berarti tanpa rumah dan bahkan tubuh mereka untuk ditempati. Dari permulaan Mikhailovitch dihadapkan pada dilema apakah jika dia melanjutkan menggempur jerman akan lebih banyak lagi penduduk yang terusir. Sebagai seorang patriot Serbia dia sangat tangguh dalam perjuangan heroik dari gerilya Yugo yang telah bertempur dengan Turki selama berabadabad dan dia sepenuhnya m~gerti bahwa gerilya dapat menaikkan peranan dalam melawan penjajah. Tetapi sebagai prajurit profesi~al, dia juga tahu bahwa tidak ada kelompok gerilyawan dapat menang jika diatur dan diorganisasi seperti kekuatan tentara Jerman tanpa bantuan yang berarti dari luar tentara. Sebagai seorang veteran dari kampanye Salonika pada pada PD I, dia seperti sebagian besar dari para pasukannya yang diobsesi dengan keuntungan strategi jika tidak kepentingan dari pendaratan akhir sekutu di Balkan. Jika kadang-kadang menyerang, menggerakkan pasukannya ke desa mereka dan melindungi bersama staff intinya saja, dia akan siap. saat tiba harinya untuk membuat kontribusi yang bernilai atas kekuatan penjajahan'dengan menyerang bagian belakang musuh. Tapi jika dia melanjutkan, untuk menyerang Jerman, dia yakin bahwa dalam waktu dekat sekutu siap diangkut kesana sehingga tidak ada orang Chetnik yang tertinggai. Pertimbangan strategi ini sangat kuat, mungkin menentukan, didukung oleh para pengikutnya di Belgrade dan di kota-kota propinsi maupun di desadesa dimana gerombolan Chetniks tergantung pada sumbangan uang dan makanan. Kesetiaan para pendukungnya tentu saja memiliki kelas-kelas pedagan9, pen9acara-pengacara profesional yang handal dan dotordoktor, petani-petani kaya, dan pemimpin pengikut monarki, pendeknya mereka orang-orang yang "punya"· Orang Jerman sadar secara baik bahwa kelemahan pergerakan, gerilya mudah untuk dipahami gerilyawan di hutan , kecuali di keluarga, dan mening'galkan rumah miliknya. Hal ini membuat keadaan lain. Jadi itu pada kelas kepemilikan dimana pembalasan dendam ~reka merasa paling r~miliki. Hal itu efektif melawan Mikhailovitch. Dia memberi perintah agar tidak ada gangguan pada musuh untuk mengambil alih tempat tanpa persa~elnya dzmana dia memberikan hanya jika pasti bahwa hasil militernya bernilai mahal pada tindakan balas dendam, Pemeri.ntah pengasingan di ~.azdon, demikian juga, mendukung keputusannya. " Saya datang kepadamu bukan untuk memulai pembera~takan tentara melawan kedudukan kekuatan musuh". Itu pernyataan Perdana Menteri Slobodan Javanovic, disiarkan kepada Yugoslavia. " Untuk kainu akan membuka dirimu sendiri hilang dan membalas dendam dan perjuanganmu tidak akan membantu sekutu kami ... ketika momen yang tepat datang untuk sebuah pertempuran tentara... kita akan mempersilakanc~xa untuk bangkit".

Tito, politi.kus itu, memustuskan Iain hal. Sebagai seorang revolusioner dia tidak tertarik apapun dalam melihat tindakan kaum tua memerintahkan perbaikan atau pemeliharaan kesetiaan. Sir Fitzroy Macclean, yang kemudian adalah Kepala Misi Militer Inggris untuk Tito menjelaskan; Dia sedang bertempur pada orang tua yang memerintah semua hidupnya dan bergembira pada kehancurannya. Dia menyambut kesempatan perusakan apa yang tersisa. Dia menentukan untuk memulai perintah baru di tempat itu, perintah seorang revoIusiu~er. Tujuan itu menjadi penting pada akhirnya sebagai sesuatu yang besar dalam tujuan-tujuannya sebagai penaklukan musuh. ' Karenanya dia menc~lak untuk menghalangi tindakan balas dendam orangorang Jerman. Pengikut aslinya, tidak seperti Mikhailovitch, sebagian besar adalah dari mereka "yang tercabut hak rumahnya" atau "yang tidak memiliki", anak-anak muda tanpa keluarga, kelaskelas buruh; burh-buruh pekerja tak bertanah, dan iain-lain yang hanya sedikit kesempatan untuk lolos dari kekejaman pasukan Jerman. Terhadap Tito setiap balas dendam banker adalah seorang yang kurang kapitalis untuk membuat perjanjian dengan Jerman setelah kekalahannya. Setiap kebun dibakar merupakan sesuatu tindakan untuk memusnahkannya. Dalam kenyataannya, yang lebih besar itu tindakan balas dendam itu, rekrut yang lebih itu dia dapat mengharapkan dari kehilangan rumahnya dan yang tanpa ikatan keluarga. Bahkan telah dianggap bahwa Tito membangkitkan aksi balas dndam itu agar dapat untuk menaikkan pangkatnya. Dia mungkin menyadari sebaik seperti Mikhailovitch bahwa kerusakan yang ia timbulkan, musuh tidak punya hal sebanding untuk kerusakan yang mereka buat pada penduduk sipil yang tidak bersalah, tetapi ini adalah perang total, perang rakyat dan perang setiap orang, apakah dia suka atau tidak, ru~t dan mengandung resiko. l~ebih Ianjut, dengan beberapa pengikut diantara para petani yang memberi mereka makan dengan sukarela, para pendukung Tito segera memaksa untuk meminta persediaan mereka. Didalam kota unsur-unsu;r kepemilikan ada dengan pembu;atan se'mestinya untuk Chetnik dan bukan untuk orang-orang sosialis. Karena itu Tito kehilangan beberapa orang teman karena melakukan balas dendam terhadap penduduk sipil. Tito juga tahu bahwa pertahanan yang statis seperti pertahanan Mikhailovitch adalah fatal untuk pergerakan populuer manapun. Mereka-mereka yang ,.,.., meninggalkan rumah untuk bertempur melawan Jerman t~rbuat agar mereka tidak mati kelaparan dalam gua pegunungan yang tidak mengenakkan. f'1enunggu perintah-perintah dari penjajah asing yang hari itu mereka datang. Perwira penghubung Tnggris dan Amerika menunjuk kepada Mikhailovitch dan kemudian kepada Tito untuk memberikan kesaksian t~tang percekcokan dan kecemburuan, intrik serta perkelahian yang r~nandakan bahwa komando Mikhailovitch tidak jalan dan untuk antusiasme dan semangat pendukung-pendukung Tito. Seperti perkembangan perang yang terjadi dan kemabali naiknya perlawanan terhadap Jerman, pengikut-pengikut Mikhailovitch dan Tito sama-sama mulai melihat masa depan suatu hari dimana kemenangan akan datang dan memulai untuk mengerti bahwa musuh yang nyata bukaniah Jerman, tetapi adanya persaingan kekuatan diantara gerilyawan. Menjalankan upaya untuk tidak aktif melawan Jerman, banyak Chetnik merasa ada godaan pencarian bantuan dari orang-orang berkedudukan atau pasukan quisling mereka dalam pertefnpuran mereka melawan Partisan. Lebih dahulu sebagian besar Chetnik mungkin menolak semua kerjasama aktual dengan mereka, demikian menambah adanya keberacian saingan mereka dan penduduk sipil keji yang masih memandang Jerman sebagai musuh utama. Faktor vital dalam hasil akhir adalah bantuan dalam suplai dan perlengkapan persenjataan oleh Sekutu. Dalam hari-hari pertama perjuangan Mikhailovitch, Sekutu dengan keras

menekan setiap front dan secara nekad r~ndekati pesawat terbang, pada posisi dimana tidak ada ke=~cmpatan terbang secara luas guna pengepungan gerilyawan Mikhailovitch. Lebih lanjut staf penghubung Inggris dan angkatannya secara kontinyu melaporkan posisi operasi kecil seperti permintaan untuk mengiuti Sekutu dalam menyabotase jalur suplai, dimana selain melaksanakannya dengan keengganan juga di-veto oleh Mikhailovitch disebabkan karena kerugian dalam tindakan balas dendam itu. Dalam hal lain staf penghubung bersama Partisan melaporkan operasi yang dilancarkan oleh angkatan perang Tito dengan antusias. Untuk semata-mata alasan-alasan miiiter, Pemerintahan Churchill akhirnya memutuskan bahwa akan mengembalikan angkatan perang yang membunuh sebagaian besar orang Jermn. Sejak Chetnik secara nyata tidak menentang kedudukan Jerman dan sejak diketahui bahwa Jerman telah berjaga-jaga dengan dua belas atau tiga belas divisi di Yugoslavia maka dapat diketahui secara nyata siapa yang membunuh orang-orang Jerman. Mendekati tahun 1943, Sekutu Barat merasa jengkel dengan Mikhailovitcch yang tidak beraksi ditambah denga sukses Tito dalam menekan banyak divisi Jerman, meninggalkan dukungan Mikhailovitch dan memberi mereka restu srta ijin, bantuan untuk gerilyawan. Sekarang mereka memiliki pesawatpesaawat jelajah jauh yang cukup memadai. Ba;sis-basis mereka di Mesir dan ke~mudian di Italia memberikan suplai, serta perbekalan persenjataan mereka ~sendiri jauh lebih banyak dari ketika pertama kali dijanjikan bantuan kepada Mikhailovitch tetapi tidak dalam posisi untuk menghasilkannya. Sebaliknya ~:FI) Mikhailovitch berada dalam bagian dimana penerimaan setahun hanya beberapa dan jumlatwya terus menurun. Sekarang angkata perang Tito menerima lebih banyak, jika ada keragu-raguan terhadap siapa yang akan rr~nguasai Yugoslavia setelah Jerman terusir keluar, maka keputusan ini menghilangkan keraguraguan ini. Telah menjadi perdebatan bahwa pertimbangan militer disamping keputusan ini sebagai pandangan dangkal Mikhailovicth dan bahwa pandangan politik pendirian sebuah pemerintahan yang bebas merdeka dalam negara bagian Balkan terbesar setelah perang - sebaiknya didikte dengan tidak menggunakan bantuan orangorang komunis Tito. Tetapi angkatan perang Tito adalah kcxnunis sejati dan berdedikasi untuk menggulingkan masyarakat k~bas. Tito dengan penuh semangat menyangkal hal itu. Tim setelah Tim Parasut yang meneliti, dia melporkan bahwa proporsi terbesar dari para gerilyawan adalah liberal sejati dan dalam hati Tito ada rasa pembaharuan nasi~alis yang mempunyai hubungan dengan orang-orang komunis dan untuk loyalitas patriotiknya - sampai keputusan itu dibuat. Ketika pada akhirnya tentara Soviet memasuki Yugoslavia, mereka menemukan serdaduserdadu yang tangguh, angkatan perang pendukung kar~nis yang berdisiplin baik, menyambut mereka - tidak hanya seperti gerombolan gerilyawan yang terpenccar-pencar tetapi merupakan suatu unit organisasi tinggi untuk suatu kekuatan divisi. Chetnik disisi lain berkurang jumlahnya menjadi sedikit sekali, menyedihkan, menjadi buron diluar perlindungan hukum yang bersembunyi di perbukitan. Chetnik dan kekuatan gerilyawan telah disebut sebagai pola dasar gerilyawan terhadap semua tipe pemberontakan po~ler yang dapat dibagi menjadi . "yang memiliki" dan "yang tidak memiliki", gerilyawan yang umum mudah dipancing untuk melakukan aksi balasdendam dan merebut hak milik tanah mereka yang jadi sasaran balas dendam, yang mempunyai sedikit atau tidak sama sekali, itu bisa menjadi suatu kesalahan, bagaimanapun juga, memandang tipe lain tanpa kecuali kanan atau kiri, konservatif atau progresif, komunis atau anti komunis. Ketika kekuatan stabilitas dan kepemilikan berada dalam tangan na~ komunis dunia lebih sering daripada tidak konservatif, itu sungguh dalam daerah lain di sekitar kekuatan komunis. Ada pegawai-pegawai istimewa, orang-orang inteiektual yang tergaji dengan baik, dan unsur

kepemilikan lain - dalam kata singkat orang yang mempunyai sesuatu untuk sesuatu yang siasia - akan menjadi orang-orang "yang punya" tetapi pasif, Chetnik juga berkata demikian. "Yang tidak punya" akan menjadi kelas buruh, petanipetani berkelompok yang tercabut hak milik tanahnya, orang yang dengan kesetiaan terakhirnya terhadap partai komunis akan rr~njadi pendukung yang aktif . Dalam bab sebelumnya,pentingnya alasan dalam setiap pergerakan populer telah dibahas, kebutuhan pokok untuk keresahan-keresahan teiah dicatat. ~Dalam hal ini di Yugoslavia, alasannya adalah Nasia-~alisme, keresahan kedudukan luar negeri, baik untuk Tito maupun Mikhailovitch, perbedaannya adalah ~I~ 1. dalam tujuan pokok dua pemimipin itu. Dikatakan secara umum, itu adalah pemimpin yang menentukan tidak hanya arah tetapi juga konsep alasan menjadi tercapai dan dia tafsirkan tujuan itu sesuai dengan standar dan keyakinaan dia sendiri. Apakah karakteristik dasar dari seorang pemimpin gerilyawan yang berhasil ? Mikhailovitch adalah.seorang serdadu profesional yang mengetahui tentang perang gerilya dan bagaimana cara mengaturnya. Tito adalah seorang penggerak revolusi profiesional yang hampir tidak tahu sama sekali tentang masalah-masalah militer atau perang gerilya ketika dia berada di perbukitan. Selain dari itu Mikhailovitch tidak hanya mempunyai staf pegawai profesional yang cakap tetapi juga punya sebagian besar senjata tentara Yugoslavia yang kalah dan tidak direbut oleh tentara Jerman dalam invasi awal mereka. Untuk memulai dengan Tito lain lagi, lebih dahulu kadang-kadang dia merekrut banyak staf pegawai profesional. Namun dimulai dengan orang-orang amatir dengan rintangan seperti melawan dia, mengalahkan profesia~al. Paradok ini lebih jelas kelihatan daripada yang real. Mencari daftar pemimpin-pemimpin gerilyawan yang sukses. Kita secara praktis tidak akan ~nerr~kan seorang pun yang memiliki p~galaman militer sebelumnya. Mao Tse Tung adalah seorang murid dan pustakawan serta kadang-kadang adalah revolusioner terlatih. Ho Chi Minh adalah seorang penggerak orangorang sosialis dan Letnan utamanya, Giap, adalah seorang Perancis terlatih, guru sejarah. Castro adalah seorang pengacara. Ben Bella dan Belkacim Krim adalah pegawai-pegawai non komunis selama perang, yang segera kembali pada politik setelah mereka dipecat. Satusatunya gerilyawan yang sukses dengan latihan miiter profesional adalah George Grivans, orang Cyprus, yang mempunyai pergerakan yang mencurahkn secara khusus terhadap terorisme dan modelnya bukan hanya pada apa-apa yang telah ia pelajari di sekolah militer tetapi juga studinya terhadap metode orang-orang komunis. Dalam Perang Dunia I, seorang Jerman, Letkol Lettow-Verbeck, memulai dengan sebuah pasukan sebesar 1000 tentara, dengan sukses mereka bertahan terhadap kekuatan pasukan Inggris yang akhirnya ~sukkan lebih dari 304.000 orang tentara di Afrika Tenggara dengan penggunaan yang cerdik strategi gerilya dengan pertukaran ruang terhadap waktu. Tetapi pasukannya adalah pasukan elite terlatih, bukan kelompok gerilya, keberhasilannya seperti ia sendiri mengisyaratkan hal yang semestinya terjadi terhadap keccerobohan yang dibuat oleh 13 jendral Inggris yang menentang dia seperti terhadap strategi imajinya: Diantara pemimpin-pemimpin kontra pemberontakan yang sukses, jumlah jendral yang sukses agak sedikit lebih tinggi - sudah semestinya melihat kenyataan bahwa telah menjadi biasa untuk menyuruh jendral-jendral melawan gerilyawan. Bagimanapun juga, banyaknya jendral yang tidak sukses dalam .kontra pemberontakan bahkan lebih tinggi. Di perang Indochina, empat jendral senior Perancis termasuk seorang marshall yang kalah oleh guru sejarah Giap. Mungkin kebanyakan pemimpin dalam kontra pemberontakan yang sukses, rl.:~w,

seperti yang kita catat, adalah seperti Magsaysay seorang ahli mekanik yang berubag menjadi gerilyawan, berubah menjadi politikus. Operasi geri.lya yang tidak ortodok merupakan sebuah rintangan bagi pegawai profesionai dalam metode ortodok yang telah ditanamkan selama karir kekuasaannya. Bagaimanapun juga, sebagai "Prussian" terlatih, Lettow-Verbeck menunjukkan, tidak dapat dilakukan adanya penyediaan pegawai yang mempunyai inisiatif dan intelegensi untuk dapat sekolah militer dengan latihan yang bertumpuk-tumpuk . Pengalaman taktik dan strategi rupa-rupanya akan menjadikan anggapan bahwa keahlian dalam militer ortodok adalah bukan merupakan persyaratan pokok untuk seorang komandan gerilya. Pada kebalikannya, r~reka akan menampakkan ~jadi satu kekurangan. Apa yang kemlrdian menjadi persyaratan utama untuk menjadi pemimpin yang sukses ? Secara jelas kandidat itu harus mempunyai karkteristik-karakteristik yang membuat mereka menjadi seorang pemimpin dalam Iapangan yang bagaimanapun. Kharisma untuk menarik dan memegang loyalitas pengikut; ketrampilan berorganisasi yang terpenting adalah kerjasama dalam penentuan agar bisa ~melihara kedisiplinan dalam jabatan dan melaksanakan kedisiplinan terhadap rr~reka yang tidak aktif. Untuk itu dalam beberapa hal, pemimipin gerilya adalah lebih dari sekedar seorang komandan. Dia dalam kenyataan pemerintahan politik di wilayah yang hukum tertulisnya beriaku, tenaga administrasi sipil, angkatan kepolisian dan kehakiman. Tetapi lebih dari hal ini, ada dua persyaratan; pengetahuan lapangan dan kemampuan untuk menggali dari hal itu, keuntungan maksimum. Lapangan yang saya maksud bukan hanya merupakan aspek geografi seperti . wilayah, sungai-sungai, jaian-jalan, pegununganpegunungan tetapi yang penting adalah sosial ekonomi dan yang terpenting adalah corak politis daerah itu. Gerilyawan yang sukses tahu lebih dari sekedar bersembunyi di gunung mengikuti peta-peta militer yang tidak ditandai. Dia rr~ngetahui secara baik politik, agama dan keadaan rasial penduduk yang merugikan. Dia mengetahui pantanganpantangan kepercayaan masyarakat setempat dan takhayul, keresahan-keresahan khusus pada strata dan wilayah-wilayah. Diajuga tahu orang-orang dalam politik, persahabatan mereka, persaingan diatara mereka dan kelemahan-kelemahan mereka. Dan biasanya mengetahui bahasa-bahasa dan lvgat daerah orangorang tersebut. Tetapi Mikhailovitch mengetahui lapangan sebaik Tito, pada akhirnya, mengapa dia bisa jatuh ? Kita kembali pada karakteristik yang akhirnya menentukan, yang membedakan kerr~nangan dari kekalahan geriiyawangerilyawan; kemampuan untuk berbuat yang terbaik menggunakan corak sosial dan politik untuk m~capai tujuan-tujuannya. CM Woodhouse, Ketua pembentuk misi sekutu untuk Gerilyawan Yunani selama PD II telah membagi p~nimpin gerilyawan m~jadi dua kategori yang dia ,sebut sebagai "The shaggy" (berbulu kasar) dan "The smooth" (berbulu halus). The shaggy dia definisikan seperti : lamban dalam mengkoordinasi aksi mereka untuk tujuan umum; tidak suka repot-repot; emosi lebih daninan dari pada logika; tidak seksama namun bermaksud baik. Pendeknya lamban geraknya, sering menimbulkan "rasa sayang Saint Bernard". The smooth dia gambarkan seperti : cepat berpikir, khususnya dalam asimilasi teknik-teknik barat; logika lebih dibanding emosi; seksama dan cakap; serta yang terpenting adalah cerdik. Spesifikasi menimbulkan gambaran yang baik, polisi anjing Jerman yang terlatih dengan baik. Pola dasar Woodhouse ini, satu orang akan diharapkan ada, untuk the shaggy Mikhailovitcch, untuk the smooth Tito (rekan tetap Tito selama bebe~apa tahun perang adalah sorang polisi anjing yang diambiT dari pegawai Jerman, yang dia sebut "Tiger").

Untuk istilah shaggy dan smooth seseorang rr~ngkin akan mengganti politik naif dan politik mengelabui. Apakah dia seorang shaggy atau seorang smooth ditentukan oleh bagaiman pemimpin gerilya itu mer~gaplikasikan pengetahuan pokoknya dalam mencapai tujuantujunnya. Apakah dia ingin mencapai tujuannya dengan diilhami kepercayaan err~osional bahwa kebaikan pada dirinya akan menyebabkan membawa pada kemenangan ? Apakah dia menolak dengan angkuh tipu muslihat dan menggunakan ketidaketisan teror sebagai usaha pembasmian yang tidak pantas. Apakah dia dengan semangat memiliki atas efisiensi dan kemampuan diantara para bawahannya ? Atau apakah dia dengan cerdik menghitung operasi-operasinya dan dengan berdarah dingin mengeksekusi mereka tanpa pertimbangan etika ? Apakah dia meletakkan disiplin dan kemampuan diatas persahabatan dan kemanusiaan, ? Apakah dia memberikan latihan dan pengajaran melalui pengalaman baik dirinya sendiri maupun pengikut-pengikutnya atau malah m~ggantungkan pada keberanian dan kebulatan tekad semata ? Kesuksesan gerilyawan hampir tanpa terkecuali terletak pada pentingnya latihan dan persiapan. Partai komunis mencurahkan upaya terbesar untuk melatih kader-kadernya. Grivas, orang yang ~mbentuk model pergerakan t~rorisnya, menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk melatih pengikut-pengikut mudanya sebelum dia melancarkan serangan ke Cyprus. Dan kek~sistenan latihan ini tidak sesederhana seperti mem~lajari taktik militer gerilya bagaimana untuk menembak atau bersembunyi untuk mengadakan serangan - tetapi dalam memanipulasi kekuatan politik dan ekonomi serta sosial yang akhirnya menunjang hasil. Selama pemeriksaan pengadilannya,Mikhailovitch mengeluhkan kekurangan pengalamannya; "Gerilyawan-gerilyawan itu", dia berbicara dengan penuh keinginan," merasakan 21 tahun bekerja dibawah tanah dan saya harus m~gambil itu sebagaimana mereka dan mem~ktikan apa yang telah saya buat". Kadang-kadang dikatakan bahwa pemberontak terlahir dan lahirnya pemberontak itu akan selalu menemukan sebab pember~takan. Apakah b~ar atau tidak, hal ini benar dalam dunia bebas non-komunis dapat didebat, tetapi ketidakraguan bahwa itu benar dimana banyak alasan telah jatuh karena kekur' angan kader yang memadai. Tetapi dalam kepemimpinan kekuasaan komunis seperti alasan, tidak tinggal kesempatan. Persiapan lanjut, siap diterjunkan jika dibutuhkan. Halhal tersebut menjadi sifat kualitas pemimpin pada u~mumnya yang cenderung untuk menarik pengikut dan mengilhami loyalitas ditempatkan di Moskow membuat pemimpin dengan struktur hirarki komunis dan organisasi. Lk~tuk ini Moskow kadang-kadang menghasiikan pemimpinpemimpin dengan pembawaan alami seperti Tito, tentu saja dalm pandangan terakhir sukses m~uju perubahan berikutnya dengan Kremlin itu, penuh kraguan apakah pemimpin partai akan membutuhkan pembawan itu yang bagaimanapun juga diantara agen-agennya dimasa mendatang. 5truktur mo~oolitik partai dengan disiplin internal yang keras dan hak istimewa hiirarki dari pemimpin yang lebih tinggi di Kremlin kepada agen yang lebih rendah di tempat terpencil, menjamin bahwa nama pemimpin gerilyawan oleh Moskow dapat untuk menilai loyalitas kedisiplinan dan kepatuhan bawahan komunisnya, apakah personalnya terjamin loyalitasnya atau tidak. Untuk asal kekuasaannya tidak dari kualitas pers~alnya tetapi dari pengangkatan posisinya. Sering dianggap bahwa partai komunis diluar kekuasaan ditunjuk oleh "High Cheeked Slov", bagian bawah kemejanya diluar celana panjangnya dengan saku-saku yang menonjol karena pistol atau bom. Kebalikannya adalah hal yang biasa. Biasanya pemimpin komunis diseleksi asalnya dalam rumah mereka. Setelah penelitian secara hati-hati oleh apartur partai dan sesudah itu r~reka dibawa ke Moskow untuk semua pelatihan p~ting bagi mereka - kekurangan yang disesali Mikhailovitch.

Wolfgang Leonhard dalam bukunya yang sangat menarik "Child of the Revolution" telah menggambarkan pendidikan pada pemberian harapan pemudapenx.rda dari luar negeri dalam sistem sekolah Partai Komunis. Bahkan sebelum pendaftaran rekrut dalam partai di daerah asalnya diberi kesan dengan kenyataan bahwa dia berada dalam seleksi yang keras, yang tertutup dengan persaudaraan, peraturan-peraturan itu tidak dikenalkan seperti perintah agama bagi mereka. Segera sesudah pendaftaran rekrut personel permasalahannya adalah menangguhkan tugas utama revolusi dunia. Opini personal d~n perasaan ditempatkan dalam garis partai dan jadi acuan segalanya. Untuk rekrut dari Asia Tenggara, training dimulai pada saat pesawat mereka turun di bandara Tashkent, sebuah kemewahan, kesuburan, struktur yang megah yang dibangun untuk memberi kesan kepada pendatang tentang kekayaan alam dan kemajuan negara bagian komunis, yang pertama pada saat keedatangan rr~reka akan meniru dan merasakannya di tempat asalnya. Kadang-kadang ketika rr~reka dit~npatkan untuk bekerja di sekolah yang terisolasi pada partai komunis mereka hanya diberi sedikit waktu dan kurang kesempatan untuk mengamati atau menggambarkan dalam pertanyaan apakah kehidupan di Uni Soviet adalah semewah dan sekaya bandara Tashkent mereka mendu~ga-duga. Di sepanjang training mereka, disiplin, kepatuhan kepada penguasa yang ~!.':::~ iebih tinggi, secara terus menerus ditanamkan dalam diri mereka dan ketika mereka kembali ke asalnya, mereka dapat dipercaya untuk menanamkan kedisiplinan yang sama terhadap anak buahnya, kebawah kepada pejuang gerilya terakhir. Mungkin tidak kalah penting dari penanaman kepatuhan membuta adalah extirpation aspirasi nasionalis yang mungkin suatu hari konflik dengan internasional menjadi menarik perhatian kekuasaan kanunis. Selama hari-hari Staiin begitu besar ketakutannya pada semacam konflik menarik dari pada dia semuanya ke~cuali merusak komunis internasional dengan membubarkan anggotaanggota yang dia tuduh sebagai "t~densi nasionalis borjuis". Tidak serrx.ra agen-agen terlatih kembali ke tempat asalnya. Banyak yang tetap di Moskow menjadi staf partai organisasi luar negeri, segera sesudah komunis internasional ini, diakhirinya alasan-alasan diplomatik oleh Stalin selama PD II dan kadang-kadang diganti oleh "Cominform", kemudian dibubarkan oleh Khruschev pada tahun 1956 segera sesudah program destalinisasi. Sekarang "pegawai luar negeri" partai itu sangat nyata dari pegawai luar negeri pemerintah, merupakan orang-orang tanpa nama yang sedikit diketahui, kecuali yang jika jadi teladan adalah indikasi bahwa stat itu besar dalam komunis luar negeri. Fungsi mereka adalah untuk menjaga informasi kepada aparatur tentang kondisi tanah asal mereka. Informasi yang r~reka lengkapi dengan dua jenis : pengetahuan berlatarbelakang ensiklopedi tentang apa yang telah saya tunjuk menjadi sesuatu yang penting sebagai "lapangan" - politik, ekonomi dan sosiologi. Kategori lain adalah arus informasi tentang pandangan politik,.personal-personal pemimpin, rival-rival dan sekutusekutu mereka, ambisi mereka dan prasangka mereka, dan tentu saja laporan tetap mengenai "suhu air" apakah proyek partai mungkin dipertimbangkan di wilayah mereka. Kader-kader mereka, apakah di rumah, di tempat asal mereka, atau hidup di asrama yang tidak jelas; dengan ketat terjaga secara terpisah dari misi formal diplomatik Soviet atau kantor luar negeri. Mereka itu di Moskow adalah daiam pengertian pemerintah buangan yang siap untuk dialihkan ke tempat asa~ mereka dan ditempatkan pe~rintah sebagai diplomat Soviet yang telah diakui. Sebagai contoh, dari kader-kader "Caninform" dari Moskow dimana pemerintahan negara satelit Eropa Tirr~r sebagian besar diseleksi dan terbang ke kapitol asalnya hampir smegera setelah Soviet ~aklukkan mereka. Satu dari pengecualian adalah

Yugoslavia, terima kasih untuk pembukaan Tito dan kekuatan pergerakan gerilyawan, pemerintah siap ada ketika tentara Soviet datang. Bagaimana efektivitas sistem ini ? Mungkin tidak sebanyak seperti yang telah kita percayai. Sejak perang pengasingan dari satelit-satelit Eropa telah secara tetap diperingatkan bahwa jika generasi muda tidak bebas sebeIum le~ngkap pendidikannya dibawah komunisme maka akan hilang selamanya. Sekalipun begitu, revolusi orang Hungaria dan Polandia pada tahun 1956 mengindikasikan bahwa anak-a~ak muda tidak senaif atau sr~dah diperdaya i.l. ~~ seperti guru-guru pada lembaga-lembaga pendidikan partai. Lebih lanjut, antipati yang tersebar luas terhadap sistem Soviet ditemukan diantara r~x.aridrrxarid luar negeri dan negara belum berkembang di Universitas Uni Svviet dan dan satelit-satelitnya sebagai demonstrasi melalui huru-hara murid-murid Afirika di Sofiia, akan membawa orang untuk mencurigai bahwa murid-murid pada lembaga partai tidak buta seluruhnya terhadap kenyataan-kenyataan hidup di kekuasaan tfii Soviet. Meskipun begitu, hal itu hanya memeriukan sangat sedikit pemimipin yang terlatih dengan baik untuk menjalankan pergerakan kebebasan karwanis dan kita harus menganggap di negara mana pun yang ada potensi seperti pergerakan ada juga satu atau dua kezaliman, latihan orang-orang komunis memakan waktu mereka dan training staf imediate mereka bukan hanya dalam teknis subversi dan revolusi, tetapi dalam aspek yang sama-sama penting pada disiplin dan kesetian. s:~. ~l

V. PENGEMBANGAN

Marsekal de Lattre de Tassigny, kornandan Perancis di Indo China yang baru saja tiba, kebingungan dan kesulitan pada saat tanggal l~ Januari 1950, ia menerima pesan dari pos terdepan Vinh - Yen, tiga puluh mil barat laut kantor pusatnya di Hanoi. Sebuah kekuatan besar Vietchong, gerilya Kanunis Vietnam utara, pimpinan jenderal Giap, telah menyerang sebuah pos kecil bernama Bao - Chuc sedikit di luar Vinh - Yen dengan sebuah pasukan yang beranggotakan lebih dari lima puluh tentara Vietnam dan Senegal. Kekuatan yang menyerang tampaknya menjadi divisi 308 komunis, atau sebagian besr dari divisi tersebut. Petunjuk yang telah diterima bahwa serangan berikut pada Vinh - Yen sendiri diharapkan.

Hanya beberapa bulan lalu, Giap menyerbu benteng perancis di sekitar perbatasan Cina dan mendesak Perancis keluar dari bagian utara negara tersebut. Saat ini Cina di bawah Mao Tse Tung tidak menggulingkan Chiang KaiShek dan rr~enguasai perbatasan, ini dapat diasumsikan bahwa mereka akan memberi Giap senjata berat dan segala kebutuhan yang diinginkannya. Lebih jauh, de~ngan menguasai bagian utara Hanoi, Giap r~mperoleh basis yang aman untuk melatih dan menyusun kembali kekuatannya pada garis konvensional (Cawentional Lines). Propaganda Giap menyatakan bahwa Hanoi akan dapat dikuasai sekitar pertengahan Februari. Apakah penyerangan Bau Chuc menandai suatuu serangan umum ? Semakin lama berita dari Vinh Yen semakin menggelisahkan. Sebuah pasukan tempur yang dikirim untuk menyelamatkan pasukan yang terkepung di bao Chuc telah melakukan penyerangan dan menderita kekalahan berat. Pasukan Bao.Chuc sendiri telah kewalahan. Pada 14 Januari, kekuatan Perancis telah mundur menuju Vinh Yen dan seakan-akan memntong dari Hanoi dengan trayek tiga mil jalan raya yang tidakdipertahankan. De Lattre de Tossigny berpendapat keadaan cukup serius untuk langsung memimpin. Dengan pesawat pengangkut ringan ia terbang ke Vih Yen. Tindakan pertamanya adalah menugaskan tiga batalion terpisah untuk diterbangkan ke Vinh Yen dari posnya di Vietnam selatan yang berjarak ribuan kilometer. Kerrxldian ia menugaskan tim tempur kelas satu untuk bergerakke utara dari perbatasan Hanoi dengan amunisi cadangan untuk tim tempur yang telah melakukan penyerangan. Deretan bukit di utara yang merupakan pusat pertahanan Vinh Yen telah diserang oleh pasukan gerilya Giap. Pada akhirnya ia memerintahkan pelaksanaan pembersihan tx.~kitbukit tersebut l~rapapun beayanya. Pada 1b Januari, pasukan Perancis melakukan penguasaan kembali bukit dengan praktis tanpa perlawanan. Sekali lagi Giap seakan-akan menghilang da. lam kabut. Kemungkinan ini bukan serangan besar yang diumumkannya. Tetapi pada akhir senja pada hari itu, saat matahari hampir tenggelam, pos terluar Perancis rr~iaporkan bahwa Divisi 308 komunis turun gunung menuju utara dalam satu serangan umum tewrhadap posisi Perancis di bukit. Sekarang tidak ada kesangsian bahwa ini adalah serangan yang ditunggu. De Lattre de Tosigny, yang baru saja kembali ke Hanoi, sekali lagi terbang ke Ving Yen, pada saat yang sama memerintah setiap pesawat tempur dan angkut yang dapat membawa bom ke pertempuran untuk menjatuhkan naphalm kepada para penyerang. lh~tuk sebagian gerilyawan Vietchong, ini adalah pengalaman pertama berhadapan dengan naphalm. Seorang tentara Vietnam menjelaskan pengaruhnya dalam buku hariannya. Tiba-tiba saja", ia menulis,"neraka terbuka di depan mata kami". Neraka menghampiri dalam bentuk tempat berbentuk telur yang besar dijatuhkan dari pesawat pertama, diikuti telur lain dari pesawat ke dua dan ke tiga: Jilatan api yang besar sekali mencapai lebih dari ratusan meter, seakan-akan rr~nyebarkan maut dalam pasukan tentara saya. ltu adalah napalm, api yang jatuah dari langit. "Pesawat lain menyambar rendah di samping kami dan ~njatuuhkan sebuah bOm napalm lagi. Hom jatuh dekat di samping kami dan saya merasa seperti i~mbusan panas menyentuh seluruh tubuh saya. Pasukan lari ke segala arah dan saya tidak dapat mengumpulkan mereka lagi". Ketika perwira tersebut ~rusaha mengejar pasukannya, ia menemukan kanandan peleton lain. Matanya penuh dengan ketakutan. "Apa itu? Hom Atom ?". "B~rkan, itu napalm," perwira menjelaskannya. "Pasukan tetap lari ke segala arah dan saya r~lihat seorang komisaris politik, dengan pistol di tangan berusaha mati-matian untuk m,engumpulkan ~reka kembali.

"Sekarang kita dapat mendengar dengan jelas pekikan rrx~suh yang mengejar kami, ..." (dipetik dari "street Without joy" oleh Bernard B. Fall) Berkat serangan udara, de Lattre de Tossigny sepenuhnya mengalahkan Giap pada serangan tentara Vietnam pertama tersebut, mengakibatkan kehilangan lebih dari b000 orang. Nleskipun Giap menyerang Perancis dua kali lagi untuk memenuhi ambisinya m~aklukkan Hanoi, tetapi dua kali ia dikalahkan. Kemudian ia bert~enti untuk melakukan pemeriksaan keadaan. Giap mempelajari dengan seksama ajaran Mao Tse tung dan mengambil sepenuhnya pelajaran terakhir bahwa perang gerilya yang berhasil harus melalui tiga fase. Fase pertama, gerilyawan masih terlalu lemah untuk menyerang musuh dan harus selalu menghindarinya. Tetapi dalam langkah mundur mereka mengumpulkan kekuatan di belakang musuh, melalui garis pertahanannya dan menyusup jauh ke dalam negara yang telah dibuat tidak puas secara politik oleh gerilyawan, kehilangan e'lannya. Pada titik ini fase ke dua dimulai saat gerilya mulai mengkhawatirkan c~suh, menyerang peralatan komunikasi, mengganggu pada saat-saat istirahat, menyerang saluran suplainya dan merebut senjata yang dibutuhkan untuk membentuk unit gerilya baru. Akhirnya sampai pada fase ke tiga dimana musuh terlalu jauh dan lemah; dan gerilyawan , disusun kembaii dan terlatih labih baik, bergerak menyerang, mendesak musuh rr~ndur dan kadangkala r~ngalahkannya. Pada saat ini, fase akhir, gerilya tidak lagi bergerak dalam kelompok-kelompok kecil melainkan dalam bentuk unit divisi yang berukuran lebih besar. Kuncinya adalah seperti yang dikatakan oleh Mao, rr~ngenal saat untuk berpindah dari satu fase ke fase yang lain. Jika dilakukan terlalu cepat oleh seorang kemandan yang tidak sabar, unitnya akan dikalahkan dalam pertempuran terbuka oleh perlengkapan yang lebih baik, pasukan yang berpengalaman sebagaimana pasukan Vietchong dikalahkan di Vinh Y~ oleh kelebihan bom napalm. Jika hal itu ditangguhkan terlalu lama, masing-masing tentara akan rr~lemah semangatnya dan saat yang tepat akan hilang untuk selamanya. Giap berpendapat bahwa fase pertama pertempurannya melawan Perancis berakhir pada saat ia mendesak pasukan pendudukan keluar dari benteng-bent~g utara sepanjang perbatasan China pada Oktober 1950. Ia menilai bahwa fase kedua berakhir dan fase ke tiga dimulai saat ia melancarkan serangan besar-besarannya di Vinh Yen dengan tujuan manguasai Hanoi sekaligus. Dan serangan berikutnya atas Maoke dan Niuh bin yang gagal dapat dipergunakan untuk menunjukkannya dalam pemilihan waktu. Sesudah itu, pada saat strateginya didebat oleh Dewan militer komunis, Giap dikecam dan diancam dengan pe~catan. Akhirnya ia mengakui kesalahannya dan kembali menyusun pertahanan selama tiga tahun sampai di Dien Bien Phu, kekuatannya dua kali lebih besar dan kekuatan persenjataannya meningkat tiga kali lipat, ia akhirnmya berhasil dalam.rr~ngalahkan Perancis dalam sebuah serangan kaivensiaial dan dalam mengurangi kekuatan Perancis yang bertempur pada saat penentuan. Kenyataannya penulis militer menunjuk pertempuran Dien Bien Phu sebagai contoh klasik sebuah operasi tiga fase dimana Giap melakukan kesalahan mencoba tiga tahun terlalu cepat di Vinh Yen. Dalam pelaksanaan, tiga fase Mao Tse tung menyederhanakan uraian tentang pengembangan gerakan gerilya yang berhasil. F-A~~kum tiga fase Mao mengabaikan sesuatu yang sering kali menjadi fase yang menentukan segalanyapersiapan pertempuran (pre-combat), fase pengorganisasian dan penyatuan. Selama babak penyisihan ini, pimpinan gerilya m~yusun staf terdekatnya dan merekrut dan melatih inti kekuatan tempurnya. Pada saat yang sama ia berusaha menarik simpati penduduk untuk meyakinkan dukungannya pada saat operasi penyerangan dimulai. Ia menyembunyikan senjata dan amunisi, mempersiapkan tempat

berlindung dan membangun jaringan komunikasi rahasia dimana ia dapat me~ngirimkan perintah dan menerima laporan intelij~ rahasia tentang musuh ketika ia menduduki medan kemudian. Alasan pengabaian Mao dapat diterima jika ditinjau dari keadaan struk~tur ko~nis. Di dalamnya terdapat konspirasi (persatuan) yang permanen dalam persiapan tempur (pre combat). Pemimpinnya ditunjuk dari atas dan kader c::~y1 kader utama selalu siap ke medan pada saat Kremlin menganggap hal itu menguntungl,an. Inti dari kekuatan tempur -anggota partai- berada dalam keadaan siap melakukan mobilisasi. Aparat konspirasi partai mem~liki sistem komunikasi permanen yang handal dan sering kali m~imbun senjata yang tersembunyi dengan rapi selama bertahun-tahun menanti hari.pelaksanaan. Pada tahun 1948 komunis Malaysia mer~tuskan untuk ~yerang, mereka ~miliki persediaan senjata yang besar dan disuplai oleh American OSS selama perang dengan Jepang 4 tahun yang lalu. I~uks juga memiliki senjata yang diperoleh dari pemasok Amerika dalam pertempuran melawan Jepang selama pendudukan Philipina. George Grivas, teroris Cyprus, adalah komunis tulen tetapi selama lima tahun sebelum ia memulai kampanye kemerdekaan ia mempelajari metode organisasi kanunis dengan tekun. Setel.ah berada di Cyprus ia bekerja selama enam bulan secara rahasia, mengorganisasi fase pre combat kampanye terornya. Keberhasilan fase pre combat pertama tergantung kepada kerahasiaan rr~tlak. Sistem intelijen musuh dan kepolisian tidak boleh terusik bahkan harus ditenangkan dal~m kesalahan penilaian situasi keamanan sampai sistem keamanan gerilya cukup sempurna dan seluruh persiapan berjalan dengan baik. Lembaga polisi memiliki kegunaan besar dalam bentuk terpisah dari negara melawan gerilya pada fase ini. Sebagaimana komunis menggunakan gerilya sepenuhnya untuk kampanye melawan negara n~ komunis, mereka juga mengembangkan metode yang baik untuk mencegah aksi gerilya yang digunakan untuk menghadapinya. Secara obyektif, kepolisian komunis memberikan bahan yang subur untuk gerilya anti pemerintah. Perubahan politik terhadap rakyat, ekonomi korbantuntutan sistem marxist dan tirani kebudayaan, sosial dan intelektual yang merupakan ciri lembaga komunis semakin m~imbulkan sikap antagonis rakyat dan memicu kebencian fanatik yang merupakan ka~disi ieai gerilya dengan tujuan mengurangi resiko dan menjalani kesukaran peperangan tidak konvensi~al (unconventia-ial warfare) . Tetapi pergerakan komunis rnodern juga menghasilkan ahii-ahli yang berp~galaman dan kejam dalam menghadapi ~mberontakan. P~getahuan yang baik bagi pihak oposisi revolusi dalam masalah ini (dimana mereka disebut kontrarevolusioner), mereka selalu.mempertahankan sistem pengawasan polisi yang tak ada bandingannya dalam hal; kewaspadaannya. Saat Mao Tse tung menulis bahwa hanya perang gerilya "revolusi" (baca komunis), yang dapat berhasil dan bahwa perang gerilya "kontra revolusi" (baca anti komunis) pasti mengalami kegagalan, ia berada pada persangkaan yang benar tetapi untuk alasan yang salah. Ia mengatakan bahwa kontra recolusi~er (anti komunis) tidak akan menang karena tidak m~dapat dukungan massa. Kenyataannya, mereka jarang menang karena kewaspadaan polisi rahasia komunis mencegah pengorganisasiannya dan saat mereka tumbuh, sebagaimana di 'Warsawa dan ~dapest tahun.i95b, tanpa persiapan yang matang atau mengusahakan bantuan dari luar, mereka dikalahkan oleh superioritas dan kekejaman ,v~ J pasukan anti huru hara Komunis.

