LAPORAN PRAKTIKUM ILMU PRODUKSI ANEKA TERNAK FAKULTAS PETERNAKAN

Document Sample
LAPORAN PRAKTIKUM ILMU PRODUKSI ANEKA TERNAK FAKULTAS PETERNAKAN Powered By Docstoc
					LAPORAN PRAKTIKUM ILMU PRODUKSI ANEKA
                   TERNAK


                 MATERI:
          LEBAH MADU Apis mellifera



                      Oleh:
        Sohibul Himam Haqiqi (0710510087)
                   Kelompok 8
                     Kelas B




        FAKULTAS PETERNAKAN
    UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG
                 2009
                                PENDAHULUAN


       Lebah merupakan serangga penghasil madu yang telah lama dikenal
manusia. Sejak zaman purba manusia berburu sarang lebah di goa-goa, di lubang-
lubang pohon dan tempat-tempat lain untuk diambil madunya. Lebah juga
menghasilkan produk yang yang sangat dibutuhkan untuk dunia kesehatan yaitu
royal jelly, pollen, malam (lilin) dan sebagainya. Selanjutnya manusia mulai
membudidayakan dengan memakai gelodog kayu dan pada saat ini dengan sistem
stup (kotak kayu).
       Di Indonesia lebah ini mempunyai nama bermacam-macam, di Jawa
disebut tawon gung, gambreng, di Sumatera barat disebut labah gadang, gantuang,
kabau, jawi dan sebagainya. Di Tapanuli disebut harinuan, di Kalimantan disebut
wani dan di tataran Sunda orang menyebutnya tawon Odeng.
       Kebanyakan lebah yang dibudidayakan di Indonesia adalah lebah dari
jenis Apis mellifera. Lebah ini dikenal memiliki produksi madu yang relatif tinggi
yaitu 30 kg/tahun pada musim bunga. Sedangkan lebah lain yang terdapat di
Indonesia antara lain: A. cerana, A. Dorsata A. Florea. Produksi dari lebah-lebah
tersebut tidak sebesar produksi lebah dari Apis mellifera.
       Ditinjau dari kekayaan alamnya, Indonesia menyimpan potensi besar bagi
pengembangan usaha perlebahan. Enam dari tujuh species lebah madu yang
dikenal di dunia, merupakan jenis lokal yang secara alamiah terdapat di bumi
Nusantara. Beberapa diantaranya bahkan sudah lama dieksploitasi masyarakat
untuk diambil madu dan lilinnya. Selain itu, Indonesia memiliki jutaan hektar
lahan pertanian, perkebunan, dan kehutanan yang dapat dimanfaatkan sebagai
sumber pakan lebah (bee forage).
       Untuk itu perlu diketahui teknik dan metode yang benar dalam beternak
lebah agar didapatkan hasil yang maksimal. Melalui laporan praktikum ini
diharapkan dapat
                             TINJAUAN PUSTAKA


A. Jenis Lebah Madu
       Lebah termasuk hewan yang masuk dalam kelas insekta famili Apini dan
genus Apis. Spesiesnya bermacam-macam, yang banyak terdapat di Indonesia
adalah A. cerana, A. Dorsata A. Florea. Jenis unggul yang sering dibudidayakan
adalah jenis A. mellifera.
       Menurut asal-usulnya lebah dibagi 4 jenis berdasar penyebarannya:
   1) Apis cerana, diduga berasal dari daratan Asia menyebar sampai
       Afghanistan, Cina maupun Jepang.
   2) Apis mellifera, banyak dijumpai di daratan Eropa, misalnya Prancis,
       Yunani dan Italia serta di daerah sekitar Mediterania.
   3) Apis Dorsata, memiliki ukuran tubuh paling besar dengan daerah
       penyebaran sub tropis dan tropis Asia seperti Indonesia, Philipina
       dansekitarnya. Penyebarannya di Indonesia merata mulai dari Sumatera
       sampai Irian.
   4) Apis Florea merupakan spesies terkecil tersebar mulai dari Timur

       Tengah,India sampai Indonesia. Di Indonesia orang menyebutnya dengan
       tawon klanceng.               (Anonymousa, 2000)

