BANTUAN SOSIAL BERTEMPAT TINGGAL BAGI KORBAN BENCANA GEMPA BUMI

Document Sample
scope of work template
							                                            -1-




SALINAN                                                yang terkena bencana, meskipun tidak
PERATURAN KEPALA BADAN PELAKSANA                       mempunyai tempat tinggalnya sendiri,
BADAN REHABILITASI DAN                                 perlu dibantu agar mampu untuk
REKONSTRUKSI WILAYAH DAN                               mengupayakan tempat tinggalnya sendiri;
KEHIDUPAN MASYARAKAT PROVINSI
                                                  d. bahwa kepentingan korban untuk
NANGGROE ACEH DARUSSALAM DAN
                                                     memperoleh tempat tinggal kembali dan
KEPULAUAN NIAS PROVINSI SUMATERA                     pemanfaatan bantuan secara
UTARA
                                                     keberlanjutan hanya bisa terjadi apabila
                                                     korban aktif berpartisipasi dalam proses
Nomor : 21 /PER/BP-BRR/V/2006
                                                     pembangunan dan pelaksanaan
                                                     pembangunan perumahan dan
TENTANG
                                                     permukiman dilaksanakan secara terpadu
                                                     dengan sektor lain terutama dengan
BANTUAN SOSIAL BERTEMPAT                             sektor yang memberdayakan
TINGGAL                                              perekonomian lokal;
BAGI KORBAN BENCANA GEMPA                         e. bahwa anggaran negara dan dana
BUMI DAN GELOMBANG TSUNAMI                           bantuan yang tersedia terbatas dan harus
YANG TIDAK MEMILIKI RUMAH                            digunakan secara akuntabel, optimal dan
DAN HAK ATAS TANAH                                   transparan untuk memulihkan kembali
DI PROVINSI NANGGROE ACEH                            kehidupan dan penghidupan korban di
DARUSSALAM DAN KEPULAUAN                             wilayah bencana;
NIAS PROVINSI SUMATERA UTARA                      f.   bahwa penggunaan dana yang terbatas
                                                       untuk mencapai hasil guna yang optimal
KEPALA BADAN PELAKSANA                                 memerlukan kerjasama dukungan dari
                                                       semua pihak;
Menimbang :                                       g. bahwa berdasarkan pertimbangan
                                                     sebagaimana dimaksud huruf a, b, c, d,
a. bahwa upaya untuk merumahkan dan                  e, danf, perlu ditetapkan Peraturan Badan
   memukimkan kembali semua korban                   Pelaksana tentang Bantuan Sosial untuk
   bencana yang kehilangan tempat tinggal            Bertempat Tinggal Bagi Korban Gempa
   merupakan kebutuhan mendesak dan                  Bumi dan Gelombang Tsunami Yang
   penting untuk pemulihan kehidupan dan             Tidak memiliki Rumah dan Hak Atas
   penghidupan kembali masyarakat korban             Tanah Di Provinsi Nanggroe Aceh
   bencana;                                          Darussalam Dan Kepulauan Nias
b. bahwa diantara korban yang kehilangan             Provinsi Sumatera Utara.
