BUKU PANDUAN TEKNIS

Document Sample
scope of work template
							BUKU PANDUAN
   TEKNIS




    HOCKEY



               1
                             KATA PENGANTAR

ASSALAMU’ALAIKUM, WR. WB,


SALAM SEJAHTERA UNTUK KITA SEMUA, DAN
SALAM OLAHRAGA


BUKU    PANDUAN     TEKNIS   INI     DISUSUN    DAN     DITERBITKAN      DALAM     RANGKA
TERSELENGGARANYA PERTANDINGAN/PERLOMBAAN DENGAN LANCAR, TERTIB DAN
TERARAH SERTA MENCAPAI HASIL YANG OPTIMAL SESUAI DENGAN PERATURAN /
KETENTUAN       FEDERASI   INTERNASIONAL       YANG     BERLAKU     DAN    BERDASARKAN
PERSETUJUAN INDUK ORGANISASI CABANG OLAHRAGA UNTUK DIBERLAKUKAN DALAM
PON XVII/2008 DI KALIMANTAN TIMUR.


BUKU PANDUAN INI DISAMPING MEMUAT KETENTUAN TEKNIS PENYELENGGARAAN
PERTANDINGAN, JUGA MEMUAT BEBERAPA INFORMASI YANG DIPANDANG RELEVAN
DENGAN KEGIATAN PERTANDINGAN, CABANG OLAHRAGA PON XVII/2008.


KEPADA SEMUA PIHAK TERKAIT KHUSUSNYA SELURUH PESERTA AGAR DAPAT MEMAHAMI
DAN MELAKSANAKAN SEGALA KETENTUAN YANG TERTUANG DALAM BUKU PANDUAN
TEKNIS INI.


SALAH    SATU     TOLAK    UKUR    KEBERHASILAN        PON   XVII/2008    ADALAH    DAPAT
TERSELENGGARANYA PERTANDINGAN SETIAP CABANG OLAHRAGA DAN TERCAPAINYA
PRESTASI OLAHRAGA NASIONAL YANG DAPAT DIBANGGAKAN. UNTUK ITU, DIHARAPKAN
DUKUNGAN SEMUA PIHAK DALAM MENSUKSESKAN PERTANDINGAN.


DEMIKIAN HARAP MAKLUM DAN TERIMAKASIH.


WASSALAMU’ALAIKUM WR. WB.




                              Samarinda,        Mei 2008
                   KETUA UMUM PB. PON XVII/2008 KALIMANTAN TIMUR




                                     Yurnalis Ngayoh



                                                                                       2
                       SUSUNAN PENGURUS KONI
                        MASA BAKTI 2007 – 2011

Ketua Umum                                : Rita Subowo
Wakil Ketua Umum I                        : Hendardji Soepandji
Wakil Ketua Umum II                       : Sri Sudono Sumarto
Sekretaris Jenderal                       : Rosihan Arsyad
Wakil Sekretaris Jenderal – I             : Nuranto
Wakil Sekretaris Jenderal – II            : Cahya Azis
Bendahara                                 : Budi Rustanto
Wakil Bendahara                           : Istiqlal Taufiq Syaifullah
Ketua Bidang Organisasi                   : Ngatino
Wakil Ketua Bidang Organisasi             : Arsyad Achmadin
Ketua Bidang Pembinaan Prestasi           : Mulyana
Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi     : Otte Ruchiyat
Ketua Bidang Litbang                      : S. Wimbo Hardjito
Wakil Ketua Bidang Litbang                : Sonny Teguh Trilaksono
Ketua Badan Audit Internal                : S. N. Suwisma
Kepala Biro Perencanaan Anggaran          : Oong S. Wiradinata
Wakil Kepala Biro Perencanaan Anggaran    : Eman Sumusi
Kepala Biro Media dan Humas               : Atal S. Depari
Wakil Kepala Biro Media dan Humas         : Firmansyah Gindo
Kepala Biro Promosi dan Pemasaran         : Juliari P. Batubara
Kepala Biro Umum                          : Santosa Jayaatmadja
Ketua Komisi Hukum                        : Umbu S. Samapaty
Wakil Ketua Komisi Hukum                  : Faisal Abdullah
Ketua Komisi Kerjasama dan Hubungan
Antar Lembaga                             : Djati Waluyo
Ketua Komisi Kesejahteraan Pelaku Olahraga : Kusnan Ismukanto
Ketua Komisi Pembibitan dan Pemanduan
Bakat                                     : Johansyah Lubis
Ketua Komisi Pendidikan dan Penataran     : Abdul Rauf
Ketua Komisi IPTEk Olahraga               : Dr. Ismeth S. Abidin
Ketua Pusat Data                          : Yuanita Nasution


                                                                         3
                      SUSUNAN PENGURUS KOI
                       MASA BAKTI 2007 – 2011

Ketua Umum                             : Rita Subowo
Wakil Ketua Umum                       : Indra Kartasasmita
Sekretaris Jenderal                    : Arie Ariotedjo
Wakil Sekretaris Jenderal              : Martina Widjaya
Bendahara                              : Ahmed Solihin


KOMISI
Athlete                                : Lukman Niode
Women and Sport                        : Jetty R. Pattiasina
Olympic Solidarity                     : Djoko Pramono
Sport and Environment                  : Utut Adianto
Ethics                                 : Timbul Thomas Lubis
Cultural & Olympic Education           : Pusparani C. Hakim
Sport for All                          : Sumohadi Marsis
Medical                                : Dr. Leane Suniar




                                                               4
                    SUSUNAN PANITIA INTI
                      PB. PON XVII/2008

Tim Pengarah dan Pengawas          : KONI
Penasehat                          : - Muspida Kaltim
                                     - H. Suwarna AF
                                     - Drs. H. Herlan Agussalim

Ketua Umum                         :   Yurnalis Ngayoh
Ketua Harian                       :   H. Syaiful Teteng
Sekretaris Umum                    :   H. Ibnu Nirwani
Wakil Sekretaris Umum              :   H. Elmy Rustam
Sekretaris I                       :   A. Doeriat
Sekretaris II                      :   Fuad Asaddin
Bendahara                          :   Syafruddin AH.

