DAMPAK PENGUMUMAN PAILIT DAN PEMBATALAN PAILIT PERUSAHAAN ASURANSI by klutzfu58

VIEWS: 1,929 PAGES: 12

									ISSN1410-4628

DAMPAK PENGUMUMAN PAILIT DAN PEMBATALAN PAILIT PERUSAHAAN ASURANSI JIWA MANULIFE INDONESIA (AJMI) TERHADAP PEROLEHAN ABNORMAL RETURN SAHAM PERUSAHAAN ASURANSI DI BEJ Dewa Nyoman Wiratmaja Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi, Universitas Udayana, Denpasar ABSTRAK Peristiwa pemailitan perusahaan Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (AJMI) melalui Keputusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada 13 Juni 2002 merupakan salah satu peristiwa yang banyak dipublikasikan dan memuat kontroversi sampai akhirnya keputusan tersebut dibatalkan dengan diterimanya kasasi AJMI oleh Mahkamah Agung pada 8 Juli 2002. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kandungan informasi serta dampak dari kedua peristiwa tersebut terhadap signifikansi nilai abnormal return dan kecepatan reaksi pasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat nilai abnormal return yang signifikan sepanjang periode peristiwa I dan II. Hal ini mengindikasikan bahwa peristiwa pemailitan perusahaan Asuransi Jiwa Manulife Indonesia AJMI melalui Keputusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada 13 Juni 2002 dan peristiwa pembatalan pailit dengan diterimanya kasasi AJMI oleh Mahkamah Agung pada 8 Juli 2002 memiliki kandungan informasi yang secara signifikan menyebabkan pasar bereaksi terhadap kedua peristiwa tersebut. Perolehan abnormal return dalam waktu yang lama dan berkepanjangan di kedua periode peristiwa mengindikasikan bahwa pasar saham untuk perusahaan asuransi belum efisien secara informasi. Kata kunci: abnormal return BANKRUPTCY AND BANKRUPTCY CANCELLATION OF ASURANSI JIWA MANULIFE INDONESIA (AJMI) IMPACT TOWARD SHARE ABNORMAL RETURN OF INSURANCES IN JSX ABSTRACT Bankruptcy of the Insurance Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (AJMI) was the most publicized incidence and was laden with a variety of controversies that occurred since it was announced bankrupt by Central Jakarta Court of Commerce on the 13 June 2002 (First Event) until the Supreme Court accepted the appeal on 8 July 2002 (Second Event). To know the content of information and the condition and efficiency of market in the two incidences, this study was conducted to examine the value of abnormal return and the rapidity of the market reaction in absorbing information in the two incidences. The findings show that there is significant value of abnormal return during the period of the fist incidence and the same value during the period of the second incidence. This indicates that the information of the bankruptcy decision of AJMI by The Central Jakarta Court of Commerce an the cancellation of the bankruptcy decision of AJMI marked by Acceptance of the Appeal to the Supreme Court had the significant content of information that made the market react to the information. The significant abnormal return of the insurance company share for long period of time and prolonged during the period of the fist event and which was repeated in the period of the second event indicated that the efficient condition of market during the two periods of incidence was not efficient in terms of information.

BULETIN STUDI EKONOMI Volume 12 Nomor 3 Tahun 2007

287

ISSN1410-4628

Key word: abnormal return 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Reaksi pasar terhadap suatu informasi untuk mencapai harga keseimbangan yang baru penting untuk dipahami dalam pengambilan keputusan investasi. Keputusan investasi dapat berupa kebijakan untuk menjual, menahan, atau membeli suatu sekuritas. Jika pasar bereaksi dengan cepat dan akurat untuk mencapai harga keseimbangan baru yang sepenuhnya mencerminkan informasi yang tersedia, maka kondisi pasar seperti itu disebut dengan pasar efisien. Informasi yang dipublikasikan dapat berdampak terhadap harga satu sekuritas tertentu, harga sekuritas sejumlah perusahaan, atau harga sekuritas semua perusahaan yang terdaftar di bursa. Publikasi informasi yang hanya berdampak terhadap harga sekuritas sejumlah perusahaan dapat berupa pengumumanpengumuman pemerintah, seperti diterapkannya peraturan baru, pengumuman-pengumuman yang berhubungan dengan hukum (legal announcements), atau keputusan-keputusan regulator. Peristiwa pemailitan perusahaan Asuransi Jiwa Manulife Indonesia selanjutnya ditulis AJMI oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada 13 Juni 2002 merupakan salah satu bentuk implementasi dari peraturan pemerintah di bidang perasuransian yang berhubungan dengan hukum (legal announcements). Peristiwa pemailitan perusahaan AJMI sebagai sebuah implementasi dari peraturan pemerintah bisa dipahami sebagai suatu informasi yang relevan dalam pengambilan keputusan terhadap investasi pada perusahaan sektor asuransi. Relevansi informasi yang terkandung dalam peristiwa pemailitan perusahaan AJMI dapat dipahami sebagai pemicu ketidakpastian investasi di sektor asuransi. Sentimen negatif akibat keraguan investor terhadap kelangsungan usaha (going concern) perusahaan sektor asuransi muncul sebagai konsekuensi dari kontroversi yang menyertai peristiwa pailit yang menimpa AJMI. Mengingat AJMI sebagai perusahaan yang berpusat di Kanada seperti yang diterangkan oleh Staf Menlu Kanada, Devid Kilgour, (dikutip dari www.detik.com 19 Juni 2002) adalah salah satu perusahaan terbaik di Kanada ternyata bisa mengalami pailit di Indonesia akan menambah keraguan investor terhadap kemampuan perusahaan asuransi lainnya dalam mempertahankan eksistensinya di Indonesia. Kontroversi seputar pemailitan perusahaan AJMI oleh pemerintah Indonesia melalui keputusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat berlanjut hingga akhirnya pada 8 Juli 2002 Mahkamah Agung mengabulkan permohonan kasasi perusahaan AJMI terhadap putusan tersebut yang berarti AJMI dinyatakan tidak pailit dan dapat melanjutkan operasinya kembali. Kasus pemailitan AJMI 13 Juni 2002 dan diterimanya kasasi AJMI pada 8 Juli 2002 merupakan dua Keputusan Pemerintah yang kontraproduktif mengindikasikan inkonsistensi pemerintah dalam menerapkan peraturan. Untuk mendapatkan pemahaman mengenai kondisi efisiensi pasar di Bursa Efek Jakarta serta dampak dari peristiwa pemailitan perusahaan AJMI 13 Juni 2002 dan pembatalan keputusan pailit perusahaan AJMI (diterimanya kasasi AJMI oleh Mahkamah Agung) pada 8 Juli 2002 terhadap keputusan investasi pada sektor asuransi perlu dilakukan kajian secara lebih mendalam terhadap perilaku pelaku pasar dalam menyikapi informasi tersebut. Jika pasar mengganggap peristiwa tersebut relevan dan memuat kandungan informasi yang penting, maka peristiwa ini akan diterjemahkan dalam keputusan menjual, membeli, atau menahan saham-saham yang akan tercermin dari perolehan abnormal return saham-saham perusahaan asuransi. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang kandungan informasi kasus AJMI dan kondisi efisiensi pasar sektor keuangan di BEJ melalui

