PERILAKU DAN GAYA HIDUP ORANG PAPUA DI KOTA YOGYAKARTA

Document Sample
PERILAKU DAN GAYA HIDUP ORANG PAPUA DI KOTA YOGYAKARTA Powered By Docstoc
					                                                                 i


  PERILAKU DAN GAYA HIDUP ORANG PAPUA
          DI KOTA YOGYAKARTA
(Studi Tentang Perilaku Budaya Orang Papua Di Kota Yogyakarta)


                             Tesis

   Untuk Memenuhi Persyaratan Mencapai Derajat SarjanaS-2
        Program Studi Humaniora Jurusan Antropologi




                         Diajukan Oleh:


                    Theodorus R. Kossay
                  Nirm. 21671/IV-4/1616/04


                            Kepada

            SEKOLAH PASCASARJANA
           UNIVERSITAS GADJAH MADA
               YOGYAKARTA 2007
                                                                                           xiii


                                            INTISARI

        Penelitian ini berjudul Gaya Hidup Orang Papua Di Yogyakarta. Penelitian ini
berlangsung bulan Juni sampai dengan September 2006. Pilihan dan ketertarikan untuk
melakukan penelitian dan penulisan tesis ini adalah sejak orang Papua meninggalkan tanah
Papua menuju kota Yogyakarta, telah mengalami perubahan signifikan yaitu pola hidup mereka
di Yogyakarta bukan memperlihatkan kebudayaan Papua tetapi kebudayaan modern karena
mereka telah beradaptasi dan berubah seiring dengan modernitas kota Yogyakarta. Data tesis
yang berhubungan dengan gaya hidup orang Papua dan unsur-unsur kebudayaan ini diperoleh
melalui pengamatan langsung dan interview dengan informan baik sesepuh, senior, pembina,
pelaku gaya hidup serta informan di luar kelompok ini.
        Analisis atas aktifitas gaya hidup ini menggunakan kerangka teori para pakar antropolog
dan Cultural Studies seperti Lury, Feathersone, Baudirllard, Chaney, Ibrahim, Abdullah dan
Adlin, di samping pikiran para ahli lain. Para pakar itu kebanyakan mengulas tentang peran
kapitalis mengkontruksi komoditas masyarakat melalui produk-produk kebudayaan modern.
Masyarakat yang hidup di kota memiliki pola-pola tertentu untuk bersikap konsumstif terhadap
fenomena global dan modernitas yang secara tidak langsung diarahkan menjadi individualis,
egoistis, gengsi, kebanggaan, kegembiraan, bahkan tampil berbeda di tengah masyarakat lain.
Perubahan pandangan dan perilaku masyarakat modern nampak dalam aktifitas konsumtif yang
disebut gaya hidup. Teori-teori tersebut menjadi acuan dan inspirasi bagi orang Papua untuk
mengimplementasikan gaya hidup di kota. Orang Papua di Yogyakarta telah terlibat dengan
fenomena-fenomena global yang ada di kota, menjadi peserta gaya hidup. Pola-pola tersebut
akibat dari adaptasi dan perubahan dengan kondisi aktual yang terjadi pada masyarakat kota.
        Secara keseluruhan aktifitas gaya hidup bertujuan untuk membangun dan
menormalisasikan citra diri yang penuh berwibawa dan bernilai, secara sosial budaya dapat
membedakan diri dengan orang lain melalui cara-cara tertentu. Mempererat ikatan atau
hubungan personal dan sosial dengan produk-produk komoditas modern. Frekuensi penggunaan
komoditas semakin tinggi maka semakin pula diuntungkan para kapitalis sebagai pemilik produk
budaya modern. Pola-pola aktifitas gaya hidup memperlihatkan adaptasi dan perubahan
pandangan dan perilaku bahwa dunia sekarang sedang berada dalam kemajuan dan perubahan
budaya modern. Unsur-unsur gaya hidup yang dipaparkan dalam penelitian dan penulisan ini
adalah situasi secara umum tentang orang Papua dikota Yogyakarta, perilaku dan aktifitas dalam
kehidupan asrama, di kos-kosan dan di rumah kontrakan orang Papua. Perilaku dan aktifitas
orang Papua dalam proses pendidikan baik di dalam maupun di luar kampus, perilaku dalam
berbagai aktifitas organisasi Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA), paguyuban dan
kelompok kategorial. Pola-pola perilaku mengkonsumsi minuman keras sebagai gaya hidup
orang Papua.
        Pandangan dan perilaku orang Papua terhadap gaya hidup ini penting diteliti dan ditulis
karena sejauh ini belum ada seorang antropolog atau Cultural Studies yang melakukan
penelitian. Penelitian dan penulisan ini adalah pertama dalam sejarah dan peradaban orang
Papua bermigrasi ke daerah luar Papua. Tulisan ini menjadi inspirasi, wacana, motivasi bagi
semua pihak yang menaruh perhatian pada masyarakat melanesia, berkulit hitam di negara
Indonesia ini. Karena kehadiran orang Papua dalam era globalisasi ini memberikan suatu
wacana dan inspirasi baru dalam memperkuat implementasi perubahan yang dilakukan oleh
orang Papua sendiri melalui produk-produk kebudayaan modern. Perbedaan kebudayaan adalah
lahan adatasi dan adopsi untuk dilakukan perubahan-perubahan pola berpandang, dan pola
berperilaku karakteristik manusia.

