Docstoc

Renungan Bagi Jiwa 2

Document Sample
Renungan Bagi Jiwa 2 Powered By Docstoc
					RENUNGAN BAGI JIWA
Bagian 2
Kliping Aneka Renungan, Kesaksian dan Ajaran Pembangun Iman (dihimpun dari berbagai sumber)

1 Timotius 2:4, Yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.

1

KATA PENGANTAR Kliping ini merupakan kumpulan tulisan terbaik dari berbagai sumber. Baik sekali jika digunakan sebagai pelengkap pembacaan Alkitab karena memberikan penjelasan yang mudah dipahami serta uraian kontekstual. Sebagaimana ditulis oleh Administrator situs Roti Hidup.com dalam tulisan penutup kliping ini:

Rahasia untuk memahami kehendak Allah: 95% adalah perkara taat kepada kehendak Allah, dan 5% adalah perkara pemahaman.
Saya percaya bahwa para Penulis telah memiliki urapan khusus, pengalaman pribadi dan penghayatan yang baik sehingga mampu menghasilkan tulisan-tulisan yang sedemikian. Ijinkan saya memasukkan karya tulis Anda ke dalam kliping elektronik ini untuk disebarluaskan semata-mata untuk menyebarluaskan firman Tuhan agar menjangkau semakin banyak jiwa, tidak dengan tujuan komersil atau alasan pribadi lainnya. Untuk itu saya menyampaikan penghargaan dan terimakasih kepada semua penulis yang karyanya saya masukkan ke dalam kliping elektronik ini. Anda telah menggunakan waktu untuk menghasilkan sesuatu yang membangun iman para pembaca, pastilah Tuhan Yesus memperhatikan dan membalasnya dengan segala yang terbaik. Tuhan memberkati Anda semua. www.airhidup.com Sucipto Maria John Daniel www.papma-kasih.org Kurniawan Yulia Oeniyati Living Stream Ministry Renungan Pelita Sahabat Pamela Garrion Betty Chan Joseph Wise Poriman Inggou Poppy Pratva Ineke Anggraeni Donny Christian cerita-kristen.com Loren Sartika Pinkrose, Paris van Java Robinson Tulenan Susan P Schutz Henry Sujaya Lie Lydia gpdisacramento dr. Harry Ratulangi dan dr. Andik Wijaya Chuck Ebbs Jim Kolianan Pdm. Johny Kilapong, MA Ayub Abner Mbuilima Erna Liem Henry Sujaya Lie Jonathan L Parapak www.kasihkekal.org
2

Eka Darmaputera Pdt. Indri Gautama John Adisubrata Ir. Stanley I. Sethiadi Ang Tek Khun Pdt. Mary Hartanti Derek Prince Hans P.Tan Pdt. Bigman Sirait Pdt. Erastus Sabdono.M.Th. Rehobot Online Benih Kekal - Departemen Pemuda & Anak Gereja Bethel Indonesia Tim Pengerja GKI Kayu Putih Pdt. Juswantori Ichwan, M. Th. James C. Hefley, terbitan Yayasan Kalam Hidup. George Muller James C. Hefley www.pemudakristen.com Renungan Harian (DH, DC, SS, HW, J, MII, HV, DR, DB, DM, DE, DJ) Ayub Yahya SUARA PEMBARUAN DAILY budiyanto www.rotihidup.com Mohon maaf sekiranya ada nama penulis/ lembaga yang tidak tercantum dalam daftar tersebut. Tuhan Yesus memberkati Anda semua.

Salam hormat dalam kasih Kristus, mosesforesto@gmail.com

3

JURNAL Kasih Kekal jurnal.kasihkekal.org Roh Kudus Yang Tiada Batas Yohanes 3: 34 Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas. Tuhan Yesus datang ke dunia dan melakukan kehendak Bapa dengan sempurna. Ini karena Allah mengaruniakan Roh-nya dengan tidak terbatas. Dia mengirimkan Roh Kudus juga untukku dengan tiada batas. Permasalahannya adalah aku yang sering membatasi atau menyumbat pekerjaan Roh Kudus di atas, di dalam dan melalui hidupku ini. Sering karena kedaginganku, kerap kali pikiranku, bahkan mungkin oleh karena ketidak-percayaanku. Roh Kudus, jangan pergi. Nyatakanlah PribadiMu dan teruskanlah karyaMu tanpa batas melalui hidup ini. Datanglah! Berkaryalah! Aku undang Engkau untuk menembus segala halangan dalam hidupku! Posted by: Kasih / 1:26 AM 0 comments Hari Demi Hari Mazmur 68: 19 (20) Terpujilah Tuhan! Hari demi hari Ia menanggung bagi kita; Allah adalah keselamatan kita. Sela Janji Tuhan yang untuk setiap hari ini tidak pernah kuperhatikan sebelumnya. Aku tahu bahwa Dia memberikan pada hari ini makanan kami yang secukupnya (our daily bread), baik makanan jasmani maupun makanan rohani. Tetapi, yang ini, di mana dari hari ke hari, dan setiap hari, Ia menanggung beban, perjuangan dan segala yang kita alami. Bukan setiap kali kita merengek-rengek dan bukan setiap kali kita pusing memikirkan persoalan kita. Bukan! Yang difirmankanNya adalah bahwa setiap hari dan tanpa berkeputusan Dia menanggung segalanya bagi kita umat percaya. Halleluya! Posted by: Kasih / 3:26 AM 0 comments Yang Dapat Mendengar dan Mengerti Nehemia 8: 3-4a Lalu pada hari pertama bulan yang ketujuh itu imam Ezra membawa kitab Taurat itu ke hadapan jemaah, yakni baik laki-laki maupun perempuan dan setiap orang yang dapat mendengar dan mengerti. Ia membacakan beberapa bagian dari pada kitab itu di halaman di depan pintu gerbang Air dari pagi sampai tengah hari di hadapan laki-laki dan perempuan dan semua orang yang dapat mengerti. Ditulis bahwa Firman Tuhan disampaikan kepada orang yang dapat mendengar dan mengerti. Kalau kata dapat digunakan, berarti ada umat yang tidak dapat atau tidak mampu. Apakah aku seorang yang dapat mendengar? Apakah aku seorang yang dapat mengerti? Tuhan, jangan sampai Engkau melewatkanku dan ku tidak dapat FirmanMu! Beri aku telinga yang mendengar dan hati yang mengerti! Posted by: Kasih / 4:45 AM 0 comments

4

Mengejar Hikmat Amsal 2: 4-5 ...jikalau engkau mencarinya seperti mencari perak, dan mengejarnya seperti mengejar harta terpendam, maka engkau akan memperoleh pengertian tentang takut akan TUHAN dan mendapat pengenalan akan Allah. Sudahkah aku mengejar hikmat? Sudahkah aku mengejarnya dengan segala upaya? Tetapi apa hikmat itu? Apakah itu hikmat? Apa yang harus kukejar ini? Tertulis di Yesaya 11: 2: Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN; Jadi, hikmat itu adalah satu hakekat Roh TUHAN! Hikmat bukan sesuatu konsep, tetapi ini bagian dari Pribadi. Luar biasa. Jadi yang harus kukejar adalah Roh Tuhan yang menguasai hidupku. Datanglah dan kuasai diriku, Roh Kudus! Posted by: Kasih / 12:19 AM 0 comments Jalan Tuhan yang Tak Terselami Mazmur 77: 11-12 Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan TUHAN, ya, aku hendak mengingat keajaibankeajaiban-Mu dari zaman purbakala. Aku hendak menyebut-nyebut segala pekerjaan-Mu, dan merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu. Umat percaya berjalan maju menghadapi sesuatu tantangan dengan iman. Iman adalah bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Karena faktor iman ini, maka aku tidak tahu bagaimana wujud jalan keselamatan dan bimbingan yang sudah Dia siapkan kali ini. Tetapi, apa yang bisa aku perbuat, Tuhan? Aku bisa melihat kembali ke pengalaman-pengalaman di mana Engkau ajaib. Aku memanggil Tuhan dan menyebut-nyebut segala pekerjaanMu dan merenungkan segala perbuatanMu. Di dunia pengalaman adalah guru yang terbaik. Di dalam Tuhan, pengalaman memberi kekuatan dan mengingatkan akan penyertaanNya. Tetapi, bukan pengalaman yang memberi bimbingan. Aku tidak berjalan maju dengan pengalaman, tetapi harus dengan iman. Di dalam Tuhan, pengalaman tidak memberi tahu bagaimana wujud nyata dari pertolonganNya. Aku harus ingat bahwa jalanNya selalu tak terselami. Hanya iman percaya bahwa Firman Allah dan Roh Kudus yang memberi tuntunan. Posted by: Kasih / 4:14 AM 0 comments Menghadapi Raksasa Masa Depan Mazmur 62: 1 Untuk pemimpin biduan. Menurut: Yedutun. Mazmur Daud. Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. Seringkali aku menghadapi tantangan baru yang sangat mirip atau sama dengan yang pernah kualami sebelumnya. Setiap kali Dia selalu setia dan memberikan kemenangan atas yang terdahulu. Tetapi, setiap kali tantangan baru ini dihadapi, tak terasa lebih mudah rasanya untuk menghadapinya. Ada rasa gentar, ada kegelisahan dan sebagainya. Aku belajar bahwa hidup bersamaNya adalah lain dari dunia yang ajarkan. Di dunia diajarkan bahwa pengalaman adalah guru yang terbaik. Ikut Tuhan lain. Bukan dengan pengalaman,
5

tetapi dengan iman aku menghadapi masa depan. Pengalaman hanya membuktikan, mengingatkan dan menyatakan bahwa Dia setia; ini agar aku jangan sampai lupa akan kebaikannya. Tetapi dengan iman aku maju menghadapi raksasa-raksasa masa depan. Hanya dekat Allah saja aku tenang, karena dari pada-Nyalah keselamatanku. Posted by: Kasih / 6:46 AM 0 comments Hasil dari Tunduk kepada Allah Yakobus 4: 7 Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu! Tuhan mengajarku untuk tunduk kepada Allah dan melawan iblis. Kedua hal ini bersamasama. Tidak saja melawan iblis tanpa ada ketaatan kepada Tuhan. Bukankah aku sering melawan si jahat itu, tetapi untuk tunduk kepada Allah masih sering ragu-ragu? Bisa runyam kalau ini terjadi. Tetapi di lain pihak aku tunduk kepada Tuhan, tetapi waktu mau melawan si iblis, masih sering maju mundur. Tuhan, karena aku tunduk takluk kepadaMu, biarlah kuasaMu saja melaluiku yang melawan segala kuasa kejahatan. Posted by: Kasih / 3:00 AM 0 comments Olok-olok Pikiran Sendiri Mazmur 123: 4 jiwa kami sudah cukup kenyang dengan olok-olok orang-orang yang merasa aman, dengan penghinaan orang-orang yang sombong. Tidak saja kata-kata dari orang lain, tetapi bukankah seringkali pikiranku sendiri yang menuduh dan menyerang percaya imanku terhadapNya? Sering timbul skenario-skenario dalam pikiran ini yang membayangkan situasi kondisi lain yang berbeda dari yang sedang kualami. Kalau saja keadaanku, keluargaku, pekerjaanku, latar-belakangku begini dan begitu. Kalau saja. Kalau saja. Ini adalah olok-olok pikiran sendiri yang merasa lebih aman dan sombong; ini melecehkan kehendakNya yang sedang kualami. Tetapi, puji syukur kepadaNya. Aku tahu dan mau belajar terus bahwa rancanganNya adalah yang terbaik. Jangan ada andaikata, jangan ada kalau saja, jangan ijinkan tuduhan. Hanya kulayangkan mataku kepadaMu,ya Engkau yang bersemayam di sorga. Posted by: Kasih / 1:59 AM 0 comments Keputusan Pribadi Kisah Rasul Rasul 2: 40 Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: "Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini." Inilah pernyataan Petrus pada waktu ia memberi kesaksian kepada orang-orang Yahudi di Yerusalem. Ini dikatakannya di hari Pentakosta dan setelah murid-murid Tuhan Yesus dipenuhkan oleh Roh Kudus. Tuhan Yesus telah mati dan dibangkitkan. Ini sangat benar. Petrus memberitakan kabar baik ini di hari Pentakosta tersebut. Kemudian, Petrus mengatakan sesuatu hal yang sangat penting.
6

"Berilah dirimu diselamatkan". Bagaimana jawaban dari diriku? Ya, aku memang adalah seorang percaya. Tetapi apa ada keputusan pribadi yang lebih lanjut dan yang sangat tegas? Apa ada jawaban terhadap kasih karunia yang telah dianugrahkan? Maukah aku keluar dari angkatan yang jahat ini? Roh Kudus, cengkram aku supaya aku keluar dan diselamatkan dari angkatan yang jahat ini! Posted by: Kasih / 3:33 AM 0 comments Bermegah dalam NamaNya Mazmur 20: 7 Orang ini memegahkan kereta dan orang itu memegahkan kuda, tetapi kita bermegah dalam nama TUHAN, Allah kita. Siapa yang harus kumegahkan dan yang kupercaya? Aku harus bermegah dalam nama Tuhan Allah kita. Siapakah namaNya? Adonai, Tuan kita. YHWH Shalom, Tuhan adalah Damai. YHWH Rophe, Tuhan Yang Menyembuhkan. YHWH Nissi, Tuhan adalah Panji-Panji. YHWH Jireh, Tuhan Yang Menyediakan. YHWH Tsidkenu, Tuhan adalah Kebenaran kita. Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat. Aku percaya dan bermegah dalam NamaNya. Maka karena itu jadilah damai, jadilah kesehatan ilahi, jadilah kemenangan, jadilah kelimpahan, jadilah kebenaran dan jadilah keselamatan di dalam hidupku! Posted by: Kasih / 12:41 AM 0 comments Mana Tahan Tuhan! Mazmur 27: 6 Maka sekarang tegaklah kepalaku, mengatasi musuhku sekeliling aku; dalam kemah-Nya aku mau mempersembahkan korban dengan sorak-sorai; aku mau menyanyi dan bermazmur bagi TUHAN. Mempersembahkan korban? Pasti ada rasa sakit atau rasa tidak enaknya. Kalau tidak sakit, itu namanya bukan berkorban. Tetapi, Daud mempersembahkan korban dengan sorak-sorai. Di tengah ketidak-nyamanan yang dirasakannya, ia mengambil sikap untuk mendobrak dan ia bersorak-sorai; dia bernyanyi dan bermazmur. Oleh karena itu ia berkata di ayat berikutnya: Dengarlah, TUHAN, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku! (Mazmur 27: 7) Mana tahan Tuhan untuk tidak mendengar seruan ini? Daud, seorang manusia yang penuh keterbatasan, berkorban. Pasti doa Daud dijawab! Aku mau berkorban atau tidak ya? Tentunya..... Posted by: Kasih / 12:19 AM 0 comments Laskar Kristus Mazmur 78: 9, 10

7

Bani Efraim, pemanah-pemanah yang bersenjata lengkap, berbalik pada hari pertempuran; mereka tidak berpegang pada perjanjian Allah dan enggan hidup menurut Taurat-Nya. Di saat yang paling genting, di mana Tuhan memintaku untuk berdiri tegak, siapkah aku untuk tidak berbalik? Dia sudah mempersenjataiku; akankah aku berpegang pada perjanjianNya? Dia sudah memberi FirmanNya; bersediakah aku untuk turut Taurat-Nya? Maju Laskar Kristus! Posted by: Kasih / 1:47 AM 0 comments Sedikit Demi Sedikit Keluaran 23: 30

Sedikit demi sedikit Aku akan menghalau mereka dari depanmu, sampai engkau beranak cucu sedemikian, hingga engkau dapat memiliki negeri itu. Seringkali aku terganggu pada waktu janji Tuhan yang demikian besar lepas dari genggamanku; seakan-akan janji itu sudah datang dan tiba-tiba, sesuatu menghalanginya. Sungguh frustrasi bilamana ini terjadi. Kemarin aku belajar bahwa Tuhan yang menyelesaikan segala hal. Hari ini kubaca di Keluaran 23 bahwa Dia menghalau musuh-musuhku sedikit demi sedikit. Tidak selalu langsung dalam jumlah yang besar dan waktu yang cepat. Mengapa? Supaya aku dapat memiliki. Memiliki! Oh puji Tuhan. Ditengah rasa kesalku, Dia mengajar bahwa bukan saja Dia yang memberi segala berkat dan menyelesaikan segala perkara, tetapi Dia mendidik supaya aku akan punya kuasa, kendali dan hak pemilikan atas segala yang akan diberikan. Terpujilah NamaNya yang Kudus! Posted by: Kasih / 12:28 AM 1 comments Dia Yang Menyelesaikan Mazmur 138: 8 TUHAN akan menyelesaikannya bagiku! Ya TUHAN, kasih setia-Mu untuk selama-lamanya; janganlah Kautinggalkan perbuatan tangan-Mu! Seringkali aku ingin "menolong" Tuhan. Dia sudah memulai sesuatu yang indah dan tiba-tiba, daging ini ingin mengambil alih kendali di tengah-tengah proses tersebut. Tidak, Tuhan, Engkau yang pegang segala kendali dari mula sampai akhir. Engkau yang menyelesaikannnya! Jangan Kautinggalkan pekerjaan tangan-Mu! Posted by: Kasih / 3:41 AM 0 comments Hormat Keluaran 20: 12 Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu. Aku akan mendapatkan sesuatu yang kudambakan bilamana aku menghormati asal-usul sesuatu itu. Lanjut umur akan kudapatkan bilamana sumber hidup jasmaniku, yaitu orang tuaku, kuhormati. Aku akan mendapatkan karunia dan buah Roh Kudus bilamana aku menghormati Pribadi Roh Kudus. Aku akan mendapatkan karunia dan buah Roh Kudus
8

bilamana aku menghormati orang-orang yang dipilih oleh Roh Kudus untuk menyatakan Kepribadian Roh Kudus. Dengan tidak menghormati orang-orang yang dipakai oleh Roh Kudus, aku tidak menghormati kebijaksanaan Roh Kudus. Aku akan mendapatkan hikmat surgawi, bilamana aku mengutamakan Hikmat di atas segala hikmat. Aku akan mendapatkan berkat dan urapan berlimpah, bilamana aku menghormati dan menyadari bahwa asal, pemberi dan pemilik segala berkat dan urapan itu adalah Tuhan Allah sendiri. Hormatilah urapan di seseorang hamba Tuhan. Bilamana tidak, jangan harap untuk mendapatkan urapan itu! Sumber: Merenungkan pembacaan buku " The Law of Recognition" oleh Mike Murdock. Posted by: Kasih / 6:24 AM 0 comments Urapan Imamat 21: 12 Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN. Apakah urapan itu? Definisi bebas: Bilamana seseorang yang di bawah bimbingan Tuhan melakukan sesuatu hal dengan sangat mudah meskipun sesuatu hal ini, dari sudut pandang orang ini sendiri atau orang lain, adalah sesuatu yang sangat sulit atau tidak mungkin untuk dilakukan. Kalau tidak mengampuni penuh orang yang bersalah kepadamu, maka tidak ada urapan. Sumber: Disimpulkan dari Pembicaraan antara Joyce Meyer dan Dr. RT Kendall Posted by: Kasih / 11:38 AM 0 comments Menuai Keadilan Ibrani 13: 4 Ingatlah akan orang-orang hukuman, karena kamu sendiri juga adalah orang-orang hukuman. Dan ingatlah akan orang-orang yang diperlakukan sewenang-wenang, karena kamu sendiri juga masih hidup di dunia ini. Hidup di negara berkembang seperti Indonesia memberi suatu tantangan tersendiri. Terkadang mau taat hukum, tetapi seringkali hukum dapat dibengkokkan oleh oknum-oknum tertentu. Bukankah seringkali orang-orang di sekelilingku, salah atau tidak, mengalami perlakuan sewenang-wenang? Dimana keadilan itu? Sudahlah, tidak perlu panjang lebar, pasti banyak cerita mengupas hal ini. Dikatakan di Ibrani, ingatlah orang-orang yang diperlakukan sewenang-wenang ini. Bagaimana aku dapat mengingat mereka? Tentunya salah satu jalan yang paling baik adalah mencegah supaya hal itu tidak terjadi lagi kepada siapapun. Tetapi, bagaimana? Aku percaya bahwa kalau aku mau menuai keadilan dan kebenaran, maka keadilan dan kebenaran harus ditabur. Mungkin aku tidak akan dengan segera menawarkan uang pelicin itu. Siapa tahu Tuhan buka jalan lain? Mungkin aku tidak akan dengan sengaja melanggar hukum yang tidak masuk akal itu. Siapa tahu ada kebijaksaan yang dalam di balik itu? Terkadang rasanya penyelewengan-penyelewengan ini datang kepada kita dan tidak dapat dihindari, tetapi
9

