Docstoc

Renungan Bagi Jiwa 1

Document Sample
Renungan Bagi Jiwa 1 Powered By Docstoc
					RENUNGAN BAGI JIWA
Bagian 1
Kliping Aneka Renungan, Kesaksian dan Ajaran Pembangun Iman (dihimpun dari berbagai sumber)

1 Timotius 2:4, Yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.

1

KATA PENGANTAR Kliping ini merupakan kumpulan tulisan terbaik dari berbagai sumber. Baik sekali jika digunakan sebagai pelengkap pembacaan Alkitab karena memberikan penjelasan yang mudah dipahami serta uraian kontekstual. Sebagaimana ditulis oleh Administrator situs Roti Hidup.com dalam tulisan penutup kliping ini:

Rahasia untuk memahami kehendak Allah: 95% adalah perkara taat kepada kehendak Allah, dan 5% adalah perkara pemahaman.
Saya percaya bahwa para Penulis telah memiliki urapan khusus, pengalaman pribadi dan penghayatan yang baik sehingga mampu menghasilkan tulisan-tulisan yang sedemikian. Ijinkan saya memasukkan karya tulis Anda ke dalam kliping elektronik ini untuk disebarluaskan semata-mata untuk menyebarluaskan firman Tuhan agar menjangkau semakin banyak jiwa, tidak dengan tujuan komersil atau alasan pribadi lainnya. Untuk itu saya menyampaikan penghargaan dan terimakasih kepada semua penulis yang karyanya saya masukkan ke dalam kliping elektronik ini. Anda telah menggunakan waktu untuk menghasilkan sesuatu yang membangun iman para pembaca, pastilah Tuhan Yesus memperhatikan dan membalasnya dengan segala yang terbaik. Tuhan memberkati Anda semua. www.airhidup.com Sucipto Maria John Daniel www.papma-kasih.org Kurniawan Yulia Oeniyati Living Stream Ministry Renungan Pelita Sahabat Pamela Garrion Betty Chan Joseph Wise Poriman Inggou Poppy Pratva Ineke Anggraeni Donny Christian cerita-kristen.com Loren Sartika Pinkrose, Paris van Java Robinson Tulenan Susan P Schutz Henry Sujaya Lie Lydia gpdisacramento dr. Harry Ratulangi dan dr. Andik Wijaya Chuck Ebbs Jim Kolianan Pdm. Johny Kilapong, MA Ayub Abner Mbuilima Erna Liem Henry Sujaya Lie Jonathan L Parapak www.kasihkekal.org
2

Eka Darmaputera Pdt. Indri Gautama John Adisubrata Ir. Stanley I. Sethiadi Ang Tek Khun Pdt. Mary Hartanti Derek Prince Hans P.Tan Pdt. Bigman Sirait Pdt. Erastus Sabdono.M.Th. Rehobot Online Benih Kekal - Departemen Pemuda & Anak Gereja Bethel Indonesia Tim Pengerja GKI Kayu Putih Pdt. Juswantori Ichwan, M. Th. James C. Hefley, terbitan Yayasan Kalam Hidup. George Muller James C. Hefley www.pemudakristen.com Renungan Harian (DH, DC, SS, HW, J, MII, HV, DR, DB, DM, DE, DJ) Ayub Yahya SUARA PEMBARUAN DAILY budiyanto www.rotihidup.com Mohon maaf sekiranya ada nama penulis/ lembaga yang tidak tercantum dalam daftar tersebut. Tuhan Yesus memberkati Anda semua.

Salam hormat dalam kasih Kristus, mosesforesto@gmail.com (Lukisan pada cover depan: “Salib di Tengah Badai”, Oil on Canvas, 60cm X 80cm, Moses Foresto, 2009)

3

Karunia Kasih di dalam Tuhan Yesus Kristus

pengarang : Sucipto Maria Kasih Tuhan di dalam 1 Korintus 13 secara rangkum mengatakan bahwa meskipun saya memiliki segala sesuatu yang di dunia ini bahkan segala karunia rohani namun kalau saya tidak memiliki kasih saya bukan apa-apa: aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing;aku sama sekali tidak berguna; sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku. Kasih merupakan hal yang sering kita abaikan sebagai orang Kristen, karena orang sudah banyak yang terbiasa untuk membalas. Kalau kamu baik sama saya, saya akan baik sama kamu. Kalau kamu jahat sama saya, saya akan lebih jahat lagi sama kamu, atau mungkin saudara cuekin atau tidak peduli lagi sama orang tersebut, atau kalau ketemu tidak mau tegur atau sapain orang tersebut dan mungkin kita menjadi takut sama orang yang jahat sama kita. Itu merupakan prinsip yang kebanyakan kita hadapi. Tetapi mari kita melihat apa yang dikatakan firman Tuhan mengenai kasih. Di dalam 1 Korintus 13:4-8 mendefinisikan kasih. Orang sering kali menyalahgunakan definisi kasih ini karena menurut ayat ini kasih ini, bukan merupakan kasih yang secara duniawi antara dua pasangan, melainkan kasih ini di definisikan secara universal, kepada siapa saja. Baik teman, maupun orang yang memusuhi saudara. Contohnya meskipun ketika Rasul Paulus di hakimi oleh Perkius Festus (Kis24:27) dan Herodes Agripa, Paulus tetap memiliki kasih terhadap mereka dengan mengatakan, "Aku mau berdoa kepada Allah, supaya segera atau lama-kelamaan bukan hanya engkau saja, tetapi semua orang lain yang hadir di sini dan yang mendengarkan perkataanku menjadi sama seperti aku, kecuali belenggu-belenggu ini." (Kis. 26:29) Paulus diolok-olok, namun dia tidak memaki balik orang tersebut, melainkan dia membalas dengan kasih. Karena Paulus yang belum bertobat akan melempar batu balik kepada orang yang menyanggah kepercayaannya kepada Tuhan, tetapi Paulus yang di perbaharui oleh darah dan kemuliaan Yesus Kristus seperti yang tertulis di dalam kesaksiannya, menyinarkan kasih. Tidak hanya bagi Agripa dan Festus namun bagi semua orang yang hadir disitu. "Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu." (1 Kor 13:4-7) Pada dasarnya Paulus tidak berpikir bahwa, tidak mungkin bagi mereka untuk menerima Tuhan, melainkan dia tahu bahwa kabar keselamatan adalah bagi semua orang, Yahudi maupun tidak Yahudi. Orang yang patuh kepada Tuhan seperti perwira yang dilayani Petrus maupun orang yang jahat pada mula nya, seperti Paulus sendiri, sesuai dengan kesaksiannya, ketika ia belum bertobat. Di dalam penjelasannya Paulus, tidak hanya berbicara mengenai kasih namun ia melakukannya. Ketika Paulus berbicara bahwa Dia harus ke Roma(Kis 19:21)
4

meskipun di Roma orang Yahudi di usir dan disiksa. Baru kemudian Tuhan menyatakan kepada Paulus bahwa dia harus ke Romah untuk bersaksi bagi Tuhan (Kis 23:11). Mungkin orang berpikir karena Paulus percaya Tuhan dia tidak akan menderita apa-apa karena Tuhan akan melindunginya, memang Tuhan akan melindungi namun Paulus tetap harus mengambil bagian di dalam perjamuan Kristus. Karena Kasih itu sabar menanggung segala sesuatu(1 Korintus 13:7). "Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih." 1 Yohanes 4:18 Ada orang yang mengatakan, kasih yang dikatakan di dalam Alkitab itu hanya mengenai kasih Tuhan kepada kita, bukan kasih kita kepada sesama. Pernyataan tersebut tidak sepenuhnya benar. Memang Tuhan memiliki kasih yang sempurna namun Tuhan juga memberikan kasih itu kepada kita. Mari kita lihat di dalam firman Tuhan. {sumber : http://lukaswong1st.blogs.friendster.com/my_blog/2007/12/karunia_kasih_d.html}

Tuhan Diatas Kemustahilan

pengarang : Timotius Yuvindro Lukas 1:37 Allah selalu ingin memberikan kekuatan untuk setiap anak-anakNya untuk dapat melakukan perkara yang besar...ada beberapa hal yang dapat kita tangkap agar segala kemustahilan dapat kita tanggalkan dan kita berjalan bersama mujizatNya dan penyertaanNya yang luar biasa atas semua permohonan dan doa kita. 1. Buang Semua keragu-raguan Jika kita ingin mengalami sebuah mujizat maka kita harus percaya bahwa Allah yang kita percayai sanggup dan mau melakukan segala kuasaNya atas setiap orang yang percaya..tanpa keragu-raguan hampiri Tuhan dengan iman percaya karena Tuhan berkata iman adalah dasar dari segala sesuatu yang tidak pernah kita lihat (Ibr 11:1)jadi belajarlah untuk selalu memakai iman. 2. Beriman dengan benar bukan dengan keegoisan Setelah kita buang semua keragu-raguan mulai lah dengan sikap kita yang benar dihadapanNya..buang semua keegoisan diri dan coba untuk selalu mementingkan orang lain terlebih dahulu..kemudian Tuhan akan melakukan bagianNya..bukan berari kita beriman membabi buta..tapi tetap gunakan hikmat dan pada saat kita beriman sesuai kehendakNya maka SEGALA HAL YANG TIDAK MUNGKIN AKAN MENJADI MUNGKIN...Haleluyah....Tuhan Yesus memberkati {sumber : Pribadi}

5

Mengapa Yesus disebut Mempelai Pria Surga ?

Dalam Yohanes 1:29, Yohanes memperkenalkan pribadi Yesus sebagai Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Ini mempunyai arti bahwa Yesus adalah Penebus/Juruselamat bagi dunia ini. Sedangkan pada ayat 36, lebih khusus lagi Yohanes ingin memperkenalkan bahwa Yesus sebagai Anak Domba Allah (tanpa ada kata menghapus dosa dunia). Bila kita lihat dalam Wahyu 19:7 disebutkan "... Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba dan pengantin-Nya telah siap sedia." Ini mengandung pengertian yang dalam, bahwa Yesus bukan hanya sebatas Juruselamat bagi dunia ini (Anak Domba yang telah disembelih yang menunjuk pada korban Kristus di kayu salib untuk menghapus dosa dunia - Wah. 5:9), tetapi lebih lagi, Yesus adalah Mempelai Pria. Dalam Perjanjian Lama pun, Tuhan memperkenalkan diri-Nya sebagai Suami/Mempelai Pria. Yesaya 54:5 menyebutkan "Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau ...", dipertegas lagi dalam Yesaya 62:5 "Sebab seperti seorang muda belia menjadi suami seorang anak dara, demikianlah Dia yang membangun engkau akan menjadi suamimu, dan seperti girang hatinya seorang mempelai melihat pengantin perempuan, demikianlah Allahmu akan girang hati atasmu." Demikian juga Hosea 2:18 menyebutkan "Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku untuk selama-lamanya dan Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang". {sumber : www.papma-kasih.org}

Menyongsong Tahun Baru

pengarang : joseph wise poriman Menyongsong tahun baru merupakan detik-detik yang paling mendebarkan. Beberapa saat lagi kita akan melangkah memasuki tahun yang baru. Beberapa detik lagi kita akan segera memasuki tahun yang baru, tahun 2008. Dan saya percaya setiap kita pastilah memiliki harapan yang baru dalam menjalni tahun ini. Kita punya rencana-rencana, kita punya harapan bahkan kita juga punya impian-impian. Sebab memang tahun baru selalu memberikan keceriaan yang baru, harapan yang baru dan mimpi yang baru. Selain itu, tahun baru juga mengingatkan kepada kita akan hal yang selalu baru. Apakah itu sdr ? Itulah kasih setia Tuhan yang tidak berkesudahan. Itulah hal baru yang selalu baru ( Ratapan 3 : 22-23 ) Kasih setia Tuhan selalu baru, dan kita perlu menorehkan ini dalam hati dan pikiran kita agar ketika di saat kita harus berhadapan dengan badai dan gelombang dalam hidup ini, maka kita akan tetap bertahan. Saudara, kita memasuki tahun yang baru ini tidak dengan seorang diri, tetapi bersama dengan Tuhan yang selalu menuntun kita dan memegang tangan kita. Tetapi saudara, sebelum kaki kita melangkah masuk dalam tahun yang baru ini, dimana sebentar lagi tahun 2007 ini akan segera kita tutup. Mari kita tutup tahun ini dengan hati yang bersyukur. Renungkanlah kembali apa yang sudah sempat Tuhan kerjakan dalam hidup kita di sepanjang tahun ini. Ingat kembali satu persatu kebaikan Tuhan, maka niscaya engkau akan mendapatkan betapa Tuhan itu baik, sehingga tak dapat tidak dari dasar hati kita akan terlontar satu perkataan : Terima kasih Tuhan…terima kasih Tuhan… terima kasih untuk segala yang sudah Engkau kerjakan dalam hidupku. Ingatlah bahwa semua yang kita miliki itu adalah dari Tuhan. Musa tidak segan-segan
6

mengingatkan bangsa Israel yang tinggal selangkah lagi memasuki negeri Kanaan, tanah yang dijanjikan Tuhan. Musa sangat memahami bahwa manusia akan dengan begitu mudahnya berubah sikapnya ketika kemenangan, keberhasilan dan kejayaan sudah diraihnya. Keberhasilan kadang membuat seseorang menjadi sombong, kejayaan membuat seseorang merasa apa yang sudah didapatkannya itu adalah jerih payahnya sendiri sehingga kehidupan itu tidak lagi ingat akan segala pertolongan Tuhan. Kekuatiran Musa jika bangsa Israel menjadi sombong dan melupakan Tuhan tentu sangat beralasan, sehingga ia terus mengingatkan mereka bahwasanya segala sesuatu yang didapati itu bukan karena kekuasaan atau kekuatan tangan manusia, melainkan berasal dari kemurahan Tuhan semata-mata. Ulangan 8 : 17-18 “ Maka janganlah kau katakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. Tetapi haruslah engkau ingat kepada Tuhan, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan…” Kehidupan, kesehatan, kekuatan, harta kekayaan, pekerjaan yang berhasil, study yang berhasil, oh itu semuanya adalah pemberian Tuhan dan bukan karena kekuatan tangan kita. Sekali lagi bukan karena kekuatan tangan kita sendiri ! Tuhan kita adalah Tuhan yang murah hati, Ia adalah Allah pemberi. Segala sesuatu yang kita miliki adalah pemberian dariNya : Tuhan memberikan tanah – Mazmur 24 : 1 Tuhan memberikan biji-bijian – Kejadian 1 : 11 Tuhan memberikan hujan – Ayub 5 : 10 Tuhan memberikan kepadamu hidup – Kisah Para Rasul 17 : 28 Tuhan memberikan kepadamu kesehatan – Yeremia 30 : 17 Tuhan memberiukan kepadamu kekuatan – Mazmur 144 : 1 Tuihana memberikan kekayaan dan kehormatan – I Tawarikh 29 : 12 Tuhan memberikan rahmat – 2 Korintus 12 : 9 Tuhan memberikan hidup yang kekal – Roma 6 : 23 Dan jikalau engkau memang menerimnaya, mengapakah engkau memegahkan diri seolah-olah engkau tidak menerimanya ? ( I Korintus 4 : 7 ) Mari, menyongsong tahun yang baru, mari kita ingat kembali akan kasih Tuhan dan segala kebaikanNya serta segala pemberianNya bagi hidup kita. Ucapkanlah rasa syukur kita kepada Tuhan atas segala sesuatu yang telah diberikannya kepada kita. Saudara, kita masih bisa berada di detik-detik yang terakhir dalam tahun 2007 ini, bukanlah itu suatu kemurahan Tuhan yang patut kita syukuri ? Bukankah itu suatu kebaikan Tuhan yang patut kita syukuri ? Bukankah Tuhan itu baik, sangat baik, dan teramat baik ? Oleh sebab itu, menutupi tahun ini dan mengawali tahun yang akan datang, satu hal yang menjadi pesan kami “ Janganlah kita melupakan segala kebaikan Tuhan yang sudah memberikan segala sesuatu dalam hidup kita, apa yang kita punya semuanya itu adalah pemberian Tuhan. Ya, pemberian Tuhan semata-mata, sehingga dengan demikian kita akan selalu memiliki rasa syukur dan pernyataan terima kasih kita kepada Tuhan atas kebaikan yang telah kita terima. Mari kita menutup tahun ini dengan rasa ucapan syukur, mengapa ? Sebab di sepanjang tahun ini yang kita rasakan dan yang kita terima adalah kebaikan Tuhan. Sekalipun banyak hal yang terjadi di tahun ini, banyak hal yang kita alami bagaikan kita harus mengalami proses pemurnian namun sekarang kita melihat ternyata di balik semua yang terjadi, semuanya itu mendatangkan kebaikan bagi kita, di balik proses pemurnian itu justru kita sudah banyak sekali menerima pertolongan Tuhan. Kita masih ada di detik yang terakhir, itu karna pertolongan Tuhan, amen ? joseph wise, 31 Des 2007
7

Bertanya Kepada Tuhan

pengarang : Ayub Abner Mbuilima 2 Samuel 5:17-25 Berbagai Sikap orang menyambut tahun 2008 , ada yang merasa optimis dalam memasuki tahun depan, karena ia telah merancang hidupnya secara baik dari sisi pandangannya , baik dari sisi rumah tangga, pekerjaan maupun dalam hal yang lain. Namun ada juga yang menyambut tahun 2008 dengan penuh pesimis, sebab ia tidak punya pegangan apa-apa yang menjadi kekuatan baginya untuk menjalani hari-hari hidup tahun depan, apalagi dengan adanya perkembangan bangsa kita yang penuh dengan carut marut dalam segala segi, yang membuat kita tidak dapat menerka secara pasti tentang rencana apa yang tepat untuk dilaksanakan demi menunjang masa depan hidup kita. Kedua sikap tersebut diatas (optimis dan pesimis), sebenarnya tidak memberikan kekuatan, pengharapan dan pegangan apa-apa bagi kita untuk menapaki hari-hari hidup yang ada didepan , jikalau kita mendasarkan semuanya itu pada apa yang kelihatan baik itu berupa harta, pekerjaan bahkan juga realita yang kita lihat saat ini yang membuat kita pesimis akan masa depan. Mengapa demikian? karena sikap optimis yang didasarkan pada apa yang telah direncanakan dan siapkan sekarang belum tentu sesuai dan cukup untuk menjamin masa depan kita dalam tahun-tahun yang ada didepan bahkan juga sikap pesimis karena melihat realita saat ini akhirnya membuat kita tidak lagi memiliki pengharapan akan masa depan, merupakan suatu sikap yang tidak tepat, sebab situasi dan realita hidup tidak mungkin terus terjadi seperti ini. Kalau demikian sikap yang bagaimanakah yang perlu dimiliki oleh orang percaya dalam menyambut tahun depan (2008), jawabannya adalah setiap orang percaya harus memiliki sikap optimis namun bukan didasarkan atas rencana dan kekayaan atau pekerjaan yang dimiliki, namun harus didasarkan kepada Allah Tritunggal yang adalah pencipta, pemelihara dan Juruselamat Manusia. Mengapa demikian, Jawabannya ada pada Teks 2Samuel 5: 17-25. Dimana dalam konteks ini bangsa Filistin datang mengepung bangsa Israel dilembah Refaim (ay. 18). Ay. 17 dikatakan Daud pergi ke kubu pertahanan. Mungkin orang akan berpikir bahwa Daud pergi kekubu pertahanan untuk mengumpulkan tentaranya dan menyerang bangsa Filistin, namun mengejutkan bahwa dalam kondisi terkepung Daud pergi kekubu pertahanan untuk melakukan satu hal yaitu Bertanya kepada Tuhan (ay. 19). Sikap bertanya kepada Tuhan merupakan suatu kebiasaan yang dilakukan oleh Daud dalam hidupnya. Ini dapat dilihat dalam pasal 1 Samuel 23: 2,4, 12; 30:8; 2 Samuel 2:1; 5:17-25. Sikap bertanya kepada Tuhan adalah satu sikap yang menunjukkan bahwa Daud selalu bersandar kepada Tuhan. Mengapa Daud harus bertanya kepada Tuhan sebagai bukti ia bersandar kepada Tuhan. 1. Hidup orang Kristen adalah hidup dalam peperangan rohani. ay. 19a, dikatakan bahwa “… Apakah aku harus maju melawan orang Filistin itu? Bagi Daud peperangan menghadapi bangsa Filistin adalah peperangan yang harus melibatkan Tuhan, sebab peperangan tersebut tidak hanya berbicara tentang peperangan antara dua bangsa, namun pada zaman itu adanya sebuah keyakinan bahwa peperangan tersebutpun melibatkan kedua Allah yang disembah oleh kedua bangsa tersebut. Maka kemenangan sebuah bangsa juga dinyatakan sebagai kemenangan daripada Allah yang disembah oleh bangsa tersebut. Maka Daud harus melibatkan Allah didalam peperangan tersebut. Maka bagi Daud kalau Allah turut berperang maka Allah yang disembahnya adalah adalah yang
8

tidak tertandingi oleh illah manapun juga, dengan demikian maka kemenangan menjadi bagian dalam kehidupan bangsa Israel. Dalam memasuki tahun 2008, hidup kita terus dalam peperangan rohani, oleh sebab mohon pada Tuhan untuk trus menguatkan kita sehingga kemenangan demi kemenangan Tuhan karuniakan dalam hidup kita, sehingga kita tidak menjadi mangsa Iblis, namun kita senantiasa menjadi lebih daripada pemenang. Sebab Paulus berkata: Jilakau Allah dipihak kita siapakah yang akan melwan kita?. 2. Kita tidak tahu apa yang terjadi didepan (ay. 19a). Pertanyaan Daud dalam aya. 19 a. Apakah aku harus maju melawan mereka? pertanyaan ini menunjukkan bahwa Daud tidak tahu bagaimana bersikap dalam mengambil keputusan saat itu untuk menghadapi musuhnya yaitu bangsa Filistin. Mengapa ? oleh karena Daud terbatas oleh ruang dan waktu, sehingga dia tidak tahu sikap apa yang harus diambil dan dampak dari sikap yang akan diambil, maka ia bertanya kepada Tuhan yang menciptakan ruang dan waktu serta menguasai ruang dan waktu tersebut. Sebab Daud yakin bahwa Tuhan yang menciptakan waktu dan masa depan, maka Tuhan tahu apa yang terbaik didepan, sehingga ketika Tuhan memberikan petunjuk kepadanya pasti kebaikanlah yang dikaruniakan Allah kepadanya. Oleh sebab itu untuk menghadapi tahun 2008, akuilah bahwa semua manusia, siapapun dia, ia belum pernah masuk dalam masa depan, maka ia harus mengakui keterbatasannya, sehingga apapun yang ia bicarakan tentang masa depan semuanya hanyalah presepsi dan penafsiran semata-mata yang belum tentu kebenarannya. Maka ketika kita dengan rendah hati menerima keterbatasan kita dan memohon kepada Allah untuk menyertai serta menuntun seluruh hidup dalam tahun depan maka sikap bergantung kepada Tuhanlah yang di kehendaki oleh Allah, sehingga hidup kita dapat berdiri tegar dalam menghadapi kondisi apapun sebab kita tidak sendirian, karena Allah beserta kita. 3. Kemenangan yang diperoleh semata-mata adalah anugerah Tuhan. (ay. 19b). “… Akan Kau serahkan mereka itu kedalam tanganku?…” Pertanyaan ini menunjukkan bahwa Daud yakin bahwa setiap kemenangan yang dia peroleh dalam hidupnya secara khusus dalam peperangan adalah anugerah atau pemberian Allah. Maka ia tidak membanggakan diri dan menepuk dada, tetapi ia tetap melihat bahwa tanpa Alalh ia tidak dapat meraih kemenangan. Perspektif seperti inipun perlu ada dalam kehidupan kita sehingga ketika kita melihat kebelakang dan menemukan banyak keberhasilan dan kemenangan dan juga ketika kita menapaki hari-hari hidup kita kedepan dan banyak keberhasilan dan keuntungan yang kita raih, janganlah kita berkata bahwa itu karena kuat dan gagahku, namun marilah dengan kerendahan hati yang tulus dan murni berkata dengan jujur bahwa karena Tuhan adalah penolong dan pembelaku maka aku dapat meraih semua ini. 4. Jawaban Tuhan tidak selalunya sama (ay. 23). Ketika kita melihat ayat sebelumnya bahwa Daud bertanya kepada Allah, apakah aku harus maju melawan mereka…dan Jawaban Tuhan Majulah. Namun dalam ayat 23. ini Ketika Daud kembali bertanya kepada Tuhan ketika bangsa Filistin untuk kedua kalinya menyerang bangsa Israel, Tuhan tidak menjawab maju, namun jawaban Tuhan adalah janganlah maju…, dengan demikian senantiasa bertanya kepada Tuhan itu sangat penting dalam menjalani hidup ini sebab jawaban Tuhan tidak selamanya sama. Ada saat Tuhan katakan ya dalam hidup kita, namun kadang Tuhan katakan sabar anak-Ku dan kadangkala juga, Tuhan berkata tidak anak-KU, namun dalam semua jawaban Tuhan menuju kepada sebuah tujuan yaitu Tuhan dipermuliakan serta Tuhan menyediakan yang terbaik dalam hidup ini. Oleh sebab itu majulah dalam memasuki tahun 2008 dalam sikap senantiasa bertanya kepada Tuhan serta belajarlah senantiasa peka dengan jawaban-Nya melalui Firman-Nya. 5. Ada bagian yang harus kita kerjakan sebagai bukti ketaatan kita kepada Tuhan (ay.
9

25). Ketika Tuhan katakan Jangan Maju…(ay. 23), namun buatlah gerakan lingkaran sampai kebelakang mereka, namun ayat. 24 mengatakan bahwa ketika engkau mendengar derap langkah dipuncak pohon-pohon kertau itu, maka haruslah engaku bertindak cepat, sebab pada waktu itu TUHAN telah keluar untuk berperang didepanmu. Ay. 25 dikatakan bahwa Daud berbuat demikian , seperti apa yang diperintahkan oleh Tuhan. Pertanyaannya adalah Jikalau Tuhan sendiri berperan apakah ia tidak sanggup mengalahkan bangsa Filistin, jawabannya adalah Dia sanggup, namun mengapa ia harus menyuruh bangsa Israel membuat gerakan lingkaran untuk menyerang bangsa Filistin? Jawabannya adalah Ada bagian yang Tuhan kerjakan dalam hidup ini, namun ada bagian yang Tuhan tuntut dalam hidup ini harus dikerjakan oleh orang percaya. Mengapa demikian, sebab Tuhan telah memberikan kemampuan didalam diri kita untuk dapat kita pergunakan guna menyelesaikan tanggungjawab tersebut. Marilah dalam memasuki tahun 2008 dengan penuh tanggungjawab kita menjalankan apa yang telah menjadi bagian /peran yang telah dan akan Tuhan percayakan bagi kita untuk dikerjakan dengan baik, demi untuk hormat dan kemuliaan nama Tuhan. 6. Setiap kemenangan dalam hidup ini harus dirayakan dalam Tujuan Tuhan dimuliakan (ay. 20). Pada akhirnya Daud mengatakan bahwa kemenangan yang dia peroleh itu semata-mata karena karya Tuhan. Spirit seperti inipun harus ada dalam kehidupan kita bahwa ketika kita merayakan kemenangan atau keberhasilan tujuan utama adalah Tuhan dipermuliakan, sehingga kita tidak mencuri kemuliaan Tuhan dalam segala hal yang dipercayakan kepada kita. Pertanyaan berikut yang perlu dijawab adalah, bagaimana caranya kita dapat menerima jawaban Tuhan, satu-satunya cara Tuhan menjawab kita yaitu melalui Alkitab yang adalah Firman Allah yang diwahyukan oleh Allah dan merupakan wahyu Allah yang cukup dan sempurna serta tidak pernah salah. Maka setiap pribadi yang bergaul karib dengan Tuhan melalui Firman-Nya maka ia akan mendapatkan prinsip-prinsip hidup yang benar untuk menjalani hidup sesuatu dengan apa yang Tuhan kehendaki, untuk menapaki hari-hari hidup yang ada didepan serta dapat melangkah dengan pasti tanpa ada keraguan dan kekuatiran. Tuhan Memberkati anda dapat membaca tulisan yang lain dalam : http://ayubabner.wordpress.com

{sumber : perenungan pribadi} 1 Jiwa lagi ..

pengarang : John Daniel Jumat 5 January 2007, saya kedatangan seorang paman yang bermaksud untuk tinggal sementara dengan keluarga kami. Beliau mengidap diabetes sejak 6 tahun lalu yang sudah komplikasi menjalar ke ginjal dan jantung. Penglihatan matanya juga sudah agak hilang sekitar 40-50%. Kaki yang bengkak seperti penyakit kaki gajah, membuatnya agak berhati hati dalam berjalan. Beliau datang menetap karena sedang menjalani pengobatan therapy akupuntur di Jakarta. Meninggalkan seorang istri dan 3 orang anaknya di Pontianak, Kalimantan. Saya mengenal paman saya ini terakhir kali dalam keadaan sehat dan diberkati melimpah dalam pekerjaan-nya. Dalam kehidupan seperti itulah beliau tidak pernah menjaga kesehatan dengan menyantap berbagai makanan yang nikmat seperti yang pernah diceritakannya kepada saya. Seperti 20 tusuk Sate kambing dan sop kambing bisa habis dalam sekejab dibabat sampai tiada bersisa.Tapi itu dulu, dimasa lampau. firman-Nya: "Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu …. Yesaya 43:18
10

Tuhan mengajak kita untuk melihat kedepan. Melihat masa depan yang sudah DIA rencanakan bagi kita. Sebelum paman saya datang, 3 bulan lalu saya sempat berjumpa di Pontianak ketika kakek saya ( ayah paman saya ) meninggal. Saat pemakaman kakek saya, paman ini tidak bisa ikut ke pemakaman karena tidak sanggup berjalan jauh. Lagipula tidak memungkinkan untuk menggunakan kendaraan motor. Dan di hari yang sama, dokter sudah memberitahukan bahwa ginjalnya sudah hampir rusak. Semenjak hari itu, hati saya terbeban kepada paman saya ini. Beberapa kali saya diingatkan untuk mendoakan beliau. Bahkan jauh sebelum kami bertemu di Pontianak. Setelah beberapa hari menginap di rumah kami yang sederhana, pada selasa malam, 9 January, saat saya ke kamar kecil, tiba tiba Tuhan mengingatkan saya. Bukankah engkau sendiri yang terbeban mau mendoakan paman mu ? sekarang ini dia sudah ada dirumah mu, apa lagi yang engkau tunggu ? Seperti petir yang menyambar, saya baru sadar. Iya ya … selama ini saya hanya mendoakan beliau dari jarak jauh. Mengapa tidak saya gunakan kesempatan ini untuk mendekati dan mendoakannya langsung ? tapi Tuhan, bagaimana cara ngomongnya ? Diingatkan kembali akan firman Tuhan yang mengatakan Roh Kuduslah yang akan memberitahukan kepada kita ketika ingin berbicara. Saya hanya belajar taat akan firman ini. Tidak banyak berbantah, saya mendekati paman saya yang sedang menonton TV. Saya mengajaknya ngobrol, bahkan mulai bercerita tentang doa. Tiba tiba dia mengatakan, doakan saya sekarang. Sekarang juga. Hah ? saya sedikit tidak percaya apa yang saya dengar. Dia mengulangi lagi permintaannya untuk didoakan. Akhirnya saya mendoakan beliau. Saya pegang tangannya dan mengurapi-nya dengan minyak. Dan air mata paman saya mulai mengalir. Keesokharinya, pada saat malam, beliau juga minta didoakan lagi. Nah saat seperti itulah, Roh Kudus memampukan saya untuk bertanya kepada beliau, “apakah paman mau menerima Yesus sebagai juruselamat ?” Beliau mengangguk dan berkata,”saya mau !” …. Luar biasa Tuhan kita. Puji Tuhan !!! Saya bimbing beliau untuk mengikuti kata kata saya dalam doa. Dan mengakui Yesus sebagai Tuhan, bahkan yang lebih dahsyat, dia mau melepaskan pengampunan kepada saudaranya ( karena paman saya memiliki dendam ). Puji Tuhan, semua karena Roh Kudus. Semenjak itu saya meyakinkan paman saya, bahwa namanya sudah dicatat dalam kitab kehidupan-Nya. Saya yakin dan percaya, istri dan ke-3 anaknya akan segera menerima Yesus sebagai Juruselamat. Ini akhir jaman, dimana Iblis dengan begitu dahsyatnya bekerja untuk menghancurkan setiap jiwa. Tapi jika Tuhan dipihak kita, siapakah lawan kita ? mari kita semakin giat berdoa untuk mereka yang terhilang. Terutama saudara saudara kita. Bukankah 1 jiwa lebih berharga dari seisi dunia ? {sumber : Pribadi}

11

10 tips bekerja sebagai karyawan

pengarang : John Daniel Kamu adalah garam dunia, Kamu adalah terang dunia. Matius 5 : 13-14 Prinsip diatas adalah prinsip kerja yang sifatnya WAJIB ! yaitu sebagai TELADAN ! Entah kalian bekerja sebagai karyawan, buruh, atau apapun juga, simaklah beberapa tips dalam bekerja yang diajarkan konsultan & penasehat pribadi saya, Roh Kudus; 1. Cintai Tuhanmu jika ingin berhasil! jangan uang / penghasilan yang kau cintai ! Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Pengkotbah 5:10 2. Taat kepada pimpinan kita Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus. Efesus 6:5 3. Jangan munafik dan jangan jadi penjilat Jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah. Efesus 6:6 4. Setia pada perkara kecil ( ingat, promosi itu datangnya dari Tuhan ) jika ingin naik pangkat ! engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar.. Matius 25;21 5. Jangan punya mental tukang kas bon yang suka berhutang!, ubah prinsip keuanganmu. Ingat satu hal, tidak ada bos yang suka terhadap karyawan yang selalu kas bon ! "Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu." Lukas 3:14 Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga. Roma 13:8 6. Bayarlah pajakmu! entah itu pajak penghasilan, pajak bumi bangunan dll ( asal jangan memanipulasi pajak, supaya berkatmu tidak terhalang ) "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah." Matius 22;21 7. Gunakan fasilitas kantor sebaik mungkin dengan penuh tanggung jawab ( contoh : menggunakan telepon tidak berlebihan ) Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?. Lukas 16:12 8. Sukacita! buat apa kalau uang banyak, posisi tinggi tapi tidak bisa menikmati hidup dengan sukacita? Ingatlah hanya orang mati yang tidak bisa tersenyum ! Hati yang gembira adalah obat yang manjur. Amsal 17:22
12

9. Bersyukur, apapun yang terjadi! baik itu dipecat, difitnah atau hal yang tidak enak, sekalipun menimpa kita! Dan bersyukurlah.. Kolose 3:15 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan... Roma 8:28 10. Setia pada perusahaan! Jangan lakukan bisnis in bisnis yang merugikan perusahaan / melakukan pekerjaan yang membuat hatimu bercabang ! Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain.. Matius 6:24 Aktifitas kerjamu, mulailah dengan doa. Kuasa Roh Kudus akan memampukan engkau melakukannya, sehingga nama Tuhan akan ditinggikan!