   tempat tinggal akibat bencana terdapat
   sejumlah korban yang tidak memiliki
   rumah ataupun hak atas tanah sebelum           Mengingat:
   bencana;                                       1.      Undang-undang Republik Indonesia
c. bahwa korban sebagai pemukim yang                      Nomor 4 Tahun 1992 tentang
   menetap, berkehidupan dan                              Perumahan dan Permukiman
   berpenghidupan serta tinggal di daerah                 (Lembaran Negara Republik
                                                          Indonesia Tahun 1992 Nomor 23,
                                         -2-




     Tambahan Lembaran Negara                        dan Kepulauan Nias Provinsi
     Republik Indonesia Nomor 3469);                 Sumatera Utara menjadi Undang-
                                                     undang (Lembaran Negara Republik
2.   Undang-undang Republik Indonesia
                                                     Indonesia Tahun 2005 Nomor 111,
     Nomor 24 Tahun 1992 tentang
     Penataan Ruang (Lembaran Negara                 Tambahan Lembaran Negara
     Republik Indonesia Tahun 1992                   Republik Indonesia Nomor 4550);
     Nomor 115, Tambahan Lembaran              8.    Peraturan Presiden Republik
     Negara Republik Indonesia Nomor                 Indonesia Nomor 30 Tahun 2005
     3501);                                          tentang Rencana Induk Rehabilitasi
                                                     dan Rekonstruksi Wilayah dan
3.   Undang-Undang Republik Indonesia
     Nomor 23 Tahun 1997 tentang                     Kehidupan Masyarakat Provinsi
     Pengelolaan Lingkungan Hidup;                   Nanggroe Aceh Darussalam dan
                                                     Kepulauan Nias Provinsi Sumatera
4.   Undang-undang Republik Indonesia                Utara;
     Nomor 17 Tahun 2003 tentang
                                               9.    Peraturan Presiden Republik
     Keuangan Negara (Lembaran
                                                     Indonesia Nomor 34 tahun 2005
     Negara Republik Indonesia Tahun
                                                     tentang Susunan Organisasi dan
     2003 Nomor 47, Tambahan
                                                     Tata Kerja serta Hak Keuangan
     Lembaran Negara Republik
                                                     Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi
     Indonesia Nomor 4286);
                                                     Wilayah dan Kehidupan Masyarakat
5.   Undang-undang Republik Indonesia                Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
     Nomor 1 Tahun 2004 tentang                      dan Kepulauan Nias Provinsi
     Perbendaharaan Negara (Lembaran                 Sumatera Utara.
     Negara Republik Indonesia Tahun
                                               10.   Peraturan Presiden Republik
     2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran
                                                     Indonesia Nomor 70 Tahun 2005
     Negara Republik Indonesia Nomor
                                                     tentang Perubahan Ketiga Atas
     4355);
                                                     Keputusan Presiden Nomor 80
6.   Undang-undang Republik Indonesia                Tahun 2003 Tentang Pedoman
     Nomor 15 Tahun 2004 tentang                     Pelaksanaan Pengadaan
     Pemeriksaan Pengelolaan dan                     Barang/Jasa Pemerintah;
     Tanggung Jawab Keuangan Negara
     (Lembaran Negara Republik
                                               MEMUTUSKAN:
     Indonesia Tahun 2004 Nomor 66,
     Tambahan Lembaran Negara
                                               Menetapkan:
     Republik Indonesia Nomor 4400);
                                               PERATURAN KEPALA BADAN PELAKSANA
7.   Undang-undang Republik Indonesia          TENTANG BANTUAN SOSIAL
     Nomor 10 Tahun 2005 tentang               BERTEMPAT TINGGAL BAGI KORBAN
     Penetapan Peraturan Pemerintah            GEMPA BUMI DAN GELOMBANG TSUNAMI
     Pengganti Undang-undang Nomor 2           YANG TIDAK MEMILIKI RUMAH DAN HAK
     Tahun 2005 tentang Badan                  ATAS TANAH DI PROVINSI NANGGROE
     Rehabilitasi dan Rekonstruksi             ACEH DARUSSALAM DAN KEPULAUAN
     Wilayah dan Kehidupan Masyarakat          NIAS PROVINSI SUMATERA UTARA.
     Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
                                              -3-




                                                    7. Rumah adalah bangunan yang didirikan
BAB I                                                  di atas tanah dan menjadi tempat tinggal
KETENTUAN UMUM                                         korban.
                                                    8. Permukiman adalah lingkungan
Pasal 1                                                perumahan termasuk Prasarana dan
Pengertian                                             Sarana Dasar serta ruang terbuka hijau
                                                       (RTH) yang diperlukan untuk
Dalam peraturan ini yang dimaksud dengan:              kelangsungan kehidupan dan
                                                       penghidupan suatu komunitas.
