NASKAH PUBLIKASI PENELITIAN PENGEMBANGAN IPTEKS UJI VALIDITAS
Shared by: sparkunder19
Categories
-
Stats
- views:
- 1383
- posted:
- 12/30/2009
- language:
- Indonesian
- pages:
- 16
Document Sample


P2I
NASKAH PUBLIKASI
PENELITIAN PENGEMBANGAN IPTEKS
UJI VALIDITAS EKSTERNAL
ALAT UKUR TASK COMMITMENT
Ari Firmanto, S.Psi
Dian Desvita
Budi Yuni Awan
Dibiayai dari Anggaran Dana Pembinaan Pendidikan (DPP)
Universitas Muhammadiyah Malang Berdasarkan SK Pembantu Rektor I
Nomor: E.d/715/BAA-UMM/IX/2007
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
MEI 2008
LEMBAR PENGESAHAN
NASKAH PUBLIKASI
PENELITIAN PENGEMBANGAN IPTEKS
1. Judul Penelitian :Uji Validitas Eksternal Alat Ukur Task Commitment
2. Bidang ilmu penelitian : Psikologi
3. Ketua Peneliti
a. Nama Lengkap : Ari Firmanto, S.Psi
b. Jenis Kelamin : Laki-laki
c. NIP : 132 312 303
d. Pangkat/Golongan : Penata Muda / IIIA
e. Jabatan : Tenaga Pengajar
f. Fakultas/Jurusan : Fakultas Psikologi Univ. Muhammadiyah Malang
4. Jumlah Tim Peneliti : 3 (tiga) orang
5. Lokasi Penelitian : kota dan kabupaten Malang
6. Waktu penelitian : 8 bulan
7. Biaya : Rp 4.100.000,-
( empat juta seratus ribu rupiah)
Malang, 05 Mei 2008
Mengetahui
Dekan Fakultas Psikologi UMM Ketua Peneliti
Dra. Tulus Winarsunu, M.Si Ari Firmanto, S.Psi
NIP. 109 880 200 65 NIP. 132 312 303
Menyetujui,
Kepala Lembaga Penelitian
Universitas Muhammadiyah Malang
Dr. Wahyu Widodo, MS.
NIP. 110 890 901 28
UJI VALIDITAS EKSTERNAL
ALAT UKUR TASK COMMITMENT
Ari Firmanto1
Universitas Muhammadiyah Malang
ABSTRAK
Anak Berbakat merupakan sumber daya manusia yang sangat potensial.
Mereka harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang berbeda dengan anak normal
agar potensi mereka bisa berkembang dan dapat memberikan manfaat besar bagi
kemajuan bangsa. Namun demikian, perhatian terhadap anak berbakat masih belum
optimal terutama berkaitan dengan prosedur identifikasi untuk menentukan
keberbakatan seorang anak. Menurut Renzulli, seseorang dikatakan sebagai anak
berbakat apabila mempunyai ketiga ciri yaitu kecerdasan diatas rata-rata, kreativitas
dan task commitment yang tinggi. Di Indonesia, alat ukur kecerdasan dan kreativitas
sudah tersedia, sedangkan alat ukur task commitment, terutama yang digunakan untuk
anak usia sekolah dasar belum banyak tersedia. Saat ini telah disusun task
commitment scale oleh Iswinarti pada tahun 2006. Penelitian ini dilakukan untuk
menguji validitas eksternal dari alat ukur task commitment sebagai upaya mengetahui
keunggulan dan akurasi dari sebuah instrumen yaitu dengan mengkorelasikan skor
hasil alat ukur task commitment dengan hasil tes inteligensi CFIT dan hasil tes
kreatifitas figural dari Torrance sekaligus mengkorelasikannya dengan alat ukur yang
relevan atau pararel yaitu tes SRH Motif Berprestasi dari Haditono. Dengan
menggunakan analisa korelasi product moment, diperoleh hasil yakni terdapat korelasi
yang sangat signifikan antara alat ukur task commitment dengan SRH Motif
Berprestasi (taraf koefesien 0,299; sig. 0,000), tidak terdapat korelasi dengan hasil
CFIT Skala A maupun Skala B (taraf koefesien 0,023; sig. 0,696 dan taraf koefesien
-0,026; sig. 0,666), kemudian juga tidak terdapat korelasi dengan hasil tes kreatifitas
figural dari Torrance (taraf koefesien 0,047; sig. 0,429).
