I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang a. Visi Pembangunan Pertanian

Document Sample
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang a. Visi Pembangunan Pertanian Powered By Docstoc
					                               I.   PENDAHULUAN 

                                           

A.   Latar Belakang 
 

     a. Visi Pembangunan Pertanian 2005‐2009 adalah Mewujudkan pertanian 

        tangguh  untuk  kemantapan  ketahanan  pangan,  peningkatan  daya 

        saing  pertanian  dan  peningkatan  kesejahteraan  petani.    Untuk  itu 

        telah  ditetapkan  misi  pembangunan  pertanian  yaitu  :  (1).  Kecukupan 

        pangan  bangsa  berbasis  kesejahteraan  petani,  (2).  Mengembangkan 

        pertanian  dan  hasil  pertanian  berbasis  pedesaan  yang  berdaya  saing 

        tinggi dan berkelanjutan serta (3). Memperjuangkan kepentingan petani 

        dan  pertanian  Indonesia  dalam  system  perdagangan  Internasional, 

        sedangkan  visi  Pemerintah  Provinsi  Lampung  2005  –  2025  adalah 

        Lampung yang maju dan sejahtera 2025. 

     b. Fasilitasi Pemerintah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam 

        pengembangan usaha pertanian dituangkan dalam bentuk program dan 

        kegiatan  pembangunan  pertanian  melalui  dana  APBD,  APBN, 

        dekonsentrasi  dan  Tugas  Pembantuan  serta.    Fasilitasi  yang  didukung 

        dana  pembangunan  tersebut  relative  kecil  dibandingkan  kebutuhan 

        investasi  pertanian  ,  oleh  karena  itu  diperlukan  koordinasi  dan 

        sinkronisasi  baik  intern  maupun  antar  sector  terkait  sehingga 

        pemanfaatannya menjadi lebih efektif dan efisien. 

     c. Disamping  itu  partisiasi  sector  swasta  dan  masyarakat  khususnya  para 

        petani  dalam  rangka  mewujudkan  Visi  dan  Misi  Pembangunan 

        Pertanian di Provinsi Lampung dimaksud sangatlah diharapkan. 

 

 
     d. Mengingat  pembangunan  pertanian  merupakan  kegiatan  yang 

        berkelanjutan,  maka  pada  kesempatan  MUSRENBANG  setiap  sub 

        sector  lingkup  pertanian  menyampaikan  paparan  evaluasi  kegiatan 

        tahun  2007  dan  program/kegiatan  yang  akan  dilaksanakan  pada  tahun 

        2008     sebagai    landasan     penyempurnaan        dalam     penyusunan 

        program/kegiatan tahun 2009. 


B.   Visi dan Misi 

 
     1. Visi
        Visi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung adalah “
        Mewujudkan Lampung sebagai lumbung ternak yang tangguh dan Mandiri “


     2. Misi
        Misi yang dibuat oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi
        Lampung merupakan penjabaran Visi yang telah ditetapkan dalam Renstra,
        antara lain :
        a. Membangun peternakan yang maju dan berdaya saing untuk mencukupi
            kebutuhan konsumsi protein hewani dari bahan pangan asal ternak.
        b. Mewujudkan sumberdaya manusia dan kelembagaan peternakan yang
            tangguh, mandiri dan professional
        c. Memanfaatkan potensi sumberdaya alam local secara optimal dengan tetap
            memperhatikan kelestarian lingkungan.
 

 

 

 

 
      II.   PEMBANGUNAN PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN 

                             PROVINSI LAMPUNG 


A. Potensi Wilayah


   1. Sumberdaya alam di Provinsi Lampung sangat mendukung pembangunan
      peternakan, dari potensi daya tampung sebesar 1,41 juta Satuan Ternak, baru terisi
      32,80 % atau masih mempunyai peluang pengembangan sebesar 67,20 %.


   2. Populasi ternak tahun 2007 terdiri dari : Sapi ± 410.165 ekor; kambing ± 988.899
      ekor dan ayam ± 28.224.392 ekor.


   3. Letak geografis Lampung sangat strategis yaitu pada pintu gerbang Sumatera,
      sangat potensial untuk pasar ke Banten, DKI, Jawa Barat dan Sumatera.


   4. Industri peternakan sudah berkembang, terutama : penggemukan sapi (6
      Perusahaan, yaitu : GGLC, PT. Santosa Agrindo, PT. Austasia Feedlot, PT.
      Peternakan Desa Indojaya, PT. Fortuna Megah Perkasa, PT. Agrogiri Perkasa).
      Pembibitan dan Budidaya ayam ras (10 Perusahaan yaitu : PT. MBAI, PT.
      Ciomas Adisatwa, PT. Sumber Proteina, PS Sumber Sari, PT. Primatama Karya
      Persada, CV. Rama Jaya, Sanusi Taufik PS, Gunung Agung PS, PT. Charoen
      Phokphand serta satu Perusahaan ternak kambing yaitu PT. Widodo Makmur
      Perkasa.


