PENGARUH PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP UPAYA PENGHAPUSAN by olliegoblue23

VIEWS: 1,131 PAGES: 22

									Spirit Publik                                                                                    ISSN. 1907 - 0489
Volume 4, Nomor 2                                                                                    Oktober 2008
Halaman: 131 - 152


     PENGARUH PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP UPAYA
       PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA
                   DI KOTA PEKANBARU
    The Effect of Society Participation on The Effort To Eliminate Family Violence in
                                        Pekanbaru

                                           Febri Yuliani
                                     Jurusan Ilmu Administrasi
                                       FISIP Universitas Riau
                                     febby-sasha@yahoo.co.id
                    (Diterima tanggal 23 Mei 2008, disetujui tanggal 5 Juli 2008)

                                                    Abstract

Human’s attitude is oriented to rules (ordnung), which guide them to an organization this means that member’s
attitude is determined by existence of rules which obligated themselves to do something. Participation is a
human’s basic right (fundamental) in making decision that can be influence to his or her own life. The decision
with positive or negative influence, whether it direct or indirect, depend on their goal to participate.
Although, the main point from violence toward women is a gender violence in basically. In cases, it sources from
unbalance between women and men added by patriarchy values that adopted widely. The understandimg about
masculine identity that brave and assertive in action take men on a higher position than women become
supporting factor. This reality is completed by understanding about feminism that stresses to women to take
other’s need at first, the dependency to the men and demand them to always accompanies their husband and take
care the children at first.
This research try to explain both relation and from the result is gotten that there is a positive correlation between
people participation and effort to eliminate family violence. Wish this research could do society good widely.

Keywords: Participation, Violence, Gender, Relation, Family


              PENDAHULUAN                                      perceraian        secara        sepihak        tanpa
                                                               mempertimbangkan keadilan bagi isteri dan
         Perempuan sering mengalami berbagai                   anak, ekploitasi perempuan sebagai objek
bentuk diskriminasi dan kekerasan dalam                        seksual, dan ketidakadilan dalam lapangan
kehidupannya,       baik    dilingkungan      rumah            pekerjaan. Hal ini dapat dilihat pada tabel 1
tangga maupun keluarganya. Hal ini telah                       dibawah ini tampak bahwa perempuan Riau
berlangsung     sepanjang      sejarah    kehidupan            terutama dikota Pekanbaru terkonsentrasi pada
manusia. Demikian pula yang terjadi di                         sektor-sektor pinggiran seperti sektor informal,
Indonesia. Bentuk- bentuk kekerasan tersebut                   buruh tani, buruh perkebunan dan pelayanan
antara lain perkawinan paksa, poligami,        jasa yang rentan terhadap tindakan kekerasan.
Tabel 1. Persentese Pekerja Menurut Lapangan Usaha, Daerah, Tempat Tinggal dan Jenis
           Kelamin, 2000
     Daerah/ Lapangan                Perkotaan                        Pedesaan
          Pekerjaan
                            Perempuan        Laki-laki      Perempuan         Laki-laki
 Pertanian                       4,4             9,5             67,0            72,4
 Pertambangan                    1,0             8,4              0,1             0,6
 Industri Pengolahan            15,2           10,4               4,4             5,1
 Listrik, Gas, Air               0,2             0,2              -               -
 Konstruksi                      4,4             7,5              0,1             2,6

                                                                                                                 131
                              Spirit Publik Vol. 4, No. 2, Oktober 2008 Hal. 131 – 152


 Perdangangan                               38,0             32,0                     12,4               8,7
 Angkutan                                    1,0             13,4                      0,1               4,7
 Lembaga Keuangan                            2,3              1,6                      0,1               0,2
 Jasa                                       34,0             18,8                      9,8               4,4
 Lainnya                                     2,5              3,1                      1,4               0,6
           Total                           100,0            100,0                    100,0             100,0
Sumber : Profil Statistik dan Indikator Gender di Riau, 2000
          Kota      Pekanbaru        sebagai   Ibukota        geografisnya yang sejak dulu merupakan jalur
Provinsi Riau telah berkembang dengan pesat                   lintas   perdagangan           internasional     menjadi
seiring     dengan        kemajuan      pembangunan           peluang terjadinya kontak budaya antara
dewasa      ini.     Secara     administrasi       Kota       penduduk Melayu dengan berbagai etnis
Pekanbaru        dipimpin     oleh     Walikota     dan       lainnya. Kontak budaya ini berlanjut dan
bertanggung jawab langsung kepada Gubernur                    berkembang menjadi pembauran kebudayaan
Kepala Daerah Tingkat I Riau. Kota Pekanbaru                  sehingga        terbentuk         kebudayaan        yang
didalam melaksanakan roda pemerintahan dan                    majemuk. Perkembangan yang terjadi secara
pembangunan menjadi harapan untuk dapat                       ekonomi         juga      mempengaruhi           tindakan
menjawab setiap permasalahan dan tantangan                    kekerasan dalam rumah tangga, kemiskinan
yang muncul sesuai dengan perkembangan                        yang        tercatat     dikota     pekanbaru       juga
sosial ekonomi, politik dan lainnya dalam                     mendorong terjadinya hal tersebut, tabel
masyarakat.                                                   kemiskinan tersebut dapat dilihat dari tabel
          Wujud kebudayaan Melayu di Provinsi                 berikut :
Riau sendiri sangat majemuk. Karena letak
Tabel 2. Jumlah dan Persentase Penduduk/ Rumah Tangga Miskin Menurut Kecamatan
          Hasil Pendataan Penduduk/ Keluarga Miskin Provinsi Riau
KOTA : PEKANBARU
   Kecamatan         Jml.     Jml Rm.       Jml.     Jml. Rm.       Jml.  Rm. Tg.
   Persentase      Desa/ Kel Tg. Miskin Penduduk Tangga Penduduk          Miskin
 Tampan               4          667        3,334      18,412      89,294   3.62
 Payung Sekaki        4          968        4,714      13,896      67,878   6.97
 Bukit Raya           4        1,207        5,662      15,209      73,793   7.94
 Marpoyan             5        1,544        7,593      20,297      97,276   7.61
 Damai                4        3,061       14,100      17,336      83,210  17.66
 Tenayan Raya         4        1,098        5,216       9,366      43,166  11.72
 Lima Puluh           3          487        2,211       5,111      23,835   9.53
 Sail                 6          847        4,464       5,761      28,332  14.70
 Pekanbaru Kota       7        1,568        7,255       9,924      47,468  15.80
 Sukajadi             6        1,103        5,292       8,680      39,064  12.71
 Senapelan            5        1,956        9,394      11,943      56,115  16.38
 Rumbai               6        1,652        7,606      12,597      55,086  13.11
 Rumbai Pesisir
      KOTA            58       16,158      76,841     148,532     704,517  10.88
 PEKANBARU
          Kekerasan        dalam      rumah    tangga         masalah pribadi yang tidak usah dicampuri
(KDRT) merupakan bagian terbesar dari tindak                  oleh orang lain. Namun karena jumlahnya
kekerasan          terhadap     perempuan          yang       besar dan merupakan pelanggaran hak asasi
dilaporkan.        Pada     umumnya        masyarakat         manusia, maka KDRT harus ditanggulangi.
menganggap          bahwa      KDRT        merupakan          Untuk       memberikan         jaminan    perlindungan
132
                YULIANI – Pengaruh Partisipasi Masyarakat Terhadap Upaya Penghapusan KDRT



kepada     warga        negara,       kerenanya         perlu                  Dari hasil pra survey diketahui bahwa
partisipasi yang besar dalam masyarakat                               tindakan kekerasan yang             terjadi di kota
sebagai upaya menghapus KDRT tersebut.                                Pekanbaru hingga sampai ada pengaduan ke
                                                                      pihak kepolisian terangkum sebagai berikut :
Tabel 2.     Data Laporan KDRT yang Ditangani RPK Poltabes Pekanbaru Tahun 2005-2007
 Kasus KDRT                                                                Bulan
 (Fisik, Psikis, Seksual,       Jan     Feb      Mar       Apr      Mei   Jun Jul          Ags    Sep    Okt    Nov      Des
 Penelantaran)
       Tahun 2005                 -       -        6            1   3      4        3       3     4       1      -        2
       Tahun 2006                 5       1         6           1   4      -        2       1     6       3      2        3
       Tahun 2007                 3       2         4           2   3      -        -       3      -      4      -        -
         Jumlah                   8       3        16           4   10     4        5       7     10      8      2        5
Sumber: POLTABES Pekanbaru, 2007
         Data tersebut hanyalah sebagian kecil                        sebagai berikut: ”Participation is defined as an
dari kasus-kasus KDRT yang terjadi di                                 individual’s mental and emotional involvement
pekanbaru, sesungguhnya masih banyak kasus-                           in a group situation that encourage him to
kasus KDRT lainnya yang terjadi dalam                                 contribute to group goals and the share
masyarakat kota Pekanbaru. Karena itulah                              responsibility for them” .
peneliti tertarik untuk melakukan penelitian                                   Defenisi ini mengandung tiga hal
dengan judul tersebut.                                                pokok yang menjadi perhatian partisipasi,
                                                                      yakni: 1) titik keterlibatan partisipasi adalah
Pengertian Tentang Partisipasi masyarakat                             keterlibatan mental dan emosional, tanpa
         Soen      (dalam         Bone,       1995:      56)          keterlibatan mental dan emosional bukanlah
menjelaskan bahwa partisipasi merupakan hak                           partisipasi, 2) sumbangan yang diberikan demi
dasar      (fundamental)              manusia         dalam           tercapainya        tujuan   kelompok      itu     sangat
menentukan        keputusannya            yang        dapat           beragam, 3) kesediaan untuk bertanggung-
berpengaruh terhadap kehidupan manusia itu                            jawab diantara sesama kelompok.
tersendiri. Keputusan yang berpengaruh positif
maupun negatif, baik langsung atau tidak                              Kekerasan dalam Rumah Tangga
langsung tergantung dari pada apa                     tujuan                   Kekerasan terhadap perempuan pada
masyarakat       itu     berpartisipasi.        Partisipasi           intinya adalah bentuk kekerasan berbasis
masyarakat adalah keterlibatan aktif dari                             gender. Pada intinya semua kasus kekerasan
masyarakat pada umumnya, tidak saja dari                              terhadap          perempuan       bersumber        pada
pengambilan kebijaksanaan tertinggi, para                             ketimpangan antara perempuan dan laki-laki
perencana, aparatur pelaksana operasional                             yang diperkuat oleh nilai-nilai patriarki yang
tetapi juga dari para petani, nelayan, buruh,                         dianut secara luas.
pedagang kecil, para pengusaha dan anggota                                     Kekerasan terhadap perempuan terjadi
masyarakat lainnya (Tjokroamidjojo, 1996:                             dalam aspek hubungan antar manusia yaitu
206).                                                                 dalam hubungan keluarga dan dengan orang-
         Dalam         kontek     yang        lebih     luas,         orang yang terdekat lainnya dalam hubungan
pengertian      partisipasi       dapat       diacu      dari         kerja maupun dalam menjalankan hubungan -
pendapat Davis dalam Huneryager (1967:                                hubungan sosial kemasyarakatan secara umum.
617),    yang    memberi          defenisi      partisipasi           Berbagai          bentuk      kekerasan         terhadap
                                                                                                                          133
                            Spirit Publik Vol. 4, No. 2, Oktober 2008 Hal. 131 – 152