Kata-kata kunci: Perilaku, gaya hidup, konsumsi, komoditas (produk budaya modern)
                                                                                               xiv


                                          ABSTRACT

       This titled research "Lifestyle of Papua people in DI Yogyakarta". This research was done
from June until September 2006. Interesting factor that encourage to do this research and write
this thesis was fact that since Papua people left Papua land to Yogyakarta, there was significant
change in their lifestyle that not indicate Papua culture but modern culture because they have
adapted and changed according to modernity of Yogyakarta. Data of the thesis related to Papua
people lifestyle and cultural elements was got through direct observation and interview with
informants including elder figures, seniors, advisors, lifestyle doers, and informants outside this
group.
       Analysis of lifestyle activity used theoretical frameworks from anthropologists and
cultural study experts such as Lury, Feathersone, Baudirllard, Chaney, Ibrahim, Abdullah and
Adlin, and others. The experts analyzed role of capitalist in constructing society commodity
through modern cultural products. People living in city have certain pattern to be consumptive
toward global phenomena and modernity that indirectly was directed to be attitude of
individualistic, egoistic, prestige, pride, happiness, and even different appearance amid other
people. Change in view and behaviour of modern people appeared in consumptive activity that
is called lifestyle. The theories become reference and inspiration for Papua people to implement
lifestyle in city. Papua people in Yogyakarta have involved with the global phenomena in this
city, to be lifestyle participant. The patterns were due to adaptation and change in actual
condition occurring in urban community.
       Entirely, lifestyle activity aimed to develop and normalize personal image that is full of
respect and value, which socially and culturally can differentiate his/her self with others through
certain ways. It also closed personal and social relationship with modern commodity products.
The higher frequency of use of commodity the higher profit capitalist get as owner of modern
cultural products. Lifestyle activity pattern indicated adaptation and change in view and
behaviour that today world is in progress of and change in modern culture. Elements of lifestyle
presented in this research and writing is general situation on Papua people in Yogyakarta, their
behavior and activity in dormitory, boarding house or rented house. It also examined their
behavior and activity in educational process either inside or outside campus, their behavior and
activities in organization of Ikatan Pelajar Dan Mahasiswa Papua (IPMAPA), organization and
categorical group. Consuming alcohol was as Papua people lifestyle.
       Papua people view and behaviour on the lifestyle is important to study and write because
as far there are no anthropologists or cultural studies that make the research. This research and
writing is the first one on history and culture of Papua people that migrate to other region
outside Papua. It is an inspiration, discourses, and motivation for all parties that interested on
Melanesia community, the black skin community in Indonesia because presence of Papua people
in this globalization era give new discourse and inspiration in strengthening implementation of
changes done by Papua people through modern cultural products. Cultural difference is area of
adaptation and adoption to make changes in view and human characteristic behavior pattern.

Keywords: behaviour, lifestyle, consumption, commodity (modern cultural product)