20 Berkat

1. mengapa saya berkata "Saya tidak bisa" jika Alkitab mengatakan bahwa saya bisa melakukan segala sesuatu di dalam Dia yang memberi kekuatan kepada saya (Fil 4:13)? 2. Mengapa saya merasa kurang jika saya tahu bahwa Allah akan memenuhi segala keperluan saya menurut kekayaan dan kemuliaanNya dalam Kristus Yesus (Fil 4:19)? 3. Mengapa saya harus merasa takut jika Alkitab berkata bahwa Tuhan tidak memberi saya roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih, ketertiban (2 Tim 1:7)? 4. Mengapa saya harus merasa kurang iman jika saya tahu bahwa Allah telah mengaruniakan kepada saya ukuran iman tertentu (Rom 12:3)? 5. Mengapa saya menjadi lemah jika Alkitab berkata bahwa Allah adalah terang dan keselamatan saya dan bahwa saya akan tetap kuat dan akan bertindak (Maz 27:1, Dan 11:32)? 6. Mengapa saya harus membiarkan iblis menang atas hidup saya jika Roh yang ada di dalam saya lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia (1 Yoh 4:4)? 7. Mengapa saya harus pasrah kalah jika Alkitab berkata bahwa Allah dalam Kristus selalu membawa kita di jalan kemenanganNya (2 Kor 2:14)? 8. Mengapa saya harus kekurangan hikmat jika Kristus sendiri telah menjadi hikmat bagi saya dan Allah akan memberi hikmat jika saya minta padaNya (1 Kor 1:30; Yak 1:5)? 9. Mengapa saya harus depresi jika saya dapat mengingat bahwa saya dapat berharap pada Allah yang kasih setiaNya tidak habis-habisNya setiap pagi (Rat 3:21-23)? 10. Mengapa saya harus kuatir, resah, dan rewel jika saya dapat menyerahkan segala kekuatiran saya pada Tuhan yang memelihara saya (1 Pet 5:7)? 11. Mengapa saya harus selalu hidup dalam beban jika saya tahu bahwa di mana ada Roh Allah, ada kemerdekaan, dan Kristus telah memerdekakan kita (2 Kor 3:17; Gal 5:1) ? 12. Mengapa saya harus merasa terhukum jika Alkitab berkata bahwa saya tidak ada lagi di bawah penghukuman sebab saya di dalam Kristus (Rom 8:1) ?
13

13. Mengapa saya harus merasa sendirian jika Yesus berkata Ia akan selalu menyertai saya, tidak akan membiarkan dan tak akan meninggalkan saya (Mat 28:20; Ibr 13:5)? 14. Mengapa saya harus merasa terkutuk atau merasa saya menjadi korban nasib sial jika Alkitab berkata bahwa Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum taurat sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu (Gal 3:13-14) ? 15. Mengapa saya harus merasa tidak puas dalam hidup ini jika saya,seperti Paulus, bisa belajar untuk menjadi puas dalam segala keadaan (Fil 4:11) ? 16. Mengapa saya harus merasa tidak layak jika Kristus telah dibuat menjadi dosa karena kita, supaya di dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah (2 Kor 5:21) ? 17. Mengapa saya merasa takut disiksa orang jika saya tahu bahwa jika Allah di pihak saya tidak ada yang akan melawan saya (Rom 8:31) ? 18. Mengapa saya harus bingung jika Allah adalah Raja Damai dan Ia memberi saya pengetahuan melalui RohNya yang diam di dalam kita (1 Kor 14:33;2:12) 19. Mengapa saya harus terus-menerus gagal dan jatuh jika Alkitab berkata bahwa sebagai anak Allah saya lebih daripada orang-orang yang menang dalam segala hal, oleh Dia yang telah mengasihi saya (Rom 8:37)? 20. Mengapa saya harus membiarkan tekanan hidup mengganggu saya jika saya dapat punya keberanian karena tahu Tuhan Yesus telah menang atas dunia dan penderitaan (Yoh 16:33)? " Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah ! " (Mazmur 46:11a) 7 Kiat bekerja menurut amsal Salomo

1. Andalkan Tuhan Amsal 3:5-6 berkata, "Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu." Sertakan Tuhan di dalam segenap pekerjaanmu karena banyak yang harus kita kerjakan tetapi tidak diajarkan di bangku sekolah dan banyak yang terjadi yang tidak pernah kita duga sebelumnya. 2. Carilah Pengetahuan Amsal 19:2 berkata, "Tanpa pengetahuan, kerajinanpun tidak baik ; orang yang tergesagesa akan salah langkah". Ilmu pengetahuan, cara bekerja yang benar & efisien perlu kita cari. Jangan sungkan belajar dan meminta petunjuk jika tidak mengerti. Amsal 19:20 berkata, "Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan." 3. Rajin dan Cekatan Hanya orang rajin dan cekatan yang akan diingat oleh pimpinannya, terutama waktu menetapkan promosi jabatan & kenaikan gaji. Amsal 10:4 berkata, "Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya". Amsal 14:23 berkata, "Dalam tiap jerih payah ada keuntungan, tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan saja." 4. Berlakulah Jujur dan Benar Amsal 16:8 berkata, "Lebih baik penghasilan sedikit disertai kebenaran, daripada penghasilan banyak tanpa keadilan".
14

Amsal 10:9 berkata, "Siapa bersih kelakuannya, aman jalannya, tetapi siapa berliku-liku jalannya, akan diketahui ". Amsal 10:16, "Upah pekerjaan orang benar membawa kepada kehidupan, penghasilan orang fasik membawa kepada dosa." 5. Jaga Mulut Mengerjakan tugas-tugas adalah suatu pekerjaan yang berat, jangan Ditambahi lagi dengan masalah lain karena mulut kita yang bocor. Amsal 21:23 berkata, "Siapa yang memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri daripada kesukaran". Amsal 10:19 berkata, "Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi." 6. Sabar dan Tenang Amsal 16:32 berkata, "Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang merebut kota". Amsal 14:30 menambahkan, "Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang." 7. Jangan Ingin Cepat Kaya Menjadi kaya adalah impian kebanyakan orang dan sah-sah saja. Yang harus diperhatikan adalah : (1) Menjadi kaya, bukanlah tujuan utama di dalam hidup ini; (2) Ingin cepat kaya seringkali menjebak orang-orang ke dalam perbuatan yang berdosa; (3) Menikmati hidup lebih penting dari menjadi kaya tetapi mempunyai banyak masalah. Amsal 10:22, "Berkat Tuhan-lah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya" Amsal 13:11, "Harta yang cepat diperoleh akan berkurang, tetapi siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit, menjadi kaya." {sumber : milist} Abba, Ya Bapa

pengarang : joseph wise poriman Markus 14 : 33b “ Ia sangat takut dan gentar, “ Yesus juga mengalami perasaan takut, bukan hanya takut tapi juga gentar. Yesus juga mengalami rasa takut dan gentar dan bagaimana IA mengatasinya ? Jadi kalau saudara mengalami perasaan takut kita tidak perlu cemas sebab Yesus juga mengalami perasaan takut dan gentar. Tapi yang perlu kita teladani adalah bagaiamana Yesus mengatasi rasa takut dan gentar ? Saat Yesus takut, saat Yesus gentar karna sebentar lagi Dia harus meminum cawan sengsara, Dia harus menuju ke bukit Golgota, Dia akan mengalami banyak siksaan dan disalibkan, Dia harus mengalami viadolorosa, jalan sengsara, Dia harus mengalami itu dan Dia tahu itu bukan hal yang mudah karna saat itu Dia adalah manusia biasa, Dia bisa merasa cemas, merasa gelisah, merasa takut tapi ada satu kata yang sangat luar biasa. Ayat 36a “ KataNya: “ Ya Abba, ya Bapa, “ Kata Abba ini adalah panggilan untuk bapa, daddy, father, papa. Ya abba, ini tidak sembarangan ditujukan pada seseorang. Ucapan daddy, papa, ayah, abba, father, itu hanya diucapkan oleh seorang anak kepada bapanya, seorang anak yang punya hubungan erat dengan bapanya. Nah, inilah yang membuat rasa takut Yesus menjadi hilang seketika itu juga saat Dia berseru Ya Abba, ya Bapa..
15

Kata abba ataupun papa, father, daddy itu tidak sembarangan bisa diucapkan. Misalkan kalau saudara ketemu dengan seseorang di jalan dan bersalaman dengan dia lalu saudara akan memanggil dia daddy ? Sdr tidak bisa sembarang memanggil orang tersebut dengan sebutan daddy, sdr tidak bisa sebutkan dia sebagai papa, karna istilah daddy atau papa itu hanya untuk anak dan papanya saja. Pada saat Yesus memanggil Bapa di surga : Abba, berarti Yesus menempatan diriNya sebagai Anak yang senantiasa mendapatkan tempat di hati BapaNya. Dan di saat Dia berseru ya Abba, daddy, bapa, father, di situ juga Dia memiliki satu keyakinan bahwasanya Bapa pasti akan menyertaiNya, Yesus bisa mengerti dan menyelami kasih Bapa. Saat Yesus berkata Abba, Father, saat itu Yesus mulai menyelami hati Bapa, mulai menyelami kasih Bapa, Dia mulai mengerti kehendak Bapa. Sama seperti seorang yang memanggil papa atau daddy, pasti punya hubungan yang sangat dekat dengan dia. Pada saat dia mau meminta sesuatu mungkin hanya dalam bentuk kata yang sangat singkat dia bisa mengerti oh ini dia butuh ini. Demikian juga kalau sang bapa memberikan kode lewat mata saja maka anaknya sudah tahu ini boleh atau tidak boleh, punya hubungan dekat, kita dengan Bapa di surga tapi satu hal : kita harus menyelami, berusaha untuk memahami sedalam-dalamnya kasih Bapa, ini yang sangat penting. I Yohanes 4 : 18 “ Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan berangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih. “ Kasih yang dimaksud ini adalah kasih apa ? Itulah kasih yang sanggup melenyapkan ketakutan, itulah kasih yang sempurna yang tidak lain dan tidak bukan adalah kasih Allah. Ayat 16-17a “ Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita. “ Kasih yang sempurna itu berbicara soal kasih Allah. Kasih yang sanggup melenyapkan ketakutan itu adalah KASIH BAPA. Saat Yesus berseru Abba, Dia mulai berusaha untuk menyelami seberapa dalam kasih Bapa, sebab hanya kasih Bapa, kalau Dia memahami kasih Bapa itulah yang sanggup melenyapkan ketakutan karna saat itu Yesus takut, Yesus gentar. Kata Abba, daddy, father, berarti Yesus mulai memahami bahwa Bapa mengasihi Dia. Kalau Bapa mengasihi Dia, berarti Bapa mempedulikan hidupNya, berarti Bapa tidak akan meninggalkan Dia, berarti Bapa akan terus menyertai Dia, dan ini yang membuat Yesus berani maju melangkah menuju ke kayu salib. Sdrku yang kekasih, posisi sebagai anak itu menunjuk pada seseorang yang mendapatkan tempat di hati Bapa, ada hubungan yang sangat dekat, sangat erat dan bisa mengenal sampai sedalam-dalamnya siapa itu Bapa ? Yesus dalam posisi sebagai anak, sebagai anak Dia berseru Abba, itu panggilan untuk seseorang yang Dia yakini sebagai Bapa yang sangat mengasihi diriNya, Bapa yang peduli terhadap diriNya, dan Bapa mengerti keadaan yang sedang Dia hadapi. Sejak Yesus berseru Abba, maka selanjutnya dalam kisah itu tidak ada lagi kata takut. Itu sebabnya apa yang kita khuatirkan dalam hidup ini saudara ? Coba kita selami dulu kasih Bapa sebab kasih yang sempurna itu melenyapkan ketakutan. Apa itu kasih yang sempurna ? Agape, itulah kasih Bapa. Dia memperhatikan kita, Dia mempedulikan kita. Orang lain mungkin meninggalkan kita, orang lain mungkin melupakan kita tapi Dia tetap Bapa yang mempedulikan kita, amen ! Itulah yang membuat kita memiliki satu keberanian, keyakinan, convinced. Kalau Yesus berseru Abba, apakah kita bisa berseru Abba, bisa ? Bisa, karna kita diberi
16

kekuatan untuk berseru Abba. Roma 8 : 15 “ Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ ya Abba, ya Bapa !” Kalau Iblis itu memperbudak seseorang, memberikan intimidasi, ancaman, seperti auman singa yang membuat kita takut tapi Roma 8 : 15 ini berkata : Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ ya Abba, ya Bapa. “ Amen ? Bukan hanya Yesus yang bisa berseru ya Abba tapi kita yang dulunya takut karna tidak ada kepastian, tidak ada pegangan tapi sejak kita menerima kekuatan daripada Roh Kudus yang meyakinkan kita bahwasanya status kita bukan lagi budak, bukan lagi hamba tapi sebagai anak sehingga kita juga diberi hak untuk berseru kepada Bapa : Ya Abba. Kita juga berusaha untuk menyelami kasih Tuhan, memahami kasih Allah sebab kasih Allah itulah yang akan melenyapkan ketakutan dalam hidup kita. Siapa orang di dunia ini yang tidak pernah merasa takut ? Entah dia kaya, entah dia miskin, dimana saja dia berada, pokoknya selagi dia masih ada di dunia dia pasti punya perasaan takut. Banyak hal yang membuat seseorang itu takut, salah satunya adalah kematian. Kalau dia tidak berada dalam Kristus dia pasti takut mati karna dia tidak tahu kemana dia setelah dia mati. Banyak hal yang bisa membuat seseorang itu menjadi gentar, melihat situasa ekonomi akhir-akhir ini di Indonesia, melihat bencana yang terjadi, melihat kriminalitas yang meningkat, melihat banyaknya pengangguran sehingga angka kejahatan itu juga tidak bisa ditekan dan masih banyak hal lagi yang bisa membuat kita merasa takut. Tapi Alkitab menuliskan dengan jelas : Kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan. Saat kita berusaha untuk memahami Bapa, saat kita memanggil Bapa di surga itu sebagai Abba, sebagai daddy, maka kita meyakini Dia adalah Bapa yang memelihara hidup kita, Dia adalah Bapa yang memperhatikan, Dia adalah Bapa yang sangat mengerti keadaan yang kita hadapi, dan saat itu lenyaplah ketakutan kita. Sdrku, mungkin sdr berkata : kalau Yesus berkata Abba, kemudian kita juga berkata Abba, mana yang lebih didengar oleh Bapa di surga ? Bapa lebih mengasihi Yesus atau Bapa lebih mengasihi kita ? Karna status kita juga adalah anak. Yesus adalah Anak Allah, kita juga diangkat menjadi anak-anakNya. Yesus berseru Abba, kita juga berseru Abba, kira-kira Bapa di surga lebih mengasihi Yesus atau lebih mengasihi kita ? Yohanes 17 : 23b “ Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku. “ AMEN !Bapa mengasihi Yesus sama juga Bapa mengasihi kita. Sdrku yang kekasih, kita berada di posisi yang sama, kita mendapatkan kasih yang sama, perhatian yang sama, status kita sebagai anak, kita dipelihara, kita juga berhak memanggil Dia sebagai Abba. Itu sebabnya mari kita berusaha memahami dan menyelami kasih Bapa. Kita memanggil Dia Abba Bapa, karna Dialah Bapa kita, Dia memperhatikan kita, Dia memahami keadaan kita, kasih sempurna itu hanya ada pada Bapa dan itu yang mampu melenyapkan segala ketakutan. Adakah di antara kita yang merasa takut ? Mungkin kita hanya seorang janda yang harus menghidupkan anak-anak kita ? Mungkin kita harus menghadapi masa depan yang penuh tantangan, mungkin kita seorang pelajar yang sedang menghadapi kendala dalam study kita, mungkin kita sedang menghadapi tantangan dalam pekerjaan kita, ingatlah satu hal : kita berada pada posisi yang sama. Kalau Bapa mengasihi Yesus sebagai Anak, Bapa di surga juga mengasihi kita sebagai anakNya . Yang perlu kita lakukan adalah : berusaha menyelami kasih Bapa, berusaha memahami kasih Bapa sebab kalau kita disentuh oleh kasih Bapa maka kasih yang sempurna dari
17

Bapa itu akan melenyapkan, menyingkirkan, menghalaukan segala rasa takut yang ada. Saat Yesus berseru Abba, Dia mulai memahami hati Bapa, siapakah Bapa, oh Bapa akan memperhatikanNya, Bapa tidak akan meninggalkanNya, Bapa akan menyertaiNya selangkah demi selangkah menuju ke viadolorosa, Dia akan disertai Bapa, Dia sangat yakin dan saat itulah segala ketakutan, segala kegentaranpun hilang seketika. Berbahagialah saudara hari ini, sebab sekali lagi kasih Bapa menyadarkan kita bahwasanya kita sebagai anak mendapatkan tempat yang istimewa di hati Bapa sehingga saat kita berseru Abba, hati Bapa bergetar, hati Bapa tersentuh karna kita bisa memahami hatiNya dan kita bisa mengerti betapa dalamnya kasih Bapa kepada kita sehingga tak dapat tidak IA akan segera mengulurkan tanganNya yang penuh kasih itu untuk segera menolong kita. Seperti seorang bapa yang sayang kepada anaknya demikianlah Bapa kita di surga sayang kepada anak-anakNya. Mari datanglah kepadaNya, dan serukan : Ya Abba, ya Bapa….. Dan rasakan betapa dalamnya kasihNya kepada kita… Betapa indahnya di saat kita berada dalam pelukan kasih Bapa Sebab apa yang lebih indah selain dari indahnya kasih Tuhan ? Apa yang lebih membahagiakan selain dari hangatnya kasih Tuhan ? Tidak ada kebahagiaan yang lebih bahagia selain merasakan keindahan kasih Tuhan Kasih Tuhan terlalu berharga dan terlalu berarti bagi kita Sungguh, kasih Tuhan jauh melebihi segala-galanya dari segala yang ada di dalam hidup ini… Terima kasih Bapa untuk kasihMu yang sempurna… AMIN. joseph wise, 31 Agustus 2007

Adakah yang mendoakanmu?

pengarang : Inggou Adakah yang mendoakanmu ? Disaat hatimu gelisah, dan engkau sedang menghadapi pergumulan hidup, yang dimana kau hanya bisa berdoa, sampai mencucurkan air mata, karena begitu beratnya masalah yang menimpa dirimu, tapi kau merasa bahwa doamu itu tak cukup. Lalu, pernahkah engkau berpikir bahwa adakah seseorang yang mendoakanmu ? Yang peduli akan dirimu ? Tuhan menciptakan kita bukan untuk bersedih di dunia ini. Bilamana engkau sedang meng-hadapi suatu cobaan hidup, Ia memberikan jamahanNya kepadamu. Bisa saja jawaban itu melalui sahabat2mu, kekasihmu, keluargamu ataupun orang lain yang sama sekali tidak kau kenal. Tuhan mengenali diri kita lebih baik, daripada kita yang mengenali diri kita sendiri. Dia tahu apa yang kau butuhkan, dan jauh sebelumnya, Ia sudah menyiapkannya bagimu. Ia menghendaki rencana dan rancangan yang terindah bagi dirimu. Ia memberikan seseorang untuk mendoakanmu. Lalu engkau bertanya : "Siapakah yang mendoakanku?" Ya.... engkau pasti tak tahu siapakah orang itu. Tapi percayalah pasti ada yang mendoakanmu. Bisa saja engkau didoakan oleh sahabat yang sangat mengasihimu, oleh keluarga yang sangat menyayangimu, atau bisa juga oleh seseorang yang menyukai dirimu. Sahabatku, apabila kita mendoakan seseorang, itu artinya kita sudah memberikan kasih kepadanya. Karena doa itu adalah kasih yang tidak terlihat bagi dunia yang terlihat.
18

Ingatlah, kasih itu tidak memegahkan diri, menutupi segala sesuatu dan mengharapkan segala sesuatu. Jika kita sedang mendoakan seseorang, doakanlah orang itu dengan sungguh dan harapkanlah segala sesuatu yang terbaik baginya, dan janganlah doamu itu diketahui oleh siapapun. Jadi, mulai sekarang doakanlah setiap orang yang sedang membutuhkan jamahan Tuhan terhadap dirinya, doakanlah seseorang yang engkau cintai dan sayangi. Dan jangan lupa! doakan juga musuhmu, karena doa itu mengungkapkan maksud Tuhan yang tersembunyi. {sumber : pengalaman pribadi....}

Ahli Manajemen Waktu

Suatu hari, seorang ahli 'Manajemen Waktu' berbicara didepan sekelompok mahasiswa bisnis, dan ia memakai ilustrasi yg tidak akan dengan mudah dilupakan para siswanya. Ketika dia berdiri dihadapan siswanya dia berkata, "Baiklah, sekarang waktunya kuis." Kemudian dia mengeluarkan toples berukuran satu galon yg bermulut cukup lebar, dan meletakkannya diatas meja. Lalu ia juga mengeluarkan sekitar selusin batu berukuran segenggam tangan dan meletakkan dengan hati-hati batu-batu itu kedalam toples. Ketika batu itu memenuhi toples sampai ke ujung atas dan tidak ada batu lagi yg muat untuk masuk ke dalamnya, dia bertanya, "Apakah toples ini sudah penuh?" Semua siswanya serentak menjawab, "Sudah." Kemudian dia berkata, " Benarkah? Dia lalu meraih dari bawah meja sekeranjang kerikil. Lalu dia memasukkan kerikil-kerikil itu ke dalam toples sambil sedikit mengguncangguncangkannya, sehingga kerikil itu mendapat tempat diantara celah2 batu-batu itu. Lalu ia bertanya kepada siswanya sekali lagi, "Apakah toples ini sudah penuh?" Kali ini para siswanya hanya tertegun, "Mungkin belum", salah satu dari siswanya menjawab. "Bagus!" jawabnya Kembali dia meraih kebawah meja dan mengeluarkan sekeranjang pasir. Dia mulai memasukkan pasir itu ke dalam toples, dan pasir itu dengan mudah langsung memenuhi ruang-ruang kosong diantara kerikil dan bebatuan. Sekali lagi dia bertanya, "Apakah toples ini sudah penuh?" "Belum!" serentak para siswanya menjawab Sekali lagi dia berkata, "Bagus!" Lalu ia mengambil sebotol air dan mulai menyiramkan air ke dalam toples, sampai toples itu terisi penuh hingga ke ujung atas. Lalu si Ahli Manajemen Waktu ini memandang kpd para siswanya dan bertanya, "Apakah maksud dari ilustrasi ini?" Seorang siswanya yg antusias langsung menjawab, "Maksudnya, betapapun penuhnya jadwalmu, jika kamu berusaha kamu masih dapat menyisipkan jadwal lain kedalamnya" "Bukan", jawab si ahli, "Bukan itu maksudnya. Sebenarnya ilustrasi ini mengajarkan kita
19

bahwa : Kalau kamu tidak meletakkan batu besar itu sebagai yg pertama, kamu tidak akan pernah bisa memasukkannya ke dalam toples sama sekali. Apakah batu-batu besar dalam hidupmu? Mungkin anak-anakmu, suami/istrimu, orang-orang yg kamu sayangi, persahabatanmu, pendidikanmu, mimpi-mimpimu. Hal-hal yg kamu anggap paling berharga dalam hidupmu. Hobbymu. Waktu untuk dirimu sendiri. Kesehatanmu. Ingatlah untuk selalu meletakkan batu-batu besar ini sebagai yg pertama, atau kamu tidak akan pernah punya waktu untuk melakukannya. "Jika kamu mendahulukan hal-hal kecil (kerikil dan pasir)dalam waktumu maka kamu hanya memenuhi hidupmu dengan hal-hal kecil, kamu tidak akan punya waktu berharga yg kamu butuhkan untuk melakukan hal-hal besar dan penting (batu-batu besar) dalam hidupmu.

