Partisipasi Masyarakat Terhadap Praktik Kebidanan Komunitas

Document Sample
Partisipasi Masyarakat Terhadap Praktik Kebidanan Komunitas Powered By Docstoc
					Working Paper Series No. 4 Januari 2008, First Draft

Partisipasi Masyarakat Terhadap Praktik Kebidanan Komunitas
Studi Kasus Desa Timbulharjo Kecamatan Sewon Bantul

Henri Soekirdi, Mubasysyir Hasanbasri

--- Tidak untuk disitasi ---

Daftar Isi
Daftar Isi...............................................................................................................ii Daftar Tabel........................................................................................................ii Abstract ...............................................................................................................iii Latar Belakang................................................................................................... 1 Metode ................................................................................................................ 5 Hasil dan Pembahasan..................................................................................... 6 Kesimpulan ........................................................................................................15 Saran..................................................................................................................16 Daftar Pustaka .................................................................................................16

Daftar Tabel
Tabel 1. Manajemen pembelajaran kebidanan komunitas....................3 Tabel 2. Peran Mahasiswa dan Masyarakat Dalam Praktik Kebidanan Komunitas ....................................................................7 Tabel 3. Jadwal Penyelenggaraan Musyawarah Masyarakat Desa..8 Tabel 4. Jadwal Pelaksanaan Penyuluhan Langsung April 2006.........9 Tabel 5. Partisipasi Masyarakat Dalam Kegiatan Praktik Kebidanan Komunitas....................................................................................... 10 Tabel 6. Kondisi Sarana Jamban Keluarga ........................................... 11 Tabel 7. Kondisi Sarana Pembuangan Limbah Air Keluarga ............. 11 Tabel 8. Kondisi Tempat Pembuangan Sampah keluarga .................. 11 Tabel 9. Kondisi Gizi Balita Dusun Sudimoro Timbulharjo ................... 12

ii

Magister Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan

Abstract
Community Participation In Community Midwifery Practice At Timbulharjo Kecematan Sewon Kabupaten Bantul Henri Soekirdi1, Mubasysyir Hasanbasri2
Background: The practice of community midwifery is compulsory for all students of fourth semester of Yogyakarta Midwifery Academy. The definition of community midwives is ones who provide midwifery service to the community particularly to save mothers and children outside hospitals. Objective: To identify community participation in the implementation of community midwifery and collect input from the community for the betterment of community midwifery learning management. Method: This was a descriptive study with cross sectional design carried out within a certain period at one place. In health research, cross sectional study is one of observational studies most commonly made which covered all types of studies of which their variables were measured only once within certain period. Result: Community participation is greatly needed to support the implementation of community midwifery practice by students. The participation started from planning, implementation, evaluation to follow up of a program. Good cooperation between students, institutions and the community could help the achievement of duly and relevant program of community midwifery practice. This was indicated from increasing number of visits to integrated health service post, improved nutrition of children under five, environmental health condition and mother and child health. Conclusion: The program of community midwifery program could be implemented in duly time and beneficial to the community if students well followed lectures on community midwifery and were supported with quality learning management. Community participation in the implementation of community midwifery practice became very essential for the achievement of duly and relevant objective of community midwifery partice. Keywords: participation, community midwifery.

