PERSEPSI PEMERINTAH DAERAH by sparkunder21

VIEWS: 471 PAGES: 3

									   PERSEPSI PEMERINTAH KABUPATEN DAN DPRD
TERHADAP KEBIJAKAN PROGRAM PROMOSI KESEHATAN
    PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN MALARIA
        DI KABUPATEN HALMAHERA BARAT

     Untuk memenuhi sebagian persyaratan
      Mencapai derajat Sarjana Strata 2




               Diajukan Oleh :
                Muchlis Jailan
             18987/III-2/3477/02


                    Kepada
             PROGRAM PASCASARJANA
           UNIVERSITAS GADJAH MADA
                  YOGYAKARTA
                     2004




                                               0
                               INTISARI

Latar Belakang : Malaria merupakan penyakit infeksi tertinggi dan
merupakan penyebab kematian utama di Indonsia. Kematian akibat
malaria di daerah endemis mencapai 45,8%. Propinsi Maluku Utara
merupakan daerah endemis malaria, pada tahun 2001 jumlah malaria di
daerah ini mencapai 32,2% dari jumlah penyakit yang ada dengan
jumlah kematiannya mencapai 23,5%. Sementara di Kabupaten Halmahera
Barat selama kurung waktu 3 tahun yaitu dari tahun 2000-2002 jumlah
maupun penyebab kematian dari penyakit ini lebih tinggi dibandingkan
dengan penyakit-penyakit lain yang ada di daerah ini.
Tujuan Penelitian : Penelitian ini ditujukan untuk mengkaji secara
mendalam pemahaman informan sehingga memperoleh gambaran tentang
persepsi terhadap program promosi kesehatan khusunya penyakit
malaria.
Metode   Penelitian  :   Penelitian  kualitatif   diskriptif  dengan
menggunakan wawancara mendalam, dilakukan di Kabupaten Halmahera
Barat, informannya adalah pejabat yang ada di lembaga eksekutif,
instansi tehnis dan ligislatif sebanayk 12 informan.
Hasil Penelitian : Sebagian besar pengambil kebijakan di Kabupaten
Halmahera Barat dalam penelitian ini belum mengambarkan adanya suatu
persepsi yang jelas terhadap kebijakan pencegahan dan pemberantasan
malaria khususnya program promosi kesehatan malaria. Penelitian ini
memperlihatkan adanya perbedaan persepsi dan pemahaman antara
instansi tehnis, eksekutif dan legislatif untuk menetapkan dan
memutuskan kebijakan terhadap program pencegahan dan pemberantasan
malaria khusunya kebijakan program promosi kesehatan malaria.
Kesimpulan : Persepsi pelaku kebijakan di Kabupaten Halmahera Barat
terhadap kebijakan program malaria khususnya program promosi
kesehatan malaria masing-masing unsur informan berbeda-beda. Ada
hubungan antara pengetahuan dan pengalaman masing-masing informan
dengan persepsi masing-masing informan terhadap kebijakan malaria
khususnya program promosi kesehatan malaria di kabupaten Halmahera
Barata.

Kata Kunci   : Malaria - Persepsi – Kebijakan - Promosi




                                                                  10
                             ABSTRACT

Background: Malaria considered as the highest infection disease and
the main mortality cause in Indonesia. Mortality as the impact of
malaria in endemic area reached up to 45,8%. The province of North
Maluku is a malaria endemic area, and in the year of 2001, the
number of malaria in this area reached up to 32,2 % from the
existing diseases with the number of mortality reached up to 23,5 %.
In the district of West Halmahera from the year of 2000 – 2002, the
number and cause of mortality from the disease was higher than other
diseases.
Objective: This research was intended to examine understanding and
perception of informant in a more serious way so that description of
perception toward health promotion program especially in malaria
disease can be obtained.
Method: This was a descriptive qualitative research by using in-
depth interview, and it was done in West Halmahera. The informants
were 12 personals in executive and legislative board.
Result:   Showed that most of policy maker in the district of West
Halmahera did not describe a clear perception toward the policy of
malaria prevention and control especially in malaria health
promotion program. In addition, there was a difference between
perception and understanding between technical, executive and
legislative institutions in determining and deciding policy toward
malaria prevention and control especially in the policy of malaria
health promotion program in the district of West Halmahera.
Conclusion: Each informant elements was different in the perception
of policy maker in West Halmahera district toward policy of malaria
program especially health promotion program of malaria. There was a
relationship between knowledge and experience of each informant with
the perception of each informant toward malaria policy especially in
the health promotion program of malaria in the district of West
Halmahera.

Key Word. : Malaria, Perception, Polyce, Promotion




                                                                  11

								
To top