NOTULENSI PENGUATAN MASYARAKAT UNTUK PERENCANAAN PEMBANGUNAN

Document Sample
NOTULENSI PENGUATAN MASYARAKAT UNTUK PERENCANAAN PEMBANGUNAN Powered By Docstoc
					TRAINING REPORT          2008




TOT
PENGUATAN MASYARAKAT
UNTUK PERENCANAAN
PEMBANGUNAN PARTISIPATIF
Kediri, 24 – 27 November 2008
EXECUTIVE SUMMARY

The TOT was conducted from 24 to 27 November 2008. Attended by 34 participants
from PHO, DHO and NGO of Deli Serdang, Malang, Pasuruan, included 10 Staff of
HSP Regional office and 2 HSP head quarter. There were also 3 participants from Mercy
Corps. From this TOT participants get the knowledge and skill about the technology of
facilitation, process of Musrenbang, problem identification, prioritization, negotiation and
social marketing.

The main concern on the TOT was that all participants should have same common
understanding before leaving the training. The additional session at the end the training as
an wrap up summary was really helpful for the participants.

The process of workshop

DAY        MAIN ACTIVITY
Day 1         Opening: The PHO stated that based on the facts, the planning process
                at PHO is not evidence base. So far, every planning was just based on
                previous planning with slight modification. Even though there was
                already UU 25/ 2004 (about SPPN), in fact the activity at regional
                level has not been integrated yet. Through the TOT, PHO do hope that
                all challenges can be solved immediately.
              Introduction. Games with drawing personal faces and finding new
                friends based on the drawing.
              Training methodology. Refresh the knowledge of the participants
                about the right and left brain. Stress the importance of using multi-
                sensory during the training. The facilitation of this session was
                conducted in fully participatory manner.
              MNCH integrated planning. Briefing the flow of Musrenbang by
                Pak Warman. There was a special note that the terminology of
                KIBBLA/ MNCH should be socialized to ordinary people who attend
                the meeting.
Day 2         Planning at village level (Musrenbangdes). Review the cultural
                organization in every district from the aspect of: communication,
                identification, innovation, leadership, quality assurance, community
                role, support, value, and cohesiveness. The review was conducted by
                scoring.
              Games of planning, with available material (straw, tape, glue, paper).
                The result from the group were: bridge, ambulance, and tower.
              Theory of planning with ASOI PAKDE (Aspiratif, Simpatik,
                Operatif, Inovatif, Partisipatif, Adaptif, Koordinatif, Demokratis,
                Edukatif). Continued with discussion of real case of Musrenbang.
Day 3         Problem identification to strategic issue, (strategic program)
                through sharing and group discussion. Prioritization with scoring card,
                and weighing. There was an input from the participants to have a focus
                of problem identification on MNCH, not health at general.
                 The SWOT. This topic was debatable, either should be used at
                  community level or not. It was an optional.
                 Lobbying and negotiation. The topic was delivered in a short time.
                  The participants hoped that this topic should has a bigger portion.
                  There was a game by using card to practice the win-win, win-lose,
                  lose-win, and lose-lose situation. The using of power point should be
                  modified, since too many words or text in the slide.
                 Social marketing, was delivered by theory.
Day 4            Review. Since the understanding of participants were vary from one to
                  another, then the special session was conducted to make the common
                  understanding, before micro teaching.
                 Micro teaching. The practices odf micro teaching was delivered by
                  district in a team.
                 Plan of Action. Discuss and agree on the date of next district training.
                 Closing, by Regional Office Director of East Java.

The result of post and pre test

No   Items                        Pre test                    Post test
                                  1     2    3    4     5     1     2     3     4     5
1    Training methodology         1     15   13   2     -     -     -     8     14    1
2    Participatory planning       3     18   7    2     -     -     -     4     17    2
3    Musrenbang                   3     15   8    3     -     -     -     8     14    1
4    Management of                1     12   10   2     -     -     -     4     18    1
     community participation
5    Problem analysis and         2    10    13   5     -     -     -     4     18    1
     potency
6    Strategic issue and          2    15    12   2     -     -     -     3     19    1
     program
7    Lobbying and                 2    18    7    3     -     -     -     4     17    1
     negotiation technique
8    Social marketing             3    15    8    5     -     -     -     7     15    1
9    Micro teaching               2    15    11   1     -     -     -     3     19    1
                               NOTULENSI
 TOT PENGUATAN MASYARAKAT UNTUK PERENCANAAN PEMBANGUNAN
                             PARTISIPATIF
                   HOTEL GRAND SURYA KEDIRI
                        24-27 NOVEMBER 2008
Komentar dari :        1. Penyaji cukup baik
   - Pasuruan          2. role play sangat bagus/dapat mencerminkan kondisi
   - Malang                dilapangan
   - Dili              3. materi menarik tapi praktek kurang
       Serdang         4. Game diperbanyak
                       5. jangan lupa semua materi di CD kan
                       6. Nyaman
                       7. proses berjalan baik
                       8. Enjoy
                       9. Monoton
                       10. Banyak materi tidak ada di buku
                       11. Hari ini terlalu capek
                       12. Materi social marketingnya terlalu cepetbingun
                       13. setiap season mohon kesimpulan diperjelas
                       14. alokasi waktu dan negoisasi social marketing kurang
                       15. pada saat negoisasi tidak ada hasil akhir
                       16. prosesnya kurang menggigit
                       17. thank buat tambahan ilmu dan sharing pengalaman
                       18. penyaji cukup berkesanmantap
Komentar dari : a. Game menarik
Dunia lain      b. Yang disampaikan msih banyak teorinya
                c. One way traffic menjadi ngantuk
                d. Alur pelatihan antar sesi bias lebih diperjelas
                e. Metode dan tool untuk analisis masalah dan prioritas masalh
                   agar di tinjau kembali apa yang sesuai agar tidak
                   membingungkan
                f. Lain-lainbagus
                g. Perlu penegasan alur perencanaan (biar satu frame)
                h. Foto kopi materinya donk
                i. Permainannya kok kurang
                j. Fasilitator baik
                k. Soft kopi jangan lupa dibagikan
                l. Partisipatif sudah baik
                m. Kok marih banyak teori ini TOT……
                n. Adanya alur penyampaian materi yang tidak berurutan
                o. Tulisan di slide terlalu banyak sehingga tidak menarik untuk
                   dibaca
                p. Hari ketiga fasilitator lebih komunitatif dan partisifatip
                q. Traning lebih dinamis, seru…………
                r. Alur kacau
                s. Kejar setoran
                     t. Makin akhir makin bingung

24 nov 2008                                   Menu hari ini
Pembukaan             1. pembukaan
dilakukan             2. perkenalan, kontrak belajar, harapan dan kekhawatiran
 jam : 8. 00          3. pre test
                      4. metedologi pelatihan
                      5. integrated MNCH planing
OneWidiyawati     Assalamualaikum selamat pagi bapak ibu peserta Pertemuan ini saya
Dinkes Propinsi   rasa sangat penting sehingga saya datang langsung untuk membuka
Jawatimur         sekaligus mengikuti acara ini. kita sebenarnya sudah mempunyai
                  perencanaan sesuai spbm yang terintegrasi terkoordinasi tapi sayang
                  sampai sekarang belum terintegrasi dengan benar. Selama ini kita
                  belum bisa bernegoisasi, advokasi ke legislative ke yang mempinyai
                  kebijakan. Seharusnya kita minimal menyiapkan anggaran sebelum
                  menghadap ke yang mengabil kebijakan, anggaran bidang kesehatan
                  tidak berpengaruh apa-apa bila anggota dewan tidak mengerti hal ini,
                  demikian juga program kesga jika merencanakan sediri tanpa
                  mengajak bagian keuangan perencanaan maka program yang akan
                  kita anggarkan menemui kesulitan, jadi setelah pertemuan ini ada
                  tindak lanjut sehingga diharapkan sepulang dari pelatihan ini
                  bapak/ibu mentranfer ilmunya untuk ditularkan dan dilaksanakan di
                  tempat bapak dan ibu bertugas di tingkat kabupaten/kota masing-
                  masing. Ini penting demi untuk peningkatan kesehatan di kabupaten
                  dan kota kita masing-masing, kami mohon bapak ibu dapat
                  menyiapkan anggaran untuk program kita, sekali lagi kami ucapkan
                  terimakasih pada tim HSP. Saya kira itu saja semoga pelatihan ini
                  dapat berjalan lancar dan dapat kita lanjutkan di kabupaten dan kota
                  masing-masing.
Fasilitator       Fasilitatore mengajak peserta ber refresing sambil berdiri….
Jam 8.30          Kemudian perkenalan, antar peserta yang dilakukan melalui gambar
                  wajah dikertas.
                  Nama peserta : desi dari dinas kesehatan malang
                  Nama peserta : jefri dari HSP sumut
                  Nama peserta : evi dinaskesehatan Jakarta
                  Nama peserta : yani dinaskesehatan pasuruan
                  Nama peserta : joni dinkes kab malang
                  Nama peserta : sri utami HSP jatim
                  Nama peserta : romli persikop Jakarta
                  Nama peserta : suroso dinkes pasuruan
                  Nama peserta : husnul kepanjen malang katika malang
                  Nama peserta : gunawan kabupaten malang
                  Nama peserta : nugroho HSP jember
                  Nama peserta : tri widyastuti Jakarta mercycort
                  Nama peserta : dr dodi iskandar dili serdang
                  Nama peserta : tiyas budi handoyo HSP Surabaya
                    Nama peserta : ona widiyawati dinkes propinsi jawatimur
                    Nama peserta : abu mahlil dinkes dili serdang
                    Nama peserta : endang HSP kota kediri
                    Nama peserta : iksan HSP surabaya
                    Nama peserta : iin saragi sumatra utara dinkes diliserdang
                    Nama peserta : agus dinkes pasuruan
                    Nama peserta : rurit malang
                    Nama peserta : anita flora dinkes kab malang
                    Nama peserta : syah sinalambe HSP sumut
                    Nama peserta : habianto dinkes propinsi jawatimur
                    Nama peserta : suryati dinkes dili serdang
                    Nama peserta : riswandi dinkes propinsi sumut
                    Nama peserta : lusiana dinkes diliserdang
                    Nama peserta : sukarni HSP kediri
                    Nama peserta : prans yosep tebu dinkes sumut
                    Nama peserta : nur asyiyah dinkes diliserdang
                    Nama peserta : panca suporter arema
                    Nama peserta : Isdianto pokja pasuruan
                    Nama peserta : saiful anam pasuruan
                    Team fasilitator
                       1. Mas wahyu
                       2. Mas sanusi
                       3. Hasan abadi
                    Dari tiga kelompok ini silahkan membuat yel-yel
Peserta             Berdiskusi membuat sebuah yel yel kekompakan team dari diskusi itu
                    memunculkan nama dan yel yel team tersebut
                    Kelompok I : Singa
                    Singan ...perkasa
                    Singa....... yes
                    Sing ising menurut kesepakatan karena singa tepat dalam
                    Kelompok II : kakak tua
                    Burung kakak tua datang ke kediri
                    Untuk ikut TOT kemanfaatan masyarakat ...luar biasa

                    Kelompok III : Semut
                    Semut semangat yes
                    Semut maju terus mengambil semut karena sesuai dengan kegiatan
                    semut yang selalu gotongroyong di kalangan grasrut

Fasilitator/hasan
                                           Judul
11.00-12.00                          Metedologi pelatihan
                    Untuk menyusun sebuah harapan kita harus tau menu-manu apa saja
                    yang akan kita lahap.

                           TOT ini diharapkan
                         Mampu membantu meningkatkan kapasitas kemampuan
                          peserta dalam hal melatih.
                         Membantu       meningkatkan   pemahamannya        terhadap
                          Perencanaan Pembangunan & Musrenbang
                         Membantu meningkatkan skill peserta dalam menganalisis
                          potensi dan Masalah.
                         Membantu meningkatkan skill peserta dalam penajaman isu-
                          isu strategis
                         Membantu meningkatkan skill peserta dalam hal teknik lobby
                          dan negoisasi.
                         Membantu meningkatkan pemahaman peserta dalam hal
                          social Marketing



                     Harapan
                        - lampu : memberikan penerangan terkait dengan sesuatu yang
                           belum jelas
                        - pulpen : membantu segala sesuatu untuk di catat
                        a. mendengar kita lupa
                        b. mencatat kita ingat
                        - Pohon : pemahaman baru tumbuh dan bermanfaat
                        - Microphone : memperkeras suara terkait tentang TOT
                        - Batu hitam :
                        a. sisi keras dan sisi perspektif
                        b. menata sisi sisi agar bermanfaat dan indah
                        - air didalam gelas : menyiapkan diri untuk menerima materi
                        - permen : praktis dan berasa
                        - bungan lidah mertua : memperindah dan menghilangkan hal-
                           hal yang jelek
                        - udara : menempati ruang-ruang kosong , jangan mengeluarkan
                           CO2 sebagai racun tapi berguna bagi tumbuhan

                     Hari ini kita menyepakati kontrak belajar
                        - tepat waktu
                        - HP silent
                        - Terima telepon diluar
                        - Banyak diskusi

                     Coffe break jam 9.45 sampai 10.00

                            Coffe break jam 9.45 sampai 10.00
Fasilitator/sanusi           Diskusi tanya jawab tentang menjadi fasilitator
10.00-
Fasilitator/sanusi   Seni bertanya :
                        - untuk mengidetifikasi suatu masalah sebaiknya dilakukan
                  pertanyaan
              b. yang paling bawah dulu yaitu siapa, dimana, kapan
              c. Kemudian tengan dengan pertanyaan apa dan bagaimana
              d. Dan yang paling akhir mengapa
              - kemudian untuk pemecahan masalah sebaiknya dilakukan
                  pertanyaan
              a. piling atas mengapa
              b. kemudian tengan apa dan bagaimana
              c. kemudian paling bawah siapa, dimana dan kapan
          Seni mengamati
          Pengamatan memberi peluang pada anda untuk mengetahui apa yang
          dipikirkan atau diyakini seseorang dari perilakunya
          Teknik bertanya : dimana dalam sebuah pertanyaan yaitu
          pertanyaan itu membuat pertanyaan enak untuk dijelaskan. Fasilitator
          itu bisa di pelajari.
          Menyimak : kita ini sering kadang-kadang dengar tapi tidak
          menyimak. kondisi dalam mengamati itu haruslah kita lakukan
          berulang-ulang.
          Seni mengambil keputusan : sebenarnya kita fasilitator tidak berhak
          memutuskan sesuatu dalam komunitas. Yang boleh adalah
          merangkum sesuatu yang sudah di bahas oleh komunitas, juga
          memberikan alternatif solusi.


                  Das ar-das ar memfas ilitas i




            ORANG yang tak mampu mengubah pikiranya maka takmampu
                                   mengubah apapun
Peserta   Kita hanya ingin share, kita juga harus tahu sosial budaya daerah
          masing-masing yang kadang secara teori itu tidak ada dan teori
          kadang tidak cocok di terapkan di suatu daerah.
Fasilitato/sanusi   Apa yang membuat bangga dalam melakukan pertemuan/saat
                    memfasilitasi suatu pertemuan?
                    Saya setuju bahwa persoalan etika budaya jadi pertimbangan saat jadi
                    fasilitator. Kadang-kadang intonasi bahasa itu orang bisa
                    mempersepsikan berbeda. Nanti sore akan diterangkan bagaimana tip
                    fasilitator.
Peserta             1. Pelatihan kader posyandu
                             -antusian semangat awal sampai akhir
                    2. Imagine : semangan
                    3. Data/angka : jenuh/pasif
                    4. Pelatihan status gizi
                             -Keberhasilan pelatihan adalah dari impectnya
                    5. Pelatihan cucitangan untuk anak balita dan kadernya.
                             - media promosi
                             - dunkungan masyarakat
                             -akses
                    6. Keberhasilan
                             - persiapan pemateri
                             - persiapan ruangan
                             - kekompakan fasilitator
                             - skenario disesuaikan dengan situasi
                             - evaluasi
                    7. Pelatihan desa siaga
                             - team fasilitator
                             - persiapan tempat : sehingga peserta merasa nyaman.
                             - setelah pulang ke desa peserta sudah dapat malaksanakan
                    program tersebut
                    8. Sebelum pelatihan melibatkan peserta membahas materi, waktu,
                    tempat ini akan mendukung keberhasilan pelatihan

