KONDISI TERNAK KERBAU DI KAWASAN AGROPOLITAN DATARAN TINGGI BUKIT

W
Shared by: elfphabet8
-
Stats
views:
2135
posted:
12/22/2009
language:
Indonesian
pages:
6
Document Sample
scope of work template
							           Lokakarya Nasional Usaha Ternak Kerbau Mendukung Program Kecukupan Daging Sapi




KONDISI TERNAK KERBAU DI KAWASAN AGROPOLITAN
 DATARAN TINGGI BUKIT BARISAN SUMATERA UTARA
                                 LERMANSIUS HALOHO dan PRAMA YUFDI

                             Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Utara
                              Jl. Karya Yasa No 20 Kotak Pos 1002, Medan 20143

                                                ABSTRAK

    Pada Kawasan Agropolitan Dataran Tinggi Bukit Barisan Sumatera Utara (KADTBB SU) pemeliharaan
ternak kerbau sangat dominan, karena kondisi sumberdaya alam sangat mendukung. Adanya keterkaitan
yang kuat antara sistem pertanian dengan ternak kerbau; berfungsi sebagai alat transportasi pertanian,
hijauan/rumput yang ada disekitar lahan pertanian dan limbah pertanian sebagai pakan ternak, juga penghasil
daging, tabungan, dan kelengkapan pada acara adat tertentu, terutama bagi suku Tapanuli. Berdasarkan
populasi, ternak kerbau di KADTBB SU sebanyak 133.752 ekor (51%), diikuti jumlah pemotongan sebanyak
13.156 ekor (40%), dengan produksi daging 2.848 ton (40%). Status teknologi ternak kerbau, umumnya
dipelihara di padang alam dan di sekitar lahan pertanian, sehingga sumber pakan berasal dari padang alam
maupun dari limbah pertanian. Hijauan dari padang alam kekurangan protein dan mineral, tetapi hijauan dari
sekeliling lahan pertanian relatif mampu mencukupi kebutuhan nutrisi ternak Kerbau. Periode jarak beranak
yang terlalu panjang, perlunya pejantan unggul dan pemberian pakan tambahan. Peluang pengembangan
ternak kerbau di KADTBB sangat besar, karena keterkaitan dengan pertanian dan budaya sangat besar serta
di dukung agroekosistem yang sesuai, serta untuk memasok kebutuhan daging dalam rangka kecukupan
daging 2010.
Kata kunci: Kerbau, agropolitan, status teknologi, Dataran Tinggi Bukit Barisan Sumatera Utara

             PENDAHULUAN                                    Pembangunan di kawasan dataran tinggi ini
                                                        tertinggal dibandingkan wilayah Pantai Timur
                                                        yang lebih maju. Agar laju pembangunan di
    Di Propinsi Sumatera Utara, Dataran                 daerah ini lebih cepat maka delapan pemkab
Tinggi Bukit Barisan merupakan suatu                    dan satu kota bersatu dalam Kawasan
kawasan yang terhampar dari Barat sampai
                                                        Agropolitan Dataran Tinggi Bukit Barisan
ke Timur, dengan agroekosistem yang relatif             Sumatera Utara (KADTBB SU) untuk
sama. Ada delapan kabupaten yang termasuk               meningkatkan koordinasi, kerjasama dan
daerah ini, yaitu Kabupaten Karo,
                                                        perencanaan pembangunan yang lebih terarah
Simalungun, Tapanuli Utara, Dairi, Toba                 dan saling mendukung. Salah satu kesepakatan
Samosir (TOBASA), Humbang Hasundutan                    yang diambil yaitu ditetapkan komoditas
(HUMBAHAS), Pakpak Barat dan Samosir.
                                                        unggulan dan pusat kawasan, pusat distrik,
Dataran tinggi ini mempunyai potensi sangat             wilayah distrik, lokalitas (desa) agropolitan per
besar    bagi    pembangunan     pertanian,             masing-masing        kabupaten       dan     kota
perkebunan, peternakan dan kehutanan serta              (ANONIMOUS, 2003). KADTBB SU memiliki
sebagai daerah tujuan wisata. Sebagian                  banyak kesamaan dalam hal agroekologi, jenis
lahannya subur dan yang lainnya kurang
                                                        komoditas dan sosial budaya. Melalui
subur sehingga diperlukan pengolahan dan                percepatan pembangunan dengan model
pemberian bahan organik. Di dataran tinggi              KADTBB        SU,     ditargetkan     pendapatan
ini masih dijumpai lahan kosong yang perlu
                                                        meningkat dari $ US 1.000 pada tahun 2003
dibuka dan diusahakan untuk pengembangan
                                                        menjadi $ US 3.000/kapita pada tahun 2013.
agribisnis sehingga kesejahteraan petani                Pengoptimalan produksi komoditi utama
meningkat. Umumnya masyarakat bercocok
                                                        wilayah      melalui      industri    pengolahan
tanam hortikultura sayuran dan buah,
                                                        berorientasi    pasar     serta    pengembangan
tanaman pangan, perkebunan, peternakan                  integrated farming livestock berbasis siklus.
(ruminansia besar dan kecil serta unggas)
                                                        Sumber pendapatan diharapkan berasal dari on
dan perikanan tangkap dan budidaya.
                                                        farm (sektor pertanian, perkebunan, peternakan,