Ketua I                            : H. Nusyirwan Ismail
Wakil Ketua I                      : H. Syaiful Gafur

Ketua II                           : H. Sulaiman Gafur
Wakil Ketua II                     : H. Zairin Zein

Ketua III                          : H. Syachruddin
Wakil Ketua III                    : H. Syahril Basran

Ketua IV                           : H. Achmad Amin
Wakil Ketua IV                     : RP. Siburian




                                                             5
Ketua Bidang Pertandingan          : H. Harbiansyah Hanafiah

Ketua Bidang Kesehatan             : Sutarnyoto

Ketua Bid. Sarana & Prasarana      : H. Awang Darma Bakti

Ketua Bidang Akomodasi dan
Konsumsi                           : H. Suwatno

Ketua Bidang Transportasi          : H. Adi Buchori Muslim

Ketua Bidang Keamanan              : Kepolisian Daerah Kaltim

Ketua Bidang Promosi               : H. Ichwansyah

Ketua Bidang Dana dan Usaha        : H. Abdurrachim Asmaran

Ketua Bidang Humas                 : H. Jauhar Effendi

Ketua Bidang Municipality dan
Hospitality                        : H. Arpan Zainal

Ketua Bidang Upacara dan Api PON   : H. Hamka Halek

Ketua Bidang Porcanas              : H. Kasyful Anwar As’ad




                                                                6
               SUSUNAN PANITIA INTI PELAKSANA
                 CABANG OLAHRAGA : HOCKEY

Ketua                   :   Ngadirin, S. Pd

Wakil Ketua             :   Agus Minsyah, SE

Sekretaris              :   M. Samsul Huda, S. PD

Wakil Sekretaris        :   1. Dedy Winarno
                            2. Ir. M. Ari Satriana R

Bendahara               :   Drs. Alimuddin, M. Ag

Wakil Bendahara         :   1. Hendra, SE
                            2. Firda Ningrum

Technical Delegate      :   T. Sahat Simbolon




                                                       7
I.   KETENTUAN UMUM
     1.   MAKSUD DAN TUJUAN
          •   Melaksanakan      Surat   Keputusan     KONI   Pusat,     tentang
              keikutsertaan Cabang Olahraga Hockey pada Pekan Olahraga
              Nasional XVII-2008
          •   Tindak Lanjut Kejurnas Hockey 2007 / Kualifikasi PON XVII
              2008
          •   Membina atlet-atlet yang berpotensi sehingga dapat berprestasi
              bagi bangsa dan Negara.


     2.   ISTILAH
          •   FIH              : International Hockey Federation
          •   KONI Pusat       : Komite Olahraga Nasional Indonesia Pusat
          •   KONI Prov        : Komite    Olahraga     Nasional      Indonesia
              Provinsi
          •   PON              : Pekan Olahraga Nasional
          •   SC               : Steering Committee
          •   OC               : Organizing          Committee         (Panitia
              Penyelenggara)
          •   TD               : Technical Delegate / Tournament Director
          •   TO               : Technical Officer
          •   UM               : Umpire Manager


     3.   NAMA KEJUARAAN
          Nama kegiatan ini adalah Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII-
          2008 cabang olahraga Hockey




                                                                             8
4.   TEMPAT & WAKTU PELAKSANAAN
     Waktu Pelaksanaan
     Tanggal                : 07 – 16 Juli 2008
     Tempat                 : Lapangan    Hockey   Sempaja,    samarinda,
                              Kalimantan Timur


5.   NOMOR-NOMOR YANG DIPERTANDINGKAN
     1.   Tim Putra
     2.   Tim Putri


6.   MEDALI YANG DIPEREBUTKAN
     1.   Medali Emas             : 2 (dua) Buah
     2.   Medali Perak            : 2 (dua) Buah
     3.   Medali Perunggu         : 2 (dua) Buah


7.   PESERTA DAN PEMAIN
     1.   Peserta adalah provinsi-provinsi yang telah lolos kualifikasi
          PON XVII-2008 yang diselenggarakan pada tanggal 17-25
          Nopember 2007, dibawah koordinasi KONI Pusat.
     2.   Apabila     ada   peserta   yang   mengundurkan     diri,   maka
          penggantinya ditetapkan oleh KONI Pusat / PB PON XVII
          2008 berdasarkan ranking berikutnya dari hasil kualifikasi
          PON XVII-2008
     3.   Sesuai hasil kualifikasi PON XVII-2008 dan Surat Keputusan
          KONI Pusat No. 13 Tahun 2008 tertanggal 1 Pebruari 2008,
          peserta PON XVII-2008 adalah :
          Tim Putera        : 1. KONI Provinsi DKI Jakarta
                              2. KONI Provinsi Papua

                                                                        9
                                 3. KONI Provinsi Jawa Barat
                                 4. KONI Provinsi Sulawesi Selatan
                                 5. KONI Provinsi Sumatera Utara
                                 6. KONI Provinsi Jawa Timur
                                 7. KONI Provinsi Papua Barat


                 Tim Puteri    : 1. KONI Provinsi Papua
                                 2. KONI Provinsi DKI Jakarta
                                 3. KONI Provinsi Papua Barat
                                 4. KONI Provinsi Sulawesi Selatan
                                 5. KONI Provinsi Jawa Barat


           4.    Tim Hockey putera dan puteri Provinsi Kalimatan Timur
                 otomatis lolos mengikuti PON XVII-2008, karena haknya
                 sebagai tuan rumah PON XVII-2008


II.   PERATURAN PERTANDINGAN
      1.   PERATURAN PERTANDINGAN
           1.1     Peraturan pertandingan yang digunakan berdasarkan pada
                  ketentuan yang diterbitkan oleh Federation Internationale de
                  Hockey (FIH) yaitu Rules of Hockey 2007-2008 (Peraturan
                  Hockey 2007-2008), dan telah digunakan pada KEJURNAS
                  HOCKEY 2007/KUALIFIKASI PON XVII TAHUN 2008
           1.2     Peraturan pertandingan ini akan dikirim oleh Panitia Besar
                  PON XVII-2008 kepada seluruh provinsi peserta yang lolos
                  kualifikasi PON XVII-2008 sekurang-kurangnya 2 (dua)
                  Bulan sebelum PON-2008.