BULETIN STUDI EKONOMI Volume 12 Nomor 3 Tahun 2007

288

ISSN1410-4628

penelitian ini penulis mencoba menyelidiki kondisi efisiensi pasar dan dampak pengumuman keputusan pailit AJMI oleh pengadilan Niaga Jakarta Pusat 13 Juni 2002 terhadap perolehan abnormal return saham perusahaan asuransi yang diperdagangkan di BEJ. Hal tersebut secara deskriptif akan dibandingkan dengan kondisi efisiensi pasar serta dampak yang timbul akibat diterimanya kasasi AJMI oleh Mahkamah Agung pada 8 Juli 2002. 1.2 Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang permasalahan yang telah diuraikan di atas maka permasalahan yang timbul dapat dirumuskan sebagai berikut. 1. Bagaimana dampak pengumuman peristiwa pailit perusahaan Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (AJMI) 13 Juni 2002 terhadap perolehan abnormal return saham perusahaan asuransi di BEJ ? 2. Bagaimana dampak pengumuman peristiwa pembatalan pailit perusahaan Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (AJMI) 8 Juli 2002 terhadap perolehan abnormal return saham perusahaan asuransi di BEJ ? 1.3 Tujuan Penelitian Bertolak dari latar belakang dan perumusan masalah maka tujuan penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut. 1. Mengetahui dampak pengumuman peristiwa pailit perusahaan Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (AJMI) 13 Juni 2002 terhadap perolehan abnormal return saham perusahaan asuransi di BEJ. 2. Mengetahui dampak pengumuman peristiwa pembatalan pailit perusahaan Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (AJMI) 8 Juli 2002 terhadap perolehan abnormal return saham perusahaan asuransi di BEJ. 1.4 Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran untuk analisis dan pengambilan keputusan investasi di BEJ. Di samping itu, menjadi tambahan sumber rujukan mengenai

dampak suatu pengumuman informasi terhadap reaksi dari para pelaku pasar yang tercermin melalui perolehan abnormal return saham. 2. PENGEMBANGAN HIPOTESIS DAN METODE PENELITIAN 2.1 Pengembangan Hipotesis Pengujian statistik terhadap return tidak normal bertujuan untuk melihat signifikansi return tidak normal yang ada pada periode peristiwa. Signifikansi yang dimaksud bahwa abnormal return tersebut secara statistik signifikan tidak sama dengan nol. Pengujian-t (t-test) digunakan untuk maksud pengujian ini. Jika suatu pengumuman berisi kandungan informasi (information content), maka diharapkan pasar akan bereaksi pada waktu pengumuman tersebut diterima oleh pasar. Reaksi pasar akan ditunjukkan oleh adanya perubahan harga dari sekuritas bersangkutan. Reaksi ini dapat diukur dengan menggunakan abnormal return. Jika pengukuran dilakukan dengan abnormal return, dapat dikatakan bahwa peristiwa I dan peristiwa II memiliki kandungan informasi jika pada periode peristiwa tersebut terjadi abnormal return yang signifikan tidak sama dengan nol untuk saham-saham perusahaan asuransi. Hipotesis tentang signifikansi pengaruh peristiwa yang diamati dapat dirumuskan sebagai berikut. 1. Pengumuman pailit AJMI oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada 13 Juni 2002 memberikan abnormal return yang signifikan tidak sama dengan nol kepada saham perusahaan asuransi di Bursa Efek Jakarta. 2. Diduga bahwa pengumuman diterimannya kasasi AJMI oleh Mahkamah Agung pada 13 Juni 2002 memberikan abnormal return yang signifikan tidak sama dengan nol kepada saham perusahaan asuransi di Bursa Efek Jakarta. 2.2 Metode Penelitian Metode analisis yang diterapkan untuk pengujian hipotesis penelitian dikelompokan menjadi dua langkah utama,