1 Midwifery Academy of Yogyakarta 2 Master Of Health Policy and Service Management, Gadjah Mada University

Magister Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan

iii

Latar Belakang
Kondisi penduduk Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, agama, tingkat pendidikan dan tempat tinggal yang tersebar di ribuan pulau, dapat menimbulkan permasalahan kesehatan. Hal ini harus dipecahkan bersama antara pemerintah dan masyarakat secara berkesinambungan untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Visi pemerintah dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yaitu Indonesia Sehat 2010 dengan harapan sampai tahun 2010 tingkat kematian ibu bersalin dan kematian bayi menurun. Untuk mewujudkan tujuan tersebut diperlukan tenaga kesehatan khususnya bidan guna mendukung upaya pengembangan pelayanan kesehatan dasar (primary health care service) di puskemas dan puskesmas pembantu serta penempatan bidan di desa. Sesuai Pasal 5 dan Pasal 71 Undang-undang RI Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan, masyarakat diberikan kesempatan untuk ikut berperan serta dalam penyelenggaraan upaya kesehatan beserta sumber daya. Akademi Kebidanan Yogyakarta sebagai lembaga pendidikan tinggi yang diselenggarakan oleh masyarakat, mendidik tenaga kesehatan dengan program studi kebidanan, memiliki visi mencetak bidan yang profesional dan mandiri. Pendidikan Diploma III ditempuh minimal 6 semester maksimal 10 semester dengan bobot 120 SKS, kurikulum inti 110 SKS dan muatan lokal 10 SKS terdiri dari 40 persen teori dikelas dan 60 persen praktik meliputi praktik laboratorium, kebidanan komunitas dan praktik klinik. Kualitas manajemen pembelajaran kebidanan komunitas sangat menentukan kualitas bidang komuniti. Mahasiswa diwajibkan mengikuti dan menguasai pembelajaran kebidanan komunitas dengan serius dan benar agar setelah lulus menjadi bidan profesional dan mandiri. Pengertian praktik kebidanan komunitas adalah praktik mahasiswa di dalam masyarakat yang mendalami tugas bidan komuniti yaitu bidan yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat khususMagister Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan

1

nya untuk menyelamatkan ibu dan anak di luar rumahsakit. Sasaran kebidanan komunitas adalah ibu dan balita yang berada dalam keluarga. Bidan komuniti dituntut memiliki pengetahuan tentang public health yang luas karena tugasnya bukan saja melakukan pelayanan menurut kompetensinya, namun dituntut mampu melakukan identifikasi permasalahan kesehatan dan sumber potensi yang tersedia untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat terutama kesehatan ibu dan anak. Bidan komunitas harus mengenal kondisi kesehatan masyarakat yang selalu berubah; karena kesehatan komuniti dipengaruhi oleh perkembangan masyarakat sebagai akibat perubahan teknologi dan ilmu pengetahuan serta kebijakan pemerintah. Bidan dituntut memiliki kemampuan mengadakan penelitian, pengolahan dan menganalisa masalah kesehatan masyarakat (Sjahlan 1996)¹. Tujuan praktik kebidanan komunitas adalah pada akhir praktik mahasiswa mampu melaksanakan pelayanan kebidanan komunitas, mengevaluasi pelayanan kebidanan komunitas dengan teknik problem solving dengan pendekatan public health care (PHC), mampu bekerja dalam team dalam manajemen kebidanan serta meningkatkan partisipasi individu dan masyarakat terhadap peningkatan derajat kesehatan. Praktik kebidanan komunitas mahasiswa dibantu oleh masyarakat dalam melakukan identifikasi masalah kesehatan dengan benar, merumuskan upaya penanganan masalah dengan benar, menyusun strategi pelayanan yang berkaitan dengan kebidanan komunitas secara berkesinambungan. Mahasiswa yang diperbolehkan mengikuti praktik kebidanan komunitas harus telah memenuhi persyaratan sesuai dengan Pedoman Pelaksanaan Praktik Kebidanan Komunitas. Syarat yang ditetapkan oleh akademi seperti pada Tabel 1.

2

Magister Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan

Tabel 1. Manajemen pembelajaran kebidanan komunitas
Utama Kebidanan komunitas Mahasiswa lulus mata kuliah/ Skill Lab. Penunjang Laboratorium Psikologi ibu dan anak Askeb.Ibu I BBL Neonatus Pemasangan alkon. KDPK

Kesehatan reproduksi Askeb.I,II,III Keluarga Berencana Komunkasi Obstetri Ginekologi konseling BBL Neonatus Dok. Kebidanan Sosiologi keluarga Sumber data : Akademi Kebidanan Yogyakarta Kesehatan masyarakat