                                                                           10
           Setiap peserata wajib mematuhi peraturan pertandingan
           PEKAN OLAHRAGA NASIONAL XVII TAHUN 2008.


2.   PERSYARATAN PEMAIN
     2.1   Pemain adalah atlet yang terdaftar di provinsi peserta dengan
           melampirkan persyaratan sbb :
           -        Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP)
           -        Terdaftar dalam atlet yang ditandatangani dan
                    disahkan oleh pengurus KONI Provinsi setempat
           -        Melampirkan foto ukuran 3 X 4 sebanyak 3 lembar
     2.2   Pemain adalah atlet yang telah terdaftar pada daftar pemain
           peserta KEJURNAS HOCKEY 2007/KUALIFIKASI PON
           XVII TAHUN 2008.
     2.3   Apabila ada tambahan pemain yang tidak terdaftar pada
           daftar pemain peserta KEJURNAS HOCKEY 2007 /
           KUALIFIKASI PON XVII TAHUN 2008,               atlet tersebut
           haruslah atlet provinsi peserta dan tidak terdaftar pada
           provinsi lain
     2.4   Setiap    keputusan   tentang   persyaratan   pemain     pada
           KEJURNAS HOCKEY 2007/KUALIFIKASI PON XVII
           TAHUN 2008 berlaku juga pada PON XVII-2008.
     2.5   Apabila salah satu persyaratan 2.1 s/d 2.4 tidak terpenuhi,
           atlet yang bersangkutan tidak dapat mengikuti PON XVII-
           2008




                                                                      11
3.   PENDAFTARAN PESERTA, PEMAIN DAN OFFICIAL
     3.1   Surat Pernyataan Kesediaan Mengikuti PON XVII-2008
           (Form A) harus sudah diterima oleh Panitia Penyelenggara
           paling lambat tanggal 7 Desember 2007.
     3.2   Setiap tim diperbolehkan untuk mendaftarkan sebanyak-
           banyaknya 16 (enam belas) pemain dan 4 (empat) Official.
     3.3   Tim Manajer harus memberi tanda pada formulir daftar
           pemain untuk 11 (sebelas) pemain inti (starting eleven) dan
           juga 5 (lima) pemain cadangan pada setiap pertandingan.
     3.4   Pendaftaran I (pertama) daftar Nama Pemain (Form B),
           Daftar Foto Pemain, Official (Form C), dan persyaratan
           administrasi   pemain    harus   diterima    oleh   Panitia
           Penyelenggara paling lambat tanggal 07 Desember 2007
           Perubahan masih dapat dilakukan sebelum pendaftaran II
           (kedua).
     3.5   Pendaftaran II (kedua)/ terakhir Daftar Nama Pemain (Form
           B), Daftar Foto Pemain,Official (Form C), dan persyaratan
           administrasi   pemain    harus   diterima    oleh   Panitia
           Penyelenggara paling lambat tanggal 06 Mei 2008.
     3.6   Pada saat Pertemuan Teknis (Technical Meeting), semua
           pemain yang terdaftar harus menyerahkan KTP asli untuk
           pemeriksaan.




4.   SERAGAM PEMAIN
     4.1   Setiap tim diwajibkan mendaftarkan 2 (dua) warna seragam
           berbeda (warna utama dan warna alternatif). Warna seragam
           meliputi :

                                                                     12
      -       Kaos
      -       Celana pendek / rok
      -       Kaos Kaki
      -       Kaos Penjaga Gawang
4.2   Penjaga gawang harus mengenakan kaos yang berwarna
      beda dengan seluruh pemain dari kedua tim.
4.3   Apabila menurut pendapat TD / TO, warna seragam yang
      dipakai kedua tim sama atau cenderung sama, maka tim yang
      disebutkan     namanya    terlebih   dahulu   dalam   jadwal
      pertandingan harus mengganti seragam tersebut dengan
      warna lain.
4.4   Setiap pemain dalam satu tim harus mengenakan nomor
      punggung yang tetap/ sama selama PON XVII-2008.
      -       Untuk seluruh pemain, nomor yang dikenakan harus
              dapat terlihat dengan jelas. Nomor tersebut harus
              tertera di punggung kaos (ukuran tinggi antara 16-20
              cm) dan di sebelah kiri celana pendek / rok (ukuran
              tinggi 7-9 cm).
      -       Khusus untuk penjaga gawang tidak wajib ada nomor
              di celana penjaga gawang.
4.5   Setiap tim harus menggunakan nomor kostum 1 – 20.
4.6   Kapten tim harus mengenakan tanda berupa ban kapten /
      pita.
4.7   Selama pertandingan :
      -       Seluruh pemain kecuali penjaga gawang harus
              mengenakan pelindung kaki (shin guard).
      -       Seluruh pemain harus berpakaian rapi dan sopan serta
              memasukkan kaos ke dalam celana pendek / rok.

                                                               13
           -         Penjaga gawang atau pemain lapangan (lihat butir
                     13.6) yang memiliki hak istimewa sebagai penjaga
                     gawang harus mengenakan pelindung kepala selama
                     pertandingan termasuk pada saat mempertahankan
                     penalty stroke.
           -         Pada saat melaksanakan / mengambil penalty stroke,
                     penjaga gawang atau pemain lapangan (lihat butir
                     13.6) yang memiliki hak istimewa sebagai penjaga
                     gawang dapat melepas pelindung kepala.
           -         Pada saat mempertahankan penalty corner, pemain
                     lapangan    diperbolehkan   mengenakan     topeng/
                     pelindung muka.


5.   KOMPOSISI TIM
     5.1   Setiap tim harus menyerahkan daftar pemain yang terdiri dari
           11 pemain inti (starting eleven) dan 5 pemain cadangan, 20
           menit sebelum pertandingan dimulai.
     5.2   Nominasi pemain dapat dipilih dari nama-nama pemain yang
           tercantum dalam daftar pemain.


6.   SISTEM PERTANDINGAN
     6.1   Pertandingan akan dilaksanakan dengan sistem ½ (setengah)
           kompetisi. Panitia akan membagi menjadi 2 (dua) Pool untuk
           kategori putera yang menggunakan seeded dari hasil babak
           Prakualifikasi PON XVII dan 1 (Satu) Pool untuk kategori
           puteri.
     6.2   Untuk kategori putera, setelah babak penyisihan pool, akan
           ada babak semi final dan final.

