TEORI-TEORI EKONOMI by umsymums31

VIEWS: 40,678 PAGES: 11

									                                 PERTEMUAN KE-4

 TEORI PERDAGANGAN INTERNASIONAL



         “Jika sebuah negara asing dapat memasok kita dengan komoditas yang lebih
murah daripada yang dapat kita buat sendiri, lebih baik membelinya dari mereka
dengan beberapa bagian dari industri kita sendiri, yang dilakukan dengan cara di
mana kita memiliki beberapa keunggulan.”
(Adam Smith, The Wealth of Nations)



Keuntungan Mengetahui Teori Ekonomi
         Ketika pemerintah baru Chile diambil alih dari rezim Salvador Allende yang
Marxist, perekonomian negara itu berada dalam keadaan kacau. Inflasi berjalan lebih
dari 1.000 persen setahunnya, dan beban utang luar negeri negara sama sekali tidak
dapat dikelola. Pemerintah sebelumnya telah mengikuti kebijaksanaan banyak
negara    berkembang      pada   waktu   itu-sangat   terlibat   dalam   perekonomian.
Keterlibatan tersebut mencakup membebankan pajak pendapatan yang tinggi atas
impor. Untuk melindungi industri lokal, mengenakan bea masuk yang tinggi atas
sektor swasta untuk memperoleh dana bagi investasi yang diarahkan pemerintah,
dan pemberian subsidi yang sangat besar untuk industri-industri tertentu.
         Mengetahui     bahwa    perubahan-perubahan       drastis   harus   dilakukan,
pemerintah baru menunjuk sekelompok ahli ekonomi konservatif Chile untuk
merancang program baru. Dikenal sebagai Chicago Boys karena lulusan
Universitas Chicago, mereka adalah para pengikut ajaran pasar bebas dari profesor
ekonominya dan pemenang hadiah Nobel Milton Friedman.
         Isi program Chicago Boys itu dan dampaknya atas bisnis tidak mengejutkan
seorangpun yang memiliki pengetahuan teori ekonomi. Nyatanya, banyak dari apa
yang mereka usulkan berdasarkan atas teori keunggulan komparatif. Salah satu di
antara reformasi      mereka yang terpenting adalah mengurangi pajak impor, yang
besarnya 1.000 % menjadi level dasar 10%. Tindakan ini memaksa Chile untuk
menjadi sebuah perekonomian pasar bebas di mana para pabrikan dan pengembang
harus bersaing di pasar-pasar dunia untuk bertahan dalam bisnisnya. Pajak impor
yang lebih rendah juga mengurangi biaya impor peralatan modal, yang mendorong
investasi bisnis.


Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                              Drs. Hasanuddin Pasiama MS
                                                                 KEWIRAUSAHAAN
       Direktur Utama pabrik alat-alat terbesar di Chile, yang industrinya telah
dilindungi dari persaingan asing dengan pajak impor (bea masuk) 1.000 persen,
memberikan pendapatnya mengenai program baru tersebut: “Biasanya kami
memiliki 5.000 pekerja dan produktivitas tahunan hanya $9.000 per pekerja.
Sekarang kami punya 1.860 pekerja dan produktivitas per pekerja $43.000, dan
akhirnya kami memperlihatkan suatu keuntungan”.
       Namun ada kerugian dengan menurunnya bea masuk proteksionis yang
tinggi. Walaupun pembuat peralatan terkemuka tersebut mampu bersaing setelah
kehilangan proteksi impornya, sejumlah pembuat peralatan lokal lainnya terpaksa
bangkrut ataupun mengontrakkan operasi mereka. “Kami akan kehilangan sebagian
besar industri peralatan kami,” aku Alvaro Bardon, seorang Chicago Boys berusia 37
tahun, yang kemudian mengepalai Bank Central Chile.
       Kunci kedua reformasi adalah privatisasi sistem pengamanan sosial negeri
itu oleh ahli ekonomi yang berpendidikan Amerika lainnya (seorang Doktor dari
Harvard) yaitu Menteri Tenaga Kerja dan Jaminan Sosial. Menurut ahli ekonomi
Sebastian Edward dari UCLA, privatisasi ini mengakibatkan kenaikan tabungan
nasional dari 10 % pada tahun 1986 menjadi 29 % pada tahun 1996. Hal ini
mengakibatkan suku bunga yang lebih rendah, membuat pinjaman untuk investasi
menjadi lebih murah.