Pada saat tentara Rusia berhasil mendesak Jerman keluar dari Uni Soviet dan melanjutkan melalui daerah yang sampai sekarang non komunis di Eropa Ti~r, polisi politik Soviet bekerja keras seperti pasukan tempur. Sementara penganjur ko~nis berusaha keras untuk mendapat dukungan aktif anggota masyarakat yang tadinya tidak puas, polisi dengan penuh perhatian menangkapi mereka yang diketahui tidak memberi dukungan terutama dengan memancangkan material dan intelektual dalam suatu masyarakat yang lebih bebas dari pada yang dapat mereka harapkan di bawah sistem Soviet. Karena proporsi masyarakat yang mendukungnya biasanya kecil, adakalanya penting untuk mendirikan pemerintahan transisi dimana partai lain terwakili di dalarmya d~gan tujuan untuk mengimbangi dukungan rakyat yang minimun. Di Austria seorang sosialis non ka~nis menjadi kepala pemerintahan propinsi pada saat tentara merah memasuki Vienna. Akan tetapi dalam setiap pemerintah prvpinsi, komisaris Soviet mengatur agar r~nteri dalam negeri atau kepala polisi kota-kota penting adalah seorang anggota atau anggota rahasia partai. Fungsi utama mereka adalah untuk mengusik, membuat lemah dan jika perlu rr~nyingkirkan politisi dan patriot yang kesetiaannya tidak dapat mereka harapkan berubah dengan bujukan halus. (Di Austria terbentuknya pasukan aliansi barat (western allied) mencegah proses pencapaian tujuan tersebut). Jadi sedari awal pernimpin kanunis di negara satelit mengusahakan agar setiap oposisi yang potensial tidak akan pernah menyelesaikan fase tanpa pertempuran pertama yaitu persiapan konspirasi yang sangat penting untuk suatu operasi gerilya yang berhasil. Hanya di satu daerah mereka gagal - di Uni Soviet sendiri, terutama di daerah Ukraina dan White Russia. Di sini, selama pendudukan Jerman, kaum nasiaialis tumbuh hingga melewati fase konspirasi dan menjadi gerilya aktif, rr~~la-mula melawan penjajah Jerman, dan setelah rr~reka mundur, melawan tentara Merah. Keti.dakmampuan menghambat konspirasi pada awal pertum~hannya ini sangat rr~rugikan Kremlin dan gerilya White Rusia melanjutkan perang meiawan dinas rahasia Soviet. Berlindung di rawa dan hutan Rusia barat, kelompok ini kerap kali ~ndapat banmtuan tersembunyi dari rakyat, berusaha terus untuk hidup dan meloloskan diri dari razia yang ketat dan pembunuhan politik. Meskipun demikian, pada akhirnya hilangnya dukungan dari luar yang rr~ghambat pertumbuhannya menjadi unit besar yang mampu. melawan kekuatan resmi Soviet, mereka akhirnya letih dan terdesak. Untuk sistem pemerintahan non komunis penumpasan gerilya dalam fase konspirasi awal merupakan masalah yang besar dibandingkan dengan untuk negara korr~nis. Pertama, sistem polisi non komunis jarang sekali berjumlah sebanyak dan seteliti sistem komunis. Keterbatasan tidak hanya disebabkan oleh undang-undang perlindungan kebebasan, seperti kebebasan untuk berseri~kat dan diperiksa di muka hakim, hal ini merupakan penghapusan resmi sejumlah senjata paling efektif yang dimiliki polisi komunis. Lebih jauh lagi, pengawasan oleh suara oposisi terhadap ~t~fe penyiksaan dan penganiayaan, semua itu dapat m~cegah penggunaan kekerasan dalam membersihkan pusat potensi oposis.i yang kemungkinan akan berkembang menjadi konspirasi gerilya. Kegagalan pemerintah Inggris di Cyprus dalam melakukan tindakan terhadap Kolonel Grivas pada fase awal kampanye terorisnya, pada saat mudah diserang, adalah kasus yang tepat. llndang-undang hak untuk diadili dalam pertikaian Magsaysay melawan Ttie Huks (sampai ada perubahan) menunjukkan jenis hambatan pemerintahan konstitusional mengadakan pmeriksaan besarbesaran pada pre combat, fase konspirasi operasi gerilya yang merupakan konspirasi kcxnunis dan Fasxs. Fase pertempuran awal (initial combat), yang disebut Mao fase pertama, tidak kurang pentingnya untuk gerakan gerilya. Selama babakan perang ini, gerakan berhadapan dengan polisi dan tentara musuh dan terpaksa bertukar bentuk setiap waktu sementara

mengkonsolidasikan kekuatan, mempersenjatai dengan s~jata yang di.rampok atau dicari dari rr~suh, ke dalam fihak yang berlawanan, kepadanya melalui propaganda gerilya. Dalam pada itu, dengan serangan pukul lari, terus menerus terhadap saluran kamunikasi rr~suh, hal ini rnengganggu walaupun dapat tanpa kehilangan resiko. Akhirnya keseimbangan singkat tercapai pada saat tindakan lebih jauh terlalu membebani musuh sementara kelompok gerilya s~diri terlalu lemah untuk melawanr~x~ya untuk rrnandur. Kecuali kemudian gerilya daopat menyusun kekuatan dan yakin keamanan di basis di mana rrxasuh tidak mengganggu kecuali expedisi razia temporer. Di basis ini, gerilyawan tidak hanya dapat menyusu;n kekuatan dan melakukan pelatihan tetapi dapat membuat pusat suplai sementara dan permanen, ~perbaiki bengkel untuk senjata dan amunisi lengkap jika senjata baru bisa dibuat. Tetapi sampai titik ini tercapai, gerilya masih rrxadah diserang. Tentaranya cenderung jatuh ~talnya karena gerakan mundur terus ~erus, berhadapan dengan pasukan yang lebih dalam jumlah, pengalaman dan perlengkapan. Dukungan sipil, mulai ragu terhadap kemampuan pasukan liar untuk mencapai keberhasilan sepenuhnya dan terdesak karena pengejaran pasukan anti huru hara. Tetapi yang terakhir juga mudah diserang. Biasanya dipimpin oleh perwira profesionai, pasukan anti tx~ru hara c~derung memandang rendah lawannya, pengejaran yang tidak bersungguh-sungguh, dan sesuai dengan teori di buku. Segan untuk menangani pasukan liar dengan serius, pertama, yang tidak mencukupi kekuatan dan materinya dalam operasi pembersihan. Sebagaimana jika dengan sengaja menimbulkan hal yang mempersulit diri sendiri, mereka cenderung menyenangkan penduduk sipil yang telah dianggap gerilyawan sebagai pengkhianat dan menjauhkan mereka sendiri sedapat mungkin dari sumber dukungan ini seperti yang kita lihat dalam periode pra-Magsaysay pemberontakan Huk. Hanya ketika pasukan anti t~ru hara rr~nerrx.~kan sendiri tidak dapat ~r~ngejar pe<nberontakan dengan metode ortodok, ia mulai m~anganinya dengan serius. Tetapi hal ini biasanya terlambat; sebagaimana dialami Perancis ketika mereka dipaksa keluar dari daerah perbatasan utara Indocina. Pada saat itu pasukan anti I-~xru hara tidak r~miliki pilihan lain kecuali bersiap-siap untuk membela kepentingan (protected war) sebagaimana diramalkan f1ao tidak dapat dielakkan. Merencanakan dari basis yang aman, kekuatan pemberontak berada pada posisi menyerang konvoi musuh, patroli dan titik strategis yang terkepung di mana dan kapanpun diinginkan, rr~skipun tetap tidak dapat menghadapi musuh dalam perang terbuka atau mempertahankan posisi penting terhadap penyerangan besar, mereka dapat, seperti yang dikatakan I"tao, r~ngganggu rr~suh s~perti "sejumlah besar agas yang rr~enggigit raksasa di depan dan di punggung, yang akhirnya meletihkannya". Perencanaan operasi yang cermat sehingga menghindari resiko yang besar untuk dikalahkan, gerilyawan secara berangsur-angsur menekan pasukan anti huru hara menjadi fihak yang bertahan, sementara mereka, di sisi lain terus r~ngkonsolidasikan kekuatan, meningkatkan ukuran unit dari kelompok kecil ~njadi batalion yang mampu m~yerang pusat musuh yang lebih besar. Setiap keberhasilan penyerangan rr~ningkatkan moral gerilyawan, mengembalikan kepercayaan rakyat dan sekutu asing pada keberhasilan akhir dan mengurangi kekuatan pasukan anti huru hara sampai keadaan tanpa harapan kemungkinan memusnahkan sejumlah besar agas yang mengganggunya setiap saat yang tak terduga. Akhirnya sampai pada fase ke tiga - saat dimana pembera~tak mampu mempertahankan suatu daerah terhadap segala serangan dan menyusun kekuatannya dalam bentuk kemiliteran konvensicx~al. Asalkan mereka pada tingkat ini mampu memperoleh senjata dan perlengkapan sebagaimana yang dibutuhkan tentara, mereka siap untuk r~nghadapi musuh dalam perang terbuka. Pada saat ini pertempuran terbuka rnenggantikan perte~mpuran liar

dan pemenangnya tergantung pada perbandingan kekuatan dan kemampuan militer dan keinginan untuk memenangkan dua hal tersebut. Meskipun strategi tiga fase Mao Tse-Tung berhasil m~galahkan Chiang Kai-Sek, tidak berarti strategi yang tak terkalahkan atau strategi yang selalu berhasil dalam perang gerilya sebagaimana yang telah kita ketahui, hal ini sangat tergantung pada kepicikan awal pasukan anti huru-hara dalam tingkat pre-combat dan pada kelambanan aksi pencegahan pada awal fase pertempuran. Lebih jauh penjadwalan setiap fase penting sekali. Jika sebagaimana pada operasi Teluk Babi (Bay of Pig), fase pertempuran dimulai sebelum persiapan yang mencukupi disusun, kekalahan tidak dapat dihindari atau jika seorang komandan gerilya yang terburu-buru bergerak dari baris kedua, mengganggu fase ke dalam perang terbuka, sebagaimana dilakukan Ciap di Vinh-Yen, seluruh gerakan dapat terancam gagal. Akhirnya seperti dalam setiap bentuk pertempuran, kemenangan militer tidak berarti sama dengan keberhasilan. Aliansi barat bersama-sama dengan Uni Soviet menang pada Perang Dunia II tetapi mereka tidak dapat mencapai tujuan politiknya perdamaian derr~kratis Eropa, sebagaimana tercantum dalam Atlantic Charter. Korrx~nis Vietcong, disisi lain, mencapai tujuan politiknya tanpa keme C::f ~~. nangan militer yang rr~nentukan. Kekalahan Perancis di Dien Bien-Phu yang membahayakan keberadaan Perancis, tidak berarti ~e~ntukan secara militer; karena tentara Perancis yang terlibat di dalamnya hanya sebagian kecii dari kekuatan Perancis di Indochina pada saat itu. Clausewitz, seperti yang telah kata catat, menyimpulkan bahwa perang dapat menjadi dan sering kali secara singkat diartikan sebagai penghancuran militer dan r~ngaiahkan rr~suh. Ketika tujuan politik musuh rr~libatkan suatu perbandingan pengorbartan yang Iebih kecil dari pada yang mungkin dibutuhkan untuk mengalahkannya, keinginan untuk mempertahankannya akan berkurang bersamaan. Dalam kasus perang Indochina. kemungkinan untuk m~galahkan Vietcong berkurang seteiah Dien Mien-Phu dan kemungkinan korban jiwa dan biaya akan meningkat. Pemimpin politik Perancis lebih suka m~awarkan perdamaian. Gelanbang kekaIahan yang sama mencengkam elemen politik tertentu di Washington seteiah kekalahan di Vietnam tahun i963 dan i964. Pada pemberontakan Castro melawarr Batista, keinginan untuk bertahan pada pasukan Batista sangat rendah dan kekuatan dari dalam rejim sangat kurang yang runtuh sebelum Castro rr~eneruskan fase ke tiga atau final dari perjuangannya. Tidak jarang di negara dimana kekuatan politik terpusat pada strata kecil masyarakat, seperti di beberapa negara fimerika Latin, hanya pre-combat, fase k~spirasional diperlukan sel~Ium ~rintah digulingkan rr~lalui sebuah coup d'e'tat. Hanya ketika sejumlah tertentu populasi menyadari terlibat dalam perjuangan, pemberontakan beral.ih ke fase perang panjang (protacted combat) VI. HASIS Kapten George Nikitas merupakan seorang tentara berumur dengan p~ngalaman bertempur yang pamtas untuk dipelajari. Meskipun in menyukai pekerjaannya ia pasti tidak suka tugnsnya yang sekarang. Hertempur dengan orang yang memiliki jiwa patriot adalah tidak pernah menyenangkan, meskipun musuhmusuhnya adalah kommis da~ sebagai dia pertimbangkan mereka sebagai p~ngkhi~at pada pemerintah yang royal di Athena. Disamping itu operasi-operasi gerilya kurang umum dengan perang reguler, sebagaim~,na ia telah terlatih. Musuh ini jarang memperlihatkan diri dan knrena itu mereka hanyn dalam kelompokkelompok kecil. Mereka hampir tak pernah bertempur sgperti tentara reguler tetapi berseynbunyi di belakang bebatunn d~ dalam jurang-jurang di celah-celah gunung pegunungan Grek Maceckxoia dan men~nbaki patroli-patroli Kapten. Ketika ia msnyera~ng

dengan apa saja seperti kekuata~n yang sama mereka tidak mnndapatkan wilnyah mereka dan mengijinkarmya untuk menunjukkan keahliannya menyebarka~ tentaranya, menempatkan artileri gunungnya atau melakukan manuver sebagaimana orang melakukannya pada suatu daerah pertempuran binsn. Malahan merekn dengan sederhana/mudah melarikan diri, memasuki daerah/medan knsar dan menunggu satu kesa~npatan lain untuk menembak ketika dia mengharapkannya. Dan sekarang satu keadnan sekeliling ynng khusus mernbuat tugasnya bahkan lebih sulit untuk diterima. 8eroperasi dalam daerah perbatasan Yugoslavia, yang harus dilakukan gerilyawan jika mereka di tekan adalah menggelincir m~nyeberangkan pasukannya dimana pemerintah Komunis Marshal Tito menyambut mereka ds~ memberi mereka tempat perlindungan. Kapten Nikitas di sisi Iain, di bawah perintah untuk tidak menembaki seber~g perbatasan b~aimanapun keada~an sekelilingnya dan bnhk~ untuk beroperasi dalam wilaynh seribu yard dari perbatasan. Aturan yang akhir itu ia sekali-kali melanggar tapi perintah tak ada penembakan, ia m~nyadari, adalah per-soalaam lain sebagaimana ini bisa mempengaruhi tentara Tito ~tuk melakukan penyeraeigan balik dan karena kekuatarmya ini dapat mengesampingkan masuknyn Tentara Nasional Yunani dan bergerilya sendiri ke Athena. ' Keistimewaan gerilya untuk bisa mendapatkan tEmpa~t perlindungan di seberang perbatasa~ itu, pikir kapten, tidak saja tidak adil, tidak sportif d~ melawan sem~ra nturan kenetralan (ketakberpihakan). Hal ini mernbuatnya hampir tidak mungkin untuk mnnangkapi bandit-bandit komunis sebagaimana mereka disebut oleh orang-orang Yuani. Selama beberapa bulan Tentara Nasional Yunani telah merangkak lurus ke utara denga~ pelan, m~~ekan gerombolan-gerombola~ komunis itu ysng di depan mereka kini sebagaimana merekn m~ndekati perbatasan, operasi terakhir ini telah di rancang /ditandai satu psmbersihaa~ terhadap sisa-sisa gerilya~wam. Tetapi sebagaimana Kapten Nikitas menyndari, ketika rr~reka telah m~nynpu bagian utara, berlusin-lusin gerombolan geriTyawan kecil telah mer~ggelincir . 5b balik ke selatan melalui garis-garis itu dan segera kembali mendirikan benteng-benteng di gunung di bagian belakang. Hiarpun begitu satu gerombolan besar yang terdiri dari 4 atau S ratus yang sang kapten tahu, masih di tempat-tempat di depan diantara dirinya dan perbatasan Yugoslavia. Laporan intelijen menandakan bahwa mereka telah m~ndirikan satu markas besar yang lebih atau kurang permansn dan satu camp satu mil atau 2 sebelah selatan perbatasan di wilayah Yunani. Jika ia hanya mampu menyisipkan tentaranya antara camp itu dan tempat berlindung Yugoslavia di utara, maka dalam hubungan den9an satu pasukan lain naik di timur dirinya, adalah mungkin untuk msngepung gerombolan itu dan menghancurkannya. Hal itu paling tidak merupakan suatu strategi. Tetapi kesempatan berhasil sangat kecil, selama gerilyswan-gerilyawan mempunyai operasioperasi patroli disekitarnya. Awal hal itu selagi ia tllah melanjutkan dari Mouries, satu kampu~g yang ter'le'kak 10 mil ke selatan, pasuksnnya telah diserang oleh sekelompok kecil gerilyawan. Tetapi segera ia me~'~gg~akan Hren-nya menembaki mereka sampai lari. Dia telah mengatur untuk memoton9 dari perbatasa~n itu satu kelompok kecil pada sayap kanannya, tetapi hal itu telah menggelincir ke selatan, m~r'iyeberangi bagian belakangnya, dan akhirnya ia melihat tujuh atau delapan orang, mereka menuruni satu selokan pada sisi lain dari tempat pasukan terkutuk itu. Pasukan yang telah menyeberangi perbatasan itu beristirahat di Anna Kouka, y~g terletak di front sebelah kiri. 5ekitar jam 4, matahari masih rendah, penjelajaMya melaporkan satu gerombolan gerily~van lain mencari perlindungan dal~n hut~ kecil di bagian bawah front kanan. Mungkin, kesimpulannya, ini merupakan keduduka~ dari ca~mp markas besar itu. Dengan hati-hati ia

msmbuat psnempatan untuk menyer~ng dan berusaha memotong kekuatan itu dari perbatasan tetapi dangan s~"~ngguh-sungc~u;h ia telah usahakan pistolnya di hutan ketika ia mendengar tembakan berat datang dari bagian belakang kirinya. Pertama peluru-peluru itu terbang tinggi dan tidak merusak, tetapi segera tembakan bandit itu menemukan jaraknya dan pasukannya terpaksa untuk bersembunyi diantara bebatuan. Hatu dari pemimpin peleta'mya mendaki puncak bukit das~ kembali untuk melaporkan bahwa tembakan itu datang dari satu pos pasukan Yugoslavia beberapa ratus yard. Untuk memastikan, Kapten Nikitas mendaki sendiri dan melalui kekernya mengkonfirmasikan kenyataan bahwa tembakan tersebut datang dari wilayah Yugoslavia. Keyakinan bahw ini adalah kelo~ok bandit-bandit yang telah ia lihat menyeberan9 melalui Ana Konka yang telah merangkak naik di belakangnya, dilindu~ngi oleh pasukan Yugoslavia itu, dan sekarang membuatnya terpana/menekannya/ menjepitnya untuk mencegah penyerangannya hutan di bawah itu. Instingnya yang pertama adalah menembak balik. Dia nantinya bisa selalu menyatakan/msngklaim bahwa ia tidak tahu dim~a perbatasan Yugoslavia. Tetapi lalu, selagi ia membaca pikirannya, orang-orang Yugoslavia mengibarkan bendera di pos tentara itu. Ketika malam tiba, penembakan berhenti, tetapi mulai sekarang sudah terlambat untuk menyerang gerilyawan-gerilyawan itu karna kehadirannya diketahui dan berusaha membuat tusukan yang mengejutkan di kegelapan melawan kamp yang melakukan pengeposan dengan baik adalah sia-sia. Tetapi hari berikutnya, ktika pagi-pagi sekali dia menggerakkan tentaranya maju: Penembakan dari bagian belakangnya belum mulai lagi dan dia menmpuh jalan sesrah ke dalam hutan. Di sana secara pasti/sebagaimanadiharapkan dia menemukan satu kamp yang penuh: 30-an pondok kayu de~ngan dua baris tempat tidur, satu rumah sakit kecil dan sisa~isa gudang gnjata tempat gerilyawan menyiapk~ senjata mereka. Hermula dari kamp adalah satu jalan kecil lurus ke utara yaitu ke perbatasan. Jalan itu baik untuk ditempuh, akhirnya ia membuktikan bahwa itu seperti satu jalan kampung. Hara api yang bercahaya dalam perapian kamp itu kulit-kulit domba yang dibantai masih basah dngan darah mambuktikan bahwa kamp itu ditinggalkan pada malam itu. Tidak ada keragu-raguan bahwa tembakan dari pos depan Yugoslavia hari sebelumnya itu telah diarahkan utnuk mengalihkan perhatiannya ke bawah sementara evakuasi berlangs~.rng. Sekali lagi "mopping up" tp~nbersihan sisa-sisa gerilyawan) gagal. 8eberapa waktu selanjutnya tentara nasionalis men~gkap seorang gerilyawan yang memberi kesaksian sebelum komisi PHH dikirim untuk menyelidiki ongkos Yunani dari bantuan Yugoslavia pada gerilyawan-gerilyswan bahwa dia berada diantara 5fl0 bandit di kamp yang dikecam kapten Nikitas. Selama sore itu ketika didekati kapten Nikitas, seorang napi Mikhailides yang memerintah satu detasemen mortir telah diperintah untuk kembali ke kamp. Kemudian orang-orang yang ditempatkan di perbatasan itu dimana mereka ditemukan tentaratentara Yugo dan diantarkan ke kamp 3 mil di wilayah Yugo. Di sana mereka diperintah meletakkan tangan dan membungkus mereka dengan rantingranting sebagai penyain~a;ran terhadap pesawat-pesawat Yunani. Satu detasmen tentara-tentara Yugoslavia telah menjaga senjata-senjata itu sampai, setelah beberapa hari istirahat, gerilyawan Yunani kembali ke wilayah Yu~ani. Pertama kali nampak sekilas aneh bahwa Yugoslavia bersikeras pada perlucutan senjata pengikut komtuiis mereka tetapi seorang harus mengingat . bahwa pada waktu itu Tito tidak sepenuMya mnerintah di negerinya sendiri dimana gerombolan-gerombolan anti komunis masih menjelajahi negara itu. Pengawal-pengawal perbatasan Tito jelas tidak mengambil kesempatan bahwa orang-orang anti komunis Yunani mungkin menyusupka~ gerombolangerombolan ke teritorialnya dengan manyamar sebagai gerilyaw~-gerilyawan komunis. Selama pendudukan Allies, operasi kiranya didasari oleh pikiran Churchill -siapa y~g m~uh

sebagian besar orang Jerman?- memberikan bantuan yang patut dipertimbau~gkasv berupa persenjataan kepa~a ELAS. Akhirnya, begitu divisi Hitler menu.iu utara, or,ang-orang Jerman membeli kemerdekaan dari ELAS 'dengan memberikan senjata-senjata yang tidak bisa mereka pakai lebih lam~: lagi. ~8 Dalam bula~n Pebruari 1945, 2 bulan setelah bebas, pertempuran berdarah di Ath~na antara Tentara Inggris dan Nasionalis Yunani di satu sisi dan orang-orang komunis di lain pihak akhirnya berhenti dengan gencatan senjata yang berlaku untuk dua tahun. Selaana periode itu organisasi komunis tetap ada dan secara semt~nyi-sembunyi mengorganisasi daa~ melatih kaderkader militer. Pada waktu yang sama; juga mengorganisasikan sebuah organisasi bela diri dengan efisiensi tinggi pada orang-orang sipil nonaktif dan membekalinya dengan pangumpulan intelijen, dana, rekrutman dan makanan untuk ger-ilyawan aktif. Awal 1946 satu~-satuan tempur kecil ditempatkan di gunung-gunung dimana mereka membangun kekuatan-kekuatan diba~ntu oleh satuan-satuan pertahanan secara diam-diam di kampwigkampung. Dari semula gerilyawan menyukai dukungan dan bantu~ terbuka dari rejim-rejim sekitarnya terutama Yugoslavia, kemudian Alb~ia dan Hulgaria. Dari pemancar-pemancar seberangg perbatssan si.aran-siaran radio membanjiriorang-orang Yunani dengan propaganda politik komu~nis. Tentara, am~.uiisi dan suplai lainnya mengalir sam~, bebasnya manyeberan9 perbata,sa~n· Gerombolan gerilyawan komunis tidak hanya sekedar bisa melarikan diri dari pencarian pasukan pemerintah dan berlindung, bahkan di Hulkes, Yugoslavia selatan, sebuah sekolah militer dibangun untuk melatih pejuang dan pejabat satuan gerilya komunis Yunani. Tentara nasional Yunani yang diperintah oleh jendral-jendral agak tua yang tidak terlatih dalam perang non konvensional tidak berhasil membawa orang-orang komunis itu keluar dari kubu-kubu mereka, mamojokkan mereka dan memaksa mer-eka pada pertempura~. Grilyawan, bagaimanapun dengan keahlian menghindari pertempuran berkekuatan superior tetapi secara konsta,n menyerang kampu~g-kampmg kecil dan kota-kota yang ada pertahsnannya dimana mereka membunuh pemimpin-pemimpin nasionalis yang mereka temui, menculik anak muda d~ merampas suplai yang mereka butuhkam. Tak terhitung politisi-politisi yang menuntut tentara dan polisi menempatkan kekuatan yang cukup di bagian-bagian kota untuk melindungi konstituante mereka karena itu menghamburkan kekuatan militer dan membuat pa~nyerangan yang efektif melawan gerilyawan masih belum mem~uigkinkan. Sejak 1947 seti8p musim semi selama 3 tahun tentara nasional beraksi menjelajah negara dari selatan ke utara, mencoba menahan gerilyawan. Tapi setiap musim dingin ketika tentara kembali ke barak-barak orang-orang komunis menyaring kembali ke benteng-benteng pertahanan di gunung-gunung9 dari mana mereka telah digerakkan. Dalam pada itu Inggris melepaskan posisinya sebagai pelindung utama bagi pemerintah Yunani dan diganti oleh orang-orang Amerika karena doktrin Truman memulai menyempurnakan bantuan ekonomi dan militer. Akhirnya pada Januari 1949, jendral Papagos, seorang pahlawsn perang waktu itu, sekali lagi memerintah militer. Ia manuntut dan msnganugerahkan kebebasan dari 'intervensi politik yang telah mengekang para pendahulunya. Hersama dengan komando orang-ora~ng Amerika, ia menghasilkan s:tu rencana k~npanye siste 59 matis yang secara sekilas memasukkannya dalam operasi. Sekali Iagi satu sapuan dari sel~;tan dijalankan tetapi bahkan langkah tak tergesa-gesa dari kampanye Papag~ terdahulu membawa tentaranya dalam kekerasan hati untuk mengejar setiap gerombolan gerilyawan yang telah ia tentukan tempatnya. Lebih jauh, sebagaimana kampung-kampung dibebaskan

dari kontrol komunis, tentara daerah di.organisasi untuk mencegah ketnbalinya mereka dan penduduk diberi pelajaran doktrin anti komunis secara besar-besaran untuk' mencegah apa yang disebut Papagos sebagai reinfeksi. Seb~aimana kampanye itu diteruskan, Papagos diberkati dengan dua percobaan untuk keuntungan yang baik. Pertama pergeseran strategi gerilya komunis. Pemimpinnya yang brilyan Marcos Vafiades dibebastugaskan dari komando dan tempatnya di.ambil al.ih oleh pemimpin politik partai komunis, Nicolas Zaehariades. Singkatnya sesudah itu Zachariades mengikis habis latihan-latian Vafiades untuk menjaga kekuatan-kekuatan yang dibagi dalam satuan-satuan kecil uu~tuk manghindari perselisihan melawan tentara-tentara reguler, secara tetap msnyusahka,ro mereka dan tentara-tentara ka~nq~g yang anti komunis. Hiarpun Zachariades memulai msmbentuk brigade besar dengan mana dia berusaha menguasai satu wilayah di teritorial Yunani melawan penyerang~ oleh tntara-tentara pemerintah. ' Karena itu Zachariades berusaha untuk melompat langsung dari taktik bertahan pada fase pertama Mao ke fase tiga atau terakhir pera~ng konvensiona.l. Perubahaan itu secara meyakinkan di.dikte oleh pertimbangan-pertimbangan politis. Jika ia mampu secara permanen m~ngguasai sebagian teritorial Yunani dan mendirikan pemerintahan komunis di sana seccara de fakto, dia tidak ha~ya akan mencatatkan rekor satu kemanang~i propaganda y~g besar, tetapi juga dia bisa msngklaim pengakuan pejabat-pejabat dari rejim komunis sekitarnya di Albania, Yugoslavia dan Hulgaria dan menuntut dari mareka penambahan perlengkapan berat yang diperlukan untuk m~ngubah gerombolan gerilya menjadi tentara konvec~sioanal. Wilayah yang ia pilih untuk dikuasai merupakan daerah pegunungaa~ sekitar Geramos dan Vitsi di daerah perbatasan Yunani, Yugoslavia dan Albania. Sekali sebelum gerilyawan itu mengambil alih dan n~mbentengi daerah itu tetapi telah diusir oleh tentara nasional Yunani. Usaha kedua itu tidak lebih sukses. Dan pada saat itu disertai pukulan lain yang terbukti fatal -pengambilan kembali bantuan Yugoslavia. Tahun 1949 Tito menentang Stalin dan m~misahkan diri dari jajaran komuuunis yang diatur dari Kremlin. Pada saat pmisahan itu, dia mempertaruhkan kelangsungan bantuan bagi kekuatan Marcos, tetapi awal tahun 1949 rupa-rup~ya digangguu oleh satu gerakan politik yang disponsari olh Moskow untuk m~nbentuk satu "Macedonia yang lebih Agung" di bawah aturan orang-orang Hulgaria yang akan mencakup wilayah Yugosiavia, ia pertama mengurangi bantuan pada kom~snis Yunani kemudi~ pada bul,an Juuli . 1949 menutup benteng-benteng pertahanannya untuk seluruuh tentara mereka. Tidak ada waktu yang lebih lama grombolan gerilyawan dapat ~c~> mencari tempat perlindungan di belakang perbatasannya sebagaimana di hari-hari ket ka kapten Nikitas mengejar mereka, mereka telah melewati gunung-gunung itu. Tak ada waktu bagi orang-orang yang direkrut untuk dikirim ke Hulkes untuk berlatih dan msndapapptkan suplai makanan dan senjata dari utara. Dalam satu waktu, tentara nasional Yunani seka~li lagi telah menguasai Grammos dan Vitsi. Hanya sedikit kelaparan gebrakan gerombolan-gerombolan gerilyavvan karx.~nis bertempur untuk survive di pegunung~-pe9unun9~ Yunani. Akhirnya pemerintahan Yunani yang bebas dibawa kembali ke Albania menyatakan suatu akhir dari permusuhan dan perang gerilya yang telah memakan selama lebih dari 3 tahun. Pengangkatan Field Marshal Papagos yang cakap dan penuh sem~angat dan penurunan pemimpin gerilya brilyan Markos telah begitu banyak bekerja dengan hasil akhir tetapi penutupan tempat perlindungan orang-oran9 Yugoslavia telah berakhir dan faktor yang tegas di dalam kemenangan p~nerintah Yunani.

Dalam perang konvensional, basis adalah jantuung dari senx.ra operasi militer. Dalam masa sebelum Napoleon, sebelum tentara-tentara besar disebarkan, diletakkan di dalam benteng yang tertutup dimana pe~ralatanperalatan dirakit dan menjadi tempat perlindungan bagi penduduk sipi.l dan tentara ketika sewaktu-~vaktu dibutuhkan. Henteng tersebut juga menjadi ibukota atau pusat komunikasi dimana peralatan dikumpulkan. Holeh jadi berupa suatu kawasan yang luas atau suatu kawasan yang di dalaamya terdapat pabrik-pabrik mesiu dan daerah-daerah pertanian yang menghasilkan senjata-senjata dan makanan untuk mendukung bala tentara. Tujuan dari musuh biasanya adalah untuk merebut daerah-daerah pokok atau menjatuhkan daerah tersebut untuk m~w.itus lalu lintas perbekalan yang berasal dari tempat tersebut yang diperuntukkan bagi pasukan di daerah itu. Ketika seorang jendral bergerak maju dengan tibatiba dalam ~.ratu operasi ofensif, ia harus memastikan bahwa setiap mil yang ia capai jalur perbekalannya selamat dari penghadangan musuh agar ia tidak terpencil dan menjadi tidak berdaya karena kekurangan mesiu. Bahkan di masa moder'n sekalipun sejumlah kecil pasukan dapat hidup jauh dari daerah (perbekalan) tersebut selama beberapa saat, mengumpulkan makanan dari luar kota dengan pergi ke sana kemari mencari makanan sec~,ra berkelompok. Daerah sema~am itu jarang dapat mensuplai kebutuhan untuk jangka waktu lama jika daerah itu kehilangan sumber-sumber ~isi, senjata dan calon-calon tentara sebagai perogganti pasukan yang cedera. ~cara sekilas tampaknya perbedaan pokok antara gerilyawan dan pasukan tetap adalah bahwa gerilya bebas dari pangkalan-pangkalan. Mereka membawa senjata-senjata dan rangsum dan mengisi perbekaian mesiu dengan menyeran9 tempat perbekalan musuh. Mereka tinggal di dekat d~sa, untuk merampas maka 'nan atau mendapatkannya dari penduduk yang ramah. Tempat perlindungan mereka biasanya adalah hutan atau padang pasir atau gunung-gunun9 yan9 tidak dapat bi dij~gkau. Tetapi tempat perlindungan semacam itu hanya memungkinkan bila musuh tidak mengejar mereka. Pada Perang Dunia I, pasukan Arab yang dipimpin Lawrence kadang-kadang dikejar oleh pasukan Turki yang m~nggunakan taktik bertahan tetap sepanjang jalan kereta api dan di kota-kota besar. Sebagai akibatnya setelah setiap seranga~ besar yang mendadak, pasukan Arab dapat memperkuat pasukannya kembali, m~nyusun kembali pasukannya dan beristirahat di oasis-oasis kecil di pedalaman gurun pasir. Demikian pula pada tahap-tahap awal pera~g sipil Yunani. Orang-orang Komunis dapat melarikan diri ke gunung-gunung dan mengasingkan diri di desa-desa kecil selama tentara Yunani bertahan di kota-kota besar dan hanya bergerak ke jalan-jalan utama. Mao dapat bertahan dari tentara Jepang yang jauh lebih kuat dengan cara mundur dan berpencar masuk ke pedalam~ China. Tetapi cepat atau lambat prajurit-prajurit yang berpengalaman dalam operasi-operasi m~numpas pemberontak menyadari bahwa mereka harus mengejar tanpa belas kasihan pada setiap gerombola~ dan bersiap untuk menembus daerah yang paling buruk pada saat pengejaran tersebut. Dan cepat atau lambat, gerilya tersebut harus berhenti untuk mengambil nafas. Meskipun gerombolangerombolan kecil dan perorangan dapat menghindarkan diri dari pengejaran dengan bersembunyi, hal ini akan menjadi tidak mungkin lagi dilakukan karena banyaknya pasukan gerilya makin meningkat. Kemudian persediaan makanan yang lebih besar diperlukan, hal ini berarti memerlukan a~lanya suatu daerah produktif tempat membeli makanan, meminta makanan atau mencurinya. Pangkalan-pangkalan juga penting untuk pelatihan calon-calon tentara baru, untuk memperbesar jumlah pasukan geriIya. Pasukan yang terluka menjadi masalah tersendiri. 5ebagian kecil gerilyawa~ akan bertempur dengan penuh keberanian dalam waktu

yang lama jika mer~rka tahu bahwa ketidakberdayaan akan m~nyebabkan mereka ditawan musuh atau menjadi sasaran regu penembak. Disisi lain jika mereka mempercayai daerah pangkalan sebagai te~npat dimana mereka dapat dirawat dan menjadi sembuh kembali, mereka akan terlepas dari resiko pertempuran dengan penuh keteguhan hati dan keberanian. Sebagaimana yang dikatakan oleh Mso Tse-Tung sebagai peringatan bahwa suatu daerah dimana gerilyawan beroperasi dan bahkan mengontrol pergerakan sepanjang malam tetapi merupakan tempat yang akan ditinggalkan gerilyawan ketika musuh datang, bukanlah daerah pangkalan. Untuk menjadi daerah yang dapat digunakan menjadi daerah yang dapat digunakan sebagai pangkalan, tidak suatu daerah tetap, tetapi daerah tersebut harus dapat dipertahankan secara terus menerus selama suatu periode waktu tertentu. Pada perang sipil Yunani, orang-orang komunis menerapkan sistem par~gkalan musiman yaitu pada musim dingin. Sekarang ini di Vietnam, para gerilyawan seringkali beristirahat di daerah-daerah hutan ysng aman pada saat musim dingin ketika tidak ada ke~mungkinan penc,~j aran . Sebagaimana yang dikemukakan Lawrence, padarig pasir yang luas dan b~ kosong merupakan daerah-daerah pangkalan yang ideal. Para pendukung Rusia pada Perang Dunia II merupakan daerah-daerah hutan yang banyak dan rawa-rawa yang menjadi tempat perlindungan orang-orang Rusia Putih dan orang-orang Ukraina dari p~ngejaran pasukan penumpas gerilyawan Jerman. Mao Tse-Tung menyatakan bahwa daerah-daerah gunung kemungkinan besar adalah daerah yang paling aman sebagai pangkalan tetap. Tito di pegunungan Montenegro dan Castro di pegunungan Escambry berasal dari kesimpulan yang sama. Mao juga menyataks~ bahwa daerah-daerah yang dilalui sungai-sungai atau kanal-kanal baik sekali untuk pangkalan gerilya karena jalur-jalur air menyediakan jalan-jalan yang ideal ba~gi penyusunan persiapan serangan dan bagi pe~nbubaran pasukan setelah penyerangan dan mereka dapat pergi tanpa meninggalkan jejak. Dengan memiliki suatu pangkalan di sepanjang jalur air, para gerilyawan dapat juga tidak m~nggunakan pangkalan tersebut untuk penyeranga~ terhadap musuh yang relatif ringan. Daerah terbuka yang datar, jika padat penduduknya, sekalipun penduduk tersebut ramah, menurut Mao bukanlah daerah yang cocok untuk pangkalan gerilya. Hanyaknya jalan-jalan, kurangnya perlindungan dan kemudahan-kemudahan bagi bergeraknya pasukan tetap yang banyak jumlahnya pada daerah semacam itu menghilangkan keuntungan terbesar para gerilyawan, yaitu perpindahan yang lebih besar dan persembunyian. Mao juga mengatakan bahwa negara-negara kecil seperti Helgia, operasi gerilya tidak mungkin dilakukan. Pemimpin-pemimpin militer yang lain mempercayai bahwa dengan perkecualian daerah-daerah rawa atau hutan-hutan yang relatif sedikit luas, Eropa Ha;rat benar-benar tidak cocok untuk perang gerilya. Hagaimanapun bukti yang dapat dipertimbangkan menunjukkan bahwa operasi-operasi gerilya yang tinggi efektifitasnya dapat dilakukan pada daerah yang bverpenduduk padat, meski dilakukan oleh kesatuan-kesatuan yang sangat sedikit. Kapanpun pangkalan itu dipergunakan, suatu kandisi yang diperlukan harus tersedia; penduduk lokal harus baik hati, yaitu sebagian besar dari penduduk tersebut harus mau bekerja secara aktif bagi para gerilyawan, mengumpulkan makanan, menyediakan transportasi dan melengkapi fasilitasfasilitas semacam toko-toko peralatan dan rumah sakit. Penduduk yang lain, meski tidak aktif, harvs dapat dipercaya untuk memberikan informasi mengenai gerakan-gerakan musuh di sekitar pangkalan atau paling tidak untuk tidak menginformasikan pada musuh misalnya mengenai penempatan para gerilyawan. Terhadap semua teori mereka mengenai perang gerilya penulis-p~nulis komunis misalnya Ma;o dan Che GLevera tidak berkanentar secara khusus mengenai teori yang terbaik, jika