                                                                    14
     6.3   Untuk urutan I (pertama) dan ke II (dua) kategori puteri
           setelah selesai seluruh pertandingan, akan dilanjutkan dengan
           system Grand Final untuk menentukan juara I (satu) & Juara
           II (dua).
     6.4   Untuk urutan ke III (tiga) kategori puteri, adalah urutan
           dengan nilai ke III (tiga) tertinggi setelah selesai seluruh
           pertandingan, maka dinyatakan sebagai Juara ke III (tiga).


7.   SISTEM PERINGKAT
     7.1   Untuk Setiap hasil pertandingan diberikan nilai sebagai
           berikut :
           - Menang             :    nilai 3
           - Seri               :    nilai 1
           - Kalah              :    nilai 0
     7.2   Urutan pemenang berdasarkan jumlah nilai tertinggi.
     7.3   Jika jumlah nilai sama, maka urutan pemenang akan
           ditentukan berdasarkan hasil pertandingan kedua tim tersebut
           (head to head).
     7.4   Jika masih sama, maka urutan pemenang ditentukan
           berdasarkan jumlah kemenangan terbanyak.
     7.5   Jika masih sama, maka urutan pemenang ditentukan
           berdasarkan selisih gol terbesar (memasukkan-kemasukkan).
     7.6   Jika masih sama, maka urutan pemenang ditentukan
           berdasarkan jumlah gol memasukkan terbanyak.
     7.7   Jika masih sama juga, akan dilaksanakan kompetisi pinalti
           (penalty stroke competition).




                                                                        15
8.   KOMPETISI           PINALTI           (PENALTY         STROKE
     COMPETITION)
     8.1   Masing-masing Tim Manajer harus memilih 5 (lima) pemain
           yang terdaftar dalam lembar pertandingan (match sheet)
           terkecuali pemain yang terkena sanksi larangan bermain.
     8.2   Apabila selama pelaksanaan kompetisi pinalti (penalty stroke
           competition), pemain (baik pengambil pinalti atau penjaga
           gawang) yang terkena larangan bermain, pemain tersebut
           tidak dapat mengambil bagian pada saat pelaksanaan pinalti
           dan tidak bisa diganti. Apabila penjaga gawang yang terkena
           larangan bermain, pergantian diperbolehkan dari salah satu
           pengambil pinalti yang terdaftar. Pemain yang menggantikan
           penjaga gawang tetap dapat melanjutkan pengambilan pinalti
           dan pada saat mempertahankan pinalti harus mengenakan
           pelindung muka. Pemain tersebut diperbolehkan juga
           menggunakan peralatan penjaga gawang yang sudah
           disetujui.
     8.3   Wasit akan memilih gawang yang akan digunakan dan
           mereka akan mengundi bersama kedua kapten tim untuk
           menentukan tim mana yang akan melakukan kompetisi
           pinalti (penalty stroke competition) pertama.
     8.4   Tim yang berhasil memasukkan gol terbanyak akan
           diputuskan menjadi pemenang.
     8.5   Jika dalam pelaksanaan kompetisi pinalti (penalty stroke
           competition) berakhir dengan hasil sama, maka akan
           dilaksanakan kompetisi pinalti (penalty stroke competition)
           berikutnya dengan pemain yang sama pada seri sebelumnya.



                                                                     16
           Pemain yang dilarang bermain dapat digantikan dengan
           pemain yang lain.
     8.6   Kompetisi pinalti (penalty stroke competition) pada butir 7.5
           dilaksanakan dengan sistem “Sudden Death” dimana tim
           pemenang adalah yang mencetak gol lebih banyak dari
           lawannya dengan jumlah pengambil pinalti (pinalty stroke
           competition) yang sama.
     8.7   Apabila hasil masih sam juga, dilakukan lagi kompetisi
           pinalti (penalty stroke competition) dengan jumlah 5 (lima)
           pemain yang berbeda dari sebelumnya.
     8.8   Apabila hasil sama juga, dilakukan pengundian oleh wasit
           disaksikan oleh manajer kedua tim dan TD / TO.
     8.9   Selama pelaksanaan kompetisi pinalti (penalty stroke
           competition), seluruh pemain tetap berada di dalam lapangan
           pertandingan, dan berada diluar daerah 25 (dua puluh lima)
           yard, kecuali pemain dan penjaga gawang yang diarahkan
           oleh wasit atau petugas pertandingan untuk mengambil atau
           mempertahankan pinalti (penalty stroke).


9.   WAKTU PERTANDINGAN
     9.1   Setiap pertandingan terdiri dari 2 (dua) babak yang masing-
           masing berlangsung selama 35 (tiga puluh lima) menit untuk
           putra & putrid, istirahat selama 10 (sepuluh) menit.
     9.2   Apabila pada putaran kedua dan seterusnya, pertandingan
           berakhir dengan hasil yang sama maka akan diadakan
           perpanjangan waktu selama 7,5 menit X 2 dengan sistem
           “golden goal”. Tidak ada waktu istirahat pada saat



                                                                     17
          perpindahan babak. Jika hasil masih sama, maka akan
          diadakan kompetisi pinalti (penalty stroke competition).
   9.3    Pada saat babak I (pertama) atau babak II (kedua) berakhir,
          pelaksanaan pinalti korner (penalty corner) tetap dilanjutkan.
          Pelaksanaan pinalti korner (penalty corner) dianggap selesai
          jika :
          -        Terciptanya gol.
          -        Penyerang melakukan pelanggaran.
          -        Pertahanan       melakukan   pelanggaran   yang   tidak
                   menghasilkan penalty corner berikutnya atau penalty
                   stroke.
          -        Bola melintas lebih dari 5 meter circle.
          -        Bola melintas keluar circle untuk yang kedua kalinya.
          -        Bola keluar dari circle melewati garis belakang
                   (backline) oleh penyerang atau oleh pertahan dengan
                   tidak sengaja.
          -
10. PENGATURAN WAKTU
   10.1   Pengaturan waktu dilakukan oleh petugas meja pertandingan
          yang bertanggungjawab untuk memberikan tanda pada setiap
          akhir babak pertandingan (babak I & II).
   10.2   Wasit harus menyembunyikan peluit pada saat memulai,
          menghentikan atau memulai kembali permainan. Mereka
          juga harus memberikan tanda kepada petugas meja
          pertandingan setiap kali pemberhentian waktu dan juga pada
          saat memulai kembali permainanan.




