Your Federal Quarterly Tax Payments are due April 15th Get Help Now >>

KONDISI MAKRO KESEJAHTERAAN RAKYAT DAN SOSIAL POLITIK SUMATERA UTARA by klutzfu48

VIEWS: 191 PAGES: 6

									KONDISI MAKRO KESEJAHTERAAN RAKYAT DAN SOSIAL & POLITIK SUMATERA UTARA

A.

Kondisi Makro Kesejahteraan Rakyat Sumatera Utara 1. Pendidikan Kondisi Pendidikan Provinsi Sumatera Utara dapat kita lihat terlebih dahulu dari segi sarana yang ada yakni Jumlah Sekolah, Di tingkat pendidikan dasar, jumlah sekolah pada tahun 2004/2005 ada sebanyak 9.594 unit dengan jumlah guru 79.444 orang dan murid sebanyak 1.796.775 orang. Pada tahun 2005/2006 ada sebanyak 9.691 unit dengan jumlah guru 82.647 orang dan murid sebanyak 1.814.579 orang Sementara untuk tingkat pertama (SMTP) pada tahun 2004/2005 ada sebanyak 1.818 sekolah dengan jumlah guru 36.847 orang dan jumlah murid ada sebanyak 557.710 orang. Jumlah sekolah tingkat pendidikan Sekolah Menengah (SMTA) ada sebanyak 1.369 sekolah dengan jumlah guru dan murid masing-masing 34.621 orang dan 472.175 siswa termasuk didalamnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Sedangkan untuk tahun 2005/2006 jumlah sekolah menengah tingkat pertama (SMTP) ada sebanyak 1.844 sekolah dengan jumlah guru 37.030 orang dan jumlah murid ada sebanyak 538.039 orang. Jumlah Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMTA) ada sebanyak 1.806 sekolah dengan jumlah guru dan murid masing-masing 45.093 orang dan 589.561 siswa termasuk didalamnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Kondisi pada Pendidikan Tinggi dapat kita lihat dengan semakin meningkatnya jumlah perguruan tinggi yang ada di provinsi Sumatera Utara, Jumlah perguruan tinggi swasta pada tahun 2005 adalah sebanyak 252 PTS, yang terdiri dari 32 universitas, 112 sekolah tinggi, 3 institut, 94 akademi, dan 11 politeknik. Jumlah perguruan tinggi swasta pada tahun 2006 adalah sebanyak 268 PTS, yang terdiri dari 33 universitas, 114 sekolah tinggi, 3 institut, 107 akademi, dan 11 politeknik. Perluasan akses pendidikan dapat dilihat dari Angka Partisipasi Kasar (APK) Provinsi Sumatera Utara, dimana secara umum, APK pada Tahun 2004 sebesar (dalam prosentase) 4,67, capaian pada tahun 2004 ini terus ditingkatkan pada tahun-tahun berikutnya, hal ini dapat dilihat dari peningkatan APK tersebut, yakni pada tahun 2005 sebesar 5,00, tahun 2006 sebesar 5,20 sedangkan untuk tahun 2007 sebesar 5,52. Salah satu indikator keberhasilan pendidikan adalah tingkat melek huruf, dalam hal ini Provinsi Sumatera Utara dari tahun ke tahun memperkecil prosentase buta aksara ini, yakni pada tahun 2004 tercatat sebesar 3,39, tahun 2005 sebesar 3,20, tahun 2006 sebesar 3,10 sedangkan tahun 2007 sebesar 3,01.

