Pengertian Dasar Hukum Tujuan Penerbitan SUKUK RITEL Manfaat atau by sparkunder16

VIEWS: 1,757 PAGES: 2

									                                                                                      6. Memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi serta
                                                                                                                                                                              Mekanisme Pembayaran Imbalan dan Nilai Nominal
                                                                                         mendukung pembiayaan pembangunan nasional.
    Pengertian                                                                                                                                                                Pemerintah melalui Bank Indonesia mentransfer dana tunai sebesar jumlah
                                                                                      7. Pembayaran imbalan dan nilai nominal dilakukan secara tepat waktu dan
     Surat Berharga Syariah Negara Ritel (Sukuk Ritel) adalah surat berharga negara                                                                                       pembayaran imbalan dan/atau nilai nominal Sukuk Ritel ke sub-registry.
                                                                                         online ke dalam rekening tabungan investor.
 yang diterbitkan berdasarkan prinsip syariah sebagai bukti atas bagian penyertaan                                                                                        Selanjutnya sub-registry mentransfer dana tunai ke rekening tabungan investor
 terhadap Aset Surat Berharga Syariah Negara, yang dijual kepada individu atau           Risiko Investasi pada SUKUK RITEL                                                pada tanggal jatuh tempo pembayaran imbalan dan/atau nilai nominal Sukuk
 perseorangan Warga Negara Indonesia melalui Agen Penjual, dengan volume                   Investasi Sukuk Ritel pada prinsipnya merupakan investasi yang bebas dari      Ritel. Pihak yang tercatat sebagai pemegang Sukuk Ritel pada sub-registry dalam
 minimum yang telah ditentukan.                                                       risiko gagal bayar (yaitu kegagalan Pemerintah untuk membayar imbalan dan           2 (dua) hari kerja sebelum tanggal pembayaran imbalan dan atau nilai nominal
                                                                                                                                                                          Sukuk Ritel berhak atas imbalan dan/atau nilai nominal Sukuk Ritel.
    Dasar Hukum                                                                       nilai nominal kepada investor). Sedangkan pada transaksi di pasar sekunder
 1. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah
                                                                                      dimungkinkan adanya risiko pasar berupa capital loss akibat harga jual Sukuk           Ilustrasi Perhitungan Hasil Investasi SUKUK RITEL
                                                                                      Ritel yang lebih rendah dibandingkan harga belinya. Risiko capital loss ini dapat
    Negara.
                                                                                      dihindari dengan cara tidak menjual Sukuk Ritel sampai dengan jatuh tempo.
                                                                                                                                                                          1. Harga Par
 2. Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2008 tentang Perusahaan Penerbit                                                                                                      Investor A membeli Sukuk Ritel di Pasar Perdana sebesar Rp 10.000.000,00
    Surat Berharga Syariah Negara.                                                       Persyaratan Investasi pada SUKUK RITEL                                           dengan nilai indikatif imbalan 12% dan tidak dijual sampai jatuh tempo, maka
 3. Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2008 tentang Pendirian Perusahaan             1. Individu atau perseorangan Warga Negara Indonesia yang dibuktikan dengan         hasil yang diperoleh adalah:
    Penerbit Surat Berharga Syariah Negara Indonesia.                                    Kartu Tanda Penduduk (KTP)/Surat Izin Mengemudi (SIM).
                                                                                                                                                                              •	    Imbalan	 =	12	%	x	Rp	10.000.000,00	x	1/12
 4. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 218 Tahun 2008 tentang Penerbitan                2. Investasi minimum Rp 5.000.000,00 (lima juta rupiah) dan kelipatan Rp
                                                                                                                                                                              	     	        =	Rp	100.000,00	setiap	bulan	sampai	dengan	jatuh	tempo
    dan Penjualan Surat Berharga Syariah Negara Ritel di Pasar Perdana Dalam             5.000.000,00 (lima juta rupiah).
                                                                                                                                                                              •	    Nilai	Nominal	pada	saat	jatuh	tempo		         	
    Negeri.                                                                           3. Mempunyai rekening tabungan di salah satu bank umum (bank umum syariah/
                                                                                         bank umum konvensional) dan rekening surat berharga di salah satu sub-               	     	        =	Rp	10.000.000,00
 5. Fatwa Dewan Syari’ah Nasional Nomor 69/DSN-MUI/VI/2008 tentang Surat
    Berharga Syariah Negara.                                                             registry.                                                                            •	    Total	yang	diperoleh	pada	saat	jatuh	tempo	
 6. Fatwa Dewan Syari’ah Nasional Nomor 70/DSN-MUI/VI/2008 tentang Metode                Prosedur Investasi pada SUKUK RITEL                                                  	     	        =	Imbalan	+	Nilai	Nominal
    Penerbitan Surat Berharga Syariah Negara.                                         1. Investasi di Pasar Perdana                                                           	     	        =	Rp	10.100.000,00
 7. Fatwa Dewan Syari’ah Nasional Nomor 71/DSN-MUI/VI/2008 tentang Sale                    •	 Membuka	 rekening	 tabungan	 di	 salah	 satu	 bank	 umum	 (bank	 umum	      2. Harga Premium
    and Lease Back.                                                                           syariah/bank umum konvensional) dan rekening surat berharga di salah           Investor B membeli Sukuk Ritel di Pasar Perdana sebesar Rp 10.000.000,00
 8. Fatwa Dewan Syari’ah Nasional Nomor 72/DSN-MUI/VI/2008 tentang Surat                      satu sub-registry.                                                          dengan kupon 12% dan dijual di Pasar Sekunder dengan harga 105%, maka hasil
    Berharga Syariah Negara Ijarah Sale and Lease Back.                                    •	 Mengisi	 formulir	 pemesanan	 dari	 Agen	 Penjual	 yang	 ditunjuk	 oleh	    yang diperoleh adalah :
    Tujuan Penerbitan SUKUK RITEL                                                             Pemerintah dengan melampirkan fotokopi KTP/SIM.                                 •	    Imbalan	 =	12	%	x	Rp10.000.000,00	x	1/12
    Sukuk Ritel diterbitkan dengan tujuan membiayai anggaran negara, diversifikasi         •	 Menyetor	 dana	 tunai	 ke	 rekening	 khusus	 Agen	 Penjual	 dan	                	     	        =	Rp	100.000,00	setiap	bulan	sampai	dengan	saat	dijual
 sumber pembiayaan, memperluas basis investor, mengelola portofolio pembiayaan                menyampaikan bukti setor dana kepada Agen Penjual sesuai dengan
                                                                                              jumlah pemesanan.                                                               •		   Capital Gain
 negara, dan menjamin tertib administrasi pengelolaan Barang Milik Negara.
                                                                                           •	 Memperoleh	 hasil	 penjatahan	 Pemerintah	 dari	 Agen	 Penjual	 sesuai	         	     	        =	Rp	10.000.000,00	x	(105-100)%
    Manfaat atau Keuntungan Investasi pada SUKUK RITEL
                                                                                              dengan ketentuan yang berlaku.                                                  	     	        =	Rp	500.000,00
 1. Investasi yang aman, karena pembayaran imbalan dan nilai nominalnya dijamin
    oleh Undang-Undang.                                                                    •	 Menerima	bukti	kepemilikan	Sukuk	Ritel	dari	Agen	Penjual.                       •		   Nilai	Nominal	yang	diterima	saat	dijual	Rp	10.500.000,00	yang	berasal		
                                                                                           •	 Menerima	 pengembalian	 sisa	 dana	 dalam	 hal	 jumlah	 pemesanan	 tidak	   	         dari	Nilai	Nominal	SUKUK	RITEL	sebesar		
 2. Bagi Investor syariah, investasi ini tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip
    syariah, sehingga selain aman juga menentramkan.                                          seluruhnya dimenangkan.                                                         	     	        =Rp	10.000.000,00	+	Capital Gain.