BULETIN STUDI EKONOMI Volume 12 Nomor 3 Tahun 2007

289

ISSN1410-4628

yaitu perhitungan abnormal return dan pengujian statistik abnormal return. 2.2.1 Perhitungan Abnormal Return Return tidak normal merupakan kelebihan dari return yang sesungguhnnya terjadi (actual return) terhadap return harapan (expected return). Perhitungan abnormal return dilakukan dengan tahapan sebagai berikut. a. Return saham yang sesungguhnya terjadi (actual return) Ri,j = (Pt - Pt-1) / Pt-1 ………(1) Keterangan: Ri,j = return saham pada hari ke-t Pt = harga saham pada hari ke-t Pt-1 = harga saham hari t-1 b. Return harapan (expected return) dengan market model Menurut Jogiyanto (2000 : 421) perhitungan expected return dengan model pasar (market model) dilakukan dengan dua tahapan, yaitu (1) membentuk model harapan berdasarkan data realisasi selama periode estimasi, (2) menggunakan model harapan untuk mengestimasi expected return pada periode peristiwa. Model harapan dalam penelitian ini dibentuk dengan menggunakan teknik regresi OLS (Oredinary Least Square) dengan persamaan : Rij = αi + βi . Rmj + εij ..…….(2) Keterangan: Rij = return realisasi saham ke-i pada periode estimasi ke-j αi = intercept untuk saham ke-i βi = koefisien slope yang merupakan beta dari saham ke-i Rmj = return indek pasar pada periode estimasi ke-j εij = kesalahan residu saham ke-i pada periode estimasi ke-j c. Return tidak normal (abnormal return) Menurut Jogiyanto (2000 : 416) perhitungan abnormal return dilakukan dengan formula : RTNi,t = Rit - E [Ri,t] ..……(3) Keterangan:

RTNi,t = return tidak normal (abnormal return) saham ke-i pada periode peristiwa ke-t Ri,t = return sesungguhnya (actual return) yang terjadi untuk saham ke-i pada periode peristiwa ke-t E [Ri,t] = return ekspektasi (expected return) saham ke-i untuk periode peristiwa ke-t d. Rata-rata return tidak normal (average abnormal return) Pengujian adanya abnormal return tidak dilakukan untuk tiap-tiap saham, tetapi dilakukan secara agregat dengan menguji rata-rata return tidak normal seluruh saham secara cross-section untuk tiap-tiap hari pada periode peristiwa. Menurut Jogiyanto (2000 : 429) rata-rata return tidak normal (average abnormal return) untuk hari ke-t dapat dihitung berdasarkan rata-rata aritmatika yang dilakukan dengan formula:.

RRTNt =

∑ RTN
i =1

k

i ,t

k

………(4)

Keterangan: RRTNt = rata-rata return tidak normal (average abnormal return) pada hari ke-t RTNi,t = return tidak normal (abnormal return) saham ke-i periode ke-t K = jumlah saham yang terpengaruh oleh pengumuman peristiwa. 2.2.2 Pengujian Statistik terhadap Nilai Abnormal Return Pengujian statistik terhadap abnormal return bertujuan untuk melihat signifikansi abnormal return yang ada pada periode peristiwa. Signifikansi yang dimaksud bahwa abnormal return tersebut secara statistik signifikan tidak sama dengan nol. Pengujian (t-test) digunakan untuk maksud ini. Dalam penelitian ini pengujian statistik terhadap abnormal return dilakukan berdasarkan deviasi standar return-return selama periode estimasi dengan nilai prediksi return-nya yang dilakukan melalui tahapan-tahapan sebagai berikut. a. Perhitungan nilai-nilai return harapan

BULETIN STUDI EKONOMI Volume 12 Nomor 3 Tahun 2007

290

ISSN1410-4628

Return harapan untuk hari ke-j pada periode estimasi dapat diperoleh dengan memasukkan nilai return indeks pasar pada hari ke-j di tiap-tiap model estimasi saham individual (ERij = αi + βi . Rmj + εij) b. Menghitung nilai-nilai deviasi standar Untuk menghitung nilai t-hitung dari abnormal return pada periode peristiwa, maka perlu dihitung terlebih dahulu standar deviasi tiap-tiap saham yang dalam penelitian ini menggunakan pendekatan Market Adjusted Model. Menurut Jogiyanto (2000 : 446) nilai deviasi standar dapat diperhitungkan dengan formula:

standardisasinya (RTNSt) terdistribusi normal. Implikasinya adalah return tidak normal standardisasi (RTNSt) merupakan nilai dari t-hitung. d. Penetapan nilai t-hitung , yang ditentukan dengan formula :

tt = RTNt =

∑ RTNS
i =1

k

i ,t

……….(7)

k

SDi =

∑ (R
i = t1

t2

ij

− E ( ERij )) 2 T −1
……(5)