       Apis adalah salah satu genus tertua di dunia. Berbeda dengan tawon besar,
spesies dari Apis adalah lebah musiman, koloni dari apis ini dapat bertahan
hingga tiga sampai empat tahun. Selain itu, ukuran dan bentuk tubuh antara lebah
kasta pekerja dan ratu sangat berbeda, dan ratu tidak pernah mencari makan atau
membangun sarang. Secara genetis, lebah ratu dengan lebah pekerja adalah sama;
yang membedakan hanyalah pakan dari lebah ratu pada saat larva adalah royal
jelly sedangkan untuk lebah pekerja adalah nectar dan pollen. Lebah jantan
berasal dari telur yang tidak difertilisasi, tapi mereka juga berasal dari
perkembangan larva.


Klasifikasi
Kingdom Animalia
       Phylum Arthropoda
                Class Insecta
                       Order Hymenoptera
                                Family Apidae
                                      Apis mellifera


Linnaeus, 1758
          Para peternak lebah memelihara lebah ini semata-mata karena didasarkan
pada produktifitas hasil yang sangat tinggi,     sehingga menurut pertimbangan
ekonomis bagi usaha perlebahan pemilihan jenis lebah ini lebih menguntungkan,
meskipun teknis pemeliharaannya lebih rumit dan memerlukan biaya yang lebih
tinggi.
          Oleh karena lebah ini bukan merupakan lebah asli Indonesia maka
lebah ini lebih peka terhadap berbagai hama dan penyakit yang berasal dari
Asia Tropika yaitu kutu Varroa jacobsoni dan Tropilaelaps clarae. Bahkan di
daerah asalnyapun, lebah ini peka terhadap serangan berbagai hama dan
penyakit yang disebabkan oleh bakteri protozoa dan virus.




B. Tempat Hidup Lebah


          Pada pengelolaan lebah secara modern, lebah ditempatkan pada kandang
berupa kotak yang biasa disebut stup. Di dalam stup terdapat ruang untuk
beberapa frame atau sisiran sebagai tempat buntuk membuat sarang bagi lebah.
Dengan sistem ini peternak dapat harus rajin memeriksa, menjaga dan
membersihkan bagian-bagian stup seperti membersihkan dasar stup dari kotoran
yang ada, mencegah semut/serangga masuk dengan memberi tatakan air di kaki
stup dan mencegah masuknya binatang pengganggu.
          Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam budidaya lebah yang berkaitan
dengan tempat hidup lebah antara lain:
    1. Suhu stup
    Perubahan suhu dalam stup hendaknya tidak terlalu cepat, oleh karena itu
    ketebalan dinding perlu diperhatikan untuk menjaga agar suhu dalam stup
   tetap stabil. Bahan yang umum digunakan adalah kayu empuk setebal 2,5 cm.
   Suhu ideal yang cocok bagi lebah adalah sekitar 26 derajat C, pada suhu ini
   lebah dapat beraktifitas normal.


   2. Ketahanan terhadap iklim
   Bahan yang dipakai harus tahan terhadap pengaruh hujan, panas, cuaca yang
   selalu berubah, kokoh dan tidak mudah hancur atau rusak.


