PETUNJUK PELAKSANAAN KEGIATAN

Document Sample
PETUNJUK PELAKSANAAN KEGIATAN Powered By Docstoc
					PETUNJUK PELAKSANAAN KEGIATAN PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI PERDESAAN BERBASIS KOMODITI HORTIKULTURA TAHUN 2008

DIREKTORAT PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN DIREKTORAT JENDERAL PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL PERTANIAN DEPARTEMEN PERTANIAN

1

KATA PENGANTAR Sehubungan dengan adanya Kegiatan Pengembangan

Agroindustri Perdesaan Berbasis Komoditi Hortikultura pada tahun 2008 terdiri dari 10 komoditas, dari total 55 paket, yang tersebar pada 20 Propinsi 54 Kabupaten, maka diperlukan pengelolaan anggaran maupun langkah-langkah operasional yang harus dilakukan secara profesional. Petunjuk Pelaksanaan Kegiatan Pengembangan Agroindustri Perdesaan Berbasis Komoditi Hortikultura Tahun Anggaran 2008 disusun untuk memberikan petunjuk dan pedoman secara umum tentang pelaksanaan program/kegiatan dan anggaran belanja kinerja Pengolahan Hasil Pertanian di tingkat Pusat maupun Daerah, dalam rangka pencapaian sasaran program pembangunan nasional secara lebih efektif, efisien, akuntabel dan terukur. Semoga Petunjuk Pelaksanaan ini dapat dipedomani dan menjadi sumber inspirasi dalam menyukseskan pelaksanaan program dan anggaran kinerja Pengolahan Hasil Pertanian. Jakarta, Februari 2008

Direktur Pengolahan Hasil Pertanian,

Ir. Chairul Rachman, MM

i

DAFTAR ISI
Halaman

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI 1 2 3 4 5 6 7 8 Pendahuluan Tujuan Sasaran Penerima Bantuan Pengadaan Spesifikasi Teknis Pembinaan Pelaporan

i ii 1 3 3 5 6 6 10 10

LAMPIRAN

ii

PETUNJUK PELAKSANAAN KEGIATAN PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI PERDESAAN BERBASIS KOMODITI HORTIKULTURA TAHUN 2008 1. Pendahuluan Sebagai negara agraris, lebih dari 60% penduduk Indonesia terdiri dari masyarakat petani dan buruh tani yang umumnya tinggal di perdesaan. Sebagian besar dari petani dan buruh tani tersebut hanya melakukan kegiatan di bidang budidaya pertanian. Berdasarkan data yang ada, tingkat pendapatan petani hanya berkisar antara Rp. 1,5 juta – Rp. 3,5 juta per kapita per tahun, sedangkan pendapatan pelaku usaha pada sektor-sektor yang lain dapat mencapai dua kali lipat atau lebih dari rata-rata pendapatan petani tersebut. Namun kenyataannya lebih dari 80% petani dapat dikategorikan miskin dan jumlah penduduk miskin di sektor pertanian tersebut adalah lebih dari 60% dari total penduduk miskin di Indonesia. Jumlah pengangguran di sektor pertanian sekitar 50 % dari total pengangguran terbuka. Dengan demikian maka bagi Indonesia, jika dikaitkan dengan pengurangan kemiskinan, lingkungan, pengurangan maka kondisi pengangguran, petani khususnya peningkatan masyarakat kesejahteraan rakyat, peningkatan daya saing dan kelestarian perdesaan pada umumnya saat ini merupakan maslah terbesar untuk dipecahkan sekaligus juga potensi terbesar yang dihadapi

