BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Program Praktik Industri

Document Sample
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Program Praktik Industri Powered By Docstoc
					                                       BAB I
                                   PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
    Program Praktik Industri (PPI) merupakan suatu kegiatan praktik lapangan yang
dilaksanakan di luar kampus Polman Timah. Diadakannya kegiatan ini karena sistem
pembelajaran yang ada di Politeknik Manufaktur Timah mengacu pada pendidikan yang
berbasis pada produksi ( Production Base Education ) yang diharapkan setelah lulusan
Polman mahasiswa dapat terjun langsung ke industri.
    Kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa Semester V selama 1 semester (18 minggu),
yang diharapkan mahasiswa dapat mengenal lebih jauh mengenai dunia industri sebelum
terjun langsung sebagai karyawan di industri.

1.2 Tujuan
     Tujuan pelaksanaan PPI ini adalah :
•    Melengkapi dan mengembangkan materi-materi dasar yang telah dipelajari
•    Menerapkan pengetahuan dan ketrampilan yang telah diperoleh selama 4 semester.
•    Mampu beradaptasi dan bersosialisasi dengan dunia industri.
•    Memahami suasana dan kondisi objektif lapangan kerja.
•    Meningkatkan wawasan mengenai industri

1.3 Dasar Hukum Program PPI
    Dasar Hukum Program Praktik Industri adalah Kurikulum Politeknik Manufaktur Timah

1.4 Bobot SKS PPI
    Sesuai Kurikulum yang berlaku di Politeknik Manufaktur Timah, maka bobot PPI total
adalah 6 (enam) SKS.

1.5 Jadual Pelaksanaan
    Pelaksanaan PPI berlangsung selama satu semester (lihat lampiran F.01) yaitu pada
semester V dan telah selesai menempuh pendidikan hingga semester IV dan telah memenuhi
persyaratan dalam peraturan akademik dengan batasan minimal 18 minggu program.

1.6 Hak Libur
    Selama masa PPI, peserta mempunyai hak libur disesuaikan dengan kebijaksanaan
perusahaan penerima PPI. Namun demikian Jadual Akademik Politeknik Manufaktur Timah
dapat dijadikan acuan sebagai penentuan hak libur peserta PPI.. Liburan ini dinilai perlu
mengingat masa praktik yang cukup panjang.




                                          1
                                BAB II
               KEORGANISASIAN PROGRAM PRAKTIK INDUSTRI

    Untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan PPI, maka dipandang perlu untuk membentuk
suatu keKomisian yang selanjutnya disebut sebagai Komisi PPI yang terdiri atas : Ketua
Komisi PPI dan dua orang anggota, dimana seluruh komisi PPI merupakan perwakilan dari
setiap program studi.

2.1 Struktur Organisasi Pelaksana Program Praktik Industri


                                     Penanggung Jawab



                Ka. Prodi               Ketua Komisi



                              Anggota                Anggota


                            Gbr.2.1 Stuktur organisasi Komisi PPI


Penanggung Jawab     : Wakil Direkur Bidang Akademik
Ketua Komisi         : Staf pengajar Polman Timah yang ditunjuk berdasarkan SK direktur
                       Polman Timah.
Anggota              : Staf pengajar Polman Timah yang ditunjuk berdasarkan SK direktur
                       Polman Timah.

       Dalam pelaksanaannya, Komisi PPI akan dibantu beberapa orang staf pengajar yang di
tugaskan Ka. Prodi untuk membantu pelaksanaan PPI sebagai Pembimbing dan Pembahas
Laporan PPI.

2.2 Uraian Tugas
a. Ketua Komisi
   - Bertanggungjawab kepada penanggungjawab PPI yaitu para Ka. Prodi, terhadap seluruh
     pelaksanaan PPI.
   - Merencanakan teknis pelaksanaan PPI bersama dengan anggota komisi
   - Melakukan koordinasi dengan unsur terkait demi lancarnya pelaksaan PPI
   - Mengadakan rapat koordinasi dengan para anggota komisi.
   - Bersama-sama anggota komisi melakukan kontrol terhadap setiap kegiatan PPI.
   - Membuat laporan pelaksanaan dan evaluasi PPI.

b. Anggota Komisi
   - Bertanggung jawab kepada ketua Komisi terhadap pelaksanaan PPI pada prodi masing-
     masing.
   - Mengatur dan menentukan mahasiswa/i yang akan PPI sesuai dengan syarat dan
     ketentuan industri yang akan dijadikan tempat PPI dan berdasarkan rekomendasi prodi.

                                            2
  - Mempersiapkan tim pembahas laporan dari program studi
  - Mengatur jadwal presentasi laporan PPI
  - Mempersiapkan form Nilai Presentasi laporan PPI dan Nilai Teknik Penulisan laporan.

c. Pembimbing
   - Pembimbing PPI adalah staf pengajar Polman Timah yang dipilih oleh Program Studi
   - Latar belakang pendidikan untuk pembimbing minimal D3 dengan pengalaman minimal
     2 tahun.
   - Selama kegiatan PPI berlangsung pembimbing memantau dan merespon terhadap
     informasi dan permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa/i bimbingannya selama di
     industri setiap satu bulan sekali.
   - Mahasiswa/i berhak dan wajib melakukan konsultasi ke pembimbing masing-masing
     terhadap permasalahan yang dihadapinya di perusahaan tempat pelaksanaan PPI atau
     dalam pembuatan laporan melalui media komunikasi yang ada. Antar pembimbing dan
     mahasiswa/i harus saling bertukar informasi yang dianggap penting.

d. Pembahas Laporan
   - Pembahas Laporan adalah staf pengajar Polman Timah yang ditunjuk oleh Komisi
     dengan pertimbangan kualifikasi minimal D4/S1
   - Pembahas Laporan memungkinkan untuk didatangkan dari industri atau anggota
     masyarakat yang relevan dengan tema PPI dan sesuai dengan kompetensi yang
     disyaratkan.




