139 PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK MEREDUKSI MISKONSEPSI by cometjunkie45

VIEWS: 0 PAGES: 13

									      PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK MEREDUKSI
    MISKONSEPSI PADA POKOK BAHASAN KINEMATIKA DAN DINAMIKA
            MELALUI EKSPERIMEN VIRTUAL INTERAKTIF

                                       Juli Astono

                                        Abstract

        The purpose of the research are : (1) Develop the cooperation among the lectures
basically in Elementary Physics with the lectures of computation and the colleges so, in
order to all hand can take function mutually (reciprocity of benefits) to improve the
elementary physics studying in Jurusan Pendidikan Fisika FMIPA UNY, (2) Solve the
studying problems of colleges related on studying ways, mistakes in the studying ways
and the misunderstandings by the use of information technology, (3) Develop the
studying design and strategy mainly in the communication problems in the studying
processes, (4) Develop and use the supported tools, studying media and sources which is
the multimedia for interactive virtual experiments, (5) develop the studying model to
prepare the professional teacher candidates because they have had abilities in
information technology application, (6) Design the cycle of elementary physics studying
in the form of research for improvement of instruction so it can get the accurate studying
strategy through the reflection done every end of processes, and (7) Submit the obstacles
as an evaluation for the next researches.
        This research is a class activity research which is hold in elementary physics
class and the research subjects are 77 colleges include 2 lecturers which one as a
lecturer (teaching) and the other as a collaborator. The analyzed data from this research
are qualitative (taken from questioner, observation sheet and activity form done by
lecture and student) and quantitative (taken from cognitive test and performance
assessment).
        The result of this research are: (1) Instrument based on information technology is
successfully developed and it support the studying result and processes quality in the
subject of elementary physics. (2) Lecturer can do all aspects in the e-learning studying
as the same which has been designed by researcher team. (3) the lecturers’ activity
mainly is inside the activities for direct the teaching-studying activity based on the
research design, support and accompany the colleges to be active and independent. (4)
Colleges activities are almost in the field of e-learning program using, and discussion.
(5) The active independent which is almost done by the colleges are the ability to take
information and divide the task in group to finish the tasks, (6) Generally the colleges
regard pleased and feel like find the new things toward the e-learning instruments and
model which have been developed by the researchers, so that the students are desired to
attend the next elementary physics class like the before they have had attended, (7) The
lecturers of elementary physics suppose that the instrument which has been developed
can help enough and very useful in the classical process of elementary physics, and
Classical activity by the e-learning model can increase the right proportion answer of the
colleges’ test.
Keywords : Information technology, reduction of misconception in Kinematics and
              Dynamics chapter, Interactive Virtual Experiment



                                                                                      139
A.   PENDAHULUAN
       Permasalahan pertama, relative masih kurang penguasaan teknologi informasi
oleh calon pendidik/guru bidang fisika yang menjadi tuntutan berkembangnya informasi
dan teknologi pembelajaran yang sebetulnya secara kuantitatif sangat mudah diakses
melalui fasilitas yang disediakan pihak lembaga (Jurusan Fisika FMIPA UNY). Jumlah
komputer yang terhubung dengan jaringan internet cukup banyak dan dapat dengan bebas
digunakan oleh mahasiswa. namun sampai sejauh ini animo mahasiswa untuk meman
faatkan fasilitas itu sangat terbatas, kedua minimnya kemandirian mahasiswa dalam
mengakses sumber belajar dan keterbatasan waktu tatap muka dibandingkan dengan
begitu banyaknya konsep-konsep pada Kinematika dan Dinamika yang diberikan pada
mahasiswa, Disamping digunakan untuk mencari dan mengakses sumber belajar melalui
pencarian di internet dari website yang telah tersedia, maka teknologi informasipun dapat
dibuat dan dirancang oleh dosen mata kuliah tertentu dengan cara berkolaborasi dengan
dosen yang menguasai teknologi informasi sehingga dapat dibuatkan website khusus
untuk matakuliah tertentu bahkan bisa digunakan untuk melakukan eksperimen virtual
interaktif dengan pembuatan program multimedia (e-learning)
Penyusunan website yang berisi informasi akademik, referensi, sumber belajar interaktif,
dan program macromedia untuk kegiatan eksperimen virtual interaktif sangat membantu
pencapaian belajar mahasiswa karena dengan cara seperti ini maka mahasiswa dapat
mengakses secara mandiri dengan waktu interaksi yang tidak terbatas. Hal lain yang juga
sangat penting dapat diatasi dengan penelitian ini adalah upaya meningkatkan
pemahaman konsep pada Kinematika dan Dinamika karena mahasiswa dapat mem
bandingkan langsung berbagai informasi tentang suatu konsep yang diperolehnya.
Dengan mengakses berbagai informasi secara langsung dan rancangan website interaktif
maka diharapkan permasalahan yang terkait dengan pemahaman konsep dalam
Kinematika dan Dinamika dapat diatasi.
Untuk lebih memahami kerangka fikir dari kegiatan penelitian ini maka berikut ini
digambarkan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan.