   5. Image Provinsi Lampung sebagai salah satu kawasan andalan peternakan dan
      sebagai salah satu lumbung ternak nasional sudah terbentuk, dengan indikator
      setiap tahun Lampung mengeluarkan ternak sapi ± 160.000 ekor; kerbau ± 3.500
      ekor; babi ± 23.000 ekor dan ayam ± 6.500.000 ekor.
B. Keragaan Pembangunan Peternakan


    Sub sektor peternakan sebagai penyelenggara sebagian urusan Pemerintah Provinsi,
    bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan pangan asal ternak, sehingga
    ketersediaan mutlak diupayakan. Dari Pembangunan Peternakan tersebut ditampilkan
    keragaan Pembangunan Peternakan sebagai berikut :

    1. Populasi Ternak(ekor) 
 
         NO       JENIS TERNAK       2003           2004        2005         2006           2007 

          1     Sapi Potong           387.350        391.846     417.129      401.636        410.165
          2     Sapi Perah                   112         118         129             198         230
          3     Kerbau                 52.351         52.203      49.219       36.408         38.991
          4     Kambing               810.456        824.235     927.736      979.034        988.899
          5     Domba                  66.938         67.909      75.556       70.884         83.435
          6     Babi                   83.131         81.556      64.311       60.144         63.092
          7     Kuda                         196         176         192             206         196
          8     Ayam Kampung        12.601.928     12.777.348 13.940.992    12.240.882  10.309.346
          9     Ayam Ras Petelur     1.648.030      1.653.219   1.661.242    2.426.900      1.871.253
          10    Ayam RasPedaging    22.705.716     24.902.989 21.747.208    21.094.571  16.043.793
          11    Itik                  635.076        648.805     628.904      439.567        467.457

 
    2. Produksi Daging(Ton) 
 
         NO       JENIS TERNAK       2003           2004        2005         2006           2007 

          1     Sapi Potong           6.637,82       6.767,50    6.848,16     7.483,41       7.811,18
          2     Kerbau                 418,19         295,68      347,63       465,23         475,14
          3     Kambing               1.907,53       1.984,03    2.003,88     2.504,89       2.600,82
          4     Domba                  109,80         130,52      131,82       146,20         147,00
          5     Babi                  1.384,39       1.369,97    1.501,74     1.147,97       1.199,86
          6     Ayam Kampung         23.487,23      19.652,94   19.849,46    19.546,20      19.640,02
          7     Ayam Ras Petelur       203,02         208,61      210,70       201,01         206,03
          8     Ayam RasPedaging     13.291,75      18.816,49   19.170,42    14.418,77      15.136,82
          9     Itik                    94,75         139,92      141,32       136,98         138,74

 
 
 
    3. Konsumsi Daging, Telur dan Susu (Kg/Kap/Tahun) 
 
 
          NO             JENIS TERNAK       2003         2004       2005          2006           2007 

              1      Daging                     6,95         7,17       7,22             6,63        6,25
              2      Telur                      4,45         4,32       4,33             4,81        5,18
              3      Susu                       3,90         3,88       3,90             3,93        3,67

 
         Adapun  penurunan  populasi  unggas,  produksi  daging  dan  konsumsi 
         daging  pada  tahun  2006  –  2007  disebabkan  terjangkitnya  wabah  Flu 
         Burung. 
 
    4. Inseminasi Buatan (IB) 
       
         Pelaksanaan  akseptor  IB  pada  sapi  dan  kambing  dapat  diperagakan 
         sebagai berikut : 
      
                                                      Jumlah         Jumlah                 Jumlah 
              Tahun             Jenis Ternak        Inseminasi      Akseptor               Kelahiran 
                                                      (Dosis)         (ekor)                 (ekor) 
                   2003       Sapi                         40.737              29.226              17.404
                   2004       Sapi                         43.535              31.121              16.705
                   2005       Sapi                         45.159              27.271              11.561
                   2006       Sapi                         35.564              23.631              14.439
                              Kambing                       2.216               1.580                3.598
                   2007       Sapi                         50.526              29.860              16.973
                              Kambing                       2.284               1.964                1.094
 
    5. Kesehatan Hewan        
 
         Dari  aspek  pelayanan  kesehatan  hewan  yang  terdiri  dari  pencegahan, 
         pemberantasan  dan  pengendalian  penyakit  ternak  sebagai  upaya  untuk 
         menjaga  kesehatan  ternak/hewan.    Adapun  pencegahan  penyakit  Avian 
         Influenza / AI, Rabies dan Septicaemia Epizotica (SE) dapat digambarkan 
         keragaan vaksinasi sebagai berikut : 
 
         Vaksinasi 
                             2003              2004              2005              2006          2007 
          (Dosis) 
             AI              45.000*) 11.820.488 10.567.900                    5.512.836        4.177.025
           Rabies             33.400      30.396     25.409                         17.066           22.140
             SE               19.827      24.467     24.467                         26.263           17.603
       Keterangan : *) = ND 
 
