Docstoc

WCS Marine Program Indonesi

Document Sample
WCS Marine Program Indonesi Powered By Docstoc
					WCS Marine Program Indonesia - Sekilas kondisi terumbu karang si Pulau...

http://www.wcsmarine-indonesia.org/content/view/25/26/lang,id/

cari...

Go

Beranda Berita Tentang WCS Program Pusat Data Link Kontak Cari Beranda Pilih Berita Sekilas kondisi terumbu karang si Pulau Simeulue dan Kepulauan Banyak, Aceh

Menu Utama
Beranda Berita Tentang WCS Program Pusat Data Link Kontak Cari

Sekilas kondisi terumbu karang si Pulau Simeulue dan Kepulauan Banyak, Aceh
Pada tanggal 17-29 Maret 2007, peneliti dari WCS Marine Program Indonesia dan Australian Research Council Centre of Excellence for Coral Reef Studies (ARCCoERS) James Cook University Australia telah melaksanakan survei ekologi terumbu karang di sebanyak 35 lokasi yang tersebar di Pulau Simeulue (16 lokasi), pesisir barat Aceh (2 lokasi) dan Kepulauan Banyak (17 lokasi). Kondisi terumbu karang dan ikan karang di Simeulue dan Banyak menunjukkan kondisi yang unik. Ditemukan beberapa jenis karang keras yang sangat jarang ditemukan di kawasan utara Aceh diantaranya adalah Pectinia sp. dan Stylophora sp., dimana kedua jenis ini ditemukan dalam jumlah melimpah di Simeulue dan Banyak. Jika dibandingkan dengan kawasan utara Aceh, secara umum kawasan barat daya Aceh memiliki keragaman jenis karang keras yang lebih tinggi.

Syndicate

1 of 3

3/10/2009 3:51 PM

WCS Marine Program Indonesia - Sekilas kondisi terumbu karang si Pulau...

http://www.wcsmarine-indonesia.org/content/view/25/26/lang,id/

Berdasarkan spesies-spesies ikan karang ditemukan, kawasan ini secara umum lebih dipengaruhi atau masuk kedalam kelompok perairan Samudera Hindia, sementara kawasan utara Aceh lebih dipengaruhi Laut Andaman. Para peneliti menemukan beberapa spesies ikan yang tidak ditemukan di kawasan utara Aceh diantaranya Cheiloprion labiatus (betok laut), Cheilinus fasciatus dan Choerodon anchorago (wrasse), Chaetodontoplus mesoleucus (angelfish), Siganus magnificus (beronang). Yang menjadi tantangan bagi pengelolaan terumbu karang di kawasan ini adalah belum adanya sistem yang bekerja dengan baik secara kelembagaan dalam melaksanakan usaha-usaha pengelolaan terumbu karang yang berkelanjutan. Selain itu kesadar tahuan masyarakat yang juga rendah merupakan ancaman keberadaan terumbu karang di kawasan ini. Selama 10 tahun kebelakang terumbu karang di kawasan ini mendapatkan ancaman dari kegiatan perikanan yang merusak seperti bom dan sianida. Hal tersebut dikonfirmasikan dengan ditemukannya bukti-bukti kerusakan di daerah terumbu karang selama melakukan survei. Sampai saat ini penggunaan Sianida masih berlangsung terutama di Pulau Simeulue, untuk menangkap lobster.

2 of 3

3/10/2009 3:51 PM

WCS Marine Program Indonesia - Sekilas kondisi terumbu karang si Pulau...

http://www.wcsmarine-indonesia.org/content/view/25/26/lang,id/

Baca juga...
Clues to whale shark migration patterns in Indonesia Mass spawning of corals in Indonesia Fishing at sunset: are we missing the full story? 'Reefs for the future', spirit of the 11th International Coral Reef Symposium. Scaling up protected area design in the Coral Triangle Halmahera : surveying the last frontier in the Coral Triangle Dari Lembeh ke Tangkoko - Prioritas di Sulawesi Utara Mengapa terumbu karang di barat Indonesia begitu unik? Pengelolaan adaptif terumbu karang sebagai respon terhadap perubahan iklim Kematian karang besar-besaran paska gempa bumi tahun 2005 Serangan besar-besaran di Kepulauan Banyak…!!! Sekilas kondisi terumbu karang si Pulau Simeulue dan Kepulauan Banyak, Aceh

Beranda Berita Tentang WCS Program Pusat Data Link Kontak Cari Copyright ® 2006 Wildlife Conservation Society Marine Program Indonesia All rights reserved back to top

3 of 3

3/10/2009 3:51 PM


				
DOCUMENT INFO