1. Badan Pelaksana Badan Rehabilitasi dan
   Rekonstruksi NAD-Nias selanjutnya                9. Prasarana dan Sarana Dasar meliputi
   disingkat Badan Pelaksana, didefinisikan            listrik, jalan, drainase, sanitasi, air bersih,
   sesuai dengan peraturan perundang-                  pembuangan sampah
   undangan yang berlaku.                           10. Bantuan Sosial Bertempat Tinggal
2. Bencana adalah bencana alam gempa                    selanjutnya disingkat BSBT adalah
   bumi dan gelombang tsunami pada                      bantuan dana ditujukan untuk korban
   tanggal 26 Desember 2004 di wilayah                  sebagai keluarga yang tidak memiliki
   Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan                rumah dan hak atas tanah.
   Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara
                                                    11. Penerima BSBT adalah korban atau
   dan gempa bumi lanjutan pada tanggal
                                                        anggauta keluarga selaku ahli waris yang
   28 Maret 2005 di Kepulauan Nias,
                                                        menetap di kawasan bencana, tidak
   Provinsi Sumatera Utara                              mempunyai tanah dan rumah serta
3. Kawasan Bencana atau Wilayah pasca                   kehilangan tempat tinggal yang
   bencana adalah wilayah sebagaimana                   disewanya akibat bencana.
   dimaksud dalam Perpu No. 2 Tahun                 12. Rumah Inti Tipe 36 adalah bangunan
   2005 tentang Badan Rehabilitasi dan                  rumah seluas 36 m2 ditambah kamar
   Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan                   mandi dan dapur.
   Masyarakat Provinsi Nanggroe Aceh
   Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi           13. Rumah Sewa-Beli adalah rumah yang
   Sumatera Utara                                       dapat dimiliki korban setelah pembayaran
                                                        sewa dalam jangka waktu tertentu sesuai
4. Korban adalah keluarga yang sebelum                  dengan kesepakatan antara korban dan
   samapai saat terjadi bencananya                      penyedia rumah.
   bertempat tinggal menetap,
   berkehidupan dan berpenghidupan di               14. Tempat Tinggal Sewa adalah ruang atau
   kawasan bencana dan akibat bencana                   bangunan rumah layak huni dengan
   kehilangan tempat tinggalnya.                        fasilitas kamar mandi dan dapur yang
                                                        diperoleh dengan cara membayar biaya
5. Tanah adalah sebidang tanah tempat                   sewa secara periodik.
   rumah didirikan sebagai tempat tinggal.
                                                    15. Dana BSBT adalah uang tabungan tunai
6. Tempat Tinggal adalah tempat hunian                  yang diberikan kepada Penerima
   berupa tanah dan rumah yang digunakan                Bantuan melalui lembaga perbankan
   oleh korban untuk tinggal, menetap,                  atau keuangan lainnya untuk membantu
   bermukim dan menjalankan                             korban memperoleh tempat tinggal.
   kehidupannya.
                                              -4-




16. Kredit Pemilikan Rumah selanjutnya                  mendapatkan tempat tinggal, terdiri dari
    disingkat KPR adalah fasilitas kredit               Pemerintah, Pemerintah Daerah,
    pemilikan yang dapat yang disediakan                Lembaga Pemberi Bantuan, Lembaga
    oleh lembaga perbankan.                             Swadaya Masyarakat (NGO) dan
                                                        Organisasi Nirlaba sejenis, dan Lembaga
17. Pembangunan Berbasis Kemufakatan
                                                        Perbankan baik lokal, nasional,
    Masyarakat selanjutnya disingkat PBKM
                                                        internasional.
    adalah pembangunan yang dilakukan
    berdasarkan konsensus atau                      22. Mitra Pelaksana adalah Lembaga
    kesepakatan bersama dengan                          Swadaya Masyarakat (NGO), Organisasi
    masyarakat Penerima Bantuan dalam                   Profesional, Penyedia Jasa Konsultansi
    rangka melakukan pembangunan rumah                  dan Konstruksi, Pengembang yang
    baru atau perbaikan rumah dan                       menyediakan jasa untuk pekerjaan yang
    lingkungan permukimannya.                           terkait dengan pelaksanaan percepatan
18. Organisasi Masyarakat Korban Bencana,               pembangunan perumahan dan
    selanjutnya disebut OMKB, adalah                    permukiman.