    6. Kebinausahaan        
 
       a.  Pengeluaran Ternak  
            
           Provinsi  Lampung  sebagai  Provinsi  yang  strategis  sebagai  pintu 
           gerbang  Sumatera,  merupakan  pemasok  ternak  terbesar  se‐Sumatera 
           ke  Provinsi  :  Banten,  DKI  Jakarta  dan  Jawa  Barat.    Oleh  karena  itu 
           pengeluaran    ternak  dari  Lampung  dapat  digambarkan  sebagai 
           berikut : 
                                                                                  (Ekor) 
            Jenis Ternak        2003              2004              2005              2006            2007 

           Sapi Lokal                 18.338            36.527            47.292           21.568         72.786
           Sapi Eks Impor             78.234           112.500           112.662           90.967        129.452
           Kerbau                      1.022             1.355             1.965              916          8.673
           Kambing                    76.285           135.545           148.206            8.575        170.142
           Babi                        1.654            26.241             9.061           15.568         16.234
           Unggas                    844.882             9.068      7.200.257         4.642.075       8.970.200

 
       b.  Investasi             
             
            Industri  peternakan  yang  berkembang  di  Lampung  yang  terdiri  dari 
            penggemukan  sapi  6  (enam)  perusahaan,  pembibitan  dan  budidaya 
            ayam  ras  10  (sepuluh)  perusahaan  dan  1  (satu)    perusahaan    ternak  
            kambing  dengan  investasi  kumulatif  sampai  dengan  2007  sebesar 
            ±  Rp 24.322.680.000.000,‐ 
            Selain daripada itu bantuan permodalan yang diberikan bank kepada 
            Peternak  melalui  Kredit  Ketahanan  Pangan  (KKP)  secara  kumulatif 
            sampai dengan 2007 sebesar Rp 158.402.431.561,‐ 
 