                                                                                                      157
              Lokakarya Nasional Usaha Ternak Kerbau Mendukung Program Kecukupan Daging Sapi




perikanan dan kehutanan), off farm dan non              pertanian. Disamping itu, ternak kerbau juga
farm.      Juga dari jasa, perdagangan,                 diperlukan untuk acara adat tertentu, terutama
agroindustri,    wisata     dan     sumber              bagi suku Tapanuli ternak kerbau merupakan
pertumbuhan lainnya.                                    jenis ternak yang tertinggi dan biasa disebut
    Kondisi peternakan di KADTBB SU                     Gaja Toba.
sudah menjadi bagian dari kehidupan dan                     Secara umum, sarana jalan ke lokasi sentra-
tidak terpisahkan dari sistem pertanian,                sentra pertanian masih jalan tanah, yang relatif
walaupun masih bersifat tradisional dan                 sulit dilalui kendaraan roda empat, sehingga
sambilan yang sudah turun-temurun.                      peranan ternak kerbau sebagai pedati sangat
Pemeliharaan ternak apa adanya sehingga                 dibutuhkan petani. Bagi ternak kerbau yang
masukan teknologi belum begitu nyata                    sudah terlatih untuk menarik pedati harganya
dalam      produksi     ternak,    otomatis             akan jauh lebih tinggi, dibandingkan kerbau
produktivitas ternak masih rendah. Pada                 biasa. Dengan demikian, ternak kerbau sebagai
KADTBB SU, ternak yang dominan                          salah satu alat transportasi mempunyai peranan
dipelihara adalah kuda, kerbau, ayam buras,             yang sangat penting dalam sistem pertanian di
babi, sapi, domba, itik dan kambing (Tabel              dataran tinggi.      Pada makalah ini akan
1). Khusus ternak kerbau sangat besar                   dipaparkan kondisi ternak kerbau di kawasan
peranannya pada sistem pertanian di                     Agropolitan Dataran Tinggi Bukit Barisan
KADTBB SU disamping sebagai penghasil                   Sumatera Utara, untuk diperoleh manfaat guna
daging, juga digunakan untuk menarik                    mengoptimalkan peranan ternak kerbau bagi
pedati mengangkut sarana produksi dan hasil             kehidupan masyarakat di KADTBB.

