PENGARUH DOSIS PUPUK UREA, by cometjunkie42

VIEWS: 1,698 PAGES: 9

									Pengaruh dosis pupuk urea, sp-36, kcl, dan kompos terhadap hasil gandum (Triticum
aesticum L.) dan tanaman yang ditumpangsari
                       PENGARUH DOSIS PUPUK UREA,
         SP-36, KCL, DAN KOMPOS TERHADAP HASIL GANDUM
                                 (Triticum aesticum L.)
                   DAN TANAMAN YANG DITUMPANGSARI


    (The Influence of Dosage Urea, SP-36, KCl, and Compopost Fertilizer on
                     Yield of Wheat (Triticum aestivum L)
                            and Plant Intercropped)

                                   Efrain Patola

                                      Abstract

This research have as a purpose to know the dosage Urea, SP-36, KCl, and compost
fertilizer an exactly so that reducing yield of wheat and yield of plant intercropped.
The desaign of this research was Randomized Completely Block Design (RCBD)
consisting 5 treatments and 5 replications. Analysis of data used analysis of variance
(anova) and test of Honesty Significant Difference (HSD) 5 % . The reslt of this
research, that : (1). Application of fertilizer until 100 % recommendation dosage on
the wheat plant intercropped with carrot, and wheat intercropped with mustard greens
did not reduced the yield of wheat, carrot, and mustard greens, (2). Aplication of
fertilizer until 50 % recommendation dosage would increase the yield of wheat and
sweet potato. And the yield of sweet potato would increased more if apllication of
fertilizer increased beetwen 75 % - 100 % recommendation dosage, (3). Apllication
of compost beetwen 3,75 – 5,00 t/ha on the wheat plant intercropped with sweet
potato would increased the yield of wheat but did not increase the yield of sweet
potato.
                                        Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk Urea, SP-36, KCl, dan
kompos yang tepat yang tidak menurunkan hasil gandum dan hasil dari tanaman yang
ditumpangsari. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok
(RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan. Data hasil pengeamatan dianalisis
menggunakan analisis ragam dan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) 5 %. Hasil penelitian
menunjukkan L (1). Pemberian pupuk sampai 100 % dosis anjuran pada tanaman
gandum yang ditumpangsari dengan wortel, dan gandum yang ditumpangsari dengan
sawi, tidak menurunkan hasil gandum, wortel dan sawi, (2). Pemberian pupuk sampai
50 % dosis anjuran akan meningkatkan hasil gandum dan ubi jalar. Dan hasil ubi jalar
masih dapat ditingkatkan lagi jika pupuk ditingkatkan lagi antara 75 % - 100 % dosis
anjuran, (3). Pemberian kompos antara 3,75 – 5,00 t/ha pada tanaman gandum yang
ditumpangsari dengan ubi jalar akan meningkatkan hasil gandum tetapi tidak
meningkatkan hasil ubi jalar.



1
INNOFARM : Jurnal Inovasi Pertanian Vol 4 No. 1 2005 (2 - 9 )

PENDAHULUAN                                      800.000 ton, kue basah dan kering
         Tanaman gandum sebagai                  mencapai 460.000 ton, biskuit mencapi
penghasil terigu, merupakan salah                270.000 ton, dan untuk keprluan rumah
satu    komoditas          pertanian     yang    tangga mencapai 480.000 ton. Pada tahun
selama      ini    diperuntukkan         bagi    2000      kebutuhan        terigu         Indonesia
kebutuhan           pangan          nasional.    mencapai 5 juta ton dan pada tahun 2003
Pemakaian           terigu        melibatkan     mencapai lebih dari 4 juta ton.
seluruh sektor industri, mulai dari                       Pada umumnya, petani di wilayah
skala rumah tangga, industri kecil,              Karanganyar menanam ubi jalar dan
menengah, sampai industri besar.                 sayuran seperti sawi, wortel dan kubis,
Melalui kegiatan inilah masyarakat               dalam     sistem    tumpangsari.          Hal    ini
dapat       mengkonsumsi             kue-kue     dimaksudkan        untuk     mengintensifkan
basah, roti, biskuit, mie, bakso, mie            pertanaman melalui pemanfaatan lahan
instan, donat, piza dan produk                   dan waktu tanam, yang memungkinkan
olahan terigu lainnya.                           diperolehnya tingkat pendapatqn yang
         Terigu          memiliki      protein   lebih    tingi   dibandingkan        penanaman
khusus, yaitu gluten sebanyak 80 %               secara monokultur.
dari total protein. Kandungan gluten                      Sistem tumpnagsari yang akan
tersebut dapat membuat adonan                    diteliti adalah berbeda dengan sistem
terigu mampu dibuat lembaran,                    tumpangsari yang biasa dilakukan oleh
digiling,           ataupun            dibuat    petani di Karanganyar. Pada penelitian
mengembang.          Dari        keuentungan     sistem         tumpangsari          ini         akan
sifat terigu ini dapat dihasilkan                memanfaatkan ruang/lahan di antara dua
banyak produk yang sukar ditiru                  bedengan sistem tumpangsari ini akan
oleh bahan-bahan non terigu.                     memanfaatkan ruang/lahan di antar dua
         Pada             tahun         1997,    bedenganyang ditanami dengan tanaman
penggunaan tepung terigu untuk                   pokok sehingga pada panenan nanti tidak
bahan       baku          roti      mencapai     akan mengurqngi hasil panen tanaman
1.400.000         ton,     mie      mencapai     pokok, melainkan akan memperoleh nilai