 
C. Evaluasi Kinerja Kegiatan Tahun 2007


   a. Pencapaian Kinerja Sasaran (Fisik dan Fungsional) APBD


    No             Uraian                   Target       Realisasi      %       Pencapaian Sasaran
            Tolok Ukur / Kegiatan            K/F          K/F          K/F          Fungsional
    1                2                        3             4           5               6
     1   Penyediaan Jasa Surat Menyurat      700.000       700.000     100.00   • Kegiatan surat
                                             400 bh        400 bh      100.00     menyurat lancar
     2   Penyediaan Jasa Komunikasi,       169.400.000   104.279.182    61.56   • Kegiatan lancar dan
                                              12 bln        12 bln     100.00     kinerja unit kerja
         Sumber Daya Air dan Listrik
                                                                                  meningkat
     3   Penyediaan Jasa Peralatan dan      1.000.000     1.000.000    100.00   • Keamanan kantor
                                              1 thn         1 thn      100.00     dari kebakaran
         Perlengkapan Kantor
                                                                                  terjamin
     4   Penyediaan Jasa Pemeliharaan &    118.842.000   116.459.000    97.99   • Kendaraan dapat
                                             1 Paket       1 Paket     100.00     berfungsi dgn baik
         Perizinan Kendrn Dinas/ Oprs.
     5   Penyediaan Jasa Kebersihan        30.000.000    30.000.000    100.00   • Tercapainya
                                             12 bln        12 bln      100.00     kebersihan kantor
         Kantor
     6   Penyediaan Jasa Perbaikan          5.000.000     4.960.000     99.20   • Peralatan dapat
                                              12 bln        12 bln     100.00     digunakan dgn baik
         Peralatan Kerja
     7   Penyediaan ATK                    10.000.000    9.960.000      99.60   • Tersedia alat tulis
                                              1 thn        1 thn       100.00     kantor
     8   Penyediaan Barang Cetakan dan     25.000.000    24.998.000     99.99   • Barang cetakan,
                                              1 thn        1 thn       100.00     fotocopy dan jilid
         Penggandaan
                                                                                  tersedia.
     9   Penyed. Komp. Instalasi            3.001.000     3.001.000    100.00   • Komponen instalasi
                                             1 Paket       1 Paket     100.00     listrik tersedia
         Listrik/Penerangan Bang. Kantor
    10   Penyediaan Peralatan dan          30.000.000    28.850.000     96.17   • Mebelair & peralat-
                                             1 Paket       1 Paket     100.00     an komunikasi
         Perlengkapan Kantor
                                                                                  tersedia
    11   Penyediaan Peralatan Rumah        10.000.000    10.000.000    100.00   • Tersedia AC &
                                             1 Paket       1 Paket     100.00     dapat digunakan
         Tangga
    12   Penyediaan Bahan Bacaan &         15.000.000    14.973.000     99.82   • Tersedia surat kabar
                                             12 bln        12 bln      100.00     & Per UU & terdis-
         Peraturan Perundang-undangan
                                                                                  tribusi ke unit kerja
    13   Penyediaan Makanan dan             7.506.000     7.496.000     99.87   • Kebutuhan konsum -
                                              12 bln        12 bln     100.00     si harian/rapat dinas
         Minuman
                                                                                  terpenuhi
    14   Rapat-rapat Koordinasi &          50.515.000    48.642.500     96.29   • Tercapai koordinasi
                                             12 bln        12 bln      100.00     & sinkronisasi prog/
         Konsultasi ke Luar Daerah
                                                                                  keg tkt reg & nas.
    15   Penyed. Jasa Tenaga Pendukung     233.100.000   233.100.000   100.00   • Honor pegawai non
                                              1 pkt         1 pkt      100.00     PNS terbayar
         Adm./Tehnis Perkantoran
    17   Pemeliharaan Rutin/Berkala         4.800.000     4.800.000    100.00   • Tersedia bhn bangun
                                              1 pkt         1 pkt      100.00     an utk pemeliharaan
         Gedung Kantor
                                                                                  gedung kantor
    18   Pengadaan Meubelair               8.500.000     8.500.000     100.00   • Tersedia mebelair &
                                              1 pkt         1 pkt      100.00     dpt dipergunakan
    19   Pengadaan Peralatan Studio dan    23.000.000    22.720.000     98.78   • Tersedia peralatan
                                              1 pkt         1 pkt      100.00     komunikasi & dpt
         Komunikasi
                                                                                  digunakan
1                   2                      3               4           5                   6
19   Pengadaan Peralatan Studio dan    23.000.000      22.720.000      98.78   • Tersedia peralatan
     Komunikasi                           1 pkt           1 pkt       100.00     komunikasi & dpt
                                                                                 digunakan
20   Pengadaan Perlengkapan Kantor     15.000.000      14.900.000      99.33   •   Tersedia mebelair &
                                          1 pkt           1 pkt       100.00       peralatan komunikasi
21   Penyusunan Rencana Capaian        70.750.000      54.352.500      76.92   •   Tersusunnya RKA &
     Kinerja dan Keuangan                2 pkt           2 pkt        100.00       Renja SKPD thn 2008
22   Kegiatan Monitoring, Evaluasi     50.000.000      46.216.500      92.43   • Terlaksana monev
     dan Pelaporan                       12 keg          12 keg       100.00     dilokasi sasaran
23   Pendataan Masalah Peternakan      50.000.000      44.721.900      89.44   • Tersedia data pokok
                                          1 pkt           1 pkt       100.00     & data pemb pet.
24   Pemeliharaan Kesehatan &         650.000.000     520.828.100      80.13   • Tersedia vaksin &
     Penceg. Penyakit Menular         322.000 dss     322.000 dss     100.00     terlaksana kegiatan
     Ternak                                                                      vaksinasi
25   Pemberantasan dan Pengendalian   150.000.000     131.397.500      87.60   • Tersedia vaksin +
     Penyakit Rabies                   17.000 dss      17.000 dss     100.00     racun & terlasksana
                                                                                 vaksinasi HPR.
26   Pendistribusian Bibit Ternak     8.650.000.000   8.534.562.700    98.67   • Terselenggara pengd
     kepada Masyarakat Miskin            60 desa         60 desa      100.00     ternak untuk masy.
                                                                                 miskin
27   Pengembangan Kambing             1200.000.000    1.141.929.950    95.16   • Terbentuk kelp pet.
     Boerawa                             15 kelp         15 kelp      100.00     Kambing Boerawa
28   Pengemb.Perbibitan Sapi Pot.     300.000.000      276.888.100     92.30   • Tersedia sapi bibit
     Terintegrasi dg Jagung Manis        62 kec           62 kec      100.00     PO & terbentuk kelp
                                                                                 ternak integrasi dgn
                                                                                 jagung manis.
29   Pembibitan dan Perawatan         125.000.000     124.409.300      99.53   • Kondisi & perkem-
     Ternak di IPSB Campang Tiga        5 ekor          5 ekor        100.00     bangan ternak di
                                                                                 IPSB meningkat
30   Pembibitan dan Perawatan         125.000.000     118.820.000      95.06   • Kondisi & perkem-
     Ternak di IPKU Negeri Sakti        4 ekor          4 ekor        100.00     bangan ternak di
                                                                                 IPKU meningkat
31   Pembibitan dan Perawatan         550.000.000     504.091.310      91.65   • Produksi mani beku
     Ternak di IPMB Terb Besar        50.000 dosis    50.000 dosis    100.00     37.500 dss.
32   Promosi Atas Hasil Produksi      100.000.000      88.999.000      89.00   • Terselenggara pro-
     Peternakan Unggulan Daerah          4 kali          4 kali       100.00     mosi produk pet.
33   Temu Usaha MPU                    50.000.000      34.654.000      69.31   • Terselenggara perte-
                                         1 kali          1 kali       100.00     muan pengusaha
                                                                                 anggota MPU di BL
34   Pelatihan Teknis Penyusunan       32.000.000      31.970.000      99.91   • Terlaksana pelatihan
     Ransum Mineral Block dan           50 orang        50 orang      100.00     kpd 50 orang
     pemanfaatan limbah pertanian
35   Pelatihan Teknis Penanganan       35.000.000      34.920.000      99.77   • Terlaksana pelatihan
     Reproduksi & Kelahiran Ternak      50 orang        50 orang      100.00     kpd 50 orang
36   Pelatihan Manajemen Kelompok      25.000.000      24.999.650     100.00   • Terlaksana pelatihan
                                        25 orang        25 orang      100.00     kpd 25 orang
37   Pelatihan KCD Peternakan          45.000.000      44.193.000      98.21   • Terlaksana pelatihan
                                       100 orang       100 orang      100.00     kpd 100 orang
   b. Pencapaian Kinerja Sasaran (Fisik dan Fungsional) APBN

