Yurisprudensi Mahkamah Agung RI 81 KAIDAH HUKUM Mahkamah Agung by cometjunkie45

VIEWS: 5,315 PAGES: 58

									KAIDAH HUKUM :


 “Perjanjian lisan, baru merupakan perjanjian permulaan yang
 akan ditindak lanjuti dan belum dibuat di depan Notaris, belum
 mempunyai kekuatan mengikat bagi para pihak yang membuat-
 nya, sehingga tidak mempunyai akibat hukum.”
 “Tindakan terhadap harta bersama oleh suami atau isteri harus
 mendapat persetujuan suami isteri”
 “Perjanjian lisan menjual tanah harta bersama yang dilakukan
 suami dan belum disetujui isteri maka perjanjian tersebut tidak
 sah menurut hukum”



Mahkamah Agung No. Reg. : 2691 PK/Pdt/1996
Tanggal putusan         : 18 September 1998
Team Majelis            : 1. J. DJOHANSYAH, SH.
                          2. H. TOTON SUPRAPTO, SH.
                          3. Ny. ASMA SAMIK IBRAHIM, SH.
Klasifikasi                     : Jual beli tanah


DUDUK PERKARANYA :
− Bahwa Penggugat sebagai pembeli tanah seluas 3,9 Ha telah
  sepakat secara lisan dengan Tergugat selaku penjual dengan
  harga Rp. 2.680.000.000,- (dua milyar enam ratus delapan puluh
  juta rupiah) ;
− Bahwa Penggugat asli telah memberi uang panjar Rp. 80.000.000,-
  (delapa puluh juta rupiah) ;
− Bahwa Penggugat asli telah menghitung keuntungan dari tanah
  sengketa yang digunakan untuk proyek perumahan. Dengan se-
  banyak 175 buah dengan harta Rp. 85.000.000,- per unit dan jika
  habis terjual selama 4 tahun, Penggugat mendapat keuntungan se-
  besar Rp. 3.211.750.000,- (tiga milyar dua ratus sebelas juta tujuh
  ratus lima puluh ribu rupiah) ;
− Bahwa tanpa dasar Tergugat I membatalkan jual beli dan
  mengembalikan uang panjar dengan demikian Tergugat I ingkar
  janji dan melawan hukum yang merugikan Penggugat ;
− Jumlah kerugian Penggugat sebesar Rp. 80.000.000,- (delapan


Yurisprudensi M ahkamah Agung R I                                  81
     puluh juta rupiah) dan bunga 2% sejak tanggal 16 Februari
     sampai lunas ditambah keuntungan yang diharapkan sebesar
     Rp. 3.211.750.000,- (tiga milyar dua ratus sebelas juta tujuh ratus
     lima puluh ribu rupiah) ;


PERTIMBANGAN HUKUM MAHKAMAH AGUNG :
      Keberatan kasasi dari Pemohon kasasi I dapat dibenarkan, Pe-
ngadilan Tinggi salah menerapkan hukum, sebab perjanjian lisan baru
merupakan Voor Overeenskomst yaitu perjanjian permulaan yang
akan dibuat di Notaris (TI-1) karena masih harus ditindak lanjuti dan
bagi para pihak yang membuatnya sehingga tidak mempunyai akibat
hukum.
      Karena tanah tersebut merupakan harta bersama antara Ter-
gugat I dan II selaku suami isteri, maka menurut Pasal 36 (1) Undang-
undang No. 1 Tahun 1974 tindakan terhadap harta bersama oleh
suami atau isteri harus mendapat persetujuan dari suami isteri.
      Karena perjanjian permulaan yang dilakukan secara lisan terse-
but belum mendapat persetujuan isteri maka perjanjian tersebut tidak
sah menurut hukum.
     Pertimbangan Pengadilan Tinggi tidak dapat dibenarkan yang
berpendapat bahwa suami dapat melakukan perbuatan hukum yang
menyangkut harta kekayaan bersama suami isteri karena dalam ikatan
perkawinan tidak ada perjanjian harta terpisah.
      Sejalan dengan pertimbangan mengenai keberatan Pemohon
kasasi I, karena perjanjian baru merupakan perjanjian permulaan,
maka tidak mempunyai kekuatan mengingat bagi para pihak yang
membuatnya. Alasan Pemohon kasasi II dapat dibenarkan, sebab
tindakan suami atau isteri atas harta bersama harus dengan persetu-
juan suami isteri.
Karena belum ada persetujuan isteri maka tindakan Tergugat I mem-
buat perjanjian tersebut tidak sah menurut hukum.


AMAR PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG
− Mengabulkan permohonan Kasasi dari Pemohon kasasi I :
  KESUMA WIJAYA dan Pemohon kasasi II : WENTY PUSPA
  KWANNI ;
− Membatalkan putusan Pengadilan Tinggi Medan tanggal 14 No-
  vember 1995 No. 86/Pdt/1995/PT.Mdn. yo putusan Pengadilan



82                                         Yurisprudensi M ahkamah Agung R I
   Negeri Medan tanggal 25 Oktober 1994 No. 87/Pdt.G/1994/PN.Mdn ;

Mengadili Sendiri :

Dalam Konpensi :
Tentang eksepsi Tergugat I :
− Menyatakan eksepsi Tergugat I tidak dapat diterima ;
Tentang eksepsi Tergugat II :
− Menyatakan eksepsi Tergugat II tidak dapat diterima ;
Dalam Pokok Perkara :
− Menolak gugatan Penggugat untuk seluruhnya ;
− Menyatakan Sita Jaminan yang dilakukan Pengadilan Negeri
  Medan tanggal 24 Maret 1994 No. 87/Pdt.G/1994/PN.Mdn jo Berita
  Acara    Sita   jaminan     tanggal    24    Maret   1994 No.
  87/Pdt.G/1994/PN.Mdn. tidak sah dan tidak berharga ;
− Memerintahkan Pengadilan Negeri Medan untuk mengangkat Sita
  Jaminan tersebut ;

Dalam Rekonpensi :
Gugatan Rekonpensi Penggugat dalam Rekonpensi/Tergugat I
dalam Konpensi :
− Menyatakan gugatan Rekonpensi tidak dapat diterima ;
Gugatan Rekonpensi Penggugat dalam Rekonpensi/Tergugat II
dalam Konpensi :
Tentang eksepsi :
− Menyatakan eksepsi Tergugat dalam            Rekonpensi/Penggugat
  dalam Konpensi tidak dapat diterima ;

Dalam Konpensi dan Rekonpensi :
− Menghukum Penggugat dalam Konpensi/Tergugat dalam Rekon-
  pensi dan Penggugat dalam Rekonpensi/Tergugat Konpensi untuk
  membayar biaya perkara dalam semua tingkat peradilan dan dalam
  tingkat kasasi ditetapkan Rp. 50.000,-
                           PUTUSAN
                         Nomor : 2699 K/Pdt/1996



Yurisprudensi M ahkamah Agung R I                               83
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

                    MAHKAMAH AGUNG

memeriksa perkara perdata dalam tingkat kasasi telah mengambil pu-
tusan sebagai berikut dalam perkara :
               1.   KESUMA WIJAYA alias ACI, bertempat tinggal di
                    Jalan Bandung No. 90 C Medan, dalam hal ini di-
                    wakili oleh kuasanya : Kariawan Sebayang, SH.
                    berdasarkan Surat Kuasa Substitusi tanggal 5
                    Juni 1996,
               Pemohon kasasi I dahulu Tergugat I dalam Kon-
                  pensi/Penggugat dalam Rekonpensi I-Terbanding ;
               2.   WENTY PUSPA KWANNI, bertempat tinggal di
                    Jalan Bandung No. 90 C Medan, Pemohon kasasi
                    II dahulu Tergugat II dalam Konpensi/Penggugat
                    dalam Rekonpensi II-Terbanding juga Pembanding
                    ;

                                   Melawan:

               A R I F I N, bertempat tinggal di Komplex Carina
               Sayang II Rt. 023/08 Penjaringan Jakarta Utara, dalam
               hal ini diwakili oleh kuasanya Alifudin Nur, berdasar-
               kan Surat Kuasa Khusus tanggal 18 Juni 1986,
               Termohon kasasi dahulu Penggugat dalam Konpensi/
               Tergugat dalam Rekonpensi Pembanding ;

      Mahkamah Agung tersebut ;
      Membaca surat-surat yang bersangkutan ;
      Menimbang, bahwa dari surat-surat tersebut ternyata bahwa
sekarang Termohon kasasi sebagai Penggugat asli telah menggugat
sekarang para Termohon kasasi sebagai para Tergugat asli di muka
persidangan Pengadilan Negeri Medan pada pokoknya atas dalil-dalil ;
       bahwa telah terikat persetujuan jual beli sebidang tanah seluas
± 3,9 Ha yang letaknya sesuai gugatan, secara lisan antara Penggugat
asli sebagai pembeli dengan Tergugat asli I sebagai penjual ;
       bahwa dalam kesepakatan tersebut disepakati harga seluruhnya
sebesar Rp. 2.680.000.000,- (dua milyar enam ratus delapan puluh
juta rupiah) dengan kewajiban Penggugat asli membayar panjar sebe-


84                                       Yurisprudensi M ahkamah Agung R I
sar Rp. 80.000.000,- (delapan puluh juta rupiah) dan Tergugat asli I
me-nyiapkan surat-surat dan menyerahkan tanah dalam keadaan kos-
ong ;
       bahwa untuk pembayaran selanjutnya disepakati yaitu 40% dari
harga tanah sejak panjar diterima untuk tanah yang belum dibebaskan
diperkirakan selama 6 buln dan 40% lagi setelah tanah dibebaskan
serta 20% sisanya dibayar setelah terbit Sertifikat Hak Tanah tersebut
dari pihak yang berwenang ;
         bahwa pada tanggal 16 Februari 1994 Penggugat asli telah
menyerahkan uang panjar sebesar Rp. 80.000.000,- (delapan puluh
juta rupiah) berupa Bilyet Giro Bank Bali No. 308266 kepada Tergugat
asli I ;
       bahwa dalam perjanjian lisan tersebut Tergugat asli II sebagai
isteri Tergugat asli I juga hadir di hadapan Penggugat asli dan Ter-
gugat asli ;
      bahwa staf ahli Penggugat asli telah menyusun dan memperhi-
tungkan kalkulasi biaya dengan alternatif keuntungan dari proyek
pembangunan real estate, sesuai dengan proposal perumahan setem-
pat dengan 175 buah bangunan seharga rata-rata Rp. 85.000.000,-
(delapan puluh lima juta rupiah) per-unit, dan jika habis terjual selama
4 tahun, maka Penggugat asli akan mendapat keuntungan sebesar
Rp. 3.211.750.000,- (tiga milyar dua ratus sebelas juta tujuh ratus lima
puluh ribu rupiah) ;
       bahwa tanpa alasan yang sah Tergugat asli I pada tanggal 18
Februari 1994 dengan suratnya secara sepihak mau membatalkan jual
beli tersebut, dengan meminta maaf dan akan mengembalikan uang
panjar yang telah diterimanya ;
        bahwa Penggugat asli merasa keberatan atas surat Tergugat
asli I, karena perbuatan Tergugat asli I telah cidera janji dan melawan
hukum dengan merugikan Penggugat asli ;
       bahwa kerugian Penggugat asli yaitu kerugian uang panjar
Rp. 80.000.000,- (delapan puluh juta rupiah) dan bunganya sebesar
2% sejak tanggal 16 Februari 1994 sampai dibayar lunas, serta ke-
rugian keuntungan yang diharapkan sebesar Rp. 3.211.750.000,- (tiga
milyar dua ratus sebelas juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) ;
     bahwa berdasarkan hal-hal tersebut di atas Penggugat asli
mohon kepada Pengadilan Negeri Medan agar memberikan putusan
sebagai berikut :

PRIMAIR :
1.   Mengabulkan gugatan Penggugat seluruhnya ;


Yurisprudensi M ahkamah Agung R I                                    85
2.   Menyatakan sita penjagaan (conservatoir beslag) yang telah di-
     jalankan dalam perkara ini adalah sah dan berharga ;
3.   Menyatakan perjanjian lisan untuk melakukan jual beli tanah yang
     telah disepakati/disetujui kedua belah pihak (Penggugat dan Ter-
     gugat) mengenai obyeknya, harta dan panjarnya saja tanggal 16
     Februari 1994 adalah sah menurut hukum ;
4.   Menyatakan tindakan Tergugat I membatalkan perjanjian lisan jual
     beli tanah tersebut secara sepihak tanpa mufakat Penggugat,
     adalah perbuatan cidera janji (wanprestasi) sekaligus merupakan
     perbuatan melawan hukum (onrechtmatig daad) yang merugikan
     Penggugat ;
5.   Menghukum Tergugat dan orang-orang lain yang mendapat hak
     dari padanya untuk merealisasikan jual beli tanah terperkara beri-
     kut segala sesuatu yang ada dan tumbuh di atasnya kepada
     Penggugat di hadapan Pejabat yang berhak untuk itu yang selan-
     jutnya menyerahan tanah terperkara selengkapnya berikut segala
     sesuatu yang ada dan tumbuh di atas tanah terperkara dalam
     keadaan kosong kepada Penggugat ;
6.   Menghukum Tergugat II terikat dan tunduk/patuh terhadap bunyi
     putusan ini, tanpa terkecuali ;
7.   Menghukum Tergugat membayar ganti rugi kepada Penggugat
     sebesar :
     a. bunga pinjaman uang panjar dari salah satu Bank Swasta 2%
        per-bulan x Rp. 80.000.000,- terhitung sejak tanggal 16 Febru-
        ari 1994 sampai dengan berlangsungnya jual beli tanah ter-
        perkara dari Tergugat kepada Penggugat ;
     b. Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah) tiap hari keterlambatan reali-
        sasi pelaksanaan jual beli tanah terperkara dari Tergugat
        kepada Penggugat terhitung sejak tanggal 22 Februari 1994
        sampai dengan terlaksanannya jual beli di hadapan Pejabat
        PPAT yang berwenang ;
8.   Menyatakan keputusan ini dapat dijalankan dengan serta merta
     (uitvoerbaar bij voorraad) walaupun ada verzet, banding dan kasasi
     ;
9.   Menghukum Terggugat membayar ongkos-ongkos perkara ;

SUBSIDAIR :
1.   Mengabulkan gugatan Penggugat seluruhnya ;
2.   Menyatakan sita penjagaan (conservatoir beslag) yang telah di-
     jalankan dalam perkara ini adalah sah dan berharga ;


86                                         Yurisprudensi M ahkamah Agung R I
3.   Menetapkan/menyatakan sah sebagai hukum perjanjian lisan
     antara Penggugat dengan Tergugat mengenai jual beli tanah se-
     luas 3,9 Ha. terletak di Desa Kampung Baru, Kecamatan Medan
     Baru, Medan Jalan Brigjen Katamso Gang Kenanga No. 56 Medan ;
4.   Menyatakan tindakan Tergugat I membatalkan perjanjian lisan jual
     beli tanah tersebut secara sepihak tanpa mufakat Penggugat,
     adalah perbuatan cidera janji (wanprestasi) sekaligus merupakan
     perbuatan melawan hukum (onrechtmatig daad) ;
5.   Menghukum Tergugat I membayar ganti rugi kepada Penggugat
     berupa :
     a. Uang panjar Rp. 80.000.000,- (delapan puluh juta rupiah) ;
     b. bunga pinjaman uang panjar 2% per-bulan x Rp. 80.000.000,-
        terhitung sejak tanggal 16 Februari 1994 sampai dengan di-
        bayar lunas kepada Penggugat ;
     c. Keuntungan yang diharapkan Rp. 3.211.750.000,- (tiga milyar
        dua ratus sebelas juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) ;
6.   Menghukum Tergugat II terikat dan tunduk/patuh terhadap bunyi
     putusan ini, tanpa terkecuali ;
7.   Menghukum Tergugat membayar dwangsoom sebesar Rp 1.000.000,-
     (satu juta rupiah) setiap hari keterlambatan Tergugat menjalankan
     bunyi putusan ini setelah in kracht van gewijsde ;
8.   Menyatakan keputusan ini dapat dijalankan dengan serta merta
     (uitvoerbaar bij voorraad) walaupun ada verzet, banding dan kasasi
     ;
9.   Menghukum Tergugat membayar ongkos perkara ;

ATAU:
− Bila Pengadilan berpendapat lain, mohon terhadap gugatan Peng-
  gugat ini diberikan keadilan (ex aequo et bono) ;

       bahwa selanjutnya terhadap gugatan Penggugat asli tersebut di
atas, telah diajukan Eksepsi oleh Tergugat asli I yang pada pokoknya
sebagai berikut :
      bahwa gugatan Penggugat asli tidak jelas dan kabur, karena
tidak menjelaskan kapan tanggal, bulan dan tahun hubungan hukum
yang oleh Panggugat asli disebut sebagai perjanjian lisan tersebut
dibuat, dan juga antara posita dan petitumnya mengenai sita jaminan
(conservatoir beslag) tidak diuraikan dalam posita gugatannya ;
       bahwa atas dasar hal tersebut di atas maka gugatan Penggugat



Yurisprudensi M ahkamah Agung R I                                    87
asli harus dinyatakan tidak dapat diterima ;
      bahwa atas gugatan tersebut Tergugat asli I mengajukan gugat-
an balik (Rekonpensi) sebagai berikut :
      bahwa apa yang telah diuraikan dalam jawaban konpensi masuk
pula dalam gugatan Rekonpensi ini ;
      bahwa dengan adanya gugatan dari Tergugat Rekonpensi dan
dengan dikeluarkannya Penetapan Sita Jaminan di harian Analisa
tanggal 26 Maret 1994, jelas telah mencemarkan nama baik Peng-
gugat Rekonpensi dan telah menimbulkan kerugian baik moril maupun
materiil bagi Penggugat Rekonpensi, yang semuanya terinci sebagai-
mana gugatan Rekonpensi ;
       bahwa oleh karena gugatan Rekonpensi ini didasarkan atas
bukti-bukti yang authentik, maka adalah pantas jika gugatan Rekon-
pensi ini dikabulkan dengan serta merta ;
       bahwa disamping itu untuk menjaga kekhawatiran Penggugat
Rekonpensi akan itikad buruk dari Tergugat Rekonpensi yang menye-
babkan gugatan Rekonpensi ini sia-sia, maka untuk itu mohon agar
diletakkan sita jaminan atas harta bergerak maupun harta tidak ber-
gerak milik Tergugat Rekonpensi ;
      bahwa berdasarkan hal-hal tersebut di atas Penggugat Rekon-
pensi mohon agar Pengadilan Negeri Medan memberikan putusan
sebagai berikut :
1.   Mengabulkan gugatan Rekonpensi dari Penggugat dalam Rekon-
     pensi/Tergugat dalam Konpensi I untuk seluruhnya ;
2.   Menyatakan sah dan berharga sita jaminan yang telah diletakkan ;
3.   Menghukum Tergugat dalam Rekonpensi/Penggugat dalam Kon-
     pensi untuk membayar ganti rugi sebesar Rp. 500.000.000,- (lima
     ratus juta rupiah) ditambah Rp. 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah)
     per-bulan terhitung sejak tanggal 26 Maret 1994 serta Rp.
     2.000.000,- (dua juta rupiah) per-hari sampai diumumkan Pen-
     cabutan/Peng-angkatan sita melalui koran ;
4.   Menghukum Tergugat dalam Rekonpensi/Penggugat dalam Kon-
     pensi untuk membayar kerugian yang timbul dalam hal ini membayar
     honor pengacara yang sampai saat ini berjumlah Rp. 15.000.000,-
     (lima belas juta rupiah) ;
5.   Menghukum Tergugat dalam Rekonpensi/Penggugat dalam Kon-
     pensi untuk menerima kembali Bilyet Giro Bank Bali Cabang Binjai
     No. 306266 tanggal 16 Februari 1994 dengan nilai Rp. 80.000.000,-
     (delapan puluh juta rupiah) dari Penggugat dalam Rekon-
     pensi/Ter-gugat dalam Konpensi I ;