                                                                       18
11. PENGHENTIAN / PENUNDAAN PERTANDINGAN
   Apabila wasit memutuskan untuk menghentikan / menunda
   pertandingan(karena       cuaca atau keadaan lain yang tidak
   mengijinkan), pertandingan tersebut akan dilanjutkan pada waktu
   dan tempat yang akan ditetapkan oleh Technical Delegate/
   Tournament Director, dengan ketentuan :
   - Pertandingan    harus   diselesaikan   /   dirampungkan    hingga
   memenuhi waktu yang telah ditentukan. Angka (score) pada waktu
   pertandingan dilanjutkan adalah kedudukan angka yang sama pada
   waktu penghentian / penundaan diberlakukan dengan susunan
   pemain yang sama sebelum penundaan.


12. KESALAHAN / KELALAIAN UNTUK BERTANDING
   12.1   Tim yang menolak untuk bertanding atau menyelesaikan
          pertandingan sesuai jadwal yang telah ditentukan, akan
          dinyatakan didiskualifikasi dari PON XVII-2008.
   12.2   Apabila suatu tim didiskualifikasi PON XVII – 2008, seluruh
          pertandingan yang telah dilakukan, dinyatakan sebagai tidak
          pernah dipertandingan, begitu juga terhadap jadwal yang
          belum dipertandingkan.


13. IJIN UNTUK MEMASUKI LAPANGAN PERTANDINGAN
   13.1   Tidak seorangpun kecuali para pemain dan kedua wasit yang
          mempunyai      hubungan     dalam      pertandingan    yang
          bersangkutan, dapat memasuki lapangan pertandingan
          selama pertandingan berlangsung, kecuali salah satu wasit
          mengijinkan. Ketetapan ini berlaku walaupun pemain / wasit
          dalam keadaan cedera.

                                                                   19
13.2   Setiap   tim   yang      bertanding,   hanya     diperbolehkan
       mendudukkan sebanyak–banyaknya 9 (sembilan) orang pada
       bangku cadangan yang telah disediakan untuk regu yang
       bersangkutan (5 pemain cadangan dan 4 official yang
       terdaftar). Tim Manajer harus duduk pada bangku tersebut,
       dan ia bertanggung jawab atas tingkah laku dan tata tertib
       semua orang yang duduk dibangku tersebut.
       “ HANYA PELATIH YANG BOLEH MEMBERIKAN
       ABA-ABA / PENGARAHAN KEPADA PEMAIN YANG
       BERTANDING ”.
13.3   TO yang bertugas dapat memberikan peringatan kepada
       seluruh pemain dan official yang berada dibangku cadangan
       dikarenakan melanggar ketentuan yang berlaku.
       -    Apabila      peringatan   dikeluarkan     untuk   pemain
            cadangan berupa kartu kuning atau merah, maka
            pemain cadangan tersebut tunduk kepada ketentuan
            berlaku, sementara itu Tim Manajer/Pelatih harus
            mengeluarkan 1 pemain yang sedang bermain ditengah
            lapangan untuk menjalani hukuman yang berlaku sesuai
            dengan peringatan kartu yang dikeluarkan oleh TO.
       -    Apabila peringatan dikeluarkan untuk official berupa
            kartu kuning. Official tersebut tetap diperkenankan di
            bangku cadangan. Tim Manajer / Pelatih mengeluarkan
            1 (satu) pemain yang sedang bermain di tengah
            lapangan untuk menjalani hukuman larangan bermain
            sementara.




                                                                  20
       -    Apabila peringatan dikeluarkan untuk official berupa
            kartu     merah,     maka   official   tersebut   harus
            meninggalkan bangku cadangan.
13.4   Apabila ada pemain yang cedera, salah satu wasit yang
       bertugas akan memberikan aba-aba kepada tim medis yang
       telah disediakan oleh panitia untuk memasuki lapangan
       pertandingan untuk melakukan pengobatan pada pemain
       yang cedera.
13.5   Pemain yang cedera harus segera dibawa keluar lapangan
       dan apabila hendak masuk kembali ke dalam lapangan harus
       melalui area yang telah ditentukan (area pergantian pemain).
       Untuk penjaga gawang diperbolehkan memasuki lapangan
       melalui daerah yang dekat dengan gawang dengan memenuhi
       ketentuan yang berlaku.
13.6   Pada saat kejadin pemain tersebut cedera dan wasit akhirnya
       memutuskan untuk memanggil tim medis untuk memasuki
       lapangan, maka pemain tersebut harus segera dibawa keluar
       lapangan untuk mendapatkan perawatan dan dapat kembali
       bermain setelah waktu perawatan sekurang-kurangnya
       selama 2 menit terkecuali penjaga gawang. Apabila pemain
       yang cedera tidak dapat bermain kembali, Pelatih/ Manajer
       tim tersebut dapat segera mengganti pemain yang cedera dan
       langsung memasuki lapangan.




                                                                21
14. PENGHENTIAN / PENUNDAAN PERTANDINGAN
14.1   Setiap tim diperbolehkan untuk mengganti pemain selama
       pertandingan berlangsung kecuali pada saat penalty corner.
       Tidak ada pergantian pemain pada saat penalty corner kecuali
       penjaga gawang yang cedera dan tidak bisa melanjutkan
       pertandingan dapat segera digani oleh penjaga gawang
       pengganti.
14.2   Pergantian pemain dapat dilakukan hanya sebatas dari daftar
       pemain pada saat pertandingan tersebut.
14.3   Pemain yang sudah pernah diganti dapat kembali bermain sesuai
       dengan peraturan pergantian pemain yang berlaku (rolling
       subtitution).
14.4   Pergantian pemain harus dibawah pengawasan petugas meja
       pertandingan. Pemain pengganti harus menunggu pemain yang
       digantikan meninggalkan lapngan terlebih dahulu.
14.5   Pemain pengganti harus menggunakan papan pergantian pemain
       yang berisikan nomor punggung pemain yang akan digantikan,
       dan kemudian berdiri sambil memegang papan pergantian
       pemain di daerah terdekat dengan garis tengah lapangan (centre
       line).
14.6   Setiap tim dapat menggunakan pilihan bermain dengan
       -   10 pemain lapangan dan 1 penjaga gawang yang
           mengenakan perlengkapan pelindung yang lengkap dan
           warna kaos yang berbeda dengan timnya, atau
       -   10 pemain lapangan dan 1 pemain yang mempunyai hak
           istimewa    sebagai   penjaga   gawang    dengan    hanya
           menggunakan pelindung kepala dan mengenakan warna kaos
           yang berbeda dengan timnya, atau

