Laporan Perkembangan PSAK Zakat Per Mei 2007 Menindaklanjuti Surat by klutzfu59

VIEWS: 287 PAGES: 4

									                       Laporan Perkembangan PSAK Zakat
                                  Per Mei 2007



Menindaklanjuti Surat Perjanjian Kerjasama dengan nomor Reg.SPK.01/Sek-
FOZ/IV/2007 mengenai PSAK Zakat pada tanggal 4 April 2007 di Jakarta antara Ikatan
Akuntan Indonesia dengan Forum Zakat maka bersama ini kami sampaikan beberapa hal
yang terkait dengan aktivitas Penyusunan PSAK Zakat.

1. Ikatan Akuntan Indonesia telah membentuk Tim kerja PSAK Zakat yang terdiri dari:

    No.     Nama                                     Instansi
    1       Setiawan Budi Utomo (Ketua Tim)          Dewan Syariah Nasional
    2       Ahmad Toha                               Kantor Akuntan Publik
    3       Anis Basalamah                           Pendidik
    4       Catur Sawitri Rangkuti                   Forum Organisasi Zakat
    5       Darwis                                   Ikatan Akuntan Indonesia
    6       Dodik Siswantoro                         Pendidik
    7       Dyah Rudati Andayani                     Forum Organisasi Zakat
    8       Eka Supriyati                            Ikatan Akuntan Indonesia
    9       Eqky Awal Muharam                        Forum Organisasi Zakat
    10      Hasanudin                                Dewan Syariah Nasional
    11      Iis Afriana                              Departemen Agama
    12      Nurhasan Hamidi                          Forum Organisasi Zakat
    13      Nurwidodo P                              Ikatan Akuntan Indonesia
    14      Rahmat Hidayat                           Dewan Syariah Nasional
    15      Sri Yanto                                Ikatan Akuntan Indonesia
    16      Syuhelmaidi Syukur                       Forum Organisasi Zakat
    17      Tarkosunaryo                             Kantor Akuntan Publik
    18      Teguh Heru                               Forum Organisasi Zakat
    19      Teten Kustiawan                          Forum Organisasi Zakat
    20      Yakub                                    Ikatan Akuntan Indonesia
    21      Yuli Hidayani                            Forum Organisasi Zakat

2. Hingga saat ini Tim Kerja PSAK Zakat telah mengadakan 3 kali pertemuan, yaitu :

    No     Hari & Tanggal           Tempat            Dihadiri oleh
    1.     Selasa, 17 April 2007    Hotel Bidakara    10 orang anggota (terlampir)
    2.     Rabu, 2 Mei 2007         Graha Akuntan     12 orang anggota (terlampir)
    3.     Rabu, 16 Mei 2007        Graha Akuntan     11 orang anggota (terlampir)

3. Dalam Penyusunan PSAK Zakat ini dibagi menjadi 10 (sepuluh) tahapan due process
   procedure yaitu:
   a) Identifikasi isu-isu standar yang akan dikembangkan menjadi standar.
   b) Konsultasikan isu dengan Dewan Konsultatif Standar Akuntansi Keuangan
      (DKSAK).
   c) Membentuk tim kecil atau tim penyusun dalam DSAK.
   d) Tim Kecil atau Tim Penyusun melakukan riset terbatas dan menyusun konsep
      awal exposure draft.
   e) Pembahasan Konsep exposure draft dalam DSAK.
   f) Penerbitan dan pengedaran exposure draft kepada para konstituen.
   g) Pelaksanaan Public Hearing.
   h) Pembahasan setelah public hearing atas tanggapan dan masukan terhadap ED.
   i) Pengecekan akhir (final checking).
   j) Persetujuan/pengesahan ED PSAK menjadi PSAK.

4. Saat ini Tim Kerja PSAK Zakat sudah memasuki tahap ke 4 yaitu: Tim Kecil atau
   Tim Penyusun melakukan riset terbatas dan menyusun konsep awal exposure draft.

