METODE ILMIAH

Document Sample
METODE ILMIAH Powered By Docstoc
					MEMILIH TOPIK PENELITIAN


2. MEMILIH TOPIK PENELITIAN


Topik penelitian pada dasarnya adalah sebuah penentuan ruang lingkup
pemecahan permasalahan untuk dibuktikan hakekat kebenarannya.


Mencari hakekat kebenaran mungkin sering kita ucapkan, tapi susah
dilaksanakan. Makhluk apa itu kebenaran juga kita kadang masih nggak ngerti.


Yang pasti bahwa “benar” itu pasti “tidak salah”.


Pertanyaan-pertanyaan kritis di masa kecil, misalnya mengapa gajah berkaki
empat, mengapa burung bisa terbang, dsb kadang tidak terjawab secara baik
oleh para orang tua. Sehingga akhirnya sering sesuatu dianggap sebagai yang
memang sudah demikian wajarnya (taken for granted).


Banyak para ahli yang memaparkan ide tentang sudut pandang kebenaran
termasuk bagaimana membuktikannya.


Masalah hakekat kebenaran dapat diklasifikasikan menjadi tiga sudut pandang
yaitu : kebenaran ilmiah, kebenaran non-ilmiah dan kebenaran filsafat.


Harus kita pahami lebih dahulu bahwa meskipun kebenaran ilmiah sifatnya lebih
sahih, logis, terbukti, terukur dengan parameter yang jelas, bukan berarti bahwa
kebenaran non-ilmiah atau filasat selalu salah.
Malah bisa saja kebenaran non-ilmiah dan kebenaran filsafat terbukti lebih
“benar” daripada kebenaran ilmiah yang disusun dengan logika, penelitian dan
analisa ilmu yang matang.
Contoh menarik adalah kasus patung Kouros yang telah diteliti dan dibuktikan
keasliannya oleh puluhan pakar selama lebih dari 1,5 tahun di tahun 1983,
bahkan juga dianalisa dengan berbagai alat canggih seperti mikroskop elektron,
mass spectrometry, x-ray diffraction, dsb. Namun beberapa pakar lain (George

Deddy KPA, Program Studi Manajemen Informatika                           hal 7
MEMILIH TOPIK PENELITIAN


Despinis, Angelos Delivorrias) menggunakan pendekatan intuitif sebagai ahli
geologi dan mengatakan bahwa patung tersebut palsu (terlalu fresh, seolah tidak
pernah terkubur, kelihatan janggal).
Akhirnya patung itu dibeli dengan harga tinggi oleh museum J. Paul Getty di
California dengan asumsi kebenaran ilmiah lebih bisa dipertanggungjawabkan.


Kenyataan kemudian membuktikan bahwa semua dokumen tentang surat
tersebut palsu, dan patung itu dipahat disebuah bengkel tempa di Roma tahun
1980. Cerita ini menjadi pengantar buku bestseller berjudul Blink karya Malcolm
Gladwell.


KEBENARAN ILMIAH


Kebenaran yang diperoleh secara mendalam berdasarkan proses penelitian dan
penalaran logika ilmiah.
Kebenaran ilmiah ini dapat ditemukan dan diuji dengan pendekatan pragmatis,
koresponden, koheren.


   Kebenaran Pragmatis : Sesuatu (pernyataan) dianggap benar apabila
    memiliki kegunaan/manfaat praktis dan bersifat fungsional dalam kehidupan
    sehari-hari.
    Contohnya, Yadi mau bekerja di sebuah perusahaan minyak karena diberi
    gaji tinggi. Yadi bersifat pragmatis, artinya mau bekerja di perusahaan
    tersebut karena ada manfaatnya bagi dirinya, yaitu mendapatkan gaji tinggi.


   Kebenaran Koresponden : Sesuatu (pernyataan) dianggap benar apabila
    materi pengetahuan yang terkandung didalamnya berhubungan atau memiliki
    korespondensi dengan obyek yang dituju oleh pernyataan tersebut. Teori
    koresponden menggunakan logika induktif, artinya metode yang digunakan
    dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Dengan kata



Deddy KPA, Program Studi Manajemen Informatika                            hal 8
MEMILIH TOPIK PENELITIAN


    lain kesimpulan akhir ditarik karena ada fakta-fakta mendukung yang telah
    diteliti dan dianalisa sebelumnya.
    Contohnya,    Program    studi    teknik   listrik,   teknik   elektronika,   teknik
    telekomunikasi, dan manajemen informatika ada di Jalan Soekarno Hatta.
    Jadi Jurusan Teknik Elektro ada di Jalan Soekarno Hatta.


   Kebenaran Koheren : Sesuatu (pernyataan) dianggap benar apabila
    konsisten dan memiliki koherensi dengan pernyataan sebelumnya yang
    dianggap benar. Teori koheren menggunakan logika deduktif, artinya metode
    yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal umum ke khusus.
    Contohnya, seluruh dosen Polinema harus mempunyai sertifikat kompetensi.
    Deddy KPA adalah dosen Polinema, jadi Deddy KPA harus mempunyai
    sertifikat kompetensi.


KEBENARAN NON-ILMIAH


Berbeda dengan kebenaran ilmiah yang diperoleh berdasarkan penalaran logika
ilmiah,   ada   juga   kebenaran     karena    faktor-faktor   non-ilmiah.   Beberapa
diantaranya adalah :


   Kebenaran Karena Kebetulan : Kebenaran yang didapat dari kebetulan dan
    tidak ditemukan secara ilmiah. Tidak dapat diandalkan karena kadang kita
    sering tertipu dengan kebetulan yang tidak bisa dibuktikan. Namun satu atau
    dua kebetulan bisa juga menjadi perantara kebenaran ilmiah.