apa salahnya kalau aku berusaha menjadi lebih sempurna, seperti Bapaku di Surga sempurna adanya. Posted by: Kasih / 10:51 AM 0 comments Seperti Pingsan Kekasihku kubukakan pintu, tetapi kekasihku sudah pergi, lenyap. Seperti pingsan aku ketika ia menghilang. Kucari dia, tetapi tak kutemui, kupanggil, tetapi tak disahutnya. Mungkin ada yang berpikir bahwa ini dikutip dari sebuah buku roman. Tentunya bukan. In adalah Kidung Agung 5: 6. Ini adalah pernyataan mempelai perempuan yang memuji-muji Kekasihnya, si Mempelai Pria. Begitu mendebarkan ya?!. Aku mengerti bahwa ini adalah gambaran Kristus dengan gerejanya. Juga bisa diartikan sebagai gambaran kasih antara Tuhan dengan setiap umat percaya. Tetapi, sungguh menderuderu bukan pernyataan ini? Waktu kurenungkan ayat ini, kulihat betapa terbatasnya aku dalam mencari Dia, Kekasih Ilahi itu. Dikatakan oleh mempelai perempuan 'seperti pingsan' rasanya waktu si Mempelai Pria menghilang, meskipun gadis ini telah membukakan pintu. Pintu apakah? Pintu hatinya. Luar biasa! Bandingkan ini dengan aku yang untuk bangun tidur, berdoa dan berbincang-bincang denganNya saja, sungguh amat sulit ini rasanya! Roh Kudus, tolong aku supaya aku terus membuka pintu hatiku, untuk terus mencari Yesus meskipun terasa lenyap hadiratNya dan terus dengan hati yang menderu-deru, merindukan Kekasih Ilahi yang agung dan setia itu. Posted by: Kasih / 3:27 AM 0 comments Menghibur Filemon 1: 7 Dari kasihmu sudah kuperoleh kegembiraan besar dan kekuatan, sebab hati orang-orang kudus telah kauhiburkan, saudaraku. Paulus menulis sebuah surat ke Filemon. Di dalamnya Paulus menyatakan bahwa Filemon menghibur orang-orang kudus dan bahwa oleh karena kasih Filemon ini Paulus bergembira dan memperoleh kekuatan. Aku kira seorang seperti Filemon langka di gereja. Senangnya menghibur. Menghibur siapa? Tidak tanggung-tanggung. Menghibur orang-orang kudus. Bukankah kalau kata orang-orang kudus dipakai, sepertinya sudah menggambarkan umat Tuhan yang sudah tahan bantingan? Berarti apa yang orang-orang kudus alami ini pasti sangat sulit dan meskipun begitu, Filemon dapat menghibur mereka. Sungguh hebat karunia Tuhan yang dinyatakan lewat pribadi ini. Demikian hebat hiburannya, sampai Paulus yang tinggal di luar daerah, dengar tentang ini. Yang sering kita dengar dari daerah lain adalah mujizat-mujizat yang terjadi dan hamba-hamba Tuhan yang dipakai olehNya. Sangat baik. Tetapi, bayangkan berikut ini. Yang Paulus dengar adalah seorang yang terkenal karena karunia penghiburannya. Aku perlu belajar untuk menghibur. Roh Kudus, ajar aku supaya dengan KasihMu aku menghibur orang-orang kudusMu. Posted by: Kasih / 12:41 AM 0 comments Doa! Percaya! Melangkah! Kemarin malam situs Kasih Kekal menghadapi sesuatu hal yang amat sulit. Kebetulan, sesungguhnya bukan kebetulan, aku perhatikan sesuatu hal kecil di mana disadari bahwa situs
10

Kasih Kekal sedang di bawah "serangan" atau gangguan pada waktu itu. Sebagai seorang yang sangat terbatas pengetahuannya di bidang komputer, ini tentunya adalah sesuatu yang sangat mengkhawatirkan bagiku. Apa yang harus dilakukan? Ada sesuatu, entah itu virus, entah itu tangan usil, yang berusaha mengganggu. Yang aku tahu ini bukan dari pihak Tuhan. Reaksi pertama adalah untuk langsung menganalisa akar problemanya dan mencabut sumber masalah ini. Yang repot adalah aku tidak tahu akarnya. Cuma aku ketahui "buah" dari si jahat ini. Apa dayaku? Untung, ...oh tidak, untung bukan sesuatu kata yang benar. Terpujilah nama Tuhan kalau Dia di fihakku! Aku mulai berdoa. Aku mulai ada hikmat. Aku mulai lakukan satu hal. Lihat hasilnya. Masih sama. Lakukan hal kedua. Masih tidak benar. Ketiga. Keempat. Sudah hampir subuh. Aku tahu Dia menuntunku. Tetapi, masalah masih berjalan terus ya? Waktu berlalu terus. Langkah kelima.......tiba-tiba.... berhenti problemanya! Halleluya!!!!! YHWH Nissi! Tuhan Panji-Panjiku! Kalau secara logika, langkah kelima adalah yang menyembuhkan masalah ini, bukan? Tetapi aku tidak terlalu yakin akan hal itu. Ya memang itu sangat penting. Tetapi aku merasa bahwa langkah pertama sampai ke empat harus kulakukan, baru aku mendapat kemenangan ini. Bukankah ini gambaran dari pergumulan hidup kita ini? Kita hadapi masalah. Kita doa. Kita taat. Kita melangkah. Lalu kita menggerutu "Belum berakhir ya masalah ini?" Jangan berhenti! Terus doa! Terus taat! Terus gempur itu antek-antek si jahat! Terus tumpas itu ketidakpercayaan! Terus bersandar sama Kekasih Ilahi! Doa! Melangkah! Percaya! Doa! Melangkah! Percaya! Doa..... Dan satu saat, tidak lama lagi, dobrakan kemenangan di pihak orang benar! Asal percaya saja.... 1 Samuel 17: 45-47 Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah, dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Iapun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami." Posted by: Kasih / 1:59 AM 0 comments Saleh II Petrus 2: 9 -- maka nyata, bahwa Tuhan tahu menyelamatkan orang-orang saleh dari pencobaan dan tahu menyimpan orang-orang jahat untuk disiksa pada hari penghakiman,.. Maukah aku diselamatkan dari pencobaan? Jadilah saleh! Apa saleh itu? Suatu kata yang sudah jarang aku dengar. Apalagi di antara kaum muda. Apa harus menjadi tua dahulu, baru menjadi saleh? Daud mengajarku untuk menjadi saleh di Mazmur 63 1. Rindu selalu akanNya. Bukan rindu akan berkatNya saja, tetapi rindu akan pribadiNya. Demikian haus dan tersengal-sengal rasanya dalam usaha mencari siapa Dia (ayat 1). 2. Memandang Tuhan sebagai segala sumber kekuatan dan kemuliaan (ayat 2). 3. Mengalami dan sudah tidak meragukan lagi kasih setiaNya (ayat 3a). 4. Memuji dan memegahkan namaNya dengan tubuh ini (ayat 3b-4). 5. Jiwa orang saleh, yang termasuk pemikiran, kemauan dan emosinya, dipuaskan oleh sembah pujian yang benar (ayat 5)
11

6. Rohnya merenungkan Firman dan kebenaranNya siang dan malam (ayat 6). Dan oleh karena semua ini, seorang saleh begitu mengharapkan perlindunganNya, bersandar penuh, bahkan dikatakan sampai jiwanya melekat kepadaNya. Luar biasa! Roh Kudus, tolong aku supaya menjadi saleh! Posted by: Kasih / 4:18 AM 0 comments Jalan Kemenangan Keluaran 13: 17 Setelah Firaun membiarkan bangsa itu pergi, Allah tidak menuntun mereka melalui jalan ke negeri orang Filistin, walaupun jalan ini yang paling dekat; sebab firman Allah: "Janganjangan bangsa itu menyesal, apabila mereka menghadapi peperangan, sehingga mereka kembali ke Mesir." Tetapi Allah menuntun bangsa itu berputar melalui jalan di padang gurun menuju ke Laut Teberau. Dengan siap sedia berperang berjalanlah orang Israel dari tanah Mesir. Keluar dari Mesir menggambarkan keluarnya hidupku dari segala belenggu dosa dan kutuk yang mengikatku di masa dahulu. Dengan pengorbanan Yesus, aku beroleh kebebasan dan dituntun ke tanah perjanjian. Seperti bangsa Israel, Dia tidak menggandeng aku melalui jalan yang paling dekat. Dia memastikan bahwa aku tumbuh menjadi pahlawan yang gagah berani sebelum aku diperhadapkan dengan raksasa-raksasa Filistin. Bangsa Israel pun baru menaklukkan bangsa Filistin di zaman Daud. Tetapi, bukankah ini juga berarti bahwa Tuhan memastikan bahwa setiap yang aku hadapi sekarang, adalah sesuatu yang dapat aku jalani atau kalahkan? Tidak ada sesuatu yang akan terlalu berat. Untuk apa kuatir bahwa aku akan kalah? Kalau, ya kalau, aku di jalan kebenaranNya, semua yang di depan sudah dijamin olehNya! Tuhan, buka mataku akan jalan kemenanganMu! Posted by: Kasih / 2:26 AM 0 comments Penindasan Tuhan Mazmur 119: 75b-76 ..dan bahwa Engkau telah menindas aku dalam kesetiaan. Biarlah kiranya kasih setiaMu menjadi penghiburanku, sesuai dengan janji yang Kauucapkan kepada hambaMu. Sungguh menarik. Tuhan menindas aku? Bahkan Dia dalam kesetiaan menindas. Yang mengherankan justru dalam kasih kesetiaanNya, yaitu dalam penindasan itulah Daud mendapat penghiburan. Berarti ada waktu dan hal-hal yang Dia lakukan di dalam hidupku, yang akan memberikan tindasan dan beban dalam hidupku. Tetapi karena itulah aku akan mendapat penghiburan. Karena itulah aku tahu Dia ya dan amin. Karena itulah aku tahu bahwa Dia pelihara hidupku. Dan karena itulah aku menjadi seorang yang terdidik, bukan dengan hikmat dunia, tetapi denganlah ketetapan-ketetapan surgawi. Roh Kudus, pegang hidupku, supaya aku tidak menghindari kasih setiaMu. Posted by: Kasih / 3:13 AM 0 comments

12

Harga yang Harus Dibayar Kejadian 23: 4 "Aku ini orang asing dan pendatang di antara kamu; berikanlah kiranya kuburan milik kepadaku di tanah kamu ini, supaya kiranya aku dapat mengantarkan dan menguburkan isteriku yang mati itu." Abraham hendak menguburkan Sara. Aku, seperti Abraham, adalah seorang asing yang sedang melewati dunia yang sementara ini. Ada suatu waktu di mana Tuhan meminta kembali hal-hal yang sangat berharga yang sudah Dia anugrahkan sampai saat ini. Seperti Abraham, tentunya kuratapi dan kutangisi kehilanganku ini. Sakit rasanya. Tetapi ada saat di mana hal-hal ini harus dikuburkan. Ini harus. Dan ada harga yang sangat mahal yang harus dibayar untuk ini, bahkan harga "penuh" yang harus dibayar (ayat 9). Begitulah dengan ikut Tuhan. Ada yang diminta olehNya. Dan ada "harga" yang sangat mahal yang harus dibayar olehku. Jangan kuatir! Untuk Abraham, ada kebangkitan bagi Sarah di kalam kekal. Demikianlah juga dengan umat percaya yang memberikan kembali milikNya. Siapa yang menabur dengan cucuran air mata, akan menuai dengan penuh sukacita. Halleluya!! Posted by: Kasih / 12:01 AM 0 comments Raihlah JanjiNya yang Kekal Kejadian 17: 17 Lalu tertunduklah Abraham dan tertawa serta berkata dalam hatinya: "Mungkinkah bagi seorang yang berumur seratus tahun dilahirkan seorang anak dan mungkinkah Sara, yang telah berumur sembilan puluh tahun itu melahirkan seorang anak?" Dan Abraham berkata kepada Allah:" Ah, kiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapanMu!" Seringkah kita "menertawakan" hal-hal yang sangat mustahil yang tercetus di dalam benak? Mungkinkah itu Dia dengan sangat lemah lembut membisikkan janjiNya kepada kita? Sangat besar belas kasihanNya kepada umatNya sehingga kita tidak dihajar habis olehNya setiap kali kita menertawai dan mengecilkan bisikanNya. Bahkan seperti Abraham, kita bersilat lidah dan menawarkan alternatif. "Bagaimana kalau yang ini saja yang diberkati? Jasaku? Kemampuanku? Kedaginganku? Keteledoranku? Ketergesa-gesaanku? Nafsuku? Ketidakpercayaanku? Bagaimana Tuhan, setuju tidak?" Untunglah Tuhan adalah kekal. Dia tahu apa yang terbaik untuk biji mataNya. Dia mengadakan perjanjian yang kekal untuk setiap orang yang percaya dan seluruh keturunannya. Raihlah janji-janjiNya! Halleluyah! Posted by: Kasih / 5:40 AM 0 comments Menempuh Jalan yang Rata Amsal 4: 26 Tempuhlah jalan yang rata dan hendaklah tetap segala jalanmu. Seringkali aku ingin "meratakan" jalanku sendiri. Seringkali aku ingin mendahului Dia. Bukankah seringkali aku mempertimbangkan hal-hal yang memudahkan perjalanan iman ini? Sering terbersit di pikiran kalau saja kondisiku, posisiku, hikmatku, pengetahuanku, strategiku seperti begini atau begitu, pasti semua hal akan lebih ringan. Padahal di Mazmur 18: 37 difirmankan:
13

Kauberikan tempat lapang untuk langkahku, dan mata kakiku tidak goyah. Tuhan yang menetapkan dan memberikan tapak jalan itu. Itu bagian Tuhan. Tugasku adalah untuk hanya memilih jalanNya dan untuk menempuh jalan itu saja! Satu langkah lagi, satu detik lagi, satu masa lagi. Mulai melangkahlah, diriku! Jangan bingung buat jalan yang rata! Dia yang membuat dan membuka jalan. Posted by: Kasih / 5:22 AM 0 comments Kejadianku Dahsyat dan Ajaib Mazmur 139: 14 Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. Awal mula hidupku dimulai dengan sesuatu yang ajaib. Dikatakan di ayat ini bahwa 'kejadianku' sungguh dahsyat. Banyak jiwa yang kurang menyadari betapa indah hidup yang telah diberikan. Bahkan banyak yang kurang menghargai tubuh jasmani yang telah dianugrahkan. Memang yang jasmani akan berlalu dan tidak perlu didewakan. Tetapi, bukankah yang jasmani ini tetap sesuatu yang diciptakanNya dan yang sudah dianugrahkan untuk kita? Hari Paskah baru lewat. Sungguh ajaib. Yesus dibangkitkan. Kuasa kebangkitanNya memberiku hidup. Tuhan, aku mau belajar menghargai seluruh hidup, seluruh hidup di tubuh, jiwa dan rohku, yang telah Kauberikan kepadaku. Posted by: Kasih / 7:51 AM 0 comments Hari Ini Tidaklah Sebagaimana Biasanya Luk. 22: 39-40 Lalu pergilah Yesus ke luar kota dan sebagaimana biasa Ia menuju Bukit Zaitun. Muridmurid-Nya juga mengikuti Dia. Setelah tiba di tempat itu Ia berkata kepada mereka: "Berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan." Dikatakan, sebagaimana biasa Yesus pergi ke suatu tempat dan murid-muridNya mengikuti. Mereka tidak mengerti bahwa hari itu tidaklah seperti biasa. Apakah ini sikapku hari-hari ini terhadapNya? Semua sepertinya sebagaimana biasa, rutin, tidak ada perubahan. Memang, aku harus belajar tekun dalam segala hal. Tetapi, Yesus mengingatkanku supaya berdoa agar aku jangan jatuh dalam percobaan. Mungkin hari ini adalah hari yang di luar perkiraaan. Mungkin hari ini Dia menyatakan PribadiNya, FirmanNya, kuasaNya, mujizatNya dan kasihNya. Aku tidak mau seperti Herodes. Ketika Herodes melihat Yesus, ia sangat girang. Sebab sudah lama ia ingin melihat-Nya, karena ia sering mendengar tentang Dia, lagipula ia mengharapkan melihat bagaimana Yesus mengadakan suatu tanda (Lukas 23: 8). Aku tidak mau seperti Herodes. Sering dengar tentang Tuhan. Mengharapkan Yesus mengadakan banyak tanda dan mujizat. TETAPI, tidak pernah datang mencari sendiri, tidak pernah bertemu dengan Pencipta Agung itu sendiri, tidak pernah tersungkur di hadapanNya dan tidak pernah merasakan kuasa kebesaran Tuhan di dalam hidupnya. Tidak, aku tidak mau seperti itu. Tuhan, hari-hari ini tidak sebagaimana biasa. Roh Kudus, tolong aku supaya berjaga-jaga. Aku
14

berdoa supaya aku bertemu dengan Engkau sendiri; dan, menerima FirmanMu, kebenaranMu, penyertaanMu, kasihMu dan berkatMu. Posted by: Kasih / 1:50 AM 0 comments Kesaksian yang Sesuai Markus 14: 56 Banyak juga orang yang mengucapkan kesaksian palsu terhadap Dia, tetapi kesaksiankesaksian itu tidak sesuai yang satu dengan yang lain. Aku dengar banyak orang bersaksi tentang Dia. Yang nyaring adalah sering suara-suara sumbang dan penuh dusta; ini tragis. Yang sering kita alami sendiri adalah bahwa JanjiNya tidak selalu ternyata dalam hidup kita sehari-hari; ini menyedihkan. Mana buktinya? Itu sering menjadi jerit beberapa orang. Bahkan, ada yang seperti hamba perempuan Imam Besar. Markus 14: 66b-67 Lalu datanglah seorang hamba perempuan Imam Besar, dan ketika perempuan itu melihat Petrus sedang berdiang, ia menatap mukanya dan berkata: "Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu." Hamba Imam Besar adalah seorang yang sebetulnya hidup dalam lingkungan kerohanian. Dia datang kepada Petrus, menekan Petrus, dan menuduh "Ah, ini dia orangnya. Muridnya Yesus. Lihat, Yesusmu mau mati. Mana bukti kuasaNya?" Tetapi dia, hamba perempuan, hanya mengenal Yesus sebagai orang Nazaret. Tragis. Hidup dalam kalangan rohani, tetapi terhilang. Apa yang menjadi kesaksian di hidup kita? Suara sumbang? Ketidak-nyataan KuasaNya? Bahkan, hanya mengenal Yesus sebagai orang, orang dari Nazaret. Kesaksian-kesaksian ini tidaklah sesuai. Tidaklah sesuai dengan kenyataan bahwa Yesus, TUHAN dan bukan sembarang orang, mati di kayu salib, tetapi Dia telah mengalahkan maut, bangkit dan duduk di kanan takhta Allah Bapa. Halleluya! Bapa, biarlah pewahyuan dan kuasa dari kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus menjadi suatu kesaksian sepenuh di dalam hidupku. Posted by: Kasih / 1:52 AM 0 comments Menghitung Hari-hari Matius 26: 3-5 Pada waktu itu berkumpullah imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi di istana Imam Besar yang bernama Kayafas, dan mereka merundingkan suatu rencana untuk menangkap Yesus dengan tipu muslihat dan untuk membunuh Dia. Tetapi mereka berkata: "Jangan pada waktu perayaan, supaya jangan timbul keributan di antara rakyat." Orang-orang ini merencanakan dan memikirkan hal-hal ini di sekitar waktu Hari raya Roti Tidak Beragi/Paskah. Sungguh tidak benar! Tetapi, apakah yang kupikirkan di waktu-waktu menjelang Paskah? Kelicikan? Tipu muslihat? Atau, mungkin sesuatu yang lebih halus? Memikirkan pekerjaan, masalah, kekuatiran? Mungkin hari-hari ini ada yang mengutuk dan bersumpah diri sendiri seperti Petrus sehabis menyangkal Tuhan Yesus. (Matius 26: 74). Kita mengingat kesalahan-kesalahan kita dan merasa sangat sedih. Oh Tuhan Yesus, Engkau telah mati di kayu salib dan bangkit. DarahMu yang tercurah adalah demikian berharga. Hari-hari ini aku mau belajar mengerti arti dan kuasa pengorbananMu dengan sepenuhnya. Ku datang kepadaMu dan biarlah pengorbananMu memulihkan dan menyucikan hidupku!
15