perempuan dapat terjadi di masyarakat dalam                 tempat kerjanya. Dalam konteks keluarga
situasi damai maupun dalam situasi perang                   misalnya, perempuan sering tak diberi hak atas
atau konflik bersenjata.                                    warisan,     dibatasi         peluang     bersekolah
         Rumusan mengenai tindak kekerasan                  dibandingkan dengan anggota keluarga laki-
ini sebagian besar bersifat umum dilihat dari               laki, direnggut haknya untuk kerja diluar
segi korban, yakni: pornografi, perbuatan                   rumah, dan dipaksa kawin muda. Dalam
cabul,     penganiayaan,        pembunuhan        dan       konteks       kerja,       pekerja        perempuan
penculikan. Bentuk-bentuk kekerasan terhadap                mendapatkan perlakuan beda dari sesamanya
perempuan      yang     teridentifikasi       (Komnas       yang laki-laki dalam hal tingkat gaji,akses
Perempuan, 2002) antara lain mencakup: a)                   pada    tunjangan       dan      kesempatan    untuk
Kekerasan Fisik. Bentuk kekerasan fisik                     mendapatkan promosi, e) Serangan Seksual.
mencakup:       tamparan,                 pemukulan,        Kekerasan yang bernuansa seksual termasuk
penjambakan,         mendorong       secara     kasar,      berbagai perilaku yang tidak diinginkan dan
menginjak-injak,       menendang,       pencekikan,         mempunyai makna seksual, atau sering disebut
lemparan       benda        keras,        penyiksaan        ”pelecehan seksual”, maupun berbagai bentuk
mengunakan benda tajam, serta pembakaran.                   pemaksaan hubungan seks yang sering disebut
Dalam      konteks     relasi   kerja     dan    relasi     sebagi perkosaan, f) Perbudakan Seksual.
kemasyarakatan, kekerasan fisik yang dialami                Perbudakan     seksual        adalah    satu   bentuk
perempuan      juga      mencakup         penyekapan        serangan seksual yang bersifat sistematis dan
terhadap calon-calon pekerja di tempat–tempat               muncul dalam situasi perang atau konflik
penampungan, serta pengrusakan alat kelamin                 bersenjata, g) Intimidasi Berbasis Gender. Di
(genetial mutilation) yang sering dilakukan                 wilayah-wilayah Daerah Operasi Militer dan
atas nama budaya atau kepercayaan tertentu, b)              daerah-daerah yang sedang mengalami konflik
Penyiksaan Mental. Bentuk-bentuk penyiksaan                 bersenjata terbuka, ditemukan juga beberapa
psikologis yang dialami perempuan mencakup                  kasus perempuan menjadi sasaran khusus dari
makian dan penghinaan yang berkelanjutan                    berbagai tindak ancaman, intimidasi dan
untuk mengecilkan harga diri korban, bentakan               bahkan serangan fisik karena korban dianggap
dan ancaman yang diberi untuk memunculkan                   melanggar ketentuan-ketentuan sosial tertentu,
rasa takut, larangan keluar rumah atau bentuk-              seperti cara berpakaian, atau perilaku seksual
bentuk     pembatasan       kebebasan         bergerak      yang tidak bisa diterima oleh pihak-pihak
lainnya, c) Penelantaran Ekonomi. Bentuk                    tertentu dalam masyarakat, i) Perdagangan
kekerasan seperti ini biasanya dialami oleh                 Perempuan.      Praktek-praktek         perdagangan
perempuan yang berstatus sebagai istri atau ibu             manusia, baik yang dewasa maupun anak-anak
rumah tangga, misalnya tak diberi nafkah                    di bawah umur banyak yang menjadi korban
secara rutin atau dalam jumlah yang cukup                   praktek-praktek perdagangan manusia, apalagi
untuk kebutuhan wajar sehari-hari. Selain itu,              dalam      situasi      krisis     ekonomi      yang
adapula perempuan yang dipaksa atau dilarang                berkepanjangan. Bentuk-bentuk perdagangan
untuk tidak bekerja dalam situasi yang                      manusia      yang       mengancam         perempuan
bertentangan dengan keinginan perempuan                     mencakup pelacuran paksa, dipekerjakan paksa
korban, d) Diskriminasi. Diskriminasi ini bisa              sebagai pengemis, pengedar narkoba, pekerja
terjadi di dalam lingkungannya maupun di
134
               YULIANI – Pengaruh Partisipasi Masyarakat Terhadap Upaya Penghapusan KDRT



rumah tangga, kawin kontrak trans nasional,               Pengujian                Instrumen     dilakukan       melalui
pedofilia, dan penjualan organ tubuh.                     pengujian                Validitas      dan         Pengujian
                                                          Reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan
    METODE PENELITIAN                                     koefisien korelasi rank Spearman yaitu :
                                                                                            n +1 
                                                                                                          2

                                                                         ∑R(X )R(Y ) − n 2 
                                                                                          
                                                                                                
Jenis Penelitian, Metode yang digunakan                   rs =
                                                                              n +1 
                                                                                     2
                                                                                                       n +1  
                                                                                                              2
dalam penelitian ini adalah metode survei                       ∑(R(X )) − n        ∑(R(Y )) − n 
                                                                         2                         2
                                                                                                            
eksplanatori yaitu suatu metode penelitian                                    2                 2     
survei yang bertujuan untuk menguji hipotesis
dengan mengunakan pendekatan kuantitatif.
                                                          R(X) : Ranking skor butir pernyataan
Pengertian     metode      survei     dibatasi    pada
                                                          R(Y)             :Ranking     dari    total   jumlah     skor
pengertian survei sampel, dimana informasi
                                                                           keseluruhan butir pernyataan.
dikumpulkan dari sebagian populasi, tujuan
                                                          N               : Jumlah sampel untuk uji validitas.
dari survei adalah untuk pengumpulan data
                                                                           Berdasarkan skala pengukuran dari
sederhana yang dapat bersifat menerangkan,
                                                          butir pernyataan pernyataan maka teknik
menjelaskan      dan     mempelajari       fenomena
                                                          perhitungan               koefisien     reliabilitas     yang
dengan hubungan variabel penelitian. Dalam
                                                          digunakan adalah koefisien realibilitas Alpha-
hal ini Partisipasi Masyarakat sebagai variabel
                                                          Cronbach dengan rumus sebagai berikut :
bebas    (X)    berpengaruh         terhadap     upaya
                                                                        k
                                                                                                   
penghapusan kekerasan dalam rumah tangga
                                                                k      ∑1 S i 2                   
sebagai variabel terikat (Y).                             α =      1 − i=2                        
                                                              k −1     S to t a l                 
Lokasi       Penelitian,       Lokasi      penelitian                                             
                                                                                                  
dilaksanakan     di    rumah      tangga    di    Kota
Pekanbaru, yang meliputi kecamatan yang ada               dimana :
di Pekanbaru.                                             k    adalah banyaknya butir pernyataan
Populasi dan Teknik Penarikan sampel,                     Si2             adalah varians dari skor butir pernyataan
Dalam penelitian yang menjadi populasi                                    ke-i
                                                              2
penelitian adalah masyarakat kota pekanbaru.              S       total   adalah     varians     dari    total     skor
Sedangkan      sampel      yang     diambil      adalah                   keseluruhan butir pernyataan
insidental sampling. Teknik Pengumpulan
Data, untuk mendapatkan data pada penelitian                              HASIL DAN PEMBAHASAN
ini dipergunakan cara-cara sebagai berikut:1.
Studi    Kepustakaan,          2.Studi     lapangan,                       Karakteristik        Responden,       Karak-
dimaksudkan untuk mendapatkan data primer                 teristik responden yang akan diuraikan berikut
dengan       cara:      wawancara,         Observasi,     ini terdiri dari jenis kelamin,usia, pendidikan
Kuisioner,                                                terkhir, golongan dan masa kerja. Responden
                                                          yang terjaring dalam penelitian ini perempuan
Teknik Analisis Data                                      dan laki-laki dengan asumsi bahwa kekerasan
Metode yang digunakan                                     yang terjadi dalam rumah tangga dapat dialami
Data yang telah terkumpul melalui kuesioner               oleh siapa saja. Jumlah responden sebanyak 84
akan diolah dengan pendekatan kuantitatif.                orang, 72 (85,71%) orang dintaranya adalah
                                                                                                                    135
                             Spirit Publik Vol. 4, No. 2, Oktober 2008 Hal. 131 – 152