    sejenis Organisasi Kemasyarakatan yang          23. Mitra Inti adalah korban bencana yang
    dibentuk dan beranggotakan para korban              berhak menerima BSBT dan baik
    di suatu lingkungan komunitas tertentu              sebagai perorangan ataupun kelompok
    untuk bekerjasama membangun kembali                 terkait langsung dalam proses
    kehidupan dan penghidupan para                      pelaksanaan pembangunan perumahan
    korban.                                             dan permukiman.
19. Komite Percepatan Pembangunan                   24. Standar Kelayakan adalah standar
    Perumahan dan Permukiman Desa,                      kualitas perumahan dan permukiman
    selanjutnya disebut KP4D, adalah                    yang ditetapkan oleh Badan Pelaksana
    Lembaga Perwakilan Para Penerima                    dan harus dijadikan pedoman untuk
    Bantuan yang bisa dibentuk oleh OMKB                pembangunan perumahan dan
    atau dibentuk oleh calon penerima BSBT              permukiman oleh semua pihak.
    untuk mewakili kepentingan Penerima             25. Penyedia Jasa Konsultansi adalah
    Bantuan dalam urusan-urusan yang                    perusahaan penyedia jasa konsultansi
    berkaitan dengan proses pemberian                   proses pembangunan perumahan dan
    BSBT.                                               permukiman termasuk jasa persiapan
20. Sub-komite KP4 adalah bagian dari                   pemetaan, pengukuran, perencanaan
    Komite Percepatan Pembangunan                       tapak, jasa perencanaan bangunan dan
    Perumahan dan Permukiman yang                       jasa pengawasan pembangunan fisik.
    mewakili kepentingan kelompok                   26. Penyedia Jasa Pelaksanaan meliputi
    penerima jenis bantuan perumahan dan                penyedia jasa pemasokan material
    permukiman tertentu, yang bisa                      komponen bangunan (supplier bahan
    membentuk federasi pada tingkat wilayah             bangunan), jasa pembangunan fisik
    administrasi yang lebih tinggi                      (kontraktor konstruksi), penyedia jasa
    (kecamatan, kabupaten/kota, propinsi).              tenaga kerja.
21. Mitra Pemberdaya adalah mitra Badan             27. Kontrak Biasa adalah kontrak pengadaan
    Pelaksana yang terkait dalam upaya                  atau pelaksanaan pembangunan antara
    pemberdayaan korban untuk
                                                -5-




    satu unit kerja pemberi bantuan dengan            31. Kontrak Pengadaan bersama (consortial
    Mitra dan Penerima Bantuan untuk                      contract) adalah kontrak antara beberapa
    menyelesaikan pekerjaan tertentu                      unit kerja atau beberapa proyek dengan
    dengan rencana dan spesifikasi yang                   penyedia barang/jasa tertentu untuk
    sudah ditentukan dalam waktu tertentu.                menyelesaikan pekerjaan tertentu dalam
                                                          waktu tertentu melalui kegiatan bersama
28. Kontrak rancang bangun (design and
    build) adalah kontrak antara satu unit                dengan pembagian pekerjaan yang jelas
    kerja pemberi bantuan dengan Mitra                    dari masing-masing unit kerja dan
                                                          pendanaan bersama yang dituangkan
    Pelaksana berdasarkan pada
                                                          dalam kesepakatan bersama.
    kemufakatan dengan Penerima Bantuan
    untuk menyelesaikan pekerjaan
                                                      Pasal 2
    perencanaan, menentukan jenis,
    spesifikasi, waktu dan biaya pekerjaan            Maksud dan Tujuan
    untuk selanjutnya melaksanakan
    pekerjaan dimaksud berdasarkan                    1. Maksud diberlakukannya peraturan ini
    kesepakatan bersama.                                 adalah untuk membantu dan
                                                         memberdayakan korban yang sebelum
29. Kontrak terima jadi (turn key) adalah
                                                         bencana tinggal dan menetap di wilayah
    kontrak antara pemberi bantuan dengan
                                                         bencana namun tidak mempunyai rumah
    Mitra Pelaksana yang dilakukan
                                                         dan tanah hak milik agar mampu
    berdasarkan kemufakatan dengan
                                                         bertempat tinggal secara layak.