tidak sungguh-sungguh dapat diperlukan, pangka1~ bagi setiap perjuangan gerilya ysng sukses - suatu daerah asing yang rar~h yang bersebelahan atau mudah dicapai dari daerah gerilya. Ala~ran mereka jelas, yaitu untuk mamelihara kepercayaan mengenai kemendekaan, perang pembebasan pribumi dan untuk menyamarkan fakta bahwa kebanyakan dari mereka terorganisir, dipimpin dan didukung oleh pemerintah-pemerintah komu 6.3 nis. Dalam perang biasa, hukum kenetralan menyatak~ bahwa suatu bangsa netral seharusnya tidak hanya menyaring ba~tuan militer yang sama sekali palsu yang diberikan pada negara yang sedang berperang tetapi harus berdiam diri selama pasukan-pasukan dari negara yang sedang berperang mencari tempat perlindungan di perbatasan-perbatasan negaranya. Jika bangsa itu member-ikan bantuan pada sisi lain dan mangijinkan salah satu negara yang sedang ber-perang itu untuk m~ncari suaka sementara, bangsa itu secara otomatis kehilangan status netral dan dangan sendirinya menjadi salah satu negara yang ikut berperang. Pada perang Dunia I, bantuan diberikan pada Perancis dan Inggris oleh Amerika Serikat. HaI ini merusak hukum kenetralan dan bantuan ini (meski bukan bantuan militer) digunakan oleh Jerman sebagai suatu dalil untuk m~nyerang kapal-kapal Amerika. Ketika hukum kenetralan pertama kali dibuat, bantua~ militer relatif mudah didefinisikan sebagai amu~isi untuk perang. Hagaimanapun karena perang msnjadi lebih luas cakupannya, s~a jenis bantuan, termasuk makanan, menjadi senjata-senjata dan dengan demikis~ termasuk dalam larangan dalam hukum kenetralan. Pada kasus Mao Tse-tung, bantuan yang ia terima dari Uni 5oviet relatif kecil kecuali pada akkhir fase dari perjuangannya melawan Chiang Kai Shek setelah mengadakan pengusiran terhadap tentara-tentara Jepang. Pada poin tersebut tentara-tentara Soviet yang manduduki Manchuria ketika tentara Jepang mengundurkan diri menempati daerah pemberian gerilyawan Ma;o, secara praktis, semua mesiu, senjata, dan perlengkapan direbut dari tentara Jepang tersebut. dengan senjata-~njata ini Mao mereneanakan untuk melengkapi kesatuan-kesatuan yang besar yang pada akhirnya m~ngalahkan Chiang. Pada kasus Castro, pangkalan dari operasinya adalah di Amerika jauh dari memuaskan. Kenetralan Amerika menccegah pemberian bantuan seeara ttrbuka dan mengharuskan agenagen Castro untuk bekerja secara sembunyi-sembunyi. Hantuan Amerika yang berbau "imperialisme Yankee" adalah juga merupakan suatu kecenderungan politis. Lagi pula, pangkalan di Amerika tidak dapat digunakan sebagai tempat perlindungan yang aman ba9i pasukan yang lelah dan terluka, atau sebagai daerah tempat pelatihan bagi caloncalon tentara. Kurangnya fasi.litas yang penting ini membuat ragu apakah Castro dapat m~nang melawan rejim Batista yang telah lemah oleh konflik-konflik dari dalam dan korupsi yang membuat para perwira menjadi tidak dapat berkata apa-apa pada pra5uritnya. Dengan perkecualian yang masuk akal pada gerakan Castro dalam hal ini, sedikit perang gerilya pribumi telah secara sukses berperang sampai akhir tanpa bantuan asing. Tentunya tidak ada perang sipil yang dipelopori oleh komunis tanpa dukungan komunis. Pasukan artileri Mao yang diperlengkapi oleh Ho Chi Minh secara luas bertanggung jawab terhadap jatutnya Dien Bien Phu, yang mempengaruhi Perancis untuk menyerah pada Indcx ina. Orang-orang kanunis Huk, sebagaimana yang telah kita lihat, diusir dengan pangasingan sebagaimana gerilyawan komunis di MAlaya. Karena ketidakadaan tempat perlindungan 64 yang aman di Yugoslavia, gerilyawan komunis Yunani menyerah dalam beberapa minggu. Sampai saat ini, untuk menyediakan tempat perlindungan yang aman itu penting bagi bangsa yang netral yang baik untuk memiliki suatu garis perbatasan biasa dengan daerah gerilya atau paling tidak jalan pendekat dengan rute darat, sebagaimana yang disediakan Laos bagi Vietchong ketika melawan Vietnam Selatan. Hagaimanapun, perkembangan penerbangan, khususnya para gerilyawan, tidak hanya makanan dan senjata tetapi juga fasilitas bagi

pemindahan mereka yang terluka dan penyediaan tempat-tempat bagi calon tentara dari sumber yang jauh dari daerah yang berdekatan dengan daerah gerilya tersebut. Pada dua tahun terakhir Perang Duni,a II, para pendukung Tito memelihara semua maksud dan tujuan pada suatu pangkalan di Hari, Italia. Di tempat itu mereka yang terluka diterbangkan dari Yugoslavia dan dari teynpat itu dikirim misi yang m~nsuplai perlengkapan dan senjata dimana pada akhir fase perang melawan Jerman, ikut pula dikirim tank-tank, truk, d~ artileri berat. Menjelang akhir perang itu, kesatuan Angkatan Udara Halkan (dioperasikan oleh Inggris) mendrop sepesa~t penuh barang-barang persediaan bagi tentara pendukung Tito, setiap malam. Dengan senjata ini Tito dapat mengorganisir pasukannya sepanjang garis konvensional, pada akhir perang, lalu menghadapi Jerman dalam pertempuran terbuka dan sesudah itu, menyatakan bahwa pasukan-pasukan pribuminya sendirilah yang telah membebaskan Yugoslavia bukan tentara-tentara Soviet. Meski sebelum perang berakhir, bagaimanapun Tito dan kawan-kawannya cenderung untuk meminimalkan banyaknya bantuan~ yang diterima dari barat, dalam pernyataan-pernyataan mereka dihadapkan umum. lhtuk merayakan jatuhnya BeogracJ ke tangan mereka, pacta suatu pesta dimana penulis hadir, salah satu pemberi bantuan pada Tito menawarkan to~;s pada orang Uni Soviet yang "telah menyediakan sanapan-senapan bagi terbentuknya pa~sukan pendukung Yugoslavia". Pada saat itu sebagian besar senapan yang dipakai para pendukung, dibuat di Amerika atau direbut dari Italia dan Jerman yang menjadi musuh mereka. Selama PD II, Uni Soviet tidak diperlengkapi untuk memberikan bantuan dari jauh, di seberang perba~tasan Rusia pada pasukan pendukung Tito. Tentara Merah juga tidak mengembangkan ketrampilan teknis yang dapat digunakan dalam operasi-operasi semacam itu. Hagaimanapun ada bukti yang dapmt diipertimbangkan bahwa kelemahan-kelemahan ini telah dapat diatasi secara luas karena adanya suplai y~g kemungkinan berasal dari pasukan komunis yang dipimpin oleh Pathet Lao. 5ampa;i sekarang, pemimpin-pemimpin Kremlin m~njauhkan diri dari pemberian bantuan bagi "perang-perang pembeba;sar," di negara-negara yang berb~.tasan dengan Soviet atau negara-negara yang dapat dicapai dari pemerintahan Komunis. Bagaimanapun hal itu akan merupakan ketololan untuk mengasumsikan bahwa, menyediakan faktor-faktor yang lain itu lebih dapat diterima, Kepemimpinan Komunis akan tergesa-gesa untuk menghasut dan m~nyediakan pangkalan 65 asing yang penting melalui udara bagi "pergerakan-pergerakan pembebasan" yang ada di tempat jauh seperti Afrika atau bahkan Amerika Utara. Secara teoritis suatu daerah pangkalan yang memadai dapat menghasilkan atau menyediakan suplai kebutuhah~n makanan, seragam dan perlengkapan, termasuk senjata-senjata yang tidak begitu canggih seperti senapan-senapan untuk melengkapi pasukan biasa guna memasuki fase ke tiga yang dikemukakan oleh Mao. Pada kenyataa~nya suatu pangkalan asing yang memama~sok perbekalan, saat ini hampir-hampir msnjadi penting keberadaanya sebelum pasukan gerilya dapat diubah menjadi tentara reguler yang cukup dipersenjatai dengan tanktank artileri berat dan peralatan komunikasi yang rumit, sebagaimana yang telah diuraikan di atas. Hahkan Mao, meskipun ia tidak mengakui fakta tersebut, menerima banyak perlengkapan berat hasil rampasan dari tentara-tentara Jepang pada akhir perang dengan tentara Soviet. Bantua~n luar negeri ini merupakan satu dari sekian permasalahan y~g tersulit dalam gerakan gerilya saat ini. Penerimaan persenjataan lusr negeri tidak hanya membongkar gerilya pada tuntutan menjadi boneka rejim luar negeri, pada kenyataannya membuka dirinya pada tekanan dari luar untuk kompromi terhadap tujuan asli politikn ya. Walaupun relatif senang dengan bantuan kep~a gerakan gerilya dapat

dibuat tertutup dan tanpa melanggar hukum kenetralan, kerugian uan9 dan materiil sendiri, belum lagi hilangnya kewibawaan dalam kegagalan yang terjadi membuatnya suatu investasi yang mengandun9 resiko. Dalam masa perang ketika wibawa tidak diabaikan, keputusan untuk kembali pada gerakan perlawanan sering ditetapkan hanya berdasa;rkan pertimbangan militer saja seperti yang telah kami uraikan m~ngenai Tito. Tapi hal ini juga menggambarkan, mengesampingkau~ militer juga sering berb~nturan dengan tuju~an politik jangka p~',j~-?g y~g ~a perang sedang diperjuangkan. ,Apakah Mikhailovitch telah menerima dukungan yang sama yan9 Pada ~;khirnya pergi ke Tito dan menggunakannya seperti yang dikerjakan Tito, gambara~n sekarang ini di Balkan bisa jadi dipertimbangkan lain dan menguntungkan banyak negara yang memberi dukungan kepada Tito di banyak waktu darurat ysng dialaminya. Pada masa damai keragaman motivasi untuk mendukung pemberontakan um~n sangat banyak tetapi sa~tu barangkali dapat menyatukan mereka dalam satu kepala yang membuat pemer'intah sahabat atau m~nempatkannya menjadi bukan sebuah pemerintah sahabat. Usaha Amerika berhasil di Ouatemala dan tidak berhasil di Teluk Habi jatuh ke katagori terakhir. Komunis memberontak di Jerman, Hirma, Malaya dan Vietnam dengan jelas jatuh ke kata~ori pertama. Perlawanan dengan kePer'cayaan umum Pe~rintah Uni HOviet bukan berarti telah mendukung sernua gerakan "Revolusi" melawan rejim " Kapitalis". Sebenarnya l~van penganut Komunis Stalin telah ada sejak kematiannya yang pa~a dasarnya dia menentang revolusi di mana-mana. Hal ini barangkali hal yan9 berlebihan. 5esusig~hnya dia muncul untuk menolong pemberontakan ur~.~m komunis "asalkan mereka tidak turut campur dengan kebijaksanaan asing jangka panj~;ng dan mereka sepenuhnya di bawah kontrolnys". bb F~volusi Spanyol menggambarkan sikapnya. Pada suatu saat setelah Perancis memberontak melawan rejim sogialis Spanyol, Stalin ragu untuk kembali kepada tujuan semula, takut bahwa hal itu dapat melibatkannya secara kongkrit dengar~ kekuatan Eropa barat yang dia pada waktu itu hampir tidak mampu. Tetapi kemudian dia merubah pikiran dan memerintahkan semua warga yang setia mengeluarkan dukungan. Pada waktu yang sama dis perintahkan kebijaksanaan politiknya untuk meyakinkan bahwa kepemimpinan warga yang setia sama sekali di bawah kontrolnya dan yang menentang dia itu dihancurkan dengan cepat. Tapi seperti halnya Milovan Djilas telah keluar, Stalin selalu siap untuk meninggalkan revolusi yang sedang dalam kesukaran dan memerlukan pertolongan ketika mereka tergelincir dari pegangannya. Dengan teliti apakah yang mereka kerjakan ketika wa;rga Spanyol ysng setia ragu-ragu. Sikap Stalin sehubungan dengan Mao Tse tung saat kritis dan'kejadian pada tahap awal sehubungan dengan Tito msnunjukkan sesuatu tetapi semua keluar dukungan. Djilas pada opini bahwa "kejadian hari ini tidak ada perubahan penting dalam hal kebijakan pe~nerintah Soviet (Khruschev)". Kami telah siap menyelidiki bagaimana Kremlin mencoba untuk meyakinkannya bahwa pemberontakan umum komunis di bawah kontrolnya dengan hati-hati disekolah agen. Persoalan bagi pe~nerintahan non kcxnunis lebih sulit selama mereka tidak mencoba untuk menyeleksi, kereta api dan kapal seorang agen sebagai kepala pemberontakan umum. Jawaban untuk mereka adalah apakah jika mereka mendukung pemimpin yang diberikan, mereka dapat mendesakkan pengaruh padanya dalam selang v~ktu yang panjang. Kenyataannya ketika ss.ratu gerakan memaksa tentara dan perlengkapan, hal ini biasanya dapat dipaksakan untuk mangikuti nasehat orang-orang yang dipersiapkan untuk mendukungnya. Tapi sekali sasaran dijalankan untuk kemenangan, akankah ini tetap tunduk/ mengalah ? Apakah kepemimpinan itu kasar atau Iicin ? Apakah sesuatu yang ideal, mengesankan tetapi baik hati ? Jika demikian apakah itu sesuatu kecakapan yang menjadi beriaku karena nasehat

yang bijaksana dan perintah orang yang cakap ? Jika licin, apakah itu sesuatu ysng tulus untuk mengarahkannya bekerja ? Jika itu secara terbuka komunis dapat dihentikan, seperti beberapa hal mengenai Tito, dari itu loyalitas Moskow memberi tepat pada wsktunya dan kesenangas~ di dalam waktu kesengsaraan ? Jika itu dialami anti komunis, apakah aman terhadap penyusupan dan subversif. Jawaban yang tepat tentang gerakan gerilya bahkan lebih sulit memperoleh daripada kebanyakan yang tak jelas kecuali sebuah gerakan yang kurang agresif. Apakah itu Mao Tsetung bersembunyi di pedalaman Cina~ atau Tito di sebuah gua di Hosnia, atau Mikhailovitch di hutan bagian selatan Serbia yang sangat alami dari urusan mereka membuat mereka sesuatu kecuali dapat dica · pai. Suatu saat ketika penyelidik dimasukkan ke kamp-kapm mereka, keraha' siaan operasioperasi membuatnya menjadi relatif simpel untuk mencegsh kecurigaan orang asing dari pemeriksaan sangat tertutup. Selanjutnya, 67 selama dia sebagai tamu di kamp, dia di dalam kemurahan hati ms~reka. Dia berhutang budi pada mereka terhadap keamanannya, kesenangannya dan di dalam analisis terdahulu, untuk keamanan mengembalikannya pada basisnya. Dalam keadaan itu secara obyektif akan menjadi ketegangan yang ssngat. Tidak mengherankan bahwa Mao Tse tung begitu sering dig~rnbarkan sebagai pembaru pertanian, Tito sebagai seorang yang dapat menghentikan kepakan sayap nasionalis Yugoslav progresif dari cintanya ke Moskow atau Castro dan p~ngikutnya sebagai pembaharu demokratis idealis. Woodhouse, yang mengklasifikasi pemimpin-pemimpin gerilya gai kusut atau Iicin m~nggambarkan perwira-perwira penghubung Inggris mengirimkan gerakan perlawanan di Eropa baik amatir maupun profesional. 'Gembira, pergi dan berhasil dengan baik dan mengadu untung pada satu tangan dan ser-ius, pengaladna~n orang-orang secara politik, dengan hati-hati dididik dengan teknik peperangan tentara liar yang lain. Orang-orang Amerika mengirimkan dengan OSS dalam misi yang serupa yang secara kasar pada kategori yang sama:~para perwira direkrut dari kehidupan orang-orang sipil yang mencoba arah yang berbahaya dan romantis yang mana mereka sering mempunyai sedikit kelompok tetapi memiliki keberanian, dan sedikit orang terlatih secara politis yang memiliki banyak latar belakang bahasa dan seluk beluk politik Eropa dan yang telah memperoleh sebuah pengetahuan tentang teknik operasi gerilya sering dari seluruh Inggris. Bagaimanapun, antara staf-staf hubungan Amerika adalah kategori ke tiga. dari satu atau dua generasi Amerika yang keluarganya telah pindah dari daerah gerilya dan memiliki pengetahuan yang tak ternilai dari bahasabahasa daerah, adat istiadat dan sejarah. Kategori ini memiliki satu kekuranga~n . mereka hampir pasti memperkenalkan diri mereka dengan lingkungan pergaula~ yang keluarga mereka semula datang dengan semua prasangka, reaksi emosional, kecemburuan dan persaingan sebaik dari sudut politik orang tua mereka. Heberapa datang dari keturunan petani kolot, kuat, yang lain dari kelompok radikal, kadangkala komunis intelektual dan yang lain lagi dari kelompok pedagang moderat. Sebagian kecil mere~ka yang masih tetap menguasai pengetahuan bahasa. asli mereka telah cukup digabungkan menjadi orang Amerika dapat m~ngamati dan melaporkan hal-hal pokok yang obyektif untuk mmutuskan satu kebijakan dalam hal persoalan mendukung kelompokkelompok perlawanan. Tetapi rintangan yang paling besar pada semua kategori adalah kurangnya pengalaman politik atau ideologi yang memisahkan bermacam-macam gerakan perlawanan. Sebagian kecil terjadi secara emosional metode konspirasi yang sesuai dari persaingan sekolah mereka di dalam organisasi partai komunis di Uni 5ovyat.

Lebih dulu punya personil yang tidak terlatih adalah suatu yang serius, kadang fatal, rintangan di dalam kebanyakan pengalam:n perjuangan di Eropa atau China, itu tidak bagitu penting di lain ds~rah dimana batas-batas ditarik dengan kriteria sederhana dan seperti di Asia Tenggara, nuansanuansa politik derriokrasi melawan sistem diktator kurang berhasil. Di daerah ini setidak-tidaknya pada fase perang populasi memisahkan diri pada anti, pro atau netral visawis bangsa Jepang. Hanya setelah per-ang perbedaan ideologi yang lebih baik dalam keberagaman gerakan gerilya tampak ke permukaan. Walaupun kekursngan personil yang cukup terlatih ini dapat diperbaiki dan dengan sungguhsungguh di negara non Komunis adalah hal yang harus ditangguhkan sampai kami uji kepelikan masalah itu dan teknik gerakan gerilya modern yang memb~dakannya dari perang konvensional. 69

VII ISOLASI

Mayor John bukan tipe laki-laki yang menganggap tugasnya di desa kamp~g Jalong di hutan Malaysia sebagai sebuah tantangan. Sebagai seorang anggota pasukan Infanteri Australia, sangat tepat untuk ini, dan ketika atasannya mem,ilihnya untuk tugas tersebut mereka harus menguasai diplomasi, dan supaya bergaul secara baik dengan penduduk. Desa tersebut sama sekali, tidak menarik, mempunyai rumah-rumah, kampkamp gelap baru yang dibangun berjajar dikelilingi penghalang tinggi dipinggiran kawasan buruh perdagangan di sungai 5iput Malaysia Tengah. Bangunan rumah-rumah kira-kira sebanyak ~00 buah terdiri dari orang-orang China Malaysia. dan India dimana sebelumnya mereka tinggal tersebar di sekitar sebuah kamp pengungsi. Seperti enam atau tujuh ratus ribu penghuni hutan ya~g lain, mereka dikumpulkan dari tempat huniannya dan dari gubug-gubug penghuni liar di hutan dalam suatu razia di siang hari oleh tentara Inggris dan Australia dan dibawa dengan tank ke Iingkungan yang baru dimana mereka diberi bahan-bahan untuk mendirikan rumah yang baru.

Pagar kawat berduri yang tinggi mengeliling tempat tersebut; ha,nya ada dua gerbang untuk masuk, satu gerbang dibuka lewat kota tua melalui sungai, yang lain dibuka lewat perkebunan karet di sebelah barat. Kedua pintu masuk dan pagarnya selau dijaga oleh tentara dan pager dess, "Untuk menjaga penduduk desa tersebut" kata yang berwenang. Tetapi penduduk desa tersebut sudah tahu. Kenyataannya dengan adanya pagar, mereka terputus hubungan dari temanteman dan sanak saudara / famili anggota gerilyawnn komunis yang ada di sekitar pemukiman dan perkebunan dima;na kebanyakan mereka dipekerjskan. Meskipun tentara (pemerintah) Inggris dan pemerintah Malaysia menyebut gerilyawan perampok, tetapi kebanyakan pengghuni kamp m~nganggap sebagai pahlawan. Selama perang dunia II, ketika Jepang menyerbu semenanjung Malaysia, mereka mengambil alih hutan tempat partai Komunis ctiorganisir dan dilatih. Polisi Amerika da~ Inggris bersamasama bertempur melawan tentara Jepang, dan selama masa singkat setelah diserahka~ pada Jepang, mereka menikmati dengan adanya penguasa tunggai sebagai yang mempunyai wewenang di hutan tersebut. Bagaimana ketika pasukan Inggris tiba untuk berkuasa kembali setelah penyerahan Jepang, gerilyawan mengambil alih dan memaksa Jepang untuk menyerahkan senjatanya. Kebanyakan gerilyawan adalah pendatang China yang datang untuk bekerja pada tambang timah d~ perkebunan karet sebelum per,ang. Selama perang ketika sebagian besar ta~nbang ditutup imigran membangun rumah mereks di daerah pinggiran hutan, tempat yang disisakan untuk penghuni liar. Pada tahun 1948, ketika Kremlin me~nerintahkan antek-anteknya di bawah .kolonial untuk m~r~u:lai perang kemerdekaan mereka, mereka mulai mengambil kayu untuk melanjutkan perjuangan melawan Inggris. 7 ~:> t-~tan yang lebat memberikaa~ tempat yang aman untuk pertahanan bagi gerilyawan. Inggris dan Amer-ika selama perang melawan Jepang memberi mereka senjata yang mereka sembunyikan ketika Inggris kembali. Menyerang pos polisi dan barak yang m~nghasilkan amunisi yang mereka butuhkan. Tetapi ada satu hal, makanan, mereka mudah diserang. Mao Tse-Tung mengajarkan bahwa bergerilya di daerah pedesaan mengandalkan makanan dari kaum tani. MasaIaMya hutan bukan merupakan daerah pedesaan sehingga untuk menghasilkan makanan harus menanami ladang. Lagipula yang dihasilkan sedikit tidak pernah menghasilksn lebih dari cukup untuk keluarga mereka. Untuk mengatasi kekurangan tersebut para gerilyawan bergantung (menggantungkan diri) pada pendukung-pendukung mereka yang ada di kota-kota dan di desa-desa untuk mengumpulkan makanan dan dikirimkan ke hutan. Penduduk ini diorganisir oleh partai komunis, seperti diketahui Mien Yuen m~ngandalkan sumbangan sukarela dari mereka yang berupa makanan, tetapi keadaan semakin sulit. Secara berangsur-angsur teror menjadi metode utama untuk m~ngumpulkan makanan. Penduduk yang tidak dapat memberikan jatah makanan kepada mereka, disiksa, rumaMya dibakar, anak-anak mereka diculik untuk dijadikan gerilyawan. Karena sulitnya memperoleh kwantitas makanan yang cukup secara tetap, para gerilyav~n menghentikan membesarnya unit yang mereka bentuk dengan sangat ambisius, dari daerah kecil atau peloton diperluas meny~ba:r hingga pinggiran hutan. Pe~r~ecahan ini bertujuan untuk mencegah mereka dari pemusatan kekuatan yang cukup besar untuk memperkuat operasi, penyergapan atau penyerangan lain yang perlu untuk me~nbuat musuh Ielah terlebih dulu untuk masuk pada fase kedua perang gerilya seperti diaj arkan Mao. Hasilnya, kegiatan terpenting dari gerilyawan Malaysia adalah se~;tamata teroris. Namun demikian kegiatan mereka cukup mengacaukan perekonomian Malaysia selama beberapa tahun. Pengelola perkebunan dan tambang dibu~uh dan para pekerjanya diteror supaya

meninggalkan pekerjaannya. Polisi dan politisi Malaysia bekerjasama dengan Inggris juga mengancam dengan pembunuhan, pembakaran rumah dan penculikan. Tentara Inggris telah belajar seni perang hutan sela~na perang melawan Jepang. Mereka paham hanya dengan bertempur melawan gerilyawan di hutan untuk mempelajari taktik ri~ereka dan secara terus-menerus merazia kamp mereka yang berada dalam unit kecil yang berpindah-pindah untuk dibubarkan. Tetapi ketika kamp besar dihentikan dan gerilyawan dipecah dalam kelompok kecil masing-masing terdiri dari 8 atau 1~ orang, taktik ini juga` gagal. Meskipun beberapa helikopter dan teknik udara digunakan, Inggris gagal mendaratkan pasukannya di hutan untuk menangkap gerombolan-gerombolan kecil. 5etelah beberapa tahun tanpa memperoleh hasil, Inggris memutuskan strategi ysng digunakan untuk menyerang gerilyawan adalah pada sasaran yang vital yaitu pada suplai makanan dari desa dan kota-kota di sekitar hutan. .Maksudnya adalah mengisolasi mereka baik secara psykologi maupun secara fisik dari hubungan dengan populasinya (masyarakat). '71. Sejak Inggris kembali ke Malaysia, mereka mencoba menggunakan kebijakan yang fleksibel daa lunak dimana perubahan sosial menjadi lebih efetif dan kekerasan hanya digunakan ketika kekerasan memang tidak dapat dihindarkan. Sebagai contoh mereka mengakui hak-hak buruh untuk berorganisasi sekalipun organisasi mereka di bawah kandali komunis dan mereka mengambil tindakan terhadap organisasi hanya ketika partai melakukan tindakan kekerasan. Lagipula, mereka penuh prhatian terhadap keluhan-keluhan pekerja Malaysia, India dan China dan akhirnya dengan berat hati mempercepat proses pemberian bantuan pemerintah, dengan demikian mengungguli p~nduduk asli Malaysia. Tetapi penghuni liar China selalu mencurigai pemerintah dalam berbagai bentuk, kurang setuju dan masih ada rasa setia terhadap saudaranya yang di hutan. Hanya dengan isolasi fisik dapat memutuskan jalur dari desa atau penduduk liar di sekeliling kamp. Dengan demikian dimulailah pro~s razia pada dinihari untuk m~ngumpulkan penduduk, keluarga dan massa ya~ng keras kepala untuk dibawa ke kamp militer seperti Kampung Jalong tempat mereka akan dijaga sepanjang siang dan malam oleh pasukan Inggris dan Polisi Malaysia. Tak ada gunanya untuk diceritakan, de~a kamp ini bukan satu-satunya yang terkenal dan tidak sedikit yang membujuk mereka bahwa p~njaga-penjaga adalah teman mereka sed~g gerilyawan adalah musuh mereka. Lagipula haunpir tidak mungkin menggunakan fisik, pagar dan gerbang yang ada di pemukiman tertutup rapat-rapat. Tujuan jangka panjang operasi anti gerilya sdalah memulihkan pemerintahan dan menormalkan kehidupan ekonomi. Tambang dan perkebunaan akan dioperasikan dan para pekerja diijinkan keluar dari desanya untuk bekerja. Hal ini relatif sederhana (mudah) untuk psra p~nduduk yang me~nbangkang untuk menyembunyikan sebungkus kentang di dibalik ba,ju mereka saat mereka pergi bekerja dan menyembunyikannya digudang yang kering ~atau menimbunnya di pinggiran hutan ternpat para gerilyawan dapat mengirim utusan untuk mengambilnya kemudian. Untuk menggatasi hal ini, fa5ilitas dapur umum dibayar di kamp tempat untuk penduduk makan, sehingga makanan dapat disatukan dan dijaga. Para pekerja datang ke perkebunan tidak diperbolehkan membawa makanan untuk makan siang. Razia rutin pada gubug-gubug mereka mengecilkan hati rr~reka untuk melakukan penimbunan makanan untuk dibawa keladang. Obat-obatan dijatah setiap hari, setiap keluarga memtxrtuhkannya. Tetapi usaha-usaha tersebut dibayar mahal dengan tenaga kerja dan bukan penyelesaian yang tetap. Lagi pula tindakan kekerasaaa tidak dapat mencegah para penduduk untuk membantu gerombolan dan barang-barsng penting lainnya untuk kelangsungan hidup mereka - inteligen. 5etiap gerak pasukan, setiap patroli, setiap penyerangan dengan hati-hati dismati oleh simpatisan di desa dan dengan cepat dilaporkan pada para gerilya~van.

Inggris segera merealisasikan isolasi terhadap para gerilyawan secara efektif, langkah-Iangkah taktis lebih panting daripada hanya sekedar isolasi 7~ fisik belaka. Hagaimanapun juga dengan menggabungkan p~ndidikan dan kekerasan untuk membujuk penduduk bahwa mendukung gerilyawan hanya aka~ sia-sia dan bekerja sama dengan pemerintah Iebih menguntungkan. Tindakan kekerasan sudah cukup. Desa-desa yang terkenal dengan bantuan mereka bagi pemberontak diblacklist dan dihukum dengan hukuman jam malam yang kaku dan tidak mendapatkan ransum. Sebaliknya desa-desa yang dapat diajak kerja sama akan msndapat daftar putih, diberi kebebasan banyak untuk bergerak dan mendapat cukup makanan dan kebutuhan. Pendidikan adalah suatu tugas yang sulit dilaksanakan. Masalahnya adalah bahwa orangorang emigran Cina yang membentuk sebagian besar dukungan kepada para pengacau, oleh tradisi, memusuhi peraturan pemerintah. Mereka hanya tahu petugas pemungut pajak dan polisi. Loyalitas yang mereka punyai adalah untuk tempat tinggal dan keluarga, banyak dari mereka yang mampunyai. anggota keluarga tidak berada di hutan. Jika mereka bergabung dengan or9anisasi apapun, haI itu untuk melindungi kepantingan keluarga mereka, bukan untuk bekerja sama dengan p~merintah. Ide untuk suatu masyarakat, pemerintahan atau perlindungan sendiri seluruhnya bertentangan dengan mereka. Ini adalah situasi ketika mayor John dan batalyon infanterinya diperintahkan dari Australia untuk melaksanakan tugas pendudukan di Malaysia. Ketika dia menerima perintah itir, langkah pertama John adalah menelegram pemerintah Inggris di Malaysia agar para instruktur menjelaskan situasi tempat itu kepada dia, orang-orang dan tentaranya. Dalam perjalanar~ pasukan tentara itu dengan kapal ke utara, tentara-tentaranya m~ndapat briefing ysng intensif mengenai masa:lah yang akan mereka hadapi. Mereka bukan hanya dilatih tentang taktik dalam gerilya dan kontra pemberontakan tetapi mereka juga diberi tahu tentang latar belakang, adat istiadat, tradisi dan pantanganpantangan rakyat yang telah mereka sepakati orang Malaysia, Cina dan India. Ketika John datang ke kampung Jalong yang terkenal pro komunis dan masuk dalam "daftar hitam" utama. Dalam perjalanan itu ada 4 orang yang terdiri dari pegawai sipil orang Malaysia setempat, kepala kepolisian setempat, seorang pegawai informasi politik dan John sendiri. Sistem tim ini diatur oT~h jenderal Templer yang pernah disewa dari Tnggris ketika ada masalah yang paling gawat tentang penjahat, hal ini dalam pandangan John merupakan sumbangan terbesar yang sangat berharga untuk pelaksanaan d~n9an sukses program pengamanan. 5alah satu dari tujuan pertama John adalah untuk menunjukkan kepada penduduk desa itu bahwa pasukannya bukanlah penjajah yang dimusuhi tetapi adalah pelindung yang cenderung baik. Dengan bijaksana dia m~rx.i:lai kampanye untuk popularitasnya melalui anak-anak. Segera sesudah anak-anak dapat dipengaruhi dia ganti mengambil hati orang tua r~reka. Untuk kehati-hatian dalam menyalurkan semua anjuran dan perintah-perintahnya maka melewati . pegawai jawatan sipil setempat dia menghindari adanya orang-orang administrasi kolonial. Tidak pernah sekalipun dalam stay-nya dia m~ngeluarkan suatu perintah langsung mengenai pemakaian rencana keamanan internal. Hal ini dia 1 lakukan melalui kepala kepolisian setempat. Tetapi mengambil hati penduduk-penduduk desa itu merupakan pekerjaan yang lambat. Setiap orang msmusuhi dan bersikap tidak mau bekerja sama ketika pertama kali dia datang. Ba:hkan guru sekolah setempat yang berintelektuai tinggi, San Hin, seorang pendidik yang

dapat mengerti kepentingan masyarakat itupun, kelihatan berbeda dalam melihat usaha kerahtamahan JoM. Tetapi dari sisi militer aktivitas JoM ini kurang dipercayai pada harapan baik setempat. Dia membangun jalan yang baik sekeliling batas daerah perkebunan dan mendirikan pos di luar sehingga patroli bermotor dapat menjangkau beberapa tempat di batas itu dalam beberapa menit. Setiap hari dia melaksanakan patroli ke dalam hutan, selalu ke tempat yang berbedabeda, selalu dengan kerahasiaan yang sangat ketat sehingga penduduk-panciuduk desa dan para penjahat tidak dapat menyelidiki/mengetahui dimana unit-unitnya mungkin sedang berpatroli. Setiap hari patroli dengan hati-hati memeriksa lumbung-lumbung dan tempattempat persembunyian lain di perkebunan, dimana makan untuk para gerilyawan mungkin disembunyikan. 5atu dari serangkaian penyelidikan akhirnya memberikan pemecahan masalah pendidikan pada guru-guru sekolah San Bin. Dalam suatu pengeringan lumbung tempat karet mentah disimpan, satu dari serdadu JoM menemukan kotak~ berisi kentang yang ternyata disembunyikan untuk para gerilyawan. Malam itu juga Mayor JoM mengatur sebuah penyergapan. Heruntung saat itu ter-ang bulan. Seorang tentara dan empat orang lainnya yang berada di pos sekitar lumbung itu sehingga mereka dapat mengamati satu jembatan kecil utama untuk menyeberangi anak sungai yang sulit dilalui yang berada di hutan. Dalam teknik-teknik penyergapan yang terlatih dengan baik, tentara-tentara itu menunggu secara diam-diam dalam kegelapan sampai enam sosok muncul dari semak-semak lebat di kejauhan pada jembatan yang sempit itu: Lima orang dari mereka mendekati jembatan dangan ber-jala,n secara beriringan. Orang yang satunya bersembunyi jauh ditepian sungai. Kelima orang tersebut hampir menyeberang ketika mereka menjadi tergesa-gesa; menuju lumbung itu. Seketika itu juga seorang tentara Australia memberi abaaba untuk menembak. Empat penjahat tewas seketika. Yang satunya entah bagaimana caranya hingga sampai disekitar lumbung dan menghilang tetapi telah terluka sebelumya. Ketika 4 mayat itu dibawa ke desa, mayat-mayat itu dengan segera diidentifikasi melalui sanak famili mer-eka. Pagi harinya mayor JoM mengadakan pencarian terhadap orang kelima dan dia ditemukan tidak jauh di hutan, dia hidup tetapi mengalami luka yang serius di lehernya. Heorang wanita kemudian berusa;ha untuk membalut iuka tersebut. Dengan disembunyikan secara hati-hati dalam truk yang tertutup, tawanan yang terluka dan wanita tadi dibawa oleh patroli menghadap mayor JoM. JoM tidak terlalu terkejut ketika mengetahui mereka tidak dengan seorangpun dari guru-guru sekolah, San Hin, ~dan istrinya. Dengan bijaksana mengatasi godaan untuk mengumumkan kepada khalayak bahwa San Bin telah tertangkap basah bersama-sama dengan para y4 penjahat itu, dia JoM mengirimkan dia secara rahasia ke sebuah sekolah rehalitasi jalan melalui militer Inggris. Selama tiga bulan San 8in dirawat sampai luka~-lukanya sembuh. Setiap waktu dia diberi pengajaran intensif. Dalam waktu tidak terlalu lama Saia 8in menjadi seorang anti komunis yang meyakink~. Setelah kembali ke desa, keberadaanya tidak jelas. Ban Bin adalah salah satu orang pertsma yang berbalik memberikan informasi dari gerilyawan kepada pasukan. Becara berangsur-angsur pula, dia membujuk teman-teman sedesanya tidak lagi m~ndukung para penjahat yang sia-sia. Sebelum psngangkatan Mayor JoM di kampung Jalong berakhir, daftar hitam desa itu 5ebagai pendukung kejahatan telah dijabut dan berubah menjadi daftar putih. Jam malamnya ditingkatkan, pemberian rangsum makana~u'iya terh~nti. Sepanjang mayor JoM tahu desa itu masih dalam daftar putih.