perempuan dan laki-laki sebanyak 12 orang                                      PEMBAHASAN
(14,29%). Untuk usia responden paling banyak
berusia kurang dari 31 tahun (sebanyak                       Deskripsi Tanggapan Responden
30.95%), disusul kemudian yang berusia 41-45                            Untuk melihat bagaimana partisipasi
tahun ada sebanyak 16.67% dari total 84                      masyarakat        maka      dapat    diperhatikan      4
responden. Sementara yang berusia diatas 50                  (empat) dimensi yang dapat mengambarkan
tahun ada sebanyak 14.29%.                                   tentang Partisipasi masyarakat yaitu dimensi
          Dari     sebaran    tingkat    pendidikan          aspek            kebutuhan     masyarakat,         aspek
responden diperoleh hasil bahwa mayoritas                    Kepentingan (interest) masyarakat, aspek adat
pendidikan       terakhir    responden    S1    dari         istiadat    dan     aspek    pemahaman          peranan
keseluruhan jumlah responden. Berikutnya                     perempuan.
diikuti dengan tingkat pendidikan SMA,                       A. Dimensi Kebutuhan Masyarakat.
selanjutnya disusul dengan responden yang                       a. Pentingnya         penghapusan           tindakan
berpendidikan diploma. Tidak ada dari total                          Kekerasan Dalam Rumah Tangga
responden yang berpendidikan SLTP. Namun                                      Secara umum responden sangat
ada   3    orang     (3,57%)     responden     yang                  setuju     bahwa       perlu        penghapusan
berpendidikan SD sebagai tingkat pendidikan                          terhadap     tindakan       kekerasan      dalam
terendah yang ada pada populasi. Tidak ada                           rumah tangga sebanyak 53.57% setuju
responden yang berpendidkan SLTP, SMA 25                             bahwa selama ini perlu ada penghapusan
orang (29,76%), D3 sebanyak 7 orang (8.33%),                         terhadap     tindakan       kekerasan      dalam
S1 46 orang (54.76%) Sedangkan untuk                                 rumah tangga dalam bentuk apapun.
jenjang pendidikan tertinggi adalah program                          Kekerasan terhadap perempuan dan
pascasarjana (S2) yang berjumlah 3 orang                             kekerasan yang terjadi dalam rumah
(3.57%) dari total populasi. Berdasarkan                             tangga perlu menjadi perhatian karena
pekerjaan yang menjadi pegawai negeri sipil                          dampak negatif yang besar akan dapat
adalah yang mendominasi, yaitu 65,48% dan                            terjadi bila tindakan ini terjadi dalam
sisanya adalah bukan PNS. Untuk Usia                                 masyarakat, bukan hanya keluarga dan
pernikahan, terlihat dari responden penelitian                       anggota keluarga lainnya tetapi juga
bahwa responden sebahagian besar telah                               berdampak secara luas bagi masyarakat
menikah kurang dari 10 tahun, dalam masa                             dan bangsa ini.
pernikahan tersebut mereka telah pernah                         b. Adanya             Diskusi/           pertukaran
mengalami kekerasan dalam rumah tangga,                              informasi        tentang            KDRT      di
KDRT yang terjadi pada usia pernikahan                               lingkungan responden
kurang dari 6 tahun frekuensi dari responden                                  Berdasarkan        hasil     penelitian,
sebanyak 79,79 %, pernikahan antara 6 sampai                         dimana sebanyak 13.10% responden
dengan 10 tahun sebanyak 7,14 % dan                                  sangat setuju dan 65.48% setuju bahwa
penikahan berusian 11 sampai dengan 15 tahun                         mereka       mengetahui             dilingkungan
sebesar 9,53% dan pernikahan diatas 25 tahun                         mereka bila terjadi tindakan kekerasan
sebesar 3,57 %.                                                      dalam rumah tangga. Responden akan
                                                                     bertukar informasi jika dilingkungan
                                                                     mereka terdapat tindak kekerasan dalam
136
           YULIANI – Pengaruh Partisipasi Masyarakat Terhadap Upaya Penghapusan KDRT



  rumah tangga. Informasi ini biasanya                   pegawai negeri sipil yang meninggalkan
  mereka sampaikan dari mulut kemulut                    rumah lebih dari 8 jam perhari.
  juga terkadang mereka mencari tahu                  d. Informasi yang cukup tentang UU No.
  apakah benar telah terjadi tindakan                    23/2004 tentang PKDRT
  kekerasan.                                                    Sebagai produk hukum positif,
c. Pengamatan adanya tindakan KDRT                       kehadiran    undang-undang             ini    harus
  dilingkungan Responden                                 dihormati oleh setiap warga negara,
           Responden        biasanya        akan         karena Indonesia adalah Negara hukum.
  mengamati bila terjadi tindakan KDRT                   Lalu      harus        pula       dilaksanakan
  53,37% responden setuju dan mengakui                   penegakkannya secara equality before
  bahwa jika terjadi tindakan mereka akan                the law (dengan prinsip persamaan di
  melaporkan kepada Rt atau pemuka                       depan hukum) oleh aparatur terkait
  masyarakat didaerah setempat tinggal                   seperti polisi, jaksa, hakim, dan juga
  responden. Namun 12 orang responden                    pengacara.    Disamping           itu,       karena
  atau 14.29 % juga tidak setuju bahwa                   undang-undang ini adalah produk lex
  mereka harus respon terhadap persoalan                 spesialis dari segi sinerjitas antara
  KDRT        dilingkungan        atau    daerah         lembaga, maka peran aktif LSM, RT,
  mereka, karena mereka menganggap ini                   RW,    Lurah,     Camat          dan     lembaga
  adalah hal yang sangat privat.                         pemerintah      yang      lain    juga        harus
           Beberapa      alasan   dikemukakan            diwujudkan. Secara teknis, UU No.
  oleh responden bahwa mereka tidak                      23/2004         tentang           Penghapusan
  setuju     bahwa       mereka       melakukan          Kekerasan     Dalam        Rumah             Tangga
  pengamatan           dilingkungan       mereka         (PKDRT).
  dengan argumentasi bahwa persoalan                            Sebagian         besar          responden
  keluarga adalah persoalan privat dan                   mengetahui tentang adanya UU PKDRT
  mereka       tidak      ingin    mencampuri            yaitu sebesar 46 responden (54.76%),
  persoalan tersebut, hal ini juga menjadi               walaupun secara rinci mereka tidak
  dasar atas jawaban responden bahwa                     mengetahui bahwa secara teknis, UU
  mereka sudah cukup banyak persoalan                    No. 23/ 2004 tentang Penghapusan
  sehari-hari dan hampir tidak punya                     Kekerasan     Dalam        Rumah             Tangga
  waktu untuk memperhatikan lingkungan                   (PKDRT), terdiri dari 10 Bab dan 56
  seperti tetangga mereka siapa atau siapa               Pasal. Tujuannya (Pasal 4), untuk
  pembantu       rumah      tangga       tetangga        memberikan        perlindungan,               untuk
  mereka. Persoalan dan pekerjaan hidup                  mencegah,         untuk            memelihara
  sehari –hari telah menyita waktu mereka                keharmonisan rumah tangga, dan untuk
  sehingga tidak sempat untuk melakukan                  menindak pelakunya. Lingkungan yang
  pengamatan terhadap lingkungan, rata-                  menjadi objek aturan undang-undang ini
  rata responden yang menjawab tidak                     (Pasal 2) adalah Suami, istri, anak.
  setuju ini sebanyak 12 orang responden                 Termasuk orang-orang yang mempunyai
  atau 14.29 % adalah para pekerja atau                  hubungan darah yang menetap dalam
                                                         rumah tangga tersebut, maupun pekerja
                                                                                                         137
                             Spirit Publik Vol. 4, No. 2, Oktober 2008 Hal. 131 – 152



      rumah tangga yang menetap. Dari                               perempuan mencakup: kekerasan fisik,
      responden yang mengetahui tentang UU                          seksual      dan     psikologis,         tanggapan
      ini   mereka        juga   mengetahui      jenis              responden terhadap tindakan KDRT
      kekerasan yang dimaksud seperti yang                          sebanyak 63.10% setuju bahwa mereka
      termuat dalam pasal 5 UU ini yaitu                            akan merespon setiap persoalan yang
      kekerasan pisik,psikologis, seksual dan                       berhubungan dengan tindakan KDRT
      penelantaran.                                                 dalam lingkungan mereka. 8 orang
  e. Tanggungjawab terhadap pencegahan                              responden (9.52%) merasa ragu mereka
      dan PKDRT                                                     akan respon terhadap tindaka KDRT
              Sebanyak 58.33% tidak setuju                          yang terjadi dilingkungan mereka hal ini
      bahwa persoalan KDRT dilingkungan                             disebabkan karena mereka sibuk dengan
      mereka adalah tanggung jawab individu                         pekerjaan        sehingga tidak mempunyai
      dan bukan tanggung jawab bersama                              waktu untuk memperhatikan lingkungan
      warga,      untuk      itu    mereka       akan               mereka.      Alasan       lain      dikemukakan
      berpartisipasi seperti pengaduan kepada                       karena mereka takut mencampuri urusan
      RT atau pemuka masyarakat setempat,                           rumah tangga orang lain dan terlibat
      melindungi korban dan lain sebagainya.                        didalamnya karenanya mereka tidak
      Partisipasi    ini    menunjukkan        bahwa                terlalu respon dengan korban KDRT.
      masyarakat sangat bertanggungjawab                                    Hasil wawancara menunjukkan
      terhadap pencegahan           tindakan KDRT                   bahwa, perlindungan terhadap korban
      dilingkungan mereka. Tanggung jawab                           KDRT             bukan      hanya         menjadi
      lainnya tergambar dari hasil wawancara                        tanggungjawab keluarga tetapi juga
      yang dilakukan sebagai penunjang dari                         masyarakat          dan      semua         elemen
      kuesioner bahwa RT tempat               mendata               didalamnya, responden setuju bahwa
      warga yang ada dan mereka juga                                korban           KDRT       perlu        mendapat
      mendata pembantu rumah tangga yang                            perlindungan hukum dan perlindungan
      bekerja dilingkungan mereka.                                  secara psikologis sehingga dampak yang
  f. Responsif terhadap korban tindakan                             diderita         korban          tidak      terlalu
      KDRT                                                          berkepanjangan. Untuk itu menurut
              Kekerasan terhadap perempuan                          responden perlu kesadaran yang besar
      adalah setiap perbuatan berdasarkan                           bagi masyarakat bila terjadi tindakan
      perbedaan       berbasis       jender      yang               KDRT dilingkungan mereka seperti,
      berakibat atau mungkin mengakibatkan                          pelaporan          kepada        RT,       pemuka
      kesengsaraan           atau       penderitaan                 masyarakat dan kepolisian bila terjadi
      perempuan secara fisik, seksual atau                          tindakan KDRT, perlindungan korban
      psikologis, termasuk ancaman terjadinya                       oleh       masyarakat         dan         lembaga
      perbuatan tersebut, pemaksaan atau                            perlindungan terhadap perempuan serta
      perampasan            kebebasan           secara              lembaga-lembaga lainnya yang kapabel.
      sewenang-wenang, baik yang terjadi di                         Serta      hal    yang      terpenting      adalah
      ranah      publik     maupun      dikehidupan                 pemberian sangsi yang setimpal kepada
      pribadi/    privat.    Kekerasan        terhadap              pelaku,      meskipun        pelaku       memiliki
138
            YULIANI – Pengaruh Partisipasi Masyarakat Terhadap Upaya Penghapusan KDRT