                  Sebenarnya metode itu bisa mengalir asalkan kita dapat rohnya.
                  Menurut pendapat saya untuk mendapat rohnya itu yang paling sulit.
                  Terkait dengan roh ini kan terkkait dengan perilaku. Nanti di materi
                  kedepan itu apakah ada materi untuk cepet mendapatkan roh dari
                  sebuah komunitas atau saat jadi fasilitator
Peserta           Tadi ada materi seni menyimak, seni bertanya
                  Yang kami pertanyakan ini adalah teknik bertanya atau teknik
                  bertanya
                  Kemudian identifikasi persoalan/masalah
                  apa dan mengapa kenapa kok pertanyaan diakhir dan yang dilakukan
                  diawal itu pertanyaan siapa
Fasilitator       Monggo sama saja menurut saya.
                  Karena menurut kami pertanyaan dengan identifikasi masalah bila
                  dilakkukan di depan maka orang akan merasa difen/menutup diri
                           ISTIRAHAT 12.00 sampai 01.15
Fasilitator/wahyu Selamat siang
                     Lanjutan......................... metedologi Pelatihan
                     Fasilitator mengajak peserta refresing
                     Tentukan dirijen pertama sambil menyanyi buat gerakan
Fasilitator/sanusi   Ini ada gerakan yang gak membingungkan
                     Mati-mati ada bayi mati jadi satu mati
                     Mati-mati ada bayi mati jadi 2 mati dst
                     Temen –teman pingin saya ada perubahan perspektif dalam teknik
                     fasilitator, sebelum kita melakkukan diskusi kelompok saya mau
                     tanya
                         1. Memfasilitasi itu apa?
                         2. Apa tanggung jawab fasilitator
                         3. strategi dalam fasilitasi
                         4. manfaat dalam memfasilitasi
                     Sekarang tanpa bicara cari teman sesuai dengan yang di ucapkan tadi
                         - Kikik dengan kikik
                         - Kokok dengan kokok
                         - Kukuk dengan kukuk
                         - Kekek dengan kekek
Peserta              Kelompok kikik
                         1. fasilitasi : membantu “Proses” dalam kelompok untuk
                              mencapai tujuan
                         2. strategi dalam fasilitasi
                         - melibatkan semua pihak (partisipatif)
                         - menciptakan suasana yang menyenangkan, dinamis dan
                              kondusif
                         - pendekatan teori permata -> membangun kesepakatan
                         3. manfaat dalam melakukan fasilitasi
                         - rasa memiliki semua peserta
                         - terarah
                         - memperlancar proses
                         - silaturahmi
                         4. tanggung jawab fasilitator
                         - menjaga kelangsungan proses di kelompok untuk mencapai
                              tujuan
                     Kelompok kokok
                         1. fasilitasi : suatu proses untuk membantu suatu kegiatan dalam
                              rangka mencapai tujuan
                         2. strategi memfasilitasi
                         - assessment  sasaran social budaya
                         - pemanfaatan sumberdaya local
                                  a. tokoh
                                  b. sarana dan prasarana
                         - menyusun perencanaan fasilitasi
                         3. tanggung jawab fasilitator
                         - mediator
                         - motivator
                        - merangkum alternative solusi
                        - tercapainya tujuan fasilitasi
                     Kelompok kukuk
                        1. difinisi fasilitasi ialah suatu proses yang diawali dari
                           perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, untuk mencapai
                           tujuan tertentu
                        2. strategi  bermain peran
                        3. Peran dantanggung jawab fasilitator
                        - menjembatani penyampaian informasi pada orang lain
                        - memandu jalanya proses suatu kegiatan agar tidak keluar dari
                           tujuan
                        4. manfaat
                        - semua informasi dapat diterima oleh peserta karena berasal
                           dari pengalaman peserta dan dapat menyimpulkan sendiri
                        -
                     Kelompok kekek
                        1. Apa memfasilitasi
                        - memudahkan proses untuk mencapai tujuan
                        - menyiapkan dan mengatur acara
                        - merangkum
                        - menciptakan suasana kondusif
                        2. strategi
                        - mengetahui sasaran/audiensi/peserta
                        - latar belakang peserta
                        - memahami materi
                        - menyediakan sarana, prasarana, materi
                        - tidak membuat jarak dengan peserta
                        - membantu memahami materi kepada peserta
                        - mengamati, mendengar, bertanya dapat dipahami
                        3. Peran dan tanggung jawab
                        - banyak bertanya dengan tujuan mereview sejauh mana materi
                        - input  out put
                        - menjaga keberlangsungan proses
                        - tidak boleh :
                               a. memihak
                               b. memutuskan
                               c. mendominasi

Fasilitator/sanusi   Selama 1 jam kita banyak mendiskusikan seringkali kita kesulitan
                     peran-peran itu sebenarnya kita sudah melakukan, setidaknya dari 4
                     kelompok itu sudah mulai muncul beberapa perbedaan yang nanti
                     akan kita perjelas. Saya coba dari yang bapak kawan-kawan
                     sampaikan ini akan kita liohat bersama

                     Fasilitasi itu artinya membuat lebih mudah.
                     Jadi kalau dalam memfasilitasi komunitas itu merasa bingung maka
                  kita dalam memfasiliitasi sesuatu kurang berhasil.
                  Fasilitasi : pertemuan sekelompok orang yang menghadirkan
                  fasilitator sebagai perancang dan pengelola proses
                  Fasilitator : orang yang membuat kerja kelompokn menjadi lebih
                  mudah karena kemampuannya dalam menstrukturkan dan memandi
                  partisipasi anggota-anggota kelompok.
                  Tiga kunci fasilitasi komunitas
                       1. menyimak adalah jantungnya fasilitasi
                       2. membangun rasa saling percaya adalah kunci masuk
                           pertemuan yang efektif
                       3. fasilitator percaya pada kekkuatan kelompok dan kekuatan
                           proses.
                  Fasilitator harus percaya pada komunitas, kita yakini pada saat
                  mengambil keputusan mereka akan mengawal hasil yang telah
                  diambil,
                  Manfaat fasilitasi
                       1. anggota kelompok termotifasi untuk mendukung keputusan
                           yang telah diambil
                       2. usaha kelompok biasanya jauh lebih baik dari pada usaha
                           seorang diri
                       3. partisipasi dan keterlibatan yang maksimum akan
                           meningkatkan produktivitas
                       4. setiap orang
                       5. orang-orang menyadari tanggunng jawab implementasi
                           keputusan-keputusan terletak ditangan setiap orang
                       6. orang orang didorong untuk berfikir dan bertindak untuk
                           seluruh kebaikan desa
                  Tanggung jawab fasilitator
                       - selalu netral atas isi atau materi
                       - mendorong perbedaan cara pandang
                       - mencatat, mengorganisir dan meringkas masukan dari anggota
                       -
                       Tips
                       Jika anda hendak melakukan sesuatu hanya berdasarkan pada apa
                       yang anda sudah tahu , anda tidak dapat mengharapkan inovasi
                       terjadi
                       Terimaksih bapak ibu
Fasilitator/wahyu Istirahat 14.30 – 15.00
                                  Judul
                        Integrated MNCH Planing

Fasilitator/         Bantuan teknik HSP untuk penguatan perencanaan kibla
                                                terpadu
Fasilitator/      Kami berharap kader ini bisa di usulkan untuk kegiatan di desanya,
                  masalahnya
   1. musrembangdesnya sudah di mulai
   2. tidak bisa meyakinkan bahwa usulan ini penting
   3. tidak tahu mana yang harus diprioritaskan
Dari situ maka kami berkumpul memusyawarahkan hal tersebut,
kemudian kami lakkukan pelatihan ini.
Dasar :
   1. UU No 10 Th 2004, Tentang Hierarki Peraturan Perundang-
       Undangan
   2. UU 25 / 2004, Tentang Sistim Perencanaan Pembangunan
       Nasional (SPPN)
   3. UU 12 / 2008, Tentang Pemerintahan Daerah
   4. PP 72 / 2005, Tentang Pemerintahan Desa (Kades dan BPD)
   5. Permenkes 741/Menkes/PER/VII/2008, Tentang Standar
       Pelayanan Minimal

Tujuan :
       Perencanaan KIBBLA terpadu – yang terkoordinasi dan
“evidence-based” – pada tingkat desa, kecamatan & kabupaten.

Input :
    • Biaya rapat, lokakarya dan pertemuan
    • Bantuan Teknis
    • Koordinator:
        Jakarta (Dit Kesehatan Ibu - HSP TA Commob)
        Propinsi (Kadinkes Prov - ROD HSP )
        Kabupaten (Kadinkes Kab – DF HSP)
    • Modul/Bahan Workshop
Lokasi
        Kab. Malang, Pasuruan dan Deli Serdang - masing-masing di
4 kecamatan dan 12 desa.

Kami berharap akhir maret 2009 ada data dari team distrik
  • Data dari tim DTPS, KPP, MTBS, SF dan PWS/ TKP
      digunakan dalam perencanaan KIBBLA di setiap tingkatan.
  • Keterlibatan DinKes, Puskesmas, PLKB, Camat, Kades,
      PKK, BDD dan “TimKessa” dalam perencanaan melalui
      proses Musrenbang.
  • 31 Perdes KIBBLA atau Keterlibatan Timkessa dalam
      Musrenbangdes tahunan.
  • 30 orang Fasilitator untuk Penyusunan Prioritas Usulan
      KIBBLA (PPUK) tingkat desa, negosiasi dan argumentasi.
  • 72 orang anggota Timkessa dan 36 BDD mengikuti lokakarya
      PPUK, Negosiasi dan Argumentasi.
  • Perencanaan KIBBLA yang terkoordinasi antara tingkat Dinas
      Kesehatan (DTPS), Puskesmas (4 Puskesmas/kab), Desa (12
      desa/kab), & Musrenbang Tahunan Tingkat Desa dan Tingkat
                            Kecamatan Tahun Anggaran Pemda 2010.


                     Saat ini kita pada tahap lokakarya fasilitator, harapan kami kita nanti
                     bisa menyelenggarakan musrembangdes, supaya usulan yang ada
                     disini bisa sesuai rencana, harapan kami bulan desember bisa
                     melakukan trtaining fasilitator tiap kabupaten. Di sisi lain kami akan
                     melakukan pertemuan dengan dinkes untuk melakukan pertemuan
                     merumuskan musrembangdes, kami berharap ini sesuai dengan
                     daerah masing-mmasing. Kami serahkan kemasing-0masing daerah
                     utuk pesertanya.
                     Saya rasa sudah cukup, jadi demikian bapak ibu sekalian kenapa kita
                     malaksanakan TOT sekarang ini. Sebenarnya yang ikut banyak sekali
                     bapak, sebenarnya banyak yyang menginginkan pelatihan ini. Sayan
                     salut kepada YSI ternyata banyak yang menginkannya.
Peserta              Pada saat ppp apakah fasilitator nanti datang pakk? Apakah ada
                     suport dana dari HSP?
Fasilitator          Saya rasa kalau di perlukan itu diserahkan ke daerah masing-masing.
                     Kita juga menyediakan suport dana untuk pertemuan itu.
Peserta              Baru-baru ini ada pelatihan yang diikuti bukian dari medis, seharunya
                     sebelum membuka acara seperti ini menjelaskan pentingnya
                     penjelasan tentang kibbla. Agar mereka tidak salah persepsi sehingga
                     ada yang sedikit berfikir kenapa harus kami yang jadi BPD, Kepala
                     desa padahal di sini ada bidan atau dinas kesehatan yuang menangani
                     itu.
Fasilitator/sanusi   Saya ingin 10 menit saja
                     Ada sebuah kata
                                                Merubah dunia
                     KEKUATANNYA
                     MENYENTUH HATI
                     MENGGUGAH KESADARAN
                     MEMBERI PENCERAHAN

                     MEWUJUDKAN APA YANG TIDAK MUNGKIN MENJADI
                     KENYATAAN

                        - discover(temukan kekuatan annda)
                        @ Menguak kekuatan masa lalu
                        @ Temukan satu hal membanggakan yang pernah anda lakukan

                        - Dream (Temukan mimpi yang memanggil)
                        @ gambarkan impian yang ingin anda wujudkan
                        @ berikan slogan yang menarik baru dan berbeda
                        @ ceritakan impian anda dengan cara menarik
                        - Design(rancangan mimpi menjadi kenyataan)
                        @ Temukan satu produk sosial baru yg sesuai dengan mimpi
                        @ Produk sosial : jawaban jitu untuk mempercepat terwujudnya
                        mimpi
                        @ Setiap produk sosial berupa pesan perubahan atau solusi sosial

                        - Destiny (Tentukan langkah baru yg berbeda)
                        @ Buatlah langkah inovatif / baru, berbeda yang menjadi prioritas
                        utama
                        Ketika aku bermimpi sendiri, itu hanyalah sebuah mimpi,
                          Ketika kita bermimpi bersama, itu adalah awal sebuah
                        kenyataan,

                      Ketika kita bekerja bersama, mengikuti mimpi kita, itu adalah
                    penciptaan surga di dunia
              REVIEW materi yang telah diterima satu hari ini 24 nov 2008
Peserta
Fasilitator          Kita tutup acara hari ini dengan nyanyi
                     Disini senang disana senang tralala tralala
Selasa, 25-11-08                                  Menu hari ini
                                                Dimulai jam 8.00
                         1. review
                         2. perencanaan pembangunan partisipatif
                         3. lanjutan
                         4. Ishoma
                         5. analisis potensi dan potensi
Fasilitator/sanusi   Mengajak peserta bermain game sambil menunggu yang lain
                     Dengan cara ketika saya bilang anggka tujuh dan kelipatan tujuh saya
                     bilang pas
                     Sekarang kita akan mereview, yang kemarin di tanyakan peserta
                     tentang bagaimana memperoleh roh saat memfasilitasi. Setidaknya
                     kemarin itu membuat gambaran kawan-kawan diajari bagaimana
                     menembaknya dan sekarang ini adalah plurunya, saya yakin kekuatan
                     ada dlm diri fasilitator, yaitu bahasa tubuh fasilitator yang antusian.
                     Apabila fasilitator merasa tidak nyaman maka akan berpengaruh pada
                     peserta, seharusnya memfasilitasi itu dari hati maka akan mendorong
                     peserta antusian untuk mengikuti acara tersebut. Selalu berfikir
                     positif pada orang lain, dan percaya akan ada perubahan pada orang
                     lain. Mempunyai integritas tinggi. Seorang fasilitator harus
                     mempunyai kedalaman materi yang cukup tinggi apa bila sudah
                     paham bisa memberi sesuatu yang positif keorang lain.
Fasilitator/hasan            Perencanaan Pembangunan Partisipatif
                     Selamt pagi bapak ibu sekalian, kita harus tahu kondisi desa kita
                     bagaimana? Sebelum kita masuk keyang lain kita tidak mungkin
                     melakukan/ memasukkan program perencanaan pembangunan seperti
                     apa, dan itu tidak cukup dengan hanya kita melihat desa itu dari
                     luarnya saja, kita saat ini membayangkan desa daerah kita masing
                    masing kemudian tulis di kertas yang sudah kami beri pertanyaan.
                    Kita ukur budaya organisasi kita masing masing sehingga bila
                    program perencanaan masyarakat partisipatif dapat terlaksana dengan
                    mudah
                        1. didesa ini setiap orang bisa berkomunikasi dengan orang lain
                           secara bebas
                        2. desa ini mempunyai kemimpoinan dengan visi yang je;las
                        3. pemerintah desa memelihara
                        4. masyarakat diharap
                        5. pelayanan publik di desa sudah memadahi
                        6. persahabatan dan norma
                        7. manajemen pemerintahan desa nampaknya
                        8. desa mengharap partisipasi tinggi
                     budaya organi sasi itu mengukur kekuatan yang ada di desa kita
                    misalnya
                        1. perangkat desa
                        2. tokoh masyarakat
                        3. daya pikir dan partisipasi masyarakat dll maka ini lah yang
                           harus kita lakukan atau identifikasi kekuatan dan kelemahan
                           desa


                                                                  Skoring
                      NO          Indikator
                                                     buruk       Sedang         baik
                      1      Komunikasi                 3          9             15
                      2      Identifikasi               3          9             15
                      3      Inovasi                    3          9             15
                      4      Leadership                 3          9             15
                      5      Standart mutu              3          9             15
                      6      Peran masyarakat           3          9             15
                      7      Dukungan                   3          9             15
                      8      Value(nilai)               3          9             15
                      9      Kehangatan                 3          9             15
Peserta             Suatu saat ada kategori netral kita sulit memaknai itu, apa nilai dari
                    itu? Kemungkinan mereka akan memiih nilai 3 berarti kalau nanti di
                    kalikan akan menemukan nilai sedang,. Dan ini tidak bisa menilai
                    kebenaran atau sejauh mana tingkat keberhasilan program ini.
Fasilitator/hasan   Secara teori mungkin masyarakat menilai 3 terus, kalau kita
                    mengukur masyarakat kita kasih satu-satu kita akan kesulitan, lebih
                    baik kita ajak bicara/bincang-bincang, satu masyarakat ketika cocok
                    dengan kepala desa akan bilang jelek tapi, bila orang yang tidak
                    senang maka bilang jelek maka kita bisa menila/mengukur berapa
                    orang yang pro dan kontra kepala desa.
Peserta             Apakah bisa ini diganti cukup karena beda tipis anntara tidak tahu
                    dengan abstain
                    Sebenarnya ini penting ketika nanti kita puang ke desa karena rumah
                     saya juga desa. Dibuat aja gat line sebenarnya penggunaan
                     metodologi ini untuk siapa untuk masyarakat atau BPD atau RT/RW
Fasilitator/hasan    Sebenarnya ini untuk perusahaan, sebenarnya ini hanya untruk
                     mapping kita, sebenarnya yang dilapangan lebih tahu siapa yang
                     mempunyai pengaruh lebih baik dan buruk
Peserta              Kalau tekniknya kita berika ketika musrembang, maka itu akan kacau
                     tapi kita lebih baik ketemu dengan BPD atau pamong desa sebelum
                     proses pertemuan itu dilakukan sehingga kita tidak kesulitan.
                     Menurut kami ini bagus untuk memulai awal kita menjalankan
                     program
Fasilitator/hasan    Yang kita harapkan sisi masyarakat itu lebih kuat dibanding aktor
                     swasta. Saya pikir ini sama dan bapak ibu tahu kondisi desa masing-
                     masing kalau kita berbicara musrembang itu 6 sampai 7 hari tapi
                     karena di desa itu hanya 1 hari cukup karena kelihatannya hanya
                     formalitas, seharusnya musrembang desa itu harus identifikasi,
                     pemetaan proses kemudian akan memunculkan hasil yang
                     memuaskan dan itu biasanya dilakukan 5 sampai 6 hari. Baik bapak
                     ibu sekalian ada pertanyaan lagi ? tidak jawab peserta
                     Buat bentuk/sesuatu yang dipahami dan disepakati kelompok masing-
                     masing
Fasilitator/sanusi   Mengajak peserta bermain game srtategi mengalahkan lawan dengan
                     kekompakan kerjasama.
                     Sebelum duduk apa yang bisa diambil dari game ini
                         1. komunikasi
                         2. kekompakan
                         3. strategi
                     Apakah dua sekenario yang disusun dalam satu waktu itu adalah
                     strategi? Betul kata peserta