    Penerima Bantuan untuk pengadaan
    barang/jasa pemborongan atas                      2. Tujuan ditetapkannya peraturan ini
    penyelesaian seluruh pekerjaan dalam                 adalah agar:
    batas waktu tertentu dengan jumlah                   a. korban yang pada saat terjadinya
    harga pasti dan tetap sampai seluruh                     bencana tinggal di wilayah bencana
    bangunan/konstruksi atau peralatan dan                   tetapi tidak mempunyai rumah dan
    Prasarana dan Sarana Dasar maupun                        hak atas tanah dapat bertempat
    penunjangnya dapat berfungsi dengan                      tinggal secara layak;
    baik sesuai dengan kriteria kinerja yang             b. ketersediaan rumah tempat tinggal
    telah ditetapkan.                                        yang layak huni jumlahnya
30. Kontrak dengan komunitas (community                      meningkat sehingga pasaran harga
    contract) adalah kontrak antara satu unit                sewa rumah turun;
                                                         c. perumahan dan kawasan
    kerja pemberi bantuan dengan Mitra Inti
                                                             permukiman baru menjadi lebih
    yang melibatkan Mitra Pemberdaya
                                                             manusiawi dan terbuka untuk semua
    dan/atau Mitra Pelaksana untuk
                                                             golongan/lapisan sosial masyarakat;
    penyelesaian sebagian atau seluruh
                                                         d. pemberian BSBT dapat berhasil
    pekerjaan dalam batas waktu tertentu
                                                             guna dan mampu meningkatkan
    dengan jumlah harga pasti dan tetap
                                                             kapasitas swadaya penerima BSBT
    sampai seluruh bangunan/konstruksi,
                                                             dalam membangun dan memperbaiki
    peralatan dan jaringan utama maupun
                                                             tempat tinggalnya;
    penunjangnya dapat berfungsi dengan
                                                         e. Mitra Pemberdaya dan Mitra Inti
    baik sesuai dengan kriteria kinerja yang
                                                             selaku penerima BSBT mendapatkan
    telah ditetapkan.
                                                             kepastian tentang kebijakan, jenis
                                               -6-




         bantuan, tata-cara dan petunjuk                 tanah yang bukan haknya serta tidak bisa
         pelaksanaan dalam pemberian                     digunakan untuk keperluan bertempat
         permohonan untuk mendapatkan                    tinggal adalah 25% (dua puluh lima
         BSBT;                                           persen) dari harga rata-rata 1 unit Rumah
    f.   dana BSBT yang diberikan benar-                 Inti Tipe 36 di Kota Banda Aceh tanpa
         benar dimanfaatkan untuk                        pajak.
         mendapatkan rumah dan tanah atau            7. Besar nilai sebagaimana dimaksud pada
         tempat tinggal.                                ayat (4) dan (5) akan ditetapkan melalui
                                                        surat keputusan tersendiri tentang Harga
Pasal 3                                                 Satuan Pembangunan Rumah Baru Tipe
Kebijakan Umum                                          36 yang berlaku pada saat permohonan
                                                        diajukan.