   3. Konstruksi
   Konstruksi kandang tradisional dengan menggunakan gelodok dari bambu,
   secara modern menggunakan stup kotak yang lengkap dengan framenya.
                                              (Anonymousa, 2000)
        Selain itu agar produksi lebah dapat optimal, maka tiap kotak lebah berisi
10 bingkai sarang. Di dalam kotak lebah memuat sekurang-kurangya 5 sisiran
sarang lebah yang terdiri dari lebah pekerja, lebah jantan dan satu lebah ratu
dalam keadaan produktif. Kotak berukuran 16 X 27 X 32 cm dengan kawat
kasa
        Apabila   dibandingkan     dengan         penggunaan    glodok,      keunggulan
penggunaan kotak lebah berbingkai sarang memiliki keunggulan antara lain :
   1.   Sisiran   sarang   dapat      diperiksa     satu   persatu   untuk     diketahui
        perkembangannya yakni kondisi telur, larva, pupa, adanya serangan
        hama/penyakit dan ketersediaan madu atau pollen di dalam sarang.
   2.   Dalam hal memperkuat koloni lebah yang lemah, dapat dilakukan
        penambahan sarang yang berasal dari koloni lain yang lebih kuat.
   3.   Setelah madunya dipanen sisiran sarang yang telah kosong dapat
        dikembalikan ke dalam kotak lebah, sehingga lebah dapat segera mengisi
        madu tanpa harus membangun sarang baru.
   4.   Pemanenan dapat menggunakan ekstraktor sehingga diperoleh madu yang
        lebih bersih dan tidak tercampur dengan produk lain.
   5.   Produktifitas hasil madu yang diperoleh relatif lebih tinggi.
                                                                (Anonymousb, 2004)
C. Koloni Lebah
         Dalam setiap koloni terdapat tiga jenis lebah masing-masing lebah ratu,
lebah pekerja dan lebah jantan. Berikut ini adalah cirri-ciri dari masing-masing
kasta:
    a. Lebah ratu: merupakan satu-satunya kasta yang bisa menghasilkan telur.
         Hanya lebah ratu yang menghsilkan feromon yaitu senyawa kimia yang
         berbau khas yang memberikan identitas pada seluruh koloni hasil dari
         telurnya itu. Ciri-ciri fisiknya adalah tubuhnya paling besar dari semua
         kasta dan warna tubuhnya paling terang. Waktu metamorfosisi untuk lebah
         ratu adalah: menetas 3 hari, larva 5 hari, terbentuk benang penutup 1 hari,
         istirahat 2 hari, Perubahan larva jadi pupa 1 hari, Pupa/kepompong 3 hari,
         total waktu jadi lebah 15 hari.
    b. Lebah pekerja: merupakan lebah yang sama dentgan lebah ratu, namun
         pakan pada saat larva yang membedakanya. Ciri-ciri fisiknya adalah
         paling kecil dari semua kasta. Waktu metamorfosisi untuk lebah pekerja
         adalah menetas 3 hari, larva 5 hari, terbentuk benang penutup 2 hari,
         istirahat 3 hari, Perubahan larva jadi pupa 1 hari, Pupa/kepompong 7 hari,
         total waktu jadi lebah 21 hari.
    c. Lebah pejantan: merupakan lebah yang berasal dari telur yang tidak
         dibuahi. Ciri-ciri fisik lebah jantan ini adalah ukuran matanya yang besar
         serta bentuk sayap dan tubuh yang besar juga menetas 3 hari, larva 6 hari,
         terbentuk benang penutup 3 hari, iatirahat 4 hari, Perubahan larva jadi
         pupa 1 hari, Pupa/kepompong 7 hari, total waktu jadi lebah 24 hari.


    Proses Perkawinan terjadi diawali musim bunga. Ratu lebah terbang keluar
sarang diikuti oleh semua pejantan yang akan mengawininya. Perkawinan terjadi
di udara, setelah perkawinan pejantan akan mati dan sperma akan disimpan dalam
spermatheca (kantung sperma) yang terdapat pada ratu lebah kemudian ratu
kembali ke sarang. Selama perkawinan lebah pekerja menyiapkan sarang untuk
ratu bertelur.
         Setelah kawin, lebah ratu akan mengelilingi sarang untuk mencari sel-sel
yang masih kosong dalam sisiran. Sebutir telur diletakkan di dasar sel. Tabung sel
yang telah yang berisi telur akan diisi madu dan tepung sari oleh lebah pekerja
dan setelah penuh akan ditutup lapisan tipis yang nantinya dapat ditembus oleh
penghuni dewasa.
       Untuk mengeluarkan sebutir telur diperlukan waktu sekitar 0,5 menit,
setelah mengeluarkan 30 butir telur, ratu akan istirahat 6 detik untuk makan. Jenis
tabung sel dalam sisiran adalah:
   a. Sel calon ratu, berukuran paling besar, tak teratur dan biasanya terletak di
       pinggir sarang.
   b. Sel calon pejantan, ditandai dengan tutup menonjol dan terdapat titik
       hitam di tengahnya.
   c. Sel calon pekerja, berukuran kecil, tutup rata dan paling banyak
       jumlahnya.                                   (Anonymousa, 2000)