88                                         Yurisprudensi M ahkamah Agung R I
6.   Menyatakan tidak sah dan tidak berharga kwitansi yang ditanda
     tangani oleh Penggugat dalam Rekonpensi/Tergugat dalam Kon-
     pensi I tanggal 16 Februari 1994 dengan segala akibat hukumnya ;
7.   Menyatakan putusan ini dapat dijalankan terlebih dahulu dengan
     serta merta (uitvoerbaar bij voorraad) walaupun timbul verzet,
     banding maupun kasasi ;
8.   Menghukum Tergugat dalam Rekonpensi/Penggugat dalam Kon-
     pensi untuk membayar seluruh biaya yang timbul dalam perkara
     ini ;

Atau:
− Apabila Pengadilan Negeri berpendapat lain, mohon keadilan yang
  seadil-adilnya ;
       bahwa selanjutnya terhadap gugatan Penggugat asli tersebut di
atas, telah diajukan Eksepsi oleh Tergugat asli Ii yang pada pokoknya
sebagai berikut :
      bahwa gugatan Penggugat asli tidak jelas dan kabur, karena
tidak menjelaskan kapan tanggal, bulan dan tahun hubungan hukum
yang oleh Panggugat asli disebut sebagai perjanjian lisan tersebut
dibuat, dan juga antara posita dan petitumnya mengenai sita jaminan
(conservatoir beslag) tidak diuraikan dalam posita gugatannya ;
       bahwa disamping itu nilai barang yang diletakkan sita jaminan
terlalu besar dari nilai gugatan ;
      bahwa atas dasar hal tersebut di atas, maka gugatan Peng-
gugat asli harus dinyatakan tidak dapat diterima ;
      bahwa atas gugatan tersebut Tergugat asli II mengajukan guga-
tan balik (Rekonpensi) sebagai berikut :
      bahwa apa yang telah diuraikan dalam jawaban Konpensi ma-
suk pula dalam gugatan Rekonpensi ini ;
       bahwa oleh karena Penggugat Rekonpensi/Tergugat II Kon-
pensi adalah isteri dari Tergugat I Konpensi dan dalam perkawinannya
telah mempunyai harta bersama yaitu diantaranya berupa tanah se-
luas 3,9 Ha. yang oleh Tergugat Rekonpensi/Penggugat Konpensi te-
lah di-sepakati secara lisan untuk jual beli dengan Tergugat I Konpensi
;
      bahwa oleh karena Penggugat Rekonpensi/Tergugat II Kon-
pensi juga mempunyai hak atas tanah tersebut tidak pernah memberi
persetujuan/ozon untuk memindahkan, menyerahkan hak atas tanah
tersebut kepada Tergugat I Konpensi (suaminya), termasuk kesepaka-
tan yang dimaksud oleh Tergugat Rekonpensi/Penggugat Konpensi


Yurisprudensi M ahkamah Agung R I                                   89
tersebut ;
      bahwa dengan demikian perbuatan Tergugat Rekonpensi/Peng-
gugat Konpensi dan Tergugat I Konpensi jelas merupakan perbuatan
melawan hukum melanggar ketentuan Pasal 26 ayat (1) Undang-
undang No.1 tahun 1974 ;
      bahwa oleh karenanya seluruh akte-akte yang menyangkut ke-
sepakatan pengalihan tanah seluas 3,9 Ha. tersebut dimaksud, mohon
dinyatakan batal atau sekurang-kurangnya tidak sah dan tidak ber-
harga ;
       bahwa dengan perbuatan melawan hukum dari Tergugat Re-
konpensi/Penggugat Konpensi telah merugikan Penggugat Rekonpen-
si/Tergugat Konpensi yang sangat besar baik kerugian materiil mau-
pun immateriil, yang besarnya dan rinciannya sebagaimana tersebut
dalam gugatan Rekonpensi ;
      bahwa oleh karena peletakkan sita jaminan adalah melawan
hukum, maka sangat beralasan untuk dibatalkan atau setidak-tidaknya
dinyatakan tidak berkekuatan hukum ;
       bahwa untuk menjaga agar jangan sampai gugatan ini sia-sia,
maka mohon agar diletakkan sita jaminan atas harta bergerak maupun
tidak bergerak milik Tergugat Rekonpensi/Penggugat Konpensi ;
       bahwa oleh karena gugatan ini didasarkan atas fakta-fakta dan
dasar-dasar yang kuat, maka mohon putusan yang dapat dilakukan
terlebih dahulu (uit voerbaar bij voorraad) ;
      bahwa berdasarkan hal-hal tersebut di atas Penggugat Rekon-
pensi mohon agar Pengadilan Negeri Medan memberikan putusan
sebagai berikut :
1.   Mengabulkan gugatan Penggugat Rekonpensi ini untuk seluruh-
     nya ;
2.   Menyatakan tidak sah dan tidak berharga Penetapan No.
     87/Pdt.G/1994/PN.Mdn. ;
3.   Menghukum Tergugat dalam Rekonpensi/Penggugat dalam Kon-
     pensi membayar biaya pengangkatan sita dan memerintahkan ju-
     rusita untuk mengangkat sita yang telah diletakkan dalam perkara
     ini ;
4.   Menyatakan sita jaminan yang telah diletakkan atas barang ber-
     gerak dan tidak bergerak milik Tergugat dalam Rekonpensi/Peng-
     gugat dalam Konpensi ;
5.   Menyatakan sesuai hukum, tanah seluas 3,9 Ha. yang terletak di
     Jalan Brigjen Katamso Gang Kenanga, Kelurahan Kampung Baru,
     Kecamatan Medan Maimun adalah harta bersama dalam per-


90                                      Yurisprudensi M ahkamah Agung R I
     kawin-an antara Penggugat Rekonpensi/Tergugat dalam Konpensi
     II dengan Tergugat dalam Konpensi I ;
6.   Menyatakan kesepakatan antara Tergugat dalam Rekonpensi/
     Penggugat dalam Konpensi dengan Tergugat dalam Konpensi I
     untuk jual beli tanah tersebut adalah tidak sah dan tidak berkekua-
     tan hukum ;
7.   Menyatakan seluruh akte-akte yang telah ada maupun yang akan
     ada antara Tergugat dalam Rekonpensi/Penggugat dalam Kon-
     pensi dengan Tergugat dalam Konpensi I adalah batal dan tidak
     sah karena bertentangan dengan hukum ;
8.   Menghukum Tergugat-tergugat untuk memulihkan dan mengem-
     balikan harta kekayaan bersama dalam perkawinan antara Peng-
     gugat dalam Rekonpensi/Tergugat dalam Konpensi II dengan
     Tergugat dalam Konpensi I atas tanah seluas 3,9 Ha. yang terle-
     tak di Jalan Brigjen Katamso Gang Kenanga, Kelurahan Kampung
     Baru, Kecamatan Medan Maimun tanpa syarat terlepas dari
     segala beban hukum kepada Tergugat dalam Konpensi
     II/Penggugat dalam Rekonpensi ;
9.   Menyatakan putusan ini dapat dijalankan dengan serta-merta (uit-
     voerbaar bij voorraad) meskipun ada verzet, banding maupun ka-
     sasi ;
10. Menghukum Penggugat dalam Konpensi/Tergugat dalam Rekon-
    pensi untuk membayar seluruh ongkos yang timbul dalam perkara
    ini ;
11. Apabila Pengadilan berpendapat lain mohon putusan yang seadil-
    adilnya ;
      bahwa terhadap gugatan tersebut Pengadilan Negeri Medan
telah mengambil putusan, yaitu putusannya tanggal 25 Oktober 1994
No. 87/Pdt.G/1994/PN.Mdn. yang amarnya berbunyi sebagai berikut :
DALAM KONPENSI :

Tentang Eksepsi Tergugat I :
− Menyatakan Eksepsi Tergugat I tidak dapat diterima ;

Tentang Eksepsi Tergugat II :
− Menyatakan Eksepsi Tergugat II tidak dapat diterima ;

Tentang Pokok Perkara :
− Menolak gugatan Penggugat untuk seluruhnya ;
− Menyatakan batal atau tidak berkekuatan hukum dan tidak ber-


Yurisprudensi M ahkamah Agung R I                                    91
     harga Penetapan Pengadilan Negeri Medan tanggal 24 Maret 1994
     No. 87/Pdt.G/1994/PN.Mdn. dan Berita Acara Sita Jaminan tanggal
     24 Maret 1994 No. 87/Pdt.G/1994/PN.Mdn. ;
− Memerintahkan Jurusita pada Pengadilan Negeri Medan untuk
  mengangkat/mencabut sita jaminan yang telah diletakkan pada
  tanggal 24 Maret 1994 No. 87/Pdt.G/1994/PN.Mdn. ;

DALAM REKONPENSI :

Gugatan Rekonpensi Penggugat dalam Rekonpensi/Tergugat dalam
Konpensi I :
− Menyatakan gugatan Rekonpensi Penggugat dalam Rekonpensi/
  Tergugat dalam Konpensi I tidak dapat diterima ;

Gugatan Rekonpensi Penggugat dalam Rekonpensi/Tergugat dalam
Konpensi II :

Tentang Eksepsi :
− Menyatakan Eksepsi Tergugat dalam            Rekonpensi/Penggugat
  dalam Konpensi tidak dapat diterima ;

Tentang Pokok Perkara :
− Menyatakan gugatan Rekonpensi Penggugat dalam Rekonpensi/
  Tergugat dalam Konpensi II tidak dapat diterima ;

DALAM KONPENSI DAN REKONPENSI :
− Menghukum Penggugat dalam Konpensi/Tergugat dalam Rekon-
  pensi dan Penggugat dalam Rekonpensi/Tergugat dalam Konpensi
  untuk membayar biaya perkara yang hingga kini dirancang sebesar
  Rp. 135.000,- (seratus tiga puluh lima ribu rupiah) masing-masing
  separuhnya ;
putusan mana dalam tingkat banding atas permohonan Penggugat
dan Tergugat II telah dibatalkan oleh Pengadilan Tinggi Medan den-
gan putusannya tanggal 4 November 1995 No. 86/Pdt/1995/PT.Mdn.
yang amarnya berbunyi sebagai berikut :

DALAM KONPENSI :

Tentang Eksepsi Tergugat I dan II :
− Menolak Eksepsi Tergugat I dan II tidak dapat diterima ;



92                                       Yurisprudensi M ahkamah Agung R I
DALAM POKOK PERKARA :
1.   Mengabulkan gugatan Penggugat sebagian ;
2.   Menyatakan sah dan berharga sita jaminan sebagai termaktub
     dalam Berita Acara Sita Jaminan No. 87/Pdt.G/1994/PN.Mdn.
     tanggal 24 Maret 1994 yang dibuat oleh Emmy Raja Guk-Guk Ju-
     rusita Pengadilan Negeri Medan, atas sebidang tanah yang terle-
     tak di Jalan Brigjen Katamso Lingkungan XVII, Kelurahan Kam-
     pung Baru, Kecamatan Medan Maimun, Kotamadya Medan dengan
     ukuran dan batas sebagaimana diuraikan dalam Berita Acara Sita
     tersebut di atas ;
3.   Menyatakan perjanjian lisan untuk melakukan jual beli tanah yang
     telah disepakati kedua belah pihak (Penggugat dan Tergugat)
     mengenai obyeknya terperkara, harga dan panjarnya tanggal 16
     Februari 18994, adalah sah menurut hukum ;
4.   Menyatakan tindakan Tergugat I membatalkan Perjanjian Lisan
     mengenai jual beli tanah tersebut secara sepihak tanpa mufakat
     Penggugat adalah merupakan perbuatan ingkar janji ;
5.   Menghukum Tergugat dan orang-orang lain yang mendapat hak
     dari padanya untuk merealisasikan jual beli tanah terperkara
     kepada Penggugat di hadapan Pejabat yang berhak untuk itu se-
     lanjutnya menyerahkan tanah terperkara selengkapnya dalam
     keadaan kosong kepada Penggugat ;
6.   Menghukum Tergugat II untuk tunduk kepada putusan ini ;
7.   Menghukum Tergugat I untuk membayar Rp. 500.000,- (lima ratus
     ribu rupiah) tiap hari keterlambatan pelaksanaan jual beli tanah
     terperkara terhitung hari ke 9 (sembilan) sejak ia diberi tegoran
     oleh Ketua Pengadilan Negeri untuk melaksanakan putusan ini ;
8.   Menolak gugatan selebihnya ;

DALAM REKONPENSI :

Tentang Eksepsi :
− Menyatakan Eksepsi Tergugat Rekonpensi tidak dapat diterima ;

DALAM POKOK PERKARA :
− Menyatakan gugatan Rekonpensi Penggugat dalam Rekonpensi/
  Tergugat dalam Konpensi II tidak dapat diterima ;

DALAM KONPENSI DAN REKONPENSI :
− Menghukum Tergugat Konpensi dan Penggugat Rekonpensi untuk



Yurisprudensi M ahkamah Agung R I                                  93
     membayar biaya perkara ini dalam kedua tingkat peradilan, yang
     untuk tingkat pertama sebesar Rp. 135.000,- (seratus tiga puluh
     lima ribu rupiah) dan untuk tingkat banding sebesar Rp. 25.000,-
     (dua puluh lima ribu rupiah) ;
       Bahwa sesudah putusan terakhir ini diberitahukan kepada
kedua belah pihak masing-masing pada tanggal 4 Juni 1996 dan 13
Juni 1996 kemudian terhadapnya oleh Tergugat I, II/Terbanding juga
Pemban-ding (dengan perantaraan kuasanya khusus, berdasarkan
surat kuasa khusus Substitusi tanggal 5 Juni 1996) diajukan permoho-
nan kasasi masing-masing pada tanggal 6 Juni 1996 dan 17 Juni 1996
sebagaimana ternyata dari akte permohonan kasasi masing-masing
No. 43/Pdt/Kasasi/1996/PN.Mdn. dan No. 44/Pdt/Kasasi/1996/PN.Mdn.
yang dibuat oleh Panitera Pengadilan Negeri Medan permohonan
mana kemudian disusul dengan memori kasasi yang memuat alasan-
alasan yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri tersebut
masing-masing pada tanggal 13 Juni 1996 dan 24 Juni 1996 ;
       bahwa setelah itu oleh Penggugat-Pembanding yang pada
tanggal 17 Juni 1996 dan tanggal 1 Juli 1996 telah diberitahu tentang
memori kasasi dari Tergugat I, II-Terbanding juga Pembanding diaju-
kan jawaban memori kasasi yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan
Negeri Medan masing-masing pada tanggal 28 Juni 1996 dan tanggal
12 Juli 1996 ;
      Menimbang, bahwa permohonan kasasi a quo beserta alasan-
alasannya telah diberitahukan kepada pihak lawan dengan seksama
diajukan dalam tenggang waktu dan dengan cara yang ditentukan
dalam Undang-undang, maka oleh karena itu permohonan kasasi
tersebut formil dapat diterima ;
        Menimbang, bahwa keberatan-keberatan yang diajukan oleh
Pemohon kasasi I dalam memori kasasinya tersebut pada pokoknya
ialah :
1.    Bahwa Pengadilan Tinggi telah keliru dalam pertimbangan dan
      putusannya yaitu pertimbangannya pada halamam 6 pint 3 ten-
      tang perjanjian lisan haruslah dilaksanakan dan halaman 7 poin 1,
      sehingga pertimbangan Pengadilan Tinggi tersebut keliru dan ti-
      dak memenuhi persyaratan sebagaimana yang ditentukan dalam
      Pasal 1320 KUHPerdata, yaitu persetujuan obyeknya harus ter-
      tentu dan dapat ditentukan, termasuk luas serta batas-batasnya
      dalam perkara ini ;
Bahwa kenyataannya dari kwitansi tanggal 16 Februari 1994, luas
   tanah yang diperjual belikan seluas ± 3,9 Ha, akan tetapi sesuai
   Berita Acara Sita Jaminan luas keseluruhan tanah hanya seluas
   ± 1,045 Ha, sehingga dalam hal ini menunjukkan adanya ketidak


94                                        Yurisprudensi M ahkamah Agung R I
     jelasan luas tanah yang diperjual belikan ;
2.   Bahwa karena Pemohon kasasi I tidak dapat memenuhi luas
     tanah yang diperjual belikan yaitu seluas ± 3,9 Ha. sebagaimana
     yang dimaksud dalam kwitansi tanggal 16 Februari 1994, maka
     Pemohon kasasi II tidak menguangkan Bilyet Giro yang diberikan
     oleh Termohon kasasi sebagai uang panjar ;
3.   Bahwa oleh karena itu, maka setiap persetujuan yang tidak me-
     menuhi syarat yang ditentukan oleh Undang-undang, maka per-
     setujuan tersebut adalah batal demi hukum ;
        Menimbang, bahwa keberatan-keberatan yang diajukan oleh
Pemohon Kasasi II dalam memori kasasinya tersebut pada pokoknya
ialah :
− Bahwa Pengadilan Tinggi telah keliru dalam pertimbangan dan pu-
  tusannya, yaitu pertimbangannya pada halam 7 poin ke-2, karena
  sebagaimana yang telah ditentukan oleh Pasal 36 ayat (1) Undang-
  undang No. 1 Tahun 1974 yang menyatakan “Mengenai harta ber-
  sama suami isteri dapat bertindak atas persetujuan kedua belah pi-
  hak, oleh karena tanah yang menjadi obyek terperkara adalah harta
  bersama antara Tergugat asal I/Pemohon kasasi I dengan isterinya
  Tergugat asal II/Pemohon kasasi II, maka pengalihan harta ber-
  sama tersebut haruslah sebelumnya mendapat persetujuan dari
  Tergugat asal II/Pemohon kasasi II ;