                                                                                     140
                         DIAGNOSIS PERMASALAHAN
                              PEMBELAJARAN


                                     Kemandirian mahasiswa
                                     Keterbatasan waktu eksperimen
                                     Kemampuan mengakses teknologi
                                     Kurangnya referensi
                                     Belum ada kolaborasi antar dosen




                           ALTERNATIF SOLUSI MELALUI
                                  PENELITIAN



                   KOLABORASI                     Dosen dengan Dosen
                                                  Dosen dengan mahasiswa

   WEBSITE
 INTERAKTIF                                       Eksperimen virtual interaktif
                                                  Penelusuran informasi internet


                    REDUKSI
                    MISKONSEPSI


                              HASIL YANG DIRENCANAKAN

                                 INOVASI TEKNOLOGI
                                  PEMBELAJARAN
                                 PENYIAPAN CALON GURU
                                  PROFESIONAL
                                 REDUKSI MISKONSEPSI
                                 PENINGKATAN HASIL
                                  BELAJAR MAHASISWA


      Tujuan yang diharapkan pada penelitian ini   yakni merancang dan membuat
perangkat pembelajaran dan evaluasi dengan memanfaatkan teknologi informasi untuk


                                                                             141
meningkatkan pemahaman konsep Kinematika dan Dinamika , mengembangkan strategi
pembelajaran yang sesuai dengan pembelajaran Kinematika dan Dinamika dengan
menggunakan teknologi informasi sehingga mampu meningkatkan pemahaman konsep
Kinematika dan Dinamika, melaksanakan Collaboration Action Research untuk uji
validasi empirik dari berbagai perangkat pembelajaran dan evaluasi Kinematika dan
Dinamika yang dikembangkan, dan mengidentifikasi kendala-kendala yang terjadi pada
pembelajaran Kinematika dan Dinamika dengan memanfaatkan teknologi informasi.
Rancangan penelitian tindakan secara keseluruhan dapat digambarkan pada gambar di
bawah ini.

                  Analisis Silabi                                   General Ide :
             Sosialisasi Fungsi dan Tujuan                     Pengembangan Teknologi
              Pembelajaran Fisika Dasar                        informasi untuk mengatasi
                                                               miskonsepsi dan
                                                               keterampilan proses sains
                                                               menggunakan multimedia


                 1.Kegiatan Pembelajaran melalui penelusuran
                   informasi menggunakan internet dan penye
                   lesaian tugas terstruktur
                                                                                Subject :
                2. Kegiatan pembelajaran menggunakan web
                                                                               Dosen dan
                  site khusus dan penerapan metoda PSSS                        mahasiswa
 Observasi        (Penyelesaian soal secara sistematis)
                3. Kegiatan pembelajaran menggunakan mul
                  timedia dalam bentuk eksperimen virtual
                  interaktif