Keterangan: SDi = standar deviasi untuk saham ke-i Rij = return saham ke-i untuk hari ke-j selama periode estimasi E(Rij) = estimasi return sekuritas ke-i untuk hari ke-j selama periode estimasi T = jumlah hari pada periode estimasi, dari hari ke-t1 sampai dengan hari ke-t2 c. Menghitung nilai abnormal return standarisasi (RTNSij) Deviasi standar tiap-tiap saham ke-i (SDi) ini selanjutnya digunakan sebagai pembagi tiap-tiap abnormal return pada periode peristiwa untuk tiap-tiap saham dalam menentukan nilai (RTNSij) sehingga formulanya menjadi : RTNSij = RTNit / SDi ……(6) Keterangan: RTNSij = return tidak normal standardisasi saham ke-i pada hari ke-j RTNit = return tidak normal saham ke-i pada hari ke-t pada periode peristiwa SDi = standar deviasi estimasi untuk saham ke-i Jika abnormal return tiap-tiap saham pada hari ke-t (RTNit) merupakan returnreturn yang independen dan terdistribusi secara identik, maka abnormal return

Keterangan: tt = t-hitung RTNSi,t = abnormal return standarisasi portofolio hari ke-t di periode peristiwa RTNSi,t = abnormal return standarisasi saham ke-i hari ke-t di periode peristiwa k = jumlah saham e. Pengujian Hipotesis Pengujian hipotesis dilakukan dengan membandingkan t-hitung dengan t– tabel. Jika t-hitung > t-tabel pada peristiwa I, berarti bahwa peristiwa pemailitan perusahaan AJMI 13 Juni 2002 berdampak signifikan terhadap perolehan abnormal return saham perusahaan asuransi di BEJ dan jika t-hitung > t-tabel pada peristiwa II berarti bahwa peristiwa diterimanya kasasi AJMI oleh Mahkamah Agung pada 8 Juli 2002 berdampak signifikan terhadap perolehan abnormal return saham perusahaan asuransi di BEJ. Dalam pengujian tingkat signifikansi adanya abnormal return digunakan tingkat signifikansi 5%. 3. PEMBAHASAN 3.1 Abnormal Return di Sekitar Periode Peristiwa Pemailitan Perusahaan AJMI 13 Juni 2002 (Peristiwa I) Return sesungguhnya (actual return) Actual return dalam penelitian ini adalah return yang diperoleh investor sebagai hasil melakukan investasi pada saham perusahaan asuransi di BEJ. Return sesungguhnya untuk periode peristiwa I diperhitungkan dengan menerapkan formula (1) yang hasilnya dapat disajikan seperti pada Tabel 1 dan rekapitulasinya

BULETIN STUDI EKONOMI Volume 12 Nomor 3 Tahun 2007

291

ISSN1410-4628

dapat disajikan seperti pada Tabel 2. Sepanjang periode peristiwa I terdapat 19% actual return bernilai negatif, 54% bernilai nol, dan 27% bernilai negatif. Return pasar (market return) Market return dalam penelitian ini menggunakan return dari indek sektoral untuk sektor bank dan lembaga keuangan lainnya yang diperhitungkan dengan formula (1) dan hasilnya dapat disajikan seperti pada Tabel 1. Jika diperhatikan, pergerakan market return (sektor bank dan lembaga keuangan lainnya) selama periode peristiwa I adalah identik dengan pergerakan rata-rata actual return saham perusahaan asuransi selama periode yang sama. Expected return dengan pendekatan market model Expected return merupakan return yang diharapkan akan terjadi oleh investor dan nilainya harus diestimasi dengan model estimasi tertentu. Perhitungan expected return dalam penelitian ini menggunakan market model dengan ordinary least square (OLS) yang menghasilkan model ekspektasi seperti yang disajikan pada Tabel 3. Penerapan model ekspektasi yang terbentuk menghasilkan nilai expected return yang dapat disajikan seperti pada Tabel 4. Abnormal return Abnormal return merupakan selisih antara actual return dengan expected return. Hasil perhitungan abnormal return saham perusahaan asuransi selama periode peristiwa I yang dihitung berdasarkan formula (3) disajikan dalam Tabel 5. Berdasarkan informasi pada Tabel 5 dapat diketahui bahwa abnormal return bernilai positif. Abnormal return positif mengidentifikasikan bahwa actual return saham tersebut selama periode peristiwa lebih besar nilainya dibandingkan dengan ekspektasi yang diprediksi para investor demikian juga sebaliknya. Berdasarkan 70 buah nilai abnormal return sepanjang periode peristiwa terdapat 17 abnormal return bernilai positif dan 53 abnormal return bernilai negatif. Secara umum saham perusahaan asuransi pada periode peristiwa