       Seberapa berhasilkah ukuran-ukuran pasar bebas yang diambil oleh
pemerintah tersebut? Eskpor tentu saja meningkat, dari 14% dari Produk Domestik
Bruto tahun 1980 menjadi 29%          pada tahun 1995. Tidak hanya perusahaan-
perusahaan Chile mengekspor lebih banyak, tetapi mereka juga menanamkan modal
lebih banyak dalam usaha-usaha di luar negeri, sekurang-kurangnya $3 miliar dalam
empat tahun terakhir. Investasi-investasi tersebut meliputi toko-toko serba ada di
Paraguay, perusahaan listrik di Argentina dan Peru, kereta api di Bolivia, pabrik botol
Coca-Cola di Brazilia, dan bank-bank di Peru, Bolivia dan Argentina. Produk
Domestik Bruto Chile tumbuh dengan tingkat 6% setahun dari 1980 sampai 1995,
tingkat tertinggi di kawasan itu. Negeri ini memiliki GNP bruto perkapita $4.160 yang
daya belinya sama dengan $9.520.
       Dalam index of Economic Freedom tahun 1997, sebuah survei global yang
dilakukan oleh Heritage Foundation, sebuah tangki pemikir Washington, dan The
Wall Street Journal, Chile berada di peringkat ke 22 dalam daftar 150 negara. Faktor-
faktor dalam survei itu adalah kebijaksanaan perdagangan, kebijaksanaan pajak,
konsumsi pemerintah dari kelurahan ekonomi, kebijaksanaan moneter, dan investasi
luar negeri, perbankan, upah dan pengendalian harga, hak-hak kekayaan, regulasi

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                           HASANUDIN PASIAMAH
                                                              KEWIRAUSAHAAN
dan ukuran pasar gelap. Chile memiliki perekonomian yang paling bebas di Amerika
Latin, terutama sebagai akibat kemajuan dalam penurunan hambatan-hambatan
perdagangan dan pengurangan pengendalian harga.


       Program ekonomi yang dilakukan oleh para ahli ekonomi Chile merupakan
aplikasi praktis dari dasar teori perdagangan internasional-hukum keunggulan
komparatif. Perhatikan pendidikan kepala Bank Sentral Chile. para ahli ekonomi
biasanya ditemukan di dalam pemerintahan sebagai pengambil keputusan dan
penasihat para pemimpin pemerintahan di seluruh dunia. Apabila mereka memiliki
pengaruh kuat tertentu dalam urusan pemerintahan, mereka sering kali dijuluki
dengan nama-nama yang         direndahkan seperti “Chicago Boys”          di Chile,
“Technicos” di Meksiko, atau “Berkeley Mafia” (para ahli ekonomi yang
memperoleh pendidikan di Universitas California-Berkeley) di Indonesia.




Teori Perdagangan Internasional
       Mengapa bangsa-bangsa berdagang? Pertanyaan tersebut dan soal yang
sama pentingnya tentang memprediksi, komposisi dan volume barang-barang yang
diperdagangkan, merupakan apa yang berusaha dijelaskan oleh perdagangan
internasional. Adam Smith, yang geram melihat intervensi pemerintah dan
pengendalian baik atas perdagangan domestik maupun luar negeri, menerbitkan An
Inguiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations (1776), di mana ia
mencoba menghancurkan falsafah penganut Merkantilisme.