                                     Refleksi




                               Rencana Tindak Lanjut




                                                                                  142
B. PEMBAHASAN

       Kegiatan ini diawali dengan koordinasi antara tim peneliti, perancang website dan
dosen Fisika Dasar untuk menentukan materi yang akan diajarkan sekaligus memberikan
penjelasan secara teoritis dan teknis sehingga dicapai kesepakatan. Kegiatan koordinasi
dilanjutkan dengan persiapan pembuatan program, pembuatan petunjuk kegiatan
mahasiswa, lembar observasi, performance assessment, dan perangkat lainnya. Adapun
beberapa hal yang dibuat dalam kegiatan perancangan Pembelajaran ini adalah :
1. Persiapan Pembuatan Program e-Learning
   a. Pembuatan Situs
              Dalam mengembangkan situs ini dikembangkan halaman web yang dibuat
       sendiri tim peneliti dan mahasiswa dan link dengan web-web terkait dibeberapa
       Universitas lainnya.
   b. Pengembangan Halaman web
              Materi terdiri dari dua bagian, yaitu materi lengkap yang menyertakan
       berbagai teori dan contoh soal yang t diberikan pada mahasiswa yang mengikuti
       pembelajaran. Sedangkan materi kedua yang berupa print-out digunakan untuk
       kegiatan pembelajaran di kelas.
Hasil yang di d1dapat dalam pembelajaran nyata dianataranya adalah:
1. Evaluasi Miskonsepsi Mahasiswa
       Dengan menggunakan perangkat tes yang disusun dalam lima kategori maka
dapat diidentifikasi beberapa miskonsepsi yang dialami mahasiswa terhadap materi
Fisika Dasar pada pokok bahasan kinematika         dan dinamika, dalam hal ini 54%
mahasiswa tidak mengalami miskonsepsi kinematika dan 5% tidak mengalami
miskonsepsi dinamika .




2. Evaluasi Respon Mahasiswa Terhadap Pembelajaran
   Di bawah ini disajikan digram sebagai hasil dari angket mengenai respon mahasiswa
terhadap pembelajaran Fisika Dasar pada pokok bahasan Kinematka dan Dinamika
menggunakan e-learning dengan pendekatan berdasarkan masalah. Kategori dari masing
masing item adalah :


                                                                                    143
                   1. Tidak Pernah                                       4. Sering
                                                                         5. Selalu
                   2. Jarang
                   3. Kadang-kadang

      Selesai perkuliahan ada tugas yang               Mahasiswa diberikan menggunakan
           harus dikerjakan dirumah                    internet baik di dalam maupun diluar
                                                                        kuliah


           15%          8%
                                            1                  12%       4%
                                   17%                                           19%          1
                                            2
                                                                                              2
                                            3
                                                                                              3
    31%                                     4
                                                       38%                                    4
                             29%            5                                    27%          5




                               e-learning Fisika Dasar mudah
                                           diakses



                                   16%          9%
                                                     9%              1
                                                                     2
                                                                     3
                                                                     4
                             37%                       29%
                                                                     5




Berdasarkan data dari hasil respon sikap mahasiswa terhadap pembelajaran terlihat jelas
bahwa terdapat peningkatan yang posistif dari sikap mahasiswa. Hal ini tentu saja
menjadi modal yang sangat signifikan untuk mengembangkan pembelajaran lebih lanjut,
karena sikap yang salah satunya terkait dengan motivasi menjadi faktor penentu
keberhasilan program.
3. Evaluasi Pelaksanaan Diskusi Mahasiswa

       Di bawah ini disajikan digram sebagai hasil dari penilaian aktivitas diskusi
mahasiswa dalam      pembelajaran Kinematika dan Dinamika menggunakan e-learning
dengan pendekatan berdasarkan masalah. Kategori dari masing masing item adalah :