I memberikan return yang lebih kecil dari yang diharapkan oleh pelaku pasar. Pengujian statistik terhadap abnormal return Pengujian adanya abnormal return tidak dilakukan untuk tiap-tiap sekuritas, tetapi dilakukan secara agregat dengan menguji rata-rata abnormal return seluruh sekuritas secara cross-section untuk tiaptiap hari pada periode peristiwa. Rata-rata abnormal return diperoleh melalui perhitungan dengan menggunakan formula (4) yang hasilnya dapat disajikan seperti pada Tabel 5. Secara keseluruhan dari sepuluh perusahaan asuransi yang diamati selama tujuh hari pada periode peristiwa I nilai rata-rata abnormal return dari hari H-3 sampai dengan H+3 secara berturut-turut adalah, -0,0174; 0,0221; 0,0067; 0,0443; 0,0031; -0,0068; dan 0,000. Pengujian signifikansi pengaruh pengumuman pailit perusahaan AJMI terhadap perolehan abnormal return saham perusahaan asuransi pada periode peristiwa I dilakukan melalui pengujian secara statistik. Pengujian statistik yang dilakukan didasarkan atas deviasi standar returnreturn saham selama periode estimasi dengan nilai standar yang digunakan adalah nilai prediksi return-nya. Penerapan formula (5) untuk memperhitungkan deviasi standar, formula (6) untuk menghitung abnormal return standarisasi, serta formula (7) untuk menghitung nilai thitung tiap-tiap hari selama periode peristiwa I memberikan hasil seperti yang disajikan pada Tabel 6. Nilai thitung ini selanjutnya dibandingkan dengan nilai t-tabel, yaitu t(α/2;k) atau nilai t-tabel 2,326 (1%), 1,645 (5%), dan 1,282 (10%). Rekapitulasi hasil perhitungan t-hitung dan tingkat signifikansinya dapat disajikan seperti pada Tabel 6. Berdasarkan data dalam Tabel 6 terlihat bahwa abnormal return yang signifikan terjadi pada hari H-2, H-1, H0, dan H+1. Terdapatnya nilai abnormal return yang signifikan di sekitar periode peristiwa I menunjukkan bahwa informasi pemailitan perusahaan Asuransi Jiwa Manulife Indonesia oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada 13 Juni 2002 memiliki

BULETIN STUDI EKONOMI Volume 12 Nomor 3 Tahun 2007

292

ISSN1410-4628

kandungan informasi yang signifikan menyebabkan pasar bereaksi terhadap informasi tersebut. Abnormal return yang signifikan pada hari H-2 dan H-1 mengindikasikan bahwa pasar telah bereaksi dua hari sebelum pengumuman peristiwa I terjadi. Reaksi pasar yang terjadi sebelum peristiwa I diumumkan menunjukkan indikasi bahwa informasi tentang pemailitan perusahaan AJMI telah diketahui oleh pelaku pasar pada dua hari sebelum informasi tersebut diumumkan. Ini berarti bahwa ada indikasi terjadinya kebocoran informasi sehingga investor memberikan reaksi mendahului pengumuman informasi tersebut. Sebagai kasus yang banyak dipublikasikan tandatanda bahwa Pengadilan Niaga Jakarta Pusat akan memutuskan pailit pada perusahaan AJMI telah dapat diprediksi sebelum pengumuman peristiwa ini benarbenar terjadi. Abnormal return yang terjadi dari hari H-2 dan berlanjut hingga hari peristiwa I (H0), yaitu 13 Juni 2002 sampai dengan hari H+1 membuktikan bahwa pasar bereaksi lambat untuk kembali ke harga keseimbangan yang baru. Berdasarkan konsep pengujian efisiensi pasar bentuk setengah kuat kondisi ini menunjukkan bahwa akibat informasi yang terkandung dalam peristiwa I ada investor yang mendapatkan abnormal return dalam jangka waktu lama dan berkepanjangan. Hal itu yang mengindikasikan bahwa pasar subsektor asuransi di BEJ berada dalam keadaan yang tidak efisien secara informasi atau belum efisien dalam efisiensi pasar bentuk setengah kuat. 3.2 Abnormal Return di Sekitar Periode Peristiwa Pembatalan Pailit Perusahaan AJMI 8 Juli 2002 (Peristiwa II) Penerapan prosedur yang sama seperti analisis data pada periode peristiwa I untuk data-data pada periode peristiwa II memberikan hasil perhitungan abnormal return dan tingkat signifikansi seperti yang disajikan pada Tebel 7. Berdasarkan informasi pada Tabel 7 terlihat bahwa abnormal return yang signifikan terjadi pada hari H-2, H-1, H+1. Terdapatnya nilai

abnormal return yang signifikan di sekitar periode peristiwa II menunjukkan bahwa informasi pembatalan pailit perusahaan AJMI dengan diterimannya kasasi AJMI oleh Mahkamah Agung memiliki kandungan informasi yang signifikan menyebabkan pasar bereaksi terhadap informasi tersebut. Abnormal return yang signifikan pada hari H-2 dan H-1 mengindikasikan bahwa pasar telah bereaksi dua hari sebelum pengumuman peristiwa II terjadi. Reaksi pasar yang terjadi sebelum peristiwa II diumumkan menunjukkan indikasi bahwa informasi tentang dibatalkannya keputusan pailit AJMI telah diketahui oleh pelaku pasar dua hari sebelum peristiwa tersebut diumumkan. Hal itu mengindikasikan adanya kebocoran informasi sehingga pelaku pasar memberikan respons mendahului diterbitkannya informasi tersebut. Indikasi adanya kebocoran informasi terjadi karena fakta bahwa pembatalan pailit AJMI merupakan kasus yang banyak dipublikasikan. Adanya reaksi pasar pada hari-hari sebelum hari peristiwa II tidak semata-mata akibat dari kebocoran informasi, tetapi didorong oleh prediksi rasional pelaku pasar berdasarkan perkembangan kasus tersebut di peradilan yang dipublikasikan secara luas. Abnormal return yang terjadi akibat pengumuman peristiwa II berlangsung secara lama dan berkepanjangan yang menunjukkan indikasi bahwa ada investor secara individu atau bersama-sama mendapatkan abnormal return akibat informasi ini. Berdasarkan pengujian efisiensi pasar bentuk setengah kuat abnormal return yang terjadi secara lama dan berkepanjangan mengindikasikan bahwa pasar berada dalam keadaan yang tidak efisien secara informasi dalam bentuk setengah kuat. 3.3 Perbandingan Efisiensi Pasar pada Periode Peristiwa I dan II Perbandingan efisiensi pasar pada periode peristiwa I dan periode peristiwa II dimaksudkan untuk menjelaskan fenomena yang terjadi pada efisiensi pasar di sekitar pengumuman informasi pada kedua periode peristiwa tersebut. Gagasan untuk