       Menimbang :
Mengenai keberatan-keberatan ad. 1, ad. 2 dan ad. 3 dari Pemohon
Kasasi I :
       Bahwa keberatan-keberatan ini dapat dibenarkan, karena Peng-
adilan Tinggi salah menerapkan hukum, sebab perjanjian lisan terse-
but baru merupakan voor overenskomst yaitu suatu perjanjian permu-
laan yang akan dibuat di depan Notaris (lihat surat Penggugat kepada
Tergugat I bukti T.I-1). Oleh karena perjanjian lisan yang masih harus
di-tindak lanjuti dan belum dibuat di depan Notaris seperti yang dimak-
sud dalam surat Penggugat tanggal 19 Februari 1994 tersebut di atas,
maka perjanjian seperti itu belum mempunyai kekuatan mengikat bagi
para pihak yang membuatnya sehingga tidak mempunyai akibat hukum
;
      Lagi pula oleh karena tanah tersebut merupakan harta bersama
(gono-gini) antara Tergugat I dan Tergugat II selaku suami isteri, maka
menurut Pasal 36 ayat (1) Undang-undang No. 1 tahun 1974, tindakan



Yurisprudensi M ahkamah Agung R I                                   95
terhadap harta bersama oleh suami atau isteri harus mendapat per-
setujuan suami isteri tersebut in casu oleh karena perjanjian permu-
laan yang dilakukan secara lisan tersebut belum mendapat persetu-
juan Tergugat II selaku isteri maka perjanjian tersebut tidak sah menu-
rut hukum. Karena itu pula tidak dapat dibenarkan pertimbangan Pen-
gadil-an Tinggi yang berpendapat bahwa suami dapat melakukan per-
buatan hukum yang menyangkut harta kekayaan bersama suami isteri
karena dalam ikatan perkawinan ada perjanjian harta terpisah ;

Mengenai keberatan dari Pemohon Kasasi II :
       bahwa sejalan dengan pertimbangan mengenai keberatan Pe-
mohon kasasi I, oleh karena perjanjian tersebut baru merupakan per-
janjian permulaan (voor overeenkomst), maka tidak mempunyai kekua-
tan mengikat bagi para pihak yang membuatnya, karena itu tidak
mempunyai akibat hukum.        Selain itu dapat dibenarkan alasan
Pemohon kasasi II, sebab tindakan suami atau isteri atas harta ber-
sama harus dengan persetujuan suami isteri tersebut. In casu oleh
karena belum ada persetujuan Tergugat II selaku isteri maka tindakan
Tergugat I membuat perjanjian tersebut tidak sah menurut hukum ;
      Menimbang, bahwa berdasarkan hal-hal yang dipertimbangkan
tersebut di ats terdapat cukup alasan untuk mengabulkan permohonan
kasasi yang diajukan para Pemohon kasasi I : KESUMA WIJAYA alias
ACI dan Pemohon Kasasi II : WENTY PUSPA KWANNI dan mem-
batalkan putusan Pengadilan Tinggi Medan tanggal 14 November
1995 No. 86/Pdt/1995/PT.Mdn., sehingga Mahkamah Agung akan
mengadili sendiri perkara ini dengan menguatkan putusan Pengadilan
Negeri Medan tanggal 25 Oktober 1994 No. 87/Pdt.G/1994/PN.Mdn.
yang dianggapnya telah tepat dan benar yang amarnya seperti yang
akan disebutkan di bawah ini ;
       Menimbang, bahwa oleh karena permohonan kasasi dikabulkan
dan gugatan ditolak, maka Termohon kasasi/Penggugat sebagai pihak
yang kalah dihukum untuk membayar biaya perkara dalam semua
tingkat peradilan ;
      Memperhatikan pasal-pasal dari Undang-undang No. 14 Tahun
1970 dan Undang-undang No. 14 Tahun 1985 yang bersangkutan ;

                          MENGADILI:

    Mengabulkan permohonan kasasi dari Pemohon kasasi I :
KESUMA WIJAYA alias ACI, dan Pemohon kasasi II : WENTY PUSPA
KWANNI tersebut ;
      Membatalkan putusan Pengadilan Tinggi Medan tanggal 14 No-


96                                       Yurisprudensi M ahkamah Agung R I
vember 1995 No. 86/Pdt/1995/PT.Mdn., yo. putusan Pengadilan
Negeri Medan tanggal 25 Oktober 1994 No. 87/Pdt.G/1994/PN.Mdn.

                           MENGADILI SENDIRI :

DALAM KONPENSI :

Tentang Eksepsi Tergugat I :
− Menyatakan Eksepsi Tergugat I tidak dapat diterima ;

Tentang Eksepsi Tergugat II :
− Menyatakan Eksepsi Tergugat II tidak dapat diterima ;

Tentang Pokok Perkara :
− Menolak gugatan Penggugat untuk seluruhnya ;
− Menyatakan Sita Jaminan yang telah dilakukan oleh Pengadilan
  Negeri Medan tanggal 24 Maret 1994 No. 87/Pdt.G/1994/PN.Mdn.
  dan Berita Acara Sita Jaminan tanggal 24 Maret 1994 No.
  87/Pdt.G/1994/PN.Mdn. tidak sah dan tidak berharga ;
− Memerintahkan Pengadilan Negeri Medan untuk mengangkat kem-
  bali sita jaminan tersebut ;

DALAM REKONPENSI :

Gugatan Rekonpensi Penggugat dalam Rekonpensi/Tergugat I dalam
Konpensi :
− Menyatakan gugatan Rekonpensi Penggugat dalam Rekonpensi/
  Tergugat I dalam Konpensi tidak dapat diterima ;

Gugatan Rekonpensi Penggugat dalam Rekonpensi/Tergugat II dalam
Konpensi :

Tentang Eksepsi :
− Menyatakan Eksepsi Tergugat dalam              Rekonpensi/Penggugat
  dalam Konpensi tidak dapat diterima ;

Tentang Pokok Perkara :
− Menyatakan gugatan Rekonpensi Penggugat dalam Rekonpensi/
  Tergugat II dalam Konpensi tidak dapat diterima ;

DALAM KONPENSI DAN REKONPENSI :


Yurisprudensi M ahkamah Agung R I                                 97
       Menghukum Penggugat dalam Konpensi/Tergugat dalam Re-
konpensi dan Penggugat dalam Rekonpensi/Tergugat dalam Konpensi
untuk membayar biaya perkara dalam semua tingkat peradilan, yang
dalam tingkat kasasi ini ditetapkan sebanyak Rp. 50.000,- (lima puluh
ribu rupiah) ;

      Demikianlah diputuskan dalam rapat permusyawaratan
Mahkamah Agung pada hari Selasa, tanggal 1 September 1998 den-
gan J. Djohansjah, SH. Hakim Agung yang ditunjuk Mahkamah Agung
RI sebagai Ketua Sidang, H. Toton Suprapto, SH. dan Ny. Asma
Samik Ibrahim, SH. sebagai Hakim-hakim Anggota, dan diucapkan
dalam sidang terbuka untuk umum pada hari Jumat tanggal 18 Sep-
tember 1998 oleh Ketua Sidang tersebut dengan dihadiri oleh R. Toton
Suprapto, SH. dan Ny. Asma Samik Ibrahim, SH. Hakim-hakim Ang-
gota, Adam Hidayat A., SH. Panitera Pengganti, dengan tidak dihadiri
oleh kedua belah pihak.




HAKIM-HAKIM ANGGOTA,                                           K E T U A,
              ttd.                                                    ttd.
H. TOTON SUPRAPTO, SH.                                 J. DJOHANSJAH, SH.


              ttd.
Ny. ASMA SAMIK IBRAHIM, SH.




                            PANITERA PENGGANTI,
                                          ttd.
                             ADAM HIDAYAT A., SH.



Perincian Biaya Perkara :
− Meterai ............................................. Rp. 2.000,-


98                                                  Yurisprudensi M ahkamah Agung R I
− Redaksi ............................................ Rp. 1.000,-
− Administrasi Kasasi ......................... Rp. 47.000,-
                                     Jumlah            Rp. 50.000,-
                                       (lima puluh ribu rupiah)




Yurisprudensi M ahkamah Agung R I                                     99
                           PUTUSAN
                   Nomor : 86/PDT/1995/PT-MDN


                    DEMI KEADILAN
         BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA


      PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili
perkara-perkara perdata dalam pemeriksaan tingkat banding yang
bersidang dengan Hakim Majelis atas penunjukkan Ketua berdasarkan
Surat Penetapan tanggal 16 Oktober 1995 No. 86/Pdt/1995/PT-Mdn.
telah menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara antara :
A R I F I N, bertempat tinggal di Komplex Carina Sayang II Rt. 023/08
             Penjaringan Jakarta Utara, dalam hal ini diwakili oleh
             kuasanya SUWARDI, SH. dan ALIFUDDIN NUR, Pen-
             gacara berkantor di Jl. Nibung Raya No. 164 Medan, ber-
             dasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 24 Februari 1994,
             selanjutnya disebut sebagai PENGGUGAT dalam
             KONPENSI/TER-GUGAT                                 dalam
             REKONPENSI/PEMBANDING ;

                             lawan:

1. KESUMA WIJAYA alias ACI, bertempat tinggal di Jalan Bandung
         No. 90-C Medan, dalam hal ini diwakili oleh kuasanya :
         ZAKARIA BANGUN, SH. Pengacara berkantor di Jl. Pe-
         muda No. 17 Medan, berdasarkan Surat Kuasa Khusus
         tanggal 26 Maret 1994, selanjutnya disebut sebagai
         TERGUGAT I dalam KONPENSI/PENGGUGAT dalam
         REKONPENSI I/TERBANDING ;
2. WENTY PUSPA KWANNI, bertempat tinggal di Jalan Bandung No.
         90 C Medan, selanjutnya disebut sebagai TERGUGAT II
         dalam KONPENSI/PENGGUGAT dalam REKONPENSI
         II/TERBANDING II/JUGA PEMBANDING ;

                PENGADILAN NEGERI TERSEBUT :
      Telah membaca surat-surat dalam berkas perkara ini ;

                 TENTANG DUDUK PERKARANYA
      Memperhatikan dan mengutip isi salinan resmi putusan Peng-



100                                     Yurisprudensi M ahkamah Agung R I
adilan Negeri Medan tangal 25 Oktober 1994 No. 87/Pdt.G/1994/PN.
Mdn., yang amarnya berbunyi sebagai berikut :

DALAM KONPENSI :

TENTANG EKSEPSI TERGUGAT II :
− Menyatakan Eksepsi Tergugat II tidak dapat diterima ;

TENTANG POKOK PERKARA :
− Menolak gugatan Penggugat untuk seluruhnya ;
− Menyatakan batal atau tidak berkekuatan hukum dan tidak ber-
  harga Penetapan Pengadilan Negeri Medan tanggal 24 Maret 1994
  No. 87/Pdt.G/1994/PN.Mdn. dan Berita Acara Sita Jaminan tanggal
  24 Maret 1994 No. 87/Pdt.G/1994/PN.Mdn. ;
− Memerintahkan Jurusita pada Pengadilan Negeri Medan untuk
  mengangkat/mencabut sita jaminan yang telah diletakkan pada
  tanggal 24 Maret 1994 No. 87/Pdt.G/1994/PN.Mdn. ;

DALAM REKONPENSI :

GUGATAN      REKONPENSI       PENGGUGAT                    DALAM
REKONPENSI/TER-GUGAT I DALAM KONPENSI :
− Menyatakan gugatan Rekonpensi Penggugat dalam Rekonpensi/
  Tergugat I dalam Konpensi tidak dapat diterima ;

GUGATAN      REKONPENSI        PENGGUGAT                   DALAM
REKONPENSI/TER-GUGAT II DALAM KONPENSI :

Tentang Eksepsi :
− Menyatakan Eksepsi Tergugat dalam          Rekonpensi/Penggugat
  dalam Konpensi tidak dapat diterima ;

TENTANG POKOK PERKARA :
− Menyatakan gugatan Rekonpensi Penggugat dalam Rekonpensi/
  Tergugat II dalam Konpensi tidak dapat diterima ;

DALAM KONPENSI DAN REKONPENSI :
− Menghukum Penggugat dalam Konpensi/Tergugat dalam Rekon-
  pensi dan Penggugat dalam Rekonpensi/Tergugat dalam Konpensi
  untuk membayar biaya perkara yang hingga kini dirancang sebesar
  Rp. 135.000,- (seratus tiga puluh lima ribu rupiah) masing-masing


Yurisprudensi M ahkamah Agung R I                              101
   separuhnya ;
     Bahwa atas putusan Pengadilan Negeri tersebut di atas kuasa
Penggugat telah mengajukan banding di Kepaniteraan Pengadilan
Negeri Medan pada tanggal 26 Oktober 1994, permohoan banding
mana telah diberitahukan dengan seksama kepada pihak lawan
masing-masing pada tanggal 7 November 1994 ;
      Bahwa kuasa Tergugat II juga telah mengajukan permohonan
banding di atas putusan Pengadilan Negeri tersebut di atas pada
tanggal 7 November 1994, permohonan banding mana telah diberita-
hukan dengan seksama kepada pihak lawan masing-masing tanggal
23 November 1994 ;
      Bahwa Penggugat melalui kuasanya telah mengajukan memori
banding yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Tinggi Medan pada
tanggal 17 April 1995 dan salinannya telah diserahkan dengan sek-
sama kepada pihak lawan pada tanggal 9 Juni 1995 ;
      Bahwa sampai perkara ini diputus di tingkat banding pihak Ter-
gugat-tergugat tidak ada mengajukan Memori banding dan Kontra
Memori banding dalam perkara ini ;

                       TENTANG HUKUM :

      Menimbang, bahwa permohonan banding baik Penggugat Kon-
pensi, maupun Penggugat Rekonpensi diajukan dalam tenggang
waktu dan menurut cara-cara dan syarat yang ditentukan Undang-
undang, maka permohonan banding tersebut dapat diterima ;
      Menimbang, bahwa setelah Pengadilan Tinggi mempelajari
dengan seksama hal-hal yang berhubungan dengan perkara ini, baik
salinan resmi putusan Pengadilan Negeri Medan tersebut di atas,
demikian juga Memori banding yang diajukan oleh kuasa Penggugat/
Pembanding, maka mempertimbangkan dan memutuskan tentang hal-
hal yang tersebut di bahwah ini ;

DALAM KONPENSI :

TENTANG EKSEPSI :
        Menimbang, bahwa tentang pertimbangan mengenai Eksepsi,
Pengadilan Tinggi berpendapat bahwa pertimbangan-pertimbangan
Pengadilan Negeri sudah tepat dan benar maka oleh karena itu diam-
bil alih sebagai pertimbangan Pengadilan Tinggi ;

DALAM POKOK PERKARA :



102                                     Yurisprudensi M ahkamah Agung R I
      Menimbang, bahwa Pengadilan Negeri berdasarkan alasan-
alasan :
1.   Belum dilanjutkan/dituangkan dalam Perjanjian tertulis di depan
     Notaris sebagaimana yang diperjanjikan oleh kedua belah pihak
     dalam perjanjian lisan tersebut, sehingga dengan demikian hak-
     hak dan kewajiban-kewajiban kedua belah pihak belum jelas dan
     juga obyek perjanjian yaitu tanah belum jelas batas-batasnya
     karena tidak hanya mengenal tanah-tanah Tergugat saja tetapi
     juga mengenai tanah orang lain yang akan dibebaskan ;
2.   Panjar sebesar Rp. 80.000.000,- (delapan puluh juta rupiah)
     berupa Bilyet Giro Bank Bali Cabang Pembantu Binjai No. 308266
     tanggal 16 Februari 1994, belum tentu/belum pasti tersedia/dija-
     min dana oleh Bank Bali ;
Berpendapat bahwa Perjanjian lisan tersebut belum mengikat kedua
    belah pihak dan oleh karena itu Pengadilan Negeri berpendapat
    bahwa gugatan ditolak ;
       Menimbang, bahwa Pengadilan Tinggi setelah mempelajari
alas-an-alasan dan pendapat Pengadilan Negeri sebagaimana diurai-
kan di atas, tidak sependapat dengan Pengadilan Negeri karena :
1.   Perjanjian lisan tersebut berdasarkan pertimbangan Pengadilan
     Negeri telah dinyatakan terbukti yaitu bahwa pada tanggal 16 Fe-
     bruari 1994 di Jl. Brigjen Katamso No. 56 Medan terjadi Perjanjian
     lisan antara Tergugat I sebagai penjual dan Penggugat sebagai
     pembeli ;
2.   Bahwa memang benar Perjanjian lisan tersebut belum dilanjutkan
     dengan perjanjian tertulis di hadapan Notaris atau pejabat lain
     yang berwenang untuk membuat akte Jual Beli, karena hal itu
     memang yang menjadi tujuan perjanjian lisan tersebut, jika kedua
     belah pihak mengikatkan diri untuk mengadakan jual beli tanah
     menurut cara-cara yang ditentukan oleh Undang-undang ;
3.   Bahwa dana dalam Giro Bilyet sebesar Rp. 80.000.000,- yang di-
     serahkan pada Tergugat belum tentu ada, tidak dapat dipakai se-
     bagai alasan bahwa perjanjian belum mengikat, karena Giro Bilyet
     tersebut belum diuangkan dan apabila Giro Bilyet tersebut tern-
     yata ditolak oleh Bank yang bersangkutan maka baru timbul hak
     Tergugat untuk membatalkan Perjanjian tersebut di atas ;
       Menimbang, bahwa Pengadilan Tinggi memperhatikan surat
bukti yaitu :
1.   Bukti P. 1 : Surat Tanda Terima untuk Arifin di Jakarta yang men-
     yebutkan bahwa Tergugat I KESUMA WIJAYA alias ACI, telah
     menerima uang banyaknya delapan puluh juta dalam bentuk Giro