                                                                                              144
Nilai 5. Bila mahasiswa berperan aktif dalam diskusi baik bertanya maupun menjawab,
       serta mampu me ngajukan pertanyaan tingkat tinggi dan ada ide-ide baru.
Nilai 4 Bila mahasiswa berperan aktif dalam diskusi baik bertanya maupun menjawab,
       serta mampu me ngajukan pertanyaan tingkat tinggi tapi tidak ada ide-ide baru.
Nilai 3 Bila mahasiswa berperan aktif dalam diskusi baik bertanya maupun menjawab,
       hanya mampu me ngajukan pertanyaan tingkat rendah..
Nilai 2 Bila mahasiswa kurang aktif dalam diskusi , hanya sesekali bertanya
Nilai 1 Bila mahasiswa pasif dan tidak mengajukan pertanyaan maupun jawaban



           Hasil Evaluasi diskusi 1                    Hasil evaluasi diskusi 2
                2%                                          2%
               0%          19%           1                 0%          19%              1
     37%                                 2       37%                                    2
                                                                   1
                                         3                                              3
                                         4                                              4
                           42%           5                             42%              5




Berdasarkan grafik diatas jelas sekali bawha semikin lama aktivitas diskusi, mahasiswa
semakin baik kemampuan memahami konsep kinematika dan dinamika. Hal ini dapat
dicermati dari peningkatan prosentasi aktivitas dari pertemuan satu kepertemuan
berikutnya yakni nilai 1,2 dan 3 semakin berkurang, dan nilai 4 dan 5 bertambah.




                                                                                    145
4. Rubrik dalam Pemantauan aktivitas Mahasiswa (Performance Assessment )

       Berdasarkan rubrik yanmg disusun maka di bawah ini disajikan hasil evaluasi
menggunakan performance assessment dalam bentuk grafik agar lebih mudah terbacanya.



                                                     Persentase nilai performance
        Prosentasi nilai performance
                                                    assessment untuk pertemuan 4
       assessment untuk pertemuan 1
                2%
                0%         19%              1                  5%                        1
                                                        17%                31%
       37%                                  2                                            2
                                            3                                            3
                                            4        20%                                 4
                            42%             5                        27%                 5




                        Persentase nilai performance
                             untuk pertemuan 7


                                  10%                                1
                                                  26%
                       22%                                           2
                                                                     3
                                                                     4
                             20%                  22%
                                                                     5




5. Evaluasi Pemahaman Konsep Mahasiswa
       Rerata nilai mahasiswa yang mendapatkan nilai tinggi semakin bertambah
prosentasenya, hal ini terlihat dari perbandingan prosentase antara tiga kali tes, yaitu tes
awal, mid semester yakni yang mendapat skor 90-100 sebanyak 15% , 70-89 sebanyak
40%, 60 – 69 sebanyak 34% dan skor yang masih kurang dari 60 sebesar 11 %., berarti
ada    peningkatan dalam pemahaman konsep kinematika dan dinamika                   selama
pembelajaran Fisika Dasar yang dibantu dengan Teknologi Informasi.
6. Evaluasi Kinerja Dosen
       Salah satu komponen yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan proses
belajar mengajar adalah kinerja pengajarnya dalam hal ini dosen pengampu mata kuliah
Fisika Dasar. Untuk itu maka perlu dilihat bagaimana kinerja dosen yang dipantau oleh 2



                                                                                        146
orang kolaborator merangkap sebagai anggota peneliti dengan menggunakan lembar
observasi terlampir. Secara keseluruhan kinerja dosen tergolong baik, hal ini dapat dilihat
dari prosentase penilaian dengan skor diatas 3 cukup besar. Dengan demikian kinerja
dosen ini menjadi penunjang keberhasilan produk dari penelitian tindakan ini.
Untuk lebih jelas grafik hasil evaluasi kinerja dosen dapat dilihat di bawah ini:


      PERSIAPAN:LCD,Laptop, bahan referensi, dll         PERSIAPAN:Penggunaan bahan ajar
                                                                berlangsung baik