2
Pengaruh dosis pupuk urea, sp-36, kcl, dan kompos terhadap hasil gandum (Triticum aesticum
L.) dan tanaman yang ditumpangsari
tambah dari tanaman gandum yang                kompos. Permassalahnya adalah pada
ditumpangasari.                                dosis      berapakah     pemberian       pupuk
          Pemilihan tanaman gandum             tersebut     dapat     mengatasi      terjadinya
untuk      ditumpangsarikan         dengan     persaingan. Untuk itulah dipandang perlu
wortel,     sawi,    dan     ubi      jalar,   mengadakan penelitian tentang pemberian
dimaksudkan untuk memperoleh                   pupuk dengan dosis yang berbeda-beda
nilai tukar yang tiggi, mengingat              pada        tanaman        gandum          yang
harga jual gandum (terigu) lebih               ditumpangsari dengan wortel, sawi dan
tinggi dari harga jual wortel, sawi            dengan ubi jalar.
dan ubi jalar.
          Pada sistem tumpangsari,             METODE PENELITIAN
dapat         terjadi            persaingan            Penelitian         lapangan           ini
memperebutkan           faktor     tumbuh      menggunakan            Rancangan          Acak
tanaman antara tanaman pokok                   Kelompok       (RAK),       terdiri    dari    5
dengan             tanaman            yang     perlakuan dan setiap perlakuan diulang 5
ditumpangsari        sehingga         akan     kali. Penelitian terdiri atas :
merugikan salah satu dari kedua                1. Penelitian Tumpangsari Gandum –
tanaman tersebut. Salah satu faktor                wortel, Gandum –Sawi, Gandum-Ubi
tumbuh tanaman yang terpenting                     jalar, dengan perlakuan dosis pupuk
adalah unsur hara tanah. Jika unsur                Urea, SP-36, dan KCl.
hara dalam tanah cukup tersedia                    D0 = Tanpa pemberian pupuk.
bagi tanaman maka persaingan                       D1 = Pemberian pupuk dengan dosis
tidak akan terjadi, namun jika unsur                       25 kg urea/ha, 50 kg SP-36/ha,
hara dalam tanah tidak cukup                               25 kg KCl/ha.
tersedia     bagi       tanaman       maka         D2 = Pemberian Pupuk dengan dosis
persaingan pasti terjadi. Salah satu                       50 kg urea/ha, 100 kg SP-
cara mengatasi persaingan terhadap                         36/hs, 50 kg KCl/ha.
unsur       hara     tersebut       adalah
pemberian pupuk N, P, K dan