1

petani dan masyarakat perdesaan dapat diselesaikan maka lebih dari separuh permasalahan mendasar bangsa akan terselesaikan. Kebijakan nasional yang memfokuskan kepada pemecahan permasalahan mendasar bangsa tersebut telah dicanangkan adalah Program Revitalisasi Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (RPPK). Prinsip pelaksanaan RPPK adalah menempatkan profit center berada pada petani. Hal ini merupkan paradigma baru pembangunan yang harus dikuti oleh semua pihak yang terkait. Salah satu kebijakan dan strategi operasionaldalam RPPK (sesuai Naskah Revitalisasi Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Indonesia 2005 yang diterbitkan oleh Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian RI) adalah pengembangan Agroindustri Perdesaan. Pengembangan Agroindustri Perdesaan pada dasarnya merupakan upaya pembangunan ekonomi masyarakat dengan berbasis pada kegiatan agroindustri unggulan sesuai potensi wilayah/kawasan yang bersangkutan. Dengan pengembangan agroindustri perdesaan akan menempatkan profit centre berada di petani/perdesaan, sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani/masyarakat di perdesaan, menyediakan lebih banyak lapangan kerja dan mendorong berkembangnya kegiatan ekonomi lainnya di perdesaan.

2

2. Tujuan Tujuan Kegiatan Pengembangan Agroindustri Perdesaan Berbasis Komoditi Hortikultura tahun 2008 yang difasilitasi melalui dana Tugas Pembantuan (TP) Ditjen PPHP adalah : a. Mengembangkan industri pengolahan skala rumah tangga dan kecil yang termasuk dalam klasifikasi Usaha Menengah, Kecil dan Mikro (UMKM) sebagai rintitsan penumbuhan agroindustri perdesaan di wilayah yang bersangkutan. b. Memfasilitasi hortikultura berkembangnya agar produktif usaha dan pengolahan efisien hasil sehingga

menghasilkan berbagai produk olahan yang memiliki nilai tambah dan daya saing. c. Mempercepat pertumbuhan ekonomi di perdesaan melalui pembentukan dan pengembangan agroindustri perdesaan berbasis komoditi unggulan daerah. 3. Sasaran Sasaran kegiatan Pengembangan Agroindustri Perdesaan Berbasis Komoditi Hortikultura pada tahun 2008 terdiri dari 10 komoditas, terdiri dari total 55 paket, yang tersebar pada 20 Propinsi 54 Kabupaten seperti terlihat pada Tabel berikut.

3

Tabel 1.

Distribusi Kegiatan Pengembangan Agroindustri Perdesaan Tahun Anggaran 2008

Komoditas No 1. Agroindustri Perdesaan Jeruk NAD (Aceh Tengah), Sumut (Tanah Karo), Riau (Inhil), Sumbar ( 50 Kota, Solok Selatan), Jambi (Muara Bungo), Jatim (Ponorogo), Kalsel (Barito Kuala), (TTS) 2. Mangga Jabar (Cirebon, Indramayu, Majalengka), Jatim (Bondowoso, Situbondo, Pasuruan, Probolinggo, Kediri) 3. Pisang NAD (Aceh Barat Daya), Sumut (Deli Serdang), Sumbar (Tanah Datar, Pasaman Barat), Bali (Buleleng), Kalteng (Kotawaringin Timur, Pulang Pisau, Kota Palangkaraya), NTT (Sikka, Ende) 4. 5. 6. Nenas Salak Cabe Jabar (Subang) Sumut (Tapanuli Tengah), Jateng (Magelang), Bali (Karang Asem) NAD (Simeleu, Aceh Gayo Lues), Lampung (Lampung Selatan), Gorontalo ( Bolango) 7. 8. Bawang Merah Kentang Sulteng Sumut (Donggala, (Tanah Jateng Banggai, Parigi 4 7 Moutong, Kota Palu) Karo, Simalungun), Bali Bengkulu (Rejang Lebong), Jambi (Kerinci, Merangin), (Gianyar) (Wonosobo), Bone 4 1 3 10 8 NTT 9 Propinsi, Kabupaten ∑ Paket

4

Komoditas No 9. Agroindustri Perdesaan Biofarmaka Bengkulu (Kepahiang), DIY (Kulon Progo), Sulut, (Minahasa Utara), Sultra (Buton, Konawe Selatan), NTT (Ngada), Papua (Keerom, Yakuhimo) 10. Melati Jateng (Tegal) 1 8 Propinsi, Kabupaten ∑ Paket