Kata kunci: validitas eksternal, alat ukur task commitment.
1
Tenaga pengajar pada Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang
Jl. Raya Tlogomas 246 Malang 65144, Telp. 0341-464318 psw 170
Email: arifirmanto@yahoo.com
ABSTRACT
Talented Child represents very potential human resource. They have to get
service of different education with normal child so that potency they can expand and
can give big benefit to progress of nation. But that way, attention to talented child still
not yet optimal especially relate to procedure identify to determine to have a gift for a
child. According to Renzulli, someone told as talented child if having third
distinguished that is above average intelligence, creativity and task commitment. In
Indonesia, intelligence measuring instrument and creativity have made available,
while measuring instrument of task commitment, especially used for basic school not
yet available. In this time have been compiled scale commitment task by Iswinarti in
the year 2006. This research is done to test of external validity of measuring
instrument of task commitment as effort know accuracy and excellence from a
instrument that is with score correlation result of measuring instrument of task
commitment with result of CFIT intelligence test and result of test creativity of figural
of Torrance, all at once to correlate something with relevant measure that is SRH
Motif Berprestasi of Haditono. By using correlation analysis of product moment,
obtained result namely there are very correlation of significant between measuring
instrument of task commitment with SRH Motif Berprestasi ( level of coefficient
0,299; sig. 0,000) there are not correlation with result of CFIT Scale of A and also
Scale of B ( level of coefficient 0,023; sig. 0,696 and level of coefficient - 0,026; sig.
0,666), then nor there are correlation with result of creativity test of figural of
Torrance ( level of coefficient 0,047; sig. 0,429).
Keyword: external validity, task commitment scale.
PENDAHULUAN
Anak berbakat adalah anak yang mempunyai kemampuan unggul. Mereka
adalah potensi sumber daya manusia yang luar biasa yang diharapkan akan menjadi
generasi yang bisa menyumbangkan pemikiran untuk kemajuan bangsa Indonesia.
Perhatian terhadap anak bebakat di Indonesia dipelopori oleh Prof. Dr. Utami
Munandar pada tahun seribu sembilan ratus delapan puluhan dengan melaksanakan
seminar tentang “Alternatif Program Pendidikan Anak Berbakat”. Hasil seminar
kemudian dibukukan dengan judul “Bunga Rampai: Anak-anak Berbakat, Pembinaan
dan Pendidikannya” (Munandar, 1985). Kegiatan tersebut juga dilanjutkan dengan
beberapa kegiatan penelitian dan festival anak berbakat., baik di Yogyakarta maupun
di Jakarta. Bahkan pada tahun 2003 Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah
Malang juga telah melaksanakan festival anak berbakat yang telah berhasi
mengidentifikasi “top ten gifted children” di antara 104 peserta festival.
Mulai tahun 2000 Departemen Pendidikan Nasional mulai memberikan
kesempatan kepada sekolah-sekolah untuk melaksanakan program percepatan atau
akselerasi. Program akselerasi sekarang ini sudah banyak dilaksanakan oleh sekolah-
sekolah di kota-kota besar maupun di daerah-daerah. Dari evaluasi terhadap
penyelenggaraan program akselerasi yang dilaksanakan oleh Departemen Pendidikan
Nasional di Jakarta pada tahun 2003 di di Yogyakarta tahun 2004, maka persoalan
yang mendasar adalah masalah identifikasi. Masalah identifikasi muncul karena
terbatasnya psikolog yang menguasai kemampuan untuk melakukan identifikasi dan
masih belum tersedianya alat ukur yang standart.
