DERAYA.doc - LAPAN - Lembaga Pen by peirongw

VIEWS: 78 PAGES: 5

									PERJANJIAN KERJASAMA OPERASIONAL ANTARA LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL DAN PT. DERAYA TENTANG PENGOPERASIAN DAN PEMELIHARAAN PESAWAT TERBANG MILIK LAPAN JENIS CESNA 206 NOMOR REGISTRASI PK-UFO Perjanjian Kerja Sama Operasional ini dibuat di Jakarta pada hari Senin tanggal dua puluh lima bulan Februari tahun dua ribu dua oleh dan antara: Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, sebuah lembaga penelitian dan pengembangan negara non departemen yang dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 2002 dan Keputusan Presiden Nomor 110 Tahun 2001 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 2002 dan beralamat di Jalan Pemuda, persil No.1, Jakarta Timur (selanjutnya disebut LAPAN) PT. DERAYA, sebuah perusahaan swasta yang bergerak dalam bidang usaha pengelolaan angkutan udara dan beralamat di Gedung Terminal Lt. 1 No. 150 HT Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, 13610 MENIMBANG LAPAN memiliki pesawat terbang jenis Cesna 206 dengan nomor registrasi PK-UFO (selanjutnya disebut PK-UFO) untuk melaksanakan tugas-tugas penelitian dan pengembangan di seluruh wilayah Indonesia sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Untuk keperluan pemeliharaan dan pengoperasian pesawat tersebut sesuai dengan ketentuan-ketentuan Pemerintah Republik Indonesia di bidang penerbangan, LAPAN perlu bekerjasama dengan badan usaha yang memiliki kemampuan dalam pemeliharaan dan pengoperasian pesawat. . PT DERAYA mempunyai fasilitas dan konsesi dari Pemerintah Republik Indonesia untuk melakukan pemeliharaan dan pengoperasian pesawat-pesawat terbang secara komersil di Indonesia dan bersedia bekerjasama dengan LAPAN untuk memelihara dan mengoperasikan PKUFO. Berdasarkan pertimbangan tersebut di atas LAPAN dan PT. DERAYA telah bersepakat untuk bekerjasama dalam pemeliharaan dan pengoperasian PK-UFO dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut :

Pasal 1 MAKSUD DAN TUJUAN Perjanjian Kerjasama Operasional ini dimaksudkan untuk menjamin kesinambungan pemeliharaan PK-UFO sesuai dengan ketentuan yang berlaku dengan tujuan agar pesawat tersebut selalu berada dalam kondisi laik terbang pada saat LAPAN ingin menggunakannya untuk keperluan penelitian dan pengembangan. Pasal 2 PEMELIHARAAN 1. PK-UFO senantiasa diparkir di apron hangar PT. DERAYA di Lanuma Halim Perdanakusuma, Jakarta untuk keperluan pemeliharaan oleh teknisi PT. DERAYA yang telah ditunjuk untuk itu kecuali dalam kondisi tertentu dimana pesawat harus menginap di tempat lain. 2. Untuk perbaikan-perbaikan atau modifikasi-modifikasi pesawat PT. DERAYA menyediakan peralatan, suku cadang maupun komponen sesuai dengan kebutuhan. 3. PT. DERAYA menyelesaikan segala urusan mengenai pembaharuan atau perpanjangan lisensi sertifikat dan perijinan sesuai dengan ketentuan-ketentuan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara cq. Sub Direktorat Kelaikan Udara. Pasal 3 PENGOPERASIAN PK-UFO UNTUK TUJUAN PENELITlAN 1. LAPAN dapat menggunakan PK-UFO untuk tujuan penelitian atau untuk keperluan lainnya sesuai dengan rencana yang telah disepakati bersama, dengan waktu pemakaian hingga 10 (sepuluh) jam terbang dalam satu bulan. 2. Perhitungan pemakaian jam terbang per bulan adalah berdasarkan perhitungan perbulan mandiri, tanpa adanya akumulasi bagi bulan sebelumnya maupun yang akan datang. 3. Bagi pemakaia lebihdari 10 (sepuluh) jam terbang perbulan, maka segenap biaya yang timbul akan menjadi beban LAPAN. 4. PT. DERAYA wajib menyediakan pesawat pengganti apabila PK-UFO sedang berada di luar kota. 5. LAPAN wajib mengajukan rencana penggunaan PK-UFO untuk tujuan penelitian atau keperluan lainnya kepada PT. DERAYA sekurang-kurangnya 3 (tiga) hari sebelumnya. 6. Untuk keperluan penerbangan sebagaimana tertera pada ayat (1) pasal 3 diatas, personil dan peralatan yang diperlukan untuk penelitian disediakan oleh LAPAN sedang tenaga penerbang, tenaga teknisi, bahan bakar dan pelumas disediakan oleh PT. DERAYA