                                          3
                                    BAB III
                            SEBELUM PELAKSANAAN PPI

3.1 Kriteria Tempat Pelaksanaan PPI
3.1.1 Kriteria Perusahaan
  a. Perusahaan yang bergerak di industri manufaktur
  b. Perusahaan penerima PPI dipilih dan dievaluasi oleh Polman Timah.

3.2 Prosedur Penempatan Mahasiswa di Perusahaan
a. Jika perusahaan diajukan dari Komisi


                                      Mulai


                      Mahasiswa mendaftar wilayah tempat
                      PPI (sebagai salah satu acuan
                      penempatan)
                                                              - Perusahaan yang menerima PPI
                      Komisi mengeluarkan daftar perusahaan     tahun sebelumnya
                      yang menerima mahasiswa PPI             - Perusahaan baru, baik yang
                                                                diusulkan oleh institusi maupun
                                                                mahasiswa
                                 Seleksi di Prodi

                      Komisi PPI menyerahkan daftar
                      Penempatan Mahasiswa di perusahaan
                      PPI ke HIM


                              HIM mengkonfirmasi
                              perusahaan tempat PPI


                                                       TDK
                                    Diterima

                                     YA

                            Mahasiswa melengkapi
                            persyaratan yang diminta
                            perusahaan


                         Melaksanakan PPI di perusahaan


                                     Selesai



              Gbr.3.1 Prosedur Penempatan Mahasiswa di ajukan dari komisi




                                               4
b. Jika perusahaan diajukan dari mahasiswa
       Dalam pelaksanaannya perusahaan tempat PPI dapat diajukan oleh mahasiswa apabila
mahasiswa tersebut memiliki informasi tempat perusahaan yang baru yang belum terdaftar
dalam daftar perusahaan yang diajukan oleh komisi PPI.


                                              Mulai
      Perusahaan baru, yang
          belum terdaftar di
                Komisi PPI       Mahasiswa Mengajukan
                                 nama, alamat, contack person
                                 perusahaan ke Komisi PPI



                                     Komisi meminta saran ke
                                     prodi apakah layak untuk
                                     tempat PPI

                                                                 TDK
                                            Diterima

                                            YA

                                     Komisi PPI Mengajukan
                                     ke HIM untuk di buat
                                     surat
                                     penawaran&proposal PPI


                                      HIM menghubungi
                                      perusahaan tempat PPI

                               TDK
                                            Di terima

                                           YA

                                     Mahasiswa melengkapi
                                     persyaratan yang di minta
                                     perusahaan



                                Melaksanakan PPI di perusahaan



                                              Selesai


            Gbr.3.2 Prosedur Penempatan Mahasiswa di ajukan dari mahasiswa




                                              5
3.3 Perlengkapan PPI
    Sebelum mahasiswa yang akan melaksanakan kegiatan PPI di perusahaan yang telah
ditentukan oleh program studi masing-masing, harus melengkapi diri dengan;
 - Surat Keterangan ijin dari orang tua (untuk yang melaksanakan PPI diluar daerah)…F.02
 - Fotocopy KTM yang terbaru (yang memiliki polis asuransi)
 - Surat Perjalanan
 - Form Absensi…F.03
 - Form Laporan Mingguan….F.04
 - Form Detail Harian….F.05
 - Form Penilaian Industri….F.06
 - Dll

3.4 Sosialisasi
 - Komisi PPI wajib melakukan sosialisasi kepada seluruh mahasiswa semester IV (empat)
    Politeknik Manufaktur Timah tentang pedoman dan prosedur pelaksanaan PPI.
 - Komisi PPI harus memberikan informasi yang jelas dan penting tentang data-data
    perusahaan tempat pelaksanaan PPI.




                                         6
                                         BAB IV
                                  PELAKSANAAN PPI


4.1 Tata Tertib Dan Kedisiplinan
4.1.1 Kedisiplinan
    Dalam pelaksanaan Program Praktik Industri (PPI), Polman Timah mewajibkan para
mahasiswa/i menjalankan disiplin yang tinggi dan berpegang pada ketentuan berikut ini :
a. Menjaga nama baik Polman Timah.
b. Berdisiplin dan bersikap baik.
c. Menjaga kebersihan dan ketertiban.
d. Tidak merokok dan makan selama jam kerja PPI, kecuali pada waktu istirahat yang telah
    ditentukan dan di luar ruangan kerja.
e. Menghindarkan diri dari pemakaian obat-obat terlarang.
f. Mematuhi petunjuk untuk menghindari kecelakaan.
g. Dapat dipercaya dan menghindarkan kerusakan dan hilangnya barang-barang milik
    perusahaan.
h. Melaksanakan Program Praktik Indsutri (PPI) yang dilaksanakan pada semester V selama
    18 minggu program, dengan mengikuti kalender perusahaan tempat PPI masing-masing.
i. Peserta PPI wajib menjalankan semua peraturan, tata tertib dan kedisiplinan yang ada di
    perusahaan dan tata tertib dan disiplin mahasiswa Polman Timah.
j. Selama bekerja sebagai peserta PPI wajib menggunakan pakaian kerja yang ditentukan
    oleh perusahaan. Jika perusahaan tidak memberikan pakaian kerja pada pekerjaan yang
    membutuhkan pakaian kerja maka peserta PPI harus memberikan contoh dengan
    menggunakan pakaian kerja dari POLMAN TIMAH.
k. Selain hal tersebut diatas, dapat juga mengikuti kebijakan-kebijakan yang diberikan
    pimpinan industri.