   d. Tanaman Pakan Lebah
       Yang dimaksud dengan istilah tanaman pakan lebah (bee forage) adalah
tanaman/tumbuhan yang menghasilkan bahan makanan yang diperlukan bagi
kehidupan lebah.
       Tanaman pakan lebah adalah vegetasi baik yang tumbuh secara alami
maupun dibudidayakan manusia yang menghasilkan nektar dan atau pollen
(tepung sari) yang diambil oleh lebah madu sebagai pakannya
       Ada 2 jenis bahan dasar makanan bagi lebah yakni nektar (nectar) dan
tepung sari (pollen grain). Jadi tanaman pakan lebah adalah tanaman/ tumbuhan
yang menghasilkan nektar dan atau tepung sari bunga yang dapat dipanen oleh
lebah. Nektar adalah cairan yang      terdiri dari sejumlah senyawa kimia hasil
metabolisme sekunder didalam nektar tanaman, dengan komponen utama air dan
komponen dominan berupa senyawa gula (sacharida). Tepungsari bunga adalah
merupakan bagian utama dari bunga jantan suatu tanaman, yang terletak pada
tangkai sari bunga jantan.
       Untuk pembangunan model            lebah lokal dan lebah Eropa perlu
dipertimbangkan dalam pemilihan jenis tanaman, diprioritaskan pada tanaman
cepat tumbuh, berupa kayu-kayuan dan buah-buahan yang menghasilkan nektar
dan pollen, dan sesuai dengan kondisi agroklimat setempat.
       Beberapa contoh jenis tanaman pakan lebah adalah sebagai berikut :




       Apis mellifera mempunyai pilihan jenis tanaman pakan yang terbatas bila
dibandingkan dengan Apis cerana.      Di Jawa sebagai tanaman pakan andalan
penghasil madu bagi lebah Apis mellifera antara lain adalah kapuk randu,
klengkeng, rambutan, durian, karet, kaliandra.
       Bilamana tanaman-tanaman itu tidak sedang berbunga (musim paceklik)
yang biasanya terjadi pada musim penghujan yaitu Desember s/d Pebruari, maka
populasi lebahnya mengalami penurunan. Dalam kondisi demikian, peternak
lebah mengistirahatkan lebahnya dengan menggembalakan ke tanaman jagung
atau tanaman lain penghasil tepungsari untuk memperoleh tepungsari.
       Hal ini dimaksudkan untuk mempertahankan populasi lebahnya. Dalam
keadaan ini, tidak ada nektar atau madu yang dapat diperoleh sehingga diperlukan
makanan tambahan berupa sirup, ini dapat ditekan apabila di lokasi
penggembalaan lebah selain terdapat tanaman jagung juga terdapat tanaman
penghasil nektar misalnya kaliandra meski madu yang diperoleh hanya sedikit.
       Selain perlakuan pemberian makanan tambahan, juga pemberian obat
pemberantas kutu biasanya berupa strips yang mengandung zat kimia pemberantas
kutu. Bilamana musim paceklik berkepanjangan maka untuk penghematan biaya
pemberian makanan tambahan, dapat dilaksanakan dengan penggembalaan lebah
ke daerah lain yang memiliki tanaman pakan penghasil nektar misalnya pada
sekitar kawasan hutan yang ditumbuhi tanaman kaliandra, pada perkebunan karet
dengan luasan yang cukup.
       Untuk memacu perkembangan koloni lebahnya, perlu ditambahkan pula
pollen buatan (pollen supplement) yaitu campuran polen segar, tepung kedelai dan
ragi bir (brewer yeast ).
       Tindakan pemeliharaan lainnya adalah pemeriksaan kondisi ratu, apabila
dijumpai ratu yang tidak produktif bertelur atau ratu sudah tua maka segera
diganti dengan ratus yang lebih produktif (ratu muda). Kegiatan pemeliharaan ini
berlangsung terus sampai musim bunga berikutnya dimana koloni lebah telah
siap dipergunakan untuk memperoleh madu.          (Anonymousb, 2004)
                             MATERI DAN METODE


Materi
         Materi yang dipelajari dalam praktikum kali ini adalah:
    1. Mengenal spesies lebah madu Apis mellifera.
    2. Mengenal Kotak lebah, ukuran standart dan bagian-bagianya.
    3. Mengenal koloni lebah dan perbedaan kasta-kasta lebah
    4. Mengenal pakan yang terdapat di dalam sarang, komposisi, warna dan
         perbadaan dari beberapa pakan.
    5. Mengenal lingkungan pengembalaan dan jenis tanaman pakan lebah di
         sekitar lokasi budidaya.