Posted by: Kasih / 2:00 AM 0 comments Menghamparkan Jubahku Markus 11: 7-8 Lalu mereka membawa keledai itu kepada Yesus, dan mengalasinya dengan pakaian mereka, kemudian Yesus naik ke atasnya. Banyak orang yang menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang menyebarkan ranting-ranting hijau yang mereka ambil dari ladang. Beberapa hari sebelum kematian Tuhan Yesus, umat Israel menyambut masukNya di atas seekor keledai ke kota Yerusalem dengan menghamparkan pakaiannnya di jalan. Pertanyaan yang sangat penting adalah jubah apakah yang akan kuhamparkan untuk memperingati masuknya Tuhan dalam hidupku? Kemunafikan, di mana aku hanya menunjukkan hal-hal yang menutup-tutupi dosa-dosaku padahal semua itu belum terbereskan? Atau, ketidak-setiaan, di mana aku untuk sesaat memuji dan memuliakan Tuhan, tetapi dalam waktu yang singkat, kutinggalkan dan kulupakanNya? Atau, mungkinkah kuhamparkan jubah kebenaran dan kekudusan, yang Dia kenakan kepadaku karena kematianNya di kayu salib? Tuhan, kebenaranMu dan bukan kebenaranku, yang Engkau anugrahkan, hanyalah itu yang layak untuk menyambutMu, Rajaku. Yesaya 61: 10 Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya. Posted by: Kasih / 8:57 AM 0 comments Menuang Sebuah Buli Minyak 2 Raja-raja 4: 2b-4 Berkatalah perempuan itu: "Hambamu ini tidak punya sesuatu apapun di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak." Lalu berkatalah Elisa: "Pergilah, mintalah bejana-bejana dari luar, dari pada segala tetanggamu, bejana-bejana kosong, tetapi jangan terlalu sedikit. Kemudian masuklah, tutuplah pintu sesudah engkau dan anak-anakmu masuk, lalu tuanglah minyak itu ke dalam segala bejana. Mana yang penuh, angkatlah!" Apa yang kupunya hanyalah sedikit. Ada perintah untuk meminta bejana-bejana dan supaya aku mulai menuang. Adalah tanggung-jawabku untuk menuang apa saja yang ada. Berkatku, bakatku, keringatku, tangisku, tenagaku. Oh Tuhan pegang kuat tanganku supaya aku mulai mau terus menuang. Kucari bejana-bejana tetapi kuatkanku supaya aku tidak ragu-ragu untuk menuang sedikit minyak yang masih ada. Kupercaya akan janjiMu bahwa semua bejana akan diisi! Posted by: Kasih / 12:36 AM 0 comments Dari Generasi ke Generasi Mazmur 115: 14 Kiranya TUHAN memberi pertambahan kepada kamu, kepada kamu dan kepada anak-anakmu. Tuhanku adalah Tuhan yang peduli dari generasi ke generasi bahkan sampai ke kekekalan.
16

Betapa seringnya aku mengkhawatirkan hal-hal untuk masa depanku. Dari mana datangnya makananku? Apa yang akan terjadi dengan keluargaku? Bagaimana caranya hal ini akan terjadi? Banyak pertanyaan. Tetapi Firman mengatakan pertambahan bukan kekurangan, kepadaku, kepada keluargaku dan kepada keturunanku. Mazmur 115: 16 Langit itu langit kepunyaan TUHAN, dan bumi itu telah diberikan-Nya kepada anak-anak manusia. Posted by: Kasih / 1:49 AM 0 comments Sabar Menunggu Kejadian. 16: 16 - Kejadian 17: 1-2: Abram berumur delapan puluh enam tahun, ketika Hagar melahirkan Ismael baginya. Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: "Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela. Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat banyak." Abram mendapatkan Ishak pada waktu dia berumur 100 tahun setelah Tuhan menampakkan DiriNya pada waktu dia berumur 99 tahun. Ini 14 tahun setelah lahirnya Ismael. Aku bisa bayangkan betapa lama Abram menunggu janji Tuhan sampai-sampai dia berusaha mendahului rencana Tuhan dengan melalui Hagar dan Ismael. Bahkan antara Kejadian 16-Kejadian 17 (13 tahun lamanya), tidak tertulis apapun mengenai suaraNya kepada Abram. Oh Tuhan, ajar aku untuk menunggu dengan sabar akan janjiMu. Ajar aku untuk tetap percaya meskipun seakan-akan Engkau berhenti berbicara kepadaku. Kuatkan dan pegang tanganku supaya aku tidak melakukan apapun yang melancangi langkah-langkahMu! Posted by: Kasih / 1:37 AM 0 comments Seperti Inilah Jadinya Mazmur 135: 15-18 Berhala bangsa-bangsa adalah perak dan emas, buatan tangan manusia, mempunyai mulut, tetapi tidak dapat berkata-kata, mempunyai mata, tetapi tidak dapat melihat, mempunyai telinga, tetapi tidak dapat mendengar, juga nafas tidak ada dalam mulut mereka. Seperti itulah jadinya orang-orang yang membuatnya, semua orang yang percaya kepadanya. Apakah berhalaku? Selembar ijazah? Budi-pekerti? Hikmat? Harta? Bakat? Oh Tuhan, kutaruh semua milik dan pemberianku di tanganMu. Di tanganku ini semua menghasilkan ketidakmampuan. Di cengkeraman RohMu aku akan dapat berkata-kata, aku akan dapat melihat dan aku akan dapat bernafas. Seperti inilah jadinya aku karena aku percaya kepadaMu. Terpujilah TUHAN dari Sion, Dia yang diam di Yerusalem! Haleluya! Posted by: Kasih / 12:56 AM 0 comments Luar Biasa Ini Orang Mazmur 18: 20-21 TUHAN memperlakukan aku sesuai dengan kebenaranku, Ia membalas kepadaku sesuai dengan kesucian tanganku, sebab aku tetap mengikuti jalan TUHAN dan tidak berlaku fasik terhadap Allahku.
17

Ini sungguh berani dan menakjubkan! Tidak akan terbersit dalam pikiranku untuk berani mengatakan kepada Tuhan untuk membalas atau bertindak kepadaku menurut kesucian hidupku. Luar biasa berani kata-kata Daud ini! Aku tidak dapat membayangkan betapa dewasa hidup kerohanian Daud sampai dia begitu yakin akan hidup yang dia alami. Aku yakin ini bukan karena Daud sombong atau congkak akan kedudukannya, karena dia bermazmur: ..., tetapi orang yang memandang dengan congkak Kaurendahkan (Mazmur 18: 27b). Aku yakin ini bisa jadi karena dia begitu mengenal akan ketetapan-ketetapan Tuhan. Karena dia bersekutu siang dan malam dengan Tuhan dan merenungkan FirmanNya, dia begitu yakin akan jalanNya. Karena dia menyembah Penciptanya di setiap saat, dia begitu dekat dengan Bapa. Dan karena Roh Kudus menguasai dan mencengkram tindak-tanduknya, dia begitu beriman akan kemurahanNya. Oh Tuhan, kapan aku bisa jadi begini? Luar biasa ini orang! Posted by: Kasih / 12:03 AM 0 comments Apakah yang diluaskan melalui hidupku? Yer. 23: 15 Sebab itu beginilah firman TUHAN semesta alam mengenai para nabi itu: "Sesungguhnya, Aku akan memberi mereka makan ipuh dan minum racun, sebab dari para nabi Yerusalem telah meluas kefasikan ke seluruh negeri." Di dunia selalu ada lalang dan selalu ada gandum. Selalu ada yang orang benar dan selalu ada orang yang pura-pura benar. Ada nabi yang palsu dan ada nabi Tuhan. Ya, masih ada nabi-nabi Tuhan di zaman sekarang. Tetapi yang mengkhawatirkan, adalah bahwa dari para nabi yang palsu, mereka pasti akan meluaskan atau menyebarkan kefasikan. Berarti ada suatu prinsip, bahwa kalau seseorang melayani Tuhan tanpa kekudusan dan ketaatan, hal-hal yang tidak benar akan disebarkan kepada yang dilayani. Kalau orang tua tidak dalam jalan kebenaran, maka anak-anak akan menerima getahnya. Oh Tuhan, jaga diriku! Jaga jalanku supaya aku, keluargaku dan semua rekan atau kerabatku, agar kami tidak menyebarkan hal-hal yang tidak benar! Peganglah tangan kami supaya kami boleh meluaskan kebajikan, kekudusan dan kebenaranMu! Dan ajar kami untuk mengenali nabi-nabiMu yang benar supaya kami boleh mendengar dan taat! Posted by: Kasih / 4:18 AM 0 comments Kelebihan Kekasihku Kidung Agung 5: 9 --Apakah kelebihan kekasihmu dari pada kekasih yang lain, hai jelita di antara wanita? Apakah kelebihan kekasihmu dari pada kekasih yang lain, sehingga kausumpahi kami begini? Hidupku sebagai kekasihNya, sudahkah ini mengakibatkan orang lain demikian kagum dan sangat ingin tahu akan Dia? Sudahkah kasihNya mengalir demikian laju melalui hidupku sehingga orang-orang di sekitarku terheran-heran akan kasihNya? Tertulis di ayat 9 bahwa kekasihku, yaitu Tuhan Yesus sendiri, yang punya segala kelebihan. Bukan kelebihan bakatku, bukan kelebihan kasihku, dan bukan kelebihan diriku.
18

Oh Tuhanku, kekasihku jiwaku, aku mohon bahwa dunia hanya melihat Engkau dan Engkau saja! Maka Kupersilahkan Engkau untuk makin bertambah dan aku makin berkurang! Dan aku, boleh menyaksikan dan menjawab dengan tegas segala kelebihan-kelebihanMu, ya Tuhan. Posted by: Kasih / 12:39 AM 0 comments Untuk Segala Sesuatu Ada Waktunya Pengkhotbah 8: 5-6 Siapa yang mematuhi perintah tidak akan mengalami perkara yang mencelakakan, dan hati orang berhikmat mengetahui waktu pengadilan, karena untuk segala sesuatu ada waktu pengadilan, dan kejahatan manusia menekan dirinya. Betapa seringnya aku ingin mempercepat terjadinya sesuatu hal dalam hidupku. Kalau bisa sekarang juga aku penuh kuat kuasa, penuh hikmat atau penuh berkat. Ini membuatku gelisah, kuatir, tergesa-gesa dan tak faham akan waktu Tuhan. Bahkan, terkadang terbersit pertimbangan untuk menggunakan "jalur-jalur khusus", yang penuh dengan tanda tanya, demi penyelesaian masalah. Inilah kurasa apa yang dimaksud dengan arti "kejahatan manusia yang menekan dirinya". Dinyatakan di Pengkhotbah 9: 11 Lagi aku melihat di bawah matahari bahwa kemenangan perlombaan bukan untuk yang cepat, dan keunggulan perjuangan bukan untuk yang kuat, juga roti bukan untuk yang berhikmat, kekayaan bukan untuk yang cerdas, dan karunia bukan untuk yang cerdik cendekia, karena waktu dan nasib dialami mereka semua. Tetapi bukankah waktu dan nasib kita di tangan Tuhan? Apakah nasib yang sudah ditentukanNya untukku? Yeremia 29: 11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Halleluya!! Nasibku penuh damai sejahtera!! Posted by: Kasih / 12:46 AM 0 comments Ikutlah Aku! Matius 4: 19 Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia." Beberapa waktu yang lalu aku mendapat firman yang memerintahkanku untuk "menebar jala di tempat yang dalam", ke tempat yang belum kujelalahi. Dalam hati aku bertanya-tanya arah dan tujuan dari pesan ini. Dia membisikkan beberapa hal yang dapat kulakukan sebagai langkah pertama; ini adalah langkah pertama dari pihakku yang menyatakan "Ini aku Tuhan dengan segala keterbatasanku, tetapi aku mau belajar untuk taat melangkah." Kemarin aku mendapat sebuah surat dari seorang hamba Tuhan yang menyampaikan isi hatinya mengenai perintah "Ikutlah Aku." Aku tertegun karena kalimat inilah yang dikatakan Tuhan Yesus kepada Simon setelah Simon selesai menjala ke tempat yang dalam di Luk. 5: 119

11. "Ini pasti petunjuk berikutnya", kata hatiku setelah membaca ini. Apa yang hamba Tuhan ini kataka tentang perintah "Ikutlah Aku" ini? Dia berkata bahwa terkadang, mentaati ini mengisyaratkan tentang sesuatu perubahan yang menuju ke arahan-arahan baru dalam hidup. Tetapi, ini juga bisa berarti bahwa dibutuhkan iman dan ketekunan untuk terus setia berpegang akan jalan yang sudah ditetapkan oleh Bapa untuk kita lewati. Terima kasih untuk petunjuk ini. Tuhan, aku belajar untuk taat. Peganglah tanganku, Roh Kudus! Bawaku ke air yang tenang. Dan ku mau setia berjalan di jalan kebenaranMu. Posted by: Kasih / 1:09 AM 0 comments Jangan Main-Main dengan Kuasa Kegelapan! Yesaya 7: 9b .. Jika kamu tidak percaya, sungguh, kamu tidak teguh jaya." Oh betapa seringnya kita meragukan Firman Tuhan. Sering kita bergumam apakah ini memang benar? Sering kita lebih percaya akan apa yang manusia katakan. Lebih celaka lagi kita percaya akan hal-hal dari kuasa kegelapan. Baru saja aku melihat sebuah situs SMUK di Surabaya yang berdasarkan asas kristiani. Salah satu alumni mengusulkan agar supaya situs ini selalu tampak lebih baru dan keren, bagaimana kalau ditambah dengan kolom astrologi/horoskop yang diperbaharui setiap hari. Ini orang pernah pergi ke sekolah kristiani??!!! Dan apabila orang berkata kepada kamu: "Mintalah petunjuk kepada arwah dan roh-roh peramal yang berbisik-bisik dan komat-kamit," maka jawablah: "Bukankah suatu bangsa patut meminta petunjuk kepada allahnya? Atau haruskah mereka meminta petunjuk kepada orangorang mati bagi orang-orang hidup?" (Yes. 8:19) Sangat jelas firman ini. Jangan coba-coba keluar dari batas-batas kebebasan yang telah diberikanNya. Jangan baca horoskop. Jangan minta nasihat "orang pintar". Jangan senang melihat, menonton dan main-main dengan kuasa kegelapan! Jangan! Jangan! Jangan! Jangan berkata "Ah cuma sekedar hiburan!". Aku tidak peduli kalau ada yang tersinggung membaca ini. Jangan melecehkan kuasa penebusan darah Yesus di dalam hidup kita sekalian. Jangan sampai kita tidak percaya kepada Firman. Dikatakan bisa-bisa, oh salah, bukan bisabisa, tetapi pasti kita tidak teguh jaya! Kita telah diberikan Firman Allah yang Hidup, yang memberi kita kemenangan, kesejahteraan dan kebebasan. Baca dong itu Firman! Posted by: Kasih / 1:35 AM 0 comments Hamba yang Baik? Hari ini aku mengunjungi kebaktian untuk penguburan seorang ibu. Puji NamaNya karena ibu ini adalah seorang yang mengaku Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Seperti biasa, handai taulan dan rekan-rekan dari keluarga datang berkumpul bersama untuk acara ini. Ditengah isak-tangis dan rasa gundah yang tentunya terasa, aku dengar seseorang menyatakan bahwa ini adalah saat terakhir di mana para hadirin dapat memberikan hormat atas hidup yang telah dilewati oleh ibu ini. Aku tertegun untuk sejenak ketika mendengar ini dan tiba-tiba di benakku ada suatu pikiran yang menguatkan. Tercetus bahwa ini bukan saat yang terakhir. Ini sangat bukan saat itu. Bukankah suatu hari di kekekalan, kita semua orang-orang kudus, akan memberi ibu ini tepuktangan yang sangat meriah dan tak berkesudahan ketika Bapa di surga menyatakan " Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik!." Oh betapa indah dan hebatnya saat itu. Dan bukankah ini menjadi sesuatu yang aku nanti-nantikan juga untuk kekasih-kekasihku yang telah mendahului aku?
20

Sudahkah aku siap untuk bertatap muka dengan BapaKu? Apakah aku sudah bersiap-sedia untuk dipanggil sebagai hamba yang baik? Roh Kudus, teruslah bekerja dalam hidupku!