3
INNOFARM : Jurnal Inovasi Pertanian Vol 4 No. 1 2005 (2 - 9 )

    D3 = Pemberian pupuk dengan                  yang     berpengaruh       dan      yang     tidak
             dosis 75 kg urea/ha, 150            berpengaruh, digunakan uji beda nyata
             kg   SP-36/ha,         75    kg     jujur/BNJ (Honestly significant deiffence
             KCl/ha.                             test/HSD).
    D4 = Pemberian pupuk dengan                      Bahan         yang     digunakan        dalam
             dosis 100 kg urea/ha, 200           penelitian ini adalah : benih gandum galur
             kg SP-36/ha, 100 kg                 WL 6716 // 2 * RR / VEE ≠ 6, benih ubi
             KCl/ha.                             jalar varietas borobudur, benih wortel,
2. Penelitian               Tumpangasri          dan benih sawi. Sedangkan pupuk yang
    Gandum-Uni           Jalar,     dengan       digunakan adlaah urea, SP-38, KCl, dan
    perlakuan dosis kompos :                     kompos, serta pestisida yang digunakan
    D0        =        Tanpa pemberian           adlah Furadan 3 G.
    kompos.                                          Penelitian dilakukan di 2 kecamatan,
    D1       =    Pemberian         kompos       sebagai berikut :
             dengan dosis 1,25 ton/ha.           1. Penelitian      tumpangasari           gandum-
    D2 =          Pemberian kompos                   wortel dan tumpangasari gandum-ubi
             denmgan        dosis        2,50        jalar,      dilaksanakan         di      Desa
             ton/ha.                                 Bandardaung,                     Kecamatan
    D3       =    Pemberian         kompos           Tawangamangu, dengan ketinggian
             dengan dosis 3,75 ton/ha.               tempat 610 m di atas permukaan laut
    D4       =    Pemberian         kompos           (dpl), jenis tanah andosol dan pH 5,7 .
             dengan dosis 5,00 ton/ha.               Penelitian dilaksanakan pada bulan
    Untuk mengetahui ada tidaknya                    Mei-Oktober 2003.
pengaruh           pemupukan/kompos              2. Penelitian tumpangsari Gandum-Sawi
terhadap hasil kedua tanaman yang                    dan tumpangsari Gandum-Ubi Jalar,
ditumpangsari,          digunakan         uji        dilaksanakan di Desa Puntukrejo,
analisis      ragam       (analysis        of        Kecamatan          Ngargoyoso,         dengan
variance).        Sedangkan           untuk          ketinggian tempat 690 m dpl, dan
mengetahui         perlakuan-perlakuan               jenis      tanah     andosol.     Penelitian



4
Pengaruh dosis pupuk urea, sp-36, kcl, dan kompos terhadap hasil gandum (Triticum aesticum
L.) dan tanaman yang ditumpangsari
    dilaksanakan pada bulan Mei-             tengah (ukuran lebar 0,3 m dan panjang
    Oktober 2003.                            3,0 m) dari bedengan yang telah digabung
    Lahan yang akan ditanamai                ini disipakan untuk penenaman gandum.
wortel, dibersihkan terlabih dahulu              Lahan yang akan ditanami ubi jalar,
dari sisa-sisa tanaman dan gulma,            dibersihkan terelebih dahulu dari sisa-sisa
kemudian tanah dicangkul sedalam             tanaman dan gulma, kemudian tanah
30 cm dan dibuat bedengan dengan             dicangkul sedalam 30 cm dan dibuat 30
ukuran panjang 3,0 m., lebar 1,0 m           cm. Selanjutnya dibuat 5 blok di mana
dan jarak antar bedengan 0,3 m.              setiap blok terdiri dari 5 bedeng. Pada
Sealanjutnya       dua         bedengan      satu sisi dari setiap bedengan, dikepras
digabung menjadi satu sehingga               selebar 75 cm. Kemudian dirataan untuk
ukuran bedengan berubah menjadi              digunakan menanam benih gandum.
panjang 3,0 m dan lebar 2,3 m.                   Penenaman dilakukan berbeda-beda
Pada bagian tengah (ukuran lebar             sesuai    dengan    macam     penelitiannya
3,0 m dan panjang 3,0 m) dari                sebagai berikut :
bedengan yang telah digabung ini                 Penanaman       gandum     dan    wortel
disipakan      untuk      penenaman          dilakukan     secara    serentak.    Wortel
gandum.                                      ditanam dengan cara disebar secara
    Lahan yang akan ditanami sawi,           merata di atas bedengan yang telah
dibersihkan terlebih dahulu dari             disiapkan sebelumnya. Sedngkan gandum
sisa-sisa   tanaman      dan     gulma,      ditanam dengan cara seretan dalam alur-
kemudian tanah dicangkul sedalam             alur yang telah dibuat sebelumnbya pada
30 cm dan dibuat bedengan dengan             bagian tengah bedengan, membentuk 2
ukuran panjang 3,0 m, lebar 1,2 m            barisan tanaman gandum. Jarak anatar
dan jarak antar bedengan 0,3 m.              barisan tanaman gandum adalah 25 cm.
Selanjutnya dua bedengan digabung            Setelah benih gandum diseret dalam alur-
menjadi     satu   sehingga      ukuran      alur, kemudian ditutup dengan tanah
bedengan berubah menjadi panjang             lhalus dan kompos sebanyak 5 ton/ha.
3,0 m dan lebar 2,7 m. Pada bagian           Benih gandum yang digunakan sebanyak