Departemen Pendidikan Nasional telah memberikan rambu-rambu bahwa anak
yang dapat mengikuti program akselerasi adalah anak yang mempunyai inteligensi
pada taraf very superior (skor minimal IQ=130), kreativitas yang tinggi, dan
komitmen yang tinggi terhadap tugas. Persyaratan tersebut mengacu pada teori
Renzulli (1998) tentang “konsep tiga cincin dari keberbakatan” . Permasalahan yang
muncul di lapangan biasanya adalah, bahwa seringkali dalam identifikasi hanya
menggunakan tes inteligensi saja, padahal menurut Renzulli (1998) untuk melihat
potensi keberbakatan seseorang seharusnya dilihat juga kemampuan kreativitasnya
dan komitmennya terhadap tugas. Teori Renzulli tentang keberbakatan disebut dengan
“Three-Ring Conception of Giftedness” atau konsep tiga cincin tentang keberbakatan.
Menurut Renzulli keberbakatan seseorang merupakan interaksi tiga sifat dasar yang
meliputi inteligensi di atas rata-rata, kreativitas yang tinggi, dan komitmen terhadap
tugas yang tinggi (Renzulli, 1998; Hewton, 2002; Coulson, 2005). Gambaran tentang
interaksi ketiga sifat tersebut seperti terdapat pada gambar berikut ini.
Gambar 1. Konsep tiga cincin tentang keberbakatan menurut Renzulli
Adapun konsep dari Renzulli di atas bisa dijelaskan sebagai berikut:
Well Above Average Ability
Yang dimaksud dengan kecerdasan di atas rata-rata meliputi:
a. General Ability, yaitu level yang tinggi dalam hal berfikir abstrak, penalaran verbal
dan numeric, hubungan spasial, ingatan, dan kelancaran verbal; adaptasi terhadap
pembentukan situasi baru dalam menghadapi lingkungan luar; otomatisasi dalam hal
memproses informasi, teliti, cepat, dan selektif dalam pencarian informasi.
b. Specific Ability, aplikasi dari berbagai variasi kombinasi dari kemampuan umum
dalam satu atau lebih bidang pengetahuan yang specific ataupun bidang prestasi
seseorang (misalnya: seni, kepemimpinan, dan administrasi). Juga adanya
kemampuan untuk memperoleh dan membuat kesesuaian penggunaan sejumlah
pengetahuan formal yang tinggi, pengetahuan non verbal, teknik, logistik, dan strategi
dalam menyesuaikan masalah atau manifestasi dari bidang pertunjukan khusus
tertentu. Kemampuan untuk memilih informasi yang sesuai dan tidak sesuai dengan
masalah atau bidang studi maupun prestasi.
Aspek ini nantinya akan diukur atau diidentifikasikan dengan menggunakan CFIT
skala A dan B sesuai dengan usia sampel.
Task Commitment
Task commitment atau tanggung jawab pada tugas merupakan kapasitas yang
tinggi dalam hal minat, antusiasme, , kekaguman dan keterlibatan yang tinggi dalam
permasalahan tertentu, dalam bidang studi, maupun dalam bentuk ekspresi manusia.
Kapasitas ini juga meliputi ketekunan, keuletan, determinasi, kerja keras, dan latihan
terus menerus. Individu mempunyai rasa percaya diri yang tinggi, ego kuat, bebas dari
perasaan inferior, dan mempunyai dorongan untuk berprestasi. Kapasitas ini juga
meliputi kemampuan untuk mengidentifikasi masalah yang signifikan dalam dengan
alasan-alasan yang khusus; kemampuan dalam berkomunikasi tentang hal-hal yang
besar/penting dan perkembangan baru dalam bidang tertentu; kemampuan dalam
membuat standart kerja yang tinggi, memelihara keterbukaan diri terhadap kritik dari
luar, mengembangkan cita rasa seni, dan mempunyai keunggulan secara kualitas
maupun kuantitas dalam pekerjaan sendidi maupun pekerjaan orang lain.
Alat ukur task commitment digunakan untuk mengidentifikasikan aspek ini, juga
digunakan alat ukur lainnya yang relevan yaitu Tes Motif Berprestasi dari Haditono
yang juga mengungkap aspek-aspek dalam task commitment.