Ajar Aku Mengampuni

pengarang : Poppy Pratva Aku dilahirkan dengan sifat mirip dengan papaku. Papaku, orangnya sangat keras tapi berhati lembut. Diam-diam aku mulai membandingkan sifat-sifatku dengannya. Dia orangnya cepat marah dan kalau marah dia bisa diam seribu bahasa. Jika ada orang yang menghinanya atau menyinggung perasaannya tak segan dia pasti membalasnya dengan lebih kasar dengan apa yang diperbuat orang tersebut. Jika dia sudah berlaku baik terhadap sahabatnya, dan sahabatnya itu berlaku sebaliknya tidak segan-segan orang tersebut di musuhinya alias kita tidak bisa bersahabat lagi. Sifat itu persis sama dengan yang aku punya. Mungkinkah itu genetic namanya? Atau apalah namanya, aku pikir kesamaan kelemahan itulah yang membuat aku merasa menjadi kembaran papaku. Tidak gampang mengakui kelemahan itu pikirku. Aku sudah terbentuk seperti ini di dalam keluargaku. Karakterku tidak bisa berubah begitu saja. Dan aku tidak pernah merugikan orang lain pikirku. Jika ada orang yang baik kepadaku, aku pasti baik tapi jika orang berbuat jahat kepadaku, aku tidak perduli dan mau tahu tentang orang tersebut. Istilahnya dalam kamusku mengampuni adalah kata langka dalam kamus hidupku.Satu kali aku membaca sebuah artikel yang sangat menyentuh hatiku dan membuatku berubah. Pada suatu hari, hari itu begitu cerah sebab george, 15 thn diajak mamanya pergi ke stasiun untuk menjemput pamannya yang baru tiba dari Los Angeles. George dengan senang hati memakai bajunya yang terbaik, tidak lupa dia menyemir sepatunya supaya mengkilat. Paman John, selalu membawa buku kesukaan George. Itu yang di tunggutunggu oleh George. Setelah mereka siap mamanya mulai menyetir mobil butut mereka dan berkata George sesampainya di stasiun bisakah kamu menunggu di ruang tunggu dan jangan jauh-jauh dari tempat itu. Karena mama sering melihat anak-anak sebayamu suka berkelahi antar gang di stasiun. Jadi hati-hatilah. George tahu mamanya sangat kuatir karena memang akhir-akhir ini di televisi diberitakan bahwa ada perkelahian antar gang. Gang orang putih dan gang orang hitam. George sendiri tidak tahu pasti apa pokok masalah gang-gang itu sehingga mereka sering berkelahi. Tapi yang pasti George berdoa kepada Tuhan karena dia percaya Tuhan selalu menjaganya kemanapun dia dan mamanya pergi. Sejak papanya meninggal mamanya selalu pergi bersamanya. Walaupun mamanya Cuma seorang perawat di sebuah rumah sakit yang tidak terlalu terkenal tapi George merasa keluarga mereka selalu bahagia. George punya suatu keinginan jika dia sudah lulus dari universitas dan mendapat pekerjaan dengan gaji yang baik, dia akan membelikan mamanya rumah. Karena sekarang mereka hanya tinggal di sebuah apartemen kecil. George, George, kita sudah sampai panggil mamanya membuyarkan lamunannya tentang masa depan. Mereka bergegas masuk ke stasiun. Orang-orang sudah mulai berdatangan untuk menjemput sanak-saudara mereka. Kurang 20 menit lagi kereta yang ditumpangi pamannya akan tiba. Mamanya tiba-tiba menitipkan tas tangan berwarna hitam kepada
20

George, sambil berkata George mama mau ke toilet sebentar. Bisakah kamu duduk disini sampai mama kembali? George mengganggukan kepalanya tanda mengiyakan karena di dalam kepalanya dia masih penasaran serta menerka-nerka buku apakah gerangan yang akan dia dapatkan dari paman John. Di toilet, Ross mengucap syukur kepada Tuhan, karena ada George permata hatinya.George adalah penghiburannya. Ross mencuci tangannya sambil tersenyum memandangi dirinya di depan cermin. Rambutnya sudah ada ubannya. Walaupun kulitmu hitam tapi senyummu manis. Itu kalimat yang sering diucapkan oleh papanya George. Jika Ross melihat wajah George dia selalu teringat akan almarhum, Mark. Mmm, Mark meninggal saat George berumur 8 thn. Mark ditembak oleh orang yang tidak dikenal. Sampai sekarang si penembak belum tertangkap. Ross tidak mau mengingat hal itu lagi karena dengan mengingat kejadian itu lagi berarti dia tidak mengampuni orang yang telah menembak Mark suaminya. Ross bergegas keluar dari toilet dan menuju tempat dimana George duduk. Sampai di tempat ruang tunggu, tidak didapatinya george. Kemana George, pikirnya sudah diperingatkan jangan kemana-mana masih saja anak itu tidak mendengarkan nasehatnya. Tak berapa jauh dari tempatnya berdiri, Ross melihat ada anak-anak seusia George kirakira 5 orang sedang di borgol polisi. Mereka adalah anak-anak kulit putih, astaga ditangan mereka ada yang membawa senjata laras panjang serta pistol betulan. Tiba-tiba Ross mulai pusing melihat begitu banyak kerumunan orang. Dan tiba-tiba dia melihat ada ambulance datang, dan ada sebuah tandu diturunkan, dan orang yang terbaring di atas tandu tersebut? Sepertinya ada orang yang mengalami kecelakaan pikirnya. Ross tidak jelas mengenalnya karena semakin banyak orang yang ada di sekitar tempat itu untuk melihat kejadian tersebut dari jarak dekat. Ross berlari kearah kerumunan orang-orang, dia berpikir pasti George ada di sekitar kerumunan orang-orang itu.Waktu dia mendekat jaraknya hanya 25 meter, Ross bisa melihat dengan jelas diatas tandu tersebut George, anak satu-satunya, terbujur kaku bermandikan darah. Yang diingatnya hanya dia pingsan setelah itu. Tiba-tiba Ross terbangun di sebuah ruangan yang semuanya berwarna putih yang dia tahu pasti tempat ini adalah rumah sakit. Ada seorang polisi perempuan mendekatinya dan mengulurkan segelas air putih kepadanya. Hi, saya Maria, dia memperkenalkan dirinya. George,George bisik Ross dengan pelan kepada polisi tersebut. Dia menggenggam tangan Ross dengan lembut sambil mengatakan Maafkan aku anak ibu tidak bisa diselamatkan lagi. Dia mendapat 3 tembakan. Waktu kami bawa ke rumah sakit, dia masih sadar tapi setelah itu dia meninggal karena kehabisan darah. Ross tidak bisa berkata apa-apa lagi selain air matanya yang terus mengalir. Dalam diam Ross hanya berdoa meminta kekuatan kepada Tuhan. Ross harus belajar menerima kenyataan pahit. Ya, sangat Pahit suami dan anaknya meninggal dengan cara yang sama yaitu dengan di tembak. Polisi mengindifikasi bahwa gang anak putihlah yang telah menembak George. Anak-anak tersebut mengira George adalah musuhnya karena George berkulit hitam. Satu bulan kemudian Ross diperkenankan bertemu dengan anak-anak yang telah menembak George dan setelah itu dia mengadakan press conference. Bapak-ibu sekalian saya berdiri disini sebagai seorang ibu yang sangat mengasihi anak saya satu-satunya. Saya mendedikasikan hidup saya untuk anak saya. Berat ketika saya tahu dia telah pergi meninggalkan saya untuk selama-lamanya. Tapi di tempat saya berdiri, saya mau tegaskan, jangan ada lagi pertumpahan darah. Kehilangan orang yang paling kita kasihi itu sangat menyakitkan. Kepada orang yang telah menembak George dan semua keluarganya saya mau mengatakan bahwa saya tidak memiliki dendam sedikitpun. Saya telah mengampuni mereka. Seperti Yesus telah mengampuni dosa-dosa saya, demikian juga saya telah mengampuni kalian. Ross merelakan kematian George karena dia tahu George sudah ada di tempat yang nyaman bersama Bapa di Surga. Kisah diatas mengubah cara berpikirku seratus persen tentang hal mengampuni. Jika ada orang yang berbuat jahat kepada kita, tetaplah mengasihi mereka. Karena kasih Allah
21

tidak terbatas. Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.(Matius 6:14-15). Aku Ada Untuk Satu Tujuan

pengarang : Ineke Anggraeni Saat ini kamu sedang melihat www.airhidup.com sebuah web rohani yang luar biasa, yang menjadi berkat buat banyak orang. Tapi coba kita lihat ke luar, banyak web yang secara penampilan bagus, dihiasi animasi ini-itu, membuat orang tertarik, tapi sayang..... isinya bobrok! Bersyukur Tuhan kasih talenta yang luar biasa, keahlian dan kemampuan yang nggak semua orang bisa untuk membuat web, tapi kenapa talenta itu digunakan untuk hal yang merusak. Bukankah Tuhan kasi talenta buat kita untuk kemuliaan namaNya? "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36). Kalo saat ini kamu dikaruniai talenta, keahlian, dan kemampuan yang luar biasa yang nggak semua orang punya, hendaklah itu kamu gunakan untuk kemuliaan nama Tuhan saja. Kamu yang pinter maen musik, punya suara merdu, punya bakat nulis, bakat nggambar, ato kemampuan lainnya, ingat segala sesuatu dari Dia dan akan kita kembalikan untuk kemuliaan namaNya. Jangan gunakan talenta itu untuk suatu hal yang merusak. "Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!" (1 Kor 6:20) Dan ingat, Tuhan nyiptain kamu bukan untuk kesia-siaan, tapi kamu diciptakan untuk satu tujuan. Jadi nggak mungkin kalo Tuhan nggak modalin kamu dengan suatu talenta apapun. Gali dan temuakan talentamu. Tetap giat dan setia mengembangkan apa yang udah Tuhan kasi. Melalui itu Tuhan akan pakai kamu secara luar biasa. Buat semua anakanak terang, tetaplah bersinar bagi Bapa!!! {sumber : pribadi}

Aku Memohon Tuhan

pengarang : Donny Christian Aku memohon Tuhan untuk melepaskan tabiatku Tuhan menjawab, Tidak Bukan Aku yang melepaskan, tetapi kamu yang menghentikan. Aku memohon Tuhan mengutuhkan kembali anakku yang cacat Tuhan menjawab, Tidak Rohnya yang utuh, tubuhnya hanya sementara Aku memohon Tuhan untuk memberikanku kesabaran Tuhan menjawab, Tidak Kesabaran adalah hasil perjuangan. Itu tidak diberikan, tetapi dipelajari.
22

Aku memohon Tuhan untuk memberiku kebahagiaan Tuhan menjawab, Tidak Aku memberikan berkatKu. Kebahagiaan tergantung padamu. Aku memohon Tuhan untuk menghilangkan kepedihanku Tuhan menjawab, Tidak Penderitaan menjauhkanmu dari dunia dan membawamu lebih dekat padaKu Aku memohon Tuhan untuk membuat jiwaku tumbuh Tuhan menjawab, Tidak Kamu yang harus menumbuhkannya sendiri! Tetapi Aku akan menatanya agar kamu lebih berbuah. Aku memohon Tuhan untuk menolongku MENGASIHI sesama, seperti Ia mengasihiku. Tuhan menjawab. Ahhh, akhirnya kamu tahu maksudKu {sumber : cerita-kristen.com} Alkitab di dalam Hati

Matahari sudah mulai terbenam pada saat seorang pria dengan susah payah berjalan kaki lewat lorong yang becek menuju Desa Gersang. Wah, jelek sekali jalan-jalan di daerah Polandia Timur ini, katanya pada dirinya sendiri. Kalau aku tidak bertekad untuk membawa Alkitab kepada orang-orang yang belum mempunyainya, pasti aku tidak mau bepergian ke daerah yang terpencil seperti ini! Memang pria itu sudah biasa berjalan di jalan-jalan desa yang jelek. Umumnya ia tidak mengomel. Tetapi sudah bekerja keras sepanjang hari, kadang-kadang ia merasa sedikit jengkel. Tenaganya hampir terkuras habis ketika lampu-lampu nampak berkedip-kedip pada jendela-jendela di desa Gersang. Pada saat pria itu berjalan semakin dekat, anjinganjing menggonggongi dia. Tetapi pria itu sudah biasa menghadapi anjing-anjing penjaga; seandainya tidak, pasti sudah berkali-kali ia diserang. Ia mengetuk pintu rumah pertama yang didatanginya. Seorang pria muncul dipintu; tiga orang anak mengintip dari belakang punggungnya. "Selamat sore," sapa tuan rumah itu. "Silakan masuk, sudah mulai dingin di luar." "Selamat sore," Tetapi pria yang mengetuk pintu itu tidak segera masuk. "Pak, aku mencari tempat menginap. Aku bersedia membayar, juga untuk makananku. Dan aku pun menjual sebuah buku yang berisi cerita-cerita yang paling indah di seluruh dunia." Dengan tenang ia menunggu keputusan tuan rumah; ia tidak mau memaksa orang itu menerimanya. Tetapi biasanya, begitu orang memandang wajahnya, saat itu juga mereka merasa bahwa ia seorang yang dapat dipercaya. "Bagaimana, Marya?" tanya tuan rumah itu kepada istrinya. Istrinya melangkah maju dan memperhatikan wajah pria yang masih berdiri di luar itu. "Nanti malam pasti dingin sekali," katanya. "Kami punya cukup makanan di sini dan cukup tempat tidur juga." Lalu ia kembali ke tungku perapian agar dapat mengurus masakannya. Maka pintu itu dibukakan lebih lebar. "Silakan masuk!" kata tuan rumah. "Kenalkan,
23

namaku Antoni Kowalski." "Dan aku, Karl Olsen, penjual Alkitab," jawab tamu itu seraya berjabat tangan. "Di samping menjual, aku pun suka menyampaikan cerita di tempat aku menginap." Ketiga anak itu berdiri di sekeliling Karl Olsen pada saat ia duduk di dekat tungku perapian. Si Marya Kecil adalah anak sulung; namanya sama dengan nama ibunya. Ia tersenyum tersipu-sipu. "Cerita, Pak?" bujuknya. Ayahnya tertawa. "Si Marya tidak puas-puasnya mendengar cerita. Biarkan tamu kita memanaskan tangannya dulu, Nak!" Tidak lama kemudian Karl Olsen sudah merasa hangat dan nyaman. Maka dibukanya bungkusannya dan dikeluarkannya sebuah Alkitab. "Nah, ini dia, buku yang paling berharga di seluruh dunia. Kalian mau aku bacakan sebuah cerita, ya? Bagaimana kalau cerita ini, yang pernah dibawakan oleh Tuhan Yesus sendiri?" Karl membuka Alkitabnya pada perumpamaan orang Samaria yang murah hati. "Kalian bagaikan orang Samaria terhadap diriku," katanya. "Dengan murah hati kalian sudah menerima aku, sehingga aku tidak kedinginan, dan aku selamat dari bahaya binatang buas yang mengintai dalam kegelapan malam." Tibalah waktu makan malam. Karl makan dengan lahapnya. Makanan itu sangat sederhana, tetapi disuguhkan dalam keadaan panas dan diberi bumbu menurut seleranya. Sesudah makan, Karl Olsen mulai bercerita lagi. Pak Antoni dan Ibu Marya duduk sambil mendengarkan, bersama dengan si Marya Kecil dan si Yan dan si Zosia. Yang dibacakan ialah cerita-cerita tentang Yusuf, tentang Daud, tentang Raja Salomo yang membangun Bait Allah yang indah, tentang Nabi Daniel yang dijebloskan ke dalam gua singa. Sebelum ia menyampaikan tiap cerita baru, Karl membuka Alkitab pada pasalnya yang tepat. Sambil bercerita ia pun menyisipkan di sana sini dengan susunan kata persis seperti yang tertera di halaman Alkitab. Si Marya Kecil menarik napas panjang pada saat Karl Olsen menutup Alkitab. "Papa, beli buku itu, ya? Supaya setiap malam Papa dapat membacakan isinya," bujuknya. "Papa satu-satunya orang di desa Gersang yang dapat membaca," ia menjelaskan dengan bangga kepada tamu itu. Ayahnya mengerutkan dahinya. "Kita ini orang miskin, Nak. Tidak mampu membeli buku," katanya. Suara Karl Olsen lirih pada saat ia mengatakan, "Mereka yang tidak mempunyai buku ini memang miskin. Tetapi bagi mereka yang mempunyainya, buku ini lebih berharga daripada banyak harta." "Papa! Papa! Beli, ya, Papa!" si Marya terus membujuk. Akhirnya Antoni Kowalski membeli sebuah Alkitab, meski untuk orang seperti dia harganya terhitung cukup mahal. Ia meletakkan buku itu di tempat yang terhormat di dalam rumahnya. Selama dua hari Karl Olsen tetap menginap pada keluarga Kowakski. Ia berkenalan dengan penduduk lain di desa itu. Tetapi tidak ada seorang pun, di antara mereka yang mau membeli Alkitab. Kitab-kitab Perjanjian Baru, bahkan Kitab-Kitab Injil yang kecilkecil tidak ada satu pun yang laku. Karl kecewa. Tadinya ia berbesar hati karena pada malam yang pertama itu ia sudah menemui sebuah keluarga yang rela membeli Alkitab lengkap. Harapannya semula ialah, pasti ada juga orang-orang lain di desa Gersang yang mau membeli. Pada hari yang ketiga, Karl Olsen berangkat menuju desa-desa lain. Sambil berjalan kaki
24

melewati lorong yang becek, ia terus berpikir, "Ah! Biarlah cuma sebuah Alkitab saja yang laku di desa Gersang. Tadinya tidak ada firman Allah sama sekali di sini. Siapa yang tahu apa yang akan terjadi?" Kemudian datanglah musim salju di Polandia Timur. Matahari terbenam agak awal; kawanan serigala melolong di dalam kegelapan malam. Semua orang harus tetap tinggal di rumah. Pada malam-malam seperti itu Antoni Kowalski biasa membuka Alkitabnya serta membacakan cerita-cerita yang sudah diberi tanda oleh Karl Olsen. Ia pun membacakan ajaran-ajaran Tuhan Yesus, menurut daftar penunjuk ayat yang ditinggalkan oleh penjual Alkitab itu. Selama saat-saat pembacaan itu, Ibu Marya dengan si Marya Kecil serta Yan dan Zosia suka duduk mendengarkan. Kemudian mereka memperbincangkan apa yang sudah mereka dengar. Kadang-kadang ada juga tetangga yang turut mendengarkan. Seraya mengambil Alkitabnya, Pak Antoni suka mengatakan: "Coba dengarkan apa yang sudah kutemukan di dalam buku ini. Dengarkan baik-baik, dan berilah tanggapan." Lalu ia akan membacakan dengan suara keras, sedangkan tetangga-tetangannya duduk termenung. Kemudian mereka memberi tanggapan dan memperbincangkan arti ayatayat tadi. Percakapan itu selalu berkisar pada hal-hal yang patut mereka terapkan dalam hidup mereka. "Mengapa aku harus mengampuni musuhku?" tanya seorang tetangga. "Apakah buku ini bermaksud, aku harus membantu seseorang memotong kayu, padahal ia sudah mencuri sebagian dari panen gandumku? Wah, tidak masuk akal!" Pak Antoni menggelengkan kepalanya. "Siapa tahu? Memang ini ajaran yang aneh." Lalu ia pun membuka sebuah ayat yang lain lagi. "Nah, ini: 'Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.'" Si Marya Kecil dan Yan ikut mendengarkan ayah mereka bertukar pikiran dengan tetangga-tetangganya. Mereka saling berpandangan. Memang mereka tidak selalu memperlakukan teman-teman sepermainan mereka seperti mereka kehendaki supaya teman-teman itu memperlakukan mereka! Sulit mengatakan secara persis, kapan dan bagaimana perubahan ajaib itu mulai terjadi. "Seumpama ragi yang diadukan ke dalam tepung sampai khamir seluruhnya", demikian kata-kata Tuhan Yesus tentang firman Allah yang berkerja dengan tidak kentara dalam hati manusia. Demikianlah halnya di desa Gersang. Ajaran-ajaran Alkitab mulai mengubah cara hidup Antoni Kowalski serta keluarganya dan tetangga-tetangganya. Desa Gersang mulai bersemi secara rohani, dengan pikiran dan perbuatan yang bersifat murah hati. Pada suatu hari Pak Antoni dan Ibu Marya mengaku percaya kepada Tuhan Yesus dengan terang-terangan. Tak ketinggalan juga si Marya Kecil dan Yan. Zosia, si bungsu, masih terlalu kecil untuk menjadi anggota gereja, namun ia pun mengasihi Tuhan Yesus sebagai temannya yang terbaik. Lambat laun orang-orang lain di desa itu juga memihak Tuhan Yesus dan menggabungkan diri dengan umat Kristen. Pada suatu hari Pak Antoni dan Ibu Marya mulai menghitung: "Seratus sembilan puluh delapan, ... seratus sembilan puluh sembilan, ... dua ratus. Sudah ada dua ratus orang Kristen!" kata mereka.
25

"Alangkah baiknya jika Karl Olsen dapat diberitahu, betapa besarnya perubahan di desa ini sebagai hal dari Alkitab yang pernah dijualnya! Nah, justru fakta itu yang mulai mencemaskan hati kedua ratus orang Kristen baru di desa Gersang: Alkitab yang mereka miliki itu hanya ada satu. Mengapa kita juga tidak membelinya waktu Karl Olsen ada di sini dulu?" kata mereka dengan wajah sedih. "Bagaimana kalau Alkitab itu dicuri orang? Bagaimana kalau rumahmu kebakaran, Antoni?" "Aku sudah tahu sebagian dari Alkitab di luar kepala," kata si Marya Kecil. "Aku sudah hafal cerita tentang Tuhan Yesus bersama kanak-kanak itu, dan juga Mazmur pasal 100." "Dan aku pun sudah tahu di luar kepala cerita orang Samaria yang murah hati," kata si Yan dengan bangga. "Aku dapat menghafalkan seluruh cerita itu, tanpa kekeliruan sedikit pun." Ibu Marya tidak mau ketinggalan. "Hatiku sarat dengan ayat-ayat yang pendek yang telah kauhafal," katanya. "Tetapi satu pasal semuanya? Wah, aku belum sanggup!" Perkataan ibu Marya itu menimbulkan gagasan baru. "Kita harus menghafal seluruh Alkitab!" demikianlah keputusan kedua ratus orang Kriten itu. "Tiap bagian yang indah, tiap bagian yang penting, harus dapat diucapkan di luar kepala." Maka mereka membuat rencana bersama-sama. Mula-mula mereka mendaftarkan semua ayat dan pasal kesayangan mereka masing-masing, serta ajaran-ajaran Alkitab yang mereka anggap paling indah dan paling penting. Lalu setiap orang diberi tugas hafalan. Anak-anak kecil menghafal ayat-ayat pendek saja. Anak-anak yang lebih besar ditugasi menghafal cerita dan perumpamaan serta mazmur yang tidak terlalu sulit untuk diingat. Orang-orang dewasa ditunjuk untuk menghafal bagian-bagian Alkitab yang paling rumit. Dengan rajin dan tekun mereka mulai menunaikan tugas mereka masing-masing. Kadang-kadang mereka berkumpul di rumah keluarga Kowalski. Seseorang akan mulai mengucapkan apa yang sudah dihafalkannya, misalnya dari Kitab Injil Lukas, pasal yang pertama. Orang tadi akan terus menghafal sejauh bagiannya. Lalu orang yang berikutnya akan berdiri dan meneruskan tugas hafalannya. Pak Antoni memegang Alkitab di tangannya, agar ia dapat memperhatikan tiap kata yang diucapkan itu persis dengan yang tertulis di dalam firman Tuhan. Setiap malam hari selama musim salju itu, tidak lagi terasa waktunya lewat dengan amat panjang. Setiap orang Kristen di desa Gersang memanfaatkan waktunya dengan menghafalkan Alkitab. Banyak sekali bagian firman Allah yang sudah dapat diucapkan di luar kepala setelah musim salju itu lewat! Selama musim semi dan musim panas dan musim rontok, mereka semua sibuk mengusahakan gandum dan memotong kayu dan mengerjakan tugas-tugas yang lain. Tetapi setiap musim salju selama tahun-tahun yang berikutnya, mereka terus menambah perbendaharaan ayat dan pasal hafalan mereka. Matahari sudah terbenam pada saat Karl Olsen dengan susah payah berjalan kaki lewat lorong yang becek menuju desa Gersang lagi. Dulu aku pernah mampir di desa yang terpecil ini, demikianlah pikirnya. Waktu itu cuma sebuah Alkitab saja yang laku. Aku menjualnya kepada tuan rumah di sini ... eh, siapa namanya? Tenaganya hampir terkuras habis ketika lampu-lampu nampak berkedip-kedip pada jendela-jendela di desa Gersang. Ia mengetuk pintu rumah pertama yang di datanginya. Dalam hati ia bertanya-tanya, apakah keluarga yang dulu itu masih tinggal di situ, dan apakah ketiga anak mereka masih sehat-sehat saja.
26

Seorang gadis remaja membukakan pintu. Ia tertegun sejenak, lalu berlari ke dalam sambil memanggil ibunya, "Mama! Mama! Pak Karl Olsen datang kembali! Pak Karl Olsen!" Seluruh keluarga Kowalski keluar dan menyambut tamu mereka dengan penuh sukacita: Pak Antoni, Ibu Marya, Yan, Zosia, dan "si Marya Kecil", yang sekarang lebih tinggi daripada ibunya. Kabar kedatangan Karl Olsen itu dengan cepat-cepat disampaikan ke rumah-rumah tetangga, dan mereka pun menyambut dia dengan girang. Karl heran sekali. Mengapa mereka semua menyongsong dia dengan seramah itu? Mengapa mereka masih mengingat namanya selama bertahun-tahun itu? Sedikit demi sedikit ia mendengar ceritanya. Pak Antoni mengeluarkan Alkitabnya, yang sudah hampir usang karena sudah terlalu sering dibuka-buka. Ibu Marya bercerita tentang dua ratus penduduk desa Gersang yang sudah menjadi pengikut Tuhan Yesus. Teman dan tetangga mereka sering memotong percakapannya dengan berita-berita yang lain, ... tetapi tidak seorang pun yang bercerita tentang tugas hafalan mereka. Rupanya mereka merasa itu urusan mereka sendiri, yang mungkin tidak begitu menarik untuk diceritakan kepada orang lain. Keesokan harinya, dengan senang hati penduduk desa Gersang berkumpul untuk berbakti bersama-sama dengan Karl Olsen. Dalam kebaktian itu, Karl bertanya: Adakah seseorang di sini yang dapat mengucapkan ayat kesayangannya?" Semua orang terdiam. Lalu Antoni Kowalski bertanya, "Ayat kesayangannya, Pak? Ataukah pasal kesayangannya?" Karl Olsen kaget. "Pasal! Adakah di sini seseorang yang sudah menghafal keseluruhan dari satu pasal di dalam Alkitab?" Lalu mereka bercerita kepadanya tentang kecemasan mereka dulu: Jangan-jangan Alkitab satu-satunya milik mereka itu hilang! Mereka menjelaskan bagaimana mereka membagibagi tugas hafalan. "Hampir seluruh Alkitab itu telah kami hafalkan," kata mereka dengan bangga. "Dan kami sedang berusaha menghafalkan sisanya." Yan adalah orang pertama yang berdiri dan mulai mengucapkan ayat-ayat di luar kepala. Lalu Zosia, dan Marya, dan semua anak yang lain, ayat demi ayat, pasal demi pasal. Kaum dewasa pun mengucapkan beberapa ayat dan pasal kesayangan mereka. Seminggu lamanya Karl Olsen menetap bersama-sama dengan orang-orang Kristen di desa Gersang. Desa itu jauh sekali dari tempat tinggal orang-orang Kristen yang lain; banyak sekali pertanyaan mereka tentang saudara-saudara seiman mereka yang belum pernah mereka lihat! Dan mereka pun membeli Alkitab, Kitab Perjanjian Baru, dan Kitab-Kitab Injil sampai persediaan yang dibawa karl Olsen itu habis semuanya. "Kami sudah mempunyai Alkitab di dalam hati kami," kata mereka. "Akan tetapi kami masing-masing hanya mempunyai sebagian saja. Padahal kami masing-masing memerlukan firman Allah yang lengkap." Semalam sebelum Karl Olsen hendak berangkat lagi dari desa Gersang, ia berbaring di tempat tidurnya. Demikianlah renungan hatinya: Sungguh firman Allah bekerja di dalam hati orang-orang di sini. Dari hanya satu Alkitab saja, ... lihatlah hasilnya! Sumber: "Stories of the Book of Books", Grace W. McGavran "FirmanMu Pelita bagi kakiku dan Terang bagi jalanku"

27

Allah Mau Menggendongku Terus

pengarang : Loren Sartika Seorang teman pernah mengadu kepada saya, “ Aduh, gue masih single nih. Gimana hidup gue nanti ya kalau sampai nggak menikah ? Kalau sudah tua, siapa yang akan menjaga gue ? Apa gue akan menjadi tua dan kesepian ? “ Jujur saja, perkataannya mengenai hal ini membuat saya jadi berpikir serius tentang hidup di masa depan. “ Benar juga omongannya, gue juga masih single, gimana hidup gue nanti ? “ Wah, sepanjang hari itu, pikiran saya jadi diganggu dengan masalah ini. Tuhan Yesus, tolong aku! Jumat malam seperti biasa, pulang kerja langsung ke gereja untuk mengikuti FA ( Family Altar ). Entah kebetulan atau tidak, kak Maxine dan suaminya pun hadir malam itu. Sudah lama tidak bertemu dengan pasangan suami-isteri ini, rasanya kangen juga. Mereka adalah keluarga yang mengasihi Tuhan dan hidup dipimpin oleh-Nya. Tampak jelas kalau mereka adalah pasangan yang harmonis. Mereka secara tidak langsung mempengaruhi cara berpikir saya dan memberikan satu gambaran yang baik mengenai keluarga. Berbeda sekali dengan kisah yang saya dengar dari seorang hamba Tuhan mengenai kehidupan pernikahannya. Ketika menikah, suaminya bukan orang percaya, selama 16 tahun beliau mendoakan suaminya agar mau menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat pribadi. Sebelum suaminya bertobat, ia mengalami penganiayaan secara mental dan fisik. Puji Tuhan, ibu ini sangat mengandalkan Tuhan ( baca : hidupnya dipenuhi hadirat Tuhan dan tidak pernah jauh dariNya ), tidak pernah jemu berdoa bagi suaminya. Pada akhirnya sang suami menjadi hamba Tuhan dan hidup pernikahan mereka dipulihkan setelah masa penantian yang lama dan berliku . Saat ini ketika suaminya telah kembali ke rumah Bapa, ibu ini semakin dipakai secara luar biasa oleh Tuhan. Menurut beliau sendiri, apa yang tidak pernah ia pikirkan sebelumnya, Tuhan berikan semuanya. Ia yang tadinya hanya ibu rumah tangga biasa dan tidak bisa apa-apa (selain mengandalkan Tuhan saja ), semakin bertambah usia, beliau semakin berbuah lebat ( baca : menjadi penginjil dan penulis buku ). Sebenarnya ada banyak orang yang Tuhan pakai untuk mengajarkan kepada saya mengenai gambaran keluarga. Ada yang indah dan ada yang buruk. Dua kisah diatas hanya sedikit dari banyak kisah yang pernah saya dengar mengenai keluarga . Tetapi kali ini, Tuhan mengajar saya untuk melihat siapa Dia di dalam hidup seorang manusia. Dari keluarga kak Maxine, Tuhan mengajarkan saya tentang keluarga yang DIA maksudkan untuk manusia. Suami dan isteri saling mengasihi dan menghormati. Mereka berdua menjalankan fungsi suami dan isteri sesuai dengan firman-Nya. Suami mengasihi isteri dan isteri tunduk pada suaminya. Seperti gambaran Kristus dengan mempelai-Nya. Keluarga ada untuk memultiplikasi gambar Allah dan menurut saya pribadi adalah gambaran yang sangat sempurna. Tuhan Yesus yang menjadi dasar hidup pernikahan dan Ia yang adalah kasih itu, mengikat dan menyempurnakan kehidupan suami dan isteri. Sedangkan keluarga hamba Tuhan itu adalah kebalikan dari gambar Tuhan yang indah mengenai hidup berkeluarga. Dua gambaran yang sangat nyata bertolak belakang dan memberi pengaruh terhadap saya pribadi. Mari kita simak apa yang bisa kita pelajari dari kedua keluarga di atas. Ternyata kita, manusia hanya bisa dipuaskan di dalam Tuhan yang menciptakan kita. Kak Maxine dan suaminya adalah pribadi yang mengasihi Tuhan, walaupun mereka menikah, tidak mengurangi keutuhan pribadi mereka sebagai individual. Mereka dipuaskan oleh hadirat Tuhan dalam hidup pribadi dan hidup pernikahan mereka. Seluruh potensi dan fungsi yang Tuhan taruh di dalam hidup mereka sebagai suami dan isteri dapat berjalan dengan maksimal karena mereka ada di dalam Tuhan. Seandainya salah satu dari mereka tidak tetap tinggal di dalam DIA maka rasa sepi, khawatir atau ketakutan ( jika ) hidup
28

sendirian pasti akan merangkak masuk. Hamba Tuhan yang saya sebutkan diatas tadi juga seorang yang utuh di dalam Tuhan. Meskipun beliau tidak bahagia sebagai isteri tetapi sebagai manusia yang mengasihi dan dikasihi Tuhan membuat hidupnya penuh, buktinya ia bisa menjadi berkat bagi orang lain. Rasa kasih yang besar pada Tuhan dan hidup bersandar sepenuhnya pada Tuhan membuatnya kuat dan semakin berbuah lebat ketika usianya juga bertambah. Ia tidak kesepian atau khawatir atau takut. Tuhanlah yang menjaga, menyertai dan memberkati kehidupannya. Manusia tidak bisa memuaskan manusia lain. Melihat dan merenungkan apa yang Tuhan buat untuk orang-orang yang mengasihi-Nya membuat saya mengerti bahwa rasa khawatir yang timbul karena saya masih single, sama sekali tidak beralasan. Seharusnya saya bersyukur karena saya dimiliki oleh-Nya. DIA, Tuhan yang mengasihi saya dan menjaga saya dengan sangat baik. Masa depan saya ada dalam rencana-Nya dan tangan kanan-Nya yang memegang saya. Bagaimana mungkin saya bisa membiarkan pikiran saya kacau balau dan ketakutan. Tuhanlah yang menciptakan saya dan pasti DIA tahu apa yang terbaik buat saya. Sudah menikah atau belum, DIA tetap mengasihi saya. Firman-Nya di dalam Yesaya 46 : 4 sangat jelas menyatakan hal ini : “ Sampai masa tuamu Aku tetap DIA dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu. “ Jika Tuhan sendiri yang membuat hari-hari kita penuh dengan hadirat-Nya dan sukacitaNya, bagaimana mungkin kita bisa merasa kesepian lagi ? Tuhan Yesus memberkati. Jakarta, 4 July‟06.