BULETIN STUDI EKONOMI Volume 12 Nomor 3 Tahun 2007

293

ISSN1410-4628

membandingkan kedua kondisi efisiensi pasar ini dimaksudkan untuk menjelaskan dampak dari suatu informasi yang terjadi pada satu objek dengan substansi yang berlawanan. Peristiwa pemailitan AJMI oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat yang berbuntut dibatalkannya keputusan ini dengan diterimannya kasasi AJMI oleh Mahkamah Agung adalah dua peristiwa unik. Keunikan tersebut terbukti dari adanya kandungan informasi yang signifikan menyebabkan pasar bereaksi yang tercermin pada nilai abnormal return yang signifikan di sekitar periode peristiwa pengumuman kedua informasi ini. Tabel 8 menunjukkan perbandingan antara kondisi signifikansi abnormal return pada periode peristiwa I dengan periode peristiwa II. Informasi yang dirangkum dalam Tabel 8 menunjukkan bahwa abnormal return yang lama dan berkepanjangan pada periode peristiwa I dan II memiliki pola yang berbeda. Pada periode peristiwa II pada hari terjadinya peristiwa, yaitu 8 Juli 2002 tidak terjadi abnormal return yang signifikan berbeda dengan pada periode peristiwa I di mana pada hari peristiwa, yaitu 13 Juni 2002 terjadi abnormal return yang signifikan. Mencermati pola pergerakan abnormal return dan kecepatan reaksi pasar pada periode peristiwa I dan II terlihat bahwa pasar subsektor asuransi di BEJ belum dapat dikatakan efisien secara informasi. Pasar yang belum efisien secara informasi ini digambarkan oleh abnormal return yang terjadi dalam waktu lama dan berkepanjangan. Fakta empiris yang juga mendukung hipotesis bahwa pasar belum efisien secara informasi dalam efisiensi pasar bentuk setengah kuat adalah adanya abnormal return yang signifikan pada satu hari setelah hari peristiwa (H+1) pada periode peristiwa I dan II. Hal itu mengindikasikan bahwa pasar tidak dapat bergerak secara cepat untuk mengantisipasi dampak dari informasi dalam membentuk harga keseimbangan yang baru. 4. SIMPULAN DAN SARAN 4.1 Simpulan

Berdasarkan analisis perolehan abnormal return bagi perusahaan asuransi di BEJ di sekitar periode peristiwa I dan II diperoleh beberapa simpulan sebagai berikut. 1. Adanya abnormal return signifikan dan positif yang terjadi pada hari H-2, H-1, H0, H+1 pada periode peristiwa I mengindikasikan bahwa informasi keputusan pailit perusahaan AJMI oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat memiliki kandungan informasi yang signifikan menyebabkan pasar bereaksi secara positif terhadap informasi tersebut. 2. Adanya abnormal return signifikan yang terjadi pada hari H-2, H-1, H+1 pada periode peristiwa II mengindikasikan bahwa informasi dibatalkannya pailit perusahaan AJMI yang ditandai dengan diterimannya kasasi AJMI oleh Mahkamah Agung memiliki kandungan informasi yang signifikan menyebabkan pasar bereaksi secara positif terhadap informasi tersebut. 3. Adanya abnormal return saham perusahaan asuransi yang signifikan dalam waktu yang lama dan berkepanjangan di sekitar periode peristiwa I yang terjadi pula pada periode peristiwa II menunjukkan indikasi bahwa kondisi efisiensi pasar subsektor asuransi di BEJ di sekitar periode peristiwa tersebut berada dalam kondisi yang belum efisien secara informasi atau belum efisien dalam bentuk setengah kuat. 4.2 Saran-saran Berdasarkan pembahasan dan simpulan penelitian maka dapat disarankan hal-hal sebagai berikut. 1. Berdasarkan hasil analisis yang mengarah pada simpulan bahwa kondisi pasar subsektor asuransi berada dalam kondisi yang tidak efisien secara informasi maka para investor yang melakukan investasi pada saham-saham perusahaan asuransi di BEJ disarankan agar dalam pengambilan keputusan investasi selalu memperhatikan informasi yang berhubungan dengan

BULETIN STUDI EKONOMI Volume 12 Nomor 3 Tahun 2007

294

ISSN1410-4628

kebijakan pemerintah yang potensial menyebabkan reaksi pasar. 2. Penelitian ini membahas abnormal return dan kondisi efisiensi pasar di sekitar periode peristiwa I dan II. Di antara kedua periode tersebut terdapat rentang waktu yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Para pembaca yang tertarik untuk meneliti dampak dari informasi yang dipublikasikan terhadap perolehan abnormal return saham disarankan untuk mencoba melakukan kajian untuk rentang waktu di antara kedua periode peristiwa tersebut. 3. Substansi informasi yang merupakan berita buruk (informasi negatif) pada periode peristiwa I secara normatif akan memberikan abnormal return negatif, tetapi temuan penelitian menunjukan bahwa abnormal return yang terjadi adalah positif. Untuk itu, peneliti selanjutnya disarankan melanjutkan penelitian ini untuk meneliti penyebab dari reaksi pasar yang berlawanan dengan reaksi normatif tersebut.
DAFTAR PUSTAKA Bursa Efek Jakarta. 2002. Transaksi Saham Harian, Profil Bursa Efek Jakarta. http://www.jsx.co.Id. Bursa Efek Jakarta. 1996. Klinik Go Publik dan Investasi. Jakarta. Fakhrudin dan Hadianto. 2001. Perangkat dan Model Analisis Investasi di Pasar Modal. Buku Satu. Jakarta: Elex Media Koputindo.