    No     Sumber Dana / Kegiatan                 Target         Realisasi       %       Pencapaian Sasaran
                                                   K/F            K/F           K/F          Fungsional
     1                    2                         3               4            5               6
     1   Ditjen Peternakan/Dekonsentrasi        2.777.196.000   2.209.113.200   81.63    • Terlaksananya IB
         (Pembangunan Peternakan)                  1 Paket         1 Paket      86.48      serentak di 3 Kab
                                                                                         • Meningkatnya ratio
                                                                                           kelahran ternak hsl IB
                                                                                         • Terpilihnya peme-
                                                                                           nang lomba kelp
                                                                                           ternak
                                                                                         • Penurunan jumlah
                                                                                           kasus AI
     1   Ditjen Peternakan / Tugas              320.892.000     319.972.000      99.71   • Tersedianya peralatan
         Pembantuan                               1 Paket         1 Paket       100.00     di IPMB sehingga
                                                                                           meningkatkan kinerja
                                                                                           IPMB Terb Besar
                                                                                         • Poskeswan Natar
                                                                                           meningkat kinerjanya
     2   Ditjen P2HP (Pengembangan Pe-          437.000.000     326.121.000     74.63    • Produk unggulan
         ngolahan & Pemasaran Hasil               1 Paket         1 Paket       75.64      peternakan dikenal
         Pertanian                                                                         pd tkt Regional
                                                                                           maupun Nasional
     3   Ditjen PLA (Pengembangan & Re-         700.000.000     495.741.700     70.82    • Tumbuhnya kelp
         habilitasi Infrastruktur Pertanian &     1 Paket         1 Paket       73.60      pengelolaan air di
         Perdesaan                                                                         kwsn peternakan
                                                                                         • Meningkatnya jml
                                                                                           areal peternakan
                                                                                         • Bangunan
                                                                                           Poskeswan dpt
                                                                                           digunakan



D. Pelaksanaan Kegiatan 2008

   Program/kegiatan tahun 2008 sampai dengan pertengahan April 2008, belum berjalan
   sebagaimana mestinya, dimana untuk kegiatan APBD masih dalam penetapan
   personil, sedangkan kegiatan APBN masih dalam proses ketentuan dana yang ditunda
   pelaksanaannya.

   Adapun dana yang tersedia untuk kegiatan pembangunan Peternakan dan Kesehatan
   Hewan Provinsi Lampung tahun 2008 sebagai berikut :
   1. DPA – APBD sebesar Rp 12.980.223.421,- yang terdiri dari :
          Belanja Tidak Langsung (belanja Pegawai) sebesar Rp 3.980.223.421,-
          Belanja Langsung (belanja Pembangunan) sebesar Rp 9.000.000.000,- untuk
          membiayai 8 Program, 35 kegiatan.
   2. DIPA – APBN sebesar Rp 6.326.987.000 yang terdiri dari :
          Dana dari Direktorat Jenderal Peternakan (Dekonsentrasi) Rp 1.523.050.000,-
          Dana dari Direktorat Jenderal Peternakan (Tugas Pembantuan) Rp 3.808.937.000,-
          Dana dari Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (P2HP -
          Dekonsentrasi) Rp 545.000.000,-
          Dana dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Lahan dan Air (PLA - Dekonsentrasi) Rp
          450.000.000,-
                           III. MASALAH DAN ISSU STRATEGIS 

A. Masalah              
 
    a.      Sapi Potong : 
              
             • Pemotongan ternak besar bertanduk betina produktif masih cukup 
                 tinggi (10 – 20%) 
             • Masih tingginya impor bakalan sapi dan daging sapi 
             • Perpindahan bibit antar Kab/Kota dan Provinsi tidak terkendali 
             • Calving  interval  14  –  18  bulan  dan  masih  ditemukan  penyakit 
                 reproduksi 
              •   Gizi buruk  (pakan) sehingga berat lahir dan bobot potong rendah, 
                  reproduksi terganggu, 
              •   Jumlah pejantan di daerah kawin alam kurang 
              •   Populasi  bibit  relatif  masih  kurang  dibandingkan  dengan  potensi 
                  sumberdaya yang tersedia 
              •   Kegiatan  yang  dilaksanakan  kurang  mendorong  peran  serta  dan 
                  partisipasi masyarakat  
              •   Upaya  Percepatan  Swasembada  daging  sapi,  tidak  diikuti  dengan 
                  dukungan dana yang cukup, baik APBN ataupun APBD 
              •   Akseptor IB masih rendah (14,5 %) dan selebihnya kawin alam  
              •   Jumlah inseminator dan peralatan IB masih kurang 
              •   Kualitas straw produk BIBD tidak stabil kualitas dan kuantitasnya 
                  hal ini karena  ellit bull kurang 
              •   Jumlah  Puskeswan  ada  12  dari  kebutuhan  60  unit,  masih  perlu 
                  tenaga medis dan paramedis veteriner 
              •   Pasar hewan belum berkembang 
 