Allah melupakan dosa kita

Ada sebuah cerita tentang seorang pendeta yang pada masa mudanya telah melakukan dosa yang menurutnya sangat hina. Dia telah memohon ampun pada Allah, namun sepanjang hidupnya dia belum merasa tenang. Ia terus membawa beban dosa ini. Ia tidak benar-benar yakin bahwa Allah telah mengampuni dosanya. Suatu ketika ia mendengar bahwa salah satu jemaatnya, seorang wanita tua, mempunyai karunia penglihatan dan dapat berbicara dengan Tuhan. Ia mengunjungi wanita ini dan bercakap-cakap dengannya. Di akhir kunjungannya, sang pendeta bertanya, "Apakah Anda sering mendapat penglihatan?" "Ya, Pak pendeta," jawab wanita tua ini. "Apakah Anda juga dapat berbicara dengan Tuhan?" "Ya," jawabnya lagi. "Begini, Bu.. pada saat nanti Anda sedang berbicara dengan Tuhan, maukah Anda menolong saya menanyakan sesuatu kepada Tuhan?" Wanita ini terkejut karena sebelumnya tidak ada yang meminta hal ini kepadanya. "Ya, dengan senang hati dan apakah yang ingin Anda tanyakan pada-Nya?" "Tolong tanyakan dosa apakah yang telah saya lakukan pada waktu saya masih muda."
29

Wanita ini menyetujui. Selang beberapa waktu kemudian, sang pendeta mengunjungi wanita ini lagi. Setelah meminum tehnya, ia bertanya dengan hati-hati dan sedikit takut, "Apakah Anda sudah mendapat penglihatan akhir-akhir ini?" "Ya, Pak pendeta." "Apakah Anda juga sudah bercakap-cakap dengan Tuhan?" "Ya..." "Lalu, sudahkah Anda menanyakan dosa apa yang sudah saya perbuat di masa muda saya?" "Saya sudah menanyakannnya." Pendeta ini terdiam beberapa saat lalu bertanya lagi, "Tuhan menjawab apa?" Sambil memandang sang pendeta, wanita ini menjawab dengan lembut, "Tuhan berkata bahwa Ia tidak mengingatnya lagi." Saudara, Allah tidak hanya mengampuni setiap dosa dan pelanggaran kita. Tapi Dia juga memilih untuk melupakannya. Semua dosa kita sudah dibuang ke tubir laut yang paling dalam. Jangan lagi kita mau dilumpuhkan oleh dosa masa lalu kita. Ini adalah kenyataan yang terindah yaitu bahwa Allah telah benar-benar mengampuni kita. Kitapun harus mau dan sanggup untuk mengampuni sesama. Dan bukan hanya mengampuni tetapi juga kita harus mampu melupakan seperti yang sudah Allah lakukan untuk kita. {sumber : Kisah Kasih Allah} Allah Menyertai Kita

pengarang : Loren Sartika Dua minggu yang lalu saya mengambil cuti untuk pergi jalan-jalan ke Singapore berdua dengan sahabat saya. Seperti biasanya untuk apapun juga yang akan saya lakukan, ngga pernah lupa saya berdoa minta pimpinan dan penyertaan Tuhan. Rencana perjalanan ini sudah kurang lebih hampir dua bulan sebelumnya saya rencanakan. Jadi sejak saat itulah rencana-rencana kami ini, saya bawa dalam doa. Ada banyak hal yang terjadi sepanjang perjalanan liburan ini yang sama sekali bertolak belakang dengan setiap permohonan doa yang saya panjatkan. Bukan hanya permohonan saya yang tidak dijawab, sahabat saya pun mengalami hal yang serupa. Dua hal utama yang menjadi pokok doa kami adalah agar pesawat tidak mengalami delay dan saya tidak mengalami muntah selama dalam perjalanan dengan pesawat terbang dan kapal feri. Entah mengapa, kedua hal utama dari permohonan kami ini ngga dijawab iya oleh Tuhan. Tiba di bandara udara jauh sebelum waktu keberangkatan yang telah ditentukan ternyata akhirnya kami harus menerima kenyataan pahit bahwa penerbangan di delay selama waktu yang tidak bisa ditentukan. Agak kesal mendengar kabar tersebut, saya berusaha untuk menenangkan hati saya. Berkali-kali saya berkata di dalam hati bahwa Allah adalah Immanuel bagi saya. Dia menyertai saya, dan ngga ada yang lebih indah dari kebenaran tersebut. Apapun juga yang saya hadapi, saat itu juga, Dia menyertai saya. Sahabat saya juga bilang kalau Dia turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi setiap kita yang percaya dan terpanggil sesuai rencanaNya. Jadilah pada saat itu, kami saling menguatkan dengan firman Tuhan.
30

Akhirnya kepastian pun kami terima bahwa pesawat akan berangkat pukul 10:20 dan itu berarti hampir 5 jam waktu terbuang dengan sia-sia. Selama dalam masa penantian, kami saling bertukar pikiran dan curhat. Karena kami berdua membawa buku notes kecil maka tanpa panjang lebar kami pun saling bertukar notes dan saling menuliskan apa saja yang kami rasakan selama masa penantian tersebut. Entah mengapa saya pribadi sangat menikmati waktu penantian tersebut. Kok bisa ya ? karena saya ngga sendirian, ada sahabat baik saya yang bersama dengan saya. Banyak hal yang dapat kami lakukan bersama. Jika saya renungkan lagi, seperti itulah perjalanan saya bersama dengan Tuhan. Sangat sering saya mengalami hal-hal yang tidak mengenakkan di dalam hidup ini tetapi karena penyertaanNya sangat saya sadari maka saya dapat bertahan menghadapi setiap persoalan tersebut. FirmanNya menjadi kekuatan bagi saya. PenyertaanNya melewati batas ruang dan waktu meski ada saat dimana saya ngga bisa merasakan kehadiranNya. Tetapi inilah kebenarannya, bahwa Dia selalu menyertai saya. Saya menikmati saat-saat panjang di ruang tunggu bandara bersama dengan sahabat saya. Karena saya sudah mengenalnya jauh sebelum saya ada bersama dengannya pada saat itu. Apalagi dengan Tuhan yang sudah kita kenal dan lebih dulu mengasihi kita bukankah seharusnya kita menikmati setiap perjalanan kita di dalam hidup ini lebih lagi ? selalu ada saat penantian dimana sepertinya waktu terbuang percuma karena kita pikir Tuhan ngga peduli. Bukan penantiannya yang penting tetapi dengan siapakah kita bersama pada saatsaat penantian itulah yang membuat kita kuat dan mampu keluar dari setiap kesulitan dan persoalan yang hadir di dalam kehidupan ini. (Mat 1 : 23b , “ Dia Imanuel- yang berarti : Allah menyertai kita. “) {sumber : Renungan pribadi} Allahpun Menangis dengan Bangga

pengarang : unknown Saat itu adalah musim panas dimana hujan belum turun hampir satu bulan lamanya. Tanaman jagung hampir mati. Sapi-sapi tidak menghasilkan susu. Sungai-sungai mengering seperti menyusut ke dasar bumi. Itu adalah musim kering yang cukup parah bahkan ada kemungkinan sebelum musim panas berakhir banyak dari para petani sudah harus mengalami kebangkrutan. Setiap hari suamiku dan adik laki-lakinya berusaha semaksimal mungkin mengairi ladang kami walau dengan proses yang amat sukar. Dan akhirnya proses ini melibatkan sebuah truk yang harus di bawa ke pabrik penyimpan air setempat dan mengisinya dengan air. Namun tindakan penjatahan yang ketat ini telah membuat banyak orang kesusahan. Seandainya hujan tidak turun juga dengan segera … kami akan kehilangan segalanya. Hari itu adalah hari dimana aku boleh mendapatkan satu pelajaran yang sangat berharga tentang memberi dan aku menyaksikan sendiri mujizat yang terjadi. Saat itu aku sedang di dapur menyiapkan makan siang ketika aku melihat anak lakilakiku, Billy, yang berumur enam tahun sedang berjalan ke hutan. Langkahnya tidak seperti anak kecil pada umumnya tapi seperti sedang berjalan dengan satu tujuan yang sangat penting sekali. Aku hanya bisa melihat punggungnya saja.
31

Jelas sekali dia berjalan dengan upaya yang cukup besar ... mencoba untuk semaksimal mungkin berjalan dengan tenang. Baru sebentar dia menghilang di dalam hutan, dengan segera dia sudah terlihat kembali sambil berlari dengan kencang menuju rumah. Saat itu aku tidak terlalu perduli, aku pikir urusannya sudah selesai dan kembali meneruskan kegiatanku. Tetapi, sesaat kemudian, kembali aku melihat Billy, sekali lagi dengan langkah-langkahnya yang diupayakan tetap tenang sedang berjalan menuju hutan. Hampir satu jam dia melakukan hal itu: berjalan dengan sangat hati-hati ke hutan, lalu kembali ke rumah dengan berlari. Akhirnya setelah mengamati sekian lama aku tidak tahan lagi, aku langsung keluar mencoba untuk mengikutinya (namun berusaha untuk tidak diketahui... sepertinya dia tidak ingin ibunya tahu pekerjaan penting yang sedang dikerjakannya). Dia berjalan dengan tangan yang sedang menangkup air, dan terus mencoba untuk tidak menumpahkan satu tetespun … kemungkinan air ditangannya yang kecil itu palingpaling hanya sebanyak dua atau tiga sendok makan. Aku berusaha untuk mencoba lebih mendekat saat dia sedang berjalan menuju hutan. Ranting-ranting pohon dan duri mengenai wajah kecilnya, tapi dia sama sekali tidak mencoba untuk menghindar. Dia lebih memusatkan perhatiannya kepada tugas yang sedang dia kerjakan. Ketika aku sedang mengawasinya, disaat itulah aku melihat pemandangan yang sangat luar biasa. Beberapa rusa besar bermunculan dihadapannya. Billy berjalan tepat ke arah mereka. Hampir aku berteriak untuk menyuruhnya menjauh. Seekor rusa jantan besar dengan tanduknya yang indah datang mendekat. Tapi rusa itu tidak melakukan apaapa...bahkan ketika Billy duduk berlutut. Dan aku melihat seekor anak rusa kecil tergelak di tanah dan jelas sekali sedang menderita dehidrasi dan keletihan yang amat sangat. Aku melihat anak rusa itu dengan usaha yang keras mencoba mengangkat kepalanya untuk bisa menjilat air dari tangan kecil anakku. Ketika airnya habis, dengan segera Billy melompat berdiri untuk segera kembali berlari ke rumah dan aku segera bersembunyi di balik pohon. Aku mengikutinya kembali ke rumah dan dia berjalan menuju keran yang telah kami tutup. Billy membukanya dan aliran air yang sangat kecil meluncur turun. Dia menadahkan tangannya sambil berjongkok, menunggu air yang mengalir sangat lambat itu memenuhi tangannya dan sinar matahari yang panas menyinari punggungnya. Semua menjadi jelas sekarang: Minggu lalu dia telah bermain-main dengan selang air dan telah membuang air dengan sia-sia. Dia harus menerima hukuman untuk hal itu. Itulah sebabnya dia berusaha untuk tidak minta tolong kepadaku. Membutuhkan waktu kurang lebih 20 menit untuk air itu bisa memenuhi tangan kecilnya. Setelah penuh dia berdiri dan mencoba untuk kembali ke hutan, disaat itulah dia baru menyadari bahwa aku telah berada di hadapannya. Dengan air mata yang hampir mengalir dia berkata, "aku nggak sedang buang-buang air," katanya. Ketika dia kembali memulai perjalanannya lagi, aku telah menemaninya...kali ini dengan membawa mangkuk kecil yang sudah berisi air. Aku menunggunya dari jauh dan membiarkannya memberi minum anak rusa itu. Itu adalah pekerjaannya. Aku berdiri di pinggir hutan sambil memandangi sebuah hati yang luar biasa indah yang dengan usaha yang besar sedang berusaha untuk menyelamatkan sebuah kehidupan lain. Ketika air mata membasahi wajahku, tiba-tiba aku merasakan ada tetesan air yang lain menimpa wajahku, lagi, lagi dan lebih banyak lagi. Aku memandang ke langit dan bisa merasakan bahwa Allah pun turut menangis dengan bangga.
32

Mungkin ada yang mengatakan bahwa itu hanyalah kebetulan. Bahwa mujizat itu tidak ada. Bahwa kebetulan saja hujan memang harus turun. Aku tidak dapat mendebatnya... dan tidak ingin melakukannya. Yang ingin aku katakan hanyalah bahwa hujan hari itu sungguh-sungguh telah menyelamatkan pertanian kami...seperti yang telah dilakukan seorang anak laki-laki kecil yang telah menyelamatkan nyawa makhluk lain. {sumber : kumpulan milis pribadi}

Anak Anjing

Seorang petani mempunyai beberapa anak anjing yang akan di jualnya. Dia menulisi papan untuk mengiklankan anak-anak anjing tersebut, dan memakukannya pada tiang di pinggir halamannya. Ketika dia sedang dalam perjalanan untuk memasangnya, dia merasakan tarikan pada bajunya. Dia memandang ke bawah dan bertemu mata dengan seorang anak laki-laki kecil. " Tuan," anak itu berkata, "Saya ingin membeli salah satu anak anjing anda." "Yah," kata si petani, sambil mengusap keringat di lehernya, "Anak-anak anjing ini berasal dari keturunan yang bagus dan cukup mahal harganya." Anak itu tertunduk sejenak, kemudian merogoh ke dalam saku bajunya, Ia menarik segenggam uang receh dan menunjukkannya kepada si petani. "Saya punya tiga puluh sembilan sen. Apakah ini cukup untuk membelinya?" "Tentu," kata si petani yang kemudian bersiul " Dolly, kemari!" panggilnya. Dolly keluar dari rumah anjingnya dan berlari turun diikuti oleh anak-anaknya Si anak laki-laki tersebut menempelkan wajahnya ke pagar, matanya bersinar-sinar. Sementara anjing-anjing tersebut berlarian menuju pagar, perhatian anak laki-laki tersebut beralih pada sesuatu yg bergerak di rumah anjing. Perlahan keluarlah seekor anak anjing, lebih kecil dari yang lain. Ia berlari menuruni lereng dan terpeleset. Kemudian dengan terpincang-pincang berlari, berusaha menyusul yang lain. "Aku mau yang itu," kata si anak, menunjuk pada yg anak anjing kecil itu. Sang petani berjongkok disampingnya dan berkata," Nak, kau tidak akan mau anak anjing yang itu, dia tidak akan bisa berlari dan bermain bersamamu seperti yang bisa dilakukan anak-anak anjing lainnya." Anak itu melangkah menjauh dari pagar, meraih ke bawah, menggulung celana di salah satu kakinya, memperlihatkan penguat kaki dari logam yang melingkari kakinya hingga sepatu yg di buat khusus untuknya. Ia memandang sang petani, dan berkata, "Anda lihat, tuan, saya juga tidak bisa berlari, dan anak anjing itu memerlukan seseorang yang memahaminya." Dunia penuh dengan orang-orang yang memerlukan seseorang lain yang mau
33

memahaminya. Yesus berkata, "Sebab barangsiapa malu karena Aku, Aku-pun akan malu karena orang itu di hadapan Bapa-Ku" {sumber : milist} Andalkan Tuhan Saja

pengarang : Erna Liem Malam itu saya menginap di rumah seorang teman setelah mengikuti ibadah tengah minggu yang selesai cukup larut. Setelah seperti biasa kami saling berbagi perasaan dan pengalaman serta perjalanan iman kami dalam keseharian, maka kami pun tertidur. Sebelumnya, hari itu Tuhan seperti mengajar saya untuk tidak mengandalkan manusia, karena pasti kecewa. Berawal dari pertemuan saya dengan seseorang yang telah saya bangga-banggakan karena saya melihatnya sebagai pribadi baik hati walaupun hanya sekali pertemuan. Dan ini adalah pertemuan kedua. Tetapi sore itu entah mengapa dan apa yang sedang ia pikirkan, saya melihatnya tidak seperti biasa. Orang yang saya pikir akan menjadi sangat ramah dan senang untuk bertemu kedua kali dengan saya, kali itu seperti datar saja. Padahal sudah terbayang bahwa ia pasti akan menyapa saya dengan sangat ramah, dan imajinasi indah yang lain. Rupanya semua tidak terjadi. Hari itu ia terlihat agak tegang dan kaku. Ia tiba-tiba berubah menjadi pribadi yang “formal” dan tidak seakrab waktu saya bertemu terakhir. Puji Tuhan, saya bisa mengendalikan diri kali ini karena “ditemani” dengan kalimat Firman Tuhan yang tadi itu, “Jangan mengandalkan manusia, engkau pasti kecewa”. Sehingga benar, saya tidak terlalu kecewa dan bahkan mencoba memahami apa yang membuatnya menjadi seperti itu. Lalu terus mengolahnya dan meyakinkan diri bahwa hal itu wajar. “Itu sebabnya, jangan mengandalkan manusia!” begitu nasehat yang terus ada dalam hati. Malam itu saya tiba di rumah teman dengan perasaan agak bingung masih memikirkan mengapa kejadiannya tidak seperti yang saya harapkan. Ia tidak seramah yang saya kira kali itu. Tengah malam entah jam berapa, tiba-tiba saya terjaga dari tidur. Dan entah mimpi atau tidak, bahkan nyaris nyata, TUHAN mengajak saya berbicara. KataNya, “Bagaimana jika orang yang engkau cintai, kasihi dan kepadanya engkau menaruh pengharapan setinggi langit Aku ambil?” Mendengar itu spontan saya kaget. Dan langsung membalasNya dengan permohonan (memohon-mohon belas kasihanNya), “Jangan Tuhan. Jangan.... Jangan Engkau ambil dia.” Saya lalu spontan berjanji untuk tidak lagi menaruh pengharapan saya kepadanya. Setelah itu saya baru tersadar. Saya benar-benar sadar bahwa kejadian tadi sungguh-sungguh nyata. Beberapa waktu lalu saya sering berdoa begini, “Tuhan, berbicaralah kepadaku, aku siap mendengar.” Doa ini diajarkan seorang hamba Tuhan ketika ia berkotbah di hari Minggu. Supaya jangan kita melulu yang bicara, tapi harus memberi giliran kepada Tuhan untuk mengatakan sesuatu kepada kita. Begitu katanya. Dan kemungkinan besar, inilah yang sedang terjadi malam itu. TUHAN sedang berbicara kepada saya! Saya sempat terkagum setelah peristiwa itu, karena membuat saya mengerti seperti apa ketika TUHAN berbicara. Saya mendapat gambaran jelas bahwa TUHAN pun bisa berbicara selayaknya saya berbincang dengan teman. Benar-benar ajaib! Belum pernah saya mengalami hal ini sebelumnya. Satu hal penting TUHAN ingatkan kepada saya adalah ini, JANGAN mengandalkan
34

manusia! Atau apapun yang kelihatan, karena semua hanya sementara! Seringkali ketika kita merasa menemukan tambatan hati, seluruh emosi, perasaan, pengharapan, anganangan akan masa depan, kita curahkan dan gantungkan kepada orang tersebut entah sadar atau tidak. Dan hanya TUHAN yang tahu! Rupanya malam itu saya dibuat sadar oleh TUHAN bahwa saya telah berjalan menuju bahaya besar. Bisa dibayangkan ketika saya lebih memilih bergantung pada sebuah dahan kering yang sewaktu-waktu bisa patah dan membuat saya terjatuh ke jurang dibanding bergantung pada sebatang besi yang lebih kokoh. Dengan keputusan manusia, tentu saja saya pasti memilih yang salah. Ini bahaya besar! Satu hal juga yang tidak kalah penting, saya jadi mengerti bahwa TUHAN haruslah ada di tempat pertama. Prioritas utama. Dan bukan yang kedua! Ketika saya memohon-mohon belas kasihanNya untuk tidak menyingkirkan orang tersebut dan berjanji tidak akan menempatkannya di posisi paling tinggi menggeser kedudukan TUHAN dalam hidup saya, IA pun menyetujui kesepakatan tersebut. Saya tenang kembali. Walau masih tertegun dan berpikir rupanya TUHAN bisa sedekat ini dengan manusia. Jadi 3 hal saya dapatkan: 1. TUHAN adalah pribadi yang nyata. IA akan berbicara seakrab sahabat saya berbicara kepada saya. Percakapan yang mendalam selayaknya dua pribadi yang selalu berbagi suka dan duka, mampu IA lakukan dengan kita, asalkan kita mengijinkanNya. 2. Andalkanlah hanya TUHAN! Dalam segala sesuatu, serahkan dan kembalikan itu kepadaNya. Jangan memegang terlalu erat seolah kita tahu atau mampu mengendalikan apa yang akan terjadi di hari ke depan. Semua sia-sia. Dalam sekejap hari ini ada, besok sudah lenyap. TUHAN sanggup membuat ada. IA juga mampu mengambil kembali dalam hitungan detik. Bahaya terbesar adalah ketika kita menggantungkan harapan kepada apa yang terlihat, dan ketika pengharapan sudah semakin besar, ternyata kenyataan berbicara lain, kita akan berubah menjadi pribadi sangat rapuh. Ini sangat berbahaya! 3. Tuhan adalah ALLAH yang cemburu. IA harus ada di tempat pertama dalam segala aspek hidup kita. Entah dalam studi, pekerjaan, pelayanan, hubungan sesama, dan lainlain. Ketika kita menggeser posisiNya dari tempat paling utama, bukan tidak mungkin IA akan mengambil kembali posisi tersebut sesuai caraNya tanpa persetujuan kita. (beruntunglah saya, IA memberitahu niatNya ini kepada saya tengah malam itu......). Ingatlah Firman Tuhan dalam 2 Korintus 4:18, berikut isinya: “Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.” Jadi jangan lagi melakukan kesalahan yang pernah saya lakukan! {sumber : Kumpulan artikel pribadi}

35

Apa arti hidupmu?

pengarang : Pinkrose Setelah mengalami banyak kejadian yang membawa kita dekat dengan maut seperti tsunami, gempa, topan, badai, kecelakaan pesawat terbang, tenggelamnya kapal laut, flu burung, dan lain sebagainya, banyak orang mulai berpikir. Sebenarnya, apakah arti hidup ini? Bagaiamana nanti nasib saya nanti? Apakah yang akan saya lakukan supaya saya bisa mendapatkan arti hidup ini? Apakah yang harus saya lakukan supaya saya tidak takut bila maut datang menjemput saya? Banyak orang sangat takut mendengar kata maut ataupun kematian. Mereka pikir itulah akhir dari segalanya. Mengapa mereka takut? Karena mereka belum menemukan dan menjalani hidup yang berarti. Kebanyakan orang masih dalam proses pencarian arti hidup. Mereka tidak tahu mau kemana dan belum siap. Bagaimana menjalani hidup yang berarti itu? Hidup yang berarti, bukan diukur dari berapa lamanya kita hidup, tapi kualitas kehidupan yang kita jalani. Banyak orang berpikir, mendapatkan hidup yang berarti itu ketika mereka bisa hidup sampai 100 tahun, punya tabungan yang banyak di bank, punya aset dan investasi dimana-mana, populer dan diseganai public dan lain sebagainya Tidak ada salahnya kita mendaptkan semua itu. Tapi bagi orang beriman, hidup yang berarti itu tidak diukur dengan pencapaian-pencapaian tersebut. Bagi orang beriman, hidup yang berarti adalah hidup yang bergaul dan mengenal Allah secara pribadi Contohnya Henokh, kalupun dirata-ratakan dengan usia sekrang di hanya hidup sampai umur 30 an saja, namun dialah orang yang paling menikmati hidup ini karena ia bergaul dengan Allah. Dia tidak melakukan apa yang dikatakan dunia sebagai suatu pencapaian prestasi, tapi Allah mengatakan dia orang yang berkenan di hati Allah, karena itu Allah mengangkatnya. Paulus juga, orang yang tidak takut akan kematian. Justru ia berkata, “Bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan”. Dia menikmati pelayanan yang dia lakukan untuk Kristus. Kapan pun maut menjemputnya ia siap. Apakah kita bisa berkata seperti itu? Jadi, kalau anda takut akan kematian ataupun lagi merenungkan apa arti hidup anda, tanyakan pada diri sendiri, apakah saya sudah hidup bergaul dengan Allah seperti Henokh dan sudah melayani Kristus seperti Paulus? Kalau anda sudah melakukannya. Jangan takut akan kematian. Hidup anda sangat berarti di hadapan Tuhan !!! Pinkrose, Paris van Java, 22012007 Tuhan memberkati selalu … {sumber : Bible}

36

Apa Tujuan Yesus?

pengarang : Robinson Tulenan Yohanes 11 :3-6 Marta dan Maria memberi kabar kepada YESUS supaya segera datang ke Betania karena saudara mereka, Lazarus dalam keadaan sakit. Disaat mereka membututuhkan dan merindukan YESUS untuk datang ke Betania, ternyata YESUS tidak datang bahkan DIA menunda 2 hari untuk kesana, akhirnya Alkitab mencatat Lazarus meninggal dunia. Marta dan Maria pasti kecewa dan berdukacita pada saat itu, kenapa! Pemikiran mereka kalau YESUS datang pada saat Lazarus sakit pasti saudara mereka tidak akan mati. Marta dan Maria mengundang YESUS ke Betania untuk menyembuhkan Lazarus (terfokus pada 1 orang), tetapi YESUS menunda dua hari ke Betania tujuannya bukan hanya kepada Lazarus tetapi kepada murid-2, Marta dan Maria bahkan kepada orang Yahudi, (terfokus kepada orang banyak). Sekarang yang menjadi pertanyaan, apa tujuan YESUS sehingga DIA tinggal dua hari di seberang sungai Yordan ?? A. Untuk memulihkan keadaan rohani dari murid-murid. - Yoh. 11:7-9 murid-murid berada diadalam ketakutan, mereka melarang YESUS untuk masuk ke Yudea Karena takut menghadapi orang Yahudi. Sebelumnya orang-orang Yahudi mengancam untuk merajam YESUS dengan batu, tetapi justru nyang mengalami ketakutan adalah murid-murid. - Yoh.11:11-13, Murid-murid tidak mengerti perkataan YESUS (Firman Tuhan). Setiap perkataan dan ucapan yang yang keluar dari mulut YESUS adalah Firman Tuhan, sekian lama mereka hidup, bergaul bahkan memberitakan Firman bersama YESUS tapi ternyata mereka tidak mengerti Firman Tuhan. - Yoh. 11:15, Iman dari pada murid-murid berada pada titik lemah. Kata YESUS mereka harus belajar percaya. Walaupun mereka bersama dengan YESUS selalu mengadakan banyak mujizat bersama YESUS tapi iman mereka merosot. B. Yoh. 11:21-24, 11:32,39 Marta dan Maria mempunyai Iman pada hal-hal yang kecil. Mereka percaya kalau YESUS datang pada waktu itu, maka Lazarus tidak akan mati (perkara kecil). Kepercayaan mereka hanya terbatas pada hal-hal yang kecil. C. Yoh. 11:36,45. Supaya Orang Yahudi menjadi percaya. Dengan bangkitnya Lazarus dari kubur maka banyak orang Yahudi menjadi percaya kepada YESUS. Ingat YESUS tidak pernah terlambat menolong kita, Jawabannya selalu tepat pada kondisi dan situasi yang tidak terpikirkan oleh pikiran kita.