Posted by: Kasih / 1:15 AM 0 comments Laskar Kristus 2 Timotius 2: 3-4 Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya. Seorang prajurit yang baik akan: a) Berjuang. Melatih dirinya untuk peperangan rohani. Mendisiplin dirinya untuk mentaati segala peraturan, yaitu peraturan kasih. Memperlengkapi dirinya dengan dan percaya akan keampuhan atas persenjataan yang sudah diberikan (Ef. 6:11-18). b) Tidak memusingkan (tidak kuatir) akan penghidupannya; Tuhan sudah dan akan mencukupi dalam segala hal (Mat. 6: 25-34). c) Berusaha dengan segala upaya untuk menyenangkan Panglima Perangnya (Mrk. 12: 29-30). d) Percaya karena Panglima Perangnya adalah YHWH Nissi (Kel. 17:15) maka kemenangan sudah dijamin. Posted by: Kasih / 12:33 AM 0 comments Janganlah Kamu Kuatir! Yohanes 18: 1b-2, 26b-27 (vs. 1b-2) Di situ ada suatu taman dan Ia masuk ke taman itu bersama-sama dengan muridmurid-Nya. Yudas, yang mengkhianati Yesus, tahu juga tempat itu, karena Yesus sering berkumpul di situ dengan murid-murid-Nya. (vs 26b-27) Kata seorang hamba Imam Besar, seorang keluarga dari hamba yang telinganya dipotong Petrus: "Bukankah engkau kulihat di taman itu bersama-sama dengan Dia?" Maka Petrus menyangkalnya pula dan ketika itu berkokoklah ayam. Petrus menyangkal Yesus ketiga-kalinya di suatu taman, taman di mana ia sering berkumpul dengan Yesus dan murid-murid yang lain. Aku rasa ini tempat yang sangat mereka kenal. Ini adalah tempat di mana mereka bercengkerama, bersekutu, dan berdoa. Tetapi, di tempat inilah Petrus menyangkal Yesus. Bukankah kita sering menghadapi atau berada di dalam sesuatu tempat, yang bukan secara fisik, tetapi suatu kondisi/tantangan di mana kita sangat mengenal seluk-beluknya? Tantangan di pekerjaan, keluarga, pelayanan dan kehidupan sehari-hari yang selalu kita bawa dalam doa dan selalu kita diskusikan dengan Tuhan? Kita sudah mengenalNya, mengenal kuasaNya dan kasihNya di hal-hal yang sangat kita kenal ini. Tetapi, justru bukankah kita seringkali meragukan dan kuatir akan permasalahan yang kita hadapi, dan dengan ini menyangkal kenyataan bahwa Dia berkuasa? Mat. 6: 34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

21

Posted by: Kasih / 2:10 AM 0 comments Perlindungan Ilahi Pengkhotbah 7:12 Karena perlindungan hikmat adalah seperti perlindungan uang. Dan beruntunglah yang mengetahui bahwa hikmat memelihara hidup pemilik-pemiliknya. Pada waktu aku mempelajari ayat ini, dinyatakan bahwa menurut arti asalnya, kata 'perlindungan' juga berarti naungan atau bayangan ('shadow'). Ini sungguh menarik. Sebab kata yang sama dipakai di Yesaya 4: 5-6 untuk menggambarkan perlindungan Kemuliaan Tuhan atas umat Israel; ini juga bisa diartikan bahwa Pribadi Tuhan sendiri hadir di tengah tiang awan atau api itu. Juga di Kidung Agung 2:3, kata ini dipakai untuk menggambarkan naungan Kekasih Jiwa pada pengantinNya. Jadi ada beberapa nuansa pengertian dari kata perlindungan/naungan/lingkupan ini: a) Perlindungan Tuhan (Yesaya 4: 5-6, Mazmur 17:8, 91:1). b) Perlindungan hikmatNya (Pengkotbah 7:12) c) Perlindungan uang (Pengkotbah 7:12) Apakah bedanya? Betapa sering kita hanya meminta berkat materi sebagai perlindungan uang kita. Tentunya, meminta berkat materi tidak salah, tetapi bukan keseluruhannya. Perlindungan uang mempunyai batas; ini membantu untuk memberi perlindungan tubuh kita. Hanyalah tubuh dan inipun tidak menyeluruh. Pengkotbah 7:12 menyatakan bahwa perlindungan hikmat memelihara hidup pemiliknya. Memelihara berarti menjaga sesuatu. Apa yang dijaga? Hidup, agar selalu dalam keadaan yang baik bahkan kalau bisa menjadi sempurna. Hidup apa? Hidup tubuh, jiwa dan roh. O betapa pentingnya hikmat ini. Tetapi, hikmat hanyalah memelihara. Perlindungan Tuhan, yang juga bisa diartikan hadirat dari Pribadi Tuhan sendiri, bukan saja memelihara, tetapi inilah yang menciptakan, memberi dan mengendalikan hidup. Hidup kita mulai sekarang sampai selama-lamanya. Halleluyah!!! Oh Tuhan, aku mohon berkat materi untuk kebutuhan hidup tubuhku sehari-hari. Lebih daripada itu, aku mohon hikmatMu supaya tubuh, jiwa dan rohku baik dan terpelihara adanya. Tetapi yang terutama, aku mohon Engkau dan PribadiHu sendiri yang melingkupiku agar supaya ada hidup baru yang tercipta, terkendali, teratur dan taat. Posted by: Kasih / 12:48 AM 0 comments Terbitlah Terang! Yes. 58: 9-10 Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan TUHAN akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku! Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah, apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas maka terangmu akan terbit dalam gelap dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari. Tuhan, aku berdoa supaya terangMu terbit akan aku, keluargaku, gerejaku, pelayananku, wilayah kediamanku dan bangsaku. Ajar aku untuk melepaskan kuk-kuk sesamaku, membagikan kepada yang lapar roti jasmani dan Roti Hidup dan juga, merendahkan diriku
22

supaya aku tak menyalahkan orang lain! Kuserahkan kendali kepadaMu, Roh Kudus, agar terangNya boleh bersinar di atas, di dalam, melalui dan melingkupi hidupku. Posted by: Kasih / 1:27 AM 0 comments Ketaatan Yusuf Matius 2: 13 Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia." Luar biasa Yusuf, ayah dari Tuhan Yesus, ini. Tiga kali di Lukas 1 dan 2 ia mendapat perintah dari malaikat Tuhan dalam mimpi. Ini bukan sembarang perintah. Ini menyangkut dengan siapa dia harus menikah dan di mana keluarganya harus menetap. Dan pasti, bahkan sampai masa ini, keputusan-keputusan seperti ini masih sangat penting dalam hidup setiap orang. Tiga kali Yusuf diperintah, tiga kali dengan segera Yusuf bersedia untuk mentaatinya. Dan karenanya, sejarah, bukan saja sejarah dunia, tetapi sejarah kekal, dicetak. Ku rasa di masa kecilnya, Yusuf pasti sering mendapat mimpi dari Tuhan dan belajar untuk mentaatinya sebelum dia mendapat ketiga mimpi ini. Tidak heran Tuhan mempercayai dia untuk membesarkan Yesus di dunia ini. Orangnya taat Firman Tuhan sih! O Tuhan, ajar aku untuk mentaatimu. Ku tak peduli bagaimana Engkau menyampaikannya kepadaku. Yang penting sampaikan dengan jelas dan nyata, Tuhan! Dan, beriku kekuatan untuk melakukannya. Posted by: Kasih / 2:03 AM 0 comments Menebar Jala di Tempat Yang Dalam Lukas 5: 4,5 Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." Seseorang baru saja mengajarku untuk melempar jalaku ke tempat yang dalam. Ke manakah itu? Ke tempat yang belum kujelajahi. Ditengah rutinitas hidup, sebuah rutinitas yang di mata dunia sepertinya adalah penuh keringat, keletih-lesuan, kegagalan dan ketidak-berhasilan, ada sebuah perintah dari Tuhan Yesus. Tebar jalamu ke tempat yang dalam, ke tempat yang belum kau arungi! Percayalah! Taatlah! Lakukanlah! Sekarang! Jadilah seperti Simon. Meskipun dia belum melihat apa-apa dengan mata duniawi, tetapi mata rohaninya melihat bahwa Yesus, Orang yang menyembuhkan ibu mertuanya, adalah penuh dengan kebenaran dan kuasa. Ya Yesus, aku mau melakukan perintahMu! Posted by: Kasih / 5:23 AM 0 comments Hukum Kerajaan Allah Yakobus 2:8,9 Akan tetapi jikalau kamu menurut hukum kerajaan, sebagaimana nas Alkitab: Hendaklah engkau mengasihi sesamamu manusia seperti dirimu sendiri, maka baik juga perbuatanmu itu;
23

tetapi jikalau kamu menilik atas rupa orang, kamu berbuat dosa, dan kamu dihukumkan oleh hukum itu menjadi orang melanggar hukum. (TL) Sungguh menarik ayat yang kubaca dari Terjemahan Lama ini. Bilamana aku membedakan perlakuanku terhadap orang miskin, aku melanggar titahNya. Hmm, jadi kalau aku memperlakukan seorang miskin dengan tidak benar, itu melanggar hukumNya. Padahal aku kan seorang anak Raja, bahkan anak Raja segala raja? Tidak bisa aku melanggar hukum kerajaan Allah. Apalagi, kalau aku benar-benar seorang bangsawan, aku harus berperilaku seperti seorang bangsawan! Jadi, bukankah ini berarti aku harus belajar memperlakukan setiap orang seperti seorang anak raja? Posted by: Kasih / 12:01 AM 0 comments Menantikan Mazmur 27:13,14 Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup! Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN! Menantikan adalah sesuatu yang sering kali sungguh-sungguh menjemukan. Menantikan keluarga untuk lebih mengasihiNya, menantikan janjiNya terwujud dalam hidupku, bahkan menantikan antri pembayaran kasir adalah hal-hal yang sangat menantang pribadiku. Tuhan, Engkau berfirman untuk menantikanMu. Oh Tuhan, seringkali aku hanya mau "melihat kebaikanMu" menurut jadwal pribadiku. Maka pada hari ini aku mau menurut firmanMu, yaitu menguatkan dan meneguhkan hatiku. Ya Tuhan, sekarang juga tubuh, jiwa dan rohku tunduk kepada RohMu. Oleh karenanya aku akan kuat dan teguh. Dan ya, aku akan berhasil untuk menantikan Engkau, Penciptaku! Posted by: Kasih / 1:19 AM 0 comments Mahkota Emas Tua Mazmur 21:3 Sebab Engkau menyambut dia dengan berkat melimpah; Engkau menaruh mahkota dari emas tua di atas kepalanya. Mahkota dari emas tua? Tuhan, apakah artinya emas tua? Apakah perbedaannya dengan jenis emas lain? Kata "tua" menyarankan bahwa ada proses waktu yang dialami. Sedangkan "emas" adalah logam mulia. Hmm, apakah ini berarti bahwa mahkotaku (pahala, berkat, dan janjijanjiMu) adalah sesuatu yang mulia dan sangat berharga, tetapi dibutuhkan waktu untuk pemrosesannya? Apakah ini berarti bahwa ada penempaan, peleburan dan pembentukan supaya mahkotaku bukanlah menjadi sembarang benda? Oh Tuhan, aku bersyukur dan menyambut berkatMu yang melimpah. Aku bersyukur bahwa ada penempaan, peleburan dan pembentukan di dalam hidupku. Aku sekarang mengerti bahwa ini harus terjadi supaya aku beroleh mahkota dari emas tua. Terima kasih, Rajaku, bahwa Engkau mempersiapkanku untuk menjadi seorang raja! Posted by: Kasih / 4:00 AM 0 comments Tinggal di Kerajaan Allah Yer. 23: 7,8 Sebab itu, demikianlah firman TUHAN, sesungguhnya, waktunya akan datang, bahwa orang tidak lagi mengatakan: Demi TUHAN yang hidup yang menuntun orang Israel keluar dari tanah Mesir!, melainkan: Demi TUHAN yang hidup yang menuntun dan membawa pulang keturunan kaum Israel keluar dari tanah utara dan dari segala negeri ke mana Ia telah menceraiberaikan mereka!, maka mereka akan tinggal di tanahnya sendiri."
24

Akan tiba saatnya di mana Tuhan bukan saja dikenal sebagai penuntun kita untuk keluar dari tanah Mesir; ini berarti bahwa Dia hanya dikenal sebagai Juruselamat oleh kita. Melainkan, Dia akan menuntun kita ke tanah perjanjian, tanah kita sendiri yang sudah ditentukanNya untuk kita. Suatu "tempat" penuh susu dan madu, di mana Dia adalah Raja segala Raja dan kita sebagai umatNya tunduk, takluk dan taat kepada titah-titahNya. Ini tak mempersoalkan bagaimana keadaan sosial, politik atau ekonomi yang kita alami atau hadapi di bumi ini. Tetapi melalui Roh Kudus, kedaulatan Bapa akan disampaikan ke setiap hati umat percaya; jadi, umatNya percaya, melakukan dan takut akan kuasa otoritasNya saat ini juga. Datanglah KerajaanMu, Tuhan! Posted by: Kasih / 5:08 AM 0 comments Kota Kediamanku Yeremia 29:7 Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu. Bukankah aku hanya seorang "perantau" di bumi ini? Kemana dan dimanapun aku berdiam, ternyata aku harus berdoa untuk tempat kediamanku. Tuhan, aku mau belajar berhenti mengkritik dan tidak menggerutu tentang kota kediamanku. Berkati kotaku, Tuhan, supaya ada kesejahteraan yang berlimpah. Posted by: Kasih / 1:24 AM 0 comments Pintu Gerbang TUHAN Mazmur 118: 20-21 Bukakanlah aku pintu gerbang kebenaran, aku hendak masuk ke dalamnya, hendak mengucap syukur kepada TUHAN. Inilah pintu gerbang TUHAN, orang-orang benar akan masuk ke dalamnya. Ada sebuah "pintu", pintu gerbang Tuhan. Dikatakan orang-orang benar akan masuk (akan = sesuatu yang mendatang); jadi bukankah ini berarti bahwa meskipun aku sekarang adalah seorang yang benar, ada sebuah pintu yang masih harus kumasuki. Pintu apakah ini? Dikatakan Daud hendak mengucap syukur di dalamnya. O, ada tempat rahasia di mana aku harus cari dan masuk untuk pengucapan syukurku. Di manakah ini, Tuhan? Yang sungguh aneh ialah Daud menemukan "tempat" ini setelah ayat 19, setelah dia dihajar keras oleh Tuhan. Tuhan, buka mataku! Buka jalanMu! Di tengah hajaranMu, buka pintu gerbang kebenaran ini! Supaya aku, seperti Daud, juga boleh mengucap syukur. Posted by: Kasih / 1:58 AM 0 comments JanjiMu Ya dan Amin "Jadilah kehendakmu, di bumi seperti yang di surga." Itu doaku dan janji yang telah Kau berikan padaku. Di bumi ini. Tetapi, seringkali di sekeliling hidupku, masih belum ada pernyataan sepenuh dari "surga" di bumiku. Ya, aku sungguh amat bahagia, tetapi aku juga tahu bahwa surga jauh lebih dari apa yang bisa aku alami dan bayangkan pada saat-saat ini. Dan yang aku jalani sekarang, itu hanya sepercik dari apa yang telah Kausediakan. Oh Tuhan, seperti bangsa Israel, aku mulai melihat tanah perjanjianMu di Kanaan. Bahkan aku mulai merasa manisnya madu dan segarnya susu tanah perjanjianMu meskipun setetespun belum kukecap. JanjiMu, Bapa, JanjiMu ya dan amin. Tak akan kulepaskan. Tak akan kusangkal dengan pikiranku. Tak akan kuingkari dengan mulutku. Aku mau percaya, aku percaya dan aku selalu percaya bahwa aku akan melihat kebaikanMu di negeri orang yang hidup. Posted by: Kasih / 12:20 AM 0 comments
25

Engkau Baik dan Setia. Hari ini aku merasa demikian sulit untuk mendengar suaraNya dan membaca FirmanNya. Apa yang kubaca serasa seperti sekedar huruf-huruf saja; apa yang kurasa seperti seseorang yang tidak yakin apakah ia berada di jalan yang benar. Di mana Engkau, Tuhan? Apakah aku berbuat dosa sehingga Engkau menjauh? Apakah aku acuh terhadapMu di dalam doa-doaKu? Tubuhku lemah. Jiwaku haus. Rohku rindu, Roh Kudus. Mazmur 121: 1a-2 Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku? Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. Ya, Tuhan. Aku tetap berharap kepada Engkau. Pegang tanganku; Janganlah menjauh! Sebab aku tahu Engkau baik dan setia adanya. Posted by: Kasih / 1:36 AM 0 comments Lepaskanlah Aku dari Yang Jahat Markus 14:10-11 Lalu pergilah Yudas Iskariot, salah seorang dari kedua belas murid itu, kepada imam-imam kepala dengan maksud untuk menyerahkan Yesus kepada mereka. Mereka sangat gembira waktu mendengarnya dan mereka berjanji akan memberikan uang kepadanya. Kemudian ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus. Aku tak pernah sadar bahwa Yudas berkomplot dan "merenungkan" rencananya untuk menyerahkan Yesus. Ada waktu atau tempo cukup banyak yang terlewat sebelum dia melakukan tindakan kejinya. Tetapi bukankah terkadang itu terjadi dalam hidupku? Aku pernah merencanakan tindakan dosa-dosaku. Oh, Tuhan, ampunilah aku. Kau sering beri aku waktu untuk bertobat dan aku masih lalaikan kesempatan itu. Jangan sampai aku sebodoh itu lagi. Oh Tuhan, jangan bawa aku ke dalam percobaan, tetapi lepaskanlah dari yang jahat! Posted by: Kasih / 1:01 AM 0 comments Ukuran Salib Salib terdiri dari bagian vertical (melambangkan hubunganku denganNya) dan horizontal (hubunganku dengan sesama). Proporsi kedua hal ini jelas; setiap salib mempunyai bagian vertical yang lebih panjang dari yang horizontal. Jadi, takaran dan kemampuanku untuk mengasihi sesama tergantung dengan ukuran dan takaran dari hubungan kasihku denganNya. Tambah besar vertical, baru bisa lebih besar yang horizontal. Tidak bisa mengasihi sesama kalau hubunganKu dengannya tidak ada. Itu namanya bukan salib kalau vertical-nya pendek dan horizontal-nya panjang. Itu namanya balok sandungan. Dari Kotbah Minggu yang Baru Lewat Posted by: Kasih / 2:32 AM 0 comments Yesus Mana Yang Kupilih? Matius 27:18, 20, 23 (ay.18) Karena mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus berkata kepada mereka: "Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Yesus Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?" (ay. 20) Tetapi oleh hasutan imam-imam kepala dan tua-tua, orang banyak bertekad untuk meminta supaya Barabas dibebaskan dan Yesus dihukum mati.(ay.23) Katanya: "Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?" Namun mereka makin keras berteriak: "Ia harus disalibkan!" Tiap hari aku dihadapkan ke suatu pilihan: Menyalibkan Yesus Barabas atau Yesus Kristus. Nama permulaannya sama, sehingga terkadang aku dihadapkan ke pilihan yang mirip. Tetapi, tidak sama! Yang satu aku bisa menyalibkan Yesus Kristus sekali lagi. Oh sungguh tragis.
26

Atau aku bisa menyalibkan "Barabas yang terkenal akan kejahatannya (ayat 16)"; Ya, Tuhan, dagingkulah yang harus disalibkan!!!! Lindungi aku, Tuhan, dari hasutan-hasutan si jahat! Biarlah aku waspada bilamana jiwaku mulai berteriak dengan keras untuk "menyalibkan" seseorang! Posted by: Kasih / 3:28 AM 0 comments Masih Ragukah Aku?! Matius 28: 16-20 Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu. Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." Bukankah Engkau dengan jelas menyampaikan pesanNya kepadaku? Dan aku mulai menyembahHu, Raja segala Raja! Ku bersyukur sebab Engkau hidup. Sbab Dia hidup, ada hari esok. LaLaLa! O, tetapi seringkali, ditengah sembah pujiku, timbul keragu-raguan. Ini lebih celaka dari Tomas. Sudah melihat, masih ragu-ragu. Ampuni aku, Tuhan!! Tetapi waktu aku masih ragu-ragu, Engkau mendekati. Sungguh pengasih dan penyayang Engkau, Tuhan! HALLELUYAH!!!! Nggak gitu aja, Engkau janji penyertaanMu sampai akhir zaman. Ini Tuhan sungguh heran ya! Posted by: Kasih / 5:11 AM 0 comments Mau ikut partisipasi ah!!!! Lukas 8:1-3 Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia, dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuanperempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka. Tuhan Yesus kan sebetulnya tidak "butuh" kekayaan mereka untuk pelayananNya. Dia bisa bayar pajak dengan memerintahkan Petrus untuk memancing dan mendapatkan uang dari mulut ikan yang dipancing. Hmmm, mungkinkah Dia memberi kesempatan kepada perempuan-perempuan ini untuk "berpartisipasi", supaya Bapak di Surga memberkati mereka dengan berkelimpahan??!!! OK, Tuhan, aku mau berpartisipasi ah!!!! Posted by: Kasih / 6:38 AM 0 comments Melihat Perbedaan Maleakhi 3:18 Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya. Sungguh menarik. Saya membaca ayat 18 dan ini menjanjikanku untuk dapat melihat perbedaan. Tetapi, ayat ini dimulai dengan 'maka'. Jadi mestinya kan ada kondisi-kondisi yang mesti dipenuhi sebelum ayat 18 dipenuhi? Apa sih isi Maleakhi 3?
27

Saya baca a) Pentahiran umatNya (ayat 3) b) Penghakiman akan tukang sihir, penyumpah dusta, orang yang berzinah dan penindas (ayat 5). Tetapi itu kan bagian Tuhan yang lakukan? Bagianku apa? a) Persembahan Persepuluhan supaya tingkap langit dibuka dan berkat dicurahkan (ayat 10) b) Bicaraku jangan kurang ajar. Jangan mengeluh kalau mesti ibadah (ayat 13,14). Dan lagi, ini ayat berikut menarik lho. Ternyata bicara-bicara tentangNya dengan teman-teman yang takut akan Tuhan, dapat upah lho. Ditulis kitab peringatan. Waduh, dapat "prasasti" untukku di surga (ayat 16)! Jadi, semua ini untuk dapat melihat perbedaan. Kalau bisa lihat perbedaan di jasmani , kan mestinya lama-lama bisa lihat di kalam roh? 1Kor. 12: 10b ....dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Hmmm, lagi-lagi, barangsiapa yang setiap akan hal yang kecil,...