Pasal 4 PENGOPERASIAN PK-UFO OLEH PT. DERAYA 1. Untuk menutupi pembiayaan yang dikeluarkanoleh PT. DERAYA atas pemeliharaan PK-UFO sebagaimana tersebut pada pasal 1 dan pasal 2, PT. DERAYA diperkenankan untuk mengoperasikan PK UFO sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 2. Apabila di dalam pengoperasian dan pemeliharaan PK-UFO PT. DERAYA memperoleh sisa pendapatan keuangan setelah memperhitungkan seluruh kebutuhan biaya operasional dan keuntungan perusahaan, maka sisa pendapatan atan keuangan tersebut harus disetorkan ke Kas Negara sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Pasal 5 ASURANSI 1. PT. DERAYA wajib mengasuransikan PK-UFO dengan nilai pertanggungan sekurangkurangnya seharga nilai umum dan berdasar taksasi wajar perusahaan asuransi. 2. PT. DERAYA wajib mengasuransikan penerbang-penerbang yang ditugaskan untuk menerbangkan PK-UFO dengan nilai pertanggungan sesuai peraturan perusahaan PT. DERAYA. 3. PT. DERAYA wajib mengasuransikan penumpang PK-UFO. 4. PT. DERAYA wajib mengasuransikan pihak ketiga yang mungkin mengalami kerugian akibat kecelakaan PK-UFO. Pasal 6 LAPORAN PENGOPERASIAN DAN. PEMELIHARAAN 1. PT. DERAYA wajib memberikan laporan secara periodik menyangkut jam terbang dan biaya pengoperasian PK-UFO. 2. PT. DERAYA wajib memberikan laporan secara periodik kepada LAPAN menyangkut pemeliharaan PK-UFO 3. Periodisasi pelaporan sebagaimana ayat (1) dan ayat (2) Pasal 5 ini adalah triwulan. Pasal 7 MASA BERLAKU 1. Perjanjian Kerja Sama Operasional berlaku selama 5 (lima)tahun sejak ditandatangani. . 2. Perjanjian Kerja Sama Operasional ini akan diperpanjang secara otomatisuntuk 5 (lima) tahun berikutnya dan apabila salah satu pihak tidak bersedia memperpanjang Perjanjian Kerja Sama Operasional ini maka pihak tersebut harus memberitahukan pihak lainnya sekurangkurangnya 6 (enam) bulan sebelumnya.

3. Apabila Perjanjian Kerjasama Operasional ini berakhir dan atau PT. DERAYA memutuskan perjanjian kerjasama ini, PT. DERAYA wajib menyerahkan pesawat PK-UFO kepada LAPAN dalam kondisi laik terbang tanpa tuntutan ganti rugi. Pasal 8 PENYELESAIAN SENGKETA
1.

Dalam hal terjadi perselisihan antara kedua pihak mengenai pelaksanaan isi Perjanjian Kerja Sama Operasional ini, maka kedua pihak sepakai untuk menyelesaikannya secara musyawarah untuk mufakat. dimulainya musyawarah, maka kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan perselisihan tersebut di tempat yang umum, tetap dan tidak berubah di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Pasal 9 FORCE MAJEURE

2. Apabila musyawarah tidak dapat mencapai mufakat dalam waktu 30 (tigapuluh) hari setelah

Apabila maksud dan tujuan Perjanjian Kerja Sama Operasional ini tidak dapat dilaksanakan, baik untuk sebagian maupun untuk seluruhnya, oleh sebab-musabab di luar kemampuan LAPAN ataupun PT. DERAYA untuk mengatasinya, seperti perubahan Undang-undang, perubahan peraturan-peraturan Pemerintah, bencana alam, keadaan Negara dalam keadaan bahaya, perang, pemberontakan, huru-hara dan lain sebagainya, LAPAN dan PT. DERAYA akan mengambil langkah-langkah yang menguntungkan kedua belah pihak melalui konsultasi. Pasal 10 LAIN-LAIN Hal-hal yang belum diatur dalam Perjanjian Kerja Sarna Operasional ini jika dikehendaki dan disetujui dapat dituangkan dalam bentuk Amandemen yang ditandatangani oleh kedua pihak dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Perjanjian Kerja Sama Operasional ini. Pasal 11 PENUTUP Perjanjian Kerja Sama Operasional ini dibuat dan ditandatangani di tempat dan waktu tersebut di atas dalam rangkap 2 (dua) bermaterai cukup dan mempunyai kekuatan hukum yang sama, masing-masing untuk LAPAN dan PT. DERAYA.
DIREKTUR UTAMA PT. DERAYA

Ir. Wisjnu P. Marsis, M. Eng

Siti Rahayu Sumadi


								
To top