Docstoc

Uni Sosial Demokrat - Database

Document Sample
Uni Sosial Demokrat - Database Powered By Docstoc
					Uni Sosial Demokrat - Database

http://www.unisosdem.org/kliping_detail.php?aid=2994&coid=1&caid=56

Indonesia | English

Humanitarian | Demokrasi | Keadilan Sosial | Globalisasi | Lingkungan Hidup Depan | Wacana Ekopol | Database | Otonomi Daerah | Sumber Informasi Kliping Database LSM Database Pers Anggota DPR/MPR Database Partai

Topics List > Topic: Environment and Ecology

Ekosistem Lamun Produsen Organik Tertinggi
Jakarta, Kompas - Perhatian terhadap ekosistem padang lamun (seagrass beds) masih sangat kurang dibandingkan terhadap ekosistem bakau (mangrove) dan terumbu karang (coral reefs). Padahal, lestarinya kawasan pesisir pantai bergantung pada pengelolaan yang sinergis dari ketiganya. Terlebih, padang lamun merupakan produsen primer organik tertinggi dibanding ekosistem laut dangkal lainnya. Demikian disampaikan peneliti spesialis padang lamun Drs M Husni Azkab APU dari Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dalam lokakarya "10 Tahun Pengelolaan Lingkungan Pesisir dan Laut di Indonesia", diselenggarakan Pusat Kajian Sumber Daya Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor di Jakarta, Senin (20/10). Padang lamun merupakan bentangan tetumbuhan berbiji tunggal (monokotil) dari kelas angiospermae. Lamun adalah tumbuhan air yang berbunga (spermatophyta) yang hidup dan tumbuh terbenam di lingkungan laut, berpembuluh, berdaun, berimpang, dan berakar. Padang lamun merupakan produsen primer di laut yang produktivitas organiknya sangat tinggi dibanding bakau dan terumbu karang. Lamun terbentang pada kedalaman 0,5-20 meter setelah bakau, baru kemudian terumbu karang. "Kondisi ekosistem padang lamun, bakau, dan terumbu karang sangat mempengaruhi kelestarian kawasan pesisir. Terabaikannya salah satu dari tiga ekosistem akan mempengaruhi yang lain dan kawasan pesisir keseluruhan," ujar Husni. Ia menyayangkan, perhatian terhadap ekosistem padang lamun masih sangat minim. Hingga kini belum ada penetapan ukuran baku ambang kerusakan ekosistem lamun, padahal untuk bakau dan terumbu karang sudah ada. Peneliti dan universitas di Indonesia yang menaruh perhatian pada ekosistem lamun juga masih dapat dihitung dengan jari.
Versi Cetak Keterangan Artikel Sumber: Kompas Tanggal: 21 Okt 03 Catatan:

Dengan belum adanya penetapan ukuran baku tersebut dikhawatirkan kerusakan ekosistem lamun terlupakan, tidak terkontrol, lalu tiba-tiba kondisinya sudah seburuk terumbu karang dan bakau. "Bentangan padang lamun di Indonesia diestimasikan sekitar 3 juta hektar, mungkin sekitar 10 persennya sudah rusak," kata Husni. Seperti terumbu karang dan bakau, Husni mengatakan rusaknya ekosistem lamun umumnya disebabkan oleh aktivitas manusia. Misalnya, reklamasi pantai,

Beritahu Teman

Back To Top

1 of 2

3/10/2009 8:03 PM

Uni Sosial Demokrat - Database

http://www.unisosdem.org/kliping_detail.php?aid=2994&coid=1&caid=56

pembangunan real estat pinggir laut, pengurukan, buangan limbah industri, limbah rumah tangga atau sampah organik, serta limbah minyak. "Di Kepulauan Riau sudah rusak, paling parah di Jawa, reklamasi di Teluk Banten juga merusak lamun," ucapnya. Sebagai produsen primer, lamun sangat tinggi keanekaan biotanya. Padang lamun menjadi tempat perlindungan dan tempat menempel berbagai hewan dan tumbuhan laut (algae). Lamun juga menjadi padang penggembalaan dan makanan dari berbagai jenis ikan herbivora dan ikan karang. "Banyak penelitian yang menunjukkan korelasi kuat antara penurunan produksi perikanan di suatu daerah dan penurunan kualitas padang lamun," kata Husni. Studi yang pernah dilakukan di Kepulauan Riau, nilai ekonomi perikanan yang terkait ekosistem lamun tahun 1997 sebesar 3.858,91 dollar AS per hektar per tahun. (B14)
URL Source: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0310/21/iptek/638686.htm

Tentang Uni Sosial Demokrat Revisi Terakhir: 06 Mar 09 Copyright © 2001 Unisosdem Developed by eLS'

Site Map Pencarian

Pencarian Detail

2 of 2

3/10/2009 8:03 PM


				
DOCUMENT INFO