Abstrak.Kosa Kata by labaco

VIEWS: 2,248 PAGES: 4

									Abstrak Kosakata memiliki peranan penting dalam keterampilan berbahasa, karena dengan penguasaan kosakata yang baik dan banyak serta didasari oleh pemahaman dalam menggunakannya akan sangat bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan berbahasa. Oleh karena itu agar pengajaran kosakata mudah diserap dan selalu tersimpan dalam ingatannya dalam jangka waktu yang lama oleh para pembelajar diperlukan media pembelajaran yang tepat, menarik dan mengurangi ketegangan dalam belajar. Salah satu caranya yaitu dengan menggunakan media kartu. Penggunaan media kartu dalam pembelajaran kosakata bahasa Arab akan membantu siswa dalam pemahaman dan penguasaan kosakata yang lebih baik dan banyak, didasari oleh kemampuan untuk menggunakannya dalam berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan. Dengan demikian, peneliti mencoba menerapkan media kartu dalam pembelajaran kosakata bahasa Arab pada siswa kelas I Madrasah Aliyah Al-Inayah Sukajadi tahun ajaran 2004/2005 dengan harapan akan memperoleh data tentang seberapa besar pengaruh penggunaan media ini dalam pembelajaran kosakata bahasa Arab. Metode penelitian yang digunakan adalah metod eksperimen yaitu metode untuk mengetahui kemampuan siswa dalam penguasaan kosakata bahasa Arab melalui media kartu yang sudah dirancang dan disediakan sedemikian rupa. Caranya dengan menjodohkan kosakata bahasa Arab sebanyak 48 kosakata dengan artinya dalam potongan-potongan kartu. Dari penelitian yang telah dilakukan, terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa yang menggunakan media kartu dengan siswa yang tidak menggunakan media kartu dalam pembelajaran kosakata bahasa Arab. Ini dibuktikan oleh perbedaan rata-rata nilai, yaitu 5,62 untuk yang menggunakan media kartu dan 1,86 untuk yang tidak menggunakan media kartu. Hal ini menunjukkan bahwa media kartu efektif digunakan dalam pembelajaran kosakata bahasa Arab. Ful l Te xt Filename Size 28.8 Mode m 56K Mode m ISDN (64 Kb) Perkiraan Waktu Download (Jam:Menit:Detik) Highe ISDN r(128 speed Kb) Access < 00:00: 01

2006.01.16.Ratih_Puspita_A sih.doc

28.16 Kb

00:00: 07

00:00: 04

00:00: 03

00:00: 01

Kasno Pusat Bahasa Jakarta

Abstrak Penulis memaparkan penggunaan kamus sebagai sumber rujukan dalam pengajaran kosakata. Oleh karena itu, faktor penting yang perlu diperhatikan adalah tujuan pengajaran bahasa. Hal itu perlu kita sadari bahwa tujuan pengajaran bahasa ialah agar para siswa terampil berbahasa yang mencakup masalah keterampilan berbicara, menyimak, membaca, dan menulis. Tidak dapat kita pungkiri lagi bahwa keterampilan berbahasa membutuhkan penguasaan kosakata yang memadai. Penguasaan kosakata yang memadai itu akan dapat menentukan kualitas orang seorang dalam berbahasa.Untuk mencapai tujuan itu, satu alternatif untuk meningkatkan kemampuan itu diharapkan siswa dapat menggunakan kamus sebagai sumber rujukan dengan bimbingan pengajar. Dengan demikian pengajar dapat menolong para siswa untuk melihat persamaan dan perbedaan kata yang belum pernah siswa pahami atau belum pernah dilihat sebelumnya. Sebagai contoh kata petatar dan penatar mempunyai hubungan yang erat, kedua kata itu nomina, tetapi yang perlu kita tandai adalah kedua kata itu mempunyai makna yang berbeda. Petatar berarti orang yang bertatar; peserta penataran, sedangkan penatar adalah orang yang menatar atau orang yang membimbing (mengajar) dalam penataran. Dengan menguasai kosakata yang memadai dan pelatihan yang cukup diharapkan dapat mencapai hal berikut: (a) meningkatkan kemampuan para siswa, (b) meningkatkan taraf perkembangan konseptual para siswa, (c) mempertajam proses berpikir, dan (d) memperluas cakrawala.