1. Pemberian BSBT harus dilaksanakan                 8. Penerima BSBT diberikan kebebasan
   secara partisipatif dan tepat sasaran.               untuk memilih pilihan penggunaan BSBT
2. BSBT diberikan pada korban yang                      untuk bertempat tinggal secara layak.
   sebelum ada bencana bertempat tinggal,            9. Pilihan penggunaan BSBT anatara lain
   menetap, berkehidupan dan                            adalah untuk:
   berpenghidupan di kawasan bencana,
                                                        a. menyewa tempat tinggal; atau
   tidak memiliki rumah dan tidak                       b. melakukan kontrak sewa tempat
   mempunyai hak atas tanah.                                 tinggal; atau
3. Korban yang tidak memiliki hak atas                  c. melakukan kontrak sewa-beli tempat
   tanah di kawasan bencana, namun yang                      tinggal; atau
   bersangkutan bisa memperoleh hak atas                d. membeli rumah dengan
   tanah atau membuktikan bahwa tanah di                     menggunakan BSBT sebagai uang
   lokasi tersebut secara sah bisa                           muka untuk angsuran Kredit
   dimilikinya, akan dibantu setara dengan                   Pemilikan Rumah (KPR); atau
   korban yang memiliki tanah.                          e. membeli tanah siap bangun untuk
                                                             dipakai membangun rumahnya
4. Korban yang anggota keluarganya
                                                             sendiri; atau
   menjadi rentan (cacat, janda, tua) akibat
                                                        f. membangun rumah di atas tanahnya
   adanya bencana sehingga tidak
                                                             sendiri di tempat lain atau tanah yang
   mempunyai kapasitas untuk membiayai
                                                             dihibahkan pada yang bersangkutan.
   hidupnya sendiri dibantu dengan
   kebijakan pemberian bantuan sosial                10. Penerima BSBT, yang menggunakan
   tersendiri;                                           BSBTnya untuk membeli rumah dan
                                                         tanah atau yang mendapatkan tanah
5. Besar nilai BSBT untuk 1 (satu) keluarga
                                                         hibah atau tanah milik pemerintah akan
   korban yang menyewa atau menumpang
                                                         difasilitasi oleh Badan Pelaksana atau
   di rumah orang lain adalah sebesar 40%
                                                         Mitra Pemberdaya untuk mendapatkan
   (empat puluh persen) dari harga rata-rata
                                                         KPR serta sertifikat Hak Atas Tanah dari
   1 unit Rumah Inti Tipe 36 di Kota Banda
                                                         Badan Pertanahan Nasional.
   Aceh tanpa pajak.
                                                     11. Bagi penerima BSBT yang membangun
6. Besar nilai BSBT untuk 1 (satu) keluarga
                                                         rumah secara berkelompok lebih dari 25
   korban yang bertempat tinggal di atas
                                                         keluarga dan/atau yang menempati
                                               -7-




    kawasan permukiman baru yang belum                   informasi dan data dari KP4D atau
    siap bangun akan diberikan bantuan                   organisasi masyarakat sejenis.
    Prasarana dan Sarana Dasar (PSD).                2. BSBT diberikan sesudah penerima
12. BSBT diberikan melalui bank atau                    BSBT, baik secara perorangan maupun
    lembaga keuangan lainnya.                           berkelompok atau bersama dengan Mitra
                                                        Pemberdaya dan Mitra Pelaksana,
                                                        menetapkan cara dan rencana termasuk
BAB II                                                  penjadwalan pemanfaatan dana untuk
KETENTUAN PEMBERIAN BANTUAN                             memperoleh tempat tinggal layak huni
SOSIAL BERTEMPAT TINGGAL                                yang disetujui oleh Badan Pelaksana
                                                        atau Mitra Pemberdaya
Pasal 4
                                                     3. Rencana penggunaan BSBT yang akan
Sumber Pembiayaan                                       menjadi pertimbangan untuk pemberian
                                                        BSBT terdiri dari pemilihan cara
Dana BSBT bersumber dari dana anggaran                  mendapatkan tempat tinggal, strategi,
belanja Pemerintah Republik Indonesia                   alokasi penggunaan dana, dan jadwal
dan/atau dana hibah lain untuk rehabilitasi             pencapaiannya.
dan rekonstruksi wilayah bencana di NAD
dan Nias                                             4. Jenis, luas dan bentuk tempat tinggal
                                                        yang akan dibangun dan dibeli atau
                                                        disewa tidak ditentukan sepanjang
Pasal 5                                                 memenuhi prasyarat layak huni dengan
Prinsip Pelaksanaan Pemberian BSBT                      ruang hunian minimum 6 meter persegi
                                                        per orang.