Posted by: Kasih / 2:50 AM 0 comments Sembuh Yesaya 53:5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kalau kita tidak berdoa dan percaya untuk kesembuhan akan penyakit-penyakit yang "kecil", bagaimana kita dapat percaya untuk kesembuhan penyakit yang "parah"? Iman sebiji sesawi dapat memindahkan gunung, bukan? Paling tidak, punyalah iman sebiji sesawi, diriku!! Dan barangsiapa yang setia akan hal yang kecil,.... Posted by: Kasih / 11:32 PM 0 comments Pergolakan melawan diri dan kedagingan kita sendiri adalah sungguh sangat sulit. Ribuan renungan dan kontemplasi tidak akan membuat situasi menjadi lebih baik jika hanya diri, khawatir dan ketakutan kita saja yang selalu kita pikirkan. Sungguh cerdik siasat si jahat untuk merusak hati dan pikiran kita, dan menyorot selalu saja ke diri sendiri tanpa hirau akan denyut nafas-Nya. Diseretnyalah kita kembali ke realitas dunia fana ini, ke kalam tanpa iman dan lambat-laun, ke tempat di mana kita kehilangan percaya kita akan janji Tuhan. Tetapi, janganlah kehidupan kita bergantung pada kenyataan dunia; marilah kita masuk ke dalam keyakinan akan janji-janji yang telah Dia berikan. Tuhan Yesus Kristus sudah mati di kayu salib dan memeteraikan kuasa-Nya di atas segala kuasa. Marilah kita bertobat akan dosadosa kita dan belajar untuk berserah dalam segala kelemahan kita dan tidak mengatasi daging kita dengan upaya kita sendiri. Hanya Dialah yang dapat membalut luka dan memulihkan jiwa kita sepenuhnya Doa: Ya Tuhan, terima kasih karena Kuasa-Mu telah, sedang dan akan memulihkanku. Posted by: Kasih / 10:27 AM 0 comments Mengapa kita selalu memberi kritik kepada sesama orang Kristen? Apakah kita saling membangun dan mengasah satu sama lain? Ataukah kita iri hati? Posted by: Kasih / 12:08 PM
28

Bahan pikiran: Apakah pikiran pertama yang terlintas di hati kita sekalian tentang seorang Kristen yang memutuskan untuk tidak melihat atau tidak akan melihat lagi film "The Passion" (tanpa mengetahui alasannya)? Sejujurnya? Apakah kita menghakimi orang tersebut? Posted by: Kasih / 1:06 PM Jalan Tuhan yang Tak Terselami Mazmur 77: 11-12 Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan TUHAN, ya, aku hendak mengingat keajaibankeajaiban-Mu dari zaman purbakala. Aku hendak menyebut-nyebut segala pekerjaan-Mu, dan merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu. Umat percaya berjalan maju menghadapi sesuatu tantangan dengan iman. Iman adalah bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Karena faktor iman ini, maka aku tidak tahu bagaimana wujud jalan keselamatan dan bimbingan yang sudah Dia siapkan kali ini. Tetapi, apa yang bisa aku perbuat, Tuhan? Aku bisa melihat kembali ke pengalaman-pengalaman di mana Engkau ajaib. Aku memanggil Tuhan dan menyebut-nyebut segala pekerjaanMu dan merenungkan segala perbuatanMu. Di dunia pengalaman adalah guru yang terbaik. Di dalam Tuhan, pengalaman memberi kekuatan dan mengingatkan akan penyertaanNya. Tetapi, bukan pengalaman yang memberi bimbingan. Aku tidak berjalan maju dengan pengalaman, tetapi harus dengan iman. Di dalam Tuhan, pengalaman tidak memberi tahu bagaimana wujud nyata dari pertolonganNya. Aku harus ingat bahwa jalanNya selalu tak terselami. Hanya iman percaya bahwa Firman Allah dan Roh Kudus yang memberi tuntunan. Posted by: Kasih / 4:14 AM 0 comments Menghadapi Raksasa Masa Depan Mazmur 62: 1 Untuk pemimpin biduan. Menurut: Yedutun. Mazmur Daud. Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. Seringkali aku menghadapi tantangan baru yang sangat mirip atau sama dengan yang pernah kualami sebelumnya. Setiap kali Dia selalu setia dan memberikan kemenangan atas yang terdahulu. Tetapi, setiap kali tantangan baru ini dihadapi, tak terasa lebih mudah rasanya untuk menghadapinya. Ada rasa gentar, ada kegelisahan dan sebagainya. Aku belajar bahwa hidup bersamaNya adalah lain dari dunia yang ajarkan. Di dunia diajarkan bahwa pengalaman adalah guru yang terbaik. Ikut Tuhan lain. Bukan dengan pengalaman, tetapi dengan iman aku menghadapi masa depan. Pengalaman hanya membuktikan, mengingatkan dan menyatakan bahwa Dia setia; ini agar aku jangan sampai lupa akan kebaikannya. Tetapi dengan iman aku maju menghadapi raksasa-raksasa masa depan. Hanya dekat Allah saja aku tenang, karena dari pada-Nyalah keselamatanku. Posted by: Kasih / 6:46 AM 0 comments Hasil dari Tunduk kepada Allah Yakobus 4: 7 Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!
29

Tuhan mengajarku untuk tunduk kepada Allah dan melawan iblis. Kedua hal ini bersamasama. Tidak saja melawan iblis tanpa ada ketaatan kepada Tuhan. Bukankah aku sering melawan si jahat itu, tetapi untuk tunduk kepada Allah masih sering ragu-ragu? Bisa runyam kalau ini terjadi. Tetapi di lain pihak aku tunduk kepada Tuhan, tetapi waktu mau melawan si iblis, masih sering maju mundur. Tuhan, karena aku tunduk takluk kepadaMu, biarlah kuasaMu saja melaluiku yang melawan segala kuasa kejahatan. Posted by: Kasih / 3:00 AM 0 comments Olok-olok Pikiran Sendiri Mazmur 123: 4 jiwa kami sudah cukup kenyang dengan olok-olok orang-orang yang merasa aman, dengan penghinaan orang-orang yang sombong. Tidak saja kata-kata dari orang lain, tetapi bukankah seringkali pikiranku sendiri yang menuduh dan menyerang percaya imanku terhadapNya? Sering timbul skenario-skenario dalam pikiran ini yang membayangkan situasi kondisi lain yang berbeda dari yang sedang kualami. Kalau saja keadaanku, keluargaku, pekerjaanku, latar-belakangku begini dan begitu. Kalau saja. Kalau saja. Ini adalah olok-olok pikiran sendiri yang merasa lebih aman dan sombong; ini melecehkan kehendakNya yang sedang kualami. Tetapi, puji syukur kepadaNya. Aku tahu dan mau belajar terus bahwa rancanganNya adalah yang terbaik. Jangan ada andaikata, jangan ada kalau saja, jangan ijinkan tuduhan. Hanya kulayangkan mataku kepadaMu,ya Engkau yang bersemayam di sorga. Posted by: Kasih / 1:59 AM 0 comments Keputusan Pribadi Kisah Rasul Rasul 2: 40 Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: "Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini." Inilah pernyataan Petrus pada waktu ia memberi kesaksian kepada orang-orang Yahudi di Yerusalem. Ini dikatakannya di hari Pentakosta dan setelah murid-murid Tuhan Yesus dipenuhkan oleh Roh Kudus. Tuhan Yesus telah mati dan dibangkitkan. Ini sangat benar. Petrus memberitakan kabar baik ini di hari Pentakosta tersebut. Kemudian, Petrus mengatakan sesuatu hal yang sangat penting. "Berilah dirimu diselamatkan". Bagaimana jawaban dari diriku? Ya, aku memang adalah seorang percaya. Tetapi apa ada keputusan pribadi yang lebih lanjut dan yang sangat tegas? Apa ada jawaban terhadap kasih karunia yang telah dianugrahkan? Maukah aku keluar dari angkatan yang jahat ini? Roh Kudus, cengkram aku supaya aku keluar dan diselamatkan dari angkatan yang jahat ini! Posted by: Kasih / 3:33 AM 0 comments Bermegah dalam NamaNya Mazmur 20: 7
30

Orang ini memegahkan kereta dan orang itu memegahkan kuda, tetapi kita bermegah dalam nama TUHAN, Allah kita. Siapa yang harus kumegahkan dan yang kupercaya? Aku harus bermegah dalam nama Tuhan Allah kita. Siapakah namaNya? Adonai, Tuan kita. YHWH Shalom, Tuhan adalah Damai. YHWH Rophe, Tuhan Yang Menyembuhkan. YHWH Nissi, Tuhan adalah Panji-Panji. YHWH Jireh, Tuhan Yang Menyediakan. YHWH Tsidkenu, Tuhan adalah Kebenaran kita. Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat. Aku percaya dan bermegah dalam NamaNya. Maka karena itu jadilah damai, jadilah kesehatan ilahi, jadilah kemenangan, jadilah kelimpahan, jadilah kebenaran dan jadilah keselamatan di dalam hidupku! Posted by: Kasih / 12:41 AM 0 comments Mana Tahan Tuhan! Mazmur 27: 6 Maka sekarang tegaklah kepalaku, mengatasi musuhku sekeliling aku; dalam kemah-Nya aku mau mempersembahkan korban dengan sorak-sorai; aku mau menyanyi dan bermazmur bagi TUHAN. Mempersembahkan korban? Pasti ada rasa sakit atau rasa tidak enaknya. Kalau tidak sakit, itu namanya bukan berkorban. Tetapi, Daud mempersembahkan korban dengan sorak-sorai. Di tengah ketidak-nyamanan yang dirasakannya, ia mengambil sikap untuk mendobrak dan ia bersorak-sorai; dia bernyanyi dan bermazmur. Oleh karena itu ia berkata di ayat berikutnya: Dengarlah, TUHAN, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku! (Mazmur 27: 7) Mana tahan Tuhan untuk tidak mendengar seruan ini? Daud, seorang manusia yang penuh keterbatasan, berkorban. Pasti doa Daud dijawab! Aku mau berkorban atau tidak ya? Tentunya..... Posted by: Kasih / 12:19 AM 0 comments Laskar Kristus Mazmur 78: 9, 10 Bani Efraim, pemanah-pemanah yang bersenjata lengkap, berbalik pada hari pertempuran; mereka tidak berpegang pada perjanjian Allah dan enggan hidup menurut Taurat-Nya. Di saat yang paling genting, di mana Tuhan memintaku untuk berdiri tegak, siapkah aku untuk tidak berbalik? Dia sudah mempersenjataiku; akankah aku berpegang pada perjanjianNya? Dia sudah memberi FirmanNya; bersediakah aku untuk turut Taurat-Nya? Maju Laskar Kristus! Posted by: Kasih / 1:47 AM 0 comments Sedikit Demi Sedikit Keluaran 23: 30
31

Sedikit demi sedikit Aku akan menghalau mereka dari depanmu, sampai engkau beranak cucu sedemikian, hingga engkau dapat memiliki negeri itu. Seringkali aku terganggu pada waktu janji Tuhan yang demikian besar lepas dari genggamanku; seakan-akan janji itu sudah datang dan tiba-tiba, sesuatu menghalanginya. Sungguh frustrasi bilamana ini terjadi. Kemarin aku belajar bahwa Tuhan yang menyelesaikan segala hal. Hari ini kubaca di Keluaran 23 bahwa Dia menghalau musuh-musuhku sedikit demi sedikit. Tidak selalu langsung dalam jumlah yang besar dan waktu yang cepat. Mengapa? Supaya aku dapat memiliki. Memiliki! Oh puji Tuhan. Ditengah rasa kesalku, Dia mengajar bahwa bukan saja Dia yang memberi segala berkat dan menyelesaikan segala perkara, tetapi Dia mendidik supaya aku akan punya kuasa, kendali dan hak pemilikan atas segala yang akan diberikan. Terpujilah NamaNya yang Kudus! Posted by: Kasih / 12:28 AM 1 comments Dia Yang Menyelesaikan Mazmur 138: 8 TUHAN akan menyelesaikannya bagiku! Ya TUHAN, kasih setia-Mu untuk selama-lamanya; janganlah Kautinggalkan perbuatan tangan-Mu! Seringkali aku ingin "menolong" Tuhan. Dia sudah memulai sesuatu yang indah dan tiba-tiba, daging ini ingin mengambil alih kendali di tengah-tengah proses tersebut. Tidak, Tuhan, Engkau yang pegang segala kendali dari mula sampai akhir. Engkau yang menyelesaikannnya! Jangan Kautinggalkan pekerjaan tangan-Mu! Posted by: Kasih / 3:41 AM 0 comments Hormat Keluaran 20: 12 Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu. Aku akan mendapatkan sesuatu yang kudambakan bilamana aku menghormati asal-usul sesuatu itu. Lanjut umur akan kudapatkan bilamana sumber hidup jasmaniku, yaitu orang tuaku, kuhormati. Aku akan mendapatkan karunia dan buah Roh Kudus bilamana aku menghormati Pribadi Roh Kudus. Aku akan mendapatkan karunia dan buah Roh Kudus bilamana aku menghormati orang-orang yang dipilih oleh Roh Kudus untuk menyatakan Kepribadian Roh Kudus. Dengan tidak menghormati orang-orang yang dipakai oleh Roh Kudus, aku tidak menghormati kebijaksanaan Roh Kudus. Aku akan mendapatkan hikmat surgawi, bilamana aku mengutamakan Hikmat di atas segala hikmat. Aku akan mendapatkan berkat dan urapan berlimpah, bilamana aku menghormati dan menyadari bahwa asal, pemberi dan pemilik segala berkat dan urapan itu adalah Tuhan Allah sendiri. Hormatilah urapan di seseorang hamba Tuhan. Bilamana tidak, jangan harap untuk mendapatkan urapan itu! Sumber: Merenungkan pembacaan buku " The Law of Recognition" oleh Mike Murdock. Posted by: Kasih / 6:24 AM 0 comments
32

Urapan Imamat 21: 12 Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN. Apakah urapan itu? Definisi bebas: Bilamana seseorang yang di bawah bimbingan Tuhan melakukan sesuatu hal dengan sangat mudah meskipun sesuatu hal ini, dari sudut pandang orang ini sendiri atau orang lain, adalah sesuatu yang sangat sulit atau tidak mungkin untuk dilakukan. Kalau tidak mengampuni penuh orang yang bersalah kepadamu, maka tidak ada urapan. Sumber: Disimpulkan dari Pembicaraan antara Joyce Meyer dan Dr. RT Kendall Posted by: Kasih / 11:38 AM 0 comments Menuai Keadilan Ibrani 13: 4 Ingatlah akan orang-orang hukuman, karena kamu sendiri juga adalah orang-orang hukuman. Dan ingatlah akan orang-orang yang diperlakukan sewenang-wenang, karena kamu sendiri juga masih hidup di dunia ini. Hidup di negara berkembang seperti Indonesia memberi suatu tantangan tersendiri. Terkadang mau taat hukum, tetapi seringkali hukum dapat dibengkokkan oleh oknum-oknum tertentu. Bukankah seringkali orang-orang di sekelilingku, salah atau tidak, mengalami perlakuan sewenang-wenang? Dimana keadilan itu? Sudahlah, tidak perlu panjang lebar, pasti banyak cerita mengupas hal ini. Dikatakan di Ibrani, ingatlah orang-orang yang diperlakukan sewenang-wenang ini. Bagaimana aku dapat mengingat mereka? Tentunya salah satu jalan yang paling baik adalah mencegah supaya hal itu tidak terjadi lagi kepada siapapun. Tetapi, bagaimana? Aku percaya bahwa kalau aku mau menuai keadilan dan kebenaran, maka keadilan dan kebenaran harus ditabur. Mungkin aku tidak akan dengan segera menawarkan uang pelicin itu. Siapa tahu Tuhan buka jalan lain? Mungkin aku tidak akan dengan sengaja melanggar hukum yang tidak masuk akal itu. Siapa tahu ada kebijaksaan yang dalam di balik itu? Terkadang rasanya penyelewengan-penyelewengan ini datang kepada kita dan tidak dapat dihindari, tetapi apa salahnya kalau aku berusaha menjadi lebih sempurna, seperti Bapaku di Surga sempurna adanya. Posted by: Kasih / 10:51 AM 0 comments Seperti Pingsan Kekasihku kubukakan pintu, tetapi kekasihku sudah pergi, lenyap. Seperti pingsan aku ketika ia menghilang. Kucari dia, tetapi tak kutemui, kupanggil, tetapi tak disahutnya. Mungkin ada yang berpikir bahwa ini dikutip dari sebuah buku roman. Tentunya bukan. In adalah Kidung Agung 5: 6. Ini adalah pernyataan mempelai perempuan yang memuji-muji Kekasihnya, si Mempelai Pria. Begitu mendebarkan ya?!. Aku mengerti bahwa ini adalah gambaran Kristus dengan gerejanya. Juga bisa diartikan
33