Pelaksanaan program praktik kebidanan komunitas sangat diperlukan tanggapan positip dan partisipasi masyarakat. Partisipasi diartikan sebagai kesediaan untuk membantu keberhasilan setiap program sesuai kemampuan setiap orang tanpa mengorbankan diri sendiri. Dalam hal ini menggerakkan partisipasi masyarakat merupakan usaha untuk mendapatkan dukungan masyarakat dalam rangka mensukseskan program-program (Ndraha, 1990)² Partisipasi masyarakat dalam program praktik kebidanan komunitas dapat dilakukan oleh tokoh masyarakat. Partisipasi masyarakat dalam program kesehatan bukan hanya “getting feed back” dari intervensi dalam waktu tertentu, tetapi dimulai dari pengenalan dan identifikasi permasalahan, penyusunan perencanaan program, sampai dengan implementasinya hingga evaluasi dan pengendalian. Peran serta masyarakat dalam program pelayanan kesehatan merupakan hubungan kemitraan sebagai upaya pendekatan yang memiliki pengaruh signifikan pada keberhasilan program. Kemitraan merupakan tujuan utama dalam konsep masyarakat sebagai sebuah sumber daya yang perlu dioptimalkan (community resource), dimana petugas pelayanan kesehatan komunitas harus memliki ketrampilan memahami dan bekerja bersama dengan anggota masyarakat dalam menciptakan perubahan di masyarakat (Notoatmodjo 2005)³.
Magister Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan

3

Menurut Mayoux (1995)4 bahwa partisipasi masyarakat dapat diorganisir dalam lembaga bukan pemerintah (non government organization/NGO) yang bertujuan membantu suatu program baik yang berlansung terus menerus maupun dalam kurun waktu tertentu. Prinsip partisipasi masyarakat terhadap masalah kesehatan adalah keikutsertaan dan keterlibatan didalam kegiatan pelayanan kesehatan. Partisipasi masyarakat merupakan syarat mutlak dan sangat penting untuk mencapai keberhasilan program. Masyarakat harus ikut serta didalam proses penyusunan perencanaan program hingga mengevaluasi keberhasilannya sehingga masyarakat tidak hanya dijadikan objek tetapi diikut sertakan sebagai subjek (pelaku). Beberapa program yang berorientasi pada upaya peningkatan partisipasi dan kemandirian masyarakat dalam bidang kesehatan seperti program tenaga penggerak masyarakat, pemberdayaan pesantren sebagai mitra kerja puskesmas, haruslah dilaksanakan dengan benar. Pengawasan serta evaluasi program harus dilakukan secara objektif dan efektif untuk mengetahui keberhasilan dan manfaat program; tantangan pembangunan kesehatan dimasa depan tidak lagi menjadi tanggung jawab pemerintah saja, tetapi masyarakat ikut serta bertanggung jawab. Problem kesehatan masyarakat cenderung meningkat dan komplek, hal ini memerlukan berbagai upaya agar masalah kesehatan dapat ditanggulangi secara efisien dan efektif. Dengan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk ikut serta dalam suatu program maka masyarakat termotivasi untuk bersama-sama mengatasi permasalahan yang ada, dan mengandung makna masyarakat ikut bertanggung jawab atas keberhasilan pelaksanaan program. Seseorang yang telah memperoleh kesempatan berperan serta dalam pengambilan keputuan dan tidak dihadapkan pada fait accompli akan cenderung untuk memperlihatkan kesediaan yang besar dan dapat menerima serta menyesuaikan dengan keputusan tersebut. Partisipasi masyarakat merupakan unsur penting didalam pelaksanaan program praktik kebidanan komunitas. Mahasiswa sebagai
4
Magister Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan

pelaksana program dituntut untuk mengadakan pendekatan dengan masyarakat agar dapat mendukung dan memberikan bantuan didalam melaksanakan kegiatan. Masyarakat harus diikut-sertakan mulai dari inventarisasi permasalahan, perencanaan, dan pelaksanaan hingga evalusi program. Keikutsertaan masyarakat dibidang kesehatan digambarkan sebagai suatu alat “empowerment” yang mana masyarakat ikut serta mengambil tanggung jawab dalam mendiagnosa dan memecahkan masalah kesehatan. Oleh karena itu perlu dibuktikan bagaimanakah partisipasi masyarakat terhadap pelaksanaan program praktik kebidanan komunitas di dusun Sudimoro desa Timbulharjo.