Creativity
Kreativitas meliputi kelancaran, keluwesan, dan orisinalitas dalam berpikir.
Ada keterbukaan terhadap pengalaman, menerima terhadap sesuatu yang baru dan
berbeda (bahkan irasional) dalam pikiran, perilaku, maupun hasil dari diri sendiri
maupun orang lain. Dalam kreativitas juga meliputi adanya rasa ingion tahu yang
besar, spekulatif, berpetualang, mampu menyesuaikan diri secara mental, menerima
resiko dalam pikiran, perilaku, bahkan dalam situasi yang mempunyai hambatan.
Selain hal di atas, kemampuan kreativitas ini juga meliputi kepekaan terhadap detil,
mempunyai cita rasa seni dalam gagasan, mau bertindak dan bereaksi terhadap
rangsangan luar dan gagasan serta perasaan orang lain.
Sedangkan untuk mengidentifikasikan aspek ini, digunakan Tes Kreativitas Figural
dari Torrance yang telah terstandar.
Saat ini telah dilakukan upaya untuk menyusun sebuah alat ukur task
commitment yang dipelopori oleh Iswinarti pada tahun 2006, dan telah dilakukan uji
validitas internalnya. Dalam penelitian ini peneliti bermaksud untuk melakukan uji
validitas eksternal terhadap alat ukur “Task Commitment” milik Iswinarti (2006)
untuk memperoleh deskripsi tentang kehandalan alat ukur tersebut. Penelitian ini
penting dilakukan untuk memberikan keyakinan bahwa alat ukur tersebut terbukti
mampu untuk mengukur variable yang dimaksud. Validitas ialah kualitas yang
terpenting dalam suatu tes. Validitas tes menunjuk kepada pengertian apakah hasil tes
sesuai dengan criteria yang telah dirumuskan, dan hingga dimana tes itu telah
mengukurnya (Conny Semiawan, 1982). Menurut Kuncono (2004:19) validitas
kriteria dibangun berdasarkan kriteria eksternal maupun internal. Validitas dengan
kriteria eksternal adalah membandingkan alat ukur yang dibuat dengan kriteria lain.
Validitas eksternal penelitian mempersoalkan derajat kesesuaian antara
generalisasi hasil penelitian dengan keadaan yang sebenarnya; sejauh mana
generalisasi hasil penelitian sesuai keadaan yang sebenarnya (Suryabrata, 2000:40).
Dengan menggunakan asumsi bahwasanya tes task commitment merupakan
alat tes yang baru, maka perlu dilakukan uji validitas internal maupun eksternal. Uji
validitas eksternal dilakukan dengan membandingkan tes task commitment dengan
alat ukur lain yang terbukti telah teruji. Dalam hal ini peneliti menggunakan tes
inteligensi CFIT dan tes kreativitas figural dari Torrance serta tes SRH Motif
Berprestasi yang merupakan alat ukur yang relevan dan dianggap pararel dengan alat
ukur task commitment.
Adapun tujuan penelitian ini adalah mengukur validitas eksternal alat ukur
task commitment yaitu dengan mengkorelasikan skor hasil alat ukur task commitment
dengan hasil tes inteligensi CFIT dan hasil tes kreatifitas figural dari Torrance serta
tes SRH Motif Berprestasi.
Penelitian ini mempunyai manfaat praktis yang tinggi karena akan
memberikan gambaran tentang validitas dari sebuah alat ukur yang orisinal dan akan
sangat membantu proses identifikasi terhadap anak berbakat. Secara teoritis penelitian
ini juga akan memberikan kontribusi terhadap perkembangan psikometri berkaitan
dengan jenis alat ukur maupun kegunaan dari alat ukur task commitment ini.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, melakukan uji validitas
eksternal yaitu mengkorelasikan antara skor hasil alat ukur task commitment dengan
hasil tes inteligensi CFIT dan tes kreativitas figural dari Torrance serta hasil tes SRH
Motivasi Berprestasi.