4. Penerima Bantuan Penerima bantuan kegiatan Pengembangan Agroindustri Perdesaan Berbasis Komoditi Hortikultura diidentifikasi oleh Dinas Kab/Kota yang bersangkutan dengan memperhatikan halhal sebagai berikut : a. Gapoktan jelas. b. Gapoktan yang mempunyai aturan organisasi (AD/ART) yang baku dan disepakati oleh seluruh anggota. c. Mempunyai dana operasional yang cukup dan manajemen usaha yang baik serta adanya pencatatan usaha secara teratur. d. Mempunyai sumber daya manusia (pengelola dan operator) yang memadai dan terampil e. Memiliki proposal kegiatan dan rencana penggunaan anggaran untuk mengembangkan usaha pengolahan hasil hortikultura yang berusaha dibidang pengolahan hasil hortikultura dan memiliki potensi dan prospek pasar yang

5

f.

Gapoktan yang memiliki kesulitan dalam mengakses sumber daya modal perbankan, teknologi dan informasi pasar

g. Lolos seleksi dan disetujui oleh tim teknis Dinas lingkup Pertanian Kab/Kota h. Bersedia mengikuti petunjuk/ pembinaan dari Dinas lingkup Pertanian. 5. Pengadaan Pengadaan/pembangunan unit pengolahan hasil hortikultura dilaksanakan oleh Dinas Kab/Kota pelaksana Tugas Pembantuan untuk kegiatan Pengembangan Agroindustri Perdesaan Berbasis Komoditi Hortikultura tahun 2008 berpedoman kepada Keppres 80 tahun 2003 beserta perubahannya sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan memperhatikan Pedum (Pedoman Umum) Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian serta Petunjuk Pelaksanaan Direktorat Pengolahan Hasil Pertanian. Pengadan alat/mesin melalui Pihak Ketiga diharuskan sekaligus dengan teknologi terkait yang diperlukan. 6. Spesifikasi Teknis Bantuan peralatan melalui dana Tugas Pembantuan, guna kelancaran pengembangan agorindustri perdesaan berbasis hortikultura meliputi pada beberapa lokasi dialokasikan peralatan bagi komoditas berikut (Spesifikasi rinci lihat lampiran).

6

Pengadaan peralatan dilaksanakan disesuaikan dengan jumlah dana Tugas Pembantuan dan komoditi olahan : Tabel 2.
No 1

Jenis Peralatan Pada Agroindustri Perdesaan Menurut Komoditas.
Produk Olahan Juice Sari Buah Instant Peralatan Mesin blanching Mesin juicer/blender Mesin pemasak Sterilisator Mesin cup sealer Mesin evaporator* Mesin pengemas* Keterangan * Utk Instant

Komoditas Jeruk

2

Mangga

Juice Sari Buah

Mesin blanching Mesin juicer/blender Mesin pemasak Sterilisator Mesin cup sealer

Manisan

Slicer Mesin pemasak (konsentrator) Mesin pengering Mesin pengemas

Puree

Mesin juicer/blender Mesin mixer Pasteurisator Mesin pengemas

3

Pisang

Keripik

Mesin perajang Vacuum frying Spinner Mesin Pengemas

7

No

Komoditas

Produk Olahan Sale

Peralatan Mesin pemipih pisang Pengukus Mesin pengering Mesin pengemas

Keterangan

4

Nenas

Juice Sari Buah

Mesin blanching Mesin juicer/blender Mesin penyaring (screener) Mesin pemasak Sterilisator Mesin cup sealer

Selai/jam

Mesin juicer/blender Mesin mixer Sterilisator Mesin pengemas

5

Cabe

Bubuk

Mesin pengukus Oven pengering Mesin Penepung Mesin pengemas

Saos

Slicer Mesin pengaduk (mixer) Mesin Penyaring Mesin Pemasak Mesin Pencuci Botol Pasteurisator Mesin Pengisi Botol Mesin Penutup Botol

8

No 6

Komoditas Bw. Merah

Produk Olahan Bw. Goreng

Peralatan Mesin pengiris/perajang Mesin penggoreng Mesin peniris minyak Mesin pengemas

Keterangan

Tepung

Mesin perajang Oven pengering Mesin Penepung Mesin penyaring (vibrator screen) Mesin pengemas