4.1.2 Peringatan Lisan Dan Tertulis
1. Sebagai alat pelengkap pelaksanaan PPI, maka peringatan dapat diberikan secara lisan atau
   tertulis, apabila seseorang melakukan pelanggaran peraturan pelaksanaan PPI atau
   peraturan perusahaan.
2. Peringatan dibuat oleh POLMAN TIMAH didasarkan atas informasi kualitatif dan
   kuantitatif dari perusahaan penerima PPI.
3. Peringatan lisan dikenakan pada hal-hal yang mendesak atau pelanggaran sebagai berikut :
    a. Tidak melaksanakan instruksi keselamatan yang diberikan.
    b. Tidak melaksanakan tugas yang diberikan.
    c. Tidak menghiraukan peraturan tata tertib dan etika sopan santun.
    d. Menggunakan alat-alat, perkakas dan benda-benda milik perusahaan tidak menurut
         aturan pakai yang benar walaupun telah diberitahukan sebelumnya secara lisan
         maupun tertulis.
    e. Tidak mengikuti ketentuan cara berpakaian dan ukuran panjang rambut yang berlaku
         di perusahaan.
    f. Makan dan merokok di tempat kerja dalam jam kerja atau istirahat.
    g. Membuat kegaduhan di tempat kerja tempat PPI.
    h. 3 kali terlambat hadir/absen, masing-masing tidak lebih dari 10 menit.
    i. 10 menit < terlambat hadir/absen ≤ 2 jam
    j. Hal-hal lain yang diterbitkan oleh bagian-bagian yang telah disetujui oleh Direktur
         perusahaan yang bersangkutan.

                                           7
4. Peringatan tertulis diberikan pada setiap peringatan lisan yang keempat, atau dalam hal-
   hal yang melampaui batas, antara lain :
   a. Mengakibatkan terjadinya suatu kecelakaan karena pelanggaran terhadap instruksi
      keselamatan yang membahayakan kesehatan dan kehidupan bagi ndiri sendiri dan atau
      orang lain.
   b. Menghilangkan atau merusakkan alat-alat, perkakas-perkakas, benda-benda milik
      perusahaan.
   c. Tidak jujur dalam memberikan alasan absen.
   d. 2 jam < Absen tanpa ijin ≤ 8 jam → peringatan tertulis pertama
   e. 8 jam < Absen tanpa ijin ≤ 16 jam → peringatan tertulis kedua
   f. 16 jam < Absen tanpa ijin ≤ 28 jam → peringatan tertulis ketiga
   g. 28 jam < Absen tanpa ijin → diberhentikan dari pelaksanaan PPI dan diberhentikan dari
      Polman Timah.
   h. Tidak jujur dalam memberikan alasan kerusakan alat/mesin/benda kerja.
   i. Kegiatan politik di lingkungan kerja atau tempat PPI.
   j. Hal-hal lain yang diterbitkan oleh perusahaan yang telah disetujui oleh Direktur
      perusahaan yang bersangkutan.
5. Peringatan tertulis diberikan maksimal sampai 3 peringatan tertulis, bila mendapat
   peringatan tertulis keempat (4) maka mahasiswa tersebut dianggap gagal melaksanakan
   program PPI dan harus mengulang pada tahun berikutnya.
6. Bila di perusahaan sudah ada aturan tata tertib tentang peringatan lisan dan peringatan
   tertulis, maka peraturan pelaksanaan PPI akan mengacu kepada peraturan di perusahaan
   atau tempat pelaksanaan PPI.
7. Selain hal tersebut diatas, dapat juga mengikuti kebijakan-kebijakan yang diberikan
   pimpinan industri.


4.1.3 Ketidakhadiran / Absen Yang Diijinkan
1. Ketidakhadiran selama PPI, hanya diijinkan dalam hal :
    a. Sakit, dengan surat keterangan resmi dari dokter.
    b. Urusan pribadi yang benar-benar penting dan mendadak (contoh : panggilan untuk
       menjadi saksi di muka pengadilan, pelanggaran lalu lintas, kecelakaan, anggota
       keluarga yang mempunyai hubungan langsung mendapat kecelakaan berat), walaupun
       demikian ijin hanya diberikan kurang dari 1 hari atau sesuai kebijakan perusahaan.
    c. Anggota keluarga yang mempunyai hubungan langsung (Ayah, Ibu, Kakak, Adik)
       meninggal dunia. Khusus untuk ijin ini, maksimum 1 hari untuk daerah tempat PPI dan
       sekitarnya, maksimum 3 hari di luar tempat PPI atau sesai kebijakan perusahaan.
2. Ijin tidak hadir selama jam PPI kurang dari satu hari harus didapat dari
    Pembimbing/Pengawas yang bersangkutan atau pejabat yang berwenang.
3. Ijin tidak hadir selama jam PPI sehari penuh atau lebih harus didapat dari Kepala
    Personalia Perusahaan atau pejabat yang berwenang. Permohonan ijin ini harus dilakukan
    secara tertulis sekurang-kurangnya 24 jam sebelumnya.
4. Bila Absen, Kepala Personalia Perusahaan atau pejabat yang berwenang harus menerima
    catatan tertulis (surat ekpres, surat kilat tercatat, telegram/facsimile/telex), dalam waktu 3
    hari. Meskipun demikian surat pernyataan/ alasan absen yang ditandatangani oleh orang
    tua/wali harus diserahkan kepada perusahaan ketika mengikuti PPI kembali. Apabila pada
    hari keempat belum juga ada kabar, maka tanpa pemberitahuan sebelumnya perusahaan
    berhak memberhentikan yang bersangkutan dari kegiatan PPI.
5. Dalam hal sakit, selain surat pernyataan dari orang tua/wali diperlukan juga surat
    keterangan dari dokter.

                                              8
6. Keterlambatan hadir dan absen tanpa ijin akan mengakibatkan diberikannya peringatan
    lisan atau tertulis.
7. Waktu keterlambatan hadir atau absen tanpa ijin akan dijumlahkan sampai dengan akhir
    pelaksanaan PPI.
8. Bila jumlah total ketidakhadiran dengan ijin + ketidakhadiran tanpa ijin melebihi 160 jam
    dalam pelaksanaan PPI, maka mahasiswa/mahasiswi tersebut akan mendapat status
    kenaikan percobaan. Pada akhir pelaksanaan PPI mahasiswa/mahasiswi tersebut tidak
    boleh mendapat status kenaikan percobaan, karena yang bersangkutan tidak dapat
    melanjutkan kuliah pada semester 6 tahun ajaran yang sedang berjalan dan harus
    mengulang pelaksanaan PPI-nya tahun depan.
9. Bila jumlah total ketidakhadiran / absen dengan ijin + ketidakhadiran tanpa ijin melebihi
    320 jam dalam pelaksanaan PPI, maka mahasiswa/mahasiswi tersebut harus
    menghentikan pelaksanaan PPI-nya, tetapi dibolehkan mengajukan permohonan untuk
    mengulang pada tingkat yang sama pada tahun berikutnya, kecuali mahasiswa/mahasiswi
    tersebut dikeluarkan dari Polman Timah.
10. Selain hal tersebut diatas, dapat juga mengikuti kebijakan-kebijakan yang diberikan
    pimpinan industri.