Istilah task commitment mengacu pada istilah yang dikemukakan oleh Josept S.
Renzulli (dalam Renzulli, 1998; Hewton, 2002; Coulson, 2005) tentang “three-ring
conception of giftedness” yaitu bahwa seseorang dikatakan sebagai anak berbakat
apabila mempunyai tiga kemampuan yaitu kecerdasan di atas rata-rata, kreativitas,
dan komitment yang tinggi terhadap tugas.
Adapun batasan istilah task komitment merupakan komitmen atau tanggung
jawab seseorang terhadap tugas yang mencakup kemampuan atau kapasitas sebagai
berikut:
a. Motivasi, meliputi kapasitas dalam hal minat, antusiasme, dan keterlibatan yang
tinggi terhadap tugas. Tugas dalam hal ini dibatasi pada tugas-tugas akademik.
b. Sikap kerja, meliputi ketekunan, keuletan/ketahanan, kemampuan bekerja keras,
dan dedikasi dalam mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan dengan
akademik/sekolah.
c. Orientasi Tugas, meliputi kepercayaan terhadap kemampuan diri, motivasi yang
tinggi dalam berprestasi, kemampuan problem solving, dan mempunyai standart
kerja yang tinggi.
Sedangkan validitas eksternal dibatasi sebagai validitas yang memprediksikan
ke-ada-an atau ketiadaan suatu relasi atau korelasi dengan suatu kriteria/alat ukur
yang telah dibakukan.
SAMPEL
Subjek penelitian adalah siswa-siswa sekolah dasar serta siswa SLTP kelas I. Dimana
seluruh subjek dibagi menjadi 2 (dua) kelompok besar yaitu, pertama kelompok
regular, dimana para subjek adalah siswa dengan tingkat/taraf inteligensi rata-rata
sedangkan kelompok khusus adalah siswa dengan inteligensi pada taraf diatas rata-
rata. Hal ini dimaksudkan untuk membandingkan secara nyata hubungan antar hasil
alat ukur yang diujikan dengan melihat perbedaan inteligensi dari subjek yang
merupakan kriteria utama identifikasi kelompok anak berbakat.
Kelompok reguler diperoleh dari siswa kelas 1 MTs Negeri 3 Malang, sedangkan
kelompok khusus merupakan siswa sekolah dasar yang mengikuti festival anak
berbakat yang diselenggarakan pada bulan Desember 2007 sebagai upaya menjaring
anak-anak berbakat. Kelompok reguler didapat sebanyak 243 subjek sedang
kelompok khusus sebanyak 50 subjek. Kedua kelompok mendapatkan empat kali
pengukuran yakni, alat tes CFIT (skala A dan B) yang digunakan untuk
mengidentifikasikan taraf inteligensi, kemudian tes Kreatifitas Figural Torrance untuk
mengidentifikasikan aspek kreatifitas subjek, selanjutnya SRH Motif Berprestasi yang
dipergunakan untuk melihat motivasi subjek dalam berprestasi yang mana aspek ini
merupakan indicator dari aspek task commitment yang merupakan kriteria dari anak
berbakat, berikutnya adalah alat ukur task commitment itu sendiri yang dirancang
pada subjek siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.
Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi product
moment dari Karl Pearson untuk menganalisis validitas alat ukur task commitment
dengan cara mengkorelasikan skor hasil alat ukur task commitment dengan hasil tes
inteligensi CFIT, tes krativitas figural dari Torrance dan tes SRH Motif Berprestasi.
Data yang dikorelasikan adalah skor kasar, dimana skor dari semua alat ukur belum
memperoleh pembobotan/pemaknaan yaitu diubah menjadi nilai norma. Hal ini
dilakukan untuk memurnikan proses analisa dengan menggunakan data yang
sebenarnya. Selanjutnya analisa dilakukan sebanyak 3 kali putaran yaitu korelsi pada
subjek kelompok reguler, korelasi pada kelompok khusus serta korelasi pada kedua
kelompok tersebut secara bersamaan (kelompok gabungan).
