Ketua Mahkamah Agung Peradilan Harus Terbuka Pada Mahasiswa
W
Document Sample


Ketua Mahkamah Agung : Peradilan Harus Terbuka Pada Mahasiswa
Chapter 1 : 22-06-2005
Karunair, Kampus C. "Masuk ke Unair ini semacam nostalgia. Dulu, selama 2 tahun saya jadi
asisten. Ada Prof. Ghani dan beberapa yang lain. Selama itu pula saya selalu nomor 1 di sana,"
sambut Prof. Dr. Bagir Manan SH MCL. Selaku Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia,
Prof. Bagir Manan hadir dalam rangka penandatanganan naskah kerjasama dengan Universitas
Airlangga. Nota ini berlaku hingga lima tahun, dengan evaluasi selambat-lambatnya enam bulan.
Bertempat di aula lantai V, Karunair, pada Selasa (21/6) kemarin, disampaikan pula ceramah
berjudul Rekonstruksi Peradilan di Indonesia.
"Kita menangani pendidikan yang berhubungan dengan hukum. Bermaksud menawarkan pada
instansi di bidang hukum. Menerima sentuhan pendidikan tingkat lanjut di Unair. Saya menantang
MA untuk dekat dengan orang akademisi. Nantinya tidak dengan FH saja. Unair juga punya Fisip,
FE dan ekonomi syariah, PSDM, kesehatan dan kedokteran forensik," papar Rektor Unair.
Menurut Ketua MA, dengan adanya jalinan kerjasama dengan Perguruan Tinggi (PT), maka ini
merupakan proses transparansi yang kini dilakukan. "Ini salah satu reformasi peradilan," ujar
Prof. Bagir Manan.
Pengembangan instrumen transparansi, telah dilakukan dengan memasukkan sekitar 10.000
kasus yang bisa diakses dalam database. "Mahasiswa dan peneliti bisa kami ajak untuk
mengecek sejauh mana proses peradilan berjalan," tukas Prof. Bagir Manan. Fungsi Universitas,
membantu MA sebagai juru bicara peradilan, agar tak ada lagi kesalahartian. Karena Hakim tidak
bisa menyampaikan hal lain di depan umum tentang perkaranya, selain apa yang mereka
bacakan sendiri dalam sebuah putusan peradilan. Dengan adanya lembaga keilmuan, maka hal
ini bisa ditangani. Mengenai segala hal menyangkut keterangan atau tulisan yang menyimpang
dari praktek. "Peradilan harus terbuka pada setiap mahasiswa yang melakukan research. Setiap
orang berhak untuk mengetahui dan akses terhadap tiap keputusan yang sudah dibacakan di
depan umum," terang pria kelahiran Lampung ini.
Berikutnya, dalam naskah yang dibacakan di depan hadirin, Ketua MA banyak memberi
pandangannya tentang pembaharuan di bidang peradilan. "Di tempat kami, terjadi pembaharuan
sistem informasi peradilan, administrasi, dan sebagainya. Ada antitesis terhadap
pengorganisasian dan sistem peradilan," papar Prof. Bagir Manan. Menurutnya, kita perlu
mempelajari sejarah peradilan di negeri ini. "Di sini ada keanekaragaman tata peradilan.
Perbedaan sistem di masa kolonial, banyak mewarnai. Berusaha mewujudkan tesis baru sebagai
output," ujar lulusan University Law School Dallas, Texas, Amerika Serikat ini. Namun,
pergeseran tesis dan antitesis, menurutnya justeru tidak membawa kemajuan di bidang peradilan.
"Ini terjadi karena terlalu menyederhanakan masalah," imbuh mantan anggota DPRD Bandung
ini.
Di akhir acara, Rektor secara resmi menobatkan Prof. Bagir Manan sebagai warga kehormatan
Universitas Airlangga. Penyematan jaket alamater dan muts Unair, menandai dilakukannya
prosesi tersebut. Sebelumnya, juga dilakukan tukar menukar cindera mata antara pihak Unair dan
Mahkamah Agung RI. "Saya janjikan, akan ada recruitment dari lulusan Unair yang berprestasi.
Saya kira, semua orang tahu kualitas Hukum di Unair," ujar Prof. Bagir Manan.
(end of excerpt)
Page 1
Get documents about "