Metode
Penelitian ini termasuk jenis penelitian studi kasus deskriptif dengan disain cross sectional yakni dengan melakukan penelitian dalam periode tertentu terhadap satu wilayah. Memilih penelitian studi kasus karena studi kasus analog dengan eksperimen tunggal untuk memastikan kebenaran suatu teori yang telah disusun dengan baik. Studi kasus deskriptif menyajikan deskripsi lengkap dari suatu fenomena yang diteliti dalam konteks yang sama.(Yin, 2002)5. Dalam penelitian kesehatan studi cross sectional merupakan salah satu bentuk studi observasional yang paling sering dilakukan mencakup semua jenis penelitian yang pengukuran variabelnya hanya satu kali saja pada satu saat. Disain penelitian cross sectional untuk mempelajari hubungan antara variabel bebas dengan variabel tergantung. Lokasi penelitian adalah dusun Sudimoro desa Timbulharjo Sewon Bantul, karena merupakan lokasi praktik kebidanan komunitas Akademi Kebidanan Yogyakarta. Dukungan masyarakat terhadap program praktik kebidanan komunitas dinilai baik sehingga praktik kebidanan komunitas dapat dilaksanakan sesuai dengan harapan. Sumber informasi dalam penelitian ini adalah tokoh masyarakat yang ikut berperan dalam pelaksanaan praktik kebidanan komunitas di
Magister Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan

5

dusun Sudimoro desa Timbulharjo. Sebagai subyek penelitian adalah pamong desa, pengurus PKK desa, pengurus LPMD dan kader kesehatan yang mengurusi posyandu serta tokoh masyarakat lainnya. Dalam penelitian studi kasus, instrumen yang digunakan antara lain (1) Kuesioner di pakai peneliti dengan mengajukan sejumlah pertanyaan tertulis kepada responden tentang tanggapan dan partisipasi masyarakat terhadap pelaksanaan praktik kebidanan komunitas, (2) Wawancara dengan mengajukan beberapa pertanyaan yang telah dipersiapkan kepada ibu rumah tangga tentang fakta kegiatan mahasiswa untuk mendukung hasil isian kuesioner, (3) Observasi dengan melakukan pengamatan lansung kondisi subyek atau perilaku yang dapat di lihat di lapangan. Pengamatan langsung dapat merupakan sumber bukti untuk mendukung hasil wawancara dan jawaban kuesioner dan (4) Dokumentasi dengan mempelajari laporan hasil praktik kebidanan komunitas dan data di kantor Desa Timbulharjo dan laporan Akademi Kebidanan Yogyakarta tentang Hasil Praktik Kebidanan Komunitas di dusun Sudimoro.

Hasil dan Pembahasan
Dusun Sudimoro terletak di Jl.Imogiri Barat Km.8 Sewon Bantul dengan jumlah penduduk (2007) sebanyak 1.156 jiwa, terdiri laki-laki 559 jiwa dan perempuan 597 jiwa, meliputi 299 kepala keluarga. Kegiatan mahasiswa dalam praktik kebidanan komunitas di dusun Sudimoro dimulai tanggal 1 April 2006 selama empat minggu meliputi kegiatan kelompok dan kegiatan individu. Selama pelaksanaan praktik, kegiatan mahasiswa senantiasa dibantu oleh masyarakat baik para tokoh masyarakat maupun warga masyarakat yang lain. Partisipasi masyarakat tersebut dilakukan sejak penentuan lokasi, sosialisasi, pembekalan, pelaksanaan praktik kebidanan komunitas hingga evaluasi program dan pembinaan lanjutan hasil program. Pelaksanaan kegiatan mengacu pada Pedoman Pelaksanaan Praktik Kebidanan Komunitas sebagai bagian dari manajemen pembelajaran
6
Magister Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan

kebidanan komunitas serta wajib menguasi public health care. Peran mahasiswa dan masyarakat dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Peran Mahasiswa dan Masyarakat Dalam Praktik Kebidanan Komunitas
Kegiatan Tugas Kelompok: 1. menyelenggarakan MMD I 2. menyelenggarakan MMD II 3. menyelenggarakan MMD III Tugas Individu: 1. menyelenggarakan penyuluhan 2. kunjungan rumah 3. memberikan bimbingan kesehatan ibu dan anak Mahasiswa 75% 50% 20% 100% 100% 100% Partisipasi Masyarakat 25% 50% 80% fasilitator pendamping fasilitator

