Tentang Trismades by andesraya

VIEWS: 75 PAGES: 2

									Tentang Trismades

http://202.153.230.158/index.php/in/biota-yang-berasosiasi/ikan-lamun/4...

Menu Utama
Pendahuluan Tentang Trismades Tentang Lamun Logo Trismades Biota yang Berasosiasi
Ikan Lamun Krustasea Moluska Ekhinodermata Apa itu TRISMADES?

Penilaian Pengunjung: Terjelek
Ditulis oleh Administrator Selasa, 13 Januari 2009 07:43

/0 Terbaik

Bahasa Indonesia

Jumlah Pengunjung
Hari ini 17 Kemarin 15 Minggu ini 65 Bulan ini 261 Sampai saat ini 5915 Since August 2008

Proyek Percontohan Hubungi Kami

Data dan Informasi
Berita Galeri Foto Produk Trismades Personal Majalah Trismades Maps

TRISMADES adalah proyek pengelolaan padang lamun sebagai respon terhadap terjadinya peningkatan tekanan atas padang lamun. Bentuk proyek ini adalah berupa pengelolaan terpadu yang akan melibatkan semua pemangku kepentingan untuk mengatasi segala masalah yang berhubungan dengan padang lamun. Karena pendekatan seperti ini masih sangat dini dalam pengelolaan padang lamun, maka langkah awalnya akan dibatasi dengan pengelolaan suatu daerah percontohan. Daerah percontohan yang telah terpilih berlokasi di Pantai Trikora, Bintan timur, Kep.Riau. Oleh sebab itu proyek ini dinamakan TRISMADES (Trikora Seagrass Management Demonstration Site).
Latar belakang sejarah

Polls
Darimana Anda Tahu mengenai Website Trismades ini? Teman TV/Radio Majalah Website Lain-lain

Komunitas
Administrator Web Links

Pada tahun 2002 UNEP/GEF meluncurkan Proyek Perbaikan Kerusakan Lingkungan di Laut Cina Selatan dan Teluk Thailand yang kemudian lebih dikenal dengan SCS (South China Sea) Project. Tujuan proyek tersebut adalah untuk “menciptakan lingkungan regional dimana kerjasama dan kemitraan antar setiap pemangku kepentingan dalam penyelesaian masalah Laut China Selatan dapat diupayakan dan didukung, serta tercapainya kapasitas keikutsertaan pemerintah untuk mengintegrasikan kesadaran lingkungan ke dalam rencana pembangunan nasional”. Proyek SCS meliputi pengelolaan ekosistem mangrove, terumbu karang, padang lamun, lahan basah, perikanan dan polusi yang berasal dari daratan. Proyek pengelolaan padang lamun di Pantai Trikora, Bintan Timur, Kep.Riau diusulkan oleh Indonesia, dan telah disepakati untuk didanai sebagaimana telah diputuskan dalam Intergovernmental Steering Committee Meeting of SCS di Manila pada Februari 2004. Keputusan tersebut dibuat berdasarkan seleksi dari 26 nominasi wilayah percontohan pengelolaan lamun yang potensial oleh tujuh negara yang ikut berpartisipasi dalam Proyek SCS. Pantai Trikora ditempatkan sebagai wilayah padang lamun terpenting yang keempat dan menempati urutan kedua dalam bidang lingkungan dan hayatinya. Karena proyek ini adalah turunan dari proyek SCS, maka dalam penerapannya juga akan diadakan kerjasama dengan wilayah percontohan yang lain dengan bantuan dari proyek SCS.
Tujuan

Site Link

Tujuan umum proyek ini ialah untuk membuat percontohan atas serangkaian pengurangan tekanan yang terukur secara efektif pada suatu wilayah padang lamun di pantai Trikora, Bintan Timur, Kep.Riau. Lebih khusus, proyek ini bertujuan untuk mendirikan sebuah sistem pengelolaan yang terpadu pada wilayah pesisir dan laut, termasuk padang lamun dan habitathabitat lain yang berasosiasi dengannya. Melalui pendekatan seperti ini, proyek percontohan bertujuan mencapai manfaat berikut: >Manfaat ekosistem: sebagai perlindungan padang lamun dan ekosistem-ekosistem asosiasinya. >Manfaat bagi ikan dan hewan-hewan laut lainnya: konservasi wilayah pemijahan dan asuhan.ikan dan hewan laut lainnya >Manfaat lokal: meningkatkan kehidupan masyarakat sekitar.
Luaran

Proyek ini bertujuan mencapai tiga luaran utama: >Peningkatan pengelolaan wilayah melalui pendirian susunan institusi yang sesuai untuk memastikan cakupan yang luas dalam keikutsertaan pemangku kepentingan yang terkait dalam pembuatan suatu keputusan, terutama dari komunitas lokal dan sektor swasta; adopsi dari

1 of 2

3/12/2009 8:18 PM

Tentang Trismades

http://202.153.230.158/index.php/in/biota-yang-berasosiasi/ikan-lamun/4...

sebuah rencana pengelolaan wilayah; pengenalan/perbaikan dan penyelenggaraan peraturan yang terkait; lebih jauh lagi adalah keikutsertaan masyarakat lokal dalam aktivitas pengelolaan mandiri. >Peningkatan kesadaran dan dukungan akan arti penting padang lamun dan ekosistem lain yang terkait, dan pengembangan kapasitas pengelolaan padang lamun. >Peningkatan kelestarian lingkungan dari aktivitas ekonomi setempat melalui kreasi aktivitas ekonomi yang lestari seperti pariwisata dan jenis-jenis lain alternatif matapencaharian.
Komponen utama kegiatan

Ada tiga komponen utama aktifitas TRISMADES: >Meningkatkan pengelolaan padang lamun dan habitat terkait; >Peningkatan kesadaran dan membangun kapasitas >Mempromosikan aktivitas ekonomi yang berkelanjutan
Susunan institusi

Dalam proyek ini LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) sebagai Executing Agency yang bertanggung jawab dalam persiapan dan keseluruhan rencana, koordinasi pelaksanaan dan pengawasan, sebagaimana digariskan dalam Dokumen Proyek UNEP/GEF. >Pelaksanaan di wilayah Bintan berada dibawah tanggung jawab PIU(Project Implementation Unit), bekerjasama dengan BAPPEDA (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) Kabupaten Bintan. >Pelaksaan di wilayah tersebut akan mengikutsertakan seluruh pemangku kepentingan seperti pemerintah daerah, sektor swasta, lembaga swadaya masyarakat, dan masyarakat lokal. >Pengawasan di tingkat local akan dilakukan oleh EBCombo (East Bintan Collaborative Management Board).
Jangka waktu

TRISMADES secara resmi dimulai pada September 2007, dan akan berakhir pada Agustus 2010 (36 bulan).
Indikator kunci

Beberapa indikator kunci dari projek TRISMADES: >Adanya sistem pengelolaan yang terintegrasi untuk padang lamun seluas 1,500 ha. >Terjadinya 50% pengurangan penambangan pasir yang tak terkendali. >Terjadinya 50% pengurangan pembuangan sampah di pantai. >Paling tidak ada tiga desa terpilih yang mendirikan sanctuary padang lamun secara mandiri
Aspek pendanaan

Proyek ini didanai oleh GEF (Global Environment Facility), dan didukung dengan APBN Kab.Bintan. < Sebelumnya
Terakhir Diperbaharui ( Rabu, 14 Januari 2009 00:04 )

Berikutnya >

Joomla is Free Software released under the GNU/GPL License

2 of 2

3/12/2009 8:18 PM


								
To top