sebagai gambaran kasih antara Tuhan dengan setiap umat percaya. Tetapi, sungguh menderuderu bukan pernyataan ini? Waktu kurenungkan ayat ini, kulihat betapa terbatasnya aku dalam mencari Dia, Kekasih Ilahi itu. Dikatakan oleh mempelai perempuan 'seperti pingsan' rasanya waktu si Mempelai Pria menghilang, meskipun gadis ini telah membukakan pintu. Pintu apakah? Pintu hatinya. Luar biasa! Bandingkan ini dengan aku yang untuk bangun tidur, berdoa dan berbincang-bincang denganNya saja, sungguh amat sulit ini rasanya! Roh Kudus, tolong aku supaya aku terus membuka pintu hatiku, untuk terus mencari Yesus meskipun terasa lenyap hadiratNya dan terus dengan hati yang menderu-deru, merindukan Kekasih Ilahi yang agung dan setia itu. Posted by: Kasih / 3:27 AM 0 comments Menghibur Filemon 1: 7 Dari kasihmu sudah kuperoleh kegembiraan besar dan kekuatan, sebab hati orang-orang kudus telah kauhiburkan, saudaraku. Paulus menulis sebuah surat ke Filemon. Di dalamnya Paulus menyatakan bahwa Filemon menghibur orang-orang kudus dan bahwa oleh karena kasih Filemon ini Paulus bergembira dan memperoleh kekuatan. Aku kira seorang seperti Filemon langka di gereja. Senangnya menghibur. Menghibur siapa? Tidak tanggung-tanggung. Menghibur orang-orang kudus. Bukankah kalau kata orang-orang kudus dipakai, sepertinya sudah menggambarkan umat Tuhan yang sudah tahan bantingan? Berarti apa yang orang-orang kudus alami ini pasti sangat sulit dan meskipun begitu, Filemon dapat menghibur mereka. Sungguh hebat karunia Tuhan yang dinyatakan lewat pribadi ini. Demikian hebat hiburannya, sampai Paulus yang tinggal di luar daerah, dengar tentang ini. Yang sering kita dengar dari daerah lain adalah mujizat-mujizat yang terjadi dan hamba-hamba Tuhan yang dipakai olehNya. Sangat baik. Tetapi, bayangkan berikut ini. Yang Paulus dengar adalah seorang yang terkenal karena karunia penghiburannya. Aku perlu belajar untuk menghibur. Roh Kudus, ajar aku supaya dengan KasihMu aku menghibur orang-orang kudusMu. Posted by: Kasih / 12:41 AM 0 comments Doa! Percaya! Melangkah! Kemarin malam situs Kasih Kekal menghadapi sesuatu hal yang amat sulit. Kebetulan, sesungguhnya bukan kebetulan, aku perhatikan sesuatu hal kecil di mana disadari bahwa situs Kasih Kekal sedang di bawah "serangan" atau gangguan pada waktu itu. Sebagai seorang yang sangat terbatas pengetahuannya di bidang komputer, ini tentunya adalah sesuatu yang sangat mengkhawatirkan bagiku. Apa yang harus dilakukan? Ada sesuatu, entah itu virus, entah itu tangan usil, yang berusaha mengganggu. Yang aku tahu ini bukan dari pihak Tuhan. Reaksi pertama adalah untuk langsung menganalisa akar problemanya dan mencabut sumber masalah ini. Yang repot adalah aku tidak tahu akarnya. Cuma aku ketahui "buah" dari si jahat ini. Apa dayaku? Untung, ...oh tidak, untung bukan sesuatu kata yang benar. Terpujilah nama Tuhan kalau Dia di fihakku! Aku mulai berdoa. Aku mulai ada hikmat. Aku mulai lakukan satu hal. Lihat hasilnya. Masih sama. Lakukan hal kedua. Masih tidak benar. Ketiga. Keempat. Sudah hampir subuh. Aku tahu Dia menuntunku. Tetapi, masalah masih berjalan terus ya? Waktu berlalu terus. Langkah kelima.......tiba-tiba.... berhenti problemanya! Halleluya!!!!! YHWH Nissi! Tuhan Panji-Panjiku! Kalau secara logika, langkah kelima adalah yang menyembuhkan masalah ini, bukan? Tetapi
34

aku tidak terlalu yakin akan hal itu. Ya memang itu sangat penting. Tetapi aku merasa bahwa langkah pertama sampai ke empat harus kulakukan, baru aku mendapat kemenangan ini. Bukankah ini gambaran dari pergumulan hidup kita ini? Kita hadapi masalah. Kita doa. Kita taat. Kita melangkah. Lalu kita menggerutu "Belum berakhir ya masalah ini?" Jangan berhenti! Terus doa! Terus taat! Terus gempur itu antek-antek si jahat! Terus tumpas itu ketidakpercayaan! Terus bersandar sama Kekasih Ilahi! Doa! Melangkah! Percaya! Doa! Melangkah! Percaya! Doa..... Dan satu saat, tidak lama lagi, dobrakan kemenangan di pihak orang benar! Asal percaya saja.... 1 Samuel 17: 45-47 Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah, dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Iapun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami." Posted by: Kasih / 1:59 AM 0 comments Saleh II Petrus 2: 9 -- maka nyata, bahwa Tuhan tahu menyelamatkan orang-orang saleh dari pencobaan dan tahu menyimpan orang-orang jahat untuk disiksa pada hari penghakiman,.. Maukah aku diselamatkan dari pencobaan? Jadilah saleh! Apa saleh itu? Suatu kata yang sudah jarang aku dengar. Apalagi di antara kaum muda. Apa harus menjadi tua dahulu, baru menjadi saleh? Daud mengajarku untuk menjadi saleh di Mazmur 63 1. Rindu selalu akanNya. Bukan rindu akan berkatNya saja, tetapi rindu akan pribadiNya. Demikian haus dan tersengal-sengal rasanya dalam usaha mencari siapa Dia (ayat 1). 2. Memandang Tuhan sebagai segala sumber kekuatan dan kemuliaan (ayat 2). 3. Mengalami dan sudah tidak meragukan lagi kasih setiaNya (ayat 3a). 4. Memuji dan memegahkan namaNya dengan tubuh ini (ayat 3b-4). 5. Jiwa orang saleh, yang termasuk pemikiran, kemauan dan emosinya, dipuaskan oleh sembah pujian yang benar (ayat 5) 6. Rohnya merenungkan Firman dan kebenaranNya siang dan malam (ayat 6). Dan oleh karena semua ini, seorang saleh begitu mengharapkan perlindunganNya, bersandar penuh, bahkan dikatakan sampai jiwanya melekat kepadaNya. Luar biasa! Roh Kudus, tolong aku supaya menjadi saleh! Posted by: Kasih / 4:18 AM 0 comments Jalan Kemenangan Keluaran 13: 17 Setelah Firaun membiarkan bangsa itu pergi, Allah tidak menuntun mereka melalui jalan ke negeri orang Filistin, walaupun jalan ini yang paling dekat; sebab firman Allah: "Jangan35

jangan bangsa itu menyesal, apabila mereka menghadapi peperangan, sehingga mereka kembali ke Mesir." Tetapi Allah menuntun bangsa itu berputar melalui jalan di padang gurun menuju ke Laut Teberau. Dengan siap sedia berperang berjalanlah orang Israel dari tanah Mesir. Keluar dari Mesir menggambarkan keluarnya hidupku dari segala belenggu dosa dan kutuk yang mengikatku di masa dahulu. Dengan pengorbanan Yesus, aku beroleh kebebasan dan dituntun ke tanah perjanjian. Seperti bangsa Israel, Dia tidak menggandeng aku melalui jalan yang paling dekat. Dia memastikan bahwa aku tumbuh menjadi pahlawan yang gagah berani sebelum aku diperhadapkan dengan raksasa-raksasa Filistin. Bangsa Israel pun baru menaklukkan bangsa Filistin di zaman Daud. Tetapi, bukankah ini juga berarti bahwa Tuhan memastikan bahwa setiap yang aku hadapi sekarang, adalah sesuatu yang dapat aku jalani atau kalahkan? Tidak ada sesuatu yang akan terlalu berat. Untuk apa kuatir bahwa aku akan kalah? Kalau, ya kalau, aku di jalan kebenaranNya, semua yang di depan sudah dijamin olehNya! Tuhan, buka mataku akan jalan kemenanganMu! Posted by: Kasih / 2:26 AM 0 comments Penindasan Tuhan Mazmur 119: 75b-76 ..dan bahwa Engkau telah menindas aku dalam kesetiaan. Biarlah kiranya kasih setiaMu menjadi penghiburanku, sesuai dengan janji yang Kauucapkan kepada hambaMu. Sungguh menarik. Tuhan menindas aku? Bahkan Dia dalam kesetiaan menindas. Yang mengherankan justru dalam kasih kesetiaanNya, yaitu dalam penindasan itulah Daud mendapat penghiburan. Berarti ada waktu dan hal-hal yang Dia lakukan di dalam hidupku, yang akan memberikan tindasan dan beban dalam hidupku. Tetapi karena itulah aku akan mendapat penghiburan. Karena itulah aku tahu Dia ya dan amin. Karena itulah aku tahu bahwa Dia pelihara hidupku. Dan karena itulah aku menjadi seorang yang terdidik, bukan dengan hikmat dunia, tetapi denganlah ketetapan-ketetapan surgawi. Roh Kudus, pegang hidupku, supaya aku tidak menghindari kasih setiaMu. Posted by: Kasih / 3:13 AM 0 comments Harga yang Harus Dibayar Kejadian 23: 4 "Aku ini orang asing dan pendatang di antara kamu; berikanlah kiranya kuburan milik kepadaku di tanah kamu ini, supaya kiranya aku dapat mengantarkan dan menguburkan isteriku yang mati itu." Abraham hendak menguburkan Sara. Aku, seperti Abraham, adalah seorang asing yang sedang melewati dunia yang sementara ini. Ada suatu waktu di mana Tuhan meminta kembali hal-hal yang sangat berharga yang sudah Dia anugrahkan sampai saat ini. Seperti Abraham, tentunya kuratapi dan kutangisi kehilanganku ini. Sakit rasanya. Tetapi ada saat di mana hal-hal ini harus dikuburkan. Ini harus. Dan ada harga yang sangat mahal yang harus dibayar untuk ini, bahkan harga "penuh" yang harus dibayar (ayat 9). Begitulah dengan ikut Tuhan. Ada yang diminta olehNya. Dan ada "harga" yang sangat mahal
36

yang harus dibayar olehku. Jangan kuatir! Untuk Abraham, ada kebangkitan bagi Sarah di kalam kekal. Demikianlah juga dengan umat percaya yang memberikan kembali milikNya. Siapa yang menabur dengan cucuran air mata, akan menuai dengan penuh sukacita. Halleluya!! Posted by: Kasih / 12:01 AM 0 comments Kasih Kekal - April 2005 Kasih Kekal www.kasihkekal.org April 2005 Yth. Sdr./Sdri., Berikut pemberitahuan singkat tentang pembaharuan Kasih Kekal di bulan April 2005. Telah ditambahkan 1. Hening Kasih Kekal - Ini adalah sarana audio/podcasting untuk membantu pertumbuhan rohani umat Kristen Indonesia. Rekaman audio perdana adalah dalam bentuk .mp3/11 menit, di mana disampaikan melalui sarana ini apa yang di hati pelayanan ini. 2. Artikel baru - 'Kalam Waktu Tuhan' yang merupakan kumpulan dari beberapa kolom di Jurnal Kasih Kekal dan yang berisi pemikiran-pemikiran dan problema kita sekalian dengan waktu. Jangan lupa untuk mengunjungi Jurnal Kasih Kekal jurnal.kasihkekal.org untuk masukanmasukan terbaru. Terima kasih untuk saudara-saudari yang telah menyebarkan Lahir Baru lahirbaru.kasihkekal.org di bulan Maret yang baru lewat. Tuhan memberkati. Bagi Dia Yang Kekal, Kasih Kekal www.kasihkekal.org Posted by: Kasih / 4:08 AM 0 comments Raihlah JanjiNya yang Kekal Kejadian 17: 17 Lalu tertunduklah Abraham dan tertawa serta berkata dalam hatinya: "Mungkinkah bagi seorang yang berumur seratus tahun dilahirkan seorang anak dan mungkinkah Sara, yang telah berumur sembilan puluh tahun itu melahirkan seorang anak?" Dan Abraham berkata kepada Allah:" Ah, kiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapanMu!" Seringkah kita "menertawakan" hal-hal yang sangat mustahil yang tercetus di dalam benak? Mungkinkah itu Dia dengan sangat lemah lembut membisikkan janjiNya kepada kita? Sangat besar belas kasihanNya kepada umatNya sehingga kita tidak dihajar habis olehNya setiap kali kita menertawai dan mengecilkan bisikanNya. Bahkan seperti Abraham, kita bersilat lidah dan menawarkan alternatif. "Bagaimana kalau yang ini saja yang diberkati? Jasaku? Kemampuanku? Kedaginganku? Keteledoranku? Ketergesa-gesaanku? Nafsuku? Ketidakpercayaanku? Bagaimana Tuhan, setuju tidak?" Untunglah Tuhan adalah kekal. Dia tahu apa yang terbaik untuk biji mataNya. Dia mengadakan perjanjian yang kekal untuk setiap orang yang percaya dan seluruh keturunannya. Raihlah janji-janjiNya! Halleluyah! Posted by: Kasih / 5:40 AM 0 comments
37

Menempuh Jalan yang Rata Amsal 4: 26 Tempuhlah jalan yang rata dan hendaklah tetap segala jalanmu. Seringkali aku ingin "meratakan" jalanku sendiri. Seringkali aku ingin mendahului Dia. Bukankah seringkali aku mempertimbangkan hal-hal yang memudahkan perjalanan iman ini? Sering terbersit di pikiran kalau saja kondisiku, posisiku, hikmatku, pengetahuanku, strategiku seperti begini atau begitu, pasti semua hal akan lebih ringan. Padahal di Mazmur 18: 37 difirmankan: Kauberikan tempat lapang untuk langkahku, dan mata kakiku tidak goyah. Tuhan yang menetapkan dan memberikan tapak jalan itu. Itu bagian Tuhan. Tugasku adalah untuk hanya memilih jalanNya dan untuk menempuh jalan itu saja! Satu langkah lagi, satu detik lagi, satu masa lagi. Mulai melangkahlah, diriku! Jangan bingung buat jalan yang rata! Dia yang membuat dan membuka jalan. Posted by: Kasih / 5:22 AM 0 comments Kejadianku Dahsyat dan Ajaib Mazmur 139: 14 Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. Awal mula hidupku dimulai dengan sesuatu yang ajaib. Dikatakan di ayat ini bahwa 'kejadianku' sungguh dahsyat. Banyak jiwa yang kurang menyadari betapa indah hidup yang telah diberikan. Bahkan banyak yang kurang menghargai tubuh jasmani yang telah dianugrahkan. Memang yang jasmani akan berlalu dan tidak perlu didewakan. Tetapi, bukankah yang jasmani ini tetap sesuatu yang diciptakanNya dan yang sudah dianugrahkan untuk kita? Hari Paskah baru lewat. Sungguh ajaib. Yesus dibangkitkan. Kuasa kebangkitanNya memberiku hidup. Tuhan, aku mau belajar menghargai seluruh hidup, seluruh hidup di tubuh, jiwa dan rohku, yang telah Kauberikan kepadaku. Posted by: Kasih / 7:51 AM 0 comments Hari Ini Tidaklah Sebagaimana Biasanya Luk. 22: 39-40 Lalu pergilah Yesus ke luar kota dan sebagaimana biasa Ia menuju Bukit Zaitun. Muridmurid-Nya juga mengikuti Dia. Setelah tiba di tempat itu Ia berkata kepada mereka: "Berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan." Dikatakan, sebagaimana biasa Yesus pergi ke suatu tempat dan murid-muridNya mengikuti. Mereka tidak mengerti bahwa hari itu tidaklah seperti biasa. Apakah ini sikapku hari-hari ini terhadapNya? Semua sepertinya sebagaimana biasa, rutin, tidak ada perubahan. Memang, aku harus belajar tekun dalam segala hal. Tetapi, Yesus mengingatkanku supaya berdoa agar aku jangan jatuh dalam percobaan. Mungkin hari ini adalah hari yang di luar perkiraaan. Mungkin hari ini Dia menyatakan PribadiNya, FirmanNya, kuasaNya, mujizatNya dan kasihNya. Aku tidak mau seperti Herodes. Ketika Herodes melihat Yesus, ia sangat girang. Sebab sudah lama ia ingin melihat-Nya,
38

karena ia sering mendengar tentang Dia, lagipula ia mengharapkan melihat bagaimana Yesus mengadakan suatu tanda (Lukas 23: 8). Aku tidak mau seperti Herodes. Sering dengar tentang Tuhan. Mengharapkan Yesus mengadakan banyak tanda dan mujizat. TETAPI, tidak pernah datang mencari sendiri, tidak pernah bertemu dengan Pencipta Agung itu sendiri, tidak pernah tersungkur di hadapanNya dan tidak pernah merasakan kuasa kebesaran Tuhan di dalam hidupnya. Tidak, aku tidak mau seperti itu. Tuhan, hari-hari ini tidak sebagaimana biasa. Roh Kudus, tolong aku supaya berjaga-jaga. Aku berdoa supaya aku bertemu dengan Engkau sendiri; dan, menerima FirmanMu, kebenaranMu, penyertaanMu, kasihMu dan berkatMu. Posted by: Kasih / 1:50 AM 0 comments Kesaksian yang Sesuai Markus 14: 56 Banyak juga orang yang mengucapkan kesaksian palsu terhadap Dia, tetapi kesaksiankesaksian itu tidak sesuai yang satu dengan yang lain. Aku dengar banyak orang bersaksi tentang Dia. Yang nyaring adalah sering suara-suara sumbang dan penuh dusta; ini tragis. Yang sering kita alami sendiri adalah bahwa JanjiNya tidak selalu ternyata dalam hidup kita sehari-hari; ini menyedihkan. Mana buktinya? Itu sering menjadi jerit beberapa orang. Bahkan, ada yang seperti hamba perempuan Imam Besar. Markus 14: 66b-67 Lalu datanglah seorang hamba perempuan Imam Besar, dan ketika perempuan itu melihat Petrus sedang berdiang, ia menatap mukanya dan berkata: "Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu." Hamba Imam Besar adalah seorang yang sebetulnya hidup dalam lingkungan kerohanian. Dia datang kepada Petrus, menekan Petrus, dan menuduh "Ah, ini dia orangnya. Muridnya Yesus. Lihat, Yesusmu mau mati. Mana bukti kuasaNya?" Tetapi dia, hamba perempuan, hanya mengenal Yesus sebagai orang Nazaret. Tragis. Hidup dalam kalangan rohani, tetapi terhilang. Apa yang menjadi kesaksian di hidup kita? Suara sumbang? Ketidak-nyataan KuasaNya? Bahkan, hanya mengenal Yesus sebagai orang, orang dari Nazaret. Kesaksian-kesaksian ini tidaklah sesuai. Tidaklah sesuai dengan kenyataan bahwa Yesus, TUHAN dan bukan sembarang orang, mati di kayu salib, tetapi Dia telah mengalahkan maut, bangkit dan duduk di kanan takhta Allah Bapa. Halleluya! Bapa, biarlah pewahyuan dan kuasa dari kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus menjadi suatu kesaksian sepenuh di dalam hidupku. Posted by: Kasih / 1:52 AM 0 comments Menghitung Hari-hari Matius 26: 3-5 Pada waktu itu berkumpullah imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi di istana Imam Besar yang bernama Kayafas, dan mereka merundingkan suatu rencana untuk menangkap Yesus dengan tipu muslihat dan untuk membunuh Dia. Tetapi mereka berkata: "Jangan pada waktu perayaan, supaya jangan timbul keributan di antara rakyat." Orang-orang ini merencanakan dan memikirkan hal-hal ini di sekitar waktu Hari raya Roti
39