                                          Istirahat
                                         jam 9.20
Fasilitator/hasan    Apa filosofi yang dibuat itu seperti apa apakah sumberdaya yang kita
                     berikan tadi terpakai dan apakah ada hubunganya dengan partisipasi
                     masyarakat
Peserta Malang       Saya akan menerangkan apa yang sudah dibuat oleh rekan-rekan,
                     kenapa kemudian timbul ambulan desa, pertama pinginnya apa
                     kemudian kesepakatan membuat ambulan desa karena mobil ini
                     sangat dibutuhkan dalam meminimalisir kematian ibu dan bayi
                     dengan ambulan desa ini. Dengan inisiatif dari teman-teman sedotan
                     itu dibuat ranggaka, kami sharing tugas ada yang buat rooda, kepala
                     ambulan dan sebagainya. Setelah rangka ini ada potensi yang belum
                     kami manfaatkan kemudian yang belum termanfaatkan kemudian
                     kami buat tandu untuk dimasukkan di dalam mobil ambulan.
Pesesrta dili        Mungkin kami yhang terkecil dari semuanya, membuat konsep yang
serdang              pada awalnya, kemudian buat strategi kemudian buiatlah program
                     ceria, percepatan anggaka kematian ibu dan anak, kerjasama
                    BAPEDA,DPR, PKK dan ini sudah dapat dana untuk menurunkan
                    anggka kematian ibu dan anak
Peserta lain        Saya mewakili kelompok dunia lain, proses sampai kita melakukan
                    persamaan persepsi sesuatu yang kiyta hasilkan harus mendapatkan
                    perencanaan pada saat curah ide ada beberapa ide kemudian
                    digabungkan, di sini simbol manusia murung maksutnya yang belum
                    mengerti kesehatan
                    Jembatan maksutnya proses menuju musrembbang , kemudian simbol
                    manusia semyum menggambarkan masyarakat sehat
Peserta Pasuruan    Nampaknya sederhana tapi filosofinya sangat tinggi, satu fondasi ini
                    dari DINKES, POKJA, HSP, NGO, kemudian membuat proses
                    sampai perda, sampai hasil disepakati
Fasilitator/hasan   Setelah kita melihat apa yang dibuat para peserta tadi kita bisa
                    menilai mana yang bisa mewakili kebutuhan yang dibutuhkan
                               1. proses perencanaan
                               2. visi/filosofi dari karya
                               3. goal perencanaan dengan hasiil aktual
                               4. sumberdaya yang dipakai
                               a. bahan/material
                               b. alat/instrumen
                               Selain dari yang tersedia?
                               5. apakah         semua     materi/sumberdaya      telah
                                   habis/dimanfaatkan
                               6. bagaimana pembagian peran
                               7. bagaimana keterpaduan perencanaan

                                                Definisi
                                           Menurut UU SPPN
                                         (Nomor 25 Tahun 2004)

                       •   SPPN adalah Satu kesatuan tata cara perencanaan
                           pembangunan      untuk      menghasilkan rencana-rencana
                           pembangunan dalam jangka panjang, menengah dan tahunan
                           yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggara negara dan
                           masyarakat ditingkat pusat dan daerah.

                     Perencanaan sebagai alat untuk mengalokasikan sumber daya:
                                         SDA, SDM, Modal.
                             – Sumber daya terbatas sehingga perlu dilakukan
                                pengalokasian sumber daya sebaik mungkin.
                             – Konsekuensi: pengumpulan dan analisis data dan
                                informasi mengenai ketersediaan sumber daya yang
                                ada menjadi sangat penting.

                    Beberapa masalah yang dihadapi dalam pembuatan tujuan antara lain:
                              – Tujuan tidak terdefinisikan dengan baik.
          –   Tujuan tidak realistik.
          –   Perencanaan cenderung lebih dari satu tujuan, kadang
              tidak konsisten satu sama lain.
          –   Tujuan dipertanyakan atau tidak sesuai dengan tujuan
              pengambil keputusan lain (Mis: DPRD).

Ciri2 Perencanaan Pembangunan
           – Bersifat Publik
           – Berorientasi masa depan
           – Strategis
           – kesepakatan
           – Terhubung pada tindakan
Pendekatan dan Proses Perencanaan
    • Politik
    • Teknokratik
    • Partisipatif
    • Bottom Up -Top Down
Perencanaan Uniter vs Plural
    • Perencanaan uniter: perencanaan menyeluruh (komprehensif)
       yang disusun oleh satu lembaga tertentu, umumnya oleh
       pemerintah.
    • Perencanaan plural mencoba melihat dari berbagai pihak.
       Dalam hal ini pemerintah harus dapat memfasilitasi peraturan
dan kebijakan yang dapat menangkap seluruh aspirasi masyarakat.

Masalahnya adalah
   • Apakah perencanaan yang diusulkan kaum pluralis ini dapat
      berjalan ? Apalagi jika dikaitkan dengan issu dominasi orang
      kaya terhadap orang miskin, kelompok elit terhadap orang
      ”biasa”, militer terhadap non militer atau peran media masa.
   • Memunculkan perencanaan partisipatif, advokasi dan
      komunikatif.
Perencanaan Advokasi
   • Konsep advokasi/pembelaan muncul dari praktek hukum yang
      berimplikasi pada sanggahan/perlawanan yang muncul dari
      masing-masing pihak yang memiliki dua pandangan yang
      saling bersaing.
   • Umumnya perencanaan advokasi dilaksanakan bukan oleh
      perencana (formal), melainkan oleh pekerja sosial dan
      organisator kemasyarakatan terlatih dan mahasiswa.
   • Perencanaan advokasi muncul karena pada umumnya ada
      suatu kelompok masyarakat yang membutuhkan bantuan
      perencana pada saat proses pembangunan berlangsung, yang
      pada umumnya berada dalam kelompok berpenghasilan
      rendah.
Perencanaan Komunikatif
   • Berangkat dari pengamatan pada prilaku perencana dan
      karakteristik proses perencanaan rasional.
   • Pada umumnya perencana mengenali dan menjelaskan segala
      hal (persoalan pembangunan) dalam wilayah publik
      berdasarkan kekuatan dan kekuasaan ekonomi dan birokrasi.
      Padahal, manusia bukan subyek yang berdiri sendiri secara
      kompetitif berusaha untuk mengejar keinginan individual, tapi
      manusia adalah makluk yang mamiliki kesadaran akan diri
      sendiri dan akan keinginan yang muncul melalui hubungan
      antar sesama, melalui komunikasi dan kerjasama kolektif
      yang diakibatkannya.
   • Dalam perencanaan komunikatif, perencanaan dilakukan
      secara dialogis, sehingga praktek-praktek kmunikatif, seperti
      mendengar, belajar dan memahami satu sama lain menjadi
      diperlukan.
Perencanaan Participatif
   • Perencanaan yang menjadikan masyarakat sebagai salah satu
      sumber daya terbesar yang dianggap sangat memahami
      potensi dan masalah yang ada, lebih dari pemerintah
      sekalipun.
   • Dalam perencanaan partisipatif masyarakat diberi kesempatan
      untuk menyertakan masalah yang dihadapi dan gagasan-
      gagasan sebagai masukan untuk berlangsungnya proses
      perencanaan berdasarkan kemampuan masyarakat itu sendiri.

Pada saai ini penyelenggaraan musrembang
   1. Penyelenggaraan musrenbang dari tahun ke tahun mengalami
       perbaikan, khususnya dalam jumlah kehadiran unsur
       masyarakat, namun secara kualitas belum optimal.
   2. Kelemahan penyelenggaraan musrenbang masih terjadi, baik
       pada tahap persiapan, pelaksanaan musrenbang maupun pasca
       musrenbang.
   3. Waktu pelaksanaan masih terbatas dan masih terkesan
       seremonial
   4. Penentuan peserta, fasilitator, dan narasumber belum
       didasarkan analisis stakeholders
   5. Hasil kesepakatan Musrenbang belum menjadi acuan yang
       kuat dalam proses pengambilan keputusan penganggaran

             ASPEK LEGALITAS MUSRENBANG
   •   Kewajiban untuk menyelenggarakan Musrenbang dalam
       setiap penyusunan dokumen perencanaan pembangunan
       daerah diamanatkan di dalam pasal 9 s/d 24, UU-25/2004.
   •   Ketentuan yang mengatur mekanisme musrenbang
    selama ini :
        – SEB Meneg PPN/Kepala Bappenas-Mendagri tentang
           Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Musrenbang
           (dikeluarkan setiap tahun)
•   Kewajiban daerah untuk menyusun PERDA terkait tata
    cara pelaksanaan musrenbang, diamanatkan oleh :
        – Pasal 27 ayat (2), UU-25/2004 : “Ketentuan lebih
           lanjut mengenai tata cara penyusunan RPJPD,
           RPJMD, Renstra SKPD, RKPD, Renja SKPD dan
           pelaksanaan Musrenbang Daerah diatur dengan
           Peraturan Daerah”.
        – Pasal 66, PP 72/2005 : “Ketentuan lebih lanjut
           mengenai     tahapan,      tata   cara   penyusunan,
           pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan rencana
           pembangunan desa diatur dengan Peraturan Daerah
           Kabupaten/Kota”
•   Keikutsertaan masyarakat dalam penyelenggaraan
    pembangunan
        – UU-10/2004        tentang     Pembentukan    Peraturan
           Perundangan, Bab X Partisipasi masyarakat, pasal 53 :
           “Masyarakat berhak memberikan masukan secara
           lisan atau tertulis dalam rangka penyiapan atau
           pembahasan       rancangan      undang-undang     dan
           rancangan peraturan daerah”.
        – UU-32/2004 psl 150 & 151 dan PP 58/2004 psl 53 
           masih tersirat masyarakat masih dipandang sebagai
           objek yang didorong untuk partisipasi dalam
           pelaksanaan.
        – pembangunan desa.
        – UU-25/2004, pasal 2 (asas dan tujuan), dan pasal 11.


•   Keikutsertaan masyarakat dalam penyelenggaraan
    pembangunan
       – UU-10/2004      tentang    Pembentukan      Peraturan
          Perundangan, Bab X Partisipasi masyarakat, pasal 53 :
          “Masyarakat berhak memberikan masukan secara
          lisan atau tertulis dalam rangka penyiapan atau
          pembahasan     rancangan     undang-undang       dan
          rancangan peraturan daerah”.
       – UU-32/2004 psl 150 & 151 dan PP 58/2004 psl 53 
          masih tersirat masyarakat masih dipandang sebagai
          objek yang didorong untuk partisipasi dalam
          pelaksanaan.
          –   pembangunan desa.
          –   UU-25/2004, pasal 2 (asas dan tujuan), dan pasal 11.

PERANSERTA MASYARAKAT
  • Asas penting yang membuka peranserta dalam UU
    25/2004
       – “Kepentingan Umum” (mendahulukan kesejahteraan
          umum secara aspiratif, akomodatif dan selektif);
       – “Partisipatif” (Masyarakat berperan dalam proses
          pengambilan keputusan;
       – “Keterbukaan” (akses masyarakat terhadap informasi
          yang benar);
       – ”Akuntabilitas”      (dapat   dipertanggungjawabkan
          kepada masyarakat)

Tujuan Partisipasi Masyarakat (UU-32/2004)
          Mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat
          Menciptakan rasa memiliki pemerintahan dan
             pembangunan
          Menjamin keterbukaan, akuntabilitas dan kepentingan
             umum
          Mendapatkan aspirasi masyarakat dan
          Sebagai wahana untuk agregasi kepentingan dan
             mobilisasi dana

Tujuan Pokok Musrenbang Partisipatif
    Mengakomodasikan         kebutuhan    pembangunan     yang
      berorientasi kepentingan publik .
    Perumusan perencanaan pembangunan dengan pendekatan
      proses “bottom-up planning dan top-down planning”
    Mengatasi permasalahan dengan prinsip kebersamaan 
      mendorong keterlibatan pemangku kepentingan dalam proses
      pembangunan .
    Pengalokasian dan mobilisasi sumberdaya secara efisien dan
      efektif (optimalisasi).
    Merumuskan kesepakatan prioritas program/kegiatan
    Pengambilan keputusan secara kolektif/partisipatif
    Kesepakatan tindak lanjut paska musrenbang (konsensus dan
      mekanisme)

FAKTOR-FAKTOR KRITIS UNTUK MENJAMIN KUALITAS
PARTISIPASI DALAM MUSRENBANG
  • SELEKSI STAKEHOLDERS  Semua kelompok
     pemangku kepentingan terwakili dan dapat memberikan
     kontribusi dalam pemikiran maupun pemecahan masalah
      pembangunan.
•     MATERI  Kelengkapan bahan musyawarah yang disusun
      berdasarkan data/informasi yang relevan, aktual, akurat
      dengan rumusan mudah dipahami, serta dibagikan kepada
      peserta dengan waktu yang cukup untuk dipelajari sebelum
      pertemuan berlangsung.
•     PENGORGANISASIAN FORUM.  dilaksanakan pada
      tempat dan waktu pembahasan yang memadai dilengkapi
      dengan peralatan yang diperlukan, serta dengan persiapan
      yang matang.
•     FASILITATOR  Dipandu oleh fasilitator yang cakap
      (kompeten) dan bersikap netral
•     TEKNIK FASILITASI/KONSULTASI PUBLIK 
      Menggunakan teknik fasilitasi yang mampu mendorong
      partisipasi/kontribusi peserta secara maksimal, efektif dan
      efisien.
•     AKUNTABILITAS  Hasil kesepakatan musyawarah dapat
      dipertanggungjawabkan baik secara teknis maupun secara
      proses, adanya mekanisme pengawalan untuk proses
      selanjutnya, termasuk mengkomunikasikan hasil kesepakatan
      dan hasil tindaklanjutnya kepada konstituen.
•     KOMITMEN POLITIK PEMERINTAH DAERAH DAN
      DPRD  Sangat menentukan terhadap kualitas dan
      kontribusi masyarakat dalam proses-proses pembangunan
      selanjutnya, baik pada tahap perencanaan, penganggaran,
      pelaksanaan, pengawasan maupun pertanggungjawaban.


JENIS DAN TINGKATAN MUSRENBANG TAHUNAN


                              Musrenbang Nasional
                                                            Apr

Rakorpus RKP
Akhir Feb.                    Musrenbang Provinsi            Apr

Forum SKPD/Gab SKPD
       Provinsi
                              Musrenbang Kab/Kota/RKPD       Mar

    Forum SKPD/Gab SKPD
        Kabupaten/Kota
    Feb/Mar                    Musrenbang Kecamatan
                                                             Feb


                               Musrenbang Desa/Kel.          Jan
Keterangan :
Musrembang desa hhendaknya diselesaikan pada bulan januari, tapi
karena kebiasaan di desa yang sekarang ini ada musrembangdes
dilakukan februari kadang maret sehingga ini akan mempengaruhi
musrembang kecamatan, propinsi, bahkan nasional




       PROSES MUSRENBANG


                                         Mekanisme
 Input                                                         Output
                                        • Persiapan
• Dokumen acuan                        •Pelaksanaan   • Daftar prioritas kegiatan
• Rumusan permasalahan utama                           menurut fungsi/SKPD dan
                                                       usulan sumberdana
• Daftar usulan prioritas kegiatan                    • Daftar delegasi untuk proses
 dari proses sebelumnya                                Musrenbang diatasnya
• Daftar peserta Musrenbang            Fasilitator    • Berita Acara Musrenbang
• Berita acara proses sebelumnya
 Sumber : SEB Meneg PPN dan Mendagri



Keterangan :

Pada proses musrembang sebagai fasilitator kita harus menyiapkan
input yang berupa:
           a. dokumen acuan
           b. rumusan permasalahann utama
           c. daftar usulan prioritas kegiatan dari proses sebelumnya
           d. daftar peserta musrembang
           e. berita acara proses sebelumnya
Kemudian setelah melalui mekanisme persiapan maka akan diperoleh
Output :
   a. daftar prioritas kegiatan menurut fungsi/SKPD dan uusulan
       sumberdana
   b. daftar delegasi untuk proses musrembang diatanya
   c. berita acara musrembang
Yang Perlu Diperhatikan

A. Persiapan Musrenbang
            Pengorganisasian Penyelenggaraan
            Proses Musyawarah yang Mengawali Musrenbang
            Ketersediaan Informasi bagi Peserta

B. Pelaksanaan Musrenbang
            Jadwal dan Tempat Pelaksanaan
            Informasi yang Disampaikan dalam Pemaparan Nara
              Sumber
            Ketersediaan Kriteria, Score, dan Format Untuk
              Prioritisasi
            Agenda Pembahasan
            Keterwakilan Stakeholders dan Nara Sumber
            Ketersediaan dan Kompetensi Fasilitator
            Fasilitas dan Peralatan Pendukung

C. Kualitas Hasil Musrenbang
           Rumusan Kesepakatan untuk Rancangan Akhir RKPD
           Efektivitas Hasil Kesepakatan Musrenbang dalam
             Memenuhi Harapan Peserta Musrenbang
           Prioritas Program terkait Isu-Isu Daerah dan Nasional
             yang Disepakati
           Naskah Kesepakatan Hasil Musrenbang


                 STAKEHOLDERS
                MUSRENBANG DESA
                                Masyarakat umum
                    Masyarakat  Tokoh Masyarakat
                                Tokoh Agama
                                Organisasi Kemasyarakatan
                                Organisasi Non Pemerintah/ LSM
                   Musyawarah   Akademisi Desa
                        PERENCANAAN
   BUMDes
   Swasta Lokal Desa


           Swasta                     Pemerintahan
                                                    Kepala Desa &
                                                     Perangkat
                                                     Desa

                                                    BPD



Keterangan :
Pada saat mengadakan musrembangdes seharusnya melibatkan
masyarakat, swasta, pemerintah
 1. masyarakat
    - masyarakat umum
    - tokoh masyarakat
    - tokoh agama
    - oragnisasi masyarakatan
    - LSM
    - Akademisi desa
 2. Swasta
    - bisa melibatkan BUMDes
    - atau swasta lokal desa
 3. Pemerintah
    - kepala desa
    - perangkat desa
    - BPD



 Tahap Persiapan
Tahap Pelaksanaan




Tahap Pasca Pelaksanaan




       PERMASALAHAN UMUM DALAM MUSRENBANG
   •    Waktu Pembahasan yang terbatas, sehingga prakteknya lebih
        banyak bersifat formalitas
   •    Dana pendukung kegiatan terbatas
   •    Usulan kegiatan tidak selektif dan tidak matang, sehingga
        materi yang perlu dibahas sangat banyak
   •    Kriteria seleksi prioritas kegiatan seringkali tidak ada atau
        tidak dilakukan penetapan berdasarkan kesepakatan.
   •    Tidak adanya pagu indikatif sebagai koridor penetapan seleksi
        usulan kegiatan
   •    Peserta Musrenbang tidak selektif
   •    Proses Musrenbang belum dihadiri secara aktif oleh DPRD
                        • Tidak adanya Tim fasilitator yang handal
                    Kadang kadang ADD itu sudah dibuat sebelum musrembangdes dulu.
                    Kepentingan umum harus di dahulukan daripada kepentingan pribadi,
                    apakah mereka yang diundang itu sudah membawa apa yang di dapat
                    dari undangan tadi ataukah hanya datang dan tandatangan kemudian
                    dapat amplop.
                    Masyarakat apatis kenapa karena mereka bilang yang kemarin aja
                    belum dilaksanakan kenapa sekarang dibuat ypang lain lagi.