Tabel 1. Populasi dan penyebaran ternak di kabupaten/kota KADTBB SU, tahun 20031)
                                                                                           Ayam
No    Kabupaten             Sapi     Kerbau     Kuda     Kambing     Domba      Babi                   Itik
                                                                                           Buras
 1    Tapanuli Utara       4.555     30.198     2.947      9.954     2.751     154.509    967.592     38.958
 2    Toba Samosir         5.331     35.652     2.104     18.601     2.825     91.948     704.334    150.813
 3    Simalungun           28.804    41.652       19      52.050     20.054    84.030    3.903.954   110.970
 4    Dairi                1.785      7.994       91       7.715     1.163     25.493    1.150.067   17.190
 5    Karo                 28.225    18.095      225      11.032     2.326     10.252    1.872.622   12.625
 6    H.Hasundutan2)         0          0         0          0         0          0            0        0
 7    Pakpak Barat2)         0          0         0          0         0          0            0        0
 8    Samosir2)              0          0         0          0         0          0            0        0
 9    Pemat. Siantar        155       161         0        0494       140        741      265.173     3.664
      Jumlah/              68.855    133.752    5.386     53.001     29.259    291.346   8.863.742   218.876
      Persentase            28         51         95         7         13        34            38      10
      Total Sumut         248.673    261.374    5.668     712.566   232.391    849.240 23.118780 2.264.221

Sumber     : DINAS PETERNAKAN PROPINSI SUMATERA UTARA 20032) (diolah)
Keterangan : 1) angka sementara
             2)
                masih bergabung dengan kabupaten induk


Populasi dan penyebaran ternak di                       yang ada di Sumatera Utara, diantaranya kuda
ADTBB SU                                                (95%) dan kerbau (51%). Sedangkan ternak
                                                        yang lainnya di bawah 40%, yaitu ayam buras
    Di KADTBB SU, populasi ternak                       (38%), nabi (34%), sapi (28%), domba (13%),
didominasi oleh ternak yang secara spesifik             itik (10%) dan kambing (7%) (Tabel 1).
memang cocok dikembangkan di daerah                         Di lihat dari sisi penyebaran populasi, ternak
tersebut. Berdasarkan statistik peternakan              besar seperti sapi didominasi oleh Kabupaten
ada dua jenis ternak yang persentase                    Simalungun 28.804 ekor dan Karo 28.225 ekor;
populasinya di atas 50% dari jumlah ternak              kerbau oleh Kabupaten Simalungun 41.652




162                                                                                                            170
           Lokakarya Nasional Usaha Ternak Kerbau Mendukung Program Kecukupan Daging Sapi




ekor, Toba Samosir 35.652 ekor dan                    ada dua kabupaten Toba Samosir 150.813 ekor
Tapanuli Utara 30.198 ekor; kuda ada dua              dan Simalungun 110.970 ekor (Tabel 1).
kabupaten yakni Tapanuli Utara 2.947 ekor
dan Toba Samosir 2.104 ekor. Ternak kecil             Pemotongan dan produksi daging ternak
meliputi: kambing di Kabupaten Simalungun             kerbau
52.050 ekor dan Toba Samosir 18.601 ekor;
domba didominasi Kabupaten Simalungun                    Dalam rangka memenuhi kebutuhan daging
20.054 ekor; babi ada 3 kabupaten yaitu               di Propinsi Sumatera Utara, pada tahun 1996
Tapanuli Utara 154.509 ekor, Toba Samosir             mengimpor sapi potong sebanyak 11.500 ekor,
91.948 ekor dan Simalungun 84.030 ekor.               pada tahun 1999 sebanyak 15.000 ekor dari luar
Ternak unggas: ayam buras ada 3 kabupaten             propinsi. Padahal potensi Sumut untuk
yaitu Simalungun 3.903.954 ekor, Karo                 memenuhi kebutuhan lokal sangat besar
1.872.622 ekor dan Dairi 1.150.067 ekor; itik         maupun sebagai pemasok ke luar Sumut, seperti
                                                      daerah Batam, Singapura, Jepang, dll.