Dalam beberapa hal, strategi dalam mengatasi kontra pemberontakan di Malaysia berbsda dengan operasi Magsaysay dalam mengaatasi gerilyawan. 5ebagai psngganti hila~gnya, diciptakan sua~tu yang baru - yang memaksa para petani yang enggan meninggalkan rumatrrumah dan tanah mereka dan m~njadi kelompok yang masuk ke dalam kamp penahanan tentara. Keadaan merugikan ini diatasi sebagian dengan mengurangi pengaruh keadsan sekitar, sebagian lagi dengan kampanye civic actiao yang penuh semangat dan dengan indoktrinasi. Orang-orang cina penghuni tanah liar, yang telah terpengaruh strategi utama, tidak memberikan tanah-tanah mereka untuk keturunan mereka. Hanyak yang mengambil alih tanah-tanah itu sela~na perang beberapa tahun ketika persediaan makanan berada dalam kekuasaan orang-orang Jepang jarang terdapat di kota-kota dan ketika bekerja di perkebuna~ dan di per,ambangan yang secara drastis telah dibatasi. Cinta mereka pada tanah itu kur~g pertimbangan dari satu kemungkinan di dslam masyarakat pedesaan Iain, meskipun hal itu dibutuhkan penggunaan dukungan pertimbangan tipu muslihat melalui kekuatan/pasukan untuk menggulung mereka. Yang ke~dua sebagaimana Sir Gerald Templer seorang komisaris tinggi berkali-kali tekankan dalam laoran tahunannya, strategi itu tidak bermaksud memaksa penekanan untuk berpindah tempat tinggal secara paksa tetapi usaha mayor itu dibuat untuuk memer~angkan atas "hati dan pikiran rakyat Malaysia". Langkah pertamanya adalah untuk rneminta pemerintahan Inggris agar secara pasti mau mengakui kemerdekaan orang-orang Malaysia - ini salah satu sebab orang-orang komunis secara efektif memanfaatkannya dengan mempersatukan rakyat melawan rejimnya. Kemudian pengaruh orang-orang komunis sebagian besar menekan masyarakat Cina terutama sekali dengan m~ndatangi orang-orang Cina penghu~i tanah liar. Segera setelah para penghuni tanah liar itu dikirim ke desa baru mereka, tim yang terdiri dari orang-orang Mayor JoM berjumlah empat orang berangkat untuk menghilangkan simpati-simpati mereka dari saudarasaudaranya di hutan. ' Seruan Templer pertama adalah untuk kebutuhan materi mereka. Desa baru itu tidak hanya dekat dengan tempat untuk bekerja di perkebunan tetapi '7 ~ perencanaan, bangunan dan perbekalan yang lebih baik dengan fasilitasfasilitas kemasyarakatan yang lebih daripada keadaan rumah tangga mereka yang menyedihkan di pinggir hutan dahulu. Pada saat perumahan masyarakat, tempat bermain dan sekolah-sekolah sedang dibangun untuk mengambil hati anak-anak, orang-orang dewass di situ secara terus menerus didorong untuk merasa bertanggung jawab bukan hanya atas rumah tangga pribadi mereka tetapi atas seluruh desa itu. Penjaga keamanan dalam unit-unit diorganisasi dan juga tentornya - dipikirkan pertama kali dengan pertimbangan keragu-raguan. Selain itu, pada saat pasukan Inggris menjadi biasa menangkapi para penghuni liar, pegawai jawatan sipil Malysia setempat terpelopori, pada akhirnya seolah-olah nyata adanya bukti program civic action dan jadi memperoleh kebanggaan untuk kemajuan apapun yang dicapai. Tanpa mengabaikan teknik propaganda yang dilakukan tim Templer, ketika mereka mempunyai peralatan yang baik seperti loudspeaker, percetakan pers dan laboratorium foto, mereka segera mengetahui bahwa perlengkapan itu tidak b~yak berguna kecuali kalau mereka baik dalam memaanfaatkannya. Ketika mayor John bersedia untuk memfoto seorang gerilyawan kurus yang tertangkap di hutan dan beberapa minggu kemudian menjajarkannya denga~n gerilyawan yang sama' tetapi gemuk dan berbahagia telah tinggal di pusat rehabilitasi, dua foto itu dikirimkan ke dalam hutan seluas mungkin. Tetapi ketika London diminta mempelajari naskah/tulisan atau pamflet-pamflet mengenai kebaikankebaikan relatif

dari demokragi dan komunisme, mereka dengan cepat msnemukan jalan mereka menuju keranjang sampah Mayor. Meskipun demikian, mendidik kembali pemukin-pemukim liar Cina merupakan proses yang lambat. Pada awalnya kebaanyakan penduduk desa baru itu menolak mentah-mentah melakukan apa, saja yang berhubungan dengan administrasi m~syarakat dan bahkan dalam berpartisipasi untuk pertsh~an diri. Tetapi sedikit demi sedikit kecurigaan mereka menjadi berkurang dan dengan perlahan mereka mulai mau untuk bekerja sama dalam proyek-proyek k~nasyarakatan. Pada akhirnya, praktis semua penduduk desa menjadi penjaga keamanan orang-or-a;ng desa sendiri sehingga polisi dan pasukan tempur dapat secara leluasa mengejar para gerilyawan melewati hutan. Akhirnya strategi orang-orang Inggris ini bukan hanya mengalahkan tawaran kekuatan Nbskow di Malaysia tetapi juga menghasilkan suatu pola hidup masyarakat yang lebih stabil, Iebih terpadu, dan lebih siap dalam mempertahankan diri ketika terjadi keadaan darurat. Karena keberhasilan-keberhasilan ini, operasi isolasi orang-orang Inggris di Malaysia telah menjadi model strategi dalam kontra pemberontakan terutama sekali untuk tangguung jawab dalam hubungan dengan gerilyawan komunis di Vietnam selatan. Oleh karena itu, ini mungkin sangat berguna uuntuk menganalisa balance shc~et Malaysia sedikit lebih dekat. Gambaran pertama tentang satu penyerangan yang di dalamnya tidak tx~yak gerilyawan atau para pengacau terlibat. Diperkirakan pada aktivitas puncaknya kekuatan gerilyawan komunis kurang lebih hanya terdiri dari lima ribu orang tentara dan lima ratus wanita. (Prkiraan ini dilihat dari Viet~tam sekarang yang me~mpun,yai tentara gerilyawan mandekati 30000 orang). Untuk melawan mereka orangorang Inggris sanggup menyebarkan 40000 orang pasukan reguler, 25000 di antaranya orangorang Inggris, serta kur~g lebih 100000 polisi reguler dan pembantu baik dari orang-orang setempat maupun orangorang Inggris yang masuk ke Scotlandia. Jadi ada perba~dingan antara jumlah gerilyawan dengan pa,s~,~,kan penumpa~nya kira-kira i : 25. Kerugian dalam politik dan ekonomi Inggris pun membesar, pada awalawal kesulitan ini, Laadon tidak mempunyai maksud untuk mengorbankan kekayaan dan koloni makmurnya di Malaysia yang m~nghasilkan banyak timah dan karet dunia. Tetapi sebelum keadaan darurat berakhir harus sudah ada pengakuan terhactap mereka tentang kemerdekaan secara keseluruhan. ~bagai hasilnya, ekonomi Inggris mendapatkan terlebih dahulu sebagian besar penghasilan kekayaa~ yang berasal dari pertambangan timah dan perkebunan karet Mala.ysia. Yang ketiga meskipun pengorbanan-pengo,-ban~, ini ditc~rima oleh Inggris Iebih dari 10 tahun untuk menghancurkan belenggu pemberontakan. Kenyataannya pada tahun 1958, 10 tahun setelah Moskow melancarkan perang kebebasannya gerombolan gerilyawan masih berkeliaran di hutan. Untuk meyakinkan orang-orang Inggris mengadakan perlawanan terhadap para gerilyawan di daerah yang secara ideal cocok untuk pertempuran liar , tetapi orang-orang komunis Malaysia bertempur dalam rintangan ya~ag heba;t, Yang paling penting mungkin adalah tidak adanya basis dukungan luar negeri. Sumber-sumber inteligen Inggris menemuk~ sedikit fakta bahwa para gerilyawan menerima suplai yang besar dari Cina atau Uni Sovyet, bahka~ dalam bentuk uang. Para geriiyawan tidak mengadakan komunikasi darat langsung dengan daerah-daerah kontrol komunis dan di terusan-terusan yang biasanya berhasil dihalangi oleh angkatan Iaut dan udara Inggris. Tetapi seperti yang pernah kita catat rintangan terbesar mereka adalah wilayah-wilayah pedesaan di Malaysia, yang menurut klas-klas doktrin komunis seharusnya mereka menyediakan untuk gerilyawan suplai makanan, bukan produksi makanan yang tidak ada sama sekali. Dan orang-orang Aborigin yang tinggal di hutan-hutan bukannya petani tetapi mereka adalah orang-orang yang paling primitif, orang-orang liar tak berpandidikan yang tak

tahu sedikitpun konsep-konsep politik, propaganda orang-orang komunis dapat memanfaatkanya. Kendala selanjutnya adalah antagonisme antara ras utama Malaysia, India dan Cina yang telah lama ada sebeium perang mulai pecah dan yang mana orang-orang Inggris me~nanfaatkan untuk mengisolasi pergerakan komunis Cina yang paling berkuasa. Tanpa terkecuali semua rakyat Malaysia mengaspirasikan kemerdekaannya secara umum, sebagian besar rakyat mengalami keresahan dengan kontrol administrasi setelah kekacauan pertama menyusul menyerahnya Jepang. Ketika Kremlin memerintahkan partai ~-stuk memulai pemberontakan miiiter, pertambangan timah telah kembali diperbaiki untuk dioperasikan dan perkebunan karet sangat laku sehingga negara itu adalah negara bagian yang makmur. Orang-orang Inggris secara kebetulan adalah pewaris kesalahan besar l'~ dari orang-orang komunis sendiri. Dalam satu hal kesalahan terbesar adalah p~nggilan Kremlin terhadap psngikutnya di Malaysia untuk dipersenjatai dalam perjuanga~ yang kecil harapannya untuk berhasil. Pelaksanaan yang dangkal mengenai doktrin klas-klas gerilyawan komunis dapat ditunjukkan menurut pikiran bahwa, Malaysia merdeka di bawah kontrol orang-orang komunis secara teori adalah mungkin, analisa lebih dekat akan menunjukkan bahwa pemimpinpemimpin di Moskow rintangan-rintangan yang dihadapi sangat sedikit. Tanpa ragu-ragu, panggilan untuk mempersenjatai yang diberikan untuk seluruh partai di Asia Tenggara, Kremlim jauh lebih mementingkan untuk memperiemah seluruh kekuatan militer sekutu barat daripada pembebasan rekan-rekan kulit hitamnya. Meskipun usaha di Malaysia menderita ker-ugian dengan 6000 orang partai tewas dan kira-kira 3000 orang menyerah atau tertangkap, tidak rugi bagi Moskow kecuali kehilangan gengsi sa.ia. Di lsin pihak ada penjagaan 140000 orang pasukan dan polisi Inggris yang mungkin telah tersedia di daerah-daerah yang lebih genting di Eropa atau tempat lain yang baru ketika Uni Sovyet secara mendalam memperhatikan kelemahan militernya scndiri selama periode penemuan kembali segera mengikuti perang dunia kedua. Organisasi komunis di Malaysia juga mempunyai kendala yang berat yaitu adanya perselisihan di dalam jajarannya ssndiri. Sesaat sebelum masuk ke hutan p~mimpin perang mereka, Lai Teck, diketahui telah bekerja sama dengan orang-orang Jepang dan melarikan diri dengan membawa kabur uang partai. Dia dikeluarkan sebagaimana panggilan untuk menerima senjata partai dari Moskow. Lebih lar~jut, terlebih dulu partai sendiri dihitung kekayaannya karsna dominasinya dalam serikat buruh, yang mempunyai hak yang sangat menguntungkan sumber-sumber dana. Ora~ng-orang bawahan partai curiga bahwa pemimpinpemimpinnya hidup terlalu berlebih dibandingkan dengan pekerja-pekerja partai yang dibayar kur-ang daripada mereka yang mungkin mendapat bayaran dengan baik melalui ekonomi pribadi. Hal ini biasanya menyebabkan rasa kurang dan perasaan kurang senang di jajaran orang-orang partai yang Iebih rsndah. Akhirnya kesalahan terbesar pemimpin komt,u~is dalam menafsirkan kaidahkaidah Mao Tze Tung, yang telah kami sebutkan, memberi keuntungan kepada Inggris. Sistem suplai yang tidak memadai, ketidakmampuan para gerilyawan untuk berkembang dari terorisme menjadi operasi-operasi gerilya yang Iebih berskala besar, dan ketergantungan mereka terhadap orangorang minoritas Cina di Malaysia, secara baik dimanfaatkan oleh Inggris, hal ini merupakan faktor utama dalam kekalahan akhir mereka. Ketika semua faktor-fiaktor itu menghalang-halangi gerilyawan, hal itu dimanfaatkan secara psnuh oleh Inggris dalam kampanye isolasi yang merupakan inisiatif jendral Hriggs dan dilaksanakan dengan penuh semangat oleh Gerald Templer, para gerilyawan tidak diciptakan

maupun dihasut oleh orang-orang 'Inggris tetapi sudah menjadi sifatnya dalam situasi yang mereka hadapi. Oleh karena itu mereka harus diabaikan dalam penerapan strategi In 78 ggris untuk operasi-operasi kontra pemberontakan lain dalam situasi dimana mereka tidak perlu ada. Sebagai contoh hal itu akan menjadi suatu kesalahan kalau menganggap ba,hwa; strategi isolasi itu dalam desa-desa yang terjaga akan dapat diterapkan di Vietnam tanpa perubat~an yang mendasar sebagaimana yang mereka anggap strategi itu dapa;t berjalan di Malaysia. Sebagaimana akan kami catatkan dalam bab kesimpulan, strategi orang-orang Malaysia itu sebagai satu maksud untuk memaksa gerilyawan menyerah karena kelapa;ran hanya berakibat terbatas di daerah-daerah pegunungan, daerah-daerah yang jarang ditanami di Vietnam selatan dan tak satupun di dalam daerah pertanian yang kaya dari delta sungai Mekhong. Pelajaran dasar dari kampanye anti pemberontakan di Malaysia adalah ya~ng diberikan pc~merintah yang kuat, satu kekuatan gerilya dapat dikalahkan den9an menghabiskan tenaga Iawan jika terputus dari basis penyuplainya, dalam kasus Malaysia, dari kampung-kampung dan orang-orangnya melewa;ti pinggiran hutan. Tetapi isolasi ini tidak dapat diraih dengan hanya satu bentuk kekuat~. Tidak juga bisa dibatasi pada isolasi fisik. Tanpa memenangkan kerja sama pada unsur-unsur kunci dari sukarelawan itu di dalam ukuuran-ukuran militer populasi itu s~ndiri jarang menghentikan gerilya.

VIII. T E R O R

Kapal kecil itu belum terlalu jauh meninggalkan pelabuhan Rhodes ketika topan ganas menghantamnya. Selama beberapa hari kapal tersebut terombang-ambing dihajar badai laut tengah. Di bawah dek, meringkuk satu-satunya penumpang, mabuk laut dan menderita di kabinnya. Pelayaran seperti ini bukanlah seperti yang dibayangkan sebelumnya, namun begitu pengambilan resiko yang telah la~ma~ ia rencanakan dan persiapkan beberapa tahun yang lalu. Di anjungan, kapten kapal bertanya-tanya pada diri sendiri, siapakah gerangan penumpang misterius ini, sampai-sampai dia mendapat bayaran yang sangat bagus untuk tugas mengantar orang ini menyeberang ke pulau Cyprus. Sebelum mereka bertolak meninggalkan Rhodes, ia mendapatkan tentang penumpang ini . bah~ orangnya serius, tanpa humor dan pendiam, potongan tubuh kecil tapi jelas terlihat bahwa dia menganggap dirinya orang penting. Meskipun kapten kapal tidak mengenalnya namun gambaran yang didapatnya tentang George Grivas serupa dengan orang-orang yang telah mengenalnya sejak Grivas memasuki akademi

militer di. Athena tahun 1916. Sehubungan dengan itu, selama berlangsung perang Turki Yunani, rekan-rekan Grivas sendiri menganggapnya sebagai orang yang tidak suka bergaul dan psnyediri. Grivas tidak pernah merokok, minum minuman keras, serta tidak pernah membaur dalam acaraacara sosial bersama rekan-rekannya, sehingga ada yang bilang: "Tak seorang pun memanggil kawan kepada Grivas." Grivas lahir di Nicosia, sebuah kota di pulau Cyprus, pada tshun 1898, anak seorang pedagang grosir. Dia selalu merasa malu atas status orang tuanya yang cuma sebagai pedangan grosir. Paling tidak itulah dugaan rekanrekannya tentang apa yang melatarbelakangi sifatnya yang penuh kegetiran dan penyendiri. Namun dia punya satu kelebihan yang entah bagaimana membuat rekan-rekannya kagum. Yaitu sifatnya yang tidak pernah merasa lelah dan tidak pernah merasa puas. Dia seorang disipliner keras yang selalu menerapkan kedisiplinan pada diri sendiri dan kepada prajurit-pra,aurit bawahannya. Dia juga seorang yang kejam. Ini terbukti kelak pada tahun 1941 saat p~nyerangan Jerman, diberitakan bahwa ketika dalam perjalanan mundur yang melelahkan dia menembak mati~dengan pistvlnya sendiri para tentaranya yang sudah tidak kuat berjalan tegak. Juga saat mengahadapi tugastugs~s penting dihadapannya, dia menyiksa dirinya dengan melakukan diet ketat, dia hanya makan buah-buahan tiap jamnya, dan hanya seminggu dua kali dia makan sepotong daging dingin. Selama masa pendudukan Jerman, dia mengorganisir gerakan bawah tanah yang disebutnya "organisasi-X". 5ecara politis, X artinya ekstrim kanan, gerakan pro monarkhi, yang pengikutnya cuma sedikit dan tidak tambah-tambah walaupun organisasi ini melakukan tindak teroris terhadap tentara pendudukan GCr Jerman dan komunis bawah tanah. Ketika pada akhirnya tentara Jerman kalah dan mundur, dia bersama organisasinya bergabung dengan kesatuan pembebasan Inggris (British Liberaticn Forces). Dan dia beberapa kali hampir mati dibunuh oleh gerilya komunis semasa terJadi kerusuhan komunis tahun 1944. Setiap kali, Inggrislah yang menjadi penolongnya. Namun rupanya sudah manjadi wataknya untuk tidak berterima kasih pada pihak Inggris yasrtg berkalikali telah menyelamatkan nyawanya. Ketika usaha pengambilaliha~ kekuasaan oleh koaxlnis berhasil digagalkan di Athena dan pemsrintahan sementara sedang menunggu diadakannya plebisit (pemilu) untuk menetapkan apakah kekuasaan tetap akaa~ dipegang oleh ra,ja atau tidak, para politisi yang berkuasa pada tahun 1945 mempensiunkan Grivas dari dinas angkatan darat -sehubungan dengan faha~m kanannya yang ekstrim. Hal itu msngakhiri karir profesionalnya tanpa kehormatan maupun panghargaanpsnghargaan, kecuali hanya sebv:ah uang pensiun yang tak seberapa besar. Yang lebih menyedihkan lagi adalah, dia berusaha m~nasuki dunia politik lagi untuk menjadi anggota parlemn dengan usaha sendiri, tetapi berakhir tanpa hasil. Rencananya adalah ingin melanggengkan kekuasaan raja tmonarkhi), dan ketika hal ini benar menjadi kenyataan, meski dia tidak begitu berperan didalamnya, tanpa sepengetahuan dinasnya, dia mengucilkan diri ke daerah pedesaan Thyssion,di pinggiran Kota Ath~na. Di sana dia tinggal bersama .istrinya yang dia nikahi setelah masa berpacaran selama 11 tahun. Menyerah pada nasib, ia melepas sepatu boot militernya - untuk yang terakhir, demikian pikirnya. Kernudian dia menyuruh istrinya untuk ~gnya. Tetapi entah karena apa ternyata sang istri tetap msnyimp~nya. Kemudian, selama lima tahun berikutnya Grivas serius bela.isr tentang gerakan komunis, tata organisasinya, strateginya, khususnya m~ngenai kegiatan-keg.iatan subversif, juga metode perang gerilya serta taktik-taktik terorisme komunis. Dia menekuni secara akademis profesional. Msskipun dia telah m~nyuruh istrinya mErnbuang sepatunya, namun ~sebagaimarra layaknya seorang fanatik ia yakin bahwa satu saat nanti tanah air akan

memanggilnya untuk berjuang dan hal tersebut akan membuatnya terkenal seperti yang didamba-dambakannya selama ini. Dia belum tahu misi apa gerangan yang nanti akan diembannya, namun dalam benaknya terbayang ia sedang memimpin gerakan Irredentist rr~elawan Albania selatan ( atau Epirus utama kata orang Yunani) kemudiam bekerja untuk komunis, Tetapi yang terjadi adalah dia bekerja untuk kepentingan gereja ortodoks Cypriot dan sejak itu gambaran yang bakal dijalaninya menjadi jelas: membebaskan tanah airnya (Cyprus) dari Inggris serta mewujudkan per-ryatuan Cyprus dengan Yu~iani . Pulau Cyprus, 40 mil dari lepas pantai Turki, merupakan pulau yang dihuni secara etnis: 80 % Yunani dan 18 % Turki yang menetap di pulau tersebut sejak abad ib, saat mana Turki rr~lai me~rintah atas pulau tersebut. IVamun sejak 182i kekuasaan diambil oleh Inggris, dan sejak tahun itu pula Gl Inggrislah yang memegan9 Pemerintahan di pulau.tersebut. ~'~-etelah PD II yang diikuti dengan mundurnya Inggris dari Mesir dan Palestina, pulau tersebut menjadi pangkalan militer dan angkatan laut kerajaan Inggris ysng penting di kawasan Timur Tengah. Selama puluhan tahun penduduk Cyprus keturunan Yunani memimpikan penyatuan Cyprus ke Yunani. Anehnya yang m~njadi ujung tombak gerakan penyatuan ini adalah golongan gereja ortodoks Cypriot. Dan ketika uskup muda Kitium dinobatkan menjadi uskup agung dengan gelar Maskarios III, dia berkeyakinan bahwa saatnya telah tiba untuk mewujudkan sesuatu yang telah lama diimpi-impikan yaitu "Enosis" atau " penyatuan dengan Yunani" kala.u perlu lewat kekerasan. "Satu-satunya jalan untuk membuat Inggris mau mengerti tentang hal ini hanyalah lewat kekerasan", demikian katanya. Tapi Makarios III juga menyadari sepenuhnya bahwa 40000D orang CyPrus keturunan Yunani bukan tandingan bagi tentara kerajaan Inggris dalam sebuah perang terbuka. Lalu kekerasan macam apa yang bisa mewujudkan impian tersebut. Pada saat itulah kebetulan Makariot III bertemu Grivas yang punya jawa6an untuk itu, serta rencana yang rinci untuk melakukan aksi. Rencana Grivas adalah terorisme tak terbatas melawan kekuatan Inggris di Cyprus yang terdiri dari 3 tahap Tahap I: meledakkan kantor-kantor polisi, barak-barak tentara dan instalasiinstalasi radio. Tahap II: terorisme yang dituujukan kepada orang Cyprus ketuirunan Yunani yang tidak mengakui kepemimpinan gerilya teroris. ''Para pengkhianat" terhadap rencana panyatuan Cyprus - Yunani serta kaki tangan Inggris mesti ditumpas habis. Tahap IIi: teror ditujukan langsung ke personil angkatan bersenjata Inggris, para perwira, tentara, bahkan keluarga mereka juga. Dari hasil belajar komuni~r~e yang Pernah ditekuninya, Grivas menyadari sepenuhnya bahwa persiapan yan9 matan9 ha~^us dilakukan sebelum melaksanakan operasi tahap I. Tidak sekedar menentukan tempat persembunyian senjata, lebih penting dari itu adalah merekrut dan melatih para gerilya. Sayan9nya ada faktor yang tidak menguntungkan bagi Grivas dan sekutunya tuskup agung Maksrios) yaitu penduduk sipil Cyprus mulai menyukai kemakmuran ekonomi di bawah pemerintahan Inggris yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Hanya sedikit saja penduduk Cyprus dewasa yang rela mengorbankan diri serta kenikmatan materi demi usaha mengusir Pemerintahan pendudukan Inggris. Hal ini manjadi salah satu alasan bagi Grivas untuk membatalkan niatnya mengadakan pemberontakan gerilya secara tradisional/terbuka, sebab hal ini akan menimbulkan kerusuhan masal, sedan9kan Personil yang bisa diandalkan untuk berperan aktif dalam suasana seperti itu hanya sedikit saja. Juga dari hasil studinya tentang doktrin komlaiis, Grivas tahu bahwa titik paling lemah yaitu golongan yan9 Paling mudah diindoktrinasi adalah kaum muda Cyprus, usia antara 17 - 20

tahun. Tetapi untuk menanamkan fanatisme yang mencukupi pada kaum muda inipun, agar mau melaksanakan teror tanpa rasa takut, merupakan masalah besar bagi Grivas. Untunglah, sekutunya, dalam hal ini majikannya ysitu para pendeta ortodoks punya jawaban atas masalah tersebut. Mereka menyediakan diri untuk mengorganisir serta menempa kaum muda dengan kesetia~an dan disiplin tinggi yang dibutuhkan untuk melaksanakan rencana Grivas tersebut (tahap I s!d III). Dua tahun sebelum pelayarannya dari Rhodes menuju pulau Cyprus di tengah hantaman badsi laut tengah secara rahasia Grivas telah menemui Makarios III di Cyprus dan telah menguraikan rencan~ya memdentuk organisasi pemuda serta jenis indoktrinasi untuk membakar semangat mereka. Dia menekankan tentang keharusan kaum muda diambil sumpaMya secara rahasia, sumpah setia pada tu.iuan perjuangan tyaitu Enosisl, serta pernyataan kesanggupan untuk mengorbankan diri, jika tertangkap dan disiksa, untuk tetap bungkam dan menjaga kerahasia~a,n misi ini. Makarios dan para pendeta-pendetanya dengan bersemangat mananamkan doktrin ini. Mereka mengkampanyekan tentang arti pentingnya Enosis dalam kotbah-kotbah mereka secara terbuka. Kemudian secara rahasia, berjanji untuk merekrut kaum muda serta menyumpaMya· Sesampainya Grivas di Cyprus tahun 1954, masih banyak tugas yang harus diselesaikannya. Selama enam bulan dia bekerja siang malam, mengorganisir dan melatih kelompok-kelompok pemuda yang terdiri dari lima sampai sepuluh orang dalam hal seni pengrusakan atau sabotase, cara mengumpulkan/mendapatkan senjata serta cara menyembunyikannya, membuat tempat-tempat persembunyian, membuat tata cara penyampaian berita yang rumit, memar~faatkan waktu istirahat serta cara pemakaian kode-kode untuk berkomunikasi di siang hari. Memasuki Januari 1955, persiapan intern sudah matang, namun masih ada dua hal yang belum terpenuhis basis di luar serta perbekalan. Hanya Yunani yang bisa melengkapi dua kekurangan ini, namun PM Yunani saat itu, Field Marshal~Pap~:gos, enggan membantu gerakan ini karena dia tidak mau bermusuhan dengan sahabat tradisional Yuna;ni yaitu Inggris. Harulah setelah mendapat tek~an terus menerus dari Makarios, akhirnya dengan berat hati Papagos mau membantu gerakan ini. Akhirnya Papagos mengijinkan radio Athena untuk dipakai sebagai alat propaganda dan mengijinkan wilayah negara Yunani untuk dipakai sebagai tempat pengumpulan dan pengiriman amunisi. Pada bulan Maret tanggal 29 tatx.~n 1955 - Makarios memberi isyarat Grivas untuk memulai aksinya. Pada jam yang telah disepakati, Grivas berada di tempat persembunyiannya di pinggiran kota Nicosia, menunggu dengan harap-harap cemas kejutan pertama yang akan terjadi - yaitu per~tusan aliran Iistrik kota Nicosia. Ketika saatnya tiba lampu di tempat persembunyiannya berkedip-kedip sebentar, namun ternyata menyala lagi dan terus m~nyala. Grivas sangat marah atas aksi pemula yang gagal ini. Ba:hkan laporan tentang terbunuhnya seorang ' pemuda akibat tersetrum listrik dalam melaksanakan tugas sabotasenya tersebut tidak mengurangi kemarahannya. Namun di tempat-tempat lain di pulau itu, usaha sabotase aliran listrik berhasil baik. Kotakota menjadi gelap gulita. Sejumlah kantor-kantor polisi berhasil diledakkan serta bom-bom meledak di tempat umum. Di sekolah-sekolah terjadi huru-hara. Guru-guru yang tidak mendukung gerakan dipukuli. Seleba:ran-selebaran bertanda "Dighenis" (nama pahlawan mitologi Y~ani) disebarkan dikota-kota oleh para pelajar. Hanya dalam dua pekan aksi sudah mencapai tahap II. Penduduk Cyprus yang menolak t~ekerja sama dengan teroris dibunuhi, tokcrtoko mereka dirusak, rumah-rumah mereka dihancurkan. Memasuki bulan Oktober seluruh wilayah puulau tersebut telah dicekam rasa

panik/ketakutan. Pemerintah Inggris mengirimkan jendral terbaiknya mantan PD II, Field Marshal Sir John Harding, ke pulau tersebut sebagai gubernur bersama 300 perwira polisi dari Inggris sebagai bala bantuan bagi pasuk~ Inggris di pulau tersebut. Tetapi teroris-teroris fanatiknya Grivas yang telah diindoktrinasi dan dilatih dengan baik terus melakukan sabotase dan pembunuhan. Pada akhir Oktober, terorisme telah mencapai tahap III yang ditandai terbunuhnya seorang tentara Inggris. Pada bulan Desember 1955, Sir John menyatakan keadaan darurat, yang berlaku sampai Maret 1959. Selama empat tahun si pendiam yang sadis (Grivas) melancarkan perang terorisme yang paling jahat dan keji. Peruntungannya berubah-ubah selama masa itu. Setelah beberapa bulan sukses besar, dia berhasil mengantongi dukungan terang-terangan dari banyak penduduk Cyprus, terutama kaum mudanya dan memaksa sisanya untuk mematuhi perintahperintahnya. Mereka yang membangkang akan dilaporkan kepada Grivas ditempat persembunyiannya dan namanama mereka akan masuk dalam daftar orang-ora~ng yang harus dieksekusi. Hanya sedikit yang berhasil lolos dari eksekusi tersebut. Tidak kalah sibuknya adalah Field Marshal Harding. Namun karena wewenangnya hanya terbatas pada urusan kepolisian dan militer saja, ditambah lagi sikap bersikeras London yang tetap tidak akan memberikan kemerdekaan pada Cyprus walaupun keadaan sudah segenting itu, Field Marshal Harding tidak t~erdaya untuk membuat konsesilnegosiasi tentang kemerdekaan Cyprus yang sebenarnya dapat mengurangi sejumlah besar pendukung Grivas dari kaum mudanya yang amat mendambaksn kemerdekaan. Memasuki tahun 1956, peran Makarios dalam perang terorisme tersebut terungkap, dan Inggris terpaksa harus menangkapnya serta mengucilkannya ke pulau Seychelles. Pengasingan Makarios cukup menimbulkan keluhan diantara penduduk Cyprus dan menambah simpati rakyat pada teroris Grivas. Golongan menengah ke baiwah sudah berhasil ditakut-takuti Grivas agar mendukung gerakannya, sekarang ditambah lagi golongan kaya berbalik memusuhi Inggris gara-gara pengucilan uskup agung tersebut. Merasa frustasi, karena orang-orang Grivas dengan mudahnya melakukan pembunuhan di pusat kota Micosia di siang hari bolong tanpa seorang pun mau memberi kesaksian atas peristiwa tersebut, Harding menginstruksikan penggeledehan massal di seluruh areal. Golongan kaya yang tadinya cuma pada taraf 8R tidak bersahabat kepada Inggris, sekarang mereka sudah marah pada Inggris karena secara kasar disuruh keluar dari mobil dan digeledah ditempat oleh tentara Inggris. Kadang-kadang ratusan tersangka pembunuhan ditangkap secara massal dan tierhari-hari diintrogasi. Pelecehan demi pelecehan ini akhirnya akan membuat seluruh rakyat Cyprus menentang lnggris. Pada bulan April 195b untuk pertama kalinya terjadi pembunuhan atas penduduk sipil Inggris. Menyusul tertembaknya seorang polisi keturunan Turki serta ditemukannya sebuah bom di tempat tidur Field Marshal Harding. Diduga yang meletakkan tersebut adalah seorang pelayan yang dulu setia pada Inggris kini berbalik menjadi orangnya Grivas. Pada bulan Mei dan Juni 1956, Harding melakukan opersi besar-besaran ke gunung-gunung mencari tempat persembunyian Grivas. Grivas sudah terkepung dan beberapa kali hampir tertangkap; namun berkat sistem persembunyian berantai yang telah ia persiapkan dengan cermat, dia dapat lolos dari usaha penangkapan tersebut. Kadang dia bersQmbunyi di gua yang tertutup semaksemak, kadang di biara-biara, kadang di bawah lantai palsu di rumahrumah petani. Meski tidak berhasil menangkap Grivas, Harding berhasil menangkap sejumlah pimpinan teroris serta para pengikutnya. Juga secara lambat tapi pasti, Harding berhasil memporakporandakan sistem komunikasi Grivas. Rakyat pun mulai bosan dengan taktik teror Grivas,

dan beberapa diantaranya malah menjadi informan bagi Inggris. Akibatnya terjadi kekalahankekalahan besar di pihak teroris. Kali ini Grivas kehilangan kontrol atas rakyat. Tepat di saat dia mengajukan gencatan senjata, agar dia bisa mengorganisir kekuatannya dan melatih orang-orang rekrutan baru untuk menggantikan orang-orangnya yang telah tertangkap, tanpa diduga dia mendapat kesempatan tersebut tanpa diminta, karena saat itu terjadi krisis terusan Suez, sehingga Harding terpaksa menghentikan opersinya menumpas gerakan Grivas serta mengirimkan tentaranya dan peralatan militernya ke zona konflik di terusan 5uez. Memasuki musim gugur 1956 pekerjaan mereorganisasi kekuatannya telah selesai, dan Grivas melanjuutkan pembunuhan-pembunuhan atas orang-orang Cyprus yang tidak loyal kepadanya. Antara Juli - Desember tahun itu, tak kurang dari 66 orang "pengkhianat" Cyprus telah dibunuhnya. Tetapi di awal tahun 1957, keadaan kembali tidak menguntungkan bagi pihak gerilya. Di bulan Januari, 2 orang pembantu dekatnya terbunuh dan sejumlah teroris terbaiknya tertangkap. Lagi-lagi Grivas butuh waktu istirahat untuk mereorganisasi algojo-algojonya. Dia mengajukan gencatan senjata, yang diterima oleh pihak Inggris. Pada bulan Juli dia sudah siap lagi untuk melancarkan aksi-aksi keganasannya. Pada bulan November, seorang polisi Inggris keturunan Turki tewas terkena ledakan bom bersama tunangannya dalam perjalanan ke gereja untuk melangsungkan pernikahannya. Masyarakat keturunan Turki mulai melakukan tindak kerusuhan sebagai balasan atas peristiwa tersebut. Di saat inilah sir John Harding dipanggil pulang ke inggris dan tu ~# 5 gasnya digantikan oleh seorang dipiomat bernama sir Hugh Foote. Di saat yang sama London mulai menunjukkan gelagat bersedia merundingkan tentang kemerdekaan Cyprus, asalkan aksi-aksi teror dihentikan. Akhirnya datang juga gubernur baru yang membawa; angin segar. Dengan sifat~ kesipilannya, sang gubernur membaur secara bebas diantara rakyat, mempertaruhkan nyswa bila sewaktu-waktu diserang oleh orang-orang Grivas. Hersamaan dengan pembauran itu pula, dia mulai propaganda keras menentang tindakan-tindakan Grivas. Menurutnya Grivas adalah teroris gila yang membawa rakyat Cyprus kepada kehancuran. Kampanye-kampanye sir Hugh mendapat ssmbutan rakyat. Sekali lagi Grivas kehilangan kontrol atas rakyat. Ditambah lagi serangan Grivas kepada kelompok liberal kiri Cyprus, membuat Grivas kehilangan lebih banyak lagi pendukung. Satu lagi kesalahan Grivas, yaitu dia meledakkan instalasi pertanian pemerintah dimana banyak petani manggantungkan mata pencahariannya pada instalasi tersebut. Deng~;n kejadian yang terakhir ini, Grivas kehilanga lebih banyak lagi pendukung. Sementara itu, sir Hugh secara rahasia menawarkan diri untuk bertemu denga~ Grivas guna merundingkan penyelesaian konflik ini. Grivas menolak tawaran ini dengan malu-malu. Saat itu minoritas Turki melakukan kerusuhan sehubungan dengan peristiwa peledakan kantor infiormasi Turki. Sejumlah tentara Inggris terbunuh dalam kerusuhan itu. Kemudian nyonya Cut Life, istri seorang tentara Inggris ditembak mati saat berbeianja di Nicosia. Sebagai pembalasan, tentara Inggris secara membabi buta menembaki pendudukpenduduk sipil ya~g tidak berdaya. Agar tidak menimbuikan bahaya yang lebih besar lagi, maka pemerintah Inggris di London menawarkan kemerdekaan bagi Cyprus di bawah hukum Turki -Yunani asalkan Inggris tetap diperbolehkan menempatkan pangkalan militernya di pulau tersebut. Turki langsung menerima tawaran tersebut tapi Yunani masih ragu-ragu. Yunani beranggapan tawaran ini bukan Enosis, ini lebih menyerupai tawaran Inggris seperti yang pernah ditawarkan pada Makarios, yang kemudian ditolaknya mentah-inentah. Sementara itu di pulau tersebut, atas perintah sir Hugh Foote, komandan militer memberlakukan jam malam terutama beriaku bagi kaum muda. Gerakan para pekerja

dipantau sejak dari rumah sampai ke tempat kerja mereka. Penduduk merasakan roda ekonomi berhenti total. Merasa dijejali teror dan kesulitan hidup mereka mulai berpaling Iagi, untuk kesekian kalinya dari Grivas dan Makarios. Akhirnya sang uskup agung terpaksa harus menerima solusi jauh dari yang ditargetkan. Dengan berat hati ia membatalkan cita-cita terwujudnya Enosis dan terpaksa menerima tawaran Inggris m~nyatukan Cyprus dibawah hukum Turki-Yunani. Grivas, di tempat persembunyiannya, sangat terkejut mendengar berita tersebut. Dia menganggap hal ini sebagai "pengkhianatan Makarios". Tetapi dia juga menyadari bahwa tanpa bantuan gereja Cypriot (yang dipimpin oleh Makarios) dia tidak dapat melanjutkan perjuangan. Dia terpaksa menerima himbauan Inggris untuk keluar dari persembunyiannya. Demikianlah, akhirnya Sb dia mmncul tepat di bawah hidung polisi Inggris di pusat kota Nicosia dan bertolak menuju Athena dengan pesawat terbang. Di sana, selama beberapa waktu dia disambut sebagai pahlawan. Dia bahkan diundang ke jamuan makan siang oleh raja Paul. Selama beberapa hari dia menikmati keramahtamahan masyarakat. Namun lama-lama basa basi tersebut memudar, manakala rakyat Yunani teringat akan penderitaan luar biasa yang dialami rekan-rekan sebangsanya di Cyprus akibat keganasan Grivas. Namanya makin pudar, seiring dengan berjalannya waktu dan dia tidak lagi dianggap pahlawan seperti apa yang dicita-citakannya. Untuk berbagai alasan, perang Grivas dipelajari. Dalam beberapa hal Grivas mendapatkan pengetahuan tentang strategi perang, sepenuhnya dari hasil studinya tenta,ng pemberontakanpemberontakan komunis. Sebelum Grivas akhirnya memutuskan untuk mengabdikan diri pada cita-cita Enosis, dia telah menimbang-nimbang untuk menerjunkan diri pada tu.juan perjuangan yang lain terutama di kawasan Epirus Utara/Albania Selatan. Tetapi rupanya ia telah mengambil kesimpulan yang tepat, yaitu bahwa: suatu gerakan kemerdekaan yang dilakukan di kawasan yang sudah dikuasai komunis, kemuungkinan suksesnya adalah kecil. Namun sebaliknya, suatu peperangan yang tujuannya mengurangi minat berkuasa Inggris di Cyprus, kemungkinan suksesnya besar. Seperti telah terbukti di India dan Afrika, ambisi menjajaMya memudar. Adalah tidak relevan lagi jika Inggris masih menganggap perlu mempunyai basis militer di Cyprus di abad bom atom seperti ini. Dan tingkat kebutuhan akan adanya basis semacam itu di ka~san timur dekat (Near East) di mana kepentingan-kepentingan vital kekaisaran Inggris di kawasan tersebut sudah mulai berkurang juga tidak relevan Iagi. Orang mungkin bertanya-tanya, mengapa Grivas memilih menggunakan strategi teror (satu bentuk perang gerilya yang paling terbatas) ketimbang suatu metode lain dengan hasil akhir kerusakan massal. Dari hasil studinya tentang gerakan-gerakan menentang Inggris generasi sebelumnya/pendahulunya menunjukkan bahwa: di suatu pulau kecil yang padat penduduknya yang dipatroli oleh polisi yang berperikemanusiaan dengan baik dan efisien, serta jauh dari sumber perbekalan yang letaknya di seberang lautan yakni Yunani, maka gerombolan gerilya yang besar (banyak personilnya) akan kesulitan mendapatkan tempat untuk latihan, istirahat serta perekrutan yang dibutuhkan bagi operasi gerilya besar-besaran. Kalau ditinjau lebih jauh Iagi, tampaknya Grivas juga meragukan apakah cita-cita Enosis akan cukup mampu menarik serta membujuk massa di Cyprus untuk merelakan lenyapnya kemakmuran yang ada saat itu demi tujuan penyatuan Cyprus - Yunani. Sebab itulah, Grivas memilih metode kelompok-kelompok kecil orang muda yang terlatih dengan baik. Jika mereka diburu tentara Inggris, mereka dapat melarikan diri ke tampattempat persembunyian, yang telah disamarkan secara .genius, di mana telah disediakan makanan dan amunisi sebelumnya.

Apakah pilihannya pada metode teror itu sendiri mem.pakan tindakan yang bijaksana atau tidak, itu masalah lain. Yang jelas sejarah cuma mencatat sedikit tentang keberhasilan metode ~teror mencapai tujuan politik yang besar. Teror telah didefinisikan sebagai usaha untuk mendikte atau menentang pemerintah lewat intimidasi, atau sebagai alat ancaman /kekerasan untuk mencapai tujuan politik. Kekerasan yang dimaksud bisa berupa salib-salib di halaman rumah lawan politik, sabotase-sabotase, membakar desa, penculikanpenculikan, pembunuhan-pembunuhan ataupun pen9aniayaan yang mengakibatkan cacat anggota badan. Lazimnya kekerasan jenis ini dipakai gerilya yang tidak punya pilihan metode lain, dikarenakan kekurangan pengikut atau senjata yang memadai. Terorisme adalah senjatanya kaum lemah, demikian kata Hrian Crozier. Jika suatu gerakan gerilya bertambah dalam jumlah personil atau kekuatan, maka metode terorisme menjadi ha1 yang tidak begitu penting lagi. Untuk kasus Grivas, gerakannya tidak pernah berhenti melakukan aksi teror. Teror dapat dipakai menghancurkan kemauan bertahan lawan, seperti yang dilakukan Grivas terhadap tentara Inggris, polisi Inggris dan terakhir warga sipil Inggris. Tapi jika diterapkan pada musuh yang sudah bertekad bulatbulat/berketetapan pada satu keyakinan walau apapun yang akan terjadi, maka aksi teror tidak akan berhasii. Seperti apa yang ditemui oleh Grivas. Sema;kin dia meningkatkan intensitas terornya, malah semakin kuat keinginan Inggris untuk bertahan. Namun dalam situasi yang Iain terorisme akan membawa hasil. Seperti yang dilakukan Palestina pada Inggris tahun 1947 dan pada kasus pertikaian zona terusan 5uez, dimana biaya untuk bertahan di zona terusan Suez menjadi lebih tinggi dari keuntungan tujuan yang akan dicapai. Namun begitu gerakan Grivas tidak dapat dianggap gagal total, karena meski tidak berhasil mewu.judkan Enosis gerakan tersebut telah berhasil memaksa Inggris memberikan kemerdekaan kepada Cyprus (dari jajahan Inggris). Teror melawan pemerintahan yang lebih kejam dan lebih brutal dari Inggris juga kurang berhasil. Di suatu tempat di mana nyawa tidak ada harganya, maka pembunuhan tidaklah berarti apa-apa. Sebagai contoh Stalin, meskipun dia hidup di bawah bayang-bayang para pembunuh (teroris) dan sahabatnya, Kirov, telah mati dibunuh pada tahun 1934, dia tetap saja melancarkan perang anti teror yang terbesar dalam sejarah. Akanksn para penerus Stalin atau pejabat kepala negara di nagara-negara satelit berani memberikan reaksi yang sama bila sahabatnya dibunuh kaum teroris, adalah hal yang masih dipertanyakan. Tapi satu hal yang pasti adalah Teror tidak akan dapat mempengaruhi tujuan utama mereka ataupun merubah arah/garis politik mereka. Setelah terbunuhnya Diem (pemimpin komunis Vietnam), perang teror dilancarkan oleh kaum komuunis Vienam utara terhadap Amerika di Saigon, yang tujuannya untuk menakutnakuti Vietnam Selatan agar tidak membantu Amerika. Namun aksi tersebut hanya berjalan sebentar. Setelah kejadian-kejadian peledakan bom selama beberapa minggu, cepat berhenti secepat melancarkannya. Di negara-negara non komunis, teror lebih banyak dipakai untuk menakut-nakuti penduduk asli yang tidak mendukung gerilya atau yang pasip saja atau yaa-~g membantu pihak musuh. Di Gyprus korban terbesar aksi teror bukan orang Inggris ataupun penduduk keturunan Turki, melainkan penduduk keturunan Yunani. Di Malaysia, korban terorisme lebih banyak penduduk asli Malaya dari pada orang Inggris. Juga di Kenya, suku Kikuyu lebih banyak menjadi korban pembunuhan dan penganiayaan dibanding orang kulit putih. Dalam kasus-kasus seperti di atas, sebagian tujuan terorisme adalah untuk menghukum para "pengkhianat" bangsa, tetapi yang lebih penting adalah untuk meriakut-nakuti yang lainnya agar tidak membantu p.ihak lawasi dan juga untuk memberi semangat agar mereka mau membantu pihak gerilya. Pada bulan Oktober 1955, uskup besar Makarios menuntut agar

semua kepala desa orang Yunani di Cyprus menyerah. Dua bulan kemudian hanya satu dari lima kepala desa yang patuh dengan tuntutannya. Oleh karena itu para pembunuh Grivas membunuh tiga pembangkang tadi. Daiam tiga minggu, empat dari setiap lima kepala desa itu telah menyerah. Pada awal bab kita mencatat pembunuhan terhadap Jose Balayub, seorang petani Philipina, karena mengabaikan menyediakan pangan bagi Huks. Dalam perang Algeria, pevnilik toko pribumi seringkali dipaksa menyetorkan kekayaanya pada pemberontak yang bersembunyi atau yang terang-terangan. Pada akhirnya usaha gerilya terhadap teror itu untuk mendisiplinkan kalangan mereka sendiri. P~ulis biografii Tito, Vladimir Dedijer, dalam bukunya Tito Speaks menuliskan bagaimana dua tentara Partisan dihukum mati karena mencuri makanan dari seorang petani wanita. Menurut Dedijer, mereka ditembak, salah satu diantara terhukum membuat pernyataan menyetujui hukuman itu karena ia telah menodai nama baik gerakan Partisan. Di Malaysia, gerakan komunis seringkali menculik pemuda-pemudanya untuk memperkuat jumlah barisan dan memaksa mereka bertempur dengan kebijaksanaan yang sederhana yaitu menembak mereka atau keluarga mereka jika mereka membelot. Teror jenis lain yang digunakan oleh kontra pemberontak adalah tindakan pembalasan. Tu.iuannya tentu saja untuk menciutkan nyali gerakan-gerakan pemberontakan sesudahnya. Pembalasan dapat dilakukan dengan seringan mungkin bersama masyarakat dimana kegiatan teroris telah dilakukan. Hal itu dapat menimbulkan pembunuhan beratus-ratus penduduk sipil musuh yang tak berdosa sebagai balasan atas setiap perampas pemberontak yang terbunuh. Seperti kita ketahui, Jerman berhasil membujuk tentara Mikhailovitch untuk menghentikan kegiatan sabotasenya melawan pendudukan karena ketakutannya akan adanya pembalasan terhadap keluarga mereka yang ada di rumah di Belgrade atau terhadap desa-desa yang didukung oleh Chetniks di daerah pedalaman. Namun dalam kasus Partisan, pembelasan sangat tidak efektifi untuk alasan yang telah kita uji. Dalam kasus itu pembalasan hanya untuk merekrut dan memperkuat kebulatan tekad individu Partisan untuk menghancurkan Nazis. Demikian pula, tindakan pembalasan Jerman gagai total menghalangi Partisan Soviet di Russia dala,m PD II. Seperti ditunjukkan oleh gerakan Grivas, teror dan pembalasan adalah senjata bermata dua yang berbahaya. Meskipun mereka patuh karena takut, H9 tetapi mereka kurang mendapat dukungan simpatik. Ketika kegiatan sabotase Grivas sudah melampaui batas kesabaran penduduk sipil yang menderita karenanya, dan khususnya ketika kebrutalan para pembunuh Grivas sudah melampaui batas toleransi terhadap sesama Cypriot, dukungan mereka berkurang meskipun perintah-perintaMya dipatuhi. Demikian pula di Palestina, teori Irgun dan geng Stern kadangkala dihukum oleh sebagian masyarakat Yahudi yang lebih moderat ketika kebiadaban mereka menjadi sangat ganas terhadap sesama orang-orang Yahudi. Selama teror Mau-Mau di Kenya kebanyakan tindakan pengrusakan yang mengerikan dibentuk secara tetap terhadap korban-korbannya sebelum akhirnya mereka dibunuh. Tetapi ketika pada bulan Maret 1953 beratus-ratus orang Kikuyus dibakar hidup-hidup, wanita-wanita hamil dipaksa melahirkan dan anak-anak dicacahcacah, yang tadinya penduduk pribumi mendukung gerakan yang sangat menjijikka~ itu~yang menurut salah satu ahli gerakan Mau Mau, sejak itu mulai kehilangan daeraMya yang tidak pernah pulih kembaii. Tak dapat dihindarkan, bahwa teror yang dilawan dengan pembalasan malah memamcing teror yang lebih brutal untuk mengurangi tindakan pembalasan yang lebih ganas. Namun demikian peningkatan aksi teror ini juga ada batasnya.