Hougen, R.A. 1997. Modern Investment Theory. Fourth Edition. International Edition. New Jersey Pertical Hall, Inc. Husnan, S. 1998. Dasar-dasar Teori Fortofolio dan Analisis Sekuritas. Edisi Ketiga. Yogyakarta: UPP AMP YKPN. Husnan, S. & Pujiastuti, E. 1988. Dasar-dasar Portofolio dan Analisis Sekuritas. Edisi Ketiga. Yogyakarta: UPP AMP YKPN. Jogiyanto, H.M. 2000. Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Edisi kedua. Yogyakarta. Richard M, Levich. 1998. International Financial Markets Price and Policies. Mc Grow-Hill Companies, Inc. Robert A. Strong. 1998. Practical Investments Management. Cincinnati, Ohio: South Western College Publishing. William F. Sharpe, Gordon J Alexander & Jeffrey V. Bailey,1998. Investment. Prentice Hall, Inc. Edisi Bahasa Indonesia. http://www.jsx.co.Id http://www.detik.com http://www.kompas.com/utama/news/026/21/03 0922.htm http://www.kompas.com/utama/news/026/21/m aka01.htm http://www.kompas.com/kompas-cetak/ 0206/24/kasu13.htm http://www.kompas.com/kompas-cetak/ 0206/22/ekonomi/siap14.htm http://www.kompas.com/kompas-cetak/ 0206/19/ekonomi/mony15.htm http://www.kompas.com/kompas-cetak/ 0103/24/ekonomi/sema13.htm http://www.kompas.com/bisnis/ news/0206/27/015527.htm

BULETIN STUDI EKONOMI Volume 12 Nomor 3 Tahun 2007

295

ISSN1410-4628

Tabel 1 Nilai Actual Return di Sekitar Periode Peristiwa I
hari ke -t -3 -2 -1 0 1 2 3 ABDA AHAP 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.13 0.00 0.18 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 ASBI -0.06 0.01 0.01 0.00 0.00 0.01 0.00 Actual Return ASDM ASRM 0.00 0.00 0.05 0.00 0.00 -0.04 0.03 0.00 0.00 0.04 0.00 0.00 0.02 0.00 LPGI 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 LPLI 0.00 0.08 -0.08 0.08 0.00 -0.08 0.08 MREI -0.03 0.06 -0.03 0.06 -0.03 0.00 -0.03 PNIN -0.05 0.05 0.09 0.10 -0.02 0.02 -0.06 Rata-Rata Actual PNLF Re turn -0.02 -0.0154 -0.01 0.0246 0.00 0.0092 0.02 0.0473 0.00 -0.0009 0.00 -0.0046 0.00 0.0022 Marke t Re turn -0.0087 0.0138 0.0127 0.0309 -0.0003 -0.0043 -0.0016

Tabel 2 Rekapitulasi Komposisi Hasil Perhitungan Actual Return di Sekitar Periode Peristiwa I
hari ke-t -3 -2 -1 0 1 2 3 Jumlah Persentsase Actual Return Nol Positif 6 0 4 5 4 3 4 6 7 1 7 2 6 2 38 19 54% 27%

Negatif 4 1 3 0 2 1 2 13 19%

Jumlah 10 10 10 10 10 10 10 70 100%

Tabel 3 Model Harapan Tiap-tiapPerusahaan Asuransi untuk Periode Peristiwa I No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Perusahaan PT Asuransi Bina Dana Arta, Tbk PT Asuransi Harta Aaman Pratama, Tbk PT Asuransi Bintang, Tbk PT Asuransi Dayin Mitra, Tbk PT Asuransi Ramayana, Tbk PT Asuransi Lippo E-net, Tbk PT Asuransi Lippo Life, Tbk PT Maskapai Reasuransi Indonesia, Tbk PT Asuransi Panin Incurance, Tbk PT Asuransi Panin Life, Tbk Kode ABD AHA ASBI ASD ASR LPGI LPLI MREI PNIN PNLF Model ; E(Rij) = αi + βi . Rmj E (RABDA ) = 0,00223 + 0,004764 . Rmj E (RAHAP ) = 0,00224 + 0,009519 . Rmj E (RASBI ) = 0,00215 + 0,10300 . Rmj E (RASDM ) = 0,00223 + 0,008366 . Rmj E (RASRM ) = 0,0022 + 0,01059 . Rmj E (RLPGI ) = 0,00223 - 0,001952 . Rmj E (RLPLI ) = 0,00225 + 0,01548 . Rmj E (RMREI ) = 0,00226 + 0,01115 . Rmj E (RPNIN ) = 0,00221 + 0,000402 . Rmj E (RPNLF ) = 0,00253 - 0,039446 . Rmj