     hubungan       daerah     atau      perkawinan       mengalami KDRT beberapa diantaranya
     ataupun tinggal bersama korban KDRT.                 pernah melaporkan kasusnya kepada
  g. Ketanggapan        terhadap          terjadinya      polisi    karena     sudah    ada    tindakan
     KDRT                                                 kriminal           didalamnya,        namun
            Bisa     dikatakan      baik,       karena    kebanyakan dari responden mencabut
     47.62%        menjelaskan        bila      terjadi   kembali gugatannya dengan banyak
     tindakan KDRT dilingkungan mereka                    pertimbangan antara lain bahwa pelaku
     biasanya mereka akan tahu karena                     adalah ayah dari anak-anaknya, sehingga
     informasi          yang             berkembang       hubungan psikologis lebih mereka jaga.
     dilingkungan mereka sangat cepat, hal                         Hanya 3 orang responden yang
     ini terjadi karena ikatan kekerabatan                tidak     setuju    perlu    ada    pelaporan
     diantara mereka dan lingkungan sangat                tindakan KDRT ke pihak kepolisian
     erat      sehingga        informasi         yang     karena hal tersebut adalah bersifat privat
     berkembang biasanya responden dapat                  dan mereka bersedia untuk melindungi
     mengetahui dengan cepat. Hanya 3                     pelaku karena masih menjaga keutuhan
     orang responden atau 3.57 % yang tidak               rumah tangga mereka. Dari beberapa
     merespon apa yang terjadi dilingkungan               kasus yang terjadi responden merasa
     mereka.       Jawaban         ini       diberikan    tidak perlu untuk melapor dan mendapat
     responden sehubungan dengan aktivitas                perlindungan hukum pihak kepolisian.
     mereka      yang     sibuk,      namun       pada    Dari responden dapat diketahui biasanya
     umumnya responden mengetahui bila
                                                          bila terjadi tindakan KDRT korban akan
     terjadi tindakan KDRT dilingkungan
                                                          memaafkan pelaku mengingat hubungan
     mereka.
                                                          psikologis yang ada. Sehingga mereka
                                                          tidak berani untuk melaporkan tindakan
B. Aspek         Kepentingan                 (Interest)
                                                          yang dilakukan pelaku. Hasil penelitian
  Masyarakat
                                                          menunjukkan juga beberapa korban
  a. Melaporkan kasus KDRT
                                                          KDRT yang telah melapor kepada pihak
            Responden dalam penelitian ini
                                                          kepolisian mencabut laporan mereka
     mengakui bahwa mereka setuju untuk
                                                          kembali juga atas dasar hubungan
     melapor kepda pihak yang berwajib jika
                                                          psikologis yang terjadi dan beberapa
     di jumpai dilingkungan mereka terjadi
                                                          pertimbangan jika hal ini diteruskan
     tindakan KDRT hal ini didasarkan pada
                                                          misalnya, masalah pengasuhan anak,
     keinginan untuk melindungi korban
     KDRT, dari tabel dibawah ini juga dapat              penopang hidup keluarga dan perasaan

     diinterprestasikan      bahwa        responden       malu diantara sanak famili. Mereka ini
     menggangap bahwa kasus KDRT dan                      adalah ibu rumah tangga yang memiliki
     korbannya      adalah     tindak        kejahatan    barganing position nya (posisi tawar)
     apalagi bila mengancam jiwa korban                   yang rendah sehingga mereka lebih
     maka        responden         setuju        untuk    memikirkan         kelangsungan      keluarga
     melaporkan kejadian tersebut. Masuk                  (anak-anak     dan     ekonomi      keluarga)
     dalam kategori ini responden yang
                                                                                                   139
                           Spirit Publik Vol. 4, No. 2, Oktober 2008 Hal. 131 – 152



      dibandingkan         dengan        melaporkan               mereka berupa sosialisasi UU PKDRT
      pelaku KDRT.                                                oleh Universitas dilingkungan mereka.
  b. Penjelasan        tentang      PKDRT        dari                     Dari hasil penelitian diketahui
      pemerintah setempat                                         sosialisasi UU No. 23 Tahun 2004
            Dari pihak pemerintah sosialisasi                     Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam
      dilakukan oleh Dinas Sosial dan darma                       Rumah Tangga yang dilakukan oleh
      wanita      didaerah       responden,      dan              universitas      di      Pekanbaru          berupa
      responden menanggapi secara positif                         penyuluhan dan penelitian, Penyuluhan
      usaha pemerintah ini sebagai upaya                          yang dilakukan biasanya bekerjasama
      pengahapusan        KDRT.         Tidak     ada             dengan pemerintah setempat seperti
      responden yang tidak mengetahui bahwa                       pihak         kecamatan.              Responden
      pemerintah       telah   melakukan        upaya             menanggapi       secara     positif        tindakan
      sosialisasi UU No. 23 tahun 2004                            kepedulian         universitas,        beberapa
      tentang Penghapusan Kekerasan dalam                         responden menjawab bahwa kegiatan
      Rumah tangga. Sosialisasi lainnya selain                    sosialisasi ini sangat bermanfaat selain
      pemerintah kota Pekanbaru responden                         pengetahuan         hubungan         komunikasi
      mengetahuinya melalui media massa.                          antara pihak akademis dan masyarakat
      Dampak kemajuan teknologi menuntut                          menjadi lebih berkesinambungan.
      masyarakat untuk lebih banyak tahu                      e. Sumber informasi tentang KDRT
      tentang isu      dan kebijakan pemerintah                   melalui pembicaraan sehari-hari
      yang sedang berkembang saat ini.                                    Sebagian         besar        responden
  c. Sosialisasi PKDRT oleh LSM                                   (58.33%) mengetahui adanya UU No. 23
            LSM           pernah        memberikan                tahun     2004        tentang       Penghapusan
      penjelasan tentang PKDRT. Sebanyak                          Kekerasan      dalam        Rumah           Tangga
      34       orang      responden        (40.48%)               melalui       perbincangan           sehari-hari.
      menanggapi bahwa LSM PUSDATIN                               Perbincangan          sehari-hari     ini     juga
      PUANRI (Pusat Data dan Informasi                            dilakukan      responden            yang      telah
      Perempuan Riau) pernah memberikan                           mengetahui sosialisasi UU ini melalui
      penjelasan dan sosialisasi UU             yang              pemerintah,      LSM        dan      universitas.
      berhubungan dengan PKDRT. Sebanyak                          Mereka mendiskusikan dan saling tukar
      29.76% responden masih ragu apakah                          informasi        sehingga           pengetahuan
      penjelasan yang mereka terima tersebut                      mereka untuk hal ini menjadi lebih
      berasal dari LSM atau Universitas.                          berkembang.
  d. Sosialisasi UU No 23/2004 tentang                        f. Sumber informasi tentang KDRT
      PKDRT oleh Universitas setempat                             melalui Media massa
            Sosialisasi        UU   No.     23/2004                       Semakin          mudahnya            akses
      tentang     PKDRT          oleh     universitas             terhadap informasi semakin mudah pula
      setempat diakui oleh responden pernah                       responden      mendapatkan            informasi.
      mereka     terima        sebanyak      60.71%               Tabel dibawah ini menunjukkan bahwa
      responden menjawab mereka pernah                            sebagian besar responden mengetahui
      menghadiri       pertemuan        dilingkungan              melalui media massa tentang tindakan
140
           YULIANI – Pengaruh Partisipasi Masyarakat Terhadap Upaya Penghapusan KDRT



  yang      berhubungan      dengan         KDRT.          mengetahui akibat yang akan mereka
  Mereka juga memiliki pengetahuan yang                    alami jika mereka melakukan tindakan
  cukup tentang PKDRT.                                     KDRT. Tidak ada responden yang tidak
         Kebanyakan                     responden          mengetahui          bahwa          mereka   tidak
  mengetahui informasi tentang KDRT                        mengetahui                pemerintah        telah
  melalui media massa dan melalui sarana                   mengimplementasikan UU ini.
  informasi     yang      lain    seperti     yang
  dijelaskan pada tabel sebelumnya seperti            C. Aspek Adat istiadat
  dari pemerintah kota Pekanbaru ,dari                  a. Tindakan KDRT perlu di laporkan
  LSM dan dari Universitas yang ada                        tanpa melihat siapa pelakunya
  dikota Pekanbaru.                                               Salah satu perwujudan partisipasi
g. Memahami UU No 23/2004 tentang                          mereka adalah bersedia melaporkan
  PKDRT                                                    tindakan KDRT dilingkungan mereka
         Secara        umum             responden          jika mereka mengetahui adanya tindakan
  mengakui bahwa mereka memahami                           KDRT. Tidak ada responden yang tidak
  tentang     UU    No.      23/2004        tentang        setuju apabila dilingkungan mereka
  PKDRT.       Pengetahuan        ini    misalnya          terdapat tindakan KDRT yang tidak mau
  berhubungan dengan apa yang dimaksud                     melaporkan          hal    ini     kepada   pihak
  dengan kekerasan dalam rumah tangga                      kepolisian.
  atau perspektif tentang jender.                                 Responden                    sesungguhnya
         Tanggapan        responden         menun-         menginginkan adanya perlakuan yang
  jukkan      bahwa    rata-rata        responden          adil   terhadap           korban     KDRT    dan
  mengetahui dan memahami UU No. 23                        terutama terhadap pelaku KDRT tanpa
  tahun 2004 tetntang PKDRT sebanyak                       memandang siapa yang melakukannya
  48 orang atau 57.14 %. Pemahaman                         dan hubungan psikologis yang ada.
  mereka (responden) antara lain tentang                   Namun pada pertanyaan yang lain ada
  apa yang dimaksud KDRT dan beberapa                      indikasi bahwa bila hal tersebut terjadi
  hal yang berhubungan dengan KDRT.                        biasanya responden mencoba untuk
h. Mengetahui bahwa UU No 23/2004                          memaafkan pelaku KDRT.
  tentang PKDRT telah dilaksanakan                      b. Adat-istiadat responden melindungi
  pemerintah                                               hak-hak perempuan
         Pertanyaan    ini       diajukan pada                    Perlindungan              hak     terhadap
  tatanan pengetahuan responden terhadap                   perempuan dalam budaya responden
  implementasi kebijakan yang dibuat                       merupakan hal yang sangat penting,
  oleh pemerintah sehubungan dengan                        meskipun       pada        kenyataannya      adat
  PKDRT. Pada umumnya (lebih dari                          istiadat      itu         belum        sepenuhnya
  50%) responden mengetahui pemerintah                     melindungi           hak-hak           perempuan.
  telah melaksanakan UU No. 23 Tahun                       Beberapa budaya yang berkembang dan
  2004 tentang PKDRT beserta sanksi                        dianggap oleh responden sebagai hal
  hukum yang menyertainya. Dari hal                        yang tidak melindungi hak perempuan
  tersebut sesungguhnya responden telah                    misalnya masalah poligami, pengasuhan
                                                                                                         141
                             Spirit Publik Vol. 4, No. 2, Oktober 2008 Hal. 131 – 152