 3. Investor memperoleh imbalan yang lebih tinggi dari tingkat imbalan yang           2. Investasi di Pasar Sekunder                                                          •	    Total	yang	diperoleh	pada	saat	dijual	
    diberikan oleh perbankan. Imbalan bersifat tetap dan dibayarkan setiap bulan           •	 Pembelian	SUKUK	RITEL	yang	dilakukan	dengan	mekanisme	bursa	harus	              	     	        =	Imbalan	+	Nilai	Nominal	pada	saat	dijual
    sampai dengan jatuh tempo.                                                                melalui	Perusahaan	Efek.                                                        	     	        =	Rp	10.600.000,00
 4. Prosedur pembelian dan penjualan yang mudah dan transparan.                            •	 Pembelian	SUKUK	RITEL	yang	dilakukan	dengan	mekanisme	non-bursa	            3. Harga Discount
         5. Dapat diperdagangkan di pasar sekunder sesuai dengan harga pasar,                 (over the counter)	dapat	melalui	Perusahaan	Efek,	Bank	Umum	Syariah	
                                                                                                                                                                             Investor C membeli Sukuk Ritel di Pasar Perdana sebesar Rp10.000.000,-
            sehingga investor berpotensi mendapatkan capital gain di pasar                    dan Bank Umum Konvensional.
                                                                                                                                                                          dengan kupon 12% dan dijual di Pasar Sekunder dengan harga 95%, maka hasil
              sekunder.