Seperti ysng telah kita catat, suku Kikuyus di Kenya yang tidak mengesankan bagi pembunuh seperti Grivas, diteror hanya jika pembunuhan dihiasi dengan kekejian yang tak terlukisksn. Masih dalam catatan itu, kekuasaan anggota suku rupanya mempunyai standart di bawah terorisme yang tidak punya toleransi. Tanpa ada diskugi mengenai hukum, moral dan etika teror, adalah relevan untuk menelaah berbagai tingkatan toleransi masyarakat di dunia modern ini. Selama PD II tentara Prusia yang terlatih oleh perwira Wehrmacht takut terhadap kebiasan pembalasan Hitler dan pasukan SS nya terhadap Partisan, o~-ang-orang sipil dan tawanan perang Russia. Para perwira Russia, di lain pihak mengindoktrinasi sekolaMya tidak jauh berbeda dengan doktrin Nazi itu, ditu~jukkan penyesalannya terhadap perjanjian dengan Partisan anti Soviet dan orang-orang sipil tak setia di Ukraina. Seabad kemuudia~n, Inggris dan Prancis tidak memilih-milih dalam menumpas pemberontakan yang sebagian besar dengan perlakuan yang kejam. Selama perang Algeria pun, tentara-tentara Prancis diusahakan untuk melakukan taktik yang sangat brutal terhadap tawanan-tawanan perang di mana masyarakat Prancis di rumah dibuat terkejut ketika rincian perlakuan tadi dipublikasikan. Seabadnya kemudian, seperti yang terlukis pada awal bab, seorang jendral Amerika ditugasi melawan sekelompok gerilyawan Philipina yang telah melakukan pembunuhan besar-besaran hampir di semtra kompi infantri ~erika, dengan perintah "membunuh semua orang berusia lebih dari 10 th" di dalam daerah pendudukan gerilya, masyarakat Amerika dan khususnya kongres dibuat c~C~ shock sehingga jendral itu ditarik kembali dan diadili di depan mahkamah militer. Selama PD II, seorang praktisi Partai Demokrasi Amerika mengunjungi firont Yugoslavia setelah berakhirnya masa perang. Komandan Partisan, khawatir untuk menunjukkan pengkhianatan gerombolan-gerombolan teroris Ustachi Kroasia, ~mengemukakan sekelompok tawanan kroasia pribumi yang ditangkap dipersembunyian penduduk sipil, semientara itu menurut dugaan orang mereka itu berada di pihak Jerman. Ketika menjawab pertanyaan-pertanyaan politisi Amerika, ia menjelaskan mereka dihukum mati sebagai teroris Prancis menurut aturan perang Hague, orang-orang Amerika memprotes:"Tetapi anda tidak dapat melakukan itu ! Mereka sama saja Republiknya dengan kami." Meskipun seringkali dibuktikan bahwa teror membutuhkan kontra teror, pertanyaan yang muncul adalah apakah rata-rata perwira Amerika dan Inggris dilatih dalam tradisi ksatria militer yang terhormat, yang sanggup melakukan teror dan kontra teror yang brutal dan kejam. Para militer barat mungkin lebih cenderung menganggap teroris bukan apa-apa, tetapi sebagai kejahatan biasa. Tetapi apakah mereka sarsggup melawan teroris itu untuk beradu senjata dengannya lebih disangsikan. Itu akan seperti halnya percobaan-percobaan sebelumnya bahwa Amerika dan khususnya kongres keberatan karena akan sama saja sukarnya untuk mengatasinya. Ketika Grivas menembaki orang-orang yang keluyuran dalam PD II, dia dipuji oleh patriot-patriotnya. Ketika dalam perang yang sama, seorang Jendral Amerika menampar muka seorang serdadu yang dia yakini telah meninggalkan tugasnya, jendral itu nyaris diadili di muka mahkamah militer. Seorang teroris Yahudi yang tadinya melihat pelayanan Partisan Russia dan di Palestina, telah membuktikan secara meyakinkan bahwa pencegah satusatunya terhadap teror adalah kontra teror yang tidak terbatas atau pembalasan. Untuk melawan teror dengan tindakan sedikit brutal, dia mempertahankan pendapatnya, adalah seperti melawan api dengan air, yang dengan sedikit semprotan dapat melawan lautan api. Nitroglycerine, dia sarankan sebagai satu-satunya alternatif. Memang suatu keajaiban, namun apakah saran ini datang da~i seorang

anggota ras yang standart'etika dan moralnya tidak disangsikan, adalah bukan hasil langsung dari percobaannya atas perintah Hitler dan Stalin yang anti Semitik. Jika dan sampai kondisi moral yang berbeda tidak dibuat oleh orangoreng Amerika sebagai akibat dari bencana Nasional seperti perang nuklir, itu akan seperti halnya kita mempunyai sedikit alternatif, tetapi orang Magsaysay atau orang Inggris di Malaya tersebut mempertimbangkan jenis perlawanan apa terhadap teror gerilya yang modern. ~I.

BAB IX GERILYA SEBAGAI PASUKAN PEMBANTU

Pada' taaoggal 29 Juni i941, desa kecil X, sekitar i00 mil barat daya Moskow, sebagian besar penduduknya membelot. Seorang tentara Sovyet yang berpatroli sendirian di jalan berlumpur yang lebar diantara gubuk-gubuk petani. Tetapi di balik jendela pada satu dari gubug-gubug itu terlihat sesuatu tapi sunyi. Pagi itu saya berkendaraan menuju desa itu dari Moskow bersama seorang anak kecil yang ibunya seorang petani Russia, penduduk asli desa X, dan ayahnya seorang Amerika. Tujuh hari sebelumnya Jerman melancarkan invasinya ke Russia. Di Moskow beberapa orang ditarik kembali karena serangan udara yang hebat di Warsawa gelama Jerman menyerang Polandia, dan orang tua anak itu meminta saya untuk membawa anak itu ke rumah neneknya di desa X. . Desas desus mengenai awal penerobosan serangan Jerman telah m~nggemparkan desa itu. Fakta sangat nyata, bahwa mereka, pemerintah, mempunyai pos patroli pasukaan keamanan di situ, dan mengadakan jam malam, yang menandakan bahwa Stalin tidak mudah mendapatkan loyalitas dari rakyatnya.

Tetapi patroli dan jam malam itu diabaikan oleh penduduk desa. Setelah hari gelap, sekelompok orang berjanggut berjalan perlahan-lahan melalui kebun di belakang gubukku dan mendekati pintu untuk menguping berita perang yang terakhir. Saya katakan kepada mereka apa yang teiah kita ketahui dari peningkatan/kemajuan Jerman. Para petani tua itu tertawa dan mengedipkan mata satu sama lain: Akhirnya salah satu dari mereka berkata dan ya~ng lain menirukannya. Saya melihat pada tuan rumah , terkejut dan bertanya apa maksudnya. Melalui sejarahnya yang panjang, Russia telah dibela oleh petanipetaninya dari berbagai penyerbuan, seperti yang telah dialami oleh Napoleon. Apakah Rejim Bolzewik telah begitu menyengsarakan hati mereka sehingga mereka betul-betul menyambut invasi negara asing ? Kakek .tua menghadap saya dengan tidak sabar: "Biarkan Kremlin memberi kami senjata dan kami tahu siapa yang harus ditembak," katanya dan mengacungkan tinjunya melalui jendela dimana tentara merah sedang berpatroli. Agar tidak terjadi salah paham dia melanjutkan :"Ketika Hitler datang mela1ui jembatan di tepi desa ini, kita semua akan menyambutnya dengan roti dan garam." Pada musim semi 19i4, Panglima tertinggi Husch mengomandani kelompok Tentara Jerman Bagian Tengah, dipengaruhi oleh petani Russia yang sama sekali bertentangan dengan salah satu petani yang menerima saya di gubugnya tiga tahun yaang lalu. Pada waktu itu, barisan kelompok tentara itu menerima pertanyaan gencar berkaitan dengan adanya tanda-tanda penyerangan ke arah timur di daerah utara sekitar Vitebsk, Orsha dan Hobruisk, kemudian kembali ke daerah barat dan kemudian ke arah selatan melalui Pulsk dan Rovno. Pan glima tertinggi intelejen melaporkan bahwa Russia membangun tentara untuk serangan ofensif bawa:h tanah yang baru dan dia berharap pasukan itu dapat menyerang kapan saja. Tetapi apakah mereka akan menyerang di selatan sekitar Vitebsk atau di sekitar garis serangannya dilancarkan beberapa ratus miI ke barat ? Serangkaian penyelidikan untuk serangan ke sektor selatan untuk memperkuat dugaan panglima tertinggi bahwa serangan ofensif dapat diharapkan di sana. Hegitu cepatnya ia memindahkan pasukan cadangannya yang lari dari Vitebsk melalui Minsk pada jalur lainnya ke sektor selatan. Komunikasinya telah beberapa kali diganggu oleh partisan selama sebulan sebelum ia memutuskan untuk memindah pasukan cadangannya ke selatan. Hampir ~000 jalur rel rusak karena telah diserang oleh gerilya dan kira-kira 12'00 rel kereta api telah dihancurkan. Tetapi sekarang, dengan kemurahhatian, para partisan sekali ini lebih tenang dan untuk beberapa minggu jalur itu tak dapat digunakan, mengijinkannya memindah pasukan dalam waktu tertentu. Sebagian besar pasukan telah dipindahkan meskipun kerja sama dengan para gerilya itu hanya sekali. Pikiran buruk di benak Panglima tertinggi, narr~n dia menghilangkannya seraya menunggu pengeboman oleh alteleri yang selalu ~ndahului serangan Russia. Penantiannya tidak lama, namun ketika pemboman itu terjadi altileri tentara merah menyerang di utara Vitebsk dan Bobruisk. Dengan tergesagesa Panglima tertinggi memerintahkari pasukan cadangannya muundur dari selatan dan beserta pasukan segera memulai perjalanan yang panjang kembali melalui Minsk. Kemudian para partisan menyerang untuk balas dendam, pada suatu tempat, suatu hari mereka melakukan serangan terhadap jalur-jalur komunikasi Jerman. Semua gerakan pasukan dari selatan dihentikan sama sekali, meninggalkan sektor utara tanpa pasukan cadangan sama sekali. Ketika infantri Russia memulai serangannya, jalur-jalur yang Ie~nah dihancurkan dan pasukan merah menyapuh dengan serangan yang hebat. Apa yang terjadi dengan kebangkitan petani Soviet ?, mengapa termasuk perlawanan terhadap pemerintah komunis yang mereka benci seperti yang telah mereka janjikan, seperti yang

terjadi di desa X, apakah mereka telah membentuk satu kekuatan gerilya yang terkesan di dunia dan telah melumpuhkan komunikasi dan garis belakang pasukan Jerman ?. Jawaban terhadap pertanyaan itu memberikan contoh klasik bagaimana gerakan pasukan partisan melawan diri anda sendiri dan tidak bekerjasama dengan partisan itu. Literatur mengenai masa perang dan masa pasca perang Soviet dalam gerakan partisan merah dalam PD II memberi kesan bahwa gerakan itu dibangun dengan perencanaan yang baik, diorganisasi sebelum invansi Jerman. Menurut kesan saya, gerakan partisan itu tidak mempunyai bentuk. Itu kemungkinan rencana tentara Soviet untuk pergi dengan mengandalkan agen-agen pengalih-perhatian dan mata-mata dalam suatu peristiwa yang tentara-tentara Jerman diserang dan mengusir mereka dari teritorial barat mereka, tetapi seperti yang telah mereka kira bahwa gerakan massa partisan sering kali masa bodoh terhadap fakta-fakta yang tidak menyenangkan yang dikemukakan oleh penjil~;t-penjilatnya, harus belajar di hari-hari pertama perang tentang ketidaksetiaan yang terus meningkat diantara rakyatnya. Untuk merencanakan gerakan massa partisan dalam suasana seperti yang telah diangan-angankan. Sikap partisan di desa X pada pecahnya perang bukanlah suatu phenomena lokal. Tentu saja ketidakpuasan di Ukraina sudah sangat serius. Sebagaimana sapuan Jerman dalam gelombang pertama mereka, mereka disambut oleh petani tradisional dengan simbul-simbul selamat datang : roti dan garam. Di pinggiran kota dan di kota-kota kecil mereka ditaburi dengan kembang-kembang layaknya tokoh kebebasan. Walaupun di dalam tentara Soviet pada harihari musim panas itu, desersi besar-besaran terjadi. Dalam kiasan Moa yang terkenal, suhu air di Uni Soviet pada masa pecahnya perang adalah saat yang ideal untuk menumbuhkan gerakan partisan melawan Kremlin. Semangat kebangkitan berkobar tidak hanya di Ukraina dan Russia putih. Dalam penaklukan yang barusan terhadap negara-negara Baltik , di georgia, dalam kekuasaan Tartar Crimea, perasaan nasionalis melawan Moskow lebih dominan. Di luar kota, para petani dengan sengitnya mengadakan sistem pertanian kolektif dengan peraturan komunis. Di kota-kota para buruh dikecewakan oleh janji-janji tentang kehidupan yang lebih baik yang tak kunjung terpenuhi yang sekiranya nanti kehidupan yang lebih baik itu akan mendatangkan perubahan yang~besar pada rezim. Di Moskow pun beberapa orang Rusia terpelajar, sakit hati oleh tindak yang tidak berperikemanusiaan, teror birutal yang telah mencekam sejak 1934, menunggu datangnya Nazi sebagai pembebas. Dalam tubuh angkatan bersenjata, yang telah membersihkan dirinya sama sekali selama~teror Stalin, petinggipetinggi Soviet membenci para pemimpin komunisnya. Mestinya mudah bagi Jerman untuk menjalin pershabatan dan mendapatkan loyalitas dari golongan -golongan yang tidak puas tersebut. Para nasionalis sudah cukup puas dengan kedudukan otonomi Iokal. Para petani hanya ingin bebas dari sistem pertanian kolektif yang tidak mereka sukai. Para intelektual berpendapat bahwa kebebasan terbatas yang diberikan Hitler kepada tentaranya adalah satu kemajuan. Mereka, dengan diperlakukan sebagai patriot dan dibebaskan dari pengawasan para komisaris, akan loyal pada perintah pimpinan. Pada tahun i941, para pengamat politik Moskow dan Jerman meramalkan jatuhnya rezim Soviet setelah kedatangan Jerman. Tapi karena kebodohan para pemimpin Nazi, kesombongan dan kepertayaan mereka bahwa mereka adalah ras super, membuat mereka lupa terhadap ancaman, suatu bahaya besar y , aitu bagi rakyat Soviet lebih melawan tirani asing bersama rezim-rezim Moskow. Bagi mereka masih lebih baik menjadi budak bangsa sendiri dari pada menjadi budak bangsa asing. 5:~7,(`

Tapi memang begitulah rencana Hittler. Malahan ia tidak berusaha menutupi rencananya tersebut. Bahwa Hittler salah informasi, terbukti dengan adanya serangan balik dari pihak Russia. Duta besar Jerman di Moskow yang dikenal briliyan, Count von der Schulenberg dan atase militer Jerman yang pandai, Jendral Von Koestring serta lainnya tahu pasti pendapat rakyat Russia dan bagaimana mema,nfaatkannya. Tapi baru setelah keadaan berbalik tidak menguntungkan baginya, barulah Hittler memodifikasi politiknya, yaitu memanfaatkan semangat anti Stalin rakyat Russia. Namun hal itu sudah terlambat. Perintah asli Hittler "dalam operasi Harbarosa," Epenaklukan Russia) dan operasi "oldenburge" (pengeksploitasian ekonomi Russia), Hittler memerintahkan untuk mengkolonisasi Ukraina sebagai suplier gandum bagi Jerman. Sistem pertanian kolektif harus tetap diberlakukan. Kelebihan tenaga kerja dikirim ke Jerman untuk dipekerjakan di ladangladang Hittler. Tawanantawanan perang harus dipenjarakan yang tidak memenuhi syarat. YahudiYahudi harus dimusnahkan. Dan Russia hendak di.jadikan negara protektorat bagi Jerman. Sedang mengenai gerilyawan, mereka harus dimusnahkan tanpa ampun baik dalam pertempuran maupun saat melarikan diri. Ketika rencana ini disiarkan radio Jerman, sebagian dari kita yang mendengarkan berita tersebut di Moskow, hampir-hampir mengira bahwa Goebbels bekerja untuk Kremlin. Bagi sebagian Jendral Jerman, perintah ini tidak ditanggapi dan tidak dilaksanakan. Di garis depan mereka tetap memperlakukan tawanan perang dan penduduk sipil sebaik mungkin sejauh keadaan mengijinkan. Namun tidak jauh dibelakang front, para komisaris Nazi dan pvlisi melaksanakan perintah itu dengan buas dan tak berperikemanusiaan. Reaksi-reaksi spontan dan luar biasa muncul dari vrang Russia putih dan Ukraina. Para petani ditinggalkan oleh rejim komuunis, sambil mundur menghancurkan apa saja yang ditemui: ternak desa dan ladang. Para petani masih juga harus menghadapi pihak Jerman yang masuk· Maka para petani baik laki-laki maupun perempuan hanya punya satu pilihan, yaitu bertahan hidup dengan cara melarikan diri ke hutan-hutan atau rawa dari pada dibawa tentara Jerman untuk dijadikan budak di nagara Jerman. Stalin dan para pengikutnya segera memanfaatkan keadaan ini agar desersi tidak menjalar ke mana-mana di Uni Soviet. Maka hal itu harus segera dihentikan. Juga seandainya nanti Stalin berhasil menguasai lagi daerah yang telah diduduki Jerman, Stalin tak ingin para petani ini menjadi ujung tombak bagi golongan anti komunis/gerakan nasionalis kemerdekaan Ukraina seperti yang terjadi setelah PD I. Ketakutan Staiin akan hal ini memang cukup beraiasan. banyak gerombolan, terutauna di Ukraina, yang anti komunis ekstrim dan sungguh-sungguh bermaksud memerdekakan Ukraina dari kontrol Moskow. Seperti kita ketahui dari bab sebelumnya, empat tahun kemudian setelah Jerman berhasil dipaksa mundur dari F~ussia gerombolan petani ini masih tetap beroperasi, namun di belakang front dan melawan Russia. Heberapa tahun setelah kekalahan Jerman , mereka masih menguasai hutan-hutan dan rawa-rawa serta sesekali herhasil membunuh komisaris Soviet atau pejabat partai atau membakar tempat-tempat umum atau merampok gudang gandum pemerintah. Meski tidak berhasil menguasai pemt~erontak Ukraina yang kesetanan dan Nasionalis Russia putih, Stalin dan pengikutnya di awal perang melawan Jerman berhasil merubah gerakan yang memimpin para petani yang tidak puas dari anti pe~nerintah menjadi gerakan partisan anti Jerman. Tidak sampai dua belas hari sejak pecah perang melawan Jerman, Stalin menyiarkan pidatonya untuk membujuk rakyat untuk menjadi patriot tradisional dan meminta mereka mempertahankan ibu pertiwi Russia (bukan tanah air revolusi dunia seperti yang sering

disebut-sebuut sebelumnya). Stalin tahu bahwa sejak serangan Tartar di masa lalu rakyat Russia akan selalu bersatu mempertahankan ibu pertiwi dari serangan bangsa asing manapun, Dia minta agar rakyat melakukan perang gerilya di. mana-mana , menghancurkan jembatan dan jalan-jalan jaringan telepon dan telegrap, dan membakari hutan-hutan, depot-depot dan kereta api. "Di dalam daerah yang didudukinya", lanjutnya "musuh dan sekutusekutunya harus dibuat tidak kerasan. Mereka harus diburu dan dibunuh dimanapun berada." Kata-kata Stalin, "dan sekutu-sekutunya" diharapkan dapat menakutnakuti para desersi yang masih bergahung dengan tentara Jerman sejak awa2 Perancj· Sebelum Hittler mengeluarkan perintah angkuhnya yang mm~uat para petani lari ke hutan dan rawa-rawa. Setelah siaran pidato tersebut Kremlin memerintahkan anggota partai yang disiplin untuk tetap berada di tempat yang ditinggalkan oleh tentara Rusia. Mereka harus memimpin kelompok-kelompok perlawanan di daerah tersebut. Untuk daerah-daerah yang terlanjur dikuasa;i Jerman, Kremlin mengirim orang-orangnya lewat parasut, untuk memimpin gerakan partisan yang ada di daerah tersebut. Mereka membawa propaganda tentang kekejanan tantara Jerman yang sebenarnya ataupun karangan sendiri. Kita sulita mendapat bukti dari literatur lain, selain literatur komunis tentang keberhasilan utusan-utusan Kremlin ini dalam memimpin kelompok-kelompok perlawanan. Adanya banyak kelompok perlawanan yang tetap eksis tanpa campur tangan pihak Kremlin membuktikan bahwa utus~n-utusan Kremlin fidak sepenuhnya diterima oleh rakyat. Kegemaran Stalin akan teror dan catatan kegiatan utusan-uutusan Kremlin di Marquisnya Perancis serta Gerilya anti Jerman di Italia utara meuntxrktikan bahwa propaganda anti Jerman bukanlah satuu-satunya senjata Kremlin. Pastilah umum juga mengetahui tentang penangkapan-penangkapan serta eksekuusi para pemimpin gerilya dengan tuduhan bersekutu dengan Jerman yang menggoda. Lepas dari itu serrx.ra, kekejaman tentara Jerman ditambah fanatisme utusan Kremlin yang anti Jerman serta semangat patriotisme bangsa Rusia telah membuat rihuan gerilya berhasil mempermalukan pihak Jerman. C~ ~ Perusahaan jalur kereta api Orsa-Minsk-bresk yang mencema;rkan nama Field Marshal Husch, hanyalah salah satu contoh dari ribuan operasi geriiya. Letjen Ponomarenko, atas nama pimpinan geriiya Soviet menyatakan di Kremlin bahwa dalam dua tahun para gerilya telah berhasil membunuh lebih dari 300.000 tentara Jerman, termasuk di dalarmya 30 jenderal. Mereka juga berhasil menggulingkan 3000 kereta api, merusak 3263 rel kereta api dan jembatan, menghancurkan hampir 1000 amunisi dan perbekalan, membuang dan menghancurkan hampir 10.000 kendaraan. Laporan Soviet yang lain menyatakan bahwa di Ukraina saja lebih dari 300.000 tentara Jerman terbunuh, 4000 kereta api hancur dan hampir 40.000 truk diledakkan. Angka ini tentu saja menurut versi Soviet, tapi pihak Jerman mengakui, bahwa telah terjadi kerugian besar akibat ulah gerilya. Awal September 1942, Hitler sendiri mengakui bahwa gerombolan-gerombolan dari timur telah menimbulkan ancaman-ancaman yang berarti pada beberapa bulan terakhir dan secara serius mengancam jalur pengiriman bekal ke front. Kalau orang mau mengingat bahwa kaum gerilya yang menciptakan kerusa;kan-kerusakan ini adalah mestinya dapat direkrut oleh Hitler (karena merasa membenci rejim stalin) dan dimanfaatkan tentara Jerman sekaligus disuruh melaksanakan operasi pengacauan di belakang garis front Soviet, maka orang akan berpendapat bahwa Hitler telah melakukan 2 kebodohan berturutturut di mata jenderal-jenderalnya. Di awal perang staf ahlinya tentang Rusia serta Jenderal-jenderalnya telah mendesaknya untuk membentuk pasukan yang terdiri dari para tawanan perang dan pembelot-pembelot

Rusia. Haru setelah kekalahannya yang serius dia menanggapi uusulan tersebut. Tapi ia membatasi pemakaian pasukan yang dinamai "Vlassov Troop" ini terlalu berlebihan, sehingga peran pasukan ini tidak begitu berarti bagi Jerman. Hiasanya keanehan-keanehan politiknya membawa keberhasilan. Tetapi pere~rnehan tentang ancaman gerilya di awal penyerbuannya ke Soviet merupakan bukti bahwa ia tidak faham tentang perang gerilya, sehingga ia tidak mempersiapkan tentaranya untuk menghadapi perang jenis ini, yaitu ICleinkrieg (perang kecil). Kebiasaan disiplin dan teratur di dalam perang, telah membuat tentara Jerman menjadi lemah dalam jenis perang yang tidak teratur dan terkoordinasi. Perang semacam itu dirasa menjijikkan dan mengerikan. Surat-surat tentara Jerman kepada keluarganya sering menceritakan betapa ngerinya mereka bila harus beroperasi di daerah gerilya yang jauh dari arena perang utama, dimana peluru dari penembak tepat yang tersembunyi atau ranjau darat atau sebuah granat sewaktu-waktu dapat membunuh mereka. Dalam hal perkelahian satu lawan satu dalam perang gerilya, kemampuan tentara Jerman sangat kurang. Karena sudah terbiasa dengan perang yang terkoordinasi rapi, atau perang dalam unit-unit yang kompak dengan perintah yang jelas, maka mereka merasa kehilangan arah ketika mereka harus beroperasi secara individu dalam unit-unit kecil yang terpisah dari atasan mereka dan dipaksa mengambil keputusan sendiri. Improvisasi, kecepatan gerak dan inisiatif diri sendiri tidak diutamakan dalam kurikulum tentara Jerman. Untuk mengatasi kekurangan ini, komandan-komandan tentara Jerman mencoba mambentuk "pasukan komando pemburu" yang direkrut dari penjaga hutan, polisi hutan dan para pemburu yang terbiasa memburu buruannya secara mengendap-endap, sendirian di dalam hutan. Tetapi~kenyatan membuktikan bahwa ada perbedaan besar antara memburu binatang paling cerdas sekalipun dengan memburu petani cerdik yang bersenjata senapan. Barulah pada tahun 1944, 5 tahun setelah pecah perang, staf jenderal Jerman secara metodik menyusun buku petunjuk tentang taktik yang efektif dalam menghadapi gerilya. Tetapi hal itu sudah sangat terlambat bagi tentara Jerman. Tepatnya satu tahun setelah buku petunjuk itu disebar, tentara Jerman menyerah. Gerakan partisan Soviet berbeda secara mendasar dengan gerakan gerilya yang disebut dalam bab-bab sebelumnya. Perbedaan ini dilukiskan ahli teori perang gerilya bangsa Gtrba sebagai, "Untuk menganalisis secara layak tentang perang gerilya, harus diperhatikari adanya dua tipe yang berbeda : Pertama, gerilya yang membantu pasukan reguler yang besar, contohnya gerilya Ukraina, kedua gerilya yang berperang melawan berdirinya suatu pemerintahan. Banyak hal telah ditulis tentang aktifitas partisan Soviet selama perang, baik oleh Jerman maupun Rusia. Sebagian besar literatur Rusia membicarakan semangan fanatik kaum partisan serta pemaparan yang luar biasa, yang bila dibandingkan dengan literatur Jerman semua hanyalah hiperbolik dan pembesaran-pembesaran saja. Handbook tentang partisan Rusia yang menyoroti tentang teknik perang yang tidak teratur hanya mengandung sedikit material asli. Yang lain hanyalah membicarakan tentang kejeniusan Rusia dalam berimprovisasi serta kecerdikan dan ketajaman otak para petani Rusia. Literatur Jerman tidak lebih produktif. Huku manual tentang operasi anti partisan kekurangan nuansa imajinasi dan menceritakan ukuran-ukuran serta taktik yang sudah sangat diketahui oleh mahasiswa taktik militer serta para pemburu kelinci dan ayam hutan. Selama perang Rusia telah mengembangkan teknik komunikasi radio dan pengiriman perbekalan lewat parasut serta pendaratan pasukan lewat parasut yang belum dikenal sebelumnya dalam perang. Meski demikian Inggris dan Amerika telah berhasil mengembangkan metode yang lebih baik pada saat Rusia menerapkan teknik tersebut untuk

membantu partisan Yugoslavia, teknik mereka dianggap masih kasar bahkan primitif oleh pihak barat. Tapi harus diakui bahwa gerakan partisan Soviet mengungkapkan penemuan penting yaitu kemandirian yang sangat terorganisir lepas dari lembaga militer reguler. Selama perang saudara di Rusia, detasemen partisan telah memberikan satu peranan walaupun tidak sepenting peranan unit konvensional yang dibentuk saat pemberontakan Holshevic. Tapi sejak itu perang partisan sepertinya diabaikan kaum militer Soviet dan hanya sekali disebut oleh kaum ideologis politik yang berusaha menekankan pentingnya peran massa pada konfrontasi bersenjata kelak di kemudian hari. Sejauh telah diketahui, ketika perang pecah tahun 1941, baik lembaga militer maupun Kremlin, tidak rr~lakukan persiapan-persiapan yang ada hubungannya dengan operasi partisan. Baru setelah invasi Jerman, muncul kebutuhan untuk membentuk gerakan partisan secara politik dan ekonomi. Stalin dalam permohonannya kepada rakyat untuk mempertahankan ibu pertiwi Rusia, meminta yang merasa sebagai warga negara Rusia yang pada saat itu berada di jalur perjalanan ma.iu tentara Jerman atau bahkan telah di belakang front Jerman untuk menghancurkan sistem komunikasi tentara Jerman dan membuat hasil-hasil yang selama ini dicapai tentara Jerman menjadi nol. Stalin tidak akan melakukan pengawasan ataupun koordinasi antara gerakan partisan dengan tentara pemerintah. Sebaliknya dia malah mengkoordinasikan gerakan partisan dengan mesin politiknya, yaitu partai komunis. Di lapangan, memang benar para perwira senior yang telah bergabung dengan partisan berhasil memimpin detasemen-detasemen partisan. Tapi sejauh diketahui tak ada perwira senior yang dikirim untuk memimpin partisan dalam unit yang lebih besar. Suatu perintah yang dikeluarkan pada minggu-minggu pertama perang dari l.Jhi te f~t.rssian Party Executive Ccnmi ttee mengenai pengkoordinasian kelompok-kelompok partisan menegaskan, "setiap u~it harus dipimpin oleh orang yang dipilih dewan yang berwenang yang terdiri dari perwira-perwira cadangan tentara merah atau para kamerad yang telah mendapat latihan militer, baik dari pemimipin politik atau organisasi politik". Namun pada prakteknya, menurut sumber pejabat Sovyet dalam banyak kasus, kepemimpinan gerilya dipegang oleh sekretaris komite partai Holshevic atau oleh presiden/anggota dewan pertanian kolektif. Menurut slunber dari Jerman, para komisaris politik, pasukan polisi ideologi. partai lebih berperan di dalam partisan daripada di pasukan sendiri. Kenyataannya setiap unit patisan sampai kelompok terkecil punya perwira politik atau noncom yang tugasnya mengawasi loyalitas unit. Seperti yang ditunjukkan oleh operasi-operasi disekitar Vitebsk, ada cukup banyak kooperasi atau detasemen partisan dengan unit-unit tentara merah di seberang perbatasan, tapi nampaknya tidak mempunyai saluran formal dari perintah antar detasem~o dan tentara merah. Operasi partisan datang dari komite sentral regionai dari partai. Pemisahan prajurit tetap dari simpatisan terlihat sangat mencolok terutama pada puncak struktur perintah di komite negara untuk pertahanan, dimana pemimpin satuu-satunya adalah Josef ~talin. Komite memberikan perintah secara langsung kepada prajurit melalui komisariat untuk pertahanan pada satu sisi dan sisi yang lain perintah kepada partisan melalui bagian staf pusat dari gerakan partisan. Untuk menekankan pemisahan yang lebih komplit lagi diantara militer dan partisan, maka Pantoleymon K Ponomarenko diangkat oleh Stalin sebagai pemimpin staf pusat dari partisan. Pantol~ymon K Ponomarenko adalah seorang pegawai dari komite pusat partai, yang mempun 99 yai pengalaman di bidang militer sebagai wamil di awal tahun 34-an, sejak dipekerjakan sebagai aparat partai. (Sesudah perang, Ponomarenko melanjutkan karier politiknya yang terakhir, akhir-akhir ini sebagai duta besar di HAG~). Peletakan segala operasi di bawah partai rakyat seolah menunjukkan terlalu kecilnya peran Stalin di aspek militer dan dia

memberikan penekannya pada aspek politik. Kesuksesan yang tidak disangkal lagi, bahkan diakui oleh orang-orang Jerman, anggota gerakan partisan, meskipun baru permulaan dari peningkatan, yang seakan-akan untuk membenarkan keputusannya. Sekarang doktrin militer di Washington kelihatan untuk membatasi peran dari angkatan udar Amerika Serikat di dalam ofensif operasi gerilya untuk tipe-tipe pembantu perang yang dilambangkan oleh orang-orang Rusia~ sebagai pembantu dari perang konvensional. Apakah di dalam peristiwa bencana nuklir, perang gerilya bebas tanpa adanya kekuatan konvensional mungkin akan m~njadi perlu, adalah sebuah spekulasi yang murni. Namun demikian, penyokong dari operasi tak konver~sional mendukung sehingga dalam agresi Sovyet, gerilya berada di belakang atau kembali menyusup ke daerah penyeranngan akan sangat berguna. Hak itu disebabkan karena daerah peperangan dapat memberikan iklim politik, atau seperti yang dilakukan Mao Tze Tung suasana yang tepat untuk mendapatkan suatu pertimbangan yang proporsional dari penduduk yang mendukung. Pada saat pakar-pakar militer cenderung kurang memperhatikan masalah itu, banyak dari mereka menjelaskan bahwa di daerah di mana perlua5an Sovyet paling mungkin terjadi yaitu Eropa Barat, daerah atau dataran ini tidak cocok untuk operasi gerilya karena penduduknya yang padat dan terdapatnya daerah-daerah luas yang tidak dapat dimasuki. Lebih jauh pertanyaan yang kemudian timbul adalah apakah kegunaan dari operasi gerilya harus dibatasi, sebagaimana saran dari Mao Tze Tung untuk negara-negara dengan daerahdaerah yang tidak didiami atau gerilya dapat dijalankan dalam masyarakat urban. Pertanyaan ini agaknya akan menjadi sebuah ujian yang singkat. i C5 c,',~

BAB.X. GERILYA URBAN

Tanggal 26 Juli 1944 adalah hari yang panjang untuk diingat terus oleh orang-orang Warsawa, baik orang-orang Polandia maupun penjajah Jerman. Pada hari itu, untuk pertama kali se.iak,Jerman merebut ibu kota pada tahun 1939, suara dari artileri berat dapat didengar di timur. Orang-orang Polandia setelah 5 tahun dari pendudukan mempertimbangkan prospek untuuk memerdekakan diri dari tetangga mereka Rusia. Patroli jalanan Jerman melihat pertempuran yang akan datang di Warsawa dengan keprihatinan yang sangat mendalam. Di markas besar gerakan bawah tanah Polandia, kanandan dari tentara pusat Jendral Bor Komorowski, rr~embicarakan serangan yang akan datang dengan politikus bawah tanah lokal di Pariemen dalam negeri. ~aejak penyerahan Polandia; Dia telah menyiapkan kedatangan dari peristiwa itu dengan cara metodik dan hati-hati. Kira-kira 40.000 laki-laki dan 4044 wanita di bawah perintahnya menunggu perintah untuk memulai peperangan dengan melatih mereka, merencanakan, menyembunyikan dan menZngkatkan sistem komunikasi dan suplai melalui kota. Pagi itu dia telah menerima pesam sebuah radio dari pemerintah Polandia yang berada di pengasingan di London, yang memerintahkan dia untuk memulai pertempuran manakala dia dan Parl~t dalam negeri kelihatan kuat. Waktunya gawat. Tentara bawah tanah telah menyuplai dan perbekalan hanya untuk seminggu atau 10 hari dari peperangan. Menjadi masalah yang kompleks, pemerintah pengasingan telah gagal untuk mengadakan kembali hubungan den9an pemerintah Soviet, sehingga tidak ada hubungan pejabat untuk

mengkoordinasi peperangan dengan tentara Soviet. Usaha untuk berhubungan den9an Jenderal Rusia di medan dengan radio dan utusan telah gagal. Maksud dari Soviet sangat mencurigakan, pemimpin politik bawah tanah di Warsawa telah memperhitungkan bahwa kota berada di tangan Polandia dan di bawah negara Polandia, ketika tentara Soviet masuk ke kota. Sebaliknya , mereka meyakinkan bahwa pasukan Rusia akan mendirikan pemerintahan mereka sendiri dan menempatkannya dengan kaki tangan lokalnya, sedikit dari komunis Polandia yang sampai sekarang dengan keras menolak untuk kerja sama dengan tentara pusat Hor Komorowski. Secara jahat politikus mengatakan kepada Hor Komorowski bahwa mereka memerlukan waktu minimum 12 jam sesudah hengkangnya Jerman untuk mendirikan pemerintahan dan akan berada di posisi untuk menemui' mascaknya tentara R~rsia di dalam rombongan yan9 besar· Hor Komorowski berjanji. untuk menyelesaikan kondisi ini jika dia dapat ~dan kembali untuk pelajarannya pada laporan intelijen tingkat lanjut dari orang-orang Rusia. Sehari atau dua hari kemudian, b pesawat terbang mengitari Warsawa dilaporkan di Soviet dan paling dekat hanya 20 menit penerbangan. Dengan nyata, orang-orang Rusia membangun penyerangan yang terakhir. Tapi kapan penyerangan ini akan dilaksanakan ? Satu lagi dia mencoba untuk mendekati orang-orang Rusia melalui gerakan komunis bawal~ tanah. Tapi alangkah sedihnya, karena dia menemukan bahwa mereka semua telah melarikan diri. Kemudian pada tanggal 28 Juli jam 0Q.15 malam, radio Moskow menyatakan kepada penduduk Warsawa untuk bangun dan melanjutkan perjuangan aktif di jalan-jalaa~ melawan penjajah. 9uatu manivesto Soviet: "tongkat untuk senjata!" Hari berikutnya, saat dia menantL dengan gelisah, 8or Komorowski mendengar bahwa orangorang Rusia telah memukul mundur Jerman keluar dari kota, dan patroli mereka hanya 10 mil dari pusat. Pada 31 Juli mengumumkan bahwa pertempuran melawa~ Warsawa telah dimulai. Pada jam 05.00 sore, daerah timur berada di bawah Saviet. Pada akhirnya Hor Komorowski memutuskan bahwa saatnya telah tiba. Pemimpin politik dipanggil dengan tergesa-gesa, setuju dan diperintahkan dan keluar bahwa peperangan akan dimulai pada jam 05.00 sore, hari berikutnya tanggal i Agustus. Meskipun hujan turun pada pagi berikutnya, jalan-jalan penuh d~ngan orang-orang Polandia yang kelihatannya akan bekerja sebagaimana biasanya, tapi sebenarnya dalam kehati-hatian mereka untuk merencanakan mobilisasi. Kemudian satu-persatu menyebar ke tempat-tempat stategis di dalam kota. Bangunan-bangunan penting, jalan-jalan pusat, posisi-posisi p~nting untuk melihat barak-barak dan markas besar Jerman, jalan kereta api, dan beberapa pabrik, di mana senjata-senjata disembunyikan secara rahasia. Pada lain tempat, orang yang pertama akan membunyikan bel pintu dan berkata pada penjajah bahwa bangunan telah diambil alih. Kemudian orang ini akan singgah dan pergi keatap, jendela dan balkoni menutupi titik-titik kunci. Bor Komorowski sendiri meninggalkan tempat tinggalnya yang rahasia dan pindah ke bangunan di mana akan digunakan untuk markas besar dan radio akan didirikan untuk meliput peperangan. Pada jam 4.30 sore, orangorang Jerman tiba-tiba kembali memaksa penjaga pabrik yang memegang posisi penting di dalam rencana Hor. Pertempuran terjadi dan tembakan terjadi pula, tapi pada awalnya orang-orang Jerman membubarkannya, ini seolaholah "tembakan bodoh" yang dilakukan sendiri oleh orang Polandia pembuat kerusuhan. Tapi kemudian, sebuah truk yang penuh dengan polisi-polisi Jerman dihancurkan dengan granat yang dilempar dari puncak atap. Pada jam 5 sore, sebagaimana bor perintahkan, pertempuran meluas terjadi di kota dan Jerman menangkapi penjaga. 15 menit kemudian, sirene dibunyikan dan tanktank Jerman mulai bergerak ke pusat kota. Tapi karena manuver di