1. Merkantilisme
       Merkantilisme, falsafah ekonomi bahwa adalah penting bagi kesejahteraan
sebuah negara untuk mengakumulasi persediaan logam-logam berharga. Hal ini,
dalam pandangan penganut merkantilisme, merupakan satu-satunya sumber
kesejahteraan. Karena Inggris tidak memiliki pertambangan, para merkantilis
cenderung ke perdagangan internasional untuk memasok emas dan perak.
Pemerintah membuat kebijaksanaan ekonomi yang mempromosikan ekspor dan
mengurangi impor, mengakibatkan surplus perdagangan yang harus dibayar dengan
emas dan perak. Larangan-larangan impor seperti bea masuk mengurangi impor,
sementara subsidi pemerintah kepada eksportir meningkatkan ekspor. Tindakan-
tindakan ini menciptakan surplus perdagangan. Dalam akunting neraca pembayaran,
ekspor yang membawa dollar ke negara ini disebut positif, tetapi impor yang
menyebabkan dollar mengalir keluar diberi nama negatif.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                         HASANUDIN PASIAMAH
                                                            KEWIRAUSAHAAN
2. Teori Keunggulan Absolut
       Adam Smith menyatakan bahwa kekuatan-kekuatan pasar yang seharusnya
menentukan arah, volume dan komposisi perdagangan internasional, bukan melalui
pengendalian pemerintah. Dia beralasan bahwa dalam perdagangan yang bebas
dan tidak diregulasi, masing-masing negara akan mengkhususkan diri dalam
memproduksi barang-barang yang dapat diproduksinya dengan lebih efisien
(memiliki suatu keunggulan absolut, baik alamiah maupun yang diperoleh). Sebagian
barang-barang tersebut akan diekspor untuk membayar impor barang-barang yang
dapat diproduksi lebih efisien di tempat lain. Smith menunjukkan dengan contoh
mengenai keunggulan absolut bahwa kedua negara akan memperoleh keuntungan
dari perdagangan.


       Misalkan ada persaingan sempurna dan tidak ada biaya-biaya transportasi di
dunia dengan dua negara dan dua produk. Diasumsikan (1) satu unit input faktor
produksi (kombinasi tanah, tenaga kerja dan modal) dapat memproduksi beras dan
mobil di Amerika Serikat dan Jepang, (2) masing-masing negara memiliki 2(dua) unit
input yang dapat digunakannya untuk memproduksi baik beras maupun mobil, dan
(3) masing-masing negara menggunakan satu unit input faktor produksi untuk
memproduksi tiap-tiap produk. Apabila tidak ada negara yang mengimpor atau
mengekspor, jumlah-jumlah yang ditunjukkan dalam tabel juga merupakan apa yang
tersedia bagi konsumsi lokal. Keluaran total dari kedua negara adalah 4 ton beras
dan 6 mobil.
Tabel 1.Produksi per unit Faktor Produksi(Tenaga Kerja) per periode waktu
  Negara/Komoditas              AS                Jepang              Jumlah
      Beras (ton)               3                    1                   4
      Mobil (unit)              2                    4                   6
                                                   Total                10




       Di Amerika Serikat, tiga ton beras atau dua mobil dapat diproduksi dengan
satu unit input. Karenanya, tiga ton beras harus mempunyai harga yang sama
dengan dua mobil. Tetapi di Jepang, karena hanya satu ton beras yang dapat
diproduksi dengan unit masukan yang dapat memproduksi empat mobil, maka satu
ton beras seharusnya memiliki biaya sebanyak empat mobil.
       Amerika Serikat mempunyai keunggulan absolut (absolute advantage)
dalam produksi beras (tiga banding satu), sementara keunggulan absolut Jepang

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                         HASANUDIN PASIAMAH
                                                            KEWIRAUSAHAAN
berada dalam pembuatan mobil (empat banding dua). Apakah setiap orang di
manapun akan memberikan kepada pembuat mobil Jepang lebih banyak daripada
satu ton beras untuk empat mobil? Menurut contoh ini, semua produsen beras
Amerika seharusnya demikian karena mereka dapat memperoleh hanya dua mobil
untuk tiga ton beras di negaranya. Demikian pula, para pembuat mobil Jepang,
sekali mereka mengetahui bahwa mereka dapat memperoleh lebih dari satu ton
beras untuk setiap empat mobil di Amerika Serikat, mereka akan berkeinginan untuk
memperdagangkan mobil Jepang dengan beras Amerika.