                                                                                 >                                                                                 >>                                                                                 >>>
sukuk
 yang diperoleh adalah:                                                             Gedung A. A. Maramis II Lantai 6,
    •     Imbalan = 12 % x Rp 10.000.000,00 x 1/12                                  Jl. Lapangan Banteng Timur 1-4,
                            = Rp 100.000,00 setiap bulan sampai dengan saat         Jakarta 10710
                              dijual                                                Telp. 021 - 3516296 (hunting)
    •     Capital Loss      = Rp 10.000.000,00 x (95%-100%)                         Fax. 021 - 3510727
                            = - Rp 500.000,00                                       E-Mail webmaster@dmo.or.id;
    •     Nilai Nominal yang diterima saat dijual Rp 9.500.000,00 yang berasal      Website www.dmo.or.id
          dari Nilai Nominal Sukuk Ritel sebesar
                            =Rp 10.000.000,00 + Capital Loss.
    •     Total yang diperoleh pada saat dijual
                                                                                                      POKOK-POKOK KETENTUAN
                            = Imbalan + Nilai Nominal pada saat dijual
                            = Rp 9.600.000,00
                                                                                                SURAT BERHARGA SYARIAH NEGARA RITEL
    Catatan:
    • Ilustrasi di atas belum memperhitungkan biaya-biaya transaksi dan pajak.      Obligor                   : Pemerintah Republik Indonesia
    • Transaksi penjualan di Pasar Sekunder dengan asumsi penjualan terjadi pada    Penerbit                  : Perusahaan Penerbit SBSN
     saat pembayaran Imbalan, sehingga tidak memperhitungkan accrued yang           Akad                      : Ijarah Sale and Lease Back
     ada.
                                                                                    Harga per Unit            : At Par (100%)
    Penatausahaan                                                                   Nominal per unit          : Rp 1.000.000,00
 1. Pencatatan kepemilikan dilakukan secara elektronik (scripless). Sebagaimana     Tenor                     : 3 tahun
    diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 19 tahun 2008, kegiatan
    penatausahaan yang mencakup antara lain kegiatan pencatatan kepemilikan,        Satuan Pembelian          : Rp 5.000.000,00 dan kelipatannya, dan tidak ada
    kliring dan setelmen, serta agen pembayar imbalan dan nilai nominal Sukuk                                   jumlah maksimum pembelian.
    Ritel dilaksanakan oleh Bank Indonesia (BI). Selanjutnya BI telah menunjuk 12   Perdagangan               : Dapat diperdagangkan pada bursa dimana Sukuk
    sub-registry untuk membantu pelaksanaan penatausahaan tersebut.                                             Ritel ini didaftarkan
 2. Daftar sub-registry yang telah ditunjuk oleh BI adalah Bank Central Asia,
    Bank Internasional Indonesia, Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia 1946,
                                                                                    Imbalan                   : Fixed coupon, ditentukan di awal akad (pre-
                                                                                                                determined), dan dibayarkan secara periodik setiap                              SUKUK RITEL
    Bank CIMB Niaga, Bank Rakyat Indonesia, Citibank NA, Deutsche Bank, HSBC,                                   bulan.                                                 S U R AT B E R H A R G A S YA R I A H N E G A R A R I T E L
    Standard Chartered Bank, Bank Permata, Kustodian Sentral Efek Indonesia         Nominal Pelunasan         : • At Par (100%),
    (KSEI).
                                                                                    Kustodian                 : Anggota sub-registry (Bank Central Asia, Bank
 3. Biaya atas Kegiatan Penatausahaan yang dibebankan pada investor                                             Internasional Indonesia, Bank Mandiri, Bank Negara
    tergantung pada kebijakan masing-masing sub-registry. Sebagai contoh, biaya                                 Indonesia 1946, Bank CIMB Niaga, Bank Rakyat
    penyimpanan (safe keeping fee) pada “Sub-Registry X” adalah sebesar 0,005%                                  Indonesia, Citibank NA, Deutsche Bank, HSBC,
    per tahun dari jumlah nilai nominal investasi Sukuk Ritel yang dibayar setiap                               Standard Chartered Bank, Bank Permata, Kustodian
    bulan.                                                                                                      Sentral Efek Indonesia (KSEI).
                                                                                    Agen Penjual              : Bank Umum (bank umum syariah/bank uum
 Untuk Informasi lebih lanjut hubungi:                                                                          konvensional) dan Perusahaan Efek yang ditunjuk
                                                                                                                Pemerintah                                                 Direktorat Pembiayaan Syariah
                                                                                    Buyback                   : Pemerintah dapat membeli kembali Sukuk Ritel
                                                                                                                                                                       Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang
 DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA                                                                         sebelum jatuh tempo pada harga pasar                               Gedung A.A. Maramis II Lt. 6
                                                                                                                                                                       Jl. Lapangan Banteng Timur No. 1 - 4 Jakarta 10710
        DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN UTANG                                       Target Investor           : Individu (perseorangan)                                Telepon (021) 351 6296, 344 9230 ext. 2600 - 2601
           DIREKTORAT PEMBIAYAAN SYARIAH                                                                                                                             Faksimili (021) 351 0727 Website http://www.dmo.or.id

                                                                          >>>>                                                                           >>>>>
sukuk

								
To top