Peserta             Ketika mas hasan menjelaskan tentang yang ideal musrembang
                    kelihatanya hanya di daerah desa saja
                    Apakah itu ada untuk kota? Kumpulan fakta itu untuk pedesaan saja
                    atau untuk kota, dan itu hasil reset , pengalaman atau apa?
                    Di tingkat kab ada forum SKPD kalau kontek jakarta dari desa
                    langsunng propinsi, dan apakah di tingkat jjakarta ada forum SKPD
Fasilitator/hasan   Sebenarnya bukan dari pengamatan dari yang detail ini hanya kami
                    lakukan ketika bertanya-tanya dari berbagai desa dan masyarakat
                    dan mereka mengiyakan. Mungkin di kota-kota besar kesulitan
                    karena kita gak tau anggaran yang ada.
                    Persiapan sebelum musrembang itu sangatlah penting karena
                    anggaran dapat di samakan dengan usul dari musrembang tadi
Peserta             Tadi ada pemaparan kondisi yang ada dengan kondisi yang terjadi.
                    Kemudian solusinya apa?

Fasilitator/hasan   Solusianya semua harus bergerak dari desa sampai DPRd, yang kita
                    pertanyakan apakah ada kepentingan yang berpihak pada masyarakat
Peserta             Penting membangunkesadaran masyarakat desa untuk mensukseskan
                    musrembangdes?
                    1. partisipasi masy?
Fasilitator/hasan   Kita harus menyadarkan cara pandang masyarakat, biar musrtembang
                    itu tidak hanya formalitas.
                    Kita gunakan komunikasi personal dengan membangun cara pandang
                    masya
Peserta             Pertemuan ini kan ada tindak lanjutnya, yaitu mendorong masy
                    menuju perencanaan kibbla, bapak ibu yang dilatih kibbla
                    mengetahui, yang mengikuti tot ini juga di bekali cara teknis
Fasilitator/hasan   Kalau kemungkinan nanti team kesa jadi fasilitator itu lebih baik.
                    Materi musrembang itu kita kemba;likan ke masyarakat, jadi kita
                    belum tahu sebelum langsung berinteraksi dengan masyarakat, bahwa
                    kibbla itu tidak kalah pentingnya dengan kesehatan desa.
Pesertga            Untuk masalah kesehatan di desa itu kan ada 2 jalur bagaimana
                    formula yang tepat, padahal disitu ada posyandu, puskesmas itu juga
                    harus dipikirkan.
Fasilitator         Ada beberapa strategi yang dari sudah kammi terangkan tapi kami
                    belum mempunyai desing untuk melakukan itu, yang punya HSP
Fasilitator         Salah satu
Pak warman               1. Pramusrembang des
                         2. kegiatan puskesmas dengan tim kesa
                         Dengan team ini bisa memilah ini yang diprioritaskan sehingga
                         usulan tidak hanya usul ada sehingga team desa sudah punya
                         pegangan.
                         Mengenai kibbla sudah kami lakukan berkali-kali, dan saya
                         harapkan materi di buat simple yang terpenting dapat dipahami
                         dan dilaksanakan
                     Setelah kita melihat pemaparan dari pak hasan kemudian
                     memunculkan pesimisme dari peserta. Paling tidak kita harus
                     memotifasi ditingkat desa misalkan di tingkat kecamatan tidak
                     berhasil. Dengan mempertemukan dinas terkait ada celah yang dapat
                     kami masuki kususnya program kibbla. Saya berharap situasi itu bisa
                     dimanfaatkan oleh temen-temen. Mengapa kita harus melakukan
                     TOT dan selanjutnya itu mungkin yang harus di jelaskan, dan yang
                     paling penting kita harus berusaha, kalau tidak bisa di tingkat
                     kabupatan ya di tingkat kecamatan kalau masih belum berhasil kita
                     harus berusaha di tingkat desa
Peserta              Keinginan perencaan ditingkat desa itu mempunyai nilai tinggi
                     sehingga dapat ditampung ditingkat kec ataupun kabupaten. kira-
                     kira trik apa yang dapat diambil agar usul itu dapat dianggkat ?
Peserta              Sebenarnya bagai mana memprioritaskkan isue dan memberikan
                     pengutan yang prioritas ini. Yang terpenting bukan meningkatkan
                     anggaran untuk kibbla tapi harus mengetahui prioritas itu.

                     Seharusnya yang kita garap itu sebelum dan sesudah musrembang
                     sehingga perjalanan dan pengawalan itu akan berhasil. Yang
                     terpenting kita itu masuk dulu jangan pesimis, dan sebenarnya ini
                     adalah peluang lebih baik kita masuk dulu kemudian kita keluarkan
                     dari pada belum masuk sudah dikeluarkan dulu
Fasilitator/hasan    Bagaimana prioritas usulan ADD bisa didanai APBD
                                           Ishoma
                                    Jam 12.00 s/d 13.00
Fasilitator/sanusi   Setelah berdiskusi berdarah darah dengan mas hasan mari kita
                     refresh sebentar. Ternyata banyak temen yang pesimis dengan
                     musrembang yang proses nya begitu rumit sebelum ke materi
                     selanjutnya mari kita bersantai dulu,
                     Urutkan dari depan kebelakang berdasarkan umur monggo silahkan

                     Sekarang yang kedua tanggal kelahiran dari muda ke tua

                     Temen temen itu ada musik yang saya putar ini dari iwan fals

                     Bicara dengan desa kita bbandingkan lagu ini juga dari iwan falls

                     Lagu ini sengaja kami pilih untuk mengawal persoalan yang ada di
                     desa


Peserta                 -   Lagu yang pertama pembangunan desa masih terlambat
                            sehingga belum dapat menarik impian maysarakat desa
                        - Warning bagi anggota Wakil rakyat bahwa mereka adalah
                            wakil rakyat yang harus memperjuangkan rakyat
                     Yang terpenting bagaimana berbuat baik untuk desa
                     Lagu kedua
Fasilitator/sanusi   Ada pa tidak dari fakta sosial ini ada kaitanya dengan desa yang kita
                     dampingi

Peserta                 1. dessa itu punya kekuatan punya potensi yang kita pikirkan
                           bahwa desa itu lemah ternyata itu salah desa itu ternyata
                           mempunyai potensi yang mungkin bisa lebih dari yang kita
                           pikirkan

Fasilitator/sanusi                             Judul
                                    Analisis masalah dan potensi
                     Saya berharap saat ini ada tahapan
                        1. ajak masyarakat merasakan apa yang ada di desa tersebut
                        2. merangkum / mencoba melihat apa permasalahan yang ada di
                            situ kemudian kita coba merangkum untuk mencari solusi
                            bagi desanya


                     Cerita Dewi Anggraeni
                     Dewi adalah anak tunggal dari pak suswanto buruh tani di desa
                     Sumber Kencana, selepas SD dia melanjutkan ke SMP sampai kelas
                     2, karena jarak yang jauh, dan jalan rusak parah serta sulitnya
                     angkutan didesa itu sangat terbatas dan ongos yang sangat mahal. 2
                     tahun setelah keluar SMP dia dilamar oleh pemuda desa yang usianya
                     umur 19 tahun yang kerja di kota, setelah menikah dewi hamil
                     sedangkan bagio (suaminya) memilih kembali kedesa karena
                     pekerjaan di kota tidak mencukupi untuk hudupnya.
                     Dewi Saat hamil dia selalu memeriksakan diri ke bidan, yang
                     jaraknya 7 km dengan jalan makadam, karena bidannya rumahnya
                     ada di luar desa walaupun sekalikali ke dukun. Bidannya jarang
                     kedesa tersebut karena medan cukup parah dia pernah mengalami
                     keguguran saat melakukan kunjungan kedesa Sumber Kencana yang
                     menjadi tanggungjawabnya (bidannya lagi hamil anak kedua) didesa
                     Sumber Kencana juga juga ada dukun bayi Mbok Jum, dia menjadi
                     dukun bayi karena orang tuanya dulu seorang dukun bayi. Saat ada
                     masalah persalinan di malam hari atau musim penghujan karana
                     kondisi jalan yang rusak. Saat kandungan dewi hamper 9 bulan lebih
                dewi merasakan sakit mulai jam 8 malam, dia dibawa ke mbok jum,
                namun sampai dengan jam 2 pagi hari berikutnya tidak terjadi
                penambahan pembukaan, mbok Jum memberikan saran untuk dibawa
                di Bidan desa.
                Dalam keadaan sakit, dewi tidak mungkin dinaik motor, kendaraan
                satu-satunya milik warga adalah Truk, ayah dewi saat
                membangunkan yang punya kendaraan, kendaraan bias dipakai
                namun tidak ada sopirnya, akhirnya ayah dewi harus berlari untuk
                menemui sopir dipagi buta, dewi dinaikkan ke atas truck kerumah ibu
                bidan, bukan di Polindes karena polindesnya sepertinya lama tidak
                digunakan halaman banyak ditumbuhi semak belukar dan dalam
                ruangan pemeriksaan hanya terdapat dipan dan tikar yang sudah
                lusuh, setelah bertemu bidan (dan menunggu hampir 20 menit) dia
                dirujuk ke rumah sakit, lalu melahirkan seorang anak lakui-laki sehat,
                namun dewi mengalami pendarahan dan akhirnya jam 10 pagi dewi
                menghembuskan nafas. Dalam usia 17 tahun.
                diskusikan :
                   1. fakta yang terjadi di desa Sumber kencana

                   2. Apa masalah-masalah yang muncul di desa sumber
                       kencana?

                   3. bagaimana pendapat anda terhadap permaslahan di desa
                       sumber kencana

                   4. mengapa terjadi seperti itu?

                   5. Tawaran solusinya bagaimana?


Peserta         Peserta sedang mendiskusikan suatu persoalan yang telah ditulis oleh
                fasilitator dalam kertas
Peserta kel I   Fakta
                    - bidan desa sulit dijangkau dan menjangkau
                    - sulit trasportasi
                    - kondisi jalan rusak
                    - bidan tidak tinggal di desa
                    - dukun masih menolong persalinan
                    - polindes tidak layak
                    - ibu bayi tidak tertolong
                Masalah
                    - menikah usia muda
                    - bidan tidak di desa
                    - kesiap siagaan masyarakat kurang
                    - suami tidak bertanggung jawab
                    - belum ada pola kemitraan yang bagus antara dukun dan bidan
                    -   kebijakan tentang kesehatan yang berpihak pada mayyarakat
                        miskin dan desa terpincil belum ada
                    - desa siaga belum berjalan
                 Prihatin
                 ”turut berduka cita atas meninggalnya ibu dewi anggraini”

                 Solusi Pendek
                    - instruksikan bidan tinggal di desa
                    - membentuk desa siaga
                    - revitalisasi polindes
                    - kemitraan bidan dan dukun
                    - segera cari asi

Peserta kel II   Fakta
                    - ada kematian ibu setelajh melahirkan
                    - sarana kesehatan minim
                    - infrastruktur minim
                    - ibu hamil usia muda
                    - pendidikan dan ekonomi rendah
                    - ada dukun bayi
                 Masalah
                    - bidan tidak tinggal di desa
                    - polindes tidak berfungsi
                    - dukun bayi tidak dilatih
                    - pernikahan dini
                    - tidak ada sarana transportasi yang memadai
                    - terlambat penanganan
                    - tidak ada calon pendonor darah
                 Pendapat
                 Kurangnya perhatian pemda terhadap bidang kesehatan, ekonomi,
                 pendidikan dan infrastruktur
                 Mengapa
                    - kurangnya komunikasi antara aparat desa dengan pemda
                    - belum terpapar desa siaga
                    - SDM rendah
                    - Sumber daya kesehatan terbatas
                    - Kurangnya respon dari pemda
                 Solusi jangka pendek
                    - menempatkan bidan di desa
                    - melengkapi sarkes
                    - kemitraan bidan dengan dukun bayi
                    - menerapkan P4K di desa
                 Solusi jangka pankjang
                    - perbaikan insfrastruktur
                    - pengembangan pemberdayaan masyarakat
                    - penyusunan perdes tentang kesehatan/KIBBLA
Peserta kel III   Fakta
                     -    daerah terpencil
                     -    jauh dari akses pendidikan dan kesehatan
                     -    sarana transportasi sulit
                     -    polindes tidak dimanfaatkan
                     -    perkawinan usia dini
                     -    tidak ada ambulan desa
                     -    bidan tinggal 7km dr desa
                     -    dukun bayi tinggal di desa
                     -    dewi selalu memeriksakan diri ke bidan
                     -    pertolongan pertama oleh dukun
                     -    keterlambatan merujuk ke bidan

                  Masalah
                  Mati karena pendarahan

                  Bisa di cegah


                     -    Bidan tidak tinggal di desa
                     -    Terlambat mengabil keputusan dalm merujuk pasien
                     -    Akses transportasi rendah

                  Solusi
                     - jangka pendek
                            a. penempatan dan pengawasan pada bidan desa
                            b. ambulan desa
                            c. donor darah
                            d. kemitraan dukun dan bidan
                            e. desa siaga
                     - jangaka panjang
                     Perbaikan infrastruktur
Peserta kel IV    Fakta
                     - kematian ibu
                  Masalah
                     - bidan tidak berdomisili di desa
                     - pernikahan dini
                     - SDM rendah
                     - Sarana dan prasarana tidak memadahi
                     - Belum ada kemitraan dukun dan desa
                     - Belum ada sistem desa siaga
                  Pendapat tentang permasalahan
                     - permasalahan sangat komplek
                     Misal: ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, pendidikan, budaya
                              f. pengetahuan kesehatan kurang
                              g. akses informasi masyarakat kurang
                              h. perhatian pemerintah kurang
                     Jangka pendek
                        - polindes diaktifkan
                        - posyandu diaktifkan
                        - bidan tinggal didesa
                        - advokasi kedinas kesehatan
                        - kemitraan dukun dan bidan
                     Jangka panjang
                        - perbaikan infrastruktur
                        - tersedianya akses
                        - terbentuknya desa siaga
                        - meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan
                        - pelatihan bidan, kader
                        - kerjasama dengan KUA
                        - diterbitkan perda tentang KIBBLA
                        - supervisi dari pemerintah
                        - peningkatan anggaran kibbla
Peserta kel V
Fasilitator/sanusi   Kita buat acara dengan istillah ngopi bareng ada yang menunggu
                     warung tersebut kemudian tanyakan menu kepada penunggu warung
                     tersebut maksutnya menjelaskan apa yang telah diskusikan dengan
                     anggota kelompok tersebut kepada pengunjung warung anda.
Peserta              Sedang menjelaskan pada pengunjunng tentang permasalahan, fakta,
                     solusi yang telah di musyawarahkan bersama anggota
Fasilitator          Saya minta penjual untuk
Peserta Penjual      Apapun pertanyaan pembeli bisa dilayani oleh penjual dan tidak
                     boleh membantah pembelinya,
                     kalau menurut kami belum ada kesiapan masyarakat desa dalam
                     kesiap siagaan desa dalam menolong KIBBLA
Peserta Pembeli
Peserta penjual      Fakta itu diambil dari kejadian yang terakhir masalahnya kematian
                     bayi.
                     Tadi sempat ditanyakan bidan tidak ada ditempat itu termasuk fakta,
                     setelah kita baca ternyata bidan tidak ada di situ, polindes tidak
                     difungsikan, jalan yang mengakibatkan kematian. Yang kita cari fakta
                     yang kritis itu yang kita ambil untuk menyimpilkan masalah

Peserta penjual      Perbedaaan pengertian dalam melihat fakta, kemujdian bilang
                     asumsi. Kelompok kami mengelompokkan semua yang terjadi
                     kemusiaan ini adalah situasi setelah itu kemudiaan permasalahan dari
                     sini bisa dilihat ternyata permasalahan itu seperti ini, dan itu bisa di
                     minimalisir kemudiian kami cari penyebab yang mengakibatkat bayi
                     itu mati di situ telah banyak di ceritakan mulai dari bidan yang tidak
                     ada di situ, kemudian polindes tidak di fungsikan, kemudian jalan
                     yang mengakibatkan terjadinya pendarahan
Peserta penjual      Fakta itu adalah bukti fisik kemudian masalah itu diangkat setelah
                     ada fakta.
                     Berangkat identifikasi masalah kami dari kematian ibu
Peserta Pembeli      Ketika kita dateng pembeli udah bilang jangan macem-macem,
                     faktanya pendidikannya rendah ketika saya tanya darimana itu dapat
                     informasi dan baris yang mana, ternyata beliau menerangkan seperti
                     ini- seperti ini tapi menurut kami itu bukan fakta

Peserta Pembeli      Saya jadi ingat filosofi pak gunawan batu dari banyak sisi kita bisa
                     melihat dengan baik. Mungkin sama yang dilihat batu tapi yang di
                     lihat beda sudut pandang
Peserta Pembeli      Setelah kita berkunjung ke 3 warung kopi saya melihat dari 3 penjual
                     tersebut ahli di bidang marketing yang luar biasa
Peserta Pembeli      Teman-teman cukup luar biasa dalam mempertahankan penjualannya
                     biasasnya kalau kami ke penjual bila mbak ini bumbunya kurang
                     sedikit beliau bisa menerima tapi disini ada yang ketika diingatkan
                     malah kekeh dengan pendirian nya
Fasilitator/sanusi                  Analisis Potensi dan Masalah
                     Tujuan sesi
                                i. adanya persamaan persepsi diantara partisipan tentang
                                    masalah
                                j. teridentifikasi dan terklarifikasi masalah dan
                                    kebutuhan
                                k. terumusnya program strategis dan pendukung dalam
                                    mengatasi permasalahan
                     Kita seringkali tergantung pada dana pada kebijakan sebenarnya kita
                     bisa laksanakan dengan tindakan aja. Tapi kalau kita bisa mengatasi
                     tanpa biaya tanpa masalah itu akan menarik.