         b.  Kambing 
               • Pengembangan Kambing Saburai belum ada SOP 
               • Sulit dan mahal untuk mendapat  replacement Ellit Buck   
               • Kambing  yang  di  ekspor  adalah  Kambing  berkualitas  sehingga 
                  yang jelek ditinggal, hal ini karena belum ada ketentuan yang jelas 
               • IB Kambing belum optimal (inseminator dan straw kurang) 
          •   Modal  masih  menjadi  kendala  peternak  yg  akan  meningkatkan 
              skala usahanya 
          •   Pasar  hewan  belum  berkembang  sehingga  posisi  tawar  peternak 
              lemah 
 
     c.  Unggas: 
           • Penyakit  Flu  Burung  :  kesadaran  masyarakat  masih  rendah, 
              terutama  manakala  dalam  kawasan  yang  terjangkit  harus 
              dilakukan  pemusnahan,  masyarakat  menjual  ayamnya  ke  pasar 
              sehingga penyakit semakin menyebar 
           • Dana  talangan  untuk  mengganti  ayam  yang  dimusnahkan  tidak 
              tersedia 
          •   Sistem  (budaya)  menjual  ayam  hidup  dipasar  /  tempat  ramai, 
              berpotensi menyebar antar unggas dan kepada manusia 
          •   Harga pakan meningkat hampir 30% 
          •   Masih tingginya ketergantungan bahan baku pakan impor 
          •   Sistem  (budaya)  pemeliharaan  ayam  di  sektor  4  masih  dilepas/ 
              tradisional sehingga sulit memberantas AI 
          •   Lalu  lintas  ayam  dan  hasil  ikutannya  antar  pulau  dan  Kab/Kota, 
              kurang dapat di kontrol sehingga  mempercepat penyebaran AI 
          •   Flu  Burung  telah  menyebabkan  sebagian  masy  takut  memelihara 
              dan makan daging ayam 

B. Issu Strategis  
 
    a.   Percepatan  Pencapaian  Swasembada  Daging  Sapi  tahun  2010  dengan 
         memantapkan program 2 juta akseptor IB  (target Lampung 43.120 ekor) 
    b.   Restrukturisasi perunggasan dan pemberantasan penyakit Flu Burung 
    c.   Pengembangan kambing saburai 
    d.   Peningkatan pendapatan rumah tangga miskin 
    e.   Peluang  ekspor  masih  sangat  terbuka,  terutama  ke  Negara  Timur 
         Tengah dengan  berat minimal 40 kg 
   IV. PROGRAM, KEGIATAN DAN PEMBIAYAAN SERTA SASARAN 2009
                                               
A. Program 
 
   Program pembangunan peternakan masih mengacu pada program yang telah 
   ditetapkan Departemen Pertanian yaitu : (1) Program Ketahanan Pangan, (2) 
   Program  Pengembangan  Agribisnis,  dan  (3)  Program  Peningkatan 
   Kesejahteraan  Petani.    Sementara  pada  rancangan  rencana  kerja  Pemerintah 
   Provinsi  Lampung,  revitalisasi  pertanian,  perikanan,  dan  kehutanan  serta 
   pembangunan  pedesaan  ditetapkan  menjadi  prioritas,  yang  didukung 
   dengan  prioritas  lainnya  yaitu  :  Peningkatan  Kesempatan  Kerja,  Investasi, 
   dan  Ekspor.  Dari  rancangan  tema  pembangunan  program  prioritas  yang 
   secara langsung dengan bidang pertanian adalah sebagai program prioritas. 
    
B. Kegiatan dan Pembiayaan 
 
   Dari  hasil  Musyawarah,  fokus  komoditi  unggulan  sub  sektor  disepakati  3 
   (tiga) komoditi yaitu sapi potong, kambing, dan unggas meskipun komoditi 
   lain atau non komoditi juga dapat diakomodir dalam musyawarah tersebut. 
        
