Docstoc

Grave Disease

Document Sample
Grave Disease Powered By Docstoc
					GRAVE’S DISEASE
Pendahuluan Penyakit grave merupakan salah satu dari penyakit hipertiroiditis yang diakibatkan oleh suatu reaksi hipersensitivitas. Penyakit grave umumnya memiliki 4 gejala utama yaitu : Tirotoksikosis, Goiter, opthalmopati, dan Dhermopati

Fisiologi Kelenjar tiroid terdapat pada antero lateral larynx dan trakea bagian atas. Kelenjar ini mensekresi tiga macam hormon yaitu : Tiroksin (T4) 93% dan Triiodotironin (T3) 7 % serta beberapa kalsitonin. Hormon produksi bersifat mempengaruhi metabolisme basal dan hormon ini dipengaruhi oleh TSH yang dihasilkan oleh hipofisis. Dari hipofisis hormon TSH dipengaruhi oleh hormon TRH yang disekresikan di ujung-ujung saraf Eminentia Media ke hipofisis anterior dalam darah porta hipofisis. TRH ini terdapat pada : inti dorsomedial, inti suprakiasmatik, inti ventromedial, hipothalamus anterior, area preoptik dan inti praventrikularis yang semuanya merupakan bagian dari hipothalamus. Struktur dari kelenjar Tiroid terdiri dari sebuah koloid yang unsur utamanya adalah glikoprotein tiroglobulin yang diselubungi oleh sel epitel kuboid. Sel ini dapat berubah-ubah tergantung dari aktivitas dari kelenjar tiroid. Sel ini akan berbentuk kuboid jika sel dalam keadaan istirahat dan lumen mengandung banyak koloid , jika kelenjar terangsang oleh TSH sel folikel akan mencaplok koloid, sehingga jumlah koloid akan berkurang dan sel menjadi kubis, sel akan menjadi kolumnar ketika koloid habis tercaplok.

PROSES PEMBENTUKAN HORMON TIROID 1. Pengangkutan iodida yang mengalir dari darah ke folikel kelenjar tiroid. Disini membran basal sel tiroid mempunyai kemampuan spesifik (Iodide

tapping) untuk memompa iodida secara aktif ke sel dengan kemampuan memekatkan iodia 30 kali dari konsentrasi awal. 2. pembentukan dan sekresi tiroglobulin. Pada tahap ini tiroglobulin yang disintesis oleh retikulum endoplasma dan golgi dimana setiap molekul tiroglobulin mengandung 70 asam amino tirosin. Tiroglobulin merupakan substrat utama yang bergabung dengan iodida untuk bentuk hormon tiroid. 3. oksidasi ion iodida. Disini terjadi proses oksidasi dari ion iodida menjadi iodium teroksidasi yaitu Io dan I3- yang bergabung langsung dengan asam amini tirosin yang terdapat pada tiroglobulin. Proses oksidasi ini ditingkatkan oleh enzim peroksidase dan H 2O2 yang terletak pada apikal membran sel. 4. proses pengikatan iodium dengan tiroglobulin membentuk organifikasi tiroglobulin. Tirosin yang teriodisasi akan menjadi monoidiotirosin. Monoiodotirosin akan bergabung dan membentuk diiodotirosin.

Selanjutnya dua diiodotirosin yang bergabung akan membentuk tiroksin (T4) dan diiodotirosin yang bergabung dengan monoiodotirosin akan membentuk triiodotirosin (T3). Dan selanjutnya akan disimpan dalam bentuk tiroglobulin-I tiroksin-triiodotirosin. 5. pada saat pelepasan bentuk simpanan tersebut akan diserap oleh sel epitel secara pinositosis. Di dalam sitoplasma direduksi oleh proteinase yang berfungsi melepaskan ikatan tiroglobulin untuk dipecah menjadi monoiodotirosin dan diiodotirosin yang kemudian akan diserap untuk digunakan kembali. Selanjutnya akan mengalami deiodinasi untuk melepaskan ikatan iodium yang kemudian akan diserap untuk digunakan kembali. Hasilnya hormon T4 dan T3 akan lepas dalam bentuk bebas.

Etiologi Terdapat 15 % dari kasus disebabkan karena faktor predisposisi familial dan 50 % dari kasus disebabkan karena faktor immunologis.

Patogenesis Seperti yang dijelaskan sebelumnya penyakit Grave memiliki empat gejala utama yaitu triotoksikosis, Goiter, Opthalmopati, dan Dhermopati. Adapun patogenesis dari masing-masing gejala sebagai berikut : 1. Tirotoksikosis Hampir semua patogenesis penyakit ini melibatkan faktor immunologi. Hiperaktivitas terjadi karena tersensitasinya Thelper yang menurut hipotesa para ahli dapat disebabkan karena : a. Kehamilan b. Keberadaan iodida c. Terapi litium d. Infeksi viral dan bakteri e. Penarikan kembali glukokortikoid f. Menurunya peran Tsupressor dalam menekan fungsi Thelper yang berlebihan Tersensitasinya Thelper ini akan berespon terhadap antigen yang terdapat pada tiroid, yang selanjutnya memacu sel B untuk membentuk antibodi : a. TSI (Thyroid-stimulating immunoglobulin) yang menurut hipotesis para ahli dapat meningkatkan cAMP sehingga memacu terjadinya tirotoksikosis b. TgAb (thyroglobulin antibody) yang dapat meningkatkan