                        2% 5%
                                10%                                      4%
                                                                               9%
                                                   1
                                                                                                   1
             43%                                   2           36%
                                                                                    14%            2
                                                   3
                                                                                                   3
                                                   4
                                                                                                   4
                                                   5
                                   40%                                                             5
                                                                           37%



      PERSIAPAN:Pengampu menggunakan bahan             KOMUNIKASI: Intonasi bicara dosen sesuai
                 ajar dengan baik                                   dengan topik


                         4%                                               6%
                              8%                                               5%
               32%                                 1                                               1
                                                   2          39%                   16%            2
                                    21%
                                                   3                                               3
                                                   4                                               4
                                                   5                                               5

                       35%                                                    34%



7. Korelasi Antara Kinerja dan Kognitifitas
       Dalam penelitian ini dapat ditunjukkan suatu hal yang menarik mengenai korelasi
antara kinerja dan kognitifitas. Dengan menggunakan koefisien korelasi Bivariat Kuder-
Richardson menggunakan program SPSS terlihat bahwa terdapat korelasi yang kuat
antara kinerja dan kognitivitas.
Satu hal penting yang perlu dianalisis untuk penelitian ini adalah koefisien korelasi antara
variable tes kognitif, dan penilaian Kinerja yang berbentuk lembar observasi pengamatan
dosen. Pengujian dengan korelasi bivariat menunjukkan bahwa dengan taraf signifikansi
0,01 didapatkan:
a). Statitik Deskriptif Korelasi



                                                                                                  147
   Pearson Correlation antara Nilai kinerja dan Kognitif 0,821
b). Statistik Nonparametrik Korelasi
   Kendal’s Correlation antara Nilai kinerja dan Kognitif 0,768
   Spearman Correlation antara Nilaikinerja dan Kognitif 0,707
Berdasarkan data di atas jelaslah bahwa koefisien korelasi antara kinerja, dan kognitif
ternyata nilainya diatas 0,500. Dengan demikian terdapat korelasi yang kuat antara kedua
variabel itu, artinya mahasiswa yang memiliki nilai kinerja tinggi        cenderung nilai
kognitif baik.
Evaluasi juga dilakukan melalui test untuk mengukur peningkatan kognitifnya. Hasil tes
lalu diuji dengan uji beda (uji-t). hasilnya menunjukkan bahwa pemahaman dan
kemampuan mahasiswa berbeda antara sebelum dan sesudah dilakukan kegiatan
penelitian. Evaluasi dan monitoring juga dilakukan pada diskusi mengenai perancangan
dan penentuan materi web dengan dosen Fisika Dasar dan mahasiswa. Setelah itu hasil
kegiatan diskusi dengan dosen kemudian dilakukan revisi dan penyesuaian dengan
tingkat kemampuan mahasiswa . Hasilnya digunakan untuk memberikan saran, masukan,
kritikan, dan penyempurnaan pekerjaan. Pada kegiatan ini evaluator dan kolaborator juga
mengamati hambatan-hambatan mahasiswa dalam mengembangkan kemampuannya.
Jika hasil pengukuran kemampuan rendah maka dievaluasi metoda pembelajarannya,
yaitu dengan cara diskusi mengenai materi yang sudah dibahas dan dievaluasi program
dan manualnya dengan cara penyempurnaan, yang dilakukan adalah dengan penambahan
pembahasan teoritis dan melengkapi referensi. Dengan cara ini mahasiswa terbantu
dalam pemahaman konsep dan dapat bertukar fikiran mengenai konsep-konsep yang
meragukan atau tidak dapat dipahami, dan jika hasil kegiatanya tidak baik maka
dilakukan perbaikan pada pelaksanaan pembelajaran berikutnya. Perbaikan ini terutama
dalam menganalisis hasil output program web, kemampuan interaktifnya,serta
pengulangan entry data ketika terdapat kesalahan yang sifatnya teknis, dan lain-lain.
Penyajian hasil penelitian tindakan kelas ini dikelompokkan kedalam dua aspek, yaitu :
(1). Keberhasilan proses, dalam penelitian ini meliputi tiga hal yaitu keberhasilan proses
dalam pemahaman materi Kinematika dan Dunamika pada matakuliah Fisika Dasar ,
keberhasilan proses dalam melakukan kegiatan pembelajaran (kinerja), dan keberhasilan
proses dalam melakukan kegiatan paraktek lapangan yang ditandai dengan kemampuan