Tabel 2. Populasi, pemotongan (ekor) dan produksi daging (ton) ternak kerbau per kabupaten/kota
        di Propinsi Sumatera Utara, tahun 20031)
                                                   Total (ekor)
 No     Kabupaten/Kota                                                          Produksi daging (ton)
                                        Populasi              Pemotongan
 1      Nias                              1.383                    90                    19,45
 2      Mandailing Natal                  4.034                   294                    63,57
 3      Tapanuli Selatan                 54.585                  1.072                  232,02
 4      Tapanuli Tengah                  14.599                   552                   119,57
 5      Tapanuli Utara                   30.198                   574                   124,36
 6      Toba Samosir                     35.652                   329                    71,35
 7      Labuhan Batu                      2.350                  2.220                  480,46
 8      Asahan                           12.781                  2.192                  474,44
 9      Simalungun                       41.652                  5.842                 1.264,52
 10     Dairi                             7.994                   806                   174,52
 11     Karo                             18.095                  1.203                  260,33
 12     Deli Serdang                     29.761                  1.066                  230,71
 13     Langkat                           7.433                   136                    29,40
 14     Nias Selatan2)                      0                      0                     9,08
 15     Humbang Hasundutan2)                0                      0
 16     Pakpak Barat2)                      0                      0
 17     Samosir2)                           0                      0
 18     Serdang Bedagai2)                   0                      0
 19     Sibolga                             0                       0
 20     Tanjung Balai                        0                     30                     6,49
 21     Pematang Siantar                   161                   4.402                  952,92
 22     Tebing Tinggi                      297                    274                    59,45
 23     Medan                              271                  10.927                 2.365,00
 24     Binjei                             128                    581                   125,88
 25     Padang Sidempuan                    0                      0                        0
        Jumlah                          261.374                 32.632                  7.072,6
        Total di KADTBB                 133.752                 13.156                   2.848
        Persentase                          51                    40                       40
Sumber    : DINAS PETERNAKAN PROPINSI SUMATERA UTARA (2003) (diolah)
Keterangan: 1) masih bergabung dengan kabupaten induk
            2)
               angka sementara
    Tabel 2 menunjukkan bahwa populasi                    Total pemotongan ternak kerbau di
ternak kerbau di Sumatera Utara sebanyak              KADTBB SU pada tahun 2003 sebanyak 13.156
261.374 ekor, sekitar 51% (133.752 ekor)              ekor (40%), dengan produksi daging 2.848 ton
berada di KADTBB Sumatera Utara.                      atau sekitar 40% dari yang ada di Sumut. Ini
                                                      merupakan sumbangan yang cukup berarti bagi