jalan sempit mereka tidak menemukan pejuang-pejuang Polandia, yang dengan cepatnya melempar mereka dengan botol-botol bensin, yang dilempar dari atap-atap yang strategis. .:t. Ca.~:: Pada awalnya, masalah Bor yang terbesar adalah komunikasi. Sesaat pertempuran dimulai, radio di markas besar telah hancur dan rusak selama i jam. Patroli Jerman menguasai jalanjalan dan mencegah mereka ke utusanutusan tentara rumah. Beberapa dari mereka adalah wanita muda. Dengan peledakan dinding-dinding gudang bawah tanah, orang-orang Polandia dapat membuat sejumlah rute yang dapat menghindari jalan-jalan terbuka. Dindingdinding Ioteng diterobos sedimikian rupa dan atap-atapnya pada awalnya dilengkapi dengan pintupintu masuk yang cepat dari satu titik ke titik lain. Tapi satu persatu Jerman mengatur untuk m~ghancurkan rute-rute bawah tanah itu. Kemudian sebagaimana orang-orang Yahudi lakukan saat pertempuran dari orang-orang Yahudi Warsawa di tahun 1943, utusan Bor melalui urungurung (saluran-saluran). Dengan suplai yang baik dengan peta yang detail dari sistem saluran-saluran, mereka dapat melakukan komunikasi diantara berbagai pusat perlawanan. Kadang-kadang meerayap, kadang-kadang berenang, kadang-kadang memanjat batu-batu yang licin pada air terjun disaluran, lakilaki dan wanita-wanita dari gerakan bawah tanah mengatur untuk membawa pesan, suplai, amunisi dan bahkan luka dari satu tempat ke tempat lain. Tapi kemudian Jerman mengetahui ekspedisi ini dan mulai menggranati dan mer~sukkan gas-gas bom ke lubang-lubang saluran dan akhirnya berhasil menutup kebanyakan dari rute-rute di saluran. Sementara itu Hor menunggu dengan cemasnya untuk penyerangan orangorang Rusia yang terakhir yang akan mengalihkan pasukan-pasukan Jerman dari pertempuran melawam tentara rumah. Kembali ke Kremlin, Stalin telah membuat rencana lain. Perang total dari tujuan tentara rumah, dia tak mempunyai maksud meletakkan kekuatan dari pemerintahan Polandia di pengasingan untuk mendapatkan kredit untuk membebaskan Warsawa. Dia masih bermaksud untuk mengijinkan kekuatan Polandia untuk mendirikan pemerintahan sendiri yang akan didominasi oleh orang-orang non komunis, di dekat medan pertempuran yang menunggu untuk mengatur kota di sepanjang garis-garis komunis. Dia tidak juga menyiapkan untuk negosiasi dengan tentara rumah yang ia curigai sangat anti Rusia sebab dari bagian serikat Rusia telah memainkan peranan dalam pemisahan Polandia pada tahun 1939. Sejak dia mengetahui b~yak bahwa tentara Hor Komorowski seimbang untuk melaw~ Jerman, jauh lebih sederhana untuk membiarkannya melakukan dan menghancurkan dalam proses. Hanya untuk memastikannya melakukan bunuh diri ia me~nanggil tentara rumah untuk membawa pasukan dan kemudian memerintahkan Marshalnya untuk menunggu sampai Jerman dihancurkan. Ketika pertempuran terdengar Hitler, satu persatu dia memanggil jendral-jendral terbaiknya untuk mengambil perintah dan secara bersamaan memberi perintah kepada divisi cadangan yang telah menunggu kedatangan penyerangan Rusia, ke kota. Dibanjiri tentara-tentara yang kuat, tentaratentara Bor diarahkan ke titik kekuatan. Pesan-pesannya tidak diakui. .~. c~f 3 Ketika pemerintahnya di London meminta angkatan udara Inggris dan Amerika untuk menurunkan amunisi-amunisi yang sangat diperlukan dan suplai melalui parasut, sekutu Barat mengatakan bahwa mereka tidak dapat menyeleksi semua jalan ke Warsawa tanpa pengisian kembali bahan bakar di belakang garisgaris Rusia (daerah-daerah Rusia). Tapi permintaan Stalin ini ditolak. Namun demikian tentara rumah melanjutkan pertempuran. Bor sebagaimana yang telah kita bahas, telah memperhitungkan bahwa pertempuran akan berlangsung selama 7 hari, paling lama 10 hari. Ketika Bor sadar bahwa dia telah dikhianati oleh Sovyet dia meminta pasukan-

pasukannya untuk menghemat amunisi mereka. Tapi dipencar di dalam benteng-benteng mereka sepanjang ibukota tidak mungkin, kemudian dia berkata untuk memaksakan disipiin pada mereka. Secara berangsur-angsur cadangan mereka menipis, 10 hari telah berlalu, tetapi mereka masih tetap bertempur. Kemudian 20 hari dan akhirnya 30 hari. Akhirnya, pada 4 September, 35 hari setelah dia memerintahkan untuk berperang semua perlawansn berakhir. Te~entara ruumah kalah. Kemudian Stalin memerintahkan Marshalnya untuk melaporkan semua kemenangan. Adalah tidak bijaksana apabila orang Polandia mengharapkan perlakuan yang kurang brutal dari orang-orang lalim di Kremlin. Tapi rata-rata orang berpendapat, tidak ada masalah bagaimana menjadi pintar, bagaimana menolak secara keras dari pengkhianat yang tidak manusiawi dan menolak untuk menerimanya. Kenyataan mengingatkan kembali bahwa strategi-strategi Stalin sangat sukses dan dalam beberapa hari kemudian ia dapat masuk tak hanya di pemerintah Warsawa tapi juga pemerintah Polandia. Tapi ini bukan yang akan menjadi p~mbicaraan kita disini. Sebaliknya pandangan dari ahliahli perang mutakhir, termasuk Mao Tse Tung yang menulis perang gerilya mungkin dapat dilakukan di negara-negara yang kecil seperti Belgia, perang selama 35 hari oleh Bor dengan Jerman menunjukkan bahwa operasi perang ~tidak konvensional sangat mungkin dilakukan. Pada akhir-akhir ini, teror di Aljazair dan Iran menunjukkan hal yang sama. Umur yang pendek dari pemberontakan dan Hudapest, keduanya bukan dikarenakan ketidakcocokan dari perang gerilya di daratan, tapi karena tidak adanya banyak persiapan atau dukungan. Dapat dikatakan bahwa pemberontakan tanpa adanya dukungan dari Iuar akan mengalami kegagalan di dalam melawan musuh. Tapi ini tak menghalangi kemungkinan suksesnya operasi gerilya dari jenis-jenis lain perang gerilya di daerah terbuka. Mungkin satu alasan untuk mengurangi kemungkinan keberhasilan dari operasi gerilya urban adalah adanya kata "gerilya" yang umumnya artinya dihubungkan dengan hutan belantara, gunung-gunung di utara Spanyol, hutanhutan di Asia Tenggara, daratan-daratan Cina atau gurun-gurun pasir di Arabia, dimana pasukan dapat bersembunyi di gua-gua, hutan-hutan lebat, atau mudahnya di gurun yang luas. Gerilyawan disarankan untuk dapat bergerak dengan cepat di daerah-daerah yang sempit melalui daerah yang penduduknya 1. c~a~ padat, dalam jalan-jalan yang tak diketahui di daerah pegunungan terpencil atau daerahdaerah yang tidak ada di peta, pokoknya di daerah pelosok. Gerilya sendiri biasanya dibayangkan seperti seorang Robinhood, meninggalkan tempat tinggalnya di dalam hutan-hutan yang lebat. Beberapa dari keahliannya adalah berburu, bergerak tanpa suara, mata yang tajam, pengetahuan yang mendalam tentang binatangbinatang buas, seni-seni kamuflase dengan daun-daunan alami, pendeknya konsep dari tarzan kota. Tapi sebagimana tentara Polandia temukan, sebuah kota besar dapat juga menyediakan jalanjalan yang tersembunyi, melalui lorong-lorong dan gudang bawah tanah, loteng-loteng dan atap-atap rumah, jadi daerah-daerah yang tidak bisa dimasuki oleh orang asing, seperti jalanjalan yang tersembunyi di hutan. Sistem selokan yang sangat membingungkan di Warsawa tidak sebagus jalan-jalan di hutan, tapi sekairang sekurang-kurangnya dapat digunakan oleh pejuang-pejuang Polandia dengan sistem komunikasi yang sangat efektif. Setiap pelarian yang dapat selamat, yang jumlahnya hanya sedikit biasanya mengetahui tempat-tempat perlindungan, di daerah yang berbahaya. Hahkan mereka menghilangkan dirinya di dalam daerah-daerah yang padat penduduknya. Mereka menggantungkan semua itu pada pengetahu~ mereka tentang jalan-jalan manusia, bukan dari binatang, untuk menghindari pelacakan.

Sebagai orang-orang yang ditemukan selamat dari pemberontakan Warsawa, reruntuhan rumah-rumah yang terkena bom yang tak terkira jumlahnya, yang telah mengukur setengah dari gudang bawah tanah. Menggunakan semua di atas untuk tempat perlindungan dan basis. Untuk melawan pemberontak sebagaimana yang dapat diambil dari PD II, adalah tak adanya daerah yang kurang dapat dimasuki oleh tank-tank daripada m~ngebom kota yang jalanjalannya tertutup oleh puing-puing yang sangat banyak dan kawasan-kawasan dengan b~gunanbaa~gunan yang terbakar, penyedian tempat-tempat ideal yang tyersembunyi untuk gerilya~n dengan senapan-senapan pembunuh dan granat. Sebagaimana yang diketahui oleh komunis Malaya, operasi gerilya di dalam hutan atau di padang pasir adalah sangat tergantung sekali pada suplai dari daerah lain. Urban gerilya pada sisi yang lain, adalah operasi yang sangat penting dari sistem suplai. Tidak hanya pasar makanan tapi dokter-dokter dengan obat-obatannya, ruangan untuk merawat tentara-tentara dan pembuatan bom dan senjata-senjata lain yang siap untuk digunakan. Namun demikian, urban gerilya memiliki beberapa kelemahan yang tidak ditemui di gerilya di daerah pelosok yang membatasi jenis-j~nis operasi yang dapat dijalankan. Pengumpulan kembali orang-orang yang jumlahnya banyak yang telah terusir dari peperangan ke dalam pasukan sepertinya hampir tak mungkin dapat dilakukan di bawah pengawasan polisi. Resiko diketahuinya pengumpulan orang-orang di daerah yang padat oleh informaninforman membutuhkan sangat besar sistem keamanan yang berpengalaman dibandingkan dengan yang dilakukan oleh gerilya-gerilya di wilayah pelosok. Dari sini, mereka ~jalankan operasi tidak menyolok, seperti pemberontakan Warsawa, geriiya urban harus membatasi dirinya pada opera .Icp~ si-operasi yaitu membawa pasukan yang kecil dan menghindari semua resiko dari pertempuran di jalan-jalan terbuka, yang dapat menyebabkan pemberontak dapat diketahui. Dalam hal ini mereka menggunakan beberapa manfaat dari perang gerilya di peTosok. Karena mereka berada di pusat komunikasi, di mana banyak rumah-rumah yang biasanya menjadi markas besar dari pasukan musuh yang besar, kesempatan mereka untuk mengumpulkan datadata intelijen lebih besar. Lebih jauh, pusat komunikasi sendiri lebih mudah untuk dihancurkan daripada jalan kereta api atau sambungan telegram yang menghubungkan daerah-daerah pelosok. Sebagai contoh, sabotase pada tempat jenderal-jenderal besar, dapat menghancurkan musuh dengan lebih mudah dari pada peledakan selokan/urung-urung. Perusakan dari sebuah telegram atau pusat telepon dapat membuat musuh lebih timpang, dibandingkan dengan pemfltongan kawat pribadi. Apabila gerilya urba;n jarng melakukan penyerangan dan penghancuran patroli musuh, dia jauh lebih baik melakukannya ke markasmarkas besar di kota, untuk memusnahkan personil kunci dari musuh, yang dijalankan melalui jalan-jalan tertentu. Akhirnya, operasi gerilya di daerah yang padat penduduknya, dimana tingkat pendidikannya lebih tinggi dibandingkan dengan penduduk di desadesa pelosok, lebih baik dilakukan dengan propaganda rekrutmen. Dari menulis slogan pada tembok yang isinya anti musuh, pengedaran pamflet dan poster dan melakukan pertemuan rahasia, mereka berada pada kondisi yang terbaik untuk menanamkan ide-ide kepada rakyat dari pada operasi gerilya di antara kaum semi terpelajar atau petani-petani yang tak terpelajar. Kemampuan dari gerilya urban sangat berbeda, dari mana ~.a berasai, kemampuan dari desa lain dengan kemampuan gerilya urban dari pegawai kantor atau buruh-buruh pabrik atau dari petani atau tukang kayu. Meskipun demikian mereka harus mengenal baik dengan gang-gang dan gudang-gudang di bawah tanah, selokan-selokan dan manfaat terowongan di kotanya sendiri, sebagaimana seorang pejuang di pelosok mengenal dengan baik jalan-jalan kecil di gunung dan hutan, mereka harus mencari persEmbunyian tidak hanya berada di bawah daun-

daun alam untuk menutupi dirinya, tapi mempunyai kemampuan untuk penyamaran, menjadi ma~tir listrik di siang hari dan menjadi penyadap telepon dan radio di malam harinya. Bahkan agar dapat menyerang konvoi musuh mereka harus mengetahui trik-trik dari sabotase kendaraan-kendaraan musuh yang diparkir di garasi dan tanki-tanki motor dengan menuangi grafit dan gula pada tank-tank mereka dan peledakan urung-urung. Revolusi indutri telah masuk/menembus ke daerah-daerah ~dalaman, yaitu berupa keahlian, yang dengan cepat menggantikan adat istiadat lama dan seni dari tukang kayu. Di Amerika dan Eropa sekarang ini, petaninya lebih mempunyai keahlian merawat traktor dari pada memelihara kuda sakit, ~lebih mengenal gergaji mesin dari pada~kapak, lebih suka rumah pada jalanjalan besar dari pada rumah di jalan-jalan kecil di hutan. Kecenderungan dari ahli perang adalah menolak kemungkinan dari perang l.ir~r gerilya di daerah yang berpenduduk padat seperti di Eropa barat dapat dimengerti. ~angat disayangkan sekali, mereka menggunakan metode tak konvensional yang merojijikkan dan cara-cara yang sangat tidak sopan dalam melakukan perang gerilya, bahkan dalam daerah pelosok. Karena metode urban gerilya yang digunakan lebih tak konvensional dan cara-cara mereka yang tidak sopan dengan menekankan pada operasi-operasi pembunuhan dan teror. Tapi untuk mengabaikan kemungkinan dari operasi gerilya pada daerah yang padat penduduknya mendatang dan kegagalan untuk mengadakan iatihan yang meniadai dan persiapan untuk menyelenggarakan gerilya atau untuk meniadakannya akan kelihatan berpandangan yang sempit, seperti Hitler, ketika ia memusnahkan masalah gerilya di Rusia dengan perintah untuk "me~nusnahkan gerilyawan dengan kejam di dalam pertempuran atau saat mereka mencoba untuk melarikan diri".

BAB.XI. AMERIKA LATIN

Di Afrika dan Timur Tengah khususnya di Iran dan jazirah Arab, kekuatan gerakan gerilya sedang berkembang, Amerika Latin ramai dengan keluhan-keluhan, persaingan politik, permusuhan dan frustasi nasional atau aspirasi rasial yang merupakan sumber adanya gerilya. Pada akhir-akhir ini, di Februari 1963 Presiden Kennedy, dalam pidatonya mengatakan adanya ancaman dari aktifitas subversif Castro di luar negeri, dengan berkata "Saya pikir bahwa yang besar bagi Amerika Latin ... adalah adanya kasus-kasus sangat sulit dan kondisi yang menyedihkan di dalam negara-negara Amerika Latin, tak berhubungan dengan Cuba, banyaknya buta huruf atau perumahan yang jelek, tak meratanya distribusi kekayaan atau politik atau ketidakstabilan sosial ... ini sangat menyedihkan dan dalam beberapa kasus internal di Amerika Latin ... yang menyebabkan saya peduli dan mengapa saya mengatakan Amerika Latin sebagai daerah yang paling kritis di dunia sekarang ini". Jaman dahulu, kudeta adalah bentuk primitif dari pemberontakan yang telah dikebangkan oleh tradisi politik di Amerika Latin, dimana lawan-iawan politik telah dibatasi untuk lapisanlapisan tertentu dari elit politikus. Tapi sekarang ini pesaing-pesaing politikus telah menembus kelas ekonomi yang lebih rendah dan tingkat sosial yang lebih rendah juga dan grup-grup rasial dan usaha-usaha sistematis dari partai komunis untuk membantu perkembangan dan menangkap gerakan pemberontak yang baru dibentuk, yang didasarkan pada rasa tidak puas dan keluhan-keluhan dari sedikit hal istimewa. Tak adanya kebebasan untuk menolak kudeta alangkah lucunya kehidupan politik di Amerika Latin. Sistem komunis tidak hanya memiliki teknis yang sempurna untuk memperoleh pengikut tapi juga memiliki

kecenderungan untuk meluaskan wilayah dan untuk merusak dirinya untuk kepentingan dari kerajaan yang besar yang dapat mengancam negara kita (Sovyet). Saat Cuba menggambarkan kedua kecenderangan di atas, akan terjadi salah pimpin untuk menaksir terlalu tinggi peranan sebuah sumber dari operasi pemberontak subversif. Hukanlah sumber-sumber finansiai maupun sumber material untuk membantu lebih banyak daerah pangkalan untuk operasioperasi pemberontak, dan secara ideologi, sebagaimana presiden Kennedy tunjuk, tapi keluarganya sebagai pembawa perisai revolusi sosialis telah ternoda oleh penghinaan baik oleh Amerika Serikat maupun Uni Soviet. Sekalipun kelengahan Cuba, kemunculan komunis di Amerika telah menunggangi Amerika derigan kewajiban ganda : harus menyempurnakan kemampuan dan itu semua juga pada tetangga latin kita sebagai seni kontra pemberontakan, dan karena kemungkinan terjadi kudeta atau penangkapan terhadap satu gerakan pembangunan dari orang-orang komunis, sebagaimana di Guatemala dan Cuba kita harus mengembangkan kemampuan untuk meluncurkan operasi gerilya yang aktif seperlunya, untuk menetang kemunculan kediktatoran komunis. Kemampuan terakhir ini dipersulit oleh ketidaksenangan secara tradisi dari orangorang Yankee di Amerika Latin dan anehnya simpatisan-simpatisan kita sendiri .~. c~y untuk elemne-elemen pembaharuan anti feodal yang jika tertangkap oleh komunis bisa dengan baik beralih menyeberang ke barisan itu dari kekuatan kita (beralih pihak). Pandangan sekilas menyatakan pada beberapa negara Amerika Latin akan mengumumkan keluhan-keluhan, persaingan-persaingan dan ketidakadilan sosial yang menyebabkan presiden Kennedy menimbangnya. Amat jarang terjadi kepala kantor dalam biro departemen negara pada Inter - American - Affa.ir tidak mengklaim status negara itu dalam keadaan kritis. Pada resiko yang menyakitkan hati mayoritas dari mereka itu, kita akan mengambil hikmah. Heberapa ratus mil sebelah selatan batas republik Guatemala selama beberapa dekade telah dipanaskan dengan ketidakpuasan politik. Ketidakstabilan struktur politik disebabkan dan ditekan oleh dua keadaan. Hampir 2/3 penduduknya adalah orang Indian dan karena itu melebihi batas aktifitas politik. Kedua bahwa ia mempunyai pengalaman satu revolusi yang telah mempertaj am kemauan untuk memperbaiki keadaan sosial. Sepertiga penduduknya yang aktif berpolitik terdiri atas golongan keluarga yang baik-baik dari pendatang, yang mudah dilaksanakan kembaii dengan kedatangan baru dari kelas yarig berpunya dan sangat k~rsial, dan melawan paham konservatif dari kelompok ini - adalah kelompok intelektual, doktor-doktor, jurnalis-jurnalis, penulis dan orang -orang profesional yang didukung oleh ketidakdewasaan politik namun aktif dan mahasisv~a-mahasiswa yang vokal. Membagi aliansinya menjadi dua adalah hal yang lucu dan merupakan militer yang tidak dapat dipercaya, yang i/3 dari perwira tingginya adalah kolonel. Ada sedikit yang sangat orisinal memgenai isu pembagian Kanan dari Kiri (pihak Kanan dan Kiri) : pembagian kekuatan politik yang tidak merata, juga pada kekayaan dan tanah. Kemiskinan dari pekerja-pekerja telah menggerakkan ratusan dari ribuan untuk ke kota-kota sebagaimana di Amerika Latin yang lalu - dimana mereka hidup dalam kemelaratan dan kemalasan. Angka buta huruf adalah antara yang tertinggi dan di Amerika Tengah, sekitar 65 %. Karena itu manyebabkan 2/3 dari penduduk negara itu menjadi sangat inferior dan frustasi. Golongan ningrat daratan (asli/berasal dari situ) dan kelas baru yang berpunya dan dengan kadar status quo yang tinggi dan secara teguh menentang beberapa pembaharuan sosial ataupun ekonomi golongan kiri, yang bernafsu telaah digerakkan tapi kurang dipuaskan dengan revolusi pada 1944-1954, membela baik komunis maupun tingkat sosialisme yang berubah-ubah· Satu unsur tambahan pada kontroversi adalah kekuatan ekonomi pada Lhited

Fruit Company yang secara tetap dituduh mengeksploitasi negeri itu untuk menarik orangorang asing. Pada saat sama, pihak kanan, didukung militer, sedang pegang kekuatan tetapi pemilihanpemilihan telah disetujui pada akhir 1963· Orang paling ~kiri yang sedang memimpin, Juan Joze Arevalo, ssdang dalam pengasingan, mengancam untuk lari dan sejak ia sangat populer diantara uunsur-unsur 1. i:> ~' pembaharu, kesempatan untuk berhasil kian terbuka. Tetapi karena dia sekali menyerahkan gerakannya ke,tangan komunis di bawah pimpinan Presiden Arbent, golongan paling kanan dan unsur-unsur konservatif di tubuh tentara memutuskan untuk mencegah pemilihannya, baik dengan pencegahan pencalonannya atau dengan menunda pemilu. Haik dalam kasus ancaman-ancaman pihak kiri untuk memukul kekuatan itu. Dalam satu dari dua kasus ancaman-ancaman pihak kiri untuk memukul kekuatan. Karena itu untuk mencegah satu pengambilalihan Komunis Amerika dihadapkan dengan alternatif-alternatif yang sama sekali tidak layak, mendukung kanan yang feodal untuk memegang kekuasaan, atau jika ekstrem kiri memperoleh kedudukan, berarti harus membesarkan hati (mendorong) satu gerakan pemberontakan untuk mengeluarkannya/mendepaknya. Seribu mil lebih jauh ke selatan, di Peru kami menemukan ketidakpuasan yang lain, mayoritas orang-orang Indian tidak terasingkan dari politik nasional tetapi sering hidup dalam hambatan pada kebun-kebun di dataran tinggi milik tuan tanah dimana tuan tanahnya tidak ada di Andes. Menaikkan tekanan-tekanan pada penduduk telah memaksa ratusan dari ribuan (dari mereka) untuk mengelompok di luar kota-luar kota di Lima dalam kolonisasikolonisasi yang bahkan polisi tidak menentang masuk dan merupakan tempat tong-tong bubuk dari ketidakpuasan dan ketidaksenangan. Lagipula yang namanya buta huruf, dan perumahan yang tak cukup serta pengangguran adalah kegelisahan-kegelisahan yang dicari oleh orang-orang komunis untuk dieksploitasi, yang sejauh itu tanpa keberhasilan. Sejak Juni 19b2-1963, dewan militer mengatur negara itu, walaupun Partai Rakyat (APRA) di bawah Haya de La Torre yang anti komunis diharapkan memenangkan pemilihan mendatang. Untuk menetangnya dan program reformasinya, kaum oligarki paling kanan dengan dukungan militer disiapkan berbuat apa saja, termasuk jika perlu kerjasama dengan kiri yang komunis. Tetapi selagi itu semua diakhiri, pemilihan dimenangkan oleh Fernando Bela unde Terry, pemimpin Partai Aksi Popular (Popular Acti ai Party) sayap kiri, orang yang telah diramalkan sukses. Militer sendiri terpecah antara pejabat-pejabat yang lebih muda yang berpikiran konservatif dan progresif. Mahasiswa telah dalam komunis kuat, tetapi organisasi-organisasi mahasiswa anti komunis telah mencapai posisi yang lebih tinggi. Di pegunungan, orang-orang Indian terpukul dengan kemiskinan dan ketamakan tuan-tuan tanah yang bukan merupakan penduduk asli benar-benar menimbulkan kegelisahan. Akankah konflik muncul di pusat, kemungkinan itu yang pertama kali orang-orang Indian akan ambil bagian, baik di bawah kepemimpinan komunis maupun mereka secara bebas (tidak di bawah pihak manapun). Pertanyaan itu tidak terjauvab. Untungnya organisasi komunis sendiri sedang kacau, terpecah menjadi beberapa faksi. Meskipun begitu, jika "balon" itu naik di Peru kita adalah pihak yang tepat untuk dimusuhi dengan perjuangan panjang dan pahit, dari mana ini akan merupakan hal yang sulit untuk berdiri dalam jangka lama, kecuali kita dengan ikias mengambil resiko pen I. 1. cn gambilalihan komunis dengan kegagalan. Pintu selanjutnya adalah Peru, Holivia, seperti Guatemala, telah sering menguji kekerasan revolusi satu dekade yang lalu, dan sebagaimana di Guatemala kebutuhan akan makanan telah

naik. 80 % penduduk Indian punya jumlah (ekonomi) terbatas disatukan dalam kehidupan nasional dan telah memperoleh aspirasi-aspirasinya sendiri melalui perampasan. Tentara, yang diskreditkan oleh revolusi, telah diganti - dalam kedudukannya sebagai kekuatan utama - oleh satu milisi ganda yang terbentuk dari buruh-buruh tambang timah yang terorganisasi dan satu petani atau milisi Indian di sisi lain. Per~rintah I`~ yang ada ter~cah antara pusat yang moderat dan Kiri yang radikal yang dipimpin Juan Leichin Cluuendo, yang didukung oleh milisi buruh dan sedikitnya sampai sekarang orang-orang moderat telah bisa menghitung milisi petani. Tidak ada negara di Amerika Latin yang punya masalah ekonomi yang lebih sulit. Satu sisi industri tambang timah yang dinasionalisasi, didominasi oleh buruh yang terorganisasi, adalah tidak efisien dan terbebani oleh penggunaan tenaga yang terlalu banyak dari yang dibutuhkan. Percobaan untuk menganekaragamkan perekonomiannya dengan memunculkan peternakan, gula dan minyak dan industri-industri lain di dataran rendah telah dibarengi dengan kekacauan orang-orang Indian yang turun dari perkampungan gunung untuk bekerja di dataran rendah. Hasilnya adalah pendapatan per kapita Bolivia adalah terendah di Amerika Latin. Lebih jauh ke utara, hanya sebelah selatan Terusan Panama, Colombia telah lama dihargai sebagai negara yang paling diharapkan dari negara-negara di Amerika Selatan. Tidak ada pembicaran masa.Iah-masalah dengan orangorang Indian. Antara 1900 - 1948 berdiri tradisi yang stabil, p~nerintahan yang demokratis yang mana partai konservatif dan liberal berkompetisi secara damai untuk memperoleh kedudukan. Perekonomian kopinya telah berandil besar pada stabilitas dengan satu program diversifikasi. Program ini mengatur unsurunsur yang berpendidikan baik dan sangat patriotis. Tetapi di balik itu senx~a, ternyata stabilitas itu membohongi benihbenih persaingan dan perselisihan yang keras dan mengakar begitu dalam. Dalam 100 mil dari Hogota surat perintah dari pemerintah berhenti. Di daerah-daerah yang kasar, dimana komunikasi tidak baik menjalankan daerahdaerah kecil seperti bangsawan-ban9sawan feodal. Heberapa dari mereka menyebut diri mereka sebagai orang konservatif, dan yang lain dengan bangganya menunjukkan warna yang liberal dan sewaktu--waktu keduanya bertemu, itu berarti waktu yang tepat untuk bertempur dan menumpahkan darah. Permusuhan ini bisa dibandingkan dengan pertengkaran yang berlaku diantara keluargakeluarga di pegunungan Kentucky dan Tennesse. Meskipun beberapa persaingan mempunyai perbedaan politis yang mendasar, ideologi menjadi sumber nyata pendirian kecuali dalam dua wilayah dimana Caudilos lokal berjanji membayar pada doktrin komunis -'di Viota dan Sumapa - dimana kadang-kadang memberikan 1.11 suaka bagi buronan komunis dari daerah-daerah pantai. Secara mendasar, keluhan-keluhan yang mengoyak negara bagian itu juga negara-negara Amerika Latin lainnya, adalah pembagian kekayaan yang tak rata, juga pada pembagian tanah. Di beberapa daerah, pendatang menemukan lembah-Iembah yang subur yang dimiliki oleh tuan-tuan tanah yang bukan penduduk asli, dan digunakan secara besar-besaran untuk penggembalaan, sedang di tanah tandus, sisi gunung yang terkikis petani menumbuhkan kopi pada petakan-petakan tanah kecil sebagai sumber nafkah,pemiliknya. Perumahan penduduk umumnya sangat jelek, dan kemiskinan penduduk telah memicu gerakan ke kota-kota yang menciptakan kampung-kampung kumuh yang bisa diban. dingkan dengan daerah pinggiran Lima. Sebagai hasil dari kediktatoran Rojas Pinella, antara 19A8-1958, tentara menjadi tidak dipercaya oleh unsur-unsur masyarakat. Penyerangan dari mengirimkan satuan-satuan militer untuk menentramkan daerah-daerah pinggiran telah menjadi satu hiburan nasional yang

memberikan bandit-bandit masyarakat dan Caudillos kampung dengan senjata genggam dan amunisi untuk melanjutkan ketidakpatuhan mereka pada hukum. Karena itu kekerasan menjadi tradisi yang sampai sekarang didorong oleh prestis, kejenuhan dan kesulitan ekonomi tetapi bisa - jika pantas - dihubungkan ke dalam saluran-saluran politik oleh pihak paling kiri yang ekstrem. Bahaya ini dipertimbangkan dengan baik oleh rejim yang pada saat itu telah bergabung dengan gereja Katolik dalam kampanye perdamaian. Kampanye itu adalah satu hal yang bercabang 2 meliputi pertama satu pendidikan masyarakat, program pelatihan kejuruan di salurkan dengan radio, pembangunan jalan, pembantuan ekonomi dan medis untuk kampuung-kampung yang dilanda kemiskinan, dan pada sisi lain, kampanye penjahat militer diadakan oleh komando-komando gerilya terlatih yang dikenal sebagai pasukan-pasukan pemburu - pembunuh yang mencoba menindas bandit-bandit dan Caudillos-caudillos yang bermusuhan. Pada saat itu pemerintah berada pada koalisi yang menggelisahkan antara pihak konservatif dan liberal yang bergantian memilih presiden. Heberapa pakar memperkirakan seberapa lama persekutuan buatan itu akan berlangsung. Dalam pada itu kelompok sayap kiri yang ekstrem sedang melaksanakan pemanfaatan kegelisahan dan pemanfaatan unsur-unsur yang tak patuh pada pihak komunis yang populer/menang. Pintu selanjutnya bagi Colombia, Venezuela memberikan kemungkinan perbedaan paling menyolok antara yang sangat kaya dan kemiskinan sama sekali. Di negara ini, mereka ada dan saling bersisian, dalam satu ketegangan, gencatan senjata yang mengkhawatirkan yang mana, selama kunjungan wakil dari presiden Nixon, sekali-kali meledak dalam demonstrasidemonstrasi kemarahan. Di Caracas, rumah-rumah besar mewah, hotel-hotel mewah, dan simbol-simbol lain yang menyolok dari kekayaan minyak berdiri hampir berdampingan dengan perkampungan kumuh yang didiami oleh penganggur atau setengah penganggur yang preletariat yang memberi dukungan bagi politisi-politisi kiri yang 11.J~' suaka bagi buronan komunis dari daerah-daerah pantai. Secara mendasar, keluhan-keluhan yang mengoyak negara bagian itu juga negara-negara Amerika Latin lainnya, adalah pembagian kekayaan yang tak rata, juga pada pembagian tanah. Di beberapa daerah, pendatang menemukan lembah-Iembah yang subur yang dimiliki oleh tuan-tuan tanah yang bukan penduduk asli, dan digunakan secara besar-besaran untuk penggembalaan, sedang di tanah tandus, sisi gunung yang terkikis petani menumbuhkan kopi pada petakan-petakan tanah kecil sebagai sumber nafkah,pemiliknya. Perumahan penduduk umumnya sangat jelek, dan kemiskinan penduduk telah memicu gerakan ke kota-kota yang menciptakan kampung-kampung kumuh yang bisa diban. dingkan dengan daerah pinggiran Lima. Sebagai hasil dari kediktatoran Rojas Pinella, antara 19A8-1958, tentara menjadi tidak dipercaya oleh unsur-unsur masyarakat. Penyerangan dari mengirimkan satuan-satuan militer untuk menentramkan daerah-daerah pinggiran telah menjadi satu hiburan nasional yang memberikan bandit-bandit masyarakat dan Caudillos kampung dengan senjata genggam dan amunisi untuk melanjutkan ketidakpatuhan mereka pada hukum. Karena itu kekerasan menjadi tradisi yang sampai sekarang didorong oleh prestis, kejenuhan dan kesulitan ekonomi tetapi bisa - jika pantas - dihubungkan ke dalam saluran-saluran politik oleh pihak paling kiri yang ekstrem. Bahaya ini dipertimbangkan dengan baik oleh rejim yang pada saat itu telah bergabung dengan gereja Katolik dalam kampanye perdamaian. Kampanye itu adalah satu hal yang bercabang 2 meliputi pertama satu pendidikan masyarakat, program pelatihan kejuruan di salurkan dengan radio, pembangunan jalan, pembantuan ekonomi dan medis untuk

kampuung-kampung yang dilanda kemiskinan, dan pada sisi lain, kampanye penjahat militer diadakan oleh komando-komando gerilya terlatih yang dikenal sebagai pasukan-pasukan pemburu - pembunuh yang mencoba menindas bandit-bandit dan Caudillos-caudillos yang bermusuhan. Pada saat itu pemerintah berada pada koalisi yang menggelisahkan antara pihak konservatif dan liberal yang bergantian memilih presiden. Heberapa pakar memperkirakan seberapa lama persekutuan buatan itu akan berlangsung. Dalam pada itu kelompok sayap kiri yang ekstrem sedang melaksanakan pemanfaatan kegelisahan dan pemanfaatan unsur-unsur yang tak patuh pada pihak komunis yang populer/menang. Pintu selanjutnya bagi Colombia, Venezuela memberikan kemungkinan perbedaan paling menyolok antara yang sangat kaya dan kemiskinan sama sekali. Di negara ini, mereka ada dan saling bersisian, dalam satu ketegangan, gencatan senjata yang mengkhawatirkan yang mana, selama kunjungan wakil dari presiden Nixon, sekali-kali meledak dalam demonstrasidemonstrasi kemarahan. Di Caracas, rumah-rumah besar mewah, hotel-hotel mewah, dan simbol-simbol lain yang menyolok dari kekayaan minyak berdiri hampir berdampingan dengan perkampungan kumuh yang didiami oleh penganggur atau setengah penganggur yang preletariat yang memberi dukungan bagi politisi-politisi kiri yang 11.J~' suaka bagi buronan komunis dari daerah-daerah pantai. Secara mendasar, keluhan-keluhan yang mengoyak negara bagian itu juga negara-negara Amerika Latin lainnya, adalah pembagian kekayaan yang tak rata, juga pada pembagian tanah. Di beberapa daerah, pendatang menemukan lembah-Iembah yang subur yang dimiliki oleh tuan-tuan tanah yang bukan penduduk asli, dan digunakan secara besar-besaran untuk penggembalaan, sedang di tanah tandus, sisi gunung yang terkikis petani menumbuhkan kopi pada petakan-petakan tanah kecil sebagai sumber nafkah,pemiliknya. Perumahan penduduk umumnya sangat jelek, dan kemiskinan penduduk telah memicu gerakan ke kota-kota yang menciptakan kampung-kampung kumuh yang bisa diban. dingkan dengan daerah pinggiran Lima. Sebagai hasil dari kediktatoran Rojas Pinella, antara 19A8-1958, tentara menjadi tidak dipercaya oleh unsur-unsur masyarakat. Penyerangan dari mengirimkan satuan-satuan militer untuk menentramkan daerah-daerah pinggiran telah menjadi satu hiburan nasional yang memberikan bandit-bandit masyarakat dan Caudillos kampung dengan senjata genggam dan amunisi untuk melanjutkan ketidakpatuhan mereka pada hukum. Karena itu kekerasan menjadi tradisi yang sampai sekarang didorong oleh prestis, kejenuhan dan kesulitan ekonomi tetapi bisa - jika pantas - dihubungkan ke dalam saluran-saluran politik oleh pihak paling kiri yang ekstrem. Bahaya ini dipertimbangkan dengan baik oleh rejim yang pada saat itu telah bergabung dengan gereja Katolik dalam kampanye perdamaian. Kampanye itu adalah satu hal yang bercabang 2 meliputi pertama satu pendidikan masyarakat, program pelatihan kejuruan di salurkan dengan radio, pembangunan jalan, pembantuan ekonomi dan medis untuk kampuung-kampung yang dilanda kemiskinan, dan pada sisi lain, kampanye penjahat militer diadakan oleh komando-komando gerilya terlatih yang dikenal sebagai pasukan-pasukan pemburu - pembunuh yang mencoba menindas bandit-bandit dan Caudillos-caudillos yang bermusuhan. Pada saat itu pemerintah berada pada koalisi yang menggelisahkan antara pihak konservatif dan liberal yang bergantian memilih presiden. Heberapa pakar memperkirakan seberapa lama persekutuan buatan itu akan berlangsung. Dalam pada itu kelompok sayap kiri yang ekstrem sedang melaksanakan pemanfaatan kegelisahan dan pemanfaatan unsur-unsur yang tak patuh pada pihak komunis yang populer/menang.