                     Pandangan mayarakat tentang masalah
                         a. pandangan naive
                         b. pandangan perpective
                         c. pandangan transformatif-kesadaran kritis
                     Pandangan perspectif ini biasanya akan melihat pada ekonomi, orang
                     yang ditokohkan dll sehingga ketika keputussan itu dari mereka
                     karena ada dasar kedekatan, kaya, dll.
                     Saya berharap ada pandangan kritis, persoallan itu ada struktural,
                     sebenarnya ini adalah tanggung jawab negara, seringkali penguasa
                     merasa takut apabila ada yang kritis, karena merubah mitos itu sulit
                     bukan main dan apa bila bisa mengubahnya sangat luar biasa.
                     Kenapa bisa terjadi seperti itu karena ada kelompok tertentu
                     menguasai mental masyarakat

                     Sistem yang timpang bisa terjadi pada :
                         a. Akses dan penguasaan sumberdaya
   b. Pandangan tradisional akan peran suatu kelompok komunitas
      (misalnyakelompok tua, kelompok perempuan, terpencil, dan
      kelompok terpinggir lainnya)yang ditangani.
   c. Akses dan partisipasi pada pengambilan keputusan dan
      prioritisasi masalah yang ditangani.

Teknik analisis masalah
    a. pengumpulan masalah
    b. pengelompokan masalah
    c. kajian sebab akibbat suatu masalah
    d. menilai suatu masalah-prioritas
Ketika kita bisa mengelompokkan masalah kita akan bisa mencari
solusinya, kemudian mengkaji sebab akibat kenapa ya bidan nya
tidak ada di situ kenapa mungkin polindesnya tidak ada atau dinikahi
orang atau biaya untuk naik kesana biayanya mahal.
Diinfetaris semua masalah, masalah yang ada di desa kita eksplorasi
kita kelompokkan masalah itu, dari segi kebijakan atau kapitalis atau
apa yang terjadi di desa itu.

Identifikasi masalah bisa diarahkan untuk :
   a. Memahami ruang lingkup siatuasi sosial itu
   b. Bagaimana sistuasi sosial itu dialami dan dinilai oleh orang-
       orang atau fihak-fihak yang terlibat di dalamnya.
   c. Bagaimana para tokoh masyarakat menilai persoalan
       tingginya angka kematian bayi baru lahir, misalnya. Juga
       perlu mendapatkan gambaran bagaimana kelompok
       masyarakat yangmerasakan langsung (ibu-ibu). Dan sangat
       penting mengukur sikap pejabat pemerintah setempat
       mengenai situasi tersebut, dll.
   d. Bagaimana setiap kelompok dalam masyarakat ini melakukan
       tugas-tugas sehubungan dengan situsi tersebut
   e. Temukan        sumber-sumber,      pelayanan-pelayanan   atau
       kesempatan yang tidak memadai
   f. Ukur tingkat kegawatan siatuasi yang dihadapi oleh orang-
       orang itu. Ini merupakan bagian kuat dari pertimbangan
       memetakan masalah

Ini berkaitan dengan fakta karena kita bergaul dengan banyak orang,
gunakan material yang ada disitu untuk melihat scoring karena itu
berkaitan dengan rasa.

Tujuan kajian hubungan sebab akibat antara masalah-masalah
yang ada :
    Mengkaji masalah-masalah mana yang menjadi penyebab dari
      masalah yang Lain
    Mengkaji masalah-masalah yang paling banyak menyebabkan
     masalah lainnya, disebut sebagai AKAR MASALAH
    Mengkaji masalah-masalah mana yang menjadi akibat dari
     masalah yang lain


Kita harus memberdayagunakan yang ada di desa itu ini mungkin
hanya mereview karena didalam buku itu sudah ada.




Tips pemandu/fasilitator
                     Secara sosiologis, ada enam kriteria untuuk memahami masalah
                     sosial :
                          Ada perbedaan antara standard sosial dan kenyataan sosial
                          Penilaian tentang sumber masalah
                          Siapa menilai masalah (tingkat subyektifitas dan atas
                              kepentingan apa)
                          Perbedaan pandangan mengenai “apakah masalah itu memang
                              ada” dan
                          “anggapan umum bahwa masalah itu ada”
                          Kesadaran moral dalam memandang situasi
                          Persepsi masyarakat tentang masalah


                     Sampai sini mungkin ada yang perlu didiskusikan kembali
Peserta              Rata-rata itu terjadi perbedaan persepsi disini saja di kelompok kami
                     memiliki perbedaan persefsi tentang fakta/ masalah apalagi di tingkat
                     desa/masyarakat, menurut saya perlu diberikan perngertian mengenai
                     masalah dan sekil itu juga dilakukan rool ply sehingga mereka dapat
                     didorong untuk menghasilkan misalnya dengan menurunkan anggka
                     kematian bayi dan ibu bayi baru lahir
Fasilitator/sanusi   Mungki iya mungkin tidak, banyak hal yang dilakkukan tidak hanya
                     di dalam ruangan saja, tapi sebelum dan sesudah pertemuan atau
                     pelatihan seperti ini.
Peserta              Pada saat materi sebelum makan siang sudah strategi apa yang kita
                     lakukan di masyarakat, di kediri itu sudah ada 4 desa yang sudah
                     masuk musrembang dan 1 desa sudah nmengusulkan 15% ADD
                     untuk dana KIBBLA, sebenarnya dalam kondisi desa yang ada di
                     jugo, yang kepala desanya baru dan bidan yang sudah dikenal baik
                     oleh masyarakat, mereka bisa melakukannya musrebang dengan
                     mengajak instasi swasta dan sampai saat ini berjalan dengan baik
Fasilitator/sanusi   Saya pikir itu saya kembalikan ke moderator
                                                    Jam : 16.00
                     Selesai ....bersambung besok pagi
                                      Rabu, 26 nov 2008
                                     Dimulai pukul 08.00
                                                  Menu hari ini
                         1. Perumusan Isu dan Program Strategis
                         2. Lobby dan Negoisasi
                         3. Social Marketing
Fasilitator/sanusi   Mengjak peserta bernyanyi lagu kebangasaan
                     Kemudian mengajak permainan yang didalmnya berisi kenapa
                     terjadinya kematian pada ibu melahirkan?
Peserta              kenapa terjadinya kematian pada ibu melahirkan?
                                  a. komplikasi
                                  b. pendarahan
                                  c. infeksi
                                  d. anemia
                                  e. eklamsi
                                  f. kurang gizi
                                  g. terlambat pertolongan
                                  h. hamil usia muda
                                  i. takdir
                                  j. pernikahan dini
                                  k. mal praktek
                                  l. kecelakaan
                                  m. kurangnya pengetahuan ibu/malas ke posyandu
                                  n. jumlah dukun masih banyak/malahirkan di dukun
                                  o. bidan tidak bertempat tinggal di desa
                                  p. malnutrisi
                                  q. faktor resiko dini tidak diketahui ANC
                                  r.
Fasilitator/sanusi   Sekarang mendung mengelayut di kediri karena banyaknya ibu
                     meninggal saat melahirkan, permainan ini akan kami pimpin jika ada
                     kalimat eklamsi maka eklamsi berdiri... sekarang mulai
Peserta              Sedang bermain game dengan pertanyaan yang di berikan temannya
                     sesuai perintah fasilitator
Fasilitator/sanusi   Bapak ibu selama dua hari kita sudah diajari cara
                     membuat/memegang samapi mengarahkan senjata, ini sangat amat
                     dibutuhkan, peluru yang pertama itu adalah tahapan bagaimana
                     merencanakan musrembang kemudian dibawa dan di kawal samapi
                     ke SKPD kemudian dapat berjalan dengan anggaran yang ditetapkan.
                     Sebenarnya musrembanmg bukan satu satunya. Kita pernah coba
                     menggelitik anggota DPR dengan memunculkan simpang lima gumul
                     dengan keadaan kesehatan kabupaten kediri berapa yang di
                     anggarkan untuk pembangunan simpang lima gumul, ini kami
                     lakukan dengan teman-teman HSP. Dari tiga diskusi kemarin akan
                     kita bungkus bahwa bagaimana isu ini dapat dibunggkus sehingga
                    terlihat menarik, kenapa kibbla di munculkan padahal ada yang lain
                    yang tidak kalah pentingnya misalnya HIV AIDS, TBC, flu burung
                    dll. Kemasan isu itu penting kalau bisa di kemas sedramatis mungkin
                    sehingga didalam komunitas itu timbul kesadaran. Arah kita adalah
                    menggiring masyarakat ke arah tranformatif. Ada satu hal lagi
                    tentang potensi didalam merespon sebuah masalah, strategi. Kita juga
                    harus tahu kekuatan kita, kita juga harus memetakan siapa yang
                    berpengaruh secara formal dan informal juga apa yang
                    memungkinkan dalam desa itu untuk menjalankan program,
                    Ada cerita
                    Cerita tentang binatang : ada hidup seekor ikan gabus dan mereka
                    sangat bersahabat, ketika buah ada jatuh ke sungai karena kera tidak
                    bisa berenang kemudian minta tolong ke ikan gabus itu kemudian
                    ikan gabus itu memberikan buah itu ke kera kemudian suatu saat kera
                    memberikan informasi ke ikan bahwa sekarang hujan dan
                    sebentarlagi akan ada banjir nanti ikan gabus bisa hanyut kemudian
                    kera bilang kamu saya toong kamu berteduhlah di sini di bawah saya
                    setelah hujan itu berhenti kera melihat ikan itu diam tidak bergerak di
                    kira ikan itu tertidur pulas ternyata ikan itu mati, sang kera sangat
                    menyesal atas tindakan tersebut
                    Cerita ini dapat menggambarkan bahwa seorang fasilitator harus
                    tanggap pada situasi potensi dll
Fasilitator/hasan                            Judul
                               Perumusan Isu dan Program Strategis
                    Banyak cerita dari cak sanusi, apa ada yang sudah pernah bagaimana
                    merumuskan masalah
Peserta             Ini pengalaman kami dari persoalan pribadi sampai ke masalah desa
                    tersebut, dan itu kami jadikan isu strategis saat musrembang
Peserta             Kita saat di DTPS sudah tahu di situ sudah ada mulai dari data
                    anggka sampai narasinya, dan hasil kegiatan itu kami lakukan
                    advokasi ke DPR kemudiaan di setujui oleh anggota DPR.
                    Dari data desa yang ada, kemudian kematian ibu lahir itu apa
                    penyebabnya dari situ kita bisa lakukan itu. Step by step kita mulai
                    dari data kemudian kita olah sedemikian rupa dan kita juga melihat
                    daerah atau desa itu.
Peserta/pasuruan    Kita pernah mengelompokkan masalah kemudian di klasifikasi,
                    setelah ditemukan isu yang setrategis kemudian isu ini dianggkat
                    sehingga ini bisa di prioritaskan.
Fasilitator/hasan   Penyebab kematian ibu saat hamil dan melahirkan?
                    Fasilitator mengidetifikasi penyebab kematian ibu saat hamil dan
                    melahirkan(peserta menjawab)
                                a. komplikasi
                                b. pendarahan
                                c. infeksi
                                d. anemia
                                e.   eklamsi
                                f.   kurang gizi
                                g.   terlambat pertolongan
                                h.   hamil usia dini
                                i.   takdir
                                j.   pernikahan dini
                                k.   mal praktek

                     Dari penyebab yang sudah di kumpulkan kemudian fasilitator
                     mendefinisikan penyebab yang mudah diatasi sampai yang paling
                     sulit diatasi, yang paling sering terjadi, dari situ muncul mana
                     masalah yang diprioritaskan yang harus cepat diselesaikan
                     Dari sekian pilihan/usulan dari peserta tadi ternyata bila diambil 3
                     prioritas ternyata di dapatkan
                         1. pendarahan
                         2. eklamasi
                         3. terlambat pertolongan
Peserta              Kecenderungan masyarakat indonesia kusus kususnya perempuan
                     sering kali mengikuti apa yang diinginkan laki-laki/suami, ketika
                     suaminya menginginkan pembangunan jalan ini akan menjadi beban
                     pada ibu tersebut padahal didalam musrembang tersebut tidak hanya
                     masalah kesehatan ibu dan anak saja tapi juga masalah yang lain
                     misalnya pembangunan jalan pendidikan dll.
Fasilitator/hasan    Ini bisa di siasati dengan berbagai strategi misalnya tanpa nama atau
                     seperti di bilik memilih
Peserta              Di masyarakat kan ada daftar keingginan, kebutuhan dsb
Fasilitator/hasan    Kita bisa memilih strategi yang diberikan pak sanusi tadi
                     Bisa dilakukan dengan komunikasi personal
Peserta              Jadi kita kelompokkan dulu kebutuhan di desa tersebut kemudian
                     diklasifikasikan menurut kebutuhan misalnya :
                         1. sarana dan prasarana
                         2. sosial kemasyarakatan
                         3. Pendidikan
                     Sehingga ini bisa diambil pengelompokan prioritas utama
Peserta              Jadi gini ketika musrembang des itu kan ada dana dari ADD dan dana
                     dari APBD
Fasilitator/hasan    Yang terpenting adalah dana desa dulu, dan ini yang dikawal ini
                     untuk membangun politisi lokal. Jadi yang di perjuangkan di tingkat
                     kecamatan dan Kabupatan itu dana di luar dana desa
Fasilitator/sanusi   Seharusnya di kepala kita itu pembangunan itu tidak hanya pada fisik
                     seperti pembangunan gediung atau jalan, seharusnya kita juga berfikir
                     untuk merubah perilaku di maysarakat bahwa kesahatan juga penting.
                     Sebenarnya ada persoalan sosialisai. Seharusnya kegiatan itu tidak
                     harus ketergantungan dengan anggaran.
                     Bapak ibu saya pikir strategi yang teknis ini ada strategi non teknis
                     yang harus juga kita gunakan.
Istirahat            9.30 sampai 10.00
Fasilitator/sanusi   Saya pikir yang utama adalah ada kesadaran bahwa masalah itu
                     dikelompokkan, kemudianaan apakah prioritas yang sudah
                     dikelompokkkan tadi sudah jadi isu strategis kemudian apakah itu
                     sedah ada sumber daya, sumber dana dan sumber alam yang ada
                     didesa tersebut. Apakah pernah denganr SWOT ini bisa di jadikan
                     strategi untuk mengerucutkan suatu masalah. Di depan bapak/ibu ada
                     mataplane nanti di bagi tiga lipatan
                          1. pertama di gambar cangkir
                          2. yang kedua di gambar burung
                          3. gambar organ vital
Peserta              Sedang mengerjakan tugas yang diberikan fasilitator berkaitan
                     dengan 3 hal diatas,
                     Kemudian peserta menempel kertas yang telah berisi gambar atau
                     jawaban.
Fasilitator/sanusi   Kawan-kawan sekali lagi saya sampaikan ada tiga tahapan yang harus
                     dimiliki fasilitator :
                          1. merasakan
                          2. menguraikan
                          3. merangkum
                     Ada kecenderungan kita cangkir pegangaannya di kanan padahal
                     yang harus kita lakukan sebenarnya bila pegangan itu di taruh di kiri
                     atau depan kan bisa jadi kalau seharusnya kita ingin merubah cara
                     pandang orang kita juga harus mengubah cara pandang kita sendiri.
                     Ternyata ketika kita melakukan sesuatu kita sering melakukan yang
                     termudah bagi kita.
                                            Tepuk tangan kita semua
                          Cari satu buah desa di sekitar kawan kawan kemudian cari SWOT
                          maksutnya kekuatan, kelemahan, tantangan, Peluang
Peserta               Kalau kita mau melakukan swot itu kan biasanya dalam organisasi
                     dan ini bagaimana cara meny SWOT baik dari luar maupun dari
                     dalam, maksutnya desa itu kita pandang sebagai institusi atau
                     komunitas
Fasilitator/sanusi   Bagaimana menurut taman-teman desa itu sebagai institusi atau
                     komuunitas atau bahkan keduaduanya bahwa desa sebagai institusi
                     dan komunitas bagiian dari institusi
Peserta              Menurut kami agar mudah mendenifisikan mana komunitas mana
                     institusi sehingga kami mudah untuk men SWOT
                     Didalam swot itu nanti kan keluaranya kan isu strategis, kira-kira
                     siapa gambarannya pemerintah desa tersebut atau yang mana
Fasilitator/sanusi   Nanti kita kan bisa kita pilah ini tanggung jawab kelompok atau
                     tanggung jawab pemerintah atau tanggung jwab perorangan, nanti
                     kita akan mendapat mnateri social marketing, ada advokasi, negoisasi
                     dll.
                                       Swot desa berkaitan dengan Kibbla
Peserta              Sedang berdiskusi untuk men Swot desa berkaitan dengan Kibbla
Peserta kel I     Kekuatan                          Kelemahan