37

Apakah Allah Itu Adil?

pengarang : Henry Sujaya Lie Pertanyaan kedua yang diajukan oleh para siswa sebuah SMA tersebut adalah „Apakah Allah itu adil?‟. Sedikit terhenyak, ketika mendengar urutan kedua pertanyaan terbesar yang mereka miliki. Tanpa prasangka, saya berpikir berapa banyak sih dari mereka yang melewati penderitaan yang berat dalam usia mereka. Tapi ah, saya berpikir mungkin saya yang terlalu naif, karena masing-masing mereka tentu punya pergumulan dan pemikiran masing-masing. Apakah Allah itu adil? Mengapa ada penderitaan di muka bumi ini? Lihatlah penderitaan di muka bumi ini? Mengapa bayi yang begitu polos ini lahir cacat bak seonggok kol tak berdaya? Mengapa ada anak-anak lahir dengan down syndrome? Mengapa saya hidup susah setelah membaktikan hidup saya untuk pelayanan? Mengapa ada kejahatan? Salah siapa, sehingga orang-orang mati dalam kecelakaan pesawat? Anak-anak mati dalam gempuran bom perang? Orang yang buta sejak lahir? Kelaparan menusuk tanpa diharapkan? Mengapa ada orang hidupnya enak mulus kaya terhormat sampai mati sementara yang lain terpuruk dalam derita, cacat, hina sampai mati? Pertanyaan tentang keadilan Allah adalah salah satu cabang ilmu filsafat dan teologi yang juga cukup besar peminatnya. Orang menyebutnya teodise (theodicy), yang diambil dari kata Yunani „theos‟ dan „diche‟ – yang berarti keadilan Allah. Istilah ini pertama kali dilemparkan oleh Leibniz, seorang matematikawan, fisikawan dan filsuf, pada tahun 1710 dalam karya tulisnya Essais de Théodicée sur la bonté de Dieu, la liberté de l'homme et l'origine du mal ("Theodicy Essay on the Benevolence of God, the Free will of man, and the Origin of Evil"). Salah satu trilogi teka teki teodise yang terkenal adalah sebagai berikut: 1. Allah itu Maha Baik 2. Allah itu Maha Kuasa 3. Ada penderitaan dan kejahatan di muka bumi. Maka untuk merekonsiliasi fakta no 3, orang sepertinya akan memilih apakah Allah itu tidak maha baik atau tidak maha kuasa sehingga ada penderitaan di muka bumi. Adalah seseorang ternama yang bernama Charles Templeton (1915-2001) dari Kanada. Pada masa mudanya dia adalah seorang penginjil besar, dan merupakan rekan sekerja Billy Graham. Dia mendirikan Youth for Christ International bersama Graham. Charles mendirikan sebuah gereja dengan jemaat 1200 orang dan dimulai dari 12 orang saja! Alumni Princeton Theological Seminary ini, juga mempunyai acara televisi rohani di CBS „Look Up and Live‟! Ya, singkatnya Charles adalah seorang penginjil besar pada masanya! Satu hari, Charles melihat sebuah foto seorang anak yang sekarat kelaparan, menengadah ke langit.... Momen itu memukul dia. Dia kecewa. Mengapa Allah yang baik membiarkan ini terjadi. Dan dia memutuskan untuk menjadi atheis. Meninggalkan imannya dan menjadi politisi. Kebanyakan dari kita mungkin tidak peduli akan penderitaan dan ketidakadilan di muka bumi, paling tidak begitu pedulinya seperti Templeton. Kecuali kalau penderitaan itu memukul kita secara pribadi. Kecuali kalau kita yang kena tulah, maka kita menengadah ke langit dan berseru, “Mengapa saya? Mengapa? Mengapaaaaaaaaaaaaaaa....?” Yang menarik, ada beberapa kisah dalam Injil tentang diskusi teodise ini. Murid-murid Yesus bertanya salah siapa sehingga orang ini buta sejak lahir? Lalu ada juga saat di mana orang-orang menggosipkan bahwa orang-orang yang mati tertimpa pilar kolam Siloam dan orang-orang yang darahnya dicampur untuk upacara penyembahan berhala,
38

adalah orang-orang sial yang kena tulah. Orang-orang berdosa. Yesus kelihatannya „tidak menjawab‟ pertanyaan murid-muridNya. Dia jelas-jelas menghindari penghakiman bahwa bencana atau penderitaan adalah karena dosa orang itu. Yesus menolak untuk menghakimi, gantinya Dia memilih untuk menyembuhkan orang buta itu. Dia tidak menjawab dari mana asal penderitaan orang buta itu. Tidak juga Dia berusaha membela dan mencari penjelasan logis tentang keadilan Allah. Kalau Dia hidup di jaman sekarang, saya kira Dia tidak akan bilang, “...korban gempa, korban tsunami, korban WTC itu karena mereka penuh dosa, bla bla bla....” Tidak. Dia tidak seperti itu. Dia cuma konsentrasi satu hal, memulihkan. Titik. Dan Dia menjamah orang buta itu dan menyembuhkan. “Biarlah Allah dimuliakan.” Itu saja kata-kataNya. Seperti yang saya terangkan di atas, kebanyakan dari kita tidak akan bertanya tentang keadilan Allah, kecuali saat penderitaan menyiksa kita. Saat kekecewaan mencambuki kita dengan paku kepedihan. Saat mimpi-mimpi kita hancur dan hidup kita menjadi terasa hampa. Dan kita bertanya? Salah apa aku Tuhan? Adilkah Kamu? Aku melayani Kamu sampai kerjaan di kantor terlantar. Aku bayar perpuluhan, datang pertemuan doa tanpa lalai. Dan apa balasanMu untuk itu? Seorang pria menangis ketika istrinya berusaha bunuh diri. Anak mereka yang satu mati kecelakaan dan satu lagi kecanduan ganja. Kedua orangtua setia melayani Tuhan. Tidakkah kita ingin mengguncang-guncang bahu Tuhan dan memohonNya untuk tidak terlalu keras kepada umatNya? Roma 8:28 adalah ayat misterius yang berusaha (o, sungguh sangat berusaha) meyakinkan kita bahwa di atas segala ketidakmengertian kita, Allah merancangkan sesuatu yang indah, tidak pernah yang buruk, apapun yang terjadi dalam hidup kita. Hanya yang indah. Ayat ini tidak menerangkan bagaimana, juga tidak berusaha memberi pembelaan logis tentang keadilan Allah. Ayat ini hanya berusaha meyakinkan kita bahwa cinta Allah melampaui pengertian kita. Mimpi-mimpi kita yang hancur, kepedihan dan penderitaan kita bukanlah keping-keping yang terjadi sia-sia dalam kehidupan kita. Allah memonitor hidup kita dan tidak lalailah Dia. Kepingan mimpi yang hancur itu adalah bagian rencanaNya yang besar. Kekecewaan dan penderitaan kita adalah bagian dari mimpi yang besar, karena Allah bermimpi supaya kita memiliki satu mimpi. Yaitu mimpi untuk bergaul dan mengenal Dia. Itulah mimpi yang tertinggi dan teragung dan terutama bagi umat manusia. Dan Dia mengizinkan segala kepedihan (dalam misteri yang tidak akan pernah kita pahami) terjadi, agar kita mengalihkan mata kita pada mimpi yang tertinggi dan ingat bahwa tempat ini cuma sementara. Dia menahan rindu luar biasa menanti saat kita bersatu denganNya kelak, di mana mimpi kita yang tertinggi akan dipuaskan. Kadang kala, peluklah penderitaan itu. Jika itu memurnikan kita dan membawa kita kepada mimpi tertinggi. Jika kita tahu kesementaraan di dunia tidak ada artinya dengan Pribadi Allah. Jika kita tahu bahwa bahkan sekalipun daging dan hati kita habis lenyap, gunung batu dan warisan kita ialah Allah sendiri. Di atas mimpi-mimpi kita yang hancur, ketahuilah ada mimpi yang tertinggi. Akhirnya setelah menulis sekian panjang, saya juga tidak mengajukan jawaban akan teka teki teodise ini. Saya cuma membawa pesan seperti Yesus ketika Dia disodori tekateki teodise ini. “Salah siapa orang ini buta sejak lahir?”. Yesus menyembuhkan dan berkata, “Bukan salah siapa-siapa, lihatlah sekarang Allah dimuliakan..” Allah dimuliakan mungkin tidak lewat penyakit kita yang sembuh, tetapi lewat karakter kita yang dimurnikan. Mungkin duri dalam daging kita tidak pernah dicabut sampai mati, tetapi kerendahan hati kita dilatih dan disempurnakan saat kita masuk pintu sorga.
39

Sungguh melelahkan dan sia-sia untuk mencari jawab mengapa AKU menderita. Allah memberi kesempatan pada kita untuk bergaul dan memuliakan Dia lewat kekecewaan, penderitaan dan keperihan kita. Itulah mimpiNya dan mimpi kita yang tertinggi. Bergaul dengan Dia. {sumber : Henry Sujaya Lie } Apakah Itu Kasih?

pengarang : Susan P Schutz Kasih adalah ... Bergembira pada saat orang lain berbahagia. Bersedih untuk mereka yang bersedih. Selalu bersama saat baik maupun saat susah. Kasih adalah sumber kekuatan. Kasih adalah ... Jujur karena dirimu setiap waktu menceritakan, Mendengarkan kebenaran dan tidak berpura-pura. Kasih adalah sumber kejujuran. Kasih adalah ... Suatu pengertian sepenuhnya mengenai apa yang kau rasakan, Jika kau merupakan bagian dari orang lain. Menerima orang lain sebagaimana adanya mereka Dan tidak mencoba untuk mengubah mereka menjadi sesuatu yang lain Kasih adalah sumber persatuan. Kasih adalah ... Kebebasan untuk mencapai keingananmu Saat berbagi pengalaman dengan orang lain. Pertumbuhan suatu individu di sisimu Dan pertumbuhan bersama dengan individu lain. Kasih adalah sumber kesuksesan. Kasih adalah ... Kedahsyatan dari angin topan, Ketenangan dalam pelangi. Kasih adalah sumber dari adanya keinginan besar. Kasih adalah ... Memberi dan mengambil dalam situasi sehari-hari, Bersabar dengan setiap kebutuhan dan keinginan. Kasih adalah sumber kebersamaan. Kasih adalah ... Mengetahui bahwa orang lain akan selalu bersamamu, Tanpa memandang apa yang terjadi. Kehilangan orang lain pada saat mereka jauh Tetapi tetap dekat di hati tiap waktu. Kasih adalah sumber hidup! "Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong." (I Korintus 13:14) {sumber : milist}

40

Arti Kata Miskin di Hadapan Allah

pengarang : Pdm. Johny Kilapong, MA BACAAN; MAT 5:3 Kata miskin yang dimaksud dalam ayat ini bukanlah miskin secara jasmani. Jika kita menggali dari bahasa aslinya kita akan menemukan 2 kata dalam bahasa inggris 'The Contrite and mourners.' Dua kata ini dapat diartikan lurus, 'Perasaan patah hati karena dosa, menyesal yang dalam, orang yang berkabung.' Dalam pengertian yang lebih aplikatif adalah 1. Seseorang yang menyesali akan perbuatan dosanya dan ingin melakukan perubahan hidup (metanoia), 2. Seseorang yang merasa tidak berdaya dan tidak punya apa-apa sehingga sangat membutuhkan Tuhan, 3. Seseorang yang memiliki kerendahan hati (humble) dan selalu merasa haus dan rindu akan Tuhan. Ketika Yesus hadir ke dunia, situasi dunia dalam keadaan kacau. Setiap orang membutuhkan kelepasan dari penjajahan romawi yang begitu kuat, ingin mengalami kedamaian, ingin mengalami perubahan atas situasi yang sangat mencekam. Pada zaman herodes, hampir setiap hari ada orang yang digantung. Kekejaman Herodes telah menghantui setiap pikiran orang israel khususnya pada saat itu. Memang pada saat itu ekonomi tidak dalam keadaan baik. Penekanan Yesus kepada kata miskin bukanlah bermaksud untuk mengubah ekonomi pada saat itu. Yesus ingin mengarahkan dan menyadarkan mereka kepada pada satu titik kesadaran bahwa mereka membutuhkan sesuatu lebih dari yang mereka sadari. Kebutuhan yang mengalahkan kebutuhan yang mereka pikirkan selama ini. Kebuthan yang paling penting pada saat itu adalah kebutuhan dan kerinduan akan Tuhan yang menjadi penentu dan penjawab atas segala persoalan yang mereka hadapi saat itu. Umat Israel pada saat itu terlalu mencondongkan pikiran dan hati mereka pada persoalan. Tuhan ingin mengubah fokus mereka dari masalah kepada Allah yang pemberi solusi atas setiap masalah. Tuhan ingin mengatakan bahwa yang lebih mereka butuhkan adalah Tuhan bukan jalan keluar dari masalah tersebut. Kadang-kadang kita mengalami situasi seperti orang Israel pada saat itu. Karena masalah begitu banyak kita mulai beralih fokus. Seharusnya Tuhan yang menjadi fokus tetapi berubah ke masalahyang dialami. Ketika kita mulai fokus kepada masalah maka kita akan mengalami: kuatir. takut, serba ragu-ragu dan mudah marah/tersinggung. Masalah hanya akan membuat kita kuatir dan bimbang. Masalah hanya akan membuat kita kekurangan tenaga dan energi. Tetapi ketika kita fokus kepada Tuhan maka kita akan mengalami: a. kekuatan, b. keberanian untuk menghadapinya, c. obyektif dalam melihat masalah, d. memiliki iman yang kuat, e. bertumbuh pengharapan kepada Tuhan, f. Kerinduan yang kuat untuk selalu bersekutu dengan Tuhan, g. Memiliki hikmat Tuhan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Ketika kita selalu merindukan dan membutuhkan Tuhan, maka kita akan mengalami kekuatan demi kekuatan dalam menghadapi setiap masalah. Masalah pasti ada setiap hari. Tetapi jangan takut Tuhan pasti memberikan jalan keluar. Apapun masalah saudara serahkan kepada Tuhan maka Tuhan sendiri akan bertindak (Mzm 37:5). Kupang - NTT {sumber : Alkitab, Vines, Strong}

41

Ayah, Siapakah Orang Kristen Itu?

SEORANG anak kecil menatap ayahnya dan bertanya, "Yah, siapakah yang dimaksud dengan orang Kristen?" Ayahnya menjawab, "Orang Kristen adalah orang yang mengasihi dan taat kepada Tuhan. Ia mengasihi sahabat-sahabatnya, tetangganya, dan bahkan musuh-musuhnya. Ia setia berdoa, lemah lembut, hidup kudus, dan lebih senang pergi ke surga ketimbang segala sesuatu yang ada di dunia ini. Anakku, itulah orang Kristen!" Anak laki-laki itu termangu sebentar, kemudian bertanya lagi, "Apakah saya pernah ketemu orang yang demikian?" Ayah dalam ilustrasi tersebut memberikan sebuah jawaban baik kepada anaknya. Ia menekankan tentang kasih Tuhan dan kasih kita kepada sesama, bahkan kepada musuh dan orang yang menyebabkan kemalangan pada diri kita. Ia juga menegaskan perlunya bersekutu dengan Bapa, mencari kerajaan Allah terlebih dahulu dan menghasilkan buah Roh dalam kehidupan seorang Kristen. Itu semua bukan jawaban yang buruk. Tetapi, bayangkan betapa terkejutnya sang ayah ketika anaknya bertanya kalau-kalau ia pernah bertemu dengan rang yang seperti itu! Apakah mungkin bahwa kita berbicara tentang sesuatu yang baik, tetapi melangkah di jalan yang keliru? Kita mungkin mampu untuk mengatakan kepada orang lain apa dan siapa orang Kristen itu, bahkan mungkin mengakui bahwa kita adalah Kristen, tetapi pernahkah kita menunjukkan kekristenan itu kepada mereka? Jika seorang datang kepada Anda dan meminta gambaran tentang seorang Kristen, apakah Anda akan MENGATAKAN hal ini atau... Anda mau MENUNJUKKANNYA?

Bagaimana Kalau Allah Punya Answering Machine

pengarang : Unknown Bagaimana Kalau Allah Punya Answering Machine? Bayangkan bila pada saat kita berdoa dan mendengar ini: "Terima kasih, Anda telah menghubungi Rumah Bapa". Pilihlah salah satu: * Tekan 1 untuk 'meminta'. * Tekan 2 untuk 'mengucap syukur'. * Tekan 3 untuk 'mengeluh'. * Tekan 4 untuk 'permintaan lainnya'." Atau, bagaimana jika Allah memohon maaf seperti ini: "Saat ini semua malaikat sedang membantu pelanggan lain. Tetaplah menunggu. Panggilan Anda akan dijawab berdasarkan urutannya." Bisakah Anda bayangkan bila pada saat berdoa, Anda mendapat respons seperti ini: * "Jika Anda mau bicara dengan Malaikat Gabriel, tekan 1; dengan Malaikat Mikhail, tekan 2; dengan malaikat lainnya, tekan 3. Jika Anda ingin mendengar nyanyian Raja Daud saat Anda menunggu, tekan 4. "Untuk mengetahui apakah orang yang Anda kasihi akan dipanggil ke Rumah Bapa, masukkanlah nomor KTP-nya. Untuk pesan tempat di Rumah Bapa, tekanlah Y, O, H, A, N, E, S dan tekan 3,1, 6." "Untuk jawaban pertanyaan tentang dinosaurus, umur bumi, dan di mana bahtera Nuh berada, silahkan tunggu sampai Anda tiba di sini." Atau bisa juga Anda mendengar ini: "Komputer kami menunjukkan bahwa Anda telah satu kali menelpon hari ini, silakan mencoba kembali esok hari." "Kantor ini ditutup pada akhir minggu. Silakan menelpon kembali hari Senin setelah pukul 9 pagi."
42

Namun puji Tuhan, Allah kita mengasihi kita, Anda dapat menelponNya setiap saat !!! Anda hanya perlu untuk memanggilnya sekali dan Tuhan mendengar Anda.Karena Yesus, Anda tidak akan pernah mendapat nada sibuk.Tuhan menerima setiap panggilan dan mengetahui siapa pemanggilnya secara pribadi. Ketika Anda memanggil dan Tuhan akan menjawab; Anda akan menangis minta tolong dan DIA akan berkata : "Ini AKU" (Yesaya 58:9). Ketika Anda memanggil, gunakan Nomor Telepon Darurat dibawah ini: * Saat Berduka Cita, putar Yohanes 14. * Ketika dikecewakan sesama, putar Mazmur 27. * Jika Anda ingin berbuah, putar Yohanes 15. * Ketika Anda Berdosa, putar Mazmur 51. * Ketika Anda kawatir, putar Matius 6:19-34. * Ketika Anda dalam bahaya, putar Mazmur 91. * Ketika Tuhan terasa jauh, putar Mazmur 139. * Ketika Iman Anda perlu dikuatkan putar Ibrani 11. * Ketika Anda merasa sendiri dan takut, putar Mazmur 23. * Ketika hidup Anda sedang dalam kepahitan, putar I Korintus 13. * Untuk Rahasia kebahagiaan Paulus, putar Kolose 3 : 12-17. * Untuk Arti Kekristenan, putar I Korintus 5 : 15-19. * Ketika Anda merasa kecewa dan ditinggalkan, putar Roma 8 :31-39. * Ketika Anda menginginkan kedamaian dan ketenangan, putar Matius 11:25-30. * Ketika Dunia terlihat lebih besar dari Tuhan, putar Mazmur 90. * Ketika Anda ingin jaminan Kekristenan putar Roma 8 : 1-30. * Ketika Anda meninggalkan rumah untuk bekerja atau bepergian, putar Mazmur 121. * Untuk penemuan/kesempatan besar, putar Yesaya 55. * Ketika Anda membutuhkan keberanian untuk suatu tugas, putar Yosua 1. * Supaya dapat bergaul dengan baik terhadap sesama, putar Roma 12. * Ketika Anda memikirkan kekayaan, putar Markus 10. * Saat Anda mengalami depresi, putar Mazmur 27. * Jika Anda kesulitan keuangan, putar Mazmur 37. * Jika Anda kehilangan kepercayaan terhadap orang, putar I Korintus 13. * Jika orang di sekitar kita tampak berlaku tidak baik, putar Yohanes 15. * Ketika Anda putus asa dengan pekerjaan, putar Mazmur 126. * Jika Anda menemukan bahwa dunia mengecil dan Anda merasa besar, putar Mazmur 19. Nomor-nomor tersebut dapat langsung dihubungi. Operator tidak diperlukan. Seluruh saluran ke Surga terbuka 24 jam sehari!! Bagikan daftar telepon ini kepada orang-orang disekeliling kita. Mana tahu mungkin mereka sedang membutuhkannya. Jika perlu ajaklah berdoa bersama. Selamat merenungkan Contributed by Anthon Panggabean Bahasa Kasih

pengarang : Lydia Bahasa Kasih Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman pengharapan dan kasih, dan yang paling besar diantaranya ialah KASIH. (I Korintus 13 : 13) Sempat terlihat di layar kaca kita beberapa waktu lalu, iklan sebuah produk lotion bayi terkenal. Dalam iklan itu divisualisasikan sentuhan lembut penuh kasih dari sang ibu yang memberi kenyamanan dan kehangatan bagi bayinya. Sentuhan penuh cinta dari si ibu adalah bahasa kasih yang paling dimengerti bayinya. Demikian pula adanya KASIH, deskripsi rasul Paulus mengenai kasih seperti yang tertulis dalam I Korintus 13:4-7 adalah definisi terbaik yang pernah tercatat dalam sejarah peradaban manusia. Namun kasih bukan hanya sebatas
43

kata, kasih hanya mampu dibahasakan dengan perbuatan, hampir seperti iklan lotion tadi. Bahasa kasih sejati bersumber dari Bapa sendiri ketika Ia dalam keajaiban kasihNya memprakarsai keselamatan manusia (Yesaya 43:11) dan mengutus Kristus untuk melakukan keselamatan itu. Kristus membahasakan kasih Bapa dengan tulus ketika Ia melintasi via Dolorosa menuju Kalvary. Keagungan kasihNya memberi dampak besar dalam kehidupan manusia sehingga barangsiapa yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Sentuhan kasih Bapa melalui Kristus akan dirasakan, dinikmati jika kita mau menerima Dia dalam hidup kita. Dengan demikian Sang Empunya Kasih Sejati itu akan tinggal di dalam hidup kita, mengalirkan kasihNya bagaikan aliran-aliran air kehidupan sehingga kitapun mampu membahasakan kasih kepada sesama. Bahasa kasih tidak dipelajari secara khusus, tidak ada universitas yang punya fakultas untuk mempelajari bahasa kasih. Boleh di kata, tidak ada lembaga apapun di dunia ini yang punya kemampuan mengajarkan bahasa kasih dengan baik. Hanya keintiman dengan Bapa dan FirmanNya lah yang akan memproses hidup kita untuk mengerti bahkan mampu membahasakan kasih dengan baik. Dalam proses ini Bapa tidak membiarkan kita seorang diri, tetapi memberikan Roh Kudus untuk memimpin dan menjadi guru terbaik kita

Bambu dan Pakis

pengarang : Unknown Suatu hari aku memutuskan untuk berhenti ... berhenti dari pekerjaanku, berhenti dari hubunganku dengan sesama dan berhenti dari spiritualitasku. Aku pergi ke hutan untuk bicara dengan Tuhan untuk yang terakhir kalinya. "Tuhan", kataku. "berikan aku satu alasan untuk tidak berhenti?" Dia memberi jawaban yang mengejutkanku. "Lihat ke sekelilingmu", kataNya. "Apakah engkau memperhatikan tanaman pakis dan bambu yang ada dihutan ini?" "Ya", jawabku. Lalu Tuhan berkata, "Ketika pertama kali Aku menanam mereka, Aku menanam dan merawat benih-benih mereka dengan seksama. Aku beri mereka cahaya. Aku beri mereka air. Pakis-pakis itu tumbuh dengan sangat cepat. Warna hijaunya yang menawan menutupi tanah. Namun, tidak ada yang terjadi dari benih bambu. Tapi, Aku tidak berhenti merawatnya. Dalam tahun kedua, pakis-pakis itu tumbuh lebih cepat dan lebih banyak lagi. Namun, tetap tidak ada yang terjadi dari benih bambu. Tetapi Aku tidak menyerah terhadapnya. " "Dalam tahun ketiga tetap tidak ada yang tumbuh dari benih bambu itu, tapi Aku tetap tidak menyerah. Begitu juga dengan tahun ke empat. " "Lalu pada tahun ke lima, sebuah tunas yang kecil muncul dari dalam tanah. Bandingkan dengan pakis, itu kelihatan begitu kecil dan sepertinya tidak berarti. Namun enam bulan kemudian, bambu ini tumbuh dengan mencapai ketinggian lebih dari 100 kaki. Dia membutuhkan waktu lima tahun untuk menumbuhkan akar-akarnya. Akarakar itu membuat dia kuat dan memberikan apa yang dia butuhkan untuk bertahan. Aku tidak akan memberikan ciptaanku tantangan yang tidak bisa mereka tangani. "
44

"Tahukan engkau anakKu, dari semua waktu pergumulanmu, sebenarnya engkau sedang menumbuhkan akar-akarmu? Aku tidak menyerah terhadap bambu itu. Aku juga tidak akan pernah menyerah terhadapmu. " Tuhan berkata "Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain. Bambu-bambu itu memiliki tujuan yang berbeda dibandingkan dengan pakis. Tapi keduanya tetap membuat hutan ini menjadi lebih indah.” "Saat mu akan tiba", Tuhan mengatakan itu kepadaku. "Engkau akan tumbuh sangat tinggi" "Seberapa tinggi aku harus bertumbuh?" tanyaku. "Sampai seberapa tinggi bambu-bambu itu dapat tumbuh?" Tuhan balik bertanya. "Setinggi yang mereka mampu?" Aku bertanya "Ya." jawabNya, "Muliakan Aku dengan pertumbuhan mu, setinggi yang engkau dapat capai." Lalu aku pergi meninggalkan hutan itu, menyadari bahwa Allah tidak akan pernah menyerah terhadap ku. Dan Dia juga tidak akan pernah menyerah terhadap Anda. Jangan pernah menyesali hidup yang saat ini Anda jalani sekalipun itu hanya untuk satu hari. Hari-hari yang baik memberikan kebahagiaan; hari-hari yang kurang baik memberikan pengalaman; kedua-duanya memberi arti bagi kehidupan ini.

Banyak Anggota Tetapi Satu Tubuh

pengarang : Joseph Wise Poriman I Korintus 12 : 12 “ Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus. “ Ayat 14 “ Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota. Andaikata kaki berkata: “ Karena aku bukan tangan, aku tidak termasuk tubuh,” jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh ? “ Ayat 19-20 “ Andaikata semuanya adalah satu anggota, dimanakah tubuh ? Memang ada banyak anggota, tetapi hanya satu tubuh.” Ayat 27 “ Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.” Saya teringat pada satu cerita dimana ada empat bersaudara hidup dalam tubuh Manusia. Mereka adalah Wajah, Tangan, Kaki, serta Perut. Keempatnya hidup rukun, sampai suatu hari timbul perselisihan di antara mereka. Masing-masing saling menonjolkan diri, menganggap diri mereka paling penting. Pertama kali Kaki berbicara, "Teman-teman, akulah yang paling penting diantara kalian. Coba bayangkan tanpa aku, manusia bakal tidak bisa ke mana-mana." Sahut Tangan, "Aha Kaki, manusia tanpa tangan tidak akan bisa bekerja. Memang benar tanpa Kaki manusia tidak bisa kemana-mana, tetapi itu tidak penting. Tapi yang terpenting
45

bagi manusia adalah bekerja, setelah bekerja baru dapat makan. Jadi manusia harus bekerja dan itu yang terpenting. Dan hanya Tangan yang bisa bekerja untuk mencarikan nafkah manusia." Wajahpun menyungging senyum mendengar penuturan Kaki dan Tangan. Terbayang rasa congkak pada dirinya, lalu mencetuslah ia "Kalian sama sekali tidak penting dibanding dengan aku. Tahu nggak kalian, manusia itu dihargai karena apa ? Karna wajahnya. Wajah yang tampan dan cantik membuat manusia dikagumi. Selain itu aku memiliki panca indra, yaitu Mata, Telinga, Hidung, Lidah, serta Mulut. Nah, jelas-jelas aku yang paling hebat dan paling penting !!! Perut, yang tadi diam saja, ikut-ikutan bicara, "Kuakui Kaki lebih kuat daripadaku. Tangan lebih pintar. Wajah lebih cakep. Tetapi sebenarnya akulah paling penting. Tanpa aku, kalian semua akan tewas !!!" Mendengar celoteh Perut, anggota tubuh lainnya menjadi marah. Mereka sebaliknya menganggap Perut bagian tubuh yang paling malas. Coba bayangkan, pekerjaan perut sehari-hari hanya makan dan makan melulu. Tapi kalau kami : Kaki membawa tubuh ke tempat mencari nafkah. Tangan bekerja mencari uang. Wajah selalu menunjukkan raut muka manis agar disenangi namun semua hasil jerih payah itu dimakan Perut ! Dasar perut tak berguna !. Sejak kejadian itu, Kaki, Tangan, serta Wajah mulai mengabaikan Perut. Mereka tidak mau mencarikan makanan buat Perut. " Biar Perut tahu bahwa tanpa kita ia tidak ada gunanya!" kata mereka. Perut pun tidak menerima makanan selama berhari-hari dan Perut menjadi sangat lemah. Tetapi yang herannya bukan hanya Perut yang merasa lemah tapi ternyata anggota tubuh lainnya juga ikut menjadi lemah. Tangan serta Kaki sulit digerakkan, kaki tidak kuat untuk berjalan, sedang tangan merasa lemas nggak bisa bekerja. Wajah menjadi sering meringis karena menahan rasa lapar dan sakit. Wajah yang tadi tampan, kini menjadi penuh kerut merut. Tubuhpun menjadi lemah tak berdaya. Kini Kaki, Tangan, serta Wajah menyadari kesalahan mereka. "Kita tidak bisa hidup tanpa Perut." kata mereka akhirnya. Maka pertengkaranpun berakhir. Bersama-sama, semua anggota Tubuh mulai bersatu, mulai bahu-membahu dalam segala bidang. I Korintus 12 : 26 “ Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita. “ Sdr-sdr yang kekasih, kita semua merupakan anggota tubuh Kristus yang harus hidup dalam satu kesatuan dan kerukunan. Praktek kerukunan perlu kita terapkan dalam kehidupan kekristenan kita sehari-hari. Mari kita ciptakan kerukunan dan kesatuan di antara umat Tuhan sehingga ketika Tuhan datang kembali IA akan mendapatkan tempat untuk meletakkan KepalaNya. Yesus berkata dalam Matius 8 : 20 “ Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepalaNya. “ Pada akhir zaman ini Iblis punya satu misi untuk menceraiberaikan Tubuh Kristus. Seperti raja Herodes yang menunjuk pada Iblis dimana pada Natal pertama begitu Herodes mendengar bahwa bayi Yesus sudah lahir. Bayi Yesus yang menunjuk pada Tubuh Kristus maka Herodes segera mengincar dan mau membunuhNya. Herodes disebut juga sebagai serigala, serigala yang akan menerkam dan menceraiberaikan domba-domba ( Lukas 13 : 31-32 ). Yohanes 10 : 12b “ sehingga serigala itu menerkam dan menceraiberaikan dombadomba itu. “
46

Iblis tidak suka melihat Tubuh Kristus hidup dalam kesatuan dan kerukunan, Iblis bagaikan serigala yang akan menceraiberaikan domba-domba, Iblis mempunyai misi untuk menghancurkan kesatuan Tubuh Kristus. Dalam gereja ada juga lima jabatan yang ditetapkan Tuhan yang juga merupakan satu kesatuan. I Korintus 12 :28 “ Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat : pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar ( lebih lengkapnya dituliskan dalam Efesusu 4 : 11-12 “ Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus. “ Kelima jabatan ditetapkan untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pembangunan Tubuh Kristus. Itu sebabnya mari kita membawa diri kita untuk masuk dalam proyek Pembangunan Tubuh Kristus, itulah satu persekutuan yang akan membawa jemaat masuk dalam proses penyucian dan pengudusan lewat Firman Allah yang menyucikan dan menguduskan. Yohanes 17 : 17 “ Kuduskanlah mereka dalam kebenaran, FirmanMu adalah kebenaran. “ Hari demi hari jemaat disucikan dan dikuduskan lewat kebenaran Firman Tuhan sampai satu saat Tubuh Krintus benar-benar terbentuk, kudus dan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, kudus dan tidak bercela ( Efesus 5 : 26-27 ) sehingga saat Kristus datang kembali pada kali yang kedua sebagai Kepala maka Ia akan mendapatkan tempat untuk meletakkan KepalaNya. Oleh sebab itu, kitab Ibrani 12 : 14a menuliskan:“ Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan. “ Mari, hiduplah dalam kesatuan, berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan untuk menyambut Tuhan yang akan datang kembali sebagai Kepala dan sebagai Mempelai Surgawi … {sumber : penggembalaan} Bapaku Pemulung Ulung

Suatu hari Guru sekolah minggu memberikan tugas kepada murid-muridnya: Seperti apa Allah Bapa itu? "Untuk mudahnya, kalian harus melihat Dia sebagai seorang Bapa.. seorang papi," ujar guru tsb. Minggu berikutnya, guru tsb menagih PR dari setiap murid yang ada. "Allah Bapa itu seperti Dokter!" ujar seorang anak yang papanya adalah dokter. "Ia sanggup menyembuhkan sakit penyakit seberat apapun!" "Allah Bapa itu seperti Guru!" ujar anak yang lain. "Dia selalu mengajarkan kita untuk melakukan yang baik dan benar." "Allah Bapa itu seperti Hakim!" ujar seorang anak yang papanya adalah hakim dengan bangga,"Ia adil dan memutuskan segala perkara di bumi." "Menurut aku Allah Bapa itu seperti Arsitek. Dia membangun rumah yang indah untuk kita di surga!" ujar seorang anak tidak mau kalah. "Allah Bapa itu pokoknya kaya sekali deh! Apa saja yang kita minta Dia punya!" ujar seorang anak konglomerat. Guru tsb tersenyum ketika satu demi satu anak memperkenalkan image Allah Bapa dengan semangat. Tetapi ada satu anak yang sedari tadi diam saja dan nampak risih mendengar jawaban anak2 lain. "Eddy, menurut kamu siapa Allah Bapa itu?" ujar ibu guru
47

dengan lembut. Ia tahu anak ini tidak seberuntung anak2 yang lain dalam hal ekonomi, dan cenderung lebih tertutup. Eddy hampir2 tidak mengangkat mukanya, dan suaranya begitu pelan waktu menjawab,"Ayah saya seorang pemulung... jadi saya pikir... Allah Bapa itu Seorang Pemulung Ulung." Ibu guru terkejut bukan main, dan anak-anak lain mulai protes mendengar Allah Bapa disamakan dengan pemulung. Eddy mulai ketakutan. "Eddy,"ujar ibu guru lagi. "Mengapa kamu samakan Allah Bapa dengan pemulung?" Untuk pertama kalinya Eddy mengangkat wajahnya dan menatap ke sekeliling sebelum akhirnya menjawab,"Karena Ia memungut sampah yang tidak berguna seperti Eddy dan menjadikan Eddy manusia baru, Ia menjadikan Eddy anakNya." Memang bukankah Dia adalah Pemulung Ulung? Dia memungut sampah-sampah seperti saudara dan saya, menjadikan kita anak-anakNya, hidup baru bersama Dia, dan bahkan menjadikan kita pewaris kerajaan Allah. Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." Efesus 2:8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman, itu bukan hasil usahamu sendiri melainkan pemberian Allah. God bless John 3:16 "For God so loved the world, that He gave His only begotten Son, that whoever believes in Him should not perish, but have eternal life."