7

Kentang

Keripik

Mesin pengupas Mesin perajang Mesin penggoreng (vacuum frying) Mesin pengatus minyak Mesin pengemas

French fries

Mesin pengupas Mesin perajang Mesin pengemas Mesin Pembeku (freezer)

8

Biofarmaka

Minuman Instan Simplisia

Mesin perajang (slicer) Mesin pengering Mesin Penepung*

* Utk instan

9

Melati

Minyak

9

No 10

Komoditas Salak

Produk Olahan Keripik Slicer

Peralatan Mesin penggoreng (vacuum frying) Mesin pengatus minyak Mesin pengemas

Keterangan

Manisan

Slicer Mesin pemasak Mesin pengemas

Dodol

Mesin pemasak Mesin pengaduk Mesin pencetak dodol

7. Pembinaan Pembinaan dilakukan oleh Ditjen PPHP Departemen Pertanian, Dinas Propinsi dan Dinas Kab/Kota terkait, serta pihak pengembang/kontraktor (rekanan) yang ditetapkan oleh Dinas. Pembinaan meliputi baik aspek teknis maupun manajemen usaha. Penerima bantuan mempunyai kewajiban memelihara unit pengolahan hortikultura yang dibangun. 8. Pelaporan Kelompok penerima bantuan wajib menyampaikan laporan kepada Dians Kabupaten/Kota mengenai kondisi unit pengolahan hortikultura serta perkembangan usaha kelopok setiap 6 bulan

10

atau sewaktu-waktu bila ada permasalahan/perkembangan yang nyata (signifikan). Dinas Kabupaten/Kota wajib menyampaikan laporan kepada Ditjen PPHP dan Dinas Pertanian Propinsi mengenai kondisi pemanfaatan dana Tugas Pembantuan serta perkembangan usaha kelompok yang difasilitasi setiap 6 bulan atau sewaktuwaktu bila ada permasalahan/perkembangan yang nyata (signifikan).

11

LAMPIRAN

12

ALAT/MESIN PENGOLAHAN PISANG A. KERIPIK PISANG a. Mesin Perajang/Pengiris Pisang Bahan
   

Disk pisau Pisau Frame Hopper Posisi disk Penggerak

: Baja : Stainless Steel : Besi : Stainless Steel : Horizontal : Motor dinamo

  

Jumlah Pisau : 2 buah

b. Mesin Penggorengan (Vacuum frying)
Uraian Kapasitas (kg masukan / proses) Lama proses (menit) Type Bahan Bakar Pendingin Volume minyak goreng (liter) Kebutuhan LPG (Kg/jam) 5-6 kg 55-75 Horizontal otomatis sirkulai air 52 liter 0.2-0.3 Model 1 8-10 kg 55-75 Horizontal otomatis sirkulai air 70-80 liter 0.30-0.35 Model 2

LPG dengan kontrol suhu LPG dengan kontrol suhu

13

Uraian Kebutuhan daya (watt) Instalasi listrik rumah minimum Dimensi bak air Dimensi total Kelengkapan Garansi (bulan) watt)

Model 1 0,75 - 1 HP (600-750

Model 2 2 HP (1500 watt) 2200 watt/220V 182 x 122 x 65 cm 182 x 130 x 135 cm Sealer kemasan, pengaktus minyak (spiner), tool kit, 1 th

1300 watt/220V 182 x 122 x 65 cm 182 x 125 x 125 cm Sealer kemasan, pengaktus minyak (spinner), tool kit 1 th

c. Mesin Pengemas Pedal Sealer (Dengan Kaki) Power supply Power consumption Max. seal length Max. seal tickness Seal width Macine weight 110 V, 220-240 V/50-60 Hz 1 Phase 150 W 300 mm 2 x 0.15 mm 2 mm 8.6 kg

14

B. SALE PISANG Spesifikasi mesin pemipih sale pisang
    

Dimensi Penggerak Frame Transmisi Rol pemipih

: 130 x 70 x 120 cm : motor bensin 5,5 PK : Kanal U 5 : V belt, rantai : stainless steel 8 inchi dan 6 inchi