HASIL
Dari analisa korelasi dengan menggunakan program SPSS versi 15 yaitu bivariate
correlation, mengkorelasikan secara bersamaan skor-skor dari semua alat ukur untuk
diperoleh gambaran korelasinya dengan memperhatikan nilai koefesien serta taraf
signifikansinya. Analisa data dilakukan secara bertahap, yaitu pada putaran pertama
melakukan uji korelasi pada hasil tes subjek reguler, selanjutnya pada subjek khusus
dan terakhir menggabungkan data dari kedua kelompok subjek. Berikut berturut-turut
disajikan ringkasan dari hasil analisa.
Tabel 1
Analisa korelasi kelompok reguler
Descriptive Statistics
Mean Std. Deviation N
SRH 28.93 5.171 240
TKF 33.51 12.840 243
TCS 48.24 3.080 237
CFIT A 25.87 5.454 237
CFIT B 29.48 5.027 237
Correlations
SRH TKF TCS CFIT A CFIT B
SRH Pearson Correlation 1 .062 .292** .047 -.046
Sig. (2-tailed) .338 .000 .473 .484
N 240 238 231 231 231
TKF Pearson Correlation .062 1 .093 .014 -.040
Sig. (2-tailed) .338 .154 .829 .542
N 238 243 235 235 235
TCS Pearson Correlation .292** .093 1 -.106 -.057
Sig. (2-tailed) .000 .154 .105 .384
N 231 235 237 237 237
CFIT A Pearson Correlation .047 .014 -.106 1 .634**
Sig. (2-tailed) .473 .829 .105 .000
N 231 235 237 237 237
CFIT B Pearson Correlation -.046 -.040 -.057 .634** 1
Sig. (2-tailed) .484 .542 .384 .000
N 231 235 237 237 237
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Dari deskripsi data dapat dilihat bahwa jumlah dari N (subjek) kelompok reguler
adalah tidak sama,hal ini bermakna bahwa terdapat data yang hilang atau tidak
lengkap (missing value). Kemudian dari analisa diperoleh gambaran bahwa terdapat
korelasi yang sangat signifikan antara alat ukur task commitment dengan alat ukur
SRH yaitu dengan ditunjukkan nilai koefesien korelasinya sebesar 0,292 dengan taraf
signifikan 0,000 dan tidak terdapat korelasi antara alat ukur task commitment dengan
CFIT maupun tes kreativitas.
Tabel 2
Analisa korelasi kelompok khusus
Descriptive Statistics
Mean Std. Deviation N
SRH 28.88 4.556 50
TKF 13.68 3.661 50
TCS 49.32 2.538 47
CFIT - A 26.78 5.651 50
CFIT - B 30.24 5.133 50
Correlations
SRH TKF TCS CFIT - A CFIT - B
SRH Pearson Correlation 1 -.100 .364* -.099 .082
Sig. (2-tailed) .489 .012 .493 .569
N 50 50 47 50 50
TKF Pearson Correlation -.100 1 .155 .374** .112
Sig. (2-tailed) .489 .300 .007 .440
N 50 50 47 50 50
TCS Pearson Correlation .364* .155 1 -.053 .067
Sig. (2-tailed) .012 .300 .723 .653
N 47 47 47 47 47
CFIT - A Pearson Correlation -.099 .374** -.053 1 .646**
Sig. (2-tailed) .493 .007 .723 .000
N 50 50 47 50 50
CFIT - B Pearson Correlation .082 .112 .067 .646** 1
Sig. (2-tailed) .569 .440 .653 .000
N 50 50 47 50 50
*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Dari analisa pada kelompok sampel khusus diperoleh gambaran bahwa terdapat
korelasi yang signifikan pada taraf 5% antara alat ukur task commitment dengan alat
ukur SRH yaitu dengan ditunjukkan nilai koefesien korelasinya sebesar 0,364 dengan
taraf signifikan 0,012.