5
INNOFARM : Jurnal Inovasi Pertanian Vol 4 No. 1 2005 (2 - 9 )

2,5 gram per meter baris tanaman                 10 kg/hga untuk mencegah benih gandum
atau 100 kg/ha. Selanjutnya ditaburi             dimakan semut.
furadan sebanyak 0,25 gram per                       Penanaman gandum dan ubi jalar
meter baris tanaman gandum atau                  tidak serentak. Ubi jalar ditanam tanggal
10 kg/ha untuk mencegah benih                    16 Mei 2003 dan gandum ditanam
gandum dimakan semut.                            tanggal 1 Juni 2003 (2 minggu setelah ubi
    Penanaman gandum dan sawi 1                  jalar   ditanam).        Ubi     jalar    ditanam
dilakukan secara serentak, yaitu                 menggunakan setek batang dengan cara
pada tanggal 1 Juni 2003. Sawi                   ujung pangkal batang dibenamkan dalam
ditanam dengan cara disebar secara               tanah pada bedengan yang telah disipakan
merata di atas bedengan yang telah               sebelumnya. Gandum ditanam dengan
disiapkan sebelumnya. Sedangkan                  cara seretan dalam alur-alur yang telah
gandum      ditanam     dengan      cara         disipakan sebelumnya pad bagian pinggir
seretan dalam alur-alur yang telah               bedengan, membentuk 3 barisan tanaman
disiapkan sebelumnya pada bagian                 gandum. Jarak antar barisan tanaman
pinggir bedengan, membentuk 2                    gandum adalah 25 cm. Setelah benih
barisan tanaman gandum. Jarak                    gandum         diseret       dalam       alur-alur,
antara barisan tanaman gandum                    kemudian ditutup dengan tanah halus dan
adalah    25    cm.    Setelah    benih          kompos dengan dosis sesuai perlakuan.
gandum diseret dalam alur-alur,                  Benih gandum yang digunakan sebanyak
kemudian ditutup dengan tanah                    2,5 gram per meter panjang baris tanaan
halus dan kompos sebanyak 5                      gandum atau 100 kg/ha. Selanjutnya
ton/ha.    Benih      gandum       yang          ditaburi furadn sebanyak 2,5 gram per
digunakan sebanyak 2,5 gram per                  meter panjang baris tanaman gandum atau
meter panjang baris atau 100 kg/ha.              10 kg/ha untuk mencegah benih gandum
Selanjutnya       ditaburi       furadan         dimakan semut.
sebanyak 2,5 gram per meter                          Pada tanaman wortel dan sawi perlu
panjang baris tanmaan gandum atau                dilakukan penjarangan, sedangkan untuk
                                                 tanaman        ubi   jalar     perlu     dilakukan



6
Pengaruh dosis pupuk urea, sp-36, kcl, dan kompos terhadap hasil gandum (Triticum aesticum
L.) dan tanaman yang ditumpangsari
pembalikan batang ubi jalar pada             HASIL DAN PEMBAHASAN
setiap    minggunya    sejak   tanaan                Hasil analisis berat biji gandum
gandum berumur 0-30 hari agar ubi            per petak dalam sistem tumpangsari
jalar        tidak      mengganggu           dengan wortel terdapat pad tabel 1.
pertumbuhan gandum.

Tabel 1. Pengaruh Dosis Pupuk Urea, SP-36, dan KCl Terhadap Berat Biji Gandum
          Per Petak Dalam Sistem Tumpangsari Dengan Wortel.

     Perlakuan Dosis Pupuk         Purata Berat Biji                 Keterangan
                                 Gandum Per Petak (gr)
    DO ( 0% dosis anjuran)              520,0                               a
    D1 ( 25% dosis anjuran)             562,0                               a
    D2 ( 50% dosis anjuran)             588,0                               a
    D3 ( 75% dosis anjuran)             576,0                               a
    D4 ( 100% dosis anjuran)            664,0                               a

Keterangan : Angka yang diikuti huruf sama berarti tidak berbeda nyata pada taraf
             5 % uji BNJ.