Pengering Sale Pisang / Manisan 12 Rak
      

Dimensi Frame Dinding Pemanas Temperatur Jumlah rak

: 70x50x160 cm : Pipa besi kotak 2,5 x 2,5 cm : Stainless Steel dan Alumunium : burner LPG : terkontrol : 12 buah

Distribusi panas : blower

Alat Pengering mini     Kapasitas Ukuran (pxlxt) Berat Pemanas : 5 rak @ 4 – 7 kg/rak per pengeringan : 1060 x 1040 x 1300 mm : 40 kg : Kompor minyak tanah, solar gas atau tungku kayu

15

ALAT PENGOLAHAN JERUK A. SARI BUAH JERUK 1. Mesin Juicer (blender) Spesifikasi mesin blender buah
    

Penggerak Kapasitas Bahan Frame Putaran

: motor bensin 5,5 PK : 60 kg / jam (bisa diperbesar) : wadah - pisau stainless steel : besi : 3700 rpm

2. Mixer dengan pemanas


Bahan
o Frame

: pipa besi kotak 2x4 cm Stainless Steel 304 : 70 x 60 x 85 cm (menyesuaikan) : 20-50 kg / proses : Burner LPG : Gear box, pulley, V belt, 20-40 rpm : Sistem suhu terkontrol otomatis / analog

o Tabung / silinder :      

Dimensi (pxlxt) cm Kapasitas Bahan bakar panas Transmisi rpm Kontrol suhu

Daya listrik maksimal : 500 W / 220 AV

16

3. Kotak Sterilisasi Kotak sterilisasi adalah tempat untuk mensterilkan produk agar hiegenis
  

Body stainless steel Dimensi Sistim pemanasan : 2x1,5x1 m : Kompor / LPG

4. Cup sealer semi otomatis
  

Kapasitas 500 cup / jam Daya 300 watt Dimensi 45 x 49 x 76 cm

5. Cup selaer manual      Kapasitas Ukuran (pxlxt) Bahan Penggerak Transmisi : 100 cup/jam : 400x300x420 : napotik, besi siku, teflon : manual : listrik 250 watt, 220 volt

17

ALAT/MESIN PENGOLAHAN SALAK DODOL Mesin Pengaduk Spesifikasi mesin pengaduk dodol / selai (Double Jacket) Bahan
 Frame  Tabung / silinder

: pipa besi kotak 2x4 cm : Stainless Steel 304 : 70 x 60 x 85 cm (menyesuaikan) : 20-50 kg / proses : Burner LPG : Gear box, pulley, V belt, 20-40 rpm

 Dimensi (pxlxt) cm  Kapasitas  Bahan bakar panas  Transmisi rpm

 Daya listrik maksimal : 500 W / 220 AV

Spesifikasi alat pencetak dodol
 

Bagian Bahan
o Pengepres o Pisau o Baki cetakan :

: Pengepres, pisau baki cetakan : : SS & besi Kayu Jati : 30 X 40 (cm) : 2 Unit : Jarak pisau 2 cm, jumlah pisau 15 : Jarak pisau 4 cm, jumlah pisau 10 : SS dan Baja putih



Dimensi
o Baki cetakan : o Unit pisau o Unit 1 o Unit 2

18

o 1 paket = 1 unit pengepres dan 10 unit baki cetakan

(jumlah baki menyesuaikan)

19

ALAT/MESIN PENGOLAHAN MANGGA A. MANISAN MANGGA Alat pengering mini     Kapasitas Ukuran (pxlxt) Berat Pemanas : 5 rak @ 4 – 7 kg/rak per pengeringan : 1060 x 1040 x 1300 mm : 40 kg : Kompor minyak tanah, solar gas atau tungku kayu B. JUICE MANGGA Mesin blanching           Bahan Bahan bakar Kapasitas Bahan Penggerak Bahan frame Kapasitas Volume ruang pengaduk Penggerak : Stainless steel : LPG : 25 – 30 kg/jam : stainless steel dan besi : motor listrik 1 HP : besi : 100 ltr : 190 ltr : dinamo 2 HP

Juice extractor

Mesin pemasak Bahan tabung as, pengaduk : stainless steel

20

ALAT/MESIN PENGOLAHAN BIOFARMAKA A. Mesin pembuat minuman instan Mesin evaporator
 