1

Keberhasilan pendidikan tidak saja memperhatikan perluasan akses pendidikan, namun tidak kalah pentingnya adalah terciptanya pemerataan akses pendidikan, dalam hal ini dapat kita lihat dari persentase disparitas APK SD/MI/SDLB antara kabupaten dan kota, yakni : pada tahun 2004 sebesar 2,60, tahun 2005 sebesar 2,45, tahun 2006 sebesar 2,35 sedangkan tahun 2007 sebesar 2,22. Salah satu trend yang makin berkembang dewasa ini adalah yang menyangkut kesetaraan gender, dalam hal Pemerataan Akses Pendidikan dapat dilihat dari semakin kecilnya jarak disparitas gender yang ada, misalnya Persentase Disparitas Gender APK pada jenjang pendidikan menengah, yakni pada tahun 2004 sebesar 19,25, tahun 2005 sebesar 18,49, tahun 2006 sebesar 17,50 dan tahun 2007 sebesar 17,01. Disamping itu, Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mengalami kemajuan dalam aspek perluasan akses dan pemerataan pendidikan, serta peningkatan mutu PAUD, walaupun masih dibawah rata-rata Nasional (45,63%). Pencapaian sasaran PAUD tersebut terbukti dari peningkatan perluasan akses PAUD yang ditandai peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD dari 12,53% pada tahun 2005 menjadi 12,70% pada tahun 2006. Selain itu, terjadi pula peningkatan pemerataan PAUD yang digambarkan oleh penurunan disparitas (kesenjangan) APK PAUD antar Kabupaten Kota dari 12,90% pada tahun 2005 menjadi 12,00% pada tahun 2006. 2. Kesehatan - Rumah Sakit Ketersediaan sarana kesehatan berupa rumah sakit merupakan faktor utama dalam menunjang perbaikan kualitas hidup. Jumlah rumah sakit yang ada di Sumatera Utara tahun 2004 terdiri dari 34 rumah sakit pemerintah dan 93 rumah sakit swasta, pada tahun 2005 menjadi 26 rumah sakit pemerintah dan 119 rumah sakit swasta, kemudian di tahun 2006 terjadi penambahan menjadi 29 rumah sakit pemerintah dan pengurangan menjadi 102 rumah sakit swasta. - Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Balai Pengobatan Umum (BPU) dan Posyandu Sementara sarana kesehatan tingkat kecamatan dan perdesaan cukup banyak di Sumatera Utara. Puskesmas di Sumatera Utara tahun 2003 berjumlah 430 unit, Puskesmas Pembantu 1.698 unit, BPU berjumlah 765 unit dan Posyandu berjumlah 12.981 unit. Terjadi peningkatan jumlah Puskesmas pada tahun 2004 menjadi 437 unit, Puskesmas Pembantu menjadi 1.872 unit, BPU berjumlah tetap 765 unit dan Posyandu berkurang menjadi 12.618 unit. Pada tahun 2005 Puskesmas bertambah menjadi 449 unit, demikian Puskesmas Pembantu menjadi 1.917 unit dan BPU menjadi 886 unit serta Posyandu menjadi 13.011 unit. Di tahun 2006 tidak ada penambahan jumlah Puskesmas tetap 449 unit, Puskesmas Pembantu sedikit bertambah menjadi 1.937 unit, BPU menjadi 888 unit dan Posyandu berkurang menjadi 13.001 unit.

2

- Tenaga Kesehatan Tenaga medis kesehatan di Sumatera jumlahnya terus meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah Dokter Umum di Sumatera Utara tahun 2003 terdapat sebanyak 973 orang, dokter gigi sebanyak 307 orang, dokter spesialis sebanyak 399 orang. Pada tahun 2004 terdapat Dokter Umum sebanyak 1.018 orang, Dokter Gigi sebanyak 411 orang, Dokter Spesialis sebanyak 383 orang, sedangkan tenaga medis Bidan tersedia sebanyak 10.246 orang dan Perawat sebanyak 8.197 orang.