KESIMPULAN
      Pemberian pupuk dengan dosis           1. samping       itu,   juga       tidak   terjadi
yang terus ditingkatkan dari 25 %                persaingan di antara tanaman dalam
dosis anjuran (25 kg urea/ha, 50 kg              memanfaatkan        unsur       hara    yang
SP-36/ha, dan 25 kg KCl/ha) pada                 diberikan.
tanaman          gandum         yang         2. Pemberian pupuk sampai dengan 50
ditumpangsari dengan wortel, dan                 % dosis anjuran (50 kg urea/ha, 100
gandum yang ditumpangsari dengan                 kg SP-36/ha, dan 50 kg KCl/ha) pada
sawi, tidak meningkatkan hasil                    tanaman gandum yang ditumpangsari
gandum, wortel dan sawi (berat per                dengan ubi jalar, akan meningkatkan
petak). Hal ini diduga karena unsur               hasil gandum dan ubi jalar (berat per
hara yang tersedia telah mencukupi                petak). Namun hasil ubi jalar masih
kebutuhan kedua tanaman yang                      dapat ditingkatkan lagi jika pupuk
ditumpangsri. Di                                  ditingkatkan lagi anatar 75 % - 100



7
INNOFARM : Jurnal Inovasi Pertanian Vol 4 No. 1 2005 (2 - 9 )

      %   dosis   anjuran.     Hal    ini              unsur hara yang diberikan kepada
      menunjukkan bahwa pada 50 %                     tanaman gandum.
      dosis anjuran, tidak terjadi               3. Pemberian kompos antara 3,75 – 5,00
      persaingan di antara tanaman                   ton/ha, pada tanaman gandum yang
      gandum dan ubi jalar dalam                     ditumpangsari dengan ubi jalar, akan
      memanfaatkan unsur hara yang                   meningkatkan hasil gandum tetapi
      diberikan, namun ubi jalar                     atidak meningkatkan hasil ubi jalar.
      lebih mampu memanfaatkan

                                     DAFTAR PUSTAKA

    Haryanto, E., Tina Suhartini., dan Estu Rahayu, 1995. Sawi dan Selada Penebar
         Swadaya, Jakarta. 117 p.

    IRRI. 1972. Multiple Cropping. P.21-35. Annual Report. International Rice
         Research Institute, Los Banos, Filipina.

    Juanda, D. Js. Dan bambang Cahyono, 2000. Ubi Jalar, Budidaya dan analisis
         Usaha Tani. Kanisius, Yogyakarta. 92 p.

    Mardikanto, totok, 1992. Penyuluhan Pembangunan Pertanian. Sebelas Maret
         University Press. Surakarta.

    Muhadjir, 1983. Kepemimpinan Adopsi Inovasi                   Untuk    Pembangunan
        Masyarakat. Rake Press Yogyakarta. Yogyakarta.

    Nazir, Mohammad, 1985. Metode Penelitian Ghalia Indonesia, Jakarta. 622 p.

    Oesligle, D.D., 1976. Soil Fertility Management In Multiple Cropping Systems In
          The Tropics. Dalam R.I. Pappendick dkk. (ed). Multiple Cropping
          Symposium. Am. Soc. Of Agr.

    Palada, M.C. dan r.R. Harwood, 1974. The Relative Return Of Corn-Rice
         Intercropping And Monoculture On Nitrogen Aplication. Interntional rice
         Research Institute, Los Banos, Filipina 7 p.

    Patola, E., Saiful Bahri dan Sri Hardiatmi. 2003. Uji Varietas Gandum (Triticum
          aestivum L). Di Dataran Menengah. Innofarm, Jurnal inovasi Pertanian.
          Fakultas Pertanian Universitas Slamet Riyadi Surakarta. Pp. 96-105.



8
Pengaruh dosis pupuk urea, sp-36, kcl, dan kompos terhadap hasil gandum (Triticum aesticum
L.) dan tanaman yang ditumpangsari
Rukmana, Rahmat, 1995. Bertanam Wortel. Kanisius. Yogyakarta. 48 p.

----------------------, 1997. Ubi Jalar. Budidaya dan pasca panen. Kanisius,
       Yogyakarta, 66 p.

Sanabria, E. 1975. Produccion De Biomasa, nutricion Mineral y Absorcion De
     Agua En La Asociacion Frijol-Maiz. Cultivada En Solucion Nutritiva. Tesis.
     M.S., Instituto Intermericano De Ciencias Agricolas, CATIE, Turrialba,
     Costa Rica. 74 p.

Sanchez, P.A., 1976. Sifat dan Pengelolaan Tanah Tropika. Terjemahan amir
     Hamzah. ITB. Bandung. 303 p.

Soewito, M. 1991. Bercocok Tanam Wortel. Titik Terang, Jakarta, 74 p.

Thahir, M.S. dan Hadmadi, 1982. Tumpang Gilir (Multiple Cropping). C.V.
     Yasaguna, Jakarta, 93 p.

Trenbath, B.R., 1974. Biomass Productivity Of Mixtures. Adv. Agron. 24 : 177-
     210.

Trose, A.C. 1975. Below-Ground Reactions In Multiple Cropping Systems.
     Makalah. USDA-ARS, Auburn, Alabama,




9

								
To top