       Spesialisasi tiap negara. Misalnya tiap negara memutuskan akan
menggunakan sumber-sumbernya hanya untuk memproduksi produk yang lebih
efisien. Tabel berikut ini memperlihatkan keluaran masing-masing negara.
Perhatikan bahwa dengan kuantitas unit masukan yang sama, keluaran total
sekarang lebih besar.
Tabel 2. Spesialisasi Produksi
  Negara/Komoditas               AS              Jepang              Jumlah
    Produksi Beras               6                  0                   6
    Produksi Mobil               0                  8                   8
                                                                       14




Syarat-syarat perdagangan yg menguntungkan.
Dengan spesialisasi, sekarang produksi total kedua barang itu lebih besar. Tetapi
untuk mengkonsumsi kedua produk, kedua negara itu harus memperdagangkan
sebagian surplus mereka. Apa pembatasan-pembatasan apabila kedua negara ingin
berdagang? Jelas, pembuat mobil Jepang akan mem-perdagangkan sebagian mobil
mereka dengan beras apabila mereka dapat mem-peroleh dari satu ton beras yang
mereka peroleh untuk empat mobil di Jepang. Demikian pula, petani beras Amerika
akan memperdagangkan beras mereka dengan mobil-mobil Jepang apabila mereka
memperoleh satu unit mobil dengan harga kurang dari 1,5 ton beras di Amerika
Serikat. Apabila kedua negara menggunakan kedua pembatasan perdagangan
sehingga masing-masing sama-sama memperoleh keuntungan dari perdagangan,
mereka akan menyetujui jual beli 1,25 ton beras untuk sebuah mobil (Term of Trade
International). Keduanya akan memperoleh keuntungan dari spesialisasi jika AS
menjual 5 ton beras ke Jepang maka masing-masing sekarang memiliki kuantitas
sebagai berikut:


Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                       HASANUDIN PASIAMAH
                                                          KEWIRAUSAHAAN
   Negara/Komoditas                    AS                        Jepang
     Produksi Beras                     1                           5
     Produksi Mobil                     4                           4




Keuntungan laba dari spesialisasi dan perdagangan. Karena tiap negara
melakukan spesialisasi dalam memproduksi produk yang dapat dilakukan dengan
lebih efisien dan kemudian memperdagangkan kelebihannya (surplusnya) dengan
barang-barang yang tidak dapat diproduksi seefisien itu, keduanya memperoleh
keuntungan sebagai barikut:


         Negara                        AS                        Jepang
     Produksi Beras                     -2                          4
     Produksi Mobil                     2                           0


       Tentu saja, kedua negara memiliki keuntungan dengan berdagang. Tetapi
bagaimana jika sebuah negara memiliki suatu keunggulan absolut dalam
memproduksi keduanya, baik beras maupun mobil? Apakah akan terdapat basis
untuk perdagangan?


3. Teori Keunggulan Komparatif
       Pada tahun 1817 David Ricardo memperlihatkan bahwa meskipun sebuah
bangsa memegang keuggulan absolut dalam produksi dua barang, kedua negara
masih dapat berdagang dengan keunggulan bagi masing-masing sepanjang bangsa
yang kurang efisien, efisiennya di dalam memproduksi kedua barang itu.
       Marilah kita mengubah sedikit contoh pertama sehingga sekarang Amerika
Serikat memiliki keunggulan absolut dalam memproduksi kedua beras dan mobil.
Perhatikan bahwa dibandingkan Amerika Serikat, Jepang kurang efisien dalam
pembuatan mobil daripada dalam memproduksi beras. Karenanya ia memiliki
keunggulan relatif,    atau keunggulan komparatif, menurut Ricardo, dalam
memproduksi mobil.