   Kebenaran Karena Akal Sehat (Common Sense) : Akal sehat adalah
    serangkaian konsep yang dipercayai dapat memecahkan masalah secara
    praktis. Kepercayaan bahwa hukuman fisik merupakan alat utama untuk
    pendidikan adalah termasuk kebenaran akal sehat ini. Penelitian psikologi
    kemudian membuktikan hal itu tidak benar.



Deddy KPA, Program Studi Manajemen Informatika                                    hal 9
MEMILIH TOPIK PENELITIAN


   Kebenaran Agama dan Wahyu : Kebenaran mutlak dan asasi dari Allah dan
    Rasulnya. Beberapa hal masih bisa dinalar dengan panca indra manusia, tapi
    sebagian hal lain tidak.


   Kebenaran Intuitif : Kebenaran yang didapat dari proses luar sadar tanpa
    menggunakan penalaran dan proses berpikir. Kebenaran intuitif sukar
    dipercaya dan tidak bisa dibuktikan, hanya sering dimiliki oleh orang yang
    berpengalaman lama dan mendarah daging di suatu bidang. Contohnya
    adalah kasus patung Kouros dan museum Getty diatas.


   Kebenaran Karena Trial dan Error : Kebenaran yang diperoleh karena
    mengulang-ulang pekerjaan, baik metode, teknik, materi dan paramater-
    parameter sampai akhirnya menemukan sesuatu. Memerlukan waktu lama
    dan biaya tinggi.


   Kebenaran Spekulasi : Kebenaran karena adanya pertimbangan meskipun
    kurang dipikirkan secara matang. Dikerjakan dengan penuh resiko, relatif
    lebih cepat dan biaya lebih rendah daripada trial-error.


   Kebenaran Karena Kewibawaan : Kebenaran yang diterima karena pengaruh
    kewibawaan seseorang. Seorang tersebut bisa ilmuwan, pakar atau ahli yang
    memiliki kompetensi dan otoritas dalam suatu bidang ilmu. Kadang
    kebenaran yang keluar darinya diterima begitu saja tanpa perlu diuji.
    Kebenaran ini bisa benar tapi juga bisa salah karena tanpa prosedur ilmiah.


KEBENARAN FILSAFAT


Kebenaran yang diperoleh dengan cara merenungkan atau memikirkan sesuatu
sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya, baik sesuatu itu ada atau mungkin ada.
Kebenaran filsafat ini memiliki proses penemuan dan pengujian kebenaran yang
unik dan dibagi dalam beberapa kelompok (madzab). Bagi yang tidak terbiasa

Deddy KPA, Program Studi Manajemen Informatika                            hal 10
MEMILIH TOPIK PENELITIAN


mungkin terminologi yang digunakan cukup membingungkan. Juga banyak yang
oportunis alias menganut madzab dualisme kelompok, misal mengakui
kebenaran realisme dan naturalisme sekaligus.


   Realisme : Mempercayai sesuatu yang ada di dalam dirinya sendiri dan
    sesuatu yang pada hakekatnya tidak terpengaruh oleh seseorang.


   Naturalisme : Sesuatu yang bersifat alami memiliki makna, yaitu bukti
    berlakunya hukum alam dan terjadi menurut kodratnya sendiri.


   Positivisme : Menolak segala sesuatu yang di luar fakta, dan menerima
    sesuatu yang dapat ditangkap oleh pancaindra. Tolok ukurnya adalah nyata,
    bermanfaat, pasti, tepat dan memiliki keseimbangan logika.


   Materialisme Dialektik : Orientasi berpikir adalah materi, karena materi
    merupakan satu-satunya hal yang nyata, yang terdalam dan berada diatas
    kekuatannya sendiri. Filosofi resmi dari ajaran komunisme.


   Idealisme : Idealisme menjelaskan semua obyek dalam alam dan
    pengalaman sebagai pernyataan pikiran.


   Pragmatisme : Hidup manusia adalah perjuangan hidup terus menerus, yang
    sarat dengan konsekuensi praktis. Orientasi berpikir adalah sifat praktis,
    karena praktis berhubungan erat dengan makna dan kebenaran.


Dalam ruang lingkup manajemen informatika, banyak hal yang dapat dijadikan
topik penelitian, disamping karena bidang keilmuan ini sedang berada pada
puncak pesatnya perkembangan, implementasinyapun juga sudah mulai
merambah ke segala lini kehidupan manusia, mulai dari perkantoran, pabrikasi,
komunikasi, fasilitas umum, sampai dengan peralatan rumah tangga.



Deddy KPA, Program Studi Manajemen Informatika                         hal 11
MEMILIH TOPIK PENELITIAN


Tetapi secara umum, beberapa topik penelitian yang paling sering dipilih adalah
berkaitan dengan hal-hal sebagai berikut :


    Studi implementasi teknologi informasi
     o Otomatisasi perkantoran
     o Kendali industri
     o Jaringan Komputer
     o Multimedia
     o Basis Data
    Pengembangan instrumen teknologi
     o Organisasi dan arsitektur komputer
     o Sistem operasi
     o Program Utilitas
     o Program aplikasi
     o Manajemen sistem informasi
    Peningkatan unjuk kerja sistem
     o Kecepatan proses
     o Kemudahan operasi
     o Minimisasi arsip
     o Keamanan dan keabsahan data
     o Efisiensi Biaya




                     Sabar, Istikomah, dan Amanah
    Jangan mudah putus asa, jangan mudah menyerah, dan jangan lepas tangan




Deddy KPA, Program Studi Manajemen Informatika                          hal 12