Metode
         Metode yang dilakukan pada saat praktikum adalah dengan mengamati
langsung keadaan lebah di lokasi praktikum dan membandingkanya dengan
literatur (studi pustaka).
                          HASIL DAN PEMBAHASAN


HASIL
       Hasil dari pengamatan pada say praktikum di peternakan lebah Batu
adalah sebagai berikut:
1. Mengenal kotak lebah
   1.1. Bagian-bagian kotak lebah pada lokasi praktikum berbentuk balok kubus
        dengan tutup kotak pada bagian atasnya, kemudian kotak tersebut
        ditempatkan pada sandaran yang terbuat dari kayu atau besi, selain itu
        terdapat pintu pada kotak yang berfungsi sebagai tempat keluar masuknya
        lebah ke kotak. Seperti pada gambar




                                  Foto kotak lebah
   1.2. Ukuran sandar adalah 30 cm
   1.3. Ukuran kotak antara lain: panjang: 40cm, lebar: 51cm, tinggi: 61cm
   1.4. Keterangan lain mengenai kotak lebah tersebut antara lain:
            Kotak ditempatkan di tempat terbuka, langsung menghadap langit
            agar sinar matahari yang didapat cukup.
            Pintu lebah berada pada sisi samping kotak dengan ukuran panjang
            2cm dan lebar 15cm.
            Lapisan dalam tutup berupa kawat kasa. Jadi setelah tutup kotak
            masih terdapat tutup yang terbuat dari kawat kasa yang dipasang agar
            setelah kotak dibuka, lebah tidak langsung terbang.
2. Mengenal koloni lebah.
   2.1. Setelah kotak lebah dibuka, pertama kali yang terlihat adalah tutup kasa
        dan beberapa frame yang dijadikan sarang lebah seperti yang terlihat pada
        gambar.
                    Foto kotak lebah dengan framenya
2.2. Di dalam kotak terdapat 7 frame, yang masing-masing frame terdapat sel
    sarang lebah.
2.3. Dari beberapa frame:
        Frame yang kosong           : --
        Frame yang berisi telur : 7
        Frame yang berisi larva :
        Frame yang berisi pupa :
        Frame yang berisi pakan :
2.4. Dalam frame, terdapat beberapa kasta dari lebah, kasta-kasta tersebut
    antara lain:
        Lebah ratu: mempunyai cirri-ciri: badan paling panjang (bersegmen
        6), warna lebih merah kekuningan dan paling mencolok dari semua
        lebah, seperti pada foto.




                                    Foto lebah ratu
        Lebah jantan: ciri-ciri: badanya paling besar dari lebah pekerja,
        matanya besar. Seperti pada foto.
                    Foto lebah jantan(yang dilingakari)


          Lebah pekerja: cirri-cirinya adalah berbadan paling kecil dari semua
          kasta, populasinya paling banyak di koloni.
   2.5. Keterangan lain mengenai koloni lebah yang kami amati antara lain
      adalah:
          Koloni berkumpul pada tiap-tiap frame, semakin rapat atau semakin
          ke tengah frame maka semakin banyak koloni.
          Pada frame yang padat koloni, banyak terdapat pakan (nectar, tepung
          sari), larva dan pupa.
          Lebah ratu terletak pada frame ke 3 dari samping, dan pejantan pada
          frame ke 4.
3. Mengenal pakan dalam sarang
   3.1. Pakan yang terdapat dalam kotak adalah syrup gula, sedangkan yang
      terdapat dalam sel sarang adalah nectar dan tepung sari (pollen), seperti
      tampak pada foto.