                                                                                                    175
      Lokakarya Nasional Usaha Ternak Kerbau Mendukung Program Kecukupan Daging Sapi




  kecukupan daging di KADTBB                   SU       inseminasi buatan disertai pemberian pakan
  khususnya dan Sumut umumnya.                          yang memadai (ROMJALI, 2005).
                                                            Puslitbang Peternakan bekerjasama dengan
                                                        Direktorat Perbibitan dan Budidaya Ruminansia
  Status teknologi ternak kerbau                        Ditjen Peternakan telah menyelenggarakan
                                                        workshop “Rencana Tindak Program Menuju
           Kondisi agroekosistem KADTBB                 Kecukupan      Daging     Sapi    2010     yang
  SU sangat sesuai untuk pengembangan                   dilaksanakan pada tanggal 18-19 Mei 2006 di
  peternakan termasuk kerbau, adanya lahan              Bukittinggi, Sumatera Barat. Salah satu hasil
  kosong dan lahan-lahan pertanian banyak               rumusan yang diputuskan adalah revitalisasi
  ditumbuhi rumput alam sehingga kebutuhan              UPT Daerah dan Pusat, khusus bagi BPTU Si
  hijauan pakan relatif tercukupi dan sebagai           Borong-Borong yang melakukan program
  tempat penggembalaan.           Luas padang           persilangan Kerbau Murrah dan lumpur di
  pengembalaan/padang alam di Kabupaten                 BPTU ini harus segera dihentikan karena tidak
  Karo adalah 6.699 ha, Dairi 2.308 ha,                 produktif. Peningkatan mutu genetik ternak
  Simalungun 11.227 ha dan Tapanuli Utara               kerbau di BPTU ini dapat dilakukan dengan
  40.066 ha. Padang alam ini hanya ditumbuhi            menjaring pejantan unggul dari daerah lain
  rumput alam dan leguminosa lain serta                 (misalnya dari Banten).
  dimanfaatkan secara terus menerus secara                  Padang alam yang ada juga sudah tidak
  alami tanpa ada usaha perbaikan dengan                dapat mendukung produksi ternak, hal ini
  memasukkan        hijauan     unggul,     tapi        sejalan dengan hasil pengamatan IBRAHIM et.al.
  peranannya sebagai tempat penggembalaan               (1995) bahwa di Tapanuli Selatan dan Tapanuli
  bagi kehidupan ternak sangat besar.                   Utara, ternak ruminansia umumnya dilepas di
      Pemeliharaan ternak kerbau di KADTBB              padang penggembalaan yang merupakan padang
  SU berada pada ekosistem tanaman pangan               rumput alam. Dengan asumsi bahwa semua
  dan padang alam atau kombinasi keduanya,              ternak ruminansia dipelihara dalam sistem
  sistem pemeliharaan ekstensif (tradisionil),          penggembalaan, rasio ternak persatuan luas
  dengan tujuan pemeliharaan untuk ternak               mencapai 1 : 4 satuan ternak perhektar. Tingkat
  kerja, tabungan dan kebutuhan acara adat.             penggunaan ini terlalu tinggi mengingat
  Skala pemeliharaan berkisar 1-2 ekor,                 rendahnya daya dukung padang penggembalaan
  tergantung kemampuan petani.             Pada         yang ada.      Selanjutnya dinyatakan bahwa
  pemeliharaan kerbau ini beberapa hal perlu            kerbau yang digembalakan di Kecamatan
  diperhatikan dan mendapat penanganan,                 Barumun Tengah dan Kabupaten Tapanuli
  antara lain: periode jarak beranak yang               Selatan masih kekurangan nutrisi dan mineral.
  terlalu panjang. Salah satu penyebabnya               Secara umum dapat dilaporkan bahwa status
  menurut hasil penelitian adalah disebabkan            nutrisi, mineral dan protein merupakan dua
  pemenuhan nutrisi yang kurang memadai                 faktor pembatas utama bagi tingkat produksi
  untuk mendukung proses reproduksi yang                ternak kerbau di daerah tersebut. Pada kerbau
  optimal. Oleh karena itu perlu penyuluhan             jantan yang digembalakan, pemberian mineral
  pemberian pakan ternak kerbau sesuai                  saja tidak cukup untuk             menigkatkan
  rekomendasi dari lembaga penelitian. Khusus           pertambahan berat badan (PBB), tetapi
  peternak kerbau di Tapanuli Utara dan                 penambahan pakan penguat meningkatkan PBB
  Tobasa memanfaatkan susu kerbau menjadi               kerbau sebesar 49%. Walaupun demikian
  dadih atau susu kerbau (dali). Hal ini diduga,        penambahan mineral ternyata sangat penting
  mengakibatkan kebutuhan susu bagi anak                pada saat nutrisi kerbau baik. Penambang
  kerbau      tidak      tercukupi     sehingga         mineral dapat meningkatkan PBB sebesar 44%
  pertumbuhan jadi lambat dan performans                pada kerbau yang mendapat perlakuan pakan
  kerbau semakin kerdil. Salah satu program             penguat. Sedangkan untuk kerbau betina,
  yang bisa ditempuh untuk meningkatkan                 penambahan      mineral    saja    juga   tidak
  produktivitas     kerbau      lokal     adalah        berpengaruh nyata terhadap PBB, pemberian
  mengadakan perkawinan silang dengan                   pakan penguat saja meningkatkan PBB menjadi
  kerbau perah (kerbau Murrah) melalui                  50 kg/3 bln atau sekitar 35% lebih tinggi
                                                        dibandingkan dengan kontrol. Penambahan