Tidak Beragi/Paskah. Sungguh tidak benar! Tetapi, apakah yang kupikirkan di waktu-waktu menjelang Paskah? Kelicikan? Tipu muslihat? Atau, mungkin sesuatu yang lebih halus? Memikirkan pekerjaan, masalah, kekuatiran? Mungkin hari-hari ini ada yang mengutuk dan bersumpah diri sendiri seperti Petrus sehabis menyangkal Tuhan Yesus. (Matius 26: 74). Kita mengingat kesalahan-kesalahan kita dan merasa sangat sedih. Oh Tuhan Yesus, Engkau telah mati di kayu salib dan bangkit. DarahMu yang tercurah adalah demikian berharga. Hari-hari ini aku mau belajar mengerti arti dan kuasa pengorbananMu dengan sepenuhnya. Ku datang kepadaMu dan biarlah pengorbananMu memulihkan dan menyucikan hidupku! Posted by: Kasih / 2:00 AM 0 comments Menghamparkan Jubahku Markus 11: 7-8 Lalu mereka membawa keledai itu kepada Yesus, dan mengalasinya dengan pakaian mereka, kemudian Yesus naik ke atasnya. Banyak orang yang menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang menyebarkan ranting-ranting hijau yang mereka ambil dari ladang. Beberapa hari sebelum kematian Tuhan Yesus, umat Israel menyambut masukNya di atas seekor keledai ke kota Yerusalem dengan menghamparkan pakaiannnya di jalan. Pertanyaan yang sangat penting adalah jubah apakah yang akan kuhamparkan untuk memperingati masuknya Tuhan dalam hidupku? Kemunafikan, di mana aku hanya menunjukkan hal-hal yang menutup-tutupi dosa-dosaku padahal semua itu belum terbereskan? Atau, ketidak-setiaan, di mana aku untuk sesaat memuji dan memuliakan Tuhan, tetapi dalam waktu yang singkat, kutinggalkan dan kulupakanNya? Atau, mungkinkah kuhamparkan jubah kebenaran dan kekudusan, yang Dia kenakan kepadaku karena kematianNya di kayu salib? Tuhan, kebenaranMu dan bukan kebenaranku, yang Engkau anugrahkan, hanyalah itu yang layak untuk menyambutMu, Rajaku. Yesaya 61: 10 Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya. Posted by: Kasih / 8:57 AM 0 comments Menuang Sebuah Buli Minyak 2 Raja-raja 4: 2b-4 Berkatalah perempuan itu: "Hambamu ini tidak punya sesuatu apapun di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak." Lalu berkatalah Elisa: "Pergilah, mintalah bejana-bejana dari luar, dari pada segala tetanggamu, bejana-bejana kosong, tetapi jangan terlalu sedikit. Kemudian masuklah, tutuplah pintu sesudah engkau dan anak-anakmu masuk, lalu tuanglah minyak itu ke dalam segala bejana. Mana yang penuh, angkatlah!" Apa yang kupunya hanyalah sedikit. Ada perintah untuk meminta bejana-bejana dan supaya aku mulai menuang. Adalah tanggung-jawabku untuk menuang apa saja yang ada. Berkatku, bakatku, keringatku, tangisku, tenagaku. Oh Tuhan pegang kuat tanganku supaya aku mulai mau terus menuang. Kucari bejana-bejana tetapi kuatkanku supaya aku tidak ragu-ragu untuk
40

menuang sedikit minyak yang masih ada. Kupercaya akan janjiMu bahwa semua bejana akan diisi! Posted by: Kasih / 12:36 AM 0 comments Dari Generasi ke Generasi Mazmur 115: 14 Kiranya TUHAN memberi pertambahan kepada kamu, kepada kamu dan kepada anak-anakmu. Tuhanku adalah Tuhan yang peduli dari generasi ke generasi bahkan sampai ke kekekalan. Betapa seringnya aku mengkhawatirkan hal-hal untuk masa depanku. Dari mana datangnya makananku? Apa yang akan terjadi dengan keluargaku? Bagaimana caranya hal ini akan terjadi? Banyak pertanyaan. Tetapi Firman mengatakan pertambahan bukan kekurangan, kepadaku, kepada keluargaku dan kepada keturunanku. Mazmur 115: 16 Langit itu langit kepunyaan TUHAN, dan bumi itu telah diberikan-Nya kepada anak-anak manusia. Posted by: Kasih / 1:49 AM 0 comments Sabar Menunggu Kejadian. 16: 16 - Kejadian 17: 1-2: Abram berumur delapan puluh enam tahun, ketika Hagar melahirkan Ismael baginya. Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: "Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela. Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat banyak." Abram mendapatkan Ishak pada waktu dia berumur 100 tahun setelah Tuhan menampakkan DiriNya pada waktu dia berumur 99 tahun. Ini 14 tahun setelah lahirnya Ismael. Aku bisa bayangkan betapa lama Abram menunggu janji Tuhan sampai-sampai dia berusaha mendahului rencana Tuhan dengan melalui Hagar dan Ismael. Bahkan antara Kejadian 16-Kejadian 17 (13 tahun lamanya), tidak tertulis apapun mengenai suaraNya kepada Abram. Oh Tuhan, ajar aku untuk menunggu dengan sabar akan janjiMu. Ajar aku untuk tetap percaya meskipun seakan-akan Engkau berhenti berbicara kepadaku. Kuatkan dan pegang tanganku supaya aku tidak melakukan apapun yang melancangi langkah-langkahMu! Posted by: Kasih / 1:37 AM 0 comments Seperti Inilah Jadinya Mazmur 135: 15-18 Berhala bangsa-bangsa adalah perak dan emas, buatan tangan manusia, mempunyai mulut, tetapi tidak dapat berkata-kata, mempunyai mata, tetapi tidak dapat melihat, mempunyai telinga, tetapi tidak dapat mendengar, juga nafas tidak ada dalam mulut mereka. Seperti itulah jadinya orang-orang yang membuatnya, semua orang yang percaya kepadanya. Apakah berhalaku? Selembar ijazah? Budi-pekerti? Hikmat? Harta? Bakat? Oh Tuhan, kutaruh semua milik dan pemberianku di tanganMu. Di tanganku ini semua menghasilkan ketidakmampuan. Di cengkeraman RohMu aku akan dapat berkata-kata, aku akan dapat melihat dan
41

aku akan dapat bernafas. Seperti inilah jadinya aku karena aku percaya kepadaMu. Terpujilah TUHAN dari Sion, Dia yang diam di Yerusalem! Haleluya! Posted by: Kasih / 12:56 AM 0 comments Luar Biasa Ini Orang Mazmur 18: 20-21 TUHAN memperlakukan aku sesuai dengan kebenaranku, Ia membalas kepadaku sesuai dengan kesucian tanganku, sebab aku tetap mengikuti jalan TUHAN dan tidak berlaku fasik terhadap Allahku. Ini sungguh berani dan menakjubkan! Tidak akan terbersit dalam pikiranku untuk berani mengatakan kepada Tuhan untuk membalas atau bertindak kepadaku menurut kesucian hidupku. Luar biasa berani kata-kata Daud ini! Aku tidak dapat membayangkan betapa dewasa hidup kerohanian Daud sampai dia begitu yakin akan hidup yang dia alami. Aku yakin ini bukan karena Daud sombong atau congkak akan kedudukannya, karena dia bermazmur: ..., tetapi orang yang memandang dengan congkak Kaurendahkan (Mazmur 18: 27b). Aku yakin ini bisa jadi karena dia begitu mengenal akan ketetapan-ketetapan Tuhan. Karena dia bersekutu siang dan malam dengan Tuhan dan merenungkan FirmanNya, dia begitu yakin akan jalanNya. Karena dia menyembah Penciptanya di setiap saat, dia begitu dekat dengan Bapa. Dan karena Roh Kudus menguasai dan mencengkram tindak-tanduknya, dia begitu beriman akan kemurahanNya. Oh Tuhan, kapan aku bisa jadi begini? Luar biasa ini orang! Posted by: Kasih / 12:03 AM 0 comments Apakah yang diluaskan melalui hidupku? Yer. 23: 15 Sebab itu beginilah firman TUHAN semesta alam mengenai para nabi itu: "Sesungguhnya, Aku akan memberi mereka makan ipuh dan minum racun, sebab dari para nabi Yerusalem telah meluas kefasikan ke seluruh negeri." Di dunia selalu ada lalang dan selalu ada gandum. Selalu ada yang orang benar dan selalu ada orang yang pura-pura benar. Ada nabi yang palsu dan ada nabi Tuhan. Ya, masih ada nabi-nabi Tuhan di zaman sekarang. Tetapi yang mengkhawatirkan, adalah bahwa dari para nabi yang palsu, mereka pasti akan meluaskan atau menyebarkan kefasikan. Berarti ada suatu prinsip, bahwa kalau seseorang melayani Tuhan tanpa kekudusan dan ketaatan, hal-hal yang tidak benar akan disebarkan kepada yang dilayani. Kalau orang tua tidak dalam jalan kebenaran, maka anak-anak akan menerima getahnya. Oh Tuhan, jaga diriku! Jaga jalanku supaya aku, keluargaku dan semua rekan atau kerabatku, agar kami tidak menyebarkan hal-hal yang tidak benar! Peganglah tangan kami supaya kami boleh meluaskan kebajikan, kekudusan dan kebenaranMu! Dan ajar kami untuk mengenali nabi-nabiMu yang benar supaya kami boleh mendengar dan taat! Posted by: Kasih / 4:18 AM 0 comments
42

Kelebihan Kekasihku Kidung Agung 5: 9 --Apakah kelebihan kekasihmu dari pada kekasih yang lain, hai jelita di antara wanita? Apakah kelebihan kekasihmu dari pada kekasih yang lain, sehingga kausumpahi kami begini? Hidupku sebagai kekasihNya, sudahkah ini mengakibatkan orang lain demikian kagum dan sangat ingin tahu akan Dia? Sudahkah kasihNya mengalir demikian laju melalui hidupku sehingga orang-orang di sekitarku terheran-heran akan kasihNya? Tertulis di ayat 9 bahwa kekasihku, yaitu Tuhan Yesus sendiri, yang punya segala kelebihan. Bukan kelebihan bakatku, bukan kelebihan kasihku, dan bukan kelebihan diriku. Oh Tuhanku, kekasihku jiwaku, aku mohon bahwa dunia hanya melihat Engkau dan Engkau saja! Maka Kupersilahkan Engkau untuk makin bertambah dan aku makin berkurang! Dan aku, boleh menyaksikan dan menjawab dengan tegas segala kelebihan-kelebihanMu, ya Tuhan. Posted by: Kasih / 12:39 AM 0 comments Untuk Segala Sesuatu Ada Waktunya Pengkhotbah 8: 5-6 Siapa yang mematuhi perintah tidak akan mengalami perkara yang mencelakakan, dan hati orang berhikmat mengetahui waktu pengadilan, karena untuk segala sesuatu ada waktu pengadilan, dan kejahatan manusia menekan dirinya. Betapa seringnya aku ingin mempercepat terjadinya sesuatu hal dalam hidupku. Kalau bisa sekarang juga aku penuh kuat kuasa, penuh hikmat atau penuh berkat. Ini membuatku gelisah, kuatir, tergesa-gesa dan tak faham akan waktu Tuhan. Bahkan, terkadang terbersit pertimbangan untuk menggunakan "jalur-jalur khusus", yang penuh dengan tanda tanya, demi penyelesaian masalah. Inilah kurasa apa yang dimaksud dengan arti "kejahatan manusia yang menekan dirinya". Dinyatakan di Pengkhotbah 9: 11 Lagi aku melihat di bawah matahari bahwa kemenangan perlombaan bukan untuk yang cepat, dan keunggulan perjuangan bukan untuk yang kuat, juga roti bukan untuk yang berhikmat, kekayaan bukan untuk yang cerdas, dan karunia bukan untuk yang cerdik cendekia, karena waktu dan nasib dialami mereka semua. Tetapi bukankah waktu dan nasib kita di tangan Tuhan? Apakah nasib yang sudah ditentukanNya untukku? Yeremia 29: 11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Halleluya!! Nasibku penuh damai sejahtera!! Posted by: Kasih / 12:46 AM 0 comments Ikutlah Aku! Matius 4: 19
43

Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia." Beberapa waktu yang lalu aku mendapat firman yang memerintahkanku untuk "menebar jala di tempat yang dalam", ke tempat yang belum kujelalahi. Dalam hati aku bertanya-tanya arah dan tujuan dari pesan ini. Dia membisikkan beberapa hal yang dapat kulakukan sebagai langkah pertama; ini adalah langkah pertama dari pihakku yang menyatakan "Ini aku Tuhan dengan segala keterbatasanku, tetapi aku mau belajar untuk taat melangkah." Kemarin aku mendapat sebuah surat dari seorang hamba Tuhan yang menyampaikan isi hatinya mengenai perintah "Ikutlah Aku." Aku tertegun karena kalimat inilah yang dikatakan Tuhan Yesus kepada Simon setelah Simon selesai menjala ke tempat yang dalam di Luk. 5: 111. "Ini pasti petunjuk berikutnya", kata hatiku setelah membaca ini. Apa yang hamba Tuhan ini kataka tentang perintah "Ikutlah Aku" ini? Dia berkata bahwa terkadang, mentaati ini mengisyaratkan tentang sesuatu perubahan yang menuju ke arahan-arahan baru dalam hidup. Tetapi, ini juga bisa berarti bahwa dibutuhkan iman dan ketekunan untuk terus setia berpegang akan jalan yang sudah ditetapkan oleh Bapa untuk kita lewati. Terima kasih untuk petunjuk ini. Tuhan, aku belajar untuk taat. Peganglah tanganku, Roh Kudus! Bawaku ke air yang tenang. Dan ku mau setia berjalan di jalan kebenaranMu. Posted by: Kasih / 1:09 AM 0 comments Jangan Main-Main dengan Kuasa Kegelapan! Yesaya 7: 9b .. Jika kamu tidak percaya, sungguh, kamu tidak teguh jaya." Oh betapa seringnya kita meragukan Firman Tuhan. Sering kita bergumam apakah ini memang benar? Sering kita lebih percaya akan apa yang manusia katakan. Lebih celaka lagi kita percaya akan hal-hal dari kuasa kegelapan. Baru saja aku melihat sebuah situs SMUK di Surabaya yang berdasarkan asas kristiani. Salah satu alumni mengusulkan agar supaya situs ini selalu tampak lebih baru dan keren, bagaimana kalau ditambah dengan kolom astrologi/horoskop yang diperbaharui setiap hari. Ini orang pernah pergi ke sekolah kristiani??!!! Dan apabila orang berkata kepada kamu: "Mintalah petunjuk kepada arwah dan roh-roh peramal yang berbisik-bisik dan komat-kamit," maka jawablah: "Bukankah suatu bangsa patut meminta petunjuk kepada allahnya? Atau haruskah mereka meminta petunjuk kepada orangorang mati bagi orang-orang hidup?" (Yes. 8:19) Sangat jelas firman ini. Jangan coba-coba keluar dari batas-batas kebebasan yang telah diberikanNya. Jangan baca horoskop. Jangan minta nasihat "orang pintar". Jangan senang melihat, menonton dan main-main dengan kuasa kegelapan! Jangan! Jangan! Jangan! Jangan berkata "Ah cuma sekedar hiburan!". Aku tidak peduli kalau ada yang tersinggung membaca ini. Jangan melecehkan kuasa penebusan darah Yesus di dalam hidup kita sekalian. Jangan sampai kita tidak percaya kepada Firman. Dikatakan bisa-bisa, oh salah, bukan bisabisa, tetapi pasti kita tidak teguh jaya! Kita telah diberikan Firman Allah yang Hidup, yang memberi kita kemenangan, kesejahteraan dan kebebasan. Baca dong itu Firman! Posted by: Kasih / 1:35 AM 0 comments Hamba yang Baik? Hari ini aku mengunjungi kebaktian untuk penguburan seorang ibu. Puji NamaNya karena ibu ini adalah seorang yang mengaku Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Seperti biasa,
44

handai taulan dan rekan-rekan dari keluarga datang berkumpul bersama untuk acara ini. Ditengah isak-tangis dan rasa gundah yang tentunya terasa, aku dengar seseorang menyatakan bahwa ini adalah saat terakhir di mana para hadirin dapat memberikan hormat atas hidup yang telah dilewati oleh ibu ini. Aku tertegun untuk sejenak ketika mendengar ini dan tiba-tiba di benakku ada suatu pikiran yang menguatkan. Tercetus bahwa ini bukan saat yang terakhir. Ini sangat bukan saat itu. Bukankah suatu hari di kekekalan, kita semua orang-orang kudus, akan memberi ibu ini tepuktangan yang sangat meriah dan tak berkesudahan ketika Bapa di surga menyatakan " Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik!." Oh betapa indah dan hebatnya saat itu. Dan bukankah ini menjadi sesuatu yang aku nanti-nantikan juga untuk kekasih-kekasihku yang telah mendahului aku? Sudahkah aku siap untuk bertatap muka dengan BapaKu? Apakah aku sudah bersiap-sedia untuk dipanggil sebagai hamba yang baik? Roh Kudus, teruslah bekerja dalam hidupku!

Posted by: Kasih / 1:15 AM 0 comments Laskar Kristus 2 Timotius 2: 3-4 Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya. Seorang prajurit yang baik akan: a) Berjuang. Melatih dirinya untuk peperangan rohani. Mendisiplin dirinya untuk mentaati segala peraturan, yaitu peraturan kasih. Memperlengkapi dirinya dengan dan percaya akan keampuhan atas persenjataan yang sudah diberikan (Ef. 6:11-18). b) Tidak memusingkan (tidak kuatir) akan penghidupannya; Tuhan sudah dan akan mencukupi dalam segala hal (Mat. 6: 25-34). c) Berusaha dengan segala upaya untuk menyenangkan Panglima Perangnya (Mrk. 12: 29-30). d) Percaya karena Panglima Perangnya adalah YHWH Nissi (Kel. 17:15) maka kemenangan sudah dijamin. Posted by: Kasih / 12:33 AM 0 comments Janganlah Kamu Kuatir! Yohanes 18: 1b-2, 26b-27 (vs. 1b-2) Di situ ada suatu taman dan Ia masuk ke taman itu bersama-sama dengan muridmurid-Nya. Yudas, yang mengkhianati Yesus, tahu juga tempat itu, karena Yesus sering berkumpul di situ dengan murid-murid-Nya. (vs 26b-27) Kata seorang hamba Imam Besar, seorang keluarga dari hamba yang telinganya dipotong Petrus: "Bukankah engkau kulihat di taman itu bersama-sama dengan Dia?" Maka Petrus menyangkalnya pula dan ketika itu berkokoklah ayam. Petrus menyangkal Yesus ketiga-kalinya di suatu taman, taman di mana ia sering berkumpul dengan Yesus dan murid-murid yang lain. Aku rasa ini tempat yang sangat mereka kenal. Ini adalah tempat di mana mereka bercengkerama, bersekutu, dan berdoa. Tetapi, di tempat inilah Petrus menyangkal Yesus. Bukankah kita sering menghadapi atau berada di dalam sesuatu tempat, yang bukan secara fisik, tetapi suatu kondisi/tantangan di mana kita sangat mengenal seluk-beluknya? Tantangan
45

di pekerjaan, keluarga, pelayanan dan kehidupan sehari-hari yang selalu kita bawa dalam doa dan selalu kita diskusikan dengan Tuhan? Kita sudah mengenalNya, mengenal kuasaNya dan kasihNya di hal-hal yang sangat kita kenal ini. Tetapi, justru bukankah kita seringkali meragukan dan kuatir akan permasalahan yang kita hadapi, dan dengan ini menyangkal kenyataan bahwa Dia berkuasa? Mat. 6: 34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

Posted by: Kasih / 2:10 AM 0 comments Perlindungan Ilahi Pengkhotbah 7:12 Karena perlindungan hikmat adalah seperti perlindungan uang. Dan beruntunglah yang mengetahui bahwa hikmat memelihara hidup pemilik-pemiliknya. Pada waktu aku mempelajari ayat ini, dinyatakan bahwa menurut arti asalnya, kata 'perlindungan' juga berarti naungan atau bayangan ('shadow'). Ini sungguh menarik. Sebab kata yang sama dipakai di Yesaya 4: 5-6 untuk menggambarkan perlindungan Kemuliaan Tuhan atas umat Israel; ini juga bisa diartikan bahwa Pribadi Tuhan sendiri hadir di tengah tiang awan atau api itu. Juga di Kidung Agung 2:3, kata ini dipakai untuk menggambarkan naungan Kekasih Jiwa pada pengantinNya. Jadi ada beberapa nuansa pengertian dari kata perlindungan/naungan/lingkupan ini: a) Perlindungan Tuhan (Yesaya 4: 5-6, Mazmur 17:8, 91:1). b) Perlindungan hikmatNya (Pengkotbah 7:12) c) Perlindungan uang (Pengkotbah 7:12) Apakah bedanya? Betapa sering kita hanya meminta berkat materi sebagai perlindungan uang kita. Tentunya, meminta berkat materi tidak salah, tetapi bukan keseluruhannya. Perlindungan uang mempunyai batas; ini membantu untuk memberi perlindungan tubuh kita. Hanyalah tubuh dan inipun tidak menyeluruh. Pengkotbah 7:12 menyatakan bahwa perlindungan hikmat memelihara hidup pemiliknya. Memelihara berarti menjaga sesuatu. Apa yang dijaga? Hidup, agar selalu dalam keadaan yang baik bahkan kalau bisa menjadi sempurna. Hidup apa? Hidup tubuh, jiwa dan roh. O betapa pentingnya hikmat ini. Tetapi, hikmat hanyalah memelihara. Perlindungan Tuhan, yang juga bisa diartikan hadirat dari Pribadi Tuhan sendiri, bukan saja memelihara, tetapi inilah yang menciptakan, memberi dan mengendalikan hidup. Hidup kita mulai sekarang sampai selama-lamanya. Halleluyah!!! Oh Tuhan, aku mohon berkat materi untuk kebutuhan hidup tubuhku sehari-hari. Lebih daripada itu, aku mohon hikmatMu supaya tubuh, jiwa dan rohku baik dan terpelihara adanya. Tetapi yang terutama, aku mohon Engkau dan PribadiHu sendiri yang melingkupiku agar supaya ada hidup baru yang tercipta, terkendali, teratur dan taat. Posted by: Kasih / 12:48 AM 0 comments Terbitlah Terang!