Yurisprudensi M ahkamah Agung R I                                  103
      Bilyet Bank Bali No. 308266, untuk pembayaran panjar pembelian
      tanah ± 3,900 Ha. dengan harga Rp. 2.650.000.000,- (dua milyar
      enam ratus lima puluh juta rupiah) di Jl. Brigjen Katamso/Gang
      Kenanga No. 56 Medan ;
2.    Surat dari Arifin tertanggal 19 Februari 1994 yang ditujukan
      kepada KESUMA WIJAYA (Tergugat I) yang isinya adalah un-
      dangan kepada KESUMA WIJAYA untuk hadir di Kantor Notaris
      EFRIZAL ARSYAD HAKIM, SH. guna menandatangani surat yang
      berhubungan dengan pembebasan tanah yang sudah disepakati,
      surat tersebut dijadikan bukti Tergugt (T.I) dan Tergugat II (T. II.2)
      hak mana menunjukkan bahwa Tergugat sudah mengerti maksud
      dari perjanjian lisan yang telah mereka sepakati ;
3.    Surat KESUMA WIJAYA tertanggal 16 Februari 1994 kepada sdr.
      Arifin di Medan yang isi pokoknya ialah bahwa sehubungan
      dengan perjanjian (mereka) tentang jual beli tanah yang terletak di
      Kampung Baru Gang Kenanga karena sesuatu hal dinyatakan
      batal dan mengenai uang panjar dalam bukti Giro Bilyet akan
      dikembalikan oleh KESUMA WIJAYA ;
Maka Pengadilan Tinggi berpendapat bahwa Perjanjian lisan tersebut
   adalah sah dan mengikat kedua belah pihak dan oleh karena itu
   pula perjanjian tersebut harus dilaksanakan sebagaimana ke-
   sepakatan yang sudah dimengerti oleh kedua belah pihak ;
       Menimbang, bahwa tentang terjadinya Perjanjian lisan oleh Ter-
gugat KESUMA WIJAYA dengan Penggugat ARIFIN dihadiri atau tidak
oleh Tergugat II WENTY PUSPA KWANNI isteri Tergugat I, tidak
menghalangi terlaksanannya Perjanjian tersebut karena status Ter-
gugat I adalah suami yang dapat melakukan perbuatan hukum yang
menyangkut harta kekayaan suami isteri karena dalam ikatan per-
kawin-an mereka tidak terdapat perjanjian harta terpisah sebagaimana
ter-nyata dari bukti T. II. I., Akte Perkawinan No. 25 tanggal 6 Februari
1963 maka oleh karena itu Pengadilan Tinggi berpendapat bahwa
Tergugat II harus tunduk pada putusan ini ;
      Menimbang, bahwa Perjanjian lisan tersebut di atas adalah sah
maka Tergugat I harus melaksanakan perjanjian tersebut dan ber-
dasarkan alasan tersebut di atas Pengadilan Tinggi berpendapat
bahwa gugatan Penggugat harus dikabulkan ;
       Menimbang, bahwa sejauh mana gugatan dapat dikabulkan,
Pengadilan Tinggi memperhatikan tuntutan Penggugat Primair yang
mencantumkan selain pelaksanaan Perjanjian oleh Tergugat juga
ganti kerugian atas uang Rp. 80.000.000,- (delapan puluh juta rupiah)
yang diserahkan dalam bentuk Giro Bilyet kepada Tergugat dan men-
genai hal itu Pengadilan Tinggi berpendapat bahwa oleh karena Ter-


104                                          Yurisprudensi M ahkamah Agung R I
gugat sudah dituntut melaksanakan Perjanjian maka tuntutan ganti
rugi harus tidak dikabulkan dan oleh karena itu perlu gugatan Peng-
gugat dikabulkan sebagian ;
       Menimbang, bahwa tentang sita jaminan atas sebidang tanah di
Jl. Brigjen Katamso Lingkungan XVII Kelurahan Kampung Baru, Ke-
camatan Medan Maimun, Kotamadya Medan yang berukuran :
Utara     : 27,5 M + 23,5 M + 8 M +16,8 M + 154 M. berbatas dinding
            tembok ;
Selatan : ± 27,5 M + 40,6 M + 81,1 M + 71,5 M, berbatas dinding
          tembok ;
Barat     : ± 76,5 M berbatas dengan pagar dinding Seng ;
Timur     : ± 16,3 M berbatas dengan Jl. Brigjen Katamso, sebagai-
mana termuat dalam Berita Acara Sita Jaminan No. 87/Pdt.G/1994/
PN-Mdn. yang dibuat oleh EMMY RAJA GUK-GUK, Juru Sita Pen-
gadil-an Negeri Medan, karena gugatan dikabulkan maka sita jaminan
tersebut harus dinyatakan sah dan berharga ;
       Menimbang, bahwa tentang tuntutan nomor 6 huruf b dalam
tuntutan Primair yang disebut oleh Penggugat sebagai uang ganti rugi,
Pengadilan Tinggi berpendapat bahwa sebenarnya yang dimaksud
Penggugat adalah uang paksa karena pembayaran Rp. 1.000.000,-
(satu juta rupiah) dikaitkan dengan tiap keterlambatan realisasi pelak-
sanaan jual beli dan hutang hal itu Pengadilan Tinggi berpendapat
adalah beralasan karena realisasi (pelaksanaan) jual beli tanah seng-
keta hanya dapat dilakukan oleh Tergugat I dengan Penggugat ;
       Menimbang, bahwa tentang jumlahnya dan waktu keterlam-
batan, Pengadilan Tinggi berpendapat tiap hari keterlambatan adalah
sesuai bila Tergugat I harus membayar Rp. 500.000,- sesudah ia dite-
gor oleh Ketua Pengadilan untuk melaksanakan putusan ini ;
      Menimbang, bahwa tentang tuntutan agar putusan dalam
perkara ini dilaksanakan meskipun Tergugat banding, kasasi atau ada
Perlawanan, karena tidak ada bukti cukup mengenai kepentingan yang
mendesak untuk pelaksanaan putusan seperti itu tuntutan harus ditolak ;
      Menimbang, bahwa oleh karena Tergugat dikalahkan maka ia
harus dihukum membayar ongkos yang timbul dalam kedua tingkat
peradilan ini ;
DALAM REKONPENSI :
      Menimbang, bahwa dalam perkara Rekonpensi baik mengenai
Eksepsi maupun mengenai Pokok Perkara Pengadilan Negeri telah
mempertimbangkan dengan tepat dan benar maka pertimbangan
tersebut diambil alih oleh Pengadilan Tinggi sebagai pertimbangannya


Yurisprudensi M ahkamah Agung R I                                  105
sendiri ;
     Meningat pasal-pasal dari Undang-undang dan ketentuan hu-
kum yang berlaku ;

                          MENGADILI:

    Menerima permohonan banding dari Penggugat dan Tergugat II/
Pembanding-pembanding tersebut ;
     Membatalkan putusan Pengadilan Negeri Medan tanggal 25
Oktober 1994 No. 87/Pdt.G/1994/PN-Mdn. yang dibanding dan ;

                        MENGADILI SENDIRI :

DALAM KONPENSI :

TENTANG EKSEPSI TERGUGAT I DAN II :
− Menyatakan Eksepsi Tergugat I dan II tidak dapat diterima ;

DALAM POKOK PERKARA :
1.    Mengabulkan gugatan Penggugat sebagian ;
2.    Menyatakan sah dan berharga sita jaminan sebagai termaktub
      dalam Berita Acara Sita Jaminan No. 87/Pdt.G/1994/PN-Mdn.
      tanggal 24 Maret 1994 yang dibuat oleh EMMY RAJA GUK-GUK
      Juru Sita Pengadilan Negeri Medan, atas sebidang tanah yang
      terletak di Jl. Brigjen Katamso Lingkungan XVII, Kelurahan Kam-
      pung Baru, Kecamatan Medan Maimun, Kotamadya Medan
      dengan ukuran dan batas sebagaimana diuraikan dalam Berita
      Acara Sita tersebut di atas ;
3.    Menyatakan Perjanjian lisan untuk melakukan jual beli tanah yang
      telah disepakati kedua belah pihak (Penggugat dan Tergugat)
      mengenai obyeknya terperkara, harga dan panjarnya tanggal 16
      Februari 1994, adalah sah menurut hukum ;
4.    Menyatakan tindakan Tergugat I membatalkan Perjanjian lisan
      mengenai jual beli tanah tersebut secara sepihak tanpa mufakat
      Penggugat adalah merupakan perbuatan ingkar janji ;
5.    Menghukum Tergugat dan orang-orang lain yang mendapat hak
      dari padanya untuk merealisasikan jual beli tanah terperkara
      kepada Penggugat di hadapan Pejabat yang berhak untuk itu
      yang selanjutnya menyerahkan tanah terperkara selengkapnya
      dalam keadaan kosong kepada Penggugat ;
6.    Menghukum Tergugat II untuk tunduk kepada putusan ini ;


106                                      Yurisprudensi M ahkamah Agung R I
7.   Menghukum Tergugat I untuk membayar Rp. 500.000,- (lima ratus
     ribu rupiah) tiap hari keterlambatan pelaksanaan jual beli tanah
     terperkara terhitung hari ke-9 (sembilan) sejak ia diberi tegoran
     oleh Ketua Pengadilan Negeri untuk melaksanakan putusan ini ;
8.   Menolak gugatan selebihnya ;

DALAM KONPENSI :

TENTANG EKSEPSI :
− Menyatakan Eksepsi Tergugat Rekonpensi tidak dapat diterima ;

DALAM POKOK PERKARA :
− Menyatakan gugatan Rekonpensi Penggugat dalam Rekonpensi/
  Tergugat II dalam Konpensi tidak dapat diterima ;

DALAM KONPENSI DAN REKONPENSI :
− Menghukum Tergugat Konpensi dan Penggugat Rekonpensi untuk
  membayar biaya perkara ini dalam kedua tingkat peradilan, yang
  untuk tingkat pertama sebesar Rp. 135.000,- dan untuk tingkat
  banding sebesar Rp. 25.000,- (dua puluh lima ribu rupiah) ;

       Demikianlah, diputuskan dalam sidang Hakim Majelis pada hari
Selasa, tanggal 14 November 1995 oleh kami : MOERDIJONO, SH.
Hakim Tinggi pada Pengadilan Tinggi Medan sebagai Ketua Mejelis,
ISNU SUSENO, SH. dan SOELIM HARDIJOTO, SH. sebagai Hakim-
hakim Anggota, dan putusan ini diucapkan dalam sidang terbuka untuk
umum pada hari itu juga oleh Hakim Ketua Majelis dan dihadiri oleh
Hakim Ketua Majelis dan dihadiri oleh Hakim-hakim Anggota tersebut
di atas serta dibantu oleh : HALOMOAN ZEIN SIREGAR, SH., Panit-
era pada Pengadilan Tinggi Medan, tanpa dihadiri kedua belah pihak
berperkara.
HAKIM-HAKIM ANGGOTA,                              K E T U A,
            ttd.                                      ttd.
     IBNU SUSENO, SH.                         MOERDIJONO, SH.


             ttd.
SOELIM HARDIJOTO, SH.




Yurisprudensi M ahkamah Agung R I                                 107
                           PANITERA PENGGANTI,
                                         ttd.
                      HALOMOAN ZEIN SIREGAR, SH.



Perincian Biaya Perkara :
−   Meterai ............................................. Rp. 2.000,-
−   Redaksi ............................................ Rp. 1.000,-
−   Ongkos kirm ..................................... Rp. 2.000,-
−   Administrasi Kasasi ......................... Rp. 20.000,-
                                        Jumlah            Rp. 25.000,-
                                          (dua puluh lima ribu rupiah)




108                                                Yurisprudensi M ahkamah Agung R I
                                PUTUSAN
                     Nomor : 87/Pdt.G/1994/PN.Mdn.


 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA


      Pengadilan Negeri Medan, yang memeriksa dan mengadili
perkara-perkara perdata dalam pemeriksaan tingkat pertama telah
mengambil putusan sebagai berikut dalam perkara :
A R I F I N, bertempat tinggal di Komplex Carina Sayang II Rt. 023/08
             Penjaringan Jakarta Utara, dalam hal ini diwakili oleh
             kuasanya Suwardi, SH. dan Alifuddin Nur; Pengacara
             berkan-tor di Jl. Nibung Raya No. 164 Medan, berdasar-
             kan Surat Kuasa Khusus tanggal 24 Februari 1994, seba-
             gai Penggugat dalam Konpensi/Tergugat dalam Rekonpensi
             ;

                                melawan:

1. KESUMA WIJAYA alias ACI, bertempat tinggal di Jalan Bandung
         No. 90-C Medan, dalam hal ini diwakili oleh kuasanya :
         Zakaria Bangun, SH. Pengacara berkantor di Jl. Pemuda
         No. 17 Medan, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal
         26 Maret 1994, sebagai TERGUGAT I dalam KONPENSI/
         PENGGUGAT dalam REKONPENSI I ;

2. WENTY PUSPA KWANNI, bertempat tinggal di Jalan Bandung No.
         90 C Medan, dalam hal ini diwakili oleh kuasanya Ramli
         Barus, SH. Pengacara berkantor di Jl. Jenderal Ahmad
         Yani II No. 12 Medan, berdasarkan Surat Kuasa Khusus
         tanggal 26 Maret 1994, selanjutnya disebut sebagai
         TERGUGAT II dalam KONPENSI/PENGGUGAT dalam
         REKONPENSI II ;


                  PENGADILAN NEGERI TERSEBUT :
       Telah membaca surat-surat dalam berkas perkara ini ;
       Telah mendengar kedua belah pihak dan saksi-saksi ;


                    TENTANG DUDUK PERKARANYA


Yurisprudensi M ahkamah Agung R I                                109
      Menimbang, bahwa Penggugat dengan surat gugatannya tang-
gal 7 Maret 1994 yang didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri
Medan pada tanggal 9 Maret 1994 di bawah Register No. 87/Pdt.G/
1994/PN.Mdn telah mengemukakan hal-hal sebagai berikut :
− Bahwa antara Penggugat dengan Tergugat telah diikat satu per-
  setujuan lisan untuk melakukan jual beli sebidang tanah seluas ±
  3,9 Ha terletak di Jl. Brigjen Katamso Gang Kenanga Desa Kam-
  pung Baru, Kecamatan Medan Maimun No. 56 Medan ;
− Bahwa Penggugat adalah pihak Pembeli dan Tergugat I adalah
  pihak Penjual ;
− Bahwa dalam persetujuan lisan itu telah disepakati harga seluruh
  tanah sebesar Rp. 2.680.000.000,- (dua milyar enam ratus delapan
  puluh juta rupiah) dan Penggugat diwajibkan membayar panjar
  harga tanah sebesar Rp. 80.000.000,- (delapan puluh juta rupiah)
  kepada Tergugat, dan Tergugat diwajibkan menyiapkan surat-surat
  dan penyerahan tanah dalam keadaan kosong kepada Penggugat ;
− Bahwa juga telah disepakati termijn-termijn pembayaran sebagai
  berikut :
   I.    40% dari harga tanah harus diserahkan Penggugat kepada
         Tergugat I untuk pembebasan tanah yang belum bebas diper-
         hitungkan selama 6 (enam) bulan sejak panjar diterima, tanah
         seluruhnya telah dibebaskan secara total ;
   II.   40% lagi dari nilai harga tanah harus dibayar Penggugat
         kepada Tergugat I 6 (enam) bulan setelah tanah dibebaskan
         seluruhnya ;
   III. sisa harga yang 20% lagi harus dibayar Penggugat kepada
        Tergugat I setelah terbit Sertifikat Hak Tanah tersebut dari pi-
        hak yang berwenang ;
− Bahwa pada tanggal 16 Februari 1994 Penggugat telah menye-
  rahkan uang panjar sebesar Rp. 80.000.000,- (delapan puluh juta
  rupiah) berupa Bilyet Giro Bank Bali No. 308266, dan Tergugat te-
  lah menerima uang panjar tersebut dari Penggugat dengan me-
  nerima Bilyet giro Bank Bali tersebut pada tanggal 16 Februari
  1994 (foto copy kwitansi terlampir) ;
− Bahwa Tergugat II isteri dari Tergugat I turut hadir dan mendengar
  semua yang diperjanjikan antara Penggugat dengan Tergugat I,
  karena Penggugat dan Tergugat I dalam melangsungkan perjanjian
  lisan tersebut duduk di hadapan Tergugat II dan berada dalam satu
  ruangan di kediaman Tergugat I ;



110                                       Yurisprudensi M ahkamah Agung R I
− Bahwa staf ahli Penggugat telah menyusun dan memperhitungkan
  kalkulasi biaya dengan alternatif keutungan dari proyek pembangun-
  an real estate sesuai dengan proyek proposal Perumahan Jl. Brig-
  jen Katamso Medan, dimana jika siap semua 175 (seratus tujuh pu-
  luh lima) buah bangunan rumah dengan rata-rata Rp. 85.000.000,-
  (delapan puluh lima juta rupiah) per unit, maka seluruhnya akan
  berharga akan berharga Rp. 14.875.000.000,- (empat belas milyar
  delapan ratus tujuh puluh lima juta rupiah). dan karena itu jika 4
  (empat) tahun terjual habis, maka Penggugat :
   − akan mendapat keuntungan sebesar Rp. 3.221.750.000,- (tiga
     milyar dua ratus dua puluh satu juta tujuh ratus lima puluh ribu
     rupiah) (proyek Proposal terlampir) ;
− Bahwa tanpa alasan yang sah Tergugat pada tanggal 18 Februari
  1994 telah mengirim surat kepada Penggugat yang isi surat terse-
  but secara sepihak mau membatalkan jual beli tersebut, dengan
  minta maaf serta akan mengembalikan uang panjar yang telah
  diterimanya dari Penggugat ;
− Bahwa Penggugat merasa keberatan atas maksud surat Tergugat
  tersebut dan menilai tindakan Tergugat tersebut adalah perbuatan
  cidera janji sekaligus perbuatan melawan hukum yang merugikan
  Penggugat ;
− Bahwa kerugian Penggugat dapat dirinci sebagai berikut :
   I.    Kerugian yang telah tetap :
   Uang panjar Rp. 80.000.000,- (delapan puluh juta rupiah) ;
   II.   Kerugian yang belum tetap :
         1.   Bunga uang panjar karena berawal dari kredit Bank 2%
              per bulan, 2% x Rp. 80.000.000,- sejak tanggal 16 Febru-
              ari 1994 sampai dengan dibayar lunas kepada Penggugat
              ;
         2.   Keuntungan yang diharapkan Penggugat dengan terjad-
              inya jual beli tersebut kira-kira Rp. 3.221.750.000,- (tiga
              milyar dua ratus dua puluh satu juta tujuh ratus lima puluh
              ribu rupiah) ;
− Bahwa tindakan Tergugat tersebut selain merupakan tindakan
  cidera janji (wanprestasi) karena jelas-jelas telah tidak melaksana-
  kan sebagaimana mestinya janji lisan antara Penggugat dan Ter-
  gugat yang telah menjadi hukum yang mengikat kedua belah pihak;
  Selanjutnya Penggugat mohon agar Pengadilan Negeri Medan
  berkenan menetapkan suatu hari persidangan, dimana pihak-pihak
  dipanggil hadir di persidangan guna didengar keterangannya terha-


Yurisprudensi M ahkamah Agung R I                                    111
     dap gugatan Penggugat ini, selanjutnya lagi dimohonkan pula agar
     Pengadilan berkenan memberikan keputusan/keadilan sebagai
     berikut :