4.2 Pemberhentian
    Bagi mahasiswa/i yang dikeluarkan dari tempat PPI karena melanggar aturan, maka tidak
ada penggantian tempat PPI dan secara otomatis mahasiswa/i tersebut harus mengulang
program PPI di tahun depan atau dikeluarkan dari Polman Timah (Drop-Out).

4.3 Pemindahan
    Pada saat pelaksanaan PPI sedang berjalan, tidak diijinkan berpindah tempat PPI.
Pemindahan hanya dilakukan dalam keaadaan terpaksa apabila Polman Timah menemukan
ketidaksesuaian yang sangat mengkhawatirkan Seandainya terjadi hal-hal yang dimaksud,
maka tempat pemindahan hanya di Polman Timah yang merupakan kesempatan terakhir bagi
peserta PPI untuk dievaluasi lebih lanjut.


4.3 Kunjungan Industri
    Kunjungan Industri bertujuan untuk memantau kondisi pelaksanaan PPI secara langsung
serta mengajukan kerjasama PPI untuk tahun berikutnya sekaligus mempromosikan Polman
Timah ke industri tersebut.




                                           9
                                                Mulai



                              Komisi merencanakan Jadual Kunjungan




                HIM mengkonfirmasikan                        Prodi menetapkan staf
                Jadual Kunjungan ke Industri                 pengajar sebagai reviewer




                                      Komisi menetapkan tempat
                                      kunjungan Reviewer



                                   Komisi mengajukan pembuatan
                                   Surat Tugas ke Wakil Direktur I



                             Reviewer melakukan kunjungan sesuai Jadual
                             dan Prosedur yang diberikan oleh Komisi



                              Reviewer membuat laporan hasil kunjungan
                              ke Komisi & mempresentasikannya



                                                Selesai

                            Gbr 4.1 Flowchart kunjungan industri

Prosedur kunjungan industri :
- Kunjungan industri dilakukan oleh 2 orang pembimbing institusi (reviewer) dari program
  studi yang berbeda pada waktu yang telah ditentukan oleh pihak institusi
- Pihak institusi harus menginformasikan ke perusahaan yang akan dikunjungi sebulan
  sebelum kunjungan industri dilakukan (minggu ke 5 pelaksanaan PPI)
- Kunjungan industri dilakukan pada minggu ke 9 sampai minggu ke 11 pada saat
  pelaksanaan PPI.
- Reviewer diharapkan melakukan diskusi dengaan bagian HRD (Human Resources
  Development) dan pembimbing lapangan serta mahasiswa secara langsung tentang kondisi
  pelaksanaan PPI.
- Panduan untuk diskusi dengan HRD dan pembimbing lapangan sesuai dengan panduan
  yang telah dibuat oleh komisi (F.07 & F.08)
- Setelah selesai kunjungan PPI, reviewer di wajibkan membuat laporan tentang hasil
  kunjungan yang dilakukan paling lambat satu minggu setelah kunjungan dan
  memaparkannya di forum yang di hadiri para Ka. Prodi, Komisi PPI dan undangan lain.




                                               10
4.5 Bimbingan atau konseling saat pelaksanaan PPI
       Saat melaksanakan PPI mahasiswa di wajibkan bertanya apabila mengalami masalah-
masalah dalam pelaksanaan PPI baik yang bersifat administratif maupun mengenai
pembuatan laporan, sedangkan kepada pembimbing yang telah di tunjuk oleh masing masing
program studi di wajibkan memantau siswa bimbingannya setiap satu bulan sekali dan
mengisi form bimbingan sesuai dengan lampiran (F.09)

4.5.1 Prosedur Bimbingan
       Apabila mahasiswa mendapatkan permasalahan dalam pembuatan laporan atau
kendala dalam pekerjaan, mahasiswa harus menghubungi pembimbing yang telah di tunjuk
oleh masing-masing prodi untuk meminta saran atau pendapat dalam menelesaikan
permasalahan tersebut. Berikut alur prosesnya :


                                         Mulai



                             Mahasiswa menghubungi
                             pembimbing yang telah di
                             tunjuk dari tiap-tiap prodi



                               Pembimbing menanggapi        Konfirmasi ke Komisi
                                keluhan dari mahasiswa      PPI jika diperlukan




                                        Selesai



                             Gbr.4.2 Prosedur Bimbingan

4.5.2 Prosedur permasalahan administratif
        Dalam melaksanakan kerja praktik, mahasiswa sering mengalami kendala yang
bersifat administratif seperti hilangnya form-form yang telah diberikan ataupun adana
perubahan jadwal dan permasalahan lain mengenai pelaksanaan Praktik Industri. Untuk itu
mahasiswa perlu konfirmasi ulang mengenai masalah tersebut. Adapun prosedurnya adalah
sebagai berikut :




                                            11
           Mulai



Mahasiswa menghubungi
salah satu komisi PPI yang
telah di bentuk oleh
manajemen Polman Timah



Komisi menanggapi
permasalahan yang di hadapi




         Dapat di            TDK   Konfirmasi ke Prodi
         proses


         YA
                                         Dapat di        TDK    Konfirmasi ke
    Komisi konfirmasi                    proses                 Wakil Direktur
    balik ke mahasiswa

                                         YA

                                   Komisi konfirmasi           Komisi konfirmasi
                                   balik ke mahasiswa          balik ke mahasiswa