                                                                                        148
membuat laporan dan presentasi. Proses pemahaman konsep ditandai dengan: (1).
Frekuensi diskusi dalam kelompok, (2). Frekuensi penggunaan web site, dan (3). Catatan
kolaborator.
Frekuensi diskusi kelompok butir (1) terungkap berdasarkan identifikasi awal sebelum
diadakan tindakan dengan cara studi kilas balik yaitu jarang dilakukan diskusi mengenai
program melalui proses pembelajaran yang diadakan. Setelah diadakan tindakan maka
frekuensi diskusi menjadi rata-rata 3 kali yaitu sebelum kegiatan, ketika sedang
berlangsung kegiatan dan setelah pelaksanaan kegiatan. Peningkatan frekuensi diskusi ini
membantu mahasiswa dalam memahami konsep Fisika Dasar.
Proses (2) frekuensi penggunaan program untuk kegiatan pembelajaran Fisika Dasar,
sebelum diadakan penelitian komputer dan program e-learning tidak digunakan untuk
kegiatan pembelajaran       secara langsung oleh mahasiswa. Mahasiswa belum
menggunakan program e-learning pada proses pembelajaran selama ini. Sedangkan
setelah diadakan tindakan maka mahasiswa dapat menggunakan program analisis e-
learning baik untuk kepentingan dirinya sendiri (penyusunan tugas akhir skripsi) maupun
untuk kepentingan ilmiah lainnya.
Proses (3) catatan kolaborator , sebelum dan sesudah adanya kegiatan jelas terdapat
perbedaan karena mahasiswa sebelum dilakukan kegiatan tidak menggunakan magang
sedangkan melalui kegiatan ini.
2. Keberhasilan Produk, ditandai dengan : (1) kemampuan dosen dalam mengajar Fisika
Dasar menggunakan program e-learning yang aplikatif bertambah,         (2) Kemampuan
mahasiswa dalam bidang e-learning meningkat, (3) Mahasiswa memiliki kemampuan
kognitif, afektif dan psikomotor melalui kegiatan e learning dan praktek lapangan, dan
(4) dosen mampu mengembangkan pembelajaran dengan menggunakan program
alternatif lainnya. Butir (1) kemampuan dosen dalam mengajar Fisika Dasar
menggunakan program e-learning yang aplikatif bertambah dapat dilihat dari rekaman
video dan diskusi antara kolaborator dengan dosen yang bersangkutan. Peningkatan
kemampuan dosen ini memang mudah diprediksi karena sebelumnya dosen tidak
melakukan proses pembelajaran menggunakan program ini. Butir            (2 Kemampuan
mahasiswa dalam bidang e-learning meningkat, indikatornya dapat dilihat dari hasil
laporan mahasiswa , diskusi dengan kolaborator dan dosen, serta data berupa rekaman



                                                                                    149
foto pelaksanaan kegiatan. Kemampuan ini dapat terlihat pula dari kemampuan
mahasiswa dalam menganalisis data hasil kegiatan. Pada awalnya mahasiswa belum
melakukan e-learning dan praktek lapangan, tetapi setelah kegiatan ini mahasiswa
mendapatkan pengalaman mengikuti proses kegiatan. Butir (3) Mahasiswa memiliki
kemampuan kognitif, afektif dan psikhomotor melalui kegiatan e learning dan praktek
lapangan, pada dasarnya memiliki indikator yang sama dengan butir (2) di atas.
Sedangkan     (4) dosen mampu mengembangkan pembelajaran dengan menggunakan
program alternatif lainnya, indikatornya dapat dilihat dari hasil wawancara, diskusi dan
kolaborasi antara peneliti dan dosen.