Kegiatan mahasiswa dalam bentuk kelompok dibantu masyarakat yaitu menyelenggarakan musyawarah masyarakat desa MMD I, melakukan identifikasi permasalahan kesehatan, pengkajian dan perencanaan penanganan masalah dengan problem solving. Dalam kegiatan MMD I peran mahasiswa lebih banyak dari pada tokoh masyarakat yang mengikuti. Selanjutnya mengadakan musyawarah masyarakat desa (MMD) II untuk menyusun rencana penanganan masalah kesehatan dengan memanfaatkan sumber potensi desa. Kegiatan dilanjutkan dengan menyelenggarakan MMD III bertujuan untuk menggerakkan kegiatan masyarakat untuk mengatasi permasalahan yang telah disusun serta tindak lanjutnya. Didalam MMD III peran tokoh masyarakat lebih besar dari pada peran mahasiswa. Jadwal kegiatan musyawarah masyarakat desa dapat dilihat pada Tabel 3.

Magister Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan

7

Tabel 3. Jadwal Penyelenggaraan Musyawarah Masyarakat Desa
Peserta Mahasiswa Masyarakat RT 01 MMD I 3-4- 2006 7 5 MMD II 10-4-2006 7 9 MMD III 12-4-2006 7 14 RT 02 MMD I 7-4-2006 6 4 MMD II 11-4-2006 6 6 MMD III 13-4-2006 6 8 RT 03 MMD I 8-4-2006 6 6 MMD II 11-4-2006 6 9 MMD III 14-4-2006 6 12 RT 04 MMD I 7-4-2006 6 7 MMD II 13-4-2006 6 7 MMD III 14-4-2006 6 11 RT 05 MMD I 9-4-2006 7 6 MMD II 12-4-2006 7 9 MMD III 15-4-2006 7 14 RT 06 MMD I 8-4-2006 6 8 MMD II 10-4-2006 5 8 MMD III 11-4-2006 5 11 RT 07 MMD I 8-4-2006 6 9 MMD II 14-4-2006 6 9 MMD III 15-4-2006 6 15 Sumber data : Laporan Akademi Kebidanan Yogyakarta Th.2006 Tempat Kegiatan Tanggal

Kegiatan mahasiswa secara individu meliputi penyuluhan kesehatan dan mengadakan bimbingan kepada ibu dan anak dalam bentuk kunjungan rumah (Publuc Health Nursing). Dalam penyuluhan kesehatan berperan sebagai penyuluh dan penyandang dana seluruhnya sedang peran tokoh masyarakat sebagai pendamping dan fasilitator. Pelaksanaan penyuluhan kesehatan oleh mahasiswa seperti pada Tabel 4.

8

Magister Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan

Tabel 4. Jadwal Pelaksanaan Penyuluhan Langsung April 2006
Materi Penyuluh Kesehatan ibu 16 RT 04 Umi Khasanah hamil Kesehatan 18 RT 01 Ida Sugiarti reproduksi 22 RT 03 Gizi keluarga Ika Wijayanti Keluarga 24 RT 06 Rahmawati berencana Kesehatan 26 RT 02 Dewi Ekawati lingkungan Kesehatan 28 RT 07 Kristofa S balita 29 RT 05 Immunisasi Siti Rohmah Data: Laporan Akademi Kebidanan Yogyakarta 2006 Tanggal Tempat Peserta 24orang 32orang 31orang 28orang 33orang 26orang 32orang

Partisipasi masyarakat telah dilakukan sejak penyusunan program praktik kebidanan komunitas, sosialisasi, penyiapan mahasiswa, pelaksanaan program hingga evaluasi. Partisipasi masyarakat tersebut timbul atas kehendak sendiri tanpa paksaan dan imbalan jasa. Program kebidanan komunitas di dusun Sudimoro diharapkan benar benar bermanfaat dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan khususnya kesehatan ibu dan anak. Oleh karena itu mahasiswa dituntut untuk melaksanakan program dengan sepenuh hati, tidak menyimpang dari kompetensi bidan serta disiplin sesuai dengan etika profesi. Besarnya partisipasi masyarakat terhadap pelaksanaan program praktik kebidanan komunitas setelah selesai dilaksanakan, terjadi perubahan perilaku masyarakat yang menunjukkan peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Pelaksanaan partisipasi masyarakat terhadap program praktik kebidanan komunitas Tahun 2006 seperti terlihat dalam Tabel 5.