                                          Selesai




                Gbr.4.3 Prosedur permasalahan administratif




                                    12
                                    BAB V
                           SETELAH PELAKSANAAN PPI

5.1 Pelaporan Dan Evaluasi Kegiatan
    Setelah melaksanakan Program Praktik Indsutri (PPI), mahasiswa/mahasiswi wajib
membuat laporan kerja dan wajib mempresentasikannya dengan ketentuan sebagai berikut :
1. Laporan Kerja PPI adalah dokumen berbentuk tulisan yang merupakan uraian hasil
    kegiatan mahasiswa selama melakukan PPI di industri tempat mereka bekerja.
2. Jurnal mingguan berisi tentang kegiatan mingguan sesuai dengan format yang telah
    disediakan, dan harus ditanda tangani oleh pembimbing perusahaan dan ada stempel
    perusahaan.
3. Laporan kerja ini harus mendapat persetujuan dari Pembimbing industri, Pembimbing
    institusi dan di sahkan oleh Ka. Prodi
4. Laporan Kerja yang dibuat sesuai dengan yang telah ditetapkan dan dipresentasikan
    dihadapan tim pembahas dengan sistematika penulisan laporan sebagai berikut :
    HALAMAN JUDUL
    LEMBAR PENGESAHAN
    KATA PENGANTAR
    DAFTAR ISI
    DAFTAR GAMBAR
    DAFTAR LAMPIRAN
    BAB I PENDAHULUAN
    1.1 Sejarah Perusahaan
    1.2 Bidang Usaha/Produk
    1.3 Fasilitas
    BAB II URAIAN KEGIATAN
    2.1 Sistem Penugasan kerja
    2.2 Rangkuman Pekerjaan Yang Dilakukan Selama PPI
    BAB III PEMBAHASAN
    3.1 Permasalahan
    3.1.1 Latar belakang masalah
    3.1.2 Rumusan dan batasan masalah
    3.1.3 Tujuan penulisan
    3.2 Pembahasan
    BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN
    4.1 Kesimpulan
    4.2 Saran
    Lampiran
    - Standard Operation Procedure
    - Job Description
    - Laporan Mingguan Dan Detail Pekerjaan
    - Dll
5. Laporan nilai dan daftar kehadiran harus dikumpulkan paling lambat dua minggu sebelum
    program semester V berakhir. Pengiriman dapat dititipkan kepada mahasiswa yang
    melaksanakan PPI (laporan nilai harus ditulis dengan pena, ditanda tangani
    pembimbing perusahaan dan ada stempel perusahaan).
6. Laporan Kerja yang sudah dijilid wajib dikumpulkan paling lambat dua minggu sebelum
    perkuliahan semester V berakhir, bila terlambat maka nilai PPI dianggap tidak ada.
7. Sistematika penulisan ini dibuat agar format pembuatan laporan kerja menjadi seragam.


                                         13
8. Laporan dibuat rangkap 2 untuk penilaian dan apabila telah selesai dinilai akan disimpan
   di perpustakaan serta telah dijilid dengan rapi.
9. Warna cover :
   - Mekanik         : Biru Tua (Biru Dongker)
   - Perancangan     : Hijau
   - Elektronika     : Merah

5.2 Aturan Penulisan Laporan Kerja
5.2.1 Standar Penulisan
    Karya tulis disajikan dengan standar penulisan sebagai berikut :
1. Jenis dan ukuran kertas.
    - Jenis kertas HVS 80 gram
    - Ukuran kertas A4.
2. Margin.
    - Margin atas          : 4 cm
    - Margin bawah         : 3 cm
    - Margin kiri          : 4 cm
    - Margin kanan         : 3 cm
3. Jenis tulisan dan spasi.
    - Jenis tulisan yang digunakan Times New Roman.
    - Ukuran spasi 1,5.
4. Ukuran tulisan dan style.
    BAB : ukuran tulisan 14, style BOLD CAPITAL (Tebal, semua huruf kapital), dengan
              format center, contoh :
                                            BAB I
                                      PENDAHULUAN

   Sub Bab : ukuran tulisan 12, style Bold Title Case (tebal, kapital hanya pada awal
                kata), contoh :
   1.1 Sejarah Perusahaan

   Anak Sub Bab : Ukuran tulisan 12, style Bold small caps (tebal, kapital hanya pada
                    awal judul), contoh :
   2.1.1 Ruang lingkup pekerjaan
5. Istilah asing
   Istilah-istilah yang menggunakan bahasa asing menggunakan style italic small (kata yang
   ditulis miring), contoh : centered.

5.2.2 Penomoran dan Spasi
    Untuk keseragaman penulisan maka penomoran bab menggunakan angka romawi, sub bab
dan anak sub bab menggunakan angka latin
BAB I
PENDAHULUAN
                            2 x 1,5 spasi
1.1 Sub Bab I
       Dalam rangka ………………….
       1,5 cm atau 15 ketukan                    2 x 1.5 spasi

1.1.1 Anak sub bab 1.1
                                                 2 x 1.5 spasi
       Untuk mengantisipasi……
1.2 Sub Bab I

                                            14
5.2.3 Letak Nomor Dan Halaman Dan Tipe Huruf
- Nomor halaman diletakkan di sudut kanan bawah.
- Untuk nomor halaman sebelum isi, seperti kata pengantar, daftar isi dan seterusnya
  menggunakan angka romawi kecil (i, ii, iii dan seterusnya).
- Untuk nomor isi menggunakan angka latin (1, 2, 3 dan seterusnya).