177
                    Lokakarya Nasional Usaha Ternak Kerbau Mendukung Program Kecukupan Daging Sapi




mineral terhadap pakan penguat hanya                    Peluang pengembangan ternak kerbau
meningkatkan PBB sebesar 14%. Pada
penelitian ini juga nampak bahwa                            Peternakan adalah salah satu bagian penting
pertambahan bobot jantan lebih cepat                    kehidupan masyarakat KADTBB SU, selain
dibandingkan dengan betina. Hasil penelitian            pertanian.    Pembangunan        pertanian  dan
ini juga memberikan satu indikasi bahwa                 peternakan saling mendukung dan menguntung-
padang penggembalaan yang ada di Barumun                kan, sehingga sistem pertanian terpadu memberi
Tengah tidak mampu memberikan protein                   manfaat yang besar bagi keduanya. Di satu sisi,
dan mineral bagi kerbau.                                hasil pertanian seperti jagung, ubikayu, rumput-
    Sementara hasil penelitian BATUBARA et              rumputan, limbah pertanian dapat dimanfaatkan
al. (1992), menunjukkan bahwa pemberian                 sebagai pakan ternak sehingga ada nilai
pakan tambahan 0,5% dari bobot badan                    tambahnya. Secara tidak langsung kebutuhan
kerbau lumpur jantan memberikan pertam-                 pakan (hijauan dan konsentrat) bagi ternak
bahan efisiensi penggunaan pakan tertinggi              dapat dipenuhi. Di sisi lain, pupuk kandang
atau dua kali lipat dibandingkan hanya yang             sebagai limbah ternak sangat diperlukan sebagai
diberi rumput. Komposisi pakan yang                     sumber organik bagi tanaman guna menyubur-
diberikan adalah Bungkil Inti Sawit (BIS)               kan tanah, sehingga produktivitas pertanian
sebanyak 91,50%, molases 7,15% dan                      meningkat. Populasi ternak bertambah, otomatis
mineral campuran 1,35%.                                 produksi daging meningkat. Dampak berikutnya
                                                        yang secara langsung dirasakan petani adalah
                                                        peningkatan pendapatan dan kesejahteraannya.

Tabel 3. Perbandingan jantan dan betina ternak kerbau per kabupaten/kota di Propinsi Sumatera
         Utara, tahun 20031)
 No     Kabupaten/Kota                                        Jantan                      Betina
 5      Tapanuli Utara                                        12.935                      17.263
 6      Toba Samosir                                         15.398                       20.594
 9      Simalungun                                           17.861                       23.801
 10     Dairi                                                 3.424                        4.570
 11     Karo                                                  7.751                       10.347
 15     Humbang Hasundutan2)                                    0                            0
 16     Pakpak Barat2)                                          0                            0
 17     Samosir2)                                               0                            0
 21     Pematang Siantar                                        69                          92
        Total di KADTBB                                       57.438                      76.667
        Persentase                                              51                          51
        Jumlah Sumatera Utara                                112.100                     149.634
Sumber    : BUKU STATISTIK PETERNAKAN 2003 (diolah)
Keterangan: 1) masih bergabung dengan kabupaten induk
            2)
               angka sementara

    Salah satu faktor yang menentukan dalam                 Dengan demikian, peluang pengembangan
peningkatan      populasi   kerbau    adalah            ternak kerbau di KADTBB SU sangat besar,
ketersediaan betina. Populasi kerbau betina             karena keterkaitan dengan sistem pertanian dan
di KADTBB cukup besar yaitu sebanyak                    budaya yang sangat besar serta di dukung
76.667 ekor, 51% dari total populasi kerbau             agroekosistem yang ada.
betina di Sumatera Utara. Ketersediaan betina
yang cukup tinggi merupakan modal besar
bagi peningkatan populasi kerbau di
KADTBB.




        162                                                                                                170
            Lokakarya Nasional Usaha Ternak Kerbau Mendukung Program Kecukupan Daging Sapi




      KESIMPULAN DAN IMPLIKASI                        hijauan pakan, pemberian pakan tambahan, dan
             KEBIJAKAN                                introduksi bibit unggul.