                                                                  22
        -   11 pemain lapangan saja
14.7    Pemain yang menjalani hukuman larangan bermain sementara
        tidak   dapat     digantikan,   sampai   dengan   masa   larangan
        bermainnya selesai maka pemain tersebut baru digantikan.
14.8    Waktu permainan tidak akan diberhentikan pada saat pergantian
        pemain, kecuali :
        -   untuk pergantian yang cedera
        -   untuk pergantian penjaga gawang yang menggunakan
            perlengkapan pelindung yang lengkap saja.
14.9    Pemain yang terlibat dalam pergantian pemain harus memasuki
        atau meninggalkan lapangan melalui daerah garis tengah (centre
        line) lapangan.
14.10   Apabila kapten yang digantikan sementara, dia tetap bertugas
        sebagai kapten meskipun berada di bangku cadangan dan tidak
        perlu diganti oleh pemain yang berada di dalam lapngan.
14.11   Apabila pemain yang cedera mengeluarkan darah, maka pemain
        tersebut harus segera diganti. Pemain tersebut dapat kembali
        bermain apabila darahnya dibersihkan dan lukanya dibalut.
        Apabila ada noda darah di kaosnya, maka kaos pemain tersebut
        harus diganti.
14.12   Penjaga gawang yang terkena hukuman larangan bermain dapat
        digantikan dengan penjaga gawang cadangan tetapi 1 pemain
        lapangan harus keluar dari lapangan. Atau dapat digantikan dari
        salah satu pemain yang berada di dalam lapangan.




                                                                      23
15.    TINDAKAN DISIPLIN
15.1    Peringatan dengan hukuman kartu bernilai sebagai berikut :
        - Kartu hijau             :    nilai 2
        - Kartu kuning            : nilai 4
        - Kartu merah             :    nilai 8
15.2    Berikut ini tindakan disiplin sehubungan dengan hukuman nilai :
        -   Nilai 8               : Hukuman           tidak      bermain      1
                                       pertandingan berikutnya
        -   Nilai 12              : Hukuman           tidak      bermain      2
                                       pertandingan berikutnya
        -   Nilai 16              : Hukuman           tidak      bermain      3
                                       pertandingan berikutnya
        -   Nilai 20              : Hukuman tidak bermain disisa jadwal
                                       pertandingan
15.3    Hukuman tidak bermain tersebut meliputi babak penyisihan dan
        semifinal.
15.4    TD mempunyai wewenang untuk menambah hukuman tidak
        bermain tambahan tergantung dari beratnya pelanggaran yang
        dilakuka.
15.5    TO yang bertugas mempunyai wewenang untuk mengeluarkan
        pemain cadangan atau official yang berada di bangku cadangan
        apabila melanggar ketentuan yang berlaku. Hal tersebut akan di
        laporkan lebih lanjut ke TD untuk ditindak lanjuti.
15.6    Pemain        yang   terkena     hukuman      tidak   bermain      tidak
        diperbolehkan duduk di bangku cadangan.




                                                                            24
16. KETENTUAN         SEBELUM,SELAMA                DAN         SESUDAH
   PERTANDINGAN
   16.1   30 menit sebelum pertandingan dimulai, tim yang akan
          bertanding sudah harus ada di tempat pertandingan.
   16.2   Daftar susunan pemain (entry form) sudah harus diserahkan ke
          meja panitia 20 menit sebelum pertandingan dimulai.
   16.3   Bila saat yang telah ditentukan untuk dimulainya suatu
          pertandingan, salah satu tim belum siap (baik jumlah pemain
          ataupun perlengkapan pemain), makan tim tersebut akan diberi
          peringatan dan ditunggu selama 10 menit, dengan paling sedikit
          pemain berjumlah 8 orang.
   16.4   Bila dalam waktu 10 menit yang telah diberikan, tim yang akan
          bertanding belum juga siap (butir 15.3),maka tim tersebut
          dinyatakan kalah WO dengan skor 0-5
   16.5   Kalah WO 2 (dua) kali, dianggap mengundurkan diri dari PON
          XVII – 2008 dan seluruh hasil pertandingan dinyatakan batal,
          baik yang sudah dipertandingkan maupun yang belum.
   16.6   Ketentuan minimal 8 pemain juga berlaku pada saat berjalannya
          pertandingan. Dalam keadaan terkena hukuman kartu kuning,
          kartu merah dan pemain yang cedera dan harus meninggalkan
          lapangan pertandingan, suatu tim yang hanya memiliki pemain
          dibawah 8 orang akan dinyatakan kalah. Pencatatan skor akhir
          pertandingan tersebut adalah sebagai berikut :
          -   Apabila tim A yang sementara sudah unggul dan kemudian
              dinyatakan kalah dengan kondisi disebutkan diatas,maka
              skor akhir pertandingan tersebut adalah skor akhir tim A
              ditambahkan selisih 5 untuk tim B. (Contoh : skor



                                                                     25
            sebelumnya untuk tim A unggul sementara melawan tim B
            dengan skor 7-1 dan kemudian skor akhir 7-12 untuk tim B)
        -   Apabila tim B yang sementara sudah unggul dan kemudian
            tim A dinyatakan kalah dengan kondisi disebutkan diatas,
            maka skor akhir pertandingan tersebut adalah skor akhir tim
            B ditambahkan 5. (Contoh : Skor sebelumnya untuk tim B
            unggul sementara melawan tim A dengan skor 1-7 dan
            kemudian skor akhir menjadi 1-12 untuk tim B)
16.7    Apabila karena sesuatu hal,salah satu tim tidak mau memulai
        atau meneruskan pertandingan, maka tim tersebut dianggap
        mengundurkan diri dari kejuaraan ini dan seluruh hasil
        pertadingan dinyatakan batal. Baik yang sudah dipertandingkan
        maupun yang belum.
16.8    Setiap tim diwajibkan menyediakan minimal 2 set kostum
        dengan warna yang berbeda. Kostum terdiri dari kaos,
        celana/rok,   dan kaos kaki (tidak diperkenankan berwarna
        dominan putih). Apabila tim yang bertanding menggunakan
        kostum hampir sama, maka tim pertama yang disebut pada
        jadwal pertandingan harus mengganti kostumnya.
16.9    Setiap tim akan mengenakan seragam yang telah disampaikan
        oleh tim manajer pada waktu pendaftaran dengan nomor
        punggung tiap pemain sama (tetap) dengan nomor pemain yang
        tercantum dalam daftar nama asli (entry form).
16.10   Setiap pemain wajib menggunkan pelindung kaki (shin guard)
        dan sepatu tidak diperkenankan berwarna dominan putih atau
        hijau.