5.2.4 Format Sampul Muka
      Penulisan pada sampul muka disajikan dengan posisi simetris tengah (centered) dengan
ketentuan sebagai berikut :

                                                                                      Times New Roman,
       5 cm                                                                           Bold, Capital, 16, bila
                                                                                      judul lebih dari sebaris
                                                                                      maka baris kedua lebih
                              LAPORAN KERJA                                           pendek     dari    baris
                                                                                      pertama dan seterusnya
   6 x 1,5 spasi      PROGRAM PRAKTIK INDUSTRI
                     (sesuai dengan nama industri tempat PPI)

        Laporan Kerja Ini Dibuat Sebagai Salah Satu Tugas Semester V                  6 x 1,5 spasi
             Program Diploma III Politeknik Manufaktur Timah

                                                 Times New Roman, huruf reguler, 12




                                                         Standar tinggi logo 5 cm



                                 Disusun Oleh :
                                    Nama     :
                                    NIM      :


                     POLITEKNIK MANUFAKTUR TIMAH
                                                      Times New Roman,
                                      2009            Bold, Capital, 14
              3 cm

5.2.5 Format Lembar Pengesahan
Penulisan pada lembar pengesahan disajikan dengan posisi simetris tengah (centered) dengan
ketentuan sebagai berikut :




                                                        15
     min 4 cm

                      LEMBAR PENGESAHAN


                      JUDUL LAPORAN KERJA




             Laporan Kerja ini telah Disetujui dan Disahkan
         Sebagai Salah Satu Syarat Pada Program Praktik Industri
                Semester V Politeknik Manufaktur Timah


            6 x 1,5 spasi


                                Menyetujui,
         Pembimbing Institusi           Pembimbing Perusahaan




                 Nama                                   Nama

                             Mengesahkan
                        Ka. Prodi Jurusan ...........




                                  Nama




5.2.6 Penjelasan Isi Laporan
5.2.6.1 Kata Pengantar
     Kata pengantar merupakan bagian dari laporan yang berfungsi untuk mengantar pembaca
pada permasalahan atau materi yang diungkapkan di dalam laporan. Oleh karena itu, kata
pengantar lazimnya memberikan gambaran umum tentang isi sebuah laporan. Dengan
membaca kata pengantar, seseorang dapat mengetahui maksud penulisan dari laporan, hal-hal
yang dikemukakan dalam dan pihak-pihak tertentu yang memberikan sumbangan, baik dana,
pikiran maupun data-data yang diperlukan dalam penulisan laporan itu.
     Kata pengantar biasanya menyatakan puji syukur kepada Tuhan, informasi singkat
tentang laporan, penjelasan singkat tentang pelaksanaan penulisan laporan, dan ucapan terima
kasih penulis kepada pihak-pihak tertentu yang telah memungkinkan terlaksananya penulisan
laporan itu.

5.2.6.2 Daftar Isi
     Daftar isi merupakan daftar yang berfungsi untuk memberikan petunjuk kepada pembaca
tentang isi sebuah tulisan. Dalam daftar isi seluruh unsur yang terdapat di dalam buku
dicantumkan secara terinci dan disertai pula nomor halamannya.

                                                        16
      Penyajian daftar isi disajikan secara sistemeatik, dimulai dari bagian awal sebuah karya
tulis (setelah halaman judul) hingga bab penutup. Jadi, untuk halaman judul tidak perlu
dicantumkan di dalam daftar isi.

5.2.6.3 Daftar Tabel dan Daftar Gambar
     Daftar tabel dan daftar gambar perlu dicantumkan jika di dalam laporan terebut terdapat
tabel dan gambar. Pencantuman daftar itu dimaksudkan untuk memberikan petunjuk kepada
pembaca bahwa di dalam laporan itu terdapat gambar atau tabel tertentu yang lebih dari satu.
Jika hanya terdiri dari satu buah, daftar tabel dan daftar gambar tidak perlu dicantumkan.

5.2.6.4 Daftar Lampiran
     Daftar lampiran berisikan judul-judul dari setiap lampiran yang terdapat di dalam
laporan, seperti lampiran pekerjaan tiap mingguan dan gambar-gambar yang tidak bisa
dimasukkan kedalam isi tulisan.

5.2.6.5 Bab I Pendahuluan
      Bab pendahuluan adalah bab yang mengantarkan isi naskah, yaitu bab yang berisi hal-hal
umum yang dijadikan landasan dan arah penulisan.
Bagian-bagian bab pendahuluan :
a. Sejarah
   Yaitu berisikan sejarah singkat tentang perusahaan yang dijadikan tempat PPI seperti
   contoh : ”Perusahaan Damai Sujahtera didirikan pada tahun 1929 oleh dua keluarga yaitu
   keluarga Bapak Ir. Chokro Adinoto dan Bapak Drs. Imam Wahyudi.............”
b. Organisasi Perusahaan
   Berisikan struktur organisasi dari perusahaan yang biasanya dibuat dalam bentuk flow chart
c. Bidang Usaha/Produk
   Menjelaskan produk-produk apa saja yang di produksi di perusahaan tersebut dan bergerak
   di bidang usaha apa.
d. Fasilitas
   Menjelaskan fasilitas fasilitas apa saja yang dimiliki oleh perusahaan tempat PPI tersebut
   dalam proses produksinya.

5.2.6.6 Bab II Uraian Kegiatan
a. Sistem Penugasan kerja
   Pada bagian ini berisikan penjelasan mengenai tugas yang diberikan, dapat dijabarkan
   dalam waktu dan tempat penugasan, ruang lingkup pekerjaan dan tanggung jawab yang
   diberikan Seperti contoh : ”Selama melakukan Program PPI di PT. Damai Sejahtera mulai
   dari tanggal 01 s/d 29 September 2008, penulis ditempatkan pada Divisi
   Maintenance...................”
b. Rangkuman Pekerjaan Yang Dilakukan Selama PPI
   Menjelaskan hal-hal pokok pekerjaan yang dilakukan selama PPI yang berupa gambaran
   umum dari pekerjaan yang telah dilakukan.