                     -   infratruktur sudah bagus      -   SDm rendah
                     -   sudah ada polindes            -   Inkome perkapita rendah
                     -   sudah ada bidan desa          -   Peran perempuan kurang
                     -   gotongroyong kuat             -   Budaya hidup bersih dan
                     -   kepercayaan       kepada          sehat rendah
                         tokoh masyarakat tinggi       -   Ada persalinan yang
                                                           ditolong dukun padahal
                                                           di situ ada bidan desa
                                                       -
                  Peluang                           Ancaman

                     -  adanya perda kibbla            -   jauh dari rumah sakit
                     -  adanya dana ADD                -   rawan bencana
                     -  adanya lembaga donor           -   rawan KLB penyakit
                     -  tempat           praktek
                        mahasiswa
Peserta kel II    Kekuatan                          Kelemahan
                  SDM                               SDM
                     - ada kader posyandu               - rendah
                     - ada TKD                          - kader ada yang tidak
                     - ada pembantu PPKBD                  aktif
                     - ada motifator kesehatan          - dukun yang masih aktif
                     - ada BPD                          - ekonomi rendah
                     - ada     LPM,     TOMA,       sarana
                        TOGA                            - rendah
                  SARANA                                - posyandu rendah
                     - posyandu                         - anggaran kibbla tidak
                     - polindes                            ada
                     - poskesdes                    DANA
                  DANA                                  - insentif kader posyandu
                     - ada ADD                             rendah
                     - ada dana lain                    - anggaran untuk kibbla
                                                           tidak ada
                  Peluang                           Ancaman

                     -  adanya        perusahaan - susu dari newlee
                        newslee
                     - ada pembina desa
                     - BPS      bidan    praktek
                        swasta     dan    dokter
                        praktek swata
                     - Tranportasi mudah
Peserta kel III   Kekuatan                       Kelemahan
                    -   solidaritas msyarakat        -   bidan kurang aktif
                    -   tiem desa aktif              -   bidan tidak tinggal di
                    -   lurah peduli                     desa tersebut
                    -   posyandu aktif               -   komunikasi kurang
                    -   pertemuan rutin kaum         -   musrembang formalitas
                        perempuan                    -   anggaran kibbla turun

                 Peluang                           Ancaman

                    -   puskesmas dan dinkes         -   kebingungan masyarakat
                        sangat mendukung                 terhadap       banyaknya
                    -   PAD meningkat                    program kesehatan (mis
                    -   Banyak       perusahaan          : gardu sehati, poskeskel,
                        swasta                           kelsi)
                    -   Askes ke yankes mudah        -   dasolin kurang berjalan
                                                         karena ada jamkesmas
                                                     -   gencarnya promosi susu
                                                         formula

Peserta kel IV   Kekuatan                          Kelemahan

                    -   adanya bidan desa           - bidan desa kurang aktif
                    -   posyandu                    - pembinaan bidan desa
                    -   sarana prasarana cukup        kurang
                    -   adanya polindes
                    -   perangkkat          desa
                        mendukung
                 Peluang                         Ancaman

                    -  peranserta masyarakat         - kebiasaan melahirkan di
                    -  tim kessa terbentuk              rumah
                    -  keterlibatan        lintas    - pengetahuan           dan
                       sektoral (PKK, BKB)              perlatihan desa kurang
                    - ADD untuk posyandu             - kurang koordinasi antara
                       ada                              bidan desa dan bidan
                    - Bantuan HSP                       swasta
Peserta kel V    Kekuatan                         Kelemahan

                    -   partisipasi masyarakat       -   pelayanan bidan belum
                        tinggi                           optimalf
                    -   perangkat desa responsif     -   pendidikan masyarakat
                    -   ada           puskesmas          rendah
                        ”PONED”
                    -   akses           kesarana
                        kesehatan mudah
                    -   bidan domisili di desa
                      Peluang                            Ancaman

                         -   sarana          kesehatan      -      bidan dan dukun belum
                             ditambah                              bermitra
                          -  insfarastruktur ditambah         - masyarakat           lebih
                                                                   percaya kedukun setelah
                                                                   melahirkan
                                                              - penangannan melahirkan
                                                                   ke dukun
Fasilitator/sanusi   Ada hal yang harus jadi prinsip kekuatan dan kelemahan itu
                     datangnya dari dalam desa, kemudian peluang dan ancaman itu
                     datangnya dari luar desa tersebut. Cara boleh beda yang terpenting
                     muaranya itu kita bisa mendapatkanya, dengan berbagai macam cara
                     seperti yang telah dipelajari selama 3 hari ini.
Fasilitator/sanusi   Kriteria isu strategis
                         1. menyangkut orang banyak
                         2. memiliki potensi konflik yang cukup tinnggi
                         3. berdampak pada pencapaian tujuan
                         4. berdampak luas
                         5. menyangkut keterdesakan untuk segera di selesaikan
                         6. ketersediaan SDM dan Dana
                         7. adanya tingkat kesulitan dalam penyelesaian
                     Apakah isu strategis itu harus memenuhi ke tujuh kriteria diatas itu
                     yang jadi pertanyaan saat ini sebelum kita melakukan alur itu.
                     Faktanya di sebuah desa seperti yang diceritakan dewi anggraini, bisa
                     juga ini pernah dialami kawan kawan di desanya.
                     Musrembang yang seharusnya jadi sarana dari tingkat desa itu
                     seharusnya tidak hanya formalitas, dan bagaimana agar itu bisa
                     dirubah maka kita harus membekali mereka dengan apa yang kita
                     dapat disini. Impeknya adalah orang banyak kalau masalah ini di
                     selesaikan atau malah akan jadi masalah jika ini tidak menyangkut
                     orang banyak. Ternyata platform Nov 2008 ini sudah ada untuk 2009
                     padahal musrembang baru akan dikerjakan januari.
                     Dampak mencapai tujuan : harus melihat tuujuan yang ada
                     Kekuatan institusi juga sangan berpengaruh, pilih 3 saja isu strategis
                     yang dapat dijadikan pertimbangan.

Peserta              Memilih 3 isu trategis untuk di munculkan
Peserta kel I        Isu strategis
                         - rendahnya kepedulian masyarakat terhadap ibu hamil
                         - rendahnya pengetahuan masyarakat terhadap kesehatan
                         - belum tertata sistem rujukan yang terencana

                     Program
                        - implementasi program desa siaga
                        - penyuluhan bersama tomas tentang kesehatan
                     -    membangun sistem rujukan yang melibatkan lintas sektor dan
                          pembentukan puskesmas PONED
Peserta kel II    Isu strategis
                      - tingginya kematian ibu melahirkan
                      - tingginya kematian bayi
                      - rendahnya pemberian asi eksklusif


                  Program
                      - optimilisasi desa siaga
                      - peningkatan pemberian asi eksklusif melalui IMD
Peserta kel III   Isu strategis
                      - anggaran kibbla rendah
                      - belum sinergi antar program kesehatan
                      - musrembang hanya formalitas

                  Program
                     - advokasi anggaran
                     - koordinasi, integrasi, sinkronisasi, dan sinergi antar program
                        kesehatan
                     - penguatan masyarakat untuk perencanaan KIBBLA melalui
                        musrembangdes

Peserta kel IV    Isu strategis
                      - Bidan desa tidak aktif maksutnya kurang pelatihan untuk
                          bidan desa sehingga yang melahirkan
                      - Kombinasi bidan swasta dan bidan desa kurang
                      - Rendahnya SDM (bidan)
                  Program
                      - Superfisi fasilitatif
                      - Pelatihan untuk bidan
                      a. APN
                      b. Pelaporan dan monitoring
                      c. Pelacakan kasus
                      - Pembinaan dengan bidan-bidan desa dan swasta
Peserta kel V     Isu strategis
                      - tingginya AKI
                      - masyarakat percaya palayanan dukun

                  Program
                     - MPRMPS
                     - Kemitraan bidan desa dukun desa

Peserta           Dari awal perumusan masalah sampai swot itu kan nanti akan
                  menghasilkan apa dan kemana? Sebab kita nanti kan masuk ke
                  musrembanng
Fasilitator/sanusi   Isu strategis itu dianggkat melalui melihat fakta kemudian
                     pengelompokan fakta setelah itu di identifikasi sebagai masalah lalu
                     kemudian kita coba di kelompokkan menjadi klasifikasi masalah
                     kemudian setelah itu kita tentukan prioritas masalah menurut hal
                     yang subyektif , dan apakan prioritas masalah itu bisa jadi isu
                     strategis, kemudian kita lihat potensinya yaitu SDA, SDM lalu kita
                     coba sekarang kerkuatan kita kelemahan ancaman dari luar dan
                     pelungan dari luar. Jadi SWOT dan potensi jadi bahan pertimbangan
                     untuk program strategis. Swot ini mmenjadi pertimbangan untuk
                     menentukan program tersebut.
Peserta              Prioritas itu kemudian timbul masalah setelah itu kita swot
                     Kami melihatnya ada yang terputus,
                     Apakah ini enaknya di jadikan studi kasus ?

Fasilitator/sanusi   Sebbenarnya swot itu bukan swot desa tapi swot desa.
                     Yang terpenting adalah temen-temen bisa menangkap alur, kemudian
                     memunculkan isu strategis
Peserta              Swot itu bisa kita gunakan untuk mengukur kekuatan kita dan
                     keleman yang ada kemudian melihat peluang dan ancaman sehingga
                     kita bisa menetukan isu strategis yang harus dimunculkan
                     Swot itu adalah salah satu cara untuk menyelesaikan masalah,
                     seharusnya kita harus tahu kita pada posisi dimana sudah siapkah
                     kita mengerak atau dengan kelemahan kita kita harus bertahan

                     Dari situ apa yang kita gunakan untuk memecahkan masalah disitu
                     dengan banyaknya anggka kematian             bayi kemudian kamu
                     munculkan program yang sudah di seleksi sehingga menjadi isu
                     strategis.
Peserta              Sebenarnya kalau sudah dapet masalah kemudian di infetarisir
                     kemudian di cari solusinya jadi tidak harus pakai swot bisa juga pake
                     pohon masalah atau yang lainnya. Sebenarnya kita kembali ke yang
                     paling sederhana seperti yang saya bisa didepan.
Fasilitator          Istirahat jam 12.15 sampai 13.25
Fasilitator/wahyu                               Judul
                                          Lobby dan Negoisasi
                  Bapak ibu nanti kita akkan bermain-main dengan kartu remi, nanti
                  tiap tiap kelompok akan mendapatkan 3 kartu dengan usaha
                  menyamakan 3 kartu yang sama.jenis-jenis daun ada kriting itu
                  terbawah, hati merah, wajik, diamon
                  Bila tiap kelompok sulit cari kartu seri buat kartu pararel mis : king
                  kriting, king hati, king wajik dsb
Peserta           Peserta sedang mencocokkan kartu yang dipunyai dengan yang lain
                  dengan peserta yang lain.. ternyata mereka menikmati permainan itu
Fasilitator/wahyu Aturanya begini siapa yang paling berani menunjukkan bahwa
                  kartunya adalah yang paling tinggi nilainya?
                  Saya inggin ada evaluasi dari beberapa peserta dari permainan yang
                  barusan kita lakukan

Peserta                      1. Dalam lobi itu apa mendapatkan apa dan memberi
                                kompensasi apa
                             2. unsur materi tentang negoisasi dan advokasi,
                                kerjasama team
                             3. proses negoisasi di sana ada ego kelompok dan
                                dimasuki strategi yang tidak fair ”penipuan”
                             4. BANK tidak sesuai dengan perjanjian
                             5. memintingkan ego pribadi/golongan melebihi yang
                                lain
                             6. diperlukan keterbukaan dan koalisi
                             7. penguasaan materi
                             8. menyerahkan pada yang ahli dibidanngnya


Fasilitator/wahyu Ada berapa kesempatan tadi? 2 jawab peserta

Peserta           Kesempatan
                     1. tukar kebang data
                     2. transaksi dengan kelompok lain
Fasilitator/wahyu Definisi negoisasi
                     - Negosiasi adalah suatu proses dimana dua pihak atau lebih
                         yang mempunyai kepentingan yang sama atau bertentangan
                         bertemu dan berbicara dengan maksud untuk mencapai suatu
                         kesepakatan.
                     - Negosiasi diartikan sebagai proses tawar-menawar dengan
                         jalan berunding untuk memberi atau menerima guna mencapai
                         kesepakatan bersama antara satu pihak (kelompok atau
                         organisasi) dengan pihak lain.
                     - Suatu cara untuk menetapkan keputusan yang dapat disepakati
                         dan diterima oleh dua pihak atau lebih untuk menyetujui apa
                         dan bagaimana tindakan yang akan dilakukan di masa
                         mendatang

                  Deskripsi
                      Relatif tidak terstruktur dan tidak ada ketua sidang
                      Tidak ada aturan prosedur yang baku
                      Tidak ada agenda yang baku atau sama; tiap-tiap pihak
                        memperjuangkan kepentingannya masing-masing
                      Melibatkan proses pembicaraan, mendengarkan dan
                        pengamatan
                      Tujuannya adalah untuk mencapai suatu kesepakatan yang
                        dapat diterima oleh kedua belah pihak
                      Proses negosiasi adalah milik pihak-pihak yang terkait: tidak
       dihadiri oleh pihak ketiga yang independen, kecuali jika
       negosiasi macet atau deadlock dan kemudian ditunjuk seorang
       konsiliator atau
   penengah untuk membantu dalam proses perundingan.
     Negosiasi selalu berakhir dengan kesepakatan; kedua belah
       pihak mungkin saja dapat menyetujui ketidak sepakatan yang
       terjadi.

Dalam negoisasi melibatkan
Melibatkan :
    Persuasi/bujukan untuk mencapai suatu maksud
    Kompromi yang konstruktif/membangun

Hasil-hasil negoisasi

   1.Kuadran Kalah-kalah (Menghindari konflik).
   - Cara mengatasi konflik dengan menghindari konflik
   - Mengabaikan masalah yang timbul
   - Kedua belah pihak tidak sepakat untuk menyelesaikan konflik
     atau menemukan kesepakatan untuk mengatasi konflik
  - Pihak –pihak yang terlibat tak terlalu ngotot.
  - Bisa di lakukan untuk potensi konflik yang ringan dan tidak
     terlalu penting.
Kuadran menang kalah (Persaingan)
  - Memastikan memenangkan konflik dan pihak lain kalah.
  - Menggunakan kekuasaan atau pengaruh kita untuk
     memastikan bahwa dalam konflik tersebut kita yang keluar
     sebagai pemenangnya.
  - Biasanya pihak yang kalah akan lebih mempersiapkan diri
     dalam pertemuan berikutnya, sehingga terjadilah suatu
     suasana persaingan atau kompetisi di antara kedua pihak.
  - Sangat tidak mengenakkan bagi pihak yang terpaksa harus
     berada dalam posisi kalah

> sebaiknya hanya digunakan dalam keadaan terpaksa yang
membutuhkan penyelesaian yang cepat dan tegas.

Kuadran kalah menang (mengakomodasi)
         - Kita kalah, mereka menang
         - Kita berada dalam posisi mengalah atau
            mengakomodasi kepentingan pihak lain.
         - Untuk menghindari kesulitan atau masalah yang lebih
            besar.
         - Upaya mengurangi tingkat ketegangan atau
            menciptakan perdamaian yang kita inginkan.
NB: Mengalah bukan berarti kita kalah, tetapi menciptakan suasana
untuk memungkinkan ketuntasan penyelesaian terhadap konflik yang
timbul antara kedua pihak. Mengalah memiliki esensi kebesaran jiwa
dan memberi kesempatan kepada pihak lain untuk juga mau
mengakomodasi kepentingan kita sehingga selanjutnya kita bersama
bisa menuju ke kuadran pertama.


Kuadran menang menang (kolaborasi)
  - Disebut juga dengan gaya manajemen kolaborasi atau bekerja
     sama
  - Adalah mengatasi konflik dengan menciptakan penyelesaian
     melalui konsensus atau kesepakatan bersama yang mengikat
     semua pihak yang bertikai.
  - biasanya memakan waktu lama karena harus dapat
     mengakomodasi kedua kepentingan yang biasanya berada di
     kedua ujung ekstrim satu sama lainnya.
  - Proses ini memerlukan komitmen yang besar dari kedua pihak
     untuk menyelesaikannya dan dapat menumbuhkan hubungan
     jangka panjang yang kuat.
  - Masing-masing pihak memahami dengan sepenuhnya
     keinginan atau tuntutan pihak lainnya dan berusaha dengan
     penuh komitmen untuk mencari titik temu kedua kepentingan
     tersebut.

Catatan :
”jangan pernah bernegoisasi karena takut, tetapi jangan pernah
takut untuk bernegoisasi”
Apa yang harus ada sebelum bernegosiasi?
     Keinginan/Komitmen      untuk     bernegosiasi.   Hal    ini
        mengindikasikan kesamaan persepsi kepentingan.
     Ada wilayah-wilayah potensial yang dapat dijadikan konsesi.
     Kedua belah pihak mempunyai wewenang untuk
        menyesuaikan posisi
     Masing-masing pihak mempunyai wewenang secara cermat
        posisi negosiasinya.