                                                                    26
   16.11   Penjaga gawang harus menggunakan peralatan lengkap dan
           seragam harus berwarna lain dengan kedua regu yang bertanding
           dan legguard serta kickers tidak boleh berwarna putih.
   16.12   Stik yang digunakan adalah stik yang sesuai dengan standar
           yang telah ditetapkan dalam Peraturan Hockey 2007-2008
           (Rules of Hockey 2007-2008).
   16.13   Wasit yang memimpin pertandingan mempunyai wewenang
           untuk memberikan kartu peringatan kepada para pemain, baik
           yang sedang bertanding maupun pemain cadangan dan official
           yang berada di bangku cadangan. Sedangkan TO mempunyai
           wewenang memberikan peringatan lisan da kartu kepada pemain
           cadangan dan official yang berada di bangku cadangan.


17. PERANGKAT PERTANDINGAN (TD,TO,JUDGE,UM & WASIT)
   17.1    TD, TO, JUDGE, UM & Wasit ditetapkan oleh KONI Pusat dan
           mempunyai wewenang untuk melaksanakan kejuaraan ini dan
           bertanggungjawab penuh agar PON XVII-2008 ini berjalan
           sebagaimana mestinya.
   17.2    TO dengan persetujuan TD, mempunyai wewenang untuk
           mengeluarkan pemain dari satu atau beberapa pertandingan
           dalam    kejuaraan     ini,   yang   berkelakuan   tidak   pantas
           (misbehaved) baik sebelum, selama atau setelah pertandingan
           berlangsung.
   17.3    TD akan mengesahkan TO,Judge & Wasit untuk setiap
           Pertandingan.
   17.4    Setiap wasit yang akan memimpin pada PON XVII-2008, wajib
           mengikuti penyegaran wasit sesuai dengan jadwal yang telah
           ditentukan (lihat butir 21.1).

                                                                         27
   17.5   Seluruh TO & Judge yang bertugas pada PON XVII-2008, harus
          mengenakan celana panjang / rok berbahan kain berwarna hitam
          atau seragam yang disediakan panitia.
   17.6   Seluruh wasit yang bertugas pada PON XVII-2008, harus
          mengenakan celana panjang / rok berbahan kain berwarna hitam,
          sepatu berwarna gelap atau seragam yang disediakan panitia
          serta membawa perlengkapan wasit (peluit,kartu & jam tangan).


18. PROTES
   18.1   Apabila suatu tim hendak mengajukan protes pada akhir suatu
          pertandingan,    Tim    Manajer   yang      bersangkutan   harus
          menyatakan rencana protes tersebut, di bawah tandatangannya
          pada form laporan pertandingan.
   18.2   Tim Manajer yang mengikuti Technical Meeting yang berhak
          melakukan protes.
   18.3   Tim Manajer yang bersangkutan harus melakukannya dengan
          cara tertulis dengan menceritakan kronologis protesnya dan
          menyerahkannya kepada Technical Delegate/ Tournament
          Director dalam jangka waktu 10 (sepuluh) menit setelah
          pertandingan berakhir, dengan melampirkan uang sebesar Rp
          1.000.000,- (Satu juta rupiah).


          Apabila butir 17.2 dalam hal protes tidak terpenuhi, protes
          dinyatakan batal dengan sendirinya.


   18.4   TD akan memberikan keputusan secara tertulis dalam waktu 1
          (Satu) jam setelah menerima surat protes.
   18.5   Dalam keadaan apapun uang protes tidak dikembalikan.

                                                                       28
   18.6   Apapun hasil protes, tidak dapat merubah Skor Akhir
          pertandingan.


19. SANKSI HUKUMAN
   19.1   Pemain yang tidak memenuhi persyaratan peserta yang telah
          ditentukan, tidak dapat mengikuti PON XVII-2008.
   19.2   Penghinaan, perkelahian atau pemukulan wasit dalam suatu
          pertandingan atau diluar pertandingan, di lapangan atau diluar
          lapangan yang melibatkan satu atau dua pemain / official,maka
          pemain / official tersebut akan dikeluarkan dari sisa – sisa
          pertandingan PON XVII-2008.
   19.3   Jika yang terlibat sekaligus lebih dari dua pemain/officaial,maka
          timnya akan dikeluarkan dari sisa-sisa pertandingan,dan seluruh
          hasil pertandingan dinyatakan batal.
   19.4   Tim yang dikeluarkan dari kejuaraan ini,akan direkomendasikan
          oleh TD kepada KONI Pusat untuk diberikan sanksi.


20. KRITERIA MEDALI PON XVII – 2008
   20.1   Juara I mendapatkan Medali Emas
   20.2   Juara II mendapatkan Medali Perak
   20.3   Juara III mendapatkan Medali Perunggu


21. KETENTUAN TAMBAHAN
   21.1   Panitia penyelenggara PON XVII-2008 Cabang Olahraga
          Hockey,dibawah naungan dan tanggung jawab KONI Pusat
          /PB.PON.
   21.2   Panitia penyelenggara PON XVII-2008 adalah KONI Pusat
          dibantu oleh PB.PON XVII-2008.

                                                                       29
   21.3     Pihak penyelenggara hanya menyediakan transportasi lokal
            untuk setiap tim provinsi yang berjumlah 20 orang (16 pemain &
            4 official).