tiroglobulin. c. TPO Ab (Thyroperoksidase antibody) yang dapat memacu kerja enzim peroksidase. 2. Opthalmopati Patogenesis opthalmopati melibatkan Tcytotoxicity. Ini terjadi karena tersensitasinya Ab sitotoksik terhadap Antigen TSH-R pada fibroblast orbita, otot orbita dan jaringan tiroid. Mekanisme tersensitasinya sampai

saat ini para ahli belum mengetahui secara pasti. Selanjutnya Tc akan menghasilkan sitokin yang dapat menyebabkan : a. Inflamasi pada fibroblast orbita b. Orbital myositis c. Diplopia d. Proptosis 3. Patogenesis Dhermopati. Patogenesis dhermopati umumnya sama seperti opthalmologi hanya saja daerah yang terkena pada daerah pretibia, subperiosteal pada phalanges tangan dan kaki 4. Patogenesis takikardi, anxietas, berkeringat disebabkan karena hormon thyroid merangsang medulla adrenal untuk mensekresikan katekolamin. Jumlah epinefrine normal tetapi ada peningkatan pada norepinefrin yang bekerja pada sistem saraf simpatik. Terangsangnya sistem saraf simpatik ternyata memberikan efek perangsangan pada daerah hipothalamus dan ganglia basalis. Seperti yang diketahui bahwa hipothalamus berfungsi sebagai regulator vegetatif (detak jantung, pernafasan, sekresi kelenjar keringat, dll) pada tubuh dan ganglia basalis (sebagi pusat emosi dan pusat nafsu makan).

Gejala Klinis Gejala klinis penyakit grave - Pada individu muda manifestasi yang tersering adalah palpitasi, mudah lelah, hyperkinesia, diare, berkeringat, intoleransi terhadap panas, tahan terhadap suhu dingin, pembesaran tiroid, thyrotoxic eyes signs, takikardi ringan, lemah otot, hilangnya massa otot dan nervousness. Serta sering sekali berkurangnya berat badan tanpa berkurangnya nafsu makan. - Pada anak-anak terjadi pertumbuhan yang cepat disertai dengan maturasi tulang yang cepat.

- Pada pasien diatas 60 tahun, terdapat gejala kariovaskular, miopati, palpitasi, dispnea, tremor, dan berat badan turun.

Laboratorium Adapun gambaran laboraturium adalah - Meningkatnya FT 4 dan menurunnya TSH - Pada pemeriksaan immunologis ditemukan adanya TgAb dan TPOAb serta TSH-R Ab - Pada pemeriksaan menggunakan radioiodine, terdapat peningkatan uptake - Jika terdapat peningkatan pada FT 4,TSH, dan uptake radioiodine maka dicurigai tumor Pituitari atau Pituitary resistence. - Jika kadar FT 4 normal dan TSH meningkat serta pada pengecekan FT 3 terjadi peningkatan maka dicurigai Penyakit Grave stadium awal.

Pengobatan Pengobatan pada penyakit Grave berupa : Pengobatan Tirotoksikosis - Terapi obat anti-tiroid : Propylthiouracil (efek jangka pendek) 100mg setiap 6 jam, methimazole (efek jangka panjang) 40mg setiap pagi selama 1-2 bulan, L-tirosin 0,1mg/hari. - Operasi : Thyroidectomy pada pasien dengan Goiter yang besar atau multinodular Goiter - Terapi Iodine radioaktif : pemberian sodium iodide 21 tahun - Pemberian β-blocker untuk fase akut : Propanolol 10-40mg setiap 6 jam akan mengontrol takikardi, hipertensi, dan fibrilisasi atrial. Pengobatan gejala Opthalmology - Pemberian Prednison 40mg/hari 24 jam setelah pemberian radioiodine
131

I untuk pasien diatas

- Terapi Kortikosteroid untuk reaksi inflamasi akut : Prednison 100mg/hari selama 7-14 hari - Operasi otot mata

Prognosis Bisa terjadi remisi dan eksaserbasi pada prognosis penyakit Grave kecuali jika glandula terangkat pada operasi dan rusak karena radioiodine. Setelah pengobatan bisa terjadi eutiroid jangka panjang yang selanjutnya akan berkembang menjadi hipotiroidisme. Follow-up seumur hidup diindikasikan pada semua pasien penyakit Grave.

Mengapa bisa terjadi lelah, lemah, dan mengantuk : Jawab : Lelah secara fisiologi normal terjadi karena intake/metabolisme sumber energi yang kurang/inadekuat dan pemakaian energi yang berlebihan. Intake energi yang kurang/inadekuat bisa terjadi pada penyakit Diabetes mellitus, Anorexia, penyakit GIT. Pemakaian energi yang berlebihan bisa terjadi pada kasus hipertiroidisme,dll. Mengantuk secara fisiologi normal terjadi karena Pengaturan kelenjar pineal/epifise ynag bekerja sebagai jam tubuh, kekurangan suplai O2 dan glukosa pada otak (bisa terjadi pada penyakit DM)


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:10097
posted:12/22/2009
language:Indonesian
pages:7
sky "Sykr L Ranti" drugz sky "Sykr L Ranti" drugz Freelancer http://skydrugz.blogspot.com
About Someone who love peace