Jangan pernah bernegoisasi bila :

      Tidak memiliki kekuatan berunding
      Tidak memiliki sesuatu untuk dirundingkan
      Sasaran yang lebih luas dapat menjadi praduga yang salah
      Tidak mempersiapkan dengan baik
      Anda tidak mengetahui secara tepat apa yang anda inginkan
Struktur negoisasi

A.     Persiapan
B.     Diskusi
    Diskusi menandakan dimulainya proses negosiasi
C.     Perundingan (Tawar – Menawar)
    Perundingan mencakup pengajuan proposal atau usulan
       penawaran konsesi dan mengarah kepada suatu kesepakatan.
D.     Penutup dan Kesepakatan
    Di sini kedua belah pihak secara aktif mencari posisi menang-
       menang dan mencapai suatu kesepakatan yang dapat diterima
       bersama.
Persiapan
    Mengumpulkan informasi
    Menetapkan sasaran
    Menentukan prioritas
    Menelusuri tentang pihak lawan dan kasusnya
    Mengembangkan suatu strategi negosiasi
    Mengetahui keterikatan atau batasan mandat yang diberikan
       kepada anda
    Mempertimbangkan konsekuensi kegagalan

Mengumpulkan Informasi
   Prosedur,implikasi dari konsesi yang dibuat,dampak
     sosial,hasil yang pernah dicapai sebelumnya,situasi kompetitif
     internal, Indikator-indikator seperti sinergisitas, kelayakan,
     keadilan, pemerataan, sensitifitas,kemitraan, partisipasi dll.
   Pastikan ada bukti,fakta atau data yang mendukung


Menetapkan sasaran
   Mengapa kita melakukan negosiasi dan apa yang akan dibahas
      dalam negosiasi
   Membedakan sasaran yang bisa dicapai dalam semua situasi
      dengan sasaran individual
   Mempertimbangkan 3 posisi:
  1. ideal,
  2. target
  3. dan resisten/lawan

Menentukan prioritas
   Sasaran paling penting dan harus dicapai
   Masalah-masalah/issue yang kurang begitu penting yang
     mungkin dapat diangkat dan menjadi konsesi
   Urutan konsesi yang mungkin dapat dibuat dalam negosiasi
   Mempertimbangkan apa yang HARUS dan apa yang
      MUNGKIN
Menginvestigasi keadaan lawan dan kasusnya

    Mempertimbangkan sasaran dan prioritas yang mungkin
     diambil oleh pihak lawan
    Mempersiapkan tanggapan atas pertanyaan yang mungkin
     diajukan oleh pihak lawan.
    Memperkirakan kemungkinan komposisi tim negosiasi pihak
     lawan.
    Mengidentifikasi siapa pembuat keputusan utama di pihak
     lawan.
    Memperkirakan gaya atau cara negosiasi yang mungkin
     digunakan oleh pihak lawan.
    Mengidentifikasi asumsi Anda mengenai kasus pihak lawan
     dan mencari tahu tentang keabsahannya.

Mengembangkan situasi strategi negoisasi
   Persuasi sebelum negosiasi jika perlu (misalnya dengan
      menyebarkan beberapa informasi terpilih sebelum negosiasi )
   Menentukan taktik dan gaya yang akan digunakan selama
      negosiasi
   Menentukan kapan harus bersikap persuasif dan kapan harus
      bersikap kompromis
   Menentukan kapan harus bersikap kompetitif dan kapan harus
      bersikap kooperatif/bekerja sama.
   Menentukan siapa yang harus terlibat dan pembagian tugas
      dalam kelompok/tim negosiasi.
   Mengidentifikasi elemen-elemen dalam posisi pihak lawan
      yang mungkin dapat dijadikan konsesi
   Menentukan tempat negosiasi; di wilayah Anda, wilayah
      pihak lawan atau suatu wilayah netral
   Mengalokasikan waktu yang cukup untuk negosiasi
   Strategi harus fleksibel, untuk mengikuti situasi yang
      berkembang
Memilih tim negoisasi
  1. Kualitas pribadi dan kemampuan negosiasi
  2. Wawasan dan pengetahuan
  3. Kemampuan bekerja dalam kelompok
  4. Peran dalam negosiasi, seperti ketua tim, pencatat atau
      pendengar

Mengetahui keterikatan atau batasan mandat yang diberikan
   Memastikan bahwa anda benar-benar memahami kebijakan
     mengenai mandat kepada Anda yang berlaku pada saat itu
   Mengetahui kapan negosiasi harus ditangguhkan sehingga ada
     kesempatan untuk berkonsultasi dengan para anggota
   Memahami bahwa beberapa negosiator memiliki otoritas yang
     tidak terbatas
Mempertimbangkan konsekuensi kegagalan
   Memikirkan pilihan-pilihan yang ada jika negosiasi gagal
   Mempertimbangkan apakah lebih baik membuat konsesi lebih
     banyak lagi atau membiarkan konflik yang terjadi
     diselesaikan oleh pihak ketiga

Mempertimbangkan konsekuensi kegagalan dapat membangun
komitmen terhadap proses negosiasi

Diskusi
    Komunikasi
    Pertanyaan
    Analisis Signal
    Penyajian Argumentasi

Selama tahap diskusi tidak dibuat Penawaran dan Perundingan

Perundingan tawar menawar
    Siap untuk membuat konsesi-konsesi sebagai balasan atas
      tuntutan Anda
    Siap untuk bergerak dari posisi yang Anda tentukan
      sebelumnya
    Siap untuk memilah-milah paket proposal tuntutan Anda dan
      menyusunnya berdasarkan konsesi yang Anda berikan dan
      yang Anda terima
    Siap untuk mengaitkan konsesi-konsesi tersebut dengan
      kerangka waktu
Membuat kompromi bukanlah tanda dari kelemahan Anda,
kompromi adalah suatu komitmen terhadap proses negosiasi

Mengajukan proposal/penawaran
   Buat proposal/tawaran secara spesifik: jangan hanya
     mengeluh atau mengatakan Anda tidak dapat menyetujui
   Pengajuan proposal memaksa pihak lawan untuk
     berkonsentrasi pada kasus Anda
   Buat target yang tinggi pada proposal Anda: namun ingat
     bahwa target yang tidak realistis dapat membuat negosiasi
     menjadi gagal
   Menyatakan kondisi-kondisi secara spesifik dimana Anda
     dapat menerima suatu proposal atau membuat suatu konsesi
   Coba untuk lebih kreatif dalam pengajuan proposal tuntutan
     atau penawaran
Membuat konsesi
   Konsesi selalu diperjual-belikan/dipertukarkan jarang sekali
     konsesi diberikan tanpa memperoleh sesuatu sebagai
     gantinya.
   Menukar konsesi Anda dengan sesuatu yang nilainya sama
     atau lebih tinggi
   Jika Anda menawarkan konsesi pertama, konsesi tersebut
     harus kecil dan bersifat sementara. Hal ini mencegah:
  1. Menimbulkan kesan bahwa Anda memberikan lebih banyak
     dari yang anda miliki.
  2. Habisnya ruang konsesi yang Anda miliki.
   Konsesi pertama yang ditawarkan tidak terlihat sebagai tanda
     kelemahan.
   Tentukan tangal /waktu untuk menanggapi tawaran konsesi.
   Perjelas bahwa konsesi yang Anda buat adalah penawaran
     saat itu dan tidak dapat menjadi acuan untuk negosiasi di
     masa mendatang.
   Jangan terlalu cepat menerima konsesi dari pihak lawan,
     untuk menghindari kesan bahwa mereka telah menawarkan
     terlalu banyak.
   Jika membuat konsesi, jangan menyimpang dari bahasan
     pokok dalam negosiasi.


Penutupan dan kesepakatan
    Sangat jelas apa yang sebenarnya telah disepakati
    Mengajukan pertanyaan untuk memastikan bahwa Anda
      berbicara tentang hal yang sama
    Mendefinisikan lingkup kesepakatan (mis. Berlaku untuk
      siapa)
    Menulis apa saja yang sudah disepakati, kondisi-kondisi yang
      harus dipenuhi sebelum kesepakatan tersebut berlaku
    Mulai dengan kesepakatan setelah Anda puas dan pastikan
      bahwa kesepakatan itu jelas dan tidak bermakna ganda
    Memastikan bahwa apa yang disepakati berhubungan dengan
      kerangka waktu tertentu (tanggal berlaku dan jangka waktu
      kesepakatan)
    Menyetujui konsekuensi jika ada salah satu pihak yang
      melanggar kesepakatan tersebut
    Mempersiapkan prosedur penyelesaian perselisihan
    Memastikan bahwa sebuah kesepakatan untuk periode yang
      tidak ditentukan dapat menyebabkan bias pelaksanaan
      kesepakatan dimasa mendatang
    Tindak-lanjuti kesepakatan negosiasi untuk memastikan
      pelaksanaannya.
          Gaya dalam negoisasi
             Hubungan dengan pihak lawan untuk jangka panjang atau saat
                itu saja
             Kekuatan dan kelebihan pihak lawan
             Kekuatan dan kelebihan posisi tim Anda
             Penting atau tidaknya mencapai suatu kesepakatan

          Negoisasi kooperatif
               Menciptakan suasana saling menghargai dan percaya
               Memperjelas dari awal bahwa Anda menginginkan hasil
                   MENANG-MENANG
               Dimulai dengan mengidentifikasi masalah sebelum
                   mengidentifikasi pemecahan
               Mulai dengan masalah-masalah yang mudah untuk dicapai
                   kesepakatannya
               Bila mungkin, buat beberapa konsesi kecil yang dibagi
                   pembahasannya dalam negosiasi dibandingkan dengan sebuah
                   konsesi besar
               Hindari bahasan dan gesture tubuh yang defensif
               Bersikap fleksibel
          Negoisasi kompetitif
          - Sulit diterima,
          - Jika anda kuat saja,
          - Jangka waktu interaksi dengan fihak lawan
               Namun demikian, Anda mungkin harus menggunakan gaya
                   ini jika pihak lawan jelas-jelas tidak menginginkan negosiasi
                   kooperatif
               Dari awal tegaskan komitmen Anda terhadap posisi yang telah
                   Anda tentukan
               Indikasikan konsekuensinya jika Anda tidak memperoleh apa
                   yang Anda inginkan

          Rool play dengan membentuk kelompok dengan istilah J, P, C
          J : dusun turah air kumpul dengan dusun turah air
          P : turame kumpul dengan turame
          C : turahimpen kumpul dengan turahimpen
          Setiap kelompok tolong diskusikan yang sudah di berikan

Peserta   Mendiskusikan masalah yang ada di desa masing-masing.
          Dalam diskusi tersebut banyak ide muncul dari berbagai orang
          sehingga    sedikit    mengalami      gontok-gontokan     karena
          mempertahankan ide masing-masing. Setelah berbagai cara kemudian
          memunculkan satu ide didalam kelompok tersebut
Peserta   Sedang berdialog dengan kelompok lain yang membawa masalah
                  yang ada di desa mereka masing masing kemudian dianggkat seolah-
                  olah forum itu adalah musrembang sehingga bisa dibayangkan dari
                  berbagai strategi mereka lakukan mulai dari advokasi, kolusi, dan
                  strategi yang bagi mereka menguntungkan akan mereka lakukan bisa
                  di bayangkan betapa serunya dialog yang mereka lakukan.
Fasilitator/wahyu Sekarang kami beri waktu sambil coffe break silahkan membuat
                  lobby lobby
                  Hasil kesepakatan
                      1. operasional desa 10 juta
                      2. polindes 50 juta
                      3. peranggkat desa
                      4. pipanisasi
Fasilitator/wahyu Tadi terjadi debat sehingga turah impen terbawa arus pembicaraan
                  dari turame. Dengan teknik yang dimiliki sehingga turame dapat
                  mempengaruhi yang lain. Tepuk tangan buat kita semua.
                  Komunikasi itu melibatkan emosi, lisan, mata, gerakan.
Fasilitator                                     Judul
                                      Social Marketing

                  Apasih social marketing? Kenapa marketing buka seling ?
                      pemasaran sosial atau social marketing adalah terapan dari
                         teknik pemasaran bisnis ke dalam analisis, perencanaan,
                         eksekusi, dan evaluasi program-program organisasi nirlaba
                         yang telah didesain berdasarkan target individual dalam
                         rangka meningkatkan kesejahteraan personal, serta memenuhi
                         kebutuhan manusia secara sensitif dan memuaskan.
                      Aplikasi strategi pemasaran komersil untuk “menjual”
                         gagasan dalam rangka mengubah sebuah masyarakat,
                         terutama dalam manajemen yang mencakup analisa,
                         perencanaan, implementasi dan pengawasan.
                      Pemasaran sosial merupakan penerapan metoda dan teknik
                         pemasaran untuk mengatasi masalah sosial melalui
                         perubahan perilaku., Karena itu pemasaran sosial sarat
                         dengan unsur pendidikan bagi khalayak yang dituju supaya
                         dapat melaksanakan perilaku yang diharapkan

                  Bentuk-bentuk social marketing
                      Promosi
                      Menciptakan suasana yang dapat mempengaruhi pola pikir
                        untuk peduli
                      Edukasi dan informasi
                      Memberikan pengetahuan agar orang mengerti dan sadar
                        bahwa isu ini adalah isu bersama
                      Pemberdayaan
    Memfasilitasi masyarakat agar bisa melakukan tindakan
     preventif maupun tindakan pemulihan
    Dukungan
    Terbangunnya nilai baru di masyarakat bahwa turunnya
     AKI/AKB akan menyelesaikan 60% masalah kesehatan, jadi
     kegiatan kesehatan dalam Musrenbang adalah keharusan.

Prasyarat social marketing
    Partnership (kemitraan)
    Policy       (kebijakan)
Dan yang tak kalah penting adalah:
    Skill        (ketrampilan social)

Kemitraan
   menunjukkan bahwa praktik pemasaran social tak ada artinya
      apabila kemitraan tidak menjadi tujuan organisasi. Hal ini
      dikarenakan penekananya kepada masyarkat luas, langsung
      mempengaruhi perilaku dan kebutuhan/kepentingan target
      sasaran sebagai dasar pertimbangan.
   Untuk bisa mencapai tujuan, kita seringkali tidak bisa
      melakukannya sendiri-sendiri.
   Kemitraan tidak selalu dimaksudkan untuk mencapai tujuan
      bersama. Setiap terpenting adalah berbagi sumber daya dan
      saling menguntungkan.

Kebijakan
    Social marketing tak ada artinya apabila tidak diikuti atau
      dilanjutkan dengan upaya mendorong tersusunnya sebuah
      kebijakan.

Skill/ketrampilan social
    ini adalah alat yang memudahkan proses sosial marketing,
       terutama dalam mempertajam, menggali dan menganalisa
       secara komprehensif, isu – isu sosial dalam masyarakat.

Sebab-sebab segmentasi pasar
1.Kebutuhan yang berbeda
2.Pola pembelian/model pengambilan keputusan yang berbeda
3.Tanggapan yang berbeda terhadap penawaran/hal baru

Menentukan segmentasi pasar
   Menghitung dan menilai potensi keuntungan dari berbagai
     segmen yang ada
   Mengenali luas pasar yang akan dimasuki

Menyusun strategi pemasaran
    Strategi Pemasaran adalah pendekatan unit bisnis untuk
     mencapai tujuan perusahaan atau mencakup keputusan pokok
     target pasar, penempatan produk, bauran pemasaran dan biaya
     yang diperlukan.

Penentuan strategi
    Konsumen/sasaran yang akan dituju
    Perubahan/kepuasan apa yang diinginkan
    Marketing mix yang dipakai

Komunikasi public
Ada 2 yang ingin di penuhi:
   1. Komunikasi publik untuk kepentingan publik
   2. Keterlibatan publik

Sebab kegagaln komunikasi
    Publik dianggap kurang penting, hingga komunikasi public
      kurang berkembang.publik selama ini di wakili (atau
      diklaim)oleh sekelompok orang dalam aksi demo misalnya.
    Media massa sedang dalam transisi dari system otoriter ke
      libertarian.
    Komunikasi public sering tercampur dengan sosialisasi
    Pemasaran social sering tercampur dengan kegiatan
      kehumasan (public relation)

Opini public
“Saya melihat salah satu hambatan teman-teman dari organisasi
nirlaba, adalah arogan bahwa dirinya paling tahu permasalahan.
Padahal untuk bisa mengkomunikasikan gagasan untuk
menyelesaikan masalah publik, mereka harus melakukan
konsultasi publik dan lainnya.
Dengan membuka diri pasti lebih banyak yang
bisa didapat organisasi untuk merancang langkah-langkah social
marketing”.



Promosi tidak harus bikin jinggle iklan atau stiker dll, akan tetapi
apakah dalam analisis perencanaan itu akan mengubah paradigma.

Apa upaya itu bisa disebut sosial marketing ?

Dalam pemasaran itu ada sembilan element marketing, kita hanya
mengadopsi dari teori marketing, misalnnya kalau kita menjual
asuransi apa yang bisa      di jual oleh asuransi? Jasa akan
datang(mimpi) jawab peserta
                     Kelemahan dari NGO kita itu sok tahu, dari satu sisi itu bukan
                     konsultasi publik tapi sosialisai. Padahal konsultasi publik itu bisa
                     ada masalah kita lempar ke publik jadi tidak di putuskan sendiri.

                     Teknik yang paling bagus untuk fasitator itu bertanya dengan sopan,
                     misalnya gimana pak kabar ? sekarang lagi musim apa didaerah sini
                     bapak ? dll

                     Sosial marketing selaliu diandakan dengan penggalangan dana.
                     Biasanya nelayan kalau musim panen mereka akan mendapatkan
                     keuntungan yang luar biasa tapi seandainya waktu musim paceklik
                     mereka bisa-bisa jual motor untuk biaya hidup.

                     Sasaran pada sosial marketing
                         1. pengambil kebijakan(hearing)
                         2. pemanfaatan
                         3. pendamping(CBO, ESO, team kesa, TK)
                     Menentukan strategi sosial marketing harus berbeda tiap desa karena
                     kultur tidak sama.
                     Dalam komunikasi publik ada artikulasi, agregasi.