Pintu selanjutnya bagi Colombia, Venezuela memberikan kemungkinan perbedaan paling menyolok antara yang sangat kaya dan kemiskinan sama sekali. Di negara ini, mereka ada dan saling bersisian, dalam satu ketegangan, gencatan senjata yang mengkhawatirkan yang mana, selama kunjungan wakil dari presiden Nixon, sekali-kali meledak dalam demonstrasidemonstrasi kemarahan. Di Caracas, rumah-rumah besar mewah, hotel-hotel mewah, dan simbol-simbol lain yang menyolok dari kekayaan minyak berdiri hampir berdampingan dengan perkampungan kumuh yang didiami oleh penganggur atau setengah penganggur yang preletariat yang memberi dukungan bagi politisi-politisi kiri yang 11.J~' suaka bagi buronan komunis dari daerah-daerah pantai. Secara mendasar, keluhan-keluhan yang mengoyak negara bagian itu juga negara-negara Amerika Latin lainnya, adalah pembagian kekayaan yang tak rata, juga pada pembagian tanah. Di beberapa daerah, pendatang menemukan lembah-Iembah yang subur yang dimiliki oleh tuan-tuan tanah yang bukan penduduk asli, dan digunakan secara besar-besaran untuk penggembalaan, sedang di tanah tandus, sisi gunung yang terkikis petani menumbuhkan kopi pada petakan-petakan tanah kecil sebagai sumber nafkah,pemiliknya. Perumahan penduduk umumnya sangat jelek, dan kemiskinan penduduk telah memicu gerakan ke kota-kota yang menciptakan kampung-kampung kumuh yang bisa diban. dingkan dengan daerah pinggiran Lima. Sebagai hasil dari kediktatoran Rojas Pinella, antara 19A8-1958, tentara menjadi tidak dipercaya oleh unsur-unsur masyarakat. Penyerangan dari mengirimkan satuan-satuan militer untuk menentramkan daerah-daerah pinggiran telah menjadi satu hiburan nasional yang memberikan bandit-bandit masyarakat dan Caudillos kampung dengan senjata genggam dan amunisi untuk melanjutkan ketidakpatuhan mereka pada hukum. Karena itu kekerasan menjadi tradisi yang sampai sekarang didorong oleh prestis, kejenuhan dan kesulitan ekonomi tetapi bisa - jika pantas - dihubungkan ke dalam saluran-saluran politik oleh pihak paling kiri yang ekstrem. Bahaya ini dipertimbangkan dengan baik oleh rejim yang pada saat itu telah bergabung dengan gereja Katolik dalam kampanye perdamaian. Kampanye itu adalah satu hal yang bercabang 2 meliputi pertama satu pendidikan masyarakat, program pelatihan kejuruan di salurkan dengan radio, pembangunan jalan, pembantuan ekonomi dan medis untuk kampuung-kampung yang dilanda kemiskinan, dan pada sisi lain, kampanye penjahat militer diadakan oleh komando-komando gerilya terlatih yang dikenal sebagai pasukan-pasukan pemburu - pembunuh yang mencoba menindas bandit-bandit dan Caudillos-caudillos yang bermusuhan. Pada saat itu pemerintah berada pada koalisi yang menggelisahkan antara pihak konservatif dan liberal yang bergantian memilih presiden. Heberapa pakar memperkirakan seberapa lama persekutuan buatan itu akan berlangsung. Dalam pada itu kelompok sayap kiri yang ekstrem sedang melaksanakan pemanfaatan kegelisahan dan pemanfaatan unsur-unsur yang tak patuh pada pihak komunis yang populer/menang. Pintu selanjutnya bagi Colombia, Venezuela memberikan kemungkinan perbedaan paling menyolok antara yang sangat kaya dan kemiskinan sama sekali. Di negara ini, mereka ada dan saling bersisian, dalam satu ketegangan, gencatan senjata yang mengkhawatirkan yang mana, selama kunjungan wakil dari presiden Nixon, sekali-kali meledak dalam demonstrasidemonstrasi kemarahan. Di Caracas, rumah-rumah besar mewah, hotel-hotel mewah, dan simbol-simbol lain yang menyolok dari kekayaan minyak berdiri hampir berdampingan dengan perkampungan kumuh yang didiami oleh penganggur atau setengah penganggur yang preletariat yang memberi dukungan bagi politisi-politisi kiri yang 11.J~'

suaka bagi buronan komunis dari daerah-daerah pantai. Secara mendasar, keluhan-keluhan yang mengoyak negara bagian itu juga negara-negara Amerika Latin lainnya, adalah pembagian kekayaan yang tak rata, juga pada pembagian tanah. Di beberapa daerah, pendatang menemukan lembah-Iembah yang subur yang dimiliki oleh tuan-tuan tanah yang bukan penduduk asli, dan digunakan secara besar-besaran untuk penggembalaan, sedang di tanah tandus, sisi gunung yang terkikis petani menumbuhkan kopi pada petakan-petakan tanah kecil sebagai sumber nafkah,pemiliknya. Perumahan penduduk umumnya sangat jelek, dan kemiskinan penduduk telah memicu gerakan ke kota-kota yang menciptakan kampung-kampung kumuh yang bisa diban. dingkan dengan daerah pinggiran Lima. Sebagai hasil dari kediktatoran Rojas Pinella, antara 19A8-1958, tentara menjadi tidak dipercaya oleh unsur-unsur masyarakat. Penyerangan dari mengirimkan satuan-satuan militer untuk menentramkan daerah-daerah pinggiran telah menjadi satu hiburan nasional yang memberikan bandit-bandit masyarakat dan Caudillos kampung dengan senjata genggam dan amunisi untuk melanjutkan ketidakpatuhan mereka pada hukum. Karena itu kekerasan menjadi tradisi yang sampai sekarang didorong oleh prestis, kejenuhan dan kesulitan ekonomi tetapi bisa - jika pantas - dihubungkan ke dalam saluran-saluran politik oleh pihak paling kiri yang ekstrem. Bahaya ini dipertimbangkan dengan baik oleh rejim yang pada saat itu telah bergabung dengan gereja Katolik dalam kampanye perdamaian. Kampanye itu adalah satu hal yang bercabang 2 meliputi pertama satu pendidikan masyarakat, program pelatihan kejuruan di salurkan dengan radio, pembangunan jalan, pembantuan ekonomi dan medis untuk kampuung-kampung yang dilanda kemiskinan, dan pada sisi lain, kampanye penjahat militer diadakan oleh komando-komando gerilya terlatih yang dikenal sebagai pasukan-pasukan pemburu - pembunuh yang mencoba menindas bandit-bandit dan Caudillos-caudillos yang bermusuhan. Pada saat itu pemerintah berada pada koalisi yang menggelisahkan antara pihak konservatif dan liberal yang bergantian memilih presiden. Heberapa pakar memperkirakan seberapa lama persekutuan buatan itu akan berlangsung. Dalam pada itu kelompok sayap kiri yang ekstrem sedang melaksanakan pemanfaatan kegelisahan dan pemanfaatan unsur-unsur yang tak patuh pada pihak komunis yang populer/menang. Pintu selanjutnya bagi Colombia, Venezuela memberikan kemungkinan perbedaan paling menyolok antara yang sangat kaya dan kemiskinan sama sekali. Di negara ini, mereka ada dan saling bersisian, dalam satu ketegangan, gencatan senjata yang mengkhawatirkan yang mana, selama kunjungan wakil dari presiden Nixon, sekali-kali meledak dalam demonstrasidemonstrasi kemarahan. Di Caracas, rumah-rumah besar mewah, hotel-hotel mewah, dan simbol-simbol lain yang menyolok dari kekayaan minyak berdiri hampir berdampingan dengan perkampungan kumuh yang didiami oleh penganggur atau setengah penganggur yang preletariat yang memberi dukungan bagi politisi-politisi kiri yang 11.J~' suaka bagi buronan komunis dari daerah-daerah pantai. Secara mendasar, keluhan-keluhan yang mengoyak negara bagian itu juga negara-negara Amerika Latin lainnya, adalah pembagian kekayaan yang tak rata, juga pada pembagian tanah. Di beberapa daerah, pendatang menemukan lembah-Iembah yang subur yang dimiliki oleh tuan-tuan tanah yang bukan penduduk asli, dan digunakan secara besar-besaran untuk penggembalaan, sedang di tanah tandus, sisi gunung yang terkikis petani menumbuhkan kopi pada petakan-petakan tanah kecil sebagai sumber nafkah,pemiliknya. Perumahan penduduk umumnya sangat jelek, dan kemiskinan penduduk telah memicu gerakan ke kota-kota yang

menciptakan kampung-kampung kumuh yang bisa diban. dingkan dengan daerah pinggiran Lima. Sebagai hasil dari kediktatoran Rojas Pinella, antara 19A8-1958, tentara menjadi tidak dipercaya oleh unsur-unsur masyarakat. Penyerangan dari mengirimkan satuan-satuan militer untuk menentramkan daerah-daerah pinggiran telah menjadi satu hiburan nasional yang memberikan bandit-bandit masyarakat dan Caudillos kampung dengan senjata genggam dan amunisi untuk melanjutkan ketidakpatuhan mereka pada hukum. Karena itu kekerasan menjadi tradisi yang sampai sekarang didorong oleh prestis, kejenuhan dan kesulitan ekonomi tetapi bisa - jika pantas - dihubungkan ke dalam saluran-saluran politik oleh pihak paling kiri yang ekstrem. Bahaya ini dipertimbangkan dengan baik oleh rejim yang pada saat itu telah bergabung dengan gereja Katolik dalam kampanye perdamaian. Kampanye itu adalah satu hal yang bercabang 2 meliputi pertama satu pendidikan masyarakat, program pelatihan kejuruan di salurkan dengan radio, pembangunan jalan, pembantuan ekonomi dan medis untuk kampuung-kampung yang dilanda kemiskinan, dan pada sisi lain, kampanye penjahat militer diadakan oleh komando-komando gerilya terlatih yang dikenal sebagai pasukan-pasukan pemburu - pembunuh yang mencoba menindas bandit-bandit dan Caudillos-caudillos yang bermusuhan. Pada saat itu pemerintah berada pada koalisi yang menggelisahkan antara pihak konservatif dan liberal yang bergantian memilih presiden. Heberapa pakar memperkirakan seberapa lama persekutuan buatan itu akan berlangsung. Dalam pada itu kelompok sayap kiri yang ekstrem sedang melaksanakan pemanfaatan kegelisahan dan pemanfaatan unsur-unsur yang tak patuh pada pihak komunis yang populer/menang. Pintu selanjutnya bagi Colombia, Venezuela memberikan kemungkinan perbedaan paling menyolok antara yang sangat kaya dan kemiskinan sama sekali. Di negara ini, mereka ada dan saling bersisian, dalam satu ketegangan, gencatan senjata yang mengkhawatirkan yang mana, selama kunjungan wakil dari presiden Nixon, sekali-kali meledak dalam demonstrasidemonstrasi kemarahan. Di Caracas, rumah-rumah besar mewah, hotel-hotel mewah, dan simbol-simbol lain yang menyolok dari kekayaan minyak berdiri hampir berdampingan dengan perkampungan kumuh yang didiami oleh penganggur atau setengah penganggur yang preletariat yang memberi dukungan bagi politisi-politisi kiri yang 11.J~' suaka bagi buronan komunis dari daerah-daerah pantai. Secara mendasar, keluhan-keluhan yang mengoyak negara bagian itu juga negara-negara Amerika Latin lainnya, adalah pembagian kekayaan yang tak rata, juga pada pembagian tanah. Di beberapa daerah, pendatang menemukan lembah-Iembah yang subur yang dimiliki oleh tuan-tuan tanah yang bukan penduduk asli, dan digunakan secara besar-besaran untuk penggembalaan, sedang di tanah tandus, sisi gunung yang terkikis petani menumbuhkan kopi pada petakan-petakan tanah kecil sebagai sumber nafkah,pemiliknya. Perumahan penduduk umumnya sangat jelek, dan kemiskinan penduduk telah memicu gerakan ke kota-kota yang menciptakan kampung-kampung kumuh yang bisa diban. dingkan dengan daerah pinggiran Lima. Sebagai hasil dari kediktatoran Rojas Pinella, antara 19A8-1958, tentara menjadi tidak dipercaya oleh unsur-unsur masyarakat. Penyerangan dari mengirimkan satuan-satuan militer untuk menentramkan daerah-daerah pinggiran telah menjadi satu hiburan nasional yang memberikan bandit-bandit masyarakat dan Caudillos kampung dengan senjata genggam dan amunisi untuk melanjutkan ketidakpatuhan mereka pada hukum. Karena itu kekerasan menjadi tradisi yang sampai sekarang didorong oleh prestis, kejenuhan dan kesulitan ekonomi

tetapi bisa - jika pantas - dihubungkan ke dalam saluran-saluran politik oleh pihak paling kiri yang ekstrem. Bahaya ini dipertimbangkan dengan baik oleh rejim yang pada saat itu telah bergabung dengan gereja Katolik dalam kampanye perdamaian. Kampanye itu adalah satu hal yang bercabang 2 meliputi pertama satu pendidikan masyarakat, program pelatihan kejuruan di salurkan dengan radio, pembangunan jalan, pembantuan ekonomi dan medis untuk kampuung-kampung yang dilanda kemiskinan, dan pada sisi lain, kampanye penjahat militer diadakan oleh komando-komando gerilya terlatih yang dikenal sebagai pasukan-pasukan pemburu - pembunuh yang mencoba menindas bandit-bandit dan Caudillos-caudillos yang bermusuhan. Pada saat itu pemerintah berada pada koalisi yang menggelisahkan antara pihak konservatif dan liberal yang bergantian memilih presiden. Heberapa pakar memperkirakan seberapa lama persekutuan buatan itu akan berlangsung. Dalam pada itu kelompok sayap kiri yang ekstrem sedang melaksanakan pemanfaatan kegelisahan dan pemanfaatan unsur-unsur yang tak patuh pada pihak komunis yang populer/menang. Pintu selanjutnya bagi Colombia, Venezuela memberikan kemungkinan perbedaan paling menyolok antara yang sangat kaya dan kemiskinan sama sekali. Di negara ini, mereka ada dan saling bersisian, dalam satu ketegangan, gencatan senjata yang mengkhawatirkan yang mana, selama kunjungan wakil dari presiden Nixon, sekali-kali meledak dalam demonstrasidemonstrasi kemarahan. Di Caracas, rumah-rumah besar mewah, hotel-hotel mewah, dan simbol-simbol lain yang menyolok dari kekayaan minyak berdiri hampir berdampingan dengan perkampungan kumuh yang didiami oleh penganggur atau setengah penganggur yang preletariat yang memberi dukungan bagi politisi-politisi kiri yang 11.J~' ekstrem di negara itu. Di pingiran negara, meskipun petaninya miskin, namun baru saja memanfaatkan reformasi pertanahan yang progresif dan pengukuranpengukuran perumahan dan cenderung kurang radikal. Pemerintahan Presiden Bentacourt, meskipun merupakan orang kiri di pusat, punya perbedaan yaitu menjadikan pemerintahan hanya dari sipil yang terpilih, pada tanda penghabisan satu konstitusi. Ketika Bentacourt menyukai dukungan dari petani-petani, dia terus ditentang penduduk pendatang yang merupakan orang~rang sayap kiri yang ekstrem dan di bawah pimpinan yang bervariasi. Sama halnya ia ditentang dengan keras oleh semua unsurunsur pusat yang kanan, termasuk orang-orang paling kaya karena minyak dan industri, dan karena itu diatur untuk bertahan pada satu pecahan (yan9 dangkal tidak ekstrem) dari balik sayap kiri yang moderat. Militer,yang pertama merupakan pemisah tradisional, telah kacau. Heberapa pejabat tingginya canderung mendukung Bentacourt ketika istirahat, lebih konservatif, memandang pemerintahnya dengan mata curiga, siap melangkah ~ika dalam pandangan mereka berbelok terlalu ~auh dari posisinya. Partai Komunis, terutama pendukung Castro dan yang lainnya yang buat aliansi ke sekolah-sekolah Peking, sangat aktif; antara mahasiswa dan kaum miskin pendatang. Dalam bulan-bulan yang Ialu partai itu berusaha untuk memperluas pengaruhnya pada kelas pekerja dari penduduk tapi tak banyak sukses. Ketika jurnalis muda yang beraliansi pada Castro baru saja menduduki pegunun9an untuk meningkatkan perlawanan terhadap pemerintah, dia segera ditangkap oleh petani-petani pendukung Betancourt dan diberikan pada yang berwenang dan kini sedang merana di penjara Caracas. Kegelisahan-kegelisahan yan9 akrab yang membobrokkan negara itu dipeburuk oleh ketergantungan Venezuela pada ekspor minyaknya. Kekurangan hampir semua industri lain, menyandarkan pada impor secara besar-besaran dari Amerika untuk hampir semua barang-

barang kebutuhan. Dan dari ketergantungan ini menumbuhkan dendam (tradisional) terhadap penjajahan Yankee, dapat dimanfaatkan oleh ekstrem kiri. Hetancourt dengan maksud reformasi pertanian dan perumahannya, secara aneh dan t~ak terjadi sebelurnnya mengatur untuk berusaha menyelamatkan diri antara oligarki yang kaya dan gerakan-gerakan ketegangan dari penganggurpenganggur di daerah pendatang yang kumuh. Dikarenakan pada reformasinya, dia mengatur untuk mencegah usaha sayap kiri yang ekstrem untuk memanfaatkan gerakan-gerakan radikal itu, untuk mendepaknya tdari kursi pemerintahan). Pihak kanan yang anti komunis demikian juga ragu-ragu untuk mendepaknya dengan kekuatan militer, paling tidak dengan mengerjakan itu menggerakkan masuknya pihak kiri pada unsur-unsur pusat, di kota-kota dan pedalaman ke dalam pelukan ekstremisekstremis pimpinan pro Castro. Seseorang dapat dengan mudah menemukan daftar nama negara-negara Amerika Latin dan hampir tanpa kecuali menerrx~.kan keluhan dan ketidakpuasan ~ yang pada tahun-tahun ini telah menggerakkan melawan kaum oligarki yang feodal dan tradisional yang telah mengatur mereka sejak kepergian kaum .~.1.~~ Spaniards (orang-orang Spanyol). Buta huruf, diskriminasi rasial melawan orang-orang Indian, gejolak intelektual diantara mahasiswa, urbanisasi dan pertumbuhan kaum proletar, ketiadaan kesempatan ekonomis untuk mengembangkan populasi, untuk menyatakan hal yang belum berarti apa-apa dari kondisi ekonomi yang sakit pada satu kontinen (anak benua) yang tergantung pada ekspor sedikit bahan mentah untuk menukar impor-impor mereka - Siapapun dari mereka dapat membuktikan satu kecakapan, memastikan pe~nimpin dengan segala slogan dan obat muj arab suatu gerilya dapat diminta untuk memulai satu pemberontakan. Kenyataannya mereka mmpunyai semua yang telah digunakan untuk menggulingkan rejimrejim yang tak populer dan mendirikan tempat pemondokan pemerintahan populer. Tapi hari ini, sebab teknik-teknik itu dan dukungan yang berguna dari dunia komunis sedemikian itu timbulnya mungkin untuk menjadi permanen. Pernah juga, ada waktu diplanasi yang tepat untuk bisa menghadapi gerakan-gerakan secara cepat, selalu sukses dan bahkan sekali-sekali penuh taktik, hari ini telah menjadi satu hal yang penting sekali untuk mengembangkan pengertian dan kemampuan mencegah subversi yang permanen pada masuknya satu anak benua pada ambang pintu kita. Kita harusnya tidak hanya bisa mendeteksi tanda-tanda awai dari satu gerakan tapi harus siap untuk menggunakan secara langsung maksudnya untuk menghadapi gerakan-gerakan itu, penempatan pusat vitalnya, menghalangi kekuatan yang menggerakkannya, mengalihkan tikaman-tikaman dari kegiatankegiatan gelapnya - dan akhirnya mengisolasi dan menghancurkannya. l.i~

BAB. XII. KESIMPULAN

Akan merupakan hal yang mubazir, bila kini kita berbalik pada cerita duka Bay of Pigs dan menerapkan padanya pelajaran-pelajaran yang diberikan lewat kasus-kasus bab-bab sebelum ini. Dalam tahap akhir, pendaratan itu adalah paling tidak diberi ilham, operasi-operasi militer konvensional satu invasi kecil model fase pertama dari operasi-operasi amphibi pada PD II tapi tanpa tindak lanjut. Satu-satunya hal yang istimewa adalah itu merupakan kekuatan sergap/serbu. Tetapi jika kita balik pada tahap perencanaan awal; ketika pertanyaan muncul pertama pada penghitungan Castro dengan satu kekuatan, relevansinya bab-bab ini menjadi lebih nyata. Kita dapat menduga bahwa dari permulaan, untuk alasan politis yang masuk akal, ide penggunaan kekuatan-kekuatan Amerika yang besar untuk tugas itu ditolak. Karena itu masalah direduksi menjadi bagaimana cara terbaik untuk memanfaatkan tentara-tentara di pengasingan yang tak terlatih untuk mengerjakannya. Hitung matematik sederhana menunjukkan bahwa kekuatan pertempuran pertama~bisa hanya merupakan satu fraksi dari tentara Cuba. Disisi lain, perkiraan-perkiraan politis menunjukkan bahwa dukungan yang potensial diantara masyarakat Cuba bisa dipertimbangkan. Karena itu tidak perlu studi intensif dari T.E. Lawrence atau Mao Tse-tung untuk menghargai sa.tu operasi luar biasa itu. Tentu saja ini adalah konsep murni. Sekali kenyataan ini dinyatakan, hanya akan tampak haI-hal yang logis untuk penerapan kriteria-kriteria dasar pada operasi-operasi luar biasa/tidak konvensional dan perencanaan kampanye yang berdasar kriteria itu. Langkah pertama : merumuskan program politis sejati untuk mempertemukan dukungan yang potensial dari tidak hanya penghilangan Castro dan setelah itu, mangutip seorang dari perencana, "Kekacauan yang tak terelakkan:. Langkah kedua : pengembangan satu yang sejati, kepemimpinan yang menyatu bukan satu front yang

tidak bersatu pada kelompok-kelompok politis yang berlainan. Langkah ketiga : menyiapkan daerah lokal sebelum fase bertempur dan meletakkan rencana-rencana untuk pengembangan/pembangunan perlahanlahan pergerakan-pergerakan dari satuan-satuan kecil yang perlu untuk kekuatan menentang tentara Castro. Langkah lain mencakup pendirian basis pulau dimana digunakan untuk pemasangan caloncalon dan saluran komunikasi pada posisi internal (untuk mencegah pengasingan pergerakan dan tak sedikitpun, indoktrinasiindoktrinasi pada calon-calon untuk disiplin dan memberikan keamanan sedemikian hingga suatu pergerakan independent. Tetapi daripada, mendekati satu pendekatan lain yang diambil, sebagian barangkali menanggung kekurangan waktu terhadap kecepatan tumbuhnya sfisiensi polisi keamanan Castro; sebagian disebabkan oleh peningkaatan kekuatan udara Castro (meskipun ini bisa berefek pada operasi gerilya dengan kuuat) tetapi sebagian, terlihat olehku, disebabkan oelh satu keputusan perencana yang merupakan operasi militer utama dan pakar-pakar militer itu menerapkan pertimbanganpertimbangan militer akan menetapkan bagaimana kekuatan-kekuatan yang bisa digunakan bisa digunakan. Kebingungan dengan aspek-aspek militer ini dan kekuasaan lebih besar yang diberikan pada mereka telah didemonstrasikan ketika, baru saja sebelum keputusan untuk berlanjut diberikan, pakar-pakar militer tertinggi di peremerintahan dipanggil; untuuk memberikan putusan akhir pada apakah operasi itu masuuk akal secara militer. (Rupa-rupanya untuk alasan-alasan keamanan, tidak ada putusan yang diminta pada pakar-pakar politik Cuba di Departemen negara USA itu). Ketika Hay of Pigs mengumumkan kurangnya pengertian dari operasioperasi gerilya yang agresif, aksi kami di Vietnam sejak 1961 telah menunjukkan apa-apa yang merupakan 9en99aman terbaik berupa prinsip-psinsip bertahan, serangan balik. Dalam pembukaan bab itu saya teiah menunjuk bahwa dalam tahun 1960 pendekatan baru pada situasi itu ada dituliskan dalam satu dokumen panjang yang disiapkan oieh pejabat-pejabat politik ~nerika di Saig~ dalam kerjasama dengan orang-orang Vietnam dan r~ngki takluk pada restu Pentagon. Kar~a itu ketika pejabat administrasi Kennedy datang ke kantor pada 19b1, menetukan untuk memperkuat lagi usaha-usaha kami di Vietnam, paling sedikit satu rencana sudah disiapkan. Tetapi meskipun prioritasprioritas tinggi ituu dibantukan imple~ntasinya oleh petugas administrasinya yang baaru, waktu persiapan dari cetak biru hingga sampai pengoperasiannya adalah lama dan mahal. Tipe-tipe senjata baru harus dipasang, dirakit, dikapalkan dan disebarkan/bagikan. Pasukan harus dilatih untuk menggunakannya. Personel Amerika termasuk Pasukan khusus harus disekolahkan dan dikirim ke Saigon. Yang terpenting dari semua itu pejabat-pejabat Amerika dari Vietnam, juga perwira-perwiranya, di Saigon harus diinstruksikan dan dibujuk untuk mengajukan ide-ide baru dari program itu ke dalam operasi. Esensinya, strategi baru merupakan penyesuaian dan gabungan dari program aksi bersifat kewarganegaraan dari Magsaysay yang dijelaskan di bab III dan taktik isolasi Inggris di Malaya yang diterangkan di bab VII. Kenyataannya seorang pejabat polisi kolonial Inggris yang terkenal dan berpengalaman, Mr. Robert K.G. Ttmmson, yarig telah berpartisipasi dalam kampanye orang-orang Malaya, diundang sekalipun dengan beberapa perl;awanan dari militer Amerika itu pada awalnya, untuk membantu pengembangan strategi dan menyumbang seperlunya yang sangat substansial pada implementasinya. Kebutuhan untuk memutus gerilya-gerilya dari petani dengan pembentengan kampungkampung pinggiran dan mencegah mereka dari penambahan gerilya, bukan hal baru bagi Diem. Sejak awal 1958 dia telah membuat skema untuk membangun "agro villes" yang ke dalam masing-masingnya ribuan petani dibawa ~dari kampung-kampung/dusun-dusun

sekelilingnya. Hagaimanapun/biarpun rencana aslinya telah macet karena beberapa alasan. Di tempat pertama, kota-kota ~t. 1 Ea didesain oleh arsitek-arsitek idealis sehingga begitu modern dan rumit yang bagi mereka (petani-petani) itu sangat mahal dan umumnya tidak cocok dengan kebutuhan. Contohnya : masing-masing town (Agro-villes) berpusat di sekitar kawasan yang luas, lapangan rumput yang teduh dimana para arsitek itu berharap agar petani-petani itu bisa berjalan-jalan di bawah pohon palm pada malam-malam yang panas, padahal yang dibutuhkan petani-petani itu adalah satu benteng pusat dimana mereka bisa memasukkan/mengunci ternak di mlam hari. Di tempat kedua, dikarenakan ukuran agro-villes yang diajukan, adalah perlu untuk tidak melindungi petani-petani di beberapa mil di daerah sekitarnya dan memukimkan mereka kembali jauh dari pusat-pusat lahn pertanian mereka. Rencana baru terus ke ekstrem lawan yaitu membentengi masing-masing dusun, komunitas hidup terkecil dari masyarakat Vietnam, yang biasanya, dengan 2 atau 3 dusun lain berkumpul/berkerumun_ di sekitar pasar, membentuk kampung petani itu. Dusun-susun strategis dan terbentengi itu dikelilingi oleh kawat berduri atau sekurang-kurangnya daerahdaerah ditumbuhi kaktus berduri dan dilindungi oleh satu penjaga rumah yang direkrut dari kampung itu sendiri. Masing-~masing dusun punya radio pengirim sehingga jika terjadi penyerangan oleh Vietcong dapat segera dibantu. Pada kali pertama pemilihan dusun-dusun kecil, lebih bergantung pada inisiatif sendiriisendiri dan kekuatan dari serta pejabat-pejabat kampung pada dan propinsi/daerah diataslpada satu rencana yang terencana secara rasional. Sebagai satu hasil, mereka dimunculkan dalam pakaian sembarangan menyeberangi daerah pedalaman itu, sering di lokal-lokal dimana mereka bisa dalam keadaan paling sedikit/minim terlindungi dalam kasus kejadian serangan Vietkong. Dan sekali lagi antusiasme lokal berlangsung terus terhadap kebijaksanaan, dan pejabat-pejabat lokal dibingungkan, petani-petani yang tak dapat mengerti ke dalam benteng pertahanan, dengan hasilnya : pada kesempatan pertama orang-orang muda pergi ke hutan. Ketika dusun-dusun kecil itu (hamlet) dibentengi, tentara-tentara orang-oraang Vietnam sedang menjalani pengorganisasian dan pelatihan ulang dengan telfti dalam satuan-satuan kecil yang cocok untuk operasi.-operasi gerilya. Satuan-satuan yang diangkut pesawat udara untuk batalyon helikopter dibentuk, dan satuan penjaga keamanan (ranger) dilatih keluar dan mensuport mereka sendiri dalam beberapa minggu pada hutan rimba ketika mereka dikejarkejar gerombolan Vietkong. Satu yang paling vital dan aspek-aspek paling bernilai dari program baru adalah memeriksa sistem inteligen, dipelopori oleh jendral Taylor. Pada hari-harii awal peperangan, informasi atas gerakan gerombolan Vietcong selagi disaring ke dalam markas besar, selalu lama, tak terpakai lebih dari tanggai yang direncanakan dan secara seksama dikacaubalaukan dengan penyiaran dan reinterpretasi yang berulang-ulang pada masing-masing tahap ~pengiriman. Program baru dikembangkan untuk radio dalam rangka pengiriman yang segera dan langsung dari inteligen mentah (lapangan) dari kampung t. i ~ kampung terkecil hingga markas besar tempat (informasi) dikait-kaitkan dan dievaluasi. Untuk menjamin keakuratan dan kecepatannya, personel tentara Amerika juga ditugaskan masing-masing kampung itu sebagai penasehat inteligen pada penguasa lokal (lokal kampung itu). Tetapi genap/lengkap inovasi-inovasi ini dibuktikan pelan-pelan dengan mempelajari efek dan kekurangannya segera diurr~mkan. Diantara mereka adalah yang tua (vrang tua)yang kita telah diskusikan dalam bab terdahulu khususnya dalam hubungan dengan operasi Magsaysay melawan Huks - namakanlah, antagonisme yang tentara Vietnam bangun di antara penduduk

desa dengan tentara-tentara sering sombong dan congkak dan curiga mer~imbulkan permusuhan dengan kekhawatiran pengkhianatan atau penyergapan yang dapat dimengerti mereka . Sebagai hasil dan kekurangan lain program telah dipeerbaiki tahuun 1962. Dalam setiap propinsi suatu jadwal prioritas untuk kuubu pertahanan dari desa-desa didirikan, didasarkan bukan secara sembarangan tetapi pada prinsip taktik sehingga dusun strategis dapat ditempatkan dalam bentuk kipas yang memancar dari daerah yang lebih aman ke daerah yang kuurang aman, sehingga mereka tidak hanya dapat menyediakan perlindungan yang menguntungkan tetapi juga lebih mudah menjalankan kembali dari pusat. Pada saat yang sama program yang dikoordinir Amerika telah diorganisir dibawah pengawasan kanando ke dua di antara personel diplomatik dan militer di Saigon yang diketahui sebagai "regu tepian negara", menyediakan personel dan peraiatan untuk aksi masa di desa-desa. Personel dokter, ekonomi, teknik, pertanian, dan sanitasi dikirim ke daerah pedesaan dilengkapi dengan perkakas, obat-obatan, untuk membantu petani membangun desa mereka yang rusak akibat perang. Program ini berjalan sampai ke masalah yang tak terduga. 5ebagai contoh, satuu dari hal yang paling diperlukan di desa adalah racun tikus, sehingga regu aksi masa. datang melengkapi dengan jenis yang laing modern, dijamin untuk membunuh tikus-tikus tetapi tidak berbahaya bagi anak-anak, babi, dan binatang yang tidak mengganggu lainnya. Tetapi petani-petani Vietnam, telah biasa selama rejim Perancis menggunakan jenis tertentu dari racun tikus, yang ketika membunuh tikus-tikus, sama efektifnya dengan ternak dan manusia. Kelompok aksi umum menentang racun tikus mereka lebih superior dari pada racun tikus Perancis. Petanipetani tidak dipercaya. Akhirnya, setelah manipulasi keuangan yang panjang racun tikus Perancis diimpor, dan petani-petani mereka dan mungkin bukan babi.-babi mereka gembira. Musim semi 1963, strategi baru telah disiapkan. Hal itu tampak di Washington dan dalam tingkat yang lebih rendah di Saigon, dinilai beberapa tokoh berhasil. Mendekati 3000 desa telah diperkuat pertahanannya twashing ' ton secara optimis melaporkan 4000). Mengingat dala~n tahun 1961 Vietchong tidak mengontrol lagi atas sebagian besar wilayah negara itu, orang-orang 1.1~3 Amerika mengklaim bahwa tahun i963 tidak ada satu daerahpun yang pasukan Vietnam tidak dapat menembus lebih jauh. Dengan berfikir bahwa Vietchong masih menguasai base camp base camp yang tersembunyi, tidak lebih permanen dan tidak ada yang kebal dari penggerebekan pasuka,n pemerintah. Lebih jauh rasio dari tentara yang ditangkap oleh Vietchong dengan tentara yang ditangkap dari mereka telah berubah dari 2 banding 3 ke 1 banding 4. Untuk pertama kali, penangkapan dokumen-dokumen mengindikasikan bahwa Vietchong kekurangan makanan dan obatobatan. Penyeberang-penyeberang dari kamp-kamp komunis yang di tahun 1962 menyerah rata-rata dari hanya 25 dalam setiap minggu, awal i963 datang menyeberang tiga kalinya. Usaha untuk mendidik tentara Vietnam agar menjadi lebih baik kepada petani telah dilaksanakan dan kiranya telah memberikan kemajuan. Program aksi umum tentara berpasangan dengan tim propaganda lengkap juga aktif dan tampak mulai mengesankan warga desa. Para peraeliti melaporkan terjadi pengurangan bantuan dari desa kepada Vietchong dan penambahan informasi kepada aktifitas gerilya berjalan dari desa-desa ke markas besar Vietnam. Sebagai contoh, di t~u.ang Ngai Saigon Utara, suatu program pen9amanan telah dilakukan dalam daerah terbuka, suatu daerah yang luas dan menempatkannya dengan membangun desa-desa yang dibentengi yang memberi para petani rasa aman, sehingga suatu patroli

Vietchong hampir tidak dapat bergerak tanpa suatu peringatan yang dikirim tentara pemerintah. Komandan tentara Vietnam dalam daerah ini adalah Jenderal Khanh yang seccara khusus didampingi oleh penasehat-penasehat militer Amerika Serikat. Keberhasilan yang nyata ini telah ditulis tidak hanya di Saigon dan Washington tetapi juga di utara. Dua tahun sebelumnya, tahun 19b1, Ho Chi Minh, pemimpin Komunis Vietnam Utara, telah memperkirakan bahwa dalam setahun, Amsrika 5erikat telah kehilangan seman9at untuk berjuang dan seperti Perancis akan meninggalkan orang-orang Vietnam Selatan. Sekarang, 2 tahun kemudian, Ho telah mengubah pendiriannya. Perang, katanya, mungkin akan berlangsung terus untuk 20 atau 30 tahun lagi. Perlu diketahui Washington telah begitu optimistik. Pendukung-pendukung pemer`intah telah menasehatkan dengan hati-hati. Secara pribadi, mereka memperkirakan bahwa dalam 5 tahun Vietchong telah dieliminasi secara penuh. Mereka melengkapi perubahan baru dengan mengambil dari prinsip-pringip dasar gerilya yang telah disajikan dalam bab terdahulu; tekanan kontra pemberontakau~ bergerak, isolasi terhadap gerilya dan perusakan dari basisbasis lokal mereka, membantu hubungan baik antara tekanan-tekanan pemerintah dan orangorang desa mirip aksi umum milik Magsaysay, suatu mesin propaganda yang efektif dan tentu saja peningkatan bantuan ekonomi bagi warga desa. Tetapi ada satu kekurangan dalam situasi ini, satu hal yang hampir fatal. Kekurangan ini tidak terletak dalam medan taktik militer atau strategi atau dalam program-program ekonomi atau dalam kampanye propaganda, tetapi kecenderungan untuk menyamakan usaha--usaha dalam sem.ra lapangan. Suatu kekurangan politik secara murni lebih jelas bagi p~eliti-peneliti di Saigon dari pada pendukung-pendukung di Washington. Meliputi satu dari dasar-dasar sangat penting yang didiskusikan pada permulaan studi ini. Yakni kepemimpinan dari pemerintahan orang-orang Vietnam. Sedikit yang tahu presiden Diem akan menyangkal bahwa ia adalah orang yang jujur dan dengan standart lokal adalah orang dengan etika yang tinggi, seorang katolik yang saleh, seorang patriot pemberani yang secara fanatik melawan komunisme dalam berbagai bentuk. Ia telah membuat nama untuk dirinya sendiri selama pendudukan Perancis sebagai pemimpin nasionalis yang kuat, dan tak ada keraguan kesetiaaannya kepada rakyat Vietnam, secara khusus sebagian rakyat di desa-desa yang telah sering dilaluinya dan ia tunjukkan sejumlah kharisma yang diperlukan sebagai seorang pemimpin politik. Belum semu,a tahu bahwa ia setuju dikatakan sombong secara intelektual, seorang otokat yang tidak sabar dan jauh dengan penasehat-penasehatnya, diktator yang tidak bertoleransi. Dalam hari-hari awal ia telah mengelilingi dirinya dengan beberapa penasehat Viietnam dari keluarga penting di Sa,igon. Tetapi sedikit demi sedikit ia telah membuang mereka dan ia menyandarkan se~nata-mata dengan keluarga dekatnya, khususnya saudaranya, Nhu, dan istrinya, nyonya Nhu. Ia mencoba untuk menjalankan rejimnya secara langsung dari istananya, membuat semua keputusannya sendiri, termasuk yang menyangkut operasi-operasi militer dan pengangkatanpengangkatan dalam ketentaraan. Di bawah pengawasan saudaranya, organisasi polisi rahasia membatasi lawan-lawan politiknya dan seperti Lenin, tempat yang ia sediakan untuk organisasi parlementer penentangnya hanyalah dipenjarakan. Ia memelihara kontrol yang ketat terhadap pers lokal dan oleh kesombongannya dan cara yang jauh menimbulkan kemarahan dari dunia pers Saigon. Hasil dari kerusakan-kerusakan ini, Saigon mendidih dengan ketidakpuasan politik. Campur tangannya dalam pengangkatan-pengangkatan militer dan pengaturan-pengaturan dan kegagalannya dalam mendelegasikan ahli-ahli untuk aktifitas militer melumpuhkan komando

tinggi itu. Sebagai contoh, program dusun strategis, yang mana Nhu datang sebagai campur tangan secara konstan dari istana, sehingga perluasan perintah dari strategi ini tidak mungkin. Di propinsi-propinsi, Diem menunjuk ketua-ketuanya dan membiarkannya tanpa kecaman dari penunjukannya. Meskipun sebagiannya ada yang cakap, orang yang jujur, tetapi yang Iain tidak cakap, ambisius, dan sering korup, sehingga beberapa dari program-program yang dicetuskan militer dengan saran dari orang-orang Amerika, khususnya dalam bidang ekonomi, telah terintangi dan pasukan-pasukan yang dipersiapkan untuk warga desa telah menyimpang ke tangan para spekulan. , Kelemahan-kelemahan Diem diketahui dengan baik oleh setiap orang yang mengunjungi Saigon dan pejabat-pejabat Washington. Tetapi para pendukungnya telah mempunyai jawaban untuk sserr~ua kritik. Diem sangat diperlukan, tak ada yang lain, memiliki wibawa, ketegasan dan keberanian untuk mendapatkan .l~.fC~ negara bersama-sama perjuangan pokoknya melawaan Vietchong. Jika Amerika Serikat berkomplot untuk penggantian Diem, pendukungnya di Washington beralasan, semua negara Asia Tenggara akan hancur sebelum penyerbuan komunis. Di Saigon, penentangnya diteror oleh polisi Nhu, dan takut untuk beraksi. Sebuah konspirasi dari prajurit payung muda meningkatkan pemberontakan, tetapi dengan cepat dapat dipadamkan. Tanda bahwa kelompok terakhir yang berperang bukan politik tetapi agama, ketika sekelompok biarawan Huda di Hue, sebuah ibukota kuno, meminta untuk menggunakan bendera di sebuah perayaan di tahun 1963 dan ditolak, sehingga mereka memprotesnya. Protes itu secara cepat menyebar ke seluruh negeri. Pendeta-pendeta Huda berdemonstrasi dan melakukan bunuh diri. Tetapi Diem yang sekarang didominasi penuh oleh saudara lakilaki dan istrinya itu, menolak untuk menyerah. Nyonya Nhu menyebut pengorbanan para pendeta dengan "Pertunjukan panggang para pendeta". Di Washington, laporan-laporang dari demonstrasi orang-orang Buda membangkitkan kemarahan yang hebat dan menekan pemerintah sQcara umum untuk memarahi Diem. Rumor-rumor tersebar luas bahwa pada akhirnya Amerika Serikat mempersiapkan untuk mendukung penggulingan Diem dan mengambil kesempatan dengan kelompok jenderal untuk menggunakan kekuatannya. Ketika mayoritas dari tentara dan negara adalah orang Huda, semangat juang Diem jatuh dan akhirnya jenderal-jenderal merealisasikan yang mereka inginkan untuk beraksi ketika perang melawan komunis diteruskan. Pada i November, jenderal-jenderal bergerak di istana dan mencengkeram pemerintah. Yang tak terelakkan, Washington dituduh dan dipersalahkan menghasut pemberontakan sehingga Diem dan saudaranya dibunuh. Akan tetapi, sekarang diketahui bahwa selama pemberontakan duta besar Henry Cabot Lodga dua kali menyarankan untuk menyusun suatu penyelamatan yang mengantarkan Diem ke luar negeri, tetapi setiap saat Diem menolak. Dewan komplotan yang mengambil alih secara prinsip terdiri dari empat orang ; Jenderal Don, kepala staf; Jenderal Kim; Jenderal Dinh; "si besar" Minh, satu dari Jenderal yang paling terkenal dalam kekuatan. Setia dan mengabdi secara nyata, Jenderal yang bekerja untuk merencanakan perubahanperubahan dalam pemerintahan, untuk mengganti bawahanbawahan Diem yang korup dan untuk menekan pertempuran melawan Vietchong. Meskipun didorong Washington, rencana-rencana itu, ketidakberuntungan, lambat untuk me~nbentuk dan lebih lambat untuk melaksanakan operasi. Gelombang frustra5i menyapu pemimpin-pemimpin militer di medan yang lebih giat, khususnya Vietchong tidak lebih lambat mendayagunakan kebingungan dan untuk mengambil serangan di manapun yang mungkin.

Tiga puluh Januari i964, ketidaksabaran perwira-perwira merubah rejim Da~-Kim-DinhMinh menuntut bahwa yang terakhir bermain-main dengan Perancis untuk suatu netralisasi dari negara, meskipun bukti dari tuntutan itu tidak pernah datang. Pemimpin rejim baru adalah Jenderal Khanh yang secara berhasil dan giat menguasai daerah seputar Quang Ngai. iy 1. Walaupun Khanh telah dipikirkan dengan baik oleh penasehat-penasehat Amerika Serikat di Saigon, dan.walaupun ia memainkan tenaga khusus dalam meneruskan pertempuran melawan komunis, tak terhindarkan, perebutan kekuasaan yang ke dua, memperpanjang kebingungan dalam ketentaraan. Komandankomandan dalam medan perang tidak tahu untuk siapa mereka akan melaporkan atau dari siapa mereka akan mengambil perintah. Vietchong secara alami membuat hampir semua situasi dan menekan semua serangan mereka. Heberapa kali mereka mengatur inti kekuatan-kakuatan besar melawan tentara-tentara pemerintah dan mengakibatkan kerusakan-kerusakan. Penyerangan-penyerangan iebih sering dan korban -korban di antara kontra pemberontak termasuk orang-orang Amerika timbul. Tanda bahaya, administrasi di bawah presiden Johnson mengirim sekretaris pertahanan Mc Namara pada beberapa perjalanan ke Vietnam untuk membicarakan dukungan bagi jenderal Khanh. Dana tambahan ditentukan dari kongres untuk menaikkan kekuatan pertahanan sipil dan untuk mengadakan tentara tambahan. Meskipun Khanh memimpin untuk menentukan serangan kepada komunis yang baru, moral merosot di Saigon dan di Washington dimana senator More menyebut penarikan kembali tentara Amerika dan mengakhiri "perang Mc Namara". Selain itu dengan semangat yang sama bahwa perang yang dibawa melawan Vietnam Utara dengan pertempuran atau pengeboman. Sementara Goldwater sering mendiskusikan penggundulan hutan Vietnam dengan menggunakan bom atom. Administrasi di Washington, menghadapi pemilihan nasional yang tinggal beberapa bulan sehingga menolak keputusasaan dewan; meskipun kemungkinan dari gangguan Vietnam Utara dengan membatasi serangan-serangan yang ditinggalkan di bawah pertimbangan tidak sebagai suatu pengganti perang di selatan tetapi sebagai tambahan yang mungkin. Argumen yang paling kuat melawan strategi utara tidak ditentukan atas reaksi China. Apakah Peking akan menghalangi sebagaimana di Yalu Korea Utara ? Apakah dalam kasus itu opini masa di Amerika Serikat membiarkan pertempuran langsung itu dari tentara Amerika untuk menahan orang-orang China? Yakin kemungkinan perluasan perang ke utara menyebabkan perhatian di Hanoi. Apakah orang-orang China datang untuk menyelamatkan mereka atau apakah mereka berperang untuk orang Vietnam Utara yang terakhir. Apakah China jika mereka tidak campur tangan menggunakan kesempatan untuk memperIuas negara sebagaimana Vietnam melanjutkan sejarah mereka telah dikhawatirkan? Pertanyaannya adalah mengapa, sebagaimana daiam buku ini tuliskan, mengganggu pemimpin-pemimpin tidak hanya di Washington sendiri tetapi di Saigon, Hanoi, Peking, dan Moskow. Sebeiumnya dipandang secara obyektif, apakah faktor-faktor baru telah dimasukkan situasi itu semenjak hari di bulan November ketika Diem dibunuh ? Bahwa Vietchong akan mengeksploitasi hubungan sementara yang diciptakan oleh kematian Diem tidak dapat dihindarkan dan harus secara hati-hati dipertim bangkan oleh jenderal-jenderal yang menggulingkannya. Rejim baru Kha~ih pasti mudah diserang untuk perebutan kekuasaan yang lain, dan dalam komplotan yang lebih kecil dari pada Diem, tetapi memperlihatkan suatu hasrat yang kuat untuk mendapatkan kemenangan pada perang itu dan usaha yang patut dipuji untuk membetulkan penyalahgunaan politik dan korupsi moral yang dibiarkan di bawah Diem.