Di tahun 2005 tejadi peningkatan jumlah tenaga Dokter Umum sebanyak 1.301 orang, Dokter Gigi sebanyak 475 orang dan Dokter Spesialis sebanyak 405 orang, sedangkan tenaga medis Bidan berkurang menjadi sebanyak 7.142 orang dan Perawat sebanyak 6.794 orang. Demikian halnya pada tahun 2006 terjadi penambahan jumlah Dokter Umum menjadi sebanyak 1.328 orang, Dokter Gigi menjadi 510 orang, Dokter Spesialis menjadi 423 orang dan tenaga medis Perawat menjadi 8.368 orang, sedangkan tenaga medis Bidan berkurang menjadi 6.410 orang. 3. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) - Umur Harapan Hidup (UHH) Umur Harapan Hidup (UHH) penduduk di Propinsi Sumatera Utara mengalami peningkatan setiap tahunnya. Meningkatnya Umur Harapan Hidup (UHH) dari 68,20 tahun pada tahun 2004, menjadi 68,30 tahun pada tahun 2005, kemudian meningkat menjadi 68,38 tahun pada tahun 2006, dan di tahun 2007 meningkat menjadi 68,68 tahun. Bila dibandingkan dengan Angka Nasional yaitu 68,23 tahun pada tahun 2007, Propinsi Sumatera Utara berada diatas angka nasional. - Angka Kematian Bayi (AKB) AKB di Propinsi Sumatera Utara setiap tahunnya telah mengalami penurunan dalam kurun waktu 4 (empat) tahun terakhir. Menurunnya Angka Kematian Bayi (AKB) dari 36/1.000 Kelahiran Hidup pada tahun 2004 menjadi 34,2/1.000 Kelahiran Hidup pada tahun 2005, pada tahun 2006 menjadi 33,5/1.000 Kelahiran Hidup, mengalami penurunan kembali pada tahun 2007 menjadi 32,5/1.000 Kelahiran Hidup. - Angka Kematian Ibu (AKI) Angka Kematian Ibu ini menggambarkan status kesehatan / gizi ibu selama hamil yang rendah, kondisi wanita pada umumnya, kondisi lingkungan dan masih belum memadainya tingkat pelayanan kesehatan terutama untuk ibu hamil, melahirkan dan menyusui. AKI di Propinsi Sumatera Utara selama 4 (empat) tahun terakhir menunjukkan kecenderungan penurunan. Menurunnya Angka Kematian Ibu (AKI) dari 330/100.000 Kelahiran Hidup pada tahun 2004, menjadi 320/100.000 Kelahiran Hidup (KLH), pada tahun 2006 menjadi 315/100.000 Kelahiran Hidup (KLH), kembali mengalami penurunan sebesar 305/100.000 KLH pada tahun 2007. 3

4.

Angkatan Kerja Selama Tahun 2004 – 2007 diperkirakan angkatan kerja cukup tinggi dan mengalami fluktuasi yang tidak tetap yaitu pada Tahun 2004 sebanyak 5.512.405 jiwa naik menjadi 5.803.112 jiwa pada Tahun 2005, sedangkan angkatan kerja pada tahun 2006 mengalami penurunan menjadi 5.491.696 jiwa dan pada tahun 2007 angkatan kerja kembali mengalami peningkatan menjadi 5.647.710 jiwa.

5.

Tingkat Pengangguran Meningkatnya jumlah pengangguran akibat pemutusan hubungan kerja dan kecilnya kesempatan kerja pada sektor produktif. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) selama kurun waktu 4 (empat) tahun, dari 11,08 % pada tahun 2004 menurun menjadi 10,98 % pada tahun 2005, kemudian pada tahun 2006 mengalami peningkatan menjadi 11,51 %, di tahun 2007 kembali menurun menjadi 10,10 %. Fluktuasi naik turunnya tingkat pengangguran sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi makro.

6.

Kemiskinan Pemasalahan yang dihadapi dalam penanggulangan kemiskinan di Sumatera Utara sangat kompleks oleh karenanya dilakukan penanganan lintas program dan lintas sektor. Selama kurun waktu 5 (lima) tahun data kemiskinan cenderung mengalami fluktuasi yang tidak terlalu jauh, pada tahun 2003 sebanyak 1,89 juta jiwa (15,89%), menjadi 1,80 juta jiwa (14,93%) pada tahun 2004, kembali turun menjadi 1,76 juta jiwa (14,28%) pada tahun 2005, di tahun 2006 mengalami peningkatan sebesar 1,98 juta jiwa (15,66%) dan kembali turun menjadi 1,77 juta jiwa (13,90%) pada tahun 2007.

7.

Daerah Tertinggal dan Desa Tertinggal Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2006 memiliki 25 Kabupaten dan Kota serta sebanyak 2.749 desa/kelurahan tertinggal dengan perincian 818 desa tertinggal di Daerah Tertinggal yang berada di Kabupaten Dairi, Nias Selatan, Tapanuli Tengah, Pakpak Bharat, Nias dan Samosir; namun terdapat juga sebanyak 1.931 desa/kelurahan tertinggal di daerah Non Tertinggal di 19 Kabupaten/Kota. Diperkirakan dengan adanya pemekaran Kabupaten maka jumlah desa tertinggal semakin bertambah.