      anak, pekerjaan domestik dalam rumah                          responden menganggap pemukulan yang
      tangga dan lain sebagainya.                                   dilakukan oleh suami adalah dianggap
  c. Istri harus membantu secara ekonomi                            sebagai      tindakan      wajar,    dari   hasil
      dalam rumah tangga                                            penelitian     diperoleh       hasil     sebagai
              Terkait        dengan      keterlibatan               berikut:     Sebagian       besar      responden
      perempuan         di     bidang         ekonomi,              menjawab bahwa pemukulan terhadap
      menunjukkan bahwa sebagai perempuan                           istri adalah tindakan yang wajar bila
      dalam rumah tangga mereka merasa                              pemukulan yang dimaksudkan disini
      perlu       membantu            perekonomian                  adalah pemukulan yang bertujuan untuk
      keluarga. Tetapi responden menggangap                         memberi pelajaran dan tidak bersifat
      bahwa ini bukan suatu keharusan,                              menyakiti secara fisik apalagi psikis.
      mereka yang memutuskan untuk bekerja                          Dan ada sebagian kecil yang menjawab
      diluar rumah alasan ini antara lain                           bahwa pemukulan dianggap tidak wajar
      karena keinginan untuk berkarya atau                          bila pemukulan itu bertujuan untuk
      sebagai upaya aktualisasi diri. Sebagian                      menyakiti anggota keluarga termasuk
      besar responden menganggap bahwa                              didalamnya istri.
      keputusan         bekerja       (bagi       yang          f. Dominasi Suami
      perempuan) mereka ambil adalah untuk                                   Dominasi suami yang dimaksud
      pemenuhan          kebutuhan            ekonomi               disini adalah dominasi suami dalam
      keluarga      selain        alasan         untuk              segala hal baik dalam pengambilan
      mengaktualisasikan diri serta menambah                        keputusan maupun dalam hal penentuan
      pergaulan dan pengalaman hidup.                               tindakan. Sebagian besar responden
  d. Kesiapan istri melayani kebutuhan                              menjawab bahwa dominasi suami dalam
      seksual suami dalam kondisi apapun                            rumah tangga mereka adalah besar.
              Terkait dengan tugas istri dalam                      Yaitu        bahwa          suami        mereka
      melayani kebutuhan seksual, responden                         mendominasi          dalam          pengambilan
      bersedia melayani kebutuhan seksual                           keputusan dan hal-hal penting dalam
      suami dalam kondisi apapun. Namun                             rumah tangga atas dasar pengetahuan
      ada juga yang keberatan atau ragu untuk                       dan pengawasan suami.
      dapat melayani seksual suami dalam                        g. Keberhasilan suami adalah cerminan
      kondisi apapun. Mereka beranggapan                            keberhasilan istri
      bahawa suami harus memahami kondisi                                    Item tentang keberhasilan istri
      fisik dan psikis istri. Apabila suami                         mendapat tanggapan yang luar biasa dari
      memaksakan              kehendak           diluar             responden, Sebanyak 75.00% responden
      kemampuan istri maka responden sudah                          menjawab bahwa mereka setuju bahwa
      mengkategorikan          sebagai        tindakan              sesungguhnya         dibalik        keberhasilan
      KDRT.                                                         suami adalah karena adanya peran besar
  e. Pemukulan          terhadap      istri    adalah               istri.    Untuk      itu     responden      juga
      tindakan yang wajar                                           menjawab        (dari      hasil    wawancara)
              Pertanyaan        berikutnya       yang               bahwa      perlu    adanya         keseimbangan
      diajukan oleh peneliti adalah apakah                          peran antara suami dan istri.
142
             YULIANI – Pengaruh Partisipasi Masyarakat Terhadap Upaya Penghapusan KDRT



  h. Pekerjaan      rumah     tangga      adalah           istri dapat saja dikatakan maju tanpa
     pekerjaan istri (perempuan)                           harus meninggalkan peran domestiknya
             Kebanyakan responden (61.90%)                 dalam rumah tangga. Responden dalam
     masih menganggap bahwa pekerjaan                      kelompok ini juga menjelaskan bahwa
     rumah       tangga    adalah      pekerjaan           jika seorang istri mampu mendidik anak-
     perempuan,     menurut     responden       hal        anaknya       dengan     baik    maka     dapat
     tersebut sesuai dengan budaya yang                    dikatakan juga istri tersebut adalah istri
     responden miliki bahwa orang tua                      yang maju.
     mereka mengajarkan pekerjaan yang                  b. Perempuan         berhak        mendapatkan
     bersifat domestik adalah domain atau                  pendidikan yang tinggi
     ruang lingkup pekerjaan perempuan,                              Pendidikan      merupakan         hal
     responden     menganggap         risih    bila        penting dalam membina rumah tangga
     anggota laki-laki dalam rumah tangga                  dengan bekal pendidikan yang layak dan
     mereka         melakukan          pekerjaan           pengetahuan yang luas menjadi salah
     perempuan. Namun ada juga yang                        satu indikator keberhasilan keluarga.
     mengatakan       bahwa       sesungguhnya             Berikut ini tanggapan responden tentang
     pekerjaan    domestik    atau     pekerjaan           hak perempuan untuk mendapatkan
     rumah tangga adalah pekerjaan yang                    pendidikan yang tinggi. Hak pendidikan
     dapat dilakukan oleh anggota rumah                    yang tinggi ini bukan hanya untuk istri
     tangga lainnya tanpa terkecuali, dan                  tetapi seluruh anggota keluarga yang
     tanpa    membedakan      jenis      kelamin.          perempuan.
     Responden      yang     termasuk         dalam                  Berdasarkan hasil penelitian, pada
     kelompok ini sudah melakukan banyak                   umumnya responden menjawab bahwa
     pekerjaan dalam rumah tangga mereka                   mereka        mendapatkan        hak      untuk
     yang dibantu oleh anggota keluarga                    memperoleh pendidikan yang tinggi
     yang lain tanpa berdasarkan pada jenis                juga menjadi hak kaum perempuan.
     kelamin anggota keluarga.                             Dalam penelitian ini tidak ada responden
                                                           yang sangat tidak setuju bahwa hak
D. Pemahaman Peranan Perempuan (istri)                     mendapatkan pendidikan yang tinggi
  a. Istri yang maju adalah istri yang                     juga merupakan hak perempuan. Dan
     bekerja diluar rumah                                  terkait     dengan     keberhasilan       rumah
             Dalam hal ini peneliti ingin                  tangga      ditentukan    oleh    peran    istri
     mengetahui bagaimanakah pemahaman                     responden          berpendapat          bahwa
     responden tentang perspektif istri yang               keberhasilan             rumah          tangga
     maju, ternyata dari hasil penelitian                  sesungguhnya merupakan peran besar
     menunjukkan          bahwa        responden           dari seorang istri. Mengenai istri punya
     sebahagian besar menjawab tidak benar                 hak dalam menentukan sikap, sebagian
     atau tidak setuju (53 orang responden                 besar responden berpendapat bahwa
     atau 63.10 %) bahwa istri yang bekerja                mereka dapat menentukan sikap setelah
     diluar rumah adalah istri yang maju,                  mereka berdiskusi dalam rumah tangga,
     menurut responden dalam kelompok ini                  meskipun responden mengakui bahwa
                                                                                                       143
                             Spirit Publik Vol. 4, No. 2, Oktober 2008 Hal. 131 – 152



      sikap yang mereka lakukan sebagian                            perempuan        dan      apresiasi       bagi
      besar juga didominasi oleh suami.                             perempuan yang berhasil didalamnya.
  c. Mendidik anak-anak adalah tanggung
      jawab bersama                                          Variabel Penghapusan Kekerasan Dalam
               Terkait dengan tanggung jawab                 Rumah Tangga
      mendidik       anak,      pada         umumnya         A. Aspek Ketidakseimbangan Jender
      responden           berpendapat          bahwa            a. Merasa direndahkan oleh pasangan
      pendidikan anak adalah tanggung jawab                               Jender           mengacu            pada
      bersama antara suami istri dan anggota                        pemahaman, keyakinan, harapan, nilai
      keluarga lainnya, namun tetap berada                          dan norma masyarakat tentang peran,
      pada kapasitas masing-masing, misalnya                        perilaku,    watak     dan     posisi    sosial
      peran ayah lebih kepada pemenuhan                             perempuan        dan     laki-laki.      Pada
      biaya sekolah dan peran ibu lebih                             kebanyakan kasus, perempuan menjadi
      kepada pembentukan akhlak anak atau                           sasaran kekerasan pada saat mereka
      budi pekerti anak, dan kebanyakan                             memenuhi       peran    jendernya       sesuai
      responden berpendapat bahwa pekerjaan                         dengan      harapan    masyarakat.       Hasil
      domestik sepenuhnya adalah pekerjaan                          penelitian menunjukkan bahwa sebagian
      perempuan.                                                    besar (66.67%) responden menjawab
  d. Penghargaan pemerintah terhadap                                bahwa       mereka     pernah     mengalami
      perempuan                                                     kekerasan     berupa     perasaan       merasa
               Yaitu tentang perempuan (istri)                      dilecehkan     atau     direndahkan       oleh
      yang berhasil dalam karir dan rumah                           pasangannya (dalam hal ini suami).
      tangga perlu mendapat penghargaan dari                        Misalnya dengan cacian atau makian
      pemerintah.     Nampaknya           responden                 atau kata-kata yang kasar.
      sangat      menghargai         jerih     payah            b. Pemaksaan         terhadap       pemenuhan
      perempuan dalam rumah tangga. Ini                             kebutuhan seksual pasangan
      terbukti dari jawaban responden bahwa                               Beberapa         orang       responden
      mereka setuju yaitu sebanyak 66 orang                         (50.00%) mengakui bahawa mereka
      atau 78.57 % agar perempuan dalam hal                         pernah melakukan hubungan seksual
      ini istri yang berhasil dalam karir dan                       dengan pasangan secara terpaksa dan
      rumah      tangga      perlu      mendapatkan                 bukan atas dasar keinginan mereka. Hal
      reward       atau       penghargaan        dari               ini dilakukan karena mereka merasa
      pemerintah. Hal ini menurut responden                         sebagai istri mereka harus memenuhi
      menunjukkan adanya apresiasi yang                             kebutuhan suami. Meskipun secara fisik
      tinggi terhadap peran perempuan.                              mereka sangat lelah setelah bekerja
               Penghargaan       yang     responden                 diluar rumah maupun setelah bekerja
      harapkan dalam kelompok ini adalah                            secara domestik (melakukan pekerjaan
      penghargaan dalam bentuk materil dan                          rumah tangga).
      immateril. Responden pada kelompok
      ini berpendapat bahwa sudah selayaknya
      pemerintah memperhatikan fungsi ganda
144
           YULIANI – Pengaruh Partisipasi Masyarakat Terhadap Upaya Penghapusan KDRT