I.    PRIMAIR :
      1.  Mengabulkan gugatan Penggugat seluruhnya ;
      2.  Menyatakan sita penjagaan (conservatoir beslag) yang telah
          dijalankan dalam perkara ini adalah sah dan berharga ;
      3. Menyatakan perjanjian lisan untuk melakukan jual beli tanah
          yang telah disepakati/disetujui kedua belah pihak (Penggugat
          dan Tergugat) mengenai obyeknya, harga dan panjarnya saja
          tanggal 16 Februari 1994 adalah sah menurut hukum ;
      3A. Menyatakan tindakan Tergugat I membatalkan perjanjian li-
          san jual beli tanah tersebut secara sepihak tanpa mufakat
          Penggugat, adalah perbuatan cidera janji (wanprestasi) seka-
          ligus merupakan perbuatan melawan hukum (onrechtmatig
          daad) yang merugikan Penggugat ;
      4. Menghukum Tergugat dan orang-orang lain yang mendapat
          hak dari padanya untuk merealisasikan jual beli tanah ter-
          perkara berikut segala sesuatu yang ada dan tumbuh di atas-
          nya kepada Penggugat di hadapan Pejabat yang berhak un-
          tuk itu yang selanjutnya menyerahan tanah terperkara se-
          lengkapnya berikut segala sesuatu yang ada dan tumbuh di
          atas tanah terperkara dalam keadaan kosong kepada Peng-
          gugat ;
      5. Menghukum Tergugat II terikat dan tunduk/patuh terhadap
          bunyi putusan ini, tanpa terkecuali ;
      6. Menghukum Tergugat membayar ganti rugi kepada Peng-
          gugat sebesar :
          a. bunga pinjaman uang panjar dari salah satu Bank Swasta
              2% per-bulan x Rp. 80.000.000,- terhitung sejak tanggal
              16 Februari 1994 sampai dengan berlangsungnya jual beli
              tanah terperkara dari Tergugat kepada Penggugat ;
          b. Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah) tiap hari keterlambatan
              realisasi pelaksanaan jual beli tanah terperkara dari Ter-
              gugat kepada Penggugat terhitung sejak tanggal 22 Fe-
              bruari 1994 sampai dengan terlaksanannya jual beli di ha-
              dapan Pejabat PPAT yang berwenang ;
      7. Menyatakan keputusan ini dapat dijalankan dengan serta
          merta (uitvoerbaar bij voorraad) walaupun ada verzet, banding
          dan kasasi ;


112                                        Yurisprudensi M ahkamah Agung R I
      8.     Menghukum Terggugat membayar ongkos-ongkos perkara ;

II.   SUBSIDAIR :
      1.     Mengabulkan gugatan Penggugat seluruhnya ;
      2.     Menyatakan sita penjagaan (conservatoir beslag) yang telah
             dijalankan dalam perkara ini adalah sah dan berharga ;
      3.     Menetapkan/menyatakan sah sebagai hukum perjanjian lisan
             antara Penggugat dengan Tergugat mengenai jual beli tanah
             seluas 3,9 Ha. terletak di Desa Kampung Baru, Kecamatan
             Medan Baru, Medan Jalan Brigjen Katamso Gang Kenanga
             No. 56 Medan ;
      3A. Menyatakan tindakan Tergugat I membatalkan perjanjian li-
          san jual beli tanah tersebut secara sepihak tanpa mufakat
          Penggugat, adalah perbuatan cidera janji (wanprestasi) seka-
          ligus merupakan perbuatan melawan hukum (onrechtmatig
          daad) ;
      4.     Menghukum Tergugat I membayar ganti rugi kepada Peng-
             gugat berupa :
             a. Uang panjar Rp. 80.000.000,- (delapan puluh juta rupiah) ;
             b. bunga pinjaman uang panjar 2% per-bulan x Rp.
                80.000.000,- terhitung sejak tanggal 16 Februari 1994
                sampai dengan dibayar lunas kepada Penggugat ;
             c. Keuntungan yang diharapkan Rp. 3.211.750.000,- (tiga
                milyar dua ratus sebelas juta tujuh ratus lima puluh ribu
                rupiah) ;
      5.     Menghukum Tergugat II terikat dan tunduk/patuh terhadap
             bunyi putusan ini, tanpa terkecuali ;
      6.     Menghukum Tergugat membayar dwangsoom sebesar
             Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah) setiap hari keterlambatan
             Tergugat menjalankan bunyi putusan ini setelah in kracht van
             gewijsde ;
      7.     Menyatakan keputusan ini dapat dijalankan dengan serta-
             merta (uitvoerbaar bij voorraad) walaupun ada verzet, banding
             dan kasasi ;
  8. Menghukum Tergugat membayar ongkos perkara ;
ATAU:
Bila Pengadilan berpendapat lain, mohon terhadap gugatan Peng-
gugat ini diberikan keadilan (ex aequo et bono) ;
           Menimbang, bahwa kedua belah pihak telah datang menghadap


Yurisprudensi M ahkamah Agung R I                                     113
di persidangan yang ditentukan, tetapi tidak dapat didamaikan, setelah
mana dibacakan surat gugatan tersebut, yang isinya tetap diper-
tahankan oleh Penggugat ;
       Menimbang, bahwa Tergugat I dalam jawabannya tanggal 6
April 1994 mengemukakan hal-hal yang pada pokoknya sebagai beri-
kut :

TENTANG EKSEPSI :
1.    Bahwa dalil gugatan Penggugat tidak menjelaskan kapan, tang-
      gal, bulan, tahun berapa hubungan hukum yang oleh Penggugat
      disebut Perjanjian lisan tersebut dibuat, begitu pula Penggugat ti-
      dak menjelaskan dimana hubungan hukum tersebut diadakan,
      maka dengan demikian gugatan Penggugat digolongkan pada
      gugatan yang tidak jelas dan kabur, oleh karena itu gugatan
      tersebut harus dinyatakan tidak dapat diterima ;
2.    Bahwa dengan tidak dimuatnya petitum nomor 2 dan nomor 6
      dalam posita berarti posita gugatan Penggugat dikwalifikasikan ke
      dalam gugatan, karena tuntutan kerugian Penggugat tidak diurai-
      kan secara terperinci, maka gugatan Penggugat dinyatakan tidak
      dapat diterima ;
3.    Bahwa menurut hukum dan Yurisprudensi tetap suatu tuntutan
      ganti rugi harus secara lengkap dan terperinci diuraikan dalam
      gugatan, karena tuntutan kerugian Penggugat tidak diuraikan se-
      cara terperinci, maka gugatan Penggugat dinyatakan tidak dapat
      diterima ;

DALAM POKOK PERKARA :
− Bahwa tidak benar adanya perjanjian lisan antara Tergugat I
  dengan Penggugat di hadapan Tergugat II untuk melakukan jual
  beli tanah seluas ± 3,9 Ha yang terletak di Jl. Brigjen Katamso No.
  56 Medan, yang benar pada tanggal 16 Februari 1994 Penggugat
  menawar tanah milik Tergugat yang luasnya ± 2,9 Ha dan tanah di
  sekitarnya untuk dibebaskan ± 1 Ha (total ± 3,9 Ha) seharga
  Rp. 2.680.000.000,- (dua milyar enam ratus delapan puluh juta rupiah)
  ;
− Bahwa pada tanggal 16 Februari 1994 tersebut Penggugat mena-
  war di lokasi tanah tersebut dan menyerahkan bilyet giro Bank Bali
  Cabang Binjai dengan No. 308266 nilai nominal Rp. 80.000.000,-
  (delapan puluh juta rupiah) tanggal 16 Februari 1994 sebagai pan-
  jar sesuai kwitansi tersebut, apabila isteri Tergugat I menyetujuinya
  ;



114                                        Yurisprudensi M ahkamah Agung R I
− Bahwa ternyata setelah Tergugat I sampaikan perihal penjualan
  tanah tersebut kepada Tergugat II, ternyata Tergugat II tidak men-
  yetujuinya, sehingga Tergugat I menyurati Penggugat pada tanggal
  18 Februari 1994 untuk mengembalikan bilyet giro yang dititipkan
  oleh Penggugat kepada Tergugat I ;
− Bahwa dengan demikian Tergugat I belum pernah menerima uang
  dari Penggugat, yang benar adalah Tergugat I menerima Bilyet
  Giro Bank Bali yang sampai saat ini belum dicairkan/diuangkan
  oleh Tergugat I, karena itu tak ada kerugian yang diderita oleh
  Penggugat ;
− Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut di atas Tergugat I mohon agar
  menolak gugatan Penggugat untuk seluruhnya ;

DALAM REKONPENSI :
Penggugat dalam Rekonpensi (d.r)/Tergugat I dalam Konpensi dengan
ini mengajukan gugatan balik (Rekonpensi) terhadap Tergugat dalam
Rekonpensi (d.r)/Penggugat dalam Konpensi (d.k) sebagai berikut :
1. Bahwa seluruh dalil dan alasan-alasan yang dikemukakan oleh
     Penggugat d.r/Tergugat I d.k dalam jawaban Konpensi merupakan
     satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam gugatan Rekonpensi
     ini sehingga tidak perlu diulangi lagi ;
2. Bahwa dengan adanya gugatan Tergugat d.r/Penggugat d.k, se-
     hingga dikeluarkannya Penetapan Sita Jaminan (Conservatoir
     Beslag) dalam perkara ini yang dilanjutkan dengan Pengumuman
     di harian Analisa terbitan tanggal 26 Maret 1994, nama baik
     Penggugat d.r/Tergugat I d.k telah dicemarkan dan menimbulkan
     kerugian moril dan material dan karenanya berhak untuk menda-
     patkan ganti rugi dan pemulihan nama baik dalam masyarakat ;
3. Bahwa kerugian moril kalau diperhitungkan secara materiil adalah
     senilai Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) dan kerugian se-
     cara materiil dapat diperinci sebagai berikut :
     a. Kehilangan kepercayaan Bank, sehingga fasilitas kredit dari
        Penggugat d.r/Tergugat I d.k sebesar rata-rata per bulan dihi-
        tung dari tanggal 26 Maret 1994 sebesar Rp. 200.000.000,-
        (dua ratus juta rupiah) sampai adanya Pengumuman Sita Ja-
        minan ;
     b. Kerugian berupa timbulnya ketidak percayaan dari pemilik se-
        luas ± 1 Ha, yang turut disita yang setiap harinya mendatangi
        Penggugat d.r/Tergugat I d.k, sehingga Penggugat
        d.r/Tergugat I d.k terganggu aktivitasnya menjalankan usaha,
        terhitung sejak tanggal 26 Maret 1994 sebesar Rp. 2.000.000,-



Yurisprudensi M ahkamah Agung R I                                   115
         (dua juta rupiah) per hari sampai adanya Pengumuman Pen-
         gangkatan Sita Jaminan ;
4.    Bahwa gugatan Rekonpensi ini didasarkan pada bukti-bukti yang
      authentik, sehingga sepantasnya dapat dikabulkan dengan serta
      merta ;
5.    Bahwa Penggugat d.r/Terguga I d.k khawatir etiket burut dari Ter-
      gugat d.r/Penggugat d.k untuk mengelak dari tanggung jawabnya,
      sehingga agar gugatan Rekonpensi ini tidak hampa di kemudian
      hari, Penggugat d.r/Tergugat I d.k mohon dengan hormat ke ha-
      dapan Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini
      meletakkan Sita Jaminan (conservatoir beslag) atas harta ber-
      gerak maupun tidak bergerak milik Tergugat d.r/Penggugat d.k
      yang akan ditunjuk kemudian oleh Penggugat d.r/Tergugat I d.k ;
      Berdasarkan hal-hal tersebut di atas Penggugat d.r/Tergugat I
d.k mohon kepada Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili
perkara ini memberi putusan Rekonpensi sebagai berikut :
1.    Mengabulkan gugatan Rekonpensi dari Penggugat d.r/Tergugat I
      d.k untuk seluruhnya ;
2.    Menyatakan sah dan berarga sita jaminan yang telah diletakkan ;
3.    Menghukum Tergugat d.r/Penggugat d.k untuk membayar ganti
      rugi sebesar Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) ditambah
      Rp. 2.000.000,- (dua juta rupiah) per hari sampai diumumkan
      Pencabutan/Pengangkatan Sita melalui koran ;
4.    Menghukum Tergugat d.r/Penggugat d.k untuk membayar kerugi-
      an yang timbul dalam hal ini membayar honor pengacara yang
      sampai saat ini berjumlah sebesar Rp. 15.000.000,- (lima belas
      juta rupiah) ;
5.    Menghukum Tergugat d.r/Penggugat d.k untuk menerima kembali
      Bilyet Giro Bank Bali Cabang Binjai Nomor : 208266 tanggal 16
      Februari 1994 dengan nilai Rp. 80.000.000,- (delapan puluh juta
      rupiah) dari Penggugat d.r/Tergugat I d.k ;
6.    Menyatakan tidak sah dan tidak berharga kwitansi yang ditanda
      tangani oleh Penggugat d.r/Tergugat I d.k tanggal 16 Februari
      1994 dengan segala akibat hukumnya ;
7.    Menyatakan putusan ini dapat dijalankan terlebih dahulu dengan
      serta merta (uitvoerbaar bij voorraad) walaupun timbul verzet,
      banding maupun kasasi ;
8.    Menghukum Tergugat d.r/Penggugat d.k untuk membayar seluruh
      biaya yang timbul dalam perkara ini ;
Apabila Pengadilan Negeri berpendapat lain, mohon keadilan yang


116                                       Yurisprudensi M ahkamah Agung R I
     seadil-adilnya ;
       Menimbang, bahwa Tergugat II dalam jawabannya tanggal 6
April 1994 mengemukakan hal-hal yang pada pokoknya sebagai beri-
kut :

TENTANG EKSEPSI :
1.   Bahwa gugatan Penggugat tidak menjelaskan secara tepat dan
     jelas kapan Perjanjian lisan tersebut diadakan dan dimana perjan-
     jian lisan tersebut diadakan, maka gugatan yang demikian harus
     dinyatakan tidak dapat diterima ;
2.   Bahwa dalam dalil gugatan Penggugat tidak ada yang termuat
     tentang permohonan peletakkan sita jaminan dan dwangsoom,
     namun dalam petitum gugatan Penggugat hal itu dimunculkan, hal
     ini berarti petitum dengan posita tidak saling berhubungan, karena
     itu gugatan Penggugat harus dinyatakan tidak dapat diterima ;
3.   Bahwa tuntutan kerugian Penggugat tidak diperinci, maka gugatan
     yang demikian dikwalifikasikan sebagai gugatan yang tidak jelas,
     oleh karenanya harus dinyatakan tidak dapat diterima ;
4.   Bahwa nilai barang yang diletakkan conservatoir beslag terlalu
     besar dari nilai gugatan, maka peletakkan sita tersebut harus
     diangkat atau setidak-tidaknya dinyatakan tidak dapat diterima ;

TENTANG POKOK PERKARA :
− Bahwa Tergugat II adalah selaku pemilik sah atas sebidang tanah
  seluas ± 3,9 Ha yang terletak di Jl. Brigjen Katamso Gang
  Kenanga, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun ;
− Bahwa tanah tersebut diperoleh Tergugat II dari usaha bersama
  dengan Tergugat I, selaku suami isteri yang sah sebagaimana di-
  terangkan dalam Petikan dari Daftar Perkawinan dan Perceraian
  untuk bangsa Tionghoa Kota Pradja Medan di Medan dalam tahun
  1963 No. 25 tanggal 7 Februari 1963 ;
− Bahwa menurut ketentuan Undang-undang Pokok Perkawinan No.
  1 Tahun 1974 Pasal 35 ayat (1) : “Harta benda yang diperoleh se-
  lama perkawinan menjadi harta bersama” dan pasal 36 ayat (1) :
  “Mengenai harta bersama, suami isteri dapat bertindak atas per-
  setujuan kedua belah pihak” ;
− Bahwa karena obyek perikatan antara Penggugat dengan Tergugat
  I adalah merupakan harta kekayaan bersama dalam perkawinan,
  maka untuk memindahkan/mengalihkan hak, harus dengan per-
  setujuan/izin suami iseteri ;



Yurisprudensi M ahkamah Agung R I                                  117
− Bahwa tidak benar Tergugat II isteri Tergugat I turut hadir dan
  mendengar semua yang diperjanjikan antara Penggugat dengan
  Tergugat I ;
− Bahwa tentang adanya kesepakatan harga seluruh tanah sebesar
  Rp. 2.680.000.000,- (dua milyar enam ratus delapan puluh juta
  rupiah), tentang termijn-termijn pembayaran dan adanya proposal
  proyek pembangunan real estate, Tergugat II sama sekali tidak tahu
  ;
− Bahwa Tergugat II sangat keberatan atas peletakkan sita jaminan
  dan pemberitaan pada harian Analisa tanggal 26 Maret 1994 me-
  ngenai peletakkan sita jaminan terhadap tanah tersebut di atas ;
− Bahwa Tergugat II telah mengajukan gugatan ke Pengadilan
  Negeri Medan tanggal 28 Februari 1994 dengan Register perkara
  No. 74/Pdt.G/1994/PN.Mdn. dimana pihak-pihak, alasan-alasan
  dan obyeknya sama dengan perkara 87/Pdt.G/1994/PN.Mdn. den-
  gan demikian gugatan No. 87/Pdt.G/1994/PN.Mdn. dikwalifikasikan
  sebagai ne bis in idem ;
Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut di atas Tergugat II mohon kepada
  Majelis Hakim agar menolak gugatan Penggugat untuk seluruhnya ;

DALAM REKONPENSI :
1.    Bahwa Penggugat dalam Rekonpensi/Tergugat II dalam Konpensi
      mohon agar dalil-dalil dalam konpensi sepanjang menyangkut
      gugatan Rekonpensi hendaknya turut dimasukkan dalam gugatan
      Rekonpensi ini, sehingga tidak perlu diulangi lagi ;
2.    Bahwa Penggugat d.r/Tergugat II d.k adalah selaku isteri yang
      sah dari Tergugat d.k yang perkawinannya telah dilangsungkan
      pada tahun 1963, sebagaimana yang diterangkan dalam Petikan
      dari Daftar Perkawinan dan Perceraian untuk bangsa Tionghoa
      Kota Pradja Medan di Medan dalam tahun 1963 No. 25 tanggal 7
      Fe- bruari 1963 ;
3.    Bahwa selama perkawinan antara Penggugat d.r/Tergugat II d.k
      dengan Tergugat I d.k telah diperoleh harta bersama dalam per-
      kawinan, berupa sebidang tanah seluas ± 3,9 Ha yang terletak di
      Jl. Brigjen Katamso Gang Kenanga, Kelurahan Kampung Baru
      Kecamatan Medan Maimun ;
4.    Bahwa pada tanggal 21 Februari 1994,d tanpa sepengetahuan
      dan seizin Penggugat d.r/Tergugat II d.k, Penggugat d.r/Tergugat
      II d.k sangat terkejut karena adanya surat Tergugat d.k/Penggugat
      d.k tanggal 19 Februari 1994 yang ditujukan kepada Tergugat I
      d.k yang berisikan perihal penanda tanganan Akte Jual Beli tanah