   Untuk  melaksanakan  program  sebagaimana  tersebut  pada  poin  (A)  diatas 
   kegiatan  yang  direkomendasikan  untuk  mendukung  pengembangan 
   komoditi unggulan tersebut tahun 2009 adalah sebagai berikut: 
 
   a.  Sapi Potong 
       • Peningkatan  kualitas  pakan  melalui  gemmar  pakan,  integrasi  ternak 
           dan tanaman, pengembangan bahan baku pakan lokal, pengembangan 
           pabrik  pakan  mini,  pengembangan  pemberian  pakan  lengkap, 
           peningkatan pengawasan mutu pakan. 
       • Peningkatan  derajat  kesehatan  ternak  melalui  penambahan  jumlah 
           Puskeswan  lengkap  dengan  sarana  dan  prasarananya,  sosialisasai 
           siskeswan,  prioritas  penanganan  penyakit  strategis,  optimalisasi 
           tindak dan pengawasan karantina, lalu lintas hewan BAH & HBAH,   
       • Pelayanan  reproduksi  dengan  peningkatan  kualitas  straw,  kualitas 
           dan  kuantitas  Inseminator,  sarana  IB  &  system  pelayanan  IB,  Kawin 
           Alam (sebaran Pejantan), serta pelayanan PKB dan ATR 
       • Penyebaran bibit unggul, pengaturan pengeluaran bibit, pengendalian 
           pemotongan  betina  produktif,  penyediaan  replacement  bull  BIBD, 
           efektivitas  seleksi,  (kastrasi,  culling),  peningkatan  peran  pengawas 
           bibit bibit. 
       •   Peningkatan kualitas SDM dan kelembagaan peternak. 
       •   Peningkatan akses pembiayaan petani ternak.  
       •   Pengembangan  pemasaran  dengan  meningkatkan  posisi  tawar 
           peternak, penyediaan pasar hewan dan meningkatkan jaminan pasar. 
       •   Pengembangan  teknologi  dan  informasi  melalui  penyuluhan, 
           percontohan,  kaji  terap,  magang,  study  banding,  browsing  internet, 
           dll.  
       •   Optimalisasi  pelayanan  di  bidang  pengaturan  /  regulasi,  contoh 
           pengaturan  lalu  lintas  hewan  dan  produk  hewan,  pengendalian 
           pemotongan  betina  produktif,  aspek  pembiayaan,  distribusi  bibit  dan 
           straw, kemitraan, dan lain – lain. 
       •   Gardu peternakan untuk mendukung P2SDS 2010 
       •   Pembiayaan  terdiri  dari  APBN,  APBD  Provinsi,  APBD  Kab/Kota, 
           DAK, Swasta, masyarakat 
 
    b. Unggas : 
         Pengembangan  kelembagaan  LDCC  (Local  Desease  Control  Centre) 
         yang  melibatkan  partisipasi  lokal,  serta  terintegrasi  dengan 
         siskeswannas 
         Regulasi industri perunggasan, khususnya pada aspek tataruang, lalu 
         lintas dan tataniaga, serta pengaturan budidaya pada sektor 3 dan 4.   
         Percontohan  “Perkampungan  Ayam  Kampung”  (village  poultry 
         farming) 
         Pengembangan pabrik pakan mini dengan menggunakan bahan baku 
         lokal 
         Percontohan tempat penampungan dan pemotongan unggas 
         Penyediaan bibit yang terjamin mutu (bebas penyakit) 
         Pembiayaan terdiri dari APBN, APBD Prov., APBD Kab/Kota, Swasta, 
         Masyarakat. 
 
    c.  Kambing Saburai : 
         • Pengembangan  standar  operasional  prosedur  pembentukan  kambing 
           saburai  
         • Pengadaan replacement elite Buck 
         • Gemmar Pakan 
         • Peningkatan derajat kesehatan ternak 
         • Penanganan  reproduksi  antara  lain  Inseminator,  kualitas  straw, 
           penyebaran pejantan (kawin alam),   
         • Peningkatan Bibit melalui seleksi, penjaringan, penyebaran bibit PE,  
         • Pengembangan kawasan / VBC 
       •   Regulasi  
       •   Peningkatan kualitas SDM dan kelembagaan 
       •   Pembiayaan : APBD Povinsi dan Kab/Kota 
 
    d.  Komoditi lain yang dapat dikembangkan sesuai potensi masing – masing wilayah 
        • Kerbau 
        • Sapi Perah 
        • Itik 
        • Puyuh 
        • Entok 
        • Kalkun 
        • Kijang / Menjangan 
        • Regulasi 
        • Pembiayaan : APBD Kab/Kota didukung APBD Provinsi 
 
    e.   Non Komoditi 
         • Rabies 
         • Pengendalian penyakir strategis / zoonosis lainnya 
 
       Adapun  untuk  melaksanakan  kegiatan  sub  sektor  peternakan  diusulkan 
       pembiayaan pada tahun 2009 sebesar Rp. 93.059.000.000,‐ yang terdiri dari 
       usulan  Kabupaten/Kota  sebesar  Rp.  13.959.000.000,  APBD  Provinsi 
       sebesar  Rp.  14.550.000.000,‐,  Tugas  Pembantuan  (TP)  Kabupaten  /  Kota 
       sebesar            Rp.  23.700.000.000,‐,  TP  Provinsi  sebesar  Rp.  4.050.000.000,‐, 
       Dekonsentrasi  (dekon)  sebesar  Rp.  16.150.000.000,‐  dan  Dana  Alokasi 
       Khusus  (DAK)  sebesar  Rp.  20.650.000.000,‐.    Untuk  selengkapnya  usulan 
       pembiayaan  yang  diusulkan  per  komoditi,  kegiatan,  besarnya 
       pembiayaan, dan lokasi kegiatan dapat dilihat pada  form 3 Satker Dinas 
       Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung. 