c. Kekerasan Fisik (pemukulan) dan                       ciri-ciri yang dianggap positif pada
  Kekerasan berupa Ancaman                               perempuan              (feminitas)           yang
           Setiap responden dalam penelitian             menekankan pada perempuan untuk
  ini pernah melakukan atau mengalami                    bersikap pasrah selalu mendahulukan
  kekerasan, bahkan mereka tidak hanya                   kepentingan orang lain, ketergantungan
  mengalami satu jenis kekerasan. Bentuk-                kepada     laki-laki     serta     menuntutnya
  bentuk kekerasan fisik yang dialami oleh               untuk mengutamakan peran sebagai
  responden dalam penelitian ini antara                  pendamping suami dan pengasuh anak-
  lain dipukul.                                          anaknya.
           Dari     hasil     penelitian     dapat             Hal ini senada dengan jawaban
  diketahui       bahwa        sebagian      besar       responden bahwa mereka tidak akan
  responden pernah mengalami kekerasan                   melaporkan      jika      anggota      keluarga
  fisik berupa pemukulan oleh suami dan                  seperti suami atau orang tua melakukan
  anggota keluarga mereka. Di samping                    tindakan      KDRT.      Sebanyak         66.67%
  itu sebagian besar responden (70.24%)                  responden menjawab hal tersebut dan
  juga     pernah     mengalami          kekerasan       yang cukup mengejutkan dari hasil
  berupa      ancaman,        ancaman      tersebut      penelitian     bahwa       tidak     satu     pun
  antara lain suami atau anggota keluarga                responden akan mendiamkan jika ada
  yang        melakukan         KDRT          akan       tindakan kekerasan dalam rumah tangga
  membandingkan atau mengkonversikan                     mereka        dan       atas      pertimbangan
  dengan hal yang lain. Ancaman ini                      psikologis mereka bersedia memaafkan
  biasanya dilakukan oleh suami atau laki-               pelaku KDRT. Tetapi jika mengalami
  laki dalam rumah tangga hal ini                        KDRT mereka akan berfikir bila harus
  menunjukkan         sikap    dominan       lelaki      melaporkan      keluarga         mereka      yang
  dalam rumah tangga.                                    melakukan       tindakan          KDRT,        ini
d. Sikap      mendiamkan          jika     terjadi       dipertimbangkan         berdasarkan         ikatan
  tindakan KDRT                                          psikologis,             moralitas             dan
           Persoalan yang mendasar dalam                 ketergantungan           ekonomi          korban
  tindakan KDRT adalah bersumber pada                    terhadap pelaku. Karenanya responden
  ketimpangan antara perempuan dan laki-                 dalam kelompok ini (sebanyak 60.71%)
  laki yang diperkuat oleh nilai-nilai                   tidak bersedia melaporkan kasus KDRT
  patriarkhi yang dianut secara luas.                    yang menimpa mereka dan mereka
  Pemahaman yang ada tentang ciri-ciri                   memilih        untuk           berdamai       dan
  yang dianggap baik pada laki-laki                      memaafkan pelaku.
  (maskulinitas) yang menggunakan sifat-              e. Pemukulan           hingga           mengalami
  sifat berani dan tegas dalam bertindak                 perawatan medis
  menempatkan laki-laki dalam posisi                           Pada item ini peneliti menanyakan
  lebih tinggi dari perempuan, merupakan                 apakah responden pernah mengalami
  hal yang ikut melanggengkan kekerasan                  tindakan kekerasan berupa pemukulan
  terhadap perempuan. Kenyataan ini                      hingga mengalami perawatan medis,
  dilengkapi dengan pemahaman tentang                    ternyata     mereka      pernah      mengalami
                                                                                                       145
                               Spirit Publik Vol. 4, No. 2, Oktober 2008 Hal. 131 – 152



      pemukulan        yaitu     sebanyak       46.43%            f. Upaya       Memelihara keutuhan dan
      responden. Pemukulan yang mendapat                              keharmonisan keluarga
      perawatan        medis      antara     lain    luka                   Responden menyadari bahwa UU
      memar,       lebam         yang       diakibatkan               PKDRT juga bertujuan sebagai upaya
      pemukulan secara fisik. Pada umumnya                            memelihara keutuhan dan keharmonisan
      semua responden pernah mengalami                                rumah tangga. Hal ini didukung oleh
      pemukulan        atau     pernah       melakukan                sebagian besar responden (71.43%) yang
      tindakan KDRT. Mulai dari pemukulan                             setuju, bahkan 20% mengatakan bahwa
      yang ringan hingga yang berat. Untuk                            mereka sangat setuju.
      itu mereka berpendapat bahwa perlu                          g. Peranan Polisi Perempuan
      adanya perlindungan terhadap anggota                                   Polisi    perempuan        adalah
      keluarga. Sebagian besar responden                              bagian dari unsur kepolisian yang salah
      menyadari bahwa ada perlindungan hak                            satu tugasnya adalah mendampingi
                                                                      korban KDRT, responden mewakili
      dalam rumah tangga. Setiap individu
                                                                      masyarakat dalam penelitian ini
      dalam rumah tangga memiliki hak untuk
                                                                      menyadari betul fungsi dari adanya
      dapat     hidup      dengan          tenang     dan
                                                                      polisi perempuan ini. Sebagian besar
      harmonis. Hal ini bertujuan mencegah
                                                                      responden atau 59.52 % menjawab
      segala bentuk kekerasan yang terjadi
                                                                      bahwa      mereka     membutuhkan
      dalam rumah tangga. Salah satu tujuan
                                                                      keberadaan polisi perempuan hal ini
      dari    UU        PKDRT         adalah        untuk
                                                                      wajar jika dilihat dari ikatan psikologis
      mencegah         segala     kekerasan         dalam
                                                                      sesama perempuan dimana responden
      rumah tangga, sebagian besar responden
                                                                      dalam kelompok ini menganggap bahwa
      atau 54.76 % memahami akan hal ini.
                                                                      yang   paling   mengerti keadaan
      Dan     tidak      ada       responden         yang
                                                                      perempuan adalah perempuan juga.
      menjawab bahwa UU PKDRT tidak                                   Dalam hal tanggapan responden tentang
      bertujuan        untuk      mencegah          segala            bagaimana kalau pelaku KDRT adalah
      kekerasan dan bahwa UU PKDRT juga                               suami. Meskipun respondennya banyak
      berguna      untuk        melindungi      korban                yang berjenis kelamin laki-laki, sebagian
      KDRT.                                                           besar responden (75%) menyatakan
              Semua            responden            dalam             setuju bahwa kekerasan yang dilakukan
      penelitian ini menganggap perlu ada                             dalam rumah tangga sebagian besarnya
      tindakan terhadap pelaku yang artinya                           dilakukan oleh suami.
      juga     tidak     ada       responden         yang
      menjawab          bahwa        pelaku          perlu     Hasil Pengujian Hipotesis
      dilindungi atau perlu ada tindakan                               Hipotesis dalam penelitian ini diuji
      terhadap pelaku, mulai dari lingkungan                   menggunakan statistik nonparametrik, yaitu
      keluarga hingga pelaporan terhadap                       menggunakan uji korelasi “rank Spearman”.
      pihak kepolisian.                                        Data    diolah    dengan   bantuan    komputer
                                                               menggunakan program SPSS 10.0.



146
               YULIANI – Pengaruh Partisipasi Masyarakat Terhadap Upaya Penghapusan KDRT



Pengaruh Variabel Partisipasi Masyarakat                     Tabel 3. Pengujian Hubungan antara
(X)    Terhadap           Upaya          Penghapusan                     Variabel X dengan Variabel Y
Kekerasan Dalam Rumah Tangga (Y)                              Koef. korelasi
                                                                                        0,7088
                                                              antara X dan Y
        Karena keterbatasan skala pengukuran                  Taraf kekeliruan          0,05 atau 5%
dari variabel penelitian, yaitu berskala ordinal,             t-hitung                  9,0990
                                                              Jumlah sampel             84
maka untuk menguji pengaruh “Partisipasi                      T–tabel                   1,9893
Masyarakat” terhadap “Upaya Penghapusan                                                 Tolak Ho jika t-hitung >
                                                              Aturan keputusan
                                                                                        t-tabel
Kekerasan Dalam Rumah Tangga” dikota                          Keputusan                 H0 ditolak
Pekanbaru digunakan korelasi rank Spearman                    Koefisien
                                                                                        50.24%
                                                              Determinasi
        Untuk       menguji         apakah        terdapat
                                                                     Hasil pengujian memutuskan bahwa
pengaruh      partisipasi     masyarakat          terhadap
                                                             Ho ditolak dan Ha diterima (t-hitung > t-tabel),
upaya penghapusan kekerasan dalam rumah
                                                             dengan demikian hasil ini menunjukkan bahwa
tangga, maka dilakukan pengujian terhadap
                                                             partisipasi masyarakat berpengaruh signifikan
nilai koefisien korelasinya dengan hipotesis
                                                             terhadap upaya penghapusan kekerasan dalam
sebagai berikut:
                                                             rumah tangga di kota Pekanbaru .. Merujuk
Ho : ρXY = 0      Tidak        terdapat        Pengaruh
                                                             pada hasil ini maka apa yang dihipotesiskan
                  partisipasi             masyarakat
                                                             sebelumnya        bahwa        terdapat        pengaruh
                  terhadap upaya penghapusan
                                                             partisipasi      masyarakat         terhadap     upaya
                  kekerasan dalam rumah tangga
                                                             penghapusan kekerasan dalam rumah tangga di
                  di kota Pekanbaru.
                                                             kota        Pekanbaru          dapat       dibuktikan
Ha : ρXY ≠ 0      Terdapat Pengaruh Partisipasi
                                                             kebenarannya. Berdasarkan kriteria Guilford,
                  Masyarakat        terhadap        upaya    maka korelasi Partisipasi masyarakat dengan
                  penghapusan kekerasan dalam                upaya penghapusan kekerasan dalam rumah
                  rumah         tangga       di      kota    tangga masuk dalam kategori korelasi yang
                  Pekanbaru .                                kuat (tinggi).
        Untuk       menguji         hipotesis      diatas,           Karena hasil pengujian menyimpulkan
sebelumnya telah dihitung koefisien korelasi                 bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari
rank Spearman antara Partisipasi Masyarakat                  partisipasi      masyarakat         terhadap     upaya
dengan upaya penghapusan kekerasan dalam                     penghapusan kekerasan dalam rumah tangga di
rumah tangga di kota Pekanbaru (lampiran 3).                 kota Pekanbaru, maka selanjutnya dicari
Setelah nilai koefisien korelasi diperoleh,                  seberapa besar pengaruh partisipasi masyarakat
selanjutnya     dicari      nilai   t-hitung       sebagai   terhadap kinerja upaya penghapusan kekerasan
statistik uji-t yang akan dibandingkan dengan                dalam rumah tangga di kota Pekanbaru melalui
nilai t-tabel pada tingkat kepercayaan 95%                   koefisien determinasi. Dari hasil perhitungan
untuk pengujian dua arah. Hasil pengujian                    diperoleh      koefisien      determinasi       sebesar
selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut.               50.24%, dengan demikian 50.24% upaya
                                                             penghapusan kekerasan dalam rumah tangga di
                                                             kota Pekanbaru dapat dijelaskan (dipengaruhi)
                                                             oleh   partisipasi   masyarakat         dan     49.76%