46

Yes. 58: 9-10 Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan TUHAN akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku! Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah, apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas maka terangmu akan terbit dalam gelap dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari. Tuhan, aku berdoa supaya terangMu terbit akan aku, keluargaku, gerejaku, pelayananku, wilayah kediamanku dan bangsaku. Ajar aku untuk melepaskan kuk-kuk sesamaku, membagikan kepada yang lapar roti jasmani dan Roti Hidup dan juga, merendahkan diriku supaya aku tak menyalahkan orang lain! Kuserahkan kendali kepadaMu, Roh Kudus, agar terangNya boleh bersinar di atas, di dalam, melalui dan melingkupi hidupku. Posted by: Kasih / 1:27 AM 0 comments Ketaatan Yusuf Matius 2: 13 Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia." Luar biasa Yusuf, ayah dari Tuhan Yesus, ini. Tiga kali di Lukas 1 dan 2 ia mendapat perintah dari malaikat Tuhan dalam mimpi. Ini bukan sembarang perintah. Ini menyangkut dengan siapa dia harus menikah dan di mana keluarganya harus menetap. Dan pasti, bahkan sampai masa ini, keputusan-keputusan seperti ini masih sangat penting dalam hidup setiap orang. Tiga kali Yusuf diperintah, tiga kali dengan segera Yusuf bersedia untuk mentaatinya. Dan karenanya, sejarah, bukan saja sejarah dunia, tetapi sejarah kekal, dicetak. Ku rasa di masa kecilnya, Yusuf pasti sering mendapat mimpi dari Tuhan dan belajar untuk mentaatinya sebelum dia mendapat ketiga mimpi ini. Tidak heran Tuhan mempercayai dia untuk membesarkan Yesus di dunia ini. Orangnya taat Firman Tuhan sih! O Tuhan, ajar aku untuk mentaatimu. Ku tak peduli bagaimana Engkau menyampaikannya kepadaku. Yang penting sampaikan dengan jelas dan nyata, Tuhan! Dan, beriku kekuatan untuk melakukannya. Posted by: Kasih / 2:03 AM 0 comments Menebar Jala di Tempat Yang Dalam Lukas 5: 4,5 Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." Seseorang baru saja mengajarku untuk melempar jalaku ke tempat yang dalam. Ke manakah itu? Ke tempat yang belum kujelajahi. Ditengah rutinitas hidup, sebuah rutinitas yang di mata dunia sepertinya adalah penuh keringat, keletih-lesuan, kegagalan dan ketidak-berhasilan, ada sebuah perintah dari Tuhan Yesus. Tebar jalamu ke tempat yang dalam, ke tempat yang belum kau arungi! Percayalah! Taatlah! Lakukanlah! Sekarang! Jadilah seperti Simon. Meskipun dia belum melihat apa-apa dengan
47

mata duniawi, tetapi mata rohaninya melihat bahwa Yesus, Orang yang menyembuhkan ibu mertuanya, adalah penuh dengan kebenaran dan kuasa. Ya Yesus, aku mau melakukan perintahMu! Posted by: Kasih / 5:23 AM 0 comments Hukum Kerajaan Allah Yakobus 2:8,9 Akan tetapi jikalau kamu menurut hukum kerajaan, sebagaimana nas Alkitab: Hendaklah engkau mengasihi sesamamu manusia seperti dirimu sendiri, maka baik juga perbuatanmu itu; tetapi jikalau kamu menilik atas rupa orang, kamu berbuat dosa, dan kamu dihukumkan oleh hukum itu menjadi orang melanggar hukum. (TL) Sungguh menarik ayat yang kubaca dari Terjemahan Lama ini. Bilamana aku membedakan perlakuanku terhadap orang miskin, aku melanggar titahNya. Hmm, jadi kalau aku memperlakukan seorang miskin dengan tidak benar, itu melanggar hukumNya. Padahal aku kan seorang anak Raja, bahkan anak Raja segala raja? Tidak bisa aku melanggar hukum kerajaan Allah. Apalagi, kalau aku benar-benar seorang bangsawan, aku harus berperilaku seperti seorang bangsawan! Jadi, bukankah ini berarti aku harus belajar memperlakukan setiap orang seperti seorang anak raja? Posted by: Kasih / 12:01 AM 0 comments Menantikan Mazmur 27:13,14 Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup! Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN! Menantikan adalah sesuatu yang sering kali sungguh-sungguh menjemukan. Menantikan keluarga untuk lebih mengasihiNya, menantikan janjiNya terwujud dalam hidupku, bahkan menantikan antri pembayaran kasir adalah hal-hal yang sangat menantang pribadiku. Tuhan, Engkau berfirman untuk menantikanMu. Oh Tuhan, seringkali aku hanya mau "melihat kebaikanMu" menurut jadwal pribadiku. Maka pada hari ini aku mau menurut firmanMu, yaitu menguatkan dan meneguhkan hatiku. Ya Tuhan, sekarang juga tubuh, jiwa dan rohku tunduk kepada RohMu. Oleh karenanya aku akan kuat dan teguh. Dan ya, aku akan berhasil untuk menantikan Engkau, Penciptaku! Posted by: Kasih / 1:19 AM 0 comments Mahkota Emas Tua Mazmur 21:3 Sebab Engkau menyambut dia dengan berkat melimpah; Engkau menaruh mahkota dari emas tua di atas kepalanya. Mahkota dari emas tua? Tuhan, apakah artinya emas tua? Apakah perbedaannya dengan jenis emas lain? Kata "tua" menyarankan bahwa ada proses waktu yang dialami. Sedangkan "emas" adalah logam mulia. Hmm, apakah ini berarti bahwa mahkotaku (pahala, berkat, dan janjijanjiMu) adalah sesuatu yang mulia dan sangat berharga, tetapi dibutuhkan waktu untuk pemrosesannya? Apakah ini berarti bahwa ada penempaan, peleburan dan pembentukan supaya mahkotaku bukanlah menjadi sembarang benda? Oh Tuhan, aku bersyukur dan menyambut berkatMu yang melimpah. Aku bersyukur bahwa ada penempaan, peleburan dan pembentukan di dalam hidupku. Aku sekarang mengerti bahwa
48

ini harus terjadi supaya aku beroleh mahkota dari emas tua. Terima kasih, Rajaku, bahwa Engkau mempersiapkanku untuk menjadi seorang raja! Posted by: Kasih / 4:00 AM 0 comments Tinggal di Kerajaan Allah Yer. 23: 7,8 Sebab itu, demikianlah firman TUHAN, sesungguhnya, waktunya akan datang, bahwa orang tidak lagi mengatakan: Demi TUHAN yang hidup yang menuntun orang Israel keluar dari tanah Mesir!, melainkan: Demi TUHAN yang hidup yang menuntun dan membawa pulang keturunan kaum Israel keluar dari tanah utara dan dari segala negeri ke mana Ia telah menceraiberaikan mereka!, maka mereka akan tinggal di tanahnya sendiri." Akan tiba saatnya di mana Tuhan bukan saja dikenal sebagai penuntun kita untuk keluar dari tanah Mesir; ini berarti bahwa Dia hanya dikenal sebagai Juruselamat oleh kita. Melainkan, Dia akan menuntun kita ke tanah perjanjian, tanah kita sendiri yang sudah ditentukanNya untuk kita. Suatu "tempat" penuh susu dan madu, di mana Dia adalah Raja segala Raja dan kita sebagai umatNya tunduk, takluk dan taat kepada titah-titahNya. Ini tak mempersoalkan bagaimana keadaan sosial, politik atau ekonomi yang kita alami atau hadapi di bumi ini. Tetapi melalui Roh Kudus, kedaulatan Bapa akan disampaikan ke setiap hati umat percaya; jadi, umatNya percaya, melakukan dan takut akan kuasa otoritasNya saat ini juga. Datanglah KerajaanMu, Tuhan! Posted by: Kasih / 5:08 AM 0 comments Kota Kediamanku Yeremia 29:7 Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu. Bukankah aku hanya seorang "perantau" di bumi ini? Kemana dan dimanapun aku berdiam, ternyata aku harus berdoa untuk tempat kediamanku. Tuhan, aku mau belajar berhenti mengkritik dan tidak menggerutu tentang kota kediamanku. Berkati kotaku, Tuhan, supaya ada kesejahteraan yang berlimpah. Posted by: Kasih / 1:24 AM 0 comments Pintu Gerbang TUHAN Mazmur 118: 20-21 Bukakanlah aku pintu gerbang kebenaran, aku hendak masuk ke dalamnya, hendak mengucap syukur kepada TUHAN. Inilah pintu gerbang TUHAN, orang-orang benar akan masuk ke dalamnya. Ada sebuah "pintu", pintu gerbang Tuhan. Dikatakan orang-orang benar akan masuk (akan = sesuatu yang mendatang); jadi bukankah ini berarti bahwa meskipun aku sekarang adalah seorang yang benar, ada sebuah pintu yang masih harus kumasuki. Pintu apakah ini? Dikatakan Daud hendak mengucap syukur di dalamnya. O, ada tempat rahasia di mana aku harus cari dan masuk untuk pengucapan syukurku. Di manakah ini, Tuhan? Yang sungguh aneh ialah Daud menemukan "tempat" ini setelah ayat 19, setelah dia dihajar keras oleh Tuhan. Tuhan, buka mataku! Buka jalanMu! Di tengah hajaranMu, buka pintu gerbang kebenaran ini! Supaya aku, seperti Daud, juga boleh mengucap syukur. Posted by: Kasih / 1:58 AM 0 comments JanjiMu Ya dan Amin "Jadilah kehendakmu, di bumi seperti yang di surga." Itu doaku dan janji yang telah Kau
49

berikan padaku. Di bumi ini. Tetapi, seringkali di sekeliling hidupku, masih belum ada pernyataan sepenuh dari "surga" di bumiku. Ya, aku sungguh amat bahagia, tetapi aku juga tahu bahwa surga jauh lebih dari apa yang bisa aku alami dan bayangkan pada saat-saat ini. Dan yang aku jalani sekarang, itu hanya sepercik dari apa yang telah Kausediakan. Oh Tuhan, seperti bangsa Israel, aku mulai melihat tanah perjanjianMu di Kanaan. Bahkan aku mulai merasa manisnya madu dan segarnya susu tanah perjanjianMu meskipun setetespun belum kukecap. JanjiMu, Bapa, JanjiMu ya dan amin. Tak akan kulepaskan. Tak akan kusangkal dengan pikiranku. Tak akan kuingkari dengan mulutku. Aku mau percaya, aku percaya dan aku selalu percaya bahwa aku akan melihat kebaikanMu di negeri orang yang hidup. Posted by: Kasih / 12:20 AM 0 comments Engkau Baik dan Setia. Hari ini aku merasa demikian sulit untuk mendengar suaraNya dan membaca FirmanNya. Apa yang kubaca serasa seperti sekedar huruf-huruf saja; apa yang kurasa seperti seseorang yang tidak yakin apakah ia berada di jalan yang benar. Di mana Engkau, Tuhan? Apakah aku berbuat dosa sehingga Engkau menjauh? Apakah aku acuh terhadapMu di dalam doa-doaKu? Tubuhku lemah. Jiwaku haus. Rohku rindu, Roh Kudus. Mazmur 121: 1a-2 Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku? Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. Ya, Tuhan. Aku tetap berharap kepada Engkau. Pegang tanganku; Janganlah menjauh! Sebab aku tahu Engkau baik dan setia adanya. Posted by: Kasih / 1:36 AM 0 comments Lepaskanlah Aku dari Yang Jahat Markus 14:10-11 Lalu pergilah Yudas Iskariot, salah seorang dari kedua belas murid itu, kepada imam-imam kepala dengan maksud untuk menyerahkan Yesus kepada mereka. Mereka sangat gembira waktu mendengarnya dan mereka berjanji akan memberikan uang kepadanya. Kemudian ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus. Aku tak pernah sadar bahwa Yudas berkomplot dan "merenungkan" rencananya untuk menyerahkan Yesus. Ada waktu atau tempo cukup banyak yang terlewat sebelum dia melakukan tindakan kejinya. Tetapi bukankah terkadang itu terjadi dalam hidupku? Aku pernah merencanakan tindakan dosa-dosaku. Oh, Tuhan, ampunilah aku. Kau sering beri aku waktu untuk bertobat dan aku masih lalaikan kesempatan itu. Jangan sampai aku sebodoh itu lagi. Oh Tuhan, jangan bawa aku ke dalam percobaan, tetapi lepaskanlah dari yang jahat! Posted by: Kasih / 1:01 AM 0 comments Ukuran Salib Salib terdiri dari bagian vertical (melambangkan hubunganku denganNya) dan horizontal (hubunganku dengan sesama). Proporsi kedua hal ini jelas; setiap salib mempunyai bagian vertical yang lebih panjang dari yang horizontal. Jadi, takaran dan kemampuanku untuk mengasihi sesama tergantung dengan ukuran dan takaran dari hubungan kasihku denganNya. Tambah besar vertical, baru bisa lebih besar yang horizontal. Tidak bisa mengasihi sesama kalau hubunganKu dengannya tidak ada. Itu namanya bukan salib kalau vertical-nya pendek dan horizontal-nya panjang. Itu namanya balok sandungan. Dari Kotbah Minggu yang Baru Lewat Posted by: Kasih / 2:32 AM 0 comments

50

Yesus Mana Yang Kupilih? Matius 27:18, 20, 23 (ay.18) Karena mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus berkata kepada mereka: "Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Yesus Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?" (ay. 20) Tetapi oleh hasutan imam-imam kepala dan tua-tua, orang banyak bertekad untuk meminta supaya Barabas dibebaskan dan Yesus dihukum mati.(ay.23) Katanya: "Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?" Namun mereka makin keras berteriak: "Ia harus disalibkan!" Tiap hari aku dihadapkan ke suatu pilihan: Menyalibkan Yesus Barabas atau Yesus Kristus. Nama permulaannya sama, sehingga terkadang aku dihadapkan ke pilihan yang mirip. Tetapi, tidak sama! Yang satu aku bisa menyalibkan Yesus Kristus sekali lagi. Oh sungguh tragis. Atau aku bisa menyalibkan "Barabas yang terkenal akan kejahatannya (ayat 16)"; Ya, Tuhan, dagingkulah yang harus disalibkan!!!! Lindungi aku, Tuhan, dari hasutan-hasutan si jahat! Biarlah aku waspada bilamana jiwaku mulai berteriak dengan keras untuk "menyalibkan" seseorang! Posted by: Kasih / 3:28 AM 0 comments Masih Ragukah Aku?! Matius 28: 16-20 Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu. Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." Bukankah Engkau dengan jelas menyampaikan pesanNya kepadaku? Dan aku mulai menyembahHu, Raja segala Raja! Ku bersyukur sebab Engkau hidup. Sbab Dia hidup, ada hari esok. LaLaLa! O, tetapi seringkali, ditengah sembah pujiku, timbul keragu-raguan. Ini lebih celaka dari Tomas. Sudah melihat, masih ragu-ragu. Ampuni aku, Tuhan!! Tetapi waktu aku masih ragu-ragu, Engkau mendekati. Sungguh pengasih dan penyayang Engkau, Tuhan! HALLELUYAH!!!! Nggak gitu aja, Engkau janji penyertaanMu sampai akhir zaman. Ini Tuhan sungguh heran ya! Posted by: Kasih / 5:11 AM 0 comments Mau ikut partisipasi ah!!!! Lukas 8:1-3 Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia, dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuanperempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka. Tuhan Yesus kan sebetulnya tidak "butuh" kekayaan mereka untuk pelayananNya. Dia bisa bayar pajak dengan memerintahkan Petrus untuk memancing dan mendapatkan uang dari mulut ikan yang dipancing. Hmmm, mungkinkah Dia memberi kesempatan kepada perempuan-perempuan ini untuk "berpartisipasi", supaya Bapak di Surga memberkati mereka dengan berkelimpahan??!!! OK, Tuhan, aku mau berpartisipasi ah!!!! Posted by: Kasih / 6:38 AM 0 comments
51

Melihat Perbedaan Maleakhi 3:18 Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya. Sungguh menarik. Saya membaca ayat 18 dan ini menjanjikanku untuk dapat melihat perbedaan. Tetapi, ayat ini dimulai dengan 'maka'. Jadi mestinya kan ada kondisi-kondisi yang mesti dipenuhi sebelum ayat 18 dipenuhi? Apa sih isi Maleakhi 3? Saya baca a) Pentahiran umatNya (ayat 3) b) Penghakiman akan tukang sihir, penyumpah dusta, orang yang berzinah dan penindas (ayat 5). Tetapi itu kan bagian Tuhan yang lakukan? Bagianku apa? a) Persembahan Persepuluhan supaya tingkap langit dibuka dan berkat dicurahkan (ayat 10) b) Bicaraku jangan kurang ajar. Jangan mengeluh kalau mesti ibadah (ayat 13,14). Dan lagi, ini ayat berikut menarik lho. Ternyata bicara-bicara tentangNya dengan teman-teman yang takut akan Tuhan, dapat upah lho. Ditulis kitab peringatan. Waduh, dapat "prasasti" untukku di surga (ayat 16)! Jadi, semua ini untuk dapat melihat perbedaan. Kalau bisa lihat perbedaan di jasmani , kan mestinya lama-lama bisa lihat di kalam roh? 1Kor. 12: 10b ....dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Hmmm, lagi-lagi, barangsiapa yang setiap akan hal yang kecil,... Posted by: Kasih / 2:50 AM 0 comments Sembuh Yesaya 53:5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kalau kita tidak berdoa dan percaya untuk kesembuhan akan penyakit-penyakit yang "kecil", bagaimana kita dapat percaya untuk kesembuhan penyakit yang "parah"? Iman sebiji sesawi dapat memindahkan gunung, bukan? Paling tidak, punyalah iman sebiji sesawi, diriku!! Dan barangsiapa yang setia akan hal yang kecil,.... Posted by: Kasih / 11:32 PM 0 comments

52


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:1433
posted:12/22/2009
language:Indonesian
pages:52
Description: Kliping elektronik. Kumpulan renungan dan pengajaran Alkitab. Membangun iman, memulihkan dan meneguhkan. Mempermudah pemahaman mengenai ajaran dan kebenaran firman Tuhan.