118                                       Yurisprudensi M ahkamah Agung R I
     yang terletak di Jl. Brigjen Katamso Gang Kenanga, Kelurahan
     Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun di Kantor Efrizal Ar-
     sad Hakim, SH, Notaris di Medan pada tanggal 22 Februari 1994 ;
5.   Bahwa atas pertanyaan dan desakan Penggugat d.r/Tergugat II
     d.k, barulah Tergugat I d.k mengakui bahwasanya pada tanggal
     16 Februari 1994, Tergugat I d.k telah melakukan kesepakatan
     untuk jual beli tanah seluas ± 3,9 Ha yang terletak di Jl. Brigjen
     Katamso Gang Kenanga, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan
     Medan Maimun dengan harga sebesar Rp. 2.680.000.000,- (dua
     milyar enam ratus delapan puluh juta rupiah) dengan Tergugat
     d.r/Peng-gugat d.k ;
6.   Bahwa atas kesepakatan untuk jual beli tanah tersebut, Tergugat I
     d.k ada menerima dari Tergugat d.r/Penggugat d.k Bilyet Giro
     Bank Bali Cabang Binjai No. 308266 tanggal 16 Februari 1994
     sebesar Rp. 80.000.000,- (delapan puluh juta rupiah) ;
7.   Bahwa Penggugat d.r/Tergugat II d.k selaku isteri dari Tergugat I
     d.k yang juga mempunyai hak atas tanah sengketta tidak pernah
     memberi persetujuan/izin untuk memindahkan, menyerahkan hak
     atas tanah tersebut kepada suami Penggugat d.r (i.c. Tergugat I
     d.k) apalagi persetujuan/izin dalam hal kesepakatan untuk jual beli
     tanah antara Tergugat I d.k dengan Tergugat d.r/Penggugat d.k
     tertanggal 16 Februari 1994 ;
8.   Bahwa adanya kesepakatan untuk jual beli atas tanah tersebut,
     Penggugat d.r/Tergugat d.k sangat keberatan dan dirugikan se-
     laku pemilik dari tanah obyek perikatan sebagai harta kekayaan
     bersama dalam perkawinan Penggugat d.r/Tergugat II d.k dengan
     Tergugat I d.k ;
9.   Bahwa Tergugat d.r/Penggugat d.k telah mengetahui bahwa-
     sannya atas harta kekayaan bersama bila hedak di-
     alihkan/diperjual belikan diperlukan persetujuan/izin dari suami is-
     teri ;
10. Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut di atas perbuatan Tergugat I
    d.k dan Tergugat d.r/Penggugat d.k atas adanya kesepakatan un-
    tuk jual beli atas tanah yang merupakan harta kekayaan bersama
    dalam perkawinan Penggugat d.r/Tergugat d.k dengan Tergugat I
    d.k, jelas merupakan perbuatan melawan hukum melanggar ke-
    tentuan Pasal 36 ayat (1) Undang-undang No.1 Tahun 1974 ;
11. Bahwa oleh karena itu seluruh akte-akte yang telah dibuat Ter-
    gugat I d.k dengan Tergugat d.r/Penggugat d.k, sepanjang me-
    nyangkut kesepakatan pengalihan hak atas tanah seluas ± 3,9 Ha
    yang terletak di Jl. Brigjen Katamso Gang Kenanga, Kelurahan



Yurisprudensi M ahkamah Agung R I                                    119
      Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun, mohon dinyatakan
      batal atau sekurang-kurangnya tidak sah dan tidak berharga ;
12. Bahwa dengan tindakan Tergugat d.r/Penggugat d.k yang mela-
    wan hukum tersebut Penggugat d.r/Tergugat II d.k menderita
    kerugian yang sangat besar baik kerugian materiil maupun imma-
    teriil, yaitu :
      1.   Kerugian Materiil berupa : mengeluarkan biaya penanganan
           perkara, berupa honor pengacara sebesar Rp. 30.000.000,-
           (tiga puluh juta rupiah) ;
      2.   Kerugian Immateriil, berupa : hilangnya kepercayaan pada
           mitra usaha Penggugat d.r/Tergugat II d.k akibat adanya
           perkara ini ;
      −    adanya goncangan jiwa akibat peletakkan sita atas tanah se-
           luas ± 3,9 Ha tersebut dan pengumuman di harian Analisa
           tanggal 26 Maret 1994 ;
      Karena kerugian ini sulit dinilai dengan uang, maka untuk mudah-
          nya ditaksir Rp. 1.000.000.000,- (satu milyar rupiah) ;
13. Bahwa Penggugat d.r/Tergugat II d.k sangat keberatan atas
    Penetapan No. 87/Pdt.G/1994/PN.Mdn. yang meletakkan sita atas
    tanah seluas ± 3,9 Ha tersebut, oleh karena peletakkan sita terse-
    but tidak berdasar dan melawan hukum, maka sangat beralasan
    untuk dibatalkan atau setidak-tidaknya dinyatakan tidak berke-
    kuatan hukum ;
14. Bahwa untuk menjaga gugatan ini di kemudian hari tidak sia-sia,
    maka sangat tepat dan beralasan, atas harta bergerak maupun
    tak bergerak milik Tergugat d.r/Penggugat d.k diletakkan sita ja-
    minan (Conservatoir Beslag) ;
15. Bahwa lagi karena gugatan ini didasarkan atas fakta-fakta dan
    dasar-dasar yang kuat, maka Putusan Pengadilan Negeri Medan,
    penting dan beralasan untuk dilakukan dengan serta merta (Uit-
    voerbar bij voorraad) ;
Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, mohon kiranya Mejelis Hakim
    memberi putusan yang amarnya berbunyi sebagai berikut :
      1.   Mengabulkan gugatan Penggugat Rekonpensi ini untuk selu-
           ruhnya ;
      2.   Menyatakan tidak sah dan tidak berharga Penetapan No.
           87/Pdt.G/1994/PN.Mdn. ;
      3.   Menghukum Tergugat d.r/Penggugat d.k membayar biaya
           pengangkatan sita dan memerintahkan Jurusita untuk meng-
           angkat sita yang telah diletakkan dalam perkara ini ;


120                                       Yurisprudensi M ahkamah Agung R I
     4.  Menyatakan sita jaminan yang telah diletakkan atas barang
         bergerak dan tidak bergerak milik Tergugat d.r/Penggugat d.k ;
     5. Menyatakan sesuai hukum, tanah seluas ± 3,9 Ha yang terle-
         tak di Jl. Brigjen Katamso Gang Kenanga, Kelurahan Kam-
         pung Baru, Kecamatan Medan Maimun adalah harta bersama
         dalam perkawinan antara Penggugat d.r/Tergugat II d.k
         dengan Tergugat I d.k ;
     6. Menyatakan kesepakatan antara Tergugat d.r/Penggugat d.k
         dengan Tergugat I d.k untuk jual beli tanah tersebut adalah ti-
         dak sah dan tidak berkekuatan hukum ;
     7. Menyatakan seluruh akte-akte yang telah ada maupun yang
         akan ada antara Tergugat d.r/Penggugat d.k dengan Ter-
         gugat I d.k adalah batal dan tidak sah karena bertentangan
         dengan hukum ;
     8. Menghukum Tergugat-tergugat untuk memulihkan dan me-
         ngembalikan harta kekayaan dalam perkawinan antara Peng-
         gugat d.r/Tergugat II d.k dengan Tergugat I d.k atas tanah se-
         luas ± 3,9 Ha yang terletak Jl. Brigjen Katamso Gang
         Kenanga, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Medan
         Maimun tanpa syarat terlepas dari segala beban hukum
         kepada Tergugat II d.k/Penggugat d.r ;
     9. Menyatakan putusan ini dapat dijalankan dengan serta merta
         (uitvoerbaar bij voorraad) meskipun ada verzet, banding
         maupun kasasi ;
     10. Menghukum Penggugat d.k/Tergugat d.r untuk membayar se-
         luruh ongkos yang timbul dalam perkara ini ;
     11. Apabila Pengadilan berpendapat lain mohon putusan yang
         seadil-adilnya ;
       Menimbang, bahwa Penggugat mengajukan Replik tanggal 20
April 1994, yang antara lain terhadap gugatan Rekonpensi Tergugat II,
Penggugat mengajukan eksepsi yang pada pokoknya sebagai berikut :
− Bahwa Tergugat II d.k/Penggugat d.r mengakui dalam jawabannya,
  bahwa Penggugat d.r/Tergugat II d.k pada tanggal 17 Maret 1994
  telah mengajukan gugatan perdata yang terdaftar dengan No.
  74/Pdt.G/1994/PN.Mdn., dimana pihak-pihak yang berperkara
  sama dengan perkara ini ;
− Bahwa apabila diteliti maka gugatan Tergugat II d.k/Penggugat d.r
  No. 74/Pdt.G/1994/PN.Mdn. yang sedang diperiksa oleh Pengadi-
  lan Negeri Medan dengan gugat balik/Rekonpensi ini adalah sama
  dan sebangun, maka gugat balik ini harus dinyatakan tidak dapat
  diteri-ma ;


Yurisprudensi M ahkamah Agung R I                                   121
        Menimbang, bahwa Tergugat I dan Tergugat II masing-masing
mengajukan Dupliknya tanggal 8 Juni 1994 ;
        Menimbang, bahwa Penggugat mengajukan surat-surat bukti,
yaitu :
1. Foto copy kwitansi tanda terima panjar pembelian tanah ± 3,9 Ha
     sebesar Rp. 80.000.000,- (delapan puluh juta rupiah) tanggal 16
     Februari 1994 yang ditandatangani oleh Kesuma Wijaya (Ter-
     gugat I) dari Pengguat (P-1) ;
2. Foto copy Surat dari Kesuma Wijaya tanggal 18 Februari 1994
     kepada Arifin yang membatalkan perjanjian lisan dan uang panjar
     yang berupa bilyet giro Bank Bali akan segera dikembalikan (P-2)
     ;
3. Foto copy Surat Keterangan Bank Bali Cabang Medan No.
     M/94174/DN/PINJ tanggal 7 April 1994 yang menerangkan bahwa
     Hengky Chandra adalah debitur Bank Bali Cabang Medan yang
     diberi fasilitas kredit overdraft sebesar Rp. 125.000.000,- yang
     masih berjalan sampai saat ini, oleh karenanya bila bilyet giro
     yang dibuka antara tanggal 8 Februari 1994 - 15 Februari 1994
     sebesar Rp. 80.000.000,- (delapan puluh juta rupiah) di-
     tarik/diuangkan oleh penarik maka bilyet giro tersebut di atas
     tersedia dananya di account tersebut di atas (P-3) ;
surat bukti P-1 sampai dengan P-3 telah dicocokkan dengan aslinya
dan telah di nazegel ;
        Menimbang, bahwa Tergugat I mengajukan surat-surat bukti,
yaitu :
1. Foto copy Surat Arifin kepada Kesuma Wijaya tanggal 19 Februari
     1994 (T.I.1) ;
2. Foto copy Bilyet Giro Bank Bali Cabang Pembantu Binjai No.
     308266 tanggal 16 Februari 1994 dengan nilai Rp. 80.000.000,-
     (delapan puluh juta rupiah) (T.I.2) ;
3. Foto copy Akte Perkawinan No. 25 antara Ng Kiat Choe dan
     Koean King Ing yang melangsungkan perkawinan pada tanggal 6
     Februari 1963 di Medan (T.I.3) ;
surat bukti T.I.1 dan T.I.2 telah dicocokkan dengan aslinya dan telah di
nazegel, sedangkan bukti T.I.3, tak ada aslinya tetapi telah di nazegel ;
        Menimbang, bahwa Tergugat II mengajukan surat-surat bukti,
yaitu :
1. Foto copy Akte Perkawinan No. 25 antara Ng Kiat Choe dan
     Koean King Ing yang melangsungkan perkawinan pada tanggal 6
     Februari 1963 di Medan (T.II.1) ;
2. Foto copy Surat Arifin kepada Kesuma Wijaya tanggal 19 Februari


122                                        Yurisprudensi M ahkamah Agung R I
     1994 (T.II.2) ;
3.   Foto copy Bilyet Giro Bank Bali Cabang Pembantu Binjai No.
     308266 tanggal 16 Februari 1994 dengan nilai Rp. 80.000.000,-
     (delapan puluh juta rupiah) (T.II.3) ;
4. Surat Kuasa Untuk Membayar (SKUM) panjar biaya perkara No.
     74/Pdt.G/1994/PN.Mdn. (T.II.4) ;
5. Foto copy Penetapan No. 87/Pdt.G/1994/PN.Mdn. tanggal 24 Ma-
     ret 1994 (T.II.5) ;
6. Foto copy Berita Acara Sita Jaminan (Conservatoir Beslag) No.
     87/Pdt.G/1994/PN.Mdn. tanggal 24 Maret 1994 (T.II.6) ;
7. Foto copy Pengumuman di Harian Analisa terbitan Medan tanggal
     26 Maret 1994 halaman 16 terhadap peletakkan sita jaminan se-
     bidang tanah seluas ± 3,9 Ha (T.II.7) ;
surat bukti T.II.1 dan T.II.7 telah dicocokkan dengan aslinya dan telah
di nazegel, T.II.2, T.II.3, T.II.5 dan T.II.6 tak ada aslinya hanya di
nazegel, sedangkan T.II.4 adalah aslinya dan telah di nazegel ;
        Menimbang, bahwa Penggugat mengajukan 3 (tiga) orang saksi
yaitu :
1. MASGUNG WIJAYA, dibawah sumpah memberikaan keterangan
     yang pada pokoknya sebagai berikut :
     − Bahwa saksi I kenal kedua belah pihak, tetapi tak ada hubung-
       an keluarga ;
     − Bahwa sebelum Imlek kira-kira bulan Februari 1994 Hengky
       Chandra (saksi 2) bertemu dengan saksi I bercerita di Jl. Brig-
       jen Katamso, desa Titikuning masuk 10 meter dari jalan besar,
       di belakang rumah orang ada satu bengkel milik Kesuma Wi-
       jaya alias Aci (Tergugat I) mau dijual, apakah saksi I kenal
       dengan Kesuma Wijaya alias Aci (Tergugat I), yang dijawab
       oleh saksi I kenal, selanjutnya Hengky Chandra (saksi 2) minta
       saksi I supaya menyatakan kepada Kesuma Wijaya alias Aci ;
     − Bahwa lalu saksi I menilpun Aci di kantornya menanyakan apa
       betul bengkelnya mau dijual, yang dijawab oleh Aci betul, saksi
       I minta peta tanah, Aci menjawab boleh dikasi foto copynya ;
     − Bahwa 2 (dua) hari kemudian saksi I datang di rumah Aci un-
       tuk mengambil foto copy peta, saksi I tanya kena apa mau di-
       jual, Aci menjawab ia sudah tua, sudah bertahun-tahun kerja
       bengkel, akan usaha lain, waktu itu ada isterinya yaitu Ter-
       gugat II dan waktu itu belum bicara soal harga dan saksi I usul
       kepada Aci akan ditemukan dengan pembeli ;
     − Bahwa lalu saksi I memberikan foto copy peta itu kepada


Yurisprudensi M ahkamah Agung R I                                  123
         Hengky (saksi 2) ;
      − Bahwa 1 (satu) minggu kemudian Arifin (Penggugat) dari Ja-
        karta datang ke Medan, bersama Hengky (saksi 2) mencari
        saksi I untuk melihat tanah ;
      − Bahwa saksi I tak tahu batas-batas tanah tersebut, tetapi ada
        petanya, kalau menunjukkan tahu ;
      − Bahwa waktu Arifin bersama Hengky (saksi 2) dan saksi I
        melihat tanah, Aci datang, maka Aci dan anaknya yang bekerja
        di bengkel itu mengajak Arifin melihat-lihat tanah itu, kemudian
        Arifin mau membeli ;
      − Bahwa Aci mengatakan tanah yang di muka dan di samping
        masih kepunyaan orang lain, tetapi ia sanggup membebaskan
        dengan ganti rugi Rp. 800.000.000,- (delapan ratus juta rupiah)
        dan tanah Aci masih SK Camat belum ada sertifikatnya dan
        harus diurus sertifikatnya kurang lebih kena biaya Rp.
        100.000.000,- (seratus juta rupiah), luas tanah seluruhnya ± 4
        Ha, Arifin menjawab boleh, akhirnya jadi harta 2M koma 7 (dua
        milyar tujuh ratus juta rupiah) ;
      − Bahwa Arifin minta saksi I mengambil foto copy SK Camat
        tanah Aci, Aci menjawab boleh nanti ambil di rumah di Jl.
        Bandung simpang Sutomo, karena itu saksi I datang ke rumah
        Aci, Aci tak ada di rumah tetapi isterinya (Tergugat II) ada, is-
        teri-nya memberikan 1 (satu) map berisi foto copy surat SK
        Camat, lalau saksi I memberikan kepada Arifin yang waktu itu
        bersama Hengky (saksi 2) berada di Hotel Polonia ;
      − Bahwa setelah itu Arifin bersama Hengky (saksi 2) mengecek
        ke Urusan Pertanahan yang ternyata tanah itu sebagian kena
        rencana jalan dan penghijauan, Arifin menilpun saksi I mem-
        beritahukan hasil pengecekan tersebut dan minta mau bertemu
        sama Aci ;
      − Bahwa setelah itu saksi I membawa Arifin bersama temannya
        dan Hengky (saksi 2) dan seorang supir ke rumah Aci di Jl.
        Bandung simpang Sutomo, Aci mengatakan itulah keadaan
        tanahnya, terserah kepada pembeli, Arifin minta turun harga,
        Aci tak mau turun, sama-sama pikir, waktu itu ada isteri Aci
        (Tergugat II) ;
      − Bahwa sebelum terjadi harga 2 M koma 7 Aci tak beritahu ada
        rencana jalan dan penghijauan pinggir sungai ;
      − Bahwa sesudah itu lalu Arifin dkk. ke bengkel lagi, Aci tak ikut,
        di situ Arifin mengatakan ia masih ingin membeli tanah itu dan
        akan bicara sama Aci lagi ;