B.

Kondisi Makro Sosial dan Politik Sumatera Utara 1. Jumlah Partai Politik, Jumlah Fraksi di DPRD, Jumlah Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, Jumlah Komisi DPRD Provinsi Sumatera Utara Kondisi Politik di Provinsi Sumatera Utara dapat dikatakan sangat kondusif, namun mulai dirasakan suhu politik bergerak naik seiring dengan penyelenggaraan Pilkada pada tahun 2008 serta Pilpres dan Pemilihan 4

Anggota Legislatif pada tahun 2009. Keadaan ini perlu diantisipasi melalui peningkatan koordinasi Muspida, tokoh agama, masyarakat maupun pada cendikiawan dalam upaya meredam gejolak politik. Sejak tahun 2004 sampai dengan 2007, DPRD memiliki 9 Fraksi, yang selanjutnya pada tahun 2008 menjadi 8 Fraksi (akibat daripada hilangnya Fraksi Gabungan). Dalam upaya mengantisipasi peningkatan kinerja DPRD, maka sejak tahun 2008 telah diprogramkan untuk membangun gedung DPRD Provinsi Sumatera Utara yang baru, dengan lokasi berdampingan dengan gedung DPRD lama. Jumlah anggota DPRD sejak tahun 2004 sampai dengan 2007 sebanyak 85 orang dengan perincian sebagai berikut : - Fraksi Partai Golkar 19 orang - Fraksi PDIP 13 orang - Fraksi PPP 11 orang - Fraksi Demokrat 9 orang - Fraksi PKS 8 orang - Fraksi PAN 9 orang - Fraksi PDS 6 orang - Fraksi PBR 5 orang - Fraksi Gabungan 5 orang Pada tahun 2008, jumlah faksi menjadi 8, dengan dihapusnya Fraksi Gabungan, tetapi jumlah anggota DPRD tetap sebanyak 85 orang. Jumlah Komisi DPRD sejak tahun 2004 sampai dengan 2007 ada sebanyak 5 komisi dengan perincian sebagai berikut : 2. Komisi A (Bidang Pemerintahan) 17 orang Komisi B (Bidang Perekonomian) 17 orang Komisi C (Bidang Keuangan) 15 orang Komisi D (Bidang Pembangunan) 17 orang Komisi E (Bidang Kesejahteraan Rakyat) 14 orang Pimpinan Dewan 4 orang Anggota Pergantian Antar Waktu (PAW) 1 orang

Kondisi LSM, Ormas, Organisasi Wanita, OKP, Keagamaan, Profesi, dan Asosiasi Provinsi Sumatera Utara memiliki LSM yang terdaftar di Bakesbang Linmas pada tahun 2005 sebanyak 327 LSM, kemudian bertambah pada tahun 2006 menjadi 398 LSM, yang selanjutnya pada tahun 2007 bertambah menjadi 456 LSM. LSM yang ada di Provinsi Sumatera Utara dapat dikelompok menjadi : - LSM yang mempunyai kesamaan kegiatan sebanyak 55 pada tahun 2006 kemudian berkambang menjadi 56 pada tahun 2007. 5

- LSM Profesi pada tahun 2005 ada sebanyak 162 LSM Profesi, kemudian berkembang menjadi 178 LSM pada tahun 2006 dan kemudian menjadi 183 LSM pada tahun 2007. - LSM Fungsional Pemuda pada tahun 2005 ada sebanyak 77 dan pada tahun 2006 menjadi 81 dan berkembang pada tahun 2007 menjadi 82. - Organisasi Wanita pada tahun 2006 ada sebanyak 40 dan pada tahun 2007 menjadi 41 organisasi wanita. - Organisasi Keagamaan dapat dikelompokan menjadi 5 yaitu Organisasi Islam sebanyak 31, Katolik 22, Hindu/Budha 5, Kepercayaan 5 serta Kekerabatan/ Paguyuban sejumlah 27. Provinsi Sumatera Utara memiliki partai yang berbadan hukum sebanyak 24 partai dan pada pemilu 2004 diikuti oleh 24 partai politik

6


								
To top