Biodata: Kasno dilahirkan pada 4 Maret 1958 di Sragen, Jawa Tengah, meraih gelar sarjana sastra pada tahun 1989 dari Universitas Nasional Jakarta, pada tahun 1991--1993 kuliah di Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Sastra, Universitas Indonesia. Bekerja di Pusat Bahasa mulai tahun 1982 hingga sekarang. Di samping itu, ia juga sebagai staf pengajar di Fakultas Sastra Unas, STBA Pertiwi, Akademi Kebidanan RS Fatmawati, Jakarta, dan BIPA.

Program Studi Bahasa Indonesia


Home

Search: Jul 4

PENGEMBANGAN MODEL INTEGRATIF PEMBELAJARAN KOSAKATA TEKNIS BAHASA INDONESIA
adminAbstrak Thesis (Studi tentang Pengetahuan Kosakata Teknis Bahasa Indonesia Siswa SMA Kelas I di Kabupaten Bandung) oleh Furqanul Aziez Penelitian ini diselenggarakan sebagai upaya mengembangkan sebuah model pembelajaran yang mampu meningkatkan pengetahuan kosakata siswa, khususnya pengetahuan kualitatif kosakata teknis.Masalah yang melatarbelakanginya adalah pertama kosakata teknis merupakan unsur yang turut menentukan keberhasilan pemahaman teks-teks nonsastra. Kedua, secara metodologis kosakata masih relatif tertinggal dibandingkan dengan komponen bahasa lain. Ketiga, kurikulum terbaru mengamanatkan pembelajaran kosakata, sementara model yang sesuai dengan tuntutan kurikulum belum ditawarkan. Karena itu, penelitian ini mengembangkan model pembelajaran yang efektif me-ningkatkan pengetahuan kosakata teknis melalui kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan kurikulum, yaitu yang memandang bahasa sebagai sarana komunikasi, yang menempatkan siswa sebagai pusat kegiatan, dan yang mudah diimplementasikan guru di kelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (research and development), yang tahap-tahapnya mencakup (1) studi pendahuluan, yang ditujukan untuk mengungkap gambaran objektif mengenai siswa, guru, pembelajaran kosakata yang ada, besaran pengetahuan kosakata dasar, dan kedalaman pengetahuan kosakata teknis siswa; (2) pengembangan model pembelajaran, yang dalam hal ini adalah model pembelajaran integratif kosakata teknis; dan (3) pengujian validitas model yang dikembangkan. Hasil kajian pendahuluan menunjukkan bahwa buku-buku pelajaran eksakta dipandang siswa sebagai buku yang sulit dipahami dan kosakata sulit sebagai salah satu penyebabnya. Pengetahuan kosakata siswa juga masih rendah, terutama pengetahuan kualitatif kosakata teknis. Temuan lain mengindikasikan bahwa kosakata tidak diajarkan. Salah satu penyebabnya adalah buku pelajaran yang mereka gunakan tidak membahas kosakata sama sekali. Model ini mencakup tiga unsur utama pengajaran, yakni guru, siswa dan tujuan. Guru berperan dalam perencanaan, penjelasan materi, monitoring, penguatan, dan evaluasi. Siswa, sebagai pusat model, terlibat dalam semua jenis kegiatan berbahasa: mendengar, berbicara, membaca, dan menulis. Tujuan kegiatan guru dan siswa ini adalah menempatkan siswa dalam berbagai aktivitas yang dapat meningkatkan penguasaan mereka akan kosakata teknis. Hasil uji terhadap validasi menunjukkan model integratif pembelajaran kosakata teknis ini mampu meningkatkan kedalaman pengetahuan kosakata teknis siswa, terutama pengetahuan makna kata teknis, kemampuan menggunanakannya dalam kalimat, dan kemampuan analisis morfologi katanya.

Implikasi praktis hasil penelitian ini adalah munculnya kesadaran guru akan pentingnya pengajaran kosakata dan tersedianya model variatif dan efektif yang dapat mereka gunakan di kelas.


								
To top