124                                        Yurisprudensi M ahkamah Agung R I
     − Bahwa waktu Arifin dkk mau berangkat datang si Aci maka
       berunding lagi, Aci kasih turun Rp. 20.000.000,- (dua puluh juta
       rupiah), jadi harga 2 M 680 Juta (dua milyar enam ratus dela-
       pan puluh juta rupiah), Arifin kasih uang muka Rp.
       80.000.000,- (delapan puluh juta rupiah) dengan cek giro, Aci
       buat kwitansi tanda terima cek giro itu, tak ada meterai, Aci su-
       ruh beli, bikin kwitansi (bukti P-1) kasi sama Arifin ;
     − Bahwa waktu Aci tanda tangan kwitansi(bukti P-1), saksi I,
       Hengky (saksi II) dan Arifin melihat, lalu Aci bikin surat perjan-
       jian, perinciannya akan dibuat oleh notaris, lalu masing-masing
       pulang ;
     − Bahwa besok paginya Aci menilpun saksi I minta giro itu diteri-
       ma kembali kasih sama Arifin karena tanahnya belum mau di-
       jual, saksi I menjawab Arifin sudah pulang ke Jakarta, me-
       ngenai giro itu saksi I tak berhak menerimanya karena jual beli
       antara Aci dan Arifin sendiri saksi I berjanji akan memanggil
       Arifin kembali ;
     − Bahwa Arifin datang ke Medan lagi, 2 (dua) hari tinggal di
       Medan tak bisa ketemu sama Aci, saksi I datang ke tempat Aci
       tak ketemu, isteri Aci kasi tahu Aci keluar kota dan mengata-
       kan tanah itu tak mau dijual dan kalau buat surat jual beli ia tak
       mau tanda tangan ;
     − Bahwa besoknya Aci datang, saksi I membawa Arifin, Hengky
       (saksi II) dan seorang teman Afirin ke Jl. Bandung, di situ Aci
       mau mengembalikan giro uang muka, tetapi Arifin tak mau ter-
       ima, lalu Aci bikin surat diketik minta maaf, karena penjualan
       batal sepihak (bukti P-2) saksi I melihat waktu Aci menan-
       datangani P-2, isteri Aci juga ada di situ dan mengatakan tak
       mau jual ;
     − Bahwa Afirin minta supaya Aci pikir-pikir dulu nanti bisa jadi
       lawan, lalu sama-sama pulang dan akhirnya terjadi perkara ini ;
     − Bahwa saksi I tak minta komisi baik dari Arifin maupun Aci, tak
       ada dibicarakan soal komisi ;
     − Bahwa atas keterangan saksi I tersebut, kedua belah pihak tak
       keberatan ;

2.   HENGKY CHANDRA, dibawah sumpah memberikan keterangan
     yang pada pokoknya sebagai berikut :
     − Bahwa saksi II kenal kepada kedua belah pihak, tetapi tidak
        ada hubungan keluarga ;
     − Bahwa kedua belah pihak berperkara mengenai jual beli tanah
        yang terletak di Jl. Brigjen Katamso di samping Gg. Kenanga,


Yurisprudensi M ahkamah Agung R I                                    125
          Arifin sebagai pembeli, Kesuma Wijaya sebagai penjual, saksi
          II kenal dengan Arifin sejak kecil ;
      −   Bahwa saksi II tahu Arifin mau membeli tanah dari Arifin
          sendiri, yaitu pada bulan Januari 1994 sekira jam 21.00 Wib.
          waktu saksi II di rumah diinterlokal oleh Arifin dari Jakarta yang
          mengatakan mau membeli tanah di Medan untuk mengem-
          bangkan usahanya, saksi II menjawab, ya nanti saya coba
          mencarikan, dengar-dengar informasi ;
      −   Bahwa saksi II lalu ke Gang Subur dapat informasi dari mandor
          proyek real estate Permata Subur Indah bahwa tanah si Aci
          (Kesuma Wijaya) akan dijual, lalu saksi II menghubungi Masgung
          Wijaya (saksi I) karena Masgung Wijaya dengan Aci sama-
          sama suku Hok Chia, minta tolong menanyakan tanah yang
          akan dijual itu kepada si Aci ;
      −   Bahwa beberapa hari kemudian Masgung Wijaya (saksi I)
          datang ke rumah saksi II, membawa gambar peta tanah si Aci
          yang dibuat oleh si Aci dan mengatakan harganya 3,2 M (tiga
          milyar dua ratus juta rupiah), lalu saksi II menilpun kepada
          Arifin di Jakarta mengatakan ada tanah agak luas di Jl. Brigjen
          Katamso di samping Gang Kenanga mau dijual dengan harga
          3,2 M, harap Arifin datang sendiri ;
      −   Bahwa 1 (satu) minggu kemudian, setelah lewat Imlek Arifin
          datang dengan seorang temannya, maka saksi II bersama
          Arifin dan seorang temannya pergi ke rumah Masgung Wijaya
          (saksi I) untuk diajak melihat lokasi tanah dengan naik mobil
          Isuzu Panther ;
      − bahwa di lokasi tanah ada bengkel traktor, bertemu dengan
        anak laki-laki si Aci, Masgung Wijaya (saksi I) minta kepada
        anak si Aci untuk mengantar ke lokasi tanah yang akan dijual,
        tempat bengkel traktor termasuk tanah yang akan dijual, tanah
        yang akan dijual satu lokasi, kemudian lebih kurang jam 13.00
        Wib si Aci datang ;
      − Bahwa Arifin omong-omong sama si Aci, lalu terjadi persetu-
        juan, si Aci akan mengurus sertifikat sampai keluar termasuk
        tanah yang akan dibebaskan, berjumlah ± 4 Ha, batas-
        batasnya saksi II tidak tahu tetapi kalau menunjukkan batas-
        batasnya tahu, dengan harta 2,7 M (dua milyar tujuh ratus juta
        rupiah), tanda jadi persetujuan yaitu Arifin dengan si Aci ber-
        salaman ;
      − Bahwa tanah yang akan dijual menurut si Aci milik si Aci dan
        sebagian kecil masih akan dibebaskan ;
      − Bahwa setelah terjadi persetujuan dengan harga 2,7 M cuma


126                                          Yurisprudensi M ahkamah Agung R I
        tinggal mau mengecek surat-surat tanah, si Aci menyuruh
        Masgung Wijaya (saksi I) mengambil surat tanah ke rumah si
        Aci di Jl. Bandung ;
     − Bahwa 2 (dua) hari kemudian sekira jam 12.00 Wib. di rumah
       si Aci Jl. Bandung, saksi II, Arifin, kawan Arifin yang bernama
       Rahmat dan Masgung Wijaya (saksi I) bertemu dengan si Aci
       yang didampingi isterinya (Tergugat II) Arifin mengatakan ten-
       tang hasil pengecekan di Tata Kota, bahwa tanah si Aci ada
       yang kena Master Plan/pelebaran jalan, karena itu Arifin minta
       turun harga Rp. 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) Aci bi-
       lang tak bisa isterinya juga bilang tak bisa, si Aci bilang pikir-
       pikirlah satu minggu ;
     − Bahwa pada hari itu juga sekira jam 14.30 Wib. setelah makan
       siang di rumah makan, Arifin mengajak saksi II, Masgung
       Wijaya (saksi I) dan Rahmat (saksi 3) pergi ke lokasi tanah
       lagi, di situ bertemu anak si Aci, lihat lagi lokasi tanah ;
     − Bahwa setengah jam kemudian si Aci datang, Arifin minta tu-
       run harga, lalu disetujui harga 2,68 M (dua milyar enam ratus
       delapan puluh juta rupiah), Arifin minta supaya saksi II buka
       giro, saksi II buka giro bernilai Rp. 80.000.000,- (delapan puluh
       juta rupiah) sebagai panjar jual beli, sedangkan Aci lalu buka
       kwitansi bermeterai Rp. 1.000,- (seribu rupiah) tanda terima
       panjar jual beli tanah, dengan janji kelanjutan perjanjian jual
       beli akan dibuat di depan notaris pada tanggal 20 Februari
       1994 ;
     − Bahwa pada hari itu juga Arifin pulang ke Jakarta, soal urusan
       dengan notaris diserahkan kepada saksi II, surat-surat yang
       ada pada saksi II yaitu SK. tanah bengkel yang dikeluarkan
       oleh Camat, kwitansi, catatan dari Aci tentang tahap-tahap
       pembayaran yang disetujui oleh Arifin bersama Aci ;
     − Bahwa saksi II sebelum tanggal 20 Februari 1994 sempat ke
       notaris bersama seorang teman yang bernama Suwandi ;
     − Bahwa sesudah kenotaris, ada tilpun dari Masgung Wijaya
       (saksi I) mengatakan bahwa tanah tak jadi dijual, giro mau
       dikembalikan, alasan Aci belum mau jual, giro saksi berisi ;
     − Bahwa atas keterangan saksi II tersebut di atas, kuasa ter-
       gugat II berkeberatan tak benar Tergugat II berdampingan
       dengan Tergugat I dan mengatakan harga tak bisa kurang,
       pada waktu pertemuan di rumah Jl. Bandung ;

3.   RAHMAT, dibawah sumpah memberikan keterangan yang pada



Yurisprudensi M ahkamah Agung R I                                    127
      pokoknya sebagai berikut :
      − Bahwa saksi III kenal kepada kedua belah pihak, tetapi tidak
        ada hubungan keluarga ;
      − Bahwa setlah hari raya Imlek saksi III dibawa Arifin ke Medan,
        menurut Arifin ada sebidang tanah Jl. Brigjen Katamso, luas ±
        4 Ha mau dijual ;
      − Bahwa setelah saksi III sampai di Medan ternyata pemilik
        tanah adalah Kesuma Wijaya alias Aci ;
      − Bahwa saksi III dan Arifin tiba di Medan sekira jam 11.00 Wib.,
        Hengky (saksi II) datang di Hotel Polonia mengajak Arifin dan
        saksi III ke lokasi tanah, setelah sampai di lokasi tanah, dibawa
        oleh anak Aci keliling lokasi, saksi III bertanya kepada anak Aci
        apakah lokasi kena banjir, yang dijawab olehnya tidak sebab
        sudah diurug (ditimbun), selanjutnya saksi III tanya bagaimana
        tanah sebelah kiri itu ada kuburannya, yang dijawab oleh anak
        Aci, itu bisa diurus oleh Papa ;
      − Bahwa setengah jam kemudian Aci datang, bicara di bengkel
        tentang harga tanah, Aci minta 3 M (tiga milyar rupiah) lebih
        termasuk sertifikat dan pembebasan tanah, Arifin menawar 2,4
        M (dua milyar empat ratus juta rupiah), lalu jadi harga 2,7 M
        (dua milyar tujuh ratus juta rupiah) termasuk sertifikat dan
        pembebasan tanah Aci yang mengurus ;
      − Bahwa besoknya jam 09.00-10.00 Wib, saksi III bersama Arifin
        ke Tata Kota untuk mengecek planning tanah, ternyata ada
        rencana jalan di atas tanah itu ;
      − Bahwa malamnya sekira jam 19.00 - 20.00 Wib. Arifin bersama
        Saksi III ke Jl. Bandung ketemu Aci, mengatakan ada rencana
        pelebaran jalan di atas tanah tersebut, Aci bilang tak mungkin,
        mungkin Tata Kota yang keliru, waktu itu Tergugat II tak ada,
        lalu berjanji besok jam 10.00 Wib. Aci dan Arifin bersama saksi
        III mau cek ke Tata Kota ;
      − Bahwa besoknya betul ke Tata Kota dan Tata Kota mengata-
        kan memang betul ada rencana jalan di atas tanah tersebut,
        setelah itu lalu pulang ke Jl. Bandung ;
      − Bahwa di rumah Aci Jl. Bandung, Aci didampingi oleh isterinya
        yaitu Tergugat II, Arifin bersama saksi III, Hengky (saksi II) dan
        Masgung (saksi I) Arifin disitu minta harga diturunkan
        Rp. 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah), sedangkan Aci tetap
        minta 2,7 M dan minta supaya Arifin pikir-pikir lagi dalam 2-7
        hari, sedangkan tergugat II berkata harga tetap 2,7 M ;
      − Bahwa setelah itu Arifin bersama saksi III, Hengky (saksi II)


128                                         Yurisprudensi M ahkamah Agung R I
        dan Masgung (saksi I) makan siang di rumah makan, setelah
        makan ke lokasi lagi ketemu anak Aci, melihat lokasi lagi, ke-
        mudian datang Aci kasi turun harga Rp. 20.000.000,- (dua pu-
        luh juta rupiah), jadi harga 2.68 M (dua milyar enam ratus de-
        lapan puluh juta rupiah) dengan janji sertifikat dan pembe-
        basan tanah Aci yang mengurusnya ;
     − Bahwa Arifin minta Hengky (saksi II) buka giro, lalu Hengky
       (saksi II) buka giro Rp. 80.000.000,- (delapan puluh juta
       rupiah), sedangkan Aci bikin kwitansi tanda terima giro atas
       panjar pembelian tanah ;
     − Bahwa setelah itu saksi III bersama Arifin pulang ke Jakarta,
       terakhir saksi III mendengar berita dari Arifin, si Aci tak mau
       jual ;
    − Bahwa atas keterangan saksi III tersebut di atas, kuasa Ter-
        gugat II berkeberatan, tak benar Tergugat II berdampingan
        dengan Aci dan mengatakan harga tetap 2,7 M ;
       Menimbang, bahwa Tergugat II mengajukan 2 (dua) orang
saksi, yaitu :
1. MERY, tidak disumpah memberikan keterangan yang pada pokok-
    nya sebagai berikut :
     − Bahwa saksi kenal kedua belah pihak, tetapi tidak ada hubung-
       an keluarga, dengan Penggugat ketemu dua kali dan saksi
       bekerja kepada Tergugat I ;
     − Bahwa pada hari Rabu tanggal 16 Februari 1994 di Jl. Brigjen
       Katamso Gg. Kenanga dalam kantor bengkel Kesuma Wijaya
       alias Aci (Tergugat I) yaitu bengkel alat-alat berat/traktor sekira
       jam 14.00 Wib. Arifin datang dengan temanya 4 orang mene-
       mui Kesuma Wijaya ;
     − Bahwa saksi I disuruh Kesuma Wijaya untuk menyediakan mi-
       numan, setelah itu saksi I duduk di kantor lagi ;
     − Bahwa yang dibicarakan oleh Kesuma Wijaya dengan Arifin ia-
       lah tentang jual beli tanah dan pembebasan tanah, tanah yang
       akan dijual oleh Kesuma Wijaya adalah tanah bengkel dan
       saksi I mengetahui ada pembayaran panjar ;
     − Bahwa pada pertemuan tanggal 16 Februari 1994 Tergugat II
       tidak ada ;
     − Bahwa Kesuma Wijaya minta blanko kwitansi dan meterai
       Rp. 1.000,- (seribu rupiah) kepada saksi I ;
     − Bahwa pembayaran panjar tanah dari Arifin kepada Kesuma
       Wijaya berupa cek giro sebesar Rp. 80.000.000,- (delapan pu-


Yurisprudensi M ahkamah Agung R I                                     129
         luh juta rupiah) ;
      − Bahwa waktu itu tak ada anak Kesuma Wijaya ;
      − Bahwa atas keterangan saksi I tersebut di atas, kuasa Peng-
        gugat tak berkeberatan, kecuali keterangan saksi I yang me-
        nyatakan anak Kesuma Wijaya tak ada disitu ;

2.    KRISMAN NAPITUPULU, tidak disumpah memberikan keteran-
      gan yang pada pokoknya sebagai berikut :
      − Bahwa saksi II tak kenal dengan Penggugat, sedangkan
        dengan Tergugat I saksi II bekerja padanya sebagai pengawas
        bengkel ;
      − Bahwa pada tanggal 16 Februari 1994 sekira jam 14.00 Wib
        ada 5 (lima) orang datang ke bengkel Jl. Brigjen Katamso ;
      − Bahwa si Mery (saksi I) mengatakan itu tuan Arifin yang mau
        membeli tanah bengkel ini ;
      − Bahwa yang dibicarakan oleh Kesuma Wijaya dengan Arifin
        adalah jual beli tanah bengkel dan waktu itu saksi II berada
        dalam kantor bengkel sehingga bisa mendengar pembicaraan
        mereka ;
      − Bahwa waktu itu Tergugat II tak ada dan juga anak Kesuma
        Wijaya tak ada ;
     − Bahwa atas keterangan saksi II tersebut di atas Kuasa Peng-
        gugat tak berkeberatan, kecuali keterangan saksi II yang
        menga-takan anak Kesuma Wijaya tak ada di situ ;
       Menimbang, bahwa untuk mempersingkat uraian putusan ini
ditunjuk kepada hal-hal yang tercantum dalam Berita Acara ;

                         TENTANG HUKUMNYA :

DALAM KOPENSI :

TENTANG EKSEPSI TERGUGAT I :
        Menimbang, bahwa pada pokoknya Eksepsi Tergugat I berisi 3
(tiga) hal yaitu :
1. Dalil gugatan Penggugat tidak menjelaskan waktu dan tempat ter-
     jadinya Perjanjian Lisan antara Penggugat dan Tergugat I ;
2. Dalam posita gugatan tidak dimuat petitum No. 2 dan No. 6 ;
3. Tuntutan ganti rugi Penggugat tidak diuraikan secara terperinci
     dalam gugatan ;



130                                     Yurisprudensi M ahkamah Agung R I
      Menimbang, bahwa berdasarkan ke 3 (tiga) hal tersebut Ter-
gugat I mohon agar Pengadilan Negeri menyatakan gugatan Peng-
gugat tidak dapat diterima ;

       Menimbang :

mengenai eksepsi ad. 1.
Eksepsi ini tidak dapat dibenarkan, karena dalam posita gugatan
Peng-gugat sudah dijelaskan, bahwa Perjanjian Lisan terjadi pada
tanggal 16 Februari 1994 dimana Penggugat dan Tergugat I duduk di
hadapan Tergugat II dalam satu ruangan di kediaman Tergugat I ;

mengenai eksepsi ad. 2.
Eksepsi ini juta tidak dapat dibenarkan, karena walaupun dalam posita
gugatan tidak dimuat tentang permohonan sita jaminan dan tuntutan
uang paksa (dwangsoom), tetapi dalam petitum gugatan dapat dimin-
takan hal tersebut ;

mengenai eksepsi ad. 3.
Eksepsi inipun tidak dibenarkan karena dalam posita gugatan Peng-
gugat telah diuraikan secara terperinci kerugian-kerugian yang diderita
oleh Penggugat ;
     Menimbang, bahwa berdasarkan urian tersebut di atas, Pengadil-
an Negeri menyatakan eksepsi Tergugat I tidak dapat diterima ;

TENTANG EKSEPSI TERGUGAT II
      Menimbang, bahwa Tergugat II juga mengajukan Eksepsi yang
pada pokoknya berisi 4 (empat) hal yaitu :
1.   Dalil gugatan Penggugat tidak menjelaskan secara tepat waktu
     dan tempat terjadinya Perjanjian Lisan antara Penggugat dengan
     Tergugat I ;
2.   Dalam dalil gugatan Penggugat tidak termuat tentang permoho-
     nan peletakkan sita jaminan dan dwangsoom, tetapi dalam peti-
     tum gugatan Penggugat hal itu dimunculkan ;
3.   Tuntutan ganti rugi Penggugat tidak diperinci ;
4.   Nilai barang yang diletakkan sita jaminan terlalu besar dari nilai
     gugatan ;
      Menimbang, bahwa berdasarkan ke 4 (empat) hal tersebut Ter-
gugat II mohon agar Pengadilan Negeri menyatakan gugatan Peng-
gugat tidak dapat diterima ;