C. Sasaran 
 
    Dari hasil penjaringan melalui sidang kelompok dengan Dinas Kabupaten / 
    Kota  yang  membidangi  Peternakan  dan  Kesehatan  Hewan  bahwa  sasaran  
    pembangunan peternakan tahun 2009 adalah sebagai berikut : 
     
     
     
     
     
    7. Populasi Ternak 
 
        NO.             JENIS TERNAK         2008              2009 
            1    Sapi Potong                     452.280           475.950
            2    Sapi Perah                            250               275
            3    Kerbau                              40.500            42.500
            4    Kambing                       1.014.000         1.215.000
            5    Domba                               85.442            87.450
            6    Babi                                65.000            68.250
            7    Kuda                                  204               215
            8    Ayam Kampung                 13.464.000        14.810.000
            9    Ayam Ras Petelur              2.547.000         2.800.000
            10  Ayam RasPedaging              23.100.000        26.565.000
            11  Itik                             477.728           488.000
 
 
    8. Sasaran Akseptor IB Pada Ternak Sapi Potong (Ekor) 
     
        NO               KAB/KOTA           2008               2009 

       1         Lampung Selatan                      3.540             4.300
       2         Lampung Tengah                      16.680            19.000
       3         Lampung Timur                        5.280             6.000
       4         Lampung Utara                        1.300             1.800
       5         Lampung Barat                         100               120
       6         Tulang Bawang                        2.600             2.900
       7         Tanggamus                            1.850             1.900
       8         Way Kanan                            1.800             2.100
       9         Metro                                 140               150
       10        Bandar Lampung                          50                50
                        JUMLAH                       33.340            38.320
 
 
 
 
 
    9. Sasaran Kelahiran Ternak Sapi Hasil IB dan Kawin Alam. 
 
                                         2008 (ekor)                       2009 (ekor) 
                KAB/KOTA 
                                       I.B           K.A              I.B               K.A 
       Lampung Selatan                   2.513           11.626             3.103         12.788
       Lampung Tengah                   12.844           21.090            13.350         23.199
       Lampung Timur                     3.907            8.373             4.490          9.210
       Lampung Utara                          910         2.938             1.260          3.231
       Lampung Barat                           57         3.842                70          4.226
       Tulang Bawang                     1.846           16.840             2.109         18.524
       Tanggamus                         1.313            9.633             1.330         10.596
       Way Kanan                         1.260            6.170             1.470          6.787
       Kota Metro                             108          282               115               310
       Kota B. Lampung                         36          269                 39              296
                                        24.794           81.063            27.336         89.167
                JUMLAH 
                                              105.857                        116.503 
       KA = Kawin Alam 
       IB   = Inseminasi Buatan 
 
    10. Sasaran Produksi Daging (Ton) 
 
         NO.              JENIS TERNAK                    2008                   2009 
           1      Sapi Potong                                8.123,62                 8.448,56
           2      Kerbau                                          484,64                494,33
           3      Kambing                                    2.700,,85                2.808,88
           4      Domba                                           148,47                149,95
           5      Babi                                       1.247,85                 1.297,76
           6      Ayam Kampung                              19.718,58                19.797,45
           7      Ayam Ras Petelur                                212,21                218,57
           8      Ayam RasPedaging                          15.893,66                   16,688
           9      Itik                                            140,12                141,52
                              TOTAL                               48.670             50.045,86
       *)  Angka sementara 
        
        
        
        
        
    11. Sasaran Konsumsi Daging, Telur, dan Susu (kg / Kap / Thn) 
 
           NO    JENIS TERNAK         2006       2007*)      2008        2009 
           1  Daging                      6,63        6,25       6,69       7,15
           2  Telur                       4,81        5,18       5,33       5,48
           3  Susu                        3,93        3,67       3,59       3,48
                                                                      
       *)  Angka sementara 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
                                 IV. PENUTUP 
                                        
 
Demikian Rencana Kerja (Renja) 2009 yang dapat kami sampaikan, sebagai hasil 
pelaksanaan  Musyawarah  Perencanaan  Pembangunan  Pertanian  Tahun  2008 
terdiri  dari  Dinas  Peternakan  dan  Kesehatan  Hewan  Provinsi  Lampung,  Dinas 
Pertanian  dan  Hortikultura  Provinsi  Lampung,  Dinas  Perkebunan  Provinsi 
Lampung,  Badan  Ketahanan  Pangan  Provinsi  Lampung,  Sekretariat  Badan 
Koordinasi  Penyuluhan  Pertanian,  Perikanan,  dan  Kehutanan,  semoga  dapat 
bermanfaat bagi pembangunan pertanian khususnya peternakan tahun 2009.