Batas Sabar Tuhan

1 Timotius 2:4, Yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran. Bagian pertama ayat pokok kita: Kehendak Tuhan, hati Tuhan, dapat diumpamakan juga sebagai cita-cita Tuhan supaya semua orang diselamatkan. Rasul Paulus, rasul-rasul yang lain, bahkan Tuhan Yesus sendiri banyak berbicara mengenai memberitakan kabar baik, berita keselamatan bagi semua orang. 1 Korintus 9:22, Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka. Matius 4:19, Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia." Banyak contoh kegerakan dalam gereja terjadi di dunia ini sekarang dan terutama sejak awal abad ke-20 (1900-an) Roh Kudus bekerja dua kali ganda ditandai dengan Azusa Street Revival, gereja-gereja bangkit, penginjilan menjangkau hampir ke seluruh dunia, negara-negara komunis tumbang dan Injil dapat diberitakan, jiwa-jiwa datang kepada
48

Tuhan. Tetapi banyak kali revival terjadi mengikuti rupa-rupa kegoncangan yang terjadi lebih dulu. Misalnya abad ke-20 sudah diawali dengan Perang Dunia I (1914-1918) dan Perang Dunia II (1939-1945), Azusa Street Revival dan gempa bumi San Francisco yang terpisah hanya beberapa minggu. Jadi akan ada penuaian gereja universal hanya sebagai orang percaya kitapun harus bersiap bukan hanya untuk revival yang akan terjadi tetapi juga untuk kegoncangan yang Tuhan ijinkan lebih dulu terjadi. 2 Petrus 3:9, Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.

Kesempatan yang Tuhan kasih kepada kita harus selalu menjadi kesempatan untuk lebih baik, kesempatan lebih berkenan dan terutama kesempatan untuk bertobat. Kalau suami atau isteri atau orang tua atau anak atau orang yang kita kasihi belum terima Tuhan Yesus, sekarang kesempatan kita untuk berdoa bersaksi bagi mereka, sekarang kesempatan mereka untuk terima Tuhan. Sampai Tuhan jadi kelihatan plin-plan, kelihatan lalai buat sebagian orang karena Ia tidak menghendaki kita binasa. Sungguh, Tuhan itu sabar. Tetapi saya harus ingatkan saudara setiap kali mendengar kata-kata ini, Tuhan sabar berarti (sama dengan) ada batas kesabaran Tuhan. Bukti kesabaran Tuhan ada batasnya pada ayat 8 dan ayat 10 dari 2 Petrus 3. Ayat 8, Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari. Jadi walau seribu tahun tetapi itu berarti ada batasnya; Tuhan memberi batas-batas buat manusia yang kita kenal sebagai waktu. Di dunia ini ada waktu dan waktu berarti tidak selama-lamanya : bisa sewaktu-waktu (tiba-tiba, seperti gambaran kedatangan Tuhan bagaikan pencuri yang datang pada saat orang-orang tidak berjagajaga). Lihat ayat 10, Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. Kalau kita Tuhan (kalau), sudah lama pastinya kita jitak itu orang-orang bikin sakit hati anak-anak Tuhan bikin sakit hati Tuhan. Tuhan jauh lebih sabar dari kita manusia. Tuhan panjaaaaaang... sabar. Tetapi berapa panjangnya? Kalau Tuhan bilang besok itu sudah cukup panjang, kita ndak bisa protes. Makanya Tuhan sabar justru harus berarti ada batas sabarnya buat kita. Roma 2:4, Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan? Masa sabar Tuhan = Injil time / waktu untuk Injil diberitakan. Kita tidak perlu jadi sedih. Kita minta-minta pembelaan Tuhan kan selama ini? Batas kesabaran Tuhan dapat berarti waktu pembelaan buat kita. Selama ini Tuhan masih sabar, masih kasih kesempatan, bisa saja sekarang waktunya Tuhan tunjukkan betul-betul pembelaanNya kepada kita. Tetapi ingat juga, mungkin kita yang selama ini Tuhan masih sabar-sabarin. Mulai dari anak-anakNya Tuhan tegur, supaya kita bertobat dan kita terluput dari kemarahan Tuhan yang besar. Ada ayat penghiburan buat kita di saat kita mengalami teguran Tuhan. Yesaya 30:18, Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu; sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu. Sebab TUHAN adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia!
49

Ternyata saat kita mengalami teguran Tuhan sebenarnya Tuhan sedang menanti-nantikan saat hendak menunjukkan kasihNya kepada kita. Bertobat, lari kepada Tuhan, Tuhan sayang sehingga Dia memberi kesempatan kita bertobat. Kehendak Tuhan supaya semua orang selamat. Kehendak Tuhan supaya kita memperoleh keselamatan, nomor satu keselamatan jiwa keselamatan rohani, tetapi juga keselamatan jasmani. Kesehatan kita itu keselamatan jasmani. Kesejahteraan kita itu keselamatan jasmani. Sukacita itu keselamatan jasmani. Dari: GPdI Sacramento. http://360.yahoo.com/gpdisacramento {sumber : http://360.yahoo.com/gpdisacramento}

Beban Berat

Beban berat (Anonim) "Mengapa bebanku berat sekali?" aku berpikir sambil membanting pintu kamarku dan bersender. "Tidak adakah istirahat dari ini?" Aku menghempaskan badanku ke ranjang, menutupi telingaku dengan bantal. "Ya Tuhan," aku menangis, "biarkan aku tidur. Biarkan aku tidur dan tidak pernah bangun kembali!" Dengan tersedu-sedu, aku mencoba untuk meyakinkan diriku untuk melupakan, tiba-tiba gelap mulai menguasai pandanganku. Lalu, suatu cahaya yang sangat bersinar mengelilingiku ketika aku mulai sadar. Aku memusatkan perhatianku pada sumber cahaya itu. Sesosok pria berdiri di depan salib. "Anakku," orang itu bertanya, "mengapa engkau datang kepadaKu sebelum Aku siap memanggilmu?" "Tuhan, aku mohon ampun. Ini karena... aku tidak bisa melanjutkannya. Kau lihat betapa berat hidupku. Lihat beban berat di punggungku. Aku bahkan tidak bisa mengangkatnya lagi." "Tetapi, bukankah Aku pernah bersabda kepadamu untuk datang kepadaku semua yang letih lesu dan berbeban berat, karena Aku akan memberikan kelegaan kepadamu. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan." "Aku tahu Engkau pasti akan mengatakan hal itu. Tetapi kenapa bebanku begitu berat?" "AnakKu, setiap orang di dunia memiliki beban. Mungkin kau ingin mencoba salib yang lain?" "Aku bisa melakukan hal itu?" Ia menunjuk beberapa salib yang berada di depan kakiNya. "Kau bisa mencoba semua ini." Semua salib itu berukuran sama. Tetapi setiap salib tertera nama orang yang memikulnya. "Itu punya Joan," kataku. Joan menikah dengan seorang kaya raya. Ia tinggal di lingkungan yang nyaman dan memiliki 3 anak perempuan yang cantik dengan pakaian yang bagusbagus. Kadang kala ia menyetir sendiri ke gereja dengan mobil Cadillac suaminya kalau mobilnya rusak. "Umm, aku coba punya Joan." Sepertinya hidupnya tenang-tenang saja. Seberat apa beban
50

yang Joan panggul? pikirku. Tuhan melepaskan bebanku dan meletakkan beban Joan di pundakku. Aku langsung terjatuh seketika. "Lepaskan beban ini!" teriakku. "Apa yang menyebabkan beban ini sangat berat?" "Lihat ke dalamnya." Aku membuka ikatan beban itu dan membukanya. Di dalamnya terdapat gambaran ibu mertua Joan, dan ketika aku mengangkatnya, ibu mertua Joan mulai berbicara, "Joan, kau tidak pantas untuk anakku, tidak akan pernah pantas. Ia tidak seharusnya menikah denganmu. Kau adalah wanita yang terburuk untuk cucu-cucuku..." Aku segera meletakkan gambaran itu dan mengangkat gambaran yang lain. Itu adalah Donna, adik terkecil Joan. Kepala Donna dibalut sejak operasi epilepsi yang gagal itu. Gambaran yang ketiga adalah adik laki-laki Joan. Ia kecanduan narkoba, telah dijatuhi hukuman karena membunuh seorang perwira polisi. "Aku tahu sekarang mengapa bebannya sangat berat, Tuhan. Tetapi ia selalu tersenyum dan suka menolong orang lain. Aku tidak menyadarinya..." "Apakah kau ingin mencoba yang lain?" tanya Tuhan dengan pelan. Aku mencoba beberapa. Beban Paula terasa sangat berat juga : Ia memelihara 4 orang anak laki-laki tanpa suami. Debra punya juga demikian : masa kecilnya yang dinodai olah penganiayaan seksual dan menikah karena paksaan. Ketika aku melihat beban Ruth, aku tidak ingin mencobanya. Aku tahu di dalamnya ada penyakit Arthritis, usia lanjut, dan tuntutan bekerja penuh sementara suami tercintanya berada di Panti Jompo. "Beban mereka semua sangat berat, Tuhan" kataku. "Kembalikan bebanku" Ketika aku mulai memasang bebanku kembali, aku merasa bebanku lebih ringan dibandingkan yang lain. "Mari kita lihat ke dalamnya," Tuhan berkata. Aku menolak, menggenggam bebanku erat-erat. "Itu bukan ide yang baik," jawabku, "Mengapa?" "Karena banyak sampah di dalamnya." "Biar Aku lihat" Suara Tuhan yang lemah lembut membuatku luluh. Aku membuka bebanku. Ia mengambil satu buah batu bata dari dalam bebanku. "Katakan kepadaKu mengenai hal ini." "Tuhan, Engkau tahu itu. Itu adalah uang. Aku tahu kalau kami tidak semenderita seperti orang lain di beberapa negara atau seperti tuna wisma di sini. Tetapi kami tidak memiliki asuransi, dan ketika anak-anak sakit, kami tidak selalu bisa membawa mereka ke dokter. Mereka bahkan belum pernah pergi ke dokter gigi. Dan aku sedih untuk memberikan mereka pakaian
51

bekas." "AnakKu, Aku selalu memberikan kebutuhanmu.... dan semua anak-anakmu. Aku selalu memberikan mereka badan yang sehat. Aku mengajari mereka bahwa pakaian mewah tidak membuat seorang berharga di mataKu." Kemudian ia mengambil sebuah gambaran seorang anak laki-laki. "Dan yang ini?" tanya Tuhan. "Andrew..." aku menundukkan kepala, merasa malu untuk menyebut anakku sebagai sebuah beban. "Tetapi, Tuhan, ia sangat hiperaktif. Ia tidak bisa diam seperti yang lain, ia bahkan membuatku sangat kelelahan. Ia selalu terluka, dan orang lain yang membalutnya berpikir akulah yang menganiayanya. Aku berteriak kepadanya selalu. Mungkin suatu saat aku benar-benar menyakitinya..." "AnakKu," Tuhan berkata. "jika kau percayakan kepadaKu, aku akan memperbaharui kekuatanmu, dan jika engkau mengijinkan Aku untuk mengisimu dengan Roh Kudus, aku akan memberikan engkau kesabaran." Kemudian Ia mengambil beberapa kerikil dari bebanku. "Ya, Tuhan.." aku berkata sambil menarik nafas panjang. "Kerikil-kerikil itu memang kecil. Tetapi semua itu adalah penting. Aku membenci rambutku. Rambutku tipis, dan aku tidak bis membuatnya kelihatan bagus. Aku tidak mampu untuk pergi ke salon. Aku kegemukan dan tidak bisa menjalankan diet. Aku benci semua pakaianku. Aku benci penampilanku!" "AnakKu, orang memang melihat engkau dari penampilan luar, tetapi Aku melihat jauh sampai ke dalamnya hatimu. Dengan Roh Kudus, kau akan memperoleh pengendalian diri untuk menurunkan berat badanmu. Tetapi keindahanmu tidak harus datang dari luar. Bahkan, seharusnya berasal dari dalam hatimu, kecantikan diri yang tidak akan pernah hilang dimakan waktu. Itulah yang berharga di mataKu." Bebanku sekarang tampaknya lebih ringan dari sebelumnya. "Aku pikir aku bisa menghadapinya sekarang," kataku, "Yang terakhir, berikan kepadaKu batu bata yang terakhir." kata Tuhan. "Oh, Engkau tidak perlu mengambilnya. Aku bisa mengatasinya." "AnakKu, berikan kepadaKu." Kembali suaraNya membuatku luluh. Ia mengulurkan tangaNya, dan untuk pertama kalinya Aku melihat lukaNya. "Tetapi Tuhan, bebanku ini kotor dan mengerikan, jadi Tuhan....Bagaimana dengan tanganMu? TanganMu penuh dengan luka!!" Aku tidak lagi memperhatikan bebanku, aku melihat wajahNya untuk pertama kalinya. Dan pada dahiNya, kulihat luka yang sangat dalam... tampaknya seseorang telah menekan mahkota duri terlalu dalam ke dagingNya. "Tuhan," aku berbisik. "Apa yang terjadi dengan Engkau?"
52

MataNya yang penuh kasih menyentuh kalbuku. "AnakKu, kau tahu itu. Berikan kepadaku bebanmu. Itu adalah milikKu. Aku telah membelinya." "Bagaimana?" "Dengan darahKu" "Tetapi kenapa Tuhan?" "Karena aku telah mencintaimu dengan cinta abadi, yang tak akan punah dengan waktu. Berikan kepadaKu." Aku memberikan bebanku yang kotor dan mengerikan itu ke tanganNya yang terluka. Beban itu penuh dengan kotoran dan iblis dalam kehidupanku : kesombongan, egois, depresi yang terus-menerus menyiksaku. Kemudian Ia mengambil salibku kemudian menghempaskan salib itu ke kolam yang berisi dengan darahNya yang kudus. Percikan yang ditimbulkan oleh salib itu luar biasa besarnya. "Sekarang anakKu, kau harus kembali. Aku akan bersamamu selalu. Ketika kau berada dalam masalah, panggillah Aku dan Aku akan membantumu dan menunjukkan hal-hal yang tidak bisa kau bayangkan sekarang." "Ya, Tuhan, aku akan memanggilMu." Aku mengambil kembali bebanku. "Kau boleh meninggalkannya di sini jika engkau mau. Kau lihat beban-beban itu? Mereka adalah kepunyaan orang-orang yang telah meninggalkannya di kakiKu, yaitu Joan, Paula, Debra, Ruth... Ketika kau meninggalkan bebanMu di sini, aku akan menggendongnya bersamamu. Ingat, kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan." Seketika aku meletakkan bebanku, cahaya itu mulai menghilang. Namun, masih kudengar suaraNya berbisik, "Aku tidak akan meninggalkanmu, atau melepaskanmu." Saat itu, aku merasakan damai sekali di hatiku.

Bebek

Ada seorang bocah laki-laki sedang berkunjung ke kakek dan neneknya dipertanian mereka. Dia mendapat sebuah katapel untuk bermain-main di hutan. Dia berlatih dan berlatih tetapi tidak pernah berhasil mengenai sasaran. Dengan kesal dia kembali pulang untuk makan malam. Pada waktu pulang, dilihatnya bebek peliharaan neneknya. Masih dalam keadaan kesal, dibidiknya bebek itu dikepala, matilah si bebek. Dia terperanjat dan sedih. Dengan panik, disembunyikannya bangkai bebek didalam timbunan kayu, dilihatnya ada kakak perempuannya mengawasi. Sally melihat semuanya, tetapi tidak berkata apapun. Setelah makan, nenek berkata, "Sally, cuci piring." Tetapi Sally berkata, "Nenek, Johnny berkata bahwa dia ingin membantu didapur, bukankah
53

demikian Johnny?" Dan Sally berbisik, "Ingat bebek?" Jadi Johnny mencuci piring. Kemudian kakek menawarkan bila anak-anak mau pergi memancing, dan nenek berkata, "Maafkan, tetapi aku perlu Sally untuk membantu menyiapkan makanan." Tetapi Sally tersenyum dan berkata, "Tidak apa-apa, karena Johnny memberitahu kalau ingin membantu." Kembali dia berbisik, "Ingat bebek?" Jadi Sally pergi memancing dan Johnny tinggal dirumah. Setelah beberapa hari Johnny mengerjakan tugas-tugasnya dan juga tugas-tugas Sally, akhirnya dia tidak dapat bertahan lagi.Ditemuinya nenek dan mengaku telah membunuh bebek neneknya dan meminta ampun. Nenek berlutut dan merangkulnya, katanya, "Sayangku, aku tahu. Tidakkah kau lihat, aku berdiri dijendela dan melihat semuanya. Karena aku mencintaimu, aku memaafkan. Hanya aku heran berapa lama engkau akan membiarkan Sally memanfaatkanmu." Aku tidak tahu masa lalumu. Aku tidak tahu dosa apakah yang dilemparkan musuh kemukamu. Tetapi apapun itu, aku ingin memberitahu sesuatu. Yesus Kristus juga selalu berdiri dijendela. Dan Dia melihat segalanya. Dan karena Dia mencintaimu, Dia akan mengampunimu bila engkau memintanya. Hanya Dia heran melihat berapa lama engkau membiarkan musuh memperbudakmu. Hal yang luar biasa adalah Dia tidak hanya mengampuni, tetapi Dia juga melupakan."

Bedah Medis Kematian Yesus

pengarang : dr. Harry Ratulangi dan dr. Andik Wijaya Secara medis, penyebab kematian Tuhan Yesus bukan hanya dimulai saat Ia disiksa oleh tentara Romawi. Sebelum itu, setelah peristiwa perjamuan terakhir, Tuhan Yesus berdoa di Taman Getsemani. Ketika Yesus berdoa, Injil Lukas merekam bahwa peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang berrtetesan ke tanah" (Lukas 22:44b). Bisa jadi, hal ini memang hanya Lukas yang menyadarinya karena Lukas adalah seorang tabib sehingga ia bisa memperhatikan keadaan fisik Tuhan Yesus. Yang sesungguhnya dilihat Lukas pada malam itu sebenarnya bukanlah seperti, melainkan memang itu bisa terjadi dan dapat diterangkan secara medis. Peristiwa ini adalah sebuah kejadian langka yang dapat terjadi pada diri seseorang saat ia mengalami emosi yang sangat berat. Kitab Markus mencatat Ia mengatakan, "mau mati rasanya" Kesedihan yang dialamiNya begitu luar biasa sehingga Ia nyaris tak dapat menanggungnya. Emosi yang sedemikian berat itu menyebabkan pecahnya pembuluh darah di kulit. Kemudian, darah keluar melalui kelenjar keringat bersama dengan keringat. Keadaan ini disebut hematidrosis atau hemahidrosis yang bila keluar banyak sekali dapat menyebabkan hipovolemi. Mulai dari sinilah, proses kematian Tuhan Yesus sebenarnya sudah dimulai. Dari Taman Getsemani, Tuhan Yesus ditangkap. Dalam kesendirianNya (murid-muridNya lari kocar kacir), Ia menghadap Hanas, setelah itu Kayafas. Emosinya terasa makin berat karena Ia merasa sendiri, ditinggalkan oleh orang-orang yang amat dikasihi-Nya.
54

Ditambah lagi, ia mulai mendapat siksaan fisik. Di pengadilan agama, mukaNya ditampar (Yoh 18:23) dan dipukuli (Lukas 22:63) mulai pukul 01.00 sampai dini hari. Sebelum ia dihukum mati, ia dibawa ke pengadilan Romawi. Keadaan fisik Tuhan Yesus saat itu sudah makin lemah karena ia tidak tidur semalaman, tidak makan atau minum, juga dipaksa berjalan dari satu tempat ke tempat lain, padahal jaraknya cukup jauhditambah pukulan-pukulan serta ejekan, plus kesendirian-Nya. Di depan pengadilan Romawi, Tuhan Yesus mulai mendapat aniaya yang luar biasa lewat hukuman cambuk. Pada waktu itu dikenal dua macam cambuk dera. Yang satu berupa sebatang tongkat atau ranting-ranting yang digunakan untuk warga negara Romawi. Yang kedua berupa cambuk bergagang kayu dengan satu sampai tiga helai kulit atau tali. Ujungnya ada yang diberi bulatan keras atau paku kecil. Jenis ini dipakai untuk mereka yang bukan warga negara Romawi. Jenis kedua inilah yang dipakai untuk mendera Tuhan Yesus. Menurut undang-undang kerajaan Romawi, yang memberi perintah penyesahan adalah Pontius Pilatus. Itu artinya Tuhan Yesus tidak dicambuk 39 kali seperti yang diperkirakan orang selama ini. Menurut buku Manusia Kain Kafan, penyesahan ini dilakukan sebanyak 121 kali dari kanan dan 121 kali dari kiri. Dengan demikian, jumlah luka yang terdapat pada tubuh Tuhan Yesus sampai di kaki-Nya adalah 726 buah dengan kulit, daging dan otot yang pasti ikut tercabik. Namun demikian, para 'algojo' yang mendera itu amat mahir sehingga mereka tidak memukul daerah-daerah tubuh yang mematikan, seperti wilayah jantung, misalnya. Luka-luka ini akan menimbulkan rasa nyeri dan pendarahan yang banyak. Kondisi ini dapat membawa Tuhan Yesus pada keadaan pre shock. Dari sini, Tuhan Yesus harus membawa bagian horisontal dari salib (patibulum) yang beratnya kurang lebih 50 kg ke Bukit Golgota yang terletak di luar kota. Dalam perjalanan, Yesus memikul patibulum pada pundaknya dengan kedua lengan terantang serta diikat pada ujung kanan-kiri patibulum. Bila jumlah terhukum lebih dari satu, mereka akan dihubungkan satu sama lain dengan mengikatkan seutas tali.Ujung kiri dari patibulum masih diikat lagi dengan pergelangan kaki kirinya. Ini untuk mencegah agar terhukum tidak lari atau memukul tentara dengan patibulum mereka. Dalam buku Manusia Kain Kafan disebut Yesus adalah terhukum yang diletakkan paling belakang. Padahal kondisi tubuhnya lemah dibanding dua orang terhukum lainnya. Dengan kondisi yang paling lemah, tentu Ia berjalan lambat. Akibatnya kedua penjahat yang berjalan di depannya sering menghentakkan patibulum untuk memaksa Tuhan Yesus mempercepat jalan-Nya. Hentakan ini menyebabkan patibulum Yesus yang sebelah kanan tersentak ke depan sedang yang kiri akan terlempar ke belakang dan ini membuat kaki kirinya tertahan, bahkan tertarik ke belakang pula. Keadaan ini membuat Tuhan Yesus jatuh terduduk pada lututnya atau terjerembab dengan muka terbentur batu. Hal ini terjadi berkali-kali. Daripada Yesus mati, para pengawal itu segera memanggil Simon dari Kirene. Sampai di Golgota, Yesus disalib. Paku yang digunakan ukuran kepalanya 1 X 1 cm dan panjangnya 13-18 cm. Paku ini ditempatkan pada bagian tangan yang diperkirakan dapat menahan tubuh si terhukum supaya tidak sampai melorot ke bawah, tepatnya di pergelangan tangan. Setelah kedua lengan direntangkan dan dipaku, patibulum bersama terhukum diangkat oleh para pengawal untuk memasukkan lubang patibulum ke bagian vertikal. Berikut, yang dipaku adalah kakinya, dimana sudah disediakan tempat berpijak. Tempat ini ada agar si terhukum lebih lama menderita sebelum mati. Perdarahan di pergelangan lengan ini memang tidak banyak, tapi pasti menimbulkan rasa nyeri yang sangat hebat. Mengapa? Ada beberapa syaraf yang terkena. Demikian pula halnya dengan kaki-Nya. Rasa nyeri akan terus menerus dirasakan bila Ia bergerak selama tergantung di salib. Selain itu, gesekan punggung yang penuh luka-luka dengan kayu salib yang kasar akan menambah nyeri dari luka bekas penderaan. Otomatis, darah yang tadinya sudah mengering akan kembali mengalir. Akibat rasa nyeri ini, Yesus mengalami kesulitan saat
55

mengambil nafas. Akibat perdarahan yang dialaminya ini, Yesus akan masuk dalam kondisi gagal jantung. Keadaan inilah yang menyebabkan kematian-Nya di kayu salib. Keadaan lain yang mempercepat kematian-Nya adalah kondisi tubuh-Nya yang sudah sangat lemah saat Ia digantung di kayu salib. Hal ini ditambah lagi dengan penikaman di bagian sela tulang iga. Tikaman ini menembus paru-paru kanan menuju bilik kanan dan serambi kanan jantung. Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak dan tak bercacat. (1 Pet 1:18-19)

Bejana Pilihan

Seorang Tuan sedang mencari sebuah bejana. Ada beberapa bejana tersedia - manakah yang akan terpilih? Pilihlah saya, teriak bejana emas, saya mengkilap dan bercahaya. Saya sangat berharga dan saya melakukan segala sesuatu dengan benar. Keindahan saya akan mengalahkan yang lain. Dan untuk orang yang seperti engkau, Tuanku, emas adalah yang terbaik! Tuan itu hanya lewat saja tanpa mengeluarkan sepatah kata. Kemudian ia melihat suatu bejana perak, ramping dan tinggi. Aku akan melayani engkau, Tuanku, aku akan menuangkan anggurmu dan aku akan berada di mejamu di setiap acara jamuan makan. Garisku sangat indah, ukiranku sangat nyata. Dan perakku akan selalu memujiMu. Tuan itu hanya lewat saja dan menemukan sebuah bejana tembaga. Bejana ini lebar mulutnya dan dalam, dipoles seperti kaca. Sini! Sini! teriak bejana itu, saya tahu saya akan terpilih. Taruhlah saya di mejamu, maka semua orang akan memandangku. Lihatlah saya, panggil bejana kristal yang sangat jernih. Aku sangat transparan, menunjukkan betapa baiknya saya. Meskipun saya mudah pecah, saya akan melayani engkau dengan kebanggaan saya. Dan saya yakin, saya akan bahagia dan senang tinggal dalam rumahmu. Tuan itu kemudian menemukan bejana kayu. Dipoles dan terukir indah, berdiri dengan teguh. Engkau dapat memakai saya, tuanku, kata bejana kayu. Tapi aku lebih senang bila Engkau memakaiku untuk buah-buahan, bukan untuk roti. Kemudian Tuan itu melihat ke bawah dan melihat bejana tanah liat. Kosong dan hancur, terbaring begitu saja. Tidak ada harapan untuk terpilih sebagai bejana Tuhan itu. Ah! Inilah bejana yang aku cari-cari. Aku akan perbaiki dan kupakai, dan akan aku buat sebagai milikku seutuhnya. Aku tidak membutuhkan bejana yang mempunyai kebanggaan. Tidak juga bejana yang terlalu tinggi untuk ditaruh di rak. Tidak juga yang mempunyai mulut lebar dan dalam. Tidak juga yang memamerkan isinya dengan sombong. Tidak juga yang merasa dirinya selalu benar. Tetapi yang kucari adalah bejana yang sederhana yang akan kupenuhi dengan kuasa dan kehendakKu. Kemudian Ia mengangkat bejana tanah liat itu. Ia memperbaiki dan membersihkannya dan memenuhinya. Ia berbicara dengan lembut kepadanya. Ada tugas yang perlu engkau kerjakan, jadilah berkat buat orang lain, seperti apa yang telah Kuperbuat bagimu.