5.2.6.7 Bab III Pembahasan
Pada bab ini penulis membahasan salah satu pekerjaan yang dianggap ada nilai lebih selama
melakukan PPI yang dapat dibahas dalam suatu permasalahan.
a. Permasalahan
    Berisikan identifikasi permasalahan-permasalahan yang akan dibahas oleh penulis. Dapat
    berisikan lebih dari satu permasalahan dan disesuaikan dengan pekerjaan yang telah
    didapat oleh penulis. Untuk memfokuskan dari permasalahan dapat diuraikan sbb :

                                            17
   •   Latar belakang masalah
       Bagian ini menceritakan kondisi sekarang yang merupakan alasan penulis mengambil
       salah satu permasalahan dan manfaat praktis yang dapat diambil dari hal tersebut.
       Pada akhirnya, garis besar permasalahan yang akan dibahas penulis dicantumkan pula
       pada bagian ini.
   •   Rumusan dan batasan masalah
       Bagian ini menjelaskan ruang lingkup masalah yang akan dibahas. Tujuannya ialah
       untuk memfokuskan pembahasan pada satu masalah yang dikehendaki. Agar ruang
       lingkup masalah yang ingin dibahas menjadi jelas, pada bagian ini penulis perlu
       mengemukakan pembatasan-pembatasan tertentu. Kejelasan ruang lingkup itu pada
       akhirnya dapat mempermudah penulis dalam memfokuskan pembahasannya pada
       pemecahan masalah yang dituju.
   •   Tujuan penulisan
       Bagian ini menjelaskan tujuan yang ingin dicapai oleh penulis sehubungan dengan
       masalah yang akan dibahas. Tujuan yang ingin dicapai itu bisa satu atau lebih, yang
       penting semua tujuan itu relevan dengan pekerjaan yang dilakukan.

b. Pembahasan
   Pembahasan merupakan bagian terpenting di dalam isi laporan. Pada bagian inilah penulis
   membahas setiap permasalahan yang disajikan, mulai dari inventarisasi masalah,
   klarifikasi masalah, sampai dengan pemecahan masalah. Dengan kata lain, pada bagian
   inilah penulis membahas dan menganalisa setiap permasalahan yang ada. Bagian
   pembahasan ini dapat terdiri atas beberapa bab dan setiap bab dapat dibagi-bagi lagi
   menjadi sub-subbab. Dengan demikian, pokok-pokok masalah yang diungkapkan pada
   bagian ini menjadi lebih jelas.

5.2.6.8 Bab IV Kesimpulan Dan Saran
a. Kesimpulan
    Kesimpulan merupakan gambaran umum yang diperoleh dari hasil analisis pembahasan
    dan relevansinya dengan tujuan serta hasil yang diharapkan. Setiap pokok masalah yang
    merupakan temuan dari hasil analisis pembahasan itu dikemukakan pada bagian ini.
    Demikian pula, keterkaitan antara pembahasan itu dengan tujuan dan hasil yang
    diharapkan hendaknya juga dicantumkan pada bagian ini
b. Saran
    Saran merupakan suatu bagian dari karya tulis yang pencantumannya bergantung pada
    penulis. Jika penulis merasa perlu memberikan saran mengenai masalah yang dihadapi,
    bagian itu dengan sendirinya perlu dicantumkan . Sebaliknya, jika penulis tidak merasa
    perlu memberikan saran kepada pembaca, bagian itu tidak perlu dicantumkan. Dalam hal
    ini, saran pada dasarnya merupakan imbauan penulis kepada pihak lain untuk menangani
    suatu masalah yang belum sempat dibahas oleh penulis karena keterkaitan dengan
    masalah utama yang dibahas agak jauh

5.2.6.9 Lampiran
         Lampiran merupakan suatu bagian tambahan dalam penulisan laporan yang memuat
keterangan penunjang sehubungan dengan data atau permasalahan yang di bahas. Sebagai
keterangan tambahan, keberadaan lampiran di dalam laporan ini tidak bersifat wajib.




                                          18
                                        BAB VI
                                      PRESENTASI


6.1 Tujuan
     Tujuan presentasi adalah sebagai berikut :
     1. Melihat kemampuan presentator dalam hal penyampaian/menjelaskan isi Laporn
        Kerja yang telah dibuat dengan singkat dan jelas dalam waktu yang ditentukan
        dihadapan tim pembahas
     2. Melihat kemampuan akademis baik dalam hal menjawab pertanyaan maupun dalam
        hal mempertahankan pendapat dalam pembuatan laporan tersebut
     3. Melihat perubahan kemampuan dasar mahasiswa setelah melaksanakan PPI
     4. Menambah pengalaman/wawasan dalam hal melakukan presentasi makalah dalam
        menghadapi Tugas Akhir.

6.2 Peraturan Pelaksanaan Presentasi :
• Pakaian Rapih dan berdasi.
• Datang 15 menit sebelum presentasi dimulai.
• Menyiapkan sendiri segala keperluan untuk presentasi

6.3 Fasilitas standard presentasi .
   Fasilitas yang disediakan oleh Komisi untuk pelaksanaan presentasi adalah:
• Meja presentator
• Meja tim penguji
• Meja Moderator
• Overhead projector
• Meja overhead projector

6.4 Fasilitas Tambahan Presentasi
    Dalam hal keperluan peralatan tambahan di luar standar yang disediakan Komisi
Presentasi maka kelompok dapat mengajukan surat permohonan penggunaan fasilitas lainnya
milik Polman Timah yang diperlukan untuk presentasi.




                                           19
6.5 Lay-Out ruang presentasi
                               Papan Tulis


                                   P
Pintu



                            Meja Presentator                     O




                                                                                 M
                                                                 M


                          Meja Tim Pembahas




                                                                                 MP
                     TP                      TP



                 A         A        A         A          A

    M   : Moderator                            A         : Audiens
    P   : Presentator                          TP        : Tim Pembahas
    O   : Meja Overhead

6.6 Jadwal dan Waktu Presentasi
     Jadwal pelaksanaan presentasi sesuai jadwal kegiatan PPI yang telah baku.
Waktu presentasi ditentukan sebagi berikut :
    • 5 menit        untuk persiapan
    • 20 menit       untuk menjelaskan makalah secara keseluruhan
    • 40 menit       untuk tanya jawab
    • 5 menit        untuk pengolahan nilai dan pengumuman nilai presentasi.

6.7 Pembahas
    • Mempelajari dan menilai Laporan yang akan dibahas
    • Menguji kemampuan mahasiswa
    • Mengisi form penilaian Presentasi dan penilaian Teknik Penulisan Laporan (F.10)
    • Menyerahkan penilaian Presentasi dan penilaian Teknik Penulisan laporan kepada
       moderator.