                                                                                                                 147
                             Spirit Publik Vol. 4, No. 2, Oktober 2008 Hal. 131 – 152



sisanya dipengaruhi faktor-faktor lain diluar                 Keputusan                 H0 ditolak
                                                              Koefisien
variabel partisipasi masyarakat.                                                        27.08%
                                                              Determinasi
Pengaruh         Sub-Variabel           Kebutuhan                    Hasil pengujian memutuskan bahwa
Masyarakat         (X1)      Terhadap            Upaya       Ho ditolak dan Ha diterima (t-hitung > t-tabel),
Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah                            dengan demikian hasil ini menunjukkan bahwa
Tangga (Y)                                                   kebutuhan masyarakat berpengaruh signifikan
        Untuk       menguji       apakah        terdapat     terhadap upaya penghapusan kekerasan dalam
pengaruh      kebutuhan     masyarakat          terhadap     rumah tangga di kota Pekanbaru . Merujuk
upaya penghapusan kekerasan dalam rumah                      pada hasil ini maka apa yang dihipotesiskan
tangga di kota Pekanbaru, maka dilakukan                     sebelumnya       bahwa          terdapat      pengaruh
pengujian terhadap nilai koefisien korelasinya               kebutuhan      masyarakat         terhadap       upaya
dengan hipotesis sebagai berikut:                            penghapusan kekerasan dalam rumah tangga di
Ho : ρX1Y= 0     Tidak       terdapat        pengaruh        kota       Pekanbaru         dapat          dibuktikan
                 kebutuhan              masyarakat           kebenarannya. Berdasarkan kriteria Guilford,
                 terhadap upaya penghapusan                  maka korelasi kebutuhan masyarakat dengan
                 kekerasan dalam rumah tangga
                                                             upaya penghapusan kekerasan dalam rumah
                 di kota Pekanbaru .
                                                             tangga di kota Pekanbaru masuk dalam
Ha : ρX1Y ≠ 0    Terdapat pengaruh kebutuhan
                                                             kategori korelasi yang cukup kuat (sedang).
                 masyarakat       terhadap        upaya
                                                                     Karena hasil pengujian menyimpulkan
                 penghapusan kekerasan dalam
                                                             bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari
                 rumah        tangga       di      kota
                                                             kebutuhan      masyarakat         terhadap       upaya
                 Pekanbaru .
                                                             penghapusan kekerasan dalam rumah tangga di
        Untuk       menguji       hipotesis      diatas,
                                                             kota Pekanbaru, maka selanjutnya dicari
sebelumnya telah dihitung koefisien korelasi
                                                             seberapa      besar      pengaruh            kebutuhan
rank Spearman antara kebutuhan masyarakat
                                                             masyarakat      terhadap     upaya         penghapusan
dengan upaya penghapusan kekerasan dalam
                                                             kekerasan dalam rumah tangga di kota
rumah tangga di kota Pekanbaru (lampiran 3).
                                                             Pekanbaru melalui koefisien determinasi. Dari
Setelah nilai koefisien korelasi diperoleh,
                                                             hasil      perhitungan      diperoleh         koefisien
selanjutnya     dicari    nilai   t-hitung       sebagai
                                                             determinasi sebesar 27.08%, dengan demikian
statistik uji-t yang akan dibandingkan dengan
                                                             27.08% upaya penghapusan kekerasan dalam
nilai t-tabel pada tingkat kepercayaan 95%
                                                             rumah tangga di kota Pekanbaru dapat
untuk pengujian dua arah. Hasil pengujian
                                                             dijelaskan     (dipengaruhi)       oleh      kebutuhan
selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut:
                                                             Masyarakat.
Tabel 4. Pengujian Hubungan Antara
                                                             Pengaruh        Sub-Variabel            Kepentingan
           Variabel X1 dengan Variabel Y
 Koef. korelasi antara                                       (Interest) Masyarakat (X2) Terhadap Upaya
                           0,5204
 X1 dan Y                                                    Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah
 Taraf kekeliruan          0,05 atau 5%
 t-hitung                  5,5189                            Tangga (Y)
 Jumlah sampel             84                                        Untuk         menguji     apakah       terdapat
 T–tabel                   1,9893
                           Tolak Ho jika t-hitung          pengaruh kepentingan (interest) Masyarakat
 Aturan keputusan
                           > t-tabel                         terhadap upaya penghapusan kekerasan dalam
148
                YULIANI – Pengaruh Partisipasi Masyarakat Terhadap Upaya Penghapusan KDRT



rumah tangga di kota pekanbaru, maka                      kekerasan dalam rumah tangga di kota
dilakukan pengujian terhadap nilai koefisien              pekanbaru. Merujuk pada hasil ini maka apa
korelasinya dengan hipotesis sebagai berikut:             yang       dihipotesiskan       sebelumnya         bahwa
Ho : ρX2Y= 0      Tidak       terdapat      pengaruh      terdapat     pengaruh         kepentingan     (interest)
                  kepentingan               (interest).   masyarakat      terhadap        upaya     penghapusan
                  Masyarakat        terhadap    upaya     kekerasan dalam rumah tangga di kota
                  penghapusan kekerasan dalam             pekanbaru dapat dibuktikan               kebenarannya.
                  rumah        tangga      di     kota    Berdasarkan kriteria Guilford, maka korelasi
                  Pekanbaru                               kepentingan        (interest) masyarakat          dengan
Ha : ρX2Y ≠ 0     Terdapat       pengaruh       kepen-    upaya penghapusan kekerasan dalam rumah
                  tingan (interest) masyarakat            tangga di kota pekanbaru masuk dalam
                  terhadap upaya penghapusan              kategori korelasi yang cukup kuat (sedang).
                  kekerasan dalam rumah tangga                       Karena hasil pengujian menyimpulkan
                  di kota Pekanbaru                       bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari
        Untuk       menguji         hipotesis   diatas,   kepentingan (interest) masyarakat terhadap
sebelumnya telah dihitung koefisien korelasi              upaya penghapusan kekerasan dalam rumah
rank Spearman antara kepentingan (interest)               tangga di kota pekanbaru, maka selanjutnya
masyarakat       dengan       upaya      penghapusan      dicari seberapa besar pengaruh             kepentingan
kekerasan dalam rumah tangga di kota                      (interest)      masyarakat         terhadap         upaya
pekanbaru (lampiran 3). Setelah nilai koefisien           penghapusan kekerasan dalam rumah tangga di
korelasi diperoleh, selanjutnya dicari nilai t-           kota pekanbaru melalui koefisien determinasi.
hitung sebagai statistik uji-t yang akan                  Dari hasil perhitungan diperoleh koefisien
dibandingkan dengan nilai t-tabel pada tingkat            determinasi sebesar 39.98%, dengan demikian
kepercayaan 95% untuk pengujian dua arah.                 39.98% upaya penghapusan kekerasan dalam
Hasil pengujian selengkapnya dapat dilihat                rumah tangga di kota Pekanbaru dapat
pada tabel berikut.                                       dijelaskan (dipengaruhi) oleh kepentingan
Tabel 5. Pengujian Hubungan Antara                        (interest) masyarakat.
          Variabel X2 dengan Variabel Y                   Pengaruh Sub-Variabel Adat Istiadat (X3)
 Koef. korelasi antara                                    Terhadap Upaya Penghapusan Kekerasan
                           0,6323
 X2 dan Y                                                 Dalam Rumah Tangga (Y)
 Taraf kekeliruan          0,05 atau 5%
 t-hitung                  7,3901                                    Untuk      menguji      apakah         terdapat
 Jumlah sampel             84                             pengaruh       adat    istiadat     terhadap        upaya
 T–tabel                   1,9893
                           Tolak Ho jika t-hitung >     penghapusan kekerasan dalam rumah tangga,
 Aturan keputusan
                           t-tabel                        maka dilakukan pengujian terhadap nilai
 Keputusan                 H0 ditolak
 Koefisien                                                koefisien korelasinya dengan hipotesis sebagai
                           39.98%
 Determinasi                                              berikut:
        Hasil pengujian memutuskan bahwa                  Ho : ρX3Y= 0       Tidak terdapat pengaruh adat
Ho ditolak dan Ha diterima (t-hitung > t-tabel),                             istiadat       terhadap         upaya
dengan demikian hasil ini menunjukkan bahwa                                  penghapusan kekerasan dalam
kepentingan (interest) masyarakat berpengaruh                                rumah        tangga       di      kota
signifikan      terhadap      upaya      penghapusan                         Pekanbaru
                                                                                                                149
                           Spirit Publik Vol. 4, No. 2, Oktober 2008 Hal. 131 – 152