56

Belajar

pengarang : Loren Sartika Beberapa waktu belakangan ini saya sering mendengar khotbah mengenai potensi diri. Dari hamba Tuhan yang berbeda, saya mengetahui satu kebenaran bahwa Tuhan telah menaruh satu potensi yang besar dalam diri saya dan apabila saya mau jadi orang yang berhasil maka potensi itu harus digali, dikembangkan dan digunakan secara maksimal. Terus terang, khotbah yang disampaikan tersebut membuat saya merasa harus mencari tahu potensi apa yang saya miliki. Untuk itu saya harus belajar untuk sungguhsungguh mengenali potensi-potensi tersebut sehingga saya bisa mengetahui secara pasti dan pada akhirnya mengembangkan dan menggunakannya untuk menjadi berkat bagi orang lain. Saya jadi belajar satu hal, jika untuk mengenali potensi diri saja saya perlu belajar berarti untuk setiap hal di dalam kehidupan ini juga berlaku hal yang sama. Ada banyak hal yang dapat menjadi bahan pelajaran di dalam kehidupan kita di dunia ini. Berbagai persoalan yang hadir dalam hidup, orang-orang yang kita temui, pekerjaan yang kita lakukan setiap hari, atau apapun juga yang kita hadapi setiap waktu sepanjang perjalanan hidup ini, semuanya adalah proses yang akan menghantarkan kita memiliki karakter Kristus. Dari Alkitab kita tahu bahwa Tuhan Yesus adalah seorang guru, Ia memiliki 12 orang murid, dan sebagai seorang guru tugas utamaNya adalah mengajar. Apakah kita ini termasuk murid-muridNya juga? sebelum menjawab pertanyaan tersebut, pikirkan baik-baik apakah kita percaya kepadaNya, tahu firmanNya melalui Alkitab, dan melakukan sesuai firmanNya yang berbunyi : “ apabila kamu mau menjadi muridKu, sangkal dirimu, pikul salibmu dan ikut AKU.” Oke, setelah direnungkan sungguhsungguh barulah menjawabnya. Jujur saja bagi saya pribadi sangat tidak mudah untuk menjawabnya hehehe … Apalagi ada bagian sangkal diri dan pikul salib segala, wah. Siapa yang mau juga? Tapi begitulah jalannya, karena belajar itu adalah sebuah proses maka memakan waktu yang cukup lama dan menghadapi ujian yang tidak sedikit. Tujuan akhirnya adalah hasil yang baik seperti yang kita harapkan. Tuhan bilang kirakira begini, “ jika kamu tahu pemberian yang baik untuk anakmu masakan Aku tidak demikian?“ Jelas sekali Ia tahu memberi pemberian yang baik bagi kita. Bahkan Dia juga bilang, “ Aku mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu yaitu rancangan damai sejahtera, bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. “ nah, semakin jelas dan pasti bukan apa rencana Tuhan bagi setiap kita? Lalu jika demikian mengapa kita ragu dan takut untuk sangkal diri dan pikul salib agar bisa mengikuti DIA (baca : menjadi muridNya)? Bukankah memang sudah tugas seorang murid untuk belajar? Satu hal kita harus ingat bahwa belajar itu adalah proses dan mau tidak mau, suka tidak suka harus dilewati agar kita sampai pada tujuan akhir. Tujuan akhir yang sangat jelas dan pasti seperti janjiNya. Mari saudara kita belajar, dan terus belajar sampai pada saat dimana kita akan dengar Ia sendiri yang bilang, “Aku akan memberikan mahkota kehidupan bagimu. “ Tuhan Yesus memberkati! {sumber : Pengalaman pribadi}

57

Belajar Percaya

pengarang : Jim Kolianan Dalam kehidupan ini seringkali banyak yang mengaku bahwa mereka adalah orang2 Kristen yang sangat percaya dengan Yesus. Apa pun yang terjadi mereka sangat percaya dengan Yesus, Tapi pada waktu mereka menghadapi suatu permasalahan dalam kehidupan mereka, rasa percaya mereka akan kuasa Yesus mulai memudar karena tiap hari berdoa tapi kayaknya Tuhan tidak menjawab doa kita. Ada begitu banyak anak Tuhan yang lari atau mulai menghilang karena kecewa, tapi dalam hal ini Tuhan mau tekankan bahwa kita harus belajar percaya dalam Firman Tuhan, kita bisa melihat kasus Lazarus yang dibangkitkan, Tuhan menekankan kepada kita bahwa kita harus belajar untuk percaya. seringkali, jawaban yang Tuhan berikan dalam setiap doa kita adalah hal yang... menurut kita tidak masuk akal. tapi yang Tuhan mau, bahwa kita harus percaya akan setiap jawabanNya walaupun itu, menurut kita tidak masuk akal. karena setiap jawaban Tuhan adalah baik adanya. karena rancangan Tuhan bukanlah rancangan kecelakaan tapi rancangan damai sejahtera. jangan hanya bilang I BELIEVE, tapi kita harus bilang I TRUST. {sumber : pribadi} Berapa Jam dibutuhkan untuk membaca Alkitab?

Alkitab berisi kurang lebih 3 juta huruf, 31.000 ayat dan 1.189 pasal. Untuk membaca seluruh Perjanjian Lama, dibutuhkan kira-kira 38 jam, sedang untuk Perjanjian Baru 11 jam. Jadi untuk membaca seluruh Alkitab diperlukan sebanyak 49 jam. Bila kita membaca Alkitab dengan rutin dengan kecepatan berbicara biasa (normal), kita membutuhkan waktu 70 jam, 40 menit. Dengan membaca 4 pasal tiap-tiap hari, anda dapat menyelesaikan Alkitab dalam setahun (365 hari). Cobalah anda renungkan pula bagaimana seorang tukang kayu di Los Angeles sanggup bekerja siang malam selama dua tahun untuk membuat sebuah Alkitab yang lengkap dari kayu. Tiap halaman merupakan selempeng kayu yang tipis setinggi 1 meter. Di situ huruf-huruf itu dipahat. Buku itu beratnya 1094 pon dan tebalnya 2.5 meter. {sumber : dikutip dari buku kecil } Berdoa atau Bertindak

Seorang utusan Injil datang ke gereja Anda dan menyatakan butuh bantuan secepatnya. Apakah Anda akan mendoakannya, atau akan bertindak? Seorang pendeta muda menyatakan bahwa gereja Anda memerlukan beberapa alat musik baru untuk pelayanan pemuda. Apakah Anda akan mendoakannya, atau akan bertindak? Sebuah pelayanan misi membutuhkan bantuan Anda di dapur umumnya. Apakah Anda akan mendoakannya, atau akan bertindak? Doa merupakan media penuh kuasa yang kita miliki untuk mengungkapkan berbagai pergumulan. Melalui doa,
58

kita dapat berbicara atau memohon bimbingan dan pertolongan-Nya secara langsung. Namun kadangkala kita sendirilah yang merupakan jawaban atas doa kita. Hal itu terjadi manakala kita harus berdoa sekaligus bertindak. Mungkin permintaan utusan Injil tadi dapat Anda tanggapi dengan kesediaan Anda untuk segera pergi membantunya. Barangkali Anda dapat menyumbang sebuah alat musik. Dan siapa tahu, Andalah orang yang dipilih Allah untuk membantu di dapur umum pelayanan misi itu. Pada abad permulaan, kabar baik tentang Kristus disebarkan oleh orang-orang yang mau keluar dan bertindak. Itulah sebabnya kisah mereka dituturkan dalam kitab Kisah Para Rasul yang dalam bahasa Inggris disebut "The Acts of the Apostles," yang artinya "Tindakan-tindakan Para Rasul," bukan sekadar "Doa Para Rasul." Kita tidak boleh meremehkan doa karena Dia meminta kita untuk berdoa. Namun perlu disadari bahwa kadangkala kita harus mendukung doa kita dengan tindakan - JDB "MUNGKIN ANDALAH YANG ALLAH INGINKAN UNTUK MENJADI JAWABAN DOA ANDA SENDIRI" Bergaul Intim dengan Allah

pengarang : Pdm. Johny Kilapong, MA BACAAN ALKITAB: KEJ 5:22,24 Menjadi kristen bukanlah sekedar menjalankan kegiatan keagamaan. Jika kekristenan hanya sebatas menjalankan kegiatan keagamaan maka terlalu banyak agama di dunia yang bisa menjadi pilihan. Jadi apa yang membedakan kekristenan dgn agama lainnya? Sebelum kita membahasnya kita harus sepakat dulu bahwa kekristenan bukanlah sebuah agama. Karena jika agama menekankan bagaimana usaha manusia mencari Allah sedangkan kekristenan menekankan sikap proaktif Allah yang menjadi inisiatif Allah sendiri tanpa dipaksa oleh siapapun yang dilandasi oleh Kasih Allah dan datang mencari manusia (Yoh 15:16). Yesus Kristus datang mencari dan menjumpai manusia dengan menjadi manusia dalam rupa seorang hamba. Mengapa Tuhan berinisiatif datang mencari manusia? Karena Tuhan sadar sesungguhnya manusia tidak dapat mencari Tuhan yang sangat besar, agung, mulia, suci dan kudus. Manusia berdosa tidak akan pernah bisa menjumpai Tuhan jika bukan Tuhan yang berinisiatif mencari manusia. Itulah perbedaan kekristenan dgn agama lain. Apakah kekristenan hanya sampai pada perjumpaan itu? Allah sangat membutuhkan krespon dari anak-anakNya untuk dapat menjalin hubungan intim dengan Dia. Sebagaimana seorang yang berpacaran atau menikah ingin menjalin hubungan yang intim setiap saat maka begitulah harapan Tuhan dgn anak-anakNya. Pernahkah kita berpikir kenapa Tuhan tidak menciptakan kita seperti Robot? Karena Tuhan ingin menjalin hubungan yang natural. Ada komunikasi yang didasari oleh kasih mesra, ada hubungan yang diikat oleh cinta sejati. Tuhan mau agar kita dapat memuji dan menyembah Dia setiap saat. Kita dapat mengutarakan keluh kesah kita, masalah, pergumulan dan kerinduan serta mimpi-mimpi kita. Tuhan dapat menyampaikan isi hatiNya kepada kita setiap saat. Itulah yang Tuhan inginkan dari kita anak-anakNya. Pastikan setiap kita tetap menjalin hubungan intim dgn Tuhan setiap saat. Pastikan telinga kita selalu terbuka mendengarkan suaraNya, hati kita
59

terbuka menerima kehadiranNya dan hidup kita selalu sesuai dengan kehendakNya. Di dalam Alkitab ada contoh pribadi yang sangat intim dengan Tuhan, dia adalah Henokh. Henokh hidup bergaul dgn Tuhan seumur hidupnya. Kata bergaul dalam bahasa inggris dipakai kata 'walked' yang artinya habit, habitual,figure of speech idioma, idiom, manner of life.'. Dapat didefiniskan dari kata-kata ini adalah: 1. Kebiasaan hidup bergaul dgn Allah, 2. Kebiasaan yang telah dilakukan berulang-ulang atau terus menerus, 3. Pribadi/tokoh yang selalu menjadi langganan utk berbicara atau bergaul (Kel 33:11), 4. Bergaul intim dengan Allah adalah gaya hidupnya, atau gaya hidup intim dgn Allah. Dapatkah kita bergaul intim dgn Allah selama hidup kita? Bergaul intim dgn Allah adalah persiapan utk hidup kekal. Selamat bergaul intim dgn Allah maka anda akan mengalami manfaat yg luar biasa. Dlm keintiman dgn Allah semua kebutuhan jasmani dan rohani kita terpuaskan. GBU Kupang, 23 Feb 2007 {sumber : Alkitab, Vines, Strong}

Berharap pada Janji Tuhan

Lagi ingin share nih tentang apa yang saya dapat dari ibadah beberapa minggu yang lalu. Temanya adalah tentang Janji Tuhan.. Ayatnya diambil dari Yohanes 11:1-15 tentang Lazarus dibangkitkan.. .Diawali dengan pertanyaan: "Pernah gak sih temen - temen merasakan bahwa apa yang dijanjikan Tuhan buat kita tuh seringkali kok berbeda dengan apa yg kita alami sehari - hari?" Saya pernah!! Dan mungkin hampir setiap kita juga pernah merasakan bahwa Janji-janji Tuhan tuh terdengar indah banget, tapi faktanya yang kita alami kok beda.. malah kadang bertolak belakang.. Sering hal ini menyebabkan kekecewaan.. sakit hati... dan kita jadi bertanya - tanya.. malah mungkin sampai protes ke Tuhan.. Begitu juga yang dialami oleh orang - orang terdekat Lazarus.. Ketika Lazarus sakit, dan ada utusan dikirim untuk memberi tahu Yesus, Yesus malah berkata bahwa sakitnya Lazarus tidak akan menyebabkan kematian melainkan membawa kemuliaan. Faktanya: akhirnya Lazarus toh mati juga. Nah lohhhhh... Jadi.. Apakah Tuhan bohong? . Hm... 3 point yg saya dapat: Tetap fokus kepada JanjiNya dan bukan kepada fakta Kalau kita sedang dihadapkan pada sebuah masalah, seringkali kita terlalu fokus ke masalah itu sendiri sehingga membuat kita kacau. Susah buat kita untuk bisa tetap think positif dan melihat masalah itu dari sudut pandang yang lain. Kalau sudah kacau biasanya kita bukannya menuju pada pemecahan masalah melainkan semakin jauh.. Mulai timbul ketakutan yg enggak - enggak.. mulai timbul kekecewaan dan sakit hati.. dan puncaknya kita udah gak percaya lagi ama keampuhan Janji Tuhan...:) Contoh yg sudah teruji adalah Abraham.. Allah pernah berjanji bahwa keturunan Abraham akan menjadi bangsa yg besar.. Faktanya? Sampai udah jadi kakek - kakek berumur 99 tahun, Abraham belum punya anak.. Secara biologis, isterinyapun udah gak bisa punya anak.. Tapi Abraham keep focus pada janjiNya dan bukannya stress karena mikirin fakta... akhirnya kita tau sendiri lah hasilnya.. Jadi Tetaplah berharap pada Tuhan!!
60

Terkadang Allah sengaja tidak menjawab doa kita karena kasihNya pada kita Lha? Kok bisa? Kalau Allah memang mengasihi kita, harusnya Dia mengabulkan permohonan kita donk... Pasti begitu MAUnya kita..:) Hey mannn!! Dia tahu lebih banyak tentang kita dibanding diri kita sendiri.. Dia tahu sifat kita, kesiapan diri kita bahkan masa depan kita ada dalam rencanaNya.. cuma sayangnya sering kita gak sadar akan hal itu.. Seringkali kita salah melihat "fakta".. Bayangin deh kalau kita punya anak kelas 1 SD.. trus anak kita minta dibeliin motor.. Pasti kita gak akan kasih kan? Karena kita tahu anak kita belum siap untuk bisa mengendarai motor sendiri.. salah - salah malah kecelakaan.. Begitu juga dengan Tuhan pada kita.. Mungkin selama ini kita minta dikasih naik gaji setinggi langit tapi ga sadar kalau dengan gaji kecil saja kita belum mampu utk memanage dengan baik.. Mungkin selama ini kita merengek minta kawin, padahal untuk ngatur hidup sendiri aja udah berantakan.. gimana mau hidup berdua.. Hihihihihihi..:D Kalau kita sudah bisa mengerti hal ini, silakan tetap bersabar dan keep focus pada Janji Tuhan.. Yg terakhir adalah: Samakan bahasa kita dengan bahasa Tuhan Coba untuk memandang janji Tuhan dari kacamataNya dan bukan menurut kita sendiri.. Hm... Ga ada cara lain... utk bisa ngerti hal ini kita harus sering - sering baca firman Tuhan.. Coba untuk gali terus rencana Tuhan untuk kita... Gak mungkin kita bisa ngerti maunya Tuhan kalau bacaannya komik mulu kan...:p Kesimpulannya adalah: dalam situasi apapun.. dalam himpitan masalah sebesar apapun.. usahakan untuk tetap meletakkan harapan pada Tuhan.. Coba untuk TIDAK terlalu fokus pada masalah kita dan melihat "kebaikan" dari apa yang kita alami.. mari - mari... sama - sama belajar yuuukkk!!!! ^_^ God bless!!! (Bea) {sumber : Khotbah Minggu}

Berpikir Sederhana

Terpetik sebuah kisah, seorang pemburu berangkat ke hutan dengan membawa busur dan tombak. Dalam hatinya dia berkhayal mau membawa hasil buruan yang paling besar, yaitu seekor rusa. Cara berburunya pun tidak pakai anjing pelacak atau jaring penjerat, tetapi menunggu di balik sebatang pohon yang memang sering dilalui oleh binatang-binatang buruan. Tidak lama ia menunggu, seekor kelelawar besar kesiangan terbang hinggap di atas pohon kecil tepat di depan si pemburu. Dengan ayunan parang atau pukulan gagang tombaknya, kelelawar itu pasti bisa diperolehnya. Tetapi si pemburu berpikir, "untuk apa merepotkan diri dengan seekor kelelawar? Apakah artinya dia dibanding dengan seekor rusa besar yang saya incar?" Tidak lama berselang, seekor kancil lewat. Kancil itu sempat berhenti di depannya bahkan menjilat-jilat ujung tombaknya tetapi ia berpikir, "Ah, hanya seekor kancil, nanti malah tidak ada yang makan, sia-sia." Agak lama pemburu menunggu. Tiba-tiba terdengar langkah-langkah kaki binatang mendekat, pemburupun mulai siaga penuh, tetapi ternyata,
61

ah..... kijang. Ia pun membiarkannya berlalu. Lama sudah ia menunggu, tetapi tidak ada rusa yang lewat, sehingga ia tertidur. Baru setelah hari sudah sore, rusa yang ditunggu lewat. Rusa itu sempat berhenti di depan pemburu, tetapi ia sedang tertidur. Ketika rusa itu hampir menginjaknya, ia kaget. Spontan ia berteriak, "Rusa......!!!" sehingga rusanya pun kaget dan lari terbirit-birit sebelum sang pemburu menombaknya. Alhasil ia pulang tanpa membawa apa-apa. Banyak orang yang mempunyai idealisme terlalu besar untuk memperoleh sesuatu yang diinginkannya. Ia berpikir yang tinggi-tinggi dan bicaranya pun terkadang sulit dipahami. Tawaran dan kesempatan-kesempatan kecil dilewati begitu saja, tanpa pernah berpikir bahwa mungkin di dalamnya ia memperoleh sesuatu yang berharga. Tidak jarang orang-orang seperti itu menelan pil pahit karena akhirnya tidak mendapatkan apa-apa. Demikian juga dengan seseorang yang bergumul dengan pasangan hidup yang mengharapkan seorang gadis cantik atau perjaka tampan yang baik, pintar dan sempurna lahir dan batin, akhirnya harus puas dengan tidak menemukan siapa-siapa. Berpikir sederhana, bukan berarti tanpa pertimbangan logika yang sehat. Kita tentunya perlu mempunyai harapan dan idealisme supaya tidak asal tabrak. Tetapi hendaknya kita ingat bahwa seringkali Tuhan mengajar manusia dengan perkara-perkara kecil terlebih dahulu sebelum mempercayakan perkara besar, dan lagipula tidak ada sesuatu di dunia yang perfect yang memenuhi semua idealisme kita. Berpikirlah sederhana!! {sumber : secrapamana.net} Bersepeda Bersama Yesus

Pada awalnya, aku memandang Tuhan sebagai seorang pengamat; seorang hakim yang mencatat segala kesalahanku, sebagai bahan pertimbangan apakah aku akan dimasukkan ke surga atau dicampakkan ke dalam neraka pada saat aku mati. Dia terasa jauh sekali, seperti seorang raja. Aku tahu Dia melalui gambar-gambar-Nya, tetapi aku tidak mengenal-Nya. Ketika aku bertemu Yesus, pandanganku berubah. Hidupku menjadi bagaikan sebuah arena balap sepeda, tetapi sepedanya adalah sepeda tandem, dan aku tahu bahwa Yesus duduk di belakang, membantu aku mengayuh pedal sepeda. Aku tidak tahu sejak kapan Yesus mengajakku bertukar tempat, tetapi sejak itu hidupku jadi berubah. Saat aku pegang kendali, aku tahu jalannya. Terasa membosankan, tetapi lebih dapat diprediksi ... biasanya, hal itu tak berlangsung lama. Tetapi, saat Yesus kembali pegang kendali, Ia tahu jalan yang panjang dan menyenangkan. Ia membawaku mendaki gunung, juga melewati batu-batu karang yang terjal dengan kecepatan yang menegangkan. Saatsaat seperti itu, aku hanya bisa menggantungkan diriku sepenuhnya pada-Nya! Terkadang rasanya seperti sesuatu yang 'gila', tetapi Ia berkata, "Ayo, kayuh terus pedalnya!" Aku takut, khawatir dan bertanya, "Aku mau dibawa ke mana?" Yesus tertawa dan tak menjawab, dan aku mulai belajar percaya. Aku melupakan kehidupan yang membosankan dan memasuki suatu petualangan baru yang mencengangkan. Dan ketika aku berkata, "Aku takut!" Yesus menurunkan kecepatan, mengayuh santai sambil menggenggam tanganku. Ia membawaku kepada orang-orang yang menyediakan hadiah-hadiah yang aku perlukan ... orang-orang itu membantu menyembuhkan aku, mereka menerimaku dan memberiku sukacita. Mereka membekaliku dengan hal-hal yang aku perlukan untuk melanjutkan perjalanan ... perjalananku bersama Tuhanku. Lalu, kami pun kembali mengayuh sepeda
62

kami. Kemudian, Yesus berkata, "Berikan hadiah-hadiah itu kepada orang-orang yang membutuhkannya; jika tidak, hadiah-hadiah itu akan menjadi beban bagi kita." Maka, aku pun melakukannya. Aku membagi-bagikan hadiah-hadiah itu kepada orang-orang yang kami jumpai, sesuai kebutuhan mereka. Aku belajar bahwa ternyata memberi adalah sesuatu yang membahagiakan. Pada mulanya, aku tidak ingin mempercayakan hidupku sepenuhnya kepadaNya. Aku takut Ia menjadikan hidupku berantakan; tetapi Yesus tahu rahasia mengayuh sepeda. Ia tahu bagaimana menikung di tikungan tajam, Ia tahu bagaimana melompati batu karang yang tinggi, Ia tahu bagaimana terbang untuk mempercepat melewati tempat-tempat yang menakutkan. Aku belajar untuk diam sementara terus mengayuh ... menikmati pemandangan dan semilir angin sepoi-sepoi yang menerpa wajahku selama perjalanan bersama Sahabatku yang setia: Yesus Kristus. Dan ketika aku tidak tahu apa lagi yang harus aku lakukan, Yesus akan tersenyum dan berkata ... "Mengayuhlah terus, Aku bersamamu." {sumber : Thoughts for the day, 19 Feb 2003 by Chuck Ebbs}

Bersyukur

Dari aku berusia balita, aku tinggal disebuah panti asuhan yang terletak di cibubur. Ditempat itulah aku dibesarkan, diasuh & diberi pendidikan. Di panti itu aku mendapatkan seorang ibu asuh yang begitu sangat menyayangi aku, begitu juga aku sangat menyayanginya. Pendidikanku dimulai dari TK hingga perguruan tinggi. Pendidikanku ku selesaikan tepat waktu. (tak pernah aku tingal kelas). Karena sudah kutanamkan dalam hatiku bahwa aku harus sungguh-sungguh memanfaatkan kesempatan yang ada. Sekarang aku sudah bekerja di sebuah garment. Saat inilah aku harus mampu hidup mandiri. Semua kebutuhan hidupku harus ku penuhi sendiri. Saat inilah ku mulai merasaka lika -liku kehidupan. Terkadang aku merasa bahagia terkadang juga aku merasa putus asa. Kehidupanku ini kujalani dengan mengandalkan "Kasih Tuhan". Aku meyakini tanpa kasihNya dalam hidupku, aku tak akan mampu menjalani hidup ini. Kesedihan yang ku alami tidak ku nilai sebagai penderitaan ataupun ketidak beruntungan dalam hidupku. Tuhan memberikan kesedihan itu karena Tuhan sangat menyayangi aku. Tuhan memberikan kebahagiaan dibalik kesedihan-kesedihan yang kualami. Aku merasa sangat bersyukur sekali karena Tuhan telah memberikan aku kesempatan untuk hidup di panti itu. Banyak sekali ilmu yang kudapat, terutama ilmu kehidupan. Ditempat itulah aku belajar tentang "Kasih". Secara tidak langsung Tuhan telah memberikan ilmu yang sangat berharga dalam hidupku ini. Dari pengalaman hidupku ini. Aku semakin yakin jika kita selalu bersyukur atas semua yang Tuhan berikan & juga kita selalu mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah hidup kita, disitulah Tuhan akan sungguh-sungguh hadir & menambah kebahagiaan dalam hidup kita. Semoga semua teman-teman yang membaca tulisan ku ini, akan selalu menghadirkan Tuhan dalam hidup ini. {sumber : Kesaksian Pribadi}

63

Bersyukurlah

Mendengar orang tua ngomel-ngomel di rumah, berarti kita masih punya keluarga yang utuh ... Merasa lelah dan pegal linu setiap sore, sebab itu berarti kita mampu bekerja keras ... Mencuci piring dan gelas kotor setelah menerima tamu di rumah karena itu berarti kita dikelilingi teman-teman ... Pakaian kita terasa agak sempit, karena itu berarti makanan kita cukup kenyang ... Mencuci dan menyeterika baju, sebab itu berarti kita memiliki pakaian ... Membersihkan rumah, jendela dan memperbaiki talang dan got karena itu berarti kita memiliki tempat tinggal ... Setiap hari ke kampus, karena itu berarti kita masih bisa mendapatkan ilmu ... Mendengar nyanyian suara yang fals, karena itu berarti kita masih bisa mendengar ... Mendengar bunyi alarm di pagi hari, sebab itu berarti kita HIDUP ... {sumber : milist} Bertanya Kepada Tuhan

pengarang : Ayub Abner Mbuilima 2 Samuel 5:17-25 Berbagai Sikap orang menyambut tahun 2008 , ada yang merasa optimis dalam memasuki tahun depan, karena ia telah merancang hidupnya secara baik dari sisi pandangannya , baik dari sisi rumah tangga, pekerjaan maupun dalam hal yang lain. Namun ada juga yang menyambut tahun 2008 dengan penuh pesimis, sebab ia tidak punya pegangan apa-apa yang menjadi kekuatan baginya untuk menjalani hari-hari hidup tahun depan, apalagi dengan adanya perkembangan bangsa kita yang penuh dengan carut marut dalam segala segi, yang membuat kita tidak dapat menerka secara pasti tentang rencana apa yang tepat untuk dilaksanakan demi menunjang masa depan hidup kita. Kedua sikap tersebut diatas (optimis dan pesimis), sebenarnya tidak memberikan kekuatan, pengharapan dan pegangan apa-apa bagi kita untuk menapaki hari-hari hidup yang ada didepan , jikalau kita mendasarkan semuanya itu pada apa yang kelihatan baik itu berupa harta, pekerjaan bahkan juga realita yang kita lihat saat ini yang membuat kita pesimis akan masa depan. Mengapa demikian? karena sikap optimis yang didasarkan pada apa yang telah direncanakan dan siapkan sekarang belum tentu sesuai dan cukup untuk menjamin masa depan kita dalam tahun-tahun yang ada didepan bahkan juga sikap pesimis karena melihat realita saat ini akhirnya membuat kita tidak lagi memiliki pengharapan akan masa depan, merupakan suatu sikap yang tidak tepat, sebab situasi dan realita hidup tidak mungkin terus terjadi seperti ini. Kalau demikian sikap yang bagaimanakah yang perlu dimiliki oleh orang percaya dalam menyambut tahun depan (2008), jawabannya adalah setiap orang percaya harus memiliki sikap optimis namun bukan didasarkan atas rencana dan kekayaan atau pekerjaan yang
64

dimiliki, namun harus didasarkan kepada Allah Tritunggal yang adalah pencipta, pemelihara dan Juruselamat Manusia. Mengapa demikian, Jawabannya ada pada Teks 2Samuel 5: 17-25. Dimana dalam konteks ini bangsa Filistin datang mengepung bangsa Israel dilembah Refaim (ay. 18). Ay. 17 dikatakan Daud pergi ke kubu pertahanan. Mungkin orang akan berpikir bahwa Daud pergi kekubu pertahanan untuk mengumpulkan tentaranya dan menyerang bangsa Filistin, namun mengejutkan bahwa dalam kondisi terkepung Daud pergi kekubu pertahanan untuk melakukan satu hal yaitu Bertanya kepada Tuhan (ay. 19). Sikap bertanya kepada Tuhan merupakan suatu kebiasaan yang dilakukan oleh Daud dalam hidupnya. Ini dapat dilihat dalam pasal 1 Samuel 23: 2,4, 12; 30:8; 2 Samuel 2:1; 5:17-25. Sikap bertanya kepada Tuhan adalah satu sikap yang menunjukkan bahwa Daud selalu bersandar kepada Tuhan. Mengapa Daud harus bertanya kepada Tuhan sebagai bukti ia bersandar kepada Tuhan. 1. Hidup orang Kristen adalah hidup dalam peperangan rohani. ay. 19a, dikatakan bahwa “… Apakah aku harus maju melawan orang Filistin itu? Bagi Daud peperangan menghadapi bangsa Filistin adalah peperangan yang harus melibatkan Tuhan, sebab peperangan tersebut tidak hanya berbicara tentang peperangan antara dua bangsa, namun pada zaman itu adanya sebuah keyakinan bahwa peperangan tersebutpun melibatkan kedua Allah yang disembah oleh kedua bangsa tersebut. Maka kemenangan sebuah bangsa juga dinyatakan sebagai kemenangan daripada Allah yang disembah oleh bangsa tersebut. Maka Daud harus melibatkan Allah didalam peperangan tersebut. Maka bagi Daud kalau Allah turut berperang maka Allah yang disembahnya adalah adalah yang tidak tertandingi oleh illah manapun juga, dengan demikian maka kemenangan menjadi bagian dalam kehidupan bangsa Israel. Dalam memasuki tahun 2008, hidup kita terus dalam peperangan rohani, oleh sebab mohon pada Tuhan untuk trus menguatkan kita sehingga kemenangan demi kemenangan Tuhan karuniakan dalam hidup kita, sehingga kita tidak menjadi mangsa Iblis, namun kita senantiasa menjadi lebih daripada pemenang. Sebab Paulus berkata: Jilakau Allah dipihak kita siapakah yang akan melwan kita?. 2. Kita tidak tahu apa yang terjadi didepan (ay. 19a). Pertanyaan Daud dalam aya. 19 a. Apakah aku harus maju melawan mereka? pertanyaan ini menunjukkan bahwa Daud tidak tahu bagaimana bersikap dalam mengambil keputusan saat itu untuk menghadapi musuhnya yaitu bangsa Filistin. Mengapa ? oleh karena Daud terbatas oleh ruang dan waktu, sehingga dia tidak tahu sikap apa yang harus diambil dan dampak dari sikap yang akan diambil, maka ia bertanya kepada Tuhan yang menciptakan ruang dan waktu serta menguasai ruang dan waktu tersebut. Sebab Daud yakin bahwa Tuhan yang menciptakan waktu dan masa depan, maka Tuhan tahu apa yang terbaik didepan, sehingga ketika Tuhan memberikan petunjuk kepadanya pasti kebaikanlah yang dikaruniakan Allah kepadanya. Oleh sebab itu untuk menghadapi tahun 2008, akuilah bahwa semua manusia, siapapun dia, ia belum pernah masuk dalam masa depan, maka ia harus mengakui keterbatasannya, sehingga apapun yang ia bicarakan tentang masa depan semuanya hanyalah presepsi dan penafsiran semata-mata yang belum tentu kebenarannya. Maka ketika kita dengan rendah hati menerima keterbatasan kita dan memohon kepada Allah untuk menyertai serta menuntun seluruh hidup dalam tahun depan maka sikap bergantung kepada Tuhanlah yang di kehendaki oleh Allah, sehingga hidup kita dapat berdiri tegar dalam menghadapi kondisi apapun sebab kita tidak sendirian, karena Allah beserta kita. 3. Kemenangan yang diperoleh semata-mata adalah anugerah Tuhan. (ay. 19b). “… Akan Kau serahkan mereka itu kedalam tanganku?…” Pertanyaan ini menunjukkan bahwa Daud yakin bahwa setiap kemenangan yang dia peroleh dalam hidupnya secara
65