Tabel 3
Analisa korelasi kelompok gabungan (reguler +khusus)
Descriptive Statistics
Mean Std. Deviation N
SRH 28.92 5.063 290
TKF 30.12 13.954 293
TCS 48.42 3.020 284
CFIT A 26.03 5.489 287
CFIT B 29.61 5.045 287
Correlations
SRH TKF TCS CFIT A CFIT B
SRH Pearson Correlation 1 .047 .299** .023 -.026
Sig. (2-tailed) .429 .000 .696 .666
N 290 288 278 281 281
TKF Pearson Correlation .047 1 .009 -.006 -.057
Sig. (2-tailed) .429 .885 .919 .336
N 288 293 282 285 285
TCS Pearson Correlation .299** .009 1 -.087 -.029
Sig. (2-tailed) .000 .885 .144 .624
N 278 282 284 284 284
CFIT A Pearson Correlation .023 -.006 -.087 1 .638**
Sig. (2-tailed) .696 .919 .144 .000
N 281 285 284 287 287
CFIT B Pearson Correlation -.026 -.057 -.029 .638** 1
Sig. (2-tailed) .666 .336 .624 .000
N 281 285 284 287 287
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Dengan menggunakan semua skor dari kedua kelompok yaitu kelompok reguler dan
kelompok khusus yang secara umum melibatkan 293 subjek serta adanya missing
value, dilakukan analisa korelasi secara keseluruhan yang memperoleh hasil bahwa
ada hubungan yang sangat signifikan antara skor alat ukur task commitment dengan
SRH Motif Berprestasi yang ditunjukkan dengan nilai koefesien sebesar 0,299 pada
level signifikan 0,000.
DISKUSI
Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwasanya terdapat korelasi yang sangat
signifikan antara skor alat ukur task commitment yang disusun oleh Iswinarti (2006)
dengan skor SRH Motif Berprestasi Haditono dimana SRH merupakan alat ukur yang
relevan dengan alat ukur task commitment yang dapat digunakan untuk mengukur
motivasi subjek terhadap tugas yang dihadapi. Aspek tersebut merupakan indikator
dari task commitment sebagai salah satu criteria anak berbakat selain taraf inteligensi
diatas rata-rata dan kreatifitas. Dengan dilakukannya analisa korelasi dengan 3
kelompok berbeda, tentunya diperoleh gambaran yang lengkap tentang taraf
signifikansi alat ukur pada kondisi subjek yang beragam. Upaya ini dilakukan dengan
harapan untuk memperoleh hasil yang obyektif, yaitu alat ukur task commitment
dikenakan pada subjek biasa (intelegensi taraf rata-rata) dan pada subjek yang
berbakat (inteligensi diatas rata-rata). Hasil analisa dapat disimpulkan bahwa alat ukur
task commitment memiliki validitas eksternal yang tinggi sehingga dapat
dipergunakan sebagai alat ukur yang tepat digunakan mengidentifikasikan anak
berbakat. Dengan ini maka upaya melakukan identifikasi anak berbakat yang meliputi
aspek inteligensi, kreatifitas dan task commitment dapat dilaksanakan secara utuh,
tentunya hal ini akan memberikan hasil yang optimal dan tepat yang selanjutnya dapat
dipergunakan sebagai dasar pengembangan program layanan/pendidikan yang sesuai
dengan tipikal anak berbakat.
Tentunya penelitian ini harus dikembangkan lebih lanjut, terutama mengupayakan
lagi alat ukur task commitment yang dapat diperuntukkan pada subjek berpendidikan
lebih tinggi atau bahkan yang lebih dini. Harapannya adalah dapat dilakukan
identifikasi sedini mungkin terhadap anak-anak berbakat sebagai usaha memberikan
layanan yang optimal bagi mereka dalam mewujudkan potensi, bakat-bakat yang
dimilikinya. Dengan hal ini tentunya akan menjadi modal besar dalam kaitannya
pembangunan bangsa, kesejahteraan social dan kemaslahatan.
REFERENSI
Anastasi, A. & Urbina, S. (1997). Tes Psikologi. Jakarta: PT. Prenhallindo.