Prinsip pelaksanaan pemberian BSBT harus             5. Agar pemanfaatan BSBT dapat
memenuhi prinsip:                                       terlaksana lebih efektif, fasilitasi yang
1. mendahulukan kepentingan korban;                     dapat diberikan oleh Badan Pelaksana
2. diberikan secara transparan dan                      dan/atau Mitra Pemberdaya antara lain
    akuntabel;                                          dapat berupa:
3. mengutamakan keadilan bagi para                      a. Pemberian informasi tentang cara
    korban;                                                  pemanfaatan BSBT, bantuan
4. efektif dan efisien; serta                                pengurusan dalam pemanfaatan
5. berkelanjutan.                                            KPR, dan cara pembentukan
                                                             kelompok penerima BSBT untuk
                                                             memperoleh tempat tinggal yang
Pasal 6                                                      layak;
Kebijakan Pelaksanaan Pemberian BSBT                    b. Pembentukan kelompok penerima
                                                             BSBT dengan fungsi sebagai sub-
1. Penetapan penerima BSBT dilakukan                         komite KP4 yang akan
   berdasarkan hasil verifikasi dan validasi                 memperjuangkan kepentingan para
   informasi yang dilakukan oleh Badan                       penerima BSBT untuk memperoleh
   Pelaksana bersama dengan sejumlah                         tempat tinggal yang layak, bisa pada
   Mitra Pemberdaya dengan pendekatan                        tingkat desa, kecamatan, atau
   PBKM setelah mendapat masukan                             kabupaten/kota;
                                            -8-




   c. Sinkronisasi dengan program                    Prasarana dan Sarana Dasar dalam
      pemberian BPPK (Bantuan                        rangka pembangunan kawasan
      Pengembangan Permukiman                        perumahan sewa-beli oleh Badan
      Kembali) dalam mengalokasikan                  Pelaksana didasarkan pada hasil studi
      kapling untuk pengembangan rumah               kelayakan.
      sewa-beli atau pembangunan rumah            10. Badan Pelaksana akan mengeluarkan
      dalam rangka KPR;                               ketentuan-ketentuan khusus tentang
   d. Sinkronisasi dengan program lain                kebijakan pemberian BSBT pada situasi
      yang mampu menunjang penerima                   dan kondisi yang belum diatur dalam
      BSBT memperoleh tempat tinggal                  kebijakan pelaksanaan ini.
      yang layak secara lebih cepat.
6. Badan Pelaksana akan mengusahakan
   alokasi lahan untuk pembangunan                BAB III
   tempat tinggal bagi para penerima BSBT         KEWAJIBAN PENERIMA BANTUAN
   yang memilih bergabung di kawasan
   permukiman baru dalam rangka                   Pasal 7
   penyelenggaraan KPR.
                                                  1. Dalam rangka verifikasi dan validasi oleh
7. Badan Pelaksana akan mengusahakan
                                                     Badan Pelaksana, maka calon Penerima
   diselenggarakannya pembangunan
                                                     BSBT diwajibkan memenuhi, antara lain:
   rumah sewa-beli oleh mitra pemberdaya
                                                     a. memberikan informasi lengkap
   yang dapat disewa oleh korban yang
                                                         tentang kondisi tempat tinggal
   ingin memanfaatkan BSBTnya untuk
                                                         dipermukimannya semula sebelum
   medapatkan rumah sewa-beli.