                    Foto pollen dan nektar (yang dilingkari)
   3.2. Sel sarang yang berisi pakan nectar atau tepung sari sebenarnya sama,
       namun hanya isinya saja yang berbeda. Isi dalam sel sarang yang berisi
       nectar       berwarna bening kental seperti madu, rasanya manis dan
       berbentuk cair, sedangkan yang berisi tepung sari berwarna kuning dan
       bentuknya padat.
   3.3. Warna tepungsari di dalam sarang berwarna kuning terang.
   3.4. Komposisi pakan dalam sel sarang lebih bayak nectar daripada tepung
       sari.
   3.5. Keterangan lain mengenai pakan dalam sarang antara lain:
               Pada musim paceklik bunga, lebah diberi pakan tambahan berupa
               syirup gula dalam kotak dengan waktu pemberian 2 kali seminggu 3
               gelas aqua penuh.
               Tanaman pakan sekitar banyak yang mengandung nectar, sehingga
               pakan dalam sarang banyak berupa nectar.
4. Mengenal lingkungan penggembalaan.
   4.1. Tanaman pakan lebah yang banyak populasinya antara lain: apel,
       kelengkeng, jagung, pete, rumput putri malu.
   4.2. Dari tanaman di atas yang mengandung
               nectar dan tepung sari adalah: kelengkeng dan apel
               tepung sari: rumput putri malu dan jagung
   4.3. tanaman pakan lebah disekitar sangat terbatas, sehingga pada musim
       paceklik harus ditambah syirup gula.


PEMBAHASAN
   1. Kotak Lebah
       Pada saat pengamatan kotak lebah yang berukuran seperti tersebut diatas,
ukuran tersebut telah memenuhi syarat dajn sesuai dengan literatur yang
menyebutkan agar produksi lebah dapat optimal, maka tiap kotak lebah berisi 10
bingkai sarang. Di dalam kotak lebah memuat sekurang-kurangya 5 sisiran
sarang lebah yang terdiri dari lebah pekerja, lebah jantan dan satu lebah ratu
dalam keadaan produktif. Kotak berukuran 16 X 27 X 32 cm dengan kawat
kasa (Anonymousb, 2004). Malah ukuran kotak pada pengamatan lebih besar dan
lebih banyak bingkai (frame) sehingga telahg memenuhi syarat. Namun untuk
suhu dalam kotak dan ketebalan bahan kotak, kami tidak mengukurnya.
       Karena menurut (Anonymousa, 2000) ketebalan dinding perlu diperhatikan
untuk menjaga agar suhu dalam stup tetap stabil. Bahan yang umum digunakan
adalah kayu empuk setebal 2,5 cm. Suhu ideal yang cocok bagi lebah adalah
sekitar 26 derajat C, pada suhu ini lebah dapat beraktifitas normal. Mungkin
dengan perimbangan itulah kotak lebah ditempatkan pada lahan terbuka agar
terkena sinar matahari secara lanbgsung sehingga suhu dalam kotak menjadi suhu
yang optimal untuk berkembangh biak lebah.