5. Adapun rencana Outline PSAK zakat adalah sebagai berikut:

    PENDAHULUAN
    1. Tujuan
        Pengaturan akuntansi untuk zakat, infak, sedekah dan wakaf.
    2. Ruang lingkup
         PSAK ini berlaku untuk:
        (1) Amil zakat
        (2) Muzakki
    3. Definisi
        Definisi-definisi yang terkait dengan zakat, infak, sedekah dan wakaf.
    4. Karakteristik
        Karakteristik-karakteristik yang terkait dengan zakat, infak, sedekah dan wakaf.
    PENGAKUAN DAN PENGUKURAN
    1. Akuntansi Amil Zakat
        Pengakuan dan pengukuran atas penerimaan dan pengeluaran untuk:
        (1) Zakat
             (a) Bagian amil zakat
             (b) Bagian non-amil zakat
        (2) Infak dan sedekah
        (3) Wakaf
    2. Akuntansi Muzakki
       (1) Pengakuan pengeluaran zakat.
       (2) Pengukuran (perhitungan) zakat:
            (a) Aset neto
            (b) Aset bruto
    PENYAJIAN
    1. Amil Zakat
        Penyajian atas penerimaan dan pengeluaran zakat, infak, sedekah, dan wakaf.
    2. Muzakki
        Penyajian atas pengeluaran zakat.
    PENGUNGKAPAN
    1. Amil Zakat
        Pengungkapan yang terkait atas zakat, infak, sedekah, dan wakaf.
    2.   Muzakki
         Pengungkapan yang terkait dengan pengeluaran zakat
    KETENTUAN TRANSISI
       Mengatur apakah PSAK Zakat berlaku prospektif, retrospektif, atau bisa
       memilih salah satunya.
    TANGGAL EFEKTIF
       Tanggal berlakunya PSAK Zakat.
   LAMPIRAN
       Laporan keuangan lengkap amil zakat (neraca, laporan aktivitas, laporan
       perubahan aset neto, laporan arus kas, laporan penyaluran zakat berdasarkan
       asnaf, dan catatan atas laporan keuangan)


6. Dari outline diatas, hingga saat ini Tim Kerja masih dalam tahapan pendahuluan yaitu
   hal –hal yang terkait dengan tujuan, ruang lingkup, karekteristik dan difinisi.

7. Hal-hal yang telah disepakati antara lain:
   a) Badan hukum pengelola zakat
          Pengelola zakat yang dibentuk oleh pemerintah akan menggunakan standar
          akuntansi keuangan, bukan standar akuntansi pemerintah.
   b) PSAK Zakat mencakup perlakuan untuk:
       - Entitas pemberi zakat
       - Entitas pengelola zakat
       - Entitas penerima zakat non-entitas pengelola zakat
   c) Ruang Lingkup
        i. PSAK akan mengatur dua sisi yaitu pengelola zakat dan muzakki entitas.
             Tim sepakat bahwa dalam PSAK Zakat tidak mencakup perlakuan tentang
             wakaf, tetapi perlu ada pengaturan atas wakaf yang diterima oleh Entitas
             Pengelola Zakat.
       ii. Entitas Pengelola Zakat sesuai dengan undang-undang nomor 38 tahun 1999
             pasal 13 yang menyatakan bahwa Badan Amil Zakat dapat menerima harta
             selain zakat, seperti infaq, shadaqah, hibah, wasiat, dan kafarat.
      iii. PSAK Zakat akan mengatur lebih lanjut batasan Entitas Pengelolan Zakat
             yang harus menerapakan Pernyataan ini, yaitu:
             • Entitas pengelola zakat yang dikukuhkan/dibentuk oleh pemerintah.
             • Entitas lain yang memiliki kegiatan utama serupa dengan entitas pengelola
               zakat
      iv. Entitas yang melakukan aktivitas penerimaan dan penyaluran zakat tetapi
             bukan sebagai kegiatan utamanya mengacu ke PSAK 101: Penyajian
             Laporan keuangan syariah.
   d) Definisi
       Beberapa istilah akan didefinisikan untuk memperjelas pengaturan dalam standar
       akuntansi dan menghindari penafsiran yang berbeda, beragam atau kurang sesuai.
   e) Perlakuan akuntansi untuk pendapatan yang kurang atau tidak sesuai syariah akan
       diatur dalam standar akuntansi
8. Adapun hal-hal yang masih menjadi topik pembahasan:
   a. Masalah fikih Zakat,
      Beberapa masalah fikih zakat yang masih memerlukan pendapat ulama akan
      disampaikan ke MUI, seperti penggunaan dana zakat untuk pinjam-meminjam,
      besaran hak amil, zakat perusahaan dan sebagainya.
   b. Konsep Akuntansi dana
      Diusulkan agar menggunakan konsep akuntansi dana (multifund accounting
      concept)


Demikian kami sampaikan atas perhatianya kami ucapkan terimakasih


Wasalamualikum Wr Wb


Manajemen Purnawaktu

								
To top