22. MEDICAL CONTROL
   Ketentuan pemeriksaan doping sesuai dengan peraturan dalam anti
   Doping Code Olympic Movement.Pemeriksaan doping akan dilakukan
   sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan diatur dalam “ Pedoman
   Pengawasan Doping dan Verifikasi Wanita “. Apabila seorang atlet
   menolak pemeriksaan doping atau terbukti bersalah melakukan
   doping,atlit tersebut harus dikeluarkan sebagai peserta PON XVII-2008
   sesuai dengan ketentuan sebagaimana tercantum dalam peraturan PON
   Pasal 9,sebagai berikut :
   22.1     Bila yang bersangkutan anggota regu pada nomor beregu, maka
            regunya dikalahkan dan yang bersangkutan dikelurkan sebagai
            peserta PON XVII-2008. Sedangkan anggota regu lainnya yang
            tidak terkena doping dapat mengikuti pertandingan / perlombaan
            pada nomor perorangan.
   22.2     Bila yang bersangkutan anggota cabang olahraga beregu, maka
            yang bersangkutan dikeluarkan dari regunya disesuaikan dengan
            ketentuan Induk Organisasi Cabang Olahraga tersebut yang
            mengacu pada ketentuan Cabang Olahraga Internasionalnya.




                                                                       30
23. PERTEMUAN TEKNIS DAN PENYEGARAN JUDGE & WASIT
   23.1    Penyegaran Wasit       :
           Hari / tanggal         : Kamis, 3 Juli 2008
           Waktu                  : 09.00 WITE – selesai
           Tempat                 : Ditentukan Kemudian
           Peserta                : Wasit
   23.2    Penyegaran Technical Officer dan Judge :
           Hari / Tanggal         : Kamis, 3 Juli 2008
           Waktu                  : 14.00 WITE – selesai
           Tempat                 : Ditentukan Kemudian
           Peserta                : Technical Officer dan Judge
   23.3    Pertemuan Teknis (Technical Meeting):
           Hari / tanggal         : Jumat, 4 Juli 2008
           Waktu                  : 16.00 WITE – selesai
           Tempat                 : Ditentukan Kemudian
           Peserta                : Manajer dan Pelatih


           Apabila peserta berhalangan hadir, maka dianggap telah
           menyetujui keputusan yang telah ditetapkan.




24. JADWAL PERTANDINGAN
   Dapat Dilihat Pada Halaman 34 di bawah ini.




                                                                  31
25. PENUTUP
   Panitia hanya menyediakan P3K untuk cidera ringan atau pertolongan
   pertama pada saat pertandingan.
   Segala Sesuatu yang belum tercakup dan tercantum dalam Panduan
   Teknis ini, akan diatur dan ditetapkan kemudian oleh Panitia dan akan
   disampaikan secara tertulis kepada masing-masing tim manajer.




                    Panpel Hockey PON XVII-2008
                           Kalimantan Timur




                                                                     32
     JADWAL PERTANDINGAN PEKAN OLAH RAGA NASIONAL XVII 2008
                       CABANG OLAH RAGA : HOCKEY

NO.     HARI, TGL      NO.PERT.   WAKTU      PERTANDINGAN   POOL    KET.
 1        SENIN           1       8:00:00      A1 vs   A2    A
 2      07 Juli 2008      2       9:30:00     B1 vs    B2    B
 3                        3       14:00:00    C1 vs    C2    C
 4                        4       15:30:00     C3 vs C4      C
 1        SELASA          5       8:00:00     C5 vs    C6    C
 2      08 Juli 2008      6       9:30:00     A4 vs    A2    A
 3                        7       14:00:00    B4 vs    B2    B
 4                        8       15:30:00    B3 vs    B1    B
 1         RABU           9       8:00:00     A3 vs    A1    A
 2      09 Juli 2008      10      9:30:00     C1 vs    C6    C
 3                        11      14:00:00    C5 vs    C2    C
 4                        12      15:30:00    B1 vs    B4    B
 1        KAMIS           13      8:00:00     A2 vs    A3    A
 2      10 Juli 2008      14      9:30:00     C3 vs    C6    C
 3                        15      14:00:00    C5 vs    C4    C
 4                        16      15:30:00    A1 vs    A4    A
 1     JUMAT              17      8:00:00     B2 vs    B3    B
 2     11 Juli 2008       18      9:30:00      C4 vs C1      C
 3                        19      14:00:00    C2 vs    C6    C
 4                        20      15:30:00    A3 vs    A4    A
 1        SABTU           21      8:00:00     B3 vs    B4    B
 2      12 Juli 2008      22      9:30:00     C5 vs    C3    C
 3                        23      14:00:00    C4 vs    C2    C
 4                        24      15:30:00    C3 vs    C1    C
 1       MINGGU           25      8:00:00     A1 vs    B2          Semi
        13 Juli 2008                                               Final I
 2                        26      9:30:00     B1 vs    A2          Semi
                                                                   Final II
 3                        27      15:30:00    C2 vs    C3    C



                                                                    33
1       SENIN         28       8:00:00       C6 vs   C4        C
2     14 Juli 2008    29       15:30:00      C1 vs   C5        C
1      SELASA         30       8:00:00        Kalah SF I           3 PA
                                                  vs
      15 Juli 2008
                                              Kalah SF II
1       RABU          31       8:00:00    Peringkat Akhir C1       Final PI
                                                  vs
      16 Juli 2008
                                          Peringkat Akhir C2
2                     32       14:30:00    Pemenang SF I           Final
                                                  vs
                                                                   PA
                                           Pemenang SF II

POOL A (PA)                POOL B (PA)           POOL C (PI)
A1 ………….                   B1 ………….              C1 ………….
A2 ………….                   B2 ………….              C2 ………….
A3 ………….                   B3 ………….              C3 ………….
A4 ………….                   B4 …………               C4 …………
                                                 C5 …………
                                                 C6 …………

Peserta Putra                    Peserta Putri
1. DKI Jakarta                   1. Papua
2. Papua                         2. DKI Jakarta
3. Sulsel                        3. Papua Barat
4. Jabar                         4. Sulsel
5. Sumut                         5. Jabar
6. Jatim                         6. Kalimantan Timur
7. Papua Barat
8. Kalimantan Timur




                                                                    34
Filename:            Hockey
Directory:           C:\Users\yanuwarsa\Documents
Template:            Normal.dotm
Title:               I
Subject:
Author:              User
Keywords:
Comments:
Creation Date:       28/05/2008 5:34:00
Change Number:       15
Last Saved On:       29/05/2008 8:18:00
Last Saved By:       Leny
Total Editing Time: 103 Minutes
Last Printed On:     15/06/2008 2:36:00
As of Last Complete Printing
    Number of Pages: 34
    Number of Words:         5.260 (approx.)
    Number of Characters: 29.985 (approx.)

						
Related docs