   2. Koloni lebah
       Koloni lebah merupakan kumpulan dari beberapa lebah yang berkumpul
dan memebentuk sarang. Dalam satu kotak lebah terdapat satu koloni yang berarti
terdapat satu ratu dalam satu koloni tersebut. Anggota dari tiap koloni satu
berbeda dengan koloni lain. Yang membedakan adalah senyawa feromon yang
dihasilkan ratu pada saat menelurkan koloni tersebeut.
       Masing-masing koloni lebah merupakan keturunan dari satu ratu. Dalam
satu koloni terdapat tiga kasta lebah yaitu lebah ratu, lebah pekerja dan lebah
pejantan. Tiap-tiap kasta memiliki tugas masing-masing yang berbeda.
Perbedaaan-perbedaan tersebut antara lain:
   a. Lebah ratu: merupakan satu-satunya kasta yang bisa menghasilkan telur.
       Hanya lebah ratu yang menghsilkan feromon yaitu senyawa kimia yang
       berbau khas yang memberikan identitas pada seluruh koloni hasil dari
       telurnya itu. Ciri-ciri fisiknya adalah tubuhnya paling besar dari semua
       kasta dan warna tubuhnya paling terang. Waktu metamorfosisi untuk lebah
       ratu adalah: menetas 3 hari, larva 5 hari, terbentuk benang penutup 1 hari,
       istirahat 2 hari, Perubahan larva jadi pupa 1 hari, Pupa/kepompong 3 hari,
       total waktu jadi lebah 15 hari.
   b. Lebah pekerja: merupakan lebah yang sama dentgan lebah ratu, namun
       pakan pada saat larva yang membedakanya. Ciri-ciri fisiknya adalah
       paling kecil dari semua kasta. Waktu metamorfosisi untuk lebah pekerja
       adalah menetas 3 hari, larva 5 hari, terbentuk benang penutup 2 hari,
          istirahat 3 hari, Perubahan larva jadi pupa 1 hari, Pupa/kepompong 7 hari,
          total waktu jadi lebah 21 hari.
   c. Lebah pejantan: merupakan lebah yang berasal dari telur yang tidak
          dibuahi. Ciri-ciri fisik lebah jantan ini adalah ukuran matanya yang besar
          serta bentuk sayap dan tubuh yang besar juga menetas 3 hari, larva 6 hari,
          terbentuk benang penutup 3 hari, iatirahat 4 hari, Perubahan larva jadi
          pupa 1 hari, Pupa/kepompong 7 hari, total waktu jadi lebah 24 hari.
   Pada saat pengamatan diketahui bahwa cir-ciri dari beberapa kasta lebah
adalah:
               Lebah ratu: mempunyai cirri-ciri: badan paling panjang (bersegmen
               6), warna lebih merah kekuningan dan paling mencolok dari semua
               lebah, seperti pada foto.
               Lebah jantan: ciri-ciri: badanya paling besar dari lebah pekerja,
               matanya besar. Seperti pada foto.
               Lebah pekerja: cirri-cirinya adalah berbadan paling kecil dari semua
               kasta, populasinya paling banyak di koloni.


   3. Mengenal Pakan Lebah di Dalam Sarang
          Pakan lebah di alam bebeas berupa nektar dan tepung sari, begitu juga
dalam sarang, namun pakan untuk ratu yaitu royal jelly tidak dapat ditemukan
saat pengamatan.
          Madu sebenarnya adalah makanan lebah yang berasal dari nectar bunga
dari tanaman yanmg telah diolah oleh lebah melelui proses evaporasi dan
fermentasi di dalam sel sarang selama waktu tertentu, oleh karena itu pada saat
tidak bunga, lebah harus diberi makan agar koloninya tetap kuat dan terhindar
dari hama dan penyakit. Makanan tersebutberupa sirup gula pasir.
          Menurut (Rochani dkk, 2007) penyirupan lebah dalam masa paceklik
untuk tiap minggu per koloni yang terdiri dari 3-5 frem, dibutuhkan gula pasir 0,5
Kg + 0,5 liter air + sedikit garam dapur agar tidak diare. Bagi koloni lebah yang
terdiri 6-8 frem dibutuhkan 1 kg gula pasir + 1 liter air + sedikit garam dapur juga
hanya untuk makan lebah selama 1 minggu.
       Di Indonesia khusus dijawa musim madu hanya 5 bulan dan selama 7
bulan disubsidi makan dengan sirup gula pasir. Bila musim bunga sudah tiba
maka sirup yang ada di sarang harus dikuras. Setelah dikuras, baru masuk ke
lokasi tanaman yang sedang berbunga, stelah 3 hari ada pemasukan madu, pada
hari ke 5 dikuras lagi untuk mendapatkan madu organik. Untuk panen madu
berikutnya, sudah berupa madu organik sebab lebah yang sudah mengkomsumsi
madu murni selama 1 minggu dalam darahnya sudah tidak tersisa lagi yang
sifatnya non organik (sisa sirup gula pasir).
   4. Menbenal Lingkungan Pengembalaan Lebah
       lebah mencari makan pada tanaman yang menghasilkan nektar dan atau
tepung sari. Oleh karena itu lingkungan penggembalaan harus dapat memenuhi
kebutuhan pakan lebah tersebut.
       Menurut (Anonymousb, 2004) lokasi untuk budidaya lebah seharusnya
berada di pedesaan dengan luas kurang lebih 10 hektar, dimana pada lokasi
tersebut sudah terdapat koloni lebah dengan sekurang-kurangnya 50 koloni.
Syarat lokasi untuk bududaya lebah antara lain:
   1) Sesuai untuk kehidupan lebah madu, indikasi kesesuaian dapat dilihat
       dengan adanya koloni lebah lokal yang telah hidup di lingkungan tersebut.
   2) Tersedianya vegetasi sumberdaya pakan lebah yang luas dan menyediakan
       makanan yanb cukup sepanjang tahun (nektar dan pollen), lokasi tersebut
       misalnya adalah hutan alam, hutan tanaman, perkebunan kapuk, karet
       kopi, buah-buahan dan tanaman lain yang dapat menghasilkan bee forage
       yang terjangkau dengan jarak terbang lebah yaitu sekitar 500 s/d 1500
       meter.
   3) Tidak berangin kencang.
   4) Jauh dari keramaian manusi (kota)
   5) Dekat dengan sarana transportasi
   6) Tersedia air bersih sepanjang tahun
   7) Dan strategis.
       Dari persyaratan-persyaratan di atas, lokasi pengam,atan praktikum kami
telah ememnuhi nsyarat yaitu terletak pada desa oro-oro ombo kota batu dimana
tempat tersebut telah seperti yang disebutkan di literatur.
                       KESIMPULAN DAN SARAN