Magister Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan

9

Tabel 5. Partisipasi Masyarakat Dalam Kegiatan Praktik Kebidanan Komunitas
Masyarakat Pamong desa PKK desa LKMD desa Kepala dusun Ketua RT PKK dusun LKMD dusun Kader Kesehatan Dasa Wisma Karang Taruna Jumlah Tahap Persiapan Penentuan Peme lokasi kalan 2 2 1 1 7 2 2 7 7 2 33 7 2 2 1 1 1 Tahap Pelaksanaan Penu MMD PHN luhan 2 2 1 1 7 2 2 7 7 2 33 2 1 1 7 2 2 7 7 2 31 14 7 2 7 7 Tahp Evaluasi 2 2 1 1 7 2 2 7 7 2 33 Pem Lan jut 2 2 1 1 7 2 2 7 7 2 33

Tabel 5 menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dilakukan sejak dari penyusunan rencana, pembekalan mahasiswa, pelaksanaan program hingga evaluasi. Hal ini sesuai dengan pendapat Abe (2005)6 bahwa partisipasi masyarakat dilakukan atas dasar kesadaran sendiri untuk membantu keberhasilan program tidak mengharapkan besarnya sumbangan yang akan diterima dan partisipasi tersebut dilakukan sejak perencanaan, implementasi, pengendalian dan evaluasi program. Perubahan perilaku masyarakat menunjukkan peningkatan derajat kesehatan masyarakat diantaranya: Peningkatan Kesehatan Lingkungan. Kondisi kesehatan perumahan penduduk dusun Sudimoro tahun 2007 terdapat 286 (96%) rumah termasuk kategori rumah sehat dan 13 (4%) kondisi rumah termasuk kategori kurang sehat. Sarana air bersih penduduk 100% mengguna10
Magister Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan

kan sumur gali; menurut data di kantor desa Timbulharjo tahun 2007 kondisi sumur gali tersebut dinyatakan tidak ada pencemaran; kalau ada tingkat pencemarannya rendah (0-2) sebanyak 47 sumur. Kondisi jamban keluarga, sarana pembuangan air limbah dan tempat pembuangan sampah keluarga dusun Sudimoro tahun 2007 seperti pada Tabel 6, 7 dan 8. Tabel 6. Kondisi Sarana Jamban Keluarga
Bentuk Baik Sedang Kurang Leher angsa 68 176 31 Cemplung 0 0 0 WC umum 2 19 1 Tidak ada WC 2 Jumlah 78 195 26 Sumber data : Kantor desa Timbulharjo Tahun 2007 Jumlah 249 0 22 2 299 % 92 0 7 1 100

Tabel 7. Kondisi Sarana Pembuangan Limbah Air Keluarga
Bentuk Baik Sedang Kurang Tertutup 58 150 16 Terbuka 75 Jumlah 58 150 91 Sumber data : Kantor desa Timbulharjo Tahun 2007 Jumlah 224 75 299 % 75 25 100

Tabel 8. Kondisi Tempat Pembuangan Sampah keluarga
Menggunkan Baik Sedang Kurang Bak sampah ke68 98 40 luarga Lubang sampah 60 Bak sampah 33 umum Jumlah 161 98 40 Sumber data : Kantor desa Timbulharjo Tahun 2007 Jumlah 206 60 33 299 % 69 20 11 100

Peningkatan Kesehatan Balita. Hasil pengamatan dan data kesehatan di kantor desa Timbulharjo menunjukkan jumlah balita di dusun Sudimoro sebanyak 103 anak dengan status gizi lebih baik dari target pada status gizi balita ditingkat desa Timbulhajo maupun target ditingkat Puskesmas Sewon. Tahun 2007 di dusun Sudimoro terdapat
Magister Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan

11

97% balita dengan gizi baik, dan 3% balita dengan gizi kurang; sedang gizi buruk tidak ada. Hal ini dapat dilihat pada Tabel 9. Tabel 9. Kondisi Gizi Balita Dusun Sudimoro Timbulharjo
Dusun Sudimoro Gizi buruk Gizi kurang 3% Gizi baik 97% Sumber data : Puskemas Sewon I Status Gizi Desa Timbulharjo 0,5% 11% 84% Puskesmas Sewon I 57% 11 68%