                                                         bencana;
8. Badan Pelaksana dan/atau Mitra                    b. memberikan informasi lengkap
   Pemberdaya akan memfasilitasi:                        tentang keberadaan keluarga yang
   a. pembuatan studi kelayakan dan                      akan menempati tempat tinggal dan
      perencanaan gampong yang                           atau rumah sewa-beli yang akan
      menjadi bagian dari program                        dibangun;
      pembangunan perumahan dan                      c. membuktikan bahwa tanah dan
      permukiman kembali, apabila para                   rumah yang bukan hak milik memang
      penerima BSBT yang memilih                         hancur di masing-masing desa.
      bergabung di kawasan permukiman
                                                  2. Penerima BSBT diwajibkan untuk terlibat
      baru;
                                                     atau memperkuat KP4D yang ada atau
   b. pengadaan Prasarana dan Sarana
                                                     dibentuk agar dapat berfungsi sebagai
      Dasar pada permukiman baru yang
                                                     pihak yang melakukan partisipasi dalam
      belum siap bangun dan akan
                                                     melakukan validasi tentang korban yang
      ditempati oleh penerima BSBT lebih
                                                     berhak menerima bantuan.
      dari 25 keluarga;
   c. pengurusan untuk mendapatkan                3. Penerima BSBT, melalu KP4D atau
      sertifikat hak atas tanah yang                 organisasi sejenis, diwajibkan aktif
      diterbitkan oleh Badan Pertanahan              terlibat dalam proses perencanaan
      Nasional.                                      permukiman berbasis masyarakat di
                                                     masing-masing desa sehingga
9. Penetapan pemberian bantuan
                                              -9-




   pembangunan dapat dilaksanakan sesuai            BAB V
   dengan kebutuhan dan aspirasi Penerima           KETENTUAN PENUTUP
   Bantuan secepat mungkin dalam batasan
   waktu yang ditetapkan oleh Badan                 Pasal 9
   Pelaksana.
                                                    Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan
                                                    Kepala Badan Pelaksana ini akan diatur
BAB IV                                              tersendiri melalui Petunjuk Pelaksanaan atau
KETENTUAN PIDANA                                    koordinasi Pelaksanaan Rehabilitasi dan
                                                    Rekonstruksi Perumahan antara Badan
Pasal 8                                             Pelaksana, Pemberi Dana bantuan, Lembaga
                                                    Swadaya Masyarakat, masyarakat dan
1. Setiap tindak pidana yang dilakukan oleh         Pemerintah Daerah Setempat
   pelaku pembangunan permukiman
   kembali dapat dikenakan sanksi dengan            Pasal 10
   merujuk Pasal 7 Undang-undang Nomor
   20 tahun 2001 tentang perubahan                  Peraturan Kepala Badan Pelaksana ini
   Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999                berlaku sejak tanggal ditetapkan.
   tentang Pemberantasan Tindak Pidana
   Korupsi
2. Bagi siapa dengan maksud untuk                   Ditetapkan di:    Banda Aceh
   menguntungkan diri sendiri atau orang            Pada tanggaL:      1 Juni 2006
   lain secara melawan hukum, dengan
   memakai nama palsu atau martabat                 KEPALA BADAN PELAKSANA,
   palsu, dengan tipu muslihat ataupun
   rangkaian kebohongan, menggerakkan
   orang lain untuk menyerahkan barang              Ttd
   sesuatu kepadanya dikenakan sanksi
   dengan merujuk pada Pasal 378 KUHP.
3. Bagi orang atau Penerima Bantuan yang            KUNTORO MANGKUSUBROTO
   melakukan dan membiarkan perbuatan
   curang dalam mendapatkan bantuan                 Salinan ini sesuai dengan aslinya,
   dalam program pemberian bantuan                  SEKRETARIS
   permukiman dan perumahan yang tidak
   menjadi haknya sebagaimana dimaksud,
   dalam ayat (1) dan ayat (2) dikenakan
   sanksi pidana yang sama sebagaimana
   dimaksud dalam ayat (1).                         RAMLI IBRAHIM

						
Related docs
Other docs by umsymums34
Omega-Supply Chain Management
Views: 104  |  Downloads: 2
SUMMATIVE ASSESSMENT - AUDIT
Views: 11  |  Downloads: 0
Robust Student Learning Outcomes
Views: 18  |  Downloads: 0
Student Name Address Phone # e-mail address
Views: 7  |  Downloads: 0
Odessa Language Study Centre
Views: 46  |  Downloads: 0
N00033-04-D-8004 FORMS FOR EXHIBIT A
Views: 4  |  Downloads: 0