Yurisprudensi M ahkamah Agung R I                                  131
      Menimbang :

mengenai eksepsi ad. 1, ad. 2, ad. 3
Eksepsi ini adalah sama dengan eksepsi ad.1, ad. 2 ad. 3 dari Ter-
gugat I, maka untuk singkatnya uraian putusan ini ditunjuk kepada per-
timbangan-pertimbangan dalam eksepsi Tergugat I ;

mengenai eksepsi ad. 4
Eksepsi ad. 4 ini adalah irrelevant ;
       Menimbang, bahwa berdasarkan uraian tersebut di atas, Peng-
adilan Negeri menyatakan eksepsi Tergugat II tidak dapat diterima ;

TENTANG POKOK PERKARA :
      Menimbang, bahwa maksud dan tujuan gugatan Penggugat
adalah seperti tersebut di atas ;
       Menimbang, bahwa dalil gugatan Penggugat pada pokoknya
ialah bahwa pada tanggal 16 Februari 1994 di rumah Tergugat I dan II
antara Penggugat dan Tergugat I di hadapan Tergugat II telah terjadi
Persetujuan Lisan antara Penggugat sebagai Pembeli dengan Ter-
gugat I sebagai Penjual untuk melakukan jual beli sebidang tanah se-
luas ± 3,9 Ha sebagian milik Tergugat sebagian masih akan dibebas-
kan terletak di Jl. Brigjen Katamso No. 56 Medan dengan harga sebe-
sar Rp. 2.680.000.000,- (dua milyar enam ratus delapan puluh juta
rupiah) berupa bilyet giro Bank Bali dan Tergugat I telah menerima
panjar tersebut dari Penggugat ;
       Menimbang, bahwa Tergugat I menyangkal dalil gugatan Peng-
gugat, dan pada pokoknya dalil sangkalan Tergugat I ialah, bahwa
pada tanggal 16 Februari 1994 di lokasi tanah tersebut tanpa dihadiri
Tergugat II, Penggugat menawar tanah milik Tergugat yang luasnya
± 2,9 Ha dan tanah di sekitarnya yang akan dibebaskan ± 1 Ha (total
± 3,9 Ha) seharga Rp. 2.680.000.000,- (dua milyar enam ratus delapan
puluh juta rupiah) sebagai panjar kepada Tergugat I ;
       Menimbang, bahwa Tergugat II juga menyangkal dalil gugatan
Penggugat, dan pada pokoknya dalil sangkalan Tergugat II ialah,
bahwa Tergugat II adalah pemilik tanah seluas 3,9 Ha. Terletak di Jl.
Brigjen Katamso Medan, tanah mana merupakan harta bersama
dalam perkawinan dengan tergugat I, dan Tergugat II tidak mengeta-
hui dan tidak menyetujui persetujuan lisan antara Penggugat dengan
Tergugat I atas tanah tersebut ;
      Menimbang, bahwa karena dalil gugatan Penggugat disangkal


132                                      Yurisprudensi M ahkamah Agung R I
oleh Tergugat, maka Penggugat harus membuktikan dalil gugatannya ;
       Menimbang, bahwa untuk membuktikan dalil gugatannya,
Penggugat mengajukan 3 (tiga) buah surat bukti dan 3 (tiga) orang
saksi yang memberikan keterangan dibawah sumpah ;
        Menimbang, bahwa dari bukti P-1 ternyata bahwa pada tanggal
16 Februari 1994 Tergugat I telah menerima dari Penggugat Giro Bank
Bali No. 308266 senilai Rp. 80.000,- (delapan puluh juta rupiah) untuk
pembayaran panjar pembelian tanah ± 3,9 Ha dengan harga
Rp. 2.680.000.000,- (dua milyar enam ratus delapan puluh juta rupiah)
di Jl. Brigjen Katamso No. 56/Gang Kenanga ;
       Menimbang, bahwa dari bukti P-2 ternyata bahwa pada tanggal
18 Februari 1994 Tergugat I secara sepihak membatalkan perjanjian
lisan tentang jual beli tanah tersebut dan akan segera mengembalikan
bilyet giro Bank Bali kepada Penggugat ;
        Menimbang, bahwa dari bukti P-3 ternyata Bank Bali Cabang
Medan menerangkan bahwa Hengky Chandra (saksi II dari Peng-
gugat) adalah debitur Bank Bali yang diberi fasilitas kredit overdraft
sebesar Rp. 125.000.000,- (seratus dua puluh lima juta rupiah) yang
masih berjalan sampai saat ini (tanggal 27 April 1994), oleh karena
bilyet giro yang dibuka antara tanggal 8 Februari 1994 - 15 Februari
1994 sebesar Rp. 80.000.000,- (delapan puluh juta rupiah) apabila
ditarik/diuang-kan oleh Tergugat I belum tentu/belum pasti tersedia
dananya, karena telah melewati tanggal 8 Februari 1994 - 15 Februari
1994 seperti yang disebutkan dalam bukti P-3 ;
      Menimbang, bahwa dari keterantan 3 (tiga) orang saksi Peng-
gugat yang m emberik an k eterangan dibawah sum pah yaitu :
1. Masagung Wijaya, 2. Hengky Chandra dan 3. Rahmat ternyata,
bahwa perjanjian lisan antara Penggugat dengan Tergugat I untuk me-
lakukan jual beli sebidang tanah seluas ± 3,9 Ha terletak di Jl. Brigjen
Katamso No. 56 Medan dengan harga Rp. 2.680.000.000,- (dua milyar
enam ratus delapan puluh juta rupiah) terjadi di kantor bengkel Ter-
gugat I di lokasi tanah Jl. Brigjen Katamso No. 56 Medan tanpa dihadiri
oleh Tergugat II, pada tanggal 16 Februari 1994 ;
        Menimbang, bahwa menurut keterangan saksi Hengky Chandra
(saksi II dari Penggugat) dan bukti T.I.1 = T.II.2 ternyata bahwa perjan-
jian lisan tanggal 16 Februari 1994 akan dilanjutkan/dituangkan dalam
perjanjian tertulis di depan Notaris Efrizal Arsad Hakim, SH. Jl. Meng-
kubumi No. 1 Medan ;
      Menimbang, bahwa dari surat-surat bukti P-1 sampai dengan
P-3 dan 3 (tiga) orang saksi dari Penggugat yang memberikan kete-
rangan dibawah sumpah yaitu : 1. Masagung Wijaya, 2. Hengky



Yurisprudensi M ahkamah Agung R I                                    133
Chandra dan 3. Rahmat yang satu dengan yang lain adalah ber-
samaan dan berhubungan, Pengadilan Negeri berpendapat terbukti
suatu fakta "bahwa benar pada tanggal 16 Februari 1994 di kantor
bengkel Tergugat I Jl. Brigjen Katamso No. 56 Medan, terjadi Perjan-
jian Lisan antara Tergugat I sebagai Penjual dengan Penggugat seba-
gai Pembeli tanpa dihadiri Tergugat II untuk melakukan jual beli se-
bidang tanah seluas ± 3,9 Ha sebagian milik Tergugat dan sebagian
masih akan dibebaskan terletak di Jl. Brigjen Katamso No. 56 Medan,
yang harga seluruhnya Rp. 2.680.000.000,- (dua milyar enam ratus
delapan puluh juta rupiah), untuk itu Penggugat telah menyerahkan
panjar berupa bilyet giro Bank Bali Cabang Pembantu Binjai bernilai
Rp. 80.000.000,- (delapan puluh juta rupiah) tetapi dananya belum
pasti dijamin oleh Bank Bali dan Tergugat I telah menerima bilyet giro
Bank Bali Cabang Pembantu Binjai tersebut" ;
    Menimbang, bahwa pada tanggal 18 Februari 1994 Tergugat I
membatalkan Perjanjian Lisan tersebut (bukti P-2) ;
       Menimbang, bahwa yang menjadi persoalan dalam perkara ini
ialah, apakah Perjanjian Lisan antara Penggugat dengan Tergugat I
tanggal 16 Februari 1994 telah mengikat kedua belah pihak atau be-
lum mengikat ;
     Menimbang, bahwa Perjanjian Lisan antara Penggugat dengan
Tergugat I tanggal 16 Februari 1994 tersebut :
1.    Belum dilanjutkan/dituangkan dalam perjanjian tertulis di depan
      Notaris sebagaimana yang diperjanjikan oleh kedua belah pihak
      dalam Perjanjian Lisan tersebut, sehingga dengan demikian hak-
      hak dan kewajiban-kewajiban kedua belah pihak belum jelas dan
      juta obyek perjanjian yaitu tanah, batas-batasnya belum jelas,
      karena tidak hanya mengenai tanah Tergugat saja, tetapi juga
      meliputi tanah orang lain yang akan dibebaskan ;
2.    Panjar sebesar Rp. 80.000.000,- (delapan puluh juta rupiah)
      berupa bilyet giro Bank Bali Cabang Pembantu Binjai No. 308266
      tanggal 16 Februari 1994 belum tentu/belum pasti tersedia/dijamin
      dananya oleh Bank Bali,
Oleh karena itu Pengadilan Negeri berpendapat bahwa Perjanjian Li-
san tersebut belum mengikat kedua belah pihak, karena itu menolak
gugatan Penggugat ;
       Menimbang, bahwa alat-alat bukti Tergugat yang lainnya tidak
perlu lagi dipertimbangkan ;
       Menimbang, bahwa karena gugatan Penggugat ditolak maka
sita jaminan yang telah diletakkan atas tanah obyek perkara oleh
Emmy Raja Guk Guk, SH, Jurusita Pengadilan Negeri Medan sesuai


134                                       Yurisprudensi M ahkamah Agung R I
Berita Acara Sita Jaminan No. 87/Pdt.G/1994/PN.Mdn. tanggal 24 Ma-
ret 1994 adalah tidak sah dan tidak berharga, karena itu harus diang-
kat ;
     Menimbang, bahwa karena Penggugat adalah pihak yang kalah,
maka ia harus dihukum pula membayar biaya perkara ;

DALAM REKONPENSI :
GUGATAN REKONPENSI PENGGUGAT DALAM REKONPENSI/
TERGUGAT I DALAM KONPENSI :
       Menimbang, bahwa dalil gugatan Rekonpensi Penggugat d.r/
Tergugat I d.k pada pokoknya ialah, bahwa dengan adanya gugatan
Tergugat d.r/Penggugat d.k sehingga dikeluarkannya Penetapan Sita
Jaminan dalam perkara ini yang dilanjutkan dengan Pengumuman di
harian Analisa terbitan tanggal 26 Maret 1994, nama baik Penggugat
d.r/Tergugat I d.k telah dicemarkan dan menimbulkan kerugian moril
dan materiil, karena itu Penggugat d.r/Tergugat I d.k menuntut ganti
rugi dan pemulihan nama baik ;
       Menimbang, bahwa mengajukan gugatan adalah hak setiap orang,
termasuk hak Tergugat d.r/Penggugat d.k karena ia merasa haknya
dirugikan oleh orang lain ;
       Menimbang, bahwa Tergugat d.r/Penggugat d.k telah menem-
puh prosedur/cara-cara yang benar menurut hukum dalam memper-
juangkan hak-haknya dan tidak merupakan perbuatan melawan hu-
kum, maka gugatan Rekonpensi Penggugat d.r/Tergugat I d.k adalah
tidak beralasan, karena itu dinyatakan tidak dapat diterima ;
      Menimbang, bahwa karena Penggugat d.r/Tergugat I d.k adalah
pihak yang kalah, maka ia dihukum untuk membayar biaya perkara ;

GUGATAN REKONPENSI PENGGUGAT DALAM REKONPENSI/
TERGUGAT II DALAM KONPENSI :

TENTANG EKSEPSI :
      Menimbang, bahwa Tergugat d.r/Penggugat d.k mengajukan
eksepsi yang pada pokoknya ialah bahwa gugatan Rekonpensi Peng-
guat d.r/Tergugat II d.k adalah sama dengan Penggugat d.r/Tergugat II
d.k dalam perkara No. 74/Pdt.G/1994/PN.Mdn. sebagaimana diakui
dalam jawaban Penggugat d.r/Tergugat II d.k, karena itu gugatan Re-
konpensi ini harus dinyatakan tidak dapat diterima ;
      Menimbang, bahwa gugatan Rekonpensi ini tidak sama dengan
gugatan perkara No. 74/Pdt.G/1994/PN.Mdn, karena itu eksepsi Ter-
gugat d.r/Penggugat d.k dinyatakan tidak dapat diterima ;


Yurisprudensi M ahkamah Agung R I                                135
TENTANG POKOK PERKARA :
       Menimbang, bahwa dalil gugatan Rekonpensi Penggugat
d.r/Tergugat II d.k pada pokoknya ialah, bahwa kesepakatan untuk jual
beli tanah terperkara antara Tergugat I d.k dengan Tergugat d.r/Peng-
gugat d.k tanggal 16 Februari 1994 adalah merupakan perbuatan me-
lawan hukum yaitu melanggar Pasal 36 ayat 1 Undang-undang No. 1
Tahun 1974, karena tanah terperkara adalah harta kekayaan bersama
dalam perkawinan Penggugat d.r/Tergugat II d.k dengan Tergugat I d.k
dan kesepakatan itu tanpa persetujuan/Izin Penggugat d.r/ Tergugat II
d.k ;
      Menimbang, bahwa dalam perkara ini belum terbukti bahwa
tanah obyek kesepakatan jual beli antara Tergugat I d.k dengan Ter-
gugat d.r/Penggugat d.k adalah harta kekayaan bersama dalam per-
kawinan Penggugat d.r/Tergugat II d.k dinyatakan tidak dapat diterima
;
      Menimbang, bahwa karena Penggugat d.r/Tergugat II d.k adalah
pihak yang kalah, maka ia harus dihukum untuk membayar biaya
perkara ;
     Memperhatikan pasal-pasal dari Undang-undang dan peraturan
hukum yang bersangkutan ;

                         MENGADILI:

DALAM KONPENSI :

TENTANG EKSEPSI TERGUGAT I :
− Menyatakan eksepsi Tergugat I tidak dapat diterima ;

TENTANG EKSEPSI TERGUGAT II :
− Menyatakan eksepsi Tergugat II tidak dapat diterima ;

TENTANG POKOK PERKARA :
− Menolak gugatan Penggugat untuk seluruhnya ;
− Menyatakan batal atau tidak berkekuatan hukum dan tidak ber-
  harga Penetapan Pengadilan Negeri Medan tanggal 24 Maret 1994
  No. 87/Pdt.G/1994/PN.Mdn dan Berita Acara Sita Jaminan tanggal
  24 Maret 1994 No. 87/Pdt.G/1994/PN.Mdn ;
− Memerintahkan Juru Sita pada Pengadilan Negeri Medan untuk
  mengangkat/mencabut sita jaminan yang telah diletakkan pada



136                                     Yurisprudensi M ahkamah Agung R I
   tanggal 24 Maret 1994 dalam perkara No. 87/Pdt.G/1994/PN.Mdn ;

DALAM KONPENSI :

GUGATAN REKONPENSI PENGGUGAT DALAM REKONPENSI/
TERGUGAT I DALAM KONPENSI :
− Menyatakan gugatan Rekonpensi Penggugat dalam Rekonpensi/
  Tergugat I dalam Konpensi tidak dapat diterima ;

GUGATAN REKONPENSI PENGGUGAT DALAM REKONPENSI/
TERGUGAT II DALAM KONPENSI :

TENTANG EKSEPSI :
− Menyatakan eksepsi Tergugat dalam          Rekonpensi/Penggugat
  dalam Konpensi tidak dapat diterima ;
TENTANG POKOK PERKARA :
− Menyatakan gugatan Rekonpensi Penggugat dalam Rekonpensi/
  Tergugat II dalam Konpensi tidak dapat diterima ;


TENTANG KONPENSI DAN REKONPENSI :
− Menghukum Penggugat dalam Konpensi/Tergugat dalam Rekon-
  pensi dan Penggugat dalam Rekonpensi/Tergugat dalam Konpensi
  untuk membayar biaya perkara yang hingga kini dirancang sebesar
  Rp. 35.000,- (tiga puluh lima ribu rupiah), masing-masing separoh-
  nya ;
       Demikianlah diputuskan dalam rapat permusyawaratan Pengadil-
an Negeri Medan pada hari Selasa, tanggal 25 Oktober 1994 dengan
HARIJANTO WAHJUDI, SH. Sebagai ketua sidang, JUNUS T.
TELAUMBANUA, SH. Dan HAOGOARO HAREFA, SH. Sebagai Ha-
kim-hakim Anggota, putusan mana diucapkan dalam Sidang terbuka
untuk Umum pada hari itu juga oleh Ketua Sidang tersebut, dengan
dihadiri oleh JUNUS T. TELAUMBANUA, SH. Dan HAOGOARO
HAREFA, SH. Hakim-hakim Anggota dan Ny. HADIJAH SITEPU Pani-
tera Pengganti, serta dihadiri oleh Kuasa Penggugat dan Kuasa Ter-
gugat ;


  HAKIM-HAKIM ANGGOTA,                          K E T U A,
                ttd.                                ttd.



Yurisprudensi M ahkamah Agung R I                               137
JUNUS T. TELAMUMBANUA, SH.                             HARIJANTO WAHJUDI, SH.


                  ttd.
HAOGOARO HAREFA, SH.


                             PANITERA PENGGANTI,
                                            ttd.
                               Ny. HADIJAH SITEPU




Ongkos-ongkos :
−   Meterai ............................................. Rp. 2.000,-
−   Ongkos panggil ………………………. Rp. 35.000,-
−   Ongkos sita …..………………………. Rp. 88.000,-
−   Redaksi ............................................ Rp. 1.000,-
−   Administrasi ..................................... Rp. 2.000,-
                                        Jumlah Rp.135.000,-
                                       (seratus tiga puluh lima ribu rupiah)


CATATAN : Bahwa atas putusan tersebut di atas pihak kuasa Peng-
          gugat mengajukan banding pada tanggal 26 Oktober
          1994 dengan Akte No. 289/1994 dan pihak kuasa Ter-
          gugat II mengajukan Banding pada tanggal 7 November
          1994 dengan Akte No. 294/1994.


                           PANITERA/SEKRETARIS
                         PENGADILAN NEGERI MEDAN
                                            ttd.
                           BAHARUDDIN SAMAD, SH.
                                   NIP : 040012357




138                                                   Yurisprudensi M ahkamah Agung R I

								
To top