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                        HASANUDIN PASIAMAH
                                                           KEWIRAUSAHAAN
       Komoditas                Amerika Serikat                 Jepang                 Jumlah


       Ton beras                          6                           3                   9
       Mobil                             5                            4                  9




       Masing-masing negara melakukan spesialisasi. Apabila masing-masing
negara melakukan spesialisasi dalam apa yang dikerjakannya paling baik,
keluarannya akan menjadi sebagai berikut:


       Komoditas                Amerika Serikat                 Jepang                 Jumlah


       Ton beras                         12                               0              12
       Mobil                             0                            8                  8




       Syarat-syarat perdagangan. Dalam hal ini, syarat-syarat perdagangan akan
berada di antara satu ton beras untuk lima per enam mobil yang harus dibayar oleh
petani Amerika di Amerika Serikat, dan satu sepertiga mobil Jepang harus dibayar
oleh pembuat mobil Jepang untuk satu ton beras Jepang.
       Marilah kita asumsikan bahwa para pedagang setuju atas tingkat pertukaran
(kurs) satu mobil untuk satu ton beras. Keduanya akan memperoleh keuntungan dari
pertukaran dan spesialisasi ini, seperti diperlihathan berikut ini:


       Komoditas                      Amerika Serikat                         Jepang


       Ton beras                              8                                  4
       Mobil                                  4                                 4


       Perhatikan bahwa perdagangan ini meninggalkan Amerika Serikat dengan
beberapa beras surplus dan satu mobil lebih sedikit daripada yang ia miliki
sebelumnya. Jepang mempunyai lebih banyak beras dan jumlah mobil yang sama.
Namun para petani beras Amerika seharusnya dapat memperdagangkan dua ton
beras surplus untuk dua mobil di tempat lain. Maka hasil akhirnya akan berupa:




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                              HASANUDIN PASIAMAH
                                                                 KEWIRAUSAHAAN
       Komoditas                  Amerika Serikat                  Jepang


       Ton beras                           6                           4
       Mobil                              6                           4


Keuntungan yang diperoleh dari spesialisasi dan perdagangan. Keuntungan
spesialisasi dan perdagangan yang diperoleh dalam hal ini adalah sebagai berikut:


       Komoditas                  Amerika Serikat                  Jepang


       Ton beras                                                       1
       Mobil                              1




       Batas kemungkinan produksi (production possibility frontiers). Kita juga
dapat mengilustrasikan perolehan dari perdagangan secara grafis, dengan
menggunakan batas kemungkinan produksi. Gambar 3.1 menggambarkan garis
kemungkinan produksi Jepang dan Amerika dengan menggunakan biaya konstan
untuk memudahkan. Kurva-kurva ini, apabila tidak ada perdagangan, juga
menggambarkan kombinasi kemungkinan dari barang-barang untuk dikonsumsi.
Sebelum perdagangan, Amerika Serikat mungkin memproduksi dan mengkonsumsi
enam ton beras dan lima mobil (titik A), sementara Jepang memproduksi dan
mengkonsumsi tiga ton beras dan empat mobil (titik A).


       Dengan masing-masing negara mengadakan spesialisasi dalam produksi
barang-barang di mana ia memiliki keunggulan komparatif dan memperdagangkan
surplusnya dengan yang lain, kedua negara dapat mengkonsumsi pada titik B.
Bidang yang diberi bayangan di bawah masing-masing kurva menunjukkan
keuntungan yang diperoleh dari perdagangan.


       Konsep sederhana mengenai keunggulan komparatif merupakan dasar bagi
perdagangan internasional.
       Perhatikan bahwa dalam contoh, kita menyebutkan sebuah unit masukan. Ini
adalah versi yang lebih modern dari contoh-contoh Ricardo dan Smith, yang
menggunakan hanya masukan tenaga kerja. Mereka melakukannya karena pada



Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                         HASANUDIN PASIAMAH
                                                            KEWIRAUSAHAAN
saat itu hanya tenaga kerja yang dianggap penting dalam memperhitungkan biaya
produksi. Juga, tidak ada pertimbangan yang diberikan bagi kemungkinan


memproduksi barang-barang yang sama dengan kombinasi faktor-faktor yang
berbeda, dan tidak ada penjelasan yang diberikan tentang mengapa biaya produksi
berbeda. Barulah pada tahun 1933, Ohlin, seorang ahli ekonomi Swedia,
melanjutkan pekerjaan yang dimulai oleh ahli ekonomi Heckscher, mengembangkan
teori faktor pendukung (faktor endowment).