Kesimpulan
                                                                     DAFTAR PUSTAKA

1.    Di KADTBB SU, ternak kerbau sangat              ANONIMOUS. 2003.      Master Plan Agropolitan
      besar peranannya bagi kehidupan                     Kawasan Agropolitan Dataran Tinggi Bukit
      masyarakat, disamping sebagai penghasil             Barisan Sumatera Utara. BAPPEDA Sumatera
      daging, juga digunakan sebagai alat                 Utara.
      transportasi pertanian dan untuk acara
                                                      BATUBARA, L. P, MURSAL BOER dan SIMON ELIESER.
      adat.                                               1990. Pemberian Bungkil Inti Sawit/Molasses
2.    Populasi ternak kerbau di Sumatera Utara            dengan/tanpa Mineral dalam Ransum Kerbau.
      sebanyak 261.374 ekor, sedangkan di                 Jurnal Penelitian Peternakan Sungei Putih
      KADTBB SU, sekitar 51% (133.752                     (JPPS) Vol 1 (1), p.12-16. Sub Balai Penelitian
      ekor), jumlah pemotongan sebanyak                   Ternak Sungei Putih.
      13.156 ekor (40%), dengan produksi              BATUBARA, L. P, MURSAL BOER dan SIMON ELIESER.
      daging 2.848 ton (40%).                             1990. Pemanfaatan Bungkil Inti Sawit (BIS)
3.    Kerbau umumnya dipelihara di padang                 dan Molasses untuk Memenuhi Kebutuhan
      alam, di sekitar lahan pertanian dan                Protein dan Energi Kerbau. Jurnal Penelitian
      limbah pertanian sebagai sumber pakan.              Peternakan Sungei Putih (JPPS) Vol 1 (1),
      Kebutuhan nutrisi dan mineral masih                 p.17-19. Sub Balai Penelitian Ternak Sungei
      kurang, dan periode jarak beranak yang              Putih.
      terlalu panjang, sehingga perlu pejantan        DINAS PETERNAKAN PROPINSI SUMATERA UTARA.
      unggul dan pemberian pakan tambahan.                 2003. Buku Statistik Peternakan Tahun 2003.
4.    Peluang pengembangan ternak kerbau di                Pemerintah Propinsi Sumatera Utara.
      KADTBB SU sangat besar, karena                  ROMJALI, R. 2005. Agribisnis Peternakan Kawasan
      keterkaitan dengan sistem pertanian dan             Agropolitan Dataran Tinggi Bukit Barisan
      budaya sangat besar serta didukung                  Sumatera Utara. Prosiding Seminar Nasional.
      agroekosistem yang sesuai.                          BPTP Sumatera Utara, Badan Penelitian dan
                                                          Pengembangan      Pertanian,     Departemen
                                                          Pertanian.
Implikasi kebijakan
                                                      IBRAHIM, T, L.P. BATUBARA, D. SIHOMBING, M.
    Pengembangan       ternak   kerbau    di               DOLOKSARIBU, L. HALOHO dan P.M. HORNE.
                                                           1995. Produktivitas Ternak Ruminansia di
KADTBB SU sangat sesuai dan didukung                       Padang Penggembalaan Sumatera Utara.
oleh agroekosistem, sistem pertanian yang                  Prosiding Seminar Sehari Strategi dan
terintegrasi dengan peternakan dan keperluan               Komunikasi Hasil Penelitian Peternakan
adat. Sejalan dengan hal di atas, maka                     Strategi Penelitian dan Pengembangan
inovasi     teknologi    untuk   mendukung                 Peternakan dalam Menunjang Agribisnis di
pengembangan ternak kerbau perlu menjadi                   Sumatera Utara. Sub Balitnak Sei Putih. Badan
perhatian, sehingga produktivitasnya dapat                 Litbang Pertanian.
meningkat.      Dukungan kebijakan sangat
dibutuhkan baik dalam peningkatan mutu




162                                                                                                         170

						
Related docs