Perkembangan Posyandu. Di dusun Sudimoro terdapat 3 posyandu, yaitu posyandu lansia, posyandu balita dan posyandu anak sekolah SD. Kegiatan ketiga posyandu tersebut dilaksanakan dirumah Kepada dusun Sudimoro dengan jadwal tiap bulan yaitu pada minggu pertama untuk posyandu balita, minggu kedua untuk posyandu lansia dan minggu ketiga untuk posyandu anak sekolah SD. Selama pelaksanaan program praktik kebidanan komunitas, mahasiswa membantu memberikan motivasi kepada ibu-ibu rumah tangga yang masih memiliki anak balita agar membawa anak balitanya mengunjungi posyandu secara rutin tiap bulan untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anaknya. Hasil motivasi mahasiswa dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap manfaat posyandu seperti pada Tabel 10 dan 11. Tabel 10. Data Pencapaian Cakupan Pelayanan Posyandu
Hasil Kegiatan Posyandu Pencapaian di Dusun Sudimoro 2006 2007 61% 96% 63% 69% 57% Pencapaian di Puskesmas Sewon I 96% 68% 56%

Cakupan program(K/S) Partisipasi Masyarakat (D/S) Pencapaian Program 49% (N/D) Sumber data : Puskesmas Sewon I Th.2007

12

Magister Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan

Tabel 11. Data Cakupan Pemberian Vitamin A dan Fe Tahun 2007
Hasil Kegiatan Yandu Pencapaian Cakupan Vitamin A pada anak 91% balita Cakupan Vitamin A pada anak 87% bayi Cakupan Vitamin A pada ibu 85% nifas Cakupan Fe pada ibu hamil 91% Sumber data : Posyandu dusun Sudimoro Timbulharjo Target Puskesmas 90% 100% 80% 80%

Kepala dusun Sudimoro dan beberapa Ketua RT menjelaskan bahwa peningkatan kondisi kesehatan masyarakat tersebut merupakan hasil motivasi mahasiswa. Hal ini juga dibuktikan oleh hasil wawancara dengan masyarakat di Sudimoro. Tanggapan masyarakat secara umum baik dan dapat menerima semua kegiatan mahasiswa dalam praktik kebidanan komunitas kebidanan. Sebagian besar masyarakat ikut berpartisipasi sejak mulai penyusunan rencana kerja, penyelenggaraan sosialisasi sampai ikut serta dalam setiap kegiatan. Masyarakat menyatakan praktik kebidanan komunitas selama ini sangat bermanfaat. Untuk selanjutnya masyarakat menyarankan agar kegiatan praktik kebidanan komunitas lebih ditingkatkan baik proses kegiatan maupun jenis program, kinerja dan kedisplinan mahaiswa serta bantuan fasiltas pelayanan kesehatan dari institusi. Program praktik kebidanan komunitas bukan hanya dilakukan sekali saja, namun dilaksanakan setiap tahun bagi mahasiswa Akademi Kebidanan Yogyakarta. Oleh karena itu pelaksanaan program praktik kebidanan di dusun Sudimoro desa Timbulharjo perlu dievaluasi untuk dijadikan bahan masukan dalam penyelenggaraan program tahun berikutnya. Hal ini sesuai dengan pendapat Notoatmodjo (2005) bahwa evaluasi atau penilaian merupakan bagian yang integral dari fungsi manajemen; evaluasi dilakukan karena adanya dorongan atau

Magister Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan

13

keinginan untuk mengukur pencapaian hasil pelaksanaan program terhadap tujuan yang telah ditetapkan. Hasil evaluasi masyarakat dapat digunakan untuk memperbaiki, mempertahankan ataupun untuk mengakhiri program, selanjutnya dapat dimanfaatkan dalam perbaikan dan meningkatkan siklus pelayanan diwaktu yang akan datang serta untuk mendaya gunakan produktifitas asuhan kebidanan ( Effendi, 1998)7 Evaluasi program praktik kebidanan komunitas meliputi waktu pelaksanaan, penyiapan mahasiswa, kinerja mahasiswa dan manfaat program bagi masyarakat. Hasil evaluasi dapat dilihat pada Tabel 12 dan Gabar 1 dan 2. Tabel 12. Evaluasi Terhadap Kinerja Praktik Kebidanan Komunitas
Kinerja Baik Sedang Cukup Kurang Tidak tahu Jumlah N 20 4 4 5 0 33 % 60,61 12,12 12,12 15,15 0 100