C. KESIMPULAN

        Berdasarkan hasil pembahasan tersebut tenatang pemanfaatan teknologi informasi
untuk reduksi miskonsepsi dan untuk mengembangkan keterampilan proses sains dalam
mata kuliah Fisika Dasar ini dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut.
1. Kelajaykan program e-learning dalam pembelajaran kinemtika dan dinamika pada
     matakuliah Fisika    Dasar   yang menggunakan teknologi informasi berhasil
     dikembangkan dan mendukung kualitas proses hasil belajar mengajar Fisika Dasar
     dan mampu mereduksi miskonsepsi mahasiswa.
2. Dosen pengampu mampu melakukan keseluruhan aspek dalam sintaks pembelajaran
     menggunakan teknologi informasi dan animasi praktikum virtual seperti yang telah
     dirancang bersama dengan tim peneliti.
3.    Aktivitas dosen    didominasi dengan kegiatan mengelola KBM sesuai dengan
     rancangan penelitian, mendorong atau melatihkan mahasiswa keterampilan proses
     sains.
4. Akitivitas mahasiswa didominasi dengan kegiatan menggunakan program e-learning
     ,dan diskusi yang relevan, dan aktivitas berlatih melakukan keterampilan proses.
     Aktivitas berlatih kemandirian aktif meningkat seiring dengan tingginya persentase
     aktivitas dosen dalam melatihkan keterampilan tersebut pada maha siswa.
5. Kemandirian aktif yang dominan dilakukan oleh mahasiswa adalah keterampilan
     mengambil referensi dan berbagi tugas dalam kelompok untuk menyelesaikan tugas-
     tugas kelompok.


                                                                                    150
6. Pada umumnya mahasiswa menyatakan senang dan baru terhadap perangkat
   pembelajaran dan model pembelajaran e-learning yang telah dikembangkan oleh
   peneliti, sehingga mahasiswa berminat untuk mengikuti pembelajaran Fisika Dasar
   berikutnya seperti yang telah mereka ikuti.
7. Dosen pengampu menganggap perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan
   peneliti cukup membantu dan sangat bermanfaat dalam proses belajar mengajar
   kinematika dan dinamika pada matakuliah Fisika Dasar.
8. Proses belajar mengajar yang menerapkan perangkat pembelajaran dengan
   pemanfaatan teknologi informasi dan animasi praktikum virtual     meningkatkan
   proporsi jawaban benar mahasiswa.

DAFTAR PUSTAKA
Armstrong,T.(1994).Multiple Intellegences in The Class Room.Alexandria,Virginia:
      Association for Supervision and Curricullum Development.

Conny Semiawan,dkk.(1992).Pendekatan Keterampilan Proses.Jakarta. PT Gramedia.

Harry Firman.(2000).Permasalahan komunikasi dan kemitraan antara LPTK dan
      sekolah. Makalah dalam Proceeding National Science Education Seminar.
      Universitas Malang, Malang.

Kartowagiran, Badrun.(1996).Jenis AR dan Pengembangan Fokus dalam CAR.Makalah
      Penataran Classroom Action Research.Lemlit IKIP. Yogyakarta.13-19 Maret.

Madya,Suwarsih.(1994). Panduan Penelitian Tindakan. Yogyakarta:Lemlit IKIP
      Yogyakarta.

Sears, Zemansky (1984), Young: College Physics Sixth Edition, New York : Penguin
       Books

Sukamto.(1995). Pedoman Penelitian Edisi 1995.Yogyakarta:Lemlit IKIP Yogyakarta.
_______,.(1996) pedoman Observasi Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta: Makalah
      penataran Classroom Action Research. Lemlit IKIP Yogyakarta. 13-19 Maret.

Supardjo,(2000). Makalah Praktikum Virtual Hemat Energi dan Ramah Lingkungan,
       Yogyakarta.




                                                                              151

								
To top