Kapasitas

: 20 kg / proses (menyesuaikan)

Bahan stainless steel

B. Mesin Ekstrak Jamu Fungsi : mesin ekstraksi adalah mesin untuk membuat ekstrak jamu, dll
      

Spesifikasi mesin ekstraksi Kapasitas Bahan motor Sistem Pemanas Kelengkapan : 50 liter / proses : Stainless Steel : 1/2 HP : double Jacket : Kompor LPG : mesin destilasi, kondensor

C. Mesin slicer empon-empon   Penggerak Kapasitas : Motor listrik ½ HP : 50 kg/jam

D. Mesin Pengemas Pedal Sealer (Dengan Kaki)

21

Power supply Power consumption Max. seal length Max. seal tickness Seal width Macine weight

110 V, 220-240 V/50-60 Hz 1 Phase 150 W 300 mm 2 x 0.15 mm 2 mm 8.6 kg

22

ALAT/MESIN PENGOLAHAN KENTANG a. Mesin Pengupas Dimensi Kapasitas pengupasan Listrik Voltase b. Mesin Perajang Serba Guna
     

: 43 x 43 x 72.5 Cm : 8 Kg / 2 menit : 370 Watt : 220 V/ 50 Hz/ 1P

Dimensi Diameter pisau / disc Kapasitas produksi Listrik Berat mesin

: 275x580x455 mm : 204 mm : 120 kg / jam : 470 watt, 220V, 50 Hz, 1 P : 30 kg

c. Mesin pembeku
    

Suhu -26°C Roda Kunci Drainase Voltase 180-240 V

23

Dimensi (mm) Panjang Lebar 550 720 920 1260 1560 1700 580 650 650 650 650 650 Tinggi 825 850 850 850 850 860 Isi (Lt) Watt 105 194 295 386 490 607 95 115 135 190 280 232

Kapasitas Beku/24 Jam 8 kg 14 kg 22 kg 24 kg 26 kg 38 kg

Kapasitas Penyimpanan 60 kg 110 kg 150 kg 220 kg 280 kg 300 kg

Basket 1 1 1 2 2 2

Berat (Kg) 29 54 63 71 82 82

24

ALAT PENGOLAHAN BAWANG MERAH a. Mesin Pengiris/Perajang Bahan        Disk pisau Pisau Frame Hopper Jumlah Pisau Posisi disk Penggerak : Baja : Stainless Steel : Besi : Stainless Steel : 2 buah : Horizontal : Motor dinamo

b. Mesin Penggoreng 2 Tank 2 Basket @ 12.5 liter Type Dimensi Dimensi Pan Kapasitas Tank Power ( BTU ) : WYA - 772 : 60 x 65 x 55 cm : 19 x 21 x 12 cm : 2 x 12.5 L : 22.800

25

c. Mesin Peniris minyak Kapasitas
Dimensi (pxlxt) Frame Silinder Keranjang bahan Ukuran keranjang Daya Rpm

1,5 kg
46 x 31 x 40 cm Pipa besi Stainless Steel Vorporasi SS Diameter 19, tinggi 14 cm 125 watt 700-900 rpm

5 kg
60 x 45 x 53 cm Pipa besi Stainless Steel Vorporasi SS Diameter 32 , tinggi 24 cm 250 watt 900 - 1200 rpm

d. Mesin Pengemas Pedal Sealer (Dengan Kaki) Spesifikasi Model Facility Pedal Sealer (pengoperasian dengan kaki) Power supply Power consumption Max. seal length Max. seal tickness Seal width Macine weight 110 V, 220-240 V/50-60 Hz 1 Phase 200 W 300 mm 2 x 0.15 mm 2 mm 8.6 kg

26

ALAT/MESIN PENGOLAHAN CABE SAOS CABE Slicer Kompresor Meja cuci SUS 304 : 1000 x 2000 mm Kapasitas 200 kg/jam Dimensi : 1100 x 800 x 1200 mm Penggerak : Power E 3 hp Power gear motor : 0,75 Kw Kapasitas 100 liter Kompr

Mesin Pengaduk (Vertical mixer)

27