BULETIN STUDI EKONOMI Volume 12 Nomor 3 Tahun 2007

296

ISSN1410-4628

Tabel 4 Expected Return di Sekitar Periode Peristiwa I
hari ke-t -3 -2 -1 0 1 2 3 ABDA 0.0022 0.0023 0.0023 0.0024 0.0022 0.0022 0.0022 AHAP 0.0022 0.0024 0.0024 0.0025 0.0022 0.0022 0.0022 ASBI 0.0013 0.0036 0.0035 0.0053 0.0021 0.0017 0.0020 ASDM 0.0021 0.0023 0.0023 0.0025 0.0022 0.0022 0.0022 Expected Return ASRM 0.0021 0.0024 0.0024 0.0025 0.0022 0.0022 0.0022 LPGI 0.0023 0.0022 0.0022 0.0022 0.0022 0.0022 0.0022 LPLI 0.0021 0.0025 0.0024 0.0027 0.0022 0.0022 0.0022 MREI 0.0013 0.0038 0.0037 0.0057 0.0022 0.0018 0.0021 PNIN 0.0022 0.0022 0.0022 0.0022 0.0022 0.0022 0.0022 PNLF 0.0029 0.0020 0.0020 0.0013 0.0025 0.0027 0.0026 Rata-Rata Expected Re turn 0.0021 0.0026 0.0025 0.0029 0.0022 0.0022 0.0022

Tabel 5 Abnormal Return di Sekitar Periode Peristiwa I
hari ke-t -3 -2 -1 0 1 2 3 ABDA -0.002 -0.002 -0.002 -0.002 -0.002 -0.002 -0.002 AHAP -0.002 -0.002 0.131 0.174 -0.002 -0.002 -0.002 ASBI -0.057 0.008 0.008 -0.005 -0.002 0.010 -0.002 ASDM -0.002 0.050 -0.002 0.023 -0.002 -0.002 0.022 abnormal return ASRM -0.002 -0.002 -0.039 -0.003 0.036 -0.002 -0.002 LPGI -0.002 -0.002 -0.002 -0.002 -0.002 -0.002 -0.002 LPLI -0.002 0.081 -0.079 0.081 -0.002 -0.079 0.081 MREI -0.032 0.059 -0.033 0.055 -0.031 -0.002 -0.031 PNIN -0.048 0.045 0.089 0.102 -0.021 0.017 -0.059 PNLF -0.025 -0.013 -0.002 0.022 -0.003 -0.003 -0.003 Rata-Rata Abnormal Return -0.0174 0.0221 0.0067 0.0443 -0.0031 -0.0068 0.0000

Tabel 6 Nilai t-hitung dan Signifikansi dari Rata-rata Abnormal Return pada Periode Peristiwa I Hari ke-t -3 -2 -1 0 1 2 3 Rata-rata abnormal return -0,0174 0,0221 0,0067 0,0443 -0,0031 -0,0068 -0,0000 t-hitung -1,5041 1,3829 2,6857 6,0024 1,2985 -0,6885 -0,1521 Signifikansi Ts ** *** *** * Ts Ts

Keterangan * = signifikan pada tingkat 10% (t>1,282 pengujian dua sisi dengan k besar) ** = signifikan pada tingkat 5% (t>1,645 pengujian dua sisi dengan k besar) *** = signifikan pada tingkat 1% (t>1,325 pengujian dua sisi dengan k besar) ts = tidak signifikan

BULETIN STUDI EKONOMI Volume 12 Nomor 3 Tahun 2007

297

ISSN1410-4628

Tabel 7 Nilai t-hitung dan Signifikansin dari Rata-rata Abnormal Return pada Periode Peristiwa II Hari ke-t -3 -2 -1 0 1 2 3 Rata-rata abnormal return 0,0200 0,2115 0,1229 -0,0404 0,0833 -0,0374 -0,1183 t-hitung 1,0089 1,5092 1,7890 -0,1538 1,3050 -0,0739 -0,7634 Signifikansi ts ** *** ts * ts ts

Keterangan * = signifikan pada tingkat 10% (t>1,282 pengujian dua sisi dengan k besar) ** = signifikan pada tingkat 5% (t>1,645 pengujian dua sisi dengan k besar) *** = signifikan pada tingkat 1% (t>1,325 pengujian dua sisi dengan k besar) ts = tidak signifikan Tabel 8 Perbandingan Nilai t-hitung dan Signifikansi dari Rata-rata Abnormal Return Antara Periode Peristiwa I dan II Hari ke-t -3 -2 -1 0 1 2 3 Periode Peristiwa I Rata-rata t-hitung abnormal return -0,0174 -1,5041 0,0173 0,0104 0,0418 0,0038 -0,0068 -0,0025 1,3829 2,6857 6,0024 1,2985 -0,6885 -0,1521 Sig ts ** *** *** * ts ts Periode Peristiwa II Rata-rata t-hitung abnormal return 0,0200 1,0089 0,2115 0,1229 -0,0404 0,0833 -0,0374 -0,1183 1,5092 1,7890 -0,1538 1,3050 -0,0739 -0,7634 Sig ts ** *** ts * ts ts

Keterangan * = signifikan pada tingkat 10% (t>1,282 pengujian dua sisi dengan k besar) ** = signifikan pada tingkat 5% (t>1,645 pengujian dua sisi dengan k besar) *** = signifikan pada tingkat 1% (t>1,325 pengujian dua sisi dengan k besar) ts = tidak signifikan

BULETIN STUDI EKONOMI Volume 12 Nomor 3 Tahun 2007

298


								
To top