Ha : ρX3Y ≠ 0   Terdapat         pengaruh        adat              Karena hasil pengujian menyimpulkan
                istiadat       terhadap        upaya       bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari
                penghapusan kekerasan dalam                adat istiadat terhadap upaya penghapusan
                rumah         tangga      di    kota       kekerasan dalam rumah tangga di kota
                Pekanbaru.                                 pekanbaru maka selanjutnya dicari seberapa
        Untuk       menguji      hipotesis     diatas,     besar pengaruh adat istiadat terhadap upaya
sebelumnya telah dihitung koefisien korelasi               penghapusan kekerasan dalam rumah tangga di
rank Spearman antara adat istiadat dengan                  kota pekanbaru melalui koefisien determinasi.
upaya penghapusan kekerasan dalam rumah                    Dari hasil perhitungan diperoleh koefisien
tangga di kota pekanbaru (lampiran 3). Setelah             determinasi sebesar 35.37%, dengan demikian
nilai koefisien korelasi diperoleh, selanjutnya            35.37% upaya penghapusan kekerasan dalam
dicari nilai t-hitung sebagai statistik uji-t yang         rumah tangga di kota pekanbaru dapat
akan dibandingkan dengan nilai t-tabel pada                dijelaskan (dipengaruhi) oleh adat istiadat.
tingkat kepercayaan 95% untuk pengujian dua                Pengaruh        Sub-Variabel           Pemahaman
arah. Hasil pengujian selengkapnya dapat                   Peranan Perempuan (X4) Terhadap Upaya
dilihat pada tabel berikut.                                Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah
Tabel 6. Pengujian hubungan antara                         Tangga Di Kota Pekanbaru (Y)
          variabel X3 dengan variabel Y                            Untuk      menguji     apakah         terdapat
 Koef. korelasi                                            pengaruh pemahaman peranan perempuan
                        0,5947
 antara X3 dan Y
 Taraf kekeliruan       0,05 atau 5%                       terhadap upaya penghapusan kekerasan dalam
 t-hitung               6,6989                             rumah tangga di kota Pekanbaru, maka
 Jumlah sampel          84
 T–tabel                1,9893                             dilakukan pengujian terhadap nilai koefisien
                        Tolak Ho jika t-hitung >         korelasinya dengan hipotesis sebagai berikut:
 Aturan keputusan
                        t-tabel
 Keputusan              H0 ditolak                         Ho : ρX4Y= 0     Tidak      terdapat      pengaruh
 Koefisien                                                                  pemahaman                    peranan
                        35.37%
 Determinasi
                                                                            perempuan      terhadap       upaya
        Hasil pengujian memutuskan bahwa
                                                                            penghapusan kekerasan dalam
Ho ditolak dan Ha diterima (t-hitung > t-tabel),
                                                                            rumah       tangga      di      kota
dengan demikian hasil ini menunjukkan bahwa
                                                                            Pekanbaru .
adat istiadat berpengaruh signifikan terhadap
                                                           Ha : ρX4Y ≠ 0    Terdapat      pengaruh        pema-
upaya penghapusan kekerasan dalam rumah                                     haman      peranan     perempuan
tangga di kota Pekanbaru. Merujuk pada hasil                                terhadap upaya penghapusan
ini maka apa yang dihipotesiskan sebelumnya                                 kekerasan dalam rumah tangga
bahwa terdapat pengaruh adat istiadat terhadap                              di kota Pekanbaru .
upaya penghapusan kekerasan dalam rumah                            Untuk      menguji     hipotesis       diatas,
tangga di kota pekanbaru dapat dibuktikan                  sebelumnya telah dihitung koefisien korelasi
kebenarannya. Berdasarkan kriteria Guilford,               rank Spearman antara pemahaman peranan
maka korelasi adat istiadat dengan upaya                   perempuan       dengan      upaya      penghapusan
penghapusan kekerasan dalam rumah tangga di                kekerasan dalam rumah tangga di kota
kota pekanbaru masuk dalam kategori korelasi               pekanbaru (lampiran 3). Setelah nilai koefisien
yang cukup kuat (sedang).                                  korelasi diperoleh, selanjutnya dicari nilai t-
150
                YULIANI – Pengaruh Partisipasi Masyarakat Terhadap Upaya Penghapusan KDRT



hitung sebagai statistik uji-t yang akan                 Dari hasil perhitungan diperoleh koefisien
dibandingkan dengan nilai t-tabel pada tingkat           determinasi sebesar 34.85%, dengan demikian
kepercayaan 95% untuk pengujian dua arah.                34.85% upaya penghapusan kekerasan dalam
Hasil pengujian selengkapnya dapat dilihat               rumah tangga di kota pekanbaru dapat
pada tabel berikut:                                      dijelaskan (dipengaruhi) oleh pemahaman
Tabel 7.      Pengujian       Hubungan         Antara    peranan perempuan.
              Variabel X4 dengan Variabel Y
 Koef. korelasi                                               KESIMPULAN DAN SARAN
                           0,5903
 antara X4 dan Y
 Taraf kekeliruan          0,05 atau 5%
 t-hitung                  6,6230                        Kesimpulan
 Jumlah sampel             84
 T–tabel                   1,9893                        1. Berdasarkan konsep partisipasi masyarakat
                           Tolak Ho jika t-hitung >      yang telah dikemukakan maka adanya
 Aturan keputusan
                           t-tabel
 Keputusan                 H0 ditolak                      partisipasi      masyarakat        yang        tepat
 Koefisien                                                 memungkinkan             upaya      penghapusan
                           34.85%
 Determinasi
                                                           kekerasan dalam rumah tangga dapat
           Hasil pengujian memutuskan bahwa
                                                           diimplementasikan
Ho ditolak dan Ha diterima (t-hitung > t-tabel),
                                                         2. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa
dengan demikian hasil ini menunjukkan bahwa
                                                           partisipasi masyarakat mempunyai tingkat
pemahanan peranan perempuan berpengaruh
                                                           pengaruh yang cukup.
signifikan      terhadap      upaya      penghapusan     3. Hasil penelitian memberi petunjuk bahwa
kekerasan dalam rumah tangga di kota                       partisipasi masyarakat memberi pengaruh
pekanbaru. Merujuk pada hasil ini maka apa                 yang       signifikan         terhadap        upaya
yang       dihipotesiskan      sebelumnya       bahwa      penghapusan       kekerasan       dalam      rumah
terdapat      pengaruh       pemahaman        peranan      tangga di kota pekanbaru , namun demikian
perempuan       terhadap      upaya      penghapusan       masih ada faktor lain yang cukup strategis
kekerasan dalam rumah tangga di kota                       seperti Sosialisasi UU, Evaluasi kebijakan,
pekanbaru dapat dibuktikan             kebenarannya.       Pemantauan        peradilan      terhadap     kasus
Berdasarkan kriteria Guilford, maka korelasi               KDRT,         Peranan    Tenaga         Pendamping
pemahaman peranan perempuan dengan upaya                   Lapangan (TPL), dan lain sebagainya.
penghapusan kekerasan dalam rumah tangga di
kota pekanbaru masuk dalam kategori korelasi             Saran
yang cukup kuat (sedang).                                1. Hasil kesimpulan penelitian menunjukkan
           Karena hasil pengujian menyimpulkan             bahwa      partisipasi     masyarakat         dapat
bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari               memberikan        pengaruh       yang     signifikan
pemahaman        peranan      perempuan       terhadap     terhadap upaya penghapusan kekerasan
upaya penghapusan kekerasan dalam rumah                    dalam rumah tangga di kota pekanbaru.
tangga di kota pekanbaru maka selanjutnya                  Oleh karena itu disarankan kepada peneliti
dicari seberapa besar pengaruh            pemahaman        yang    ingin      mendalami        teori     sosial
peranan        perempuan         terhadap        upaya     khususnya upaya penghapusan kekerasan
penghapusan kekerasan dalam rumah tangga di                dalam rumah tangga ada beberapa aspek
kota pekanbaru melalui koefisien determinasi.              terutama kepentingan (interest) masyarakat
                                                                                                           151
                          Spirit Publik Vol. 4, No. 2, Oktober 2008 Hal. 131 – 152



   dan adat istiadat yang sangat berpengaruh              Nugroho,    2005, Sendi-sendi Statistika, CV
                                                                    Rajawali, Jakarta
   untuk terwujudnya penghapusan kekerasan                Pusat Pengembangan Sumber Daya Wanita, 1994,
   dalam rumah tangga yang optimal.                                 Panduan         Tenaga      Pendamping
                                                                    Lapangan (TPL) Perempuan, PPSW,
2. Dimasa yang akan datang Kota Pekanbaru                           Jakarta
   perlu   menerapkan     strategi   penanganan           __________________________________, 1995,
                                                                    Panduan         Tenaga      Pendamping
   yang menitik beratkan kepada pendekatan                          lapangan (TPL) Perempuan Peranan
   perspektif    jender terhadap penghapusan                        Strategis Namun Marjinal, PPSW,
                                                                    Jakarta
   kekerasan dalam rumah tangga.                          Robbins, Stephen p., 2007, Organization Theory:
                                                                    Structure, Desaign, and Application
                                                                    (Teori Organisasi: Struktur, Design dan
           DAFTAR PUSTAKA                                           Aplikasi), (diterjemahkan Jusuf Udaya),
                                                                    Arcan,Jakarta.
Ali, Faried, 1997, Metodologi Penelitian Sosial                    , 2001, Organizational Behavior:
          dalam bidang Administrasi Negara,                         Coscepts,     Controversies,Applications
          Rajawali Pers, Jakarta.                                   (diterjemahkan        oleh      Hadyana
Al Rasyid, Harun, 1994, Teknik Penarikan Sampel                     Pujaatmaka), Prenhallindo, Jakarta.
          dan Penyusunan Skala, Program                   Rusidi, 2000, Metodologi Penelitian, Diktat
          Pascasarjana Universitas Padjadjaran,                     Perkuliahan, PPS Unpad, Bandung.
          Bandung.                                        Sudjana, 2007, Teknik Analisis Regresi dan
           , 1994, Statistik Sosial, Program                        Korelasi, Tarsito, Bandung.
          Pascasarjana Universitas Padjadjaran,           ______ , 2007, Teknik Analisis Data Kuantitatif,
          Bandung.                                                  Tarsito, Bandung.
BPS, 2007, Riau Dalam Angka, BPS Riau                     Sugiono, 2007, Statistik Untuk Penelitian, CV
____, 2007, Pekanbaru dalam Angka, BPS Riau                         Alfabeta, Bandung.
Cochram, Williiam G, 1991, Sampling Techniques            Stewart Aileen Mitchell, 2006, Empowering
          (diterjemahkan oleh Rudiansyah), UI                       People, Pitman Publishing, London
          Press, Jakarta.                                 Tjokroamidjodjo, Bintoro, 2006, Kebijakan dan
Dennis, Harry S, 2000, The Construction of a                        Administrasi Pembangunan, Haji Mas
          Managerial Communication Climate                          Agung Jakarta
          Inventory for Use in Organizations
          dalam R. Wayne Pace, Komunikasi
                                                          Dokumen – Dokumen :
          Organisasi, Editor Dedy Mulyana,
                                                          Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) 1999-
          Remaja Rosdakarya, Bandung.
                                                                 2000, 1999, Tamika Utama, Jakarta.
Komnas Perempuan, 2005, Panduan Pemantauan
                                                          UU RI No. 23 Tahun 2004, Tentang Penghapusan
          Peradilan Kasus Kekerasan Terhadap
                                                                 Kekerasan Dalam Rumah Tangga
          Perempuan,         Komnas     Perempuan,
                                                          Jurnal Perempuan, Nomor 23 , Mei 2002, Yayasan
          Jakarta
                                                          Jurnal Perempuan, Jakarta
________________, 2004, Kekerasan Terhadap
          Perempuan yang Dilakukan dan/ atau
          Dibiarkan       oleh   Negara     Selama
          Berlangsungnya Konflik Bersenjata
          (1997-2000),        Publikasi    Komnas
          Perempuan, Jakarta
________________, 2005, Kekerasan Terhadap
          Perempuan Sebagai Pelanggaran Hak
          Asasi Manusia, Publikasi Komnas
          Perempuan, Jakarta
________________, 2005, Kekerasan Terhadap
          Perempuan Sebagai Pelanggaran Hak
          Asasi     Manusia      Edisi    Pedoman
          Pendokumentasian, Publikasi Komnas
          Perempuan, Jakarta
Munti Ratna Batara, Posisi Perempuan dalam
          Hukum Islam Di Indonesia, LBH Apik,
          Jakarta
Nasir, Mohammad, 1998, Metode Penelitian,
          Ghalia Indonesia, Jakarta.
152

								
To top