KESIMPULAN
      Kesimpulan dari praktikum ini adalah:
   1) Lebah merupakan serangga penghasil madu yang dapat dibudidayakan
      dengan perlakuan-perlakuan khusus.
   2) Jenis lebah madu yang baik dibudiudayakan antara lain : Apis mellifera,
      Apis dorsata dan Apis frorea.
   3) Pemeliharaan lebah madu ditempatkan pada kotak lenah yang biasanya
      disebut stup yang terbuat dari kayu dan berisi beberap bingkai (frame)
      sebagai tempat pembuat sarang untuk lebah.
   4) Keadaan dalam kotak harus kondusif agar lebah dapat mberprouksi secara
      optimal, suhu optimal stup adalah 26-300 C.
   5) Lebah hidup berkoloni (berkelompok) dengan tiap-tiap kelompok terdapat
      pemimpin kelompok atau ratu
   6) Ratu melahirkan semua nggota koloni, anggota koloni tersebut adalah
      pekerja dan pejantan.
   7) Di dalam sel sarang, pakan (nektar dan tepung sari) dikumpulkan dan
      disimpan untuk diproses lebih lanujut sehingga berubah menjadi makanan
      lebah yang kiat kenal sebagai madu dan pollen.
   8) Apabila pakan di lingkungan sedikit, maka perlu diberikan pakan
      tambahan yaitu syirup gula yang diletakkan dalam kotak lebah.
   9) Lingkungan penggembalann lebah harunya kondusif agar produksi lebah
      dapat optimal, yaitu dengan memenuhi persyratan-persya\ratanya.
   10) Salah satu persyaratan liunkungan adalah denagn adanya tanaman pakan
      lebah bee forage di sekitar lingkungan penggembalaan yang menghasilkan
      nektar dan tepung sari.


SARAN
      Saran dalam menjalani praktikum ini adlaah sebenarnya praktikum ini
sudah sangat santai dan mungkin praktikum paling nyaman daripada semua mata
kuliah di seamester 3 ini, namun sebaiknya lebih dikoordinir tempat dan
akomodasinya agar semua prktikan dapat menjalankan praktikum dengan lancar
(tidak ter;lambat dan kesasar).
                            DAFTAR PUSTAKA


Anonymousa.          2000.         BUDIDAYA          TERNAK          LEBAH.
      http://www.warintek.ristek.go.id/peternakan/budidaya/lebah.pdf
Aanonymousb. 2004. PEDOMAN PEMBANGUNAN MODEL USAHA
      PERLEBAHAN.http://www.dephut.go.id/INFORMASI/RRL/RLPS/sk_di
      rjenRLPS/l2_50_04.pdf
Rochani, Andjar dkk. 2007. PEDOMAN UMUM PENERAPAN JAMINAN
      MUTU          BUDIDAYA           TERNAK        LEBAH         ORGANIK.
      http://agribisnis.deptan.go.id/web/pustaka/OKPO/OKPO/isi/PEDOMAN%
      20ORGANIK-a3-10-/PB%20%E2%80%93%2003.pdf