25 20 15 10

24

penyuluhan kunjungan rumah 7 semua

5 2 0 1 2

14

Magister Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan

Gambar 1. Evaluasi Terhadap Manfaat Kegiatan Individu

0

3

Bermanfaat

Tidak Bermanfaat Tidah Tahu
30

Gambar 2. Tanggpan tentang Manfaat Praktik Kebidanan Komunitas Terhadap Peningkatan Kesehatan Lingkungan

Kesimpulan
Program praktik kebidanan komunitas Akademi Kebidanan Yogyakarta di dusun Sudimoro dapat dilasanakan dengan tepat waktu, tepat sasaran dan sesuai dengan tujuan; namun kinerja dan kedisiplinan mahasiswa masih perlu ditingkatkan. Manajemen pembelajaran kebidanan komunitas telah sesuai dengan visi institusi dan kurikulum akademi; namun masih perlu ditinjau kembali. Oleh karena itu Pedoman Pelaksanaan Praktik Kebidanan Komunitas perlu direvisi sesuai dengan saran dan kebutuhan masyarakat Partisipasi masyarakat dilakukan atas dasar kesadaran sendiri tanpa mengaharapkan balas jasa, namun berharap agar pelaksanaan praktik kebidanan komunitas bermanfaat bagi masyarakat khususnya ibu dan anak. Dalam setiap kegiatan; melibatkan masyarakat mulai dari penyiapan dan pembekalan mahasiswa, dalam pelaksanaan kegiatan dan sampai dengan evaluasi. Tanggapan masyarakat terhadap program praktik kebidanan komunitas sangat baik dan dapat merasakan manfaat dari hasil kegiatan mahasiswa.
Magister Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan

15

Manfaat yang dirasakan adalah meningkatnya cakupan kunjungan ibu dan anak keposyandu, meningkatkan status gizi balita, serta peningkatan kondisi perumahan penduduk dan kesehatan lingkungan

Saran
Pedoman Pelaksanaan Praktik Kebidanan Komunitas perlu ditinjau kembali sesuai dengan kebutuhan dan masukan dari masyarakat, khususnya mengenai waktu pelaksanaan, materi pembekalan agar lebih mengutamakan kepada kondisi sosial budaya dan ekonomi masyarakat serta etika profesi bidan. Mahasiswa perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan cara menjalin kerja sama dengan masyarakat serta peralatan kebidanan untuk memberikan pelayanan asuhan kebidanan kepada ibu hamil. Ada kegiatan pembinaan sebagai tindak lanjut program. Diberikan bahan bacaan seperti brosur, poster tentang kesehatan ibu dan anak, serta bantuan untuk menambah aktivitas posyandu yang akan datang seperti peralatan posyandu dan pemberian makanan dan minuman tambahan bagi balita. Desa yang telah berhasil memberikan dukungan dan partisipasi aktif terhadap pelaksanaan program praktik kebidanan komunitas dijadikan Desa Binaan Institusi dengan berbagai kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Daftar Pustaka
1. Syahlan, HJ. (1996) Kebidanan Komunitas, Yayasan Bina Sumber Daya Kesehatan, Jakarta 2. Ndraha, T. (1990) Pembangunan Masyarakat, Rineka Cipta, Jakarta

16

Magister Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan

3. Notoatmodjo, S. (2005) Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasi, Rineka Cipta, Jakarta 4. Mayoux, L. (1995) Beyond Naivety: Women,Gender Inequality and Participatory Develompment, Development and Change, Institute of Social Studies, Netherland,Vol.26 No.2 ,p 235 5. Yin, RK. (2002). Studi Kasus Desain & Metode, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta 6. Abe, (2005). Perencanaan Daerah Partsisipasi, Pustaka Jogja Mandiri, Yogyakarta 7. Effendi, N. (1998). Dasar Dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat , EGC, Jakarta.

Magister Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan

17