Arikunto,2002.Prosedur penelitian suatu pendekatan praktek. Jakarta: Rineka
Cipta
Azwar, S. (2000). Validitas dan reliablitas. Yogyakarta: Penerbit Liberty.
Clark, B. (1988). Growing up gifted: Developing the potential of children at home
and at school. Columbus: Merril Publishing Company.
Coulson, C.J. (2003). The unique potential of gifted individuals.
http://www.santafecoah.com/gpotential.htm
Fasichah, S. S. (2004). Penyusunan norma tes inteligensi CFIT (Culture Fair
Intelligence Scale). Laporan Penelitian. Malang: Lembaga Penelitian UMM.
Gagne, F. (1993). Constructs and models pertaining to exceptional human abilities.
Kurt A. Heller, Franz J. Monks, A. Harry Passow (Editors). International
handbook of research and development of giftedness and talent. Oxford:
Pergamon.
Haditono, S.R (1992). Pembakuan SRH tes motif berprestasi. Laporan penelitian.
Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada.
Hawadi, Reni Akbar.(2005) Identifikasi Keberbakatan Intelektual melalui Metode
Non-tes dengan Pendekatan Konsep Keberbakatan Renzulli. Jakarta;
Gramedia
Hewton, J. (2002). Definitions of giftedness.
http://qagtc.org.au/definitions_if_giftedness.htm
Indiana University. (2004). Joseph S. Renzulli: American Educational Psychologist.
http://www.indiana.edu/-intell/renzulli.shtml
Iswinarti, (2004). Penyusunan norma tes kreativitas figural bentuk lingkaran untuk
anak usia sekolah dasar. Laporan Penelitian. Malang: Lembaga Penelitian
UMM.
Iswinarti, (2006). Penyusunan Alat Ukur Task Commitment. Laporan Penelitian.
Malang: Lembaga Penelitian UMM.
Kathena, J. (1994). Gifted. Chalenge and response for education. Illinois: Peacock
Publ.
Kerlinger, F.N. (2003). Asas-asas penelitian behavioral. Yogyakarta: Gadjah Mada
University Press.
Kuncono. (2004). Analisis Butir. Jakarta: Badan Penerbit & Publikasi Yayasan
Administrasi Indonesia.
Latipun & Iswinarti. (1999). Pedoman penyusunan skripsi. Malang: UMM Press.
Monks, F.J., Knoers, A.M.P., Haditono, S.R. (2002). Psikologi perkembangan:
Pengantar dalam berbagai bagiannya. Yogyakarta: Gadjah Mada University
Press.
Munandar, U. (1985). Pokok-pokok masalah identifikasi anak bnerbakat di Indonesia.
S.C. Utami Munandar (Editor). Anak-anak berbakat: Pembinaan dan
pendidikannya. Jakarta: Rajawali Press.
___________. (1992). Mengembangkan bakat dan kreativitas anak. Jakarta:
Gramedia.
___________. (2004). Pengembangan kreativitas anak berbakat. Jakarta: Penerbit
Rineksa Cipta.
Santrock, J.W. (2002). A topical approach to life span-development. USA: McGraw-
Hill Companies Inc.
Semiawan, Coni & Munandar, Utami.(1990). Memupuk Bakat Kreativitas Siswa
Sekolah Menengah. Jakarta: PT Gramedia.
Suryabrata, S. (1985). Persyaratan, seleksi, dan training guru anak berbakat. S.C.
Utami Munandar (Editor). Anak-anak berbakat: Pembinaan dan
pendidikannya. Jakarta: Rajawali Press.
Suryabrata, Sumadi.(2000). Pengembangan Alat Ukur Psikologis. Yogyakarta:
Andi Offset.
Tannenbaum, A.J. (1993). History of giftedness and “gifted education” in world
perspective. Kurt A. Heller, Franz J. Monks, A. Harry Passow (Editors).
International handbook of research and development of giftedness and talent.
Oxford: Pergamon.
Tirtonegoro, S. (1984). Anak supernormal dan program pendidikannya. Jakarta: Bina
Aksara.
Related docs
Get documents about "