Istirahan                                          16.30
                                    Kamis, 27 Nov 08
                                Acara dimulai pukul : 07.00
                                               Materi hari ini
                                1. Micro Teaching
                                2. RKTL
                                3. Penutup
Peserta              Sedang mereview materi yang telah didapat dari awal mulai hari
                     senin, 24 nov 2008 sampai rabu, 26 nov 2008 (sampai akhir) dengan
                     metode peserta yang seolah –olah menjadi fasilitator didalam desa
                     masing-masing dengan audien team kessa
Fasilitator/sanusi   Kita belum menyampaikan audien kita maksutnya siapa audien kita
Fasilitator/hasan                                Judul
                                             Micro Teaching
Peserta              Berbagi pengalaman saja kami punya teknik agar peserta selalu fokus
                     dengan materi misalnya hai......halo....
Peserata dili        Apakabar bapak kepala desa, ibu bidan dan tim kesa
serdang              Sekarang sebelum kita masuk ke materi yang akan kita lakukan selam
                     3 hari ini. Marilah bapak ibu berdiri sebentar dan bernyanyi agar
                     lebih semangat dalam menyimak materi yang akan di berikan

                     Selamt siiang semuanya di sini kita akan buat perencanaan dengan
                     metode musyawarah untuk pembangunan desa kita, di
                     musrembangdesa nanti kita cari masalah yang paling diprioritaskan
                     untuk di bawa ke musrembang kecamatan dan nanti akan kita pilih
                     untuk memmpertahankan isu yang kita bawa dari desa, sesuai
                     undangan di sini ada bapak kepala desa, ibu bidan yang lebih tahu
                     tentang desa tentang kesehatan bayi bayi baru lahir dan ibu
                     melahirkan. Bapak Tolong paparkan apa yang perlu di perbaiki dalam
                     desa ini kususnya kesehatan ibu dan anak
Peserta yg lain      Di desa kami itu untuk jalan belum bagus atau rusak sehingga apabila
bertanya             ada yang melahirkan itu juga berdampak bagi kesehatan juga
                     sehingga misalnya pernah ada ibu hamil yang mau kebidan karena
                     jalan yang ada di desa kurang baik maka dari itu ibu tadi yang mau ke
                     bidan akhirnya terlambat dan meninggal, maka dari itu lebih baik
                     jalan itu diutamakan untuk dibangun sehingga masalah kesehatan di
                     desa ini bisa teratasi.
Peserta yg lain      Di desa kami yang belum ada ambulan desa, ini pernah ada kejadian
bertanya             anak baru lahir meninggal dikarenakan tidak adanya transportasi
Peserta              Terimakasih
diliserdang
Peserta yg lain      Harus ada kerjasama tim, tidak ada pencatatan yang jelas seolah tadi
menanggapi           kita hanya berdebat, seharunya kita akomodir fakta dan masalah yang
                     ada
                     Yang menjadi fasilitator belum mengarah ke semua peserta
Fasilitator/sanusi   Yang disalahkan jangan peserta seharusnya kita harus melihat apakan
                     posisi saya benar berdiri di sini. Jadi banyak faktor yang
                     mempengaruhi kita dalam proses di acara musrembangdes
                     kemungkinan ketemanan, saudara, tetanggan dll
Peserta yg lain      Masalah yang sudah muncul yang telah kami pilah adalah kematian
pasuruan             ibu bayi karena pendarahan. Setelah mempraktekkan sebagai
                     fasilitator kelompok ini juga mengajak peserta bermain game
                     Setelah melihat materi identifikasi masala kemudian mengumpulkan
                     dan masalah itu kita buat isu yang strategis, kemudian bagai mana
                     program ini bisa di sahkan di musrembang des sehingga di setujui
                     dan di anggarkan untuk isu nyang kita anggkan, sekarang kita belajar
                     lobby dalam materi ini, baik bapak kita coba akan lihat bagaimana
                     melobi misanya kita misalkan loby hotel yang di situ ada 2 pihak
                     kemudian ada kemungkinan di situ ada kesamaan atau mungkin juga
                     ada perdebatan. Sekarang bagaimana program tadi bisa di terima di
                     musrembang desa yaitu kemitraan dukun bayi dan bidan desa,
                     bagaimana apa yang akan bapak lakukan dan bicarakan sehingga ide
                     yang di munculkan bisa diterima didalam musrembangdes.
                     Yang kita butuhkan
                     1. data (data apa yang kita bawa misalnya ada berapa bayi meninggal
                     dalam satu tahun ini, ada berapa dukun yang melakukan persalinan )
                     sehinga dengan data tadi kita akan lebih mudah mengajak peserta/
                     mempengaruhi peserta sehingga tahu, paham dan isu yang kita bawa
                   akan mudah direspon
Fasilitator/sanusi Menurut saya 70 persen itu fasilitaor adalah persiapan yang 30 persen
                   itu yang lainnya, fasilitator harus punya science off humor, tapi
                   jangan terlalu berlebihan sehingga peserta akan menunggu humornya
                   bukan materinya, maksih selanjutnya. Pinginnya kita menyampaikan
                   bbanyak hal dalam waktu sedikit.
Fasilitator/wahyu Kita serahkan ke mashartono untuk memandu RKTL

Fasilitator
/hartono           Dari beberapa hal yang sudah kami buat di sini mungkin akan mudah
                   dipahami dan ini ada kertas tolong di isi, dan tolong teman-teman
                   HSP bisa membantu untuk memfasilitasi,

                                                RKTL
Peserta            Peserta sedang berdiskusi merumuskan rencana apa yang akan
                   dilakukan setelah/sepulang dari pelatihan ini.
Fasilitator/       Acara selanjutnya kami serahkanke pak karni
Hartono
Peserta/HSP        Dalam empat hari ini ada rasa sedih, senang campur dan nanti
                   penutupan akan langsung ditutup oleh koordinator HSP prop
                   jawatimur, kami mohon relawan untuk memberikan kesan dan pesan
                   selam 4 hari mengikuti pelatihan TOT penguatan masyarakat untuk
                   perencanaan pembangunan partisipatif
Peserta            Assalamualaikum wr wb yang saya hormati HRD prop jatim hsp dari
                   sumatra utara, dan yang hadir di sini, terima ksih HSP yang
                   memfasilitasi kami dan ini bisa jadi gebrakan kami di daerah kami
                   masing masing. Mohonlah kiranya kami minta maaf apa bila kami
                   ada yang salah, dan karena kami sebagian besar disini PNS dan ada
                   jenjang karir sehingga keberadaan sertifikat akan membantu kami
                   dalam memenuhi jenjang karir tersebut
Fasilitator        Seharusnya bukan apa yang kita dapat dari sini tapi apa yang akan
                   kita lakukan setelah pulang dari sini
Bapak. Glory       Saya kemarin hadir dan sebenarnya saya pingin sekali hadir full di
Koord. Prop        sini tapi karena ada ha yang tidak membolehkan kami hadir disini.
                   Hampir selama 2 hari ini kami mencoba mengupas habis modul yang
                   jadi materi hari ini, kami harap dengan fasilitator kawan kawan bisa
                   puas. Setelah melihat beberapa RTL ini saya baca dari pasuruan, 5
                   des 2008 ada pertemuan koordinasi, malang tanggal juga begitu, dan
                   tanggal yang dibikin disini itu memang bener-bener sehingga kami
                   bisa mengepaskan dengan scadul kita, HSP yang ada di sini nanti
                   hanya menjadi pendamping/suporter. Sehingga RTL di sini menjadi
                   RTL yang bener-bener terutama scadulnya. Terimakasih bapak
                   fasilitator, bapak warman, terutama bapak rismandi, tadi masalah
                   untuk dinkes masalah sertifikat, ketimbang nanti dibuat di sini hanya
                   saya yang tanda tangan lebih baik kita buatkan di pusat biar dapet
          tanda tangan dari pengurus pusat.
Peserta   Menutup acara dengan doa
          Di tutup jam 10.00




                    RENCANA TINDAK LANJUT
                                   KABUPATEN: DELI SERDANG

    Tahapan/              Tujuan            Pihak yg         Waktu         Tempat         Penanggung
     Kegiatan                                terlibat                                        jawab
Persiapan           Menentukan            Fasilitator yg   6 Desember    HSP Sei        Jefry (HSP)
Rapat persiapan     agenda, materi dan    dilatih di       2008          Baturata 14
pelatihan           proses                Kediri                         Medan
                                                                         Telp. 061-
                                                                         4567738
Pelaksanaan         Meningkatkan          12 bides         10-12         Grand          Ibu Suriati
Pelatihan           kemampuan             24 Timkesa       Desember      Antares/       (DHO)
Timkessa dan        Timkesa dan bides                      2008                         Bp. Jefry (HSP)
bides untuk                                                              Madani
penguatan                                                                Hotel
masyarakat untuk                                                         Medan
perencanaan
pembangunan
partisipatif
Evaluasi            Untuk mengetahui      Timkessa         Minggu III-   Di 12 desa     Lusiana NST
Evaluasi usulan     realisasi usulan      dan bides        IV                           Jefry
KIBBLA pada         KIBBLA pada
Musrenbang          Musrenbangdes



                                   RENCANA TINDAK LANJUT
                                    KABUPATEN: PASURUAN

    Tahapan/              Tujuan            Pihak yg         Waktu         Tempat         Penanggung
     Kegiatan                               terlibat                                         jawab
Persiapan           Pembagian tugas        Tim TOT         5             DinkesKab       Agus Eko
Pertemuan Tim       pelatihan                              Desemeber     Pasuruan        Suroso
Fasilitator         Undangan peserta                       2008
Pembuatan surat
undangan
Distribusi
Pelaksanaan         Penguatan              Tim             9-12          Grand Palace    HSP
Pelatihan           perencanaan tingkat                    Desember      Hotel Malang
Timkessa dan        desa                                   2008
bides untuk
penguatan
masyarakat untuk
perencanaan
pembangunan
partisipatif
Evaluasi            Mendokumentasikan      Tim             13            Dinkes          Tim
Laporan pelatihan   proses pelatihan                       Desember
                                                           2008
                                   RENCANA TINDAK LANJUT
                                    KABUPATEN: MALANG

     Tahapan/            Tujuan            Pihak yg          Waktu        Tempat         Penanggung
      Kegiatan                              terlibat                                        jawab
Persiapan            Desain pelatihan    Tim fasilitator   5 Desember   Dinkes         P. Joni + Tim
Pertemuan            Materi pelatihan                      2008
koordinasi
Pelaksanaan          Melatih Tim         Tim fasilitator   15-17        Batu, Malang   HSP dan Dinkes
Pelatihan Timkessa   kessa dan bides                       Desember
dan bides untuk      sebagai                               2008
penguatan            fasilitator dalam
masyarakat untuk     musrenbang
perencanaan          sebagai
pembangunan          negosiator dan
partisipatif         lobbier
Evaluasi             Evaluiasi proses    Tim fasilitator   Akhir sesi   Batu           Tim
Review               pembelajaran                          pelatihan
pelaksanaan          Penyampaian                           1 minggu
pelatihan            laporan hasil                         setelah
Penyusunan           kegiatan                              pelatihan
laporan
                                           DAFTAR PESERTA TOT
                PENGUATAN MASYARAKAT UNTUK PERENCANAAN PEMBANGUNAN PARTSIPATIF
                           Grand Surya Hotel-Kediri-Jawa Timur, 24-27 Nopember 2008


No         Nama        Institusi Asal           Alamat                 Telp           HP                 Email

 1.    Riswandi Koto   Dinkes Prop.     JL. HM Yamin no. 41 AA      061-4524550   085270304455   Riswandi_dinegeri_bada
                          Sumut                  Medan                                                i@yahoo.co.id
 2.    Frans Yosep     Dinkes Prop.     JL. HM Yamin no. 41 AA      061-4535320   081361311465   Franz_sitepu@yahoo.co.
       Sitepu             Sumut                  Medan                                                      uk
 3.    One             Dinkes Prop.     JL. A. Yani 118 Surabaya    031-8290481   08123031226      onewid@yahoo.com
       Widyawati           Jatim
 4.    Avianto         Dinkes Prop.     JL. A. Yani 118 Surabaya    031-8682725   081330670433   Avi@dinkesjatim.go.id
                           Jatim
 5.    Nuraisyah,       Dinkes Kab.     Jl. P. Sudirman 1 L.Pakan   061-7951849   081265901918
       SKM             Deli Serdang
 6.    Hartono           HSP HQ
 7.    Suriati          Dinkes Kab.     Jl. P. Sudirman 1 L.Pakan   061-7951849   08126638143
                       Deli Serdang
 8.    Iin Juliani      Dinkes Kab.     Jl. P. Sudirman 1 L.Pakan   061-7951849    0811604008
       Saragih         Deli Serdang
 9.    Lusiana          Dinkes Kab.     Jl. P. Sudirman 1 L.Pakan   061-7951849   081263301966
       Nasution        Deli Serdang
 10.   Abu Mahlil       Dinkes Kab.     Jl. P. Sudirman 1 L.Pakan   061-7951849   08126591527
       Siregar         Deli Serdang
 11.   dr. Dodi        IDI Kab. Deli    Jl. P. Sudirman 1 L.Pakan   061-7951849   08126564633      dodiisk@gmail.com
       Iskandar          Serdang
 12.   Agus Eko         Dinkes Kab.       Jl. Hayam Wuruk 14        0343-422267   08179613058      aekos@yahoo.co.id
       Iswahyudi         Pasuruan               Pasuruan
 13.   Suroso           Dinkes Kab        Jl. Hayam Wuruk 14        0343-422267   08123182279
                       Pasuruan                   Pasuruan
14. Sri Muryani       Dinkes Kab.           Jl. Hayam Wuruk 14       0343-422267    081555722440
                       Pasuruan                   Pasuruan
15. Anita Flora       Dinkes Kab.       Jl. Panji 120 Kepanjen-Mlg   0341-393730    081334162789
                        Malang
16. Dessy             Dinkes Kab.       Jl. Panji 120 Kepanjen-Mlg   0341-393730    08883838048
    Deliyanti           Malang
17. Joni Samsul       Dinkes Kab.       Jl. Panji 120 Kepanjen-Mlg   0341-393730     0817381506    jonimalang@yahoo.com
    Hadi                Malang
18. Gunawan           Dinkes Kab.       Jl. Panji 120 Kepanjen-Mlg   0341-393730    08155504834     gun_n4fi@yahoo.com
    Djoko U             Malang
19. Rurid              Madewa               Kromengan - Mlg                         08125232429
    Rusdianto, ST
20. Husnul H.          K3 Malang          Jl. Gading 48 Malang       0341-7653372   081553300557   Hoesnoel_57@Yahoo.co
    Syadad                                                                                                   m
21. Hasan Abadi,     YSI/Fasilitator    Jl. Welirang 44 Kepanjen-    0341-7001173   085549501601   Ys_indonesia@yahoo.co
    MAP                                            Mlg                                                       m
22. Wahyu            YSI/Fasilitator    Jl. Welirang 44 Kepanjen-    0341-7001173    0811353831    Wahyublar@Yahoo.com
    Trihariadi, ST                                 Mlg
23. Drs. Sanusi      Suar/Fasilitator    Perum. Chanda bhirawa       0354-7006447   08123767417    Suarkediri@Yahoo.co.id
                                        blok N no 12 Paron kediri
24. Ebi Yantiro           Suar           Perum. Chanda bhirawa       0354-7006447   0345-7084734     Ibe_q@yahoo.com
                                        blok N no 12 Paron kediri
25. M. Syah Sinar     HSP-Sumut                                      061-8443584    081362363636     ssrambey@jsi.or.id
    Rambey
26. Sri Utami          HSP-Jatim         Wisma Dharmala JL. P.       031-5320790     0811350263       sriutami@jsi.or.id
                                          Sudirman 101-103                          081336491810
                                              Surabaya
27. Sukarni            HSP-Jatim         Wisma Dharmala JL. P.       031-5320790    081333395740   Karni_net@Yahoo.com
                                          Sudirman 101-103
                                            Surabaya
28. Tyas Budi         HSP-Jatim      Wisma Dharmala JL. P.                   08155084083    Tyas_bh@Yahoo.com
                                        Sudirman 101-103
                                            Surabaya
29. Panca             HSP-Jatim      Wisma Dharmala JL. P.                   081553127597
    Ruthindari                          Sudirman 101-103
                                            Surabaya
30. Nugroho              HSP         Wisma Dharmala JL. P.                   081324088043   Kresno1a@yahoo.com
                                        Sudirman 101-103
                                            Surabaya
31. Endang               HSP         Wisma Dharmala JL. P.                    0816774095
    Susilawati                          Sudirman 101-103
                                            Surabaya
32. Jeffry               HSP         Wisma Dharmala JL. P.                                      jselv@gmx.net
    Sebayang                            Sudirman 101-103
                                            Surabaya
33. Arief Riyadi         HSP         Wisma Dharmala JL. P.                       0812
                                        Sudirman 101-103
                                            Surabaya
34. Evi Febriani      Mercycorps    Jl. Kemangselatan I No.3   021-7194948    0818856210         efebriani@
                                             Jaksel                                           id.mercycorps.org
35. M. Romli          Mercycorps    Jl. Kemangselatan I No.3                 08128473824    mromli@id.mercycorp.o
                                             Jaksel                                                  rg
36. Tri Widyastuti    Mercycorps    Jl. Kemangselatan I No.3   021-7194948    0811418180
                                             Jaksel
37. Saiful Anam C    Pokja KIBBLA     JL. Wahidin Pasuruan     0343-423691
    Sag                Pasuruan
38. Rusdianto            Pokja      JL. Dr. Soedarsono 211     0343-423691   08121623455
                                            pasuruan
39. Warman             HSP HQ
40. Aida Fitriati   Pasuruan