6.8 Moderator
    Moderator adalah pembimbing pembuatan makalah yang bersangkutan dan bertugas
sebagai pemandu acara selama presentasi bimbingannya berlangsung, yang dimulai dari
pembukaan sampai selesai/penutupan. Tugas moderator:
    • Berkewajiban mengarahkan presentasi supaya tertib dan sesuai dengan jadwal yang
       telah ditentukan.
    • Bertanggungjawab atas jalannya acara presentasi
    • Menjalankan acara presentasi dengan acuan yang telah dibuat (F.11)
    • Membuat berita acara jalannya presentasi (F.12)
    • Mengumpulkan nilai dari para pembahas dan menggabungkannya menjadi nilai
       presentasi dan menyerahkan ke Komisi Presentasi.




                                                    20
6.9 Audience
       Saat pelaksanaan presentasi Mahasiswa tingkat II diwajibkan hadir di salah satu sesi
presentasi, dimana jadual akan diatur oleh komisi bekerja sama dengan wali kelas. Dengan
demikian diharapkan mahasiswa tersebut mendapatkan informasi mengenai industri dan
lainnya sebelum mereka melaksanakan PPI.




                                          21
                                    BAB VII
                             PERATURAN PENILAIAN PPI


7.1 Nilai PPI
    Nilai PPI diambil dari dua nilai, yaitu nilai dari industri dan nilai presentasi laporamn
kerja. Nilai dari industri diambil 80 %, dan nilai presentasi makalah diambil 20 % dengan
syarat masing-masing dari kedua nilai tersebut harus lulus. Penggabungan kedua nilai tersebut
merupakan nilai yang diambil sebagai nilai untuk PPI pada semester 5.

7.1.1 Nilai Dari Industri (bobot 80 %)
Nilai dari industri sesuai dengan form Penilaian Prestasi Kerja PPI yang telah dibuat (F.06)
mencakup hal-hal sebagai berikut :
 • Keterampilan Teknis
 • Adaptasi terhadap sistem kerja
 • Kepercayaan pada diri sendiri
 • Kerja sama
 • Inisiatif
 • Kedisiplian waktu
 • Kemampuan berkomunikasi
 • Produktifitas
 • Keselamatan Kerja

Nilai industri murni dihasilkan dari pembimbing industri/yang berwenang di industri setelah
menyelesaikan praktik di industri dengan skala penilaian adalah sebagai berikut :
Point 1 = 90
Point 2 = 80
Point 3 = 70
Point 4 = 60

7.1.2 Nilai Laporan Kerja dan Presentasi (bobot 20 %)
Nilai laporan kerja di hasilkan dari:
1. Teknik Penulisan Laporan
    Nilai Teknik Penulisan Laporan dengan bobot 60 % dari 20 % mencakup hal-hal sebagai
    berikut:
    • Sistematika penulisan
    • Kelengkapan isi
    • Pemakaian bahasa
    • Perumusan masalah, analisis dan kesimpulan
         Skala nilai : 4 - 10

2. Nilai Presentasi
Nilai presentasi dengan bobot 40 % dari 20 % terbagi menjadi 2 penilaian, yaitu :
 a. Teknik presentasi (40 %).
    • Persiapan.
    • Sistematika penyajian.
    • Penggunaan alat bantu.
                                            22
   •   Pemakaian bahasa.
          Skala nilai :      3 - 10

 b. Diskusi/tanya jawab (60 %)
    • Penguasaan materi.
    • Sistematika menjawab.
    • Kemampuan mempertahankan pendapat.
    • Sikap penerimaan koreksi.
           Skala nilai : 3 – 10.

7.1.3 Rumus nilai PPI total
      Nilai PPI = ( 0,8 x I + 0,2 x II )
      Keterangan : I = Nilai Industri
                   II = Nilai Laporan dan Presentasi

7.1.4 Konversi nilai
• Nilai PPI memiliki batas umum sebagai berikut :
    81 – 100           A
    70 – 80            B
    60 – 69            C
    40 – 59            D
         < 40          E
• Apabila dari kriteria penilaian hasil keseluruhan kegiatan PPI kriteria tersebut dirasakan
    kurang memadai, maka Komisi PPI mempunyai wewenang untuk merubah batas nilai
    tersebut dengan tujuan semata adalah demi keadilan untuk mahasiswa.

7.2 Status Nilai PPI
7.2.1 Mengulang
• Bagi mahasiswa yang tidak dapat melaksanakan atau tidak mengikuti salah satu atau
    lebih, bagian dari kegiatan PPI yang dikarenakan alasan sesuai dengan Peraturan Sekolah,
    maka akan diberi kesempatan untuk mengulang salah satu atau lebih bagian dari kegiatan
    tersebut sesuai dengan waktu dan tempat yang telah ditentukan oleh Komisi PPI.
• Nilai PPI = D
    Mahasiswa yang mempunyai nilai PPI =D, akan diberi kesempatan mengulang sebagian
    atau seluruh PPI, apabila jumlah SKS nilai D tersebut sesuai dengan peraturan sekolah.

7.2.2 Status percobaan
       Mahasiswa yang harus mengulang dikarenakan status percobaan pada semester
sebelumnya karena dengan Peraturan Sekolah, maka nilai PPI yang ada tetap berlaku dan
Mahasiswa yang bersangkutan tidak harus mengikuti PPI lagi.

7.2.3 Tidak lulus
       Mahasiswa yang mempunyai Nilai PPI = E, maka statusnya adalah TIDAK LULUS




                                           23
                                       BAB VI
                                      PENUTUP


1.   Pedoman Program Praktik Industri ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi para
     peserta PPI dalam melaksanakan Program Praktik Industri dengan sebaik-baiknya serta
     dapat memanfaatkan peluang-peluang yang ada di dunia manufaktur.
2.   Pedoman ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dengan ketentuan dapat diubah atau
     diperbaiki sebagaimana mestinya apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan


                                          Ditetapkan dan Disahkan di : Sungailiat
                                          Pada Tanggal               :   Juni 2009
                                          Direktur,




                                          Judi Kristanto, M.Eng




                                         24