4. Teori Heckscher-Ohlin
Teori ini mulai dikenal publik dalam 1933 yakni sejak dipublikasikan teori ini dalam
1933. Jauh sebelumnya, teori ini dipelopori dan dirintis Eli Heckscher (guru besar
kebangsaan Swedia tahun 1919).
       Pandangan guru besar tersebut kurang dicatat secara baik sampai 10 tahun
kemudian    pandangan       Heckscher   dikenal   luas   setelah   dikembangkan   dan
dipublikasikan Bertil Ohlin seorang murid Eli Heckscher. Setelah itu lahirlah teori
perdagangan internasional dikenal dengan nama H-O theory.
       Pada hakekatnya teori H-O merupakan kelanjutan dan penyempurnaan teori-
teori klasik yang terdahulu. Teori H-O didasarkan suatu dalil atau pandangan bahwa
suatu negara akan mengekspor komoditinya yang didukung dengan adanya faktor-
faktor produksi yang berlimpah (abundant) dan murah (cheap), dan akan mengimpor
komoditi yang langka jumlahnya dan di latarbelakangi dengan mahalnya faktor-faktor
produksi di negara tersebut.




Factor Endowments
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa teori H-O merupakan kelanjutan dan
penyempurnaan teori keunggulan absolut dan keunggulan komparatif dimana dua
teori tersebut menganjurkan terwujudnya perdagangan bebas secara internasional
atas spesialisasi dan pembagian kerja. Pada gilirannya dua teori klasik tersebut
mendasarkan spesialisasi dan pembagian kerja atas teori nilai buruh.
       Spesialisasi dan pembagian kerja internasional juga dianjurkan teori H-O.
Akan tetapi dasarnya adalah berlimpahnya faktor produksi yang dimiliki suatu negara
dan harganya murah (cheap factor price). Disini factor price menggantikan labor
value dalam teori klasik.
       Factor price menyangkut harga faktor-faktor produksi seperti upah untuk
buruh, sewa untuk kekayaan alam dan tingkat bunga untuk balas jasa modal.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                            HASANUDIN PASIAMAH
                                                               KEWIRAUSAHAAN
       Factor   Endowments         adalah   tersedianya   faktor-faktor   produksi   yang
mendukung (endowment) dan melandasai perdagangan internasional seperti
kekayaan alam, buruh dan kapital (didukung dengan teknologi).




Komentar dan Pandangan
Ternyata, teori perdagangan internasional berdasarkan teori H-O belum sepenuhnya
mampu menerangkan seluruh kegiatan bisnis dan perdagangan internasional.
Menurut penelitian Leontief bahwa di tahun 1947, Amerika Serikat mengimpor
komoditi yang sifatnya padat modal (kurang lebih 30% lebih besar dari ekspornya).
Ini adalah suatu keanehan mengingat Amerika Serikat banyak memiliki modal dan
teknologi. Keanehan yang ditemui Leontief dalam penelitiannya disebut Leontief
paradox yang bisa dijelaskan teori H-O (sampai sekarangpun Amerika Serikat masih
impor mobil).
       Terdapat perdagangan komoditi secara internasional dalam industri yang
sama (intra-industry trade) dimana masing-masing perusahaan yang menghasilkan
produk yang sama (misalnya mobil) melakukan product differentiation (sama tetapi
tidak serupa) untuk memenangkan persaingan. Gejala seperti itu juga tampaknya
tidak bisa dijelaskan teori H-O.




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                              HASANUDIN PASIAMAH
                                                                 KEWIRAUSAHAAN
                              KEWIRAUSAHAAN




                               MODUL 4




                                 Oleh:


                         HASANUDIN PASIAMA




                   PRGRAM KULIAH SABTU-MINGGU
           FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MERCU BUANA
                                      2008




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB           HASANUDIN PASIAMAH
                                              KEWIRAUSAHAAN

								
To top