Penderitaan yang semakin merosot di awal 1964 tak terkirakan atau tak dapat ditebus lagi. Tentu saja sebagai refleksi dari kesalahan perhitungan dan prakiraan yang telah optimis untuk beberapa tahun. Optimisme dari musim semi 19b3 didasarkan pada harapan yang keliru tentang rencana militer baru akan berhasil walaupun rintangan-rintangan dari kepemimpinan yang tak mencukupi itu. Pergerakan tentara digagalkan oleh kepentingan mendapatkan persetujuan istana untuk pergerakan tentara yang luas. Program aksi masa disabotase oleh pembalasan yang kejam melawan tawanan Vietchong yang diperintah oleh polisi Nhu. Perlengkapan propaganda sebagai pengganti membawa keyakinan bahwa pendidikan yang cocok tersumbat dengan pujian yang berlebihan terhadap diri sendiri dari istana. Dengan pertimbangan secara akurat pertanyaan politik kompleks dari kegagalan Diem sebelumnya, strategi baru mungkin telah sesuai dengan harapan mereka. Sebagaimana dalam kasus "teluk babi", masalah aspek-aspek militer ditekankan dan sisi politiknya tidak terabaikan, tidak cukup memadai atau dievaluai secara benar, mungkin pada kemenangan militer - kemenangan secara total - akan secara otomatis menghasilkan suatu penyelesaian politik yang menyenangkan. Kesalahan hitungan politik sebelumnya adalah kelelahan perjuangan itu, tidak ada tentara di garis pertempuran ketuali politisi dan senator Goldwater yang bertanya denan marahnya "mengapa tidak menang". Sebagaimana saya nasehatkan terdahulu, gerilya tidak dapat memenangkan pertempuran tetapi lawan-lawan mereka dapat mengalahkan mereka. Jika politisi yang berputus asa itu di Washington dan Saigon, seperti yang di Paris setelah Diem Hen Phu, kehilangan akal dan mengalah kepada kelelahan peperangan mereka, mereka akan menghadirkan komunis dengan kemenangan yang besar. Tetapi jika jenderal Khanh dengan dukungan kebaikan hati Washington dapat memerintahkan keloyalan dari tentaranya, rakyat dan rejim~ya ada sedikit kesempatan bagi Vietchong-untuk dapat menaklukkan negara. Sangat rr~rugikan, perang yang berlarut tanpa prospek untuk segera mendapat kemenangan atau menghentikan pertempuran tanpa sesuatu yang baru dalam sejarah. Selama abad 19 British mungkin lebih berpengalaman dalam masalah-masalah global dari pada politisipolitisi kami saat ini. Lapisan kepentingan dari peperangan Northwest Frontier dengan tanpa prospek perdamaian, dengan ketenangan hati dan ucapan terima kasih kepada Rudyard Kipling, terjadi semacam Schadenfreude, kemuliaan dalam tugas-tugas mereka 'kepada Ratu untuk menunggunya dengan rasa cemas pada dataran-dataran panas dan mendapat tembakan dari samping gunung oleh suku-suku petembak tepat. Tentu saja sedikit kemungkinan bahwa demokrasi yang besar akan muncul dengan cepat dari kekaisaran koloni Asia Perancis. Tetapi orang-orang Amerika Serikat di Washington menunjukkan keuletan yang diperlukan tampak menjadi kesempatan yang baik bahwa. sekurang-kurangnya Vietnam dapat diselamatkan dari penjajah-penjajah pada kerajaan Komunis baru. Hiaya menunggu tentu saja mahal dalam perang dan kehidupan tetapi beaya penarikan kembali dengan akibat-akibatnya di Asia Tenggara lebih mahal lagi. Dalam waktu yang sama, pelajaran dari Vietnam jika dicerna mungkin bermanfaat di masa mendatang. Pertama-tama memberikan sesuatu kepada kita untuk mengakui tanda-tanda pemberontakan yang baru mulai dan untuk menggagalkan gerakan-gerakan sebelum mereka membuat kema,juan. Kedua, memberi tahu kita untuk tidak menghadapi gerilya dengan taktik "coba-coba" tetapi mengambil strategi awal yang telah terbukti efektif. Ke-tiga, mungkin membantu kita untuk tidak hanya mengembangkan perlengkapan operasi tetapi yang menuntun kita ketika kita bertempur melawan ancaman yang serupa.

Saya nasehatkan, kita dekati masalah kita untuk membenarkan dua kesalahan konsep pokok Amerika tentang keterkaitan dari politik dan terjadinya perang. Kesalahan pertama adalah hasil yang pantas dan perang hanyalah kemenangan total dari kekuatan kami. Tidak akan ada kemenangan total dari sekutu kami di Vietnam, tidak ada penyerahan tak bersyarat oleh Vietchong. Mereka akan ditaklukkan oleh muslihat yang sama yang mereka gunakan melawan kita-(atrisi) pengurangan. Pertanyaannya kemudian, siapa yang akan memutuskan pertama kali, tentara gerilya yang sakit di rawa-rawa, Vietnam atau golongan yang makmur di 5aigon dan Washingtan? Kesalahan konsep yang ke dua, bahwa ketika perang tiba jenderal-jenderal mengambil alih dan politik menyingkir tanpa perlawanan. Di Vietnam, politik menyingkir - atau didorong sebelum .militer Amerika merealisasikan perangnya. Meskipun secara teori dari cabang politik, hanya perlu membaca berita utama untuk merealisir bahwa perang dilaksanakan tidak oleh departemen luar negeri, tetapi oleh Pentagon. Sebagaimana senator Morse nasehatkan, "Perang Mc Namara". Ketika perang dibuat 1961, untuk memperkuat upaya Amerika di Vietnam, kontingen militer Amerika, bukan politik yang diperbesar oleh kawanan jenderal-jenderal baru. Ketika krisis timbul, sebagaimana mereka lakukan di musim semi 1964, sekretaris pertahanan bukan sekretaris luar negeri yang berlari-lari hilir mudik antara Saigon dan gedung Putih. Sebelum mulai, keputusan dasar adalah politik, mulai dengan pernyataan perang sebagaimana di tahun 196~ ke pertanyaan dari rejim Diem 1963. Sekarang tidak berguna harapan untuk menguji lagi seberapa akurat dugaan miiiter tentang pertanyaan itu. Akan tetapi tidak terlalu terlambat untuk menasehatkan metoda-metoda menghindari kesalahan perhitungan yang mirip di masa mendatang. Kita memuji definisi perang dari Clausewitz yang baik "Tidak ada sesuatu kecuali kelanjutan dari pergaulan pvlitik dengan percampuran dari maksud lain". Dalam studinya yang sangat besar, ia menguji secara detail hubungan dari kepemimpinan politik (yang disebut "kabinet") dengan militer. Dalam mengevaluasi pandangannya, seorang akan mengingat bahwa Clausewitz hasil dari sekolah militer Prussian dan angota kehormatan dari keluarga militer Prussia yang terkenal untuk ketidaksenangannya terhadap kolegakolega politiknya di pe~nerintah. Sehingga ia dapat disalahkan dari prasangka menyetujui untuk cabang politik. Kabinet sendiri, Clausewitz menuntut akan menentukan tidak hanya tujuan perang, tetapi juga tingkat upaya yang dibuat untuk prestasinya. "Meninggalkan organisasi militer yang besar atau rencana bagi seseorang untuk penilaian militer secara murni dan keputusannya adalah tak diijinkan". Adalah tak masuk akal, ia minta dengan tegas untuk mengkoonsultasikan tentara profesional pad~, rencana perang dan mengumpulkan dari mereka "opini militer secara murni" pada apakah kabinet dapat bekerja. Kejadian lebih mustahil, ia mengatakan untuk cabang politik "memberikan militer pernyataan dari maksud yang ada bahwa akan menyusun rencana militer secara murni untuk perang atau untuk kampanye ". Diperingatkannya lagi, bahwa "penan99uhan pandangan politik untuk militer akan menjadi kebalikan dari yang biasa". Ia selanjutnya menasehatkan bahwa dengan masalah militer jangan bersahabat. Tentu saja kualifikasi utama dari masalah perang. Ia menasehatkan bahwa tentara yang baik sebagai pelayan perang sering diberi petunjuk militer yang terjelek. "Secara garis besar, perang selalu ditentukan oleh kabinet", katanya "politik bukan peralatan perang~~ , Tentu saja Clausewitz tidak menasehatkan bahwa "kabinet" mencampuri eksekusi detail dari operasi militer atau terlibat dalam manuver dalam medan pertempuran. "Unsur-unsur politik tidak membenamkan secara dalam detail dari perang. Ranjau-ran~au tidak ditanam, patroli tidak diiakukan, dari pertimbangan politik, tetapi kecil pengarut~ya dalam masalah ini, besar

dalam susunan dari rencana untuk suatu perang menyeluruh atau su;atu kampanye dan sering terjadi untuk sebuah peperangan". Campur tangan dari unsur-unsur politik dalam mengantar peperangan dapat hanya m~jadi bahaya. Clausewitz menasehatkan, jika kebijakan itu sendiri salah. Campur tangan Hitler dalam operasi militer dari Wehrmacht selama PD II adalah bahaya utama sebab kebijakan dasarnya dan intuisinya salah. Demikian juga dari Stalin, telah dikatakan oleh penggantinya. Selama perang terakhir, Hritish tampak tertutup dari saran Clausewitz, bahwa .militer satiap saat ditangguhkan kepada cabang politik. beberapa jenderal Inggris gagal untuk meminta dan mengikuti saran cabang politik dari ,pemerintah. Churchili sendiri campur tangan dalam memutuskan perintah untuk membuat ketentuan bahwa operasi-operasi itu sama dengan tujuan politiknya. Tetapi Amerika tampak mengabaikan saran Clausewitz. Perubahan mendadak ~i .a.~) C~ antara dua hai yang bertentangan, dalam waktu damai, kecuali untuk masalah Perang dingin, menghalangi campur tangan jenderal-jenderal di percaturan politik. Tetapi dalam perang, arah cabang politik menyingkir dan memberi jenderal-jenderal hampir semua kebebasan kendali untuk memutuskan pertanyaan politik dan militer. Alasan untuk sikap ini mungkin dapat dijelaskan sebagian pada dasardasar sejarah. Awal isolasi negara dari suasana Eropa, kenyataan bahwa sedikit perang dalam waktu modern. Sebelumnya sampai PD I melawan kekuatan yang relatif lemah dan isu-isu yang relatif sederhana. Saya berfikir itu dapat berasal dari posisi moral rakyat Amerika telah diarahkan ke perang. Setiap perang kita melakukan sebagaimana telah digambarkan sebagai pembasmian melawan kekuatan jahat. Ketika tidak ada kompromi antara benar dan salah, hanyalah kemenangan penuh dan "penyerahan tak bersyarat" pantas dipertimbangkan. Kita kadang-kadang memelihara akibat kebijaksanaan dan perdamaian untuk keberhasilan jenderal-jenderal kami setelah perang, dan terjadi pemilihan beberapa dari mereka untuk jabatan politik tertinggi; pada saat damai kita selalu melihat kepada mereka dengan kecurigaan yang sangat besar, merefleksikan secara mendalam kekhawatiran "orang di punggung kuda", yang mungkin mengancam lembaga demokrasi kita. Dari momen seorang kadet yang baru masuk akademi militer Sallyport di West Point sampai ia berhenti atau perang berkobar - ia secara jahat meninggalkan aktifitas politik atau dari mengemukakan pendapat-pendapat politik. Tetapi apapun, banyak fakta dari pertentangan ini dalam pendirian kami dalam perang dan damai. Selama PD II, ketika Churchill melanjutkan strategi menyerang "bagian-bagian lemah" Eropa dengan obyek menyisipkan tentara barat antara Rusia dan Eropa barat berlanjut dan menempati Eropa tengah sebelum Rusia meninggalkannya, itu ditolak oleh Amerika Serikat atas saran dari Joint Chiefs of Staff atas menggilas militer secara murni - logistik secara utama. Tampak tak ada fakta bahwa keuntungan politik dan strategi tersebut sesungguhnya memberi pendengaran yang serius. Seluruh mesin perang nazi dipertimbangkan oleh komandan tentara Amerika sebagai kebutuhan pokok dan hanyalah target kami, satu hal yang telah menjadi perusak secara phisik. Memikirkan kesadaran politik yang baik, bahwa tentara merah merupakan ancaman yang tidak terlalu berbahaya bagi tujuan kami, tak ada diskusi, biarkan pertimbangan serius sendiri, telah diijinkan selama perang pada bagaimana menemukan ancaman itu. Ketika tentara sekutu memutuskan menyeberang Eropa, semua keputusan pada kecepatan dan perluasan lanjut untuk mene~nukan ~tentara merah yang mendekat telah meninggalkan secara Iuas para jenderal di lapangan. Hasilnya, Berlin, Prague, dan sebagian besar Jerman Tengah ditinggalkan kepada Rusia untuk menaklukkan dengan jangkauan konsekwensi politik yang

jauh. Tanggung jawab itu tentu saja harus dibagi oleh pemimpin politik Amerika yang saat itu optimis sekali tentang masa depan hubungan masa depan Amerika - Rusia. Pertimbangan pemimpin militer yang meminta pengher~tian kami di Herlin dan Prague, menurut para Jenderal, beban dalam kebetulan. Tetapi sebagaimana Clausewitz tunjukkan beaya dalam usaha bukan keputusan militer secara keseluruhannya tetapi politik secara murni dan sesuatu yang pemimpin politik akan putuskan. Giliran siapa di Eropa memerintah selama perang pasti dapat menyebutkan lusinan contoh kecil dari saran-saran cabang politik, selalu tersedia, jarang dicari dan jarang diikuti oleh jenderal-jenderal Amerika. Pun kebiasaan ini membatasi medan perang Eropa. Dalam negosiasi Yalta dengan Stalin pada partisipasi Rusia dalam perang melawan Jepang, keputusan dibuat untuk menawarkan pemilikan wilayah Jepang dan China kepada Soviet sebagai bujukan untuk memasuki perang. Louis Moston penuulis yang baru saja menyelesaikan pendidikan, dari negosiasi ini menyimpulkan, " Keputusan untuk meminta partisipasi Soviet memberikan satu dari contoh yang paling jelas dalam tahun yang terakhir dari penangguhan politik ke pertimbangan militer dari kebijakan. Tiada yang dapat mempelajari negosiasi ini dan tidak dilanggar oleh hampir semua representasi politik. Seorang dapat untuk menemukan contoh terpuji dari keputusan yang mirip dalam perang Korea dan kejadian di dalam operasi militer ketika itu, saya pikir cukup untuk membuat point itu jelas. Dalam pandangan dari kerusakan itu militer membuat penyebab keputusan kepada sikap politik pasca perang, mereka juga akan memberi bukti dari perdamaian itu dari proposisi Clausewitz. Tetapi hal itu seharusnya juga ditekankan bahwa tendensi pertimbangan politik militer dalam masa perang tidak biasanya salah dari hal umum yang berambisius berlebihan. Tentu saja dalam beberapa kasus kebutuhan mereka untuk mens~ambil keputusan adalah tujuan mereka yang disebabkan kegagalan penguasa politik tertinggi dan hanya menerima dengan k~ganan yang besar. Implikasi dari perang non konvensional rr~rupakan.keunggulan politik dari sudut pandang militer yang nyata. Hal ini tidak akan melepaskan perhatian pembaca bahwa secara praktek semua problem kritis operasi gerilya dan anti gerilya dibicarakan dalam bab sebelumnya adalah politik. Taktik dan tipu daya militer merupakan tambahan pada bagian akhir. Relasi secara jelas dikenalkan oleh prakfisi seni komunis. Hal ini penting bahwa pemikiran sederhana orang militer dibuat untuk mewujudkan relasi yang berada diantara peristiwa militer dan politik. Mao Tze Tung menulis terus terang susunan paragraf Clausewist, yang pernah ia pelajari. Dia juga menuliskan, "Aksi militer adalah sebuah metode untuk mencapai tujuan politik". Walaupun peristiwa militer dan peristiwa politik tidak terpadu tapi tidak mungkin untuk memisahkan antara satu dengan yang lainnya. Dalam studinya mengenai perang irreguler Mao setidaknya mempelajari satu diskusi tentang implikasi politik dari perang irreguler sama dengan dia mempelajari fungsi-fungsi asli militer. "Aktivitas politik", Mao rr~negaskan, "Adalah kehidupan diantara tentara gerilya dan perang revolusioner". Stalin, melalui kebijaksanaan dengan pemisahan gerakan partisipan dari para aparat militer Komando Tertingi Soviet dan dengan mengesampingkannya secara sempurna terhadap mesin politik di dalam Partai Komunis, demikian juga penekanan prioritas-prioritas politik dari perang non konvensional. Kita telah memberikan perhatian pada keunggulan politik atas latihan militer diantara pemimpin-pemimpin gerilya yang lain, antara lain . Ho Chi Minh, Giap, dan Tito. Magsaysay, kontra-pemberontak yang anti komunis, juga menandaskan hal yang sama tentang keunggulan poiitik atas ukuran-ukuran militer. Ketika dia dengan semangat menggunakan

pasukannya untuk mengisi gerilya dan melindungi populasi dari mereka. Pemeliharaan yang dia lakukan adalah pendekatan politik yang utama. Selama awal medan-medan pemberontakan komunis di Yunani, ketika Inggris mendukung anti pemberontak, mereka menemukan bahwa tujuan pasukan anti komunis memaksa sekelompok pelajar kelas, yang dalam pelatihan mereka menjelajahi daerah pedalaman Yunani selama beberapa tahun, dimana paling tidak seefektif gerombolan besar dari pasukana-pasukan yang dididik secara khusus di dalam teknik-teknik operasi gerilya. Pengalaman Amerika dalam perang gerilya, melihat ke belakang pada hari-hari sebelum revolusi ketika koloni-koloni melawan peperangan non konvensional yang terus-menerus dari orang-orang Indian. Ketika pecah revolusi, seorang veteran perang ini, Francis Morion, seorang petani, menjadi perampok gerilya dalam istilah klasik dan dijuluki 'serigala rawa' oleh Jenderal Inggris, Cornwallis. Cornwallis mencerminkan pandangan profesional terhadap gerilya secara umum seputar orang-orang Inggris dan yang lainnya, dan juga memperlihatkan bahwa dia bertarung tidak secara jantan atau sebagai seorang kristen. Selama perang sipil, ahli hukum selatan, John Masby, mendapat popularitas untuk eksploitasinya, disamping lini utara. Reputasinya menyebabkan kepanikan Washington karena bagian jembatan terangkai Potomac dipindahkan setiap malam agar stage Mosby menyerang dan menawan Presiden mereka. Pada abad 19 juga pasukan Amerika melawan koloni Barat secara perang gerilya dibantu Indian. Pemberontak Philipina saat mendapat kesempatan perang tak teratur, keti.dakteraturan digunakan baik untuk alat bantu maupun kekuatan pemberontak. Sampai PD II kekuatan Amerika melakukan kontak secara modern, dengan gerakan gerilya yang lihai. Di hutan Asia 8elatan, Amerika membantu mengorganisir dan memimpin gerilya melawan Jepang. Di Perancis dan Italia, pasukan payung Amerika dibantu grup perlawanan melawan koloni Jerman. i ~'.G rr~negaskan, "Adalah kehidupan diantara tentara gerilya dan perang revolusioner". Stalin, melalui kebijaksanaan dengan pemisahan gerakan partisipan dari para aparat militer Komando Tertingi Soviet dan dengan mengesampingkannya secara sempurna terhadap mesin politik di dalam Partai Komunis, demikian juga penekanan prioritas-prioritas politik dari perang non konvensional. Kita telah memberikan perhatian pada keunggulan politik atas latihan militer diantara pemimpin-pemimpin gerilya yang lain, antara lain . Ho Chi Minh, Giap, dan Tito. Magsaysay, kontra-pemberontak yang anti komunis, juga menandaskan hal yang sama tentang keunggulan poiitik atas ukuran-ukuran militer. Ketika dia dengan semangat menggunakan pasukannya untuk mengisi gerilya dan melindungi populasi dari mereka. Pemeliharaan yang dia lakukan adalah pendekatan politik yang utama. Selama awal medan-medan pemberontakan komunis di Yunani, ketika Inggris mendukung anti pemberontak, mereka menemukan bahwa tujuan pasukan anti komunis memaksa sekelompok pelajar kelas, yang dalam pelatihan mereka menjelajahi daerah pedalaman Yunani selama beberapa tahun, dimana paling tidak seefektif gerombolan besar dari pasukana-pasukan yang dididik secara khusus di dalam teknik-teknik operasi gerilya. Pengalaman Amerika dalam perang gerilya, melihat ke belakang pada hari-hari sebelum revolusi ketika koloni-koloni melawan peperangan non konvensional yang terus-menerus dari orang-orang Indian. Ketika pecah revolusi, seorang veteran perang ini, Francis Morion, seorang petani, menjadi perampok gerilya dalam istilah klasik dan dijuluki 'serigala rawa' oleh Jenderal Inggris, Cornwallis. Cornwallis mencerminkan pandangan profesional terhadap

gerilya secara umum seputar orang-orang Inggris dan yang lainnya, dan juga memperlihatkan bahwa dia bertarung tidak secara jantan atau sebagai seorang kristen. Selama perang sipil, ahli hukum selatan, John Masby, mendapat popularitas untuk eksploitasinya, disamping lini utara. Reputasinya menyebabkan kepanikan Washington karena bagian jembatan terangkai Potomac dipindahkan setiap malam agar stage Mosby menyerang dan menawan Presiden mereka. Pada abad 19 juga pasukan Amerika melawan koloni Barat secara perang gerilya dibantu Indian. Pemberontak Philipina saat mendapat kesempatan perang tak teratur, keti.dakteraturan digunakan baik untuk alat bantu maupun kekuatan pemberontak. Sampai PD II kekuatan Amerika melakukan kontak secara modern, dengan gerakan gerilya yang lihai. Di hutan Asia 8elatan, Amerika membantu mengorganisir dan memimpin gerilya melawan Jepang. Di Perancis dan Italia, pasukan payung Amerika dibantu grup perlawanan melawan koloni Jerman. i ~'.G Di Yugoslavia, Amerika dibantu staf dan partisan Tito. Sedikit misi tersebut dilayani personal profesional, sebagian besar merekrut orang-orang sipil dari badan iayanan strategi. Sedikit yang brpengalaman dengan operasi gerilya. Latihan mereka adalah terjun payung, sabotase, perusakan, komunikasi, pemasokan, taktik gerilya, senjata, kadang mata kuliah politik area. Training teknik sangat simpel dan mudah selesai. Training politik kurang sukses karena butuh bertahun-tahun atau berbulan-bulan untuk memahami area politik dan sosial. Training bahasa sangat penting dan sulit karena hanya dengan bahasa lokal dapat akses bebas dari opini Iokal. Kekurangan juga pada mengatasi para pendaftar dinas militer daerah tersebut, karena prasangka dari orang-orang ini mempengaruhi obyektivitas. Secara umum sebagai hasil dari kekurangan ini, informasi pokok dari keputusan politik dasar yang menghormati sikap kita terhadap gerakan gerilya sering kurang atau terlalu menyesatkan. Pemimpin komunis sering menjelaskan bahwa nasionalis liberal atau pembaharu agraria dan demokratis sejati sebagai Fasis. Meskipun demikian, dengan waktu perang berlebihan, awal yang baik membuat pengembangan inti latihan dan pengalaman staf. Pada waktu usaha serius dibuat untuk meyakinkan otoritas Pentagon bahwa inti ini dipelihara dengan pelayanan pemerintah yang keahlian yang diperlukan menurun dalam peristiwa dari usaha perang pembebasan lanjutan oleh k~nis. Rekomendasi ini tak t~rguna pada daerah serr~; yang kelanpok elit bertentangan dengan tradisi demokrasi Amerika. Namun begitu, kesalahan metode untuk bahan, inti ahli perang psikologi dipelihara, umumnya sebagai hasil kehormatan yang diterima baru dari teknik pada bagian PD II. Kremiin dengan agennya di Asia Tengggara telah mempersenjatai diri yang tiga tahun kemudian secara berangsur menjadi jelas bahwa untuk melawan gerakan komunis lebih dari sekedar pasukan konvensional dan propaganda spesialis. Akibatnya sekoiah angkatan khusus didirikan, dan beberapa batalyon pasukan dilatih dalam taktik gerilya yang diorganisasi. Kemudian diperluas sampai sekarang menjadi lebih dari i~.0Q0 pasukan yang dilatih dengan teknik perang non konvensional dan menerima sedikit pengetahuan instruksi politik, termasuk bahasa beberapa daerah yang mengancam taktik gerilya komunis. Usaha ini meskipun terlambat, kurang berharga, karena mengabaikan hal yang pokok. Sekolah anggkatan khusus pada Fort Hragg dan tempat lain dilakukan dengan staff yang cakap, cerdas dan berimajinasi tinggi dengan fasilitas dan kesempatan terbaik, ~latih kader

kunci dari bagian taktik gerilya dan pemberontakan. Angkatan khusus, pada gilirannya, membuktikan tak berharganya membantu membendung meningkatnya komunis di Vietnam. Hanya kekurangan dalam aspek ini yang mengabaikan problem prinsip untuk memberikan arah pol~tik kekuatan pemberontak. Kasus yang dipelajari dalam bab sebelumnya memperlihatkan bahwa perang gerilya adalah kelanjutan dari hubungan politik utama dalam arti politik dan didukung dengan aspek militer, ekonomi, sosiologi dan psikologi. Karena itu tidak mungkin untuk meletakkan operasi teknisi dibawah semata-mata arah militer sebagaimana perkataan radio untuk menghasilkan program televisi. Ketika teknisi sebagai pembantu utama, tanpa sesuai arah yang sukses, dia dapat menjadi produser secara kebetulan. ClauSevitz memperingatkan yang perlu kita catat bahwa daiam elemen politik seharusnya "Sink deep into details" dari perang konvensional. Juga bukan elemen politik "Sink deep" into the technical details dari perang tidak konvensional sesuatu yang lebih umum di Vietnam dengan mengambil kontrol helikopter dari tangan pilotnya. Hagaimanapun, akan bertentangan dengan perang konvensional, problem politik perang tidak konvensional banyak berada pada operasi dari hari ke hari di medan. Pilihan antara aksi penduduk dan militer, antara pembalasan dan bujukan, pembaharuan atau penindasan dari situasi yang dihadapi, antara bahan kimia atau brosur, antara desa yang dijatuhkan dan dipertahankan, antara daerah yang diserang dan dilindungi yang semt.ia ini secara keputusan politik mendasar dibuat di lapangan dan di tempat bukan instruksi dari rumah. Jika dulu mereka diputuskan oleh pemimpin potik yang bijak di lapangan umumnya mereka sukses. Magsaysay, politisi, mengalahkan Huks yang banyak kegagalan. Mao, pustakawan, mengalahkan Chiang Kai Shek, ahli perang profesional. Guru sejarah, Giap, bukan pemimpin Perancis, Navarre, menang atas Dien Bien Phu. Tito, agen politik komunis, bukan Mikhailovitch, tentara profesional kerajaan, menang di Yugoslavia. Tidak diragukan, dengan menghargai ide yang sub ordinasi, meletakkan militer dalam medan pada pemimpin politik sebagai inovasi baru, radikal dan tidak disukai. Sehingga juga merupakan tradisi mendalam para pemimpin Austria dan Prusia dengan sedikit tentara yang terlatih yang menghormati inovasi lebih awal, tentara penduduk Perancis. Tetapi hinaan mereka sedikit membantu mereka sebagai rakyat Napoleon menyapu untuk mengalahkan. Inovasi lebih awal dalam perang, profesional Prusia Clausewits menulis . "Efek iuar biasa dari Revolusi Perancis ke luar negeri dibawa dengan metode dan pandangan baru yan9 dikenalkan oleh Perancis dengan menghantarkan perang pada pilihan yang ditempa dalam keahlian kenegaraan dan administrasi pemerintahan, dalam karakter pemerintahan, dalam kondisi rakyat, dan sebagainya. Pemerintah lain membuat kesalahan pandangan dari semuanya ini; mereka berusaha keras, dalam arti sewajarnya, untuk memegang milik mereka terhadap kekuatan dari jenis baru dan berlimpah kekuatan, semua itu kesalahan besar dalam politik. Tantangan bersikap dari perang tidak konvensional modern, khususnya perang pembebasan bukan suatu metode yang baru. Gerilya adalah setua Sun Tzu. Tantangan tidak mungkin dibuat oleh penggantian administrasi kolonial dengan pem~erintahan populer dan oleh aspirasi bangsa baru yang dimanfaatkan oleh subversi politik komunis. Dalam pertemuan ini tantangan modern dan baru kita hadapi, seperti lawan Napoleon, kesalahan besar selama dalam arti sewajarnya atau kita dapat meengangkat konsep modern dan prosedur baru untuk mengefektifkan pekerjaan sesuai kekuatan yang ada. Dalam mengungkapkan tujuan politik militer dari perang non konvensional, saya tidak berarti menganjurkan ke suatu jalan bahwa cabang politik pemerintah memiliki monopoli dalam ketajaman politik atau bahwa militer di Pentagon memiliki monopoli dari ketumpulan politik. Beberapa dari sebagian besar pemikiran politik yang cermat dari~generasi kita adalah

seragam dan sekarang beberapa pegawai dalam semua tiga cabang pelayanan sehingga memiliki intelejen, pandangan politik dan antusias untuk membuat pemimpin politik unggul dan kekuatan tak konvensional Amerika. Bagaimanapun jika pegawai tidak disiapkan untuk melupakan beberapa dari yang diajarkan selama latihannya mengenai perang konvensivnal dan tidak jadi menaikkan karir militer mendatang, hal tersebut menyangsikan apakah dia dapat mengembangkan keahlian dan nilai yang dia tx~tuhkan untuk menjadi profesional dalam proble<n politik dari operasi gerilya. Dari sudut pandang personal sendiri untuk meminta pegawai reguler/teratur untuk menggunakan berapa tahun dari karirnya dalam sesuatu aktivitas sehingga jauh dari profesi utamanya tidak hanya terikat dan tidak produktif. Dalam perang gerilya yang tentara profesional berusaha tekun sendiri selama semua karirnya menjadi hanya bahan sedikit untuk melengkapi campuran dan sungguh bentuk berbeda dari yang dia pelajari dari meja bela~ar di sekolah militer. Kritik yang sama mungkin dibuat dari praktek training dari sekolah angkatan khusus kita, personil militer negara sahabat mungkin merasa terancam perang subversif. Mempertahankan praktek ini, dianjurkan dalam negara berpemerintahan lemah, militer umumnya menstabilkan pengaruh. Tetapi mereka umumnya mewakili sebagian besar elemen konservatif yang sebagian ke~cil memutuskan mengambil metode pemberontakan moderat dari Magsaysay dan sebagian besar cenderung menjumpai pemberontakan dengan persenjataan yang dipertanyakan untuk penindasan dan pembalasan. Sekali lagi saya ulangi bahwa komentar ini dimaksudkan meremehkan kemampuan pemimpin militer. Sebagai pegawai kavaleri, saya sering berpikir bahwa jendral senior Pentagon yang tinggi keberaniannya, bagus sekolahnya, pegawai bersemangat yang tidak peduli dan tidak bertanggungjawab terhadap rakyat dipimpin oleh Konggres menimbun beban sampai urat daging tegang dan Iubang hidung menggelembung, mereka menggemparkan sepanjang jalan licin Washington. Didikan West Point untuk bertarung dalam PD I, mereka tiba-tiba menemukan diri mereka sendiri dibebani dengan pengaturan usaha industri terbesar dalam sejarah, menuju Iaboratorium ilmiah lanjut dunia, dan akhirnya memberi komando operasi politik berbelit dan rumit dari generasi kita. Umurmya mereka menganggap keberanian, pantang mundur di front tetapi menyadari besarnya tugas mereka membebaskan beban mereka yang amat berat. "Kita bekerja sebaik mungkin yang kita mampu". Mereka berkata, "tetapi tugas b diluar kemampuan kita". Jika militer tidak sesuai untuk digunakan pada perang non konvensional dan operasi pemberontakan, apakah agen sipil pemerintah memenuhi syarat ? Pelayanan departemen luar negeri negara bagian dengan latihan dan pengalaman dalam beberapa cara cukup banyak melangkah. Bagaimanapun, komunis telah menemukan, diplomasi formal dan operasi non konvensional pada dasarnya bertentangan, jika hanya aspek keamanan dijaga tetap terpisah. Lagipula atmosfer dunia dari kehidupan diplomatik hampir tidak mungkin mengembangkan karakteristik, itu membutuhkan aspek lebih keras dan wajar dari operasi perang non konvensional. Dilema tersebut tak dikenal penanggung jawab bagian atas pemerintah. Pejabat militer memerintahkan perang non kawensional yang secara cepat mengijinkan kekurangan latihan mereka dan latar belakang politik yang ada dari mereka untuk tugasnya. Pejabat sipil yang tempatnya lebih tinggi rr~ngenalkan bahwa elemen politik dari perang non konvensional adalah kebutuhan vital, mereka dapat menutupi kesim~rlan intelektual mereka dengan mengingatkan akan perlunya membasmi gerilya. badan keamanan nasional yang membawa

bersama-sama nasehat 'politik dan militer, merasa mengenalkan, paling tidak pada bagian karakter politik pokok dari semua tindakan militer. Konflik tujuan dari saling menarik antara agen politik, militer, dan intelejen Amerika di luar negeri sangat jelas. Untuk meredakan konflik ini metode "Country-team" diiakukan sebuah komite mewakili bermacam pelayanan, politik dan militer, telah dibentuk di Amerika kedutaan besa~ dibawah pimpinan duta besar, yang secara teknis mewakili presiden dan pejabat senior Amerika di negara yang diakui pemerintah. Akan tetapi pada teknik ini senioritas tidak selalu dikenal, khususnya personal militer, sedang untuk orang-orangnya diperintah langsung pemimpin Washington dan tidak mengurusi masalah militer pada sipil scara teknis maupun jabatan diplomatis. Jika mereka lebih atau kurang mampu, mereka enggan berkonsultasi dan berhubungan dengan kedutaan besar, mereka juga tidak sel,alu mengenal otoritas komando. Untuk mengoreksi salah faham ini, setiap akhir jabatan 3 presiden, te~-masuk Presiden Kenedy telah dibicarakan apakah perlu mempertegas pemerintah dengan menyatakan bahwa duta besar adalah mewakili pemimpin Amerika. Namun demikian pemerintah gagal me~angguiangi konsep dep seated/hirarki posisi militer dalam mengatasi masalah militer. Helakangan ini, banyak cara dan langkah yang efektif untuk mengurangi konflik antara politik dan militer, yang dilakukan dewan khusus "Grup Khusus" yang disebut CI tCounterInsurgency) di Washington. Sebagai imbangan Washington pada tim negara, kelompok ini berada di puncak struktur tim negara. Dibawah pimpinan Sekretaris Negara Averrel Harriman, Grup Khusus dibentuk dari wakil-wakil dari lembaga-lembaga inti pemerintah yang berorientasi luar negeri, seperti Departemen Dalam Negeri, Departemen Perta t ·...Y:w.F hanan, CIA, dan lain-lain. Diantara anggotanya ada orang yang paling dinamis dan pemimpin-pemimpin politis di pemerintahan, terdiri dari saudara presiden Robert, salah satu yang paling antusias dan berpartisipasi aktif. Dulu tidak ada staff permanen di struktur pemerintah, Grup Khusus lebih efektif tidak hanya di penyelesaian perselisihan di Tim Negara, tetapi yang lebih penting, sebagai wakil mereka di Washington, adalah melancarkan langkah-langkah untuk dukungan mereka dalam . m~dapatkan peralatan khusus atau dana untuk operasi-operasi tindakan sosial. Masih lebih ~nting, memandu tim dengan menetapkan tujuan rr~reka dan dengan merrxalai langkahlangkah untuk memacu operasi-operasi anti pemberontakan di luar negeri, untuk mencegah situasi dimana pemberontak mengancam dan, satu harapan, untuk merencanakan operasi pember~takan dimana mereka membutuhkan pada masa yang akan datang. Sebagai contoh, Grup telah menjadi penolong didalam mendirikan sekolah pelatihan di Washington untuk kepolisian negara-negara dimana gerakan gerilya baru mulai atau jika tidak yang sedang menghadapi ancaman pemerintahan negara tertingggi. Kelompok yang agak berbeda didirikan di Washington untuk mengendalikan pengawasan atas operasi seperti Operations Coordinating Hoards. Kelompok itu tidak punya staff tetap yang yang bebas dan tidak menimbulkan kelompok yang sibuk tetapi hanya panitia kecil yang p~ting. E"talahan kegia - tannya cukup dilakukan staf tetap dari departemen-departemen dan agen-agen yang ditunjuk oleh anggota-anggotanya. Karena mayoritas anggota-anggotanya sipil, figur politik, Grup Khusus, sebagaimana sekarang menetapkan secara efektif memperlanjutkan bahwa tujuan-tujuan politik tetap dominan sampai waktu yang akan datang atas tujuan militer semata. Bagaimanapun, hal itu terlalu berlebihan karena doktrin Amerika populer diterir~. Lebih jauh hal ini mempunyai ciri-ciri dan kerugian dari penyelesaian ad hoc yang lain. Sebagai kelompok pertemuan formal sekali setiap minggu, itu memberikan keefektifan yang besar jika

tidak semata-mata untuk kepribadian yang dinamis dan wibawa bagi individu angotaangotanya. Dengan tanpa adanya konstitusional, lembaga ini berada dalam kekuatan apa sa;ja yang mempengaruhi lembaga ini secara dominan di Washington. Maka dengan satu perubahan adminstrasi lembaga ini mungkin menjadi sangat tidak nampak tanpa reaksi dari percaturan yang ada, meninggalkan konsep-konsep lama untuk, mengarahkan penuntun kebijaksanaan. Tetapi leb`ih dari itu mungkin, jika orang-orang yang kurang semangat dan kurang mampu menggantikan anggota-anggota lembaga tersebut yang sekarang, lembaga ini akan mungkin sekali bergabung dengan daftar panjang, panitia-panitia ad hoc yang lain, yang suka menjadi hantu yang mengunjungi kantor dan pembayaran gaji pemerintah. Dengan rasa enggan suatu kesimpulan dibuat, bahwa problem yang tetap ada dan tidak terselesaikan dan itu merupakan kesalahpahaman umum dari hubungan poiitik dengan perang yang tidak membawa kebijakan Amerika pada waktu yang lalu sampai sekarang tidak terselesaikan secara permanen. Bagaimanapun juga, satu yang mudah diketahui bahwa populer bahwa usaha militer AS bukan suatu perusakan moral untuk menghancurkan beberapa kekuatan luar negeri tetapi suatu yang mempunyai akhir makna politik dan bahwa perang gerilya secara khusus adalah operasi politik tingkat tinggi yang rumit, seharusnya tidak sulit untuk menjadikan pimpinan pusat yang tetap untuk pengarahan lembaga ini ke struktur administrasi nasional. Komando peperangan irregular tidak membutuhkan menjadi lebih besar, menurut saya yang ada sudah mencukupi, untuk menangani anggota yang kecil dengan sedikit spesialis, menyeleksi secara hati-hati suara keputusan politik dan tindakan yang dimiliki untuk operasi irregular mreka. Setiap orang seharusnya ditugaskan untuk suatu wilayah khusus yang potensial atau tlah menimbulkan bahaya, jika perlu memimpin operasi anti pemberontak Amerika atau penasihat operasi Sekutu. Anggota-anggota ini ditarik dari sumbersumber yang ada : Departemen Luar Negeri, Militer dan anggota CIA dan dari sipil, khususnya dari keiompok etnis yang berasal dari tempat yang potensial menimbuikan gangguan, dan siapa yang mempunyai kemampuan bahasa dan pengetahuan lokal yang baik. tetapi menghindari imigran-imigran yang masih didominasi oleh loyalitas Iokal dan prasangka-prasangka. Anggotaanggota tersebut harus berada pada tugas-tugas permanen dengan karir yang istimewa seperti agen-agen yang lain. Seputar tanggung jawab mereka menjadi instruksi tentara dan agen pasuka khusus didalam aspek politik peperangan irregular dan mereka harus menjaga orang yang paling dekat berhubungan dengan perwira yang mengomandani unit tersebut, orang yang dalam waktu operasi, menjadi bagian untuk mereka sebagai pembantu dan tenaga teknis. Mereka sendiri seharusnya mengikuti sekolah pasukan khusus dan menjadi pandai dalam kemampuan teknik yang mereka pelajari sperti . masalah parasut, perusakan, dan komunikasi. Dalam haI yang sama mereka harus menjaga kontak yang baik dengan United State Information Agency, yang pada waktu dibutuhkan mereka bisa mengambil orang sebagai tenaga pembantu propaganda. Lebih dari itu semua, mereka sendiri tidak hanya memperhatikan dan memusatkan diri pada teori peperangan irregular tetapi terhadap problem - pelaksanaan seperti menghadapi segala kemungkinan di daerah tanggung jawab mereka. Yang paling penting pengetahuan mereka tentang medan di wilayah tersebut, orangorang yang berkecimpung dalam dunia politik di pemerintah dan oposisi, isu-isu yang akan diangkat oleh penghasut dari "perang kemerdekaan", prasangka-prasangka dan hal-hal yang tabu, aspirasi dan kekuatan dari segala elemen masyarakat dan juga bahasa-bahasa dan dialek mreka. Untuk tujuan ini mereka harus diberi kesempatan yang besar dan cover yang cocok untuk berjalan dan hidup diantara penduduk yang mungkin pada suatu kali ,bersama mereka melakukan operasi sebagai teman atau sebagai lawan.

Seharusnya, menurut saya, anggota lembaga ini merupakan bagian langsung dari Departemen Pertahanan Nasional untuk jarak yang panjang dan petunjuk operasional. Untuk petunjukpetunjuk harian harusnya dipercayakan kepada Departemenn Dalam Negeri. Untuk alat-alat keamanan lembaga ini seharusnya memperoleh kebutuhan logistik dan rumah tangga dari bantuan CIA, masalah ini harus hati-hati dipisahkan dari pertemuan intelejen dan dari fungsifungsi analisanya. Posisi organisasional yang tepat dan rinci tidak sepenting hal pokok bahwa anggota/staff harus menjalankan semua komando dan kepemimpinan politik yang esensial untuk sebuah operasi perang irregular yang efektif . Sampai hal-haI pokok ini dijadikan suatu yang bersifat praktis dan dilaksanakan, saya khawatir bahwa satu elemen kunci dari kekuatan nasional yang potensial akan tetap berlanjut untuk bergelimang di Teluk Babi.


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags: geilya, perang
Stats:
views:8745
posted:1/2/2010
language:Indonesian
pages:120
Description: pasukan kecil dapat mengalahkan pasukan yang besar dengan metode gerilya.