PLASTIK = Konsekuensi Gaya Hidup Kita by klutzfu58

VIEWS: 78 PAGES: 2

									PLASTIK = Konsekuensi Gaya Hidup Kita

Written by Rully Syumanda


Tidak kurang dari 28 ribu meter kubik (6.000 ton) sampah dihasilkan setiap harinya di Jakarta.
Dalam setahunnya, sampah yang dihasilkan setara dengan volume 185 candi borobudur atau
menutupi 2.600 lapangan sepakbola setiap tahun.

Rata-rata orang menggunakan 170 kantung plastik dalam setiap tahunnya atau setara dengan
1 triliun plastik setiap tahun.

Kantung plastik terbuat dari polyethene (PE), suatu bahan thermoplastic. Lebih dari 60 juta ton
bahan ini diproduksi setiap tahun di seluruh dunia, utamanya menjadi kantung plastik, dengan
konsumsi bahan bakar minyak mentah sebanyak 660 barel pertahun

Bila kita perhatikan sekeliling kita, kita pasti akan dapat menyebutkan minimal 10 jenis sampah
yang hampir tidak dapat diuraikan kembali dalam bentuk kantong plastic, pembungkus
makanan, dll. Seluruh sampah tersebut masuk kedalam parit, kanal dan kemudian memasuki
sungai untuk kemudian terbawa ke laut. Sebagian menyumbat aliran air dan menyebabkan
banjir di ibukota dan sebagian besar lainnya mencemari sungai, air bawah tanah dan pesisir.

Sampah, apapun bentuknya adalah bagian dari gaya hidup kita. Konsekuensi dari budaya
konsumtif. Meskipun tidak mudah mengubah prilaku konsumtif kita, ada beberapa tips yang
dapat digunakan agar budaya kita tidak menjadi penyebab bencana yang jauh lebih besar.


   - Ketika berbelanja ke pasar tradisional atau supermarket, bawalah tas kain milik anda
sendiri.
   - Bila berbelanja ke warung-warung kecil, pikirkan kembali apakah anda memang
membutuhkan kantung plastik. Mungkin anda bisa membawanya dengan tangan anda tanpa
harus menggunakan kantung plastik.
   - Hindarilah membawa pulang makanan yang dibungkus dengan styrofoam atau plastik.
Makan ditempat tentu akan lebih baik untuk mengurangi penggunaan plastik/styrofoam dan
yang utama tidak mengubah citarasa makanan anda.
   -  Pastikan ketika membeli sebuah peralatan/furniture yang tidak ditujukan untuk jangka
panjang, hanya mengandung sedikit bahan dari plastik
   - Masih ingat tukang loak? Jasanya besar sekali. Jangan buang barang bekas pakai anda
baik itu barang elektronik atau apapun yang mengandung plastik. Berikan pada tukang loak.
Ada begitu banyak orang diluar sana yang akan menggunakan barang bekas pakai anda.
Dengan cara ini anda tidak menambah sampah dan malah dapat uang.
   - Bikin garage sale! Undang teman, tetangga dan handai taulan untuk menyumbangkan
barang bekasnya.  Buat garage sale menjadi satu ikon ditempat anda. Siapa tahu, setiap orang
yang lewat di depan rumah anda akan mengingat bahwa ini adalah tempat dimana garage sale
diadakan setiap tahunnya.
   - Jangan buang sampah plastik anda sembarangan – racun dan zat kimia dalam sampah
plastik anda dapat mencemari tanah dan air. Membuang sampah tidak pada tempatnya persulit
proses pemilahan & pengolahannya. Demikian halnya dengan menimbun sampah plastik dalam
tanah akan meresap dan mencemari tanah dan air tanah. Ini dapat membahayakan kesehatan
mengingat sebagian besar warga DKI Jakarta menggunakan air tanah ( lewat sumur dan
pompa jet ) untuk keperluan sehari-hari.



                                                                                           1/2
PLASTIK = Konsekuensi Gaya Hidup Kita

Written by Rully Syumanda



Get Action
  - Mengapa anda tidak mulai mencoba untuk menulis kepada produsen barang atau
makanan anda agar mereka mengurangi pemakaian kemasan yang tidak ramah lingkungan
pada produknya.
  - Kirimkan surat kepada supermarket untuk menyediakan tas kain atau menyusun
kebijakan yang meminta kepada konsumennya untuk membawa tas sendiri dari rumah.
  - Kirimlah surat kepada pemerintah DKI untuk menyusun infrastruktur pemilahan sampah
sehingga anda dan masyarakat indonesia umumnya bisa memilahkan mana sampah organik,
sampah an organik dan sampah kaca/kaleng.




                                                                                   2/2

								
To top