khusus dalam peperangan adalah anugerah atau pemberian Allah. Maka ia tidak membanggakan diri dan menepuk dada, tetapi ia tetap melihat bahwa tanpa Alalh ia tidak dapat meraih kemenangan. Perspektif seperti inipun perlu ada dalam kehidupan kita sehingga ketika kita melihat kebelakang dan menemukan banyak keberhasilan dan kemenangan dan juga ketika kita menapaki hari-hari hidup kita kedepan dan banyak keberhasilan dan keuntungan yang kita raih, janganlah kita berkata bahwa itu karena kuat dan gagahku, namun marilah dengan kerendahan hati yang tulus dan murni berkata dengan jujur bahwa karena Tuhan adalah penolong dan pembelaku maka aku dapat meraih semua ini. 4. Jawaban Tuhan tidak selalunya sama (ay. 23). Ketika kita melihat ayat sebelumnya bahwa Daud bertanya kepada Allah, apakah aku harus maju melawan mereka…dan Jawaban Tuhan Majulah. Namun dalam ayat 23. ini Ketika Daud kembali bertanya kepada Tuhan ketika bangsa Filistin untuk kedua kalinya menyerang bangsa Israel, Tuhan tidak menjawab maju, namun jawaban Tuhan adalah janganlah maju…, dengan demikian senantiasa bertanya kepada Tuhan itu sangat penting dalam menjalani hidup ini sebab jawaban Tuhan tidak selamanya sama. Ada saat Tuhan katakan ya dalam hidup kita, namun kadang Tuhan katakan sabar anak-Ku dan kadangkala juga, Tuhan berkata tidak anak-KU, namun dalam semua jawaban Tuhan menuju kepada sebuah tujuan yaitu Tuhan dipermuliakan serta Tuhan menyediakan yang terbaik dalam hidup ini. Oleh sebab itu majulah dalam memasuki tahun 2008 dalam sikap senantiasa bertanya kepada Tuhan serta belajarlah senantiasa peka dengan jawaban-Nya melalui Firman-Nya. 5. Ada bagian yang harus kita kerjakan sebagai bukti ketaatan kita kepada Tuhan (ay. 25). Ketika Tuhan katakan Jangan Maju…(ay. 23), namun buatlah gerakan lingkaran sampai kebelakang mereka, namun ayat. 24 mengatakan bahwa ketika engkau mendengar derap langkah dipuncak pohon-pohon kertau itu, maka haruslah engaku bertindak cepat, sebab pada waktu itu TUHAN telah keluar untuk berperang didepanmu. Ay. 25 dikatakan bahwa Daud berbuat demikian , seperti apa yang diperintahkan oleh Tuhan. Pertanyaannya adalah Jikalau Tuhan sendiri berperan apakah ia tidak sanggup mengalahkan bangsa Filistin, jawabannya adalah Dia sanggup, namun mengapa ia harus menyuruh bangsa Israel membuat gerakan lingkaran untuk menyerang bangsa Filistin? Jawabannya adalah Ada bagian yang Tuhan kerjakan dalam hidup ini, namun ada bagian yang Tuhan tuntut dalam hidup ini harus dikerjakan oleh orang percaya. Mengapa demikian, sebab Tuhan telah memberikan kemampuan didalam diri kita untuk dapat kita pergunakan guna menyelesaikan tanggungjawab tersebut. Marilah dalam memasuki tahun 2008 dengan penuh tanggungjawab kita menjalankan apa yang telah menjadi bagian /peran yang telah dan akan Tuhan percayakan bagi kita untuk dikerjakan dengan baik, demi untuk hormat dan kemuliaan nama Tuhan. 6. Setiap kemenangan dalam hidup ini harus dirayakan dalam Tujuan Tuhan dimuliakan (ay. 20). Pada akhirnya Daud mengatakan bahwa kemenangan yang dia peroleh itu semata-mata karena karya Tuhan. Spirit seperti inipun harus ada dalam kehidupan kita bahwa ketika kita merayakan kemenangan atau keberhasilan tujuan utama adalah Tuhan dipermuliakan, sehingga kita tidak mencuri kemuliaan Tuhan dalam segala hal yang dipercayakan kepada kita. Pertanyaan berikut yang perlu dijawab adalah, bagaimana caranya kita dapat menerima jawaban Tuhan, satu-satunya cara Tuhan menjawab kita yaitu melalui Alkitab yang adalah Firman Allah yang diwahyukan oleh Allah dan merupakan wahyu Allah yang cukup dan sempurna serta tidak pernah salah. Maka setiap pribadi yang bergaul karib dengan Tuhan melalui Firman-Nya maka ia akan mendapatkan prinsip-prinsip hidup yang benar untuk menjalani hidup sesuatu dengan apa yang Tuhan kehendaki, untuk menapaki hari-hari hidup yang ada didepan serta dapat melangkah dengan pasti tanpa ada keraguan dan kekuatiran.

66

Tuhan Memberkati anda dapat membaca tulisan yang lain dalam : http://ayubabner.wordpress.com

Bessy

pengarang : Erna Liem Kemarin, 3 Agustus 2005, saya dikagetkan dengan kehadiran sesosok "monster" berwarna coklat yang sedang berdiri di teras rumah kami di lantai dua. Untung saja pintunya terkunci rapat. Rupanya hari itu adik saya berhasil membeli seekor anjing keturunan yang benar-benar "mengerikan" dari segi ukuran dan jenis. Sudah beberapa hari ini mereka keluar rumah untuk "berburu" anjing setelah anjing kami jenis Terry meninggal beberapa minggu lalu karena tua. "Ya ampuuun!!! Apa itu?! pekik saya terperangah melihatnya. "Anjing," kata ayah. "Ya ayah, aku tahu itu anjing....," kataku dalam hati. "Duh, aku nggak suka! Takut! Buat apa beli anjing sih?! Udah tau nggak punya pekarangan!" jawabku sengit. Pembantu kami di rumah juga tidak bersedia merawatnya, karena posturnya yang besar dan menakutkan. "Memang dia kok yang katanya mau merawat sendiri, aku nggak mau ah!" kata Mbak Ti. "Iya, jangan mau. Baru saja kita bisa bernafas lega nggak perlu lagi repot merawat anjing, eeehhh malah beli lagi," jawab saya mengulang saran saya kepadanya untuk menolak direpoti dengan "monster" itu. Berkali-kali anjing itu mendorong-dorong pintu teras sampai terdengar bunyi yang buat saya "menakutkan". Ia juga menggonggong sesekali, tapi lebih sering meringkik seperti sedang berada dalam kesedihan yang dalam. Kebetulan adik saya memang sedang keluar rumah untuk membelikannya rantai baru karena rantai yang biasa dipakainya diambil kembali oleh pemilik semula. Itu sebabnya ia "memberontak", mungkin ketakutan karena pada saat itu di tempat baru ia tidak mengenal satu orang pun. Beberapa kali juga ayah dan ibu menyuruhnya diam, tapi ia terus "menangis" gelisah. Entah mengapa anjing jenis itu dijual dengan harga yang sangat murah, padahal umurnya sudah satu tahun. Umur yang menurut adik saya "layak beli" karena sudah bisa dipastikan sejarah kesehatannya, apakah baik atau tidak. Selesai makan malam, ketika saya mau kembali naik ke atas, tiba-tiba terdengar bunyibunyian aneh. "Duh! Apa lagi itu?" tanya saya sambil berhati-hati melangkahkan kaki karena kuatir bertemu dengan Bessy, anjing itu. Ternyata benar!! Di balik tembok saya melongokkan kepala dan melihat adik saya merantai lehernya dan berjalan ke arah saya mau keluar rumah. Saya memekik ketakutan. "Tenang, tenang, jangan memperlihatkan rasa takutmu. Jangan lari," pesannya. Saya buru-buru menyingkir ke pojok ruang makan.

67

"Duh... mengerikan sekali!!!!" jerit saya dalam hati. Adik saya mengajaknya berjalan-jalan seputar komplek rumah kami selama beberapa menit, setelah itu menaruhnya di teras lantai dua. Sampai di sana, Bessy langsung mengeluarkan suara sedihnya. Waktu mendekati malam, adik saya membawanya ke lantai empat karena hujan turun dengan cukup deras. Malam itu entah apa yang terjadi dengan Bessy. Pagi-pagi sekali, saya mendengar langkah kaki Bessy dan suara adik saya. Rupanya ia diajak lagi keluar rumah supaya tidak terus bersedih. "Tumben bisa bangun pagi...," gumam saya keheranan melihat adik terdengar bersemangat pada jam yang masih bisa dikata "subuh". Beberapa menit kemudian, saya pergi ke kantor dan tidak tahu lagi perkembangan situasi di rumah. "Anjingnya sudah dikembalikan ke pemiliknya," kata orang rumah dengan sumringah kepada saya yang baru saja pulang dari kantor. Ah... leganya.... Rupanya anjing itu tidak tahan berlama-lama di rumah kami. Puji Tuhan!!! Tapi... kok bisa begitu??? Pemiliknya mengembalikan uang penjualan kepada adik saya dan menjemput anjingnya kembali??? Tidak masuk di akal!! Ternyata... siang itu, adik saya menghubungi pemiliknya dan mengatakan tidak sanggup merawat dan tidak tega melihatnya terus menangis... Si pemilik langsung bergegas ke rumah kami dan .... Kalau saja saya hadir, pasti bisa menyaksikan salah satu peristiwa mengharukan dalam sejarah. Anjing itu melompat-lompat kegirangan karena bertemu kembali dengan pemiliknya.... Aneh! Belum pernah kami memiliki anjing seperti ini. Tidak tahan berlama-lama berjauhan dengan pemilik awal. Ternyata sejak kecil Bessy memang dirawat dengan (pasti) sangat baik oleh si pemilik. Tiba-tiba terbayang betapa beberapa hari ini keadaan saya seperti anjing itu. Ia terus menerus menangis, walaupun sempat beberapa menit melupakan tuannya, karena diajak jalan-jalan oleh adik saya. Tapi begitu ia sampai di rumah, ia "menangis" lagi. "I've been longing for God... ," kata saya dalam hati, sedih. Saya betul-betul merasa jauh dari Tuhan. Kegiatan yang seabrek ternyata membuat hati saya merindukan sesuatu yang tidak bisa digantikan oleh apapun juga. Bessy memang cuma seekor binatang yang bahkan tidak saya sukai, tetapi ia begitu setia. Semua penghiburan yang dibuat adik saya tidak satu pun dapat menghilangkan rasa rindunya kepada tuannya. Ia terus gelisah, mencari dan mencari, menangis dan menangis. Ia melakukan banyak macam hal yang membuat adik saya akhirnya memutuskan untuk mengembalikannya kepada orang yang mencintai dan dicintainya. "Oh Tuhan.... aku mau seperti Bessy.. aku tidak bisa hidup jauh dariMu...," kata saya dalam hati. Kegiatan yang begitu banyak tidak bisa membuat saya berbahagia. Bahkan menarik saya untuk mengurangi komunikasi saya dengan Tuhan. Ini membuat saya merasa jauh dan jauh. Sulit untuk saya merasakan hadiratNya seperti dulu... Apakah saya sudah berubah ya Tuhan?? Apakah saya akan kehilangan Engkau untuk selamanya?? Air mata mulai hampir mengalir lagi.... Tiba-tiba... Bruk!! Suara adik saya menutup pintu mobil. Ia baru datang dari salah satu mall. "Nih, kita beli lagi!" katanya. "Mana-mana?" tanya saya ketakutan. "Hahaha.... Enggak, enggak, kita enggak beli lagi kok, hahaha....."
68

"Huh! Dasar...!!! .......... "Aku mau belajar dari Bessy ya Tuhan. Ia melakukan berbagai macam hal dan tidak pernah berhenti, sampai ia bertemu lagi dengan tuannya. Aku pun akan melakukan banyak hal, sampai Engkau aku dapatkan kembali...." (E) "Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi." - Hosea 6:3

Bintang Kecil

Alkisah ada dua bintang dilangit yang hidup berdampingan. Yang satu disebut bintang besar karena dia berukuran besar. Dan yang satunya lagi disebut bintang kecil. Pada suatu hari ada satu planet yang datang kepada si bintang besar. "Hai, bintang besar, aku sangat kedinginan. Bolehkah aku duduk didekatmu agar tubuhku hangat?". Jawab si bintang besar, " Tidak boleh! Aku tidak mau membagi energiku denganmu." Si planet ini sedih mendengar jawaban si bintang besar, tetapi si bintang kecil melambai kepadanya, "Kemarilah teman, duduklah denganku, aku akan menghangatkanmu." Mendekatlah si planet ini kepada si bintang kecil. Dan mereka menjadi teman. Si planet tidak lagi kedinginan. Lalu keesokannya datang lagi satu planet kepada si bintang besar. " Bintang besar, bolehkah aku duduk dekatmu supaya tubuhku hangat karena aku sangat kedinginan disini?". "Tidak! Pergilah! Jangan ganggu aku", jawab si bintang besar. Dengan tubuh menggigil kedinginan, si planet berjalan menjauhi si bintang besar. Tapi si bintang kecil memanggilnya, "Hai, teman! Maukah kau duduk disampingku supaya tubuhmu hangat? Kemarilah!" dan datanglah planet itu kepada si bintang kecil dan rasa dinginnya hilang oleh karena kehangatan cahaya si bintang kecil. Keesokkannya lagi, datang tujuh planet kepada si bintang besar, menyampaikan permintaan yang sama dengan kedua planet sebelumnya. Lagi-lagi si bintang besar menolaknya. Si bintang besar tidak mau diganggu. Dia ingin kehangatannya hanya untuk dirinya sendiri. Tetapi si bintang kecil mengajak tujuh planet ini untuk duduk bersama-sam dengan dia. Sekarang ada sembilan planet yang berkawan dengan si bintang kecil ini. Si bintang kecil dengan sukacita dan penuh kasih membagikan kehangatan cahayanya kepada teman-teman barunya. Apakah dengan membagi kehangatannya maka si bintang kecil menjadi redup? Apakah ia kehilangan sinar dan kehangatannya? TIDAK! Justru dengan berbagi. maka bertambahlah cahaya yang ia punya. Dengan berbagi, dia menjadi besar oleh karena cahayanya bertambah. Dan yang penting adalah dia mempunyai banyak teman. Mereka bermain bersama, bergembira bersama dan mengalami sukacita yang luar biasa. Si bintang kecil bahagia karena bisa memberi kehangatannya untuk planet2 itu dan planet2 itu bahagia karena mereka tidak kedinginan lagi. Sedangkan si bintang besar menjadi redup dan kian menghilang cahayanya. Tidak ada lagi kehidupan pada bintang besar. Ia tidak punya kawan, karena dia egois. Nah, bagaimana dengan kehidupan kita? Kita hidup seperti bintang besar atau bintang kecil? Apakah kita mau membagikan setiap berkat yang sudah Tuhan berikan pada kita? Atau apakah kita hanya menyimpan setiap berkat itu hanya untuk diri kita sendiri?
69

Sebagai anak2 Allah, pasti kita tahu bahwa Allah ingin menjadikan kita anak-NYa yang penuh kasih. Ada ungkapan bahwa kita bisa memberi tanpa mengasihi, tapi kita tidak bisa mengasihi tanpa memberi. Allah sangat mengasihi kita sehingga Dia memberi begitu banyak berkat untuk kita bahkan AnakNya pun di berikan untuk menggantikan kita di kayu salib. Allah adalah Kasih. Kasih itu tidak sombong dan tidak mementingkan diri sendiri. Allah sendiri telah memberi teladan kasih karena itu patutlah kita meneladaniNya. Jadi marilah kita mulai memperlihatkan ciri khas hidup anak2 Allah yang sesungguhnya yaitu saling mengasihi dengan kasih yang tulus seperti yang telah dipraktekkan oleh Tuhan Yesus sebagai teladan kita. God Bless u {sumber : pribadi} Buat Yang Cape Melayani

pengarang : Henry Sujaya Lie Saya sedang mikirin apa ya..yang mesti ditulis buat kolom besok. Lalu tiba-tiba mata saya tertumbuk pada mailbox saya, hmm ada email masuk. Wah, judulnya aneh "Request For Transfer" - saya pikir kekurangan uang apa ya? Jadi saya buka. Isinya bagus sekali, saya terjemahin dari teks aslinya (bahasa Inggris) seperti di bawah: REQUEST FOR TRANSFER (Permohonan Pindah) Kepada: Panglima Angkatan Bersenjata Rohani, Yesus Kristus Dengan Hormat, Saya menulis ini untuk meminta Anda memindahkan saya ke pekerjaan administrasi. Saya mengajukan ini dengan beberapa alasan: Saya memulai karir saya sebagai prajurit, namun karena beratnya peperangan, Anda telah dengan cepat mempromosikan saya. Anda telah mengangkat saya menjadi kapten dan memberikan tanggung jawab yang sangat besar. Ada begitu banyak prajurit di bawah saya, dan saya terus menerus dipanggil untuk memberikan nasehat, membuat keputusan dan mencari penyelesaian masalah. Anda telah menempatkan saya sebagai kapten, walau saya tahu kemampuan saya cuma seorang prajurit. Saya menyadari bahwa Anda telah menjanjikan untuk memenuhi segala kebutuhan saya untuk peperangan. Tapi, Jenderal, saya ingin memberitahukan gambaran yang sesungguhnya. Seragam saya yang dulunya rapi dan licin, kini telah dipenuhi dengan noda darah dari orang-orang yang saya tolong. Sol sepatu saya sudah aus dan rusak, karena dipakai berjalan bermil-mil untuk mengunjungi anak buah saya. Senjata saya sudah menjadi usang dan aus karena peperangan yang terus menerus dengan musuh. Bahkan buku petunjuk yang saya punya, sudah robek-robek karena dipakai terus menerus. Huruf-hurufnya sudah menjadi lapur sebagian. Anda telah berjanji untuk bersama-sama saya selalu di medan perang, tetapi gemuruh peperangan sangatlah memekakkan dan suasananya begitu riuh dan kacau, saya tidak dapat mendengar atau melihat Anda. Saya merasa sendiri dan kesepian. Saya lelah. Saya putus harapan. Saya letih. Saya tetap ingin berbakti bagi Anda, tapi saya mohon dengan rendah hati untuk turun pangkat. Jadikan saya pembersih WC atau petugas administrasi.
70

Pokoknya, asalkan saya keluar dari medan perang, tolonglah saya, Jenderal. Tertanda, Tentara yang Lelah

Pahlawan yang Setia tapi Lelah Kepada: Tentara yang Lelah, Angkatan Bersenjata Rohani Di: Medan Perang Perihal: Permohonan Pindah Dengan Hormat, Permohonan pindah dari Saudara telah ditolak. Saya mengajukan keberatan karena: Saudara dibutuhkan untuk peperangan ini. Saya telah memilih Saudara, dan Saya akan memenuhi segala janji saya untuk memenuhi keperluan Saudara. Saudara tidak perlu turun pangkat atau dipindah. (Saudara tidak cocok untuk membersihkan WC). Saudara membutuhkan sesi khusus P&P atau Pembaharuan dan Pencurahan. Saya telah menyiapkan sebuah tenda di medan perang yang kedap dari segala hiruk pikuk medan perang, dan akan dijaga ketat oleh sebatalyon pasukan elite. Saya akan bertemu dengan Saudara di sana, dan Saya akan memberikan Saudara istirahat. Saya akan mengganti segala yang lama dan usang, dan akan membuat segala sesuatu baru. Saudara sudah terluka dalam peperangan. Luka-lukamu terlihat, bukan hanya dari luar, bahkan luka di dalam pun Saya tahu. Saudara perlu disembuhkan, dan Saya akan menyembuhkan Saudara. Saudara telah menjadi lemah di medan perang, dan perlu dikuatkan kembali. Saya akan menguatkan Saudara dan menjadi sumber kekuatan Saudara. Saya akan mencurahkan bagi Saudara kemampuan dan percaya diri. Perkataan Saya akan menyalakan kembali dan memperbaharu cintamu, semangatmu dan geloramu. Segera melapor kepada saya, walau Saudara terkoyak dan habis. Saya akan mengisimu kembali. Dengan penuh belas kasihan, Panglima Angkatan Bersenjata, Yesus Kristus *************** Kemarin makan siang selepas kebaktian gereja, seorang teman bercerita tentang kasus beberapa orang yang akhirnya meninggalkan pelayanan dan gereja, walaupun dulunya berapi-api melayani. "Dengan kacamata umum, biasanya mereka akan di-cap dan dinodai sebagai sosok yang negatif, ga setia, dan sebagainya," ujarnya. "Tapi apakah ada yang tahu, pergumulan yang dia hadapi waktu pelayanan, permasalahan dia, kekeringan dia, dan lain sebagainya, yang mengakibatkan dia akhirnya sampai begitu?" Saya cuma nyengir. Nyengir sedih maksudnya. Saya mengerti maksudnya. Dalam pelayanan mungkin lebih mudah untuk bertanya, "Halo..halo..kok tugas pelayanan belum selesai?" atau "Kalau maen itu mbok yang bener ya nadanya" daripada bertanya, "Halo, apa kabar? Gimana kehidupan rohanimu? Keluarga baik-baik? Kamu ada masalah ngga?" Seringkali atas nama pelayanan kita mengabaikan arti pelayanan itu sendiri. Pelayanan dari kata "layan", artinya kita melayani. Tapi manakala sudah sedemikian "maju"
71

kemudian malah kehilangan esensi "layan" tersebut. Eugene Peterson dalam terjemahan Alkitab "The Message" Mat 6:17 menulis, "He won't overlook what you are doing; he'll reward you well." Tuhan ngga akan luput tahu apa yang kamu kerjain, Dia pasti akan membalas berlimpah. Frenz, mungkin ada di antara kamu yang banyak melayani di belakang panggung. Mungkin kamu bukan selebritis pelayanan. Boro-boro dipuji atau diketahui orang, dimarah-marahin sih, kenyang. Mungkin orang ga pernah hargai kamu. Mungkin pendeta, gembala atau sederetan jabatan lain ga pernah merhatiin kamu kecuali kalau pas marahin doang, but frenz ingatlah bahwa Tuhan tahu, kok. Mungkin kita ngga selalu tahu bahwa Dia ada di medan perang, tapi ngga apa-apa, yang penting Tuhan tahu kamu ada di medan perang karena Dia ada di samping kita, nyatanya. So, kalo kamu cape. Kalo kamu lelah. Kalo kamu udah pengen quit. Lihat pada Tuhan, Sang Panglima Tertinggi. Kekuatanmu ada dari Dia. Penghormatan, pangkat, penghiburan ga perlu dari mana-mana, kecuali dari Dia. Frenz, kalo kamu lelah. Kalo kamu terluka.. Masuk ke tenda peristirahatanNya. Dia yang tahu segala lukamu. Dia yang akan menyembuhkan. Menguatkan. Menghiburkan. Memperbaharui. *********** Singapore, 24 May 2005 Teruntuk semua tentara yang lelah di medan perang. Keep it up, guys!!!!! Never give up!!!!!! {sumber : original} Bunga Cantik Dalam Pot Yang Retak

Rumah kami langsung berseberangan dengan pintu masuk RS John Hopkins di Baltimore. Kami tinggal dilantai dasar dan menyewakan kamar-kamar lantai atas pada para pasien yang ke klinik itu. Suatu petang dimusim panas, ketika aku sedang menyiapkan makan malam, ada orang mengetuk pintu. Saat kubuka, yang kutatap ialah seorang pria dengan wajah yang benar buruk sekali rupanya. "Lho, dia ini juga hampir Cuma setinggi anakku yang berusia 8 tahun," pikirku ketika aku mengamati tubuh yang bungkuk dan sudah serba keriput ini. Tapi yang mengerikan ialah wajahnya, begitu miring besar sebelah akibat bengkak, merah dan seperti daging mentah., hiiiihh...! Tapi suaranya begitu lembut menyenangkan ketika ia berkata, "Selamat malam. Saya ini kemari untuk melihat apakah anda punya kamar hanya buat semalam saja. Saya datang berobat dan tiba dari pantai Timur, dan ternyata tidak ada bis lagi sampai esok pagi." Ia bilang sudah mencoba mencari kamar sejak tadi siang tanpa hasil, tidak ada seorangpun tampaknya yang punya kamar. "Aku rasa mungkin karena wajahku ... Saya tahu kelihatannya memang mengerikan, tapi dokterku bilang dengan beberapa kali pengobatan lagi..." Untuk sesaat aku mulai ragu2, tapi kemudian kata2 selanjutnya menenteramkan dan meyakinkanku: "Oh aku bisa kok tidur dikursi goyang diluar sini, di veranda samping ini. Toh bis ku esok pagi2 juga sudah berangkat." Aku katakana kepadanya bahwa kami akan mencarikan ranjang buat dia, untuk beristirahat di veranda. Aku masuk kedalam menyelesaikan makan malam. Setelah rampung, aku
72

mengundang pria tua itu, kalau2 ia mau ikut makan. "Wah, terima kasih, tapi saya sudah bawa cukup banyak makanan." Dan ia menunjukkan sebuah kantung kertas coklat. Selesai dengan mencuci piring2, aku keluar mengobrol dengannya beberapa menit. Tak butuh waktu lama untuk melihat bahwa orang tua ini memiliki sebuah hati yang terlampau besar untuk dijejalkan ketubuhnya yang kecil ini. Dia bercerita ia menangkap ikan untuk menunjang putrinya, kelima anak2nya, dan istrinya, yang tanpa daya telah lumpuh selamanya akibat luka ditulang punggung. Ia bercerita itu bukan dengan berkeluh kesah dan mengadu; malah sesungguhnya, setiap kalimat selalu didahului dengan ucapan syukur pada Allah untuk suatu berkat! Ia berterima kasih bahwa tidak ada rasa sakit yang menyertai penyakitnya, yang rupa2nya adalah semacam kanker kulit. Ia bersyukur pada Allah yang memberinya kekuatan untuk bisa terus maju dan bertahan. Saatnya tidur, kami bukakan ranjang lipat kain berkemah untuknya dikamar anak2. Esoknya waktu aku bangun, seprei dan selimut sudah rapi terlipat dan pria tua itu sudah berada di veranda. Ia menolak makan pagi, tapi sesaat sebelum ia berangkat naik bis, ia berhenti sebentar, seakan meminta suatu bantuan besar, ia berkata, "Permisi, bolehkah aku datang dan tinggal disini lagi lain kali bila aku harus kembali berobat? Saya sungguh tidak akan merepotkan anda sedikitpun. Saya bisa kok tidur enak dikursi." Ia berhenti sejenak dan lalu menambahkan, "Anak2 anda membuatku begitu merasa kerasan seperti di rumah sendiri. Orang dewasa rasanya terganggu oleh rupa buruknya wajahku, tetapi anak2 tampaknya tidak terganggu." Aku katakan silahkan dating kembali setiap saat. Ketika ia datang lagi, ia tiba pagi2 jam tujuh lewat sedikit. Sebagai oleh2, ia bawakan seekor ikan besar dan satu liter kerang oyster terbesar yang pernah kulihat. Ia bilang, pagi sebelum berangkat, semuanya ia kuliti supaya tetap bagus dan segar. Aku tahu bisnya berangkat jam 4.00 pagi, entah jam berapa ia sudah harus bangun untuk mengerjakan semuanya ini bagi kami. Selama tahun2 ia datang dan tinggal bersama kami, tidak pernah sekalipun ia datang tanpa membawakan kami ikan atau kerang oyster atau sayur mayur dari kebunnya. Beberapa kali kami terima kiriman lewat pos, selalu lewat kilat khusus, ikan dan oyster terbungkus dalam sebuah kotak penuh daun bayam atau sejenis kol, setiap helai tercuci bersih. Mengetahui bahwa ia harus berjalan sekitar 5 km untuk mengirimkan semua itu, dan sadar betapa sedikit penghasilannya, kiriman2 dia menjadi makin bernilai... Ketika aku menerima kiriman oleh2 itu, sering aku teringat kepada komentar tetangga kami pada hari ia pulang ketika pertama kali datang. "Ehhh, kau terima dia bermalam ya, orang yang luar biasa jelek menjijikkan mukanya itu? Tadi malam ia kutolak. Waduhh, celaka dehh.., kita kan bakal kehilangan langganan kalau nerima orang macam gitu!" Oh ya, memang boleh jadi kita kehilangan satu dua tamu. Tapi seandainya mereka sempat mengenalnya,mungkin penyakit mereka bakal jadi akan lebih mudah untuk dipikul. Aku tahu kami sekeluarga akan selalu bersyukur, sempat dan telah mengenalnya; dari dia kami belajar apa artinya menerima yang buruk tanpa mengeluh, dan yang baik dengan bersyukur kepada Allah. Baru2 ini aku mengunjungi seorang teman yang punya rumah kaca. Ketika ia menunjukkan tanaman2 bunganya, kami sampai pada satu tanaman krisan [timum] yang paling cantik dari semuanya, lebat penuh tertutup bunga berwarna kuning emas. Tapi aku jadi heran sekali, melihat ia tertanam dalam sebuah ember tua, sudah penyok berkarat pula. Dalam hati aku berkata, "Kalau ini tanamanku, pastilah sudah akan kutanam didalam bejana terindah yang kumiliki." Tapi temanku merubah cara pikirku. "Ahh, aku sedang kekurangan pot saat itu," ia coba terangkan, "dan tahu ini bakal cantik sekali, aku pikir tidak apalah sementara aku
73

pakai ember loak ini. Toh cuma buat sebentar saja, sampai aku bisa menanamnya ditaman." Ia pastilah ter-heran2 sendiri melihat aku tertawa begitu gembira, tapi aku membayangkan kejadian dan skenario seperti itu disurga. "Hah, yang ini luar biasa bagusnya," mungkin begitulah kata Allah saat Ia sampai pada jiwa nelayan tua baik hati itu." Ia pastilah tidak akan keberatan memulai dulu didalam badan kecil ini." Semua ini sudah lama terjadi, dulu – dan kini, didalam taman Allah, betapa tinggi mestinya berdirinya jiwa manis baik ini. "Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang didepan mata, tetapi Tuhan melihat hati." (1 Samuel 16:7b) Sahabat2 adalah istimewa sekali. Mereka membuatmu tersenyum dan mendorongmu jadi sukses. Mereka meminjamimu sebuah kuping dan berbagi suatu kata pujian. Tunjukkan kawan2mu betapa kau perduli.. Teruskan ini, dan gembirakanlah hari seseorang. Tak ada sesuatupun yang akan terjadi bila kau tidak meneruskan ini. Tapi satu2nya yang akan terjadi bila kau toh melanjutkan kiriman ini ialah, Bahwa seseorang mungkin akan tersenyum gara2 kamu]. Buatlah seseorang Tersenyum hari ini. "your failure is not a reason for GOD to stop loving you"

74


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:2121
posted:12/22/2009
language:Indonesian
pages:74
Description: Kliping elektronik. Kumpulan renungan dan pengajaran Alkitab. Membangun iman, memulihkan dan meneguhkan. Mempermudah pemahaman mengenai ajaran dan kebenaran firman Tuhan.